BAB II LANDASAN TEORI

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas
2.1.1. Definisi Sistem Akuntansi
Setiap sistem terdiri dari struktur dan proses. Struktur sistem
merupakan unsur-unsur yang membentuk sistem sistem tersebut,
sedangkan proses sistem menjelaskan cara kerja setiap unsur sistem
tersebut dalam mencapai sebuah tujuan. Sistem adalah sekelompok
unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi
bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyadi, 2010).
James A. Hall (2011:6) meenjelaskan bahwa sistem adalah
sekelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling
berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama.
Pengertian Akuntansi menurut American Accounting Association
(AAA)
adalah
suatu
proses
mengidentifikasi,
mengukur,
dan
melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian
dan keputusan yang jelas serta tegas bagi pihak yang menggunakan
informasi tersebut (Rahma Pura, 2012).
Menurut Reeve, Warren, Duchac dan Wang (2010:3) accounting
is an information system that providesreport to users about the
economic activities and condition
13
of a business. Akuntansi adalah
14
sistem akuntansi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihaak yang
berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem
akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang
dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan
yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolan
perusahaan (Mulyadi, 2010).
2.1.2. Definisi Penerimaan Kas
Kas menurut Kieso dkk (2011:344) cash, the most liquid of
assets, in a standard medium of exchange and the basis for measuring
and accounting for all other items. Kas merupakan aktiva yang paling
liquid, yang merupakan standar media pertukaran dan dasar pengukuran
serta akuntansi untuk semua item lainnya.
Menurut Soemarso SR (2009:296) kas adalah segala seuatu (Baik
yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat tersedia dengan segera dan
diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya.
Dari uraian diatas dapat diartikan bahwa definisi penerimaan kas
adalah suatu transaksi yang menimbulkan bertambahnya saldo kas dan
bank milik perusahaan yang diakibatkan adanya penjualan, penerimaan
piutang
maupun
hasil
transaksi
bertambahnya kas (Soemarso, 2009).
lainnya
yang
menyebabkan
15
2.1.3. Definisi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas
Sistem akuntansi penerimaan kas merupakan proses aliran kas
yang terjadi secara terus menerus sepanjang perusahaan yang
bersangkutan masih beroperasi. Dari penjelasam di atas dapat
disimpulkan bahwa sistem akuntansi penerimaan kas adalah suatu
catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan penerimaan uang
dari penjualan tunai atau dari piutang yang siap dan bebas digunakan
untuk kegiatan umum perusahaan (Mulyadi, 2010).
2.2. Sumber Penerimaan Kas
Penerimaan kas bisa berasal dari berbagai macam sumber yaitu dari
penjualn tunai, penjualan aktiva tetap, pinjaman, setoran, maupun dari
investor. Menurut Mulyadi (2010: 455) penerimaan kas pada perusahaan
berasal dari dua sumber utama yaitu penerimaan kas dari penjualan tunai
dan penerimaan kas dari penjualan kredit (piutang).
2.2.1. Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Dalam transaksi penjualan tunai sebuah perusahaan, barang atau
jasa baru akan diberikan perusahaan kepada pembeli jika perusahaan
telah menerima kas dari pembeli. Naik turunnya transaksi penjualan
tunai sangat mempengaruhi penerimaan kas, yang berhubungan
langsung dengan pendapatan perusahaan.
Menurut Mulyadi (2010:455) sumber penerimaan kas terbesar
pada suatu perusahaan dagang berasal dari transaksi penjualan tunai.
16
Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan
kas dari penjualan tunai, sistem penerimaan kas dari penjualan tunai
mengharuskan:
A. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke
bank dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain
selain kasir untuk melakukan internal check.
B. Penerimaan kas dari penjualan tunai dilakukan melalui
transaksi kartu kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu
kredit dalam pencatatan transaksi penerimaan kas.
Sistem penerimaan kas dari penjualan tunai dibagi menjadi tiga
prosedur berikut ini:
1. Prosedur penerimaan kas dari over-the-counter sales
Dalam
penjualan
tunai
ini,
pembeli
datang
ke
perusahaan, melakukan pemilihan barang atau produk yang
akan dibeli, melakukan pembayaran ke kasir, dan kemudian
menerima barang yang dibeli.
2. Prosedur penerimaan kas dari cash-on-delivery (COD) sales
COD sales adalah merupakan transaksi penjualan yang
melibatkan pihak ketiga dalam penyerahan dan penerimaan kas
dari hasil penjualan.
3. Prosedur penerimaan kas dai credit card sales
Credit card bukan merupakan suatu tipe penjualann
namun merupakan salah satu cara pembayaran bagi pembeli
17
dan sarana penagihan bagi penjual yang memberikan
kemudahan baik bagi pembeli maupun bagi penjual. Kartu
kredit dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Kartu kredit bank (bank cards)
2. Kartu kredit perusahaan (company cards)
3. Kartu kredit bepergian dan hiburan (travel and
entertaiment cards)
Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penerimaan kas
dari penjualan tunai adalah:
a. Jurnal penjualan
b. Jurnal penerimaan kas
c. Jurnal umum
d. Kartu persediaan
e. Kartu gudang
Dalam sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai,
dokumen yang digunakan adalah berikut ini:
a. Faktur penjualan tunai
b. Pita registrasi kas (kas register tape)
c. Credit card sales slip
d. Bill of lading
e. Bukti setor bank
f. Rekapitulas harga pokok peenjualan
18
Dokumen di atas merupakan dokumen yang digunakan dalam
melakukan transaksi penjualan tunai perusahaan. Berikut ini adalah
flowchart yang menggambarkan terjadinya transaksi penjualan tunai
yang umum digunakan pada sebuah perusahaan.
Gambar 2.1 Flowchart Penjualan Tunai
19
Diatas telah tergambar flowchart penjualan tunai. Agar karyawan
tidak memiliki peluang melkaukan kecurangan (fraud), maka sebaiknya
penjualamn tunai dilakukan oleh paling tidak 2 orang kayawan.
Karyawan pertama bertugas sebagai pramuniaga, sedangkan karyawan
kedua bertanggungjawab untuk menerima kas dari pelanggan (kasir).
Faktur penjualan tunai dibuat dua rangkap.
Pramuniaga akan
memberikan satu faktur ke pelnggan dan pelanggan membawa faktur
tersebut ke kasir untuk membayar. Faktur lembar pertama diserahkan
ke pelanggan sebagai bukti pelanggan telah melunasi pembayaran,
sedangkan faktur kedua diarsip oleh pramuniaga sebagai bukti
penerimaan kas.
2.2.2. Penerimaan Kas dari Penjualan Kredit
Menurut Siswandi (2010:133) kebijaksanaan dalam kredit
meliputi penetapan standar kredit dan analisis kredit. Menetapkan
standar kredit sebagai kriteria minimum perluasan kredit kepada
langganan merupakan faktor yang penting. Penetapan faktor ini
meliputi penilaian kredit. Sedangkan analisis kredit menyangkut
evaluasi kemampuan customer baik likuiditas, aktivitas, hutang,
maupun profitabilitas.
Menurut Mulyadi (2010:482) sumber penerimaan kas suatu
perusahaan manufaktur biasanya berasal dari pelunasan piutang debitur,
karena sebagian besar produk perrusahaan tersebut dijual melalui
20
penjualan kredit. Untuk menjamin diterimanya kas oleh perusahaan,
sistem penerimaan kas dari penjualan kredit mengharuskan:
A. Debitur melakukan pembayaran dengan cek atau pemindah
bukuan melalui rekening bank (giro bilyet).
B. Kas yang diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera
disetor ke bank dalam jumlah keseluruhan.
Informasi yang dinutuhkan oleh manajemen sehubungan dengan
transaksin penjualan kredit adalah berapa jumlah piutang pelanggan dan
berapa jumlah piutang dan identitas pelanggan yang menunggak. Pada
umumnya sistem dalam melakukakn kegiatan penjualan kredit (piutang)
terdiri dari beberapa prosedur , yaitu:
1. Prosedur pesanan penjualan
2. Prosedur persetujuan kredit
3. Prosedur pengiriman barang
4. Prosedur pembuata faktur
5. Prosedur akuntansi penjualan kredit (Narko, 2011)
Penerimaan kas dari penjualan kredit dapat dilakukan melalui
berbagai cara, diantaranya:
1. Melalui penagihan perusahaan
Menurut sistem pengendalian intern yang baik, semua
pnerimaan kas dari debitur harus dalam bentuk cek atas nama
debitur kepada perusahaan atau giri bilyet. Penerimaan kas dri
21
debitur dalam bentuk uang tunai akan memberikan peluang
bagi penagih perusahaan dan karyawan untuk melakukan
penyelewengan terhadap kas hasil penagihan.
2. Melalui pos
Jika penerimaan kas dari penjualan kredit dilakukan
melalui pos, maka yang bertanggung jawab untuk menerima
surat beserta cek adalah bagian sekretariat.bbagian ini
membuat daftar surat pemberitahuan dan menyerahkan cek
dilampiri dengan daftar surat pemberitahuan kepada bagian
kasa dan menyerahkan daftar surat pemberitahuan kepada
bagian piutang.
3. Melalui lock-box collection plan
Dalam sistem penerimaan kas ini, perusahaan membuka
post-office box (PO box) di kota yang jumlah debiturnya
banyak. Perusahaan menbuka rekening giro di bank yang
terletak dikota yang sama dengan PO Box tersebut, dan bank
di beri wewenang oleh perusahaan untuk membuka PO Box
tersebut untuk membuat daftar surat pemberitahuan dan
mengurus check clearing cek-cek yang diterima dalam PO Box
tersebut.
Menurut
Narko
dalam
bukunya
yang
berjudul
“Sistem
Akuntansi” menjelaskan bahwa catatan akuntansi dan formulir yang
22
dipergunakan dalam mencatat penjualan kredit perusahaan adalah
sebuah buku pembantu piutang yang diberikaan kepada masing-masing
pelanggan dan blanko surat pernyataan piutang.
Dalam sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan kredit,
dokumen yang digunakan adalah berikut ini:
a. Surat pemberitahuan
b. Daftar surat pemberitauan
c. Bukti pesanan penjualan (sales order)
d. Bukti setor bank
e. Kuitansi
Dokumen diatas merupakan dokumen yang digunakan perusahaan
dalam melakukan transaksi penjualan keredit perusahaan. Berikut ini
adalah flowchart yang menggambarkan terjadinya transaksi penjualan
kredit yang umum digunakan pada sebuah perusahaan. Flowchart ini
dibuat dengan asumsi bahwa perusahaan menjual secara kredit,
perusahaan memproses transaksi penjualan secara manual, dan lokasi
gudang terpisah dengan lokasi kantor. Berikut adalah flowchart
tersebut.
23
Gambar 2.2 Flowchart Penjualan Kredit
Diatas telah tersaji flowchart penjualan kredit. Bukti pesanan
penjualan dibuat empat rangkap yang akan diberikan kepada konsumen
sebagai bukti pemesanan barang, bagiat kredit sebagai bukti penjualan
24
barang, bagian gudang sebagai surat pemberitahuan pemesanan barang,
dan kepada bagian pengiriman sebagai surat pengiriman barang.
Surat pemberitahuan dibuat oleh debitur sebagai bukti keluar kas
dan cek pembayaran. Bukti setor dibuat tiga rangkap untuk diberikan
kepada bank, diberikan kepada bagian penjualan, dan kuitansi sebagai
bukti pembayaran.
Download