BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi Organisasi Komunikasi

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan
organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi1.
Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri
dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di
dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan
dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan suratsurat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui
secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya
secara individual.
Hubungan masyarakat dalam pengertian sebagai metode komunikasi
mengandung arti bahwa kegiatan hubungan masyarakat dilakukan sendiri
oleh pemimpin. Hakikat komunikasi adalah proses pernyataan antar manusia,
yang dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seorang kepada orang lain
dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya2
Dalam pelaksanaannya komunikasi mempunyai beber apa teknik yang
diantaranya: Komunikasi
Informatif,
Komunikasi
Persuasif,
Komunikasi
Wiryanto. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedian Wiasarana Indonesia: 2005
Effendi, Onong Uchjana. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti:
2003
1
2
15
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Pervasif, Komunikasi Koersif, Komunikasi Instruktif, Hubungan Manusiawi
Kaitannya dengan pembahasan penelitian ini adalah teknik komunikasi apa
yang digunakan pihak Pupuk Kaltim dengan pihak Media baik secara formal
maupun informal dalam penanganan krisis.
2.1.1 Komunikasi Internal
Komunikasi internal didefinisikan sebagai komunikasi dengan karyawan internal
yang ada di dalam organisasi. Komunikasi internal berbeda dengan komunikasi
eksternal berdasarkan stakeholdernya. Namun, karena kemajuan teknologi
(internet blogs, e-mails, dll), pesan kepada karyawan tidak hanya di „dalam‟
organisasi. Teknologi baru ini mengaburkan batas antara komunikasi „internal‟
dan „eksternal‟.
Inti dari komunikasi internal adalah membuat atmosfir hormat dari
karyawan kepada organisasinya. Komunikasi seharusnya terjadi langsung dari
satu manajer ke yang lainnya, dari supervisor ke karyawan, namun karena
pertumbuhan perusahaan yang lebih kompleks, proses komunikasi ini menjadi
lebih kompleks—karena itulah dibutuhkan fungsi komunikasi internal3
Tujuan dari komunikasi internal yang efektif, yang diurutkan dari skala prioritas,
yakni:
3
Argenti, Paul A. 2009. Corporate Communication, Fifth Ed. New York: The
McGraw-Hill Companies
16
http://digilib.mercubuana.ac.id/
1. Meningkatkan moral dan membangun niat baik (goodwill) di antara
karyawan dan manajemen
2. Untuk menginformasikan perubahan internal seperti reorganisasi atau
promosi staf.
3. Untuk menjelaskan kompensasi seperti asuransi kesehatan atau EAP
(Employee Assistance Program)
4. Untuk meningkatkan pemahaman karyawan terhadap organisasi dan
produk, etika, budaya, dan lingkungan eksternal perusahaan.
5. Untuk merubah sikap karyawan menjadi lebih produktif, berorientasi pada
kualitas, dan memiliki jiwa wirausahawan.
6. Untuk mendorong partisipasi karyawan dalam aktivitas komunitas.
Bila diuraikan, ada empat dimensi komunikasi dalam komunikasi internal
perusahaan, yaitu supervisory communication, downward communication,
upward communication, dan horizontal communication.
a. Supervisory Communication
Teori yang mendasari supervisory communication adalah teori LMX
(Leader-Member Exchange) yang menyatakan bahwa hubungan antara
karyawan dan atasannya dipengaruhi oleh kedua belah pihak dan pihak
atasan memiliki hubungan yang berbeda dengan setiap bawahannya.
17
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LMX, dalam praktik kerja karyawan, diasosiasikan kepada karyawan yang
menolong pekerjaan orang lain tanpa diharuskan demikian.
b. Downward Communication
Setelah supervisory communication, hal kedua yang terpenting dalam
menentukan iklim komunikasi perusahaan adalah downward communication.
Komunikasi ini adalah komunikasi yang diprakarsai oleh manajemen yang lebih
tinggi dan difiltrasi ke manajemen yang di bawa melalui “chain of command”.
c. Upward Communication
Upward communication adalah proses dimana ide, perasaan, dan persepsi
dari karyawan yang jabatannya lebih rendah dikomunikasikan kepada manajemen
yang jabatannya lebih tinggi. Para karyawan harus didorong untuk berkomunikasi
dari bawah ke atas. Apabila karyawan tidak diberi tahu alasan untuk melakukan
sesuatu dan hasil kerjanya tidak ditunjukkan, mereka cenderung merasa frustrasi
dan dilusi tentang pekerjaan mereka.
d. Horizontal Communication
Horizontal communication adalah pertukaran komunikasi antara orangorang yang berada di jabatan atau tingkat yang sama dalam organisasi. Biasanya
horizontal communication tidak berjalan baik karena loyalitas karyawan terhadap
departemennya. Kelompok-kelompok dalam organisasi berkompetisi untuk
kekuasaan dan sumber daya, sedangkan karyawan-karyawan baru diajarkan untuk
loyal kepada departemennya dan tidak membantu orang lain di luar itu.
18
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Sesuai dengan tujuan internal Public Relations yakni membina hubungan
yang harmonis antara publik yang ada di dalam organisasi/perusahaan, yaitu
dengan cara membina komunikasi dua arah (antara pimpinan dan karyawan atau
antara sesama karyawan) yang bersifat persuasif dan informatif, yang dapat
dilaksanakan dengan cara tertulis, yaikni mengadakan
briefing, rapat-rapat,
diskusi, ceramah; dan dengan cara konseling, yakni dengan menyediakan
beberapa anggota staf yang telah medapat latihan atau pendidikan untuk
memberikan
nasehatnasehat
kepada
para
karyawan,
turut
memecahkan
masalahmasalah pribadi mereka, atau mendiskusikannya bersama-sama.
Arus komunikasi dalam organisasi meliputi komunikasi vertikal dan
komunikasi horizontal. Masing-masing arus komunikasi tersebut mempunyai
perbedaan fungsi yang sangat tegas. Ronald Adler dan George Rodman dalam
buku Understanding Human Communication, mencoba menguraikan masingmasing, fungsi dari kedua arus komunikasi dalam organisasi tersebut sebagai
berikut:
1. Downward communication, yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orangorang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada
bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
a. Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
b. Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk
dilaksanakan (job relationnale)
19
http://digilib.mercubuana.ac.id/
c. Penyampaian informasi mengenai peraturanperaturan yang berlaku
(procedures and practices)
d. Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik
2. Upward communication, yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan
mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini
adalah:
a. Penyampaian informasi tentang pekerjaan ataupun tugas yang sudah
dilaksanakan
b. Penyampaian informasi tentang persoalanpersoalan pekerjaan ataupun
tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
c. Penyampaian saran-saran perbaikan oleh bawahan d. Penyampaian
keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
3. Horizontal communication, yaitu tindak komunikasi yang berlangsung di
antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara.
Fungsi arus komunikasi horizontal ini adalah:
a. Memperbaiki koordinasi tugas
b. Upaya pemecahan masalah
c. Saling berbagi informasi
d. Upaya pemecahan konflik
20
http://digilib.mercubuana.ac.id/
e. Membina hubungan melalui kegiatan bersama
Komunikasi organisasi yang sukses adalah ketika arus komunikasi
yang terjadi dalam perusahaan berjalan dari tingkatan pimpinan kepada
bawahan serta sebaliknya. Begitu pula dengan sesama karyawan.
Pengertian Komunikasi Internal, pada dasarnya, perantara hubungan antara
manajemen dan karyawan ini merupakan salah satu bagian dari kinerja hubungan
masyarakat. Namun, pada pelaksanaannya, di beberapa perusahaan, komunikasi
internal ditempatkan di bawah divisi yang mengatur hubungan terhadap karyawan
seperti human relations department dan divisi lainnya.
Mengingat cukup
signifikannya komunikasi internal dalam sebuah organisasi, maka diperlukan
pengertian mendalam mengenai komunikasi internal. bahwa publik internal sama
pentingnya dengan hubungan masyarakat eksternal, karena kedua bentuk
hubungan masyarakat tersebut diumpamakan sebagai dua sisi mata uang yang
mempunyai arti yang sama dan saling terkait satu sama lain4. Dalam
pekerjaannya, komunikasi internal bekerja sama dengan bidang periklanan
korporasi, media relations, employee relations, investor relations, government
relations, community development, dan crisis management yang merupakan
bagian dari komunikasi korporat. Dalam kacamata makro, komunikasi korporat
dapat menjadi cara utama menghadapi perhatian ataupun berita tidak
menyenangkan bagi perusahaan ataupun berita tidak menyenangkan bagi
perusahaan dengan strateginya sendiri. Namun di tingkat mikro, komunikasi
4
Jefkin, Frank & Daniel Yadin. 2003. Public Relations, Jakarta: Erlangga
21
http://digilib.mercubuana.ac.id/
korporat memiliki dampak langsung terhadap pekerjaan karyawan yang berada
dalam susunan organisasi. Karena komunikasi internal berhubungan langsung
dengan setiap pekerjaan masing-masing di mana dalam hal ini apabila reputasi
yang disiapkan atau dijaga oleh komunikasi korporat mengalami krisis ataupun
peningkatan maka akan memiliki efek juga terhadap bagaimana orang-orang
memandang perusahaan tersebut dan pemikiran apa yang terlintas untuk image
perusahaan5
2.1.2 Komunikasi Eksternal
Definisi Komunikasi eksternal merupakan komunikasi antara pimpinan
organisasi dengan khalayak di luar organisasi6. Pengertian lain bahwa komunikasi
eksternal merupakan proses komunikasi antara sebuah organisasi dengan pihakpihak diluar organisasi (public eksternal).
Sebagaimana diketahui bahwa
keberadaan suatu organisasi pasti memerlukan bantuan, partisipasi, kepercayaan
dan kerjasama dengan lingkungan sekitarnya, baik dari organisasi lain maupun
masyarakat umum.
Pentingnya Komunikasi Eksternal dalam Organisasi, organisasi sebagai
sistem terbuka harus berhubungan dengan lingkungan luarnya, terutama sekali
dengan pihak-pihak yang berpengaruh terhadap kehidupan organisasi tersebut.
Misalnya saja dengan badan pemerintahan, pemakai jasa atau pengguna produk,
5
Argenti, Paul A. 2009. Corporate Communication, Fifth Ed. New York: The
McGraw-Hill Companies
Onong, Uchana, Effendi, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi(Bandung: Citra Aditya Bakti,
1993)
6
22
http://digilib.mercubuana.ac.id/
organisasi-organisasi lain yang berkepentingan dan lain sebagainya. Salah satu
cara untuk mengadakan hubungan ini adalah dengan berkomunikasi. Kegiatan
komunikasi ini bisa dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tertulis
maupun melalui media-media tertentu. Kegiatan komunikasi dari organisasi
kepada khalayak pada umumnya bersifat informatif, yang dilakukan sedemikian
rupa sehingga khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidaktidaknya ada
hubungan batin dengan organisasi atau lembaga yang bersangkutan. Kegiatan ini
sangat penting dalam usaha memecahkan suatu masalah jika terjadi tanpa diduga.
Karena dengan adanya hubungan baik sebagai akibat kegiatan komunikasi yang
dilakukan oleh organisasi, maka masalah yang dijumpai kemungkinan besar tidak
akan terlalu sulit untuk dicarikan jalan keluarnya. Sebagaimana kegiatan
komunikasi, pasti dibutuhkan umpan balik atau feedback dari komunikan. Maka
dalam kegiatan komunikasi organisasi ini diperlukan pula komunikasi dari
khalayak kepada organisasi sebagai umpan balik dari kegiatan komunikasi yang
telah dilaksanakan oleh organisasi.Jika informasi yang disebarkan kepada
khalayak itu menimbulkan efek yang sifatnya controversial (timbulnya pro dan
kontra), maka ini disebut opini publik (public opinion). Opini publik ini seringkali
merugikan organisasi. Oleh karena itu harus diusahakan agar segera dapat diatasi
dalam arti kata tidak menimbulkan permasalahan, dan disinilah optimalisasi
kegiatan komunikasi eksternal dari pihak organisasi kepada khalayak atau publik
ini sangat diperlukan.
Media komunikasi eksternal yang dapat dipergunakan untuk menjalin
hubungan dan menyampaikan informasi dengan pihak-pihak yang berada diluar
23
http://digilib.mercubuana.ac.id/
organisasi. Menurut Suranto AW Media komunikasi eksternal yang sering
dipergunakan oleh organisasi antara lain sebagai berikut:
1) Media cetak, seperti majalah, bulletin, brosur, leaflet, ialah media komunikasi
tercetak atau tertulis dimaksudkan untuk menjagkau public eksternal seperti
pemegang saham, konsumen, pelanggan, mitra kerja dan sebagainya. Media ini
mempunyai fungsi:
a) Sebagai media penghubung
b) Sebagai sarana penyampaian keterangan-keterangan kepada khalayak
(fungsi informatif)
c) Sebagai media pendidikan
d) Sebagai sarana membentuk opini publik
e) Sebagai sarana membangun citra
2) Radio, ialah media audio yang mampu mengirimkan pesan berupa informasi
lisan (suara) kepada khalayak. Beberapa perkantoran memilih memanfaatkan jasa
radio untuk menyampaikan informasi secara meluas kjepada khalayak sasaran.
Penggunaan media radio oleh suatu perkantoran dapat dilakukan dengan
mendirikan pemancar, mengisi acara pada stasiun radio siaran, memasang iklan.
3) Televisi, dalam hal ini kepentingan perkantoran untuk menyampaikan pesan
kepada publik melalui televise dapat ditempuh dengan memasang iklan,
24
http://digilib.mercubuana.ac.id/
mengundang wartawan atau reporter televisi agar memuat berita tentang kegiatan
perkantoran.
4) Telepon, media ini sangat penting untuk menyampaikan dan menerima
informasi lisan secara cepat dengan pihak publik eksternal.
5) Surat, ialah media penyampaian informasi tertulis. Dapat berupa surat
konvensional maupun surat elektronik (e-mail). Surat menyurat merupakan salah
satu kegiatan penting di perkantoran. Banyak informasi yang keluar atau masuk
perkantoran dengan menggunakan media surat, karena surat merupakan media
komunikasi yang efektif apabila pihak-pihak yang terkait tidak dapat berhubungan
secara langsung atau lisan. Kecuali itu, dengan menggunakan surat maka proses
penyampaian informasi menjadi lebih resmi.
6) Internet, ialah media komunikasi berbasis computer teknologi informasi .
internet banyak dipilih oleh suatu perkantoran guna menjalin komunikasi dengan
public eksternal, karena media ini memiliki kemampuan yang dalam menjangkau
khalayak
Tujuan umum dari komunikasi eksternal ini terutama sekali adalah untuk
memberikan informasi kepada sejumlah besar orang mengenai organisasi atau
lembaga, misalnya mengenai aktivitas-aktivitas organisasi, hasil-hasil yang
diperoleh, mutu dari produk atau jasa organisasi, fasilitasfasilitas yang
tersedia,keunggulan-keunggulan apa saja yang dimiliki dan lain sebagainya.
Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin hubungan antara organisasi
dengan pihak di luar organisasi seperti pemakai jasa organisasi, instansi-instansi
25
http://digilib.mercubuana.ac.id/
lain yang berkepentingan dan juga masyarakat umum. Tujuan-tujuan tersebut
berhubungan satu sama lain dan sulit untuk dipisahkan. Kadang-kadang walaupun
suatu presentasi komunikasi eksternal dilaksanakan dengan satu tujuan tertentu
akan tetapi tujuan yang lain juga bisa ikut tercapai.
2.2 Public Relations
Pengertian public relation Peranan Humas atau publik relation sangat di
butuhkan oleh semua bentuk organisasi atau lembaga, bersifat komersial
maupun tidak komersial, dari perusahaan ataupun industri, organisasi profesi,
institusi pendidikan, organisasi social budaya sampai pemerintahan. secara
garis
besar
peran
humas
adalah
komunikator
sebuah
organisasi/lembaga/perusahaan, baik kepada dan dari publik internal maupun
publik eksternal. karena humas merupakan salah satu tombak dari
organisasi/lembaga/perusahaan untuk bersaing dalam era globalisasi. bagi
sebuah oraganisasi humas sangat di perlukan untuk menjalin komunikasi
dengan para stakeholders ataupun untuk megkomunikasikan visi, misi, tujuan
dan program organisasi kepada publik. keberadaan unit humas di sebuah
instansi milik pemerintah merupakan suatu keharusan secara fungsional dan
operasional dalam upaya menyebarluaskan atau mempublikasikan tentang
suatu kegiatan atau aktifitas instansi bersangkutan yang ditunjukkan baik
untuk hubungan masyarakat ke dalam, maupun ke luar masyarakat. Untuk
meningkatkan komunikasi, humas juga membangun dan memelihara
hubungan yang kooperatif dengan wakil-wakil komunitas, masyarakat,
pegawai dan publik interes group. juga dengan perwakilan dari media cetak
26
http://digilib.mercubuana.ac.id/
dan broadcast. humas menyampaikan informasi kepada publik, mengenai
kebijakan, aktifitas dan prestasi dari suatu instansi. Tugas tersebut juga
berhubungan dengan mengupayakan pihak manajemen supaya tetap sadar
terhadap tingkah laku public dan menaruh perhatian terhadap grup-grup dan
organisasi, dengan siapa mereka biasa berhubungan. Broom menyatakan
bahwa:
Public relations is the management function which evaluates public attitudes,
identifies the policies and procedures of an individual or an organization with the
public interest, plans and executes a program of action to earn public
understanding and acceptance”7.
Public relations adalah fungsi manajemen yang menilai sikap publik,
mengidentifikasikan kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi
kepentingan public, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan
untuk meraih pengertian dan dukungan publik. Theaker menyatakan bahwa:
Public relations is a distinctive management function which helps
establish and maintain mutual lines of communication, understanding, acceptance
and cooperation between and organization and its publics helps management to
keep informed on and responsive to public opinion, defines and emphasizes the
responsibility of management to serve the public interest, helps management to
keep abreast of and effectively utilize change, serving as an early warning system
7
Effective Public Relation edisi 9 oleh Scot M Cutlip, Allen H. Center, Glen M. Broom
27
http://digilib.mercubuana.ac.id/
to help anticipate trends and used research and sound and ethical communication
technique as its principal tools.
Public Relation membantu manajemen dalam proses komunikasi antara
perusahaan dengan publiknya. PR juga harus dapat menjalin hubungan yang baik
dengan public perusahaan, sehingga terdapat saling pengertian antara perusahaan
dengan publiknya.
a. Tujuan public relation Rosady Ruslan (2001, 246) menyatakan bahwa
tujuan public relation adalah sebagai berikut:
1) Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal
atau masyarakat dan konsumen.
2) Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan
perusahaan.
3) Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
4) Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
5) Mendukung bauran pemasaran.
6) Membantu mengenalkan kepada lingkungan sekitar agar mendapat perhatian
dan mendapat feedback Jefkins (2003: 54) menyatakan bahwa dari sekian banyak
hal yang bisa dijadikan tujuan public relation sebuah perusahaan, beberapa
diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut:
28
http://digilib.mercubuana.ac.id/
1) Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya
kegiatan kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
2) Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
3) Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan
kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
4) Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka
pangsa pasar baru.
5) Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas
rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
6) Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya,
sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan
kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik
perusahaan.
7) Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam
memanfaatkan produk-produk perusahaan.
8) Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaanmampu bertahan atau bangkit
kembali setelah terjadinya suatu krisis.
9) Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam
menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak lain.
10) Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
29
http://digilib.mercubuana.ac.id/
11) Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para
pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
12) Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu
acara.
13) Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatankegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan
terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang
merugikan.
14) Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan
perusahaan,
agar
masyarakat
luas
mengetahui
betapa
perusahaan
itu
mengutamakan kualitas dalam berbagai hal.
Dalam bukunya, menyatakan bahwa: Secara keseluruhan tujuan dari public
relation adalah untuk menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat
menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
Selain itu public relation bertujuan untuk menciptakan, membina dan memelihara
sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan
dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik.
b. Fungsi Public Relation
Public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi
tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta
mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan
30
http://digilib.mercubuana.ac.id/
mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut. Hal ini
sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:
1) Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya
pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
2) Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan
menguntungkan semua pihak.
3) Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai
harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat
penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang
kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai
secara optimal.
4) Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan
dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang
sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak
perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik
dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika
fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat
yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi,
atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan,
maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi dalam meningkatkan
kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah
31
http://digilib.mercubuana.ac.id/
memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi
timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul,
atau meminimalkan munculnya masalah.
c. Strategi Public Relations
1) Strategi persuasive memiliki ciri-ciri :
a) Informasi atau pesan yang disampaikan harus berdasarkan pada kebutuhan atau
kepentingan khalayak sebagai sasarannya.
b) PR sebagai komunikator dan sekaligus mediator berupaya membentuk sikap
dan pendapat yang poistif dari masyarakat melalui rangsangan atau stimulasi.
c) mendorong public untuk berperan serta dalam aktifitas perusahaan/organisasi
agar tercipta perubahan sikap dan penilaian
d) perubahan sikap dan penilaian dari public dapat terjadi maka pembinaan dan
pengembangan terus-menerus dilakukan agar peran serta tersebut terpelihara
dengan baik.
2) Strategi melalui kontribusi pada tujuan dan misi perusahaan :
a) Menyampaikan fakta dan opini yang ada didalam maupun diluar perusahaan.
b) menelusuri dokumen resmi perusahaan dan mempelajari perubahan yang
terjadi secara historis
c) melakukan analisa SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats)
32
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3) Strategi dibentuk dua komponen :
a) Komponen sasaran Yaitu satuan atau segmen yang akan digarap (stake holder
yang dipersempit menjadi public sasaran (target public)
b) Komponen sarana yaitu melalui pola dasar „The 3 C‟s options yaitu :
Conservation
(mengukuhkan),
Change
(mengubah),
Crystallization
(mengkristalkan)
4) Strategi PR dilihat dari konteks profesional
a) Hubungan internal Bagian khusus dari PR yang membangun dan
mempertahankan hubungan yang baik dan saling bermanfaat antara manajer dan
karyawan tempat organisasi menggantungkan kesuksesannya.
b) Publisitas Informasi yang disediakan oleh sumber luar yang digunakan oleh
media karena informasi itu memiliki nilai berita.
c) Advertising Informasi yang ditempatkan di media oleh sponsor tertentu yang
jelas identitasnya yang membayar untuk riang dan waktu penempatan informasi
tersebut
d) Press agentry Penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk
menarik perhatian media massa dan mendapat perhatian public.
e) Public affairs Bagian khusus dari PR yang membangun dan mempertahankan
hubungan pemerintah dan komunitas local dalam rangka mempengaruhi kebijakan
public.
33
http://digilib.mercubuana.ac.id/
f) Lobbying Bagian khusus dari PR yang berfungsi untuk menjalin dan
memelihara hubungan dengan pemerintah terutama dengan tujuan mempengaruhi
penyusunan
undang-ndang dan regulasi.
g) Manjemen isu Proses pro aktif dalam mengantisipasi, mengidentifikasi,
mengevaluasi dan merespon isu-isu kebijakan publik yang mempengaruhi
hubungan organisasi dengan publik mereka.
h) Hubungan investor, Bagian dari PR dalam perusahaaan korporat yang
membangun dan menjaga hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan
dengan shareholder dan pihak lain didalam komunitas keuangan dalam rangka
memaksimalkan nilai pasar.
i) Pengembangan Bagian khusus dari PR dalam organisasi nirlaba yang bertugas
membangun dan memelihara hubungan dengan donor dan anggota dengan tujuan
mendapatkan dana dan dukungan sukarela.
e. Tahapan dalam proses PR Tahapan dalam proses public relation terdiri dari 4
langkah antara lain :
1) Definiskan permasalahan atau kesempatan (defining the problem or
opportunity), tahap ini menjawan pertanyaan ”What happening now?”
2) Perencanaan dan program (planning and programming),
tahap ini menjawan pertanyaan : “What should we change or do, and say?”
34
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3) Aksi dan komunikasi (action and communication), Tahap ini menawab
pertanyaan “Who should do and say it, and when, where and how?”
4) Evaluasi program (evaluating the program), tahap terakhir menjawab
pertanyaan:” how are we doing, or how did we do?”
f. model strategi management (Grunig and Hunt) untuk PR :
1) Tahap stakeholder
2) Tahap publik
3) Tahap isu
4) Relasi publik
Kedudukan Public Relations adalah menilai sikap masyarakat (public)
agar
terciptanya
keserasian
antara
masyarakat
dan
kebijaksanaan
organisasi/instansi. Pada prinsipnya, secara struktural fungsi Public Relations
dalam organisasi merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari
suatu kelembagaan atau organisasi
Kedudukan Public Relations dalam organisasi dan kewenangan tugasnya
tidak selalu dapat dinyatakan dengan tegas. Menurut John Tondowijojo (2004:9),
bila Public Relations diakui sebagai bagian jajaran kebijakan pimpinan, maka
Public Relations harus berada langsung di bawah direksi. Public Relations harus
mampu menyampaikan kebijaksanaan pimpinan, sehingga ia harus langsung
35
http://digilib.mercubuana.ac.id/
berada di pihak yang berhubungan dengan pimpinan seluruh jajaran manajemen.
(Tondowidjojo, 2004:9).
menurut Renald Khasali, public relations merupakan fungsi manajemen yang
sama pentingnya dengan pemasaran, produksi, keuangan dan SDM.
2.3 Strategi
“Istilah strategi manajemen sering pula di sebut sebagai rencana strategi atau
rencana jangka panjang perusahaan”.8
Lebih jauh kasali menyebutkan rencana jangka panjang inilah yang
menjadi pegangan bagi para praktisi PR untuk menyusun berbagai rencana teknis,
dan langkah komunikasi yang akan di ambil sehari-hari. Untuk dapat bertindak
secara strategis karena kegiatan PR harus menyatu dengan visi dan misi organisasi
perusahaannya.
2.3.1 Langkah-langkah Dalam Menyusun Strategi
Dalam buku dasar-dasar Public Relations 2003 Rosdakarya halaman 90
oleh Drs. Soleh Soemirat M.S dan Drs. Elvindro Adrianto, M.Si mengutip dari
perkataan Pearce dan Robinson mengatakan langkah-langkah dalam strategi
managemen sebagai berikut :
Dasar-dasar Public Relations 2003 Rosdakarya halaman 90 oleh Soleh Soemirat, dan Elvindro
Adrianto, M.Si
8
36
http://digilib.mercubuana.ac.id/
1. Menentukan missions Perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah
pernyataan yang umum mengenai maksud pendirian (purpose),
filosofi, dan sasaran
2. Mengembangkan Company profile yang mencerminkan kondisi intern
perusahaan dan kemampuan yang di milikinya
3. Penilaian terhadap lingkungan ekstern perusahaan, baik dari segi
semangat kompititif maupun secara umum.
4. Analisis dalam peluang yang tersedia di lingkungan (yang melahirkan
pilihan-pilihan)
5. Identifikasi atas pilihan yang di khendaki yang tidak dapat digenapi
untuk memenuhi tuntutan misi perusahaan
6. Pemilihan strategi atas objektive tahunan serta rencana jangka panjang
dan garis besar strategi yang di butuhkan untuk mencapai objektif
tersebut.
7. Mengembangkan objektive tahunan dan rencana jangka pendek yang
selaras dengan objective jangka panjang dan garis besar strategi.
8. Implementasi atas hasil hal-hal di atas dengan menggunakan sumber
yang tercantum pada budget (anggaran) dan mengawinkan rencana
tersebut dengan sumberdaya manusia, struktur teknologi dan sistem
balas jasa yang memungkinkan
37
http://digilib.mercubuana.ac.id/
9. Review dan evaluasi atas hal-hal yang telah dicapai dalam setiap
periode jangka pendek sebagai suatu proses untuk melakukan control
dan sebagai input bagi pengambilan keputusan dimasa depan9
2. 4
Strategi Public Relations
Menurut
Cutlip-Center-Broom,
praktisi
humas
profesional
dalam
melaksanakan program humas harus terdiri atas empat langkah kegiatan atau
sering juga disebut dengan empat langkah pemecahan masalah humas.ini
merupakan proses yang harus dijalankan setiap praktisi humas profesional.
a. Menentukan masalah (defining the problem). Keempat langkah
pertama ini meliputi kegiatan untuk meneliti dan mengawasi
pendapat,
sikap
dan
tingkah
laku
khalayak
yaitu
Langkah
pengetahuan,
pihak-pihak
yang
berkepentingan atau terpengaruh oleh tindakan dan kebijakan organisasi atau
perusahaan. Pada intinya, langkah pertama ini merupakan kegiatan intelijen untuk
mengumpulkan informasi atau data yang menjadi dasar berpijak praktisi humas
guna mengambil langkah selanjutnya. Dalam kegiatan penentuan masalah ini
praktisi humas harus menjawab pertanyaan "Apa yang terjadi saat ini?"
b.Perencanaan dan penyusunan program (planning and programming). Masalah
yang telah ditentukan pada langkah pertama digunakan untuk menyusun
program, tujuan, tindakan, dan strategi komunikasi. Langkah kedua mencakup
tindakan untuk memasukkan temuan yang diperoleh pada langkah pertama ke
dalam kebijakan dan program organisasi. Langkah kedua ini merupakan proses
9
Dasar-dasar Public Relations 2003 Rosdakarya halaman 90 oleh Drs. Soleh Soemirat, M.S dan
Drs Elvindro Adrianto, M.Si
38
http://digilib.mercubuana.ac.id/
untuk menjawab pertanyaan: "Berdasarkan situasi yang telah kita pelajari maka
apa yang harus kita ubah, perbuat dan katakan?" Rencana dapat disusun setelah
mengetahui apa masalah yang dihadapi, sementara masalah diketahui melalui
riset yang dilakukan untuk itu. Terdapat dua jenis rencana, yaitu rencana strategis
(strategic planning) atau sering disebut dengan strategi saja, dan rencana taktis
(tactical planning) atau sering disebut taktik saja. Menurut Dominick, rencana
strategis mencakup tujuan jangka panjang dan bersifat umum yang ingin dicapai
perusahaan. Sedangkan renana taktis bersifat lebih spesifik yang meinci tugas
yang harus dicapai oleh masing-masing departemen yang ada pada perusahaan
untuk mencapai rencana strategis yang sudah ditetapkan.
c. Melakukan tindakan dan berkomunikasi (taking action and communicating).
Langkah ketiga mencakup kegiatan melaksanakan tindakan dan melakukan
komunikasi yang sejak awal dirancang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pertanyaan yang harus diajukan pada tahap ini adalah: "Siapa yang harus
melakukan dan mengatakannya, kapan, di mana, dan bagaimana caranya?"
1) Strategi Aksi (action strategy)
Strategi aksi atau strategi tindakan humas mencakup berbagai hal termasuk
melakukan perubahan pada kebijakan, prosedur, produk, jasa, dan tingkah laku
organisasi atau perusahaan.
Perubahan dirancang untuk mencapai tujuan program dan tujuan organisasi,
namun pada saat yang sama menjawab kebutuhan khalayak organisasi.
Singkatnya, strategi tindakan ditujukan untuk melayani kepentingan bersama,
39
http://digilib.mercubuana.ac.id/
yaitu perusahaan dan khalayaknya. Strategi tindakan didasarkan atas pengetahuan
bagaimana kebijakan perusahaan prosedur, tindakan, dan output lainnya
memberikan kontribusi terhadap masalah humas.Strategi tindakan terfokus pada
upaya melakukan penyesuaian (adjustment) dan adaptasi pada organisasi atau
perusahaan. Peluang untuk melaksanakan perubahan menghendaki manajemen
dan praktisi humas untuk mendefinisikan humas tidak hanya sekedar publisitas
atau komunikasi persuasif semata.
2) Strategi Komunikasi (communication strategy)
Strategi tindakan (action strategy) merupakan penggerak utama program humas,
namun pada umumnya strategi tindakan bersifat tidak tampak atau tidak mudah
dikenali oleh pihak luar. Kegiatan komunikasi merupakan komponen yang jelas
terlihat oleh siapa pun karena komunikasi memang ditujukan untuk masyarakat
3) Menyebarkan Pesan
Penelitian menunjukan bahwa upaya menyampaiakna ide atau gagasan terkadang
memerlukan kerja yang panjang. Strategi komunikasi tidak dapat digunakan untuk
semua situasi. Strategi berbeda hanya akan efektif pada situasi yang juga berbeda.
Dengan kata lain, tidak ada taktik yang sama untuk setiap keadaan. Praktisi humas
harus dapat menggunakan tiga elemen Utama dalam proses komunikasi yang
terdiri dari sumber atau pengirim (sender), pesan (message), dan penerima pesan
(receiver) secara efektif dan efisien. Komunikator harus menggunakan saluran
yang akan membawa pesan kepada pihak penerima. Komunikator haruslah
memiliki informasi
40
http://digilib.mercubuana.ac.id/
yang cukup, ia juga harus memiliki kredibilitas di mata penerima pesan.
Komunikator harus mampu menyam[aikan pesan dalam bahasa yang dapat
Dipahami penerima dan pesan itu haruslah relevan dengan kebutuhan atau
ketertarikan penerima pesan. Dalam hal ini, keberhasilan komunikasi dangat
ditentukan oleh tujuh hal, yaitu:
(a)Kredibilitas.
Komunikasi dimulai dengan iklim atau situasi kepercayaan. Iklim dibangun
melalui tindakan oleh perusahaan atau organisasi yang menggambarkan
kesungguhan dalam melayani pihak-pihak yang berkepentingan dan masyarakat.
Penerima pesan harus memiliki kepercayaan pada diri pengirim serta memiliki
penghormatan terhadap kompetensi pengirim pesan atas masalah yang menjadi
perhatian.
(b) Konteks.
Suatu program komunikasi harus disesuaikan dengan realita lingkungan.
Komunikasi yang efektif memerlukan lingkungan sosial yang mendukung.
(c) Isi pesan.
Pesan harus memiliki makna bagi mereka yang menerimanya dan harus sesuai
dengan sistem nilai yang mereka anut. Pesan harus memiliki relevansi dengan
situasi yang dihadapi penerima pesan.
41
http://digilib.mercubuana.ac.id/
(d) Kejelasan.
Pesan harus disampaikan dengan menggunakan istilah-istilah yang sederhana.
Kata-kata harus mengandung makna yang sama, baik bagi penerima maupun
pengirimnya. Isu-isu yang rumit harus dipadatkan ke dalam berbagai tema,
slogan, stereotip yang sederhana, jelas, dan mudah dimengerti. Organisasi atau
perusahaan harus berbicara dengan satu suara, bukan banyak suara.
(e) Kontinuitas dan konsistensi.
Komunikasi memerlukan repetisi (pengulangan) untuk mencapai penetrasi.
Repetisi-dengan variasi- memberikan sumbangan untuk pembelajaran dan
persuasi. Namun ceritanya haruslah tetap konsisten.
(f) Saluran.
Praktisi humas harus menggunakan saluran yang sudah mapan (established) untuk
menyampaikan pesan. Saluran yang dipilih haruslah saluran yang digunakan dan
juga dihormati oleh khalayak sasaran. Pemilihan saluran harus dilakukan secara
selektif agar betuk-betul dapat mencapai khalayak sasarannya.
(g) Kemampuan penerima.
Komunikasi harus memperhitungkan kemampuan penerima. Komunikasi menjadi
sangat efektifketika penerima melakukan upaya yang paling sedikit untuk
memahami pesan yang disampaikan.
4) Memilih Media
42
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Praktisi media harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai media massa
karena pemilihan media massa yang tepat akan menentukan keberhasilan
penyebaran pesan kepada khalayak sasaran. Namun hal yang pertama kali harus
diketahui adalah memahami jenis media massa dan sifat dari masing-masing
media tersebut. Masing-masing media dalam menyampaikan pesan-pesannya juga
mempunyai kekhususan. Upaya menyampaiajn informasi baik melalui media
cetak, audio, dan audiovisual Masing-masing memiliki kelebihan tetapi juga
kekurangan.
d. Evaluasi program (Evaluating the program).
Langkah terakhir ini mencakup penilaian atau evaluasi atas persiapan,
pelaksanaan dan hasil-hasil program. Program dapat dilanjutkan atau dihentikan
setelah
menjawab
pertanyaan:
"Bagaimana
kita
telah
melakukannya?"
Penyesuaian dan perbaikan terhadap tindakan atau komunikasi yang telah
dilaksanakan dapat dilakukan berdasarkan umpan balik yang diterima
Strategi PR dalam berkomunikasi dikenal dengan istilah “7-Cs PR
Communications” adalah sebagai berikut10:
1. Credibility (Kredibilitas)
Komunikasi dimulai dari suasana saling percaya yang diciptakan oleh
pihak komunikator secara sungguh-sungguh untuk melayani publiknya
yang memiliki keyakinan dan respect.
2. Context (Konteks)
10
Cultip, Scott.M, Allen H. Center dan Gleen M Broom., 2006 , Effective Public Relations,
Kencana, Jakarta
43
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Menyangkut sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan kehidupan
sosial, pesan harus disampaikan dengan jelas serta sikap partisipatif.
Komunikasi, efektif sangat diperlukan untuk mendukung lingkungan
sosial melalui pemberitaan di berbagai media massa.
3. Content (Isi)
Isi pesan dalam strategi ini, pesan harus menyangkut kepentingan orang
banyak sehingga informasi dapat diterima sebagai sesuatu yang
bermanfaat secara umum bagi masyarakat.
4. Clarity (Kejelasan)
Pesan disusun dengan kata-kata yang jelas, mudah dimengerti, serta
memiliki
pemahaman yang sama (maksud, tema dan tujuan) antara komunikator dan
komunikan.
5. Continuity and Consistency (Kontinuitas dan Konsistensi)
Komunikasi merupakan proses yang tidak pernah berakhir, oleh karena itu
dilakukan secara berulang-ulang dengan berbagai variasi pesan serta
pesanpesan tersebut harus konsisten. Dengan cara demikian, akan mudah proses
komunikasi, membujuk publiknya.
6. Channels (Saluran)
Menggunakan saluran media yang tepat dan terpercaya serta dipilih oleh
khalayak sebagai target sasaran. Pemakaian saluran media yang berbeda,
44
http://digilib.mercubuana.ac.id/
akan berbeda pula efeknya. Dalam hal ini seorang PR harus memahami
perbedaan dan proses penyebaran informasi secara efektif.
7. Capability of The Audience(Kapabilitas Khalayak)
Memperhitungkan kemampuan yang dimiliki oleh khalayak. Komunikasi
akan
kemampuan membaca dan pengembangan pengetahuan khalayak.
2.4.1 Jenis Strategi Public Relations
Strategi adalah rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai kegiatankegiatan utama perusahaan yang akan menentukan keberhasilannya untuk
mencapai tujuan pokok dalam lingkungan yang penuh tantangan. Suatu strategi
terdiri dari beberapa taktik Strategi bersifat umum, mendasar, dan berjangka
panjang, dibanding dengan taktik yang merupakan rencana yang lebih khusus,
operasional, dan berjangka pendek.
Terdapat tiga jenis strategi public relations sebagai berikut:
1.Strategi persuasif
Strategi persuasif memiliki ciri-ciri:

Informasi atau pesan yang disampaikan harus berdasarkan pada kebutuhan
atau kepentingan khalayak sebagai sasarannya.

PR sebagai komunikator dan sekaligus mediator berupaya membentuk
sikap dan pendapat yang poistif dari masyarakat melalui rangsangan atau
stimulasi.

Mendorong publik untuk berperan serta dalam aktifitas perusahaan atau
organisasi agar tercipta perubahan sikap dan penilaian
45
http://digilib.mercubuana.ac.id/

Perubahan sikap dan penilaian dari publik dapat terjadi maka pembinaan
dan pengembangan terus-menerus dilakukan agar peran serta tersebut
terpelihara dengan baik.
2. Strategi melalui kontribusi pada tujuan dan misi perusahaan (strategi edukatifinformatif):
a. Menyampaikan fakta dan opini yang ada di dalam maupun di luar
perusahaan.
b. Menelusuri dokumen resmi perusahaan dan mempelajari perubahan yang
terjadi secara historis
c. Melakukan analisa SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats).
3. Strategi dibentuk oleh dua komponen
a. Komponen sasaran
Yaitu satuan atau segmen yang akan digarap (stakeholder yang dipersempit
menjadi publik sasaran (target publik).
b. Komponen sarana
Yaitu melalui pola dasar „The 3 C‟s options‟ yaitu : Conservation
(mengukuhkan), Change(mengubah), Crystallization(mengkristalkan).
2.5 Merger dan Akuisisi
2.5.1 Merger
Merger berasal dari kata merge yang artinya bergabung atau melebur. Dalam
pengertian manajemen, mergeadalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu,
dimana perusahaan yang memerger membeli semua asset dan liabilitas
46
http://digilib.mercubuana.ac.id/
perusahaan yang demerger. Dengan pembelian ini perusahaanyang memiliki
minimal 50 persen saham perusahaan yang di merger. Selanjutnya, perusahaan
yang demerger berhenti beroperasi dan digabungkan menjadi bagian dari
perusahaanyang memerger. Pemegang saham perusahaan yang dimerger
menerima sejumlah uang tunai atau saham sebagai bentuk pembayaran atas
transaksi tersebut. Sebagai ilustrasi, perusahaan A yang mengakuisisi dan
menggabunkan perusahaan B, akan melahirkan perusahaan A. Dalam istilah
hukum, merger disebut juga dengan penggabungan. Menurut pasal 1 Undangundang Perseroan Terbatas, penggabungan adalah perbuatan hokum yang
dilakukan oleh suatu Perseroan atau lebih baik menggabungkan diri dengan
Perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari
perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada perseroan yang
menerima penggabungan dan selajutnya status badan hokum Perseoran yang
menggabungkan diri berakhir. Ada catatan penting disini, perusahaan yang
digabungkan ke perusahaanlain tidak perlu melewati proses likuidasi. Selain
penggabungan, dalam undang- undang Perseroan Terbatas terdapat istilah
peleburan. Menurut pasal 1 Undang- undang Perseroan Terbatas, Peleburan
adalah perbuatan hokum yang dilakukan oleh dua Perseroan atau lebih
untukmeleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan baru yang karena
hokum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan yang meleburkan diri dan
status badan hokum Perseroan yang meleburkan diri berakhir karena hokum.
Dalam Pasal 1 undangn-undang Perseroan Terbatas ini, peleburan dikenal juga
dengan istilah konsolidasi. Merger, dalam pengertian manajemen mencakup
47
http://digilib.mercubuana.ac.id/
pengertian penggabungan maupun peleburan. Penggabungan sering dimaknai
sebagai mergers of unequal atau merger tidak setara atau merger of equals.
2.5.2 Akuisi
Akuisisi berasal dari kata acquisition yang maknanya sama dengan take
over atau pengambilalihan. Akuisisi adalah pengambilalihan sebuah perusahaan
dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, tetapi entitas yang dibeli
tetap ada. Ini berbeda dengan merger, atau penggabungan, dimana selain diambil
alih, perusahaan yang diakuisisi kemudian tidak beroperasi lagi. Menurut pasal 1
butir 11 undang-undang Perseroan Terbatas, Pengambilanalihan adalah perbuatan
hokum yang dilakukan oleh badan hukum atau perseorangan untuk mengambil
alih saham Perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas
Perseroan tersebut.
48
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download