mata buaya, nervus 7, de quarvian syndrome

advertisement
Crocodile tears syndrome
Sebuah sindrom yang disebabkan oleh lesi pada saraf kranial ketujuh pusat
ganglion geniculate dan mengakibatkan kelumpuhan wajah residual dengan lakrimasi
berlimpah selama makan. Juga disebut air mata buaya. dikenal sebagai gustatolacrimal
refleks atau Sindrom Bogorad
Sindrom air mata buaya (crocodile tears syndrome) merupakan gejala sisa Bell’s
palsy, beberapa bulan pasca awitan, dengan manifestasi klinik: air mata bercucuran dari
mata yang terkena pada saat penderita makan. Nervus fasilais menginervasi glandula
lakrimalis dan glandula salivatorius submandibularis. Diperkirakan terjadi regenerasi
saraf salivatorius tetapi dalam perkembangannya terjadi ‘salah jurusan’ menuju ke
glandula lakrimalis. Kondisi medis yang biasanya muncul selama pemulihan dari
Palsy Bell dan mempengaruhi fungsi saraf wajah jaringan. Akibatnya, seseorang
yang menderita Sindrom Air Mata Buaya mungkin mulai menangis sambil makan.
Akar penyebab munculnya Syndrome Air Mata Buaya berkaitan dengan adanya
lesi pada ganglion geniculate. Lesi dapat muncul dalam sistem saraf kranial dan
menyebabkan tingkat kelumpuhan pada otot-otot wajah. Sebagai serabut saraf mulai
pulih, kehadiran lesi dapat menyebabkan kelainan dari kelenjar ludah menjadi kelenjar air
mata.
Individu yang menderita Sindrom Air Mata Buaya tidak memiliki kontrol atas
aktivitas dan mungkin tampak menangis seluruh makanan. Penting untuk dicatat bahwa
tidak setiap orang yang pulih dari Palsy Bell akan mengalami Crocodile Syndrome
Tears., Tingkat keparahan terkait dengan Sindrom Air Mata Buaya akan bervariasi dari
satu orang ke orang lain.
De quervain syndrome
A. DEFINISI
De Quervain Syndrome adalah suatu bentuk peradangan yang disertai rasa nyeri dari
selaput tendon yang berada di sarung synovial, yang menyelubungi extensor pollicis
brevis dan abductor pollicis longus (Appley & Solomon,1995). De Quervain Syndrome
merupakan bentuk dari tenosynovitis.
Tenosynovitis adalah peradangan selaput tendon yang berada di sarung synovial. De
Quervain Syndrome melibatkan peradangan pada extensor pollicis brevis dan abductor
pollicis longus (Stanley & Susan,1999).
B. ETIOLOGI
1. Penggunaan sendi yang berlebihan atau overuse (terutama pada ibu jari).
Gangguan ini biasanya terjadi setelah menggunakan pergelangan tangan berulang-ulang.
Gejala utama adalah rasa nyeri pada samping ibu jari pada pergelangan tangan dan dasar
ibu jari, saat menggenggam atau melakukan apapun dengan pergelangan tangan.
2. Luka langsung pada pergelangan tangan atau tendon.
Bekas luka menimbulkan bekas yang dapat membatasi pergerakan tendon.
3. Penyakit reumatoid arthritis.
Penyakit reumatoid arthritis juga merupakan penyebab dari de quervain syndrome karena
banyak pekerjaan yag melibatkan banyak pergerakan tangan seperti misalnya tukang
kayu, pekerja kantoran, dan pemain alat musik.
4. Posisi pergelangan tangan dan tangan yang tidak biasa.
Posisi pergelangan tangan dan tangan yang tidak biasa seperti pada orang tua baru yang
menggendong anaknya juga dapat memicu kondisi ini.
C. PATOLOGI
Mekanisme terjadinya De Quervain Syndrome adalah karena adanya kelelahan
/trauma kecil yang berulang-ulang secara perlahan dan makin lama semakin menjadi
berat. De Quervain Syndrome ini dapat menimbulkan degenerasi dini pada jaringan yang
tertekan. Dimana terjadi rasa sakit yang timbul dari otot yang overuse.
D. TANDA DAN GEJALA
Gejala yang sering muncul adalah nyeri tekan, bengkak pada ibu jari dan kesulitan
dalam aktivitas menggenggam. Beberapa gejala yg dapat terjadi akibat penyakit De
Quervain Syndrome menurut (Prasetya Hudaya) diantaranya adalah :
1. Jika ditekan terasa tidak nyaman pada daerah tersebut
2. Terkadang terasa adanya hambatan gerak pada ibu jari
3. Adanya nyeri tekan pada proccesus styloideus radii
4. Gerakan aktif menimbulkan nyeri yang hebat.
E. TES SPESIFIK
Test Finkelstein
Tes spesifik ini sangat mendukung dalam menegakan diagnosa, adapun tes-tes yang dapat
dilakukan pada setiap gangguan pada thumb, pada kasus De Quervain terapis melakukan
tes finkelstein, dimana tes ini dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya
penyempitan di terowongan ligamentum dorsal pergelangan tangan yang dilintasi
selubung tendon abduktor policis longus dan ekstensor policis brevis. Pasien disuruh
mengepal dengan ibu jari yang didalam kepalan jari-jari lainnya, kemudian pasien
disuruh melakukan ulnofleksi tangan pada sendi pergelangan tangan. Bila pasien
merasakan nyeri pada waktu melakukan gerakan tersebut, maka terowongan pergelangan
tangan menyempit. Pada kondisi De Quervain sinistra didapatkan hasil adanya nyeri ada
saat melakukan gerakan ulnofleksi kiri.
F. TATALAKSANA
•
Penggunaan brace atau tapping
•
Kompres air es pada kondisi akut
•
Obat obat penghilang nyeri
•
Penyuntikan kortikosteroid
•
Operasi jika 6-8 minggu keluhan tidak membaik
•
Latihan fisik
NERVUS FASIALIS
Nervus fasialis merupakan salah satu nervus kranialis yang berfungsi untuk motorik
sensorik somatik, dan aferen eferen visceral. Gambar berikut ini memperlihatkan cabang
nervus fasialis beserta otot yg dipersarafinya. Nervus fasialis memiliki dua subdivisi,
yang pertama adalah yang mempersarafi otot ekspresi wajah kemudian yang kedua
memiliki serat yang jauh lebih tipis yaitu intermediate yang membawa aferen otonom,
somatik, dan eferen otonom.1
Gambar 1. Divisi nervus fasialis
Tabel 1 Nervus fasialis1
Nama
Saraf fasialis
Komponen
Brankial eferen
Asal
Nukleus fasialis
Fungsi
Otot-otot
ekspresi
wajah: M.platisma,
m.stilohioideus,
m.digastrikus
Saraf intermediat
Viseral eferen
Nukleus
Nasal,
lakrimal,
salivatorius
kelenjar
liur
superior
(sublingual
dan
submandibular)
Viseral
aferen Ganglion genikuli Pengecapan
spesial
Somatik aferen
2/3
anterior lidah
Ganglion genikuli Telinga luar, bagian
kanalis auditorius,
permukaan
membran
luar
timpani
(sensibilitas)
I. Nervus fasialis
Nukleus motorik terletak pada bagian ventrolateral tegmentum pontin bawah dekat
medula oblongata. Sewaktu di tegmentum pons, akson pertama motorik berjalan dari arah
sudut pontoserebelar dan muncul di depan nervus vestibularis. Saraf intermediate muncul
di antara saraf fasialis motorik dengan vestibulokoklearis. 1
Gambar 3. Letak nukleus nervus fasialis di batang otak dilihat dari dorsal
Nervus intermediate, nervus fasialis, dan nervus vestibulokoklearis berjalan
bersama ke lateral ke meatus akustikus internus.
Di dalam meatus akustikus internus, nervus fasialis dan intermediate berpisah
dengan nervus vestibulokoklearis. Nervus fasialis berjalan ke lateral ke dalam kanalis
fasialis kemudian ke ganglion geniculatum. Pada ujung kanalis tersebut, nervus fasialis
keluar kranium melalui foramen stilomastoideus.
Nervus fasialis berjalan ke lateral ke dalam kanalis fasialis kemudian ke ganglion
geniculatum. Pada ujung kanalis tersebut, nervus fasialis keluar kranium melalui foramen
stilomastoideus.
Foramen stilomastoideus, tempat keluar nervus fasialis2
Dari foramen tersebut, serat motorik menyebar ke wajah, beberapa melewati
glandula parotis. Nukleus motorik merupakan bagian dari arkus refleks yakni refleks
kornea dan refleks berkedip. Refleks kornea berasal dari membran mukosa mata (aferen)
dibawa melalui nervus V1 oftalmikus menuju ke nukleus sensorik trigeminus utama. Di
nukleus tersebut rangsang ditransmisikan ke neuron yang berhubungan dengan nervus
fasialis pada sisi yang sama. Bagian eferen dari refleks tersebut berasal dari neuron eferen
nervus fasialis.1
Refleks berkedip berasal dari mata (aferen) mengantarkan impuls optiknya ke
nukleus di tektobulbaris menyebabkan refleks berkedip jika cahaya terang. Selain kedua
refleks tersebut, impuls akustik yang berasal dari nervus vestibulokoklearis mencapai
nukleus dorsalis dan menghasilkan arkus refleks berupa tegangan otot stapedius atau
relaksasi. 1
Persarafan supranuklear dari nervus fasialis terletak pada kedua hemisfer serebri
untuk otot dahi, sedangkan otot wajah sisanya mendapat persarafan dari girus presentralis
kontralateral.
II. Nervus Intermediate
Serat aferen gustatorius. Serat aferen pada gustatorik berasal dari ganglion geniculatum
yang berupa sel pseudounipolar dari ganglion spinalis, sebagian lagi berasal dari papil
lidah dua pertiga anterior. Serat aferen tersebut berjalan bersama dengan nervus lingualis
( cabang nervus mandibulari V3) menuju ke korda timpani kemudian ke ganglion
geniculatum menjadi nervus intermedius dan menuju ke nukleus solitarius. Nukleus
tersebut menerima impuls dari nervus glosofaringeal (sepertiga posterior lidah) dan
nervus vagus (dari epiglotis). Karena yang berperan dalam sistem pengecapan terdiri dari
3 saraf yang berbeda maka kehilangan pengecapan total (ageusia) jarang terjadi. Dari
nukleus tersebut impuls dikirim ke talamus kontralateral (nukleus ventroposteromedial)
menuju ke regio presentralis korteks area 43 dan insula area 52.1
Jaras aferen gustatorik
Serat somatik aferen. Serat somatik aferen berasal dari pinna, meatus akustikus eksternus,
dan gendang timpani. Serat berjalan menuju ganglion geniculatum menuju nukleus
sensorik nervus trigeminus. Serat eferen sekretorik. Nervus intermedius terdiri dari serat
parasimpatis yang berasal dari nukleus salivatorius superior. Seratnya meninggalkan
nukleus menuju ganglion geniculatum lanjut ke ganglion pterigopalatina dan menuju
glandula lakrimal serta mukosa nasal.
Sebagian
lagi
menuju
ganglion
submandibula, lewat nervus lingualis. Ganglion submandibula bertanggung jawab untuk
sekresi glandula submandibularis dan sublingualis berupa saliva. Aferen dari sistem ini
berasal dari sistem nervus olfaktorius. Glandula lakrimal menerima input dari
hipotalamus (emosi). Hal ini mengakibatkan jika mencium bau yang enak akan terjadi
sekresi saliva. Dan jika emosi meningkat atau sedih maka akan terjadi lakrimasi.
Serat eferen sekretorik nervus intermedius
Download