ASET 2010 - AKSes KSEI

advertisement
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
Daftar Isi
Laporan Auditor Independen
Neraca
Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
Halaman
Page
i
1-2
Contents
Independent Auditor's Report
Balance Sheets
Laporan Laba Rugi
3
Statements Of Income
Laporan Perubahan Ekuitas
4
Statements Of Chages In Equity
Laporan Arus Kas
5
Statements Of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan
6 - 54
Notes To The Financial Statements
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Neraca
31 Desember 2010 dan 2009
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Balance Sheets
As at December 31, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
ASET
Investasi
Deposito wajib
Deposito berjangka
Surat Berharga Efek :
Saham untuk diperdagangkan
Saham tersedia untuk dijual
Surat Berharga Obligasi :
Obligasi untuk diperdagangkan
Obligasi tersedia untuk dijual
Obligasi dimiliki hingga jatuh tempo
Reksadana
Investasi pada saham
Investasi Lainnya
Jumlah Investasi
Bukan Investasi
Kas dan Bank
Piutang Premi
2010
Notes
2009
4.100.000.000
35.669.325.000
5. a
5. b
5.000.000.000
26.362.500.000
1.783.750.000
1.607.637.500
5. c.1
5. d.1
1.491.750.000
970.200.000
1.045.000.000
25.015.900.000
5.076.239.416
1.087.187.252
-
5. c.2
5. d.2
5. d.3
5. e
5. f
5. g
3.955.320.000
5.222.000.000
15.000.000.000
5.190.184.528
1.087.187.252
487.599.391
Investment
Statutory deposit
Time deposits
Securities available equity
Equity securities for trading
Equity securities available-for-sale
Securities available bond
Bonds for trading
Bonds available-for-sale
Bonds helds-to-maturity
Mutual fund
Investment in equity securities
Other investment
64.766.741.171
Total investments
4.571.220.227
44.155.976.569
Non Investment
Cash on hand and in banks
Premiums receivable
75.385.039.168
5.530.337.468
41.039.425.109
6.
7.
Setelah dikurangi penyisihan
net of allowance for doubtful
piutang ragu-ragu sebesar Rp. 2.601.179.634,- (2010)
accounts of Rp. 2.601.179.634,- (2010)
dan Rp. 2.398.084.627 (2009)
Piutang Reasuransi
and Rp. 2.398.084.627 (2009)
32.818.987.240
8.
31.680.839.034
Setelah dikurangi penyisihan
Reinsurance receivable
net of allowance for doubtful
piutang ragu-ragu sebesar Rp. 2.761.960.424,- (2010)
accounts of Rp. 2.761.960.424,- (2010)
dan Rp. 2.424.861.776 (2009)
Piutang Hasil Investasi
Piutang Lain-lain
Uang Muka dan biaya dibayar dimuka
Aset Tetap
ASETS
and Rp. 2.424.861.776 (2009)
472.540.765
3.008.500.177
5.260.800.990
15.269.660.718
9.
10.
11.
12.
423.135.823
4.157.866.114
7.056.896.897
15.195.116.470
Investment income receivable
Other account receivable
Advance and prepaid expenses
Fixed Asset - net of accumulated
depreciation of Rp. 15.449.375.406,- and
Rp. 14.271.571.949,- in 2010 and 2009
13.
2.961.323.895
3.367.898.492
Deferred tax assets
Other assets
Setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar Rp. 15.449.375.406,- dan Rp. 14.271.571.949,untuk tahun 2010 dan 2009
Aset Pajak Tangguhan
Aset Lain-lain
Jumlah bukan Investasi
107.185.976.287
113.570.273.520
Total non investment
JUMLAH A S E T
182.571.015.455
178.337.014.691
TOTAL ASETS
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Halaman 1
848.140.094
2.937.583.726
The accompanying notes form an integral part
of these financial statements.
Page 1
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Neraca
31 Desember 2010 dan 2009
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Balance Sheets
As at December 31, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Kewajiban
Hutang Klaim
Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan
Hutang Reasuransi
Hutang Komisi
Hutang Pajak
Hutang Lain-lain
Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Kewajiban imbalan pasca kerja
Jumlah Kewajiban
2010
8.625.375.874
20.221.036.203
37.037.296.037
1.346.219.813
4.195.446.317
373.844.470
2.421.298.035
936.138.229
1.732.737.786
Notes
14.
15.
16.
17.
18.
19.
21.
20.
36.
76.889.392.764
2009
8.894.738.220
24.918.820.478
29.948.266.636
8.487.077.624
2.123.659.425
170.436.381
1.797.417.245
449.563.872
1.539.748.088
Liabilities
Claims liabilities
Estimated own retention claims
Unearned premiums
Reinsurance payable
Commission payable
Taxes payable
Other payable
Accrued expenses
Post-employment benefits liabilities
78.329.727.969
Total liabilities
Ekuitas
Modal Saham
Nilai nominal - Rp. 200 per saham
Modal Dasar - 1.000.000.000 saham
untuk untuk tahun 2010 dan 2009 Telah Ditempatkan dan
Disetor Penuh 300.000.000 saham
Tambahan modal disetor
Laba (rugi) belum direalisasikan
Saldo Laba
Cadangan Umum
Cadangan Khusus
Belum Ditentukan Penggunaannya
Laba (Rugi) Tahun Lalu
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Jumlah Ekuitas
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
catatan atas laporan keuangan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Halaman 2
LIABILITIES AND EQUITY
EQUITY
22.
60.000.000.000
2.770.781.054
1.020.752.021
60.000.000.000
32.
2.770.781.054
1.316.144.875
33.897.989.355
1.954.526.624
30.728.782.386
1.954.526.624
(5.969.042.811)
12.006.616.448
(5.969.042.811)
9.206.094.594
105.681.622.691
182.571.015.455
100.007.286.722
178.337.014.691
Capital stock
Nominal Value - Rp 200 per value per share
Authorized - 1.000.000.000 shares
issued and paid-up capital
300.000.000 shares
Additional paid in capital
Unrealized gain (loss)
Retained earnings
General reserve
Special reserve
Unappropriated profit
Net Income (Loss) last period
Net Income (Loss) current period
Total Equity
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
The accompanying notes form an integral part
of these financial statements.
Page 2
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Laporan Laba Rugi
Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Income Statement
For the Periods ended December 31, 2010 and 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
2010
Pendapatan Underwriting
Pendapatan Premi
Premi Bruto
Premi Reasuransi
(Kenaikan) penurunan Premi Yang Belum
Merupakan pendapatan
Jumlah Pendapatan underwriting - neto
Beban Underwriting
Beban Klaim
Klaim Bruto
Klaim Reasuransi
Kenaikan (penurunan)
Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Jumlah Beban Klaim
Beban Komisi bersih
Jumlah Beban Underwriting
Hasil Underwriting
Hasil Investasi
Beban Usaha
Laba (Rugi) Usaha
Penghasilan (beban) Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
Beban Pajak Penghasilan
Beban Pajak Tangguhan
Laba (Rugi) Bersih
Laba (Rugi) Bersih per saham
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Halaman 3
Notes
179.551.851.263
(62.577.757.761)
23.
24.
(7.089.029.401)
2009
150.506.569.738
(53.261.970.043)
(6.796.724.884)
109.885.064.101
90.447.874.811
Underwriting Income
Premiums income
Gross premiums
Reinsurance premiums
(Increase) decrease in unearned
premiums
Total underwriting income - net
4.697.784.275
1.424.868.494
Underwriting Expenses
Claims expense
Gross claims
Reinsurance claims
Increase (decrease) in
estimated own retention claims
(31.394.938.401)
(30.186.408.600)
Total claims expens
(74.925.720.442)
38.832.997.766
(20.974.562.966)
25.
26.
27.
(59.092.223.902)
27.480.946.809
(17.814.149.986)
(52.369.501.367)
(48.000.558.586)
57.515.562.734
42.447.316.225
5.848.878.557
(47.757.940.222)
28.
29.
15.606.501.069
305.620.181
10.849.584.230
30.
15.912.121.250
(1.792.321.000)
(2.113.183.801)
(982.052.697)
9.867.531.533
19.
19.
12.006.616.448
40
6.835.881.696
(38.433.613.691)
31.
(661.436.940)
Commissions - net
Total underwriting expenses
Underwriting Results
Net investment income
Operating expenses
Operating income
Other income (expense), net
Profit before income tax
Tax expenses
Current tax
Deferred tax
9.206.094.594
Net income
31
Net earnings per share - in Rupiah
The accompanying notes form an integral part
of these financial statements.
Page 3
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Statement of Changes In Equity
For the Periods ended December 31, 2010 and 2009
Saldo Laba / Retained Earnings
Catatan /
Notes
Saldo 31 Desember 2008
Dividen
Tantiem
Dana Sosial
Cadangan Umum
Laba (rugi) belum direalisasikan
Laba (rugi) bersih
60.000.000.000
(1.182.615.000)
Belum
ditentukan
penggunaannya /
Unappropriated
(2.134.479.079)
Cadangan
umum / General
reserve
Cadangan
khusus / Special
reserve
29.155.460.831
1.954.526.624
31.
1.573.321.555
9.206.094.594
60.000.000.000
2.770.781.054
1.316.144.875
33.
33.
33.
33.,34.
(4.879.230.135)
(460.304.730)
(184.121.892)
(3.682.437.837)
3.d
31.
catatan atas laporan keuangan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
3.237.051.783
30.728.782.386
1.954.526.624
1.230.135
3.682.437.837
(514.461.003)
12.006.616.448
2.770.781.054
1.020.752.021
6.037.573.637
33.897.989.355
90.563.674.430
100.007.286.722
(4.878.000.000)
(460.304.730)
(184.121.892)
(514.461.003)
(295.392.854)
12.006.616.448
(295.392.854)
60.000.000.000
Jumlah ekuitas /
Total equity
(2.031.000.000)
(153.494.786)
(76.747.392)
2.498.759.875
9.206.094.594
2.498.759.875
Saldo 31 Desember 2010
Halaman 4
2.770.781.054
Laba (rugi)
belum
direalisasikan /
Unrealized
gain (loss)
(2.031.000.000)
(153.494.786)
(76.747.392)
(1.573.321.555)
Saldo 31 Desember 2009
Dividen
Tantiem
Dana Sosial
Cadangan Umum
Bonus Karyawan
Laba (rugi) belum direalisasikan
Laba (rugi) bersih
Modal disetor /
Paid - up
capital stock
Tambahan
modal disetor /
Additional
Paid in
capital
1.954.526.624
105.681.622.691
Balance as of December 31, 2008
Dividend
Tantiem
Social Fund
Approriated for general reserve
Unrealized gain (loss)
Net Income for the current period
Balance as of December 31, 2009
Dividend
Tantiem
Social Fund
Approriated for general reserve
Employee Bonus
Unrealized gain (loss)
Net Loss for the current period
Balance as of December 31, 2010
The accompanying notes form an integral part
of these financial statements.
Page 4
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Laporan Arus Kas
Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2010
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan premi
Penerimaan reasuransi
Penerimaan lain-lain
Pembayaran premi reasuransi
Pembayaran klaim
Pembayaran komisi
Pembayaran beban usaha
Pembayaran pajak
Pembayaran beban lain-lain
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penerimaan hasil investasi
Pencairan deposito
Hasil penjualan saham
Hasil penjualan aset tetap
Penjualan Saham
Penjualan Obligasi
Penjualan Investasi Lain
Penempatan deposito
Pembelian Obligasi
Pembelian Saham
Pembelian reksadana
Pembelian aset tetap
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas investasi
141.873.793.022
31.362.633.709
4.761.577.447
(26.325.007.067)
(67.618.471.868)
(25.357.200.845)
(41.197.932.627)
(1.809.340.140)
(3.850.494.839)
11.839.556.792
4.178.412.508
228.588.316.975
2.195.306.635
62.459.424
6.154.030.540
4.863.000.000
509.460.333
(236.995.141.975)
(7.057.500.000)
(6.562.765.851)
(963.252.407)
(5.027.673.818)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Statement of Cash Flows
For the Periods ended December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2009
117.700.207.866
25.193.128.774
3.496.099.835
(23.554.488.929)
(58.331.415.296)
(22.543.401.834)
(34.883.806.625)
(1.751.358.782)
(2.595.590.554)
2.729.374.455
4.283.855.344
173.834.800.000
1.180.360.540
3.703.638.157
8.004.000.000
(161.709.050.000)
(18.685.000.000)
(2.840.918.884)
(5.000.000.000)
(1.901.883.193)
869.801.963
Cash Flows From Operating Activities
Premiums receipts
Reinsurance receipts
Other receipts
Payment for reinsurer
Payment for claims
Payment for commissions
Payment for operating expenses
Payment for tax
Payment for others
Cash provided by (used in)
operating activities
Cash Flows From Investing Activities
Net investment income
Time deposit withdrawals
Proceeds from equity securities
Proceeds from disposal of fixed assets
Equity securities
Bond Sale
Other investment
Time deposit investment
Purchases of bonds
Purchases of Equity securities
Purchases of Mutual fund
Purchases of fixed assets
Cash Provide by (Used In)
Investing Activities
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran dividen
Pembayaran tantiem
Lain-lain
(4.878.000.000)
(460.304.730)
(514.461.003)
(2.031.000.000)
(153.494.786)
-
Cash Flows From Financing Activities
Payment for dividend
Payment for tantiem
Others
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas pendanaan
(5.852.765.733)
(2.184.494.786)
Cash Provide by (Used In)
Financing Activities
Net Increase (Decrease) in Cash on hand and
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan bank
Saldo awal kas dan bank
959.117.241
4.571.220.227
1.414.681.632
3.156.538.595
Cash on hand and in Banks at Beginning of Year
Saldo akhir kas dan bank
5.530.337.468
4.571.220.227
Cash on hand and in Banks at end of Year
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Halaman 5
in Banks
The accompanying notes form an integral part
of these financial statements.
Page 5
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
Halaman 6
Informasi Umum
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1.
General Information
PT Asuransi Jasa Tania Tbk didirikan berdasarkan akta No. 133
tanggal 25 Juni 1979 dari Kartini Mulyadi, SH Notaris di Jakarta.
Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/328/11 tanggal 13
Agustus 1979 dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara
Republik Indonesia No. 87 tanggal 31 Oktober 1979. Akta
pendirian telah mengalami beberapa kali perubahan yang terakhir
berdasarkan akta No. 121 tanggal 25 Agustus 2003 dari Anita
Meiza, SH, Notaris pengganti dari Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta.
Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C-25805 HT.01.04.TH.2003 tanggal 29 Oktober 2003 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran
Perusahaan Kodya Jakarta Pusat No. 3016/RUB 09.05/XI/2003
tanggal 19 November 2003.
PT Asuransi Jasa Tania Tbk was established based on Notarial
Deed No. 133 dated June 25, 1979 of Kartini Mulyadi, SH, notary
public in Jakarta. The Deed of establishment had been approved
by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its
Decision Letter No. Y.A.5/328/11 dated August 13, 1979 and was
published in the State Gazette of the Republic of Indonesia,
Supplement No. 87 dated October 31, 1979. The Company's
Article of incorporation had been amended several times, which is
by Notarial Deed No 121 dated August 25, 2003 of Anita Meiza,
SH, the successor of Sutjipto, SH, notary public in Jakarta. This
deed had been approved by the Minister of Justice and Human
Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C25805 HT.01.04.TH.2003 dated October 29, 2003 and was
registered in Company List at Registered Office in Central
Jakarta No. 3016/RUB 09.05/XI/2003 dated November 19, 2003.
Perubahan akta pendirian ini sehubungan dengan peningkatan
modal dasar Perusahaan dari Rp.100.000.000.000 menjadi
Rp.200.000.000.000, menurunkan nilai nominal saham (stock split)
dari Rp. 500 menjadi Rp. 200, penjualan saham kepada masyarakat
melalui Pasar Modal dan pengangkatan direksi Perusahaan.
This change of the Article of incorporation the increase of the
Company authorized capital from Rp. 100.000.000.000 to Rp.
200.000.000.000, the change in par value per share (stock split)
from Rp. 500 to Rp. 200, sale of share to public in the Capital
Market and the change in structure of the Board of Directors of
the Company.
Pada tahun 2003 Perusahaan melakukan Penawaran Umum Saham
kepada masyarakat sebanyak 50 juta Saham Biasa Atas Nama atau
16,67 % dari 300 juta saham yang ditempatkan dan disetor penuh
dengan nilai nominal Rp. 200 setiap saham, dengan harga
penawaran sebesar Rp. 300 setiap saham. Penawaran Umum Saham
ini telah didaftarkan ke Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM)
pada tanggal 4 Nopember 2003 dan telah dicatatkan di Bursa Efek
Jakarta (BEJ) tanggal 15 Desember 2003. Penawaran Umum Saham
ini telah memperoleh izin dari ketua Badan Pengawas Pasar Modal
(BAPEPAM) Nomor S-3079/PM/2003 tanggal 18 Desember 2003.
In 2003, The Company offered its shares by Initial Public Offering
of 50 millions common shares or 16,67% of 300 millions shares
issued and fully paid up with the nominal value of Rp. 300 per
share. Initial Public Offering was registered in the Capital Market
Supervisory Agency (BAPEPAM) on November 4, 2003 and listed
in the Jakarta Stock Exchange (BEJ) on December 15, 2003.
Initial Public Offering was approved by Director of the Capital
Market Supervisory Agency (BAPEPAM) No. S-3079/PM/2003
dated December 18, 2003.
Berdasarkan akta No 272 tanggal 29 Mei 2008 oleh Sutjipto,
SH.M.Kn notaris di Jakarta tentang Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa menyatakan bahwa Rapat telah mengesahkan Anggaran
Dasar yang disesuaikan dengan Undang-undang No 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas. Perubahan Anggaran Dasar ini telah
diaktakan berdasarkan akta No. 33 tanggal 27 Juni 2008 oleh
Wahyu Nurani, SH notaris di Jakarta dan disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU52208.A.H.01.02 Tahun 2008 tanggal 19 Agustus 2008.
Based on Notarial deed No.272 dated may 29, 2008 of Sutjipto,
SH. M.Kn notary in Jakarta regarding Extra Ordinary
Sharholders General Meeting stated that meeting has already
approved the amendments of the articles of incorporation in
complying with Law No. 40 Year 2007 regarding Limited
Company. Those amendments of the articles of incorporation were
legalized based on notarial deed No 33 dated June 27, 2008 of
Wahyu Nurani, SH. notary in Jakarta and were approved by The
Ministry of Law and Human Rights of The Republic of Indonesia
No. AHU-52208.A.H.01.02 Year 2008, dated August 19, 2008.
Sesuai dengan izin usaha dari Menteri Keuangan Republik
Indonesia No. KEP-3104/MP/1979 dan pasal 3 anggaran dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan menjalankan usaha
bidang asuransi kerugian, satu dan lain dalam segala bentuk
menurut serta tunduk kepada Undang-undang dan peraturan
perundangan Republik Indonesia. Kegiatan komersial Perusahaan
dimulai pada bulan Juni 1979.
In accordance with operational license of the Minister of Finance
of the Republic of Indonesia No. KEP-3104/MP/1979 and article
3 of the Company's scope of activities are in general insurance
service, according to Government Law and Regulation of the
Republic of Indonesia. The Company started commercial
operation on June, 1979.
Page 6
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Informasi Umum (Lanjutan)
1.
PT Asuransi Jasa Tania Tbk berkantor pusat di Wisma Jasa Tania
Jalan Teuku Cik Ditiro No. 14.
PT Asuransi Jasa Tania Tbk's head office is located at Wisma
Jasa Tania, Teuku Cik Ditiro Street No. 14.
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31
Desember 2010 sesuai dengan Akta No. 144 tanggal 27 September
2010 oleh Sutjipto SH, Notaris di Jakarta, terhitung mulai 27
September 2010 adalah sebagai berikut :
The structure of the Company's Directors and the Board of
Commissioners as of December 31, 2010, based on the deed No.
144 dated September 27, 2010 of Sutjipto SH, Notary public in
Jakarta, commencing at September 27, 2010 are as follows :
Dewan Komisaris/
Board of Commissioners
Ir. H. Adi Prasongko
Stanislaus Say, MBA
Komisaris Utama
Komisaris Independen
Sampai dengan pemeriksaan berakhir, Dewan Komisaris tersebut
diatas belum dilakukan uji kepatutan dan kelayakan oleh
Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Plt. Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Plt. Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris Independen
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Until the end of conducted audit, the Board of Commisioners are
not fit and proper test yet by the Ministry of Finance of the
Republic of Indonesia.
Direksi/
Directors
H. Haryanto, SE, AAAI-K
H. Basran Damanik, SE, MM
Buyung Sembiring, SH
Ade Zulfikar, SE. Dipl.Ins.,ACII
2010
2.743.828.542
774.140.000
3.517.968.542
Provisional President Director
Director
Director
Director
The structure of the Company's Directors and the Board of
Commissioners, based on the deed No. 91 dated May 19, 2009 of
Sutjipto SH, Notary public in Jakarta, for the period May 19,
2009 up to Sep 26 2010 are as follows :
Dewan Komisaris/
Board of Commissioners
Drs. H. Soetidja Prawiradinata, Ak
Drs. H. Soetidja Prawiradinata, Ak
Drs. H. Erdam Warganegara
Berikut ini jumlah kompensasi yang diberikan kepada Direksi dan
Dewan Komisaris berupa gaji, tunjangan dan tantiem, dengan
rincian sebagai berikut :
Direksi
Dewan Komisaris
President Commissioner
Independent Commissioner
Direksi/
Directors
H. Basran Damanik, SE, MM
H. Basran Damanik, SE, MM
Buyung Sembiring, SH
Ade Zulfikar, SE. Dipl.Ins.,ACII
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan sesuai dengan
Akta No. 91 tanggal 19 Mei 2009 oleh Sutjipto SH, Notaris di
Jakarta, terhitung mulai 19 Mei 2009 sampai dengan 26 September
2010 adalah sebagai berikut :
Halaman 7
General Information (Continued)
Provisional President Commissioner
Commissioner
Independent Commissioner
President Director
Director
Director
Director
The compensation for the Board of Commissioners and Directors
in the form of salary, allowance and tantiem are as follows :
2009
2.048.288.459
306.845.000
2.355.133.459
Directors
Board of Commissioners
Jumlah karyawan Perusahaan sebanyak 212 dan 210 orang per 31
Desember 2010 dan 2009.
The number of employees are 212 and 210 people, in December
31, 2010 and 2009 respectively.
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010
sesuai dengan Akta No.260 tanggal 29 Mei 2007 oleh Sutjipto SH,
Notaris di Jakarta dan Surat Keputusan Nomor: 002/KEPDK/IX/2006 dari Komisaris PT Asuransi Jasa Tania, Tbk adalah
sebagai berikut :
The members of the Company's Audit Committee as of December
31, 2010, based on the deed No. 260 dated May 29, 2007 of
Sutjipto, SH, Notary Public in Jakarta and the Decision Letter
Number 002/KEP-DK/IX/2006 of Commissioner
PT
Asuransi Jasa Tania Tbk are as follows :
Page 7
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Informasi Umum (Lanjutan)
Ketua (Komisaris Independen)
Anggota
Anggota
1.
Audit Committee
Drs. H. Erdam Warganegara
M. Raymond Buisson, SE
Ramelan Supriady, BSc
Direksi Perusahaan bertanggung jawab menyusun laporan keuangan
dan menyelesaikan pada tanggal 15 Maret 2011.
2.
Kebijakan Akuntansi
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Chairman (Independent Commissioner)
Member
Member
The Company's directors are responsible for the preparation of
the financial statements and completed on March 15, 2011.
2.
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan
laporan keuangan adalah seperti dijabarkan di bawah ini :
Halaman 8
General Information (Continued)
Accounting Policies
The principle accounting policies adopted in the preparation of
these financial statements are set out below:
a.
Basis of Preparation
Laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia, yang meliputi Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan
Akuntan Indonesia, khusus untuk hak dan kewajiban transaksi
asuransi menggunakan PSAK No.28 (revisi 1996) "Akuntansi
Asuransi Kerugian" serta Peraturan Badan Pengawas Pasar
Modal-Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. KEP06/PM/2000 sebagaimana telah dirubah dengan Surat
Keputusan Bapepam dan LK No. KEP.5541/BL/2010.
The financial statements have been prepared in accordance with
accounting principles generally accepted in Indonesia, consisting
among others the Statements of Financial Accounting Standard
(SFAS) established by the Indonesian Institute of Accountants,
especially for rights and obligation of insurance transactions
were use SFAS No.28 (Revised 1996) "the Accounting for General
Insurance" and also the regulation of the Capital Market
Supervisory Agency-Financial Institution (BAPEPAM-LK) of No.
Kep-06/PM/2000 as changed with Decision Letter of the Bapepam
and LK No KEP.5541/BL/2010.
Dasar pengukuran dan penyajian laporan keuangan adalah biaya
historis (harga perolehan), kecuali beberapa akun tertentu
dinyatakan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan
dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disajikan
dengan menggunakan metode akrual.
The basis of measurement in the preparation of these financial
statement is by using the hictorical cost concept, except for
certain account which are measured on the other basis described
in the related accounting policies. The financial statements,
except for the statements of cash flows, are prepared under the
accrual basis accounting.
Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung, dan
arus kas dikelompokkan atas dasar aktifitas operasi, investasi
dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara
kas tidak mencakup, investasi likuid jangka pendek dengan
jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang.
The Statements of cash flows is prepared based on the direct
method by classifying cash flows on the basis of operating,
investing and financing activities. For the purposes of the cash
flow statement, cash and cash equivalents is not included short
term higly liquid investments with original maturities of three
months or less.
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, dibutuhkan estimasi
dan asumsi yang mempengaruhi:
The preparation of financial statements in conformity with
accounting principles generally accepted in Indonesia requires
the use of estimates and assumptions that effects:
-
nilai aset dan kewajiban dilaporkan, dan pengungkapan atas
aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan
keuangan;
- the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of
contingent assets and liabilities at the date of the financial
statements.
-
jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.
- the reported amounts of the revenues and expenses during the
reporting period.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik
manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang
timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
Although these estimates are based on management's best
knowledge of current events and activities, actual results may
differ from those estimates.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, kecuali dinyatakan
secara khusus, disajikan dalam mata uang Rupiah penuh.
Figures in the financial statements are expressed in Rupiah unless
otherwise stated.
Page 8
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
2.
Accounting Policies (Continued)
b. Transaksi Dalam Mata Uang Asing
b.
Foreign currency transaction
(1) Mata uang pelaporan
(1) Reporting currency
Laporan keuangan dijabarkan dalam mata uang Rupiah, yang
merupakan mata uang pelaporan Perusahaan.
The financial statements are presented in Rupiah, which is the
reporting currency of the Company.
(2) Transaksi dan Saldo
(2) Transactions and Balances
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang
Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal
transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter
dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku
pada tanggal neraca.
Transactions denominated in foreign currencies are converted
into Rupiah at the exchange rate prevailing at the date of the
transactions. At the balance sheet date, monetary assets and
liabilities in foreign currencies are translated at the exchange
rate prevailing at that date.
Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs yang timbul dari
transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aset dan
kewajiban moneter dalam mata uang asing, diakui dalam laporan
laba rugi.
Exchange gains and losses arising on transactions in foreign
currencies, and on the translation of foreign currency monetary
assets and liabilities are recognized in the income statements.
c. Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan
Halaman 9
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
c.
Financial Assets and Financial Liabilities
Perseroan telah menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006)
“Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK
No. 55 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran” efektif tanggal 1 Januari 2010.
The Company adopted SFAS No. 50 (2006 Revision) “Financial
Instruments: Presentation and isclosures” and SFAS No. 55 (2006
Revision)
“Financial
Instruments:
Recognition
and
Measurement” effective on 1 January 2010.
Aset keuangan Perseroan terdiri dari investasi, kas dan setara
kas, piutang hasil investasi, piutang lain-lain, dan aset lain-lain.
Kewajiban keuangan Perseroan berupa utang lain-lain. Aset dan
kewajiban keuangan sebagai hak dan kewajiban dari transaksi
asuransi belum diperlakukan sebagai aset keuangan dan
kewajiban keuangan menurut PSAK tersebut diatas.
The Company’s financial assets consist of investment, cash and
cash equivalents, investment income receivables, other
receivables, and other asset. The Company’s financial liabilities
consist of other payables. Financial Asset and liabilities as rights
and liabilities of insurance transactions are not treated as
financial assets and financial liabilities according SFAS above.
Dampak penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan
PSAK No. 55 (Revisi 2006) dijelaskan pada Catatan 38.
The effect of first adoption of SFAS No. 50 (2006 Revision) and
SFAS No. 55 (2006 Revision) is discussed in Note 38.
c.1. Klasifikasi
c.1. Classification
Sejak tanggal 1 Januari 2010, pada saat pengakuan awal,
Perseroan mengelompokkan seluruh aset keuangannya (kecuali
investasi dalam surat berharga) sebagai pinjaman yang diberikan
dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset
keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah
ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Starting 1 January 2010, at initial recognition, the Company
classifies all of its financial assets (except investment in
markeables securities) as loans and receivables.Loans and
receivables are non-derivative financial assets with fixed or
determinable payments that are not quoted in an active market.
Aset keuangan Perseroan berupa investasi dalam bentuk surat
berharga dikelompokkan sebagai aset keuangan untuk
diperdagangkan, dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk
dijual. Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan
non-derivatif yang ditetapkan sebagai kelompok tersedia untuk
dijual atau tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang
diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh
tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi.
The Company’s financial asset in the form of investment in
merketables securities is classified as for trading, held to maturity
and available-for-sale financial assets. Available-for-sale
financial assets are non-derivative financial assets that are
designated as available-for-sale or are not classified as loans and
receivables, for trading, held-to-maturity investments or financial
assets at fair value through profit or loss.
Page 9
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
c. Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan)
Halaman 10
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
c.
Accounting Policies (Continued)
Financial Assets and Financial Liabilities (Continued)
Seluruh kewajiban keuangan Perseroan dikelompokkan sebagai
kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi.
All of the Company’s financial liabilities are classified as
financial liabilities measured at amortized cost.
c.2. Pengakuan
c.2. Recognition
Perseroan pada awalnya mengakui aset keuangan dan kewajiban
keuangan pada tanggal perolehan.
The Company initially recognizes financial assets and financial
liabilities on the date of origination.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau kewajiban
keuangan Perseroan diukur pada nilai wajar ditambah biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas
perolehan aset keuangan atau penerbitan kewajiban keuangan.
Pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan setelah
pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya.
At initial recognition, the Company’s financial assets or financial
liabilities are measured at fair values plus transaction costs that
are directly attributable to the acquisition of financial assets or
issue of financial liabilities. The subsequent measurement of
financial assets and financial liabilities depends on their
classification.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset
keuangan atau penerbitan suatu kewajiban keuangan dan
merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila
instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan.
Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah
yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan untuk
kewajiban keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah
utang yang diakui pada awal pengakuan kewajiban.
Transaction costs include only those costs that are directly
attributable to the acquisition of a financial asset or issue of a
financial liability and they are incremental costs that would not
have been incurred if the instrument had not been acquired or
issued. In the case of financial assets, transaction costs are added
to the amount recognized initially, while for financial liabilities,
transaction costs are deducted from the amount of debt
recognized initially.
Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang,
serta aset keuangan tersedia untuk dijual yang tidak memiliki
harga kuotasi dicatat pada biaya perolehan.
Subsequent to initial recognition, loans and receivables, and
available-for-sale of unquoted financial assets are measured at
cost.
Setelah pengakuan awal, kewajiban keuangan dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
Subsequent to initial recognition, financial liabilities are
measured at amortized cost using the effective interest method.
c.3. Penghentian pengakuan
c.3. Derecognition
Perseroan menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak
kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan
tersebut kadaluwarsa, atau Perseroan mentransfer seluruh hak
untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam
transaksi dimana Perseroan secara substansial telah mentransfer
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang
ditransfer. Setiap hak atau kewajiban atas aset keuangan yang
ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perseroan
diakui sebagai aset atau kewajiban secara terpisah.
The Company derecognizes a financial asset when the contractual
rights to the cash flows from the asset expire, or it transfers the
rights to receive the contractual cash flows on the financial asset
in a transaction in which substantially all the risks and rewards of
ownership of the financial asset are transferred. Any interest in
transferred financial assets that is created or retained by the
Company is recognized as a separate asset or liability.
Perseroan menghentikan pengakuan kewajiban keuangan pada
saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
The Company derecognizes a financial liability when its
contractual obligations are discharged or cancelled or expired.
Page 10
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
c. Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan)
Halaman 11
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
c.
Accounting Policies (Continued)
Financial Assets and Financial Liabilities (Continued)
c.3. Penghentian pengakuan (Lanjutan)
c.3. Derecognition (Continued)
Dalam transaksi dimana Perseroan secara substansial tidak
memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan, Perseroan menghentikan pengakuan
aset tersebut jika Perseroan tidak lagi memiliki pengendalian
atas aset tersebut. Hak dan kewajiban yang timbul atau yang
masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah
sebagai aset atau kewajiban. Dalam transfer dimana
pengendalian atas aset masih dimiliki, Perseroan tetap mengakui
aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan,
yang ditentukan oleh besarnya perubahan nilai aset yang
ditransfer.
In transactions where the Company neither retains nor transfers
substantially all the risks and rewards of ownership of a financial
asset, the Company derecognizes the asset if it does not retain
control over the asset. The rights and obligations retained in the
transfer are recognized separately as assets and liabilities as
appropriate. In transfers where control over the asset is retained,
the Company continues to recognize the asset to the extent of its
continuing involvement, determined by the extent to which it is
exposed to changes in the value of the transferred asset.
Perseroan menghapusbukukan saldo piutang pada saat Perseroan
menentukan bahwa aset tersebut tidak dapat ditagih lagi.
Penerimaan atau pemulihan kembali atas aset keuangan yang
telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain.
The Company writes off a receivables when the Company
determines that the asset is uncollectible. Collection or recovery
of financial assets which had been charged-off is recorded as
other income.
c.4. Saling hapus
c.4. Offsetting
Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai
bersihnya disajikan dalam neraca jika, dan hanya jika, Perseroan
memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan kewajibannya secara simultan.
Financial assets and liabilities shall be offset and the net amount
is presented in the balance sheet when and only when, the
Company has a legal enforceable right to set off the amounts and
intends either to settle on a net basis or to realize the asset and
settle the liability simultaneously.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah bersih hanya jika
diperkenankan oleh standar akuntansi.
Income and expense are presented on a net basis only when
permitted by accounting standards.
c.5. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi
c.5. Amortized cost measurement
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau kewajiban
keuangan adalah jumlah aset atau kewajiban keuangan yang
diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok,
ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan
menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari
selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dikurangi
penyisihan kerugian penurunan nilai.
The amortized cost of a financial asset or liability is the amount at
which the financial asset or liability is measured at initial
recognition, minus principal repayments, plus or minus the
cumulative amortization using the effective interest method of any
difference between the initial amount recognized and the maturity
amount, minus any reduction for impairment.
c.6. Pengukuran nilai wajar
c.6. Fair value measurement
Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan,
atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami
dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm's
length transaction) pada tanggal pengukuran.
Fair value is the amount for which an asset could be exchanged,
or a liability settled, between knowledgeable, willing parties in an
arm's length transaction on the measurement date.
Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar instrumen
keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif
untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga
kuotasi sewaktu-waktu dan secara berkala tersedia dan
mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu
transaksi yang wajar.
When available, the Company measures the fair value of an
instrument using quoted prices in an active market for that
instrument. A market is regarded as active if quoted prices are
readily and regularly available and represent actual and
regularly occurring market transactions on an arm's length basis.
Page 11
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
c. Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
c.
Accounting Policies (Continued)
Financial Assets and Financial Liabilities (Continued)
c.6. Pengukuran nilai wajar (Lanjutan)
c.6. Fair value measurement (Continued)
Jika pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, Perseroan
menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian.
Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini
yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang memahami,
berkeinginan, dan jika tersedia, referensi atas nilai wajar terkini
dari instrument lain yang secara substansial sama, penggunaan
analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan model
penetapan harga opsi (option pricing model). Teknik penilaian
yang dipilih memaksimalkan penggunaan input pasar, dan
meminimalkan penggunaan taksiran yang bersifat spesifik dari
Perseroan,
memasukkan
semua
faktor
yang
akan
dipertimbangkan oleh para pelaku pasar dalam menetapkan
suatu harga dan konsisten dengan metodologi ekonomi yang
diterima dalam penetapan harga instrument keuangan. Input
yang digunakan dalam teknik penilaian secara memadai
mencerminkan ekspektasi pasar dan ukuran atas faktor risiko
dan pengembalian (risk-return) yang melekat pada instrumen
keuangan. Perseroan mengkalibrasi teknik penilaian dan
menguji validitasnya dengan menggunakan
If a market for a financial instrument is not active, the Company
establishes fair value using a valuation technique. Valuation
techniques include using recent arm's length transactions between
knowledgeable and willing parties, and if available, reference to
the current fair value of other instruments that are substantially
the same, discounted cash flows analysis and option pricing
models. The chosen valuation technique makes maximum use of
market inputs, relies as little as possible on estimates specific to
the Company, incorporates all factors that market participants
would consider in setting a price, and is consistent with accepted
economic methodologies for pricing financial instruments. Inputs
to valuation techniques reasonably represent market expectations
and measures of the risk-return factors inherent in the financial
instrument. The Company calibrates valuation techniques and
tests them for validity using prices from observable current
market transactions in the same instrument or based on other
available observable market data.
harga-harga dari transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi
untuk instrument yang sama atau atas dasar data pasar lainnya
yang tersedia yang dapat diobservasi.
Halaman 12
Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari
pembayaran yang diberikan atau diterima, kecuali jika nilai
wajar dari instrumen keuangan tersebut ditentukan dengan
perbandingan dengan transaksi pasar terkini yang dapat
diobservasi dari suatu instrumen yang sama (yaitu tanpa
modifikasi atau pengemasan ulang), atau berdasarkan suatu
teknik penilaian yang variabelnya hanya menggunakan data dari
pasar yang dapat diobservasi. Jika harga transaksi memberikan
bukti terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal, maka
instrumen keuangan pada awalnya diukur pada harga transaksi
dan selisih antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya
diperoleh dari model penilaian diakui dalam laporan laba rugi
setelah pengakuan awal tergantung pada masing-masing fakta
dan keadaaan dari transaksi tersebut namun tidak lebih lambat
dari saat penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar
yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup.
The best evidence of the fair value of a financial instrument at
initial recognition is the transaction price, i.e, the fair value of the
consideration given or received, unless the fair value of that
instrument is evidenced by comparison with the other observable
current market transactions in the same instrument (i.e., without
modification or repackaging), or based on a valuation technique
whose variables include only data from observable markets. When
transaction price provides the best evindence of fair value at
initial recognition, the financial instrument is initially measured
at the transaction price and any difference between this price and
the value initially obtained from a valuation model is
subsequently recognized in the statement of income depending on
the individual facts and circumstances of the transaction but not
later than when the valuation is supported wholly by observable
market data or the transaction is closed out.
Nilai wajar mencerminkan risiko kredit atas instrumen keuangan
dan termasuk penyesuaian yang dilakukan untuk memasukkan
risiko kredit Perseroan dan pihak lawan, mana yang lebih sesuai.
Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari model penilaian akan
disesuaikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lainnya,
seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model penilaian,
sepanjang Perseroan yakin bahwa keterlibatan suatu pasar pihak
ketiga akan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam
penetapan harga suatu transaksi.
Fair values reflect the credit risk of the instrument and include
adjustments to take account of the credit risk of the Company and
counterparty where appropriate. Fair value estimates obtained
from models are adjusted for any other factors, such as liquidity
risk or model uncertainties, to the extent that the Company
believes a third-party market participation would take them into
account in pricing a transaction.
Page 12
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
c. Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
c.
Financial Assets and Financial Liabilities (Continued)
c.7. Reklasifikasi
c.7. Reclassification
Aset keuangan selain pinjaman dan piutang dimungkinkan
untuk direklasifikasi diluar kategori untuk diperdagangkan
hanya dalam situasi yang jarang terjadi yang timbul dari satu
peristiwa yang tidak biasa dan sangat jarang terulang lagi dalam
jangka pendek. sebagai tambahan, Perseroan bisa memilih untuk
mereklasifikasi aset keuangan yang memenuhi definisi pinjaman
dan piutang selain dari kategori untuk diperdagangkan atau
tersedia untuk dijual jika Perusahaan mempunyai intensi dan
kemampuan untuk memiliki aset keuangan untuk jangka waktu
yang lama atau sampai jatuh tempo pada tanggal reklasifikasi.
Financial assets other than loans and receivables are permitted to
be reclassified out of the held-for trading category only in rare
circumstances arising from a single event that is unusual and
highly unlikely to recur in the near-term. In addition, the
Company may choose to reclassify financial assets that would
meet the definition of loans and receivables out of the held-fortrading or available-for-sale categories if the Company has the
intention and ability to hold these financial assets for the
foreseeable future or until maturity at the date of reclassification.
Reklasifikasi dilakukan pada nilai wajar pada tanggal
reklasifikasi. Nilai wajar menjadi biaya perolehan baru atau
biaya perolehan diamortisasi, mana yang dapat diterapkan, dan
tidak ada pencatatan kembali laba atau rugi yang dicatat
sebelum tanggal reklasifikasi yang sebelumnya dibuat. Tingkat
bunga efektif aset keuangan yang direklasifikasi ke kelompok
pinjaman dan piutang, dan dimiliki hingga jatuh tempo
ditentukan pada tanggal reklasifikasi. Selanjutnya, kenaikan
estimasi arus kas disesuaikan dengan tingkat bunga efektif
secara prospektif.
Reclassifications are made at fair value as of the reclassification
date. Fair value becomes the new cost or amortised cost as
applicable, and no reversals of fair value gains or losses recorded
before reclassification date are subsequently made. Effective
interest rates for financial assets reclassified to loans and
receivables and held-to-maturity categories are determined at the
reclassification date. Further increases in estimates of cash flows
adjust effective interest rates prospectively.
Dalam tahun 2010, Perseroan mereklasifikasi aset keuangan dari
kelompok dimiliki hingga jatuh tempo kedalam tersedia untuk
dijual. Aset keuangan tersebut tidak lagi dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi dikurangi dengan penurunan nilai tetapi
diukur pada nilai wajar.
In 2010, the Company has reclassified several financial assets out
of the held to maturity into the available-for-sale category. Those
financial assets are no longer amortised cost less impairent
valued but measured at fair value.
Lihat catatan no 5.d.3 atas laporan keuangan untuk informasi
lebih lanjut mengenai reklasifikasi aset keuangan.
See Note 5.d.3 for more information regarding the financial assets
reclassified.
d. Piutang Premi dan Penyisihan Piutang ragu-ragu
d.
Piutang premi diakui pada saat polis diterbitkan sebesar nilai
nominal. Umur piutang premi diklasifikasikan : sampai dengan
60 hari dan diatas 60 hari. Penyisihan piutang ragu-ragu,
ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas kolektibilitas saldo
piutang pada akhir tahun. Piutang dihapuskan dalam periode
dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih setelah
mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.
Penerimaan (pemulihan) kembali piutang yang telah dihapuskan
(write-off) , diakui dalam laporan laba rugi.
e. Aset Tetap
Awalnya suatu aset tetap diukur sebesar biaya perolehan, yang
terdiri dari harga perolehannya dan biaya-biaya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai
dengan keinginan dan maksud manajemen, serta estimasi awal
biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi
lokasi aset. Biaya perolehan suatu aset yang dibangun sendiri
ditentukan dengan menggunakan prinsip yang sama
sebagaimana perolehan asset dengan pembelian atau cara lain.
Halaman 13
Accounting Policies (Continued)
Premium Receivables and Allowance for Doubtfull Accounts
Premium receivables are recognized when the insurance policies
are issued at par value. The aging of preimum receivables are
classified : up to 60 days and over 60 days. The Company provide
allowance for doubtfull accounts based on a review of receivables
collectibility at end of year. Premium receivables are written off
in the period which they are determined to be not collectible, and
approved by Shareholders General Meeting. Cash received
(recovery) from premium receivables which it already written off,
is recognized in the Income Statements.
e.
Property, Plant and Equipment
Initially, an item of property plant and equipment is measured at
its cost, which comprises its purchase price and any cost directly
attributable to bringing the assets to the location and condition
necessary for it to be capable of operating in the manner intended
by management, and also include the initial estimate of the costs
of dismantling and removing the item and restoring the site on
which it is located. The cost of self-constructed asset/s is
determined using the same principles as for an acquired asset.
Page 13
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
2.
Accounting Policies (Continued)
e. Aset Tetap (Lanjutan)
e.
Property, Plant and Equipment (Continued)
Biaya-biaya setelah perolehan awal seperti penggantian
komponen dan inspeksi yang signifikan, diakui dalam jumlah
tercatat aset tetap jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di
masa depan akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut
dapat diukur secara andal. Sisa jumlah tercatat biaya komponen
yang diganti atau biaya inspeksi terdahulu dihentikan
pengakuannya. Biaya perawatan sehari-hari aset tetap diakui
sebagai beban pada saat terjadinya.
Subsequent expenditures such as replacement and major
inspection are added to the carrying amount of the asset when it is
probable that future economic benefits will flow to the Company
and the cost of the item can be measured reliably. The carrying
amount of those parts that are replaced or any remaining
carrying amounts of the cost of the previous inspection is
derecognized. The costs of day-to-day servicing of an asset are
recognized as an expense in the period in which they are incurred.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode saldo
menurun ganda kecuali bangunan menggunakan metode garis
lurus selama masa manfaat.
Depreciation is computed using the double declining balance
method, except for the buildings using straight line method over
their usefull lives..
Tanah diakui sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Beban-beban tertentu sehubungan dengan perolehan atau
perpanjangan hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang tahun yang
lebih pendek antara hak atas tanah atau umur ekonomis tanah.
Beban ditangguhkan ini disajikan dalam akun “Aset Lain-lain”
pada neraca .
Land is stated at cost and is not depreciated. Certain costs
associated with the acquisition or renewal of legal titles on the
landrights are deferred and amortized using the (straight-line
method over the legal term of the landrights or economic life of
the land, whichever is shorter. These deferred costs are presented
under “Other Assets” in the balance sheet.
Estimasi masa manfaat aset tetap adalah sebagai berikut:
The estimated useful lives of the assets are as follows:
Kelompok
Bangunan
Kendaraan bermotor
Peralatan dan perabot kantor
Perabot dan perlengkapan mess
Halaman 14
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Tarif penyusutan per tahun /
Depreciation rates per annum
5% atau 20 tahun / 5% or 20 years
50% atau 4 tahun / 50% or 4 years
25 % atau 8 tahun / 25% or 8 years
25 % atau 8 tahun / 25% or 8 years
Class
Buildings
Motor vehicles
Office equipment and furniture
Mess furniture and fixtures
Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di-review
setiap akhir tahun buku untuk memastikan nilai residu, umur
manfaat dan metode depresiasi diterapkan secara konsisten
sesuai dengan ekspektasi pola manfaat ekonomis dari aset
tersebut.
The residual values, useful lives and depreciation method are
reviewed at each balance sheet date to ensure that such residual
values, useful lives and depreciation method are consistent with
the expected pattern of economic benefits from those assets.
Ketika suatu aset dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya, biaya perolehan dan akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada, dikeluarkan dari akun
tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset tetap akan dimasukkan dalam laporan laba rugi.
When an asset is disposed of or when no future economic benefits
are expected from its use or disposal, the cost and accumulated
depreciation and accumulated impairment losses, if any, are
removed from the accounts. Any resulting gain or loss from
derecognition of an item of property, plant and equipment is
included in the (consolidated) profit and loss.
Perusahaan memilih untuk menerapkan model biaya, sehingga
aset tetap Perusahaan dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusustan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset,
jika ada.
The Company chose to adopt the cost model; accordingly, the
Company’s property plant and equipment, are carried at cost less
accumulated depreciation and accumulated impairment losses, if
any.
Page 14
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
2.
Accounting Policies (Continued)
f. Piutang Reasuransi dan Penyisihan Piutang Reasuransi
ragu-ragu
f.
Reinsurance Receivables and Allowance for Doubtfull Accounts
Piutang reasuransi diakui pada saat timbulnya tagihan kepada
perusahaan reasuradur sebesar nilai nominal. Untuk mengurangi
Risiko penutupan polis asuransi, Perusahaan mereasuransikan
sebagian Risiko polis yang ditutupnya ke perusahaan reasuransi
dan tidak mengakui ganti rugi atas klaim asuransi yang menjadi
tanggungan perusahaan reasuradur.
Reinsurance receivable are recognized at nominal value when
debit note are issued to reinsurer company. To reduce its
underwriting risk, the company reinsures some of policy risk to
reinsurer / insurance company for which the company is not
liable.
Jika Perusahaan asuransi lain dan Perusahaan reasuransi tidak
dapat memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian
reasuransi, maka Perusahaan memiliki kewajiban kontijensi atas
seluruh klaim tersebut. Perjanjian reasuransi yang dimiliki
Perusahaan meliputi perjanjian reasuransi treaty proporsional
dan non proporsional (excess of loss), maupun perjanjian
reasuransi fakultatif. Dalam proses reasuransi, Perusahaan dapat
melakukan melalui treaty baik secara proporsional maupun non
proporsional (excess of loss) serta perjanjian reasuransi
fakultatif. Umur piutang reasuransi diklasifikasikan : sampai
dengan 60 hari dan diatas 60 hari.
To the extent that the reinsures are unable to meet their
obligations under the reinsurance agreements, the Company is
contingently liable for all such losses. The Company has
proportional and non proportional treaty reinsuranse, and
faculative reinsurance agreement. In reinsurance process, the
Company may enter into otomatic reinsuranse agreement treaty
type both proportional and non proportional (excess of loss) or
facultative reinsurance agreement. The aging of reinsurance
receivables are classified up to 60 days, and above 60 days.
Penyisihan piutang reasuransi ditentukan berdasarkan hasil
penelahaan atas kolektibilitas piutang reasuransi pada setiap
akhir tahun. Piutang reasuransi dihapuskan dalam periode
dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih setelah
mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.
Penerimaan (pemulihan) kembali piutang reasuransi yang telah
dihapuskan (write off), diakui dalam laporan laba rugi.
The Company provide allowance for doubtfull accounts based on
a review of reinsurance receivables collectibility at end of year.
Reinsurance premium receivables are written off in the period
which they are determined to be not collectible, and approved by
Shareholders General Meeting. Cash received (recovery) from
reinsurance receivables which it already written off is recognized
in the Income Statements.
g. Pengakuan Pendapatan Premi dan Premi Yang Belum
Merupakan Pendapatan
Halaman 15
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
g.
Premium Income Recognition and Unearned Premium Reserves
g.1. Pendapatan Premi
g.1. Premium Revenue
Premi yang diperoleh sehubungan dengan kontrak asuransi dan
reasuransi diakui sebagai pendapatan selama periode polis
(kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan.
Premi dari polis penutupan bersama (ko asuransi) diakui sebesar
pangsa premi yang diterima oleh Perusahaan. Premi yang
menjadi hak reasuradur diakui sebagai premi reasuransi selama
periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi
yang diperoleh.
Premium earned from insurance and reinsurance contracts are
recognized as revenue for periode covered by the policy base on
the portion of protection covered. Premium from closed joint
policies (co insurance) is recognized for share of premium
received by the Company. Reinsurer's right on premium
regocnized as reinsurance premium during contract period
proportionally to protection covered.
g.2. Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan
g.2. Unearned premium
Premi yang belum merupakan pendapatan dihitung sekurangkurangnya 10% dari premi neto untuk polis dengan masa
pertanggungan kurang dari 1 (satu) bulan dan 40% dari premi
neto untuk polis dengan masa pertanggungan lebih dari 1 (satu)
bulan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 424/KMK.06/2003 tanggal 30 September
2003.
Unearned premium is determined not less than 10% of net
premium for policy with covered period of one month or less and
40% of net premium for policy with coverage period of more than
one month based on the Decree of the Minister of Finance No.
424/KMK.06/2003 dated September 30, 2003.
Page 15
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
2.
Accounting Policies (Continued)
h. Pengakuan Beban Klaim dan Estimasi Klaim Retensi
Sendiri
h.
Claims Expense
Recognition
and
Estimated
Own Retention
Claims
h.1. Beban Klaim
h.1. Claims Expense
Beban klaim meliputi klaim yang disetujui (settled claims) ,
klaim dalam proses penyelesaian termasuk klaim yang terjadi
namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim. Klaim
diakui sebagai beban pada saat timbulnya kewajiban untuk
memenuhi klaim. Bagian klaim yang diterima dari reasuradur
diakui dan dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode
yang sama dengan periode pengakuan beban klaim.
Claim expense consist of settled claims, claims in progress to
settle include claims already incurred but not yet reported, and
settlement claims expense. Claims expenses is recognized when
the claims become payable to the Company. The portion of claims
expense received from a reinsurance company is recognized and
recorder as a deduction to claims expense in the same period of
claim expense recognization.
Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi menunjukkan
jumlah klaim bruto, klaim reasuransi dan kenaikan (penurunan)
estimasi klaim retensi sendiri. Klaim reasuransi disajikan
sebagai pengurang klaim bruto.
Presentation of claims expense in income statement shows total
gross claims, reinsurance claims, and increase (decrease) in
estimated own retention claims. Reinsurance claims is presented
as deduction of gross claims expense.
h.2. Estimasi Klaim Retensi Sendiri
h.2. Estimated Own Retention Claims
Estimasi klaim retensi sendiri dihitung atas dasar estimasi
kewajiban retensi sendiri dari klaim pada tanggal neraca yang
masih dalam proses penyelesaian termasuk klaim yang sudah
terjadi namun belum dilaporkan (incurred but not yet reported) .
Perubahan dalam estimasi klaim retensi sendiri diakui dalam
laporan laba rugi periode terjadinya perubahan. Kenaikan
(penurunan) estimasi klaim retensi sendiri merupakan selisih
estimasi klaim retensi sendiri periode berjalan dan periode lalu.
Estimated own retention claims are detemined based on estimated
liabilities on claims in progress of settlement as at balance sheet
date, including estimated claims already incurred but not yet
reported. Movements in estimated own retention claims are
recognized in income statements in the period its occurred.
Changes in estimated own retention claims are the difference
between own retention claims for current period with those of
prior period.
i. Beban Komisi dan Beban Usaha
i.
Commisions and Operating Expenses
i.1. Beban Komisi
i.1. Commisions Expense
Komisi yang diberikan kepada pialang asuransi, agen dan
perusahaan asuransi lain sehubungan dengan penutupan
pertanggungan dicatat sebagai beban komisi, sedangkan komisi
yang diterima dari transaksi reasuransi dicatat sebagai
pengurang beban komisi dibayar.
Commisions paid to reinsurance broker, agent and other
insurance companies are recorded as commission expense.
Commissions received from reinsurance transaction are recorded
as deduction of commission expense.
i.2. Beban Usaha
i.2. Operating Expense
Beban usaha dan beban lain-lain diakui pada saat terjadinya
beban yang bersangkutan (accrual basis) .
Operating and other expense are recognized at the period in
which the transactions are incurred (accrual basis).
j. Perpajakan
Halaman 16
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
j.
Tax
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam
periode bersangkutan yang dihitung tarif pajak yang berlaku.
Current tax expense is determined based on the taxable income
for the year computed using prevailing tax rates.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi
pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah
tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan
dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak
tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak
dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang
boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa
datang.
Deffered tax assets and liabilities are recognized for the future tax
consequences attributable to differences between the financial
statement carrying amounts of existing assets and liabilities and
their respective tax bases. Deffered tax liabilities are recognized
for all taxable temporary differences and deffered tax assets are
recognized for deductible temporary differences to the extent that
it is probable that taxable income will be available in future
periods against which the deductable temporary differences can
be utilized.
Page 16
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
Halaman 17
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
2.
Accounting Policies (Continued)
k. Imbalan Pasca Kerja
k.
Post-employment benefits
Imbalan kerja jangka pendek
Short-term employees’ benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada
karyawan berdasarkan metode akrual.
Short-term employees’ benefits are recognized whenthey are owed
to the employees based on an accrual method.
Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja
Long-term and post-employment benefits
Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja, seperti
pensiun, uang pesangon, uang penghargaan dan imbalan lainnya,
dihitung berdasarkan “Peraturan Perseroan” yang telah sesuai
dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“UU
13/2003”).
Long-term and post-employment benefits, such as pension,
severance pay, service pay and other benefits, are calculated in
accordance with “Company Regulation” which is in line with
Labour Law No. 13/2003 (“Law 13/2003”).
Kewajiban imbalan pasca-kerja yang diakui di neraca dihitung
berdasarkan nilai kini dari estimasi kewajiban imbalan pascakerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan
oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan
nilai wajar aset bersih dana pensiun. Perhitungan dilakukan oleh
aktuaris independen dengan metode projected-unit-credit .
The obligation for post-employment benefits recognized in the
balance sheet is calculated at present value of estimated future
benefits that the employees have earned in return for their
services in the current and prior years, deducted by any plan
assets. The calculation is performed by an independent actuary
using the projected-unit-credit method.
Ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi kenaikan atau
penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah
diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau
dikreditkan ke dalam laporan laba rugi dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method ) selama rata-rata sisa
masa kerja karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak
karyawan (vested ). Imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak
karyawan diakui segera sebagai beban dalam laporan laba rugi.
When the benefits of a plan change, the portion of the increased
or decreased benefits relating to past services by employees is
charged or credited to the statement of income on a straight-line
method over the average remaining service period until the
benefits become vested. To the extent that the benefits vest
immediately, the expense is recognized immediately in the
statement of income.
Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai pendapatan
atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuaria
bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan
sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasca-kerja
pada tanggal tersebut.
Actuarial gains or losses are recognized as income or expense
when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at
the end of the previous reporting year exceeded 10% of the
present value of the defined benefit obligation at that date.
Keuntungan atau kerugian diakui dengan menggunakan metode
garis lurus selama sisa masa kerja rata-rata karyawan. Jika tidak,
keuntungan atau kerugian aktuaria tidak diakui.
These gains or losses are recognized on a straight-line method
over the average remaining working lives of the employees.
Otherwise, the actuarial gains or losses are not recognized.
Perseroan telah memiliki program iuran pasti yang mana
Perseroan membayar iuran ke dana pension lembaga keuangan
yang dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penghasilan
tetap yang diterima karyawan yang sudah memenuhi criteria
yang ditetapkan Perseroan. Iuran dibebankan ke dalam laporan
laba rugi pada saat terhutang.
The Company has a defined contribution program where the
Company pays contributions to a financial institution pension
plan which is calculated at a certain percentage of fixed income of
employees who meet the Company’s criteria. The contributions
are charged to the statement of income as they become payable.
Kewajiban imbalan kerja jangka panjang lainnya
Other long-term employment benefits
Perseroan memberikan imbalan kerja jangka panjang lainnya
berupa tunjangan cuti besar yang ditentukan sesuai dengan
Peraturan Perseroan. Perkiraan beban imbalan ini dihitung dan
diakui sepanjang masa kerja karyawan dengan menggunakan
metode yang diterapkan dalam menghitung kewajiban imbalan
pasca-kerja. Kewajiban ini dihitung setiap tahun oleh aktuaris
independen.
The Company provides other long-term employment benefits in the
form of long service leave award which is determined in
compliance with the Company’s Regulation. The expected costs of
these benefits are calculated and recognized over the year of
employment, using a method which is applied in calculating
obligation for post-employment benefits. These obligations are
calculated annually by an independent actuary.
Page 17
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
2.
Accounting Policies (Continued)
k. Imbalan Pasca Kerja (Lanjutan)
k.
Post-employment benefits (Continued)
Pesangon pemutusan kontrak kerja
Termination benefits
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika karyawan
dihentikan kontrak kerjanya sebelum usia pensiun normal.
Perseroan mengakui pesangon ketika Perseroan menunjukkan
komitmennya untuk memutuskan kontrak kerja dengan
karyawan berdasarkan suatu rencana formal terperinci yang
kecil kemungkinannya untuk dibatalkan. Pesangon yang akan
dibayarkan dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal
neraca didiskontokan untuk mencerminkan nilai kini.
Termination benefits are payable when the employment of an
employee is terminated before the normal retirement age. The
Company recognizes termination benefits when it demonstrates
its commitment toterminate the employment of employees
according to a detailed formal plan and the possibility to
withdraw the plan is remote. Benefits falling due more than 12
months after the balance sheet date are discounted to reflect its
present value.
l. Pihak - pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
l.
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa. Sesuai dengan Pernyataan
Standar Akuntansi No.7, pengungkapan pihak pihak yang
mempunyai hubungan istimewa.
The Company has entered transactions with related parties.In
accordance with Statement of Financial Accounting Standard
(PSAK) No. 7, Related Partie Disclosure.
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa, baik yang dilaksanakan dengan ataupun
tidak dilaksanakan dengan syarat serta kondisi normal yang
sama untuk pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa,
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
The nature of transactions and balances of accounts with related
parties, whether or not transacted at normal terms and conditions
similar to those with non-related parties, are disclosed in the
notes to the financial statements.
m. Laba Bersih per Saham
m.
Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih
dengan jumlah rata-rata saham yang beredar pada tahun yang
bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang
ditempatkan dan disetor sebanyak 300.000.000 saham.
n. Informasi Segmen
Halaman 18
Related parties
Net Earnings per Share
Net earning per share are calculated by dividing net income by
the weighted average number of outstanding shares for the year.
The weighted average number of outstanding shares were
300.000.000.
n.
Segment Information
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi
yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Bentuk primer informasi segmen adalah segmen usaha,
sedangkan informasi segmen sekunder adalah adalah segmen
geografis.
Segment information prepare in accordance with accounting
policies adopted for preparing and presenting in financial
statements. The primary segment information is business segment
and while secondary segmen information is geographical
segment.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat
dibedakan dalam menghasilkan suatu produk atau jasa (baik
produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa
terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang
berbeda dengan risiko dengan dan imbalan segmen lain.
A business segment is distinguishable component of a company
that is enganged in providing products or services (both
individual product or service, or a group of related products or
services) and that is subject to risk and returns that are different
from those of other business segments.
Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat
dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada
lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu, dan komponen itu
memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan
imbalan yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi
lain.
Geographical segment is a distinguishable component of a
company that is enganged in providing products or services
within a particular economic environment, and that is subject to
risk and return that are different from those of components
operating in other economic environment.
Page 18
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
Halaman 19
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi Akan Berlaku
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. The Statements of Financial Accounting Standards revised will
be effectivelly
Berikut ini ikhtisar Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
(DSAK) dan relevan untuk Perusahaan, yang belum berlaku efektif
pada periode laporan keuangan:
Below the summaries of Statement of Financial Accounting
Standard (SFAS) which its issued by the Financial Accounting
Standards Boards and those standards have not yet effectived at
the financial statement periode but relevant for the Company:
a. PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan”
menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan
umum (general purpose financial statements) agar dapat
dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya
maupun dengan laporan keuangan entitas lain.
a SFAS No 1 (Revised), "The Presentation of Financial Statements"
. stated basics of the presentation of financial statements for
general purpose in order to comparable both of previously period
of the financial statements and the financial statements of other
entity.
b. PSAK No. 2 (Revisi 2009), “Laporan Arus Kas”, memberikan
pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas
dan setara kas melalui arus kas yang mengklasifikasikan arus kas
berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu
periode.
b SFAS No 2. (Revised 2009). " Statements of Cash Flow", provide a
. set of rules concerning historical movement in cash and cash
equivalent throught cash flow which classified cash flow based on
operational, investment and financing activities in one period.
c. PSAK No. 4 (Revisi 2009), “Laporan Keuangan Konsolidasian dan
Laporan Keuangan Tersendiri”. Akan diterapkan dalam penyusunan
dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok
entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk dan
dalam akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian
bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan
tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan.
c. SFAS No 4. (Revised 2009), "Consolidated Financial Statement
and Owned Financial Statement", will be adopted in composing
and presenting consolidated financial statement for group of
entities under one control of a parent entities and in investment
accounting in subsidiaries entities, and associated entities when
own financial statement was oresented as an informations.
d. PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. Informasi segmen
diungkapkan untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis
yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas
beroperasi.
d. SFAS No 5 (Revised 2009), Segment Operation".
Informations are disclosure for enable user of financial
to evaluated nature and effects of financial from
activities where the entities involved and the
environment.
e. PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihakpihak yang berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan
konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri entitas induk, dan
juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual.
Penerapan dini diperkenankan.
e. SFAS No.7 (Revised 2010), "Disclosure Related Parties", is
require a disclosure of relation, transactions and accounts
balance of related parties, include commitment, in consolidated
financial statements and parent financial statements, and also
adopted to individual financial statetment. it is allowed to early
adopted.
f. PSAK No. 19 (Revisi 2010), “Aset Tidak Berwujud”. Menentukan
perlakuan akuntansi bagi aset tidak berwujud yang tidak diatur
secara khusus dalam PSAK lain. Mensyaratkan untuk mengakui aset
tidak berwujud jika, dan hanya jika, kriteria tertentu dipenuhi, dan
juga mengatur cara mengukur jumlah tercatat dari aset tidak
berwujud dan pengungkapan yang berhubungan.
f. SFAS No 19 (Revised 2010), "Intangible Assets", is determines
accounting treatment for intangible assets that it is not specially
ruled in other SFAS. Its require to recoqnise intangible assets, if
and only if, its fullfil certain criteria, and put in order how to
measure the recorded amount of intangible assets and related
disclosure.
g, PSAK No. 22 (Revisi 2010), “Kombinasi Bisnis”. Diterapkan untuk
transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi kombinasi
bisnis guna meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding
informasi yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan
keuangannya tentang kombinasi bisnis dan dampaknya.
g. SFAS No. 22 (Revised 2010), " Business Combination",
implemented for transactions or other events that satisfy a
definition of business combination to encourage relevance,
reliable and comparable of informations is delivered by reporting
entity in its financial statements concerning business combination
and effect.
Segment
statement
business
economic
Page 19
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
4.
Halaman 20
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi Akan Berlaku
(Lanjutan)
3. The Statements of Financial Accounting Standards revised will
be effectivelly (Continued)
h. PSAK No. 23 (Revisi 2010), “Pendapatan”. Mengidentifikasikan
keadaan saat kriteria mengenai pengakuan pendapatan akan
terpenuhi, sehingga pendapatan akan diakui. Mengatur perlakuan
akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian
tertentu. Memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria
mengenai pengakuan pendapatan.
h. SFAS No.23 (Revised 2010), "Revenue" its identify a situation of
the moment of criteria concerning revenue recognition will be
satisfied, and then revenues are recoqnised. Its ruling accounting
treatment of revenue from transactions and certain events. Giving
practical guidance in implementing critera of revenue
recognition.
i. PSAK No. 48 (Revisi 2009), “Penurunan Nilai Aset”. Menetapkan
prosedur-prosedur yang diterapkan agar aset dicatat tidak melebihi
jumlah terpulihkan dan jika aset tersebut terjadi penurunan nilai,
rugi penurunan nilai harus diakui.
i. SFAS No 48 (Revised 2009), "Impairment of Assets Value", setting
implemented procedures in order to record over recovery amounts
and if that asset has a decreasing value, then loss of decreasing
value has to be recoqnised.
j. PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan
Aset Kontinjensi”. Bertujuan untuk mengatur pengakuan dan
pengukuran provisi, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi
serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan untuk memungkinkan para
pengguna memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan
informasi tersebut.
j. SFAS No 57 (Revised 2009), "Provision, Contingent Liability and
Contingent Assets, purposing to put in order recoqnition and
measurement of provision, contingent liability and contingent
asset and to certainty that all relevant informations disclosured in
the note to financial statements to enable users understand nature,
time and amount of that related information.
k. Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) No. 14, “Aset
Tidak Berwujud – Biaya Situs”. Situs web yang muncul dari
pengembangan dan digunakan untuk akses internal maupun
eksternal merupakan aset tidak berwujud yang dihasilkan secara
internal, dan setiap pengeluaran internal atas pengembangan dan
pengoperasian situs web akan dicatat sesuai dengan PSAK No. 19
(Revisi 2010).
k. Financial Accounting Standard Intepretation No 14, "Intangible
Asset - Website Expenses", Website comes from development and
used to internal or external access are intangible assets from
internal activities, and any internal expenditure of development
and website operations will be recorded in conformity with SFAS
No. 19 (Revised 2010).
Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari Standar yang direvisi
tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan
keuangan.
The Company is evaluating an effect of those revised standards
and has not yet determined an effects to the financial statements.
Manajemen Risiko Asuransi dan Keuangan
4. Management of Insurance and Financial Risk
Perseroan menerbitkan polis untuk mentransfer risiko asuransi atau
risiko keuangan atau kedua-duanya. Berikut ini adalah ikhtisar risikorisiko tersebut dan bagaimana cara Perseroan mengelola risiko tersebut.
The Company issues contracts that transfer insurance risk or
financial risk or both. This section summarises these risks and the
way the Company manages them.
4.1. Risiko Asuransi
4.1. Insurance Risk
Risiko dalam kontrak asuransi adalah probabilitas terjadinya peristiwa
yang dipertanggungkan dan ketidakpastian jumlah klaim yang harus
dibayar. Berdasarkan sifat dari kontrak asuransi, risiko bersifat random
dan karena itu tidak dapat diprediksi.
The risk under any one insurance contract is the possibility that
the insured event occurs and the uncertainty of the amount of the
resulting claim. By the very nature of an insurance contract, this
risk is random and therefore unpredictable.
Dalam sebuah portofolio kontrak asuransi, teori probabilitas diterapkan
untuk menentukan harga dan provisi, risiko utama yang dihadapi
Perseroan dalam kontrak asuransi adalah jumlah klaim aktual dan
pembayaran manfaat yang melebihi nilai tercatat kewajiban. Hal ini
terjadi karena frekuensi dan kompleksitas klaim dan manfaat lebih
besar dari yang diestimasi. Peristiwa-peristiwa asuransi bersifat
random, jumlah dan besarnya klaim aktual serta manfaat akan
bervariasi dari tahun ke tahun pada tingkat yang telah ditetapkan
dengan menggunakan tehnik statistic.
For a portfolio of insurance contracts where the theory of
probability is applied to pricing and provisioning, the principal
risk that the Company faces under its insurance contracts is that
the actual claims and benefit payments exceed the carrying
amount of the insurance liabilities. This could occur because the
frequency or severity of claims and benefits are greater than
estimated. Insurance events are random, and the actual number
and amount of claims and benefits will vary from year to year
from the level established using statistical techniques.
Page 20
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
Halaman 21
Manajemen Risiko Asuransi dan Keuangan (Lanjutan)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. Management of Insurance and Financial Risk (Continued)
Pengalaman menunjukkan bahwa lebih besar portofolio kontrak
asuransi yang sejenis, lebih kecil variasinya secara relatif terhadap
hasil yang diharapkan yang akan terjadi. Sebagai tambahan, lebih
terdiversifikasi portofolio lebih kecil kemungkinan terpengaruh oleh
perubahan sub-bagian portofolio. Perseroan mengembangkan strategi
underwriting asuransi kepada diversifikasi jenis risiko asuransi yang
diterima dan dalam setiap kategori ini untuk mencapai suatu populasi
risiko yang cukup besar untuk mengurangi variasi dari hasil yang
diharapkan.
Experience shows that the larger the portfolio of similar
insurance contracts, the smaller the relative variability about the
expected outcome will be. In addition, a more diversified portfolio
is less likely to be affected by a change in any subset of the
portfolio. The Company has developed its insurance underwriting
strategy to diversify the type of insurance risks accepted and
within each of these categories to achieve a sufficiently large
population of risks to reduce the variability of the expected
outcome.
Faktor-faktor risiko asuransi secara kumulatif meliputi kurang adanya
diversifikasi risiko dalam bentuk jenis dan besarnya risiko, lokasi
geografis dan jenis industry yang ditutup.
Factors that aggravate insurance risk include lack of risk
diversification in terms of type and amount of risk, geographical
location and type of industry covered.
4.1.1 Risiko-risiko Asuransi Umum
4.1.1 General insurance risks
(a) Frekuensi dan kompleksitas klaim
(a) Frequency and severity of claims
Frekuensi dan kompleksitas klaim dapat dipengaruhi oleh banyak
faktor. Faktor yang sangat signifikan adalah meningkatnya tingkat
perhatian atas kerusakan yang diderita sebagai akibat dari exposure
risiko, dan meningkatnya jumlah kasus di pengadilan yang tidur atau
tidak diproses dalam waktu yang sudah lama. Estimasi inflasi juga
merupakan faktor yang signifikan karena pada umumnya, proses
penyelesaian klaim memerlukan waktu yang cukup lama.
The frequency and severity of claims can be affected by several
factors. The most significant are the increasing level of awards
for the damage suffered as a result of exposure to risks, and the
increase in the number of cases coming to court that have been
inactive or latent for a long period of time. Estimated inflation is
also a significant factor due to the long period typically required
to settle these cases.
Perseroan mengelola risiko melalui strategi underwriting, kapasitas
dukungan reasuransi mencukupi dan penangganan klaim yang proaktif.
The Company manages these risks through its underwriting
strategy, adequate reinsurance arrangements and proactive
claims handling.
Strategi underwriting mencoba memastikan risiko yang ditutup
terdiversifikasi secara baik dalam bentuk jenis dan besarnya risiko,
industry dan geographi.
The underwriting strategy attempts to ensure that the
underwritten risks are well diversified in terms of type and
amount of risk, industry and geography.
Limit underwriting diterapkan untuk mendorong kriteria seleksi risiko
yang sesuai. Contohnya, Perseroan mempunyai hak untuk tidak
memperpanjang kembali polis individu, kebijakan ini dapat
menentukan retensi sendiri tertanggung dan hak menolak membayaran
atas kecurangan klaim. Kontrak asuransi juga memberikan hak kepada
Perseroan untuk meminta ganti rugi kepada pihak ketiga sebagian atau
semua biaya klaim (sebagai contoh, subrogasi).
Underwriting limits are in place to enforce appropriate risk
selection criteria. For example, the Company has the right not to
renew individual policies, it can impose deductibles and it has the
right to reject the payment of a fraudulent claim. Insurance
contracts also entitle the Company to pursue third parties for
payment of some or all costs (for example, subrogation).
Perjanjian reasuransi meliputi program excess of loss , stop loss,
proportional treaty dan catastrophe . Dampak dari perjanjian
reasuransi adalah Perseroan tidak menderita seluruh kerugian klaim
yang terjadi dalam satu tahun. Sebagai tambahan terhadap keseluruhan
program reasuransi Perseroan, unit bisnis individu dimungkinkan
untuk membeli tambahan proteksi reasuransi.
The reinsurance arrangements include excess, stop-loss and
catastrophe coverage. The effect of such reinsurance
arrangements is that Company should not suffer total net
insurance losses in any one year. In addition to the overall the
Company reinsurance programs, individual business units are
permitted to purchase additional reinsurance protection.
Page 21
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
Halaman 22
Manajemen Risiko Asuransi dan Keuangan (Lanjutan)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. Management of Insurance and Financial Risk (Continued)
4.1.1 Risiko-risiko Asuransi Umum (Lanjutan)
4.1.1 General insurance risks (Continued)
(b) Sumber ketidakpastian dalam menaksir pembayaran klaim
masa depan
(b) Sources of uncertainty in the estimation of future claim
payments
Klaim dalam kontrak asuransi umum terutang dasarkan terjadinya
klaim. Perseroan berkewajiban terhadap semua peristiwa yang
dipertanggungkan yang terjadi selama periode polis, bahkan jika
kerugian diketahui setelah akhir periode polis. Sebagai hasilnya
kewajiban klaim diselesaikan dalam jangka waktu yang lama dan
merupakan elemen terbesar dari provisi klaim yang berhubungan
dengan klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan (IBNR). Ada
beberapa variable yang mempengaruhi jumlah dan saat arus kas dari
kontrak ini. Terutama berhubungan dengan risiko inherent aktivitas
bisnis yang dilakukan pemegang polis dan prosedur manajemen risiko
yang mereka terapkan.
Claims on general contracts are payable on a claims-occurrence
basis. The Company is liable for all insured events that occurred
during the term of the contract, even if the loss is discovered after
the end of the contract term. As a result, liability claims are
settled over a long period of time, and a larger element of the
claims provision relates to incurred but not reported claims
(IBNR). There are several variables that affect the amount and
timing of cash flows from these contracts. These mainly relate to
the inherent risks of the business activities carried out by
individual contract holders and the risk management procedures
they adopted.
Estimasi beban klaim meliputi biaya langsung yang terjadi dalam
penyelesaian klaim, dikurangi dengan nilai subrogasi dan recoveri
lainnya. Perseroan melakukan semua tahapan yang relevan untuk
memperoleh informasi yang relevan berkenaan dengan eksposure
klaimnya. Namun demikian adanya ketidakpastian dalam menetapkan
provisi klaim, maka hasil akhir yang akan membuktikan adanya
perbedaan dengan jumlah kewajiban yang sebenarnya. Kewajiban
asuransi ini meliputi provisi untuk IBNR, klaim yang sudah dilaporkan
tetapi belum disetujui dan risiko yang belum berakhir periode polisnya
pada akhir periode laporan.
The estimated cost of claims includes direct expenses to be
incurred in settling claims, net of the expected subrogation value
and other recoveries. The Company takes all reasonable steps to
ensure that it has appropriate information regarding its claims
exposures. However, given the uncertainty in establishing claims
provisions, it is likely that the final outcome will prove to be
different from the original liability established. The liability for
these contracts comprises a provision for IBNR, a provision for
reported claims not yet paid and a provision for unexpired risks at
the end of the reporting period.
Dalam menghitung estimasi beban klaim yang belum dibayar (baik
yang sudah dilaporkan maupun belum), Perseroan menggunakan teknik
penaksiran baik berupa loss ratio (loss ratio didefinisikan sebagai
rasio antara beban klaim asuransi dan pendapatan premi asuransi
dalam satu periode tertentu yang berhubungan dengan suatu klaim) dan
estimasi berdasarkan pengalaman klaim aktual dengan menggunakan
formula yang ditentukan sebelumnya dimana beban lebih besar adalah
ditetapkan pada pengalaman klaim aktual.
In calculating the estimated cost of unpaid claims (both reported
and not), the Company estimation techniques are a combination of
loss-ratio-based estimates (where the loss ratio is defined as the
ratio between the ultimate cost of insurance claims and insurance
premiums earned in a particular financial year in relation to such
claims) and an estimate based upon actual claims experience
using predetermined formulae where greater weight is given to
actual claims experience as time passes.
Estimasi loss rasio awal adalah asumsi penting dalam tehnik
penaksiran dan berdasarkan pengalaman klaim sebelumnya,
disesuaikan dengan faktor-faktor seperti perubahan tarif premi,
antisipasi pasar dan histori inflasi klaim. Estimasi loss rasio awal yang
digunakan pada periode berjalan (sebelum reasuransi) dianalisa
menurut territorial, jenis asuransi dan industry tempat tertanggung
beroperasi dalam periode berjalan dan periode sebelumnya.
The initial loss-ratio estimate is an important assumption in the
estimation technique and is based on previous years’ experience,
adjusted for factors such as premium rate changes, anticipated
market experience and historical claims inflation. The initial
estimate of the loss ratios used for the current year (before
reinsurance) are analysed below by territory, type of risk and
industry where the insured operates for current- and prior-year
premiums earned.
Pada umumnya estimasi IBNR lebih besar tergantung pada tingkat
ketidakpastian daripada estimasi biaya penyelesaian klaim yang sudah
dilaporkan kepada Perseroan, karena informasi tentang kejadian klaim
sudah tersedia. Klaim IBNR mungkin tidak diketahui siapa
tertanggungnya sampai beberapa tahun setelah peristiwa yang
menyebabkan klaim tersebut. Untuk kontrak asuransi umum, porsi
IBNR dari total kewajiban adalah besar dan umumnya perbedaaanya
lebih besar antara estimasi awal dan hasil akhir karena lebih besar
tingkat kesulitan dalam menaksir kewajiban ini.
The estimation of IBNR is generally subject to a greater degree of
uncertainty than the estimation of the cost of settling claims
already notified to the Company, where information about the
claim event is available. IBNR claims may not be apparent to the
insured until many years after the event that gave rise to the
claims. For general contracts, the IBNR proportion of the total
liability is high and will typically display greater variations
between initial estimates and final outcomes because of the
greater degree of difficulty of estimating these liabilities.
Page 22
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
Halaman 23
Manajemen Risiko Asuransi dan Keuangan (Lanjutan)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. Management of Insurance and Financial Risk (Continued)
4.1.1 Risiko-risiko Asuransi Umum (Lanjutan)
4.1.1 General insurance risks (Continued)
(b) Sumber ketidakpastian dalam menaksir pembayaran klaim
masa depan (Lanjutan)
(b) Sources of uncertainty in the estimation of future claim
payments (Continued)
Dalam melakukan estimasi kewajiban beban klaim yang sudah
dilaporkan tetapi belum disetujui, Perseroan mempertimbangkan setiap
informasi yang ada dari adjuster dan informasi biaya penyelesaian
klaim dengan karakteristik yang sama. Klaim-klaim besar diestimasi
kasus per kasus atau diperkirakan secara terpisah dengan tujuan adanya
kemungkinan dampak penyimpangan pada perkembangannya dan
luasnya akibat dari portofolio yang ada.
In estimating the liability for the cost of reported claims not yet
paid, the Company considers any information available from loss
adjusters and information on the cost of settling claims with
similar characteristics in previous periods. Large claims are
assessed on a case-by-case basis or projected separately in order
to allow for the possible distortive effect of their development and
incidence on the rest of the portfolio.
(c) Proses Yang Digunakan untuk Menentukan Asumsi-asumsi
(c) Process used to decide on assumptions
Risiko-risiko yang berhubungan dengan kontrak asuransi adalah
kompleks dan tergantung pada sejumlah variable dalam analisa
sensitivitas kuantitatif yang rumit. Perseroan menggunakan asumsi
berdasarkan pada kombiasi data internal dan pasar untuk mengukur
kewajiban klaim. Data internal terutama diperoleh dari laporan klaim
kuartalan Perseroan dan penyaringan kontrak asuransi aktual yang
terjadi tahun 2009, untuk memperoleh data kontrak yang ada.
Perseroan mereview kontrak individu dan khususnya industri tempat
beroperasinya dan eksposur klaim aktual tahun-tahun lalu. Informasi
ini digunakan untuk mengembangkan scenario yang berhubungan
dengan lamanya klaim yang digunakan memproyeksi maksimum
jumlah klaim.
The risks associated with these insurance contracts are complex
and subject to a number of variables that complicate quantitative
sensitivity analysis. The Company uses assumptions based on a
mixture of internal and market data to measure its claims
liabilities. Internal data is derived mostly from the Company’s
quarterly claims reports and screening of the actual insurance
contracts carried out at year-end 2009 to derive data for the
contracts held. The Company has reviewed the individual
contracts and in particular the industries in which the insured
companies operate and the actual exposure years of claims. This
information is used to develop scenarios related to the latency of
claims that are used for the projections of the ultimate number of
claims.
(c) Proses Yang Digunakan untuk Menentukan Asumsi-asumsi
(Lanjutan)
(c) Process used to decide on assumptions (Continued)
Metode segitiga bisa diterapkan pada premi, klaim dibayar atau beban
klaim (sebagai contoh, klaim dibayar plus estimasi). Dasar tehnik ini
meliputi analisa histori faktor-faktor perkembangan klaim dan
pemilihan faktor-faktor perkembangan estimasian berdasarkan pola
historinya. Pemilihan faktor-faktor perkembangan ini kemudian
digunakan untuk data klaim kumulatip masing-masing tahun yang
belum terisi sehingga menghasilkan biaya klaim akhir estimasian setiap
tahunnya.
Three-Angle methods may be applied to premiums, paid claims or
incurred claims (for example, paid claims plus case estimates).
The basic technique involves the analysis of historical claims
development factors and the selection of estimated development
factors based on this historical pattern. The selected development
factors are then applied to cumulative claims data for each
accident year that is not yet fully developed to produce an
estimated ultimate claims cost for each accident year.
Metode segitiga sangat tepat untuk tahun-tahun kejadian dan kelompok
bisnis yang pola perkembangannya relatip stabil. Tehnik segitiga
kurang sesuai dalam hal perusahaan asuransi tidak mempunyai histori
perkembangkan klaim (statistic klaim) setiap kelompok bisnis.
Three-Angle methods are most appropriate for those accident
years and classes of business that have reached a relatively stable
development pattern. Chain-ladder techniques are less suitable in
cases in which the insurer does not have a developed claims
history for a particular class of business.
Metode loss rasio menggunakan estimasi berdasarkan pengalaman
klaim. Metode ini berdasarkan klaim dibayar atau klaim yang terjadi
per tanggal laporan. Tehnik ini telah digunakan dalam situasi
perkembangan pengalaman klaim tidak tersedia untuk membuat
proyeksi (tahun-tahun kejadian atau kelompok bisnis baru saat ini).
The loss ratio method uses an estimate based on claims
experience. This is based on the paid or incurred claims to date.
This technique has been used in situations in which developed
claims experience was not available for the projection (recent
accident years or new classes of business).
Page 23
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
Halaman 24
Manajemen Risiko Asuransi dan Keuangan (Lanjutan)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. Management of Insurance and Financial Risk (Continued)
4.2. Risiko Keuangan
4.2. Financial risk
Perseroan menampilkan rentang risiko keuangan melalui aset
keuangan, kewajiban keuangan (investasi dan pinjaman), aset
reasuransi dan kewajiban asuransi. Khususnya Risiko keuangan kunci
yang dalam jangka panjang hasil investasinya tidak menutupi junmlah
kewajibannya yang timbul dari kontrak asuransi dan investasi.
Komponen yang paling penting risiko keuangan adalah Risiko tingkat
bunga, Risiko harga saham dan resko mata uang dan Risiko kredit.
The Company is exposed to a range of financial risks through its
financial assets, financial liabilities (investment contracts and
borrowings), reinsurance assets and insurance liabilities. In
particular, the key financial risk is that the in the long-term its
investment proceeds are not sufficient to fund the obligations
arising from its insurance and investment contracts. The most
important components of this financial risk are interest rate risk,
equity price risk, foreign currency risk and credit risk.
Risiko ini muncul dari tingkat bunga terbuka, produk ekuitas dan mata
uang, yang semuanya dinyatakan dalam pergerakan pasar umum dan
khusus. Risiko utama yang dihadapi Perseroan berkaitan dengan
investasi dan kewajibannya adalah Risiko tingkat bunga dan Risiko
harga ekuitas.
These risks arise from open positions in interest rate, currency
and equity products, all of which are exposed to general and
specific market movements. The risks that the Company primarily
faces due to the nature of its investments and liabilities are
interest rate risk and equity price risk.
4.2.1. Kontrak asuransi jangka pendek
4.2.1 Short-term insurance contracts
Untuk kontrak asuransi jangka pendek, Perseroan mendanai kewajiban
asuransinya dengan portofolio surat berharga ekuitas dan utang yang
terkena Risiko pasar.
For short-term insurance contracts, the Company funds the
insurance liabilities with a portfolio of equity and debt securities
exposed to market risk.
Selama periode berjalan, Perseroan porsi aset keuangan yang
diinvestasikan kedalam surat utang telah meningkat untuk mengurangi
pengaruh volatilitas harga saham yang dialami akhir-akhir ini.
During the current year, the Company has increased the portion
of financial assets invested in debt securities to mitigate the
impact of the volatility of equity prices experienced in recent
periods.
Kewajiban asuransi jangka pendek tidak secara langsung sensitive
terhadap tingkat bunga pasar, karena kewajiban asuransi tidak
didiskontokan dan kontrak tanpa ada bunga. Namun demikian karena
nilai waktu uang dan pengaruh tingkat bunga pada klaim yang terjadi
atas kecelakaan dan property (dimana pengurangan tingkat bunga
normalnya akan menghasilkan kewajiban asuransi yang lebih tinggi),
Perseroan menyeimbangkan arus kas aset dan kewajiban dalam
portofolio ini dengan mengestimasi rata-rata jangka waktunya.
Short-term insurance liabilities are not directly sensitive to the
level of market interest rates, as they are undiscounted and
contractually non-interest bearing. However, due to the time value
of money and the impact of interest rates on the level of bodily
injury and property claims incurred by the Company’s insurance
contract holders (where are reduction of interest rates would
normally produce a higher insurance liability), the Company
matches the cash flows of assets and liabilities in this portfolio by
estimating their mean duration.
Rata-rata jangka waktu kewajiban dihitung menggunakan data klaim
historis untuk menentukan pola penyelesaian klaim yang timbul dari
kontrak asuransi yang masih aktif diakhir periode laporan (baik klaim
terjadi dan klaim masa akan dating dari Risiko yang tidak diharapkan
pada akhir periode pelaporan).
The mean duration of liabilities is calculated using historical
claims data to determine the expected settlement pattern for
claims arising from insurance contracts in force at the end of the
reporting period (both incurred claims and future claims arising
from the unexpired risks at the end of the reporting period).
Analisa sensitivitas berikut berdasarkan pada perubahan satu asumsi
sementera itu asumsi lainnya konstan. Dalam praktek kondisi ini tidak
mungkin terjadi, dn perubahan beberapa asumsi bisa berkorelasi –
sebagai contoh, perubahan tingkat bunga dan perubahan nilai pasar.
The sensitivity analyses below are based on a change in one
assumption while holding all other assumptions constant. In
practice this is unlikely to occur, and changes in some of the
assumptions may be correlated – for example, change in interest
rate and change in market values.
Page 24
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
Halaman 25
Manajemen Risiko Asuransi dan Keuangan (Lanjutan)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. Management of Insurance and Financial Risk (Continued)
(a) Analisa Sensitivitas – Risiko tingkat bunga
(a) Sensitivity analysis – interest-rate risk
Analisa sensitivitas risiko tingkat bunga mengilustrasikan bagamana
perubahan dalam nilai wajar atau arus kas masa depan dari instrument
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat bung pasar pada
tanggal laporan. Instrument keuangan dan kontrak asuransi yang
diuraikan dicatatan ini, sensitivitas hanya berhubungan dengan yang
pertama karena nilai tercatat dari yang kedua tidak secara langsung
dipengaruhi perubahan risiko pasar.
The sensitivity analysis for interest rate risk illustrates how
changes in the fair value or future cash flows of a financial
instrument will fluctuate because of changes in market interest
rates at the reporting date. For financial instruments and
insurance contracts described in this note, the sensitivity is solely
associated with the former, as the carrying amounts of the latter
are not directly affected by changes in market risks.
Manajeman Perseroan memonitor sensitivitas perubahan tingkat bunga
secara bulanan dengan menilai perubahan yang diharapkan dalam
portofolio yang berbeda.
The Company’s management monitors the sensitivity of reported
interest rate movements on a monthly basis by assessing the
expected changes in the different portfolios.
(b) Analisa Sensitivitas – Risiko ekuitas
(b) Sensitivity analysis – equity risk
Analisa sensitivitas pada risiko ekuitas mengambarkan bagaimana
perubahan nilai wajar saham akan berfluktuasi karena perubahan harga
pasar, apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor khusus
berkaitan dengan penerbit saham atau faktor yang mempengaruhi
semua saham sejenis yang diperdagangkan di bursa.
The sensitivity analysis for equity risk illustrates how changes in
the fair value of equity securities will fluctuate because of changes
in market prices, whether those changes are caused by factors
specific to the individual equity issuer, or factors affecting all
similar equity securities traded in the market.
Manajemen memonitor perubahan aset keuangan dan perubahan Risiko
harga saham secara bulanan dengan menaksir perubahan yan
diharapkan dalam portofolio yang berbeda parallel dengan perubahan
dari 15% peningkatan atau penurunan dalam beberapa index dibursa
saham (sebagai contoh BEI, NYSE dan lain-lain) dengan semua
variable konstan dan semua instrument ekuitas Perseroan dalam
pergerakan index khusus secara proporsional.
Management monitors movements of financial assets and equity
price risk movements on a monthly basis by assessing the expected
changes in the different portfolios due to parallel movements of a
15% increase or decrease in the various stock exchange indexes
(for example, IDX, NYSE and other) with all other variables held
constant and all the Company’s equity instruments in that
particular index moving proportionally.
(c) Analisa Sensitivitas – Risiko mata uang
(c) Sensitivity analysis – currency risk
Perseroan melakukan underwriting kontrak asuransi jangka pendek
dalam mata uang lokal dan asing. Portofolio asuransi jangka pendek
Perseroan diinvestasikan dalam aset dengan denominasi mata uang
yang sama seperti kewajibannya, untuk mengeliminasi Risiko kurs
mata uang. Risiko kurs mata uang timbul dari pengakuan aset dan
kewajiban dengan denominasi mata uang selain Rupiah.
The Company underwrites short-term insurance contracts in local
and foreign currencies. The Company’s short-term insurance
portfolios invest in assets denominated in the same currencies as
their insurance liabilities, which eliminates the foreign currency
exchange rate risk for these operations. Foreign exchange risk
arises from recognised assets and liabilities that are denominated
in currencies other than the rupiah.
4.2.2 Risiko Kredit
4.2.2 Credit risk
Perseroan mempunyai eksposure risiko kredit, yaitu risiko
ketidakmampuan debitur membayar hutangnya pada saat jatuh tempo.
Area kunci dimana Perseroan memiliki risiko kredit adalah:
The Company has exposure to credit risk, which is the risk that a
counterparty will be unable to pay amounts in full when due. Key
areas where the Company is exposed to credit risk are:
· Bagian reasuradur atas kewajiban asuransinya;
· Jumlah yang menjadi kewajiban reasuradur dalam hal klaim yang
sudah dibayar;
· Reinsurers’ share of insurance liabilities;
· Amounts due from reinsurers in respect of claims already paid;
·
·
·
·
·
·
·
·
Piutang kepada pemegang polis;
Piutang kepada pialang asuransi;
Jumlah pinjaman dan piutang; dan
Tagihan atas surat berharga hutang.
Amounts due from insurance contract holders;
Amounts due from insurance intermediaries;
Amounts due from loans and receivables; and
Amounts due from debt securities;
Page 25
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
Halaman 26
Manajemen Risiko Asuransi dan Keuangan (Lanjutan)
PT ASURANSI JASA TANIA Tbk
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. Management of Insurance and Financial Risk (Continued)
4.2.2 Risiko Kredit (Lanjutan)
4.2.2 Credit risk (Continued)
Perseroan menyusun struktur tingkat risiko kredit yang dapat diterima
dengan menentukan limit atas eksposurnya masing-masing debitur,
atau Perusahaan debitur, dan terhadap segmen geografis dan industry.
Suatu risiko tergantung pada review tahunan atau lebih.
The Company structures the levels of credit risk it accepts by
placing limits on its exposure to a single counterparty, or the
Company’s of counterparties, and to geographical and industry
segments. Such risks are subject to an annual or more frequent
review.
Reasuransi digunakan untuk mengelola risiko asuransi. Namun
demiian bukan untuk membebaskan kewajiban Perseroan sebagai
penanggung utama. Jika reasuradur gagal untuk membayar klaim
karena suatu alas an, Perseroan tetap berkewajiban untuk membayar
kepada pemegang polis. Kesehatan reasuradur dipertimbangkan atas
dasar tahunan dengan mereview kesehatan keuangan sebelum meminta
dukungan reasuransi.
Reinsurance is used to manage insurance risk. This does not,
however, discharge the Company’s liability as primary insurer. If
a reinsurer fails to pay a claim for any reason, the Company
remains liable for the payment to the policyholder. The
creditworthiness of reinsurers is considered on an annual basis by
reviewing their financial strength prior to finalisation of any
contract.
4.2.3 Risiko Likuiditas
4.2.3 Liquidity risk
Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Perseroan tidak dapat memenuhi
semua kewajibannya pada saat jatuh tempo seperti pembayaran klaim,
dana komitmen kontraktual, atau arus kas keluar lainnya. Suatu arus
keluar mengurangi sumber kas untuk aktivitas operasional,
perdagangan dan investasi. Keadaan yang ekstrem, kekurangan
likuidaitas dapat mengakibatkan penurunan neraca dan penjualan aset
atau potensi ketidakmampuan dalam memenuhi komitmen dengan
pemegang polis. risiko Perseroan tidak akan dapat melaksanakan
kewajibannya adalah inheren dalam semua operasional asuransi dan
dapat dipengaruhi oleh skala khusus institusi dan kejadian di industry
meliputi, tetapi tidak terbatas pada, peristiwa kredit, kegiatan merger
dan akuisisi, kejutan sistemik dan bencana alam.
Liquidity risk is the risk that the Company is unable to meet its
obligations when they fall due as a result of policyholder benefit
payments, cash requirements from contractual commitments, or
other cash outflows. Such outflows would deplete available cash
resources for operational, trading and investments activities. In
extreme circumstances, lack of liquidity could result in reductions
in the balance sheet and sales of assets, or potentially an inability
to fulfill policyholder commitments. The risk that the Company
will be unable to do so is inherent in all insurance operations and
can be affected by a range of institution-specific and market-wide
events including, but not limited to, credit events, merger and
acquisition activity, systemic shocks and natural disasters.
Monitoring dan pelaporan yang dilakukan dalam bentuk pengukuran
dan proyeksi arus kas untuk beberapa hari, minggu dan bulan kedepan,
karena ini periode penting dalam mengelola likuiditas. Titik awal untuk
proyeksi ini adalah analisa jatuh tempo kontrak dari kewajiban
keuangan dan tanggal penerimaan aset keuangan yang diharapkan.
Monitoring and reporting take the form of cash flow measurement
and projections for the next day, week and month respectively, as
these are key periods for liquidity management. The starting point
for those projections is an analysis of the contractual maturity of
the financial liabilities and the expected collection date of the
financial assets.
Page 26
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
5. Investasi
5.
2010
a. Deposito Wajib
Rupiah
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
PT. CIMB Niaga, Tbk
Jumlah Investasi Deposito Wajib
600.000.000
1.500.000.000
2.000.000.000
4.100.000.000
Investment
2009
3.500.000.000
1.500.000.000
5.000.000.000
Tingkat bunga per tahun
6,50% - 7,00%
6,50%-7,50%
Interest rate per annum
Rupiah
Berdasarkan PMK No.158/PMK.010/2008, Deposito wajib merupakan salah satu
bentuk dana jaminan dalam bentuk deposito berjangka pada bank umum yang
bukan afiliasi yang harus ditatausahakan pada bank kustodian yang mendapat
persetujuan dari Bapepam dan LK. Jumlah dana Jaminan sekurang-kurangnya
adalah jumlah yang lebih besar antara 20% dari modal sendiri yang
dipersyaratkan dan hasil penjumlahan 1% dari premi neto dengan 0,25% dari
premi reasuransi.
Based on PMK No. 158/PMK.010/2008, Statutory deposits are one
types of guarantee deposit in the form of time deposit which it
should be administered by not affiliated custodian general bank who
are allowed by Bapepam and LK. The amount of guarantee deposits
at the minimum are 20% of required net equities or sum of 1% of net
premium and 0,25% of reinsurance premium whichever is higher.
Dana Jaminan yang dimiliki Perusahaan per 31 Desember 2010 sebesar Rp.
5.100.000.000,- yang terdiri dari Deposito Wajib sebesar Rp. 4.100.000.000,- dan
Obligasi Ritel Indonesia Seri 005 sebesar Rp. 1.000.000.000,- (catatan: 3.d2)
sedangkan per 31 Desember 2009 sebesar Rp. 5.000.000.000,- atas Deposito
Wajib.
Company's Guarantee Fund as of December 31, 2010 was Rp.
5.100.000.000,- which consisted of Statutory Deposit was Rp.
4.100.000.000,- and Indonesian Goverment Bond (ORI) 005 was Rp.
1.000.000.000,- (note: 3.d2), as of December 31, 2009 while the
amount Rp. 5.000.000.000,- on Compulsory Deposits.
b. Deposito Berjangka
Rupiah
PT. Bank Agroniaga, Tbk
PT. CIMB Niaga, Tbk
PT. Bank Syariah Bukopin
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT. Bank Bukopin, Tbk
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT. Bank Mega, Tbk
PT. Bank Yudha Bhakti
PT. Bank Perkreditan Rakyat
PT. Bank Pembangunan Daerah
PT. Bank Kesejahteraan
US Dolar :
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
Jumlah Investasi Deposito Biasa
Total Investasi Deposito
2010
2009
12.145.000.000
3.414.000.000
1.250.000.000
3.185.000.000
2.755.500.000
2.700.000.000
2.000.000.000
50.000.000
1.000.000.000
2.000.000.000
3.595.000.000
5.207.000.000
1.500.000.000
2.525.000.000
2.475.000.000
2.355.500.000
2.250.000.000
1.000.000.000
50.000.000
-
30.499.500.000
20.957.500.000
Rupiah
US Dolar
Jangka waktu penempatan adalah 1 sampai dengan 12 bulan.
b. Time Deposits
Rupiah
PT. Bank Agroniaga, Tbk
PT. CIMB Niaga, Tbk
PT. Bank Syariah Bukopin
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT. Bank Bukopin, Tbk
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT. Bank Mega, Tbk
PT. Bank Yudha Bhakti
PT. Bank Perkreditan Rakyat
PT. Bank Pembangunan Daerah
PT. Bank Kesejahteraan
US Dollar :
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
5.169.825.000
5.405.000.000
5.169.825.000
5.405.000.000
35.669.325.000
26.362.500.000
Total voluntary time deposit
39.769.325.000
31.362.500.000
Total Deposits Investments
Tingkat bunga per tahun
Halaman 27
a. Statutory deposits
Rupiah
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
PT. CIMB Niaga, Tbk
Total Statutory Deposits
Interest per annum
6,00% - 9,50%
0,25% - 0,50%
5,50%-10,25%
1,50%-2,25%
Rupiah
US Dollar
The maturity of time deposits is ranging from 1 up to 12 months.
Page 27
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
5. Investasi (Lanjutan)
5.
Investment (Continued)
c. Surat Berharga-untuk diperdagangkan
c.1.Saham-untuk diperdagangkan
c. Equity securities-for trading
c.1 Equity-for trading
2009
Lembar / Shares
Harga Pasar
PT. Jasa Marga, Tbk
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT. Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk
PT. Medco Energi Internasional, Tbk
PT. Timah, Tbk
PT. International Nickel Indonesia, Tbk
PT. BW Plantation, Tbk
PT. Bank BNI, Tbk
PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk
Rp
50.000
50.000
25.000
25.000
50.000
12.500
500.000
62.500
62.500
837.500
90.500.000
235.000.000
97.500.000
61.250.000
100.000.000
45.625.000
260.000.000
123.750.000
478.125.000
1.491.750.000
Market price
PT. Jasa Marga, Tbk
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT. Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk
PT. Medco Energi Internasional, Tbk
PT. Timah, Tbk
PT. International Nickel Indonesia, Tbk
PT. BW Plantation, Tbk
PT. Bank BNI, Tbk
PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk
2010
Lembar / Shares
Rp
Harga Pasar
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk
PT. Aneka Tambang
PT. Medco Energi Internasional, Tbk
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
PT. Timah, Tbk
c.2.Obligasi-untuk diperdagangkan
Market price
75.000
100.000
100.000
50.000
100.000
100.000
487.500.000
120.000.000
245.000.000
168.750.000
487.500.000
275.000.000
525.000
1.783.750.000
2010
2009
Nilai Tercatat
Obligasi Indosat V tahun 2007 seri A
Obligasi Indosat V tahun 2007 seri B
Sukuk Titan Petrokimia Nusantara I - 2010
c.2 Bond-for trading
Carrying Value
1.045.000.000
1.998.240.000
1.957.080.000
-
1.045.000.000
3.955.320.000
Obligasi Indosat V tahun 2007 seri A
Obligasi Indosat V tahun 2007 seri B
Sukuk Titan Petrokimia Nusantara I - 2010
Obligasi Indosat V tahun 2007 seri A, tingkat bunga 10,20% per tahun, jatuh
tempo pada tanggal 29 Mei 2014, bunga dibayar pada tanggal 28 setiap triwulan.
Dan Obligasi Indosat V tahun 2007 seri B, tingkat bunga 10,65% per tahun, jatuh
tempo pada tanggal 29 Mei 2017, bunga dibayar pada tanggal 28 setiap triwulan.
Indosat Bond V 2007 year seri A, bearing interest rate 10,20% per
annum, maturity date at May 29, 2014 and interest income paid at
28 date for quaterly. And Indosat Bond V 2007 year seri B, bearing
interest rate 10,65% per annum, maturity date at May 29, 2017 and
interest income paid at 28 date for quaterly.
Sukuk Titan Petrokimia Nusantara I - 2010, tingkat bunga 12% per tahun, jatuh
tempo pada 25 Februari 2012 atau berjangka waktu 3 tahun. Bunga dibayar setiap
bulan tanggal 25.
Sukuk Titan Petrokimia Nusantara I - 2010, bearing interenst rate
12% per annum, maturity date at February 25, 2012 or 3 years
periodes, interest paid at 25 days each months.
d. Surat Berharga yang Tersedia Untuk Dijual
d.1.Saham Yang Tersedia Untuk Dijual
Harga Pasar
PT. Multi Polar, Tbk
PT. AKR Corporindo, Tbk
PT. Alam Sutera Realty, Tbk
PT. Sentul City, Tbk
PT. Bumi Resources, Tbk
PT. Delta Dunia Makmur, Tbk
PT. Energi Mega Persada, Tbk
Kawasan Industri Jababeka, Tbk
d. Equity securities
d.1 Equity available for sale
2010
Lembar / Shares
Halaman 28
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk
PT. Aneka Tambang
PT. Medco Energi Internasional, Tbk
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
PT. Timah, Tbk
600.000
200.000
500.000
3.000.000
24.500
102.500
2.000.000
1.000.000
7.427.000
Rp
180.000.000
346.000.000
147.500.000
327.000.000
74.112.500
165.025.000
248.000.000
120.000.000
1.607.637.500
Market Price
PT. Multi Polar, Tbk
PT. AKR Corporindo, Tbk
PT. Alam Sutera Realty, Tbk
PT. Sentul City, Tbk
PT. Bumi Resources, Tbk
PT. Delta Dunia Makmur, Tbk
PT. Energi Mega Persada, Tbk
Kawasan Industri Jababeka, Tbk
Page 28
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
5. Investasi (Lanjutan)
5.
Investment (Continued)
d. Surat Berharga yang Tersedia Untuk Dijual
d.1.Saham Yang Tersedia Untuk Dijual
d. Equity securities available for sale
d.1 Equity available for sale
2009
Lembar / Shares
Harga Pasar
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
d.2.Obligasi yang tersedia untuk dijual
Harga Pasar
Sukuk Ritel SR-001
Bank Tabungan Negara XIII Th 2009 Seri A
Medco Energi Int. II Tahun 2009 seri A
Medco Energi Int. II Tahun 2009 seri B
Obligasi Ritel Indonesia Seri 006
Bank Panin III Tahun 2009
PT. Salim Ivomas Pratama I tahun 2009
Pupuk Kalimantan Timur II Tahun 2009
Jasa Marga XIV seri JM-10 tahun 2010
Adira Dinamika Multi Finance IV Th 2010 Seri E
Summit Oto Finance IV Th 2010 Seri D
BW Plantation tahun 2010
Obligasi Ritel Indonesia Seri 005
PLN X Tahun 2009 Seri A
PTP. Nusantara V Seri A Tahun 2003
Jumlah Obligasi yang tersedia untuk dijual
Halaman 29
Rp
490.000
970.200.000
490.000
970.200.000
2010
2009
Market Price
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
d.2 Bond available for sale
3.210.300.000
1.044.800.000
2.047.800.000
3.300.000.000
2.060.000.000
2.000.000.000
1.080.000.000
1.063.000.000
1.020.000.000
2.008.000.000
2.022.000.000
1.010.000.000
1.060.000.000
2.090.000.000
-
1.047.500.000
3.160.000.000
1.014.500.000
Market Price
Sukuk Ritel SR-001
Bank Tabungan Negara XIII Th 2009 Seri A
Medco Energi Int. II Year 2009 seri A
Medco Energi Int. II Year 2009 seri B
Obligasi Ritel Indonesia Seri 006
Bank Panin III Year 2009
PT. Salim Ivomas Pratama I Year 2009
Pupuk Kalimantan Timur II Year 2009
Jasa Marga XIV seri JM-10 Year 2010
Adira Dinamika Multi Finance IV - 2010 Seri
E
Summit Oto Finance IV Year 2010 Seri D
BW Plantation Year 2010
Obligasi Ritel Indonesia Seri 005
PLN X Year 2009 Seri A
PTP. Nusantara V Seri A Year 2003
25.015.900.000
5.222.000.000
Total Bond available for sale
Sukuk Ritel SR001, tingkat bunga 12% per tahun, berjangka waktu 3 tahun pada
tanggal 25 Februari 2012 dan Obligasi Bank Tabungan Negara XIII Seri A tahun
2009, tingkat bunga 11,75% per tahun, berjangka waktu 3 tahun pada tanggal 29
Mei 2012. Sedangkan Obligasi Medco Energi Int.II Seri A tahun 2009, tingkat
bunga 13,375% per tahun, berjangka waktu 3 tahun pada tanggal 17 Juni 2012
dan Obligasi Medco Energi Int.II Seri B tahun 2009, tingkat bunga 14,25% per
tahun, berjangka waktu 5 tahun pada tanggal 17 Juni 2014. Obligasi Ritel
Indonesia (ORI) 006 tingkat bunga 9,35 % berjangka waktu 3 tahun pada tanggal
15 Agustus 2012. Obligasi Ritel Indonesia (ORI) 005, tingkat bunga 11,45% per
tahun, jatuh tempo pada 15 September 2013 atau berjangka waktu 5 tahun. Bunga
dibayar setiap bulan tanggal 15.
Sukuk Ritel SR001, interest rate 12,00% per annum, maturity date 3
years at February 25, 2012 and Bank Tabungan Negara XIII Seri A
year 2009, interest rate 11,75% per annum. maturity date 3 years at
May 29, 2012. While Medco Energy Int.II Seri A year 2009, interest
rate 13,375% per annum, maturity date 3 years at June 17, 2012 and
Medco Energy Int.II Seri B year 2009, interest rate 14,25% per
annum, maturity date 5 years at June 17, 2014. Indonesian
Government Bond (ORI) 006, bearing interenst rate 9,35% per
annum, maturity date at August 15, 2012 or 3 years
periodes.Indonesian Government Bond (ORI) 005, bearing interenst
rate 11,45% per annum, maturity date at September 15, 2013 or 5
years periodes, interest paid at 15 days each months.
Obligasi Bank Panin III tahun 2009, tingkat bunga 11,50% per tahun, berjangka
waktu 5 tahun pada tanggal 06 Oktober 2014 dan Obligasi PT. Salim Ivomas
Pratama tahun 2009, tingkat bunga 11,65% per tahun, berjangka waktu 5 tahun
pada tanggal 01 Desember 2014, sedangkan Obligasi Pupuk Kalimantan Timur II
Tahun 2009, tingkat bunga 10,75 % berjangka waktu 5 tahun pada tanggal 04
Desember 2014.
Bank Panin III year 2009, interest rate 11,50% per annum. maturity
date 5 years at October 06, 2014 and PT. Salim Ivomas Pratama
year 2009, interest rate 11,65% per annum, maturity date 5 years at
December 01, 2014. Pupuk Kalimantan Timur II year 2009, interest
rate 10,75% per annum. maturity date 5 years at December 04,
2014.
Jasa Marga XIV seri JM-10 Tahun 2010, tingkat bunga 9,35% per tahun,
berjangka waktu 10 tahun pada tanggal 12 Oktober 2020, Obligasi PT. Adira
Multi Finance IV Tahun 2010 Seri E, tingkat bunga 9,25% per tahun, berjangka
waktu 4 tahun pada tanggal 29 Oktober 2014 dan Obligasi Summit Oto Finance
IV Tahun 2010 Seri D, tingkat bunga 9,75 % berjangka waktu 2 tahun pada
tanggal 28 Januari 2011, sedangkan Obligasi BW Plantation Tahun 2010, tingkat
bunga 10,675% per tahun, berjangka waktu 5 tahun pada tanggal 29 Mei 2015.
Jasa Marga XIV-JM 2010, interest rate 9,35% per annum. maturity
date 10 years at October 12, 2020 and PT. Adir Multi Finance IV
2010, interest rate 9,25% per annum, maturity date 4 years at
October 29, 2014. Summit Oto Finance IV 2010 - D, interest rate
9,75% per annum. maturity date 2 years at January 28, 2011, BW
Plantation 2010, interest rate 10,675% per anum. maturity date 5
years at May 29, 2015.
Page 29
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
5. Investasi (Lanjutan)
d.3.Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo
5.
2010
Nilai Nominal
Sukuk Ritel SR-001
Bank Tabungan Negara XIII Th 2009 Seri A
Medco Energi Int. II Tahun 2009 seri A
Medco Energi Int. II Tahun 2009 seri B
Obligasi Ritel Indonesia Seri 006
Bank Panin III Tahun 2009
PT. Salim Ivomas Pratama I tahun 2009
Pupuk Kalimantan Timur II Tahun 2009
Jumlah Obligasi
2009
-
3.000.000.000
1.000.000.000
2.000.000.000
3.000.000.000
2.000.000.000
2.000.000.000
1.000.000.000
1.000.000.000
-
15.000.000.000
26.060.900.000
24.177.320.000
d.2 Bond held to maturity
Par Value
Sukuk Ritel SR-001
Bank Tabungan Negara XIII Year 2009 Seri A
Medco Energi Int. II Year 2009 seri A
Medco Energi Int. II Year 2009 seri B
Obligasi Ritel Indonesia Seri 006
Bank Panin III Year 2009
PT. Salim Ivomas Pratama I Year 2009
Pupuk Kalimantan Timur II Year 2009
Total Bonds
Berdasarkan sifat investasi dari Perseroan dimana investasi digunakan sebagai
cadangan dana klaim yang sewaktu-waktu harus dapat segera dicairkan pada saat
memerlukan likuiditas, Oleh karena itu manajemen telah mereklasifikasi obligasi
yang dimiliki hingga jatuh tempo menjadi obligasi yang tersedia untuk dijual pada
tanggal neraca. Sebelumnya obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo diukur
menggunakan metode biaya yang diamortisasi, selanjutnya pada saat tanggal
reklasifikasi menjadi kategori obligasi tersedia untuk dijual pengukuran
berdasarkan harga pasar. Selisih pengukuran diakui di laporan perubahan ekuitas.
Based on the nature of the Company's investment which in
investment are used as a reserve fund at any time claims should be
immediately withdrawn when need liquidity, therefore the
management has reclassified the bonds held to maturity into bonds
available for sale at that date. Previous bonds held to maturity are
measured using the amortized cost method, then on the date of
reclassification into categories of bonds available for sale
measurement based on market prices. The differences in
measurement are recognized in the statement of changes in equity.
Berdasarkan hasil penilaian lembaga pemeringkat PT Pefindo, untuk periode
peringkat dari tanggal 05 Agustus 2010 sampai dengan 01 November 2011
obligasi yang dimiliki Perusahaan mempunyai rating dari A hingga AA-.
Based on the result of valuation from rating institution PT Pefindo,
for the period from August 05, 2010 to November 01, 2011 The
Company's bonds have its rating from A to AA-.
e. Reksadana
Reksadana Si Dana Batavia Terbatas Maxima
f. Investasi pada saham
PT. Jasa Tania Medika
Harga perolehan
Bagian laba dari anak perusahaan
Nilai Tercatat
PT. Asuransi MAIPARK Indonesia
Jumlah
2010
5.076.239.416
2010
2009
5.190.184.528
2009
e. Mutual Fund
Reksadana Si Dana Batavia Terbatas Maxima
600.000.000
342.987.252
600.000.000
342.987.252
f. Investment in equity securities
PT Jasa Tania Medika
Acquisition Cost
Profit shares from associated company
942.987.252
144.200.000
1.087.187.252
942.987.252
144.200.000
1.087.187.252
Carrying Value
PT Asuransi Maipark Indonesia
Total
PT Jasa Tania Medika ("JTM") adalah perusahaan yang bergerak dibidang
program jaminan kesehatan masyarakat. Modal disetor JTM adalah sebesar Rp
3.000.000.000 yang dimiliki oleh Perusahaan (20%), PT Dapenbum Nusantara
(40%) dan PT Kaeres Jasa International (40%).
PT Jasa Tania Medika ("JTM") is an entity engage in area of
guarantee program of social health. The JTM's paid up capital is
amounting Rp 3.000.000.000 which is owned by PT Dapenbum
Nusantara (40%), The Company (20%) and PT Kaeres Jasa
International (40%).
Penyertaan kepada PT Asuransi Maipark Indonesia dilakukan sehubungan dengan
Surat Edaran Departemen Keuangan - Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan
No. SE-60471/LK/2003 tanggal 11 Nopember 2003, yang menyatakan bahwa
semua perusahaan asuransi umum dan reasuransi menjadi pemegang saham PT
Asuransi Maipark Indonesia minimal 0,5% dari total nilai investasi per 31
Desember 2002. Kepemilikan Perusahaan pada PT Asuransi Maipark Indonesia
adalah sebesar 0,5%.
Direct placement in PT Asuransi Maipark Indonesia was taken in
relation with Circular Letter of the Department of Finance Directorate General of Financial Instituion No.SE-6047/LK/2003
dated November 11, 2003, which stated general insurances
companies and reinsurance companies should be come shareholder
of PT Asuransi Maipark Indonesia with minimum 0,5 % of total
investment as of December 31, 2002. Percentage of ownership of
shares of PT Asuransi Maipark Indonesia is 0,5%.
g. Investasi Lainnya
Akun ini merupakan investasi pengelolaan dana pada manajer investasi di PT
Makinta Securities sesuai dengan kontrak pengelolaan Asset No 074/MSVMW/I/04 tanggal 10 Mei 2004. Manajer Investasi mentargetkan hasil investasi
sebesar 14% per tahun. Pemilik dana wajib membayar biaya investasi dana
sebesar 1% per tahun dihitung dari rata-rata Nilai aset Bersih pada setiap akhir
bulan dan dibayarkan secara periodik. Pengelolaan dana ini akan berlangsung
untuk jangka waktu minimal 1 tahun. Saldo dana tanggal 31 Desember 2009
adalah Rp. 487.599.391
Halaman 30
Investment (Continued)
g. Other Investment
This account represents investment in fund manager of PT Makinta
Securities based on fund management contract No 074/MSVMW/I/04 dated May 10, 2004. The fund manager forecasted return
on investment of 14% p.a. the fund owner should pay annual
investment expense of 1% p.a. of average Net Asset Value, and
should be paid periodically. The period of fund management is not
less than one year. The fund balances as of December 31, 2009 were
Rp. 487.599.391
Page 30
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
5. Investasi (Lanjutan)
5.
Investment (Continued)
g. Investasi Lainnya (Lanjutan)
g. Other Investment (Continued)
Berdasarkan surat No. 050/DAK/II/2010 tanggal 25 Februari 2010 dari PT.
Asuransi Jasa Tania, Tbk, PT. Makinta Securitas telah menyetujui untuk
mengakhiri pengelolaan dana tersebut dengan nilai investasi sebesar Rp.
509.460.334,-. Selanjutnya pada tanggal 02 Maret 2010 PT. Makinta Securitas
telah merealisasikan pencairan investasi tersebut.
6. Kas dan Bank
6.
2010
Kas
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Lainnya
Jumlah Kas
Bank
Rupiah
PT. Bank Agroniaga, Tbk.
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT. Bank Bukopin, Tbk
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT. Bank CIMB Niaga, Tbk
PT. BPR Cinta Manis
PT. Bank Mega
Citibank NA
PT. BPR Bunga Mayang
PT. BPR Lokadana Sentosa
PT. BPR Centradana Kapuas
PT. Bank Central Asia
PT. Bank Pembangunan Daerah
PT. Bank Negara Indonesia
Dollar Amerika Serikat
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
Citibank NA
PT. Bank CIMB Niaga, Tbk
Jumlah Bank
Jumlah Kas dan Bank
Tingkat bunga per tahun
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Halaman 31
Based on the letter No. 050/DAK/II/2010 at February 25, 2010 from
PT. Asuransi Jasa Tania, Tbk, PT. Makinta Securitas has agreed to
terminate the management contract investment of Rp. 509.460.334,. After date on March 02, 2010 PT. Makinta Securitas realized of
funds investment.
116.639.048
13.727.207
10.567.347
140.933.602
701.883.325
1.909.059.832
351.189.222
232.898.040
165.635.189
4.387.153
79.472.723
79.650.990
21.656.068
4.743.937
5.980.929
2.781.298
58.160.003
9.300.213
3.626.798.923
1.652.340.363
68.970.815
41.293.766
1.762.604.943
5.389.403.866
5.530.337.468
2,00% - 2,50%
1,00% - 1,50%
Cash and Banks
2009
102.245.199
23.460.257
125.705.456
441.484.735
1.319.380.989
329.305.280
239.165.084
179.031.536
8.261.705
17.948.713
31.308.998
12.429.713
4.462.741
5.210.319
3.084.338
12.769.918
326.335.856
2.930.179.925
1.007.826.130
493.226.742
14.281.975
1.515.334.846
4.445.514.770
4.571.220.227
2,00% - 2,50%
1,00% - 1,50%
Cash on hand
Rupiah
US Dollar
Others
Total Cash
Cash in banks
Rupiah
PT. Bank Agroniaga, Tbk.
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT. Bank Bukopin, Tbk
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT. Bank CIMB Niaga, Tbk
PT. BPR Cinta Manis
PT. Bank Mega
Citibank NA
PT. BPR Bunga Mayang
PT. BPR Lokadana Sentosa
PT. BPR Centradana Kapuas
PT. Bank Central Asia
PT. Bank Pembangunan Daerah
PT. Bank Negara Indonesia
US Dollar :
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
Citibank NA
PT. Bank CIMB Niaga, Tbk
Total Banks
Total cash on hand and in bank
Interest rate per annum
Rupiah
US Dollar
Page 31
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
7. Piutang Premi
7.
Akun ini merupakan tagihan premi baik langsung kepada tertanggung atau melalui
pihak perantara (broker/ agen asuransi) dengan rincian sebagai berikut :
2010
Premium Receivables
This account represent premium receivables from insureds and
insurance brokers/ agent, which is the details as follows :
2009
Pihak Istimewa
Pihak Ketiga
4.268.306.843
39.372.297.900
43.640.604.743
5.291.520.059
41.262.541.137
46.554.061.196
Related parties
Third parties
Dikurangi : Penyisihan piutang ragu-ragu
2.601.179.634
41.039.425.109
2.398.084.627
44.155.976.569
Less : Provision for doubtful accounts
Total premium receivables - net
Berdasarkan klasifikasi umur :
Dibawah 60 hari
Diatas 60 hari
10.702.458.087
32.938.146.656
43.640.604.743
12.727.621.739
33.826.439.457
46.554.061.196
Dikurangi : Penyisihan piutang ragu-ragu
2.601.179.634
41.039.425.109
2.398.084.627
44.155.976.569
Berdasarkan mata uang :
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Lainnya
Rincian Piutang Premi :
Pihak Istimewa
PT. Perkebunan Nusantara
Koperasi Milik Perkebunan
KPB PTP. Nusantara
Koperasi Karyawan Jasa Tania
Lain-lain
Pihak Ketiga
PT. Saseka Gelora Finance
PT. Gelora Karya Jasatama
PT. Asuransi Jasa Raharja Putera
PT. Beringin Sejahtera Makmur
PT. Krida Upaya Tunggal
PT. Mitra Dhana Athmaraksha
PT. Adhi Karya
PT. Asuransi Ramayana
PT. Bank Rakyat Indonesia
Atrindo International
PT. Jasa Dwiantara Konsultan
PT. Bank Mandiri
PT. Bank Niaga
Java Insurance Brokers
PT. Asuransi Central Asia
Istpro Inti Nusa
PT. Bank Bukopin
Brocade qq PT. Wahana Inovasi Nusantara
PT. Andika Permata Sawit Lestari
Saldo dipindahkan
Halaman 32
39.472.544.345
4.052.961.466
115.098.932
43.640.604.743
41.536.577.686
5.017.483.510
46.554.061.196
3.055.904.876
865.036.947
18.802.147
84.721.739
243.841.135
4.755.250.320
452.328.243
8.518.712
19.728.874
55.693.910
4.268.306.843
5.291.520.059
8.936.951.275
1.891.262.077
1.618.673.832
1.389.030.026
1.060.356.198
707.156.978
694.327.482
429.565.475
269.800.604
251.353.308
214.731.869
196.023.666
195.511.087
187.527.959
174.208.170
129.285.626
124.945.190
119.655.946
108.271.000
18.698.637.769
6.978.213.616
1.321.370.059
456.375.167
537.627.638
696.927.402
159.180.808
3.440.772.130
178.821.642
10.960.174
178.781.573
51.646.221
39.898.438
248.586.262
49.422.389
35.367.100
40.044.568
14.423.995.186
Details of premium receivables
based on age category:
Up to 60 Days
Over 60 Days
Allowance for doubtful accounts
Details of premium receivables
based on currency:
In Rupiah
In foreign currency US$
Others
Detail of premium receivables :
Related parties
PT. Perkebunan Nusantara
Koperasi Milik Perkebunan
KPB PTP. Nusantara
Koperasi Karyawan Jasa Tania
Others
Third parties
PT. Saseka Gelora Finance
PT. Gelora Karya Jasatama
PT. Asuransi Jasa Raharja Putera
PT. Beringin Sejahtera Makmur
PT. Krida Upaya Tunggal
PT. Mitra Dhana Athmaraksha
PT. Adhi Karya
PT. Asuransi Ramayana
PT. Bank Rakyat Indonesia
Atrindo International
PT. Jasa Dwiantara Konsultan
PT. Bank Mandiri
PT. Bank Niaga
Java Insurance Brokers
PT. Asuransi Central Asia
Istpro Inti Nusa
PT. Bank Bukopin
Brocade qq PT. Wahana Inovasi Nusantara
PT. Andika Permata Sawit Lestari
Balance forward
Page 32
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
7. Piutang Premi (Lanjutan)
7.
2010
Pihak Ketiga
Saldo pindahan
PT. Hutama Karya
PT. Asuransi Jasa Indonesia
PT. Menara Global Mandiri
PT. Bank Central Asia
PT. Asuransi Umum Bumiputeramuda 1967
Perusahaan Listrik Negara
PT. Sinar Galuh Pratama
PT. Asuransi Andika Raharja Putera
PT. Truba Jurong Engineering
Lain-lain
Dikurangi : Penyisihan piutang ragu-ragu
Jumlah Piutang Premi
Premium Receivables (Continued)
2009
Third parties
18.698.637.769
103.281.165
97.804.738
97.330.388
79.173.614
53.844.716
52.472.160
20.189.753.350
39.372.297.900
43.640.604.744
14.423.995.186
71.933.877
45.817.306
39.762.929
268.274.570
102.548.157
246.305.350
217.798.317
168.600.068
25.677.505.376
41.262.541.137
46.554.061.196
2.601.179.634
41.039.425.110
2.398.084.627
44.155.976.569
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut :
Saldo awal tahun
Penambahan
Pengurangan
Halaman 33
Carrying forward
PT. Hutama Karya
PT. Asuransi Jasa Indonesia
PT. Menara Global Mandiri
PT. Bank Central Asia
PT. Asuransi Umum Bumiputeramuda 1967
Perusahaan Listrik Negara
PT. Sinar Galuh Pratama
PT. Asuransi Andika Raharja Putera
PT. Truba Jurong Engineering
Others
less : Allowance for doubful accounts
Total Premium Receivable
Change in the allowance for doubtful accounts
2.398.084.627
203.095.007
2.601.179.634
2.328.237.502
516.581.294
(446.734.169)
2.398.084.627
Balance as at beginning of year
Additions
Deduction
Balance as at end of year
Berdasarkan analisa kolektibilitas masing-masing saldo piutang pada tanggal 31
Desember 2010 dan 2009, manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang raguragu cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul atas tidak tertagihnya
piutang premi kepada pihak ketiga. Sedangkan piutang kepada pihak yang
mempunyai hubungan istimewa tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu, karena
manajemen berpendapat piutang tersebut dapat tertagih.
Based on the review of collectability of individual receivable
accounts as at December 31, 2010 and 2009, management believes
that the allowance for doubtful receiveble is edequate to cover
possible losses on uncollectible premium receivables to third
parties. No allowance for doubtful account to related parties was
provided as management believes that all such receivables are
collectible.
Berdasarkan KMK No 424/KMK.06/2003 tanggal 30 September 2003, piutang premi
yang diperkenankan dalam menghitung solvabilitas adalah piutang premi yang
berumur sampai dengan 60 hari.
Based on the Ministry of Finance Degree No. 424/KMK.06/2003
dated September 30, 2003, premium receivables are recognized as
admitted asset in calculating solvency margin is premium
receivables less than 60 days from due.
Page 33
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
8. Piutang Reasuransi
8.
Akun ini merupakan saldo tagihan kepada reasuradur sehubungan dengan premi,
komisi dan klaim yang menjadi bagian reasuradur, dengan rincian sebagai berikut :
2010
Reinsurance Receivables
This account represent the balance due from reinsurers for
premium, commission, and claims to which the right of reinsurers
have been vested. The details are as follows :
2009
Pihak Ketiga
35.580.947.663
34.105.700.810
Third parties
Dikurangi : Penyisihan piutang ragu-ragu
2.761.960.423
32.818.987.240
2.424.861.776
31.680.839.034
Less : Provision for doubtful Accounts
Berdasarkan klasifikasi umur :
Dibawah 60 hari
Diatas 60 hari
Dikurangi : Penyisihan piutang ragu-ragu
Berdasarkan mata uang :
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Rincian Piutang Reasuransi :
PT. Mega Jasa Reinsurance Brokers
PT. Surya Sejahtera Makmur Perdana
IBU Reinsurance Broker Utama
PT. Jasa Cipta Rembaka
Asia Reinsurance Brokers
PT. Asrinda Arthasangga
PT. Asuransi Central Asia
Java Raya Reinsurance Broker
PT. Asuransi Puri Asih
PT. Asuransi Bosowa Periscope
PT. Asuransi Dharma Bangsa
PT. Asuransi Ramayana
Lain-lain
Dikurangi : Penyisihan piutang ragu-ragu
4.700.835.933
30.880.111.730
35.580.947.663
6.709.812.088
27.395.888.722
34.105.700.810
2.761.960.423
32.818.987.240
2.424.861.776
31.680.839.034
35.186.821.941
394.125.722
35.580.947.663
Details of insurance receivables based on currency:
31.665.904.866
In Rupiah
2.439.795.944
In foreign currency US$
34.105.700.810
2.260.720.593
1.110.131.679
1.137.212.968
848.831.126
489.678.530
292.590.919
286.719.007
168.076.105
17.481.750
22.457.550
20.406.333
28.926.641.103
35.580.947.663
744.834.463
1.110.131.679
658.425.176
1.060.557.822
1.638.182.483
271.379.153
2.070.165
271.038.874
322.835.445
132.088.417
117.203.527
70.555.930
27.706.397.675
34.105.700.810
2.761.960.423
32.818.987.240
2.424.861.776
31.680.839.034
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut :
Saldo awal tahun
Penambahan
Pengurangan
Halaman 34
Details of reinsurance receivables
based on age category
Up to 60 Days
Over 60 Days
Allowance for doubtful accounts
Detail of reinsurance receivable
PT. Mega Jasa Reinsurance Brokers
PT. Surya Sejahtera Makmur Perdana
IBU Reinsurance Broker Utama
PT. Jasa Cipta Rembaka
Asia Reinsurance Brokers
PT. Asrinda Arthasangga
PT. Asuransi Central Asia
Java Raya Reinsurance Broker
PT. Asuransi Puri Asih
PT. Asuransi Bosowa Periscope
PT. Asuransi Dharma Bangsa
PT. Asuransi Ramayana
Others
less : Allowance for doubful accounts
Change in the allowance for doubtful accounts
2.424.861.776
337.098.647
2.761.960.423
2.158.155.613
685.876.394
(419.170.231)
2.424.861.776
Balance as at beginning of year
Additions
Deduction
Balance as at end of year
Berdasarkan analisa kolektibilitas masing-masing saldo piutang pada tanggal 31
Desember 2010 dan 2009, manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang raguragu adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul atas tidak
tertagihnya piutang reasuransi kepada pihak ketiga.
Based on the review of collectability of individual receivable
accounts as at December 31, 2010 and 2009, management believes
that the allowance for doubtful receivable is edequate to cover
possible losses on uncollectible reinsurance receivables to third
parties.
Berdasarkan KMK No 424/KMK.06/2003 tanggal 30 September 2003, piutang
reasuransi yang diperkenankan dalam menghitung solvabilitas adalah piutang
reasuransi yang berumur sampai dengan 60 hari.
Based on KMK No. 424/KMK.06/2003 dated September 30, 2003,
admitted reinsurance receivables in calculation of solvability are
reinsurance receivables outstanding not large than 60 days.
Page 34
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
9. Piutang Hasil Investasi
9.
Pendapatan yang masih harus diterima atas bunga deposito dan bunga obligasi yang
belum jatuh tempo adalah sebagai berikut:
2010
Piutang hasil investasi
Deposito berjangka wajib
Deposito berjangka - sukarela
Obligasi tersedia untuk dijual
Obligasi dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi yang diperdagangkan
Saldo Investasi
Deposito berjangka wajib
Deposito berjangka - sukarela
Obligasi tersedia untuk dijual
Obligasi dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi yang diperdagangkan
890.411
263.057.367
18.179.958
175.535.908
14.877.121
472.540.765
4.100.000.000
35.669.325.000
25.015.900.000
1.045.000.000
65.830.225.000
10. Piutang Lain-lain
Pihak ketiga :
Piutang Klaim Koasuransi
Lainnya
Jumlah
1.124.242.200
523.884.718
1.648.126.918
7.517.808
246.340.193
32.771.625
96.146.926
40.359.271
423.135.823
Investment income receivables :
Statutory time deposits
Voluntary time deposits
Bond available for sale
Bond held-to-maturity
Bond held-for trading
Investment balance :
Statutory time deposits
Voluntary time deposits
Bond available for sale
Bond held-to-maturity
Bond held-for trading
5.000.000.000
26.362.500.000
5.222.000.000
15.000.000.000
3.955.320.000
55.539.820.000
2009
Related parties :
PT Jasa Tania Medika
Employees
1.094.242.200
524.183.006
1.618.425.206
2.539.440.908
2.539.440.908
3.008.500.177
4.157.866.114
Third parties :
Coinsurance Claim
Others
Total
11. Down Payment And Prepaid Expenses
2010
Halaman 35
2009
1.219.745.129
140.628.130
1.360.373.259
11. Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka
Uang muka pajak penghasilan badan
Uang muka premi asuransi
Uang muka sewa
Uang muka beban umum
Uang muka perjalanan dinas
Uang muka pemasaran
Uang muka klaim
Uang muka lain-lain
Jumlah
Accrued interest income from time deposit interest and bonds
interest income are as below:
10. Other Accounts Receivables
2010
Pihak hubungan istimewa :
Piutang PT Jasa Tania Medika
Piutang Pegawai
Investment Income Receivables
19.554.475
315.449.180
12.224.530
112.420.600
158.424.060
1.883.380.000
2.759.348.145
5.260.800.990
2009
2.856.243.041
14.434.648
267.713.072
14.007.450
162.851.025
24.186.000
2.252.220.319
1.465.241.341
7.056.896.897
Prepaid corporate income taxes
Prepaid insurance premium
Prepaid rent
Prepaid general expenses
Prepaid travelling on duty
Prepaid Marketing
Prepaid Claims
Prepaid others
Total
Page 35
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
12. Aset Tetap
12. Fixed Assets
Saldo
01-Jan-10 /
Balance
01/01/2010
Biaya Perolehan
Tanah dan Bangunan :
Tanah
Bangunan
Kendaraan Bermotor
Perabot Kantor
Peralatan Kantor
Perabot dan
Perlengkapan Mess
Penambahan /
Additions
Acquisition cost
5.354.463.000
10.037.290.680
2.145.930.350
3.423.037.960
8.084.069.969
47.384.860
119.790.000
815.273.904
410.284.191
144.000.000
19.800.000
5.354.463.000
10.084.675.540
2.121.720.350
4.238.311.864
8.474.554.160
421.896.460
29.466.688.419
23.414.750
1.416.147.705
163.800.000
445.311.210
30.719.036.124
Akumulasi Penyusutan
Bangunan
Kendaraan Bermotor
Perabot Kantor
Peralatan Kantor
Perabot dan
Perlengkapan Mess
Jumlah
3.077.247.529
1.867.097.863
2.185.699.871
6.806.273.408
458.589.060
164.619.473
352.016.253
344.186.302
144.000.000
12.940.576
335.253.279
14.271.571.949
15.332.944
1.334.744.033
156.940.576
Nilai Buku
15.195.116.470
2010
163.800.000
(156.940.576)
Harga Perolehan
Akumulasi depresiasi
Nilai buku
Harga jual
Laba (Rugi) penjualan/penghapusan aset tetap
Saldo
01-Jan-09 /
Balance
01/01/2009
Biaya Perolehan
Tanah dan Bangunan :
Tanah
Bangunan
Kendaraan Bermotor
Perabot Kantor
Peralatan Kantor
Perabot dan
Akumulasi Penyusutan
Bangunan
Kendaraan Bermotor
Perabot Kantor
Peralatan Kantor
Perabot dan
Nilai Buku
Landright
Buildings
Motor vehicles
Office furniture
Office equipment
Mess furniture and
fixture
Total
Accumulated depreciation
3.535.836.589
Buildings
1.887.717.336
Motor vehicles
2.537.716.124
Office furniture
7.137.519.134
Office equipment
Mess furniture and
350.586.223
fixture
15.449.375.406
Total
15.269.660.718
Rekonsiliasi penjualan/penghapusan aset adalah sebagai berikut :
Book value
The reconciliation of assets sold (disposal) are as follow:
2009
599.635.000
Cost
(501.465.981)
Accumulated depreciation
6.859.424
62.459.424
98.169.019
-
Book value
Sold price
55.600.000
(98.169.019)
Gain on assets disposal
Penambahan /
Additions
Pengurangan /
Deductions
Saldo
31-Des-09 /
Balance
12/31/2009
Acquisition cost
5.280.687.000
8.848.787.622
2.018.587.500
3.723.713.475
7.878.268.169
73.776.000
1.188.503.058
127.342.850
298.959.485
205.801.800
599.635.000
-
5.354.463.000
10.037.290.680
2.145.930.350
3.423.037.960
8.084.069.969
414.396.460
28.164.440.226
7.500.000
1.901.883.193
599.635.000
421.896.460
29.466.688.419
2.388.749.327
1.638.447.398
2.274.052.631
6.265.958.155
688.498.202
228.650.464
413.113.219
540.315.253
501.465.980
-
314.099.103
12.881.306.614
21.154.176
1.891.731.315
501.465.980
15.283.133.612
Beban penyusutan sebesar Rp 1.334.744.033 dan Rp 1.891.731.315 masing-masing
untuk tahun 2010 dan 2009 dialokasikan ke beban usaha.
Halaman 36
Pengurangan /
Deductions
Saldo
31-Des-10 /
Balance
12/31/2010
Landright
Buildings
Motor vehicles
Office furniture
Office equipment
Mess furniture and
fixture
Accumulated depreciation
3.077.247.529
Buildings
1.867.097.863
Motor vehicles
2.185.699.871
Office furniture
6.806.273.408
Office equipment
Mess furniture and
335.253.279
fixture
14.271.571.949
Total
15.195.116.470
Book value
Depreciation expenses of Rp 1.334.744.033 and Rp 1.891.731.315
respectively for 2010 and 2009 were alocated to operating expenses.
Page 36
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. Aset Lain-lain
13. Other Assets
2010
Biaya Tangguhan-bersih
Hak Cipta dan Paten
Keanggotaan Golf
Uang Jaminan
Persediaan Meterai
Dewan Asuransi Indonesia
Persediaan Kupon BBM
Perangkat Lunak
451.946.000
165.000.000
200.009.320
50.837.406
58.476.000
1.000.000
9.315.000
2.001.000.000
2.937.583.726
2010
Biaya Tangguhan :
Jasa konsultan restrukturisasi
Jasa konsultan pengembangan SDM
Akumulasi amortisasi
854.700.000
275.165.000
1.129.865.000
(677.919.000)
451.946.000
14. Hutang Klaim
Berdasarkan mata uang :
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Berdasarkan klasifikasi bisnis :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Miscellaneous
Rincian hutang klaim :
Pihak Istimewa
PT Perkebunan Nusantara
lain-lain
Halaman 37
564.932.500
Deferred charges - net
220.000.000
Right and patent - net
200.009.320
Golf Membership
113.551.510
Cash guarantee
62.760.162
Stamp duty inventory
1.000.000 Indonesia Federation of Insurance Association
4.545.000
Oil and gas cuopon
2.201.100.000
Software
3.367.898.492
2009
854.700.000
275.165.000
1.129.865.000
(564.932.500)
564.932.500
Deferred expenses:
Restructuring consultants
Human resources development consultant
Accumulated amortization
14. Claims Payable
2010
Pihak Istimewa
Pihak Ketiga
2009
3.847.407.657
4.777.968.217
8.625.375.874
7.918.844.932
706.530.942
8.625.375.874
2.991.243.982
2.479.776.276
176.568.147
331.500
1.517.031.838
49.066.860
1.395.157.271
16.200.000
8.625.375.874
3.473.837.623
373.570.034
3.847.407.657
2009
3.960.357.340
4.934.380.880
8.894.738.220
7.847.477.828
1.047.260.392
8.894.738.220
2.884.589.688
1.350.660.261
113.966.186
1.833.774.588
33.601.367
1.653.750.359
192.836.661
831.559.109
8.894.738.220
3.543.544.815
416.812.525
3.960.357.340
Related Parties
Third parties
By currencies
Rupiah
US Dollar
By business classification
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Miscellaneous
Related Parties
PT Perkebunan Nusantara
Others
Page 37
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
14. Hutang Klaim (Lanjutan)
14. Claims Payable (Continued)
2010
Pihak ketiga
PT. Dharma Nilaitama
Autoblits
Bengkel Karya Prima
Bengkel Mitra Jaya Karya
Sapta Pirsa Mandiri Loss Adjuster
Bank Niaga
Mulia Auto Body Repair
PT. Asuransi Jasa Indonesia
CV. Hartana
PT. Tokyo Jaya Santoso
PT. Multi Manao Indonesia
PT. Bank Rakyat Indonesia
PT. Sapta Mitra
Sumatera Prima Fibreboard
Lain-lain
Jumlah
217.412.552
210.331.580
174.705.458
169.595.241
136.389.220
134.600.000
123.568.440
3.611.365.727
59.551.645
106.393.080
980.996.556
317.016.000
197.830.322
139.287.118
126.355.968
120.000.000
117.029.570
2.769.920.621
Third parties
PT. Dharma Nilaitama
Autoblits
Bengkel Karya Prima
Bengkel Mitra Jaya Karya
Sapta Pirsa Mandiri Loss Adjuster
Bank Niaga
Mulia Auto Body Repair
PT. Asuransi Jasa Indonesia
CV. Hartana
PT. Tokyo Jaya Santoso
PT. Multi Manao Indonesia
PT. Bank Rakyat Indonesia
PT. Sapta Mitra
Sumatera Prima Fibreboard
Others
4.777.968.218
8.625.375.875
4.934.380.880
8.894.738.220
Total
15. Estimasi Klaim Retensi Sendiri
15. Estimated Own Retention Claims
Akun ini merupakan jumlah estimasi klaim retensi sendiri atas klaim yang sudah
terjadi tapi masih dalam proses penyelesaian, dan klaim yang sudah terjadi tapi
belum dilaporkan (Incurred But Not Yet Reported / IBNR ).
2010
Berdasarkan mata uang :
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Berdasarkan klasifikasi bisnis :
Outstanding klaim
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Accident
Miscellaneous
IBNR
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Accident
Miscellaneous
Halaman 38
2009
14.129.668.326
6.091.367.877
20.221.036.203
12.729.160.795
2.037.609.675
165.033.830
159.135.000
57.095.562
3.995.149.343
94.945.511
20.000.000
19.258.129.716
636.458.040
101.880.484
8.251.692
7.956.750
2.854.778
199.757.467
4.747.276
1.000.000
962.906.487
This account represent estimated own retention on claims already
incurred but still in progress of settlement , and on claims already
incurred but not yet reported (IBNR).
2009
20.391.868.672
4.526.951.806
24.918.820.478
13.539.263.612
2.325.157.224
564.845.603
20.000.000
596.937.051
6.614.776.224
55.330.265
15.900.000
23.732.209.979
676.963.181
116.257.861
28.242.280
1.000.000
29.846.853
330.738.811
2.766.513
795.000
1.186.610.499
By currency
Rupiah
UD Dollar
By business classification :
Outstanding claims
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Accident
Miscellaneous
IBNR
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Accident
Miscellaneous
Page 38
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. Estimasi Klaim Retensi Sendiri (Lanjutan)
15. Estimated Own Retention Claims (Continued)
2010
Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Accident
Miscellaneous
13.365.618.835
2.139.490.159
173.285.522
167.091.750
59.950.341
4.194.906.810
99.692.786
21.000.000
20.221.036.203
Perusahaan tidak dapat menyajikan estimasi klaim retensi sendiri berdasarkan pihak
hubungan istimewa dan pihak ketiga, hal ini disebabkan oleh program treaty yang
dimiliki adalah kombinasi treaty proporsional dan non proportional (excess of loss ).
Berdasarkan program reasuransi non proportional ini, besarnya klaim recovery tidak
bisa dialokasikan per polis secara tepat.
16. Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan
7.525.480.906
22.101.053.592
454.172.059
70.478.612
12.206.250
2.224.503.668
425.594.027
1.668.911.676
1.643.565.191
911.330.056
37.037.296.037
Perusahaan tidak dapat menyajikan premi yang belum merupakan pendapatan
berdasarkan pihak hubungan istimewa dan pihak ketiga, hal ini disebabkan oleh
program treaty yang dimiliki adalah kombinasi treaty proporsional dan non
proportional (excess of loss) . Berdasarkan program reasuransi non proportional ini,
besarnya premi reasuransi tidak bisa dialokasikan per polis secara tepat.
17. Hutang Reasuransi
Berdasarkan mata uang :
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Pihak Ketiga
PT. Asuransi Kredit Indonesia
PT. Jasa Cipta Rembaka
Mega Jasa Reinsurance Brokers
Reasuransi Internasional Indonesia
Lain-lain
Halaman 39
The Company can not presents the estimated own retention claims
account based on related party and third parties, it is caused by
Company's treaty programs are treaty proportional combination and
non-proportioned (excess of loss). Based on this reinsurance
programs - non proportioned, the amounts of recovery claims are
not able to alocated in each police accurately.
2009
7.285.591.113
11.861.054.444
607.971.083
(16.928.950)
7.666.875
(156.620.518)
4.395.297.835
178.760.190
3.156.552.359
2.065.771.779
563.150.429
29.948.266.636
By business classification :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Energy
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
The Company can not presents the unearned premium account
based on related party and third parties, it is caused by Company's
treaty programs are treaty proportional combination and nonproportioned (excess of loss). Based on this reinsurance programs non proportioned, the amounts of reinsurance premium is not able
to allocated in each police accurately.
17. Reinsurance Payables
2010
Pihak Ketiga
14.216.226.792
2.441.415.085
593.087.883
21.000.000
626.783.904
6.945.515.035
58.096.778
16.695.000
24.918.820.478
Estimated claims for own retention
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Accident
Miscellaneous
16. Unearned Premiums
2010
Berdasarkan klasifikasi bisnis :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Energy
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
2009
1.346.219.813
810.711.477
535.508.336
1.346.219.813
77.294.186
437.054.473
362.404.423
90.053.238
379.413.493
1.346.219.813
2009
8.487.077.624
7.879.559.572
607.518.052
8.487.077.624
877.768.146
58.762.327
66.951.455
427.718.213
7.055.877.483
8.487.077.624
Third parties
By currency
Rupiah
US Dollar
Third parties
PT. Asuransi Kredit Indonesia
PT. Jasa Cipta Rembaka
Mega Jasa Reinsurance Brokers
Reasuransi Internasional Indonesia
Others
Page 39
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
18. Hutang Komisi
18. Commission Payable
2010
Pihak Ketiga
Berdasarkan mata uang :
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
4.195.446.317
2.123.659.425
3.231.031.161
964.415.156
4.195.446.317
1.183.902.190
939.757.235
2.123.659.425
19. Perpajakan
b. Hutang pajak
Taksiran pajak penghasilan badan
Dikurangi :
Uang Muka PPh Pasal 25
Jumlah hutang pajak PPh Pasal 29
Pajak penghasilan pasal 21
Pajak penghasilan pasal 23
Pajak Pasal 4 ayat 2
Jumlah Hutang pajak
1.792.321.000
2.113.183.801
3.905.504.801
661.436.940
661.436.940
(1.731.531.460)
60.789.540
278.586.784
28.508.146
5.960.000
373.844.470
a. Income tax income (expenses)
Current
Deferred
(2.856.243.041)
b. Prepaid taxes
Estimated income taxes
Less :
Prepaid taxes - Income tax article 25:
(2.856.243.041)
Total Prepaid taxes- Income tax article 29
1.792.321.000
-
107.086.349
61.220.032
2.130.000
170.436.381
Income tax article 21
Income tax article 23
Tax article 4 sub article 2
Total Prepaid taxes
Current tax
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan laba
(rugi) menurut pajak adalah sebagai berikut:
2010
15.912.121.250
555.172.606
675.228.022
52.954.668
190.175.718
962.906.486
(802.768.120)
(5.848.878.557)
(182.608.489)
141.677.656
192.989.698
11.848.970.938
(4.679.686.863)
The reconsiliation between profit (loss) before tax per income
statement and company's taxable income (loss) are as follows:
2009
9.867.531.533
Profit (loss) before tax per income statement
Fiscal adjustments consists of:
Permanent differences:
506.686.500
Employee benefit
2.092.822.070
Marketing expenses
415.522.635
General expenses
193.552.713
Administrative expenses
1.186.610.499
IBNR
(6.357.029.551)
Premium reserve
(6.835.881.696)
Investment
(147.933.267)
Interest income
Timing defferences:
751.928.944
Diferrences between comercial and fiscal depreciation
138.202.107
Post emplyoements benefits
1.812.012.487
Taxable income
(1.812.012.487)
Laba Kena Pajak Dibulatkan
7.169.284.000
-
Rounded
Tarif PPh Pasal 17 sebagai berikut:
1.792.321.000
1.792.321.000
-
Income tax Article 17 tariffts are as follow:
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh pajak atas perbedaan temporer antara
jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan kewajiban.
Halaman 40
By currency
Rupiah
US Dollar
2009
Pajak Penghasilan Kini
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi
Perbedaan fiskal terdiri :
Perbedaan tetap
Beban pegawai
Beban pemasaran
Beban umum
Beban administrasi
IBNR (cadangan klaim)
Cadangan Premi
Hasil investasi
Jasa giro
Perbedaan sementara
Perbedaan antara penyusutan komersial dan fiskal
Kewajiban imbalan pasca kerja
Laba kena pajak
Kompensasi Kerugian Fiskal
Third parties
19. Taxation
2010
a. Penghasilan (Beban) Pajak Penghasilan
Kini
Tangguhan
2009
Deffered Tax
Deferred tax is calculated based on the tax effect of temporary
differences between the tax bases for assets and liabilities and their
carrying amount for financial reporting purpose.
Page 40
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
19. Hutang Pajak (Lanjutan)
19. Taxes Payable (Continued)
Pajak Tangguhan (Lanjutan)
Deffered Tax (Continued)
aset pajak
tangguhan /
Diferred tax assets
2009
Aset tetap
Kewajiban
imbalan pasca kerja
Rugi fiskal
Pemulihan Rugi Fiskal
311.229.223
453.244.031
2.740.454.387
(543.603.746)
2.961.323.895
aset pajak
tangguhan /
Diferred tax assets
2008
Aset tetap
Kewajiban
imbalan pasca kerja
Rugi fiskal
Pemulihan Rugi Fiskal
123.246.987
418.693.504
3.080.820.343
3.622.760.835
Dikreditkan
(dibebankan) ke
Laporan laba rugi/
Credited to
(change to) income
statement
aset pajak
tangguhan /
Diferred tax assets
2010
35.419.414
346.648.637
48.247.425
(2.196.850.640)
(2.113.183.801)
Dikreditkan
(dibebankan) ke
Laporan laba rugi/
Credited to
(change to) income
statement
aset pajak
tangguhan /
Diferred tax assets
2009
187.982.236
311.229.223
34.550.527
(340.365.956)
(543.603.746)
(661.436.940)
453.244.031
2.740.454.387
(543.603.746)
2.961.323.895
20. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
712.974.956
223.163.273
936.138.229
21. Hutang Lain-lain
Halaman 41
2009
323.162.785
126.401.086
449.563.872
Administrative expenses
General expenses
21. Other Liabilities
2010
Cadangan Dana Sosial
Hutang Asuransi
Hutang Bonus Karyawan
Lain-lain
Fixed assets
Postemployment benefit
Fiscal loss
Recovery of Fiscal loss
20. Accrued Expense
2010
Biaya administrasi
Biaya umum
501.491.456
2.740.454.387
(2.740.454.386)
848.140.094
Fixed assets
Postemployment benefit
Fiscal loss
Recovery of Fiscal loss
635.317.941
1.575.731.097
210.248.997
2.421.298.035
2009
571.596.049
13.679.711
876.579.692
335.561.793
1.797.417.245
Social fund
Insurance premium payable
Employee Bonus
Others
Page 41
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
22. Modal Saham
22. Capital Stocks
Modal ditempatkan dan disetor PT. Asuransi Jasa Tania Tbk adalah sebagai berikut :
Pemegang Saham/ Stockholders
Dana Pensiun Perkebunan
Masyarakat (masing-masing kurang dari 5%) / Public (less then 5% each)
23. Premi Bruto
Berdasarkan klasifikasi bisnis :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
69.857.357.029
109.694.494.233
179.551.851.263
68.208.689.185
59.020.090.812
9.198.727.918
407.729.869
39.375.000
18.739.794.340
1.241.350.839
12.018.110.563
7.334.958.025
3.343.024.711
179.551.851.263
Tidak ada pendapatan dari pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah premi
bruto untuk periode tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009.
24. Premi Reasuransi
Berdasarkan klasifikasi bisnis :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Energy
Engineering
Accident
Bond
Miscellaneous
Halaman 42
294.303.500
5.696.500
300.000.000
98,10%
1,90%
100,00%
Jumlah/ Total Paid up Capital
58.860.700.000
1.139.300.000
60.000.000.000
2009
65.756.429.927
84.750.139.811
150.506.569.738
60.693.167.202
33.724.924.257
10.522.675.976
307.201.826
39.375.000
21.434.665.895
566.335.140
12.865.352.714
8.447.446.932
1.905.424.796
150.506.569.738
By parties
Related party
Third party
By classification of bussiness :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
There are no incomes from the third parties more than 10% of gross
premium income for the years ended December 31, 2010 and 2009.
24. Reinsurance Premiums
2010
Pihak Ketiga
Jumlah Saham/
Number of Share
2010 dan/ and 2009
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
23. Gross Premiums
2010
Berdasarkan pihak
Pihak Istimewa
Pihak Ketiga
The composition of the Company's shareholders are as follows :
62.577.757.761
62.577.757.761
39.553.950.281
889.761.055
2.223.678.797
255.644.288
10.357.575.824
5.731.997.213
2.970.859.531
594.290.771
62.577.757.761
2009
53.261.970.043
53.261.970.043
36.295.121.065
1.279.858.438
1.887.294.388
353.683.999
13.500.000
391.551.296
7.126.280.361
3.192.540.944
2.561.411.323
160.728.230
53.261.970.043
Third party
By classification of bussiness :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Energy
Engineering
Accident
Bond
Miscellaneous
Page 42
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
25. Klaim Bruto
25. Gross Claims Expense
2010
Berdasarkan pihak
Pihak Istimewa
Pihak Ketiga
Berdasarkan klasifikasi bisnis :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
25.641.303.598
49.284.416.844
74.925.720.442
42.681.087.506
13.356.522.057
1.306.634.285
331.500
6.715.224.168
138.507.740
9.886.458.438
12.000.000
828.954.747
74.925.720.442
26. Klaim Reasuransi
Berdasarkan klasifikasi bisnis :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Engineering
Accident
Bond
Miscellaneous
Halaman 43
By classification of bussiness :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
2009
27.480.946.809
27.480.946.809
32.606.334.342
235.526.226
339.637.438
265.200
3.231.662.136
2.277.552.424
9.000.000
133.020.000
38.832.997.766
23.481.383.163
993.195.056
461.617.418
1.374.979.306
1.169.771.867
27.480.946.809
Third party
By classification of bussiness :
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Engineering
Accident
Bond
Miscellaneous
27. Commission - Net
2010
Berdasarkan klasifikasi bisnis :
Beban Komisi
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
33.824.907.729
10.560.123.137
3.253.590.076
4.500.000
7.984.115.978
97.841.589
3.358.145.394
9.000.000
59.092.223.902
38.832.997.766
38.832.997.766
27. Beban Komisi Bersih
Pihak Ketiga
20.133.172.547
38.959.051.356
59.092.223.902
By parties
Related party
Third party
26. Reinsurance Claims Expense
2010
Pihak Ketiga
2009
20.974.562.966
20.974.562.966
16.807.406.463
2.920.850.230
2.812.553.910
22.734.393
8.859.375
4.734.046.956
177.365.771
3.511.300.610
1.174.224.155
633.973.853
32.803.315.716
2009
17.814.149.986
17.814.149.986
13.181.484.788
2.882.947.815
2.876.195.454
37.291.406
9.745.313
4.729.568.269
119.434.666
2.520.656.121
1.481.421.232
345.430.423
28.184.175.486
Third party
By classification of bussiness :
Commission expense
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
Page 43
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
27. Beban Komisi Bersih (Lanjutan)
27. Commission - Net (Continued)
2010
Pendapatan Komisi
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Accident
Bond
Miscellaneous
Komisi Bersih
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
6.966.369.825
43.154.452
379.225.375
46.845.345
1.913.087.611
1.397.466.451
919.038.637
163.565.054
11.828.752.750
9.841.036.638
2.877.695.778
2.433.328.535
(24.110.952)
8.859.375
2.820.959.345
177.365.771
2.113.834.159
255.185.518
470.408.800
20.974.562.966
28. Hasil Investasi
160.412.603
1.611.440.962
348.145.833
1.625.613.282
62.053.056
1.139.207.649
969.743.670
(113.945.112)
24.345.691
21.860.923
5.848.878.557
29. Beban Usaha
Halaman 44
6.184.068.355
2.792.429.710
2.555.670.763
(4.159.797)
6.707.813
3.320.140.947
119.434.666
1.781.430.873
721.606.163
336.820.494
17.814.149.986
Commission - net
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
2009
346.492.636
2.516.689.562
587.534.097
753.287.540
745.387.900
1.623.955.626
14.690.375
190.184.528
59.372.024
(1.712.592)
6.835.881.696
Statutory deposit interest
Time deposit interest
Bond available-for-sale
Bond held-to-maturity
Bond for trading
Equity securities for trading
Equity securities available for sale
Mutual fund
Dividen
Other investments
29. Operating Expenses
2010
Pegawai
Administrasi
Pemasaran
Penyusutan
Pendidikan dan latihan
Jasa Professional
Beban penyisihan piutang ragu-ragu
Umum lainnya
6.997.416.433
90.518.106
320.524.691
41.451.203
3.037.500
1.409.427.323
739.225.247
759.815.069
8.609.929
10.370.025.500
Commission income
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Accident
Bond
Miscellaneous
28. Net Investments Income
2010
Bunga deposito wajib
Bunga deposito berjangka
Obligasi tersedia untuk dijual
Obligasi dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi untuk diperdagangkan
Saham untuk diperdagangkan
Saham tersedia untuk dijual
Reksadana
Dividen
Investasi Lainnya
2009
19.125.966.107
11.320.921.402
11.788.988.401
1.334.744.033
274.253.385
584.109.333
540.193.654
2.788.763.907
47.757.940.222
2009
15.134.212.278
9.966.480.446
6.902.359.725
1.891.731.315
842.364.560
453.954.315
1.202.457.688
2.040.053.364
38.433.613.691
Employees
Administrative
Marketing
Depreciation
Training and education
Professional fee
Allowance for doubtful accounts
Others
Page 44
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30. Penghasilan (Beban) Lain-lain
30. Other Income (Expense)
2010
Selisih kurs
Laba (Rugi) penjualan/penghapusan aset tetap
Penggantian biaya polis
Jasa giro
Lainnya - bersih
(204.147.849)
55.600.000
729.351.598
182.608.489
(457.792.057)
305.620.181
31. Laba (Rugi) Bersih per Saham
2010
12.006.616.448
300.000.000
40
32. Tambahan Modal Disetor
Net earnings per share are derived from net income dividen by
average total of outstanding share for the year. The following is the
data that is used to count net income per share.
2009
9.206.094.594
300.000.000
31
15.000.000.000
10.000.000.000
5.000.000.000
15.000.000.000
10.000.000.000
5.000.000.000
Biaya emisi saham
(2.229.218.946)
(2.229.218.946)
2.770.781.054
2.770.781.054
33. Penggunaan Laba
Issue price
Nominal value
Additional paid in capital
Share issuance costs
Total
33. Net Income Distribution
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang dilaksanakan masing-masing
tanggal 24 Mei 2010 dan 19 Mei 2009 yang diaktakan No. 156 dan No. 91 oleh
Sutjipto SH Notaris di Jakarta, masing-masing untuk tahun 2009 dan 2010 telah
diputuskan bahwa laba setelah pajak untuk tahun 2008 dan 2009 dibagikan sebagai
berikut :
2010
Dividen
Tantiem
Dana Sosial
Cadangan Umum
Net income
Outstanding shares
Net earnings per share
2009
Harga Emisi
Nilai Nominal
Jumlah
Exchange rate difference
Gain (loses) on fixed assets disposal
Policies administration income
Bank accounts interest
Others - net
32. Additional Paid In Capital
2010
4.879.230.135
460.304.730
184.121.892
3.682.437.837
9.206.094.594
Pembagian dividen atas laba tahun 2008 dibayarkan sebesar Rp 2.031.000.000 dalam
tahun 2009, dengan demikian terdapat selisih dengan yang telah diputuskan dalam
rapat umum pemegang saham tersebut diatas sebesar Rp 2.805.913 yang dimasukkan
sebagai saldo laba yang belum dipergunakan. Sedangkan Pembagian dividen atas laba
tahun 2009 dibayarkan sebesar Rp 4.878.000.000 dalam tahun 2010, dengan
demikian terdapat selisih dengan yang telah diputuskan dalam rapat umum pemegang
saham tersebut diatas sebesar Rp 1.230.135 yang dimasukkan dalam Cadangan
Umum Perseroan.
Halaman 45
(1.603.600.105)
(98.169.020)
542.963.701
147.933.267
28.819.460
(982.052.697)
31. Net Earning Per Share
Laba bersih per saham dengan membagi masing-masing laba bersih dengan jumlah
rata-rata saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Berikut data yang
digunakan untuk menghitung laba bersih per saham .
Laba (Rugi) Bersih
Jumlah saham yang beredar
Laba (Rugi) Bersih per Saham
2009
Based on the Minutes of General Stockholders' Meeting held on
May, 24 2010 and May,19 2009 which be confirmed by Notarial
deed No. 156 and No. 91 of Sutjipto SH, Public Notary in Jakarta,
for the year ended 2009 and 2010 respectively which the company
stockholders agreed to devide the Company's income after tax in
2008 and 2009 as follow :
2009
2.031.000.000
153.494.786
76.747.392
1.573.321.555
3.834.563.732
Devidend
Tantiem
Social fund
General reserve
The devidend payment of profit for the year end 2008 is an amount
to Rp. 2.031.000.000 which its to be paid in 2009, thus there was
descrepancies with that declaration in shareholders general meeting
above in the amounting Rp.2.805.913 that it is recorded as
unappropriate retained earnings. The devidend payment of profit for
the year end 2009 is an amount to Rp. 4.878.000.000 which its to be
paid in 2010, thus there was descrepancies with that declaration in
shareholders general meeting above in the amounting Rp.1.230.135
that it is recorded as General Reserve.
Page 45
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
34. Cadangan Umum
34. General Reserve
Perusahaan telah menyisihkan sebagian dari laba tahun 2009 sejumlah Rp
3.682.437.837 sesuai Undang-undang Nomor 1 tahun 1995, yang mengharuskan
perusahaan Indonesia untuk membuat penyisihan cadangan umum sebesar 20% dari
jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Saldo cadangan umum untuk
tahun 2010 sebesar Rp 33.897.989.355 dan untuk tahun 2009 adalah sebesar Rp
30.728.782.386.
The Company have reserved from profit in the year 2009 was Rp
3.682.437.837 accourding to Indonesia Law No. 1 year 1995, the
company should make 20% for general reserve of outhorized and
paid capital. General reserve balance for year 2010 was Rp
33.897.989.355 and 2009 was Rp 30.728.782.386.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang dilaksanakan tanggal 24 Mei 2010
juga telah diputuskan bahwa pemberian bonus karyawan sebesar 4 (empat) bulan gaji,
yang mana 3 (tiga) bulan gaji merupakan akrual bonus tahun 2009 dan 1 (satu) bulan
gaji atas beban Cadangan Umum.
Based on the Minutes of General Stockholders' Meeting held on
May, 24 2010 has also been decided that giving employees bonus
equal to 4 (four) montly salary : 3 (three) monthly salary
represented bonus accrual for 2009 and 1 (one) monthly salary
which was taken from General Reserve.
35. Cadangan Khusus
35. Special Reserve
Rapat Umum Pemegang Saham tahun 2010 dan 2009 telah diputuskan tidak
membuat cadangan khusus. Saldo cadangan khusus per 31 Desember 2010 dan 2009
sebesar Rp 1.954.526.624.
36. Imbalan Pasca Kerja
The shareholders general meeting in 2010 and 2009 year had not
decided to make additional the special reserve. The special reserve
balances for the year 2010 and 2009 were Rp 1.954.526.624.
36. Post-Employment Benefits
Pada tanggal 25 Maret 2003, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 untuk mengganti Surat Keputusan Menteri Tenaga
Kerja No. Kep-150/Men/2000. Perusahaan telah membuat cadangan pensiun
karyawan sesuai dengan Undang-Undang tersebut, yang dihitung oleh aktuaris
independen PT. Bina Putra Hikmah dengan laporannya No.088/PSAK-BJH/III-2011.
metode perhitungan aktuaria yang digunakan untuk menentukan nilai kini kewajiban
imbalan pasti dan biaya jasa kini adalah "Projected Unit Credit" dengan asumsi
dasar sebagai berikut :
Tingkat bunga
Tingkat kenaikan gaji
Tabel mortalitas
Tingkat cacat
Tingkat pengunduran diri
Umur Pensiun
Metode
On March 25, 2003, Govermment was signed labour act No.13/2003
to changed Minister of Labour Decision Letters No. Kep150/Men/2000. Company was appraised Employment Pension
Reserve according to the act, that is calculated by Independent
Actuary PT. Bina Putra Jaga Hikmah on its report No.088/PSAKBJH/III-2011. actuarial calculation method that used to determine
present value of post-employment benefits liabilities and present
service expense are " Projected Unit Credit", in assumption basis,
consist of :
10% pertahun/per annum
Discount rate
10% pertahun/per annum
Future salary increment rate
Indonesia II 99 table of mortality
Mortality table
10% dari tingkat mortalitas/of mortality rate
Disability decrement
10% usia 20-29 tahun, 5% usia 30-39, 3% usia 40-43 tahun
Resignation rate
2% usia 45-49 tahun, 1% usia 50-54 tahun
10% age 20 up to 29, 5% age 30 up to 39, 3% age 40 up to 43
2% age 45 up to 49, 1% age 50 up to 54
55 tahun/years
Retirement age
Projected Unit Credit Actuarial Cost
Method
Beban imbalan kerja jangka panjang lainnya yang diakui dalam laporan laba rugi
adalah :
2010
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Amortisasi koreksi aktuarita
131.059.430
102.655.670
15.348.592
249.063.692
Mutasi kewajiban imbalan pasca kerja pada neraca adalah sebagai berikut :
2010
Kewajiban imbalan pasca kerja awal tahun
Pembayaran manfaat pensiun selama
tahun berjalan
Beban imbalan pasca kerja yang diakui
selama tahun berjalan
Halaman 46
(1.539.748.088)
Amount recognized in the statement of income in respect of the other
post-employment benefits are as follows :
2009
118.020.090
168.185.518
(74.503.834)
211.701.774
Current service cost
Interest cost
Amortization of actuarial correction
Movements of post-employment benefits liabilities in the balance
sheet are as follows :
2009
(1.401.545.980)
56.073.994
73.499.666
(249.063.692)
(211.701.774)
(1.732.737.786)
(1.539.748.088)
Post-employment benefits liabilities
at the beginning of
Pension benefits paymentsyear
in
the current year
Post employment benefits in
the current year
Page 46
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
37. Sifat dan Transaksi Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa
37. Nature and Transaction of Related Parties
Berikut ini pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa :
The details of related parties are as follows :
1.
Dana Pensiun Perkebunan merupakan pemegang saham mayoritas Perusahaan, 1.
(98,10 %).
PT. Perkebunan Nusantara merupakan pendiri Dana Pensiun Perkebunan.
2.
Dana Pensiun Perkebunan is majority the stockholders of the
Company (98,10%).
PT Perkebunan Nusantara (founder of Dana Pensiun Perkebunan).
Koperasi Milik Perkebunan (dimilik oleh karyawan PT. Perkebunan 3.
Nusantara)
Kantor Pemasaran Bersama PT. Perkebunan Nusantara merupakan unit dari 4.
usaha PT. Perkebunan Nusantara.
Koperasi Karyawan Jasa Tania, Tbk. dimiliki oleh karyawan PT. Asuransi 5.
Jasa Tania, Tbk.
Koperasi Perkebunan (owned by employees of PT Perkebunan
Nusantara).
Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusanatara (unit of PT
Perkebunan Nusantara).
Koperasi Karyawan Jasa Tania (owned by employees of PT
Asuransi Jasa Tania Tbk).
Lembaga Pendidikan Perkebunan.
PT Jasa Tania Medika, perusahaan asosiasi dengan kepemilikan 20%
Lembaga Pendidikan Perkebunan.
PT Jasa Tania Medika, which is associate company with 20% owned
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa.
In the course of its business, the Company entered into certain
transactions with related parties.
Rincian jumlah masing-masing pos aset, kewajiban, pendapatan underwriting dan
beban underwriting yang berkaitan dengan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa beserta persentasenya terhadap total aset, total kewajiban, total pendapatan
underwriting dan total beban underwriting sebagai berikut :
The amount details of each asset, liability, underwriting income, and
underwriting expense in the course of transactions with related
parties and the its percentage to total asset, total liability, total
underwriting expense are as follows :
2010
Aset
Investasi
Piutang premi
Piutang Lain
Persentase terhadap total aset
Kewajiban
Hutang klaim
Persentase terhadap total kewajiban
Pendapatan Underwriting
Pendapatan premi
Persentase terhadap total pendapatan underwriting
Beban Underwriting
Beban klaim
Persentase terhadap total beban underwriting
Halaman 47
6.
7.
12.145.000.000
4.268.306.843
1.124.242.200
17.537.549.043
9,61%
2009
3.595.000.000
5.291.520.059
1.094.242.200
9.980.762.259
5,84%
Assets
Investment
Premium receivables
Other receivables
Percentage to total assets
Liabilities
Claims payable
3.847.407.657
3.847.407.657
5,00%
3.960.357.340
3.960.357.340
5,06%
Percentage to total liabilities
69.857.357.029
38,91%
65.756.429.927
43,69%
Underwriting income
Premium income
Percentage to total underwriting income
20.133.172.547
34,07%
Underwriting expense
Claims expense
Percentage to total underwriting expense
25.641.303.598
34,22%
Page 47
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
37. Sifat dan Transaksi Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa (Lanjutan)
37. Nature and Transaction of Related Parties (Continued)
2010
Aset
Piutang premi
PT. Perkebunan Nusantara
Koperasi Milik Perkebunan
KPB PTP. Nusantara
Koperasi Karyawan Jasa Tania
Lain-lain
Piutang lain-lain
PT. Jasa Tania Medika
Kewajiban
Hutang klaim
PT Perkebunan Nusantara
Lain-lain
Pendapatan premi
PT. Perkebunan Nusantara
Lain-lain
Beban klaim
PT Perkebunan Nusantara
Lain-lain
2009
3.055.904.876
865.036.947
18.802.147
84.721.739
243.841.135
4.268.306.843
4.755.250.320
452.328.243
8.518.712
19.728.874
55.693.910
5.291.520.059
1.124.242.200
1.094.242.200
5.392.549.043
6.385.762.259
3.473.837.623
373.570.034
3.847.407.657
3.543.544.815
416.812.525
3.960.357.340
67.174.192.082
2.683.164.947
69.857.357.029
64.020.287.606
1.736.142.321
65.756.429.927
25.318.716.536
322.587.062
25.641.303.598
38. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Assets
Premium receivables
PT. Perkebunan Nusantara
Koperasi Milik Perkebunan
KPB PTP. Nusantara
Koperasi Karyawan Jasa Tania
Others
Other Receivables
PT. Jasa Tania Medika
Liabilities
Claim payable
PT Perkebunan Nusantara
Others
Premium income
PT. Perkebunan Nusantara
Others
Claims expenses
PT Perkebunan Nusantara
Others
19.405.276.045
727.896.502
20.133.172.547
38. Fair Value of Financial Statements
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset keuangan dan kewajiban keuangan
dalam laporan keuangan mendekati nilai wajarnya, karena pada umumnya bersifat
jangka pendek.
Management consider that the carrying amounts of financial assets
and financial liabilities recorded in the financial statements
approximate their fair values because generally of their short terms
maturities.
The table below is a comparison by class of the carrying amounts
and fair value of the Company's financial instrument that are
carried in the financial statements.
Tabel dibawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari
instrumen keuagan Perusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan.
2010
Aset Keuangan
a. Investasi
Deposito wajib
Deposito berjangka
Saham untuk diperdagangkan
Saham tersedia untuk dijual
Obligasi untuk diperdagangkan
Obligasi tersedia untuk dijual
Reksadana
Investasi pada saham
Halaman 48
Nilai Tercatat/
Carrying Amount
4.100.000.000
35.669.325.000
1.783.750.000
1.607.637.500
1.045.000.000
25.015.900.000
5.076.239.416
1.087.187.252
Nilai Wajar/
Fair Value
4.100.000.000
35.669.325.000
1.783.750.000
1.607.637.500
1.045.000.000
25.015.900.000
5.076.239.416
1.087.187.252
Financial Assets
a.Investment
Statutory deposit
Time deposits
Equity securities for trading
Equity securities available-for-sale
Bonds for trading
Bonds available-for-sale
Mutual fund
Investment in equity securities
Page 48
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. Nilai Wajar Instrumen Keuangan (Lanjutan)
b.
c.
d.
e.
Kas dan Bank
Piutang Hasil Investasi
Piutang Lain-lain
Aset Lain-lain
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
38. Fair Value of Financial Statements (Continued)
2010
Nilai Tercatat/
Nilai Wajar/
Carrying Amount
Fair Value
5.530.337.468
472.540.765
3.008.500.177
2.937.583.726
5.530.337.468
472.540.765
3.008.500.177
2.937.583.726
Kewajiban Keuangan
a. Hutang Lain-lain
Financial Liabilities
2.421.298.035
Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar :
2.421.298.035
a. Investasi
- Deposito wajib dan berjangka dinilai sesuai dengan nilai nominalnya
- Saham yang diperdagangkan, saham tersedian untuk dijual, obligasi untuk
diperdagangkan dan obligasi yang tersedia untuk dijual, nilai wajarnya
tersedia di pasar
Reksadana, nilai wajar sesuai dengan nilai aset bersih yang tersedia di pasar
Investasi pada saham, menggunakan nilai nominal, dikarenakan tidak ada nilai
kuotasi pasar dan teknik penilaian yang andal yang dapat digunakan.
b. Kas dan bank, dinilai menggunakan nilai nominal
c. Piutang hasil investasi, dinilai menggunakan nilai nominal
d. Aset lain-lain, dinilai menggunakan nilai nominal
Kewajiban Keuangan
a. Hutang lain-lain, dinilai menggunakan nilai nominal
Halaman 49
a. Other payable
The following methods and assumptions are used to estimate the fair value:
Aset Keuangan
-
b. Cash on hand and in banks
c. Investment income receivable
d. Other account receivable
e. Other assets
Financial Assets
a. Investments
- Statutory and Time Deposits are measured by par value
- Equity securities for trading, Equity securities available for sale,
Bonds for trading and Bonds available for sale, fair value available
at market.
- Mutual fund, are measured with net value assets at market
- Invesment in equity securities, are measured by par value, because
the value are not available in capital market and no methods are
rely on.
b. Cash and equvalents are measured by par value
c. Invesment income receivables, are measured by par value
d. Other Assets, are measured by par value
Financial Liabilities
a. Other payables, are measured by par value
Page 49
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
39. Informasi Segmen
39.
2010
a.
Segmen Geografis :
Pendapatan underwriting
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Beban undewriting
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Hasil underwriting - bersih
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Hasil investasi
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Beban usaha
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Laba usaha
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Halaman 50
42.344.295.961
39.030.026.061
5.401.723.473
4.940.674.108
18.168.344.498
109.885.064.101
21.451.435.856
17.811.770.093
2.271.440.169
1.270.888.654
9.563.966.595
52.369.501.367
20.892.860.105
21.218.255.968
3.130.283.304
3.669.785.454
8.604.377.903
57.515.562.734
2.128.989.193
2.156.622.184
317.666.013
372.415.529
873.185.638
5.848.878.557
17.311.210.290
16.973.426.025
2.476.917.412
3.160.039.873
7.836.346.622
47.757.940.222
5.710.639.008
6.401.452.127
971.031.905
882.161.110
1.641.216.919
15.606.501.069
Segment Information
2009
34.172.951.080
32.613.949.030
4.578.206.511
3.365.857.842
15.716.910.348
90.447.874.811
15.495.099.648
15.902.496.624
1.667.901.781
2.004.126.331
12.930.934.203
48.000.558.586
18.677.851.432
16.711.452.406
2.910.304.731
1.361.731.512
2.785.976.145
42.447.316.225
3.020.127.099
2.683.860.615
466.725.790
218.380.986
446.787.205
6.835.881.696
15.755.768.994
14.311.762.039
2.369.886.763
1.734.719.165
4.261.476.729
38.433.613.691
5.942.209.537
5.083.550.982
1.007.143.758
(154.606.668)
(1.028.713.379)
10.849.584.230
a. Geographical Segmen
Underwriting income
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Underwriting expenses
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Underwriting income - net
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Investment
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Operating expenses
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Income from operations
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Page 50
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
39. Informasi Segmen (Lanjutan)
39.
2010
Pendapatan (beban) lain-lain
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Laba sebelum pajak
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Penghasilan (Beban) pajak penghasilan
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Laba (rugi) bersih
Sumatera
Jawa (diluar Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
b.
Segmen Usaha :
Pendapatan underwriting
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Energy
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
(10.691.647)
(14.886.371)
(8.828.746)
2.466.932
337.560.013
305.620.181
5.699.947.361
6.386.565.756
962.203.159
884.628.042
1.978.776.932
15.912.121.250
(1.399.007.175)
(1.567.532.250)
(236.165.185)
(217.124.984)
(485.675.208)
(3.905.504.802)
4.300.940.186
4.819.033.506
726.037.974
667.503.058
1.493.101.724
12.006.616.448
28.414.849.110
47.890.330.609
7.128.848.145
64.678.017
34.835.625
(156.620.518)
10.553.012.683
994.517.001
7.773.754.032
4.786.305.085
2.400.554.312
109.885.064.101
Halaman 51
Segment Information (Continued)
2009
(422.097.542)
(137.638.834)
(68.738.405)
(20.167.237)
(333.410.679)
(982.052.697)
5.520.111.995
4.945.912.148
938.405.353
(174.773.905)
(1.362.124.057)
9.867.531.533
(370.022.226)
(331.532.662)
(62.902.861)
11.715.384
91.305.426
(661.436.940)
5.150.089.769
4.614.379.486
875.502.492
(163.058.521)
(1.270.818.632)
9.206.094.594
23.913.106.514
27.556.022.553
8.891.591.736
(40.226.551)
26.496.000
5.697.526
14.621.783.495
630.311.911
9.382.243.978
3.918.328.416
1.542.519.233
Other income (expense)
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Income before tax
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Income tax expense
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
Net income
Sumatera
Java (excludes Jabodetabek)
Kalimantan
Sulawesi
Jabodetabek
b. Business Segmen:
Underwriting income
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Energy
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
90.447.874.811
Page 51
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
39. Informasi Segmen (Lanjutan)
39.
2010
Beban undewriting
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
Hasil underwriting - bersih
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Energy
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
Halaman 52
Segment Information (Continued)
2009
19.065.181.843
15.696.766.683
2.980.523.021
122.047.098
(557.974.188)
3.553.913.152
315.873.511
9.764.336.181
258.185.520
1.170.648.546
15.632.684.739
12.735.578.126
5.358.871.127
(12.150.991)
633.491.717
8.367.331.027
217.276.255
3.983.354.929
721.606.163
362.515.494
52.369.501.367
48.000.558.586
9.349.667.267
32.193.563.926
4.148.325.124
(57.369.081)
592.809.813
(156.620.518)
6.999.099.531
678.643.490
(1.990.582.149)
4.528.119.565
1.229.905.766
8.280.421.775
14.820.444.427
3.532.720.609
(28.075.561)
(606.995.717)
5.697.526
6.254.452.468
413.035.656
5.398.889.049
3.196.722.253
1.180.003.739
57.515.562.734
42.447.316.225
Underwriting expenses
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
Underwriting income - net
Property
Motor Vehicle
Marine Cargo
Marine Hull
Aviation Hull
Energy
Engineering
Liability
Accident
Bond
Miscellaneous
Page 52
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
40. Analisis Kekayaan dan Solvabilitas
40. Analysis Of Asset and Solvability
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
424/KMK.06/2003 tanggal 30 September 2003, Perusahaan setiap saat wajib
memenuhi tingkat solvabilitas yang dihitung dengan menggunakan pendekatan Risk
Based Capital (RBC). Perusahaan setiap saat wajib memenuhi tingkat solvabilitas
minimum sebesar 120% dari resiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat
deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan kewajiban. Tingkat solvabilitas dihitung
dengan mengurangi seluruh kewajiban (kecuali pinjaman subordinasi) dari kekayaan
yang diperkenankan.
Based on the Decree of the Minister of Finance of the Republic of
Indonesia No. 424/KMK.06/2003 dated September 30, 2003, the
Company is required to maintain a certain solvability margin which
be determined by Risk Based Capital (RBC) approach. The minimum
level of solvability which should be maintains is 120% of potensial
loss from deviation on in assets and liabilities management. Solvency
margin is calculated by deducted all liabilities (except for
subordinated loan) from admitted assets.
Batas minimum tingkat solvabilitas yang diwajibkan dihitung dengan
mempertimbangkan kegagalan pengelolaan kekayaan, ketidakseimbangan antara nilai
kekayaan dan kewajiban dalam setiap mata uang, perbedaan antara beban klaim yang
terjadi dan beban klaim yang diperkirakan, ketidak mampuan reasuradur untuk
memenuhi kewajiban membayar klaim.
The required minimum limit of solvency margin is determined by
considering the risk of assets default, mismatch currencies of assets
and liabilities on every currency, deviation of estimated claims
expense and actual claims expense, default of claims payment by
reinsurer.
Pada tanggal per 31 Desember 2010 dan 2009, rasio pencapian solvabilitas yang
dihitung berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 424/KMK.06/2003
adalah sebesar 179, 90% dan 146,72%.
As of December 31, 2010 dan 2009, solvability ratios which are
calculated in accordance with the Decree of Minister of Finance of
the Republic of Indonesia No. 424/KMK.06/2003 are 179,90% and
146,72%.
I. Analisis Kekayaan
I. Assets Analysis
2010
Aset yang Diperkenankan
Investasi
Kas dan Bank
Piutang Premi
Piutang Reasuransi
Piutang Hasil Investasi
Aset Tetap setelah dikurangi
Akumulasi Penyusutan
2009
75.335.039.168
5.530.337.468
10.702.458.087
4.700.835.933
472.540.766
64.282.141.780
4.571.220.227
12.727.621.739
6.709.812.088
423.135.823
17.803.354.735
114.544.566.158
17.873.833.918
106.587.765.575
II. Tingkat Solvabilitas
II. Solvency Margin
2010
2009
A. Tingkat Solvabilitas
Kekayaan Yang Diperkenankan
Kewajiban (kecuali Pinjaman Subordinasi)
Jumlah Tingkat Solvabilitas
A. Solvency Margin
114.544.566.158
76.889.392.768
106.587.765.575
78.329.727.972
Admitted Asset
Liabilities (except for subordinated loan)
37.655.173.390
28.258.037.603
Total solvency margin
B. Batas Tingkat Solvabilitas Minimum (BTSM)
B. Minimum Solvency Margin
1) Kegagalan Pengelolaan Kekayaan
2) Kekayaan dan Kewajiban Dalam Setiap Jenis
2.465.568.748
2.429.694.152
Assets default
Mata Uang
3) Beban Klaim Yang Terjadi dan Beban Klaim
Yang Diperkirakan
Risiko Reasuradur
163.738.427
184.540.380
16.468.047.561
1.833.430.097
14.944.462.975
1.701.331.737
Mismatch Currencies
Actual claims expense and estimated
claims expense
Reinsurer risk
Jumlah BTSM
20.930.784.833
19.260.029.242
Total Minimum Solvency Margin
16.724.388.558
8.998.008.361
C. Excess (less) solvency margin
C. Kelebihan (Kekurangan)
Batas Tingkat Solvabilitas
D. Rasio Pencapaian Solvabilitas (dalam %)
Halaman 53
Admitted Asset
Investment
Cash on hand and in banks
Premiums receivable
Reinsurance receivables
Interest receivable
Fixed assets net of accumulated depreciation
179,90 %
146,72 %
D. Solvency ratios
Page 53
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Catatan Atas Laporan Keuangan
31 Desember 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT. ASURANSI JASA TANIA, Tbk.
Notes To Financial Statements
December 31, 2010 and 2009
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
41. Aset dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing
Dollar Amerika Serikat
Investasi
Deposito Berjangka
Kas
Bank
Piutang Premi
Piutang Reasuransi
Hutang Klaim
Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Hutang Reasuransi
Hutang Komisi
Ekuivalen (Rupiah)
Investasi
Deposito Berjangka
Kas
Bank
Piutang Premi
Piutang Reasuransi
Hutang Klaim
Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Hutang Reasuransi
Hutang Komisi
41. Monetary Assets and Liability in Foreign Currencies
2010
575.000
1.527
196.041
450.780
43.836
78.582
677.496
59.560
107.265
2.190.086
2010
5.169.825.000
13.727.207
1.762.604.943
4.052.961.466
394.125.722
706.530.942
6.091.367.877
535.508.336
964.415.156
19.691.066.648
Kurs konversi yang digunakan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan
2009 masing-masing adalah 1US$ =Rp 8.991,- dan Rp 9.400,-
Halaman 54
2009
575.000
2.496
161.206
533.775
259.553
111.411
481.591
64.630
99.974
2.289.634
2009
5.405.000.000
23.460.257
1.515.334.846
5.017.483.510
2.439.795.944
1.047.260.392
4.526.951.806
607.518.052
939.757.235
21.522.562.041
Investment
Time Deposito
Cash
Banks
Premiums receivable
Reinsurance receivable
Claims payable
Estimated own retention claims
Reinsurance payable
Commissions payable
Rupiahs
Investment
Time Deposito
Cash
Banks
Premiums receivable
Reinsurance receivable
Claims payable
Estimated own retention claims
Reinsurance payable
Commissions payable
The exchange rate as at December 31, 2010 and 2009 are 1US$ =Rp
8.991,- and Rp 9.400,- respectively
Page 54
Download