Document

advertisement
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF PROMOTION COSTS AND THE SELLING PRICE ON SALES
VOLUME
(A Case Study of CV. Fortuna Motor Tasikmalaya)
By :
Ervin Reynaldi
093403174
Guided By :
Iman Pirman Hidayat, S.E., M.Si., Ak.
Iwan Hermansyah, S.E., M.Si., Ak.
This study aimed to determine : (1) Effect of Promotion Cost to Selling Price (2) Effect of
partially Cost Promotion and Sale Price on Sales Volume (3) Effect of simultaneous Promotion
Costs and Pricing for Sales Volume. In this study the authors used descriptive analytical method
with a case study approach , where data collection is done through field research and library
research. Fieldwork was conducted by observation, interview and documentation while the
research literature from a variety of literature that has to do with the problem under study. The
results showed that : (1) Cost Promotion has a negative impact on Selling Price (2) Partially
Campaign Costs have positive and significant impact on Sales Volume, Selling price has
partially negative effect and no significant effect on Sales Volume (3) In Simultaneous Campaign
Costs and Selling Prices have positive and significant impact on sales volume.
Key Words : Promotion Costs, Selling Price and Sales Volume
ABSTRAK
PENGARUH BIAYA PROMOSI DAN HARGA JUAL
TERHADAP VOLUME PENJUALAN
(Studi Kasus Pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya)
Oleh :
Ervin Reynaldi
093403174
Dibawah Bimbingan :
Iman Pirman Hidayat, S.E., M.Si., Ak.
Iwan Hermansyah, S.E., M.Si., Ak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh Biaya Promosi terhadap Harga
Jual (2) Pengaruh secara parsial Biaya Promosi dan Harga Jual terhadap Volume Penjualan (3)
Pengaruh secara simultan Biaya Promosi dan Harga Jual terhadap Volume Penjualan. Dalam
penelitian ini penulis menggunakan metode Deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus,
dimana pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan.
Penelitian lapangan dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan
penelitian kepustakaan yaitu dari berbagai literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang
diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Biaya Promosi mempunyai pengaruh negatif
terhadap Harga Jual (2).Secara parsial Biaya Promosi mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap Volume Penjualan, secara parsial Harga Jual mempunyai pengaruh yang
negative dan tidak signifikan terhadap Volume Penjualan (3) Secara Simultan Biaya Promosi dan
Harga Jual mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Volume Penjualan.
Kata kunci : Biaya Promosi, Harga Jual dan Volume Penjualan
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Penelitian
Dalam lingkungan pasar yang kompetitif dan dinamis ,banyak perusahaan menyadari
bahwa pengembangan berkesinambungan dan pengarahan produk baru merupakan kunci untuk
dapat bertahan dan tumbuh. Perkembangan tekhnologi dan permintaan pelayanan masyarakat
yang semakin meningkat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia dan tingkat persaingan
usaha.
Pasar merupakan tempat kumpulan konsumen faktual maupun konsumen aktual.
Berfungsinya pasar menuntut kejujuran para pelaku ekonomi di pasar. Para produsen yang
memasuki pasar dengan produk dan jasa mereka diuji oleh mekanisme pasar mengenai
information content yang terkandung dalam produk dan jasa yang mereka tawarkan di pasar.
Pasar yang berfungsi akan menyisihkan para produsen yang tidak jujur didalam memasukan
information content kedalam produk dan jasanya.
Perusahaan dengan bidang aktivitasnya perdagangan, pastilah akan mengenal istilah
modal dan produk. Biasanya faktor penunjang suatu perusahaan dapat maju dan sukses yaitu
modal yang besar dan produk yang baik. Hal tersebut memang mempengaruhi, tetapi masih
diperlukan adanya faktor penunjang lainnya seperti usaha perusahaan dalam memperkenalkan
produk kepada masyarakat dan tingkat kepuasan konsumen akan produk yang dikonsumsinya.
Tingkat kebutuhan manusia berbeda-beda demikian pula keinginannya. Oleh karena itu,
perusahaan harus dapat membedakan mana yang hendak dituju perusahaan agar dapat mendesain
produk
sesuai
dengan
keinginan
pasar,
menetapkan
harga
yang
paling
cocok,
mengkomunikasikan pesan-pesan pemasaran dengan bahasa dan gaya yang mudah dipahami
konsumen.
Salah satu strateginya yaitu dengan menjalankan aktivitas perusahaan dengan menjual
produk dengan berbagai jenis dan tipe. Dengan adanya berbagai macam model produk,
perusahaan tidak akan tergantung pada salah satu model produknya saja. Apabila mengalami
kerugian atau tidak mencapai target penjualan, maka akan dapat tertutupi oleh hasil penjualan
dari jenis produk lain.
Tingkat pendapatan masyarakat yang berbeda-beda, akan mempengaruhi minat beli dan
tingkat kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, perusahaan harus menentukan harga yang cocok
dengan tingakat pendapatan masyarakat. Agar berbagai produk yang dihasilkan perusahaan dapat
tepat sasaran sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat akan membeli
produk dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan pendapatannya.
Agar konsumen tertarik dengan produk yang dihasilkan perusahaan, maka yang perlu
diperhatikan adalah bagaimana usaha perusahaan untuk memasarkan hasil produknya. Salah satu
kegiatan pemasaran adalah kegiatan promosi. Kegiatan promosi tersebut dapat dilakukan dengan
berbagai cara seperti iklan diberbagai media, pameran-pameran, moving, public relation dan
personal selling. Kegiatan promosi memiliki peran penting dalam upaya memasarkan produk
yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen, juga dilakukan untuk mengantisipasi persaingan
produk yang sama yang dihasilkan oleh competitor.
Selain itu kegiatan promosi juga merupakan salah satu kegiatan dalam meningkatkan
penjualan dan pendapatan perusahaan, dimana kegiatan ini menimbulkan biaya. Biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan promosi disebut biaya promosi (Philip Kotler, 2000).
Sebelum perusahaan mengeluarkan biaya promosi, terlebih dahulu perusahaan menetapkan
anggaran untuk biaya promosi agar tidak terjadi penyimpangan. Biaya yang dikeluarkan untuk
kegiatan promosi biasanya cukup besar, tetapi kegiatan promosi diukur demi bertambahnya
konsumen yang mempercayai produk yang dihasilkan perusahaan.
Untuk mengukur tingkat perkembangan perusahaan, salah satunya dapat dilihat dari
meningkatnya volume penjualan. Begitu juga dengan perdagangan kendaraan sepada motor di
Kota Tasikmalaya, bertambahnya kebutuhan masyarakat untuk alat transportasi yang cepat dan
efisien, memicu dealer-dealer yang ada di kota Tasikmalaya untuk bersaing dalam merebut hati
konsumennya. Semakin banyaknya jenis motor yang diproduksi dan bervariatifnya harga yang
ditawarkan, tentu saja akan membuat konsumen merasa kebingungan untuk memilih produk
yang sesuai dengan kebutuhannya.
Berdasarkan kenyataan ini, maka semua dealer yang ada di Kota Tasikmalaya harus
secara aktif menginformasikan produk yang dijual kepada masyarakat melalui kegitan promosi.
Semakin banyaknya pesaing membuat para pimpinan dealer harus membuat berbagai macam
bentuk promosi, baik dalam bidang periklanan maupun secara langsung terhadap pasar.
C.V Fortuna Motor merupakan perusahaan dagang yang bergerak dalam perdagangan
kendaraan sepada motor Yamaha di Kota Tasikmalaya, untuk dapat bersaing dan memasarkan
produknya perusahaan tersebut banyak malakukan promosi-promosi meliputi mengikuti berbagai
pameran, pemasangan spanduk, gathering, moving, desa binaan dan pengundian hadiah untuk
konsumennya yang membeli sepeda motor yang mengakibatkan volume penjualannya
meningkat.
Fenomena yang terjadi pada C.V Fortuna Motor Tasikmalaya,
penggunaan biaya
promosi cenderung mengalami peningkatan. Hal tersebut sebagai akibat dari tingginya frekuensi
kegiatan promosi setiap tahunnya. Penggunaan biaya promosi yang efektif diharapkan mampu
menghasilkan penjualan yang maksimal sehingga akan meningkatkan volume penjualan.
Peningkatan volume penjualan yang ada pada akhirnya akan meningkatkan laba karena pangsa
pasar yang didapat perusahaan lebih besar. Dampaknya harga motor yang ditawarkan oleh
perusahaan mengalami peningkatan secara periodik, tetapi disesuaikan dengan pengembangan
produk yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin
mengetahui sejauh mana upaya perusahaan dalam mengelola biaya promosi, menetapkan harga
jual produk dan seberapa besar volume penjualan yang dicapai perusahaan dengan mengeluarkan
biaya tersebut.
1.2
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui bagaimana perkembangan Biaya Promosi, Harga Jual dan Volume
Penjualan pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya.
2) Untuk mengetahui pengaruh Biaya Promosi terhadap Harga Jual pada CV. Fortuna Motor
Tasikmalaya.
3) Untuk mengetahui pengaruh secara parsial Biaya Promosi dan Harga Jual terhadap Volume
Penjualan pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya.
4) Untuk mengetahui pengaruh secara simultan Biaya Promosi dan Harga Jual terhadap
Volume Penjualan pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1
Pengertian Biaya Promosi
Setiap
perusahaan
selayaknya
menganggarkan
sejumlah
dana
dalam
usaha
memperkenalkan produk atau jasanya kepada konsumen. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong
jumlah penjualan semakin meningkat. Menurut Henry Simamora (2002:762) mendefinisikan
biaya promosi adalah : “Biaya promosi merupakan sejumlah dana yang dikucurkan perusahaan
kedalam promosi untuk meningkatkan penjualan”
2.2
Pengertian Harga Jual
Keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan laba sangat dipengaruhi oleh pamasaran
produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Salah satu faktor yang mendukung
keberhasilan pemasaran ini adalah penetapan harga jual yang tepat, sebab harga jual menjadi
salah satu pertimbangan utama konsumen dalam memilih satu dari berbagai jasa atau produk itu
sendiri. Menurut Mulyadi (2001:78) menyatakan bahwa : “Pada prinsipnya harga jual harus
dapat menutupi biaya penuh ditambah dengan laba yang wajar. Harga jual sama dengan biaya
produksi ditambah mark-up.”
2.3
Pengertian Volume Penjualan
Dalam melihat berkembang atau tidaknya sebuah perusahaan, dapat dibandingkan dari
total penjualan yang dihasilkan perusahaan dari periode ke periode. Adapun pengertian volume
penjualan menurut Schiffan (2005:118) : “Volume penjualan adalah tingkat penjualan yang
diperoleh perusahaan untuk periode tertentu dalam satuan (unit/total/rupiah)”.
2.4
Kerangka Pemikiran
Dengan dikeluarkannya biaya promosi dan kegiatan promosi yang dilakukan, perusahaan
bertujuan untuk memperoleh pangsa pasar yang besar dan memberikan informasi kepada
konsumen tentang produk yang akan mereka beli sehingga menimbulkan keyakinan bagi
konsumen untuk percaya dan membeli produk yang dijual perusahaan. Selain itu, harga jual yang
tepat dapat mempengaruhi konsumen untuk dapat membeli produk yang dijual oleh perusahaan.
Semakin besar pangsa pasar yang diperoleh perusahaan, maka akan semakin besar pula
penjualan yang diperoleh CV. Fortuna Motor Tasikmalaya dalam menjual produk motor Yamaha
khususnya untuk motor Mio CW. Hal ini akan mendorong perusahaan untuk tetap maju dan
berkembang dari waktu ke waktu. Berdasarkan uraian diatas maka kerangka pemikiran dalam
penelitian ini dapat digambarkan pada gambar berikut :
Biaya Promosi
Volume Penjualan
Harga Jual
2.5
Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Biaya Promosi berpengaruh terhadap Harga Jual pada CV. Fortuna Motor
Tasikmalaya.
2. Biaya Promosi dan Harga Jual secara parsial berpengaruh terhadap Volume Penjualan
pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya.
3. Biaya Promosi dan Harga Jual secara simultan berpengaruh terhadap Volume
Penjualan pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya.
BAB 3 OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN
3.1
Objek penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya adalah biaya promosi, harga jual
dan volume penjualan untuk motor Mio CW pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya yang
beralamat di jalan R.E. Martadinata No. 118 Kota Tasikmalaya.
3.2
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan
pendekatan studi kasus. Metode deskriptif adalah suatu metode yang meneliti status kelompok
manusia, objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada
masa sekarang dengan tujuan membuat deskripsi, gambaran atau lukisan sistematis, faktual dan
akurat mengenai fakta-fakta sifat, serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. (Mohamad
Nazir, 2003).
Adapun metode studi kasus menurut Moh. Nazir (2003) adalah penelitian tentang status
subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan
personalitas.
3.2.1 Operasionalisasi Variabel
Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis pada besarnya pengaruh yang
ditimbulkan variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel-variabel sehubungan
dengan judul yang diajukan adalah Pengaruh Biaya Promosi dan Harga Jual Terhadap Volume
Penjualan. Variabel yang diteliti dalam bentuk tabel berikut :
Operasionalisai Variabel
Variabel
Konsep
Biaya Promosi
Biaya
(X1)
dikeluarkan untuk promosi. Philip Kotler
promosi
yaitu
biaya
yang
yang dialihbahasakan oleh Benyamin
Indikator
Ukuran
Skala
- Biaya periklanan
Rupiah
Rasio
Rupiah
Rasio
Rupiah
Rasio
- Biaya
promosi
penjualan
Molan (2000)
Harga Jual
Pada prinsipnya harga jual harus dapat
- Harga
(X2)
menutupi biaya penuh ditambah dengan
Produk
laba yang wajar. Harga jual sama dengan
- Laba
biaya produksi ditambah mark-up.
diharapkan
Pokok
yang
(Mulyadi, 2001:78)
Volume
Volume penjualan adalah ukuran yang
Penjualan (Y)
menunjukan banyaknya atau besarnya
jumlah barang atau jasa yang terjual.
- Total barang yang
terjual
- Harga Jual
Mulyadi (2005)
3.2.2 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah mengelompokkan, membuat suatu urutan, memanipulasi, serta
menyingkatkan data sehingga mudah untuk dibaca (Mohammad Nazir, 2003 : 358).
Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel, dimana dua variabel bebas (independen
variable) yakni Biaya Promosi (X1), Harga Jual (X2) dan variabel terikat (dependen variable)
adalah Volume Penjualan (Y).
Teknik yang digunakan adalah analisis jalur (path anaysis). Tujuan digunakan analisa
jalur (path analysis) adalah untuk mengetahui pengaruh seperangkat variabel X (independent
variable) dan untuk mengetahui pengaruh antara variabel X. Dalam analisa jalur ini dapat dilihat
pengaruh dari setiap variabel secara bersama-sama. Selain itu, tujuan dilakukannya analisa jalur
adalah untuk menerangkan pengaruh langsung atau tidak langsung dari beberapa variabel
penyebab terhadap variabel lainnya sebagai variabel terikat. Berdasarkan keterangan di atas,
akan diterjemahkan sebuah diagram jalur pada gambar berikut :
X1
ρYX1
Y
rX2X1
ρYX2
ρYɛ1
X2
ε1
Gambar
Struktur Lengkap Path Analysis
Keterangan :
X1
= Biaya Promosi
X2
= Harga Jual
Y
= Volume Penjualan
ε
= Faktor-faktor lain yang tidak diteliti
rX2X1
= Koefisien korelasi variabel X1 dengan variabel X2
ρYX1
= Koefisien jalur variabel X1 terhadap variabel Y
ρYX2
= Koefisien jalur variabel X2 terhadap variabel Y
Path analysis (analisa jalur) menggunakan korelasi dan regresi dimana dalam gambar
struktural path analysis di atas dijelaskan bahwa ada hubungan antar X1 (Biaya Promosi) dan X2
(Harga Jual), terhadap Y (Volume Penjualan).
Dari struktur path analysis, terdapat langkah-langkah yang digunakan yaitu :
1. Menghitung koefisien jalur Px2x1 = rx2xi dengan rumus :
n
rx i x j 
n
n
n  x ih x jh   x ih  x jh
h 1
h 1
h 1


 
 n

2
2
n
x

x
n
x



  ih  ih    jh   x jh 
 h 1   h 1
 h 1

 h 1
n
n
(Sitepu, 1994 : 19)
n
Koefisien korelasi ini akan besar jika tingkat hubungan antar variabel kuat. Demikian jika
hubungan antar variabel tidak kuat maka nilai r akan kecil, besarnya koefisien korelasi ini
akan diinterpretasikan sebagai berikut :
Tingkat Keeratan Hubungan
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00 – 1,99
Sangat rendah
0,20 – 0,399
Rendah
0,40 – 0,599
Sedang
0,60 – 0,799
Kuat
0,80 – 1,00
Sangat kuat
(Sugiyono, 2004 : 216)
2. Pengujian secara simultan menggunakan rumus sebagai berikut :
n
ρyxi  byxi
x
2
ih
y
2
ih
h 1
n
h 1
; 1  1, 2,...k.... (Sitepu, 1994 : 17)
Keterangan :
yxi
= Koefisien jalur dari Xi terhadap Y
byxi
= Koefisien regresi dari variabel Xi terhadap variabel Y
3. Pengujian faktor residu atau sisa
yxi = 1  R 2 y1 x 1 x 2 .....x...
(Sitepu, 1994 : 23)
k
Dimana : R 2YX1 .......X k    YX1 rYX 1
i 1
4. Pengujian Hipotesis Operasional
Menguji keberartian (signifikan) dari hubungan bebas Xi dengan Variabel Xj.
Ho : rx2x1 = 0
Ha : rx2x1  0
Dengan kriteria penolakan Ho jika thitung > ttabel
a. Pengujian secara simultan
Ho : yx1 = yx2 = 0
Ha : yx1 = yx2  0
Dengan kriteria penolakan Ho jika Fhitung > Ftabel
Uji signifikansi menggunakan rumus :
F
(n  k  1)R 2YX1X...X k
(Sitepu, 1994 : 25)
k (1  R 2YX1X 2
Statistik uji mengikuti distribusi F dengan derajat bebas V1 = k dan V2 = n-k-l
b. Pengujian secara parsial
Hipotesis operasional :
Ho : yxi = 0
Ha : yxi  0
Uji signifikan menggunakan dua arah, dimana kaidah keputusannya sebagai berikut :
Terima Ho jika –t
1
2
  thitung  t 12 
Tolak Ho jika thitung > t 1 2 α atau thitung < – t 1 2 α
Uji statistik menggunakan rumus :
 YX1
ti 
;1  1,2..., k
(1  R YX1 ....X1 )
(Sitepu, 1994 : 28)
(n  k  1)(1  R Xi X j ...(X j )...X k )
Statistik uji di atas mengikuti distribusi t dengan derajat bebas n-k-l
5. Untuk mengetahui pengaruh variabel lain atau faktor residu dapat ditentukan melalui :
y = 1 R y1x1x 2 ...x k
(Sitepu, 1994 : 23)
6. Untuk mencari pengaruh langsung variabel X1 dan X2 terhadap Y
Variabel X1
a. Pengaruh langsung Y
Y : (YX1)2
X1
b. Pengaruh tidak langsung melalui X2Y
= A
2(X1X2)
Y
(YX1)(rX2X1)(YX2) + (YX1)(rX2X1)(YX2)
= B
Total pengaruh X1 terhadap Y(A+B)
= C
Variabel X2
a. Pengaruh langsung Y
X2
Y : (YX2)2
= D
Total pengaruh X2 terhadap Y
b. Pengaruh total X1 dan X2 terhadap Y secara simultan :
c. Pengaruh faktor residu 
Total Pengaruh
Y (y)2
= D
(C+D)
= E
= F
= 1
Pengujian hipotesis akan dimulai dengan penetapan hipotesis operasional, penerapan
tingkat signifikan, uji signifikan, kriteria dan penarikan kesimpulan.
1. Penetapan Hipotesis Operasional
a. Secara Simultan
1).
Ho1 :
ρyx1 = ρyx2 = 0,
Biaya promosi (X1) dan harga jual (X2) secara
simultan tidak berpengaruh terhadap volume
penjualan (Y).
Ha1 :
ρyx1 = ρyx2 ≠ 0,
Biaya promosi (X1) dan harga jual (X2) secara
simultan
berpengaruh
terhadap
volume
penjualan (Y).
b. Secara Parsial
1).
Ho2 :
ρx2x1= 0,
Biaya promosi (X1) tidak berhubungan
dengan harga jual (X2)
Ha2 :
ρx2x1≠ 0,
Biaya promosi (X1) berhubungan dengan
harga jual (X2)
2).
Ho3 :
ρyx1 = 0,
Biaya promosi (X1) secara parsial tidak
berpengaruh terhadap volume penjualan (Y).
Ha3 :
ρyx1 ≠ 0,
Biaya
promosi
(X1)
secara
parsial
berpengaruh terhadap volume penjualan (Y).
3).
Ho4:
ρyx2 = 0,
Harga
jual
(X2)
secara
parsial
tidak
berpengaruh terhadap volume penjualan (Y).
Ha4 :
ρyx2 ≠ 0,
Harga jual (X2) secara parsial berpengaruh
terhadap volume penjualan (Y).
2. Penetapan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang digunakan adalah 95% ( = 0,05) yang merupakan tingkat
signifikansi yang sering digunakan dalam ilmu sosial yang menunjukkan ketiga variabel
mempunyai korelasi cukup nyata. Dimana metode pengujian yang digunakan adalah
pengujian dua arah.
3. Uji signifikansi
a. Secara simultan menggunakan uji F
b. Secara parsial menggunakan uji t
4. Kaidah keputusan
a. Secara simultan
Tolak Ho jika Fhitung > Ftabel dan terima Ho jika Fhitung  Ftabel
b. Secara parsial
Terima Ho jika thitung >
Tolak Ho jika - t
1
2
1
2
 atau – t 12  > thitung
  thitung  t 12 
5. Penarikan kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian di atas penulis akan melakukan analisis bersifat
kuantitatif. Dari hasil analisa tersebut akan ditarik kesimpulan, apakah hipotesis yang telah
ditetapkan itu diterima atau ditolak. Untuk perhitungan alat analisis dalam pembahasan akan
digunakan IBM SPSS statistics 20 agar hasil yang dicapai lebih akurat.
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data mengenai Biaya Promosi, Harga Jual dan
Volume Penjualan untuk motor MIO CW dari CV. Fortuna Motor Tasikmalaya untuk periode
2008-2012 dengan data per semester. Data yang ada diperoleh dari laporan budgeting promotion
dan laporan Sales Volume CV. Fortuna Motor Tasikmalaya. Data tersebut digunakan untuk
menghitung besarnya pengaruh Biaya Promosi dan Harga Jual terhadap Volume Penjualan.
4.2
Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Harga Jual Pada CV. Fortuna Motor
Tasikmalaya
Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan besarnya Biaya Promosi dan Harga Jual
motor Mio CW pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya. Dalam perhitungan yang penulis lakukan
untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Biaya Promosi terhadap Harga Jual pada CV. Fortuna
Motor Tasikmalaya dapat diketahui dan dapat dihitung menggunakan bantuan IBM SPSS
Statistics 20. Setelah hasil penelitian diperoleh, kemudian dianalisis untuk mengukur tingkat
pengaruhnya maka diperoleh gambar sebagai berikut :
- 0,281
Hasil Hasil pengolahan data dari hasil analisis yang dapat dilihat pada lampiran
menunjukan bahwa nilai korelasi sebesar -0,281 maka diperoleh koefisien negatif, artinya
kenaikan biaya promosi akan diikuti oleh penurunan harga jual atau sebaliknya penurunan biaya
promosi akan diikuti oleh peningkatan harga jual. Hubungan negatif ini mengindikasikan bahwa
penentuan harga jual tidak hanya menitik beratkan pada biaya promosi saja tetapi banyak
dipengaruhi oleh faktor lain yang akan menentukan nilai dari harga jual. Hal ini sesuai dengan
teori yang diungkapkan oleh Suyadi (2002:440) yang menjelaskan bahwa “Penetapan harga jual
berdasarkan atas biaya produk, biaya administrasi, biaya pemasaran dan biaya promosi”.
Sehingga penetapan harga jual tidak tergantung pada biaya promosi saja.
Nilai r 0,281 menunjukan keeratan hubungan antara variabel biaya promosi dengan harga
jual adalah rendah, hal ini sesuai dengan nilai interpretasi koefisien korelasi pada bab 3 dalam
skripsi ini. Besarnya koefisien determinasi adalah 0,2812 = 0,0789 atau 7,89 %. Hal ini berarti
bahwa pengaruh Biaya Promosi terhadap Harga Jual pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya
adalah sebesar 7,89% dan sisanya 92,11% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak penulis teliti
antara lain tujuan perusahaan khusunya laba dan return on investment, reaksi pesaing, risiko
bisnis, citra atau kesan masyarakat (Supriyono, 2001:314).
4.2.1 Pengaruh Secara Parsial Biaya Promosi dan Harga Jual Terhadap Volume
Penjualan Pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya
Untuk mengetahui besarnya pengaruh secara parsial antara Biaya Promosi dan Harga Jual
Terhadap Volume Penjualan dapat dilihat dari indikator – indikator yang mempengaruhinya.
Dimana pengaruhnya tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah ini :
Formula Untuk Mencari Pengaruh Langsung Dan Tidak Langsung
Antar Variabel Penelitian
No.
1
Pengaruh Langsung
Pengaruh Tidak
Langsung
Total
Pengaruh
0,428
 Melalui X2YX1 Ω X2
Y
(YX1) (rX2X1) (YX2) +
(YX1) (rX2X1) (YX2) =
(0,654)(-0,281)(-0,333) +
(0,654)(-0,281)(-0,333) =
0,122
Biaya Promosi (X1)
Y  X1  Y:( YX1)2 =
(0,654)2
Total Pengaruh X1 → Y
0,550
2
Harga Jual (X2)
0,111
Y  X2  Y:( YX2)2 = (0,333)2
Total Pengaruh X2 →Y
0,111
Total Pengaruh X1 dan X2 →
Y
0,661
2
Faktor Lain  → Y (y)
0,339
TOTAL
1
Dari hasil analisis berdasarkan Tabel 4.4 menunjukkan bahwa koefisien jalur variabel X1
(Biaya Promosi) terhadap variabel Y (Volume Penjualan) adalah sebesar 0,654. Dengan
demikian pengaruh langsung variabel X1 terhadap Y adalah sebesar 0,428 yang artinya pengaruh
langsung Biaya Promosi terhadap Volume Penjualan sebesar 42,8%. Pengaruh tidak langsung
variabel X1 terhadap Y melalui variabel X2 adalah sebesar 0,122 yang artinya pengaruh tidak
langsung Biaya Promosi Terhadap Volume Penjualan melalui Harga Jual adalah 12,2%. Jadi
total pengaruh X1 terhadap Y adalah 55%. Koefisien jalur variabel X2 (Harga Jual) terhadap
variabel Y (Volume Penjualan) adalah sebesar -0,333. Dengan demikian pengaruh langsung X2
terhadap Y adalah sebesar 0,111 yang artinya bahwa pengaruh langsung Harga Jual terhadap
Volume Penjualan sebesar 11,1%. Jadi total pengaruh X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 0,661
atau sebesar 66,1%. Sedangkan faktor lain yang mempengaruhi Volume Penjualan selain Biaya
Promosi dan Harga Jual adalah 0,339 atau sebesar 33,9%.
1. Pengaruh Secara Parsial Biaya Promosi Terhadap Volume Penjualan Pada CV.
Fortuna Motor Tasikmalaya
Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 4.4 menunjukan bahwa pengaruh langsung
Biaya Promosi terhadap Volume Penjualan sebesar 0,428. Sedangkan pengaruh tidak
langsung Biaya Promosi terhadap Volume Penjualan melalui Harga Jual sebesar 0,122. Jadi
total pengaruh secara parsial Biaya Promosi terhadap Volume Pejnualan adalah sebesar
0,550.
Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan perhitungan IBM SPSS Statistics
20 diketahui hasil antara Biaya Promosi terhadap Volume Penjualan sebesar 0,654 (dilihat
dari Standardized Coefficients β), karena nilainya positif menunjukan bahwa setiap
perubahan pada Biaya Promosi akan searah dengan perubahan Volume Penjualan.
Peningkatan Biaya Promosi akan diikuti oleh peningkatan Volume Penjualan begitu juga
sebaliknya penurunan Biaya Promosi akan diikuti oleh penurunan Volume Penjualan.
Besarnya koefisien determinasi adalah sebesar 0,6542 = 0,428 atau 42,8% yang berarti
bahwa Biaya Promosi mempengaruhi terhadap Volume Penjualan sebesar 42,8% dan
sisanya 57,2% dipengaruhi faktor lain yang tidak ditelti oleh penulis yaitu antara lain mutu
produk, saluran distribusi produk, kebijakan perusahaan, keadaan ekonomi nasional dan
daya beli konsumen.
Diperoleh nilai thitung yang didapat dari uji t adalah sebesar 2,853 jika dibandingkan
dengan ttabel dimana α = 5% dan df = 10-2-1 = 7, didapat ttabel sebesar 2,365 sehingga thitung >
ttabel (2,853 > 2,365) dengan tingkat signifikansi yang dilihat dari nilai sig hasil output IBM
SPSS Statistics 20 sebesar 0,025 lebih kecil dari 0,05.
Dari hasil pengujian tersebut mengandung makna pada tingkat keyakinan 95%
hipotesis Ho ditolak artinya bahwa Biaya Promosi secara parsial berpengaruh signifikan
terhadap Volume Penjualan. Atau dengan kaidah keputusan tolak Ho jika thitung > t
tabel
dan
diperoleh thitung = 2,853 dan ttabel = 2,365 maka thitung jatuh pada daerah penolakan Ho
sehingga Ha diterima.
Dengan demikian hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Biaya Promosi
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Volume Penjualan. Hal ini sesuai
dengan teori yang diungkapkan oleh Buchari Alma (2000) bahwa : “Pada umumnya apabila
dana bertambah untuk kegiatan marketing promotion maka jumlah penjualan akan
meningkat”. Hasil penelitian diatas sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mesriani
Situngkir (2006), Yulia Lazuardi (2001), Erni dan Hansya (2003) yang menyatakan bahwa
biaya promosi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Volume Penjualan.
2. Pengaruh Secara Parsial Harga Jual Terhadap Volume Penjualan Pada CV. Fortuna
Motor Tasikmalaya
Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 4.4 menunjukan bahwa pengaruh langsung
Harga Jual terhadap Volume Penjualan sebesar 0,111. Sedangkan pengaruh tidak langsung
Harga Jual terhadap Volume Penjualan tidak ada karena koefisien jalur antara variabel
bersifat kausalitas bukan bersifat korelasional. Jadi total pengaruh secara parsial Harga Jual
terhadap Volume Pejnualan adalah sebesar 0,111.
Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan perhitungan IBM SPSS Statistics
20 diketahui hasil antara Harga Jual terhadap Volume Penjualan sebesar -0,333 (dilihat dari
Standardized Coefficients β), karena nilainya negatif menunjukan bahwa setiap perubahan
pada Harga Jual akan berbanding terbalik dengan perubahan Volume Penjualan.
Peningkatan Harga Jual akan diikuti oleh penurunan Volume Penjualan begitu juga
sebaliknya penurunan Harga Jual akan diikuti oleh peningkatan Volume Penjualan.
Besarnya koefisien determinasi adalah sebesar -0,3332 = 0,111 atau 11,1% yang berarti
bahwa Harga Jual mempengaruhi terhadap Volume Penjualan hanya sebesar 11,1% dan
sisanya 88,9% dipengaruhi faktor lain yang tidak ditelti oleh penulis yaitu antara lain mutu
produk, saluran distribusi produk, kebijakan perusahaan, keadaan ekonomi nasional dan
daya beli konsumen.
Diperoleh nilai thitung yang didapat dari uji t adalah sebesar -1,448 jika dibandingkan
dengan ttabel dimana α = 5% dan df = 10-2-1 = 7, didapat ttabel sebesar 2,365 sehingga - t
 thitung  t
1
2
1
2

 (-2,365  -1,448  2,365) dengan tingkat signifikansi yang dilihat dari nilai
sig hasil output IBM SPSS Statistics 20 sebesar 0,191 lebih besar dari 0,05.
Dari hasil pengujian tersebut mengandung makna pada tingkat keyakinan 95%
hipotesis Ho diterima artinya bahwa Harga Jual secara parsial berpengaruh negatif dan tidak
signifikan terhadap Volume Penjualan. Atau dengan kaidah keputusan terima Ho jika t hitung
< t tabel dan diperoleh thitung =
-1,448 dan ttabel = 2,365 maka thitung jatuh pada daerah penerimaan Ho sehingga Ha ditolak.
Dengan demikian hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Harga Jual mempunyai
pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Volume Penjualan dikarenakan adanya
pembatasan jumlah produk Mio CW oleh YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia)
sehingga meskipun permintaan tinggi, produk tidak tersedia untuk dijual dan mengharuskan
konsumen menunggu. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Dharmesta dan
Irawan (2005:243) bahwa : “Untuk beberapa jenis barang, harga dan volume penjualan
berbanding terbalik, artinya jika terjadi kenaikan harga maka penjualan akan menurun dan
jika terjadi penurunan harga maka volume penjualan akan meningkat”. Hasil penelitian
diatas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Darmayanti (2004), Hamida (2012) dan
L. Kamelia (2006) yang menyatakan bahwa harga jual mempunyai pengaruh yang negatif
terhadap Volume Penjualan.
4.2.2 Pengaruh Secara Simultan Biaya Promosi dan Harga Jual Terhadap Volume
Penjualan Pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya
Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan mengenai besarnya pengaruh Biaya Promosi
dan Harga Jual terhadap Volume Penjualan secara parsial dan pengaruhnya antara variable
independen juga dependen. Selanjutnya penulis akan menganalisis dan menguraikan pengaruh
Biaya Promosi dan Harga Jual Terhadap Volume Penjualan Pada CV. Fortuna Motor
Tasikmalaya. Dalam hal ini terdapat 3 variabel yang akan diteliti, yaitu 2 variabel bebas (X) dan
1 variabel terikat (Y) serta pengujian hipotesis secara simultan menggunakan uji F yaitu untuk
menguji apakah terdapat pengaruh secara simultan antara Biaya Promosi dan Harga Jual
Terhadap Volume Penjualan Pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya, dimana hasil dan
pengolahan data melalui IBM SPSS Statistics 20.
Hasil perhitungan IBM SPSS Statistics 20 diperoleh nilai r yaitu sebesar 0,813, karena
nilainya positif menunjukan bahwa setiap perubahan pada Biaya Promosi dan Harga Jual akan
searah dengan perubahan Volume Penjualan. Peningkatan Biaya Promosi dan Harga Jual akan
diikuti oleh peningkatan Volume Penjualan begitu juga sebaliknya penurunan Biaya Promosi dan
Harga Jual akan diikuti oleh penurunan Volume Penjualan. Besarnya koefisien determinasi
adalah sebesar 0,8132 = 0,661 atau 66,1% yang berarti bahwa Biaya Promosi dan Harga Jual
mempengaruhi terhadap Volume Penjualan sebesar 66,1% dan sisanya 33,9% dipengaruhi faktor
lain yang tidak ditelti oleh penulis yaitu antara lain permintaan pasar yang tinggi, jumlah
marketing semakin banyak, stok produk Mio CW ready stock, persaingan yang terjadi antara
produk kompetitor dengan produk Yamaha, pembatasan jumlah produk Mio CW oleh YMKI dan
inovasi motor Mio CW menjadi motor Mio J injeksi.
Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis penelitian teruji bahwa Biaya Promosi dan
Harga Jual berpengaruh terhadap Volume Penjualan Pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya.
Dari hasil perhitungan SPSS, diperoleh nilai Fhitung
sebesar 6,819 dengan kriteria
penolakan Ho jika Fhitung > Ftabel dengan mengambil taraf signifikan α sebesar 5%, maka dari
tabel distribusi F-Snedector diperoleh F;α;k (n-k-1) = 10-2-1 = 7 adalah sebesar 4,74 sehingga
Fhitung > Ftabel (6,819 > 4,74) atau dengan melihat sig F yaitu 0,23 lebih kecil dari 0,05.
Dari hasil pengujian tersebut mengandung makna pada tingkat keyakinan 95% hipotesis
Ho ditolak artinya bahwa Biaya Promosi dan Harga Jual secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap Volume Penjualan. Atau dengan kaidah keputusan tolak Ho jika Fhitung > Ftabel dan
diperoleh Fhitung = 6,819 dan Ftabel = 4,74 maka Fhitung jatuh pada daerah penolakan Ho sehingga
Ha diterima.
Maka dapat disimpulkan bahwa setiap perubahan pada Biaya Promosi dan Harga Jual
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Volume Penjualan. Hal ini sesuai dengan
teori dari Saladin (2003:123) yang mengemukakan hubungan antara promosi dan harga jual
dengan volume penjulan dalam pernyataan sebagai berikut: “Dengan promosi pada dasarnya
diharapkan dapat membuat permintaan menjadi inelastis pada saat harga naik dan membuat
permintaan elastis pada saat harga turun. Maksudnya adalah bagaimana jumlah permintaan atau
volume penjualan sedikit saja turun pada saat harga naik dan bagimana permintaan atau volume
penjualan naik banyak pada saat harga turun”. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang
dilakukan oleh Mesriani Situngkir (2006), Yulia Lazuardi (2001), Erni dan Hansya (2003) bahwa
Biaya Promosi dan Harga Jual mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Volume
Penjualan.
Adapun hasil perhitungannya dapat penulis visualisasikan seperti pada Gambar 4.5
sebagai berikut :
X1
0,654
Y
ρYX1
rX2X1 -0,281
ρYX2
ρYX1
X2
-0,332
0,339
2
ρYɛ1
ε1
Nilai Koefisien Jalur Antara Variabel X1 dan X2 dengan Y
BAB 5 KESIMPULAN
5.1
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan didukung oleh teori yang dipelajari
serta hasil pembahasan yang diperoleh dari bab sebelumnya, maka penelitian ini dapat ditarik
simpulan sebagai berikut :
1. Biaya Promosi untuk motor Mio CW pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya tingkat
perkembangannya terlihat berfluktuasi hal ini disebabkan oleh persentase penjualan disetiap
periodenya mengalami kenaikan dan penurunan sehingga Biaya Promosi dalam
perkembangannya cenderung turun.
Harga Jual untuk motor Mio CW pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya tingkat
perkembangannya terlihat meningkat pada setiap periodenya hal ini disebabkan oleh produk
untuk motor Mio CW banyak diminati oleh para konsumen sehingga mengakibatkan harga
jual dari motor Mio CW pada setiap periodenya mengalami peningkatan.
Volume Penjualan untuk motor Mio CW pada CV. Fortuna Motor Tasikmalaya tingkat
perkembangannya terlihat berfluktuasi hal ini disebabkan antara lain oleh keadaan ekonomi
dan daya beli masyarakat sehingga Volume Penjualan pada setiap periodenya mengalami
kenaikan dan penurunan maka dalam perkembangannya cenderung penurunan.
2. Biaya Promosi mempunyai pengaruh negatif terhadap Harga Jual.
3. Secara parsial Biaya Promosi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Volume
Penjualan.
Secara parsial Harga Jual mempunyai pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap
Volume Penjualan.
4. Secara simultan Biaya Promosi dan Harga Jual mempunyai pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap Volume Penjualan.
Adapun masalah yang dihadapi oleh CV. Fortuna Motor Tasikmalaya adalah penentuan
laba yang diharapkan dan harga jual yang tepat agar dapat bersaing dengan kompetitor,
pelaksanaan kegiatan promosi yang kurang tepat.
5.2
Saran
Berdasarkan simpulan yang telah dikemukakan, penulis mencoba untuk memberikan
saran - saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan masukan yang berguna bagi
kemajuan perusahaan khususnya CV. Fortuna Motor Tasikmalaya. Adapun saran - saran tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Bagi Perusahaan
 Karena dalam menentukan laba yang diharapkan dan menentukan harga jual dipengaruhi
oleh beberapa faktor seperti yang diungkapakan oleh Dharmesta dan Irawan (2005:242-
246) antara lain keadaan ekonomi, penawaran dan permintaan, elastisitas permintaan,
persaingan, biaya, tujuan perusahaan dan pengawasan pemerintah maka dalam menentukan
laba dan harga yang tepat sebaiknya memenuhi kriteria yang diungkapakan oleh Saladin
(2006:142) antara lain bertahan hidup (survival), kelangsungan hidup perusahaan (going
concern), maksimalkan laba jangka pendek (maximum current profit), maksimalisasi hasil
penjualan (maximum current revenue), menyaring pasar secara maksimum (maximum
market skimming), dan menentukan permintaan (determinant demand).
 Pada dasarnya kegiatan promosi dilakukan untuk mengarahkan seeorang atau organisasi
untuk melakukan tindakan pembelian produk yang dipromosikan sehingga diharapkan
untuk merangsang penjualan produk tertentu lebih cepat. Untuk kegiatan promosi yang
dilakukan oleh CV. Fortuna Motor Tasikmalaya sebaiknya menggunakan promotion mix
dimana promotion mix ini menurut Swastha dan Irawan (2005:349) merupakan kombinasi
yang paling baik dari kegiatan-kegiatan periklanan (advertising), pemasaran langsung
(direct marketing), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public
relation) dan penjualan perseorangan (personal selling) yang semuanya direncanakan
untuk membantu pencapaian tujuan program penjualan perusahaan dengan didukung oleh
kompetensi SDM yang mumpuni dan memadai.
2. Bagi Penelitian Selanjutnya
Sebaiknya dijadikan sebagai dasar atau acuan bagi penelitian selanjutnya khususnya
mengenai Biaya Promosi, Harga Jual dan Volume Penjualan. Selain itu juga, disarankan
untuk menggunakan objek yang memiliki lingkup usaha lebih luas (perusahaan Go Public)
dan disarankan untuk menambah sampel serta variabel penelitian ataupun dengan variabel
yang sama tapi pada jenis perusahaan lain.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. 2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung : Alfabeta.
Carter dan Usry. 2005. Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat.
Chairi, Anis dan Imam ghozali. 2003. Teori Keuangan. Semarang : universitas Diponogoro.
Cravens, W. David. 2002. Pemasaran Strategi, Alih bahasa Lina Salim. Jakarta : Erlangga.
Dharmesta dan Irawan. 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua. Yogyakarta :
Liberty.
Hansen dan Mowen. 2006. Akuntansi Manajemen, Edisi 7 Buku 2. Jakarta ; Salemba Empat.
Horngern, Charles. 2001. Cost Accounting: A Manegrial Emphasis. USA ; Prantice Hall.
Irawan. 2001. Pemasaran Prinsip dan Kasus. Yogyakarta : Penerbit BPFE.
Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. 2009. Manajemen Pemasaran, Edisi 13 Jilid 2, Alih Bahasa
Bob Sabran. Jakarta : Penerbit Erlangga.
. 2002. Marketing Manajemen, Jilid I dan II Edisi Millennium, Terjemahan Hendra
Teguh, Ronny A. Rusli, Benjamin Molan. Jakarta : PT. Prentice Hall Indonesia.
Lupiyodi, Rambat. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa, Teori, Dan Praktek, Edisi Pertama.
Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen, Edisi ketiga. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
. 2005. Akuntansi Biaya, Edisi 5. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.
Mursyidi M. 2008. Manajemen Pemasaran, Cetakan keempat. Jakarta : Bumi Aksara.
Nazir, Mohammad. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Prawirosentono, Suyadi. 2002. Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu
ABAD 21 Studi Kasus & Analisis. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Saladin, Djasim. 2006. Manajemen Pemasaran, Edisi IV. Bandung : Linda Karya.
Schiffan, Stephan. 2005. Increasing Sales. Terjemahan Eling Ratnawati. Jakarta : PT. Bhuana
Ilmu Populer kelompok Gramedia.
Simammora, Henry. 2000. Akuntansi Biaya Pengambilan Keputusan Bisnis, Edisi II. Yogyakarta
: YPKN.
Soemarso. 2004. Akuntansi Sebagai Pengantar. Jakarta : Salemba Empat.
Sunarto, Herawati dan Jajuk. 2004. Anggaran Perusahaan. Yogyakarta : AMUS.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis Dilengkapi dengan metode R&D, Edisi Revisi.
Bandung : CV. Alfabeta.
Supriyono. 2001. Akuntansi Manajemen 3: Proses Pengendalian Manajemen Edisi 1.
Yogyakarta : STIE YKPN.
. 2001. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: BPFE
Swastha, Basu. 2002. Azas-Azas Marketing. Yogyakarta : Penerbit Liberty.
. 2003. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta : Penerbit Liberty.
. 2009. Manajemen Penjualan, Edisi ketiga. Yogyakarta : Penerbit BPFE.
Tjiptono, Fandy. 2001. Total Quality Control. Yogyakarta : Penerbit Andi.
. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Trihendradi, C. 2010. Step By Step SPSS 18 Analisis Data Statistik. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Alimudin, Arasy. 2011. http://arasy.dosen.narotama.ac.id/2011/08/10/harga-jual/. Diakses pada
tanggal 30 Mei 2013.
Musliadi. 2012. http://musliadipnl.wordpress.com/2012/01/21/pengertian-biaya-promosi-bab-ii/.
Diakses pada tanggal 30 Mei 2013.
Pakpaham,.Efendi..2009..http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com/2009/11/pengertia
n-volume-penjualan.html. Diakses pada tanggal 30 Mei 2013.
Download