perancangan sistem pakar identifikasi penyakit paru

advertisement
PERANCANGAN SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI PENYAKIT
PARU- PARU MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
Skripsi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Teknik Informatika
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Oleh :
FIRMANSYAH PUTRA
206091004049
FAKULTAS SAIN DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011/1432
KATA PENGANTAR
Asslamu’alaikum Wr.Wb
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat,
nikmat dan ridho-Nya lah penulis mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan laporan tugas
akhir ini sebagai syarat kelulusan pendidikan sarjana program strata 1 (S1) Jurusan Teknik
Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Tahap demi tahap telah dilalui dalam penyusunan laporan ini, dan memerlukan
perjuangan yang keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Namun, penulis menyadari
bahwa dalam laporan tugas akhir ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan yang
disebabkan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis.
Banyak pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, pengarahan dan bantuannya kepada
penulis dalam menyelesaikan laporan tugas akhir ini. Dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terimah kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, MSIS
selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi.
2. Bapak Ir. Bakri La Katjong, M.Kom, MT selaku ketua jurusan Teknik Informatika.
3. Ibu Viva Arifin,MM.Si selaku pembimbing I atas bimbingan, saran dan arahan yang
diberikan kepada penulis.
4. Bapak Hendra Bayu Suseno, M.Kom selaku pembimbing II atas bimbingan dan saran
yang diberikan kepada penulis
5. Seluruh staf pengajar dan karyawan dilingkungan Fakultas Sains dan Teknologi jurusan
Teknik Informatika.
i
6. Kedua orang tuaku, mamaku Nurdiani Lukman dan papaku Lukman SE yang telah
memberikan doa,dukungan, kasih sayang dan bantuannya baik berupa moril maupun
materiil kepada penulis
7. Kakakku (Ludiani Lukman)dan Adikku (Fatriani Lukman,Yuliani Lukman,Alfarizi) dan
keponakanku faisal berkat kalian aku mempunyai semangat buat menyelesaikan tugas
akhir ini.
8. Buat kekasihku tercinta, Ika Malgi Ulfa terimah kasih atas doanya,saran, dan dukungan
dalam penyusunan tugas akhir ini.
9. Temanku Jamrudin terimah kasih untuk photo copy dan print murahnya serta dukungan
dan sarannya dalam penyusunan tugas akhir ini.
10. Teman-teman dari The Tamfan (Dadang,Raihan,Arif,Jodi,Jajang,Jamrudin,Qori,Ruslan
Tarno) yang sudah mau menemani hari-hari di counter.
11. Teman-teman facility apartement Belleeza Harlan,Budi, dan Nando yang sudah mau
maklumi penulis karena sering telat kerja.
12. Semua teman-teman TI-B dan TI-A angkatan 2006 dan semua pihak yang telah banyak
memberikan bantuannya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Sesungguhnya
kalian semua adalah merupakan investasi yang tak ternilai dengan apapun. I Love You
For All.
Semoga Allah SWT membalas segala budi baik yang telah dilakukan kepada semua pihak yang
telah banyak membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
Akhir kata, dengan segala kerendahan hati semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak yang membutuhkan, terutama bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Mohon maaf
ii
atas segala kekurangannya, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah
Nya kepada kita semua. Amin.
Jakarta,
Agustus 2011
Penulis
iii
ABSTRAK
Firmansyah Putra, Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Paru dan Pernafasan Menggunakan
Metode Forward Chaining (Dibawah bimbingan Ibu Viva Arifin dan Bapak Hendra Bayu
Suseno)
Salah satu perkembangan komputer adalah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence),
yang merupakan bagian dari ilmu komputer. Kecerdasan Buatan merupakan salah satu bagian
dari ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti
dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik
manusia, maka komputer juga harus diberikan pengetahuan, dan mempunyai kemampuan untuk
menalar.
Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang dirancang agar dapat melakukan
penalaran seperti layaknya seorang pakar pada suatu bidang keahlian tertentu. Akan tetapi harus
diketahui bahwa sistem pakar ini bukanlah untuk menggantikan fungsi dari seorang pakar dalam
hal ini seorang dokter spesialis paru dan pernafasan, dan akan tetapi hanya diperuntukkan
sebagai perlengkapan dan alat bantu yang terbatas, karena sistem pakar ini hanya bersifat
konsulatatif dan tidak seperti halnya seorang dokter spesialis yang dapat mengidentifikasi
penyakit tertentu dengan suatu pemikirannya.
Permasalahan yang ada adalah, bagaimana merancang dan membuat suatu alat
bantu untuk dapat mempelajari dan mengetahui penyakit paru dan pernafasan beserta gejalanya
dengan menggunakan teknologi informasi agar masyarakat umum dapat mengetahui gejalagejala penyakit paru dan pernafasan sehingga ditemukan cara penanganannya, yakni software
komputer.
Pada perancangan dan pembuatan aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit paru
dan pernafasan ini berisikan antara lain konsultasi, knowledge base, dan daftar istilah. Aplikasi
sistem pakar ini menggunakan pemograman PHP MySql Version 2.5 dan Macromedia
Dreamwaver MX 2004.
Kata Kunci : Sistem Pakar, Expert System, AI (Artificial Intelligence), Kecerdasan Buatan,
Penyakit Paru Dan Pernafasan
iv
Daftar Isi
Kata Pengantar
Abstrak
i
iv
BAB I PENDAHULUAN
1
1.1.
1.2.
1.3.
1.4.
1.5.
1
3
3
4
6
Latar Belakang Masalah
Perumusan Masalah
Pembatasan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
8
2.1. Aplikasi
2.2. Kecerdasan Buatan
2.3. Sistem Pakar
2.3.1. Ciri,Karakteristik,Keuntungan dan Kelemahan Sistem Pakar
2.3.2. Komponen Sistem Pakar
2.3.3. Teknik Representasi Pengetahuan
2.3.4. Metode Forward Chaining
2.4. Penyakit Paru-Paru dan Pernafasan
2.4.1. Jenis Penyakit Paru-Paru dan Pernafasan
2.4.2. Influenza
2.4.3. Tuberkulosis (TBC)
2.4.4. Bronkitis
2.5. Alat Bantu Pengembangan Sistem
2.5.1. Data
2.5.2. Sistem
2.5.3. Data Flow Diagram (DFD)
2.5.4. Bagan Alir (Flowchart)
2.6. Pemograman PHP dan Database MySqL
2.6.1. Sekilas Tentang PHP
2.6.2. Sejarah Singkat MySqL
2.7. Metodologi Pengembangan Sistem
2.8. Studi Literature Sistem
8
9
10
13
15
17
18
20
20
21
22
23
24
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
41
3.1. Metode Pengumpulan Data
41
25
25
27
28
28
30
32
37
3.1.1. Studi Pustaka
3.1.2. Wawancara
3.1.3. Observasi
3.2. Metode Pengembangan Sistem
3.2.1. Inisialisasi Kasus
3.2.2. Analisa dan Desain
3.2.3. Prototype Dasar Kasus
3.2.4. Pengembangan Sistem
3.2.5. Implementasi Sistem
3.2.6. Implementasi Tahap Lanjut
41
42
42
42
43
44
44
46
46
47
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
48
4.1. Inisialisasi Kasus
4.1.1. Defenisi Masalah
4.1.2. Evaluasi Solusi Alternatif
4.2. Analisa dan Konseptual
4.2.1. Konseptual
4.3. Prototype Dasar Kasus
4.3.1. Formulasi
4.3.2. Teknik Penalaran
4.3.3. Teknik Penelusuran
4.4. Mesin Inferensi
4.5. Pengembangan Sistem
4.5.1. Data Flow Diagram (DFD)
4.5.1.1. Context Diagram
4.5.1.2. Diagram Level Nol
4.5.2. Rancangan Data Base
4.5.3. Bagan Alir (Flowchart)
4.5.3.1. Flowchart Menu Utama
4.5.3.2. Flowchart Konsultasi
4.5.3.3. Flowchart Login Pakar
4.5.3.4. Flowchart Menu Pakar
4.5.3.5. Flowchart Input
4.6. Implementasi
4.7. Pengujian
4.2.7.1. Pengujian Akses Web
4.2.7.2. Pengujian Konsultasi
4.2.7.3. Pengujian Login
4.2.7.4. Pengujian Menu Ubah Password
48
48
49
50
50
52
52
52
53
56
65
65
66
67
67
71
72
73
74
75
76
86
98
99
100
101
102
4.2.7.5. Pengujian Menu Data Penyakit
4.2.7.6. Pengujian Data Relasi
4.8. Analisa Hasil Program
106
109
111
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran-Lampiran
115
115
116
117
Daftar Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
2.1. Struktur Skematis Sistem Pakar
2.2. Model Water Fall
3.1. Siklus Pengembangan Sistem Pakar
4.1. Penalaran Maju
4.2. Pohon Keputusan/Tree
4.3. Contex Diagram
4.4. Diagram Level 0
4.5. Flowchart Menu Utama
4.6. Flowchart Konsultasi
4.7. Flowchart Login Pakar
4.8. Flowchart Menu Pakar
4.9. Flowchart Input Gejala Penyakit
4.10. Flowchart Input Data Penyakit
4.11. Flowchart Input Relasi
4.12. Rancangan Menu Utama
4.13. Rancangan Menu Konsultasi
4.14. Rancangan Menu Informasi
4.15. Rancangan Menu Profil
4.16. Rancangan Menu Pakar
4.17. Rancangan Menu Input Data User
4.18. Rancangan Input Ubah Password
4.19. Rancangan Input Gejala
4.20. Rancangan Input Data Penyakit
4.21. Rangcangan Input Relasi
4.22. Rancangan Output Hasil Konsultasi
4.23. Implementasi Database
4.24. Implementasi Tabel Gejala
4.25. Implementasi Tabel Penyakit
4.26. Implementasi Tabel User
4.27. Implementasi Tabel Hasil Analisa
4.28. Implementasi Tabel Pakar
4.29. Implementasi Tabel Relasi
4.30. Halaman Home
4.31. Tampilan Menu Konsultasi
4.32. Tampilan Menu Informasi
4.33. Tampilan Menu Profile
4.34. Tampilan Menu Pakar
4.35. Tampilan Input Data User
4.36. Tampilan Menu Ubah Password
15
18
43
53
54
66
67
72
73
74
75
76
77
78
80
81
81
82
82
83
84
84
85
85
86
87
88
88
89
89
90
90
91
92
92
93
94
94
95
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
4.37. Form Input Gejala
4.38. Form Input Data Penyakit
4.39. Form Input Relasi
4.40. Tampilan Output Hasil Konsultasi
4.41. Hasil Keluaran Halaman Utama
4.42. Halaman Tidak Ditemukan
96
97
97
98
99
100
Daftar Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
2.1. Perbandingan Kemampuan Pakar Dengan Sistem Pakar
2.2. Simbol DFD
2.3. Simbol-Simbol Flowchart
2.4. Penjadwalan Pengembangan Sistem
2.5. Skripsi Sebelumnya “Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Demam”
2.6. Skripsi Sebelumnya “Identifikasi Kacang Menngunakan Forward Chaining
2.7. Skripsi Sebelumnya “Rancang Bangun Sistem Pakar Modifikasi Motor
4.1. Gejala Penyakit
4.2. Jenis Penyakit
4.3. Data Pengobatan
4.4. Daftar Hubungan Gejala dan Penyakit
4.5. Basis Pengetahuan Gejala dan Penyakit
4.6. Basis Pengetahuan Penyakit dan Cara Pengobatannya
4.7. Gejala Penyakit
4.8. Penyakit
4.9. User
4.10. Hasil Analisa
4.11. Pakar
4.12. Relasi
4.13. Pengujian Konsultasi
4.14. Pengujian Login
4.15. Pengujian Menu Ubah Password
4.16. Pengujian Gejala
4.17. Pengujian Data Penyakit
4.18. Pengujian Relasi
12
26
27
34
38
39
40
49
50
51
57
58
65
68
68
69
70
70
71
100
102
103
104
107
110
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Sistem pakar atau Expert System merupakan salah satu bidang yang
menggunakan kecerdasan buatan. Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang
berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk
memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar.
Sistem pakar menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran untuk
menyelesaikan masalah yang biasanya hanya dapat dilakukan oleh seorang pakar.
Sistem pakar memiliki beberapa kategori pengembangan dan pengembangan terbesar
dari sistem pakar adalah di bidang diagnosis, contohnya adalah diagnosis pada
penyakit paru-paru dan pernafasan.
Studi global pertama yang meneliti efek perokok pasif menemukan bahwa
merokok pasif menyebabkan 600.000 kematian setiap tahun. Kelompok yang
paling berisiko adalah anak-anak. Mereka adalah korban perokok pasif di rumah
mereka sendiri (Armando Peruga, Tahun 2004).
Armando Peruga, Pencetus Bebas Rokok WHO mengungkapkan,
Diperkirakan pada tahun 2004 di seluruh dunia, sebanyak 40% anak-anak, 33%
pria tak-merokok dan 35% perempuan tak-merokok terkena atau menjadi korban
merokok pasif. Hal ini telah menyebabkan sekurang-kurangnya 379.000 kematian
1
2
akibat penyakit jantung, 165.000 dari infeksi saluran pernapasan bawah, 36.900
karena asma dan 21.400 karena kanker paru-paru.
Armando Peruga juga mengungkapkan bahwa merokok pasif memiliki
dampak yang lebih besar pada perempuan, dapat menewaskan sekitar 281.000
orang perempuan di seluruh dunia. Ini disebabkan oleh kenyataan bahwa di
banyak belahan dunia, penelitian menunjukkan, bahwa setidaknya sekitar 50%
atau lebih perempuan yang menjadi perokok pasif dibandingkan pria.
Di Indonesia sendiri Berdasarkan data Riskesdas 2007, prevalensi
merokok di Indonesia naik dari tahun ke tahun. Persentase pada penduduk
berumur >15 tahun adalah 35,4 persen aktif merokok (65,3 persen laki-laki dan
5,6 persen wanita), artinya 2 diantara 3 laki-laki adalah perokok aktif.
Menurut Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH,
kecenderungan peningkatan jumlah perokok tersebut membawa konsekuensi
jangka panjang, karena rokok berdampak terhadap kesehatan. Dampak kesehatan
dari konsumsi rokok telah diketahui sejak dahulu.
Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH mengatakan, lebih
dari 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan perokok dan terpapar asap
rokok atau sebagai perokok pasif. Menurut data The Global Youth Tobacco
Survey pada tahun 2006, 6 dari 10 pelajar di Indonesia terpapar asap rokok selama
mereka di rumah. Sebesar 37,3 persen pelajar dilaporkan biasa merokok, dan 3
3
diantara 10 pelajar pertama kali merokok pada usia dibawah 10 tahun (
Depkes,2011, lindungi generasi muda dari bahaya merokok )
Hal ini dikarenakan, anak-anak dan kaum muda semakin dijejali dengan
ajakan merokok oleh iklan, promosi dan sponsor rokok yang sangat gencar.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis ingin mencoba memberikan solusi
kepada masyarakat agar dapat lebih mengetahui gejala-gejala penyakit paru-paru
dan pernafasan yang paling utama disebabkan oleh perokok aktif,dengan
melakukan penelitian dengan judul “Perancangan Sistem Pakar Identifikasi
Penyakit Paru-Paru Menggunakan Metode Forward Chaining”.
1.2 PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis merumuskan
masalah yang akan dibahas dalam penulisan skripsi ini adalah :
1. Bagaimana
menerapkan
sistem
pakar
untuk
menganalisis
dan
mengidentifikasi penyakit paru-paru dan pernafasan.
2. Bagaimana merancang suatu sistem informasi yang dapat mengetahui jenis
penyakit paru-paru dan pernafasan berdasarkan gejala yang dialami pasien.
1.3 PEMBATASAN MASALAH
Agar pembahasan dalam penelitian ini tidak keluar dari tema skripsi dan
judul skripsi, maka penulis memberikan batasan masalah adalah sebagai berikut :
4
1. Pembuatan aplikasi sistem pakar menggunakan bahasa pemrograman PHP
dan Database MySQL version 2.5.
2. Metode yang digunakan dalam aplikasi sistem pakar ini adalah metode
forward chaining.
3. Penyakit yang dibahas adalah penyakit Influenza (flu), TBC, dan
Bronkitis.
4. Input program berupa pemilihan mengenai gejala – gejala penyakit paruparu dan pernafasan yang dialami pasien dan output yang dihasilkan
berupa jenis penyakit, gejala, pengobatan dan pencegahannya.
5. Pengembangan metode sistem dalam pembuatan laporan penulisan
menggunakan model air terjun ( waterfall ). Peneliti menggunakan model
ini karena semua kebutuhan system dapat didefenisikan secara utuh dan
benar diawal project, maka software dapat berjalan baik dan tanpa
masalah.
6. Objek dari penelitian ini adalah penyakit paru-paru dan pernafasan pada
manusia.
1.4 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.4.1 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam skripsi ini adalah :
1. Menganalisa dan mempelajari jenis – jenis penyakit paru-paru dan
pernafasan berdasarkan gejala – gejalanya dan disesuaikan dengan
design aplikasi yang akan dibuat.
5
2. Merancang suatu aplikasi sistem pakar dalam bentuk sebuah website
yang membahas tentang penyakit paru-paru dan pernafasan.
1.4.2 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian skripsi ini adalah:
a.
Bagi penulis
i. Menerapkan
ilmu-ilmu
yang
diperoleh
selama
dibangku
perkuliahan
ii. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan kurikulum
tingkat akhir Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Teknik
Informatika, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
iii. Merancang dan menghasilkan software system pakar, untuk
membantu mempelajari penyakit paru dan pernafasan
b.
Bagi Umum
i. Masyarakat umum untuk mengetahui secara dini tentang penyakit
pernafasan.
ii. Dapat dijadikan dokumentasi bagi seorang pakar “ dokter ahli
pernafasan “ .
iii. Dapat mengaplikasikan program aplikasi system pakar dalam
mendiagnosa
penyakit
paru
dan
pernafasan
pemeriksaan fisik pasien penyakit jantung.
berdasarkan
6
c.
Bagi Universitas
i. Memberikan gambaran tentang persiapan kepada mahasiswa dalam
menghadapi dunia luar, sehingga menjadi evaluasi dapat mudah
dilakukan
ii. Untuk memberikan kemudahan bagi para mahasiswa kedokteran
dan para dokter yang ingin mempelajari tentang penyakit paru dan
pernafasan berdasarkan pemeriksaan fisik.
iii. Didalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukkan
kepada mahasiswa untuk mendalami dan melnjutkan penelitian ini.
Dan untuk mengetahui sejauh mana pengusaan materi yang
diiberikan, sehingga dapat dijadikan sebagai pilot project untuk
angkatan-angkatan yang akan datang
1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan ini memberikan gambaran umum tentang apa yang
penulis bahas dalam setiap bab dari laporan skripsi ini. Adapun sistematika
penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
BAB I
: PENDAHULUAN
Pada bagian ini
dibahas
mengenai
latar belakang masalah,
perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, serta sistematika penulisan.
7
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bagian ini dibahas mengenai landasan teoritis dari penulisan
laporan ini yaitu perancangan, aplikasi, kecerdasan buatan, sistem
pakar, data flow diagram (DFD), flowchart, penyakit paru-paru dan
pernafasan, bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Pada bagian ini dibahas mengenai tahapan pengumpulan data yang
dilakukan, metode analisa data yang digunakan dan tools yang
digunakan dalam pembuatan aplikasi sistem pakar.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini dibahas mengenai hasil dan pembahasan sistem pakar,
pembahasan struktur data yang digunakan dan hasil layout/tampilan
aplikasi sistem pakar.
BAB V : PENUTUP
Pada bagian diuraikan mengenai kesimpulan dan saran yang didapat
dari pembahasan dan aplikasi yang telah dibuat.
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam bab ini akan diberikan penjelasan mengenai teori-teori dasar yang
mendukung untuk pelaksanaan penelitian seperti kecerdasan buatan (artificial
intellegence), system pakar, alat pembangun sistem pakar. Serta juga akan dibahas
tentang PHP dan Macromedia Dreamwaver 8.0 yang akan digunakan dalam
pengembang sistem pakar penyakit paru dan pernafasan yang berdasarkan
pemeriksaan guna mendapatkan informasi penyakit paru dan pernafasan.
2.1 APLIKASI
Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan; lamaran;
penggunaan. Secara istilah aplikasi adalah program siap pakai yang direka untuk
melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain dan dapat
digunakan oleh sasaran yang dituju. Melalui aplikasi, kita dapat berinteraksi
dengan berbagai macam informasi. ( Kadir, A. ,2003 : 2004 )
Aplikasi disimpulkan sebagai : “Program – program yang berfungsi untuk
menyelesaikan tugas tertentu, seperti pengolah kata, pengolah angka, pengolah
data, desktop publishing, software telekomunikasi, grafis, dan multimedia”. ( Budi
Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom, MM 2002 : 97 )
Aplikasi akan menggunakan sistem operasi (OS) komputer dan aplikasi
yang lainnya yang mendukung. Istilah ini mulai perlahan masuk ke dalam istilah
8
9
teknologi informasi semenjak tahun 1993, yang biasanya juga disingkat dengan
app. Secara historis, aplikasi adalah software yang dikembangkan oleh sebuah
perusahaan. App Industri PC tampaknya menciptakan istilah ini untuk
merefleksikan medan pertempuran persaingan yang baru, yang paralel dengan
yang terjadi antar sistem operasi yang dimunculkan.
2.2 KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) merupakan kecerdasan
yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap
komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin
(komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan
manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara
lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf
tiruan dan robotika.
Artifical Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan cabang dari
ilmu komputer yang konsern dengan pengautomatisasi tingkah laku cerdas. (Anita
Desiani dan Muhammad Arhami 2005 : 1).
Kecerdasan buatan adalah suatu ilmu yang mempelajari cara membuat
komputer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh manusia. (Minsky
dalam Kusrini 2006 : 3)
Dari kedua pernyataan diatas menunjukkan bahwa AI adalah bagian dari
ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat
melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa
lebih baik daripada yang dilakukan manusia.
10
Adapun Artificial Intelegence memiliki beberapa karakteristik tersendiri
anatar lain : peneleaah simbolik (symbolic processing), pelacakan (heuristik),
teknik inferernsi dan pencocokan pola (pattern matching).
2.3 SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM)
Sistem pakar pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan
pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama
1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat
berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan
oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis
matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga
mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat
menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk
mencapai suatu kesimpulan.
Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan
pengetahuan, fakta dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang
biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut.
(Martin dan Oxman dalam Kusrini 2006 : 11)
Sistem Pakar atau Expert System adalah suatu program komputer yang
dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan
oleh seorang pakar. ( Darkin dalam Muhammad Arhami 2003 : 109)
Dari kedua pernyataan diatas menunjukkan bahwa Sistem Pakar (Expert
System) adalah suatu sistem komputer yang dirancang dengan menggunakan
11
pengetahuan, fakta dan teknik penalaran untuk menyelesaikan suatu masalah yang
biasanya hanya dapat dilakukan oleh seorang pakar.
Ada beberapa keunggulan sistem pakar, diantaranya adalah sebagai
berikut :
1. Menghimpun data dalam jumlah yang sangat besar.
2. Menyimpan data tersebut untuk jangka waktu yang panjang dalam suatu
bentuk tertentu.
3. Mengerjakan perhitungan secara cepat dan tepat serta tanpa jemu mencari
kembali data yang tersimpan dengan kecepatan tinggi.
Sistem pakar mempunyai beberapa kemampuan dalam menyelesaikan
masalah, diantaranya :
1. Menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya.
2. Bila diperlukan, dapat menyajikan asumsi dan alur penalaran yang
digunakan untuk sampai ke jawaban yang dikehendaki.
3. Menambah fakta kaidah dan alur penalaran sahih yang baru ke dalam
otaknya.
Darkin dalam Muhammad Arhami (2005 : 229) mengungkapkan
perbandingan kemampuan antara seorang pakar dengan sebuah sistem pakar
seperti pada Tabel 2.1.
12
Tabel 2.1 Perbandingan Kemampuan Pakar dengan Sistem Pakar
Factor
Human Expert
Expert System
Time availibility
Hari Kerja
Setiap saat
Geografis
Lokal/tertentu
Dimana saja
Keamanan
Tidak tergantikan
Dapat digantikan
Perishable/dapat habis
Ya
Tidak
Performansi
Variabel
Konsisten
Kecepatan
Variabel
Konsisten
Biaya
Tinggi
Terjangkau
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mengembangkan sistem
pakar, antara lain :
1. Masyarakat biasa non-pakar dapat langsung memanfaatkan keahlian di
dalam bidang tertentu tanpa kehadiran langsung seorang pakar.
2. Meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambah efisiensi pekerjaan
tertentu serta hasil solusi kerja.
3. Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks.
4. Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks
dan berulang-ulang.
5. Pengetahuan dari seorang pakar dapat didokumentasikan tanpa ada batas
waktu.
6. Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai
pakar untuk dikombinasikan.
13
2.3.1
Ciri, Karakteristik, Keuntungan dan Kelemahan Sistem Pakar
Ada beberapa ciri dan karakteristik yang membedakan sistem pakar
dengan sistem yang lain. Ciri dan karakteristik yang dimaksud adalah sebagai
berikut :
1. Pengetahuan sistem pakar merupakan suatu konsep, bukan berbentuk
numeris. Hal ini dikarenakan komputer melakukan proses pengolahan data
secara numerik sedangkan keahlian dari seorang pakar adalah fakta dan
aturan-aturan, bukan numerik.
2. Informasi dalam sistem pakar tidak selalu lengkap, subjektif, tidak
konsisten, subjek terus berubah dan tergantung pada kondisi lingkungan
sehingga keputusan yang diambil bersifat tidak pasti dan tidak mutlak
“ya” atau “tidak” akan tetapi menurut ukuran kebenaran tertentu. Oleh
karena itu dibutuhkan kemampuan sistem untuk belajar secara mandiri
dalam
menyelesaikan
masalah-masalah
dengan
pertimbangan-
pertimbangan khusus.
3. Kemungkinan solusi sistem pakar terhadap suatu permasalahan adalah
bervariasi dan mempunyai banyak pilihan jawaban yang dapat diterima,
semua faktor yang ditelusuri memiliki ruang masalah yang luas dan tidak
pasti. Oleh karena itu diperlukan fleksibilitas sistem dalam menangani
kemungkinan solusi dari berbagai permasalahan.
4. Perubahan atau pengembangan pengetahuan dalam sistem pakar dapat
terjadi setiap saat bahkan sepanjang waktu sehingga diperlukan
14
kemudahan
dalam
modifikasi
sistem
untuk
menampung jumlah
pengetahuan yang semakin besar dan semakin bervariasi.
5. Pandangan dan pendapat setiap pakar tidaklah selalu sama, yang oleh
karena itu tidak ada jaminan bahwa solusi sistem pakar merupakan
jawaban yang pasti benar. Setiap pakar akan memberikan pertimbanganpertimbangan berdasarkan faktor subjektif.
6. Keputusan merupakan bagian terpenting dari sistem pakar. Sistem pakar
harus memberikan solusi akurat berdasarkan masukan pengetahuan
meskipun solusinya sulit sehingga fasilitas informasi sistem harus selalu
diperlukan.
Secara garis besar, banyak manfaat/keuntungan yang dapat diambil dengan
adanya sistem pakar yaitu :
1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
4. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar.
5. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
6. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
7. Meningkatkan kapabilitas system computer.
8. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
9. Menghemat waktu dalam mengambil keputusan.
Disamping memiliki keuntungan, sistem pakar juga memiliki kelemahan, antara
lain :
15
1. Diperlukan biaya mahal untuk membuat dan memeliharanya.
2. Sulit dikembangkan, hal itu erat kaitannya dengan ketersediaan pakar
bidangnya.
3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar, hal ini berkaitan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan pakar.
2.3.2. Komponen Sistem Pakar
Sistem pakar biasanya terdiri atas beberapa komponen yang masingmasing berhubungan seperti terlihat pada Gambar 2.1.(Kadir, A. , 2003: 2004)
Gambar 2.1. Struktur Skematis Sistem Pakar
Basis pengetahuan, berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami,
memformulasi, dan memecahkan masalah. Basis pengetahuan tersusun atas 2
elemen dasar:
1. Fakta, misalnya : situasi, kondisi, dan kenyataan dari permasalahan yang
ada, serta teori dalam bidang itu
16
2. Aturan, yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan
masalah yang spesifik dalam bidang yang khusus
Mesin inferensi (Inference Engine), merupakan otak dari sistem pakar.
Juga dikenal sebagai penerjemah aturan (rule interpreter). Kerja mesin inferensi
meliputi :
1. Menentukan aturan mana akan dipakai
2. Menyajikan pertanyaan kepada pemakai, ketika diperlukan.
3. Menambahkan jawaban ke dalam memori Sistem Pakar.
4. Menyimpulkan fakta baru dari sebuah aturan
5. Menambahkan fakta tadi ke dalam memori.
Papan Tulis (Blackboard/Workplace) adalah memori/lokasi untuk bekerja
dan menyimpan hasil sementara. Biasanya berupa sebuah basis data antarmuka
pemakai (User Interface). Sistem Pakar mengatur komunikasi antara pengguna
dan komputer.
Subsistem Penjelasan (Explanation Facility). Kemampuan untuk menjejak
(tracing) bagaimana suatu kesimpulan dapat diambil merupakan hal yang sangat
penting untuk transfer pengetahuan dan pemecahan masalah. Komponen
subsistem penjelasan harus dapat menyediakannya yang secara interaktif
menjawab pertanyaan pengguna, misalnya :
1. Mengapa pertanyaan tersebut anda tanyakan?
2. Seberapa yakin kesimpulan tersebut diambil?
3. Mengapa alternatif tersebut ditolak?
4. Apa yang akan dilakukan untuk mengambil suatu kesimpulan?
17
5. Fakta apalagi yang diperlukan untuk mengambil kesimpulan akhir?
Sistem Penghalusan Pengetahuan (Knowledge Refining System). Seorang
pakar mempunyai sistem penghalusan pengetahuan, artinya, mereka bisa
menganalisa
sendiri
performa
mereka,
belajar
dari
pengalaman,
serta
meningkatkan pengetahuannya untuk konsultasi berikutnya.
2.3.3. Teknik Representasi Pengetahuan
Teknik representasi pengetahuan digunakan untuk merepresentasikan basis
pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga
dapat diketahui relasi/keterhubungan antara suatu data dengan data yang lain.
Terdapat beberapa teknik representasi pengetahuan yang biasa digunakan
dalam pengembangan suatu sistem pakar, yaitu :
1. Rule-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk fakta (facts) dan aturan
(rules). Bentuk representasi ini terdiri atas premis dan kesimpulan.
2. Frame-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk hirarki atau jaringan
frame.
3. Object-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan sebagai jaringan dari objek-objek. Objek
adalah elemen data yang terdiri dari data dan metoda (proses).
4. Case-Base Reasoning
Pengetahuan direpresentasikan dalam bentuk kesimpulan kasus (cases).
18
2.3.4. Metode Forward Chaining
Metode Forward chaining dimulai dari sejumlah fakta-fakta yang telah
diketahui, untuk mendapatkan suatu fakta baru dengan memakai rule-rule yang
memiliki ide dasar yang cocok dengan fakta dan terus dilanjutkan sampai
mendapatkan tujuan atau sampai tidak ada rule yang punya ide dasar yang cocok
atau sampai mendapatkan fakta.
Metode ini digunakan untuk mendapatkan solusi dari problem berdasarkan
kondisi yang ada, atau suatu proses yang memulai pencarian dari premis atau data
menuju konklusi (data-driven). Cara kerjanya adalah inference engine
menyalakan atau memilih rule-rule dimana bagian premisnya cocok dengan
informasi yang ada pada bagian working memory.
Sebagai contoh, asumsikan listing berikut ini valid, masing-masing
variable dari setiap rule menginginkan nilai benar (true) dan tujuannya adalah
variabel G :
R1 : JIKA A DAN C MAKA E;
R2 : JIKA D DAN C MAKA H;
R3 : JIKA B DAN E MAKA F;
R4 : JIKA B MAKA C;
R5 : JIKA F MAKA G;
Langkah-langkah dari komputer adalah sebagai berikut :
1. Komputer mengambil rule yang pertama (R1). Terdapat A pada posisi
JIKA karena nilai A belum ada pada memori dan tidak ada rule yang
19
memuat konklusi A, maka komputer akan menanyakan jawaban dari A
kepada user (diasumsikan benar).
2. Setelah A terpenuhi maka giliran C yang akan diperiksa nilainya, tetapi
tidak ada nilai C pada memori. Meski demikian C merupakan konklusi
dari rule R4. Sistem akan beralih ke rule R4.
3. Terdapat B pada posisi JIKA dari rule R4. Karena tidak terdapat pada
memori dan bukan merupakan konklusi dari rule, maka komputer akan
menanyakan jawaban untuk B (diasumsikan dijawab benar). Dengan
demikian konklusi C diinputkan ke memori.
4. Dengan diinputkannya konklusi C pada memori, maka syarat untuk
konklusi E pada rule R4 terpenuhi juga. Konklusi E diinputkan ke
memori, kemudian komputer akan mencari rule dengan E pada posisi
JIKA dan akan mendapatkan rule R3.
5. Pada rule R3 nilai B dan E terdapat pada memori dengan nilai benar,
maka konklusi F terpenuhi dan akan diinputkan ke memori. Komputer
kemudian mencari lagi rule dengan F pada posisi JIKA dan akan
mendapatkan rule R5.
6. Konklusi G pada rule R5 terpenuhi, karena F bernilai benar dan sistem
pakar akan menghasilkan kesimpulan G.
20
2.4.
PENYAKIT PARU-PARU DAN PERNAFASAN
Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi
sebagai
tempat
bertukarnya
oksigen
dari
udara
yang
menggantikan
karbondioksida di dalam darah.
Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan bantuan
hemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 didalam darah diikat oleh
hemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh.
Hanya vertebrata atau makhluk bertulang belakang yang memiliki paruparu sebagai alat pernapasan. Tekstur paru-paru berongga dan memiliki banyak
sekat. Terletak di dalam rongga dada, dilindungi oleh tulang selangka dan
diseliputi oleh kantung dinding ganda (pleura) yang melekat pada permukaan luar
paru-paru.
Manusia memiliki dua Paru-paru. Sebelah kiri terbagi oleh 2 bagian dan
sebelah kanan terbagi menjadi 3 bagian. Setiap satu bagian mengandung sekitar
1500 butir udara dan 300 juta alveolus dengan luas permukaannya sekitar 140 m2
bagi orang dewasa atau sepadan dengan lapangan tenis.
2.4.1. Jenis Penyakit Paru-Paru dan Pernafasan
Penyakit paru-paru dan pernafasan memiliki berbagai macam jenis,
diantaranya adalah :
1. Influenza (flu).
2. Tuberkulosis (TBC).
3. Bronkitis.
21
Untuk lebih jelasnya mengenai gejala dan pengobatan jenis penyakit diatas
akan dibahas pada sub bab dibawah ini.
2.4.2. Influenza
Influenza adalah penyakit menular tergolong dalam kategori penyakit yang
self limiting. Artinya jika tidak disertai komplikasi penyakit lain, penyakit masih
dapat disembuhkan, asalkan tubuh diberi kesempatan meningkatkan daya tahan
terhadap pengaruh dari luar.
Influenza disebabkan oleh virus Influenza. Virus ini ditularkan oleh orang
lain melalui air liur yang sudah terinfeksi pada saat penderita batuk atau bersin;
atau melalui kontak langsung dengan sekresi (liur dan lendir) penderita.
1. Gejala Penyakit
Gejala influenza akan nampak 24 - 48 jam setelah terinfeksi. Adapun
gejala – gejala dari influenza, yaitu :
a. Batuk berdahak
b. Banyak penderita yang merasakan kesulitan bernafas dikarenakan
dahak yang berada di saluran pernafasan.
c. Penderita juga akan merasakan rasa sesak di dada.
d. Hidung mampet, meler, dan bersin – bersin.
e. Banyak penderita yang merasakan tubuh sakit, hingga harus berbaring
di tempat tidur; terutama di punggung dan tungkai.
2. Pengobatan Penyakit
22
Sistem pengobatan yang utama untuk mengatasi influenza adalah
meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya adalah :
a. Istirahat cukup.
b. Hentikan kegiatan olahraga untuk sementara waktu.
c. Banyak minum air putih.
d. Hisap tablet antiseptik atau antibiotik untuk meningkatkan kekebalan
tubuh.
2.4.3. Tuberkulosis (TBC)
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.
1. Gejala Penyakit
Adapun gejala dari penyakit TBC adalah :
a. Batuk berdahak
b. Banyak penderita yang merasakan kesulitan bernafas dikarenakan
dahak yang berada di saluran pernafasan..
c. Penderita juga akan merasakan rasa sesak di dada.
d. Demam pada siang atau sore dan berkeringat pada malam hari.
e. Dahak (lendir) yang keluar berwarna putih bercampur darah.
2. Pengobatan Penyakit
23
Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak
terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang
disediakan pemerintah. Cara Pengobatannya :
a. Selama 2 bulan intensif minum obat-obatan yang mengandung
Isoniazid (INH) dengan dosis 5-10 mg/kgbb/hari, Rifampisin dengan
dosis
10-20
mg/kgbb/hari,
Pirazinamid
dengan
dosis
15-40
mg/kgbb/hari, Emtambutol dengan dosis 15-25 mg/kgbb/hari.
b. Apabila sakit berlanjut, 4 bulan selanjutnya minum obat INH (dengan
dosis 15-40 mg/kgbb/hari) dan Rifampisin (dengan dosis 15-20
mg/kgbb/hari) 3x seminggu.
c. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat
khusus agar tidak menularkan penyakitnya.
2.4.4. Bronkitis
Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang
membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman,
bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
1. Gejala Penyakit
Gejala penyakit brokitis adalah :
a. Batuk berdahak.
b. Banyak penderita yang merasakan kesulitan bernafas dikarenakan
dahak yang berada di saluran pernafasan.
c. Penderita juga akan merasakan rasa sesak di dada.
24
d. Wajah, telapak tangan, atau selaput lendir bewarna kemerahan.
e. Dahak (lendir) yang keluar berwarna kuning atau hijau.
2. Pengobatan Penyakit
Pengobatan pada penyakit bronkitis dapat dilakukan dengan cara :
a. Minum obat penekan batuk dan pengencer dahak seperti Gliseril
Guikolat (GG) dan epexol.
b. Gunakan obat-obatan herbal seperti propolis dicampur madu, teripang,
dan daun meniran.
2.5.
ALAT BANTU PENGEMBANGAN SISTEM
Untuk membantu dalam proses analisis sistem dan perancangan sistem,
maka diperlukan alat pengembangan sistem. Adapun alat pengembangan sistem
yang dimaksud, yaitu :
a. Data Flow Diagram (DFD)
b. Bagan Alir (Flowchart)
Untuk penjelasan dan keterangan masing-masing alat pengembangan sistem
ini akan dijelaskan pada sub-bab berikutnya.
2.5.1.
Data
Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi,
yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung
kepada pemakai. Misalnya, anda menjumpai deretan angka seperti berikut
: 6.30 27 6.32 28 6.34, 27, itulah contoh data karena itu tidak bermakna. (
Kadir, A. ,2003:29)
25
2.5.2.
Sistem
Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang
dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan ( Kadir,A., 2003:54)
2.5.3.
Data Flow Diagram (DFD)
DFD atau Data Flow Diagram adalah Suatu model logika data atau proses
yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data
yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan
data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan
pada data tersebut. (Andri Kristanto 2008 : 48)
DFD terdiri dari beberapa simbol yang mewakili komponen-komponen
dalam sistem. DFD adalah suatu alat yang cukup populer karena dapat
menggambarkan arus data kedalam sistem yang terstruktur. Pada umumnya ada 4
macam simbol. Adapun simbol – simbol Data Flow Diagram (DFD) dapat dilihat
pada Tabel 2.1.
26
Tabel 2.2 Simbol DFD
SIMBOL
KETERANGAN
Atau
Proses
Atau
Arus Data
Atau
Kesatuan Luar
atau
Simpanan Data (Data store)
Keterangan simbol-simbol yang digunakan dalam DFD:
a.
Proses
Merupakan kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang/manusia,
mesin (komputer) atau gabungan dari manusia dan mesin.
b.
Arus Data (Data Flow)
Simbol arus data berupa anak panah yang merupakan penghubung
antara kesatuan luar dan proses, dari proses kesimpanan data, dan dari
simpanan data ke kesatuan luar/sebaliknya.
c.
Kesatuan Luar (Eksternal Entity)
Merupakan kesatuan diluar sistem yang dapat berupa orang dan
organisasi.
d.
Simpanan Data (data store)
Merupakan data dari data yang dapat berupa suatu file atau database,
sistem komputer, atau suatu arsip/catatan manual.
27
2.5.4. Bagan Alir (FLOWCHART)
Flowchart adalah untaian simbol gambar ( chart ) yang menunjukkan
aliran (flow) dari proses terhadap data, simbol-simbol unutk flowchart dapat
diklasifikasikan menjadi simbol untuk program dan simbol untuk sistem
(peralatan hardware). (Suarga, 2006:6).
Flowchart digunakan untuk menolong analis dan programmer untuk
memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil, sehingga dapat
menolong dalam menganalisis alternative-alternatif lain dalam pengoperasian.
Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam membuat flowchart terlihat
pada Tabel 2.2.
Tabel 2.3 Simbol-simbol Flowchart
No
Bentuk Flow Chart
Keterangan
1
Pemberian nilai awal
2
Input
3
Proses
4
Pengujian
5
Awal atau akhir program
28
6
Konektor pada satu halaman
7
Arah urutan proses
8
Keterangan
9
Konektor pada halaman lain
Dalam hal ini simbol-simbol yang diterapkan oleh peneliti adalah nomor 2
sebagai simbol input data, nomor 4 sebagai simbol pengujian, nomor lima sebagai
simbol awal atau akhir program, nomor 7 sebagai simbol arah urutan proses,
nomor 8 sebagai simbol keterangan.
2.6.
PEMROGRAMAN PHP DAN DATABASE MYSQL
PHP merupakan bahasa pemrograman berbasis web. Bahasa ini
mempunyai kelebihan yaitu kompabilitasnya dengan berbagai macam jenis
database, dukungan dengan berbagai macam jenis sistem operasi. Namun PHP
lebih cocok dan umum digunakan jika digabungkan dengan database MySQL.
2.6.1.
Sekilas tentang PHP
PHP adalah singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor. PHP merupakan
bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting.
PHP dapat digunakan untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis.
29
PHP dapat dijalankan pada berbagai macam sistem operasi, misalnya
Windows, LINUX, dan Mac OS. Selain Apache, PHP juga mendukung beberapa
web server lain, misalnya Microsoft IIS dan Caudium, PWS.
PHP dapat memanfaatkan database untuk menghasilkan halaman web
yang dinamis. Sistem manajemen database yang sering digunakan bersama PHP
adalah MySQL, Akan tetapi PHP juga mendukung sistem manajemen database
Oracle, Microsoft Access, Interbase, dan dBase. ( Winpec Hengky Solution, 2010)
Untuk menjalankan sistem PHP dibutuhkan 3 komponen
1.
Web server, karena PHP termasuk bahasa pemograman server side.
2.
Program PHP, program yang memproses script PHP.
3.
Database server, yang berfungsi untuk mengelola database.
Kelebihan PHP dari bahasa pemograman lain adalah :
1.
Bahasa pemograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak
melakukan sebuah kompilasi dalam penggunanya.
2.
Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana-mana dari
mulai ISS sampai dengan apache, dengan konfigurasi yang relatif mudah
3.
Dalam isi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis-milis dan
devoleper yang siap membantu dalam pengembangan.
30
4.
Dalam isi pemahaman, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah
karena referensinya banyak.
2.6.2.
Sejarah Singkat MySQL
MySQL dikembangkan sekitar tahun 1994 oleh sebuah perusahaan
pengembang software dan konsultan database yang bernama MySQL AB yang
bertempat di Swedia. Saat itu perusahaan tersebut masih TeX Data Konsult AB,
dan tujuan awal dikembangkan MySQL adalah mengembangkan aplikasi web
pada client.
Awalnya Michael Windenicus “Monty”, pengembang satu-satunya di TeX
mempunyai sebuah aplikasi UNIREG dan ruti ISAM buatannya sendiri dan
sedang mencari antarmuka SQL yang cocok untuk diimplementasikan ke
dalamnya.
Mula-mula
Monty
menggunakan
miniSQL
(mSQL)
pada
eksperimennya itu, namun mSQL dirasa kurang sesuai karena terlalu lambat
dalam pemrosesan query.
Akhirnya Monty menghubungi David Hughes, pembuat mSQL yang
sedang merilis versi kedua mSQL. Kemudian Monty mencoba membuat sendiri
mesin SQL yang mempunyai antar muka mirip dengan SQL tetapi dengan
kemampuan yang lebih sesuai dan akhirnya lahirlah MySQL.
Tentang pengambilan nama MySQL sampai saat ini masih belum jelas
asal usulnya. Ada yang berpendapat nama My diambil dari huruf depan dan
belakang Monty, tetapi versi lain mengatakan nama itu diambil dari putri Monty
yang kebetulan bernama My.
31
Beberapa keistimewaan yang dimiliki MySQL sebagai backend dalam
mengolah database adalah :
1. Mudah digunakan
Perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya relatif mudah diingat dan
diimplementasikan, karena MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa
standar database.
2. Open source
MySQL sudah menggunakan konsep open source artinya siapapun dapat
berkecimpung
dalam
mengembangkan
MySQL
dan
hasil
pengembangannya dipublikasikan kepada para pemakai.
3. Biaya murah
Pemakai dapat menggunakan MySQL tanpa harus mengeluarkan biaya
yang cukup mahal selama mengikuti konsep open source/GNU Public
Licences.
4. Keamanan
MySQL menerapkan sistem keamanan dan hak akses secara bertingkat,
termasuk dukungan dengan keamanan data secara pengacakan lapisan
data. Adanya tingkatan user dan jenis akses yang beragam. Terdapat
sistem pengacakan password (encrypted password)
5. Listas platform
32
MySQL dapat dijalankan pada beberapa sistem operasi seperti Linux,
Windows, FreeBSD, Novell Netware, SUN Solaris, SCO OpenUnix, dan
IBM’sAIX.
6. Kapabilitas
MySQL mampu memproses data yang tersimpan dalam database dengan
jumlah 50 juta record, 60.000 tabel, dan 5.000.000.000 jumlah baris.
Mampu memproses sebanyak 32 indek per tabel.
2.7.
METODOLOGI PENGEMBANGAN SYSTEM
Segala sesuatu yang akan kita kembangkan seharusnya memiliki kerangka
kerja penelitian, demikian pula dengan langkah – langkah pengembangan sistem /
perangkat lunak. Adapun metode pengembangan sistem yang penulis gunakan
dalam pembuatan laporan penulisan ilmiah ini adalah model air terjun (Waterfall)
yang mengacu pada bidang ilmu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Waterfall
adalah sebuah metode pengembangan software yang bersifat sekunsial dan terdiri
dari 5 tahap yang saling terkait dan mempengaruhi. Keterkaitan dan pengaruh
antar tahap, ada karena output sebuah tahap dalam Waterfall Model merupakan
input bagi tahap berikutnya, dengan demikian
ketidaksempurnaan hasil
pelaksanaan tahap sebelumnya adalah awal ketidaksempurnaan tahap berikutnya.
Memperhatikan karakteristik ini, sangat penting bagi peneliti untuk melakukan
analisa kebutuhan dan desain sistem sesempurna mungkin sebelum masuk ke
dalam tahap penulisan kode program. Berikut Gambar 3.1 model waterfall beserta
uraian masing – masing tahapan
33
System /Information
Engineering and
Modeling
Software
Requiremts
Analysis
Design
Coding
Testing /
Verifacation
Gambar 3.1 Model Waterfall (Roger S. Pressman : 2009)
Penulis menggunakan model Waterfall dikarenakan pengaplikasiannya
mudah dan kelebihan dari model ini adalah ketika semua kebutuhan sistem dapat
didefinisikan secara utuh, dan benar di awal project, maka Software Engineering
dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah. Meskipun seringkali kebutuhan
sistem tidak dapat didefinisikan sesuai dengan yang diinginkan, tetapi problem
pada kebutuhan sistem di awal project lebih ekonomis dalam hal uang (lebih
murah), usaha, dan waktu yang terbuang lebih sedikit jika dibandingkan problem
yang muncul pada tahap-tahap selanjutnya.
Pada sub bab ini akan diuraikan langkah langkah model air terjun
(waterfall) berdasarkan gambar 3.1 , yaitu sebagai berikut :
1. System / Information Engineering and Modeling
34
Pemodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem
yang akan diaplikasikan
ke dalam bentuk software. Penjadwalan
pengembangan suatu sistem atau perangkat lunak ini dapat dilihat pada
Tabel 3.2.
Tabel 2.4 Penjadwalan Pengembangan Sistem
Februari
Maret
April
Mei
Kegiatan
I II
III
IV
I II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
Perencanaan
Analisa
Perancangan
Implementasi
Testing
2. Analisa
Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis terhadap gejala penyakit, jenis
penyakit dan data pengobatan dengan melakukan tahapan wawancara
terhadap dokter dan pasien serta mensurvey setiap pasien penderita
penyakit paru dan pernafasan untuk memperoleh informasi tentang ilmu di
dunia kesehatan. penelusuran data-data yang didapat dengan menggunakan
metode forward chaining agar aplikasi yang dibangun terarah, sehingga
dapat menghasilkan sebuah aplikasi yang berfungsi maksimal. Data yang
ditelusuri meliputi :
1. Gejala Penyakit Pasien yang terdiri dari :
-
Batuk Berdahak
35
-
Kesulitan Pernafasan
-
Sesak di Dada
-
Hidung mampet,meler, dan bersin
2. Jenis Penyakit Pasien yang terdiri dari
-
Influenza
-
Tuberkulosis
-
Bronkitis
3. Perancangan
Tahap ini membahas tentang perancangan dari model sistem dengan
menggunakan dua alat bantu yaitu untuk menggambarkan suatu sistem
yang telah ada atau sistem baru yang dikembangkan secara logika
menggunakan dua data flow diagram ( DFD ) yaitu diagram context dan
diagram level 0. Data Flow Diagram adalah diagram yang menunjukan
aliran data di antara pengguna, proses dan database yang terkait dengan
software., kemudian untuk mengetahui arus pekerjaan secara keseluruhan
dari sistem menggunakan flowchart. Dalam melakukan perancangan,
penulis juga menentukan rancangan input dan output yang digunakan.
1. Perancangan Input yang terdiri dari :
G01
= Batuk Berdahak.
G02
= Kesulitan Pernafasan.
G03
= Sesak di dada.
G04
= Hidung mampet, meler, dan bersin-bersin.
36
G05
= Badan terasa sakit, terutama pada bagian punggung dan
tungkai
G06
= Demam pada siang atau sore dan berkeringat pada malam
hari
G07
= Dahak berwarna putih bercampur darah
G08
= Wajah, telapak tangan, atau selaput lendir berwarna
kemerahan
M09
= Dahak berwarna kuning atau hijau
2. Perancangan Output yang terdiri dari :
P01
= Influenza
P02
= Tuberkulosis
P03
= Bronkitis
4. Implementasi
Pada tahap ini akan dibahas tentang urutan proses dari pembuatan dari
sistem ini sendiri. Tahap ini dimulai dari pembuatan database
menggunakan MySQL version 2.5 kemudian dibuat desain tampilan menu
dan form-form input sesuai dengan kebutuhan sistem dilanjutkan dengan
memasukkan coding program sesuai dengan form yang telah dibuat. Pada
tahap ini penulis menggunakan aplikasi Macromedia Dreamweaver 8.0
untuk merancang sistem pakar ini. Hasil dapat dilihat di bab IV
5. Pengujian
Pengujian software dilakukan untuk memastikan bahwa software yang
dibuat telah sesuai dengan desainnya dan semua fungsi dapat
37
dipergunakan dengan baik tanpa ada kesalahan. Pengujian software
biasanya dilakukan dalam 2 atau 3 tahap yang saling independen, yaitu :
pengujian oleh internal yaitu peneliti, pengujian oleh divisi Quality
Assurance dan pengujian oleh pengguna di rumah sakit atau klinik. Dalam
tahap ini, rumah sakit atau klinik harus memastikan bahwa kerangka /
skenario pengujian software dibuat dengan lengkap meliputi semua proses,
kebutuhan dan pengendalian yang ada di dalam dokumen analisa
kebutuhan dan desain sistem.
2.8. STUDI LITERATURE SISTEM
Sebagai acuan dalam menyusun skripsi ini, peneliti tidak hanya terpaku dari
sumber yang ada pada buku maupun media elektronik lain. Skripsi lain tentang
aplikasi
pembelajaran
yang sebelumnya
sudah
pernah
dibuat
menjadi
pertimbangan dan acuan untuk menghasilkan aplikasi yang lebih baik lagi. Dari
beberapa skripsi yang menjadi acuan penulis, semuanya dibandingkan untuk
mendapatkan kelebihan dan kekurangan dari aplikasi sistem pakar yang telah
dibuat. Berpedoman dari aplikasi-aplikasi tersebut penulis dapat melihat
kekurangan dan fitur apa saja yang masih perlu ditambahkan dengan berpatok
kepada kebutuhan user.
38
Judul
:
Pengembangan Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis
Penyakit Penyebab Demam Pada Anak
Pengarang
:
Syahida Arfiani (2006) UIN JAKARTA
Tabel 2.5 Skripsi sebelumnya tentang Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis
Penyakit Penyebab Demam Pada Anak
Pengguna dapat langsung berinteraksi dengan aplikasi dengan
Keunggulan
cara menggerakkan tombol-tombol yang terdapat dihalaman
yang tersedia sehingga dapat memudahkan pengguna untuk
mendiagnosa penyakit yang diderita.
Tidak adanya menu cetak atau print pada aplikasi sehingga
Kelemahan
aplikasi ini dianggap kurang oleh peneliti.
Perangkat lunak
Borland Delphi 7.0, Microsoft Access2003
yang digunakan
39
Judul
:
Identifikasi Tumbuhan Kacang-Kacangan (Papilionaceae)
Menggunakan Sistem Pakar Dengan Pendekatan Forward Chaining
Pengarang
: Taufiq (2006) UIN Syarif Hidayatullah
Tabel 2.6 Skripsi sebelumnya tentang Identifikasi Kacang-Kacangan
Menggunakan Sistem Pakar dengan Pendekatan Forward Chaining
Memeliki keakuratan dalam identifikasi Jenis tumbuhan
Keunggulan
papilionace dengan menggunakan forward chaining.
Tampilan home yang kurang memuaskan sehingga kurang
Kelemahan
menarik pengguna untuk melakukan identifikasi dengan
aplikasi ini, dan identifikasi hanya dibatasi pada jenis kacangkacangan.
MATLAB (Matrix Laboratory), GUIDE
Perangkat lunak
yang digunakan
40
Judul
:
Rancang Bangun Sistem Pakar Memodifikasi Sepeda Motor
Suzuki Satria 120R
Pengarang
:
Muhammad Febriansyah (2005) UIN Syarif Hidayatullah
Tabel 2.6 Skripsi sebelumnya tentang Rancang Bangun Sistem Pakar
Memodifikasi Motor Suzuki Satria 120R
Dengan tampilan user friendly memudahkan user dalam
Keunggulan
mengakses system tersebut tanpa harus mendaftar hak akses
dan tanpa adanyakehadiran seorang pakar.
Ruang lingkup yang masih kecil dan penelusuran penelusuran
Kelemahan
data yang tidak bersifat dinamik.
PHP, MySQL
Perangkat lunak
yang digunakan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 METODE PENGUMPULAN DATA
Pembahasan metodologi yang digunakan dalam proses penyelesaian
skripsi ini pada dasarnya adalah merupakan urutan langkah-langkah yang harus
dilakukan. Untuk mengumpulkan data dalam kegiatan penelitian diperlukan caracara atau teknik pengumpulan data tertentu, sehingga proses penelitian dapat
berjalan dengan lancar. Peneliti melakukan beberapa langkah pengumpulan data
seperti studi pustaka, wawancara dan observasi.
3.1.1 Studi Pustaka
Sumber referensi yang penulis pergunakan adalah buku, majalah atau
Koran, dan internet. Adapun referensi yang penulis gunakan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
a. Metodologi Kesehatan.
b. Kapita selekta Kedokteran.
c. Kamus Kedokteran.
d. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan.
e. Majalah bulletin of the world Health Organization.
Buku-buku tersebut merupakan buku yang dianjurkan pakar dalam penelitian
ini untuk digunakan sebagai bahan pengumpulan data. Data lengkap dari daftar
buku-buku tersebut dapat dilihat pada daftar pustaka. Selain itu penulis juga
41
42
menggunakan
website
www.medieastore.com,
www.infomedika.com,
dan
biomed.ee.itb.ac.id sebagai media informasi di internet.
3.1.2 Wawancara
Pada tahap ini penulis melakukan wawancara terstruktur dengan manajemen
klinik Makmur Jaya yaitu Hj. Elizar Bahar M.kes. dari beberapa wawancara yang
telah peneliti lakukan dengan pakar mengenai masalah kesehatan dan pelayanan
penyakit paru dan pernafasan, peneliti mendapatkan beberapa data jenis penyakit,
gejala dan penanganannya. Beberapa hasil wawancara yang telah penulis lakukan
dapat dilihat pada lampiran 2.
3.1.3 Observasi
Pada metode ini data diperoleh dengan melakukan peninjauan kelapangan
guna mendapat fakta pendukung dalam penelitian. Observasi peneliti laksanakan
pada bulan Juli 2011 di Klinik Makmur Jaya, Ciputat. Dari observasi tersebut
peneliti mendapatkan beberapa data sekunder berupa jenis masalah kesehatan
yang umumnya diderita perokok aktif dan upaya yang dilakukakn oleh dokter
umum dalam menanggulanginya.
3.2 METODE PENGEMBANG SISTEM
Dalam pengembang sistem pakar ini terdapat siklus pengembangan untuk
mengembangkan system seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Siklus
pengembangan
sistem
pakar
ini
adalah
dengan
menggunakan
metode
pengembangan Expert System Development Life Cycle, Turban Efraim (1995).
43
Pada pengembangan sistem pakar, ada enam tahap yang meliputi
identifikasi,
konseptualisasi,
formalisasi,
implementasi,
pengujian
dan
pengembangan sistem.
Inisialisasi Kasus
Analisis dan Desain Sistem
Prototype Dasar Kasus
Pengembangan Sistem
Implementasi Sistem
Implementasi Tahap Lanjut
Gambar 3.1 Siklus Pengembangan sistem Pakar
3.2.1 Inisialisasi Kasus
Inisialisasi kasus adalah langkah pertama dalam pengembangan sistem
pakar. Tahap ini merupakan tahap pentuan hal-hal penting sebagai dasar dari
44
permasalahan yang akan dibahas, tahap untuk mengkaji dan membatasi masalah
yang akan diimplementasikan kedalam sistem. Tujuan pokoknya adalah
mengidentifikasi masalah dan setiap masalah yang diidentifikasikan harus dicari
solusi dari tujuan yang ingin dicapai dari proses pengembang tersebut.
3.2.2 Analisa dan Desain Sistem
Pada tahap ini knowledge engineer dan pakar menentukan konsep yang
akan dikembangkan menjadi sistem pakar. Hasil inisialisasi kasus akan
dikonseptualisasikan dalam bentuk relasi antar data, hubungan antar pengetahuan
dan konsep-konsep penting dan ideal yang akan diterapkan dalam sistem. Pada
tahap ini juga menganalisis data-data penting yang harus didalami bersama
dengan pakar dibidang permasalahan, sehingga hasilnya dapat memberikan
jawaban pasti bahwa sasaran permasalahan tepat, benar dan sudah sesuai.
3.2.3 Prototype Dasar Kasus
Dalam tahap ini hubungan antar unsur akan digambarkan dalam bentuk
format yang biasa digunakan oleh sistem pakar seperti mekanisme inferensi yang
meliputi : teknik penalaran menggunakan forward chaining, teknik best first
search, dan representasi pengetahuan yang meliputi ; diagram pohon dan kaidah
produksi.
45
3.2.3.1. Mekanisme Inferensi
Mekanisme inferensi adalah bagian dari system pakar yang
melakukan penalaran dengan menggunakan isi daftar aturan berdasarkan
urutan dan pola tertentu. Secara umum komponen yang ada dalam
mekanisme inferensi adalah :
3.2.3.1.1. Teknik Penalaran
Teknik penalaran (inferensi) yang digunakan untuk
mencapai kesimpulan yang sesuai dengan kebutuhan dan
mekanisme
inferensi
menggunakan
teknik
untuk
masalah
forward
pendiagnosaan
chaining
yang
yaitu
memulai
penelusurannya dari sekumpulan data menuju kesimpulan
3.2.3.1.2. Teknik Penelusuran
Teknik
penelusuran
yang
digunakan
adalah
teknik
penelusuran best first search yang melakukan penelusuran dengan
mencari solusi yang terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
sehingga penelusuran dapat ditentukan harus dimulai dari mana.
3.2.3.2. Representasi Pengetahuan
Teknik representasi pengetahuan pada sistem pakar untuk
mendiagnosa penyakit paru dan pernafasan dengan masalah
menggunakan metode kaidah produksi. Representasi pengetahuan
46
dengan kaidah produksi pada dasarnya berupa aplikasi aturan
(rule) yang berupa :
a. Antecedent, yaitu bagian awal yang mengekspresikan situasi
atau premis (pernyataan berawalan F).
b. Konsekuen, yaitu bagian yang menyatakan suatu tindakan
tertentu atau konklusi yang diharapkan jika suatu situasi atau
premis bernilai benar (pernyataan berawalan THEN).
3.2.4 Pengembangan Sistem
Setelah tahap prototype dasar kasus selesai, kemudian diimplementasikan
dengan membuat perancangan sistem yang akan dibangun. Perancangan sistem ini
terdiri dari perancangan basis data, perancangan antar muka pemakai dan saranasarana pendukung sistem. Pada sistem pakar ini menggunakan bahasa
Pemograman PHP MySQL dan Macromedia Dreamwaver sebagai alat bantu
implementasi program serta sebagai alat bantu pembangunan system pakar.
3.2.5 Implementasi Sistem
Sistem pakar yang telah dibangun perlu adanya implementasi sistem, yaitu
tahap yang meliputi proses inputan pemakai ; instalasi, demosntrasi, dan
penerapan sistem ; dokumentasi; dan keamanan. Selain itu, perlu adanya evaluasi
untuk menguji dan menentukan kesalahannya. Hal ini merupakan hal yang umum
dilakukan karena suatu sistem belum tentu sempurna setelah selesai
pembuatannya sehingga proses evaluasi diperlukan untuk penyempurnaannya.
47
Dalam evaluasi akan ditemukan bagian-bagian yang harus dikoreksi untuk
menyamakan permasalahan dan tujuan akhir pembuatan sistem.
3.2.6 Implementasi Tahap Lanjut
Dalam tahap ini aktivis yang akan dilakukan adalah operasi, pemeliharaan,
upgrade dan perluasan, serta evaluasi sistem.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini merupakan bab hasil dan pembahasan dalam pembangunan sistem
pakar identifikasi penyakit paru dan pernafasan menggunakan metode forward
chaining. Seperti yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya yaitu mengenai
tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengembang sistem pakar. Dan berikut ini
pembahasan secara terperinci mengenai pengembangan sistem pakar pakar
penyakit paru dan pernafasan.
4.1.
INISIALISASI KASUS
Dalam tahap ini, seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya
merupakan pengidentifikasian terhadap masalah yang akan dianalisa pengkajian
dan pembahasan masalah yang akan diimplementasikan kedalam sistem, dan
fasilitas pendukung pembangunan sistem pakar penyakit paru dan pernafasan.
4.1.1 Difinisi Masalah
Sebagai salah satu organ tubuh manusia yang terpenting adalah
paru-paru yang mempunyai peran dalam peredaran pernafasan didalam
susunan anatomi manusia. Paru-paru seperti halnya organ tubuh lainnya
dapat mengalami gangguan fungsinya maupun juga dapat terinfeksi
penyakit. Jika hal ini terjadi maka harus segera ditangani dan diperiksakan
kepada yang ahli dibidangnya, yaitu dokter spesialis paru dan pernafasan.
Jika hal ini tidak ditangani dengan serius dapat mengakibatkan kematian.
48
49
Namun sering kali kita jumpai para pasien tidak mengetahui dengan benar
gejala-gejala penyakit jantung dan pemekrisaan-pemeriksaan jika terjadi
serangan. Hal ini dikarenakan kurangnya media informasi tentang penyakit
paru dan pernafasan masyarakat umum. Aplikasi sistem pakar yang akan
dikembangkan dapat dipergunakan sebagai alat pembelajaran bagi
masyarakat umum dan mahasiswa kedokteran yang ingin tahu tentang
penyakit paru dan pernafasan.
4.1.2 Evaluasi Solusi Alternatif
Dengan melihat uraian diatas, maka perlunya dikembangkan suatu
sistem yang dapat membantu dalam penyebaran informasi penyakit paru
dan pernafasan dan solusinya kepada masyarakat, agar dapat mengetahui
gejala-gejala penyakit jantung dan pemeriksaannya pada saat diderita atau
tidak
Sistem yang akan dibuat adalah aplikasi sistem pakar untuk
memberikan solusi terhadap penyakit paru-paru. Sistem ini akan
memberikan pengetahuan berdasarkan pemeriksaan fisik penderita
penyakit paru dan pernafasan, yang dimulai dari pemeriksaan dan
dilanjutkan untuk mencari solusinya dari hasil pemeriksaan untuk
mengetahui penyakit paru dan pernafasan yang diderita seseorang.
Untuk selanjutnya diharapkan masyarakat dan para penderita paru
dan pernafasan khususnya dapat mengetahui informasi tentang penyakit
paru dan pernafasan secara menyeluruh yang berdasarkan pemeriksaan
fisik penyakit paru dan pernafasan.
50
4.2. ANALISA DAN KONSEPTUAL
4.2.1. Konseptual
Dalam tahap ini knowledge engineer dan pakar akan menentukan
konsep yang akan dikembangkan menjadi sistem pakar untuk mendiagnosa
penyakit paru dan pernafasan berdasarkan pemeriksaan fisik pasin penyakit paru
dan pernafasan
Hasil dari pembuatan konsep ini antara knowledge engineer dan
pakar adalah dengan terkumpulnya data-data mengenai pengeleompokkan
pemeriksaan penyakit paru dan pernafasan. Berdasarkan analisa pemeriksaan fisik
pasien penyakit paru dan pernafasan yang terdiri dari :
1. Gejala Penyakit
Basis pengetahuan dari gejala penyakit paru-paru dan pernafasan dapat
dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Gejala Penyakit
Kode
Gejala Penyakit
G01
Batuk Berdahak
G02
Kesulitan Pernafasan
G03
Sesak di dada
G04
Hidung mampet, meler, dan bersin-bersin.
G05
Badan terasa sakit, terutama pada bagian punggung dan tungkai
G06
Demam pada siang atau sore dan berkeringat pada malam hari
G07
Dahak berwarna putih bercampur darah
G08
Wajah, telapak tangan, atau selaput lendir berwarna kemerahan
G09
Dahak berwarna kuning atau hijau
51
2. Jenis Penyakit
Basis pengetahuan dari Jenis Penyakit dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Jenis Penyakit
Kode
Penyakit
P01
Influenza
P02
Tuberkulosis
P03
Bronkitis
3. Cara Pengobatan Penyakit
Basis pengetahuan dari Cara Pengobatan dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Data Pengobatan
Kode
Pengobatan
CP01
Istirahat yang cukup
CP02
Hentikan Kegiatan olahraga untuk sementara waktu
CP03
Banyak Minum Air Putih
CP04
Hisap
tablet
antiseptik
atau
antibiotik
untuk
meningkatkan kekebalan tubuh
CP05
Selama 2 bulan intensif minum obat-obatan yang
mengandung Isoniazid (INH) dengan dosis 5-10
mg/kgbb/hari,
Rifampisin
dengan
dosis
10-20
mg/kgbb/hari,
Pirazinamid
dengan
dosis
15-40
mg/kgbb/hari,
Emtambutol
dengan
dosis
15-25
mg/kgbb/hari.
52
CP06
Apabila sakit berlanjut, 4 bulan selanjutnya minum
obat INH (dengan dosis 15-40 mg/kgbb/hari) dan
Rifampisin (dengan dosis 15-20 mg/kgbb/hari) 3x
seminggu.
CP07
Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina
di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.
CP08
Minum obat penekan batuk dan pengencer dahak
seperti Gliseril Guikolat (GG) dan epexol.
CP09
Gunakan obat-obatan herbal seperti propolis dicampur
madu, teripang, dan daun meniran.
4.3 PROTOTYPE DASAR KASUS
4.3.1 Formulasi
Format yang digunakan dalam pembangunan sistem pakar adalah
mekanisme inferensi yang meliputi teknik penalaran, dan teknis penelusuran dan
representasi pengetahuan yang meliputi kaidah produksi.
4.3.2. Teknik Penalaran
Teknik penalaran yang digunakan dalam pembuatan sistem pakar
untuk informasi penyakit paru dan pernafasan ini dengan menggunakan teknik
forward chaining (penalaran maju) yang dimulai penelusurannya dari sekumpulan
dan menuju kesimpulan yang diinginkan. Artinya data-data atau gejala-gejala dari
pemeriksaan akan dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian akan direkam/disimpan
selanjutnya dianalisa untuk mencari solusinya.
53
Observasi 1
Kaidah A
Fakta a
Kaidah A
Kesimpulan 1
Fakta b
Kaidah B
Kesimpulan 2
Kesimpulan 3
Observasi 2
Kaidah
fakata c
kaidah
Kesimpulan 4
Gambar 4.1 Penalaran Maju
4.3.3 Teknik Penelusuran
Selain teknik penalaran, diperlukan juga teknik penelusuran data
dalam bentuk network atau jaringan yang terdiri dari nodes berbentuk tree atau
pohon. Ada tiga teknik penelusuran yang dipergunakan dalam pembangunan
sistem pakar yaitu ; depth first search, bread first search dan best first search.
Dalam pembuatan aplikasi sistem pakar penyakit paru dan pernafasan ini
menggunakan teknik penelusuran berbentuk tree atau pohon yang melakukan
penelusuran data-data pada node-node secara mendalam simpul sistem pakar
bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan. Atau proses pencariannya
akan dilakukan pada semua anaknya sebelum dilakukan pencarian ke node-node
yang selevel. Untuk gambar rancangan rule dapat dilihat di Gambar 4.2.
54
Atr1
N1
N2
H5
Atr2
N4
Atr5
N5
N6
H4
Atr3
N9
N3
H6
N7
N8
H7
H8
N10
H1
Atr4
N11
H2
N12
H3
Gambar 4.2 Pohon Keputusan atau Tree
Lambang bulat pada pohon keputusan melambangkan sebagai node akar
atau cabang (bukan daun) sedangkan kotak melambangkan node daun. Jika
pengetahuan yang terbentuk berupa kaidah produksi dengan format:
Jika Premis Maka Konklusi Node-node akar akan menjadi Premis dari
aturan sedangkan node daun akan menjadi bagian konklusinya. Dari
55
gambar pohon keputusan pada gambar 4.2, dapat dibentuk aturan sebagai
berikut :
1.jika Atr_1 = N_1
Dan Atr_2 = N_4
Dan Atr_3 = N_9
Maka H_1
2. Jika Atr_1 = N_1
Dan Atr_2 = N_4
Dan Atr_3 = N_10
Dan Atr_4 = N_11
Maka H_2
3jika Atr_1 = N_1
Dan Atr_2 = N_4
Dan Atr_3 = N_10
Dan Atr_4 = N_12
Maka H_2
4. Jika Atr_1 = N_1
Dan Atr_2 = N_5
Maka H_4
5. Jika Atr_1 = N_2
Maka H_5
6. Jika Atr_1 = N_3
56
Dan Atr_5 = N_6
Maka H_6
7. Jika Atr_1 = N_3
Dan Atr_5 = N_7
Maka H_7
8. Jika Atr_1 = N_3
Dan Atr_5 = N_8
Maka H_8
Model case based reasoning dapat digunakan sebagai metode akuisi si
pengetahuan dalam aplikasi system pakar diagnosis penyakit. Aturan yang
dihasilkan sistem ini mampu digunakan untuk mendiagnosis penyakit
didasarkan pada data-data pasien. Dalam penentuan diagnosis penyakit
belum diimplementasikan derajat kepercayaan terhadap hasil diagnosis
tersebut.
4.4.
MESIN INFERENSI
Dalam tahap ini, penulis melakukan penalaran dengan menggunakan isi
daftar aturan berdasarkan urutan dan pola tertentu. Mekanisme inferensi untuk
pengujian aturan yang penulis gunakan adalah metode forward chaining.
Penelusuran dilakukan dengan memilih gejala terlebih dahulu dan
kemudian dicocokan dengan aturan – aturan yang ada.
57
Dibawah ini merupakan tabel mesin inferensi yang digunakan sebagai
acuan dalam pembuatan aplikasi sistem pakar penyakit paru – paru dan
pernafasan. Mesin inferensi untuk hubungan antara gejala dan penyakit dapat
dilihat pada tabel 4.4. Mesin inferensi untuk basis pengetahuan gejala dan
penyakit dapat dilihat pada tabel 4.5. Mesin Inferensi untuk basis pengetahuan
penyakit dan cara pengobatan dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Daftar Hubungan Gejala dan Penyakit
Penyakit
No
Gejala
Kode
Gejala
Influenza TBC
(P01
(P02)
Bronkitis
(P03)
1.
Batuk Berdahak
G01
x
x
x
2.
Kesulitan Pernafasan
G02
x
x
x
3.
Sesak di dada
G03
x
x
x
4.
Hidung mampet, meler, dan
bersin-bersin.
Badan terasa sakit, terutama
pada bagian punggung dan
tungkai
G04
x
G05
x
G06
x
6.
Demam pada siang atau sore
dan berkeringat pada malam
hari
7.
Dahak berwarna putih
bercampur darah
G07
x
G08
x
8.
Wajah, telapak tangan, atau
selaput lendir berwarna
kemerahan
9.
Dahak berwarna kuning atau
hijau
G09
x
5.
58
Tanda silang (x) pada jenis penyakit didalam Tabel 4.4 menunjukkan
pasien mengalami penyakit tersebut diatas
Tabel 4.5 Basis Pengetahuan Gejala dan Penyakit
No.
Aturan
1
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 THEN P01
2
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 THEN P01
3
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 THEN P01
4
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 THEN P01
5
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 THEN P01
6
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 THEN P01
7
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G06 THEN P01
8
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G07 THEN P01
9
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G08 THEN P01
10
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G09 THEN P01
11
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 THEN P01
12
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 THEN P01
13
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G08 THEN P01
14
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G09 THEN P01
15
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 THEN P01
16
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 THEN P01
17
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G08 THEN P01
18
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G09 THEN P01
19
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G06 AND G08 THEN P01
20
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G06 AND G09 THEN P01
21
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G07 AND G08 THEN P01
22
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G07 AND G09 THEN P01
23
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G08 THEN P01
59
24
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G09 THEN P01
25
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G08 THEN P01
26
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G09 THEN P01
27
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G08 THEN P01
28
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G09 THEN P01
29
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G08 THEN P01
30
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G09 THEN P01
31
IF G01 AND G02 AND G03 AND G06 THEN P02
32
IF G01 AND G02 AND G03 AND G07 THEN P02
33
IF G01 AND G02 AND G06 AND G07 THEN P02
34
IF G01 AND G03 AND G06 AND G07 THEN P02
35
IF G02 AND G03 AND G06 AND G07 THEN P02
36
IF G01 AND G02 AND G03 AND G06 AND G07 THEN P02
37
IF G01 AND G02 AND G04 AND G06 AND G07 THEN P02
38
IF G01 AND G02 AND G05 AND G06 AND G07 THEN P02
39
IF G01 AND G02 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
40
IF G01 AND G02 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
41
IF G01 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 THEN P02
42
IF G01 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 THEN P02
43
IF G01 AND G03 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
44
IF G01 AND G03 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
45
IF G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 THEN P02
46
IF G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 THEN P02
47
IF G02 AND G03 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
48
IF G02 AND G03 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
49
IF G01 AND G02 AND G04 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
50
IF G01 AND G02 AND G04 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
51
IF G01 AND G02 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
60
52
IF G01 AND G02 AND G05 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
53
IF G01 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
54
IF G01 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
55
IF G01 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
56
IF G01 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
57
IF G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
58
IF G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
59
IF G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
60
IF G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
61
IF G01 AND G02 AND G03 AND G08 THEN P03
62
IF G01 AND G02 AND G03 AND G09 THEN P03
63
IF G01 AND G02 AND G08 AND G09 THEN P03
64
IF G01 AND G03 AND G08 AND G09 THEN P03
65
IF G02 AND G03 AND G08 AND G09 THEN P03
66
IF G01 AND G02 AND G03 AND G08 AND G09 THEN P03
67
IF G01 AND G02 AND G04 AND G08 AND G09 THEN P03
68
IF G01 AND G02 AND G05 AND G08 AND G09 THEN P03
69
IF G01 AND G02 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
70
IF G01 AND G02 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
71
IF G01 AND G03 AND G04 AND G08 AND G09 THEN P03
72
IF G01 AND G03 AND G05 AND G08 AND G09 THEN P03
73
IF G01 AND G03 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
74
IF G01 AND G03 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
75
IF G02 AND G03 AND G04 AND G08 AND G09 THEN P03
76
IF G02 AND G03 AND G05 AND G08 AND G09 THEN P03
77
IF G02 AND G03 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
78
IF G02 AND G03 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
79
IF G01 AND G02 AND G04 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
61
80
IF G01 AND G02 AND G04 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
81
IF G01 AND G02 AND G05 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
82
IF G01 AND G02 AND G05 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
83
IF G01 AND G03 AND G04 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
84
IF G01 AND G03 AND G04 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
85
IF G01 AND G03 AND G05 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
86
IF G01 AND G03 AND G05 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
87
IF G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
88
IF G02 AND G03 AND G04 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
89
IF G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P03
90
IF G02 AND G03 AND G05 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P03
91
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G06 THEN P01 AND P02
92
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G07 THEN P01 AND P02
93
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G06 THEN P01 AND P02
94
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G07 THEN P01 AND P02
95
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 THEN P01
AND P02
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 THEN P01
AND P02
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 THEN P01
AND P02
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 THEN P01
AND P02
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 THEN P01
AND P02
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 THEN P01
AND P02
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 THEN P01
AND P02
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07
THEN P01 AND P02
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08
THEN P01 AND P02
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G09
THEN P01 AND P02
96
97
98
99
100
101
102
103
104
62
105
109
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08
THEN P01 AND P02
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G09
THEN P01 AND P02
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08
THEN P01 AND P02
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G09
THEN P01 AND P02
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G08 THEN P01 AND P03
110
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G09 THEN P01 AND P03
111
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G08 THEN P01 AND P03
112
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G09 THEN P01 AND P03
113
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G08 THEN P01
AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G09 THEN P01
AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G08 AND G09 THEN P01
AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G08 AND G09 THEN P01
AND P03
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G08 AND G09 THEN P01
AND P03
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G08 AND G09 THEN P01
AND P03
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G08 AND G09 THEN P01
AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P03
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G06 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P03
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P03
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P03
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P03
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P03
106
107
108
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P03
127
IF G01 AND G02 AND G03 AND G06 AND G08 THEN P02 AND P03
63
128
IF G01 AND G02 AND G03 AND G06 AND G09 THEN P02 AND P03
129
IF G01 AND G02 AND G03 AND G07 AND G08 THEN P02 AND P03
130
IF G01 AND G02 AND G03 AND G07 AND G09 THEN P02 AND P03
131
IF G01 AND G02 AND G03 AND G06 AND G07 AND G08 THEN P02
AND P03
132
IF G01 AND G02 AND G03 AND G06 AND G07 AND G09 THEN P02
AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G06 AND G08 AND G09 THEN P02
AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P02
AND P03
IF G01 AND G02 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P02
AND P03
IF G01 AND G03 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P02
AND P03
IF G02 AND G03 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09 THEN P02
AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G04 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P02 AND P03
IF G01 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P02 AND P03
IF G01 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P02 AND P03
IF G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P02 AND P03
IF G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G08 THEN P01
AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G09 THEN P01
AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G07 AND G08 THEN P01
AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G07 AND G09 THEN P01
AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G08 THEN P01
AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G09 THEN P01
AND P02 AND P03
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
64
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G07 AND G08 THEN P01
AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G07 AND G09 THEN P01
AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G08
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G09
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G08
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G09
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G08
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G09
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G09
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G07 AND G08 AND G09
THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07
AND G08 THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07
AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G08
AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G07 AND G08
AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G06 AND G07 AND G08
AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08
AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08
AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08
AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
65
173
174
IF G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07 AND G08
AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
IF G01 AND G02 AND G03 AND G04 AND G05 AND G06 AND G07
AND G08 AND G09 THEN P01 AND P02 AND P03
Tabel 4.6 Basis Pengetahuan Penyakit dan Cara Pengobatan
No.
Aturan
1
IF P01 THEN CP01 AND CP02 AND CP03 AND CP04
2
IF P02 THEN CP05 AND CP06 AND CP07
3
IF P03 THEN CP08 AND CP09
4.5.
PENGEMBANGAN SISTEM
Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya setelah prototype dasar
kasus secara lengkap kemudian pengembangan sistem dilanjutkan dengan
membuat rancangan system yang akan dibangun. Dalam tahap ini meliputi
perancangan database, perancangan antarmuka pemakai (user interface), dan
sarana-saran pendukung system.
4.5.1
Data Flow Diagram (DFD)
Pada perancangan sistem ini, penulis menggunakan Data Flow Diagram
(DFD) sebagai alat bantu untuk menggambarkan sistem yang akan dirancang
untuk aplikasi sistem pakar mendiagnosa penyakit paru-paru dan pernafasan.
Data Flow Diagram (DFD) menggambarkan aliran informasi dari suatu
sistem secara logika dengan mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data
tersebut mengalir. Untuk lebih jelasnya, penulis telah membuat data flow diagram
untuk merancang aplikasi sistem pakar mendiagnosa penyakit paru-paru dan
pernafasan dengan menggunakan metode forward chaining.
66
4.5.1.1 Context Diagram
Context Diagram dibawah ini menggambarkan aliran data secara umum
yang menampilkan proses dan lingkungan luar yang berhubungan dengan proses
pengolahan data dalam memberikan informasi mengenai aplikasi sistem
pakar ini. Adapun context diagram pada sistem pakar ini dapat dilihat pada
Gambar 4.3.
Pakar
Kebutuhan User
Gejala,jenis penyakit
pengobatan
0
User
Jenis Penyakit, Cara
Pencegahan
Sistem Pakar Penyakit
Paru-paru dan
Pernafasan
Gambar 4.3 Context Diagram
Pada gambar 4.6 diatas dapat dijelaskan bahwa penginputan data penyakit
paru-paru dan pernafasan dilakukan oleh seorang pakar (programmer) yang
kemudian data tersebut akan dijadikan jawaban dari data gejala yang dberikan
oleh user. Setelah mendapatkan data gejala dari user kemudian data akan dianalisa
oleh sistem dan hasil analisa akan diberikan kepada user.
67
4.5.1.2 Diagram Level 0 (nol)
Diagram level 0 (nol) disebut dengan overview diagram yaitu uraian kegiatan
(urutan pertama) setelah diagram konteks. Diagram level 0 (nol) ini,
menggambarkan proses pengolahan data aplikasi sistem pakar ini. Diagram level
0 pada sistem pakar ini dapat dilihat pada Gambar 4.4.
gejala,
1.0
penyakit
Pakar
Jenis Penyakit
Cara Pengobatan
gejala
Pengolahan
penyakit
penyakit
D1
gejala
D2
penyakit
2.0
data user
data user
User
J.penyakit
Daftar
jawaban gejala
D3
user
D4
hasil_analisa
hasil analisa
hasil analisa jawaban gejala
analisa kebutuhan
3.0
penyakit
Konsultasi
User
gejala
Gambar 4.4 Diagram Level 0 (nol)
4.5.2
Rancangan Database
Dalam pembuatan aplikasi sistem pakar penyakit paru-paru dan pernafasan
ini memiliki database dengan nama pakar. Adapun rancangan tabel pada sistem
pakar penyakit paru-paru dan pernafasan seperti dibawah ini :
68
1. Tabel Gejala
Tabel ini digunakan untuk menyimpan semua data tentang gejala-gejala
penyakit paru-paru dan pernafasan. Adapun tabel gejala penyakit dapat
dilihat pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Tabel Gejala
No
Field
Type
Size
Keterangan
1 id_gejala
varchar
5
Id Gejala
2 gejala
longtext
-
Gejala Penyakit
2. Tabel Penyakit
Tabel ini digunakan untuk menyimpan semua data tentang jenis-jenis
penyakit paru-paru dan pernafasan serta pengobatannya. Adapun tabel
penyakit dapat dilihat pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8 Tabel Penyakit
No
Field
Type
Size
Keterangan
1 id_penyakit
varchar
5
Id Penyakit
2 nm_penyakit
varchar
30
Nama Penyakit
3 penjelasan
longtext
-
Penjelasan
4 pengobatan
longtext
-
Cara Pengobatan
69
3. Tabel User
Pada tabel user ini digunakan untuk menyimpan data user yang telah
mendaftar di web ini untuk melakukan konsultasi. Tabel user dapat dilihat
pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9 Tabel User
No
Nama Field
Tipe
Ukuran
Keterangan
1 kd_user
integer
5
Kode User
2 nm_user
varchar
30
Nama User
3 alamat
longtext
-
Alamat User
4 pekerjaan
varchar
30
Pekerjaan User
5 noip
varchar
20
Nomor ip
6 tgl
datetime
-
Tanggal Pendaftaran
4. Tabel Hasil_Analisa
Tabel ini digunakan untuk menyimpan semua data tentang hasil analisa
dari jawaban gejala user. Adapun tabel hasil_analisa dapat dilihat pada
Tabel 4.10.
70
Tabel 4.10 Tabel Hasil_Analisa
No
Field
Type
Size
Keterangan
1 kd_user
integer
5
Kode User
2 nm_user
varchar
30
Nama User
3 id_penyakit
varchar
5
Id Penyakit
4 noip
varchar
20
Nomor ip
5 tanggal
datetime
-
Tanggal Analisa
5. Tabel Pakar
Tabel ini digunakan untuk menyimpan semua data tentang jenis-jenis
penyakit paru-paru dan pernafasan. Adapun tabel jenis penyakit dapat
dilihat pada Tabel 4.11.
Tabel 4.11 Tabel Pakar
No
Field
Type
Size
Keterangan
1 username
varchar
30
Username Pakar
2 password
varchar
30
Password Pakar
6. Tabel Relasi
Tabel ini digunakan untuk menyimpan semua data tentang relasi antara
data gejala dan data penyakit. Adapun rancangan tabel relasi dapat dilihat
pada Tabel 4.12.
71
Tabel 4.12 Tabel Relasi
No
4.5.3
Field
Type
Size
Keterangan
1 id_penyakit
varchar
5
Id Penyakit
2 id_gejala
varchar
5
Id Gejala
Bagan Alir (Flowchart)
Bagan alir (flowchart) digunakan penulis untuk menggambarkan proses di
dalam aplikasi sistem pakar dalam mendiagnosa penyakit paru-paru dan
pernafasan dengan menggunakan metode forward chaining. Bagan alir
(flowchart) merupakan suatu bagan yang menggambarkan arus logika dari data
yang akan diproses dalam suatu program awal sampai akhir. Terdapat 7 bagan alir
(flowchart) yang dibuat, yaitu :
1. Flowchart menu utama
2. Flowchart konsultasi
3. Flowchart login pakar
4. Flowchart menu pakar
5. Flowchart input gejala penyakit
6. Flowchart input data penyakit
7. Flowchart input relasi
Gambar-gambar flowchart rancangan menu diatas adalah sebagai berikut :
72
4.5.3.1 Flowchart Menu Utama
Adapun alur program (flowchart) menu utama pada aplikasi sistem pakar
ini dapat dilihat pada Gambar 4.5
Start
Tampilan halaman
awal
Pilih Home
Y
Tampilkan Halaman
Home
T
Pilih
Konsultasi
Y
Tampilkan Halaman
Konsultasi
T
Pilih
Informasi
Y
Tampilkan Halaman
Informasi
T
Pilih Profil
Y
Tampilkan Halaman
Profil Pembuat
T
Pilih Pakar
Y
Tampilkan Halaman
Login pakar
T
End
Gambar 4.5 Flowchart Menu Utama
73
Flowchart menu utama ini menjelaskan tentang jalannya menu utama yang
dapat digunakan user dan pakar, mulai dari tampilan awal sampai pilihan-pilihan
menu yang ada pada aplikasi sistem pakar penyakit paru-paru dan pernafasan.
4.5.3.2 Flowchart Konsultasi
Flowchart konsultasi user dapat dilihat pada Gambar 4.6.
Start
Tampilkan Halaman
Konsultasi
Input data user
T
Klik Daftar
Y
Input jawaban
gejala
Cek
T
Rule / Aturan
Y
Tampilkan Halaman Hasil
Analisa
End
Gambar 4.6 Flowchart Konsultasi
Flowchart konsultasi penyakit ini menjelaskan tentang alur user yang
ingin melakukan konsultasi.
74
4.5.3.3 Flowchart Login Pakar
Alur program (flowchart) login pada aplikasi sistem pakar ini dapat dilihat
pada Gambar 4.7.
Start
Tampilkan Halaman
Login Pakar
Input username dan
password
Proses Login
Username = = benar
dan
Password = = benar
Login gagal
T
Y
Tampilkan Halaman
Home Pakar
End
Gambar 4.7 Flowchart Login Pakar
Flowchart login pakar ini dimulai dari tampilan halaman login pakar,
kemudian input username dan password untuk diproses kebenarannya. Apabila
username dan password salah, maka akan kembali ke halaman login. Apabila
username dan password benar, maka login berhasil dan masuk ke halaman Home
pakar.
75
4.5.3.4 Flowchart Menu Pakar
Adapun alur program (flowchart) menu utama pada aplikasi sistem pakar
ini dapat dilihat pada Gambar 4.8.
Start
Tampilkan Halaman
Home Pakar
Pilih Home
Y
Tampilkan Halaman
Home Pakar
T
Pilih Ubah
Password
Y
Tampilkan Halaman
Konsultasi
T
Pilih Gejala
Y
Tampilkan Halaman
Input Gejala
T
Pilih Data
Penyakit
Y
Tampilkan Halaman
Input Data Penyakit
T
Pilih Menu
Relasi
Y
Tampilkan Halaman
Relasi
T
Pilih Log Out
Y
Tampilkan Halaman
Home Utama
T
End
Gambar 4.8 Flowchart Menu Pakar
Flowchart menu pakar ini menjelaskan tentang jalannya menu pakar yang
dapat digunakan pakar untuk mengolah data – data yang berhubungan dengan
76
aplikasi sistem pakar ini, seperti mengolah data gejala, data penyakit, dan
hubungan data-data tersebut.
4.5.3.5 Flowchart Input
Alur program (flowchart) input pada aplikasi sistem pakar ini adalah
sebagai berikut :
1. Flowchart Input Gejala Penyakit
Flowchart input data gejala penyakit dapat dilihat pada Gambar 4.9.
Start
Tampilkan Halaman
Input Gejala
Input id_gejala dan
gejala
Pilih
T
Simpan
Y
Proses Simpan
Id_gejala = = Ada
Data Gagal disimpan
T
Y
Data Berhasil disimpan
End
Gambar 4.9 Flowchart Input Gejala Penyakit
77
Flowchart input penyakit ini menjelaskan tentang pengiputan data gejala
penyakit paru-paru dan pernafasan yang dibahas pada sistem pakar ini.
2. Flowchart Input Data Penyakit
Flowchart input data penyakit dapat dilihat pada Gambar 4.10.
Start
Tampilkan Halaman
Input data Penyakit
Input id_penyakit,
nm_penyakit,
penjelasan, dan
pengobatan
Pilih
T
Simpan
Y
Proses Simpan
Id_penyakit == Ada
Data Gagal disimpan
T
Y
Data Berhasil disimpan
End
Gambar 4.10 Flowchart Input Data Penyakit
Flowchart input jenis penyakit ini menjelaskan tentang pengiputan data
jenis - jenis penyakit paru – paru dan pernafasan yang dibahas pada sistem
pakar ini.
3. Flowchart Input Relasi
78
Flowchart input data relasi dapat dilihat pada Gambar 4.11.
Start
Tampilkan
Halaman Relasi
Input id_peyakit, dan
id_gejala
Pilih
T
Simpan
Y
Proses Simpan
Data Berhasil disimpan
End
Gambar 4.11 Flowchart Input Relasi
Flowchart input relasi ini menjelaskan tentang pengiputan data relasi
gejala dan penyakit paru-paru dan pernafasan yang dibahas pada sistem
pakar ini.
4.2.4. Sarana Pendukung Sistem
Aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit paru dan pernafasan ini
dapat digunakan pada satu unit komputer dengan konfigurasi minimum hardware
dan sistem operasi.
1. Perangkat keras/Hardware
a. Processor setara Pentium II 450 Mhz keatas
b. Memory minimal 64 MB
79
c. Monitor dengan resolusi 800 X 600
d. Keyboard dan Mouse
e. VGA 16 MB
f. Hardisk Drive 64 MB
2. Perangkat Lunak / Software.
a. Windows 2000/NT/XP
b. Macromedia Dreamwaver MX 2004
c. Php Mysql version 2.5
80
4.2.5
Rancangan Arsitektur Program
4.2.5.1 Rancangan Menu
1. Rancangan Menu Home
Rancangan antarmuka menu pemakai merupakan tampilan bagi pemakai
untuk melakukan penelurusan penyakit untuk mendapatkan informasi
yang dicari. Rancangan menu Home dapat dilihat pada Gambar 4.12.
Sistem Pakar Penyakit Paru – Paru dan Pernafasan
(Gambar Header)
MENU
Home
Home
Konsultasi
Informasi
Paru – Paru dan Pernafasan
Profil
(Gambar)
Pakar
Salah satu kebutuhan pokok hidup manusia adalah
bernafas dimana paru – paru adalah organ vital manusia
yang digunakan untuk bernafas. Oleh karena itu
…………………..
Gambar
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.12 Rancangan Menu Utama
81
2. Rancangan Menu Konsultasi
Rancangan antarmuka menu konsultasi merupakan tampilan dimana
pemakai (user) menjawab pertanyaan berdasarkan gejala yang dia alami.
Rancangan menu konsultasi dapat dilihat pada Gambar 4.13.
Sistem Pakar Penyakit Paru – Paru dan Pernafasan
(Gambar Header)
MENU
Home
Konsultasi
Konsultasi
Jawablah Pertanyaan Dibawah ini :
Informasi
1. Pertanyaan 1
Profil
YA
TIDAK
Pakar
Diagnosa
Gambar
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.13 Rancangan Menu Konsultasi
3. Rancangan Menu Informasi
Rancangan antarmuka menu informasi berisi tentang informasi dari
penyakit paru-paru dan pernafasan. Rancangan menu konsultasi dapat
dilihat pada Gambar 4.14.
Sistem Pakar UIN JAKARTA
(Gambar Header)
MENU
Home
Informasi
Konsultasi
Tips Pencegahan penyakit paru-paru dan pernafasan
Informasi
• Influenza
Profil
• TBC
Pakar
• Bronkitis
Gambar
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.14 Rancangan Menu Informasi
82
4. Rancangan Menu Profil
Rancangan antarmuka menu profil berisi tentang profil pembuat web ini.
Rancangan menu ini dapat dilihat pada Gambar 4.15.
Sistem Pakar UIN Jakarta
(Gambar Header)
MENU
Home
Profil Pembuat Website
Konsultasi
Nama :
Informasi
TTL :
Foto
Profil
Alamat :
Pakar
…………….
Gambar
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.15 Rancangan Menu Profil
5. Rancangan Menu Pakar
Rancangan antarmuka menu pakar merupakan tampilan yang berupa form
login untuk pakar (programmer) masuk ke dalam bagian pengolahan data
penyakit. Rancangan menu pakar dapat dilihat pada Gambar 4.16.
Sistem Pakar UIN Jakarta
(Gambar Header)
MENU
Home
Login Pakar
Konsultasi
Informasi
Username :
Profil
Password :
Pakar
Login
Gambar
Cancel
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.16 Rancangan Menu Pakar
83
4.2.5.2 Rancangan Input
1. Rancangan Input Data User
Rancangan input data user digunakan user untuk melakukan pendaftaran
agar mendapatkan hak akses untuk melakukan konsultasi pada website
sistem pakar ini. Rancangan input data user dapat dilihat pada Gambar
4.17.
Sistem Pakar UIN Jakarta
(Gambar Header)
MENU
Home
Konsultasi
Informasi
Profil
Masukkan Data Anda :
Nama
:
Alamat
:
Pekerjaan
:
Pakar
Daftar
Gambar
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.17 Rancangan Input Data User
2. Rancangan Input Ubah Password
Rancangan input ubah password merupakan form yang digunakan oleh
pakar untuk mengubah password login pakar. Rancangan menu ubah
password dapat dilihat pada Gambar 4.18.
84
Sistem Pakar UIN Jakarta
(Gambar Header)
MENU
Home
Ubah Password
Ubah Password
Gejala
Password Lama
:
Relasi
Password Baru
:
Log Out
Confirm Password Baru :
Data Penyakit
Submit
Cancel
Gambar
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.18 Rancangan Input Ubah Password
3. Rancangan Input Gejala
Rancangan input gejala merupakan form input gejala yang digunakan oleh
pakar untuk mengolah data gejala. Rancangannya pada Gambar 4.19.
Sistem Pakar Penyakit Paru – Paru dan Pernafasan
(Gambar Header)
MENU
Home
Gejala Penyakit
Ubah Password
ID Gejala :
Gejala
Data Penyakit
Gejala
:
Relasi
Log Out
Gambar
Simpan
Batal
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.19 Rancangan Input Gejala
85
4. Rancangan Input Data Penyakit
Rancangan ini merupakan form input yang digunakan oleh pakar untuk
mengolah data penyakit. Rancangan ini dapat dilihat pada Gambar 4.20.
Sistem Pakar Penyakit Paru –(Gambar
Paru dan Header)
Pernafasan
MENU
Home
Data Penyakit
Ubah Password
Gejala
Data Penyakit
Relasi
Log Out
ID Penyakit
:
Nama Penyakit
:
Penjelasan
:
Pengobatan
:
Simpan
Gambar
Batal
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.20 Rancangan Input Data Penyakit
5. Rancangan Input Relasi
Rancangan ini merupakan form input yang digunakan oleh pakar untuk
mengolah data relasi antara gejala dan penyakit. Rancangan input data
relasi dapat dilihat pada Gambar 4.21.
Sistem Pakar Penyakit Paru – Paru dan Pernafasan
(Gambar Header)
MENU
Relasi Gejala dan Penyakit
Home
Ubah Password
Gejala
Nama Penyakit :
Daftar Gejala
:
Data Penyakit
Relasi
Simpan
Batal
Log Out
Gambar
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.21 Rancangan Input Relasi
86
4.2.5.3 Rancangan Output
1. Rancangan Output Hasil Konsultasi
Rancangan output hasil analisa menampilkan hasil analisa dari jawaban
gejala yang diinputkan oleh user. Rancangannya pada Gambar 4.22.
Sistem Pakar Penyakit Paru – Paru dan Pernafasan
(Gambar Header)
MENU
Home
Data User :
Konsultasi
Hasil Analisa Terakhir :
Informasi
Penyakit
Gejala
Keterangan
Pengobatan
Profil
Pakar
Gambar
:
:
:
:
Copyright Firmansyah Putra 2011
Gambar 4.22 Rancangan Output Hasil Konsultasi
4.6.
IMPLEMENTASI
Untuk tahap selanjutnya yaitu implementasi sistem. Telah dijelaskan pada
bab sebelumnya sistem pakar yang telah dibuat akan diimplementasikan.
1.5.1. Proses Inputan Pemakai
Proses input dalam sistem dilakukan oleh pemakai dan suatu sistem
yang baik adalah kemudahan dalam input data kedalam sistem. Dalam
implementasi, sistem dapat dikatakan layak pakai, hal ini ditunjukkan
dengan dapat diimplementasikan sistem ini dengan spesifikasi komputer
yang tidak terlalu kompleks, proses input data yang dilakukan oleh pemakai
dapat dilaksanakan dengan mudah, dan kemudahan proses update data
untuk pakar.
87
1.5.2
Implementasi Database
Sistem
Informasi
yang
dirancang
dengan
menggunakan
pemrograman PHP dan MySQL yaitu sebuah bahasa pemrograman
berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan proses di server. Pada
sistem ini menggunakan database dengan nama pakar yang terdiri dari 6
tabel yang telah diuraikan pada bab sebelumnya. Semua tabel yang
digunakan tersimpan dalam sistem database server. implementasi database
pada website ini dapat dilihat pada Gambar 4.23.
Gambar 4.23 Implementasi Database
Berikut ini adalah implementasi dari masing-masing tabel pada database pakar
ini.
88
1. Implementasi Tabel Gejala
Implementasi tabel gejala dapat dilihat pada Gambar 4.24.
Gambar 4.24 Implementasi Tabel Gejala
2. Implementasi Tabel Penyakit
Implementasi tabel penyakit dapat dilihat pada Gambar 4.25.
Gambar 4.25 Implementasi Tabel Penyakit
3. Implementasi Tabel User
Implementasi tabel user dapat dilihat pada Gambar 4.26.
89
Gambar 4.26 Implementasi Tabel User
4. Implementasi Tabel Hasil_Analisa
Implementasi tabel hasil_analisa dapat dilihat pada Gambar 4.27.
Gambar 4.27 Implementasi Tabel Hasil_Analisa
90
5. Implementasi Tabel Pakar
Implementasi tabel pakar dapat dilihat pada Gambar 4.28.
Gambar 4.28 Implementasi Tabel Pakar
6. Implementasi Tabel Relasi
Implementasi tabel relasi dapat dilihat pada Gambar 4.29.
Gambar 4.29 Implementasi Tabel Relasi
91
4.1.1.
Tampilan Halaman Home
Tampilan halaman home ini merupakan implementasi dari rancangan
home. Pada gambar ini untuk menjelaskan menu apa saja yang ada pada website
sistem pakar ini, halaman home berisi menu utama user yang meliputi menu
home, menu konsultasi, menu informasi, menu profil, dan menu pakar. Bentuk
halaman home ini dapat dilihat pada Gambar 4.30.
Gambar 4.30 Halaman Home
4.1.2.
Tampilan Menu Konsultasi
Tampilan menu konsultasi ini merupakan implementasi dari rancangan
menu konsultasi. Halaman ini berisi tentang form pertanyaan tentang gejala yang
dialami user untuk mendapatkan hasil analisanya. Bentuk tampilan menu ini dapat
dilihat pada Gambar 4.31.
92
Gambar 4.31 Tampilan Menu Konsultasi
4.1.3
Tampilan Menu Informasi
Tampilan menu Informasi ini merupakan implementasi dari rancangan
menu informasi. Halaman ini berisi tentang tips pencegahan penyakit paru-paru
dan pernafasan. Bentuk tampilan menu informasi dapat dilihat pada Gambar 4.32.
Gambar 4.32 Tampilan Menu Informasi
93
4.1.4
Tampilan Menu Profil
Tampilan ini merupakan implementasi dari rancangan menu profil.
Halaman ini berisi tentang data diri dari pembuat website ini. Bentuk tampilan
menu ini dapat dilihat pada Gambar 4.33.
Gambar 4.33 Tampilan Menu Profil
4.1.5
Tampilan Menu Pakar
Tampilan menu pakar ini merupakan implementasi dari rancangan menu
pakar. Halaman ini berisi form login administrator. Menu pakar berguna untuk
membatasi penggunaan sistem. Bentuk menu ini dapat dilihat pada Gambar 4.34.
94
Gambar 4.34 Tampilan Menu Pakar
4.1.6. Tampilan Input Data User
Tampilan input data user merupakan implementasi dari rancangan input
data user. Bentuk tampilannya dapat dilihat pada Gambar 4.35.
Gambar 4.35 Tampilan Input Data User
95
4.1.7
Tampilan Ubah Password
Tampilan ubah password ini merupakan implementasi dari rancangan
input ubah password yang dapat dilakukan oleh admin. Halaman ini berisi form
untuk mengubah password login admin. Bentuk tampilan ubah password ini dapat
dilihat pada Gambar 4.36.
Gambar 4.36 Tampilan Menu Ubah Password
4.1.8. Tampilan Input Gejala
Tampilan input gejala ini merupakan implementasi dari rancangan input
gejala. Halaman ini merupakan form yang digunakan admin untuk menginput data
baru atau mengedit data yang telah ada. Bentuk tampilan form input ini dapat
dilihat pada Gambar 4.37.
96
Gambar 4.37 Form Input Gejala
4.1.9. Tampilan Input Data Penyakit
Tampilan input penyakit ini merupakan implementasi dari rancangan input
penyakit. Halaman ini merupakan form yang digunakan admin untuk menginput
data baru atau mengedit data yang telah ada. Bentuk tampilan form input ini dapat
dilihat pada Gambar 4.38.
Gambar 4.38 Form Input Data Penyakit
97
4.1.10 Tampilan Input Relasi
Tampilan input relasi ini merupakan implementasi dari rancangan input
relasi. Halaman ini merupakan form yang digunakan admin untuk menginput data
baru atau mengedit data yang telah ada. Bentuk tampilan form input ini dapat
dilihat pada Gambar 4.39.
Gambar 4.39 Form Input Relasi
4.1.11 Tampilan Output Hasil Konsultasi
Tampilan ini merupakan implementasi dari rancangan output hasil
konsultasi. Bentuk tampilan menu ini dapat dilihat pada Gambar 4.40.
98
Gambar 4.40 Tampilan Output Hasil Konsultasi
4.7. PENGUJIAN
Proses pengujian terhadap aplikasi sistem pakar penyakit paru dan
pernafasan dilakukan oleh knowlegde engineer dan pakar dalam hal ini dokter
spesialis penyakit paru dan pernafasan, untuk menguji kebenaran dari sistem
pakar yang telah dibangun. Telah dilakukan test pengujian dengan beberapa
kreteria sebagai berikut ;
1. Kemudahan dalam menjalankan sistem
Pemakai dapat menjalankan aplikasi dengan mudah, kemudian
pemakai dapat berkonsultasi tentang penyakit paru dan pernafasan
dengan cara mengaktifkan menu penelusuran pemeriksaan. Sehingga
akan tampil form penelusuran pemeriksaan, setelah memilih pilihan
yang tersedia pada tiap-tiap form penelusuran pemeriksaan 1-10.
selanjutnya data yang telah dipilih akan direkam pada form rekaman
data. Pemakai mengklik ”diagnosa” untuk mengetahui solusi yang
dicari
2. Penyajian informasi yang cukup lengkap
99
3. dokumentasi sistem yang baik
4.2.7.1 Pengujian Akses Web
User memulai transaksi halaman web antara lain dengan cara melakukan
koneksi ke server berbasis HTTP pada port yang telah ditentukan dan mengirim
permintaan dengan menspesifikasikan perintah HTTP yaitu metode permintaan
yang digunakan, diikuti alamat dokumen. Sintaks permintaan adalah contohnya
sebagai berikut :http://localhost/pakar/php
Maka dari sisi admin (web server) mendapat permintaan halaman utama
http://localhost/pakar/php dari user, maka secara otomatis permintaan tersebut
akan dicari di komputer admin yang tersimpan dalam server localhost:
C:\AppServ\www\pakar\php. Jika ditemukan, maka halaman yang diminta akan
dikirimkan ke user (si peminta). Seperti yang terlihat pada Gambar 4.41 yang
merupakan tampilan awal atau halaman index aplikasi website sistem pakar ini.
Gambar 4.41 Hasil Keluaran Halaman Utama
100
Namun jika tidak ditemukan atau salah dalam pengetikan alamat maka
server akan memberi pesan “404. Object Not Found”. Yang artinya halaman ini
tidak ditemukan, seperti yang terlihat pada Gambar 4.42.
Gambar 4.42 Halaman Tidak Ditemukan
4.2.7.2 Pengujian Konsultasi
Menu konsultasi merupakan menu dimana user dapat melakukan
penginputan gejala-gejala yang dialami untuk mendapatkan hasil analisa dari
gejala tersebut. Pengujian konsultasi dapat dilihat pada Tabel 4.13.
Tabel 4.13 Pengujian Konsultasi
Modul
Prosedur
yang diuji
Pengujian
Konsultasi - akses ke
Masukan
Keluaran
Hasil yang Kesimpulan
didapat
Hasil
Baik
Gejala,
yang
Hasil
diharapkan
website
klik
diagnosa
diagnosa
- pilih menu
tombol
dari
dari
konsultasi
diagnosa
jawaban
jawaban
gejala yang
gejala
- isi data user
101
- input jawaban
diinput
gejala yang
yang
diinput
dialami
- klik tombol
diagnosa
4.2.7.3.
Pengujian Login
Untuk melakukan akses ke sistem setiap admin harus mempunyai
username dan password yang terdapat pada sistem. Admin ini berhak
menjalankan sistem untuk melakukan kegiatannya sebagai tenaga administrasi
mulai dari perubahan password login, penginputan dan pengeditan data kategori,
pahlawan, dan bukutamu. Proses pengujian login dapat dilihat pada Tabel 4.14.
Tabel 4.14 Pengujian Login
Modul
yang
diuji
Login
Prosedur
Pengujian
Masukan
Keluaran
Hasil yang
yang
didapat
- Akses ke
diharapkan
Username, User
masuk
User
website
password,
ke dalam
masuk ke
- Pilih menu
klik
sistem dan
dalam
Pakar
tombol
dapat
sistem dan
- Masukan
login
mengakses
dapat
sistem
mengakses
username dan
password yang
benar
sistem
Kesimpulan
Baik
102
- Klik tombol
login
Login
- Akses ke
Username, Tampil
Tampil
website
password,
pesan
pesan
- Pilih menu
klik
“Username
“Username
Pakar
tombol
atau
atau
- Masukan
login
Password
Password
Salah”
Salah”
username atau
Baik
password yang
salah
- Klik tombol
login
4.2.7.4.Pengujian Menu Ubah Password
Menu Ubah Password digunakan untuk mengubah password login admin.
Pada pengubahan password admin yang harus diisi adalah password lama,
password baru, dan confirm password baru. Proses pengujian ubah password
dapat dilihat pada Tabel 4.15.
103
Tabel 4.15 Pengujian Menu Ubah Password
Modul
yang
diuji
Ubah
Prosedur
Pengujian
Masukan
Keluaran
Hasil yang
Kesimpu
yang
didapat
lan
diharapkan
Tampil
Tampil
passwor - masuk ke bagian lama,
pesan
pesan
d
- akses ke website
Password
admin
password
“Password
“Password
- pilih menu ubah
baru,
berhasil
berhasil
password
confirm
diubah”
diubah”
- input password
password
lama, password
baru, klik
baru, dan confirm
tombol
password baru
submit
Tampil
Tampil
passwor - masuk ke bagian lama,
pesan
pesan
d
Baik
yang benar
- klik tombol
submit
Ubah
- akses ke website
Password
admin
password
“Password
“Password
- pilih menu ubah
baru,
gagal
gagal
password
confirm
diubah”
diubah”
- input password
password
lama salah atau
baru, klik
Baik
104
password baru
tombol
tidak sama
submit
dengan confirm
password baru
- klik tombol
submit
Pengujian Menu Gejala
Pada pengujian data gejala digunakan untuk memasukkan data baru,
mengedit atau menghapus data yang telah ada. Pengolahan data gejala meliputi
data – data seperti id_gejala dan gejala. Pengujian pengolahan data gejala dapat
dilihat pada tabel 4.16.
Tabel 4.16 Pengujian Gejala
Modul
yang
diuji
Prosedur
Pengujian
Keluaran
Masukan
yang
diharapkan
Hasil yang
didapat
Input
- akses ke
Id_gejala,
Tampil
Tampil
Data
website
gejala,
pesan “Data
pesan “Data
gejala
- masuk ke
klik
berhasil
berhasil
bagian admin
tombol
disimpan”
disimpan”
- pilih menu
simpan
gejala
- pilih add
Kesimpulan
Baik
105
- input id_gejala
dan gejala yang
benar
- klik tombol
simpan
Input
- akses ke
Id_gejala,
Tampil
Tampil
Data
website
gejala,
pesan “id
pesan “id
Gejala
- masuk ke
klik
atau gejala
atau gejala
bagian admin
tombol
belum diisi” belum
- pilih menu
simpan
Baik
diisi”
gejala
- pilih add
- id_gejala atau
gejala tidak
diinput
- klik tombol
simpan
Edit
- akses ke
Id_gejala,
Tampil
Tampil
Data
website
gejala,
pesan “data
pesan “data
Gejala
- masuk ke
klik
berhasil di
berhasil di
bagian admin
tombol
edit”
edit”
- pilih menu
edit
gejala
Baik
106
- pilih edit
- edit id_gejala
dan gejala
dengan benar
- klik tombol
edit
Delete
- akses ke
Id_gejala,
Tampil
Tampil
Data
website
gejala,
pesan “data
pesan “data
Gejala
- masuk ke
klik
berhasil di
berhasil di
bagian admin
tombol
delete”
delete”
- pilih menu
delete
Baik
gejala
- pilih delete
- masuk ke form
delete
- klik tombol
delete
4.2.7.5 Pengujian Menu Data Penyakit
Pada pengujian data jenis penyakit digunakan untuk memasukkan data
baru, mengedit atau menghapus data yang telah ada. Pengolahan data jenis
penyakit meliputi data – data seperti id_penyakit, nm_penyakit, penjelasan, dan
107
pengobatan. Pengujian pengolahan data jenis penyakit dapat dilihat pada Tabel
4.17.
Tabel 4.17 Pengujian Data Penyakit
Modul
yang
diuji
Prosedur
Pengujian
Masukan
Keluaran
Hasil
yang
yang
diharapkan
didapat
Input
- akses ke
Id_penyakit,
Data
website
nm_penyakit, pesan
pesan
penyakit
- masuk ke
penjelasan,
“Data
“Data
bagian admin
pengobatan,
berhasil
berhasil
- pilih menu data
klik tombol
disimpan”
disimpan”
penyakit
simpan
- pilih add
- input
id_penyakit,
nm_penyakit,
penjelasan, dan
pengobatan yang
benar
- klik tombol
simpan
Tampil
Tampil
Kesimpulan
Baik
108
Input
- akses ke
Id_penyakit,
Data
website
nm_penyakit, pesan “ada
pesan
klik tombol
data yang
“ada data
simpan
masih
yang
kosong”
masih
Penyakit - masuk ke
bagian admin
- pilih menu data
Tampil
penyakit
Tampil
Baik
kosong”
- pilih add
- id_penyakit
atau
nm_penyakit
tidak diinput
- klik tombol
simpan
Edit
- akses ke
Id_penyakit,
Tampil
Tampil
Data
website
nm_penyakit, pesan “data pesan
penjelasan,
berhasil di
“data
bagian admin
pengobatan,
edit”
berhasil di
- pilih menu data
klik tombol
penyakit
edit
Penyakit - masuk ke
- pilih edit
- edit
id_penyakit,
nm_penyakit,
edit”
Baik
109
penjelasan, dan
pengobatan
dengan benar
- klik tombol edit
Delete
- akses ke
Id_penyakit,
Tampil
Data
website
penyakit,
pesan “data pesan
klik tombol
berhasil di
“data
delete
delete”
berhasil di
Penyakit - masuk ke
bagian admin
- pilih menu data
Tampil
Baik
delete”
penyakit
- pilih delete
- masuk ke form
delete
- klik tombol
delete
4.2.7.6 Pengujian Data Relasi
Pada pengujian data relasi digunakan untuk memasukkan data baru,
mengedit atau menghapus data yang telah ada. Pengujian pengolahan data
pencegahan dapat dilihat pada Tabel 4.18.
.
110
Tabel 4.18 Pengujian Relasi
Modul
Prosedur
yang diuji
Pengujian
Masukan
Keluaran
Hasil
yang
yang
diharapkan
didapat
Input Data
- akses ke
Id_penyakit, Tampil
Tampil
relasi
website
id_gejala,
pesan
pesan
- masuk ke
klik tombol
“Data
“Data
bagian admin simpan
berhasil
berhasil
- pilih menu
disimpan”
disimpan”
Kesimpulan
Baik
relasi
- input
id_penyakit
dan id_gejala
yang benar
- klik tombol
simpan
Input Data
- akses ke
Id_penyakit, Tampil
Tampil
id_gejala,
pesan “ada
pesan
klik tombol
data yang
“ada data
bagian admin simpan
belum
yang
- pilih menu
diisi”
belum
Pencegahan website
- masuk ke
relasi
- input
diisi”
Baik
111
id_penyakit
dan id_gejala
yang salah
- klik tombol
simpan
4.8.
ANALISA HASIL PROGRAM
Penulis memberikan beberapa contoh hasil analisa program yang telah
diuji adalah sebagai berikut :
1. Pengujian pertama untuk rule pertama (1) :
Komponen-komponen pada form konsultasi sampai dengan form hasil
analisa data dijawab seperti berikut :
a. Input jawaban gejala yang anda alami :
- Batuk berdahak (ya)
- Kesulitan pernafasan (ya)
- Sesak di dada (ya)
- Hidung mampet, meler, dan bersin-bersin (ya)
- Badan terasa sakit, terutama pada bagian punggung dan tungkai
(tidak)
- Demam pada siang atau sore dan berkeringat pada malam hari
(tidak)
- Dahak berwarna putih bercampur darah (tidak)
112
- Wajah, telapak tangan, atau selaput lending berwarna kemerahan
(tidak)
- Dahak berwarna kuning atau hijau (tidak)
b. Cek aturan / basis pengetahuan yang berdasarkan jawaban gejalagejala tersebut.
c. Tampilkan hasil analisa gejala.
Dari gejala diatas akan di analisa dan disimpulkan bahwa penyakit
yang diderita adalah Influenza.
Cara mengobati penyakit Influenza adalah dengan memperkuat sistem
kekebalan tubuh. caranya adalah :
-
Istirahat yang cukup
-
Hentikan olahraga untuk sementara waktu.
-
Banyak minum air putih
-
Minum obat-obatan yang mengandung antiseptik atau antibiotik untuk
meningkatkan kekebalan tubuh.
2. Pengujian kedua untuk rule ketiga puluh satu (31) :
Komponen-komponen pada form konsultasi sampai dengan form hasil
analisa data dijawab seperti berikut :
a. Input gejala yang anda alami :
- Batuk berdahak (ya)
- Kesulitan pernafasan (ya)
- Sesak di dada (ya)
- Hidung mampet, meler, dan bersin-bersin (tidak)
113
- Badan terasa sakit, terutama pada bagian punggung dan tungkai
(tidak)
- Demam pada siang atau sore dan berkeringat pada malam hari (ya)
- Dahak berwarna putih bercampur darah (tidak)
- Wajah, telapak tangan, atau selaput lending berwarna kemerahan
(tidak)
- Dahak berwarna kuning atau hijau (tidak)
b. Cek aturan / basis pengetahuan yang berdasarkan jawaban gejalagejala tersebut.
c. Tampilkan hasil analisa gejala.
Dari gejala diatas akan di analisa dan disimpulkan bahwa penyakit
yang diderita adalah TBC (Tuberkulosis).
Cara mengobati penyakit TBC adalah :
-
Selama 2 bulan intensif minum obat-obatan yang mengandung
Isoniazid (INH) dengan dosis 5-10 mg/kgbb/hari, Rifampisin dengan
dosis
10-20
mg/kgbb/hari,
Pirazinamid
dengan
dosis
15-40
mg/kgbb/hari, Emtambutol dengan dosis 15-25 mg/kgbb/hari.
-
Apabila sakit berlanjut, 4 bulan selanjutnya minum obat INH (dengan
dosis 15-40 mg/kgbb/hari) dan Rifampisin (dengan dosis 15-20
mg/kgbb/hari) 3x seminggu.
-
Jika
diperlukan,
penderita
menularkan penyakitnya.
sebaiknya
dikarantina
agar
tidak
114
Dari beberapa contoh hasil analisa program diatas telah dapat disimpulkan
bahwa aplikasi sistem pakar penyakit paru-paru dan pernafasan ini telah berhasil
dan dapat mengatasi permasalahan latar belakang skripsi ini.
BAB V
PENUTUP
Sistem pakar ini yang telah dikembangkan masih jauh dari kata sempurna.
Sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut, agar bisa lebih bermanfaat. Dan dari
uraian bab-bab sebelumnya, maka pembahasan dari skripsi ini dapat diambil
beberapa kesimpulan
5.1.
KESIMPULAN
Dari analisa dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab
sebelumnya, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa :
1. Aplikasi sistem penyakit paru-paru dan pernafasan dapat membantu
masyarakat umum dalam mendeteksi dini, mencegah dan mengobati
penyakit paru-paru dan pernafasan.
2. Aplikasi sistem pakar dapat dijadikan sebagai media penerapan intelegensi
seorang ahli atau pakar dalam menganalisis dan mendeteksi suatu
penyakit.
3. Sistem pakar penyakit paru dan pernafasan ini dapat dijadikan sebagai alat
bantu untuk pembelajaran tentang penyakit paru dan pernafasan
berdasarkan pemeriksaan fisik.
4. Sistem pakar ini dirancang beserta keluarannya berupa solusi tentang
penyakit paru dan pernafasan sekaligus memberikan penjelesan tentang
penyakit paru dan pernafasan yang sering dialami.
115
116
5.2.
SARAN
Penulis berharap agar aplikasi sistem pakar ini dapat dikembangkan lebih
lanjut, sehingga dapat menjadi lebih sempurna lagi. Saran-saran penulis terhadap
pengembangan aplikasi sistem pakar ini adalah sebagai berikut :
1. Aplikasi sistem pakar ini dapat dikembangkan cakupannya, sehingga topik
yang dibahas tidak terbatas pada satu penyakit saja didalam saluran
pernafasan, tetapi akan mencangkup semua jenis penyakit yang ada pada
saluran pernafasan.
2. Agar sistem pakar ini lebih berguna maka diperlukannya sosialisasi
pemanfaatan sistem pakar bagi dunia kedokteran, khususnya penyakit
paru dan pernafasan.
3. Untuk pengembangan selanjutnya sistem pakar yang akan dibangun
nantinya bisa dibuat dengan tingkatan level yang lebih baik, supaya proses
analisa penyakit bisa lebih mendalam.
4. Semua kekurangan yang tidak disadari oleh penulis, dapat disempurnakan
lagi.
DAFTAR PUSTAKA
_ _ _ _ _., 2006, “Aplikasi Sisitem Pakar”. Yogyakarta : Andi.
Andri Kristanto., 2008, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya.
Yogyakarta : Gava Media.
Anita Desiani., dan Muhammad Arhami., 2006, Konsep Kecerdasan Buatan.
Yogyakarta : Andi.
Budi Sutedjo Dharma Oetomo., 2002, Perencanaan & Pembangunan Sistem
Informasi. Yogyakarta : Andi.
Dinas Kesehatan Jambi., 2009, Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis.
Jambi : Dinas Kesehatan.
Jogiyanto Hartono., 2005, Analisis & Disain Sistem Informasi : Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Andi.
Kusrini., 2006, Sistem Pakar, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Andi.
Muhammad Arhami., 2005, Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta : Andi.
Tata Sutabri., 2004, Analisa Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi.
Tata Sutabri., 2004, Pemrograman Terstruktur. Yogyakarta : Andi.
Ward, Jeremy P.T,. et. al., 2008, At a Glance Sistem Respirasi. Jakarta : Erlangga.
Sasongko Rahadyan., 2009, ”Petunjuk Modern Kesehatan”. Yogyakarta : Panji
Pustaka.
_ _ _ _ _., 2011, Kenali Penyakit Paru-Paru. http://kumpulan.info/sehat/artikelkesehatan/48-artikel-kesehatan/222-kenali-penyakit-paru-parupernafasan.html, Januari 2011.
Wikipedia., 2011, Influensa, http://id.wikipedia.org/wiki/Influensa, Januari 2011.
Wikipedia., 2011, Tuberkulosis, http://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis, Januari
2011.
Wikipedia., 2011, Bronkitis, http://id.wikipedia.org/wiki/Bronkitis, Januari 2011.
117
Coding
connectdb.php
<?php
mysql_connect(“localhost”,”root”,”12345”);
mysql_select_db(“pakar”);
?>
index.php
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN"
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
<title>Sistem Pakar Paru - Paru dan Pernafasan</title>
<style>
#bg{background:url(gambar/3.bmp) repeat-x;}
#head{
height:50px;
font-family:"Comic Sans MS", Courier, monospace;
font-size:28px;}
#back{background:url(gambar/2.bmp) repeat-x;}
#table2{background:url(gambar/1f.bmp) repeat-y;}
#atur{
width:570px;
padding-top:80px;
padding-left:15px;
padding-bottom: 30px;
vertical-align:top;}
#atur2{
background:url(gambar/4.bmp) repeat-y;
padding-top:20px;
padding-left:20px;}
#atur2 ul li{margin-bottom:5px;}
#atur3{
background:url(gambar/4.bmp) repeat-y;
padding-top:5px;
88
padding-left:10px;
padding-bottom:5px;}
.p0{
padding-left:40px;
padding-right:50px;
text-align:justify;
color:#FFFFFF;
font-family:"Times New Roman", Times, serif;
font-size:16px;}
.p1{
padding-left:40px;
padding-right:50px;
text-align:justify;
color: #33FF66;
font-family:"Times New Roman", Times, serif;
font-size:24px;
}
#bum{
text-align:center;
background:url(gambar/tes.bmp) repeat;
width:400px;
height:30px;
color:#FFFFFF;
font-family:"Comic Sans MS";
}
</style>
</head>
<body id="bg">
<table width="800" border="0" align="center">
<tr>
<td id="head">sistem pakar paru - paru dan pernafasan</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="gambar/jarum.png" width="800" /></td>
</tr>
<tr>
<td height="401">
<table border="0" width="800" cellpadding="0"
id="table2">
89
cellspacing="0"
<tr>
<td valign="top"><img src="gambar/c.png" align="right"
height="20" width="40" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="220" valign="top">
<table
width="220"
cellpadding="0"
cellspacing="0" border="0">
<tr>
<td id="atur2">
<img src="gambar/5.bmp" /><br />
<ul type="disc">
<li>Beranda</li>
<li>Konsultasi</li>
<li>Informasi</li>
<li>Profil</li>
<li>Pakar</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="gambar/c.png" align="right"
height="20" width="40" /></td>
</tr>
<tr>
<td id="atur3">
<img
src="gambar/stop_merokok.gif"
width="200" /><br /><br />
<img src="gambar/global.gif" width="200"
/>
</td>
</tr>
</table>
</td>
<td id="atur">
<img src="gambar/a.bmp" /><br />
<p class="p1">Paru - Paru dan Pernafasan</p>
<img src="gambar/paru.jpg" style="margin-left:100px;" />
<p class="p0">Paru-paru adalah salah satu organ pada
sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat bertukarnya oksigen dari udara
yang menggantikan karbondioksida di dalam darah. Proses ini dinamakan sebagai
respirasi dengan menggunakan bantuan hemoglobin sebagai pengikat oksigen.
Setelah O2 didalam darah diikat oleh hemoglobin, selanjutnya dialirkan ke
seluruh tubuh. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Paru-paru
juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan
paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.
90
Salah satu kebutuhan pokok hidup manusia adalah bernafas dimana paru – paru
adalah organ vital manusia yang digunakan untuk bernafas. Oleh karena itu kita
harus merawat dan menjaga kesehatan paru-paru kita.<br /><br />
</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"> </td>
<td align="center" headers="20">
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td id="bum">Copyright © Reza
2011</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
informasi.php
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN"
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
<title>Sistem Pakar Paru - Paru dan Pernafasan</title>
<style>
#bg{
background:url(gambar/3.bmp) repeat-x;
}
#head{
height:50px;
font-family:"Comic Sans MS", Courier, monospace;
font-size:28px;
}
91
#back{
background:url(gambar/2.bmp) repeat-x;
}
#table2{
background:url(gambar/1f.bmp) repeat-y;
}
#atur{
width:570px;
padding-top:80px;
padding-left:15px;
padding-bottom: 30px;
vertical-align:top;
}
#atur2{
background:url(gambar/4.bmp) repeat-y;
padding-top:20px;
padding-left:20px;
}
#atur2 ul li{
margin-bottom:5px;
}
#atur3{
background:url(gambar/4.bmp) repeat-y;
padding-top:5px;
padding-left:10px;
padding-bottom:5px;
}
.p0{
padding-left:40px;
padding-right:50px;
text-align:justify;
color:#FFFFFF;
font-family:"Times New Roman", Times, serif;
font-size:16px;
}
.p1{
padding-left:40px;
padding-right:50px;
92
text-align:justify;
color: #33FF66;
font-family:"Times New Roman", Times, serif;
font-size:24px;
}
#form{
margin-left:40px;
color:#FFFFFF;
}
#bum{
text-align:center;
background:url(gambar/tes.bmp) repeat;
width:400px;
height:30px;
color:#FFFFFF;
font-family:"Comic Sans MS";
}
</style>
</head>
<body id="bg">
<table width="800" border="0" align="center">
<tr>
<td id="head">sistem pakar paru - paru dan pernafasan</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="gambar/jarum.png" width="800" /></td>
</tr>
<tr>
<td height="401">
<table border="0" width="800" cellpadding="0" cellspacing="0"
id="table2">
<tr>
<td valign="top"><img src="gambar/c.png" align="right"
height="20" width="40" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="220" valign="top">
<table
width="220"
cellpadding="0"
cellspacing="0" border="0">
<tr>
<td id="atur2">
93
<img src="gambar/5.bmp" /><br />
<ul type="disc">
<li>Beranda</li>
<li>Konsultasi</li>
<li>Informasi</li>
<li>Profil</li>
<li>Pakar</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="gambar/c.png" align="right"
height="20" width="40" /></td>
</tr>
<tr>
<td id="atur3">
<img
src="gambar/stop_merokok.gif"
width="200" /><br /><br />
<img src="gambar/global.gif" width="200"
/>
</td>
</tr>
</table>
</td>
<td id="atur">
<br />
<p class="p1">Informasi</p>
<p class="p0">Tips Mencegah Penyakit Influenza :</p>
<ul type="disc" class="p0">
<li>Makan Makanan yang bergizi.</li>
<li>Hirup udara segar secara teratur terutama ketika
cuaca sejuk.</li>
<li>konsumsi 200ml yogurt rendah lemak setiap
hari.</li>
<li>Banyak minum air putih.</li>
</ul>
<br />
<p
class="p0">Tips
Mencegah
Penyakit
TBC
(Tuberkulosis) :</p>
<ul type="disc" class="p0">
<li>Makan Makanan yang bergizi.</li>
<li>Banyak minum air putih.</li>
<li>Menutup mulut pada waktu batuk
dan
bersin.</li>
<li>Usahakan udara segar dan sinar matahari masuk
secukupnya ke tempat tidur.</li>
94
<li>Imunisasi BCG pada bayi yang berumur 3-14
bulan.</li>
<li>Hindari menggunakan barang-barang yang
digunakan oleh penderita TBC lainnya.</li>
</ul>
<br />
<p class="p0">Tips Mencegah Penyakit Bronkitis :</p>
<ul type="disc" class="p0">
<li>Makan Makanan yang bergizi.</li>
<li>Hirup udara segar secara teratur terutama ketika
cuaca sejuk.</li>
<li>Berhenti merokok atau hindari asap rokok bagi
perokok pasif.</li>
<li>Hindari terkena polusi udara yang terlalu
lama.</li>
<li>Patuhi peraturan keamanan di tempat kerja
misalnya dengan menggunakan masker, jika bekerja di tempat yang berisiko
polusi udara.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"> </td>
<td align="center" headers="20">
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td
id="bum">Copyright
©
firmansyah2011</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
95
Download