BAB 2 LANDASAN TEORI

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Umum
Sesuai dengan judul skripsi penulis tentang “Strategi Komunikasi Public
Relations Dalam Mengatasi Konflik Komunikasi Internal Organisasi di PT. The
Net Indonesia, di Cengkareng (Periode 2012)” , maka penulis menggunakan
teori-teori umum sebagai pembahasan dalam penulisan skripsi kali ini, antara
lain:
2.1.1 Komunikasi
Manusia sangat membutuhkan komunikasi untuk penyampain
informai kepada individu yang lain karena manusia adalah makhluk
sosial. Dengan komunikasi manusia dapat memahami dan mengerti apa
yang disampaikan oleh lawan bicaranya. Oleh kerena itu, komunikasi
merupakan aspek yang sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh semua
makhluk hidup. Hanya manusia yang masih hiduplah yang membutuhkan
komunikasi.
Menurut Laswell komunikasi adalah :
“komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator
kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.” (
Effendy,2004: 10)
15
16
Menurut (Muhammad 2007) mengutip dari para ilmuan tentang
pemahaman teori komunikasi ialah :
1. Menurut William J. Seller
“Komunikasi adalah proses dengan nama simbol verbal dan
nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti”
2. Menurut Forsdale
“Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut
aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat
didirikan, dipelihara dan diubah”
Komunikasi pada zaman sekarang sangat penting dalam suatu
bisnis, sharing, memberikan pendapat, nasehat, terlebih lagi dalam
membangun hubungan yang baik dan sebagainya. Ketika komunikasi
dalam dapat membangun hubungan yang baik, komunikasi itu sendiri
memiliki arti dan peran tersendiri dalam membangun hubungan yang
baik. Adapun bentuk-bentuk komunikasi yang memiliki arti dan peran
tersendiri ketika digunakan untuk membangun hubungan yang baik.
Menurut Effendy (2004: 7) Komunikasi terbagi atas dua yaitu :
1. Komunikasi personal (Personal Communication)
“Komunikasi
antara
komunikator
dengan
komunikan,
komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah
sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang
dialogis percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator
17
mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi
dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya
positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan
kesempatan
pada
komunikasi
ini
komunikan
untuk bertanya seluas-luasnya”
berlangsung
secara
sederhana,
yaitu
berhadapan langsung yang disebut F2F. dan komunikasi ini
bersifat dua arah atau timbal balik.
2. Komunikasi kelompok
“komunikasi kelompok adalah komunikasi seseorang atau
komunikator dengan sejumlah orang (komunikan) yang
berkumpul bersama-sama dalam satu kelompok. Yang terdiri
dari kelompok besar dan kecil.”
Ketika komunikasi mempunyai bentuk dan peran nya tersendiri
dalam penggunaanya, begitu pula komunikasi mempunyai tujuan
terpenting dalam komunikasi itu sendiri. Menurut Effendy (2007: 5),
tujuan dari komunikasi itu sendiri baik itu komunikasi personal ataupun
komunikasi kelompok ialah :
1. “Mengubah sikap ( to change the attitude )
Seperti telah dikemukakan sebelumnya dalam pembahasan, fungsi
komunikasi adalah mempengaruhi seseorang. Tahap selanjutnya
setelah seseorang terpengaruh ia akan merubah sikapnya. Inilah
salah satu tujuan komunikasi. Mengubah sikap seseorang menjadi
seperti yang diharapkan oleh si pemberi informasi.
18
2. Mengubah opini / pendapat / pandangan ( to change the
opinion )
Salah satu tujuan komunikasi adalah mengubah pendapat atau
opini seseorang
sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak
tertentu.
3. Mengubah perilaku ( to change the behaviour )
Mengubah perilaku seseorang sesuai dengan informasi yang telah
diberikan sehingga berperilaku sesuai yang diharapkan oleh si
pemberi informasi.
4. Mengubah masyarakat ( to change the society )
Apabila dalam point di atas perilaku dititikberatkan lebih kepada
individu, dalam point ini, perubahan dititikberatkan pada suatu
kelompok yang bersifat lebih dari satu, bahkan lebih dari dua.
Sehingga perubahan terjadi secara masal.”
Begitu mengetahui bentuk dan tujuan dari komunikasi itu sendiri,
perlu diketahui apa komponen dasar yang terdiri dari komunikasi itu
sendiri. Menurut Muhammad Arni (2007) ada lima dasar komponen
dalam komunikasi yaitu :
1. Pengirim pesan
Pengirim pesan adalah individu atau orang yang menyimpan
pesan. Pesan atau informasi yang akan dikirimkan berasal dari
otak si pengirim. Oleh sebab itu sebelum pengirim mengirimkan
pesan, si pengirim harus menciptakan dulu pesan yang akan
19
dikirimkannya. Menciptakan pesan adalah menentukan arti apa
yang akan dikirimkan kemudian menyandikan/encode arti
tersebut ke dalam bentuk satu pesan sesudah itu baru dikirim
melalui saluran.
2. Pesan
Pesan adalah informasi yang akan dikirimkan kepada si penerima.
Pesan ini dapat berupa verbal maupun nonverbal. Pesan secara
verbal seperti: surat, buku, majalah, memo. Sedangkan secara
lisan dapat berupa percakapan melalui
telepon, radio dan
sebagainya. Pesan nonverbal dapat berupa isyarat, gerakan badan,
ekspresi muka dan nada suara.
3. Saluran
Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim dengan si
penerima. Channel yang biasa dalam komunikasi adalah
gelombang cahaya dan suara yang dapat kita lihat dan dengar.
Akan tetapi alat dengan apa cahaya atau suara itu berpindah
mungkin berbeda-beda. Misalnya bila dua orang berbicara tatap
muka gelombang suara dan cahaya di udara berfungsi sebagai
saluran.
4. Penerima pesan
Penerima
pesan
adalah
yang
menganalisis
menginterpretasikan isi pesan yang dierimanya.
dan
20
5. Balikan
Balikan adalah respon terhadap pesan yang diterima yang
dikirimkan kepada si pengirim pesan. Dengan diberikannya reaksi
ini kepada si pengirim, pengirim akan dapat mengetahui apakah
pesan yang dikirmkan tersebut diinterpretasikan sama dengan apa
yang dimaksudkan oleh si pengirim. Bila arti pesan yang
dimaksudkan oleh si pengirim diinterpretasikan sama oleh si
penerima berarti komunikasi tersebut efektif.
Dari kesimpulan diatas yang dikemukakan oleh para teori, bahwa
komunikasi adalah penyampaian informasi dari komunikator ke
komunikan untuk memberikan informasi dengan saluran atau media yang
ada, guna nya mendapatkan timbal balik. Komunikasi ini digunakan
dalam bentuk personal ataupun kelompok dan mempunyai tujuan untuk
mempengaruhi dan merubah pola pikir atau tindakan dari si penerima
dengan harapan dari si pemberi informasi sesuai dengan sikap atau
respon yang diberikan.
Menurut Liliweri dalam bukunya komunikasi antar budaya
dikatakan bahwa komunikasi terdapat 3 pandangan, yaitu: komunikasi
dipandang sebagai aktivitas simbolis, proses dan pertukaran makna.
1. Komunikasi sebagai aktivitas simbolis
Kita sebut ‘komunikasi sebagai aktivitas simbolis’ karena
aktivitas
berkomunikasi
menggunakan
simbol-simbol
21
bermakna yang diubah kedalam
kata-kata (verbal) untuk
ditulis dan diucapkan atau simbol ‘bukan kata-kata verbal’
(nonverbal) untuk ‘diperagakan’ . Simbol komunikasi itu
dapat berbentuk tindakan dan aktivitas manusia, atau tampilan
objek yang mewakili makna tertentu.
2. Komunikasi sebagai proses
Disebut proses karena komunikasi merupakan aktivitas yang
dinamis, aktivitas yang berlangsung secara bersinambung
sehingga ia terus mengalami perubahan.
3. Komunikasi sebagai pertukaran makna
Kegiatan komunikasi memang merupakan kegiatan mengirim
atau menerima pesan namun pada galibnya pesan tidak
berpindah, yang berpindah adalah makna pesan tersebut.
Makna yang dimaksud ialah pesan yang dimaksud oleh
pengirim dan diharapkan akan dimengerti pula oleh penerima.
2.1.2 Komunikasi Organisasi
2.1.2.1 Definisi Komunikasi Organisasi
Komunikasi bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan
bahkan dalam bentuk apa saja. Salah satunya komunikasi sangat
digunakan dalam organisasi yang ada dalam suatu perusahaan.
Dimana komunikasi sangat memegang peran yang sangat penting
dan dan mempunyai nilai yang besar dalam organisasi. Karena
22
tanpa komunikasi, organisasi tidak dapat berjalan dengan baik dan
bahkan akan terjadi perbedaan pendapat atau kesalahpahaman
karena kurangnya informasi atau tidak baiknya komunikasi yang
digunakan.
Menurut Goldhaber dalam bukunya Muhammad (2007),
memberikan definisi komunikasi organisasi ialah “organizational
communications is the process of creatingand exchanging
messages within a network of interdependent relationship to cope
with environmental uncertainly.” Komunikasi organisasi adalah
proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan
hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi
lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.
Definisi diatas mengandung tujuh konsep kunci yaitu
proses, pesan, jaringan, saling tergantung, hubungan, lingkungan
dan ketidakpastian. Masing-masing dari konsep kunci ini akan
dijelaskan satu persatu secara ringkas. (Muhammad, 2007:67-74).
1. Proses
Suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang
dinamis yang menciptakan dan saling menukar pesan
di antara anggotanya. Karena gejala menciptakan dan
menukar informasi ini berjalan terus-menerus dan
tidak ada hentinya maka dikatakan sebagai suatu
proses.
23
2. Pesan
Yang dimaksud pesan adalah susunan simbol yang
penuh
arti
tentang
orang,
objek,
kejadianyang
dihasilkan oleh interaksi dengan orang.
Untuk
berkomunikasi seseorang harus sanggup menyusun
suatu gambaran mental, member gambaran itu nama
dan mengembangkan suatu perasaan terhadapnya.
Komunikasi
tersebut
efektif
kalau
pesan
yang
dikirimkan itu diartikan sama dengan apa yang
dimaksudkan oleh si pengirim.
3. Jaringan
Organisasi terdiri dari satu seri orang yang tiap-tiapnya
menduduki
posisi
atau
peranan
tertentu
dalam
organisasi. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orangorang ini sesamanya terjadi melewati suatu set jalan
kecil yang dinamakan jaringan komunikasi. Suati
jaringan komunikasi ini mengkin mencakup hanya dua
orang, beberapa orang, atau keseluruhan organisasi.
4. Keadaan saling tergantung
Konsep kunci komunikasi organisasi keempat adalah
keadaan yang saling tergantung satu bagian dengan
bagian lainnya. Hal ini telah menjadi sifat dari suatu
24
organisasi yang merupakan suatu sistem terbuka. Bila
suatu bagian dari organisasi mengalami gangguan
maka akan berpengaruh kepada bagian lainnya dan
mungkin juga kepada seluruh sistem organisasi.
5. Hubungan
Konsep kunci yang kelima dari komunikasi organisasi
adalah hubungan. Karena organisasi merupakan suatu
sistem terbuka, sistem kehidupan sosial maka untuk
berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada tangan
manusia. Dengan kata lain jaringan melalui mana
jalannya pesan dalam suatu organisasi dihubungkan
oleh manusia.
6. Lingkungan
Yang dimaksud dengan lingkungan adalah semua
totalitas
secara
fisik
dan
faktor
sosial
yang
diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai
individu dalam suatu sistem. Lingkungan ini dapat
dibedakan atas lingkungan internal dan lingkungan
eksternal. Yang termasuk lingkungan internal adalah
personalia (karyawan), staff, golongan fungsiona dari
organisasi, dan komponen organisasi lainnya seperti
tujuan, produk dan sebagainya. Sedangkan lingkungan
25
eksternal dari organisasi adalah langganan, leveransir,
saingan dan teknologi.
7. Ketidakpastian
Yang dimaksud ketidakpastian adalah perbedaan
informasi yang tersedia dengan informasi yang
diharapkan. Misalnya suatu organisasi memerlukan
informasi
mengenai
aturan
pemerintah
yang
berpengaruh kepada produksi barang-barangnya. Jika
organisasi ini banyak informasi mengenai hal ini maka
mereka akan lebih pasti dalam memproduksi hasil
organisasinya yang sesuai dengan standar yang
ditentukan oleh pemerintah.
Komunikasi organisasi terdapat dalam hubungan internal
yang dijalin di suatu organisasi atau perusahaan yang ada. Yang
dimana, komunikasi organisasi mempunyai hubungan yang secara
informatif dan dua arah. Menurut Ambar (2009: 95), “lingkungan
internal adalah sesuatu yang dimiliki organisasi, baik yang
melekat pada struktur, maupun pendukung, baik yang bersifat
material maupun immaterial, baik yang berwujud maupun yang
tidak berwujud, yang dapat membentuk kekuatan atau kelemahan
organisasi dengan tepat.” Jadi, komunikasi organisasi internal
adalah bagian dari organisasi yang telah dibentuk oleh atau sudah
ada dalam organisasi itu sendiri dan ini bersifat untuk internal
26
tidak ada eksternal. Karena, yang mengetahui hubungan internal
dan yang menjadikan hubungan internal itu baik ialah dengan
komunikasi organisasi internal itu sendiri.
2.1.2.2 Macam-macam Komunikasi Organisasi
Dalam
organisasi
perlu
adanya
komunikasi
yang
mendukung satu kesatuan dalam memajukan visi dan misi
perusahaan dan termasuk membangun hubungan melalui empat
arah, yaitu: kebawah, keatas, horizontal, dan diagonal. Menurut
(Purwanto, 2006: 40-46).
1.
Downward Communication (komunikasi ke bawah)
Aliran komunikasi dari manajer ke bawahan tersebut,
umumnya
terkait
dengan
tanggung
jawab
dan
kewenangannya dalam suatu organisasi. Seorang
manajer yang menggunakan jalur komunikasi ke
bawah
memiliki
informasi,
tujuan
mengarahkan,
untuk
menyampaikan
mengoordinasikan,
memotivasi, memimpin, dan mengendalikan berbagai
kegiatan yang ada di level bawah. Jalur komunikasi
yang berasal dari atas (manajer) ke bawah (karyawan)
merupakan penyampain pesan yang dapat berbentuk
perintah, instruksi, maupun prosedur untuk dijalankan
para bawahan dengan sebaik-baiknya. Untuk mencapai
tujuan
yang
dikehendaki,
perlu
diperhatikan
27
penggunaan bahasa yang sama, sederhana, tidak
bertele-tele dan mudah dipahami dalam penyampaian
pesan. Sebagai contoh, penyampaian pesan yang
berasal dari manajer umum ke manajer produksi,
kemudian ke publik, selanjutnya baru sampai ke
karyawan menggunakan saluran komunikasi yang
cukup
panjang
dan
berpotensi
menimbulkan
kesalahpahaman berkomunikasi. Untuk lebih mudah
simak gambar dibawah ini.
Manajer Umum
Manajer
Pemasaran
Penjuala
n
Promosi
Manajer
Produksi
Pabrik
Penelitia
n
Karyawan
Gambar 2.1 Komunikasi dari atas ke bawah
Manajer
Keuangan
Akunta
nsi
Keuanga
n
28
2. Upward
communication
(Komunikasi
ke
atas)
organisasi yang efektif memerlukan komunikasi ke
atas sama banyak dengan komunikasi ke bawah yang
diperlukannya.
komunikator
Dalam
berada
situasi
di
tingkat
semacam
bawah
itu,
dalam
organisasi, sedangkan penerima berada ditingkat atas.
Contoh
staf
memberikan
laporan,
saran-saran,
pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan
Menurut Planty dan Machaver dalam bukunya
(Muhammad, 2007:120), prinsip komunikasi ke atas
ialah:
a. Program komunikasi ke atas yang efektif harus
direncanakan
b.
Program komunikasi ke atas berlangsung terusmenerus.
c. Program
komunikasi
ke
atas
yang
efektif
yang
efektif,
menggunakan saluran yang rutin.
d. Program
komunikasi
ke
atas
menekankan kesensitifan dan penerimaan ide-ide
yang menyenangkan dari level yang lebih rendah.
e. Program
komunikasi
ke
atas
yang
efektif
memerlukan pendengar yang objektif. Supervisor
29
dan manajer hendaklah memberikan waktunya
untuk mendengarkan bawahan dengan objektif.
Reaksi, yang memperlihatkan kekurangseriusan
dan sikap mendengarkan yang menjengkelkan,
memperlihatkan
kepada
bawahan
bahwa
komunikasi ke atas sesungguhnya tidak diingini.
f. Program
komunikasi
memerlukan
ke
pengambilan
atas
yang
tindakan
efektif
berespons
terhadap masalah.
g. Program
komunikasi
menggunakan
ke
atas
bermacam-macam
yang
media
efektif
dan
metode untuk memajukan arus informasi. Metode
yang paling efektif dari komunikasi ke atas adalah
kontak tatap muka sehari-hari dan percakapan di
antara supervisor dan bawahan.
3. Horizontal Communication (Komunikasi Horisontal)
jenis
komunikasi
ini
sering
diabaikan
dalam
mendesain organisasi. Jika seorang kepala departemen
pemasaran mengenai tawaran lokakarya di fakultas
ekonomi sebuah perguruan tinggi, arus komunikasinya
adalah horisontal. Meskipun arus komunikasi vertikal
(ke atas dan ke bawah) merupakan pertimbangan
pokok dalam mendesain organisasi, tetapi organisasi
30
yang efektif juga memerlukan komunikasi horizontal.
Contohnya: komunikasi antara departemen produksi
dengan departemen penjualan dalam organisasi bisnis
dan diantara jurusan atau fakultas dalam sebuah
universitas, diperlukan untuk mengintegrasikan dan
mengkoordinasikan berbagai fungsi organisasi.
Menurut
(Muhammad,2007:121),
Tujuan
dari
komunikasi horizontal ialah:
a. Mengkoordinasikan
tugas-tugas.
Kepala-kepala
bagian dalam suatu organisasi kadang-kadang
perlu mengadakan rapat atau pertemuan, untuk
mendiskusikan
bagaimana
tiap-tiap
bagian
memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan
organisasi.
b. Saling membagi informasi untuk perencanaan dan
aktivitas-aktivitas. Ide dari banyak orang biasanya
akan lebih dari pada ide satu orang. Oleh karena itu
komunikasi horizontal sangatlah diperlukan untuk
mencari ide yang lebih baik. Dalam merencanakan
suatu program latihan atau program hubungan
dengan masyarakat, anggota-anggota dari bagian
perlu saling membagi informasi untuk membuat
perencanaan apa yang akan mereka lakukan.
31
c. Memecahkan masalah yang timbul di antara orangorang yang berada dalam tingkat yang sama.
Dengan adanya keterlibatan dalam memecahkan
masalah akan menambah kepercayaan dan moral
dari karyawan.
d. Menyelesaikan konflik di antara anggota yang ada
dalam bagian organisasi dan juga antara bagian
dengan bagian lainnya. Penyelesaian konflik ini
penting bagin perkembangan sosial dan emosional
dari anggota dan juga akan menciptakan iklim
organisasi yang baik.
e. Menjamin pemahaman yang sama. Bila perubahan
dalam suatu organisasi disusulkan, maka perlu ada
pemahaman yang sama antara unit-unit organisasi
atau anggota unit organisasi tentang perubahan itu.
Untuk itu mungkin suatu unit dengan unit lainnya
mengadakan rapat untuk mencari kesepakatan
terhadap perubahan tersebut.
f. Mengembangkan sokongan interpersonal. Karena
sebagian
besar
berinteraksi
dari
dengan
waktu
temannya
kerja
maka
karyawan
mereka
memperoleh sokongan hubungan interpersonal dari
temannya. Hal ini akan memperkuat hubungan di
32
antara sesama karyawan
dan akan membantu
kekompakkan dalam kerja kelompok. Interaksi ini
akan mengembangkan rasa sosial dan emosional
karyawan.
4. Diagonal Communication (Komunikasi Diagonal)
meskipun komunikasi diagonal mungkin merupakan
saluran yang paling jarang dipakai dalam organisasi,
saluran ini penting dalam situasi dimana para anggota
tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui
saluran lainnya. Contoh: pengawasan keuangan sebuah
perusahaan besar ingin melakukan analisis distribusi
biaya.
Salah
satu
bagian
tugas
itu
mungkin
mengharuskan para wiraniaga menyampaikan laporan
khusus secara langsung kepada pengawas keuangan
itu, dan bukan melalui saluran tradisional dalam
departemen
pemasaran.
Dengan
demikian,
arus
komunikasi berlangsung secara diagonal dan bukan
vertikal (ke atas) dan horisontal. Dalam kasus ini,
saluran
diagonal
mungkin
merupakan
bentuk
komunikasi yang paling efisien dipandang dari segi
waktu dan upaya organisasi.
2.1.2.3 Kepuasan Komunikasi Organisasi
33
Yang dimaksud dengan istilah kepuasan komunikasi organisasi
menurut Redding
dalam bukunya (Muhammad,2007) adalah semua
tingkat kepuasan seorang karyawan mempersepsi lingkungan komunikasi
secara keseluruhan. Konsep kepuasan ini memperkarya ide iklim
komunikasi. Iklim mencakup kepuasan anggota organisasi terhadap
informasi yang tersedia.
Menurut (Muhammad,2007), Kepuasan dengan komunikasi
muncul dari kombinasi faktor-faktor berikut:
1. Kepuasan dengan pekerjaan. Ini mencakup hal-hal yang
berkenaan dengan dengan pembayaran, keuntungan, naik
pangkat, pekerjaan itu sendiri. Dari hasil penelitian ternyata
bahwa
kepuasan
dalam
aspek
pekerjaan
memberikan
sumbangan kepada konsumen komunikasi.
2. Kepuasan dengan ketetapan informasi. Faktor ini mencakup
tentang tingkat kepuasan dengan informasi, kebijaksanaan,
teknik-teknik baru, perubahan administrative dan staf, rencana
masa datang dan penampilan pribadi. Kelihatannya kepuasan
dengan ketetapan informasi yang diterima penting bagi konsep
kepuasan komunikasi organisasi.
3. Kepuasan dengan kemampuan seseorang yang menyarankan
penyempurnaan. Faktor ini mencakup hal-hal sebagai tempat
di
mana
pemberitahuan
komunikasi
mengenai
seharusnya
perubahan
disempurnakan,
untuk
tujuan
34
penyempurnaan dan strategi khusus yang digunakan dalam
membuat perubahan. Kepuasan dengan bermacam-macam
perubahan yang dibuat, bagaimana perubahan itu dibuat dan
diinformasikan, kelihatannya mempunyai hubungan dengan
kepuasan komunikasi organisasi.
4. Kepuasan
dengan
efisiensi
bermacam-macam
saluran
komunikasi. Faktor ini mencakup melalui mana komunikasi
disebarluaskan dalam organisasi, mencakup peralatan, buletin,
memo, materi tulisan. Keputusan komunikasi tampaknya
berhubungan dengan pandangan orang mengenai berapa
efisiennya media untuk menyebarkan informasi dalam
organisasi.
5. Kepuasan dengan kualitas media. Yang berhubungan dengan
faktor ini berapa baiknya mutu tulisan, nilai informasi yang
diterima, keseimbangan informasi yang tersedia dan ketetapan
informasi yang datang. Hasil penelitian menyarankan bahwa
penampilan, ketetapan dan tersedianya informasi mempunyai
pengaruh kepada kepuasan orang dengan komunikasi dalam
organisasi.
6. Kepuasan dengan cara komunikasi teman sekerja. Faktor ini
mencakup komunikasi horizontal, informal dan tingkat
kepuasan yang timbul dari diskusi masalah dan mendapatkan
35
informasi dan teman sekerja. Kepuasan dengan komunikasi
berhubungan yang memuaskan dengan teman sekerja.
7. Kepuasan dengan keterlibatan dalam komunikasi organisasi
sebagai suatu kesatuan. Faktor ini mencakup hal-hal
keterlibatan hubungan dengan organisasi. Dukungan atau
bantuan dari organisasi dan informasi dari organisasi.
Kelihatan bahwa rasa puas dalam komunikasi organisasi
dipengaruhi oleh aspek-aspek organisasi seperti dipercaya,
sokongan dan tujuan kinerja yang tinggi.
2.2 Teori Khusus
2.2.1 Pengertian Public Relations
Kegiatan komunikasi dalam PT. The Net Indonesia dapat
dilakukan melalui membangun hubungan komunikasi yang
terjalin salah satunya public relations. Dalam hal ini, seorang
public relations dalam perusahaan memiliki peran yang sangat
penting
dalam
membangun
hubungan
komunikasi
dalam
organisasi internal.
Menurut Cutlip (2007: 6) “public relations adalah fungsi
manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan
yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang
mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.”
36
“Menurut
saka
public
relations,
pada
prinsipnya
merupakan suatu kegiatan yang terencana dan suatu usaha yang
terus menerus untuk dapat memantapkan dan mengembangkan
itikad baik (goodwill) dan pengertian yang timbale balik (mutual
understanding) antara suatu organisasi dengan masyarakat.”
(Gafar 2007: 91)
Menurut Soo-Yeon, Bryan H Reber. Journalism and Mass
Communication Quarterly. Columbia: Spring 2009. Vol. 89, Edisi
1 ; pg.157, 18 pgs:
“Professional standards of public relations should be
viewed in the context of maintaining an organization ‘s longrange stability and harmony with a changing social environment.
Bivins noted that public relations “clarification of its ethical
obligation to serve the public interest is vital if it is to accomplish
its goal and if it is to be accepted as a legitimate profession by
society.”
He also emphasized the importance of
“public
interest” in defining professionalism, stating. “although serving
the public interest is not necessarily a criterion used to define
professionalism, it is the most often cited of the values of
professionalism.” Therefore, attaining professionalism in public
relations depends largely on acting in a socially responsible
manner.”
37
“Standar professional dari seorang public relations harus
dilihat dari konteks dalam menjaga stabilitas jangka panjang
organisasi dan harmonis dengan lingkungan sosial yang berubahubah. Bivins mencatat bahwa public relations “klarifikasi
kewajiban etis untuk melayani kepentingan publik sangat penting
untuk mencapai tujuan dan jika itu harus diterima sebagai profesi
yang sah oleh masyarakat.” Dia juga menekankan pentingnya
“keinginan
publik”
dalam
mendefinisikan
profesionalisme,
”meskipun melayani kepentingan umum tidak selalu merupakan
kriteria yang digunakan untuk mendefinisikan profesionalisme, ini
adalah yang paling sering dikutip dari nilai-nilai profesionalisme.
Oleh karena itu, mencapai profesionalisme dalam public relatios
tergantung pada bertindak dalam secara sosial bertanggung
jawab.”
Sriramesh dalam jurnalnya yang berjudul, Globalisation
and Public relations: The past, present, and future mengatakan :
“public relations is the strategic communication that
different types of organizations use for establishing and
maintaining symbiotic relationships with relevan publics many of
whom are increasingly becoming culturally diverse.”
“public relations adalah komunikasi strategis yang
digunakan berbagai jenis organisasi untuk membangun dan
38
memelihara hubungan simbiotik dengan publik relevan dimana
banyak dari mereka yang semakin menjadi budaya beragam.”
Definisi diatas dapat dilihat bahwa seorang public
relations dalam perusahaan atau organisasi memiliki peran yang
sangat penting dan menjadi tombak perusahaan atau organisasi
dalam penyampaian komunikasi atau menjalin hubungan.
Seperti
yang diketahui,
bahwa dalam
membangun
hubungan internal yang baik diperlukan seorang public relations ,
karena dimana seorang public relations dapat mengkoordinasikan
dan memanajemenkan sikap karyawan atau sistem yang berjalan
berjalan disuatu organisasi dengan baik. Serta, dapat menjadikan
nya sebagai lembaga umum dan swasta dalam saling membina
hubungan komunikasi yang baik melalui seorang public relations.
2.2.1.1 Peran Public Relations dan Fungsi Public Relations
Adapun peran Public Relations menurut Cutlip (2007:6)
ialah :
1.
Penasehat ahli
Seorang praktisi Public Relations yang berpengalaman dan
memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi
dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publik.
2.
Fasilitator komunikasi
39
Public Relations bertindak sebagai komunikator atau mediator
untuk membantu pihak manajemen dalam hal mendengar apa
yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya.
3.
Fasilitator proses pemecahan masalah
Peran Public Relations dalam pemecahan masalah persoalan
Public Relations ini merupakan bagian dari tim manajemen. Hal
ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik
sebagai penasihat (adviser) hingga mengambil tindakan eksekusi
(keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah
dihadapi secara rasional dan profesional.
4.
Teknisi komunikasi
Public Relations sebagai journalist in recident yang hanya
menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan of
communication in organization.
Adapun fungsi public relations dalam organisasi menurut
(Cutlip,2007) ialah :
1.
To ascertain and evaluate public opinion as relate to his
organization (mengetahui secara pasti dan mengevaluasi
pendapat umum yang berkaitan dengan organisasi)
40
2.
To counsel executive on ways of dealing with public
opinion as it exists (menasehati para eksekutif mengenai
pendapat umum yang timbul)
3.
To use communication to influence public opinion
(menggunakan komunikasi untuk mempengaruhi pendapat
umum).
2.2.1.2 Job desk public Relations internal dan eksternal
Adapun pekerjaan atau tugas public relations internal
menurut (Silih Agung Wasesa,2006) ialah :
1. Mengkomunikasikan kebijaksanaan direksi dan manajemen
pada karyawan.
2. Menjelaskan perubahan kebijakan direksi dan manajemen
agar karyawan memahami dasar pengambilan keputusan yang
diambil.
3.
Membangun
jaringan
komunikasi
interkatif
antara
karyawan, manajemen dan direksi.
4. Membantu proses restrukturisasi, mulai dari sosialisasi
kebijaan hingga pelatihan untuk mengurangi dampak buruk
restrukturisasi.
41
5. Membantu peningkatan rasa memiliki karyawan terhadap
perusahaan.
6. Membantu terciptanya budaya perusahaan yang sesuai
dengan visi organisasi.
Sedangkan pekerjaan atau tugas public relations eksternal
menurut(SilihAgungWasesa,2006)ialah:
1. Mensosialisasikan kebijakan perusahaan kepada publik.
2. Menjelaskan hasl rapat umum pemegang saham.
3. Menjelaskan hasil dan dasar diadakannya rapat umum luar
biasa pemegang saham.
4. Membantu pemasarasn untuk menciptakan citra produk.
5. Mensosialisasikan prestasi yang dicapai oleh perusahaan.
6.Mengembangkan program-program pengembangan masyarakat,
sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada pihak.
7. Menyiapkan sarana bagi publik untuk melihat perusahaan
secara langsung.
8. Menyiapkan sarana bagi pemerintah dan anggota Dewan
Perwakilan Rakyat untuk melihat kinerja perusahaan
42
2.2.2 Strategi Komunikasi Public Relations
Dalam menentukan komunikasi yang baik dalam internal
organisasi, diperlukan strategi komunikasi public relations,
adapun pengertiannya menurut Ruslan (2008: 134), “Strategi
public relations adalah alternatif optimal yang dipilih untuk
ditempuh guna mencapai tujuan public relations dalam kerangka
suatu rencana public relations”
Sedangkan menurut Oliver (2007: 69-74) “Strategi
komunikasi menunjukkan signifikasi dari public relations dalam
proses perubahan strategi komunikasi mencerminkan pentingnya
scanning internal untuk mengidentifikasi audience kunci, sub
audience dan peralatan yang diperlukan untuk memastikan bahwa
sebuah
pendekatan
yang
koheren
dan
terintegrasi
tetap
dipertahankan.”
Begitu dengan perencanaan dalam menentukan strategi
public relations
juga perlu diperhatikan dan bukan hanya
bagaimana strategi komunikasi public relations. Sebab, dalam
strategi komunikasi jika tidak mempunyai perencanaan strategi
tersebut maka akan sia-sia.
43
2.3 Kerangka Pikir
STRATEGI KOMUNIKASI
PUBLIC RELATIONS
Hubungan yang dibangun
dalam internal
Kepuasan staff internal
dalam komunikasi yang
terjalin
Sumber: Penulis
Dalam penulisan dalam penelitian ini, peneliti menggambarkan kerangka fikir
yang peneliti hubungkan dengan berbagai faktor yang telah didentifikasikan sebagai
masalah yang penting. Dikatakan bahwa dalam organisasi sangat didukung oleh
komunikasi yang baik dalam menjalin dan membangun hubungan yang baik dengan staff
internal. Komunikasi yang digunakan dalam organisasi biasanya sesuai dengan bentuk
dan macam-macam dalam organisasi. Dan biasanya dalam bentuk komunikasi itu
terdapat strategi yang mendukung dalam berjalannya komunikasi yang baik.
44
Dalam organisasi biasanya yang memegang peran penting komunikasi dan
menjalin hubungan ialah seorang public relations. Yang dimana, peran nya menjalin
dan membangun hubungan yang baik antar internal. Bukan hanya membangun hubungan
eksternal dengan kompetitor tapi juga membangun hubungan dengan karyawan internal.
Ketika dalam suatu organisasi terjadi masalah atau komunikasi yang tidak baik maka
peran seorang public relations sangat diperlukan.
Begitu pula dengan PT. The Net Indonesia, dalam organisasi ini peneliti
mengambarkan bahwa seorang public relations harus mampu membangun hubungan
internal dalam organisasi dan biasanya seorang public relations mempunyai strategi
komunikasi nya dalam menjalin hubungan dengan para staff internal. Strategi
komunikasi public relations dalam membangun hubungan internal akan terlihat ketika
kepuasan karyawan telah dipenuhi.
Strategi komunikasi yang digunakan dalam PT. The Net Indonesia ini ialah
dengan cara face to face atau komunikasi personal antar individu. Dan ini lah yang
digunakan strategi komunikasi public relations untuk menciptakan komunikasi internal
yang baik dengan antar individu dan setelah proses dari strategi tersebut maka kepuasan
dari karyawan akan terpancar dalam mereka mengerjakan pekerjaan dan tugsa mereka
dalam organisasi tersebut. Karena ketika hubungan yang baik terjalin maka kinerja kerja
pun akan tampak dan ini akan dapat membuat perusahaan menjadi terdepan dalam suatu
bidang usaha ataupun dalam memajukan kinerja karyawannya.
Download