25 Lampiran 1. Spesifikasi peralatan dan bahan No. Nama alat

advertisement
Lampiran 1. Spesifikasi peralatan dan bahan
No.
Nama alat
1.
Gelas ukur
Merek/Tipe
Pyrex
2.
Gelas benda
Sail brand
3.
Gelas penutup
Sail brand
4.
Pipet tetes
-
6.
Botol flakton
-
7.
Cutter
-
8.
Pinset
-
11.
Holder
-
12.
Korek api
Cricket
13.
Bunsen
-
14.
Mikroskop
binokuler
Olympus
15.
Mikrometer
objektif
-
16.
Mikrometer
okuler
-
17.
Mikrometer
square
-
18.
Kamera digital
BenQ
Kegunaan
Mengukur volume
larutan
Tempat
Lab. Struktur dan
Perkembangan
Tumbuhan
Meletakkan preparat Lab. Struktur dan
sampel
Perkembangan
Tumbuhan
Menutup preparat
Lab. Struktur dan
sampel
Perkembangan
Tumbuhan
Memindahkan
Lab. Struktur dan
larutan
Perkembangan
Tumbuhan
Merendam sampel
Lab. Struktur dan
saat proses
Perkembangan
pembuatan preparat Tumbuhan
Memperkecil ukuran Lab. Struktur dan
blok parafin
Perkembangan
Tumbuhan
Memindahkan
Lab. Struktur dan
sampel preparat
Perkembangan
Tumbuhan
Menempelkan blok
Lab. Struktur dan
parafin pada
Perkembangan
mikrotom
Tumbuhan
Menyalakan api
Lab. Struktur dan
Bunsen
Perkembangan
Tumbuhan
Melekatkan blok
Lab. Struktur dan
parafin pada holder
Perkembangan
Tumbuhan
Mengamati karakter Lab. Struktur dan
anatomi daun
Perkembangan
Tumbuhan
Kalibrasi
Lab. Struktur dan
Perkembangan
Tumbuhan
Menghitung tebal
Lab. Struktur dan
daun, epidermis,
Perkembangan
mesofil, kutikula, dan Tumbuhan
ukuran (panjang dan
lebar stomata)
Menghitung jumlah
Lab. Struktur dan
stomata
Perkembangan
Tumbuhan
Dokumentasi
Lab. Struktur dan
Perkembangan
Tumbuhan
25
Lampiran 1. (lanjutan).
No.
Nama alat
19. Kertas label
Merek/Tipe
Tom & Jerry
Kegunaan
Identitas sampel
20.
Hot plate
-
Mengeringkan blok
parafin
21.
Rotary
microtom
American
optical
Mengiris pita parafin
22.
Staining jar
-
Bejana proses
pewarnaan
23.
Oven
Heraus
Inkubasi proses
infiltrasi
No. Nama bahan
Daun jambu air
1.
(Syzygium
aqueum)
2.
Alkohol
3.
Ethanol
Spesifikasi
Kegunaan
-
Materi penelitian
96%
100%
4.
Xylol
-
5.
Parafin
-
6.
Entellan
Pewarna
safranin
1% dalam
alkohol 70&
Proses dehidrasi
Proses dehidrasi
Proses dealkoholisasi,
agen clearing
Proses infiltrasi dan
pembuatan blok preparat
Medium mounting
7.
8.
Akuades
-
9.
Albumin
-
10.
Gliserin
-
Tempat
Lab. Struktur dan
Perkembangan
Tumbuhan
Lab. Struktur dan
Perkembangan
Tumbuhan
Lab. Struktur dan
Perkembangan
Tumbuhan
Lab. Struktur dan
Perkembangan
Tumbuhan
Lab. Struktur dan
Perkembangan
Tumbuhan
Pewarnaan
Merenggangkan atau
membentangkan pita
parafin
Merekatkan pita parafin
diatas gelas benda
Merekatkan pita parafin
diatas gelas benda
26
Lampiran 2. Langkah pembuatan preparat awetan menggunakan metode parafin
Sampel daun jambu dipotong 1x1 cm
Fiksasi
Larutan fiksatif FAA dalam alkohol 70% @24 jam
Dehidrasi
Alkohol bertingkat 70%, 80%, 96% dan ethanol @30 menit
Dealkoholisasi
Alkohol/xylol 3:1, 1:1, 1:3 @30 menit
Infiltrasi
Xylol/parafin 1:9 @24 jam, parafin murni @2 jam
Sectioning
Diblok, dipasang holder, diiris menggunakan rotary microtom dengan tebal irisan 10 µm
Penempelan
Diletakkan diatas gelas benda yang telah diolesi glisen/albumin 1:1 dan ditetesi air
Pewarnaan
Xylol 1, xylol 2
@3 menit
Alkohol/xylol 1:3, 1:1, 3:1
@3 menit
Ethanol, alkohol 96%, 80% 70%
@3 menit
Safranin 1% dalam alkohol 70%
@2 jam
Alkohol 70%, 80%, 96%, ethanol
@3 menit
Alkohol/xylol 3:1, 1:1, 1:3
@3 menit
Xylol 1, xylol 2
@3 menit
Penutupan
Ditetesi entellan dan ditutup gelas penutup
Dikeringkan diatas hot plate
Pengamatan karakter anatomi
Hasil berupa data struktur anatomi daun yang meliputi tebal
daun, tebal epidermis tebal mesofil dan tebal kutikula
27
Lampiran 3. Langkah pembuatan preparat segar daun
Sampel daun jambu air
Diolesi kutek selama + 3 menit
Lapisan kutek dilepas kemudian dilekatkan di atas gelas
benda, ditetesi air dan ditutup dengan gelas penutup
Diamati dan didapat hasil berupa data karakter anatomi
jumlah dan ukuran (panjang dan lebar stomata)
28
Lampiran 4. Data karakter anatomi daun beberapa jambu air
Ulangan
Tebal daun
(µm)
Jambu air MB
1.
277,5
2.
287,5
3.
290
4.
275
5.
307,5
6.
290
7.
282, 5
8.
280
9.
277,5
10.
277,5
Rata-rata
284,5
Jambu air MK
1.
225
2.
212,5
3.
222,5
4.
220
5.
235
6.
220
7.
212,5
8.
210
9.
217,5
10.
225
Rata-rata
220
Tebal kutikula
(µm)
Tebal epidermis (µm)
Atas
Bawah
Tebal mesofil
daun (µm)
Jumlah
stomata
2
(per mm )
Panjang
Lebar
Ukuran stomata (µm)
5
7,5
7,5
5
7,5
10
7,5
10
7,5
5
7,25
12,5
12,5
17,5
17,5
15
15
15
15
12,5
17,5
15
10
5
10
10
10
7,5
10
10
10
10
9,25
250
262,5
255
242,5
275
257,5
250
245
247,5
245
253
20
20
18
12
22
19
20
18
22
15
18,6
17,5
25
17,5
17,5
20
15
15
15
20
17,5
18
12,5
15
12,5
10
12,5
10
10
10
15
10
11,75
5
2,5
2,5
5
7,5
5
5
5
7,5
7,5
5,25
10
12,5
15
12,5
12,5
10
12,5
15
15
12,5
12,75
5
10
12,5
7,5
10
10
10
12,5
10
10
9,75
205
187,5
192,5
195
205
195
185
177,5
185
195
192,25
21
16
14
17
20
28
21
27
23
25
21,2
12,5
12,5
12,5
12,5
12,5
15
15
12,5
12,5
12,5
13
7,5
7,5
7,5
10
10
10
10
7,5
10
7,5
8,75
Lampiran 4. (lanjutan)
Ulangan
Tebal daun
(µm)
Jambu air PK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Rata-rata
Jambu air PP
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Rata-rata
Tebal kutikula
(µm)
Tebal epidermis (µm)
Atas
Bawah
Tebal mesofil
daun (µm)
Jumlah
stomata
2
(per mm )
Panjang
Lebar
Ukuran stomata (µm)
207,5
210
212,5
220
212,5
207,5
212,5
207,5
207,5
212,5
211
5
5
7,5
10
5
5
7,5
10
7,5
7,5
7
10
10
15
10
10
12,5
10
15
10
10
11,25
10
7,5
7,5
5
10
7,5
7,5
10
10
10
8,5
182,5
187,5
182,5
195
187,5
182,5
187,5
172,5
180
185
184,25
33
28
27
27
29
30
38
37
33
35
31,7
22,5
20
25
17,5
22,5
22,5
22,5
15
17,5
20
20,5
12,5
10
15
10
15
12,5
15
10
12,5
12,5
12,5
202,5
212,5
202,5
207,5
200
220
227,5
205
230
200
210,75
5
7,5
5
7,5
7,5
5
5
5
5
5
5,75
7,5
12,5
10
12,5
10
10
12,5
10
15
10
11
5
10
10
10
7,5
10
10
7,5
10
10
9
187,5
182,5
177,5
177,5
175
195
200
182,5
200
177,5
185,5
20
21
17
15
18
17
20
19
25
22
19,4
15
15
12,5
12,5
10
10
10
7,5
15
10
11,75
7,5
5
5
5
5
2,5
5
5
7,5
5
5,25
30
Download