155 BAB VI. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan 1

advertisement
BAB VI. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
1. Berdasarkan pendekatan morfologis menunjukkan duku, kokosan, dan langsat
dari berbagai daerah di Indonesia merupakan marga Lansium, jenis L.
domesticum Correa dan pada kategori infraspesies dapat dibagi menjadi dua
grup yaitu L. domesticum grup Duku dan L. domesticum grup KokosanLangsat. Kedua pengelompokan ini dapat disetarakan sebagai varietas yaitu L.
domesticum var. typica (duku) dan L. domesticum var. pubescent (kokosan
dan langsat); atau yaitu L. domesticum var. domesticum (duku) dan L.
domesticum var. pubescent (langsat).
2. a. Berdasarkan pendekatan RAPD didapatkan pita DNA spesifik yang
dihasilkan oleh primer OPA-01 terbentuk pada DSa dan DHat, primer
OPA-10 pada DKom, primer OPB-07 pada DMon, primer OPB-11 pada
LMat, dan LSing, primer OPB-12 pada DSing,OPB-15 pada DTem, OPT16 pada DSum dan OPU-19 pada DKar.
b. Berdasarkan pendekatan RAPD menunjukkan duku, kokosan, dan langsat
di Indonesia ditempatkan dalam satu jenis yaitu L. domesticum Correa.
c. Berdasarkan sekuensing nukleotida daerah ITS rDNA menetapkan duku,
kokosan, dan langsat dalam marga Lansium dan dimasukkan sebagai satu
jenis yang sama yaitu L. domesticum Correa serta ditetapkan sebagai dua
155
156
grup yaitu L. domesticum grup Duku dan L. domesticum grup KokosanLangsat.
B. Saran
1. Masih sangat diperlukan penelitian tentang data jumlah kromosom dan tingkat
ploidi duku, kokosan dan langsat di Indonesia untuk pemuliaan dan
pembudidayaan.
2. Pengembangan metode molekular dengan mengkombinasikan metode yang
lebih beragam seperti penanda isozim, RFLP (Random Fragment Length
Polymorphism), ISSRs (Inter Simple Sequence Repeats) dan AFLP (Amplified
Fragment Length Polymorphism) menggunakan sampel yang lebih banyak
untuk lebih memastikan penentuan status taksonomi duku, kokosan, dan
langsat di Indonesia.
Download