(IOC) Pada Siswa Kelas 5 SDN III

advertisement
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian
3.1.1 Setting
Tempat yang digunakan untuk penelitian adalah tempat dimana penelitian
mengadakan observasi, mengambil data serta melakukan aksi (penelitian). Dalam
penelitian ini, peneliti mengambil tempat di SD N 3 Lajer Kecamatan Penawangan
kabupaten Grobogan. Berada di pojok kecamatan penawangan dekat dengan Kecamatan
Karangrayung dan Kecamatan Geyer. Jalannya relatif berbatu dan sedang dalam proses
pembangunan. Letak di daerah terpencil membuat SD N 3 Lajer mendapat perhatian
khusus dari Pemerintah, meskipun demikian terdapat pula ruang kelas yang rusak.
3.1.2 Karakteristik Subjek
Subjek penelitian yang dilakukan adalah seluruh siswa kelas 5 SD N 3 Lajer
Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan semester ganjil(gasal) tahun pelajaran
2013/2014. Siswa tergolong aktif berbicara sendiri saat proses pembelajaran, punya sifat
usil dan suka mengganggu teman sekelas.
Dikarenakan ada dua kelas yaitu kelas 5a dan 5b maka diambillah satu pilihan yaitu
kelas 5a sebanyak 31 siswa. Penelitian direncanakan mulai tanggal 20 Agustus 2013
sampai selesai. Wali siswa sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani / kebun dan
sedikit yang berprofesi sebagai buruh bangunan. Latar belakang wali siswa tersebut
membuat siswa cenderung kurang mendapat perhatian. Hal tersebut berpengaruh pada
tingkah laku siswa yang kurang baik.
3.2 Variabel yang Diselidiki
Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian
(Arikunto, 2006: 118). Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
3.2.1 Variabel Treatment
Variabel treatment atau bebas adalah variabel yang menjadi penyebab timbulnya
variabel respon atau terikat. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah
22
23
penggunaan model pembelajaran Inside-outside circle (IOC) yang selanjutnya disebut
dengan variabel X.
3.2.2 Variabel Respon
Variabel respon atau terikat atau dependent adalah variabel yang ditimbulkan atau
dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah
hasil belajar IPA Kompetensi Dasar Organ tubuh manusia dan hewan kelas V semester 1
SD N 3 Lajer yang selanjutnya disebut dengan variabel Y.
Kedua variable tersebut akan digunakan dalam proses penelitian dan saling berhubungan.
3.3. Prosedur Penelitian
Pelaksanaan siklus pada PTK ini mengacu pada Model Hopkins. Pola pelaksanaan
PTK ini dinamakan siklus kolaboratif, hal ini karena inisiatif untuk melaksanakan PTK tidak
dari guru, akan tetapi dari pihak luar yang berkeingingan untuk memecahkan masalah
pembelajaran. Masalah yang hendak dilaksanankan dalam pola ini bukanlah masalah
yang secara langsung dan praktis dihadapi oleh guru akan tetapi masalah yang bersifat
umum yang ditentukan oleh peneliti. Walaupun gagasan dan masalah penelitian muncul
bukan dari guru akan tetapi penelitian ini sangat bermanfaat untuk guru. Dengan adanya
penelitian ini, Guru yang bersangkutan akan memiliki pengalaman dalam melakukan
tindakan sesuai dengan masalah yang diteliti.
Selain itu, penelitian secara kolaboratif akan lebih memberikan jaminan hasil dan
simpulan yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sebab dirancang oleh tim yang
melibatkan ahli dalam penelitan dan pembelajaran. Dalam pelaksanaan penelitian,
diadakan bekerja sama dengan guru kelas. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan seperti
biasa, siswa dibiarkan melakukan apa saja sesuai dengan kegiatan kesehariannya di
sekolah seperti tidak adanya penelitian.
Dalam pelaksanaannya penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan penelitian
Tindakan model Hopkins. Menurut Hopkins (1993), pelaksanaan penelitian tindakan
dilakukan membentuk spiral yang dimulai dari merasakan adanya masalah menyusun
perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan observasi, mengadakan refleksi,
melakukan rencana ulang, melaksanakan tindakan dan seterusnya. Manakala
24
digambarkan model spiral yang dikembangakan oleh Hopkins seperti yang digambarkan
pada gambar berikut:
Gambar 3.1
Siklus Model Inside Outside Cirle
Refleksi awal dimaksudkan sebagai kegiatan penjajagan yang dimanfaatkan untuk
mengumpulkan informasi tentang situasi-situasi yang relevan dengan tema penelitian.
Peneliti bersama timnya melakukan pengamatan pendahuluan untuk mengenali dan
mengetahui situasi yang sebenarnya. Berdasarkan hasil refleksi awal dapat dilakukan
pemfokusan masalah yang selanjutnya dirumuskan menjadi masalah penelitian. Berdasar
rumusan masalah tersebut maka dapat ditetapkan tujuan penelitian. Sewaktu
melaksanakan refleksi awal, paling tidak sebelum diadakan penelitian sudah menelaah
teori-teori yang relevan dengan masalah-masalah yang akan diteliti. Oleh sebab itu setelah
rumusan masalah selesai dilakukan, selanjutnya perlu dirumuskan kerangka konseptual
dari penelitian.
Penyusunan perencanaan didasarkan pada hasil penjajagan refleksi awal. Secara
rinci perencanaan mencakup tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki,
meningkatkan atau mengubah perilaku dan sikap yang diinginkan sebagai solusi dari
permasalahan-permasalahan. Perlu disadari bahwa perencanaan ini bersifat fleksibel
dalam arti dapat berubah sesuai dengan kondisi nyata yang ada.
25
Pelaksanaan tindakan menyangkut apa yang dilakukan peneliti sebagai upaya
perbaikan, peningkatan atau perubahan yang dilaksanakan berpedoman pada rencana
tindakan. Jenis tindakan yang dilakukan dalam PTK hendaknya selalu didasarkan pada
pertimbangan teoritik dan empiric agar hasil yang diperoleh berupa peningkatan kinerja
dan hasil program yang optimal.
Kegiatan observasi dalam PTK dapat disejajarkan dengan kegiatan pengumpulan
data dalam penelitian formal. Dalam kegiatan ini peneliti mengamati hasil atau dampak
dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa. Istilah observasi
digunakan karena data yang dikumpulkan melalui teknik observasi.
Pada dasarnya kegiatan refleksi merupakan kegiatan analisis, sintesis, interpretasi
terhadap semua informasi yang diperoleh saat kegiatan tindakan. Dalam kegiatan ini
peneliti mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil-hasil atau dampak dari tindakan.
Setiap informasi yang terkumpul perlu dipelajari kaitan yang satu dengan lainnya dan
kaitannya dengan teori atau hasil penelitian yang telah ada dan relevan. Melalui refleksi
yang mendalam dapat ditarik kesimpulan yang mantap dan tajam.
Refleksi merupakan bagian yang sangat penting dari PTK yaitu untuk memahami
terhadap proses dan hasil yang terjadi, yaitu berupa perubahan sebagai akibat dari
tindakan yang dilakukan. Pada hakekatnya model Kemmis dan Taggart berupa perangkatperangkat atau untaian dengan setiap perangkat terdiri dari empat komponen yaitu
perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang dipandang sebagai suatu siklus.
Banyaknya siklus dalam PTK tergantung dari permasalahan-permasalahan yang perlu
dipecahkan, yang pada umumnya lebih dari satu siklus. PTK yang dikembangkan dan
dilaksanakan oleh para guru di sekolah pada umumnya berdasar pada model (2) ini yaitu
merupakan siklus-siklus yang berulang.
Rencana tindakan siklus yang akan dilaksanakan minimal satu siklus, apabila tidak
berhasil akan dilaksanakan siklus lagi. Dalam satu siklus direncanakan ada 3 kali
pertemuan dan terdapat sekali pengadaan evaluasi.
26
Kegiatan yang dilakukan
1)
Membuat RPP
2)
Menyiapkan lembar materi siswa
3)
Menyiapkan lembar tugas siswa
4)
Menyiapkan lembar observasi
5)
Menyiapkan lembar evaluasi
Tabel 3.1
Langkah – langkah Pembelajaran dengan Model IOC
No Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu
1
Pendahuluan Guru menyampakan Kompetensi yang ingin 5 menit
dicapai
2
Inti
35
menit
Eksplorasi
1) Guru memberikan lembar materi kepada siswa
untuk dipelajari terlebih dahulu
2) Guru
menerangkan
bagaimana
cara
menjalankan pembelajaran (dengan IOC)
Elaborasi
1) Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran
kecil dan menghadap keluar.
2) Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran
diluar lingkaran pertama, menghadap keluar.
3) Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran
kecil dan lingkaran besar berbagi informasi.
Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh
semua
pasangan
dalam
waktu
yang
bersamaan.
4) Selanjutnya siswa berada di lingkaran kecil
diam ditempat, sementara siswa yang berada
27
dilingkaran besar bergeser satu atau dua
langkah searah jarum jam sehingga masing
masing siswa mendapat pasangan baru.
5) Sekarang giliran siswa berada dilingkaran
besar membagi informasi.
6) Demikian seterusnya
Konfirmasi
1) Guru bertanya kepada siswa secara random
mengenai hal-hal yang telah dipelajari
2) Siswa dibantu Guru membuat rangkuman.
3
Penutup
Pemberian tugas atau evaluasi
30
menit
Kegiatan observasi dilakukan sebagai dasar perolehan data awal yang berkaitan
dengan PTK. Observasi dilakukan oleh observer (bukan peneliti) untuk mengetahui dan
memperoleh data hasil pengamatan pada saat proses pembelajaran menggunakan model
IOC dilaksanakan. Data yang diambil berkaitan dengan aktifitas siswa, interaksi siswa,
pelaksanaan oleh guru praktikan (peneliti), dan data dimasukkan dalam lembar observasi.
Kegiatan refleksi merupakan cara untuk mengulas balik dan meneliti keberhasilan
melaksanakan pembelajaran dari data observer. Refleksi dilakukan oleh observer terhadap
guru praktikan setelah kegiatan observasi selesai. Refleksi digunakan untuk menentukan
perlu tidaknya diadakan rencana tindakan siklus ke-2, ke-3, dan seterusnya.
Siklus lanjutan dilaksanakan apabila hasil observasi kurang baik (tidak sesuai dengan
rencana siklus) dan hasil evaluasi belajar siswa tidak jauh lebih baik dari sebelum
diadakan penelitian. Tahapan – tahapan yang ditempuh antara lain meninjau ulang siklus
pertama, mencari kelemahan – kelemahan kemudian mengkaji apabila terdapat temuan
baru dari hasil siklus pertama (sebelumnya jika sudah pernah).
28
3.4 Teknik dan Alat Pengumpul Data
3.4.1 Jenis Data
Berdasarkan jenisnya, secara umun data dibagi menjadi dua (Slameto, 2012:198)
yaitu:
1) Data Kualitatif yaitu data yang digunakan untuk bahan analisis yang berbentuk
tidak dalam angka. Data ini digunakan sebagai acuan dalam menilai kinerja guru
dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model IOC.
2) Data Kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Data tipe ini
digunakan untuk mengolah hasil belajar siswa yang telah diberikan pembelajaran
dengan model IOC.
3.4.2 Cara Pengumpulan Data
Dalam PTK teknik pengumpulan data sangatlah penting. Dalam PTK ini
menggunakan teknik pengumpulan data antara lain:
Teknik Observasi / Dokumentasi
Metode ini digunakan untuk memperoleh daftar siswa, hasil pengamatan saat proses
pembelajaran, nilai sebelum diadakan penelitian, nilai setelah diadakan penelitian (siklus)
serta data apa saja yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
Teknik Tes
Menurut Arikunto (2006: 53) Tes adalah merupakan alat atau prosedur yang
digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan
aturan-aturan yang sudah ditentukan. Metode ini digunakan untuk mengetahui tingkat hasil
belajar IPA siswa dengan metode IOC kompetensi dasar organ tubuh manusia dan hewan
kelas V semester 1 SD N 3 Lajer Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan tahun
pelajaran 2013/2014.
Pada penelitian ini metode tes yang digunakan adalah tes uraian sebanyak 8 soal
pada siklus 1 dan 10 soal pada siklus 2, yang kriteria penilaiannya adalah dengan
memberikan skor antara 0 sampai 5 pada tiap butir soal sesuai dengan tingkat kebenaran
jawaban siswa.
29
3.4.3 Alat Pengumpul Data
Setelah menggunakan teknik pengumpulan data, maka yang diperlukan adalah alat
pengumpul data. Alat pengumpul data yang baik akan dapat menghasilkan data yang baik
pula. Berikut merupakan alat pengumpul data yang digunakan:
1) Kisi-kisi Lembar Observasi untuk Guru
NO
INDIKATOR YANG DIAMATI
I
Pendahuluan
Mengkondisikan siswa sebelum mulai pelajaran
Memberikan apersepsi
Menyampaikan tujuan belajar
Membuat acuan belajar
Kegiatan inti
Eksplorasi
Menjelaskan bagaimana cara melaksanakan
pembelajaran pada pertemuan yang akan
dilaksanakan
Membagi seluruh siswa dalam dua kelompok
Memandu kelompok siswa menjadi lingkaran kecil
dan besar.
meminta lingkaran kecil untuk menghadap keluar,
dan lingkaran besar menghadap kedalam.
Meminta siswa untuk berusaha memahami materi
pada lembar materi yang didapat siswa
Membimbing secara individu apabila ada siswa yang
mengalami permasalahan
Elaborasi
Meminta siswa untuk memulai pertukaran informasi.
Meminta siswa dalam kelompok besar untuk
bergeser satu anggota untuk melaksanakan
pertukaran informasi, berlanjut ke anggota lainnya
sampai seluruh anggota kelompok besar
menyampaikan informasi ke anggota kelompok kecil.
Meminta siswa dalam kelompok kecil untuk bergeser
satu anggota untuk melaksanakan pertukaran
informasi, berlanjut ke anggota lainnya sampai
seluruh anggota kelompok kecil menyampaikan
informasi ke anggota kelompok besar.
II
PELAKSANAAN
YA
TIDAK
30
III
Mengawasi siswa dalam melaksanakan proses
pembelajaran dan menegur apabila terdapat siswa
yang tidak sesuai dengan cara yang benar dalam
proses pembelajaran.
Komfirmasi
Memberikan soal kepada siswa yang berhubungan
dengan materi yang telah dipelajari.
Menunjuk siswa secara acak untuk mengerjakan
soal di papantulis.
Bersama-sama siswa mengevaluasi jawaban siswa
yang maju ke depan.
Dengan bantuan media pembelajaran guru
menjelaskan secara umum mengenai materi yang
dipelajari.
Bertanya kepada siswa apakah ada hal yang ingin
ditanyakan mengenai pembelajaran kali ini.
Membahas jika ada pertanyaan dari siswa
Kegiatan akhir
Bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri
membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
Memberikan tugas/PR
kepada siswa untuk
dikerjakan dirumah.
Mengucapkan salam dan meninggalkan kelas tepat
waktu
2) Kisi-kisi Lembar Observasi untuk Siswa
NO
INDIKATOR YANG DIAMATI
I
Pendahuluan
Berada dikelas saat pembelajaran dimulai
Memperhatikan apersepsi dari guru
Mengetahui tujuan pembelajaran
Punya gambaran sekilas mengenai pembelajaran
yang akan dilakukan
Kegiatan inti
Eksplorasi
Tahu proses pembelajaran
Terbagi menjadi dua kelompok
Terbagi menjadi lingkaran kecil dan besar.
II
Lingkaran kecil untuk menghadap keluar, dan
PELAKSANAAN
YA
TIDAK
31
lingkaran besar menghadap kedalam.
Berusaha memahami materi pada lembar materi
yang didapat.
Meminta
bimbingan
apabila
mendapat
permasalahan.
Elaborasi
Mulai dengan instruksi Guru dalam proses
pertukaran informasi.
Siswa dalam kelompok besar untuk bergeser satu
anggota untuk melaksanakan pertukaran informasi,
berlanjut ke anggota lainnya sampai seluruh anggota
kelompok besar menyampaikan informasi ke
anggota kelompok kecil.
Siswa dalam kelompok kecil untuk bergeser satu
anggota untuk melaksanakan pertukaran informasi,
berlanjut ke anggota lainnya sampai seluruh anggota
kelompok kecil menyampaikan informasi ke anggota
kelompok besar.
Mau menjalankan sesuai dengan instruksi Guru.
Komfirmasi
Mengerjakan soal yang telah diberikan Guru.
Mau mengerjakan di papan tulis, apabila ditunjuk
oleh Guru.
III
Bersama-sama Guru mengevaluasi jawaban siswa
yang maju ke depan.
Mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Guru
secara seksama.
Bertanya kepada guru apakah ada hal yang ingin
ditanyakan mengenai pembelajaran kali ini
Memperhatikan pembahasan jika ada pertanyaan
dari siswa
Kegiatan akhir
Bersama-sama dengan guru dan/atau sendiri
membuat rangkuman/simpulan pelajaran
Menulis tugas/PR kepada siswa untuk dikerjakan
dirumah.
Menjawab salam saat guru meninggalkan kelas tepat
waktu
32
3) Tes Tertulis Siklus 1
Kisi – kisi soal siklus pertama
Standar Kompetensi: Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan.
Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan misalnya ikan dan
cacing tanah
Indikator
Soal , jawaban dan skor
1. Menyebutkan organ pernapasan
1) Sebutkan organ pernapasan pada
ikan
kebanyakan ikan: insang (soal
nomor 1, skor 5)
2) Sebutkan organ pernapasan pada
hiu: paru – paru (soal nomor 2,
skor 5)
2. Menunjukkan organ pernapasan
ikan dan fungsinya
3) Sebutkan fungsi mulut, rongga
mulut dan insang pada ikan
sehubungan dengan proses
pernapasan : mulut untuk
mengambil air, rongga mulut
untuk menyalurkan air dari mulut
ke insang, insang untuk proses
pengambilan oksigen dan
pengeluaran karbon dioksida
(soal nomor 3, skor 5)
4) Apa fungsi labirin pada insang
ikan dan berikan contoh ikan
yang mempunyai labirin : Labirin
berguna untuk menyimpan udara.
Bagi ikan-ikan yang hidup di air
keruh atau di rawa-rawa, labirin
sangat membantu untuk
bernapas. Di tempat-tempat
tersebut kandungan oksigennya
33
kurang. Ikan yang memiliki labirin,
misalnya ikan Gabus, gurame
dan lele (soal nomor 4, skor 5)
3. Menunjukkan alur pernapasan
ikan secara runtut
5) Bagaimanakah proses
pernapasan ikan pada umumnya:
Mekanisme pernapasan ikan
melalui beberapa tahap. Mulamula ikan membuka mulutnya
untuk mengambil air. Air
kemudian mengalir masuk ke
rongga mulut menuju lembaran
insang. Setelah itu, air keluar
melewati tutup insang. Ketika air
melewati lembaran insang,
oksigen diikat oleh Hb
(hemoglobin) darah. Pada saat
yang sama, Hb juga melepaskan
karbon dioksida ke air. (soal
nomor 5, skor 5)
4. Menyebutkan organ pernapasan
cacing tanah
6) Cacing bernapas menggunakan
apa: kulit yang basah (soal nomor
6, skor 5)
5. Menunjukkan organ pernapasan
cacing tanah dan fungsinya
7) Sebutkan organ pernapasan
cacing beserta fungsinya : kulit
berfungsi mengambil oksigen dari
udara dan mengeluarkan karbon
dioksida (soal nomor 7, skor 5)
6. Menunjukkan alur pernapasan
cacing tanah secara runtut
8) Sebutkan alur pernapasan cacing
tanah: Tubuh cacing tanah
tertutup oleh selaput bening dan
34
tipis yang disebut kutikula.
Kutikula ini selalu lembab dan
basah. Melalui selaput inilah
cacing bernapas. Cacing dapat
secara langsung menyerap
oksigen dan mengeluarkan
karbondioksida. Keluar masuknya
oksigen dan karbondioksida
melalui kulit (soal nomor 8, skor
5)
Rumus penilaian :
NIlai =
×
Skor akan disesuaikan dengan tingkat kebenaran jawaban.
4) Tes Tertulis Siklus 2
Kisi – kisi soal siklus kedua
Standar Kompetensi: Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan.
Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan
makanan dan kesehatan.
Indikator
Soal, jawaban dan skor
1. Menunjukkan organ
1) Sebutkanlah organ pencernaan
perncernaan manusia secara
manusia secara runtut : mulut,
runtut
kerongkongan, lambung, usus
halus, usus besar, dubur. (soal
nomor 1, skor 5)
2) Makanan setelah dicerna akan
diserap dan disalurkan ke seluruh
bagian tubuh. Penyerapan sari-
35
sari makanan terjadi pada : Usus
halus terdiri atas tiga bagian, yaitu
usus dua belas jari, usus kosong,
dan usus penyerap.Di dalam usus
penyerap terdapat pembuluh
darah . Melalui pembuluh darah
inilah terjadi penyerapan sari-sari
makanan. Sari-sari makanan
masuk dalam aliran darah dan
diedarkan ke seluruh tubuh. (soal
nomor 2, skor 5)
2. Menjelaskan fungsi organ
pencernaan manusia
3) Sebutkan jenis gigi beserta
fungsinya untuk : Gigi seri untuk
memotong makanan, gigi taring
untuk mengoyak makanan, gigi
geraham untuk menghancurkan
makanan (soal nomor 3, skor 5)
4) Pencernaan makanan secara
kimiawi terjadi di : Di dalam usus
dua belas jari, makanan dicerna
secara kimiawi. Pencernaan itu
dilakukan oleh getah empedu dan
getah pancreas (soal nomor 4,
skor 5)
3. Menjelaskan hubungan organ
5) Apa penyebab penyakit usus
pencernaan makanan dengan
buntu: Radang usus buntu sering
makanan dan kesehatan
disebabkan oleh bakteri. Hal ini
dapat terjadi karena adanya
penyumbatan usus buntu oleh
tinja yang mengeras atau zat – zat
asing lainnya (misalnya, biji-bijian)
36
(soal nomor 5, skor 5)
6) Penyakit dengan gejala bibir
pecah-pecah mudah menyerang
jika kita : Penyakit yang ditandai
dengan bibir pecah-pecah adalah
sariawan, sariawan disebabkan
kekurangan vitamin C (soal nomor
6, skor 5)
4. Menyebutkan makan sehat dan
7) Sebutkan contoh makanan yang
tidak sehat bagi organ
dapat menyebabkan usus buntu:
pencernaan manusia
jambu biji, tomat, cabai, dll (soal
nomor 7, skor 5)
8) Bahan makanan apa yang tidak
baik bagi lambung : kopi,
minumam beralkohol, makanan
bersantan, makanan pedas dan
asam (soal nomor 8, skor 5)
5. Membuat daftar penyakit yang
9) Sebutkan penyakit yang
dapat mengganggu pencernaan
menyerang pada mulut: sariawan,
manusia
caries dan kanker mulut (soal
nomor 9, skor 5)
10) Mag menyerang organ apa,
bagaimana menghindari penyakit
mag: lambung, makan teratur,
tidak makan makanan yang
menimbulkan penyakit mag,
istirahat teratur (soal nomor 10,
skor 5)
37
Rumus penilaian :
Nilai =
×
Skor akan disesuaikan dengan tingkat kebenaran jawaban.
3.5. Indikator Kinerja
Menurut Trianto (2010: 241) untuk mengetahui keaktifan pembelajaran digunakan
kriteria ketuntasan belajar sebagai berikut:
1) Ketuntasan Belajar Individu (Perorangan)
Ketuntasan belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut:
Apabila siswa telah menguasai sekurang-kurangnya 70% terhadap materi setiap
satuan bahasan yang diajukan, hal ini ditunjukkan dengan mendapatkan nilai
minimal 70 pada evaluasi siswa.
2) Ketuntasan Belajar Klasikal
Di dalam pengukuran tuntas klasikal, dikatakan belajar tuntas dengan rumus:
jumlah siswa yang tuntas belajar
 100%
jumlah siswa keseluruhan
Apabila sekurang-kurangnya 85% dari siswa berhasil mencapai tingkat ketuntasan
yang ditetapkan.
3.6 Analisis Data Penelitian
3.6.1 Validitas dan Reliabilitas
Uji Validitas Item adalah uji statistik yang digunakan guna menentukan seberapa
valid suatu item pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Uji Reliabilitas item adalah uji
statistik yang digunakan guna menentukan reliabilitas serangkaian item pertanyaan dalam
kehandalannya mengukur suatu variabel. Uji Validitas Item atau butir dapat dilakukan
dengan menggunakan software SPSS. Untuk proses ini, akan digunakan Uji Korelasi
Pearson Product Moment. Dalam uji ini, setiap item akan diuji relasinya dengan skor total
variabel yang dimaksud. Berikut ini adalah hasil uji validitas butir soal yang tertuang dalam
tabel:
38
Tabel 3.2
Validitas Butir Soal Siklus 1
Nomor
r-hitung
r-tabel
Perbandingan
Kesimpulan
Keterangan
1
0.688
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
2
0.823
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
3
0.733
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
4
0.640
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
5
0.849
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
6
0.716
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
7
0.688
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
8
0.721
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
Tabel 3.3
Validitas Butir Soal Siklus 2
Nomor
r-hitung
r-tabel
Perbandingan
Kesimpulan
Keterangan
1
0.812
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
2
0.783
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
3
0.889
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
4
0.793
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
5
0.842
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
6
0.683
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
7
0.878
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
8
0.830
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
9
0.752
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
0.510
2. Uji Reliabilitas
0.361
r-hitung>r-tabel
Valid
Dipakai
10
Uji Reliabilitas dilakukan dengan uji Cronbach Alpha. Reliabilitas item diuji dengan
melihat Koefisien Alpha dengan melakukan Reliability Analysis dengan SPSS ver. 16.0 for
Windows. Akan dilihat nilai Alpha-Cronbach untuk reliabilitas keseluruhan item dalam satu
variabel. Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas butir soal yang disajikan dalam tabel.
39
Tabel 3.4
Reliabilitas Butir Soal Siklus 1
Cronbach's
N of Items
Alpha
.915
8
a. r-tabel dihitung dengan:
jumlah siswa = 30
tingkat signifikansi : 0,05
sehingga r-tabel : r (30; 0,05) = 0,361
b. t-tabel dihitung dengan:
derajat kebebasan : jumlah siswa – 2 = 30 – 2 = 28
tingkat signifikansi : 0,05
sehingga t-tabel : t (28; 0,05) = 1,7011
pengambilan keputusan : alpha > r-tabel dari 0,915 > 0,239 maka soal 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8 reliabel
Tabel 3.5
Reliabilitas Butir Soal Siklus 2
Cronbach's
Alpha
N of Items
.946
a. r-tabel dihitung dengan:
jumlah siswa = 30
tingkat signifikansi : 0,05
sehingga r-tabel : r (30; 0,05) = 0,361
b. t-tabel dihitung dengan:
derajat kebebasan : jumlah siswa – 2 = 30 – 2 = 28
tingkat signifikansi : 0,05
sehingga t-tabel : t (28; 0,05) = 1,7011
10
40
pengambilan keputusan : alpha > r-tabel dari 0,946 > 0,239 maka soal 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8, 9, 10 reliabel
3.6.2 Tingkat Kesukaran
Untuk menghitung tingkat kesukaran tiap butir soal digunakan persamaan:
=
dengan: P adalah indeks kesukaran, B adalah banyaknya siswa yang menjawab soal
dengan benar, dan Jx adalah jumlah seluruh siswa peserta tes.
Berikut adalah pedoman untuk mengetahui tingkat kesukaran butir soal, yang tertuang
dalam tabel beserta hasil analisisnya pada siklus 1 dan siklus 2:
Tabel 3.6
Tingkat Kesukaran Butir Soal:
Indeks Tingkat Kesukaran
0,00-0,29
0,30-0,69
0,70-1,00
Tingkat Kesukaran
Sukar
Sedang
Mudah
Tabel 3.7
Tingkat Kesukaran Butir Soal Siklus 1
Item Soal
Benar
Salah
Nilai P
Tingkat kesukaran
No 1 No 2
6
4
24
26
0.20 0.13
sukar sukar
No 3 No 4 No 5 No 6 No 7 No 8
3
1
5
6
4
5
27
29
25
24
26
25
0.10 0.03 0.17 0.20 0.13 0.17
sukar sukar sukar sukar sukar sukar
Tabel 3.8
Tingkat Kesukaran Butir Soal Siklus 2
Item Soal
Benar
Salah
Nilai P
Tingkat
kesukaran
No 1
6
24
0.20
No 2
5
25
0.17
No 3
5
25
0.17
No 4
3
27
0.10
No 5
3
27
0.10
No 6
3
27
0.10
No 7
5
25
0.17
No 8
4
26
0.13
No 9
3
27
0.10
No 10
7
23
0.23
sukar
sukar
sukar
sukar sukar sukar sukar sukar sukar
sukar
Download