BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sebelumnya

advertisement
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Sebelumnya (State of the Art)
Penelitian terdahulu digunakan sebagai pedoman dasar pertimbangan maupun
perbandingan bagi penulis dalam upaya memperoleh arah dan kerangka berpikir.
Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan 5 jenis jurnal, baik itu 2 jurnal
internasional dan 3 jurnal nasional sebagai bahan perbandingan dengan penelitian
yang akan dilakukan. Jurnal-jurnal tersebut dijadikan sebagai data pendukung dalam
penelitian ini. Berikut ini adalah penelitian sebelumnya yang dapat dijadikan acuan
dalam penelitian ini:
Tabel 2.1 Penelitian sebelumnya
Nama Peneliti
Judul Jurnal
Isi Jurnal
Perbandingan
Penelitian yang akan
dilakukan
event Jurnal tersebut dalam Peneliti
melakukan
Kose
management and penulisannya berfokus analisa
terhadap
(Anadolu
event marketing: pada
University),
A case study
Mehpare
of TKBL all star berisi
Tokay (Argan
2011 in Turkey
1.
Huseyin Special
event bagaimana PT. DAM
management,
dimana melakukan
tentang penyusunan
konsep
bagaimana
cara acara, mulai dari
Bilecik
memanajemen
dan
University),
memasarkan
dan
event dengan sukses.
tentang
Metin Argan
Pembahasan
dalam
yang bersumber
(Anadolu
jurnal
berkaitan
dari pihak Bank
University)
dengan :
ini
sebuah
i. Perencanaan
sebelum event
ii. Menentukan objek
11
i. Pengumpulan
informasi
event
Mandiri
ii. Melakukan rapat
tentang
bagaimana
ide
12
dan fasilitas event
untuk
event
berdasarkan info
iii. Menentukan
transportasi untuk
yang
para pengisi event
didapat
telah
iii. Mencari,
iv. Budgeting event
mengolah,
v. Mengumpulkan
dan
para staf sebagai
menyusun
volunteers
konsep event
atau
human resources
vi. Menggunakan
teknik
dan
event
marketing
PR
sebagai
cara
iv. Merealisasikan
untuk
sesuai
konsep
yang
disepakati
bersama
lalu
mempromosikan
mengamati event
event
yang
vii. Melakukan analisa
manajemen
sedang
berlangsung lalu
mengevaluasi
terhadap
resiko
setelah
yang akan muncul
selesai.
event
pada saat event
viii. Dan hal-hal lain
yang
dianalisa
ketika
event
tersebut
berlangsung.
2.Oliver
REFERENCE
Jurnal
Thomas,
MODEL-BASED
membahas berbagai event
Bettina
EVENT
hal yang berkaitan melakukan
Hermes,
dan MANAGEMENT
ini Sebelum menggelar
dengan
beberapa penyusunan
Peter Loos
model
referensi event
(Saarland
terkait
University
bagaimana
tentunya
konsep
yang
dengan digambarkan sebagai
otak dari acara yang
13
Germany)
memanajemen
akan
sebuah event. Salah diselenggarakan.
satu
diantaranya Oleh
adalah
karena
berkaitan dalam
melakukan
tentang perencanaan penyusunan
dalam
membuat perencanaan
sebuah
event. terhadap
Menurutnya,
acara
planning
dilakukan
itu,
atau
sebuah
harus
dengan
merupakan hal yang matang dan berfokus
mendasar
dalam pada
tujuan
diselenggarakannya.
pembentukan
sebuah event.
3.
Anwar The
Basalamah
of
acara Dalam
Importance Konsep
berbagai yang
Photography mencakup
penelitian
dilakukan,
dan Maria Pia as an information macam kegiatan sosial, terdapat
Adiati
support in Event pendidikan,
Management
hiburan,
berbagai
olahraga, macam kegiatan juga
dan
acara seperti edukasi, ada
keagamaan. Ini menjadi promosi,
dan juga
untuk branding.
mode
menggunakan
Oleh
kata karena itu persiapan
“event” untuk segala sebelum melakukan
sesuatu yang terjadi. event
Jadi
dalam
event
itu
sebuah secara matang dan
harus benar-benar
mencakup berbagai hal.
4. Lidia Wati Peranan
Evelina,
Mia Marketing
Event Penelitian
memfokuskan
diharuskan
dipersiapkan.
ini Dalam penelitian ini
pada tentu
Angeline dan Universitas
perencanaan marketing memfokuskan
Damianus
yang strategis sangat perencanaan
Terhadap
juga
pada
14
Cosmas
Harapan Kualitas diperlukan untuk dapat marketing
yang
Jasa dan Calon bersaing dengan yang strategis
agar
Mahasiswa Binus lain. Salah satu tools berjalan sesuai target
University
utama
yaitu
melalui perusahaan.
Maka
event. Tujuannya utama dari itu, dalam event
setiap
event
melibatkan
customer
adalah ini
digunakan
potential promosi-promosi
agar yang diperuntukkan
merasakan kesan yang para karyawan Bank
mendalam
suatu event.
terhadap Mandiri agar tertarik
dengan event ini dan
mendapatkan
kesan
yang mendalam dan
selalu
mengingat
event tersebut.
2.2 Landasan Konseptual
Pada bab ini penulis akan menjelaskan teori yang diidentifikasi pada bab 1
latar belakang yang berjudul ”Analisis Penyelenggaraan Special Event “Cashless”
bagi Awareness karyawan Bank Mandiri oleh PT. Digital Artha Media” dimana
penulis akan memaparkan proses yang terjadi dalam event tersebut.
2.2.1 Teori Komunikasi
Seperti teori komunikasi yang dikemukakan oleh Harold Laswell (Keith
Butterick, 2012: 20), Ia mengajukan empat pertanyaan: “siapa mengatakan apa?
lewat saluran mana? kepada siapa? apa efeknya?”. Dengan kata lain pesan
merupakan sesuatu yang diungkapkan oleh komunikator melalui saluran (media)
diterima oleh komunikan dan menimbulkan efek (feedback). Semua media bisa
menyampaikan pesan dan menimbulkan efek (feedback). Setiap orang yang
berkomunikasi selalu memiliki makna dalam setiap pesannya, dengan demikian
pemaknaan setiap percakapan dikatakan berhasil apabila kedua orang yang
15
berkomunikasi saling mengerti makna pesan yang disampaikan. Hal itu juga disebut
sebagai percakapan yang komunikatif.
Komunikasi terjadi bila ada sumber informasi yang merupakan bahan atau
materi yang akan disampaikan oleh komunikator. Sebelum informasi disampaikan
komunikator perlu melakukan penyandian (encoding) untuk mengubah ide dalam
otak ke dalam suatu sandi yang dapat dipahami. Setelah pesan disandikan kemudian
komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan melalui saluran atau media.
Ketepatan komunikasi dalam menerima pesan sangat dipengaruhi oleh kemampuan
komunikan dalam melakukan penafsiran (decoding). Komunikasi berlangsung efektif
bila terjadi feedback antara komunikan dan komunikator sebelum terjadinya
perubahan efek atau respon sebagai dampak dari komunikasi.
Bila dijabarkan menjadi delapan komponen akan menjadi sebagai berikut:
a. Komunikator (communicator, source, sender)
Komunikator adalah sumber yang memulai sebuah komunikasi dan
memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi. Pihak inilah yang membuat
suatu informasi untuk disampaikan ke pihak lain dengan harapan
mendapat umpan balik atau feedback. Dengan kata lain, komunikator
adalah pembuat dan pengirim pesan (sender). Dalam prakteknya saat
ini, baik sebagai individu maupun kelompok dapat dianggap sebagai
komunikator apabila menyampaikan sebuah informasi meskipun
hanya berkomunikasi satu arah, contohnya seperti pembawa berita di
televisi.
b. Encoding
Kegiatan yang dilakukan sumber untuk menerjemahkan pikiran dan
ide-idenya ke dalam suatu bentuk yang dapat diterima oleh indera.
Kemampuan seorang pengirim pesan dalam memilih kata-kata
sehingga menghasilkan kalimat yang bagus merupakan hal yang
penting dalam elemen ini.
c. Pesan (message)
Informasi yang dibuat atau dikirim oleh komunikator dinamakan
pesan (message). Pesan memiliki makna tersendiri dan bahkan
mendalam. Pesan dapat berbentuk suara, teks, gambar, video, dan lain
sebagainya. Makna yang dihasilkan oleh pesan dapat saja memiliki
16
bobot yang kuat ataupun tidak. Pesan yang tidak jelas maknanya atau
belum terbukti kebenarannya biasa disebut dengan isu. Isu akan
berkembang menjadi berita bila terus menerus dibicarakan oleh
masyarakat. Pesan membutuhkan alat media agar bisa tersampaikan,
namun maknanya dapat saja berubah oleh karena adanya gangguan
(noise).
d. Saluran (channel)
Pesan
dapat
tersampaikan
kepada
penerima
pesan
tentunya
membutuhkan saluran atau media. Pada perkembangannya, media kini
sudah beraneka ragam bentuk dan kegunaannya. Tentunya setiap
media memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seperti
media radio memberikan pesan audio, media cetak seperti majalah
memberikan pesan secara visual (gambar) dan teks, media televisi
memberikan pesan dalam bentuk video, audio, dan gambar. Media
dibutuhkan agar setiap pesan yang disampaikan dapat diterima oleh
penerima pesan dan menghasilkan umpan balik. Media yang baik itu
tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menyampaikan makna
pesan tersebut agar tidak berubah artinya.
e. Decoding
Kegiatan menerjemahkan atau menginterpretasikan pesan-pesan fisik
ke dalam suatu bentuk yang memiliki arti bagi penerima.
f.
Komunikan (communicant, communicate, reciever, recipient)
Pesan yang disampaikan oleh komunikator akan diterima oleh
komunikan melalui saluran atau media. Pada tahap ini, komunikan
atau penerima pesan akan memberikan umpan balik sesuai dengan
makna yang diberikan oleh komunikator. Umpan balik biasanya
disebut feedback dan merupakan makna yang diharapkan timbul dari
pesan awal. Makna yang dihasilkan dapat saja berubah oleh karena
gangguan pada saat proses penyampaian pesan.
g.
Feedback
Tanggapan atau umpan balik dari penerimaan pesan atas isi pesan
yang disampaikannya.
17
h.
Noise (Gangguan)
Segala sesuatu yang dapat mengintervensi proses pengiriman pesan.
Gangguan tersebut bisa berasal dari lingkungan seperti alam, atau
keramaian. (Morissan, 2010:43-52)
Dari penjelasan diatas mengenai delapan elemen komunikasi dapat dilihat
bahwa pada saat berlangsungnya komunikasi, elemen-elemen tersebut harus ada,
kecuali gangguan atau noise. Tujuannya agar dapat terciptanya sebuah jalinan
komunikasi yang efektif, sehingga tujuan dilakukannya komunikasi tersebut dapat
tercapai. Ketika komunikator melakukan komunikasi untuk menyampaikan pesan
kepada audiens atau komunikan, komunikator harus menyampaikannya dalam cara
yang jelas, menarik dan sederhana.
Dari definisi menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah
suatu proses penyampaian pesan dalam mengirim dan menerima informasi
antarpribadi agar sesuai dengan kepentingan yang ditujukan dari individu satu
dengan individu lainnya agar pemahaman yang pengirim pesan maksud dapat
diterima dengan baik oleh penerima pesan.
Elemen terpenting dalam model komunikasi ini adalah adanya sebuah umpan
balik terhadap suatu pesan. Umpan balik bisa berupa verbal atau non verbal, sengaja
atau tidak disengaja untuk mengetahui apakah pesan dapat tersampaikan dengan baik
dan bagaimana pencapaian pesan tersebut.
Elemen terakhir dari model komunikasi ini adalah bidang pengalaman
seseorang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi dan mempengaruhi bagaimana
pesan tersebut dapat tersampaikan dan diterima dengan baik. Melalui pengalamanpengalaman akan berdampak pada bagaimana cara dua orang yang sedang
berinteraksi tetap mempertahankan hubungan komunikasi mereka.
Konteks komunikasi interpesonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua
orang, konteks komunikasi tersebut merujuk pada hubungan dimana pembicaraan
dimulai, dan mempertahankan keretakan dalam hubungan komunikasi. Berinteraksi
dan berelasi memberikan kesempatan pada pengirim pesan untuk memaksimalkan
fungsi berbagai macam
saluran (pendengaran, penglihatan,
sentuhan dan
penciuman).
Tugas dalam mengelola informasi dalam jumlah yang sangat besar adalah
tantangan bagi sebuah organisasi. Pilihan-pilihan saluran komunikasi meningkat,
18
jumlah pesan yang diterima dan dikirim banyak akan meningkat pula kecepatan
dalam pengiriman informasi. Organisasi dihadapkan dengan mengartikan pesan yang
diterima dan menentukan siapa yang menerima pesan demi tercapainya tujuan dari
organisasi tersebut.
Beberapa ahli teori komunikasi organisasi menggunakan perumpamaan
mengenai sistem hidup untuk menggambarkan sebuah organisasi. Sebagaimana
sebuah sistem yang hidup terlibat dalam sebuah proses aktivitas untuk
mempertahankan fungsi dan keberadaannya, organisasi harus mempunyai prosedur
untuk menghadapi semua informasi yang harus dikirim dan diterima dalam mencapai
tujuannya. Organisasi terdiri atas orang dan tim yang saling terhubung, bergantung
satu sama lain untuk memenuhi tujuannya.
Teori informasi organisasi adalah cara untuk menjelaskan bagaimana
organisasi membuat informasi yang membingungkan atau ambigu menjadi masuk
akal. Teori ini berfokus pada proses pengorganisasian anggota organisasi untuk
mengelola informasi daripada berfokus pada struktur organisasi itu sendiri.
Lingkungan informasi adalah ketersediaan semua rangsangan dalam sebuah
organisasi. Organisasi mempunyai dua tugas utama yang harus dilakukan untuk
mengelola dengan sukses sebuah komunikasi : pertama, organisasi harus
menginterpretasikan informasi eksternal yang ada dalam lingkungan informasi
organisasi.
Kedua,
organisasi
harus
mengkoordinasikan
informasi
untuk
membuatnya bermakna bagi anggota organisasi dan tujuan organisasi.
Aturan adalah panduan dalam organisasi untuk menilai respon-respon
terhadap informasi yang tidak jelas, yang termasuk dalam aturan diantaranya adalah
durasi, personel, keberhasilan dan usaha (effort). Siklus adalah serangkaian perilaku
komunikasi yang berfungsi untuk mengurangi ketidakjelasan. Ada tiga tahapan dari
siklus perilaku komunikasi. Pertama, tindakan merujuk pada pernyataan dan perilaku
komunikasi yang digunakan untuk mengindikasikan ambiguitas seseorang. Kedua,
respon sebagai reaksi terhadap tindakan, respon mencari klarifikasi dalam pesan
yang tidak muncul sebagai hasil dari tindakan. Ketiga, penyesuaian adalah respon
organisasi terhadap ketidakjelasan. Penyesuaian merupakan hasil dari yang telah
dilakukan terhadap informasi yang mulanya diterima.
Keterkaitan dengan pembahasan ini adalah komunikasi menjadi sebuah
elemen penting dalam pengelolaan event, karena sukses atau tidaknya sebuah event
bergantung dari bagaimana pengelola bisa mengkomunikasikan proses atau tahap-
19
tahap event kepada klien, crew yang bertugas pada saat event dan peserta event.
Komunikasi sangat erat kaitannya dengan event, karena dalam proses kegiatan pra
event, event, dan pasca event, jika terjadi hambatan didalam pengolahan event
tersebut maka komunikasilah yang menjadi sarana paling tepat untuk mengatasi
hambatan-hambatan tersebut. Oleh karena itu diperlukan kekompakan dari semua
orang yang terlibat dalam event, mengerti alur event yang sudah ditetapkan dan
memberikan komunikasi secara efektif agar pesan-pesan yang disampaikan dapat
diterima dengan baik oleh semua tim yang terlibat dalam event.
2.2.2 Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi mencakup komunikasi yang terjadi di dalam dan di
antara lingkungan yang besar dan luas. Jenis komunikasi ini sangat bervariasi karena
komunikasi organisasi juga meliputi komunikasi intepersonal, kesempatan berbicara
di depan publik, kelompok kecil, dan komunikasi dengan menggunakan media. Oleh
karena itu, komunikasi organisasi terdiri atas komunikasi dalam kelompok yang
diarahkan oleh tujuan akhir yang sama (Richard West & Lynn H. Turner : 2008, 38)
Bila organisasi dikaitkan atau diterapkan terhadap kelompok manusia, maka
dapat disimpulkan bahwa:
1. Kelompok secara keseluruhan, mempunyai tujuan primer.
2. Anggota kelompok bekerja sebagai suatu unit untuk mencapai sasaran primer
mereka.
3. Setiap individu mempunyai fungsi yang didesain dan memberikan kontribusi
melalui pencapaian tujuan atau sasaran.
4. Pekerjaan setiap orang tidak mungkin dan tidak terlepas dari bantuan orang
lain.
5. Setiap anggota berhubungan dengan anggota-anggota lain dari kelompok ini
dengan cara khusus.
Komunikasi penting bagi organisasi dan informasi penting untuk komunikasi
yang efektif. Seseorang yang mengendalikan informasi akan mengendalikan
kekuatan organisasi. Struktur organisasi ditentukan oleh keefektifan komunikasi.
Ketika organisasi diharuskan mencapai tujuan, maka anggota-anggota yang berada
dalam strukturnya akan bekerja sesuai dengan jabatan dan fungsinya untuk mencapai
tujuan yang dimaksud. Setiap struktur saling melengkapi dan mempengaruhi antara
20
satu dengan yang lainnya. Konsekuensinya, anggota-anggota di dalamnya akan
saling berhubungan melalui metode-metode pencapaian tujuan.
Dengan demikian, anggota-anggota organisasi tersusun ke dalam sistem yang
saling berhubungan dan mampu menginterpretasikan pesan, baik yang datang dari
anggota kelompok atau organisasi itu sendiri maupun yang datang dari luar, atau
mampu mengkomunikasikan sesuatu kepada siapa dan dengan cara apa. Komunikasi
dalam organisasi dapat terjadi dalam bentuk kata-kata yang ditulis atau diucapkan,
gerakan tubuh atau simbol visual yang menghasilkan perubahan tingkah laku di
dalam organisasi, baik antara manajer-manajer, karyawan-karyawan, dan asosiasi
yang terlibat dalam pemberian ataupun mengirim komunikasi.
Hasil akhirnya adalah pertukaran informasi dan pengiriman makna atau
proses aktivitas komunikasi dalam organisasi. Secara spesifik aktivitas komunikasi
organisasi ada tiga, yaitu:
1. Operasional-internal : menstruktur komunikasi yang dijalankan dalam
sebuah organisasi dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kerja.
2. Operasional-eksternal : struktur komunikasi dalam organisasi yang
berkonsentrasi pada pencapaian tujuan-tujuan kerja yang dilaksanakan
oleh orang dan kelompok di luar organisasi.
3. Personal : semua perubahan insidental dan informasi dan perasaan yang
dirasakan oleh manusia yang berlangsung kapan saja mereka bersama.
Secara fungsional komunikasi organisasi dapat diidentifikasikan sebagai
pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan
bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit
komunikasi dalam hubungan-hubungan hierarkis antara yang satu dan yang lainnya
dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Dalam komunikasi organisasi yang umum
melibatkan dua elemen utama yaitu pemimpin dan karyawan. Oleh karena itu ada
komunikasi yang terjadi antar sesama karyawan maupun dengan pimpinan. Untuk
mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi antar pemimpin dan karyawan,
komunikasi tersebut dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
1. Downward communication
Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat yang dapat dikatakan
koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan
kebawah. Komunikasi ini bersifat satu arah, dari pemimpin ke karyawan,
informasi yang disampaikan meliputi : kebijaksanaan pemimpin,
21
peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh karyawan dan jadwal
kegiatan. Semakin jelas suatu pekerjaan yang harus diselesaikan, maka
proses komunikasi yang diperlukan akan kurang sehingga pemimpin
cukup mengkoordinasikan pekerjaan karyawan mereka melalui rencana
kerja atau job desk.
2. Upward communication
Koordinasi umpan balik berarti komunikasi ini teratur keatas, dari
karyawan kepada pemimpin. Terutama dalam melaksanakan pekerjaan
yang bersifat teknis, pemimpin sangat memerlukan input informasi
laporan.
3. Komunikasi horizontal dan diagonal
Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur
komunikasi atau informasi yang bersifat horizontal atau diagonal
antardepartemen atau unit dalam organisasi. Dalam kondisi tugas dan
pekerjaan semacam ini, pemimpin atau karyawan sangat membutuhkan
proses informasi yang tinggi, yang berkaitan dengan tugas yang
dilaksanakan. Masukan atau saran tidak hanya dari kelompok atau unit
kerjanya sendiri, akan tetapi memerlukan juga informasi dari unit kerja
lain dalam organisasi tersebut.
2.2.3 Public Relations
Public Relations yang diartikan “Hubungan Masyarakat (Humas)”, menurut
Deny dalam Ardianto (2011:9) public relations adalah fungsi manajemen yang
mengevaluasi publik, memperkenalkan berbagai kebijakan dan prosedur dari suatu
individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan membuat perencanaan,
serta melaksanakan suatu program kerja dalam upaya memperoleh pengertian dan
pengakuan publik.
Menurut Seidel dalam Ardianto (2011:9), public relations adalah proses dari
usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para
pelanggan, pegawai dan publik yang lebih luas lagi, dalam mengadakan analisis, dan
juga memberikan pernyataan-pernyataan keluar sehingga perusahaan dapat dikenal
oleh publik dan mempunyai pandangan atau persepsi dari masing-masing orang.
Sedangkan menurut Cutlip-Center-Broom mendefinisikan humas sebagai the
planned effort to influence opinion through good character and responsible
22
performance, based on mutually satisfactory two-way communications (usaha
terencana untuk mempengaruhi pandangan melalui karakter yang baik serta tindakan
yang bertanggung jawab, didasarkan atas komunikasi dua arah yang saling
memuaskan) (Morrisan, 2008:7).
Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa public relations
merupakan suatu bentuk manajemen komunikasi yang bersifat persuasif dalam
organisasi atau perusahaan. Public relations memiliki tanggung hawab untuk
menciptakan pandangan yang positif
di mata khalayak luas. Selain itu public
relations harus dapat membina hubungan dengan publik internal ataupun publik
eksternal dari organisasi atau perusahaan.
2.2.3.1 Fungsi Public Relations
Menurut Kriyantono (2012:21), secara garis besar fungsi public relations
adalah :
1. Memelihara komunikasi yang harmonis antara perusahaan dengan publiknya
(maintain good communication).
2. Melayani kepentingan publik dengan baik (serve public’s interest).
3. Memelihara perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik (maintain good
morals and manners).
Dari beberapa pemaparan fungsi dari public relations di atas, bahwa public
relations dalam suatu organisasi atau perusahaan ialah menciptakan hubungan yang
harmonis bagi publik internal dan eksternal. Serta public relations juga harus dapat
menciptakan citra yang baik bagi organisasi atau perusahaan.
Selain berbagai fungsi public relations yang dijelaskan, adapun ruang lingkup
public relations yang dilakukan. Menurut Kriyantono (2012:23) ruang lingkup public
relations meliputi :
1. Publication & Publicity : mengenalkan perusahaan kepada publik.
2. Events : mengorganisasi event atau kegiatan sebagai upaya membentuk citra.
3. News : pekerjaan seorang public relations adalah menghasilkan produkproduk tulisan yang sifatnya menyebarkan informasi kepada publik, seperti
press release atau newsletter, dan berita lainnya.
23
4. Community involvement : public relations harus membuat program-program
yang ditujukan untuk menciptakan keterlibatan komunitas atau masyarakat
sekitarnya. Public relations juga diharapkan dapat memposisikan perusahaan
sebagai bagian dari komunitas. Diharapkan akan muncul perasaan memiliki
terhadap perusahaan (sense of belonging) dalam diri komunitasnya.
5. Identity media : merupakan pekerjaan public relations dalam membina
hubungan dengan media (pers). Sangat penting untuk memperoleh publisitas
media. Media adalah mitra kerja abadi public relations. Media butuh public
relations sebagai sumber berita dan public relations butuh media sebagai
saran penyebaran informasi serta pembentuk opini publik.
6. Lobbying : public relations sering melakukan upaya persuasi dan negosiasi
dengan berbagai pihak. Keahlian ini tambak dibutuhkan misalnya pada saat
terjadi krisis manajemen untuk mencapai kata sepakat di antara pihak yang
bertikai.
7. Social investmen : pekerjaan public relations untuk membuat programprogram yang bermanfaat bagi kepentingan dan kesejahteraan sosial,
termasuk di sini adalah program Corporate Social Responsibility.
2.2.4 Event
Dalam menyelenggarakan suatu acara, tentu dibutuhkan konsep sebagai dasar
dari penyelenggaraan acara. Hal ini bertujuan agar acara dapat menarik minat target
audiens dari acara tersebut. Oleh karena itu penting bagi pihak penyelenggara acara
dan pihak klien untuk saling berdiskusi konsep seperti apa yang akan dipakai pada
acara tersebut.
Event adalah tipe promosi yang sering digunakan perusahaan atau
menghubungkan sebuah merek pada suatu acara atau sebuah pesta yang tematik yang
dikembangkan dengan tujuan untuk menciptakan suatu pengalaman bagi konsumen
dan mempromosikan suatu produk atau jasa tersebut. Para pemasar sering melakukan
event marketing untuk mengasosiasikan produk mereka dengan aktivitas yang
populer seperti acara olahraga, konser, bazar, atau festival. Namun biar
bagaimanapun juga para marketer tetap menyelenggarakan event mereka sendiri
dengan tujuan promosi.
24
Secara umum, konsep dapat diartikan sebagai sebuah abstraksi tentang suatu
hal yang menggambarkan ciri-ciri secara umum mengenai sekelompok objek, ide,
peristiwa
atau
fenomena
lainnya.
Melalui
konsep,
diharapkan
dapat
disederhanakannya sebuah pemikiran atau ide mengenai suatu objek.
Dengan kata lain, konsep merupakan dasar dari suatu pemikiran yang pada
akhirnya akan membentuk sebuah alur kegiatan. Dalam penyusunan konsep yang
dilakukan oleh pihak penyelenggara, konsep tersebut harus disesuaikan dengan
tujuan dilaksanakannya acara tersebut. Perangkaian suatu gagasan sehingga menjadi
sebuah konsep, dibutuhkan sebuah kemampuan khusus. Selain itu, ketika
membentuk konsep event, pihak penyelenggara terlebih dahulu harus berkomunikasi
dengan pihak klien tentang apa yang diinginkan oleh mereka untuk event ini.
Pentingnya penyusunan konsep sebagai dasar penyelenggaraan event
berkaitan dengan hasil yang akan dicapai. Sebab menarik atau tidaknya konsep suatu
event akan mempengaruhi kepuasan para undangan yang hadir pada event yang
diselenggarakan yang tentu saja akan berdampak pada pihak penyelenggara event.
Untuk melakukan penyusunan konsep event maka terdapat 4 hal yang harus
diperhatikan dalam perencanaannya. Hal-hal tersebut menurut Glenn McCartney
(2010:145-147) antara lain adalah : Visi, Misi, Tujuan dan Objektif.
Pada tabel di bawah ini akan memberikan penjelasan mengenai empat hal tersebut:
Tabel 2.2 Visi, Misi, Goal dan Objektif
(Sumber : McCartney, 2010 :146)
Conceiving the vision and mission
Setting goals and objectives
25
VISI : Sebuah visi melihat akan masa depan GOAL : Sebuah goal menyatakan tujuan dari
dan menentukan apa yang diinginkan dari event dan hal-hal yang ingin dicapai.
diselenggarakannya sebuah event.
MISI : Sebuah misi akan memberikan OBJEKTIF : Sebuah objektif dari acara harus
alasan dan fokus dibalik sebuah event dan menentukan : “Apa yang dihasilkan dari
mengapa hal tersebut dibutuhkan. Hal-hal sebuah event?”. Objektif bervariasi dan
tersebut harus mencakup semua stakeholder mungkin termasuk gabungan dari mencapai
dari para pemegang dana dan berharap agar keuntungan, launching product, keterpaduan
mendapatkan keuntungan dari komunitas sosial, meningkatkan pariwisata atau
lokal. Sementara sebuah visi didasarkan perayaan. Sebuah objektif yang baik memiliki
pada sebuah impian atau keinginan, maka unsur SMART (Spesific, Measureable and
misi didasarkan pada realitas, mengingat quantifiable, Achievable, Relevant, Time
specific).
dukungan dan sumber daya.
Memiliki keempat hal tersebut memampukan si penyelenggara event untuk
merencanakan sebuah konsep event yang ketika setelah diselenggarakan dapat
mencapai tujuan dari diselenggarakan event tersebut. Atau dengan kata lain memiliki
keempat hal tersebut menjadi arah kemana event tersebut dibawa.
Setelah menentukan keempat hal tersebut yang menjadi landasan penyusunan
sebuah konsep event, maka langkah selanjutnya adalah mulai menyusun konsep
sebuah event. Menurut Glenn McCartney (2010:148) terdapat beberapa hal yang
berkaitan dalam proses penyusunan konsep event, yaitu sebagai berikut :
a.
Membuat Ide Event
1.
Melakukan riset pasar atau lingkungan dan melihat
bagaimana pembuatan event yang telah dilakukan sebelumnya. Hal
ini dilakukan sebagai bahan pembandingan bagi kita agar dapat
mengetahui seperti apakah event yang telah dilakukan sebelumnya,
sehingga kita dapat meningkatkan kekuatan dari event tersebut.
2.
Melibatkan para pemangku kepentingan event
dalam meningkatkan awareness. Hal ini dilakukan agar kita dapat
mengetahui keinginan dari pihak klien mengenai konsep event
tersebut.
b.
Pengaturan Tujuan
26
1. Menyamakan tujuan event dengan kebijakan perusahaan.
2. Memastikan bahwa tujuan event memiliki karakter SMART
(Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Specific).
c.
Screening Proccess
Melakukan pengurangan hal-hal yang berkaitan dengan acara
dikarenakan tidak cukupnya sumber daya keuangan, dan SDM dalam
perencanaan event.
d.
Feasibility Testing
1. Melakukan uji coba konsep event atau mempresentasikan konsep
event yang telah disusun di depan para stakeholder event.
2. Menganalisa tanggapan dari para stakeholder tersebut agar
penyusunan konsep tersebut dapat disesuaikan dengan tujuan event
yang telah ditetapkan.
e.
Concept Refining
1.
Melibatkan tim produksi, tim desain, tim hiburan dan
tim pemasaran.
2. Mengembangkan strategi kolaborasi dengan stakeholder lokal dan
internasional.
3. Menciptakan tim kerja yang bertanggung jawab untuk peran-peran
yang berbeda.
f.
Implementasi atau penyelenggaraan event serta mengawasi.
1. Mengimplementasi konsep event yang telah dibuat.
2. Melihat umpan balik dari implementasi event dan respon dari
mekanisme event.
g.
Review dan Evaluasi
1. Menetapkan cara untuk melakukan evaluasi event yang telah
dilakukan.
2. Memberikan tanggapan secara konstan untuk menyesuaikan dengan
tujuan event.
Dengan kita memperhatikan hal-hal diatas maka akan membantu kita untuk
menyusun sebuah konsep yang dapat mencapai tujuan dilakukannya sebuah event.
Selain itu, di dalam penyusunan sebuah konsep event kita harus mengetahui
bagaimana tahapan penyusunan rencana kegiatan event yang akan dilakukan. Hal ini
27
dilakukan agar kegiatan yang akan dijalankan memiliki pedoman yang jelas sehingga
acara tersebut dapat berjalan secara sistematis dan tidak berantakan.
Dari beberapa hal diatas yang berkaitan dalam penyusunan suatu konsep event,
ada salah satu hal yang penting yaitu melakukan uji kelayakan atau testing the
feasibility. Melakukan uji kelayakan atau disebut sebagai testing the feasibility
terhadap konsep event serta melakukan pemantauan terhadap proses perencanaan
event akan membantu kita dalam menentukan level sukses pelaksanaan event tersebut.
Ketika melakukan perencanaan dan membentuk sebuah konsep event, orangorang yang bekerja tersebut haruslah mempertimbangkan mengenai hal-hal apa saja
yang akan mempengaruhi proses berjalannya event.
2.2.4.1 Pendekatan dan Karakteristik Event
Terdapat tiga pendekatan yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan
sebuah event, yang dikenal dengan “3E” yaitu:
a.
Entertainment
Kunci keberhasilan pemasaran event adalah mampu menyediakan hiburan yang
menarik audiens untuk keluar dari rumahnya dan mencoba untuk sesuatu yang
tidak bisa mereka peroleh dirumah.
b.
Excitement
Hal ini adalah kunci agar event yang diselenggarakan akan selalu dikenang.
Mengesankan dapat diciptakan dengan memberi penghormatan (award) sebagai
perusahaan terbaik, pengenalan logo baru, atau perayaan ulang tahun perusahaan.
Setiap event harus dirancang untuk memberi kesan mendalam, dan harus menjadi
bagian dalam pemasaran. Jadi event apapun yang dipasarkan, buatlah agar
“mengesankan”.
c.
Enterprise
Enterprise diartikan sebagai kesiapan untuk menanggung risiko atau mencoba
sesuatu yang belum pernah dicoba. Event yang menuntut pengembangan akal,
berlayar tanpa diberi petunjuk arah, mengubah cara-cara yang biasa menjadi cara
yang lebih imajinatif. Inilah kreativitas dan inovasi yang harus selalu ada dalam
sebuah event.
Menurut Any Noor (2009:13) event memiliki beberapa karakteristik karena
setiap penyelenggaraan event harus memiliki ciri tersendiri. Bagaimanapun
28
karakteristik event hampir sama dengan pelayanan yang diberikan oleh industri
pelayanan lainnya. Berikut adalah karakteristik yang mendasari dari evaluasi event:
a. Keunikan
Kunci utama suksesnya sebuah event adalah pengembangan ide, maka event
yang diselenggarakan akan memiliki keunikannya tersendiri.
b. Perishability
Setiap event yang diselenggarakan tidak pernah sama, apabila event yang sama
diselenggarakan lagi, akan tetapi event yang dihasilkan tidak akan sama persis
seperti event sebelumnya.
c. Intangibility
Setelah menghadiri event, yang tertinggal dibenak pengunjung adalah
pengalaman yang telah di dapatkan dari dari penyelenggaraan event. Hal
tersebut merupakan proses perubahan dari tangible menjadi intangible.
d. Suasana dan Pelayanan
Suasana dan pelayanan merupakan karakteristik yang penting pada saat
keberlangsungan event. Event yang dilaksanakan dengan suasana dan
pelayanan yang tepat akan menciptakan event yang sukses.
e. Interaksi personal
Interaksi personal dari pengunjung merupakan kunci sukses penyelenggaraan
event, karena pengunjung akan merasa menjadi bagian dalam event tersebut.
Menurut peneliti, pendekatan dan karakteristik event ketika diterapkan pada
sebuah event haruslah berbeda dari yang lain. Jika sebuah perusahaan
mengadakan sebuah event, maka event tersebut harus dikemas dengan menarik
sehingga dapat memberikan kepuasan bagi pengunjung. Event yang menarik
tentu saja tidak akan mudah dilupakan oleh pengunjungnya.
Dari teori tersebut penulis menyimpulkan bahwa event adalah suatu kegiatan
untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia yang
berhubungan dengan adat, budaya, tradisi, agama, yang diselenggarakan untuk tujuan
tertentu yang dipisahkan oleh aktivitas normal kehidupan sehari-hari. Melalui event,
sebuah tujuan acara akan lebih tercapai dengan mudah dan dapat diterima oleh
audiens.
29
2.2.5 Special Event
Definisi Event menurut Glenn McCartney dalam Event Management : An
Asian Perspective (2010:6) adalah : Events are essentially an assembly or
reunion of people for private or public celebrations, ritual or
remembrance (Kegiatan ini yang pada dasarnya untuk reuni pribadi atau
publik biasanya berbentuk pesta, ritual atau peringatan).
Sebuah event merupakan kegiatan yang dirancang dan disusun oleh
sekelompok orang dengan tujuan untuk merayakan suatu hal-hal penting yang
diadakan pada suatu kurun waktu tertentu. Pelaksanaan event di masa sekarang ini
telah menjadi salah satu cara yang digunakan oleh instansi pemerintah, organisasi
dan perusahaan untuk berbagai kegiatan kampanye politik atau kegiatan bisnis.
a) Elemen-elemen
Di dalam mewujudkan sebuah event, maka dibutuhkan hal-hal berikut
yang menjadi elemen pendukung suksesnya serta efektifnya sebuah event.
Dengan begitu maka acara yang akan diselenggarakan akan terorganisir
dengan baik.
Elemen-elemen
perencanaan
tersebut
menurut
Philip
dan
Roger
(Pudjiastuti, 2010:16) yakni :
1.
Why
Berkaitan dengan alasan serta maksud dan tujuan diselenggarakannya
special event tersebut, peneliti ingin membahas mengenai apa yang
menjadi alasan serta tujuan diselenggarakannya event .
2. Who
Berkaitan dengan khalayak yang menjadi sasaran dilaksanakannya event
tersebut, para tim khusus, dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung
jawab atas event yang diselenggarakan.
3. When
Berkaitan dengan pemilihan waktu penyelenggaraan event tersebut serta
alasan memilih waktu tersebut. Berkenaan dengan waktu serta alasan
dipilihnya periode event karena sesuai dengan keinginan dari klien yang
30
ingin menyelenggarakan event dengan konsep yang memorable dan
spektakuler.
4.
Where
Berkaitan dengan lokasi tempat diselenggarakannya event tersebut.
5. What
Hal ini bekaitan dengan bentuk event yang akan dilakukan, format event,
serta kesan-kesan apa saja yang ingin ditampilkan. Dengan melakukan
analisa terhadap informasi format event serta kesan-kesannya, yang
bersumber dari keinginan klien.
6. How
Berkaitan dengan bagaimana rencana kerja komunikasi akan memberikan
hasil yang terukur dan dapat dihitung. Pihak penyelenggara terlebih dahulu
membuat feasibility study
yang dipresentasikan dihadapan kliennya,
sehingga dapat dilihat apakah event yang akan diselenggarakan dapat
diukur keberhasilannya.
Elemen-elemen tersebut merupakan hal mendasar dalam merancang suatu
kegiatan. Dengan menggunakan elemen-elemen tersebut ketika merancang
konsep sebuah event, maka dapat membantu para tim perencana untuk
melihat arah dari event yang akan diselenggarakan, sehingga event tersebut
nantinya dapat berjalan dengan efektif.
b) Fungsi
Menurut Tom Duncan (Pudjiastuti, 2010 : 25), terdapat beberapa fungsi
dari dilaksanakannya suatu event. Fungsi tersebut antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Mempengaruhi target khalayak.
Dengan diadakannya suatu event, hal tersebut dapat mempengaruhi
masyarakat atau target marketing untuk menaruh perhatian yang lebih
terhadap perusahaan atau organisasi yang menyelenggarakan event
tersebut.
31
2. Mengasosiasikan sebuah merek dengan suatu kegiatan, gaya hidup,
maupun individu tertentu. Memberikan informasi kepada target
khalayak mengenai suatu produk yang dipromosikan lewat event yang
diselenggarakan.
3. Menjangkau target khalayak yang lebih luas.
Dengan menyelenggarakan sebuah event, dapat menarik perhatian
dengan jangkauan yang lebih luas lagi.
c)
Tipe-tipe Event
Menurut Glenn Mc Cartney terdapat beberapa tipe dari Event
(Glenn Mc Cartney, 2010:7). Tipe tersebut antara lain adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.3 Tipe-tipe event
Tipe Event
Olahraga
Tujuan
a. Kompetisi antara partisipan di tanah, air atau udara
b. Partisipan tingkat pemula atau professional
c. Tingginya keterlibatan pemangku kepentingan acara seperti
partisipan, sponsor, media dan pemerintah
Kebudayaan
a. Jenis festival yang bervariasi berdasarkan agama, budaya dan
tradisi lokal
b. Diadakan di museum, tempat-tempat bersejarah, kuil dan gereja,
kota dan desa, serta lapangan terbuka
Kesenian
1. Konser dan pertunjukan digunakan untuk memamerkan lukisan
lokal atau internasional, kerajinan tangan, tarian, musik, lagu dan
kostum
2. Merayakan acara seperti upacara penghargaan dengan fokus
khusus pada seni
Politik
a. Acara yang diselenggarakan oleh pemerintah nasional atau daerah
b. Memamerkan pasukan militer
32
MICE
Akronim dari MICE adalah Meetings, Incentive travel, Conventions,
Exhibitions
Rekreasi
a. Acara olahraga yang menyenangkan atau outings
b. Aktifitas sosial dan permainan
Special
a. Memperkenalkan produk baru
b. Upacara pembukaan dan penutupan serta upacara penghargaan
c. Beauty pageants
d. Acara mengumpulkan dana dan amal
Private
a. Ulang tahun, anniversary, pernikahan, dan berbagai acara lainnya
b. Pemakaman yang bersifat kenegaraan dan acara pada hari
perkabungan
(Sumber : Mc Cartney, 2010:7)
Pengertian Special Event menurut Getz (Johnny 2011:12) terdapat dua
konteks yaitu dari sudut pandang Event Organizer dan konsumernya.
1. Event Organizer : a special event is a one time, or infrequently occuring event
outside the normal program or activities of the sponsoring or organizing body.
Special event yang dirancang dan dilaksanakan oleh sebuah Event Organizer
merupakan jenis acara yang dalam perancangannya harus dibuat secara khusus dan
benar-benar berbeda, sehingga acara tersebut tidak sama seperti acara yang biasanya
dibuat oleh klien. Sebuah special event merupakan acara yang dilaksanakan atau
dilakukan oleh suatu perusahaan atau instansi dalam frekuensi yang tidak sering
seperti acara biasanya.
Sedangkan dari sisi klien,
2. Konsumer atau klien : a special event is an opportunity for an experience outside
the normal range of choices or beyond everyday experience. (Acara khusus ini
merupakan kesempatan untuk sebuah pengalaman di luar kisaran normal atau di luar
pengalaman sehari-hari).
33
Dari sudut pandang klien, special event dipandang sebagai sebuah
kesempatan bagi mereka untuk memberikan sebuah pengalaman yang berbeda dari
biasanya kepada para tamu undangan, sehingga mereka dapat memiliki persepsi yang
baik seperti yang diharapkan dari tujuan dilaksanakannya event tersebut.
Dari pernyataan para ahli tersebut dapat dilihat bahwa penyelenggaraan
sebuah
special
event
memiliki
peran
yang
penting
bagi
pihak
yang
menyelenggarakannya. Karena dengan menyelenggarakan sebuah event yang spesial
atau khusus maka hal tersebut akan membuat event nya berbeda dari event-event
biasa. Selain itu, event khusus atau special event tentunya akan lebih menarik
perhatian audiens.
2.2.5.1 Tujuan dan Manfaat Special Event
Tujuan dari diselenggarakannya sebuah special event adalah untuk
memberikan kesan yang mendalam bagi setiap khalayak yang terlibat, baik audiens,
pemberi sponsor, maupun pelaksananya (Pudjiastuti, 2010:15).
Menurut Tom Duncan (Pudjiastuti, 2010:25), tujuan diselenggarakannya
sebuah special event adalah :
a. Mempengaruhi khayalak sasaran.
b. Mengasosiasikan sebuah merek dengan suatu kegiatan, gaya hidup, atau
individu tertentu.
c. Menjangkau target sasaran yang lebih luas.
d. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap merek, produk atau
perusahaan.
e. Mempublikasikan sebuah merek, produk atau perusahaan yang nantinya
akan meningatkan pengetahuan khalayak.
Dari poin-poin tersebut dapat dilihat bahwa tujuan penyelenggaraan suatu
special event adalah untuk mempengaruhi khayalak, publikasi, dan menciptakan
sebuah citra yang baik di mata khalayak. Melalui kegiatan tersebut pihak yang
menyelenggarakan jenis event ini secara efektif dapat mempengaruhi khalayak
melalui komunikasi yang disampaikan selama acara berlangsung.
Dengan diadakannya sebuah special event, maka perusahaan yang
menyelenggarakannya dapat berkomunikasi secara langsung dengan para khalayak
34
mengenai produk atau perusahaannya. Melalui cara ini, maka perusahaan akan lebih
mudah untuk meningkatkan awareness masyarakat.
2.2.5.2 Implementasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Special Event
Ketika sebuah konsep event telah selesai dirancang, maka selanjutnya yang
dilakukan adalah melakukan implementasi terhadap rancangan konsep tersebut.
Menurut Pudjiastuti (2010:87) terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika
akan mengimplementasikan sebuah konsep event, yaitu :
1. Persiapan
Melakukan
pengecekkan
terhadap
hal-hal
yang
berkaitan
dengan
pelaksanaan event. Seperti tim khusus, kondisi tempat yang akan
diberlangsungkan event tersebut, dan sebagainya.
2. Geladi bersih
Melakukan kegiatan untuk mencoba dan mengecek kesiapan dari para
anggota yang akan terlibat ketika event dimulai. Kegiatan ini dilakukan oleh
para pengisi event, alat-alat yang akan digunakan ketika event. Sedangkan
dari segi koordinasi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika
melakukan implementasi rancangan konsep event, hal ini bertujuan agar
dalam pelaksanaan event kerja sama tim tetap terjalin dengan baik. Hal-hal
yang diperhatikan yaitu seperti:
a.
Komunikasi
Kesempurnaan koordinasi dalam special event sangat ditentukan oleh
kualitas komunikasi yang dilakukan secara terus-menerus di antara
anggota tim kerja. Ketika pelaksanaan event mulai berlangsung
masing-masing crew harus tetap menjaga komunikasi yang baik, hal
ini dapat dilakukan dengan menggunakan HT (Handy Talky).
b.
Kepentingan pribadi
Setiap anggota tim harus mampu untuk tidak mencampuradukkan
antara kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok. Hal ini
bertujuan agar tidak menimbulkan perpecahan di dalam tim event.
c.
Komitmen
Komitmen anggota tim dibutuhkan sejak awal persiapan acara sampai
dengan tahap akhir atau evaluasi.
35
Dengan adanya komitmen maka setiap anggota tim tetap mengerjakan
pekerjaan mereka yang telah diberikan hingga event selesai. Sebab
tidak sedikit orang yang bersemangat diawal pembentukan tim, namun
ketika telah mulai mengerjakan tugas mereka dan merasa lelah,
meninggalkan pekerjaannya.
d.
Kepercayaan
Membangun kepercayaan antar anggota tim sangat dibutuhkan untuk
dapat menghasilkan event yang sukses. Ketika dapat dibangunnya
kepercayaan baik antar anggota tim maupun dengan klien, tentu saja
akan memudahkan dalam melakukan kerja sama ketika tahap
penyusunan maupun implementasi event.
e.
Kerja sama
Kualitas koordinasi sebuah event dapat dilihat dari kemampuan
manajer event dalam membangun kolaborasi atau kerja sama diantara
seluruh anggota tim dan hal ini merupakan pekerjaan yang sulit karena
masing-masing anggota memiliki personality.
f.
Tanggung jawab
Hal ini berkaitan dengan upaya mengatasi masalah yang muncul
dengan baik dan benar sehingga tidak mengganggu kelancaran kerja
pihak lain. Tanggung jawab sangat penting dalam setiap kegiatan. Jika
tidak ada tanggung jawab dari setiap anggota atas tugasnya maka
event tidak akan berjalan dengan sukses.
2.2.5.3 Kendala-kendala Pelaksanaan Special Event
Dalam penyusunan konsep event, konseptor juga harus memikirkan
kemungkinan-kemungkinan munculnya kendala-kendala ketika event dilaksanakan.
Kendala-kendala tersebut berkaitan dengan faktor SDM (Sumber Daya Manusia),
faktor teknis, faktor alam dan sebagainya (Pudjiastuti, 2010:90).
Contoh kendala pada Sumber Daya Manusia seperti kurangnya tenaga kerja
untuk melakukan persiapan event, yang mengurus bagian administrasi, resepsionis
ketika event dan lain sebagainya. Contoh kendala pada faktor alam lebih kepada
keadaan cuaca pada saat event yang tidak bisa dipredikskan. Oleh karena itu
36
konseptor atau pihak penyelenggara event harus memikirkan antisipasi terhadap
kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan muncul, sehingga event tetap dapat
berjalan dengan baik hingga akhir.
2.2.6 Awareness
Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang
kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna sama bagi
kedua pihak. Dalam situasi tertentu, komunikasi dilakukan dengan menggunakan
media tertentu untuk mencapai sasaran yang jauh tempatnya atau banyak jumlahnya.
Dalam situasi tertentu pula komunikasi dimaksudkan atau ditujukan untuk merubah
sikap (attitude), pendapat (opinion), dan tingkah laku (behavior) seseorang atau
sejumlah orang, sehingga ada efek atau dampak tertentu yang diharapkan.
Hierarchy of Effect menyediakan sudut pandang umum untuk menganalisa
dampak komunikasi. Premis dasar model ini adalah dampak dari pesan yang akan
muncul dalam suatu periode waktu. Pesan mungkin tidak akan menimbulkan respon
behavioral yang segera, tetapi beberapa tahapan efek harus terjadi dengan setiap
tahap dipenuhi sebelum naik ke tahapan berikutnya dalam hirarki yang ada.
Lavidge dan Steiner (Marketing Management, 2008 : 568) adalah dua ahli
yang mengemukakan hirarki ini. Mereka membagi tahap-tahap pencapaian
efektivitas dilihat dari tiga komponen menurut suatu konsep sistem sikap dari konsep
psikologi sosial yaitu :
1. Tahap Kognitif
Tahap pertama, yaitu tahap kognitif yang meliputi apa yang
dipikirkan dan diketahui oleh individu mengenai suatu objek. Hal ini
didasarkan pada knowledge, opinion, faith dan value. Kognitif terdiri
dari tingkat kesadaran atau pengetahuan. Tahap ini mengacu pada
alam pemikiran.
2. Tahap Afektif
Tahap kedua yaitu tahap afektif, terdiri dari komponen perasaan suka
(liking), preferensi (preference) dan keyakinan (conviction). Kondisikondisi yang termasuk dalam tahap ini antara lain adalah perasaan
suka khalayak terhadap produk dan kecendrungan khalayak untuk
37
memilih menggunakan produk tersebut dibanding produk yang lain.
Tahap ini mengacu pada alam emosi.
3. Tahap Konatif
Tahap ini meliputi tindakan dimana audiens telah mengetahui
kelebihan dari produk, khalayak merasa yakin bahwa produk ini dapat
memenuhi kebutuhannya dan memberikan solusi bagi masalah yang
dihadapinya. Tahap ini diwakili oleh tingkat penggunaan dalam studi
periklanan, namun pada studi ini diwakili dengan tindakan khalayak
dalam menanggapi informasi yang diberikan. Tahap ini mengacu pada
alam motivasi.
38
2.3 Kerangka Pemikiran
Tabel 2.4 Kerangka Pemikiran
Bank Mandiri
Aplikasi Mandiri
E-Cash
PT. DAM
Penyusunan Konsep Event
Event “Mandiri
Cashless”
1. Screening Process
2. Feasibility Testing
3. Concept Refining
4. Implementasi Event
5. Evaluasi Event
Awareness
Karyawan Bank
Mandiri
39
(Sumber : Dibuat oleh Peneliti)
Download