Sejarah_Perkembangan_Processor

advertisement
 Sejarah Perkembangan Processor
PC didesain berdasar generasi-generasi CPU yang berbeda. Intel bukan satu-satunya
perusahaan yang membuat CPU, meskipun yang menjadi pelopor diantara yang lain. Pada
tiap generasi yang mendominasi adalah chip-chip Intel, tetapi pada generasi kelima terdapat
beberapa pilihan selain chip Intel.
Dimulai dari :
1904 : Dioda tabung pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang
bernama Sir John Ambrose Fleming (1849-1945).
1906 : ditemukan trioda hasil pengembangan dioda tabung oleh seorang ilmuwan Amerika
yang bernama Dr. Lee De Forest. Yang kemudian terciptalah tetroda dan pentode.
Akan tetapi penggunaan dari tabung hampa tersebut tergeser pada tahun 1960 setelah
ditemukannya komponen semikonduktor.
1947 : Transistor diciptakan di labolatorium Bell.
1965 : Gordon Moore dari Fairchild semiconductor dalam sebuah artikel untuk majalan
elektronik mengatakan bahwa chip semikonduktor berkembang dua kali lipat setiap dua
tahun selama lebih dari tiga dekade.
1968 : Moore, Robert Noyce dan Andy Grove menemukan Intel Corp. untuk menjalankan
bisnis “INTegrated Electronics.”
1969 : Intel mengumumkan produk pertamanya, RAM statis 1101, metal oxide
semiconductor (MOS) pertama di dunia. Ia memberikan sinyal pada berakhirnya era memori
magnetis.
1971 : Intel meluncurkan mikroprosesor pertama di dunia, 4-bit 4004, yang didesain oleh
Federico Faggin.
1972 : Intel mengumumkan prosesor 8-bit 8008. Bill Gates muda dan Paul Allen coba
mengembangkan bahasa pemograman untuk chip tersebut, namun saat itu masih kurang kuat.
1974 : Intel memperkenalkan prosesor 8-bit 8080, dengan 4.500 transistor yang memiliki
kinerja 10 kali pendahulunya.
1975 : Chip 8080 menemukan aplikasi PC pertamanya pada Altair 8800, sekaligus
merevolusi PC. Gates dan Allen sukses mengembangkan bahasa dasar Altair, yang kemudian
menjadi Microsoft Basic, untuk 8080.
1976 : Arsitektur x86 mengalami kemunduran saat Steve Jobs dan Steve Wozniak
memperkenalkan Apple II computer dengan menggunakan prosesor 8-bit Motorola 6502.
1978 : Intel memperkenalkan mikroprosesor 16-bit 8086 yang kelak menjadi standar industri
pada tanggal 8 Juni.
1979 : Intel memperkenalkan versi dengan harga yang lebih murah dari 8086, yaitu 8088
dengan 8-bit bus.
1980 : Intel memperkenalkan 8087 math co-processor.
1981 : IBM memilih 8088 untuk menjalankan PC-nya. Seorang eksekutif Intel kemudian
mengatakannya sebagai “Kemenangan besar pertama Intel.”
1982 : IBM menandatangani Advanced Micro Devices sebagai sumber kedua Intel untuk
mikroprosesor 8086 dan 8088.
1982 : Intel memperkenalkan prosesor 16-bit 80286 dengan 134.000 transistor.
1984 : IBM mengembangkan PC generasi kedua, 80286-based PC-AT. PC-AT yang
menjalankan
MS-DOS,
kelak menjadi standar PC selama hampir 10 tahun.
1985 : Intel keluar dari bisnis RAM dinamis untuk fokus pada mikroprosesor, dan akhirnya ia
mengeluarkan prosesor 80386, sebuah chip 32-bit dengan 275.000 transistor dan kemampuan
menjalankan berbagai macam program sekaligus.
1986 : Compaq Computer melambungkan IBM dengan PC yang didasarkan pada 80386.
1987 : VIA Technologies didirikan di Fremont, Calif., mereka akan mejual chip set core
logic x86.
1989 : 80486 diluncurkan, dengan 1.2 juta buah transistor dan built-in math co-processor.
Intel telah memprediksi pengembangan prosesor multicore suatu saat pada tahun 2000-an.
1990 : Compaq memperkenalkan server PC pertama, yang dijalankan dengan menggunakan
80486.
1993 : Transistor 3.1 juta, prosesor 66-MHz Pentium dengan teknologi superscalar
diperkenalkan.
1994 : AMD dan Compaq membentuk aliansi untuk mendukung Compaq computer dengan
mikroprosesor Am486.
1997 : Intel meluncurkan teknologi prosesor 64-bit Epic. Ia juga memperkenalkan MMX
Pentium untuk aplikasi prosesor sinyal digital, yang juga mencakup grafik, audio, dan
pemrosesan suara.
1998 : Intel memperkenalkan prosesor Celeron di bulan April.
1999 : VIA mengakuisisi Cyrix Corp. dan Centaur Technology, pembuat prosesor x86 dan
x87 co-processor.
2000 : Debut Pentium 4 dengan 42 juta transistor.
2003 : AMD memperkenalkan x86-64, versi 64-bit dari x86 instruction set.
2004 : AMD mendemonstrasikan x86 dual-core processor chip.
2005 : Intel menjual prosesor Dual-Core pertamanya.
2006 : Dell Inc. mengumumkan akan menawarkan system prosesor berbasis AMD.
2006 : Intel Memperkenalkan prosesor core 2 duo di bulan juli.
2007 : Intel memperkenalkan prosesor core 2 quad di bulan januari.
 Jenis – Jenis Prosesor
Berdasarkan pada banyaknya bit yang dikerjakan oleh ALU (Arithmatic Logic Unit),
CPU dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu :
1. Bit Silices Processor
Perancangan cpu dengan menambahkan jumlah irisan bit (slices) untuk applikasiapplikasi tertentu. CPU jenis ini dapat pula dikatakan dengan CPU Custom.
2. General Purpose CPU
CPU serbaguna atau mikrokomputer dengan semua kemampuan dari mini komputer
terdahulu.
1. I/O Processor
Prosesor khusus yang berfungsi menangani input/output request membantu prose
2. Dedicated/Embedded Controller
Membuat mesin menjadi smart, seperti : mesin cuci, microwave, oven, mesin jahit,
sistem pengapian otomotif. Prosesor jenis ini lebih dikenal dengan mikrokontroller.
 Sejarah Perkembangan Microprocessor Intel
1971: 4004 Microprocessor
Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini
digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan
untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.
1972: 8008 Microprocessor
Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari
pendahulunya yaitu 4004.
1974: 8080 Microprocessor
Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar
sepuluh ribu dalam 1 bulan
1978: 8086-8088 Microprocessor
Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer
pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.
1982: 286 Microprocessor
Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang
pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor
sebelumnya.
1985: Intel386™ Microprocessor
Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam
diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih
banyak dibandingkan dengan 4004
1989: Intel486™ DX CPU Microprocessor
Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus
mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi
komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.
1993: Intel® Pentium® Processor
Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara,
bunyi, tulisan tangan, dan foto.
1995: Intel® Pentium® Pro Processor
Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang
dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang
tertanam.
1997: Intel® Pentium® II Processor
Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang
dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien.
Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna
PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.
1998: Intel® Pentium II Xeon® Processor
Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin
memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar
tertentu.
1999: Intel® Celeron® Processor
Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor
yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih
cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga)
yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang
sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih
sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang
lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini
maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.
1999: Intel® Pentium® III Processor
Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru
yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio
streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.
1999: Intel® Pentium® III Xeon® Processor
Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri
Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini
adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga
mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan
dengan processor lain yang sejenis.
2000: Intel® Pentium® 4 Processor
Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu
menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan
1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel
Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3
GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.
2001: Intel® Xeon® Processor
Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan
khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih
banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.
2001: Intel® Itanium® Processor
Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada
server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur
yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s
Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
2002: Intel® Itanium® 2 Processor
Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium
2003: Intel® Pentium® M Processor
Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel®
Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah
komputer yang mudah dibawa kemana-mana.
2004: Intel Pentium M 735/745/755 processors
Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus
dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
2004: Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB,
DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.
2005: Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan
sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz
frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.
2005: Intel Pentium D 820/830/840
Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti,
dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada
frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan
HyperThreading.
2006: Intel Core 2 Quad Q6600
Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih
dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB
L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan
thermal design power ( TDP )
2006: Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masingmasing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat
mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design
power (TDP)
Intel Core 2 Duo
Intel Core 2 Duo merupakan bagian keluarga mikroprossesor dari Intel dan
merupakan generasi kedua dari arsitektur Core. Prosessor ini dibuat dengan menggunakan
teknologi 45 nanometer dari Intel dan sirkuit Hafnium yang ditanamkan didalamnya. Dengan
6 MB L2 cache dan 1333 MHz front side bus, kinerja prosesor meningkat hingga 40 persen
dan efisiensi daya meningkat hingga 40 persen dibandingkan prosessor Intel generasi
sebelumnya
Intel Core i3
Intel Core i3 diluncurkan dengan dua tipe, yaitu untuk desktop processor dan mobile
processor (notebook). Untuk tipe desktop, Intel Core i3 menggunakan microarchitecture yang
diberi codename Clarkdale, yang memiliki L3 Cache sebesar 4 MiB, dengan Thermal Design
Power (TDP) sebesar 74 Watt. Core i3 memiliki core processor sebanyak dua, sedangkan
untuk socket yang digunakan masih socket LGA 1156, sama dengan yang digunakan untuk
processor Intel Core i5. Teknologi tambahan yang diinjeksikan pada Intel Core i3 adalah
didalam processor sudah terdapat GPU atau dengan kata lain, didalam processor sudah
terintegrasi dengan GPU.
Intel Core i5
Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti
processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang
akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa
kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di
Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan
menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E
slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache
Intel Core i7
Core i7 Sendiri adalah Processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem
menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah
satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard.
Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih
revolusioner.
 Sejarah Perkembangan Microprocessor AMD

Processor multi - core
Sudah menjadi salah satu tren pengembangan processor terkini. Tidak cukup
dengan dual-core, quad-core pun mulai dipandang diperlukan bahkan pada sebuah processor
desktop PC. Jika Anda termasuk salah satu penggemar balap mobil F1, mungkin Anda
termasuk salah satu dari pendukung konstruktor mobil berwarna dominasi merah menyala
dengan logo kuda jingkrak. Pada seri belakangan, konstruktor ini menunjukkan peningkatan
performa. Terutama pada klasemen sementara untuk poin konstruktor. Terlihat sedikit demi
sedikit mulai mengejar ketinggalannya di putaran awal musim F1 kali ini. Dan demikian juga
dengan salah satu sponsornya, AMD.

Era Processor Multi-Core
Sudah kurang lebih satu tahun pengguna komputer disuguhi pilihan untuk menikmati
penggunaan quad-core processor. Baik Intel dan AMD memberikan solusi yang berbeda.
Tidak ketinggalan dengan Intel yang sudah terlebih dahulu menawarkan pilihan processor
untuk desktop PC dengan quad-core. Meskipun sebelumnya AMD juga sudah memberikan
solusi penggunaan 4 core pada desktop PC, namun pendekatan 4×4 dengan QuadFX belum
dirasakan cukup. Kehadiran processor quad-core yang sebenarnya, menjadi sebuah kewajiban
untuk menjawab tantangan yang diberikan oleh pesaingnya.

AMD K10 Micro-Architecture
Sebetulnya AMD sudah
tidak
lagi
menggunakan
penamaan
processor
dengan
menggunakan awalan “K” ini. Terakhir kali penamaan dengan awalan huruf “K “ ini
digunakan pada processor codename “K8“ pada jajaran processor Athlon 64. Hal ini terlihat
dari tidak lagi digunakannya penamaan dengan awalan huruf “K” ini pada dokumendukumen ataupun press release resmi dari AMD sejak awal tahun 2005 yang lalu. Namun
penamaan codename processor AMD dengan awalan “K”, ini sudah terlalu tertanam pada
benak kebanyakan pengguna PC. Juga berlaku untuk para pengamat teknologi dan juga
reviewer. Sebagai contoh, pada berita terdahulu mengenal kehadiran processor dengan
codename “K8L”, yang sebenarnya secara resmi disebut oleh AMD sebagai “AMD Next
Generation Processor Technology”. Demikian juga penyebutan “K10” pada artikel ini.
Secara resmi, AMD tidak menyebutnya sebagai “K10”. Micro-architecture terbaru untuk
processor AMD ini akan menjadi penerus, baik untuk processor desktop, mobile, maupun
server. Jadi hal ini akan berlaku untuk jajaran Athlon, Turion, Opteron, dan bahkan nantinya
Sempron. Meskipun sempat beredar soal penundaan bahkan batal dikeluarkannya processor
generasi ini. Namun, hal tersebut tidak benar. Setidaknya belum ada pernyataan resmi dari
AMD mengenai hal ini. Bahkan belakangan pembicaraan mengenai kehadiran AMD K10
terus menghangat. Jika melihat rencana AMD yang disampaikan pada penghujung tahun lalu,
belum ada penundaan ataupun perubahan jadwal besar-besaran.
Kehadiran Barcelona dan Budapest untuk processor segmentasi server memang
dijadwalkan hadir tahun 2007 ini. Demikian juga dengan processor desktop dengan Lima
untuk single processor, Sparta untuk Sempron, kesemuanya dengan proses produksi 65
nm.Dan rencananya pada semester kedua ini baru akan diperkenalkan HyperTransport 3.0
dan
kemungkinan
Socket
AM2+.
Ini
diperkirakan
akan
dibutuhkan
untuk
mengimplementasikan penggunaan quadcore, khususnya untuk segmentasi Consumer.
Kabarnya penanaman codename untuk prosessor AMD segmentasi ini juga akan mengalami
perubahan.
Setelah selama ini menggunakan nama-nama kota terkenal di dunia, selanjutnya
direncanakan akan menggunakan nama bintang. Sama seperti pada processor Barcelona
untuk server, processor desktop juga akan menggunakan quad-core processor. Adalah Agena
yang diperkirakan menjadi quad-core processor desktop pertama dari AMD. Dan akan
menyusul processor lainnya yang menggunakan micro-architecture terbaru ini.

AMD Phenom
Di pertengahan tahun ini, AMD mengumumkan akan hadirnya jajaran processor family
dengan sebutan AMD Phenom yang memiliki codename “FASN8” (dibaca: “fascinate”).
Ditujukan terutama untuk segmentasi enthusiast. Direncanakan akan hadir pada awal Q4
2007 ini.
Processor AMD Phenom ini sendiri sudah didemokan, dan dengan menggunakan DSDC
(Dual Socket Direct Connect), AMD juga sempat mendemokan 8-core platform pada
kesempatan yang sama saat memperkenalkan AMD Phenom. Ini dimung- kinkan dengan
penggunaan dua processor quad-core AMD Phenom dalam sebuah platform DSDC. Masih
mirip dengan yang ditawarkan pada QuadFX terdahulu.

Native Quad-Core Processor
Untuk sebuah produk processor, AMD bukanlah yang memproduksi processor dengan
quad-core pertama. Namun klaim AMD untuk menjadi pihak yang memproduksi native
quad-core processor, memang ada benarnya. Tidak dengan menghadirkan sebuah processor
yang mengemas dua die, masing-masing dengan dual-core processor, dalam satu kemasan
processor.
Namun AMD melakukan pendekatan yang berbeda, dengan sebuah quad-core processor
dalam satu die. Maka, sebutan sebagai native quad-core processor memang pantas disebutkan
untuk processor quad-core ini. Selain menghadirkan processor quadcore, tidak hanya itu yang
ditawarkan oleh AMD Phenom. AMD Phenom juga tentu saja tidak melupakan penggunaan
energy effi cient, yang memungkinkan peningkatan kinerja performance-per-watt yang
optimal.
Hal ini juga didukung dengan penggunaan teknologi HyperTransport, dan terutama 128bit Floating Point Unit yang membantu meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Juga
architecture K10 yang melakukan pendekatan berbeda dalam mewujudkan quad-core. Sedikit
banyak hal ini menguntungkan khususnya dalam hal aliran data. Ini juga yang menyebabkan
AMD memandang perlu meningkatkan kapasitas L1 dan L2 cache yang digunakan pada
generasi processor ini.
Quad-core processor versi AMD dengan AMD Phenom cukup memberikan kesan yang
menjanjikan untuk mendapatkan peningkatan kinerja dengan multitasking penggunaan
dengan intensitas yang tinggi dan tentunya aplikasi yang mendukung multi-thread, juga tidak
ketinggalan untuk gaming. Tidak ketinggalan beberapa pihak developer game juga
menyambut gembira kedatangan quad-core processor ini. Seperti publisher Microsoft Game
Studios yang sudah memberikan patch Service Pack1 untuk Microsoft Flight Simulator X.
Patch SP1 ini akan membuatnya mampu melakukan proses terrain loading dan texture dalam
perintah multi-thread yang akan menguntungkan untuk processor multi-core seperti AMD
Phenom ini. Atau seperti pada Unreal Engine 3 yang juga sudah dapat mengoptimalkan
penggunaan quad-core processor atau bahkan lebih. Pada engine ini multi-core processor
akan meningkatkan percepatan proses kalkulasi untuk physics dan AI. Dan tentu saja ini
membantu pihak developer engine tersebut untuk meningkatkan tingkat realistic kemiripan
dengan dunia nyata yang dapat disertakan pada game. Hal ini juga mirip yang dinyatakan
oleh Havoc yang mengembangkan Physics.
Bicara komputer tentu tak lepas dari prosesor, yag umumnya dikenal sebagai otaknya
komputer. Dialah yang mengatur dan mengolah semua kerja komponen dalam komputer.
Meskipun hanya sebentuk chip silikon tunggal nan kecil, peranti ini memegang peranan
sangat penting.
Jika komponen PC lainnya berfungsi sebagai pentransmisi data, maka prosesorlah yang
berfungsi menentukan dan menghitung semua aktivitas tersebut. Prosesor, atau tepatnya
mikroprosesor, memang beragam merek dan tipenya. Namun, kesemuanya boleh dibilang
memiliki fungsi yang sama.Pusat unit pemroses komputer sederhana generasi pertama pada
tahun 1940-an, masih berupa sekumpulan tabung kedap udara yang mirip botol. Botol-botol
ini sama dengan yang yang biasa ditemukan di televisi model yang sangat kuno sekali.Setiap
CPU (Central Processing Unit) membutuhkan ribuan botol, dan daya tahannya hanya
beberapa jam saja. Pula, ia boros tenagan listrik dan peregkat pendinginnya pun berukuran
besar.
Komputer angkatan pertama yang menggunakan CPU model ini adalah ENIAC
(Electronic Numerical Integrator and Computer), yang dikembangkan oleh J.P. Eckert dan
J.W. Maughly di Amerika Serikat. ENIAC terdiri atas 18.000 tabung kedap udara, yang
membutuhkan ruangan seluas 18×8meter persegi untuk pengoperasiannya.Dari model
tabung, di tahun 1948, proses komputasi mulai masuk ke “komputer generasi kedua” yang
menggunakan transistor.
Penggunaannya didemonstrasikan pertama kali oleh Bell Telephone Laboratories.
Dengan transistor, kebutuhan listrik jadi lebih rendah dan tingkat panasnya bisa
dikurangi.Pada
komputer
generasi
ketiga
mulai
digunakan
semikonduktor,
yang
menggabungkan lusinan transistor dalam sebuah chip silikon kecil. Dengan cara ini, sebuah
sirkuit elektronik yang berisi komponen-komponen yang saling terkoneksi bisa disatukan
dalam sebuah sirkuit tunggal.
Dari sinilah, mikroprosesor berawal.Di awal 1970-an, sirkuit semikonduktor sudah mula
dikembangkan dengan klompleksitas 1.000 transistor per sirkuitnya. Selanjutnya, pada tahun
1971, komponen yang benar-benar disebut sebagai mikroprosesor untuk pertama kalinya
dibuat oleh para teknisi dari perusahaan elektronik Intel. Chip tersebut diberi nama Intel 4004
dan didesain oleh Ted Hoff, Federico Faggin, dan Stan Mazor.Prosesor chp silikon tunggal
ini berukuran sekitar 0,6 cm yang berisi sekitar 2.250 transistor.
Komponen yang prototipenya dikembangkan sejak 1969 ini punya kemampuan
memproses 4 bits informasi, dengan kecepatan sekitar 0,06 MHz saja.Untuk harga,
mikroprosesor yang pernah digunakan untuk pesawat luar angkasa Pioner 10 ini dijual
seharga US$ 200. Tehitung mahal saat itu.
Selanjutnya, pada tahun 1972, Intel merilis prosesor Intel 8008 debgab 3.500 transistor
di dalamnya.Pada tahun 1974, Motorola tidak mau ketinggalan. Ia merilis prosesor berjuluk
Motorola 6800. Chip ini dirancang oleh Charlie Melear dan Chuck Peddle, yang dikhususkan
penggunanya untuk “mesin bisnis” dan pengontrol otomotif. Inovasi baru prosesor untuk
pengembangan PC (Personal Computer) kemudian diawali dengan dirilisnya Intel 386 pada
tahun 1985, yang membuka babak baru teknologi komputer.
Prosesor ini berdesain 32 bit, 4GB ruang untuk data dan 250.000 transistor.Komponen
keluaran Intel ini juga menjadi chip pertama yang mendukung pengalokasian data secara
linier (linier addressing). Hal ini diikuti dengan dirilisnya Intel Pentium pada tahun 1993
dengan 3,1 juta transistor, dan menjadi chip yang terus berkembang baik baik hingga
sekarang. Tak perlu dipungkiri, sejak awal (Intel 4004) Intel merajai dunia mikroprosesor.
Dalam perkembangan teknologi ini, Intel merintis sutau arsitektur sistem prosesor yang
dikenal sebagai X86, yang kemudian banyak diikuti oleh produk prosesor lainnya. Sistem ini
dimulai dari prosesor Intel 8086.Bagaimana pun, bicara soal mikroprosesor tentu bukan Intel
saja yang bisa disebut. Setelah akhir tahun 1980-an, beberapa pengembang chipset, sperti
AMD (Anvaced Micro Devices) dan Cyrix mulai menantang Intel, dengan memproduksi
sendiri chip prosesor “Intel-competibel”.Chip tersebut mendukung rangkaian instruksi yang
ada di prosesor Intel.
Harganya
lebih
murah,
dan
kadang
mempunya
kemampuan
yang
lebih
dibandingkandengan produk Intel. AMD mulai menggebrak pasaran dengan prosesor buatan
sendiri tahun 1996, degan merilis AMD K5. Sebelumnya, AMD sudah membuat prosesor
seperti AM486 pada masa Intel 386 dan 486, namun masih di bawah lisensi Intel. AMD K5
ini mendapat respon yang baik.Kemudian ada AMD K6 yang dirilis pada tahun 1997, dengan
kecepatan 166 dan 200MHz. Prosesor ini memang dirilis untuk diadu dengan kemampuan
prosesor Intel.
Kelebihan dari prosesor-prosesor AMD adalah kemempuannya untuk di overclock.
Sama dengan AMD, setelah memproduksi prosesor X86 untuk Intel pada masa Intel 286 dan
386, Cyrix memutuskan untuk memebuat sendiri dengan merilis Cyrix 486 DX-4 untuk
pertama kalinya di awal 90-an. Dilanjutkan pada tahun 1995, Cyrix merilis Cyrix 6X86,
prosesor dengan kecepatan tinggi di angkatannya, yang sayangnya punya masalah pada
kompatibilitas dan panas. Pada tahun 1999 Cyrix dibeli oleh VIA, perusahaan chipset asal
Taiwan.
Sampai sekarang perkembangan microprosesor masih terus berlanjut dan Intel tetap
merajai dunia microprosesor. Hal ini juga tidak terlepas dari Hukum Moore, yakni hukum
yang dilontarkan oleh Gordon Moore pada tahun 1965. Kala itu, Moore memprediksikan
jumlah transistor yang ada pada integrated circuit (IC) akan berlipat ganda setiap
tahunnya.Pernyataan ini diperbaharui Moore di tahun 1995, dengan penelitian bahwa
kelipatan ganda jumlah transistor hanya akan terjadi setiap dua tahun sekali. Hukum Moore
sampai sekarang menjadi panduan bagi Intel untuk memacu prosesornya agar semakin andal,
terutama peningkatan kecepatan dengan penuerunan harga yang sangat signifikan. Meski
pertumbuhan
kecepatan
prosesor
sempat
mengalami
masa-masa
stagnan,
namun
pertumbuhan kecepatan prosesor Intel mengalami peningkatan yang mengseankan. Banyak
ahli teknologi informasi di seluruh dunia, termasuk Gordon Moore, berharap hukum Moore
dapat bertahan paling tidak sampai dua dekade mendatang (sejak tahun 2008).
 Sejarah Microprocessor Cyrix
Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer,
peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan
skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena
permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang tak
lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled . Seperti yang
seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri
sebelumnya.
AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk
membuat prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya
inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix
tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip seri sebelumnya),
melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip yang sekelas.
Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap
i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA
instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang
dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset
terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah
Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok”
tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan
paten. alasannya angka tidak bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium
menggunakan TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar
Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun
gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak
Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada
diprocessor RISC (RISC spt SunSparc).
Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit
menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz)
sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti
kecepatan clock Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor).. jadi Card
VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang berbeda
alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya.
Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam
prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk
cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium
yang diubah susunannya .
Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani
instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka
prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat.
Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .
Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan
unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum
memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah
yang digunakan AMD .
Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan
begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit
MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan
sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX
dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat
AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah
terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya.
Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat
dengan IBM sampai tahun 2005) Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6
sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit
MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi
MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6
memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.
Tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX
yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium
Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor. Inovasi inilah
yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache)
Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang
prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus. Tambahan : karena cache
L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor, sedangkan karena PII
cachenya di”luar” (menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari
kecepatan processor. Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
Pertama, memperlebar jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan
pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di
Multithreading / Multiple Processor. ( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark
PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT).
Kedua, memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard
sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space
ini sejak 8088 juga sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? beberapa
diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.
Ketiga, memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed
tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak
seperti AMD / Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII
(karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat di
processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan
terbatas hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII thn
depan direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu
alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti
Motherboard.

Generasi Cyrix :
1. Generasi Prosesor Cyrix MediaGX dengan kecepatan 120-200 Mhz
2. Generasi Prosesor Cyrix 6×86 dengan kecepatan 110-150Mhz
1. Generasi Prosesor Cyrix M2 dengan kecepatan 180-233 Mhz
1. Generasi Prosesor Cyrix C3 dengan kecepatan 500-733 Mhz
sumber : google
Download