BAB IV Konsepsi Negara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

advertisement
BAB IV
Konsepsi Negara dan
Negara Kesatuan
Republik Indonesia
Oleh; Kel. B05
Muhammad Candrasa W
1102011173
Tujuan Pembelajaran
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Mengetahui proses tumbuhnya negara
Menjelaskan teori-tori terbentuknya negara
Memahami proses bangsa Indonesia yang menjadi Negara
Kesatuan Republik Indonesia
Menyebutkan unsur-unsur negara
Menguraikan unsur-unsur Negara Kesatuan Republik
Indonesia
Menjelaskan tujuan negara
Mengetahui, menjelaskan tujuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
Menyebutkan bentuk-bentuk negara
Memahami dan menjelaskan bentuk negara Indonesia
a. Proses Tumbuhnya
Negara
 Manusia
adalah mahluk sosial yang ingin hidup dengan
manusia-manusia lainnya
 Dari kemauan kolektif manusia-manusia tersebut terbentuk lah
kelompok –kelompok atau suku-suku
 Atas dasar persamaan,baik asal, bahasa maupun cita-cita maka
suku bangsa mengalami resultante (kesadaran),yakni merasa
diri sebagai satu bangsa
 Ernest Renan berpendapat bahwa; bangsa adalah sebagai
kehendak untuk bersatu
 Otto Bauer, berpendapat bangsa adalah satu persamaan,satu
persatuan karakter yang lahir karena persatuan pengalaman.
 Pada perkembangan berikutnya, suatu bangsa memerlukan
suatu bentuk pemerintahan untuk menciptakan dan
memelihara ketertiban dalam bangsa tersebut.
 Setelah
dipenuhinya unsur-unsur negara secara de
facto dan de jure bersamaan dengan
pernyataan/proklamasi bangsa tersebut maka
jadilah sebuah bangsa yang menegara.
b.Teori-teori terbentuknya negara
1)
2)
3)
Teori ketuhanan: negara diciptakan oleh Tuhan, secara
langsung (penguasa yang menerima wahyu dari Tuhan)
maupun secara tidak langsung (penguasa berkuasa karena
kodrat Tuhan). Pendukung teori, Thomas Aquinas
Teori kekuatan : yang memiliki kekuatan baik secara fisik,
rohani maupun materi akan mendapat kekuasaan .Dalam kata
lain dominasi kelompok yang kuat terhadap yang lemah.
Pendukung teori, Franz Oppenheimer
Teori Perjanjian masyarakat:
Terdiri dari 3 teori yang disampaikan oleh tokoh-tokoh
berikut,
Thomas Hobbes
John Locke
J.J Rousseau
4)
Teori Integralistik: negara terbentuk karena adanya susunan
masyarakat yang berhubungan begitu erat , tidak memihak
kepada golongan paling kuat,atau yang paling besar, dan
menjamin keselamatan hidup bangsa seluruhnya.Diajarkan
oleh ; Spinoza, Adam Muller dan Hegel
c. Proses bangsa Indonesia menjadi NKRI

Konsep bangsa Indonesia muncul pertama kali pada saat
berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) ketika itu suku-suku
bangsa masih berjuang secara lokal dengan identitas suku dan
wilayah masing-masing
 Mengalami
perkembangan sangat berarti pada tanggal
28 Oktober 1928 (hari Sumpah Pemuda)
 Puncak perkembangan kejiwaan bangsa Indonesia
menjelma menjadi sebuah negara pada tanggal 17
Agustus 1945 dalam bentuk sebuah Proklamasi
Kemerdekaan Republik Indonesia
d. Unsur-Unsur
Negara
Unsur-unsur negara yang telah diakui secara global:
1.
Rakyat: diperlukan untuk membentuk hukum serta menjadi
objek hukum dari negara tersebut
2.
Wilayah: meliputi wilayah darat, air ,udara (110 km dari
permukaan darat atau perairan negara tsb) dan antariksa (
33.761 km dari permukaan wilayah darat maupun perairan
negara tsb)
3.
Pemerintahan: merupakan perwakilan negara untuk
menjalankan kekuasaan negara untuk mencapai tujuan negara
4.
Pengakuan dari negara lain; menurut hukum internasional
harus lah ada pengakuan dahulu dari negara lain,barulah
negara itu punya hak sebagai negara dalam dunia
internasional
 Unsur
rakyat,wilayah dan pemerintahan diterjemahkan sebagai
unsur secara kenyataan/fakta ( defacto)
 Sedangkan unsur pengakuan dari negara lain dipandang
sebagai unsur secara yurisdiksi ( de jure)
e. Unsur-Unsur Negara Kesatuan
Republik Indonesia
1.
Rakyat Indonesia
sebagaimana telah tertera dalam
Konstitusi Negara Indonesia, Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 26
menyatakan bahwa:
2.
Wilayah Indonesia
3.
Pemerintahan Republik Indonesia
4.
Pengakuan terhadap Negara Republik Indonesia
Indonesia memperoleh pengakuan sebagai negara berdaulat
oleh negara India, Mesir, dan Australia sehingga secara de
jure telah lengkap sebagai suatu negara sebagaimana
ditentukan dalam hukum internasional
F. Tujuan Negara
G. Tujuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
H. Bentuk-bentuk
Negara
I.
a)

Bentuk Negara berdasarkan konsepsi
Negara Kesatuan: negara merdeka, berdaulat
dengan satu pemerintahan pusat yang berkuasa
mengatur daerah-daerah. Terbagi lagi menjadi dua
Sistem sentralisasi
Segala kewenangan pemerintahan dan negara diurus secara
terpusat oleh pemerintah pusat.Pemerintah daerah hanya
menjalankan kehendak pemerintah pusat

Sistem Desentralisasi
Pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengurus
rumah tangga sendiri, atas inisiatif dan biaya sendiri,sejauh
tidak menyimpang dari kebijakan pemerintah pusat.
b)
Negara Serikat: merupakan gabungan dari negara-negara
bagian.Kekuasaan dibagi atas pemerintah serikat/federal dan
pemerintah negara bagian. Negara bagian terbebas dari
intervensi negara bagian lain.
Pemerintah serikat/federal memiliki kekuasaan lebih tinggi dari
negara bagian karena terdapat bidang tertentu yang hanya
dikuasai pemerintan pusat, seperti bidang urusan luar negeri,
pertahanan dan keamanan, moneter dsb.
II.
a)
Bentuk negara berdasarkan subjek pemegang
kekuasaan
Monarki : suatu bentuk negara dimana pemegang
kedaulatan negara tersebut terletak di tangan satu
orang.Pemegang kekuasaan ditentukan atas dasar pertalian
darah dengan orang yang sebelumnya memegang kekuasaan.
Cth: Arab Saudi, Brunei Darussalam
b)
Oligarki : Pemerintahan dilakukan segolongan kecil
manusia yang berhak untuk mengambil kekuasaan
diatasa segenap rakyat. Tidak terdapat adanya
pertanggung jawaban kelompok pemegang kekuasaan
dengan rakyatnya . Cth: Korea Utara, Myanmar
c)
Demokrasi: negara yang kedaulatannya berada ditangan
rakyat. Artinya,keabsahan suatu pemerintahan berasal dari
rakyat.Pengawasan pemerintah dilakukan oleh rakyat.
I. Bentuk Negara
Indonesia
 Dalam
UUD Negara RI tahun 1945 Pasal 1 Ayat 1 , secara
tegas dinyatakan bahwa Indonesian adalah suatu negara
kesatuan berbentuk Republik.
 Kesepakatan untuk tetap mempertahankan bentuk negara
sebagai negara kesatuan dipilih karena dipandang paling tepat
untuk mewadahi ide persatuan bangsa yang majemuk.
Pasal 37 Ayat 5 UUD’45 mengukuhkan kesepakatan tersebut,
“Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan
 Sesuai dengan sila ketiga pancasila ,Indonesia merupakan
negara persatuan yang keragaman nya harus disatukan (united)
dan bukan diseragamkan (uniformed).Hal ini sering
disalahpahami seakan-akan mempersatukan rakyat secara
totaliter yang mengabaikan pluralisme dan otonomi individu
rakyat yang dijamin hak-hak dan kewajiban asasinya dalam
UUD.
 Pasal
18 Ayat 5 menyebutkan bahwa “Pemerintah daerah
menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan
pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan
sebagai urusan pemerintah pusat”
 Oleh karenanya, pembagian kewenangan antara
pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah
kabupaten diatur secara rinci dalam UU No. 32 Tahun
2004
 Pasal 10 ayat 3 UU No.32 tahun 2004 menjelaskan,
kewenangan pemerintah pusat terletak pada bidang
sebagai berikut: 1. Hubungan Luar negeri
2. Pertahanan dan keamanan
3. Yustisi
4. Moneter dan fiskal nasional
 Untuk
urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah
daerah dalam skala provinsi, tercantum dlm Pasal 13 ayat 1
UU No.32 Tahun 2004
 Untuk
urusan wajib yang jadi kewenangan pemerintah daerah
untuk kabupaten/kota tercantum dalam Pasal 14 ayat 1 UU
No.32 tahun 2004
Download