Komunikasi Terapeutik Pada Pasien Isolasi : Karya Tulis Ilmiah : http

advertisement
This page was exported from Karya Tulis Ilmiah [ http://karyatulisilmiah.com ]
Export date: Wed Jul 19 0:31:48 2017 / +0000 GMT
Komunikasi Terapeutik Pada Pasien Isolasi
LINK DOWNLOAD [32.25 KB]
Pengertian Komunikasi Terapeutik
Menurut Indrawati dalam Sahara (2008) mendefinisikan komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang
direncanakan secara sadar, dengan tujuan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien.
Menurut Sahara (2008) Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling
memberikan pengertian antara perawat dengan pasien, persoalan mendasar dan komunikasi ini adalah adanya
saling membutuhkan antara perawat dengan pasien sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi
di antara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan.
Menurut Arwani (2003) Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa dikesampingkan namun harus
direncanakan, disengaja dan merupakan tindakan profesional. Akan tetapi, jangan sampai karena terlalu asyik
bekerja kemudian melupakan pasien sebagai manusia dengan beragam latar belakang dan masalahnya.
Manfaat Komunikasi Terapeutik
Adapun manfaat komunikasi terapeutik menurut Indrawati dalam Sahara (2008) yaitu untuk mendorong dan
menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien, mengidentifikasi,
mengungkapkan perasaan dan mengkaji masalah evaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat.
Tujuan Komunikasi Terapeutik
Tujuan dari komunikasi terapeutik menurut Indrawati dalam Sahara (2008) yaitu :



Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat
mengambil tindakan yang efektif untuk pasien.
Membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik, fisik dan diri sendiri.
Membantu kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien sangat dipengaruhi oleh kualitas
hubungan perawat-klien bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat
kesembuhan klien.
Karakteristik Komunikasi Terapeutik
Karakteristik komunikasi terapeutik yaitu sebagai berikut :

Ikhlas (Genuine)
Semua perasaan negatif yang dimiliki oleh pasien harus bisa diterima dan pendekatan individu dengan verbal
maupun non verbal akan memberikan bantuan kepada pasien untuk mengkomunikasikan kondisinya secara
tepat.

Empati (Empathy)
Merupakan sikap jujur dalam menerima kondisi pasien, objektif dalam memberikan penilaian terhadap kondisi
pasien dan tidak berlebihan.

Hangat (warmth)
Kehangatan dan sikap pormisif yang diberikan diharapkan pasien dapat memberikan dan mewujudkan ideidenya tanpa rasa takut, sehingga pasien bisa mengekspresikan perasaannya lebih mendalam.
Jenis Komunikasi Terapeutik
Menurut Potter and Perry dalam Sahara (2008). Jenis komunikasi terapeutik adalah sebagai berikut :

Komunikasi Verbal
Komunikasi yang lazim digunakan dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah pertukaran informasi
secara verbal terutama pembicaraan dengan tatap muka. Komunikasi verbal biasanya lebih akurat dan tepat
waktu. Kata-kata lain adalah alat atau simbol yang dipakai untuk mengekspresikan ide atau perasaan.
Komunikasi verbal yang efektif harus :

Jelas dan ringkas
Komunikasi yang efektif harus sederhana, pendek dan langsung. Makin sedikit kata-kata yang digunakan makin
kecil kemungkinan terjadinya kerancuan.

Perbendaharaan kata
Komunikasi tidak akan berhasil jika pengiriman pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan.

Arti denotative dan konotatif
Arti denotative memberikan pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan, sedangkan arti konotatif
merupakan pikiran, perasaan atau ide yang terdapat dalam suatu kata-kata serius dipahami klien sebagai suatu
kondisi mendekati kematian.

Selaan dan kesempatan berbicara
Kecepatan dan tempo bicara yang tepat turut menentukan keberhasilan komunikasi verbal selaan yang lama dan
pengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan lain mungkin akan menimbulkan kesan bahwa perawat sedang
menyembunyikan sesuatu terhadap klien.

Waktu dan relevansi
Waktu yang tepat sangat penting untuk menangkap pesan bila klien sedang menangis kesakitan, tidak waktunya
untuk menjelaskan resiko operasi, kendatipun pesan diucapkan secara jelas dan singkat.

Humor
Tertawa membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stress, dan meningkatkan
keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien.

Komunikasi tertulis
Komunikasi tertulis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam bisnis seperti
komunikasi melalui surat menyurat, pembuatan memo, laporan, iklan disurat kabar dan lain-lain.
Pada dasarnya prinsip dari komunikasi tertulis terdiri dari :

Komunikasi non verbal
Komunikasi non verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Merupakan cara yang paling
meyakinkan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, perawat perlu menyadari pesan verbal dan non
verbal yang disampaikan klien mulai dan saat pengkajian sampai evaluasi. Asuhan keperawatan pesan non verbal
terdiri dari :

Kinesik
Adalah pesan non verbal yang diimplementasikan dalam bentuk bahasa isyarat tubuh atau anggota tubuh.

Proksemik
Yaitu bahasa non verbal yang ditujukan oleh ruang, jarak antara individu dengan orang lain waktu berkomunikasi
atau antara individu dengan objek.

Haptik
Yaitu sama dengan menepuk-nepuk, meraba-raba,
mengkomunikasikan relasi anda dengan seseorang.

memegang,
mengelus
dan
mencubi. Haptik
Paralinguistic
Yaitu meliputi setiap penggunaan suara sehingga dia bermanfaat kalau kita hendak menginterpretasikan simbol
verbal sebagai contoh.

Artifak
Artifak dalam komunikasi non verbal dengan berbagai benda material disekitar kita.

Logo dan warna
Kreasi perancang untuk menciptakan logo dalam penyuluhan merupakan karya komunikasi bisnis, biasanya logo
dirancang dijadikan simbol dan suatu karya organisasi atau produk suatu organisasi.

Tampilan fisik tubuh
Kesan tertentu terhadap tampilan fisik tubuh dari lawan bicara anda kita sering menilai seseorang mulai dari
warna kulitnya dan tipe tubuh.
Fase-Fase Komunikasi Terapeutik
Menurut Arwani (2003) fase-fase dari komunikasi terapeutik adalah sebagai berikut :

Orientasi (orientation)
Hubungan yang terjadi masih dangkal dan komunikasi yang terjadi bersifat penggalian informasi antara perawat
dan pasien.

Kerja (working)
Perawat dituntut untuk bekerja keras untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan pada fase orientasi bekerja
sama dengan pasien untuk berdiskusi tentang masalah-masalah yang merintangi pencapaian tujuan.
Fase ini terdiri dari 2 kegiatan pokok yaitu :
1. Menyatukan proses komunikasi dengan tindakan keperawatan.
2. Membangun suasana yang mendukung untuk proses perubahan.

Penyelesaian (termination)
Perawat mendorong pasien untuk memberikan penilaian atas tujuan telah dicapai, agar tujuan yang tercapai
adalah kondisi yang saling menguntungkan dan memuaskan.
Daftar Pustaka
Amtaris. 2009. Lingkungan Perawatan. http://www.google.co.id. Di Unduh Tanggal 04 Januari 2010.
Andra, 2008. Http://spiritia.or.id/cst/bacacstperawmenu. Di Unduh tanggal 4 Januari 2010.
Arwani, 2003. Komunikasi Dalam Keperawatan, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Bambang. 2009. Pendidikan. http://www.teori-psikologi.blogspot.com. Di Unduh Tanggal 25 Desember 2009.
Chandra, 2008. http://Teori-psikologi.blogspot.com. Di Unduh tanggal 25 Desember 2009
Hidayat, Aziz Alimul. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data, Penerbit Salemba
Medika, Jakarta.
La Ode Jumadi Gaffar, 2002. Pengantar Keperawatan Profesional, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Mustikasari, 2008. Mustikanurse.blogspot.com. di Unduh tanggal 27 Desember 2009
Notoatmodjo, S. 2005, Metodologi Penelitian Kesehatan, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan Ketiga, Jakarta.
Patti, 2009. http://perawat-blogspot.com. Di Unduh tanggal 05 Januari 2010.
Pidyawati, 2007. http://bankdata.depkes.go.id/2008. Di Unduh tanggal 26 Desember 2009
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4. EGC. Jakarta.
Sabarguna. 2008. Karya Tulis Ilmiah Untuk Mahasiswa D-III Kesehatan. Sagung Seto. Jakarta.
Sahara, 2008. http:// creasoft.wordpress.com /2008 /04 /15/ komunikasi- terapeutik. Di Unduh tanggal 04
Januari 2010.
Siswono, 2006. http://www.gizi.net/cgi- bin/berita/ fullnews.cgi. Di Unduh tanggal 23 Desember 2009.
Sitorus, R. 2006. Model Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit, Penerbit Kedokteran EGC, Jakarta.
Wahida, 2008. http://wordpress.com/2008/03/10/isolasi-pasien. di Unduh tanggal 7 Januari 2010.
Post date: 2014-10-01 12:23:04
Post date GMT: 2014-10-01 12:23:04
Post modified date: 2016-05-02 08:55:09
Post modified date GMT: 2016-05-02 08:55:09
Powered by [ Universal Post Manager ] plugin. MS Word saving format developed by gVectors Team www.gVectors.com
Download