PSAK 50 - PPAK USU

advertisement
OVERVIEW PERUBAHAN PSAK
EFFEKTIF 2015
Agenda
PSAK 48
PSAK 50
PSAK 55
PSAK 60
PSAK 48
PENURUNAN NILAI
REVISI 2014
Penurunan Nilai – PSAK 48
•
•
Pada setiap tanggal neraca, perusahaan harus mereview ada atau tidaknya
indikasi penurunan nilai aktiva.
Pertimbangan dalam menentukan penurunan nilai :
– Informasi dari luar perusahaan
– Informasi dari dalam perusahaan
•
Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih
tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya.
•
Jika nilai yang dapat diperoleh kembali dari suatu aktiva lebih kecil dari nilai
tercatatnya maka nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar nilai yang
dapat diperoleh kembali.
•
Penurunan tersebut merupakan rugi penurunan nilai aktiva dan harus segera
diakui sebagai beban pada laporan laba rugi.
•
Beban depresiasi aktiva untuk periode yang akan datang harus disesuaikan agar
mencerminkan alokasi nilai tercatat yang direvisi setelah dikurangi nilai sisa.
4
PERUBAHAN PSAK 48 TAHUN 2014
Hal
PSAK 48 2014
PSAK 48 2009
Ruang lingkup
Pengaturan investasi pada entitas
anak dan ventura bersama dalam
laporan keuangan tersendiri mengacu
pada PSAK 4 (2013): Laporan
Keuangan Tersendiri
Pengaturan investasi pada entitas
anak dan ventura bersama dalam
laporan keuangan tersendiri
mengacu
pada PSAK 4: Laporan
Keuangan Konsolidasian dan
Laporan Keuangan Tersendiri
Definisi
 Tidak memberikan definisi mengenai Memberikan definisi mengenai
nilai wajar dikurangi biaya untuk
nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual dan pasar aktif.
menjual dan pasar aktif
 Memberikan definisi nilai wajar sesuai
dengan PSAK 68: Pengukuran Nilai
Wajar.
Terminologi
• Nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
• Pengukuran nilai wajar
• Nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual
• Penentuan nilai wajar
5
PERUBAHAN PSAK 48 TAHUN 2014
Hal
PSAK 48 2014
PSAK 48 2009
Pengukuran
nilai wajar
dikurangi biaya
pelepasan
Pengukuran nilai wajar dikurangi
biaya pelepasan mengacu pada
hirarki nilai wajar dalam PSAK 68:
Pengukuran Nilai Wajar.
Memberikan pengaturan
mengenai nilai wajar dikurangi
biaya
untuk menjual.
Komposisi
estimasi arus
kas masa
depan
Memberikan tambahan penjelasan
mengenai perbedaan nilai wajar
dan nilai pakai.
Tidak diatur.
6
PERUBAHAN PSAK 48 TAHUN 2014
Hal
PSAK 48 2014
PSAK 48 2009
Alokasi
goodwill pada
unit penghasil
kas
Setiap unit atau kelompok unit yang
memperoleh alokasi goodwill:
• menunjukkan tingkat terendah dalam
entitas yang goodwill-nya dipantau
untuk tujuan manajemen internal;
dan
• tidak lebih besar dari segmen operasi
yang didefinisikan dalam PSAK 5:
Segmen Operasi paragraf 08 sebelum
penggabungan
Setiap unit atau kelompok
unit yang memperoleh alokasi
goodwill:
• menunjukkan tingkat
terendahdalam entitas yang
goodwillnya dipantau untuk
tujuan manajemen internal;
dan
• tidak lebih besar dari segmen
operasi yang ditentukan sesuai
dengan PSAK 5: Segmen
Operasi
Koreksi
editorial
Menggunakan istilah ”harapan” dan
”yang diharapkan”
Menggunakan istilah ”ekspektasi”
dan ”ekspektasian”
7
PERUBAHAN PSAK 48 TAHUN 2014
Hal
PSAK 48 2014
PSAK 48 2009
Pengungkapan
Memberikan tambahan persyaratan
pengungkapan untuk setiap aset
individual atau unit penghasil kas
yang mana kerugian penurunan
nilai telah diakui atau dibalik selama
periode:
• • jumlah terpulihkan aset (unit penghasil kas) dan
apakah jumlah terpulihkan aset (unit penghasil kas)
merupakan nilai wajarnya dikurangi biaya untuk
menjual atau nilai pakainya.; dan
• jika jumlah terpulihkan merupakan nilai wajar
dikurangi biaya pelepasan, entitas mengungkapkan:
i. tingkat hirarki nilai wajar sesuai dengan PSAK
68: Pengukuran Nilai Wajar;
ii. teknik penilaian (level 2 dan 3); dan
iii. setiap asumsi utama yang mendasari
manajemen untuk menentukan nilai wajar
dikurangi biaya pelepasan (level 2 dan 3).
Memberikan persyaratan
pengungkapan untuk setiap
rugi penurunan nilai material
yang diakui atau dibalik selama
periode aset individual
(termasuk
goodwill dan unit penghasil
kas)
8
Pendekatan Umum dari Pengukuran Penurunan Nilai
Carrying
Amount
Recoverable
Amount 
Nilai tertinggi
Nilai Aset
Nilai Wajar dikurangi
Biaya Pelepasan
Nilai Pakai
Akumulasi
Penyusutan
dan Akumulasi
Rugi
Penurunan
Nilai
Recovered through
sale
Recovered through
use
9
Ilustrasi Penurunan Nilai 1
Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap
peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 400
juta, nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp360 juta dan nilai
pakainyaRp 410 juta.
Rp 400 juta
Rp 410 juta
Tidak ada
penurunan nilai
Rp 360 juta
Rp 410 juta
10
Ilustrasi Penurunan Nilai 2
Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama kecuali nilai
pakai dari peralatan sebesar Rp 350 juta.
Rp20 juta Rugi Penurunan Nilai
Dr. Kerugian Penurunan Nilai
Rp 40 juta
Cr. Akulumasi Depresiasi Peralatan Rp 40 juta
Illustration 11-15
Rp 400 juta
Rp 360 juta
Rp 360 juta
Rp 350 juta
11
Kasus
Suatu unit penghasil kas memiliki aset bersih berikut ini:
Rp M
Goodwill
10
Properti
20
Pabrik dan Peralatan
30
60
Nilai yang dapat dipulihkan sebesar Rp 45 M.
Diminta : Alokasikan kerugian penurunan nilai pada aset bersih perusahaan.
Goodwill
Nilai buku
Penurunan Nilai
Nilai setelah penurunan nilai
Properti
Pabrik &
Peralatan
Total
10
20
30
60
(10)
(2)
(3)
(15)
0
(18)
27
45
12
PSAK 50 (REVISI 2014)
INSTRUMEN KEUANGAN: PENYAJIAN
50
Perkembangan Pengaturan Instrumen Keuangan
PSAK LAMA sd Th 1998

PSAK 09 Penyajian aktiva lancar dan
kewajiban lancar

PSAK 50 Sekuritas

PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang

PSAK 21 Akuntansi Ekuitas

PSAK 31 Akuntansi Perbankan

PSAK 50 Akuntansi Investasi Efek
Tertentu

PSAK 51 Akuntansi Kuasi Organisasi

PSAK 55 Akuntansi Instrumen Deivatif
dan Aktivitas Lindung Nilai

PSAK 54 Akuntansi Restrukturisasi
Hutang Piutang Bermasalah
PSAK Revisi 2006
 PSAK 50 Instrumen Keuangan
Penyajian dan Pengungkapan
 PSAK 55 Instrumen Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran
PSAK Revisi 2010  IAS 1 Jan 2009
 PSAK 50 Penyajian
 PSAK 55 Pengakuan dan Pengukuran
 PSAK 60 Pengungkapan
PSAK 50, 55, 60 Revisi 2014
•  IAS eff1 Jan 2013
14
Instrumen Keuangan 50,55,60
Instrumen Keuangan
•
•
•
•
•
IAS 32
IAS 39
IFRS 7
PSAK 50
PSAK 55
PSAK 60
Definisi dan klasifikasi
Derivatif melekat
Pengakuan dan
penghentian pengakuan
Pengukuran awal,
pengukuran selanjutnya,
reklasifikasi, penurunan
nilai.
Lindung Nilai
 Kelas instrumen
keuangan dan tingkat
pengungkapan
 Signifikansi instumen
terhadap kinerja
 Sifat dan cakupan
risiko –
pengungkapan
kualitatif & kuantitatif
Definisi
Pemisahan liabilitas dan
ekuitas
Instrumen keuangan
majemuk.
Saham treasuri, bunga,
dividen,
kerugian/keunntungan
Saling hapus atas aset dan
liabilitas
•
•
•
•
•
15
PSAK 50
• PSAK 50 merupakan adopsi dari IAS 32 Financial Instrument:
Presentation
• PSAK revisi 2006 baru berlaku 2008  ditunda penerapan 2010
• PSAK revisi 2010 merevisi PSAK 50 (sebelumnya mengenai instrumen
keuangan: penyajian dan pengungkapan yang diterbitkan tahun 2006).
• PSAK 50 (revisi 2010) diadopsi dari IAS 32 versi Oktober 2009.
• PSAK 50 (2014)
– Penghapusan pengaturan pajak penghasilan terkait dividen
– Penambahan persyaratan saling hapus aset dan liabilitas keuangan
– Penyesuaian definisi nilai wajar sesuai PSAK 68
Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material
16
PSAK 50 (2006)
• Merubah PSAK 50 Akuntansi investasi efek
tertentu  mengatur penyajian dan
pengukuran
• PSAK 50 (revisi 2006) mengatur tentang
instrumen keuangan: penyajian dan
pengungkapan.
• Perubahan menyeluruh instrumen keuangan
karena sebelumnya hanya mengatur investasi
efek tertentu, tidak termasuk bentuk
instrumen keuangan yang lain.
17
PSAK 50 (2010)
• PSAK 50 (revisi 2010) hanya mengatur tentang penyajian
instrumen keuangan.
• Pengaturan tentang pengungkapan instrumen keuangan diatur
dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan.
– Ruang lingkup & Definisi (puttable instrument)
– Penyajian :
•
•
•
•
•
Liabilitas dan ekuitas
Instrumen keuangan majemuk
Saham treasuri
Bunga, dividen, keuntungan dan kerugian
Saling hapus aset dan liabilitas keuangan
• Pengaturan baru : puttable instrumen; Kewajiban menyerahkan
bagian aset neto secara prorata saat likuidasi; Reklasifikasi dari liabilitas
keuangan ke instrumen ekuitas dan sebaliknya.
18
Isi PSAK 50 – Revisi 2014
• Tujuan, Ruang Lingkup dan Definisi
• Penyajian
– Liabilitas dan Ekuitas
– Instrumen Keuangan Majemuk
– Saham yang Diperoleh Kembali
– Saham, Deviden, Kerugian dan Keuangan
– Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (revisi
2013)
• Pedoman Penerapan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari PSAK 50
• Contoh Ilustrasi, melengkapi tetapi bukan merupakan bagian dari
PSAK 50
19
Tujuan
Tujuan PSAK 50 ini adalah untuk menetapkan:
• Prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas
atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas
keuangan.
Prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi :
• Prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan
liabilitas keuangan dalam PSAK 55 Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran; dan
• Pengungkapan informasi mengenai prinsip tersebut dalam
PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
20
Ruang Lingkup
• Diterapkan semua entitas untuk semua jenis instrumen keuangan kecuali
– kepentingan di entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama.
– hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program imbalan kerja yang
diatur dalam PSAK 24
– kontrak asuransi
– instrumen keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup kontrak asuransi
karena instrumen keuangan tersebut mengandung fitur partisipasi tidak
mengikat.
– instrumen keuangan, kontrak, dan kewajiban dalam transaksi pembayaran
berdasarkan PSAK 53
• Diterapkan pada kontrak pembelian dan penjualan item non keuangan
yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan
lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan
21
Klasifikasi Instrumen Keuangan
Definisi Instrumen Keuangan
setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain
Aset Keuangan
Kas
Instrumen ekuitas
entitas lain
Hak
kontraktual
Kontrak diselesaikan
dengan instrumen
ekuitas entitas
Liabilitas keuangan
Kewajiban kontraktual
kontrak yang diselesaikan dengan
instrumen ekuitas entitas
Ekuitas
Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi
dengan seluruh kewajibannya
22
Instrumen Keuangan
• setiap kontrak yang menambah nilai:
► aset keuangan entitas , dan (disisi lain)
► liabilitas keuangan atau
► instrumen ekuitas entitas lain.
►Aset Keuangan
 Kas
 Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas
lain
 Hak kontraktual:
• untuk menerima kas atau aset
keuangan lainnya dari entitas lain; atau
• untuk mempertukarkan aset keuangan
dengan entitas lain dengan kondisi
berpotensi untung; atau
 Kontrak yang akan diselesaikan dengan
penerbitan instrumen ekuitas entitas
• nonderivatif
• derivatif
►liabilitas Keuangan
 Kewajiban kontraktual:
• untuk menyerahkan kas atau aset
keuangan lain kepada entitas lain; atau
• untuk mempertukarkan aset keuangan
atau liabilitas keuangan dengan entitas lain
dengan kondisi yang berpotensi tidak
menguntungkan entitas;
 kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan
dengan menggunakan instrumen ekuitas
yang diterbitkan entitas dan merupakan
suatu:
• non derivatif; atau
• derivatif
23
Aset dan Liabilitas Keuangan - PA
• Kas adalah aset keuangan karena merupakan alat tukar dan menjadi dasar
pengukuran dan pengakuan seluruh transaksi dalam laporan keuangan
• Contoh instrumenkeuangan yang mencermintak hak kontraktual
–
–
–
–
–
Piutang usaha dan utang usaha
Weset tagih dan wesel bayar
Pinjaman yang diberikan dan pinjaman yang diterima
Piutang obligasi dan utang obligasi
Instrumen utang perpetual
• Liabilitas atau aset nonkontraktual (seperti pajak penghasilan yang timbul
karena peraturan pemerintah) bukan liabilitas dan aset keuangan,
kewajiban kontruktif bukan liabilitas keuangan.
24
Penyajian Liabilitas dan Ekuitas– par 15
• Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan
awal mengklasifikasikan instrumen tersebut atau
komponennya sebagai liabilitas keuangan, aset
keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan
substansi perjanjian kontraktual dan definisi
liabilitas keuangan, aset keuangan, dan instrumen
ekuitas.
Instrumen Keuangan Majemuk
• Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi
persyaratan instrumen keuangan untuk menentukan apakah
instrumen tersebut mengandung komponen liabilitas dan
ekuitas. Komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah
sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan,, atau instrumen
ekuitas sesuai dengan ketentuan di paragraf 11.
• Entitas mengakui secara terpisah komponen instrumen
keuangan yang:
– menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas; dan
– memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi
instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas
yang bersangkutan.
26
Instrumen Keuangan Majemuk
Contoh:
• Obligasi atau instrumen serupa dapat dikonversi oleh
pemegangnya menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah
ditetapkan merupakan instrumen keuangan majemuk. Dari
sudut pandang entitas, instrumen ini terdiri dari dua
komponen:
– liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk menyerahkan kas
atau aset keuangan lain); dan
– instrumen ekuitas (opsi beli yang memberikan hak pada pemegangnya
selama jangka waktu tertentu untuk mengkonversi instrumen tersebut
menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan).
27
Saham Treasuri
• Jika entitas. memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, maka
instrumen tersebut (saham treasuri) dikurangkan dari ekuitas.
• Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan,
penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tersebut
tidak diakui dalam laba rugi.
• Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas
yang bersangkutan atau oleh anggota lain dalam kelompok usaha
yang dikonsolidasi. Imbalan yang dibayarkan atau diterima diakui
secara langsung di ekuitas.
•
•
Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah, dalam
Iaporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan, sesuai
dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan.
Entitas mengungkapkan sesuai dengan PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak
Berelasi jika saham treasuri diperoleh oleh pihak-pihak berelasi.
28
Bunga, Deviden, Kerugian dan Keuntungan
• Bunga, dividen, keuntungan, dan kerugian yang terkait
dengan instrumen keuangan atau komponen yang
merupakan liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan
atau beban dalam laba rugi.
• Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas didebit
oleh entitas secara langsung ke ekuitas, setelah dikurangi
dampak pajak penghasilan terkait.
• Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas, dicatat
sebagai pengurang ekuitas, setelah dikurangi dampak pajak
penghasilan terkait.
29
Pajak Dividen
• Pajak penghasilan yang terkait dengan distribusi kepada pemegang
instrumen ekuitas dan biaya transaksi dicatat sesuai dengan PSAK 46:
Pajak Penghasilan.
• Entitas umumnya menanggung berbagai biaya dalam penerbitan atau
perolehan kembali instrumen ekuitasnya.
• Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas dicatat sebagai
pengurang ekuitas (setelah dikurangi dampak pajak penghasilan),
sepanjang biaya tersebut merupakan biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan transaksi ekuitas, namun diabaikan
jika tidak dapat diatribusikan secara langsung.
• Biaya transaksi ekuitas yang diabaikan tersebut diakui sebagai beban.
30
Saling Hapus
• Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya
disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas:
– saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
sating hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
– berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
• Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan, entitas tidak boleh melakukan saling
hapus aset keuangan yang ditransfer dan liabilitas terkait (lihat PSAK 55
(revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran paragraf 36).
• Entitas mengungkapkan informasi yang disyaratkan dalam PSAK 60:
Instrumen Keuangan: Pengungkapan paragraf 13B-13E untuk pengakuan
instrumen keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup paragraf PSAK 60
paragraf 13A.
31
Tanggal Efektif dan Penarikan
• Entitas menerapkan Pernyataan secara prospektif untuk
periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015,
kecuali par 07,26 PA41 berlaku secara prospektif.
• Pernyataan ini menggantikan PSAK 50 (2010)
32
Utang Yang Dapat Dikonversi (contoh)
• PT. ABC menerbitkan obligasi yang dapat dikonversi 2.000
lembar pada awal 20X1. Obligasi tersebut berjangka waktu
3 tahun dan dijual sebesar nilai nominalnya Rp1.000 per
lembar.
• Bunga 6% dibayarkan di muka setiap tahunnya.
• Tiap obligasi dapat dikonversikan setiap saat hingga saat
jatuh temponya menjadi 250 lembar saham biasa.
• Ketika obligasi tersebut diterbitkan, tingkat bunga pasar
untuk utang sejenis tanpa hak konversi sebesar 9%.
• Komponen liabilitas harus diukur terlebih dahulu
• Selisih antara hasil yang diterima dengan nilai wajar
komponen liabilitas dialokasikan sebagai komponen ekuitas.
• Nilai wajar komponen liabilitas dihitung menggunakan
tingkat bunga diskonto 9 %,
TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi
08
Utang Yang Dapat Dikonversi (contoh)
Nilai sekarang dari pokok obligasi Rp2.000.000 yang harus
dibayar dalam tiga tahun
Nilai wajar dari bunga sebesar Rp120.000 yang harus dibayar di
muka setiap tahunnya selama tiga tahun
Total komponen liabilitas
303.755
1.848.122
151.878
Komponen Ekuitas
2.000.000
Hasil penerbitan obligasi
Kas
1,544,367
2.000.000
Utang Obligasi
Agio saham – Ekuitas konversi
1.848.122
151.878
TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi
08
Utang yang Dapat Dikonversi (contoh)
Ilustrasi: PT XYZ menerbitkan 1000 lembar obligasi yang dapat
dikonversi dengan nilai nominal Rp 200.000 pada awal tahun
2013. Obligasi tersebut memiliki periode 6 tahun dengan
pembayaran bunga 7 persen setiap akhir Desember. Setiap
obligasi dapat dikonversi menjadi 100 lembar saham dengan
nilai par Rp 500. Suku bunga pasar untuk obligasi sejenis adalah
9 persen.
TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi
08
Utang Yang Dapat Dikonversi (contoh)
Komponen liabilitas pada obligasi saat diterbitkan pada nilai wajar
PV nilai nominal =
𝑅𝑝 200.000.000
(1+.09)6
= Rp 119.253.465
PV pembayaran bunga = 𝑅𝑝 14.000.000 ×
1−(1+.09)−6
.09
PV komponen liabilitas
62.802.860
Rp 182.056.325
Komponen ekuitas pada obligasi saat diterbitkan pada nilai wajar
Nilai wajar obligasi pada tanggal penerbitan
Dikurangi: nilai wajar komponen liabilitas pada tanggal penerbitan
Nilai wajar komponen ekuitas pada tanggal penerbitan
Rp 200.000.000
182.056.325
Rp 17.943.675
Pencatatan jurnal atas transaksi:
Kas
Utang obligasi
Agio saham – ekuitas konversi
200.000.000
182.056.325
17.943.675
TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi
09
Utang Yang Dapat Dikonversi (contoh)
Kondisi 1: Obligasi tidak dikonversi sampai maturity
Utang obligasi
Kas
200.000.000
200.000.000
Akun agio saham – ekuitas konversi sebesar Rp 17.943.675 dapat ditransfer ke akun
agio saham – biasa.
Kondisi 2: Obligasi dikonversi saat maturity
Agio saham – ekuitas konversi
Utang obligasi
Saham biasa
Agio saham – biasa
17.943.675
200.000.000
50.000.000
167.943.675
Akun agio saham – ekuitas konversi sebesar Rp 17.943.675 ditransfer ke akun agio
saham – biasa.
10
Utang yang Dapat Dikonversi (contoh)
Kondisi 3: Obligasi dikonversi sebelum maturity
Obligasi dikonversi menjadi saham pada tanggal 31 Desember 2015
Daftar Amortisasi Obligasi
Tanggal
01/01/2013
31/12/2013
31/12/2014
31/12/2015
Kas dibayarkan
Beban bunga
14,000,000
14,000,000
14,000,000
Agio saham – ekuitas konversi
Utang obligasi
Saham biasa
Agio saham – biasa
16,385,069
16,599,725
16,833,701
Amortisasi diskonto
2,385,069
2,599,725
2,833,701
Nilai tercatat
182,056,325
184,441,394
187,041,120
189,874,821
17.943.675
189.874.821
50.000.000
157.818.496
TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi
11
Saham Diterbitkan dengan Sekuritas Lain
Metode Proporsional
PT DEF menerbitkan 500 lembar saham biasa dengan nilai par Rp
100 dan nilai wajar Rp 600, serta 200 lembar saham preferen dengan
nilai par Rp 200 dan nilai wajar Rp 1.000 yang dijual dengan lump
sum Rp 400.000.
Kas
400.000
Saham preferen (200 x Rp 200)
Agio saham preferen (160.000 – 40.000)
Saham biasa (500 x Rp 100)
Agio saham biasa (240.000 – 50,000)
40.000
120.000
50.000
190.000
13
Saham Diterbitkan dengan Sekuritas Lain
Metode Penambahan
PT DEF menerbitkan 500 lembar saham biasa dengan nilai par Rp
100 dan nilai wajar Rp 600, serta 200 lembar saham preferen dengan
nilai par Rp 200 dan nilai wajar tidak diketahui yang dijual dengan
lump sum Rp 400.000.
Kas
400.000
Saham preferen (200 x Rp 200)
40.000
Agio saham preferen (100.000 – 40.000)
60.000
Saham biasa (500 x Rp 100)
50.000
Agio saham biasa (300.000 – 50,000)
250.000
Saham Treasuri (contoh)
PT JKL menerbitkan 20.000 lembar saham biasa dengan nilai
par Rp 200 pada harga Rp 500 per share. Sebagai tambahan,
perusahaan juga memiliki laba ditahan sebesar Rp20.000.000.
Ekuitas
Saham biasa, Rp 200 par, 20.000 lembar diisukan dan
beredar
Agio saham biasa
Laba ditahan
Total ekuitas
Rp
4.000.000
6.000.000
20.000.000
30.000.000
Saham Treasuri (contoh)
Kemudian pada tanggal 2 Februari, PT JKL melakukan reakuisisi
saham sebanyak 5.000 lembar saham dengan harga Rp 700.
Saham treasuri
Kas
3.500.000
3.500.000
Saham biasa, Rp 200 par, 20.000 lembar diisukan dan 15.000
Rp
beredar
Agio saham biasa
Laba ditahan
Dikurangi: biaya saham treasuri (5.000 lembar)
Total ekuitas
4.000.000
6.000.000
20.000.000
3.500,000
26.500.000
Saham Treasuri (contoh)
Tanggal 2 Maret, PT JKL menjual kembali saham treasurinya
sebanyak 500 lembar dengan harga Rp 1.000
Kas 500.000
Saham treasuri
350.000
Agio saham treasuri
150.000
Tanggal 2 April, PT JKL menjual kembali saham treasurinya
sebanyak 500 lembar dengan harga Rp 600.
Kas 300.000
Agio saham treasuri
50.000
Saham treasuri
350.000
2 April
Agio Saham Treasuri
50.000 2 Maret
Saldo
150.000
100.000
Saham Treasuri (contoh)
Tanggal 2 Mei, PT JKL menjual kembali saham treasurinya
sebanyak 1.000 lembar dengan harga Rp 550.
Kas
550.000
Agio saham treasuri
100.000
Laba ditahan
Saham treasuri
50.000
700.000
Penyajian Ekuitas
Ref. Laporan Keuangn PLN dari website perusahaan
47
Penyajian Laporan Perubahan Ekuitas
Ref. Laporan Keuangn PLN dari website perusahaan
48
PSAK 55 (REVISI 2014)
INSTRUMEN KEUANGAN:
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
55
Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen Keuangan
Aset
Keuangan
Aset Keuangan
yang diukur pada
nilai wajar
melalui laporan
laba rugi
Investas dimiliki
hingga jatuh
tempo
Pinjaman
diberikan dan
Piutang
Aset keuangan
tersedia untuk
dijual
Liabilitas
Keuangan
Liabilitas
Keuangan yang
diukur pada nilai
wajar melalui
laporan laba rugi
Instrumen
Ekuitas
Instrumen
Derivatif
Instrumen
Lindung Nilai
Instrumen
Ekuitas Biasa
Derivatif
Biasa
Atas Nilai Wajar
Instrumen
Ekuitas
Majemuk
Derivatif
Melekat
Atas Arus Kas
Kewajiban
Lainnya
Instrumen
Ekuitas
Sinstesis
Atas Investasi
Neto pada
Operasi Luar
Negeri
48
Kategori Aset Keuangan
Pinjaman
atau
Piutang
NO
Bentuk
Investasi dlm
Utang
NO
Tujuan
Spekulatif
NO
YES
YES
Keinginan
memegang
Available for
Sale
Trading
Diukur dg
Nilai Wajar
YES
Held to maturity
YES
No
YES
Nilai Wajar
Nilai Beli
49
PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran
► Instrumen keuangan diukur pada pengakuan awal sebesar nilai
wajar ditambah dengan biaya transaksi kecuali untuk instrumen
yang diukur dengan menggunakan nilai wajar.
► Penghapusan (dererecognition) aset keuangan didasarkan atas
kombinasi “risk and reward” dan pendekatan pengendalian. Evaluasi
atas risk and reward diakukan sebelum evaluasi atas transfer
pengendalian
► Pengakuan gain/loss atas penghapusan (extinguishment) liabilitas
keuangan ketika utang baru diterbitkan memiliki persyaratan (term)
yang berbeda dengan utang lama.
► Restrukturisasi utang yang menyebabkan modifikasi substansial
term dapat menghasilkan gain/loss pada saat penerbitan liabilitas
baru.
50
PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan
Pengukuran
• Empat kategori aset keuangan:
1.
2.
3.
4.
Aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi;
Investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
Pinjaman yang diberikan atau piutang; dan
Aset keuangan tersedia untuk dijual.
• Dua kategori liabilitas keuangan
1) Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi
2) Kewajiban lain
• Pengukuran aset keuangan dengan menggunakan nilai wajar
dalam arti luas
• Beberapa perbedaan dalam praktik dalam mengidentifikasi
derivatif majemuk.
51
PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran
• Harga pasar atas aset yang dimiliki atau liabilitas yang akan
diterbitkan adalah harga penawaran(bid price) dan untuk aset
yang akan dibeli atau liabilitas yang dimiliki adalah harga
permintaan (asking price).
• Pengukuran instrumen keuangan sebesar nilai amortisasi,
premium dan diskon dimartisasi dengan menggunakan effective
interest rate.
• Reklasifikasi menjadi atau keluar dari FVPL dilarang yang
didesain untuk tujuan hedging
• Aturan tainting atas held to maturity investment, pembatasan
selama 2 tahun tidak boleh melakukan transfer antar kategori
investasi.
52
PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran
► Bukti obyektif atas penurunan nilai aset keuangan dan
penilaiannya dilakukan setiap tanggal laporan keuangan.
► Instrumen keuangan signifikan secara individu
► Tidak signifikan atau signifikan tetapi tidak mengalami penurunan nilai
► Penilaian penurunan nilai dilakukan secara individu dan kolektif
► Pembalikan atas penurunan atas piutang, investasi HTM dan AFS
instrumen utang dapat dilakukan jika memenuhi kriteria.
53
Pengukuran Awal
Aset dan Kewajiban Keuangan
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi
Tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi
Nilai wajar
Nilai wajar ditambah Biaya
Transaksi
(biaya transaksi expense)
(biaya transaksi dikapitalisasi)
54
Transfer / Reklasifikasi
Loans &
Receivable
HTM
Diijinkan jika ada
perubahan intensi.
Situasi
yang langka
Diijinkan namun
harus memenuhi
TAINTING RULE
FVTPL
AFS
Tainting
• Entitas tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai
investasi dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun
berjalan atau dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya,
telah menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga
jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak
signifikan (more than insignificant) sebelum jatuh tempo
• Kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan:
– Mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali
– Setelah entitas telah memperoleh secara substansial
seluruh jumlah pokok aset keuangan
– Terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar
kendali
Pengukuran Selanjutnya
Klasifikasi
FVTPL
HTM
Pinjaman
Diberikan dan
Piutang
Neraca
Biaya
Transaksi
Keuntung Bunga Penuruna Pembalika
an atau
dan
n Nilai
n
Kerugian Dividen
Penuruna
Nilai
n Nilai
Wajar
Dibebankan Laba atau rugi Laba atau
rugi
By default
By default
Biaya
Diamortisasi
Dikapitalisasi
Biaya
diamortisasi
Dikapitalisasi
Nilai wajar
-
Laba rugi
Laba rugi
Laba rugi
-
Laba rugi
Laba rugi
Laba rugi
Pengukuran Selanjutnya
Klasifikasi
Laporan Keuntungan
Posisi
atau
Keuangan
Kerugian
Nilai Wajar
Bunga
dan
Dividen
Utang/
Dikapitalisasi
Nilai wajar
Pendapatan
komprehensif
lain*
Laba Rugi
Laba Rugi
Laba Rugi
Ekuitas/
Dikapitalisasi
Nilai wajar
Pendapatan
komprehensif
lain*
Laba Rugi
Laba Rugi
Pendapatan
komprehensif
lain
Ekuitas:
Tidak dapat
diukur secara
andal/
Dikapitalisasi
Harga
perolehan
-
Laba Rugi
Laba Rugi
-
Jenis / Biaya
Transaksi
AFS
Penurunan Pemulihan
Nilai
Penurunan
Nilai
* Dibebankan ke laba rugi saat pelepasan atau terjadi penurunan nilai
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Pinjaman dan Piutang
a) Nilai wajar
b) Biaya diamortisasi
c) Biaya (penggunaan terbatas hanya jika nilai
wajar tidak dapat ditentukan)
• PSAK 55 mengklasifikasikan:
– 4 kategori aset keuangan
– 2 kategori kewajiban keuangan
• Kategori tersebut menentukan metode yang digunakan
untuk pengukuran selanjutnya
59
Biaya Amortisasi
Jumlah saat pengukuran
awal
PLUS OR MINUS
MINUS
Akumulasi amortisasi dg
effectiv interest method
Pembayaran
MINUS
Penurunan Nilai
60
Suku bunga efektif
• Suku bunga yang menyamakan antara nilai awal aset
dengan nilai kini dari pembayaran yang diterima di masa
mendatang.
• Nilai awal aset keuangan termasuk biaya transaksi dan
biaya lain terkait dengan perolehan/penerbitan
aset/liabilitas keuangan
• Suku bunga efektif tidak selalu sama dengan suku bunga
yang ditetapkan.
• Suku bunga efektif digunakan untuk mengitung amortisasi
premium atau diskon
61
Ilustrasi Provisi
Enitas A memberikan pinjaman Rp 600.000 bunga 8%, tahunan.
Bunga sebesar 8% kali total pinjaman dibayarkan setiap akhir tahun
dan pokok dilunasi pada akhir tahun ketiga. Entitas A
membebankan provisi 4%, yang dipotong dari pinjaman yang
diberikan
Jumlah pinjaman yang diberikan / diterima sebesar 600.000
dikurang 4% = 576.000. Dihitung ulang bunga efektif. Tingkat
bunga yang menyamakan nilai kini kas yang akan diterma
dengan nilai pinjaman 576.000
62
Ilustrasi Provisi 1
Tidak ada provisi
Pembayaran
8% 1
48,000
2
48,000
3
48,000
3
600,000
600,000
PV
44,444
41,152
38,104
476,299
600,000
Dengan provisi 4%
9.59708%
1
2
3
3
576,000
Pembayaran
48,000
48,000
48,000
600,000
PV
43,797
39,962
36,462
455,779
576,000
• Tingkat suku bunga efektif
lebih besar karena nilai
uang yang diberikan lebih
kecil.
• Perusahaan tetap akan
memperoleh pembayaran
bunga 8% dari pokok
• Tingkat suku bunga efektif
dihitung sebesar
9,59708%.
63
Ilustrasi Provisi… Lanjutan
Piutang
576.000
Kas
576.000
(sebagai alternatif pinjaman dapat dicatat sebesar Rp30 milyar dan
dikurangi diskon sebesar Rp29.028.084.000)
Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan amortisasi
biaya transaksi
Kas
48.000
Pinjaman yang diberikan
7.279
Pendapatan bunga
55.279
Pendapatan bunga dihitung dari bunga efektif
64
Ilustrasi Provisi … Lanjutan
Pembayaran
Bunga
Amortisasi
9.59708%
Pinjaman
576,000
1
48,000
55,279
7,279
583,279
2
48,000
55,978
7,978
591,257
3
48,000
56,743
8,743
600,000
3
600,000
600,000
65
Ilustrasi Biaya Transaksi 2
Enitas Z memberikan pinjaman Rp 800.000 bunga 10%, tahunan.
Bunga sebesar 10% dari pinjaman outstanding setiap akhir tahun
dan pokok diangsur 4x sebesar 200.000. Entitas A mengeluarkan
biaya langsung 20.000 untuk pemberian pinjaman ini dan tidak
dibebankan ke debitur
Jumlah pinjaman yang diberikan sebesar 800.000 ditambah
biaya 20.000 = 820.000. Dihitung ulang bunga efektif. Tingkat
bunga yang menyamakan nilai kini kas yang akan diterma
dengan nilai pinjaman 820.000
66
Ilustrasi Biaya Transaksi 2
Tidak ada biaya transaksi
10%
Bunga
80,000
60,000
40,000
20,000
1
2
3
4
800,000
Pokok
200,000
200,000
200,000
200,000
Pembayaran
280,000
260,000
240,000
220,000
PV
254,545
214,876
180,316
150,263
800,000
Ada biaya transaksi
8.81997%
1
2
3
4
Bunga
80,000
60,000
40,000
20,000
820,000
Pokok
200,000
200,000
200,000
200,000
Pembayaran
280,000
260,000
240,000
220,000
PV
257,306
219,561
186,245
156,887
820,000.00
67
Ilustrasi Biaya Transaksi 2
Pembayaran
Bunga
Pengurang
8.81997% Bunga & Pokok
Pinjaman
820,000
1
280,000
72,324
207,676
612,324
2
260,000
54,007
205,993
406,331
3
240,000
35,838
204,162
202,169
4
220,000
17,831
202,169
0
68
Ilustrasi Biaya Transaksi 2… Lanjutan
Jurnal pada saat pemberian pinjaman
Pinjaman yang berikan
800.000
Kas
800.000
Jurnal untuk mencatat biaya yang dikeluarkan asumsikan biaya ini
dibayarkan secara tunai.
Pinjaman yang diberikan
20.000
Kas
20.000
Kedua jurnal tersebut akan membuat pinjaman sebesar 820.000
69
Ilustrasi Biaya Transaksi 2… Lanjutan
Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan angsuran
Kas
280.000
Pinjaman yang diberikan
207.676
Pendapatan bunga
72.324
Jurnal pembayaran bunga terakhir
Kas
280.000
Pinjaman yang diberikan
Pendapatan bunga
202.169
17.831
70
Ketentuan Umum – Penurunan Nilai
• Aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami
penurunan nilai apabila:
– Nilai tercatat/biaya perolehan diamortisasi > Nilai yang
dapat diperoleh kembali
– Evaluasi atas apakah terdapat bukti objektif penurunan
nilai harus dilakukan pada setiap tanggal neraca
• Bila terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka harus
dilakukan estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali
dan mengakui kerugian penurunan nilai
Penurunan Nilai – Konsep Umum
Piutang setiap pelaporan harus dievaluasi apakah terdapat bukti objektif
aset keuangan tersebut mengalami penurunan nilai
Jika terdapat bukti objektif maka akan diakui kerugian penurunan nilai
Bukti objektif terjadi akibat dari satu atau lebih peristiwa setelah
pengakuan awal yang merugikan dan berdampak pada arus kas di masa
depan
72
Penurunan Nilai – Konsep Umum
Kesulitan keuangan signifikan pihak peminjam
Pelanggaran kontrak seperti
pembayaran bunga maupun pokok
terjadi
penundaan
Pihak pemberi pinjaman memberikan kelonggaran akibat
kesulitan keuangan yang dialami peminjam
Peminjam dinyatakan pailit oleh pengadilan
Memburuknya kondisi ekonomi
kemampuan membayar turun
yang
menyebabkan
73
Penurunan Nilai – Konsep Umum
terdapat bukti objektif
kerugian diukur berdasarkan selisih
antara nilai tercatat piutang dengan
nilai kini estimasi arus kas masa
depan
Tingkat diskonto  suku bunga
efektif yang berlaku pada saat
pengakuan awal dari aset
tersebut
Kerugian diakui dalam
laporan laba rugi
Nilai tercatat piutang
dikurangi:
langsung/pencadangan
74
Penurunan Nilai – Konsep Umum
Piutang dagang
Piuang dagang terbukti tidak bisa
dibayar
tidak dapat dibayar
menghapuskan semua
piutang tersebut kecuali ada
jaminan
dibayar namun waktu
pembayarannya lebih
lama dari yang
dijanjikan
kerugian hanya diakui
sebesar piutang yang tidak
ada jaminannya
75
Penurunan Nilai – Konsep Umum
Evaluasi bukti
objektif thd
individual
piutang dimasukkan
dalam kelompok
piutang yang mengalami
penurunan nilai secara
kolektif
Jika tidak ada bukti
objektif atas
individual piutang
Jika ada bukti
objektif 
menghitung arus kas
masa depan dari
piutang
Selisihnya akan
diakui sebagai
kerugian penurunan
nilai
76
Penurunan Nilai – Aset Keuangan yang Dicatat Berdasarkan Biaya
Perolehan Diamortisasi
• Meliputi investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo
serta pinjaman yang diberikan dan piutang
• Aset Individual yang Signifikan:
– Pertama kali harus dinilai secara individu
– Jika tidak ada bukti penurunan nilai saat penilaian individu-harus
dinilai dalam kelompok yang sama karakteristik risiko kreditnya
• Penilaian Kelompok:
– Untuk aset-aset yang secara individu tidak signifikan dan aset-aset lain
– Tidak dapat dievaluasi secara individual
Penurunan Nilai Kolektif – Aset Keuangan yang Dicatat
Berdasarkan Biaya Perolehan Diamortisasi
Penurunan nilai kolektif aset keuangan yang dicatat
berdasarkan biaya perolehan diamortisasi meliputi:
1. Kelompok aset keuangan sejenis yang tidak
signifikan secara individual; dan
2. Aset keuangan yang signifikan secara individual
yang tidak mengalami penurunan nilai
berdasarkan evaluasi secara individual;
Penurunan Nilai Kolektif – Aset Keuangan - Biaya Perolehan
Diamortisasi
• Jumlah kerugian diukur sebagai selisih antara nilai
tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa
depan yang didiskonto menggunakan suku bunga
efektif awal dari aset tersebut
• Nilai tercatat aset tersebut dikurangi, baik secara
langsung maupun menggunakan pos cadangan.
• Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan
laba rugi.
Penurunan Nilai Kolektif – Aset Keuangan - Biaya Perolehan
Diamortisasi
• Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan
nilai berkurang, maka kerugian penurunan nilai yang
sebelumnya diakui harus dipulihkan.
• Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat
aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi
sebelum adanya pengakuan penurunan nilai pada tanggal
pemulihan dilakukan.
• Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba
rugi.
Penurunan Nilai – Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya
Perolehan
• Jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih
antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari
estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat
pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan
serupa
• Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dipulihkan.
Penurunan Nilai – Aset Keuangan yang Tersedia untuk Dijual
• Ketika penurunan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan
dalam kelompok tersedia untuk dijual telah diakui secara langsung dalam
ekuitas dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami
penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara
langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada
laporan laba rugi
• Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi atas investasi
instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas yang
tersedia untuk dijual tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi.
• Jika, pada periode berikutnya, nilai wajar instrumen utang yang
diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual meningkat, maka
kerugian penurunan nilai tersebut harus dipulihkan melalui laporan laba
rugi.
Impairment of Financial Assets Measured at Amortized Cost
Procedures for assessing impairment (IAS 39: 63-65)
Test for impairment for
Financial Assets
Individually Significant
Not Individually Significant
Individually
Individually
Fail
Pass
Fail
Collectively
Pass
Collectively tested with
similar credit risk
83
Impairment of AFS Financial Assets
Changes in fair value of AFS
taken to equity
Decline in fair value must be
determined
Objective evidence of
impairment
Cumulative loss in equity
transferred to income
statement
Decline in fair value
Previous
Acquisition Current fair impairment loss
cost
value
Debt instrument: Reversible
Equity instrument: Non reversible
84
Ilustrasi Pelanggan Pailit
Entitas S memiliki piutang kepada Entitas R sebesar 100.000. Piutang diberikan 1 Juni
2010. Pada 15 Desember 2011 Entitas S mendapatkan informasi bahwa Entitas R
dipailitkan oleh pengadilan. Piutang ini tidak dijamin, aset Entitas R tidak dapat
digunakan untuk membayar utang dagang. Diturunkan seluruhya karena kas dimasa
depan Rp0.
Entitas S menghapuskan piutang  mendebit cadangan penurunan nilai piutang
Pencadangan penurunan nilai
Beban penurunan nilai piutang 100.000
Cadangan penurunan nilai piutang
Penghapusan piutang
Cadangan penurunan nilai piutang
100.000
Piutang Dagang
100.000
100.000
85
Penurunan Nilai – Penghitungan
 Piutang yang masih dapat ditagih namun proses
pembayarannya terlambat dari perjanjian piutang yang
disepakati
 Perusahaan mengestimasi waktu penerimaan kas dari piutang
tersebut kemudian menghitung nilai sekarang piutang tersebut
dengan menggunakan tingkat bunga pasar.
 Piutang berbunga  menggunakan bunga efektif pinjaman
86
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Individu
Entitas K melakukan penjualan kredit pada Entitas L pada 1
Agustus 2011 sebesar 500.000. Piutang tersebut meurut
perjanjian dibayarkan sebulan setelah penjualan. Sampai dengan
tanggal 31 Desember 2011 saat PT. Kenanga menyusun laporan
keuangan, piutang tersebut belum dibayarkan. PT. Tulip berjanji
akan melunasi piutang tersebut awal Juli 2013. Bunga pasar
sebesar 5%.
87
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Individu… Lanjutan
5% PV 5% 1,5 tahun
500,000
464,714
35,286
Piutang tersebut akan dihitung penurunan nilai sebesar:
PV piutang 500.000 x 0.962250 (PV 5%, n=1,5)=464.714
Penurunan nilai 500.000 – 464.714 = 35.286
Jumlah ini akan digabung penurunan nilai piutang yang lain dan penurunan
nilai secara kolektif. Jika dibuat jurnal sendiri:
Beban penurunan nilai piutang
35.286
Cadangan penurunan nilai piutang
35.286
Jika 1/7 dibayar maka jurnal yang dibuat adalah pelunasa dan recovery
penurunan nilai.
Cadangan penurunan nilai piutang 35.286
Beban penurunan nilai piutang
35.286
Kas
500.000
Piutang dagang
500.000
88
Penurunan Nilai – Penghitungan
Pinjaman yang diberikan dalam bentuk kredit  tanda
kegagalan: restrukturisasi
Jika hasil restrukturisasi:
nilai kini arus kas
di
masa
mendatang
<
pinjaman
tercatat
Penurunan
nilai
89
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang
Entitas G memberikan pinjaman Entitas H 400.000 pada 30 Desember 2010.
Pinjaman 2 tahun, suku bunga 10% dikenakan atas saldo pinjaman setiap tahun
dan pinjaman dilunasi seluruhnya akhir tahun kedua. Pada 30 Desember 2011
Entitas H. tidak membayar bunganya. Diketahui bahwa PT. Kenanga mengalami
kesulitan keuangan. Untuk itu dilakukan negosiasi ulang pinjaman tersebut.
90
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang… Lanjutan
Kasus 1
Dicapai kesepakatan, peminjam diberikan grace period pada tahun pertama dan
baru dimulai pembayaran bunga pada tahun kedua, piutang dilunasi tahun ketiga
Tahun
1
2
2
Skedul awal
40,000
40,000
400,000
PV lama
36,364
33,058
330,579
Perubahan
Skedul
40,000
40,000
400,000
400,000
Kerugian
PV baru
33,058
30,053
300,526
363,636
36,364
Rugi penurunan nilai
91
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang… Lanjutan
Kasus 2
Pinjaman akan diangsur mulai 2012, namun angsuran pertama akan
memperhitungkan bunga tertunggak selama tahun pertama. Untuk angsuran
kedua dan pelunasan akan dilakukan pada tahun berikutnya
Tahun
1
2
2
Skedul awal
40,000
40,000
400,000
PV lama
36,364
33,058
330,579
Perubahan
Skedul
84,000
40,000
400,000
400,000
Kerugian
PV baru
69,421
30,053
300,526
400,000
-
Tidak terjadi penurunan nilai
92
Ilustrasi Penurunan Nilai… Lanjutan
Kasus 3
Jika kesepakatan menyebutkan bahwa pinjaman akan mulai diangsur pada tahun 2012
dan sisanya pada tahun berikutnya. Namun perusahaan dikenakan penalti kenaikan suku
bunga menjadi 12%. Pembayaran angsuran pertama dilakukan bersamaan dengan
pembayaran bunga tertunggak dan bunga periode tersebut yang dihitung berdasarkan
rate baru secara flat. Bunga = (Rp200.000*0,12*2 = Rp48.000)
Perubahan
Skedul
PV baru
3
148.000.000
111.194.591
4
136.000.000
92.889.830
<
204.084.420
Tahun
Skedul awal
PV lama
1
120.000.000
109.090.909
2
110.000.000
90.909.091
200.000.000
(4.084.420)
tidak terjadi
penurunan
nilai
93
Penurunan Nilai – Penghitungan
• Tidak semua piutang yang dimiliki perusahaan
signifikan
• Tidak semua piutang yang signifikan mengalami
penurunan nilai
• Keduanya tetap harus dievaluasi penurunannya
secara kolektif
94
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Kelompok
Entitas M memiliki piutang beberapa pelanggan pada 31 Desember 2011
Nama Pelanggan
Nilai Piutang
Entitas D
30.000
Entitas Ka
26.000
Entitas As
25.000
Entitas Ag
15.000
Entitas Kj
5.000
Entitas Tl
3.000
Piutang lain tidak signifikan
25.000
95
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Kelompok… Lanjutan
Seluruh piutang tidak ada jaminannya. Terdapat informasi Entitas Tl
mengalami kesulitan keuangan, dan dinyatakan pailit. Piutang kepada PT.
Anggrek telah berumur 3 bulan. Perjanjian piutang menyebutkan piutang
dilunasi 1 bulan. Enitas Ag baru dapat melunasi piutangnya pada 31
Desember 2012. Bunga incremental borrowing sebesar 6%.
Berdasarkan pengalaman dan data historis tingkat piutang tidak tertagih
sebesar 2% dari nilai piutang.
96
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Kelompok… Lanjutan
Piutang PT. Tulip karena terdapat bukti obyektif perusahaan pailit, maka arus kas
yan diharapkan di masa mendatang adalah 0, sehingga di-impairment seluruhnya
sebesar Rp3.000.000
Piutang PT. Anggrek, karena baru dibayar setahun yang akan datang, perusahaan
harus memperhitungkan nilai sekarang dari arus kas di masa mendatang.
Nilai sekarang arus kas dengan tingkat bunga 6%, satu tahun
= 15.000 x 0.9434 = 14.150.
Nilai piutang tercatat
= 15.000
Kerugian penurunan nilai
=
850
97
Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Kelompok… Lanjutan
Piutang lain yang tidak signifikan ditambah dengan piutang yang secara individu
tidak mengalami penurunan nilai :
30.000+26.000+25.000+5.000+25.000= 111.000
Penurunan nilai kolektif: 111.000.x 2% = Rp2.220
Total penurunan piutang sebesar 3.000 + 850 + 2.220 = 6.070.
Jurnal yang dibuat oleh perusahaan adalah:
Beban penurunan nilai piutang
6.070
Cadangan penurunan nilai piutang
6.070
98
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
dihitung berdasarkan data historis beberapa tahun sebelumnya
(3-5 tahun)
Metode
metode pembebanan rata-rata (average charge method)
&
metode roll rate
99
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
Average charge-off method
1
Mendasarkan jumlah penurunan nilai berdasarkan data historis
rata-rata tingkat kerugian pinjaman
2
Masing-masing tahun diperoleh data saldo piutang,
jumlah piutang yang dihapuskan serta jumlah piutang yang
telah dihapuskan namun dapat ditagih
3
Hitung jumlah pinjaman neto yang dihapuskan  pinjaman
yang dihapuskan dikurangi pinjaman yang telah dihapuskan
namun dapat ditagih (recovery)
4
Rata-rata kerugian pinjaman tiap tahun  pinjaman neto
yang dihapuskan dibagi rata-rata pinjaman untuk masingmasing tahun selama 5 th
100
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
Average charge-off method
2005
2006
2007
2008
Rata2
5
tahun
2005
Pinjaman yang
dihapuskan
450.000.000
420.000.000
400.000.000
390.000.000
380.000.000
Pinjaman recovery
(80.000.000)
(78.000.000)
(70.000.000)
(64.000.000)
(60.000.000)
Pinjaman net yang
dihapuskan
370.000.000
342.000.000
330.000.000
326.000.000
320.000.000
36.500.000.000
35.800.000.000
36.800.000.000
38.000.000.000
38.600.000.000
36.500.000.000
36.150.000.000
36.300.000.000
37.400.000.000
38.300.000.000
0,0101
0,0095
0,0091
0,0087
Pinjaman
Rata-rata
Pinjaman
Rata-rata kerugian
0,0084 0,0092
101
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
Average charge-off method
Total pinjaman
tahun 2011
Pinjaman yang
secara individu
mengalami
penurunan nilai
48.000.000.000
(8.000.000.000)
Pinjaman yang
dievaluasi secara
kolektif
Rata-rata
data historis
kerugian
pinjaman
Penurunan
nilai kolektif
40.000.000.000
0,0092
366.000.000
102
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
Roll Rate Method
menghitung probability piutang pada periode sekarang akan tetap
menjadi piutang pada periode berikutnya
Misal:
Piutang yang belum jatu tempo pada bulan Jan 2010 sebesar
5.000.000, dari jumlah tersebut yang masih belum tertagih pada Feb
2011 sebesar Rp1.000.000 sehingga roll rate rasio sebesar 20% 
dihitung dalam jangka waktu 1 tahun, untuk kemudian dihitung
nilai rata-ratanya
103
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
Roll Rate Method
Bulan/
tahun
2 Jan
2011
2 Feb
2011
Roll rate
Current
5.000.000
20%
1-30 hari
61-180
31-60 hari hari
181-366
hari
> 365
hari
1.500.000
1.000.000 800.000
1.000.000
600.000 500.000
560.000 320.000
50%
80%
40%
70%
400.000
100%
104
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
Roll Rate Method
Bulan/tahun
Current 1-30 hari
2 Jan 2011
2 Feb 2011
2 Mar 2011
2 Apr 2011
2 Mei 2011
2 Jun 2011
2 Jul 2011
2 Agt 2011
2 Sep 2011
2 Oct 2011
2 Nop 2011
2 Dec 2011
Rata-rata roll rate
20%
25%
22%
25%
26%
28%
26%
25%
18%
19%
18%
18%
22.50%
40%
42%
44%
45%
43%
41%
40%
41%
38%
38%
36%
38%
40.50%
31-60 hari
50%
54%
50%
52%
46%
48%
50%
52%
54%
52%
50%
48%
50.50%
61-180 hari
70%
68%
62%
70%
66%
64%
68%
72%
66%
68%
70%
66%
67.50%
181-365 hari > 365 hari
80%
78%
78%
78%
86%
84%
80%
82%
80%
76%
80%
78%
80.00%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100.00%
105
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
Roll Rate Method
Umur Piutang
Current
1-30 hari
31-60 hari
61-180 hari
181-365 hari
> 365 hari
% Penurunan
Nilai
2.48%
11.04%
27.27%
54.00%
80.00%
100.00%
Perhitungan
22.50%*40,50%*50.50%*65.50%*80.00%*100%
40.50%*50.50%*65.50%*80.00%*100%
50.50%*65.50%*80.00%*100%
65.50%*80.00%*100%
80.00%*100%
100.00%
Nilai roll rate rata-rata per tahun digunakan untuk menentukan nilai piutang
tidak tertagih untuk masing-masing umur piutang dengan mengalikan prosentase
tidak tertagih pada periode tersebut dan setelahnya  digunakan untuk
menentukan penurunan nilai piutang secara kolektif
106
Menghitung Penurunan Nilai Kolektif
Cadangan penurunan nilai awal periode
Beban penurunan nilai periode tsb
Piutang yang dihapuskan (individu&kolektif)
Piutang recovery (sudah dihapuskan tertagih)
Cadangan penurunan nilai akhir periode
5000
2000
(1000)
500
6500
107
Penurunan Nilai – Estimasi
Konsep penyisihan piutang dilakukan karena perusahaan dalam
laporan keuangan harus menyajikan piutang sebesar jumlah yang
dapat direalisasi
diperlukan estimasi jumlah yang tidak dapat ditagih di masa
depan
Estimasi didasarkan pada:
X
Tidak diperkenankan
Nilai Piutang oleh PSAK 55 Nilai Penjualan
108
Ilustrasi Allowance
PT. Kenanga pada 2 Januari 2011 memiliki saldo cadangan penurunan nilai
piutang sebesar Rp 20.000.000. Pada 1 Maret 2011, piutang dari seorang
pelanggan sebesar Rp 5.000.000 dihapuskan karena terdapat bukti pelanggan
tersebut tidak akan membayar piutangnya. Pada tanggal 1 Agustus 2011,
piutang yang diidentifikasi signifikan yang sebelumnya diturunkan nilainya
dilunasi sebesar nilai tercatatnya. Nilai piutang tercatat sebesar Rp 67.000.000
yang terdiri dari nilai piutang bruto Rp 70.000.000 dan cadangan penurunan
piutang sebesar Rp 3.000.000. Pada 1 Oktober 2011, menerima pelunasan
piutang sebesar Rp 2.000.000, dari piutang yang sebelumnya telah dihapuskan.
Pada 31 Desember 2011 perusahaan menghitung ulang penurunan nilai
piutang diperoleh informasi:
Penurunan nilai piutang untuk piutang yang individual signifikan
Rp 2.000.000
Penurunan nilai piutang untuk piutang kolektif Rp 5.000.000.
109
Ilustrasi Allowance …Lanjutan
1 Maret penghapusan piutang dari pelanggan
Cadangan penurunan nilai piutang Rp5.000.000
Piutang dagang
Rp5.000.000
1 Agustus pelunasan piutang
Kas
Rp67.000.000
Cadangan penurunan nilai piutang Rp3.000.000
Piutang dagang
Rp70.000.000
1 Oktober pelunasan piutang yang sebelumnya dihapuskan
Piutang Dagang
Rp2.000.000
Cadangan penurunan nilai piutang Rp2.000.000
Kas
Rp2.000.000
Piutang dagang
Rp2.000.000
31 Desember Jurnal penyesuaian penurunan nilai untuk tahun 2011
Beban penurunan nilai piutang
Rp7.000.000
Cadangan penurunan nilai piutang Rp7.000.000
110
Ilustrasi Allowance …Lanjutan
Rekonsiliasi cadangan penurunan nilai piutang
Saldo awal periode
Rp20.000.000
Penghapusan piutang
(karena dihapus dan dilunasi)
(Rp8.000.000)
Recovery piutang yang dihapus
Rp2.000.000
Tambahan penurunan nilai periode tersebut
Rp 7.000.000
Saldo akhir periode
Rp23.000.000
Rekonsiliasi ini merupakan bagian dari catatan atas laporan keuangan yang
menjelaskan rincian cadangan penurunan.
111
Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya
jika:
(a) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan
tersebut berakhir; atau
(b) entitas mentransfer aset keuangan yang memenuhi kriteria
penghentian pengakuan
Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
1. Consolidate subsidiaries (including SPEs)
2. Do derecognition principles apply
to part or all of assets?
3. Have the rights to cash flows expired?
Yes
Derecognise
No
Don’t derecognise
Yes
Derecognise
Yes
Don’t derecognise
No
Derecognise
No
4. Has entity transferred its right to receive cash flows?
No
Yes
Has entity assumed obligation
to pass through cash flows?
Yes
5. Has entity transferred substantially all risks/rewards?
No
5. Has entity retained substantially all risks/rewards?
No
6. Has entity retained control of the assets?
Yes
Continue to recognise the assets to
extent of continuing involvement
Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan
• Entitas mengeluarkan kewajiban keuangan (atau
bagian dari kewajiban keuangan) dari neracanya,
jika dan hanya jika,
– Kewajiban keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika
kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan
atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Akuntansi Transfer Piutang
TRANSFER PIUTANG
Apakah secara substansi semua
risiko dan manfaat telah berpindah
TIDAK
YA
Catat sebagai Penjualan
Catat Utang dengan Jaminan
• Aset tidak dihapusbukukan
• Catat utang yang timbul
• Akui beban bunga
• Aset dihapusbukukan
• Akui aset yang diperoleh dan
utang yang timbul
• Akui keuntungan atau
kerugian
115
Latar Belakang
Foreign currency
risk
Interest
rate risk
Commodity risk
Risk
•
•
•
Derivatif dan hedging digunakan untuk mengurangi terjadinya risk
Transaksi hedging dilakukan untuk melindungi dari risiko dan dilakukan dengan
menggunaka derivatif.
Tujuan derivatif antara lain untuk menguranngi risiko, mengurangi bunga
pinjaman dan memperoleh laba dari kegiatan trading atau spekulatif.
116
Derivatif
Instrumen keuangan atau kontrak lain dengan
karakteristik:
Nilainya berubah akibat dari perubahan variabel yang
mendasari (spt suku bunga, harga, nilai tukar, dll).
Tanpa investasi awal neto atau nilainya lebih kecil dari
nilai kontrak sejenis yang memberi pengaruh yang
sama terhadap perubahan faktor pasar.
Diselesaikan pd tanggal tertentu di masa mendatang.
Derivative Financial Instruments
A derivative is a financial instrument that meets the following three criteria:
Its value changes in
response to a change in an
“underlying”
Requires little or no initial
investment
Settled at a future date
Scope Exemption:
IAS 39:5 exempts contracts which meet the definition of a derivative from the
standard if the contract is entered into to meet the entity’s usual purchase, sale or
usage requirements
118
Karakteristik Derivatif
• Derivatif yang berdiri sendiri (Freestanding derivative).
– Misalnya option, forward contract, swap, future contract
• Derivatif Melekat (Embedded derivative)
– Komponen dari hybrid/combined instrument;
– Didalamnya terdapat kontrak utama non derivatif;
– Sebagian arus kas yg berasal dari instrumen yang digabungkan bervariasi
seperti derivatif yg berdiri sendiri.
– Terdapat persyaratan untuk diakui terpisah
Types of derivative instruments
Underlying
Used by
Option contracts
(call and put)
Security price
Producers, trading firms, financial
institutions, and speculators
Forward contract
e.g. foreign exchange forward contract
Foreign exchange rate
Various companies
Future contracts
e.g. commodity futures
Commodity prices
Producers and consumers
Swaps
Interest rate
Financial institutions
Accounting for Forward Contract
At inception
During life of contract
Dr Forward Contract (asset)
Cr Gain on forward contract
No journal entry as
fair value is nil
Dr Cash
Cr Forward contract
or
Dr Loss on forward contract
Cr Forward Contract (liability)
Adjust fair value and
record gain/loss
Tan & Lee Chapter 9
Closing position or at
expiration
©2009
Dr Forward contract
Cr Cash
Close out and record net
settlement of contract
120
Accounting for Future Contract
At inception
During life of contract
Dr Cash
Cr Gain on future contract
Dr Margin deposit
Cr Cash
Record payment of
initial margin deposit
Tan & Lee Chapter 9
Closing position or at
expiration
Dr Cash
Dr Gain on future contract
Cr Margin Contract
or
Dr Loss on futures
contract
Cr Cash
Dr Cash
Cr Loss on future contract
Cr Margin Contract
Record daily settlement
of future contracts
Close out and recover
margin deposit
©2009
121
Purchased Option Contract
At inception
During life of contract
Dr Option Contract
Cr Gain on future contract
Dr Option contract
(asset)
Cr Cash
Closing position or at
expiration
Dr Cash*
Dr Gain on option contract
Cr Option Contract
or
Dr Loss on futures contract
Cr Option Contract
Dr Cash*
Cr Loss on option contract
Cr Option Contract
(* assume expires in-the-money)
Record payment of
initial margin deposit
Tan & Lee Chapter 9
Adjust for fair value and
record gain/loss
©2009
Close out and record net
settlement of contract
122
Written Option Contract
At inception
During life of contract
Dr Option Contract
Cr Gain on future contract
Dr Cash
Cr Option contract
(liability)
or
Dr Loss on futures
contract
Cr Option Contract
Closing position or at
expiration
Dr Option contract
Cr Gain on Option
Contract
(Expires out-of-themoney)
Dr Option contract
Dr Loss on option
Cr Cash
(Expires in-the-money)
Record payment of
initial margin deposit
Tan & Lee Chapter 9
Adjust for fair value and
record gain/loss
©2009
Close out and record net
settlement of contract
123
Pengertian Lindung Nilai
•
•
•
Komitmen pasti adalah perjanjian yang mengikat untuk mempertukarkan sumber daya
dalam kuantitas tertentu pada tingkat harga tertentu dan pada tanggal atau tanggaltanggal tertentu di masa depan.
Prakiraan transaksi adalah transaksi di masa depan yang belum mengikat namun telah
diantisipasi.
Instrumen lindung nilai adalah:
a. derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai; atau
b. aset keuangan nonderivatif atau liabilitas keuangan nonderivatif yang telah ditetapkan untuk
tujuan lindung nilai (hanya untuk lindung nilai atas risiko perubahan nilai tukar mata uang
asing), yang nilai wajar atau arus kasnya diperkirakan dapat saling hapus dengan perubahan
nilai wajar atau arus kas dari item yang dilindung nilai (paragraf 79-84 dan PA110-PA113).
•
•
Item yang dilindung nilai adalah aset, liabilitas, komitmen pasti, prakiraan transaksi yang
sangat mungkin terjadi, atau investasi neto pada operasi di luar negeri yang (a)
menyebabkan entitas menghadapi risiko perubahan nilai wajar atau arus kas masa
depan, dan (b) ditetapkan sebagai item yang dilindung nilai (paragraf 85-92 dan A114PA124).
Efektivitas lindung nilai adalah sejauh mana perubahan nilai wajar atau arus kas dari
item yang dilindung nilai yang diatribusikan pada risiko yang akan dilindung nilai dapat
saling hapus dengan perubahan nilai wajar atau arus kas dari instrumen lindung nilai
(PA128-PA139).
Karakteristik Hedging
• Tujuan lindung nilai untuk mengurangi risiko.
• Lindung Nilai Sempurna: lindung nilai yang secara sempurna (efektifitasnya
100%) menghilangkan risiko  dalam praktik, lindung nilai ini jarang.
• Lindung nilai bertujuan untuk mengambil posisi menetralkan risiko,
sehingga dilakukan dengan melakukan kontrak dalam posisi lawan.
– Lindung nilai jual (short), memiliki aset dan akan memastikan harga jual aset terebut.
Akan menghasilkan keuntungan jika Pt (harga aktual pada tanggal kontrak) lebih rendah
dibandingkan dengan harga kontrak. Misal Kontrak 12.000, realisasi 11.500
– Lindung nilai beli (long), memiliki komitmen untuk membeli di masa depan sehinga
kontrak lindung nilai dilakukan untuk memastikan harga beli. Akan menghasilkan
keuntungan jika Pt (harga aktual pada tanggal kontrak) lebih tinggi dibandingkan harga
kontrak. Misal Kontrak 12.000, realisasi 12.700
Item yang Dilindung Nilai
• Item yang dilindung nilai dapat berupa
• aset atau liabilitas yang diakui,
• komitmen pasti yang belum diakui,
• prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi
(highly probable),
• investasi neto pada operasi di luar negeri.
• Item yang dilindung nilai dapat berupa individual item,
sekelompok, atau bagian dari portfolio.
• Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, hanya transaksi yang
kemungkinan besar terjadi yang melibatkan pihak eksternal
Kualifikasi Akuntansi Lindung Nilai
●
Pada saat dimulainya lindung nilai terdapat penetapan dan
pendokumentasian formal atas hubungan lindung nilai dan tujuan
manajemen risiko entitas serta strategi pelaksanaan lindung nilai.
●
Lindung nilai diharapkan akan sangat efektif dalam rangka saling hapus atas
perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas
●
Untuk lindung nilai atas arus kas, suatu prakiraan transaksi yang merupakan
subjek dari suatu lindung nilai harus bersifat kemungkinan besar terjadi dan
terdapat eksposur perubahan arus kas yang dapat memengaruhi laporan laba
rugi.
●
Efektivitas lindung nilai dapat diukur secara andal
●
Lindung nilai dinilai secara berkesinambungan dan ditentukan bahwa
efektivitasnya sangat tinggi sepanjang periode pelaporan keuangan di mana
lindung nilai tersebut ditetapkan
Kriteria & Dokumentasi
• Kriteria
– Terdapat kebijakan tertulis, tujuan manajemen risiko & strategi lindung nilai.
– Hubungan lindung nilai diharapkan efektif utk saling menghapuskan
perubahan nilai wajar.
• Dokumentasi
– Identifikasi hedged items vs hedging instruments.
– Sifat risiko yang dilindungi
– cara yang akan digunakan entitas untuk menilai efektivitas instrumen
lindung nilai tersebut dalam rangka saling hapus eksposur yang berasal dari
perubahan dalam nilai wajar item yang dilindung nilai atau perubahan arus
kas yang dapat diatribusikan pada risiko yang dilindung nilai.
Classification of Hedging Relationships
Causes
Fair value
hedge
Cash flow
hedge
Hedge of a net
investment in a
foreign entity
Tan & Lee Chapter 9
Explanation
Hedge of “the exposure to changes in fair value of a recognized
asset or liability or an unrecognized firm commitment, or an
identified portion of such asset, liability or firm commitment,
which is attributable to a particular risk and could affect profit
or loss” (IAS 39:86a)
Hedge of “the exposure to variability in cash flows that
(i) is attributable to a particular risk associated with a
recognized asset or liability (such as all or some future interest
payment on variable debt instrument )or a highly probable
future transaction, and
(ii) could affect profit or loss” (IAS 39:86b)
Hedge of the foreign currency risk associated with a foreign
operation whose financial statements are required to be
translated into the presentation currency of the parent
company
©2009
129
Perbedaan FVH & CFH
Fair value Hedge
Cash Flow Hedge
Hedging Instrument
On balance sheet carried at
fair value
On balance sheet carried
at fair value
Change in Fair Value of
Hedging Instrument
Remeasurement at fair
value is reported in net
income
Remeasurement at fair
value is reported in equity
to the extent the hedge is
effective
Change in Fair Value of
Hedged Item
Remeasurement of hedged
assets, liabilities and firm
commitments at fair values
is reported in income
N/A – Forecasted
transactions are not
recognized
Lindung Nilai atas Nilai Wajar
•
•
Lindung nilai atas nilai wajar: suatu lindung nilai terhadap eksposure:
– perubahan nilai wajar atas aset atau kewajiban yang telah diakui
– komitmen pasti yang belum diakui, atau bagian yang telah diidentifikasi dari aset,
kewajiban, atau komitmen pasti tersebut, yang dapat diatribusikan pada risiko
tertentu dan dapat memengaruhi laporan laba rugi
Dicatat sebagai:
– keuntungan atau kerugian yang berasal dari pengukuran kembali instrumen
lindung nilai pada nilai wajar (untuk instrumen lindung nilai derivatif) atau
komponen mata uang asing dari nilai tercatat yang diukur berdasarkan PSAK diakui
pada laba rugi; dan
– keuntungan atau kerugian atas item yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan
pada risiko yang dilindung nilai dengan menyesuaikan nilai tercatat item yang
dilindung nilai dan diakui pada laba rugi.
– Ketentuan ini berlaku jika item yang dilindung nilai tidak diukur pada biaya
perolehan.
– Pengakuan keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada risiko yang
dilindung nilai pada laba rugi diterapkan jika item yang dilindung nilai merupakan
aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual.
Accounting for a Fair Value Hedge
Hedged Item (recognized asset or
liability or firm commitment)
Hedging Instruments
Change in fair value
Change in fair value
Income statement
Gain (loss) on hedging instrument offset
loss (gain) on hedged item
Balance sheet
Change in fair value adjusted
against carrying amount
Tan & Lee Chapter 9
Change in fair value adjusted
against carrying amount
©2009
132
Jenis Lindung Nilai atas Arus kas
•
•
•
Lindung nilai atas arus kas: suatu lindung nilai terhadap eksposur variabilitas
arus kas yang:
– dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau
kewajiban yang telah diakui (misalnya seluruh atau sebagian pembayaran
bunga di masa depan atas utang dengan suku bunga variabel) atau yang
dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan prakiraan
transaksi yang kemungkinan besar terjadi, dan
– dapat memengaruhi laporan laba rugi.
Lindung nilai arus kas dicatat sebagai:
– bagian dari keuntungan atau kerugian atas instrumen lindung nilai yang
ditetapkan sebagai lindung nilai yang efektif diakui dalam pendapatan
komprehensif lain; dan
– bagian yang tidak efektif atas keuntungan atau kerugian dari instrumen
lindung nilai diakui dalam laba rugi.
Jika suatu lindung nilai kemudian menimbulkan pengakuan suatu aset atau
liabilitas keuangan, maka keuntungan atau kerugian terkait yang sebelumnya
diakui pendapatan komprehensif direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai
penyesuaian. Untuk aset non keuangan dimasukkan sebagai haga perolehan.
Jenis Lindung Nilai atas Investasi Neto
• Lindung nilai atas investasi neto pada
operasi di luar negeri
– Sama seperti Lindung Nilai Arus Kas
– Effective Hedge to be disclosed in Equity Capital
– Non effective hedge to be disclosed in P/L
– Foreign Operation in Foreign Currency Area
Perlakuan Akuntansi
Lindung Nilai atas Nilai Wajar
1.
Keuntungan atau kerugian
dari hedging instrument
Langsung diakui di laba atau
rugi
Lindung Nilai Arus Kas
Jika efektif, diakui di ekuitas
OCI
Tidak efektif  laba rugi
2.
Penyesuaian atas hedged
item
Untuk perubahan nilai wajar
yang disebabkan hedged risk,
keuntungan atau kerugian
langsung diakui di laba atau
rugi
N/A
3.
Ketidakefektifan lindung nilai
dicatat di laba atau rugi
By default
Dihitung
4.
Keuntungan atau kerugian di
ekuitas ditransfer ke laba
atau rugi
N/A
Pada saat yang sama dengan
hedged item diakui di laba atau
rugi
Hedge Effectiveness
• Efektifitas dihitung secara prospektif dan retrospektif
• Hasil aktual berada dalam kisaran 80 -125%
• Seluruh lindung nilai yang tidak efektif diakui dalam laporan L/R (termasuk
ketidakefektifan dalam kisaran 80 -125%
Hedge is ineffective
125%
Hedge is effective
100%
Hedge is effective
80%
Hedge is ineffective
Illustration 1:
Hedge of inventory (fair value hedge)
Scenario
31/10/20x3
– Inventory of 10,000 ounces of gold
– Carried at cost of $3,000,000 ($300 per ounce)
– Price of gold was $352 per ounce
1/11/20x3
– Sold forward contract on 10,000 ounce for forward price of $350
ounce
– Forward contract matures on 31/3/20x4
31/12/20x3
– Forward price for 31/3/20x4 contract was $340 per ounce and
spot price of gold was $342 per ounce
– Hedge effective ratio of 1 on 31/12/20x3
Tan & Lee Chapter 9
©2009
137
Illustration 1:
Hedge of inventory (fair value hedge)
1/11/20x3
No entry or just a memorandum entry as the fair value of the forward
contract is nil
31/12/20x3
Dr
Forward contract ……………….
Cr
Gain on forward contract ……...
100,000
100,000
Gain on forward contract: 10,000 x ($340 -$350)
Dr
Loss on inventory ………………
Cr
Inventory ………………………..
Taken to income
statement
100,000
100,000
Gain on forward contract: 10,000 x ($342 - $352)
Tan & Lee Chapter 9
©2009
138
Illustration 1:
Hedge of inventory (fair value hedge)
31/3/20x4
Inventory is sold to third-party at $330 per ounce (also maturity date
of forward contract
Dr
Forward contract ……………….
Cr
Gain on forward contract ……...
100,000
100,000
Gain on forward contract: 10,000 x ($330 -$340)
Dr
Loss on inventory ………………
Cr
Inventory ………………………..
120,000
120,000
Gain on forward contract: 10,000 x ($330 - $342)
Dr
Cash ……………………………..
Cr
Sales …………………………….
3,300,000
3,300,000
Sale of inventory: 10,000 x $330
Tan & Lee Chapter 9
©2009
139
Hedge of a Net Investment in a Foreign Entity
Scenario
– Functional currency is the dollar ($)
– Acquired 100% interest in foreign company (functional currency is FC)
31/12/20x3
– Exchange rate is $1.85 to FC1
– Loan of FC1,200,000 at 5% interest taken to hedge foreign investment
– Foreign currency translation reserves showed $15,000 (credit balance)
31/12/200x4
– Exchange rate is $1.70 to FC1
– Average rate is $1.78 to FC1
– Foreign company reported net profit of FC380,000
Tan & Lee Chapter 9
©2009
140
Hedge of a Net Investment in a Foreign Entity
Translation difference in foreign investment’s FS for 31/12/20x4
On net assets on 1/1/20x4 (FC 1,200,000 x $(1.70-1.85) …….
$(180,000)
On net profit for 20x4 (FC380,000 x $(1.70-1.85) ……………..
(30,400)
Translation loss for 20x4
$(210,400)
Foreign currency translation reserves (credit balance)
(195,400)
Journal entries for parent
31/12/20x3
Dr
Cash ……………………………..
Cr
Loan payable …………………...
2,200,000
2,200,000
The loan payable is designated as a hedge of the net investment:
FC1,200,000 x spot rate of $1.85
Tan & Lee Chapter 9
©2009
141
Hedge of a Net Investment in a Foreign Entity
31/12/20x4
Dr
Interest expense ……………….
Cr
Accrued interest ………………..
106,800
106,800
Interest expense during the year at 5% x FC1,200,000 x $1.78
Dr
Accrued interest ………………..
Cr
Cash ……………………………..
Cr
Exchange gain ………………….
106,800
102,000
Taken to equity
4,800 to offset
translation loss
Settlement of accrued interest at year-end
Dr
Loan payable …………………...
Cr
Foreign currency translation
reserves …………………………
180,000
180,000
Exchange gain on FC loan taken directly to equity:
FC 1,200,000 x ($1.70 - $1.85)
Tan & Lee Chapter 9
©2009
142
Penghentian Lindung Nilai
PSAK 60 (REVISI 2014)
PENGUNGKAPAN INSTRUMEN KEUANGAN
60
PSAK 60
 PSAK 60 mengatur persyaratan pengungkapan dalam
laporan keuangan terhadap instrumen keuangan.
 Sebelumnya diatur dalam PSAK 50 (revisi
2006): Instrumen Keuangan: Penyajian dan
Pengungkapan
 PSAK 60 diadopsi dari IFRS 7 versi Maret 2009
 PSAK 60 Revisi 2014 – adopsi IFRS 7 efektif 1 Januari
2015
145
Perubahan PSAK 50  PSAK 50 & PSAK 60
 Pengaturan mengenai pengungkapan
Instrumen Keuangan yang berbeda dari
pengaturan sebelumnya adalah:
– Ruang Lingkup, mengatur hal‐hal yang sebelumnya
belum diatur
– Menegaskan signifikansi dari instrumen keuangan
– Penjelasan lebih rinci mengenai risiko likuiditas
146
Perubahan PSAK 60 Revisi 2014
 Dampak perubahan PSAK 68: Nilai Wajar
 Persyaratan pengungkapan saling hapus
 Pengalihan instrumen keuangan
147
Perubahan PSAK 60 Revisi 2014
Nilai wajar
Pengaturan pengungkapan dan
hirarki nilai wajar mengacu pada
PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar
Mengatur tentang pengungkapan metode dan
asumsi yang diterapkan dalam menentukan nilai
wajar untuk setiap kelompok aset keuangan atau
liabilitas keuangan
Memberikan pengaturan mengenai level hirarki
nilai wajar (paragraf 28–30).
Pengungkapan nilai wajar tidak
disyaratkan:
Pengungkapan nilai wajar tidak disyaratkan:
1. ketika jumlah tercatat adalah
perkiraan nilai wajar.
2. untuk investasi dalam instrumen
ekuitas yang tidak memiliki harga
kuotasian di pasar aktif untuk
instrumen yang identik.
3. untuk kontrak yang mengandung
fitur partisipasi tidak mengikat
1. ketika jumlah tercatat adalah perkiraan nilai wajar.
2. untuk investasi derivatif yang tidak mempunyai
kuotasi harga pasar aktif dan derivatif yang terkait
dengan instrumen ekuitas tersebut.
3. untuk kontrak yang mengandung fitur partisipasi
tidak mengikat.
148
Perubahan PSAK 60 Revisi 2014
Saling hapus Entitas yang memenuhi persyaratan
Entitas mengungkapkan
penyajian saling hapus dalam PSAK 50
jumlah yang dapat
atau entitas yang tunduk pada perjanjian disalinghapuskan sesuai
induk untuk menyelesaikan secara neto
PSAK 50 terkait dengan
(enforceable master netting arrangement) eksposur maksimum risiko
atau perjanjian serupa mengungkapkan
kredit.
informasi kuantitatif dan kualitatif.
Informasi kuantitatif seperti:
1. jumlah bruto aset dan liabilitas keuangan
yang diakui.
2. jumlah yang disalinghapuskan sesuai
kriteria PSAK 50 paragraf 45.
3. jumlah neto yang disajikan dalam laporan
posisi keuangan.
4. jumlah yang tunduk pada perjanjian induk
untuk menyelesaikan secara neto atau
perjanjian serupa.
149
Perubahan PSAK 60 Revisi 2014
Pengalihan
aset
keuangan
Memberikan persyaratan
pengungkapan yang berbeda
untuk entitas yang
mengalihkan aset keuangan
yang tidak dihentikan
pengakuannya secara
keseluruhan dan
pengungkapan aset
keuangan yang dihentikan
secara keseluruhan.
Memberikan persyaratan
pengungkapan yang sama untuk
entitas yang mengalihkan aset
keuangan keuangan yang tidak
dihentikan pengakuannya secara
keseluruhan dan aset keuangan yang
dihentikan secara keseluruhan.
150
Ruang Lingkup
 Untuk semua entitas dengan seluruh jenis instrumen
keuangan, kecuali:
– Penyertaan dalam entitas anak, entitas asosiasi dan ventura
bersama, kecuali PSAK 4, 12, dan 15 menginjinkan menerapkan sesuai
PSAK 55 (r2006)
– Hak dan kewajiban imbalan kerja (PSAK 24)
– Kontrak asuransi (PSAK 28) Instrumen, kontrak dan kewajiban
keuangan dari transaksi berbasis saham (ED PSAK 53)
– Instrumen ekuitas – puttable Instrument (ED PSAK 50 (r 2010))
151
Signifikansi Instrumen Keuangan
• Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi
signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan
kinerja keuangan.
• Pengungkapan dalam posisi keuangan, kinerja dan
pengungkapan lain
Pengungkapan dalam Laporan Posisi Keuangan
Kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalu laba rugi
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalu
penghasilan komprehensif lain
Reklasifikasi
Saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan
Agunan
Akun penyisihan kerugian kredir
Insrumen majemuk dengan beberapa derivatif melekat
Gagal bayar dari pelanggan
Pengungkapan dalam Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain
Pos penghasilan, Beban dan Penghasilan Komprehensif lain
• Keuntungan dan kerugian neto atas semua klasifikasi instrumen
keuangan
• Total peghasilan bunga dan total bunga yang dihitung dengan suku
bunga efektif
• Penghasilan dan beban imbalan yang timbul dari FVPL dan aktivitas wali
amanah
• Penghasilan bunga dari ast keuangan yang mengalami penurunan nilai
yang diakru
• Jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelas aset keuangan
Pengungkapan Lain
Kebijakan akuntansi
• Kebijakan akuntansi signifikan, dasar pengukuran yang digunakan untuk
menyusun laporan keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan
untuk memahami laporan keuangan
Akuntansi Lindung Nilai
• Deskripsi setiap jenis lindung nilai
• Deskripsi instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai dan nilai wajarnya
• Jenis risiko yang dilindung nilai
Nilai wajar
• Untuk setiap kelas aset keangan dan liabilitas keuangan entitas
mengungkapkan nilai wajar dari kelas aset dan liabilias keuangan
tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk membandingkan
dengan jumlah tercatatnya.
Definisi Nilai Wajar - baru
• nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual
suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan
suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar
pada tanggal pengukuran.
• “...the price that would be received to sell an asset or transfer
a liability in an orderly transaction between market
participants at the measurement date.”
IFRS 13 para 9
156
Pengungkapan Nilai Wajar
• Pengukuran nilai wajar yang diakui dalam laporan posisi
keuangan mengungkapkan:
• Tingkatan Hirarki Nilai Wajar:
Tingkatan
Tingkat 1
harga kuotasian (belum disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset
Tingkatyang
1 identik;
atau liabilitas
Tingkat 2
input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang
dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung
2
(yaituTingkat
sebagai harga)
atau secara tidak langsung (yaitu diperoleh
dari harga); dan
Tingkat 3
inputTingkat
untuk aset3atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar
yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).
Hirarki Fair Value – PSAK 68
Yes
Apakah ada harga kuotasian
dalam pasar aktif untuk aset
atau liabilitas yang identik
* Maksimumkan input yang dapat
diobservasi, termasuk informasi pasar
dan informasi publik lainnya
‡ Input yang tidak dapat diobservasi
diantaranya data entitas (anggaran,
proyeksi), harus disesuaikan jika
pelaku pasar menggunakan asumsi
berbeda
No
Apakah ada input selain
harga kuotasioan yang
dapat diobservasi*
Gunakan nilai wajar
pengukuran dengan Level 1
Harus digunakan tanpa
penyesuaian
158
No
Yes
Gunakan input selain
Harga kuotasian yang
dapat diobservasi baik
secara langsung atau tidak
langsung, pengukuan ‡
Level 2
158
Gunakan input yang
bukan berdasarkan
harga pasar yang
dapat diobservasi.
Level 3
JENIS DAN TINGKAT RISIKO YANG TIMBUL DARI INSTRUMEN
KEUANGAN
• Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi jenis dan cakupan
jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas
terekspos pada akhir periode pelaporan.
• Pengungkapan memfokuskan pada risiko yagn timbul dan bagaimana
risiko tersebut dikelola
• Risiko umumnya mencakup, tetapi tidak terbatas: risiko kredit, risiko
likuiditas dan risiko pasar
• Penyediaan pengungkapan kualitatif dalam konteks pengungkapan
kuantitatif memungkinkan pengguna menghubungkan pengungkapan
terkait sehingga memahami gambaran keseluruhan sifat dan cakupan
risiko
159
Pengungkapan Kualitatif dan Kuantitatif
Eksposur dan timbulnya risiko
Tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko
serta metode untuk mengukur
Kualitatif
Perubahan atas kedua hal di atas
Ikhtisar data kuantitatif terhadap risiko pada akhir
periode pelaporan
Kuantitatif
Pengungkapan yang dipersyaratkan par 36-42
Konsentrasi risiko jika tidak terlihat pada dua
pengungkapan di atas
160
Risiko Kredit
Entitas mengungkapkan berdasarkan kelompok
instrumen keuangan:
• jumlah yang paling mewakili nilai maksimal eksposur risiko kredit pada akhir
periode pelaporan tanpa memperhitungkan agunan yang dimiliki atau
peningkatan kualitas kredit (credit enhancement) lain
• Deskripsi agunan yang dimiliki sebagai jaminan
• Informasi mengenai kualitas kredit yang belum jatuh tempo
Aset keuangan yang melewati jatuh tempo atau
mengalami penurunan nilai
• Analisis umur aset keuangan yang lewat jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan
• Analisis aset keuangan yang ditentukan secara individual mengalami
penurunan nilai
Agunan dan peningkatan kualitas kredit lain yang
diperoleh
• Jenis, jumlah tercatat aset; kebijakan untuk melepas jika tidak siap
dikonversi menjadi kas
161
Risiko Likuiditas
Analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan nonderivatif (termasuk
kontrak jaminan keuangan yang diterbitkan) yang menunjukkan sisa
jatuh tempo kontraktual;
Analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif, mencakup sisa
jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan derivatif tersebut di mana
jatuh tempo kontraktual sangat penting untuk pemahaman terhadap
periode arus kas.
Uraian mengenai bagaimana entitas mengelola risiko likuiditas yang
melekat.
162
Risiko Pasar
Analisis Sensitivitas
• Analisis sensitifitas untuk setiap jenis risiko pasar
• Metode dan asumsi yang digunakan dalam menyusun analisis
sensitiftas
• Perubahan metode dan asumsi yang digunakan pada periode
sebelumnya dan alasan perubahannya
• Jika menyusun analisis sensitivitas yang mencerminkan saling
ketergantungan antar variabel risiko, maka entitas menggunakan
analisis tersebut sebagai pengganti analisis dengan mengungkapkan
metode, paramater, asumsi utama, keterbatasan.
Pengungkapan Risiko Pasar lain
• Mengungkapkan fakta dan alasan mengapa analisis sensitifas tidak
dapat merepresentasikan
163
Pengalihan Aset Keuangan
• Entitas menyajikan pengungkapan yang disyaratkan untuk seluruh
aset keuangan alihan yagn tidak dihentikan pengakuannya dan
untuk setiap keterlibatan berkelanjutan dalam aset alihan yang ada
pada tanggal neraca
• Pengalihan terjadi jika entitas
– Mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset keuangan
tersebut; atau
– Tetap memiliki hak kontraktual tetapi mengambil alih kewaiban
kontraktual untuk membayar arus kas kepada satu atau lebih penerima
• Entitas mengungapkan informasi yang memungkinkan pengguna:
–
untuk memahami hubungan antara aet keuangan alihan yan tidak
dihentikan pengakuannya.
– Untuk mengevaluasi sifat, dari risiko yang terkait dengan keterlibatan
berkelanjutan entitas dengan aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya
164
Pengalihan Aset Keuangan
Aset keuangan alihan yang tidak dihentikan
pengakuannya secara keseluruhan
•
•
•
•
Sifat aset alihan
Risiko dan manfaat kepemilikan
Deskripsi sifat hubungan antara aset alihan dan liabilitas terkait
Nilai tercatat aset alihan dan liabilitas terkait
Aset keuangan alihan yang dihentikan pengakuannya
secara keseluruhan
• Nilai tercatat aset dan liabilitas yang diakui
• Nilai wajat aset dan liabilitas yang merepresentasikan keterlibatan berkelanjutan
• Jumlah yang paling merepresentasikan eksposure maksimum entitas terhadap
kerugian dari keterlibatan berkelanjutan
• Arus kas keluar tidak terdiskonto
• Analisis jatuh tempo atas arus kas tidak terdiskonto
• Informasi kualitatif yang menjelaskan dan mendukung pengungkapan kuantitatif
165
Tanggal Efektif dan Transisi
• Kecuali paragrap 03, 28-30, 31, 32 dan
lampiran A, berlaku Prospektif
• Efektif 1 Januari 2015
166
Ilustrasi – Pengungkapan Jenis
Sumber : LK Pertamina 2012
167
Ilustrasi – Analisis Sensitivitas
Sumber : LK Pertamina 2013
168
Ilustrasi – Risiko suku bunga
Sumber : LK Pertamina 2013
169
Ilustrasi – Risiko suku bunga
Sumber : LK Pertamina 2013
170
Ilustrasi – Risiko kredit pihak ketiga
Sumber : LK Pertamina 2013
171
Ilustrasi – Risiko kredit
Sumber : LK Pertamina 2013
172
Ilustrasi – Risiko kredit
Sumber : LK Pertamina 2013
173
Ilustrasi – Risiko kredit
Sumber : LK Pertamina 2013
174
Ilustrasi – Manajemen Modal
Sumber : LK Pertamina 2013
175
Ilustrasi – Pengungkapan Nilai wajar
• Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan
atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan
berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar.
• Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai
berikut:
– Harga dikutip (tidak disesuaikan) dari pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik (Tingkat 1);
– Input selain harga yang dikutip dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang dapat
diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai sebuah harga)
atau secara tidak langsung (yaitu sebagai turunan dari harga) (Tingkat 2);
– Input untuk aset atau liabilitas yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat
diobservasi (informasi yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3).
Sumber : LK Pertamina 2012
176
Main References
• Intermediate Accounting
Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley
• Standar Akuntansi Keuangan
Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI
• International Financial Reporting Standards – Certificate Learning
Material
The Institute of Chartered Accountants, England and Wales
177
TERIMA KASIH
Profesi untuk
Mengabdi pada
Negeri
Dwi Martani
081318227080
[email protected] atau [email protected]
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/
Download