interaksinya dengan guru-guru di sekolah serta

advertisement
BAB III
PROSES PENELITIAN
A. Metode dan Teknik Penelitian
1.
Metode Penelitian
Penelitian ini berusaha menampilkan gambaran ke
hidupan
sosial kepala sekolah yang sukbyektif
dalam
interaksinya dengan guru-guru di sekolah serta menge
nai pandangannya dan dunianya. Fokusnya adalah
upaya
kepemimpinan situasional kepala sekolah terhadap
ru-guru
dalam penyelenggaraan
kecenderungan
gaya
perilaku
pendidikan,
kepemimpinannya,
meliputi
penggunaan
kepemimpinan, penggunaan kuasa (power)
sebagai
potensi untuk memimpin serta faktor-faktor yang
pengaruhi kepala sekolah dalam menerapkan
nan
sosialnya itu dilakukan
melalui
mem
kepemimpi
situasional. Pengungkapan terhadap gambaran
hidupan
gu
ke
deskripsi,
pemaparan dan analisis untuk memperoleh pemahaman dan
pengertian.
Untuk maksud penelitian seperti itu,
suatu
metode deskriptif dan holistik,
penelitian
kualitatif
(Taylor
dan
diperlukan
yaitu
metode
Bogdan,1984:V).
Menurut mereka metode kualitatif tidak sekedar teknik
pengumpulan
terhadap
menurut
data,
tetapi merupakan
dunia empiris. Ungkapan
cara
pendekatan
metode
kualitatif
mereka merujuk kepada pengertian
yang
luas
terhadap
penelitian yang menghasilkan data
tif, yaitu berupa kata-kata dan perilaku
deskrip
orang-orang
yang dapat diobservasi baik lisan maupun tulisan.
samping
itu
Nasution (1988:5)
menggambarkan
"penelitian kualitatif pada hakekatnya adalah
mati
orang dalam lingkungan
dengan mereka,
mereka
yang
hidupnya,
Di
bahwa
menga-
berinteraksi
berusaha memahami bahasa dan
tentang dunia sekitarnya". Memang
tafsiran
penelitian
berusaha mengamati perilaku orang (seperti
pe
rilaku kepemimpinan) dan memahami kehidupannya
serta
penafsirannya
terhadap kehidupannya itu lebih
tepat
menggunakan metode kualitatif, dimana peneliti
dapat
berinterkasi dengan mereka.
Penelitian
naturalistik seperti dimaksud
hanya
cocok dilakukan dengan menggunakan instrumen peneliti
sendiri
sebagai "human
Moleong,1988).
bagai
instrument"
Alasannya adalah karena
instrumen mempunyai ciri-ciri
kelebihan
darj
(Nasution,1988;
instrumen lain,
manusia
tersendiri
serta
se
dan
dimungkinkan
terjadinya penyesuaian terhadap perubahan dan perkem
bangan yang terjadi selama proses penelitian berlangsung. Selain itu data yang dikumpulkan dapat menggam
barkan realitas yang diinginkan secara relatif tepat.
2.
Teknik dan Alat Pengumpul Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini
dilakukan
dengan menggunakan berbagai teknik, yaitu
observasi dan studi dokumentasi.
but
digunakan
yang
wawancara,
Ketiga teknik terse
untuk memperoleh data
saling menunjang dan melengkapi
dan
informasi
tentang
upaya
kepemimpinan kepala sekolah terhadap guru-guru
dalam
penyelenggaraan pendidikan di
Penelitian
ini
sekolah.
dilakukan untuk menentukan feasi
bility penerapan kepemimpinan situasional oleh kepala
sekolah,
tas
bukan menentukan efektivitas dan adabtabili-
kepemimpinan. Oleh karenanya
instrumen
tidak
dengan dua belas situasi yang
menggunakan
sudah
pula instrumen itu telah diujicobakan
Lagi
ada.
terhadap
kepala sekolah pada pelatihan jabatan.
Khusus teknik wawancara dan observasi,
pelaksa-
naannya dilakukan dengan menggunakan pedoman yang me
muat garis besar aspek yang diteliti. Untuk
melahir-
kan
terlebih
item-item dalam pedoman wawancara itu,
dahulu
dibuat kisi-kisinya sebagai alat
peneliti
di
dalam upaya
mengumpulkan
bantu
bagi
data.
Dalam
kisi-kisi
tersebut dimuat komponen atau aspek
yang
diteliti.
dimensi
yang
aspek atau
komponen
data
diperlukan, responden penelitian dan teknik yang
gunakan. Kisi-kisi tersebut dapat dilihat
berikut
:
di
pada tabel
Tabel
4.3
KISI-KISI INTRUMEN SEBAGAI ALAT BANTU
BAGI PENELITI (HUMAN INSTRUMENT)
Resp
No.
Aspek/komponen
yang diteliti
Teknik
Dimensi data yang
diperlukan
KS
W
0
SD
8
Pemahaman/tanggapan kepala
sekolah terha
1. Pendapat kepala sekolah
terhadap pelaksanaan
pelatihan.
dap materi ke
pemimpinan si
2. Manfaat/kontribusi ma
tuasional .
mimpinan.
3. Penguasaan materi oleh
pengajar/tutor.
teri bagi praktek kepe
X
4. Ketertarikan terhadap
materi.
5. Prestasi yang dicapai
setelah mengikuti pela
tihan.
x
6. Pemahaman terhadap ke
pemimpinan situasional/
kecocokannya diterapkan
di sekolah.
7. Upaya penerapannya di
sekolah.
Kemampuan mene
rapkan kepemim
pinan situasio
1. Kecenderungan perilaku
kepemimpinan.
2. Kemampuan menggunakan
nal .
gaya kepemimpinan
- kemampuan mengidentifikasi tingkat kema
tangan guru.
- kemampuan memilih ga
ya kepemimpinan sesu
ai dengan tingkat ke
matangan guru.
- frekuensi penggunaan
gaya kepemimpinan.
3. Kemampuan menggunakan
kuasa sebagai potensi
x
X
X
1
2
3
4
5
6
7
X
X
X
X
X
X
X
X
8
untuk memimpin
- kecenderungan penggu
naan sumber kuasa
- kemampuan memilih je
nis kuasa sesuai de
ngan tingkat kemata
ngan
3.
yang mempengaru
Faktor-faktor yang
menghambat
hi penerapan ke
pemimpinan situ
- faktor internal
- faktor eksternal
Faktor-faktor
asional .
1.
2.
X
X
X
X
Faktor-faktor yang me
nunjang
- penciptaan/pemeliharaan suasana/iklim
kerja yang kondusif
- penciptaan/pemeliha-
X
X
X
X
X
X
raan suasana pergau-
lan sesama guru dan
kepala sekolah
- penciptaan/pemeliharaan lingkungan seko
X
lah secara keseluru
han
X
- suasana lingkungan
manusiawi
4.
Penilaian ter
hadap kepemim
pinan kepala
X
X
Tingkat efektivitas kepe
mimpinan kepala sekolah
X
X
X
,
Aspek 2, dan
3.
kolah secara
keseluruhan
Keterangan :
KS
=
Kepala Sekolah
G
=
Guru
W
0
SD
=
=
=
Wawancara
Observasi
Item
dari setiap aspek/komponen yang
Studi
Doku men tasi
akan
diteliti
untuk wawancara dan observasi dibuat tersendiri
dalam bentuk pedoman wawancara dan observasi.
Wawancara
wawancara
kisi-kisi
(lihat lampiran)
di
item-item
aspek
dilakukan dengan menggunakan
atas.
yang dibuat
pedoman
berdasarkan
Pedoman wawancara tersebut
pertanyaan yang bersifat
yang ditanyakan
meliputi
memuat
terbuka. .Aspek-
pemahaman/tanggapan
perserta/calon kepala SD terhadap materi kepemimpinan
situasional
itu,
yang
disajikan pada
kemampuan menerapkan
dan
pelatihan
jabatan
kepemimpinan
situasional
suasana (atmosphere) sekolah secara
keseluruhan
(respondennya guru-guru dan kepala se-kolah).
Setiap
aspek dipilah-pilah menjadi beberapa unsur yang
akhirnya
melahirkan
tertuang
dalam pedoman wawancara.
ini dimaksudkan
tetap
pertanyaan,
seperti
Pedoman
wawancara
untuk menjaga agar proses
wawancara
berlangsung pada konteks
Pelaksanaan
yaitu
item-item
pada
masalah
teknik ini dilakukan dalam
penelitian.
dua 'bentuk,
wawancara berstruktur dan wawancara
tak
ber-
struktur.
Observasi
dilakukan dengan menggunakan
observasi
(lihat lampiran)
kisi-kisi
di
atas.
juga
Aspek-aspek
pedoman
dibuat
berdasarkan
yang
diobservasi
meliputi kemampuan kepala sekolah menerapkan kepemim
pinan
situasional (terutama
perilaku
kepemimpinan,
kepemimpinan,
kemampuan
mengenai
kemampuan
kecenderungan
menggunakan
menggunakan
kuasa
gaya
sebagai
potensi untuk memimpin dan serta
mempengaruhi
baik
penerapan
faktor-faktor
kepemimpinan
faktor yang menghambat maupun
situasional),
yang
menunjang.
Faktor-faktor yang menghambat meliputi faktor
nal
maupun
Kemudian
faktor eksternal
dari
yang
kepala
inter
sekolah.
faktor-faktor yang menunjang meliputi
ciptaan/pemeliharaan suasana/iklim kerja yang
pen
kondu-
sif,
suasana pergaulan sesama guru dan kepala
seko
lah,
penciptaan/pemeliharaan lingkungan sekolah
dan
lingkungan manusiawi. Dari keseluruhan aspek tersebut
dapat diketahui bagaimana penerapan kepemimpinan
tuasional
oleh kepala sekolah
secara
si
keseluruhan.
Pelaksanaan observasi ini dimaksudkan untuk melengka
pi data yang dikumpulkan melalui
wawancara serta se-
kaligus sebagai upaya kontrol atas data hasil
wawan
cara melalui triangulasi.
Untuk melengkapi data dan informasi yang
pulkan melalui wawancara dan observasi,
dilakukan pu
la pengumpulan data dengan studi dokumentasi
catatan-catatan
dikum
atau peristiwa-peristwa yang
melalui
"tere-
kam" dan ada hubungannya dengan kegiatan kepemimpinan
kepala sekolah.
Dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data
lalui wawancara,
observasi dan studi dokumentasi
me
itu.
peneliti
berusaha pula melengkapi diri
dengan
buku
catatan dan alat-alat tulis lain,
tape recorder (alat
perekam)
tersebut
dan
kamera.
Alat-alat
digunakan
agar dapat "merekam" informasi verbal maupun
bal
selengkap mungkin, mengingat
pantau dan daya memori. Hal
dasarkan
nonver
keterbatasan
daya
ini dilakukan dengan
pada pendapat Bogdan dan
Biklen
di
(1982,73:
74) bahwa "keberhasilan suatu penelitian naturalistik
atau
dan
kualitatif sangat tergantung kepada
ketelitian
kelengkapan catatan lapangan (field notes)
yang
disusun peneliti". Penggunaan alat-alat tersebut ter-
lebih dahulu dibicarakan dengan responden agar
mengganggu
Pelaksanaan
pe
ngumpulan data dari para responden atau informan
di
lakukan
kuan
3.
proses pengumpulan data.
tidak
secara langsung dan tanpa memberikan
perla
(treatment).
Sumbei- Data
Sumber data utama (primer) dalam penelitian
ini
diperoleh melalui sumber pertama, yaitu kepala
seko
lah
calon
yang
telah mengikuti
pelatihan
jabatan
kepala SD yang dilaksanakan oleh Dinas P dan K Dati
Riau periode tahun 1986/1987 dan teiah diangkat
I
men
jadi kepala sekolah di Kotamadya Pekanbaru. Pengumpu
lan
data dilakukan melalui
dengan kepala sekolah,
observasi
dan
wawancara
berkenaan dengan kegiatan
ke-
pemimpinannya terhadap guru-guru di sekolah. Kemudian
data
juga
guru-guru
dan
dikumpulkan melalui sumber
kedua,
yang berkaitan dengan pandangan,
yaitu
pendapat
pengalamannya tentang perilaku kepemimpinan
pala sekolah terhadap mereka.
ke
Selain itu juga dilaku
kan pengumpulan data dari penyaji materi kepemimpinan
pada
pelatihan jabatan calon kepala SD dan
sekolah berkaitan dengan bagaimana materi
penilik
itu disaji
kan dan bagaimana pendapat dan penilaiannya
kepemimpinan
pengajar
kepala sekolah. Pengumpulan
materi kepemimpinan situasional
terhadap
data
itu
dari
dimak
sudkan sebagai studi telusuran agar diperoleh rujukan
atas
pemahaman kepala sekolah terhadap
situasional.
sekolah
kepemimpinan
Sedangkan pengumpulan data dari
untuk melengkapi terhadap
penilik
penilaian
secara
keseluruhan terhadap upaya kepemimpinan kepala
seko
lah. Pengumpulan data dari sumber kedua ini dimaksud
kan
sebagai upaya kontrol
terhadap data dari
sumber
pertama.
Di
samping data primer,
sekunder
juga
dikumpulkan
melalui berbagai catatan atau
dokumen
peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan
pinan
kepala sekolah,
dan
kepemim
seperti pembagian tugas
pemberian kesempatan untuk mengikuti
data
guru,
kegiatan-kegia-
tan yang berhubungan dengan pengembangan profesi
dan
pemberian motivasi yang bersifat material atau insentif.
Data dan informasi tersebut berupa kata-kata dan
tindakan atau perilaku,
di samping data tambahan
se
perti dokumen dan Iain-lain.
4.
Sampe1 Penelitian
Penentuan
sampel dilakukan
dengan
menggunakan
teknik
purposive sampling, yaitu responden atau
in
forman
disesuaikan dengan tujuan penelitian dan
di
lakukan
dari
dengan
cermat. Untuk itu
informan
subyek yang benar-benar memahami
dipilih
permasalahan.
Oleh sebab itu informan utama adalah para kepala
kolah
yang telah mengikuti Pelatihan
Kepala
sebagai
Jabatan
SD pada periode 1987/1988 dan telah
se
Calon
diangkat
kepala SD di Kotamadya Pekanbaru. Kepala
SD
yang dimaksud adalah kepala SD 005 Tengkerang.- Bukit
Raya,
kepala SD 010 Jadirejo - Sukajadi, dan
kepala
SD 031 Kampung Baru - Senapelan.
Sampel yang dipilih sesuai dengan masalah
litian
orang
sampel
ini
pene
adalah tiga orang kepala sekolah dan
guru pada tiap-tiap sekolah. Penentuan
ini
naturalistik
didasarkan atas pendapat :
"...
dua
jumlah
metode
tidak menggunakan sampling random
atau
acakan dan tidak menggunakan populasi dan sampel yang
banyak.
Sampel biasanya sedikit dan dipilih
menurut
tujuan (purpose) penelitian"
pel
awal
jadi
(Nasution,1988:11).
ini dijadikan pegangan,
kemungkinan
Sam
sementara bila
perubahan maka sampel
ter-
dapat
pula
berubah.
Penentuan dan pemilihan sampel tidak
oleh
berapa banyak jumlahnya,
sesuai
melainkan
dengan tujuan yang ingin dicapai.
ditentukan
ditentukan
Untuk
itu
subyek diplih berdasarkan pengalaman atau masa kerja-
nya dengan kepala sekolah dan tingkat
Di
samping itu,
kan
sampai
pendidikannya.
pengumpulan data dari mereka
kepada titik jenuh
dilaku
(redundancy),
yaitu
bila hal yang diamati dan jawaban mereka atas
nyaan
yang
diajukan berkisar
pada
perta
persoalan
yang
sama.
Adapun
personil sekolah yang dijadikan
sebagai
sampel penelitian ini dapat dilihat melalui tabel be
rikut .
Tabel
5.3
KEADAAN PERSONIL SEKOLAH DASAR NEGERI
YANG MENJADI
RESPONDEN PENELITIAN
Asal Sekolah/
Jenis
Personi1
Kelamin
Tingkat
Masa Kerja/
Pendidikan
Kete-
Tahun
rangan
SD 005 Tengkerang .-
1. Kepala SD
W
SPG
20
2. Guru I
P
SGO
9
3. Guru II
P
Sarjana
10
W
P
SPG
20
Sarmud
* DII
* SI
SD 010 JadireJO
:
1. Kepala SD
2. Guru I
3. Guru II
w
SPG
* DII
18
14
* SI
SD 031 Kampung
Baru .-
1. Kepala SD
p
2. Guru I
w
KPG
10
3. Guru II
w
PGA
10
Sarmud
Sumber
: Laporan Bulanan Ketiga SD.
Keadaan
: Juli
18
1993.
Keterangan
* sedang kuliah
Tabel di
den
atas menunjukkan bahwa seluruh
respon
telah memiliki pengalaman kerja 9 tahun ke
dan rata-rata mereka memiliki
ijazah SPG dan
sedera-
jat
67 %,
itu
juga mereka yang sedang kuliah program DII 22
ijazah sarjana/sarjana muda 33
dan program SI 22 %.
%.
atas
Selain
%
B. Tahap-Tahap Penelitian
Tahap-tahap
dalam penelitian kualitatif
secara
garis besarnya dibedakan atas tiga tahap, yaitu tahap
orientasi,
tahap eksplorasi dan tahap
member
check
(Nasution,1988:33-34). Jadi penelitian ini juga meng
ikuti ketiga tahap tersebut.
1.
Tahap Orientasi
Tahap ini merupakan tahap persiapan
data
kut
dengan menempuh langkah-iangkah
pengumpulan
sebagai
beri
.-
a. Melakukan pendekatan terhadap lembaga dan instansi
terkait
yang
memperoleh
ngenai
menjadi
lokasi
penelitian
untuk
informasi dan gambaran yang jeias
me
lokasi penelitian.
b. menyiapkan pedoman
responden
yang
wawancara dan
observasi untuk
tentu saja telah
dikonsultasikan
dengan pembimbing terlebih dahulu.
c. Menghubungi setiap
menjadi
siasi
wal
kepaia SD
dan guru-guru
obyek penelitian untuk mengadakan
dan mendapatkan
pelaksanaan
persetujuan
observasi
dan
yang
nego-
mengenai jad-
wawancara
dalam
rangka pengumpulan data. Di samping itu juga untuk
menentukan sampel awal sesuai dengan karakteristik
yang telah ditentukan.
d. melakukan wawancara dengan penyaji materi kepemim
pinan
situasional
dan penilik sekolah.
Wawancara
dengan
pengajar materi
kepemimpinan
situasional
dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai penyajian materi kepemimpinan dan prestasi yang
capai
oleh kepala sekolah pada pelatihan.
cara dengan penilik dimaksudkan untuk
di
Wawan
mendapatkan
informasi mengenai kepemimpinan kepala sekolah se
cara aktual sebagai data pelengkap.
2.
Tahap Eksplorasi
Tahap
ini merupakan
implementasi kegiatan
ngumpulan data yang meliputi
a. Melakukan wawancara
kepala
informan
:
secara intensif
sekolah dan guru yang
mengenai
pe
kegiatan
dengan
ditetapkan
para
sebagai
kepemimpinan
kepala
sekolah.
b. Melakukan observasi terhadap :
- kepala sekolah; meliputi kecenderungan perilakunya, kecenderungan penggunaan gaya kepemimpinan,
dan kecenderungan penggunaan
kuasa
(power).
- guru ; meliputi kekompakan, keakraban pergaulan,
partisipasi dan kerjasamanya daiam kelompok.
c. Melakukan observasi terhadap suasana sekolah
cara keseluruhan,
se
terutama yang berhubungan dengan
- penciptaan/pemeliharaan
iklim kerja yang kondu-
sif.
- penataan lingkungan sekolah.
- suasana lingkungan nusiawi.
d. Melakukan studi
dokumentasi terhadap keadaan guru
dan kepala sekolah.
3.
Tahap Member Check
Tahap ini merupakan kegiatan pengecekan
ran
dari
hasil
data dan informasi yang
dikumpulkan
penelitian lebih dapat dipercaya.
meliputi
kebena-
agar
Kegiatan
ini
:
a. Melakukan
analisis
terhadap data
dan
informasi
yang dikumpulkan, kemudian hasilnya dibagikan atau
dilaporkan
kepada
mengkonfirmasikan
masing-masing
informan
kesesuaian data
dan
untuk
informasi
yang telah mereka berikan.
b. Meminta
bila
penjelasan lebih lanjut
dianggap
kepada
perlu untuk melengkapi
informan
data
dan
informasi yang masih diperlukan.
c. Mengecek kembali kebenaran data dan informasi yang
diberikan
maupun
C.
oleh
kepala sekolah
kepada
guru-guru
penilik sekolah.
Prosedur Analisis Data
Untuk memberikan makna terhadap data dan
masi
yang telah diumpulkan,
interpretasi.
inenerus
in:
ini dilakukan
analisis
dan
secara
terus
semenjak awal data dikumpulkan sampai
akhir
penelitian.
Kegiatan
dilakukan
infor
Analisis dan interpretasi atau penafsiran
dilakukan dengan merujuk kepada landasan teoritis
yang berhubungan dengan masalah penelitian dan berda
sarkan consensus judgment.
Pelaksanaan analisis data dalam penelitian
litatif
memang belum ada prosedur yang
baku
kua
untuk
dijadikan sebagai pedoman oleh para peneliti. Hal ini
terungkap dalam pernyataan Subino Hadisubroto
20)
berikut
...
ini
(1988:
:
dalam analisis data kuantitatif
itu
metode
nya sudah jelas dan pasti,
sedangkan dalam ana
lisis data kualitatif metode seperti
itu belum
tersedia.
Penelitilah yang berkewajiban
menciptakannya
sendiri. Oleh sebab
itu ketajaman
dan
ketepatan
analisis
data
kualitatif
ini
sangat tergantung pada
ketajaman melihat
data
oleh
peneliti
serta
kekayaan
pengalaman
dan
pengetahuan yang telah dimiliki peneliti.
Sungguhpun demikian, dalam penelitian ini
liti
mengikuti
iangkah-langkah yang dianjurkan
Miles dan Huberman
130),
pene
(.1984:21)
dan Nasution
yaitu : (1) reduksi data,
oleh
(1988:129-
(2) display data,
dan
(3) pengambilan kesimpulan dan verifikasi.
Reduksi data merupakan kegiatan merangkum kemba
li
catatan-catatan lapangan dengan
pokok
dan
berhubungan
difokuskan kepada
memi1ih
hal-hal
dengan masalah kepemimpinan
hal-hal
penting
situasional
kepaia sekolah. Rangkuman catatan lapangan itu
sun
secara sistematis agar memberikan gambaran
lebih tajam tentang hasil yang
yang
diperoleh serta
disuyang
mem-
permudah pelacakan kembali terhadap data yang dipero
leh bila diperlukan.
Setelah
direduksi,
kuman
data yang terkumpul
itu
dirangkum
maka untuk mempermudah melihat hasil rang-
itu
dibuat dalam bentuk matriks.
Dalam
bentuk matriks itu dapat dilihat gambaran
atas
dan
bagian-bagian tertentu dari
hasil
pola
seluruhnya
penelitian.
Dengan demikian peneliti dapat menguasai data
berda
sarkan display itu.
Selanjutnya
dengan
data yang
itu dapat ditarik
terangkum
bentuk
display
secara
inferensial dengan melihat perbedaan dan
samaan
pendapat yang dikemukakan
sehingga mempunyai makna.
suatu
dalam
kesimpulan
subyek
penelitian
Kesimpulan yang diambil
mula-mula masih tentatif dan kabur.
seti-
"grounded", maka kesimpulan itu
verifikasi
selama penelitian
verifikasi
berlangsung sejalan dengan member
triangulasi dan
itu
Untuk memantapkan
kesimpulan tersebut agar lebih "grounded" atau
daknya mendekati
ke-
berlangsung.
di-
Kegiatan
check,
"audit trail".
D. Pencapaian Tingkat Signifikansi Hasil Penelitian
Untuk mencapai tingkat signifikansi proses
pun hasil
penelitian kualitatif ditentukan oleh
teria kredibilitas
(vaiiditas
litas (vaiiditas eksternal),
iitas)
dan konfirmabi1itas
1988:114-120:
Muhadjir,
internal),
mau
kri-
transferabi-
dependabi1itas (reliabi-
(obyektivitas)
1990:150-159).
(Nasution,
1.
Kredibilitas
Kredibilitas merupakan ukuran tentang
ketepatan
hasil penelitian yang dilakukan agar dapat dipercaya.
Kredibilitas menggambarkan kesesuaian konsep peneliti
dengan
konsep
tingkat
pada
responden.
kredibilitas hasil
hal-hal sebagai berikut
a.
Untuk
mempertinggi
penelitian ini
dilakukan
:
Triangulasi
Trianguiasi
data
dilakukan
untuk
dengan
membandingkannya
sumber lain,
yaitu guru-guru,
mengecek
dengan
data
dari
penilik sekolah dan
pihak lain dari Dinas P dan K . Selain
kebenaran data dari sumber berbeda,
dengan
kebenaran
menggunakan teknik yang
pengecekan
juga dilakukan
berbeda
terhadap
responden yang sama. Misalnya di samping dilakukan
wawancara
dengan
kepala sekolah,
juga
diakukan
pengecekan melalui guru dan melalui observasi
studi
dokumentasi mengenai perilaku
dan
kepemimpinan
kepala sekolah. Proses triangulasi ini tidak hanya
sekedar menilai kebenaran
nyelidiki
vaiiditas
data,
tafsiran
tetapi
juga
me-
mengenai data
itu
serta melengkapi kekurangan dalam informasi perta
ma .
b. Membicarakan
dengan rekan
sejawat (peer
debrie
fing)
Data
yang
telah terkumpul
melalui
catatan
la-
pangan
Dinas
dibahas
P
Mereka
bersama dengan rekan
dan K Propinsi Daerah
sejawat
Tingkat
tidak terlibat dalam penelitian
I
Riau.
ini,
se
hingga diharapkan dapat memberikan pandangan
pendapat
secara obyektif dan netral.
di
atau
Pembicaraan
ini bertujuan untuk memperoleh kritik,
pertanyaan-
pertanyaan tajam yang menantang tingkat kepercaya
an hasil penelitian. Mereka berperan sebagai
deteksi kelemahan,
bias
dan penafsiran
pen-
yang
ku
rang jelas.
c. Menggunakan bahan referensi
Untuk menunjang dan meningkatkan kepercayaan
kebenaran
data,
digunakan
seperti hasil rekaman,
bahan-bahan
akan
referensi
foto dan bahan dokumentasi.
Cara ini dilakukan untuk memperoleh gambaran
yang
lengkap
dari
tentang
informasi
yang
diperoleh
responden dan untuk memahami konteks
pembicaraan-
nya sehingga kekeliruan dapat diperkecil.
d. Mengadakan member check
Kegiatan ini dilakukan pada setiap akhir wawancara
dan atau setelah wawancara
berselang untuk
meng-
konfirmasikan data yang dikumpulkan dengan respon
den.
Dengan konformasi
ini,
catatan dapat diperbaiki,
setiap kekeliruan pen-
ditambah atau
dikurangi
sehingga data yang diperoleh sesuai dengan
dan maksud responden.
ucapan
2.
Transferabi1itas
Nilai transferabi1itas hasil
tas
eksternal)
nelitian
konteks
itu
dan
penelitian (vaiidi
ditentukan oleh sejauhmana hasil
dapat diterapkan
situasi
oleh
lain. Dalam
pemakai
hal
ini
tidak dapat menjamin "vaiiditas eksternal"
1988:119).
sebagai
dalam
peneliti
(Nasution,
Peneliti hanya melihat transferabilitasnya
suatu kemungkinan.
Artinya,
apabila
pemakai
melihat kemungkinan ada yang serasi dari hasil
litian
pe
pene
ini dengan situasi yang dihadapinya, maka
di
situlah terlihat nilai transfernya.
3.
Dependabi1itas dan Konfirmabi1itas
E'ependabi 1itas
(rel iabi 1itas) berhubungan dengan
konsistensi suatu hasil
yang
sama
lain.
diuiangi atau direplikasi
oleh
peneliti
Adapun konfirmabi1itas berhubungan dengan
yektivitas suatu hasil
sil
penelitian apabiia penelitian
penelitian - artinya bila
ob-
ha
penelitian itu dapat dibenarkan atau dikonfirmasi
oleh peneliti
Seperti
selalu
lain.
diketahui bahwa suatu interaksi
berubah-ubah dan tidak
dapat
sosiai
direkonstruksi
sepenuhnya seperti semula. Oleh sebab itu
upaya rep-
likasi
terhadap suatu penelitian yang sama oleh
neliti
yang berbeda,
penelitian
yang
tidaklah
konsisten dan
penelitian pertama.
mungkin
persis
pe
menghasilkan
sama
dengan
Untuk itu agar obyektivitas hasil
penelitian
dapat
menyatukan
dependabi1itas
yaitu melalui
diterima,
maka
dilakukan
dengan
"audit trail".
upaya
konfirmabiiitas.
Audit trail
ini
dilaku
kan dengan memeriksakan kegiatan penelitian ini,
proses penelitian, kebenaran data maupun
kepada
baik
tafsirannya
pembimbing. Untuk keperluan itu peneliti
me
nyediakan :
a. Catatan lapangan
dan studi
bentuk
dari hasil wawancara,
dokumentasi
yang telah
observasi
diolah
dalam
laporan lapangan (data mentah).
b. Menyusun, merangkum, menafsirkan dan mendeskripsi
kan
hasil
peneiitian dalam bentuk hasil
analisis
data .
c. Melaporkan
yang
nya
seluruh
proses dan
hasil
penelitian
telah dilakukan sejak awal hingga
berakhir-
peneiitian.
Itulah
cara-cara
yang
ditempuh
dalam
penelitian ini sesuai dengan ketentuan suatu
tian kualitatif.
relatif
tian
melihat
akan
peneli
Kebermaknaan penelitian ini bersifat
dan tidak dapat digeneralisasi
lain.
proses
pada
Akan tetapi bila ada peneliti
adanya kesesuaian konteks dan
peneli
lain
yang
situasi
yang
dihadapinya dalam suatu penelitian dengan
teks dan situasi dalam penelitian ini,
maka di
lah munculnya kebermaknaan penelitian ini.
kon
sini-
Download