Isu-Isu Teknologi Pendidikan

advertisement
Isu-Isu Teknologi Pendidikan
Author : Ahmad Zulfikar
Publish : 10-07-2011 23:11:50
Di dunia pendidikan retorika mengenai pentingnya teknologi (teknologi pendidikan) dalam Kegiatan Belajar /
Mengajar (KBM) muncul hampir setiap hari (Disebut retorika karena biasanya tidak ada bukti yang
ditunjukkan).
Mengapa begitu? "Karena pendidikan termasuk industri yang paling besar di dunia. Jadi untuk manufakturer
atau distributor produk atau jasa teknologi, pendidikan adalah pasaran yang sangat menarik."
Seharusnya ini tidak sebagai masalah kalau produk-produk dievaluasikan dan diuji coba di dunia pendidikan
oleh Ilmuwan/ti Teknologi Pendidikan sebelum retorikanya masuk ke sekolah-sekolah, kampus, atau lembaga
pendidikan. Tetapi sering ada tokoh pendidikan yang ingin supaya beliau kelihatan "modern" mengulangkan
retorika dari manufakturer atau distributor, tanpa evaluasi (applicative atau situational) dari Ilmuwan/ti
Teknologi Pendidikan.
Ilmuwan/ti Teknologi Pendidikan harus menimbang keadaan di lapangan. Apakah keadaan di lapangan
(infrastruktur) sudah siap untuk menggunakan teknologi ini? Apakah bahan untuk menggunakan teknologi ini
sudah siap dan dapat diakses oleh semua praktisi pendidikan di lapangan? Bahan harus duluan sebelum
teknologinya! Apakah alokasi anggaran ke teknologi ini tidak akan merugikan banyak pengajar di lapangan
yang mempunyai kebutuhan teknologi yang sederhana untuk melaksanakan pendidikan yang bermutu?
Apa dampaknya di lapangan di dunia pendidikan? Misalnya kalau ada Menteri Teknologi atau Pendidikan
yang mengumumkan bahwa teknologi baru (tertentu) adalah solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan,
bagaimana perasaan guru-guru di lapangan yang mimpinya masih adalah mempunyai sambungan listrik ke
sekolahnya, atau ruang kelas yang tidak bocor, atau papan tulis yang dapat digunakan? Mereka tidak dapat
membayangkan bahwa mereka dapat menggunakan teknologi ini? Apakah dampaknya positif? Apakah
pengumuman begini akan meningkatkan semangat guru-guru untuk mengajar sebaik mungkin dalam
keadaannya?
Padahal Teknologi Pendidikan hanya sebagai "beberapa macam alat yang MUNGKIN DAPAT
MEMBANTU"
Ref: Educational Technology
Ada banyak orang yang sangat ragu-ragu mengenai aplikasi teknologi dalam pendidikan:
"Those who place their faith in technology to solve the problems of education should look more deeply into
the needs of children. The renewal of education requires personal attention to students from good teachers and
active parents, strongly supported by their communities. It requires commitment to developmentally
appropriate education and attention to the full range of children's real low-tech needs - physical, emotional,
and social, as well as cognitive."
Maupun: "Computers pose serious health hazards to children. The risks include repetitive stress injuries,
eyestrain, obesity, social isolation, and, for some, long-term physical, emotional, or intellectual developmental
damage. Our children, the Surgeon General warns, are the most sedentary generation ever. Will they thrive
spending even more time staring at screens?" Ref: Fool's Gold
Apakah kita perlu teknologi canggih untuk belejar / mengajar?
Sebetulnya tidak, kecuali kalau kita belajar atau mengajar teknologinya, misalnya kelas Ilmu Komputer dan
Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).
Apakah sebelum ada teknologi yang canggih kita tidak dapat melaksanakan pendidikan yang bermutu?
Apakah kita perlu teknologi pendidikan untuk mencapaikan proses belajar/mengajar yang bermutu?
Setiap kali mengajar, tanya diri sendiri (dan guru-guru lain yang berpengalaman) Apakah saya perlu
menggunakan teknologi pendidikan untuk mengajar topik ini? Kalau ya, teknologi apa yang paling cocok?
Biasanya teknologi atau peraganya adalah sangat sederhana (kalau betul berbasis-kebutuhan). Ini adalah
prinsip yang "underpin" Teknologi Pendidikan sebagai Ilmu!. Yang akan paling meningkatkan mutu
pendidikan di Indonesia adalah kalau kita di semua tingkat pendidikan menghidupkan/mengaktifkan Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM), bukan isu seperti teknologi. Kalau guru di lapangan salah menggunakan teknologi
Page 1
Isu-Isu Teknologi Pendidikan
paling yang dipengaruhi adalah siswa-siswi di kelas atau sekolahnya. Yang sangat menakutkan kami adalah
pemimpin di bidang pendidikan kita kelihatannya juga kurang mengerti hal-hal teknologi pendidikan dan
dapat membuat keputusan yang dapat merugikan puluhan juta anak.
Membaca: Journal Pendidikan Network
"Buku Elektronik Sudah Dapat Diunduh"
"Peluncuran Buku Elektronik Batal"
"Depdiknas Harus Berjiwa Besar Akui Kegagalan"
"Kebijakan buku elektonik (e-book) dinilai tidak efektif"
"Kuliah Bersama di Widya Telewicara"
"Buku Sekolah Elektronik (BSE)"
"Tetapi kita sibuk dengan akses Internet???"
"5000 Puas : Informasi Makanan Murah dan Enak" (TPI)
"Langkah Awal Mengubah Paradigma Pendidikan" Bill Gates dan
"Sistem Digital Learning"
"Kata Menkominfo, akses-akses informasi pada jaringan ICT tersebut, akan ditekankan pada unsur
e-education (pendidikan), e-health (kesehatan), dan e-economy (ekonomi) yang dapat mengurangi gap di
bidang ICT antara daerah pedesaan dan daerah perkotaan". Tetapi ini akan sangat tergantung peran dan
mutunya SDM di pemerintah, bukan?.
Untuk Lebih Jelas Klik Artikel Terkait di
http://www.aafikar.co.cc/2011/06/isu-isu-teknologi-pendidikan
Page 2
Download