Analisis Keuntungan dan Strategi Pengembangan

advertisement
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG
WARALABA DAN NON WARALABA
(Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC)
Taman Topi dan Rahat Cafe di Bogor)
SKRIPSI
BESTARI DEWI NOVIATNI
H34076034
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
RINGKASAN
BESTARI DEWI NOVIATNI. Analisis Keuntungan dan Strategi
Pengembangan Usaha Ayam Goreng Waralaba dan Non Waralaba (Kasus:
Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) Taman Topi dan Rahat Cafe di
Bogor). Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen,
Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan MUHAMMAD FIRDAUS).
Keberhasilan dari suatu usaha makanan didukung oleh berbagai macam
faktor, salah satunya adalah kemampuan manajemen keuangan. Hal ini untuk
mengetahui apakah dana yang digunakan dalam perusahaan dapat dikatakan
efisien atau tidak, maka diperlukan suatu analisis keuangan. Dalam mengadakan
suatu analisis keuangan, kita dapat mengetahui keadaan dan perkembangan
finansial dari perusahaan tersebut. Perbandingan antara waralaba dan non
waralaba dari usaha restoran dan cafe tersebut akan menyebabkan perbedaan
struktur biaya dan keuntungan usaha. Apabila dilihat dari segi pengembangan
usaha, banyak restoran waralaba asing dan cafe-cafe lain yang menawarkan
berbagai keunggulan produknya yang menyebabkan konsumen mempunyai
banyak pilihan tempat makan. Hal ini menunjukkan tingkat persaingan yang
semakin ketat seiring dengan perkembangan restoran dan cafe yang cukup pesat.
Untuk menghadapi persaingan, restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe
memerlukan strategi pengembangan usaha yang tepat bagi kemajuan usahanya.
Pengembangan usaha tersebut melihat sejauh mana faktor internal dan eksternal
seperti mengetahui kekuatan, peluang, dan cara untuk menghindari ancaman serta
menutupi kelemahan yang ada.
Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah (1)
membandingkan keuntungan antara restoran ayam goreng KFC Taman Topi dan
Rahat cafe, (2) menganalisis kondisi lingkungan internal dan eksternal yang
dihadapi oleh KFC Taman Topi dan Rahat cafe, dan (3) merumuskan alternatif
strategi pengembangan usaha terbaik dengan memperhatikan lingkungan
perusahaan di KFC Taman Topi dan Rahat cafe.
Penelitian dilaksanakan di kedua tempat usaha di kota Bogor, yaitu KFC
Taman Topi dan Rahat cafe. Kegiatan pengumpulan data dilaksanakan pada bulan
September sampai Desember 2009. Data yang digunakan dalam penelitian ini
terdiri dari data primer dan sekunder yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung
keuntungan usaha dengan menghitung EBIT, EBT, EAT, rasio profitabilitas,
rentabilitas, matriks IFE dan EFE, analisis IE, analisis SWOT serta QSPM. Rasio
profitabilitas dan rentabilitas pada KFC Taman Topi dan Rahat cafe,
menghasilkan marjin laba bersih yang hampir sama sebesar 9 dan 8 persen,
artinya bahwa manajemen restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe mampu
bekerja secara efisien dalam kegiatan produksi dan penjualan sehingga terjadi
peningkatan omset tiap harinya. Rasio rentabilitas, ditunjukkan oleh nilai ROE
sebesar 27 dan 85 persen yaitu menunjukkan rasio yang baik, artinya terjadi
peningkatan modal sendiri satu persen akan meningkatkan EAT sebesar 27 dan 85
persen. Pada Rahat cafe sebagai non waralaba, nilai ROE lebih tinggi
dibandingkan dengan restoran KFC Taman Topi karena Rahat cafe merupakan
perusahaan kecil atau termasuk home industry yang pengeluaran untuk biaya
operasionalnya kecil walaupun modal yang dikeluarkan restoran KFC Taman
Topi sebagai waralaba lebih besar.
Analisis lingkungan internal dengan matriks IFE dapat dilihat bahwa
restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe memiliki posisi internal yang kuat
karena telah mampu menggunakan kekuatan dan mengatasi kelemahan dengan
sangat baik. Analisis lingkungan eksternal dengan matriks EFE dapat dilihat
bahwa restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe memiliki posisi eksternal yang
kuat karena telah mampu memanfaatkan peluang untuk mengatasi ancaman. Total
bobot skor pada matriks IFE sebesar 3.538 dan matriks EFE sebesar 3.437.
Gambaran posisi matriks IE restoran KFC Taman Topi saat ini menempati posisi
sel I. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi Grow and Build
(tumbuh dan berkembang). Strategi yang tepat digunakan dalam kuadran ini
adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan
produk). Total bobot skor pada matriks IFE Rahat cafe sebesar 2.604 dan matriks
EFE sebesar 2.812. Rahat cafe menempati posisi dalam sel V. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi Hold and Maintain
(pertahankan dan pelihara). Strategi yang tepat digunakan dalam kuadran ini
adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi terbaik yang
harus dilakukan restoran KFC Taman Topi adalah salah satu strategi S-O yaitu
meningkatkan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan strategi
terbaik yang harus dilakukan Rahat cafe adalah strategi S-T yaitu meningkatkan
loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik dengan pemasok.
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG
WARALABA DAN NON WARALABA
(Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC)
Taman Topi dan Rahat Cafe di Bogor)
BESTARI DEWI NOVIATNI
H34076034
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada
Departemen Agribisnis
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
Judul Skripsi
Nama
NIM
: Analisis Keuntungan dan Strategi Pengembangan Usaha Ayam
Goreng Waralaba dan Non Waralaba (Kasus: Restoran
Kentucky Fried Chicken (KFC) Taman Topi dan Rahat Cafe di
Bogor)
: Bestari Dewi Noviatni
: H34076034
Disetujui,
Pembimbing
Muhammad Firdaus, Ph.D
NIP. 1973105199702 1 001
Diketahui
Ketua Departemen Agribisnis
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor
Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS
NIP. 19580908198403 1 002
Tanggal Lulus:
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis
Keuntungan dan Strategi Pengembangan Usaha Ayam Goreng Waralaba dan Non
Waralaba (Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) Taman Topi dan
Rahat Cafe di Bogor)“ adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk
apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau
dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah
disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian
akhir skripsi ini.
Bogor, Februari 2010
Bestari Dewi Noviatni
H34076034
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Bestari Dewi Noviatni, dilahirkan pada tanggal 5
November 1985 di Serang, Banten. Penulis adalah putri kedua dari tiga bersaudara
pasangan Bapak W. Sunaryo, S.Pd dan Ibu Yeti Mu’jizati. Pendidikan yang
ditempuh penulis adalah mulai dari Taman kanak-kanak (TK) Artha Kencana
Serang, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Serang pada tahun 1992-1998, kemudian
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cipocok Jaya Serang pada tahun
1998-2001 dan Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 1 Serang pada tahun
2001-2004.
Pada tahun 2004, penulis diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB)
melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) pada Program Diploma III
Agribisnis Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan
selesai pada tahun 2007, kemudian pada tahun yang sama penulis melanjutkan
kuliahnya pada Program Sarjana Ekstensi Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan
Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB).
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi dengan judul “Analisis Keuntungan dan Strategi Pengembangan Usaha
Ayam Goreng Waralaba dan Non Waralaba (Kasus: Restoran Kentucky
Fried Chicken (KFC) Taman Topi dan Rahat Cafe di Bogor)”.
Skripsi ini disusun sebagai syarat mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi
(SE) pada Program Sarjana Agribisnis di Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor (IPB).
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah banyak membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat
memberikan kontribusi yang bermakna bagi pengembangan wawasan para
pembaca, khususnya mahasiswa dan masyarakat umumnya.
Bogor, Februari 2010
Bestari Dewi Noviatni
UCAPAN TERIMAKASIH
Penyelesaian skripsi ini penulis telah dibantu oleh berbagai pihak. Oleh
karena itu, dengan segala ketulusan dan kerendahan hati penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Muhammad Firdaus, Ph.D, selaku dosen pembimbing skripsi atas kesabaran
dan kesungguhannya yang telah banyak memberikan masukan, saran dan
kritikan pada penulis selama proses penulisan proposal, penelitian, dan
penulisan skripsi.
2. Papa dan mamaku tersayang atas segala dukungan, kasih sayang dan doa yang
selalu diberikan kepada penulis dengan tulus serta penuh kesabaran. Kakak
dan adikku tersayang yaitu Teh Dewi dan Mayang yang selalu memberikan
dukungan, doa, dan canda tawanya.
3. Ir.Popong Nurhayati, MM, selaku dosen evaluator dalam kolokium yang telah
meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan
skripsi ini.
4. Ir. Narni Farmayanti, M.Sc, selaku dosen penguji dari Komisi Pendidikan.
5. Dr.Ir. Suharno, M.Adev, selaku dosen penguji pada ujian sidang yang telah
meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan
skripsi ini.
6. Bapak Tomy Yuliawan, selaku Manajer Restoran KFC Taman Topi yang telah
banyak membantu penulis pada saat turun lapang penelitian. Terimakasih atas
kerjasama dan semangat yang diberikan kepada penulis.
7. Bapak Maman, selaku Head Marketing Executive Public Relation PT.
Fastfood Indonesia, Tbk yang telah memberikan pengetahuan untuk
menyelesaikan skripsi ini.
8. Bapak Rahmat Herman, selaku Facility Support Manager yang telah
memberikan bantuan data dari PT. Fastfood Indonesia, Tbk dalam penyusunan
skripsi ini.
9. Bapak Dedi Suwardi, selaku Manajer Rahat Cafe yang telah banyak
membantu penulis pada saat turun lapang penelitian. Terimakasih atas
kerjasama, semangat, dan doa yang diberikan kepada penulis.
10. Seseorang “Andi” yang telah menjadi inspirasi dan selalu memberi dukungan,
semangat, doa serta kasih sayangnya kepada penulis.
11. Sahabat-sahabatku tercinta: Ivo, Lia, Ismi, Netti, dan Kiki yang selalu
memberi masukan dan saran, serta keceriaan dan kebersamaan yang telah kita
lewati bersama.
12. Teman-teman AGB’3, terimakasih atas kebersamaan dan kekompakan yang
telah terjalin selama ini.
13. Anak-anak kost-an Taman Malabar I (TM I) yang selalu membawa
kenyamanan disaat belajar.
14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak
membantu terselesaikannya skripsi ini. Semoga Allah SWT membalas semua
amal kebaikan kalian. Amin..
Bogor, Februari 2010
Bestari Dewi Noviatni
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ...............................................................................
i
DAFTAR GAMBAR ..........................................................................
ii
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................
iii
I.
PENDAHULUAN ........................................................................
1.1 Latar Belakang .........................................................................
1.2 Perumusan Masalah .................................................................
1.3 Tujuan ......................................................................................
1.4 Manfaat ....................................................................................
1
1
4
7
7
II. TINJAUAN PUSTAKA ..............................................................
2.1 Definisi Restoran dan Cafe .....................................................
2.2 Definisi Waralaba ...................................................................
2.3 Teori Biaya .............................................................................
2.4 Laporan Rugi Laba .................................................................
2.5 Tinjauan Penelitian Terdahulu ................................................
8
8
9
9
10
11
III. KERANGKA PEMIKIRAN ......................................................
3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis ..................................................
3.1.1 Konsep Laporan Keuangan ............................................
3.1.2 Pengertian Strategi .........................................................
3.1.3 Manajemen Strategis .....................................................
3.1.4 Visi, Misi, dan Falsafah .................................................
3.1.5 Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal ..................
3.1.6 Analisis Pilihan Strategi ................ ................................
3.1.7 Sasaran Jangka Panjang .................................................
3.1.8 Strategi Fungsional .........................................................
3.1.9 Program, Pelaksanaan, Pengendalian, dan Evaluasi ......
3.2 Lingkungan Bisnis ..................................................................
3.2.1 Lingkungan Internal .......................................................
3.2.2 Lingkungan Eksternal ....................................................
3.3 Kerangka Pemikiran Operasional ...........................................
16
16
16
17
17
17
18
18
19
19
20
21
21
26
32
IV. METODE PENELITIAN ...........................................................
4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ...................................................
4.2 Jenis dan Sumber Data ............................................................
4.3 Metode Pengumpulan Data .....................................................
4.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data ....................................
4.4.1 Analisis Struktur Biaya ...................................................
4.4.2 Analisis Keuntungan EBIT, EBT, dan EAT ....................
4.4.3 Analisis Rasio Profitabilitas ...........................................
4.4.4 Analisis Rasio Rentabilitas .............................................
4.4.5 Analisis Deskriptif ..........................................................
4.4.6 Analisis Tiga Tahap Formulasi Strategi ..........................
36
36
36
36
37
37
39
39
40
40
41
4.4.6.1 Tahap Masukan (Input) ........................................
4.4.6.2 Tahap Pencocokan ................................................
4.4.6.3 Tahap Keputusan ..................................................
41
44
47
HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................
5.1 Analisis Keuntungan pada Restoran KFC Taman Topi
Bogor .......................................................................................
5.1.1 Analisis Struktur Biaya ..................................................
5.1.2 Analisis Keuntungan ......................................................
5.2 Analisis Keuntungan pada Rahat Cafe Bogor ........................
5.2.1 Analisis Struktur Biaya .................................................
5.2.2 Analisis Keuntungan .....................................................
5.3 Lingkungan Bisnis .................................................................
5.3.1 Analisis Lingkungan Internal Restoran KFC
Taman Topi di Bogor ....................................................
5.3.2 Analisis Lingkungan Eksternal Restoran KFC
Taman Topi di Bogor ....................................................
5.3.2.1 Lingkungan Jauh ...............................................
5.3.2.2 Lingkungan Industri ..........................................
5.3.3 Formulasi Alternatif Strategi Pemasaran ......................
5.3.3.1 Tahap Masukan ................................................
5.3.3.2 Tahap Pencocokan ............................................
5.3.3.3 Tahap Keputusan ..............................................
5.4 Analisis Lingkungan Internal Rahat Cafe di Bogor ...............
5.5 Analisis Lingkungan Eksternal Rahat Cafe di Bogor ............
5.5.1 Lingkungan Jauh ...........................................................
5.5.2 Lingkungan Industri ......................................................
5.6 Formulasi Alternatif Strategi Pemasaran ...............................
5.6.1 Tahap Masukan ............................................................
5.6.2 Tahap Pencocokan ........................................................
5.6.3 Tahap Keputusan ..........................................................
49
78
78
82
85
85
88
93
95
104
105
106
108
108
111
116
KESIMPULAN DAN SARAN ................................................
6.1 Kesimpulan ...........................................................................
6.2 Saran .....................................................................................
118
118
118
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................
120
LAMPIRAN .......................................................................................
122
V.
VI.
49
51
51
54
56
57
60
60
DAFTAR TABEL
Nomor
Halaman
1. Perkembangan Jumlah Restoran di Kota Bogor Tahun
2000 - 2008 ...........................................................................
1
2. Perkembangan Restoran dan Rumah Makan di Kota Bogor
Berdasarkan Jenis Hidangan yang Disajikan pada Tahun
2005 – 2008 ..........................................................................
3
3. Metode Analisis Data Berdasarkan Tujuan Penelitian .........
37
4. Struktur Biaya pada Restoran KFC Taman Topi dan
Rahat Cafe .............................................................................
38
5. Data Keuntungan pada Restoran KFC Taman Topi dan
Rahat Cafe .............................................................................
40
6. Penilaian Bobot Faktor Internal Perusahaan .........................
42
7. Penilaian Bobot Faktor Eksternal Perusahaan.......................
42
8. Matriks IFE ...........................................................................
43
9. Matriks EFE ..........................................................................
44
10. Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) .............
48
11. Keuntungan Restoran KFC Taman Topi Periode November
2008 – Oktober 2009 ...........................................................
50
12. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas pada Restoran KFC
Taman Topi Periode November 2008 – Oktober 2009 .......
50
13. Struktur Biaya Pada Restoran KFC Taman Topi Periode
November 2008 – Oktober 2009 .........................................
52
14. Jenis-jenis Investasi dan Penyusutan dalam Analisis
Keuntungan Restoran KFC Taman Topi Bogor ..................
52
15. Analisis Keuntungan pada Restoran KFC Taman Topi
Periode November 2008 – Oktober 2009 ............................
53
16. Keuntungan Rahat Cafe Periode Desember 2008 – Desember
2009 .....................................................................................
54
17. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas pada Rahat Cafe Periode
Desember 2008 – Desember 2009 .......................................
55
18. Struktur Biaya Pada Rahat Cafe Periode Desember 2008 –
Desember 2009 .................................................................
56
19. Jenis-jenis Investasi dan Penyusutan dalam Analisis
Keuntungan Rahat Cafe ...................................................
57
20. Analisis Keuntungan pada Rahat Cafe Bogor Periode
Desember 2008 – Desember 2009 ...................................
58
21. Daftar Menu KFC Taman Topi .......................................
70
22. Bentuk Strategi Menu Goceng KFC Taman Topi ..........
73
23. Analisis Faktor Internal KFC Taman Topi Bogor ..........
77
24. Perkembangan dan Laju Pertumbuhan PDRB Per Kapita
Kota Bogor Atas Dasar Harga Konstan Tahun (2003-2006) ....
80
25. Analisis Faktor Eksternal KFC Taman Topi Bogor .............
85
26. Hasil Analisis Matriks IFE Restoran KFC Taman Topi
..............................................................................................
86
27. Hasil Analisis Matriks EFE Restoran KFC Taman Topi
.............................................................................................
87
28. Hasil Analisis Matriks SWOT Restoran KFC Taman Topi
.............................................................................................
93
29. Jumlah Karyawan Rahat Cafe Berdasarkan Jabatan Fungsional
Tahun 2009 ............................................................................
98
30. Analisis Faktor Internal Rahat Cafe ......................................
104
31. Analisis Faktor Eksternal Rahat Cafe ...................................
107
32. Hasil Analisis Matriks IFE Rahat Cafe ................................
109
33. Hasil Analisis Matriks EFE Rahat Cafe ...............................
110
34. Hasil Analisis Matriks SWOT Rahat Cafe ...........................
115
DAFTAR GAMBAR
Nomor
Halaman
1. Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ......................
35
2. Model Matriks IE (Internal-External Matrix) ....................
45
3. Matriks SWOT ....................................................................
47
4. Struktur Organisasi Restoran KFC Taman Topi ................
64
5. Hasil Analisis Matriks IE Restoran KFC Taman Topi
.............................................................................................
6. Hasil Analisis Matriks IE Rahat Cafe .................................
89
112
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
Halaman
1. Kuesioner Penelitian untuk Struktur Biaya dan Tingkat
Keuntungan pada Restoran KFC Taman Topi Bogor .........
123
2. Kuesioner Penelitian untuk Struktur Biaya dan Tingkat
Keuntungan pada Rahat Cafe Bogor ...................................
131
3. Penilaian Responden Terhadap Faktor Internal Restoran
KFC Taman Topi di Bogor ................................................
136
4. Penilaian Responden Terhadap Faktor Eksternal Restoran
KFC Taman Topi di Bogor.................................................
138
5. Nilai Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal pada
Restoran KFC Taman Topi di Bogor ................................
139
6. Nilai Bobot dan Rating Faktor Strategis Eksternal pada
Restoran KFC Taman Topi di Bogor .................................
140
7. Tabulasi Jawaban untuk Prioritas Strategi pada Restoran
KFC Taman Topi ..............................................................
141
8. Hasil Matriks QSPM Restoran KFC Taman Topi .............
143
9. Kuesioner Penelitian untuk Penilaian Bobot dan Rating
Faktor Strategis Internal dan Eksternal Restoran KFC
Taman Topi .......................................................................
145
10. Kuesioner Penelitian untuk Penilaian Attractiveness Score
(AS) Alternatif Strategi Pengembangan Restoran KFC
Taman Topi .......................................................................
160
11. Daftar Menu Rahat Cafe ....................................................
163
12. Penilaian Responden Terhadap Faktor Internal Rahat
Cafe di Bogor ....................................................................
165
13. Penilaian Responden Terhadap Faktor Eksternal Rahat
Cafe di Bogor.....................................................................
166
14. Nilai Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal pada
Rahat Cafe di Bogor ..........................................................
167
15. Nilai Bobot dan Rating Faktor Strategis Eksternal pada
Rahat Cafe di Bogor ..........................................................
168
16. Hasil Matriks QSPM Rahat Cafe .......................................
169
17. Kuesioner Penelitian untuk Penilaian Bobot dan Rating
Faktor Strategis Internal dan Eksternal Rahat Cafe ...........
171
18. Kuesioner Penelitian untuk Penilaian Attractiveness Score
(AS) Alternatif Strategi Pengembangan Rahat Cafe...........
185
19. Suasana Restoran KFC Taman Topi di Bogor .................
188
20. Suasana Rahat Cafe di Bogor ............................................
189
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang terdiri dari beragam suku dan
adat istiadat serta norma-norma yang dianut. Keragaman suku yang ada di
Indonesia memiliki budaya yang berbeda-beda serta kekayaan yang tak ternilai
harganya. Perbedaan budaya dan adat istiadat serta norma menjadikan Indonesia
sebagai negara dengan khasanah budaya yang unik dan kompleks bila
dibandingkan dengan negara lain. Setiap suku yang ada di Indonesia memiliki
perbedaan pola hidup termasuk jenis makanan yang dikonsumsi.
Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang
dan papan. Manusia harus memenuhi kebutuhan ini untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya. Dengan demikian, makanan merupakan kebutuhan
manusia yang tidak bisa ditunda-tunda dalam pemenuhannya. Salah satu tempat
dimana manusia dapat memperoleh pemenuhan kebutuhannya akan makanan
adalah restoran. Suatu restoran bisa saja menyediakan layanan dan fasilitas lain
selain makanan, seperti sajian kenyamanan tempat makan, musik, dan
penampilan. Namun, tetap fungsi utamanya adalah sebagai tempat makan.
Berdasarkan data statistik Dinas Pariwisata Kota Bogor, pertumbuhan jumlah
restoran pada tahun 2000 – 2008 dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Perkembangan Jumlah Restoran di Kota Bogor Tahun 2000-2008
Tahun
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
Jumlah
105
107
161
178
192
222
248
268
211
Pertumbuhan (%)
1,90
50,46
10,56
7,87
15,63
11,71
8,06
-21,27
Sumber: Buku Pariwisata Kota Bogor, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, 2008
Pada Tabel 1, dapat dilihat bahwa jumlah restoran di kota Bogor setiap
tahunnya mengalami peningkatan. Namun pada tahun 2008 jumlah restoran di
kota Bogor mengalami penurunan karena ada sebagian restoran yang mengalami
kebangkrutan. Hal ini bisa dilihat bahwa restoran yang tidak dapat bersaing akan
mudah mengelami kebangkrutan.
Saat ini bermunculan berbagai jenis dan sistem pengelolaan restoran.
Salah satunya yang saat ini sedang populer di Indonesia adalah waralaba.
Waralaba adalah sistem pemberian lisensi oleh seseorang (pemberi waralaba)
kepada pihak lain (penerima waralaba). Menurut Peraturan Pemerintah No.
16/1997
dan
Keputusan
Mentri
Perindustrian
dan
Perdagangan
No.
259/MPP/Kep/7/1997, waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak
memberikan hak untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas kekayaan
intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan
suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka penyediaan
dan atau penjualan barang dan jasa.
Usaha restoran waralaba asing di Indonesia seperti Kentucky Fried
Chicken (KFC) dan pesaingnya yaitu Mc Donald’s, Texas serta California Fried
Chicken (CFC) banyak diminati masyarakat karena penyajiannya yang praktis.
Restoran KFC ini sendiri merupakan salah satu perusahaan yang sudah go public
atau Tbk (terbuka) yang bergerak di bidang restoran cepat saji yang menyajikan
produk ayam dan berbagai produk lain yang berkaitan dengan produk ayam.
Menu utama dari KFC ini adalah fried chicken atau ayam goreng yang merupakan
produk cepat saji yang sampai saat ini terkenal di masyarakat karena mempunyai
daya tarik tersendiri dan memiliki cita rasa yang berbeda dari produk cepat saji
lain, sehingga KFC hampir tidak pernah sepi pengunjung.
Restoran waralaba asing di Indonesia memang banyak. Namun, suatu
tempat makan yang menjual hidangan dengan menu Indonesia seperti cafe juga
banyak dan semakin berkembang serta terjaga eksistensinya di kota Bogor.
Berkembangnya jenis restoran di kota Bogor merupakan reaksi dari beragamnya
jenis makanan. Adapun perkembangan restoran dan rumah makan berdasarkan
jenis-jenis makanan yang beragam dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Perkembangan Restoran dan Rumah Makan di Kota Bogor
Berdasarkan Jenis Hidangan yang Disajikan Pada Tahun 20052008
Jenis Hidangan
Indonesia
Daerah
Internasional
Oriental
Kontinental
Jumlah
2005
45
38
37
35
40
195
Jumlah (Unit)
2006
2007
48
51
39
41
38
40
36
40
43
45
204
217
2008
54
43
41
47
50
235
Sumber: Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Kota Bogor, 2008
Berdasarkan Tabel 2, perkembangan restoran dengan jenis hidangan menu
Indonesia pada tahun 2008 mengalami peningkatan, berarti restoran atau rumah
makan Indonesia paling digemari masyarakat di kota Bogor. Rahat cafe
merupakan salah satu cafe yang menghidangkan menu Indonesia dengan
percampuran hidangan sehat. Salah satu produk unggulan yang ditawarkan disini
adalah nasi ayam bakar jumbo yang memiliki rasa yang enak dengan potongan
ayam bakar dengan ukuran besar. Rahat cafe bukan merupakan waralaba
meskipun cafe ini lokal dari Indonesia karena cafe ini tidak memiliki cabang di
kota Bogor maupun kota lain, sehingga merupakan usaha sendiri dan tidak
menanam waralaba lokal seperti Ayam Bakar Wong Solo maupun Ayam Goreng
Fatmawati. Rahat cafe bersaing dengan cafe-cafe lain di kota Bogor seperti salah
satunya Kebun Kita dan Warung-warung tenda pecel lele yang letaknya tidak
berjauhan yang juga menawarkan ciri khas makanan Indonesia.
Keberhasilan dari suatu usaha makanan didukung oleh berbagai macam
faktor, salah satunya adalah kemampuan manajemen keuangan. Fungsi
penggunaan dana harus dilakukan secara efisien. Hal ini berarti bahwa setiap
rupiah yang tertanam dalam aktiva harus dapat digunakan seefisien mungkin
untuk dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. untuk mengetahui apakah
dana yang digunakan dalam perusahaan dapat dikatakan efisien atau tidak, maka
diperlukan suatu analisis keuangan. Dalam mengadakan suatu analisis keuangan,
kita dapat mengetahui keadaan dan perkembangan finansial dari perusahaan
tersebut. Laporan analisis keuangan sangat penting karena akan dapat diketahui
hasil-hasil finansial yang telah dicapai di waktu-waktu yang telah lalu dan yang
sedang berjalan. Perbandingan antara waralaba dan bukan waralaba dari usaha
restoran dan cafe tersebut akan meyebabkan perbedaan struktur biaya dan
keuntungan usaha. Apabila dilihat dari segi pengembangan usaha, banyak restoran
waralaba asing dan cafe-cafe lain yang menawarkan berbagai keunggulan
produknya yang menyebabkan konsumen mempunyai banyak pilihan tempat
makan. Hal ini menunjukkan tingkat persaingan yang semakin ketat seiring
dengan perkembangan restoran dan cafe yang cukup pesat. Untuk menghadapi
persaingan, restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe memerlukan strategi
pengembangan usaha yang tepat bagi kemajuan usahanya. Restoran KFC Taman
Topi memiliki prospek yang baik karena dengan waralabanya, KFC memiliki
banyak cabang usaha di setiap kota, sedangkan Rahat cafe sebagai usaha berskala
menengah memegang peranan penting dalam menyerap tenaga kerja, namun
belum memiliki cabang usaha.
Kedua usaha tersebut membutuhkan strategi pengembangan usaha di
dalamnya, tetapi terlebih dahulu usaha tersebut melihat sejauh mana faktor
internal dan eksternal seperti mengetahui kekuatan, peluang, dan cara untuk
menghindari ancaman serta menutupi kelemahan yang ada. Dalam memulai atau
mengembangkan suatu bisnis diperlukan pemahaman terhadap bisnis dan
lingkungan yang mempengaruhinya terkait dengan potensi laba dan cara
mendapatkannya (David, 2002). Lingkungan bisnis dalam mengembangkan usaha
terdapat ancaman dan peluang. Ancaman yang perlu dihadapi, yaitu dengan cara
memonitor dan beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah terus menerus.
Sedangkan peluang, yaitu kenali trend (arah/urutan kejadian yang memiliki
momentum) dan perubahan besar yang berlangsung lama.
1.2
Perumusan Masalah
Tingkat persaingan tinggi dalam bisnis restoran di kota Bogor yang
ditandai dengan makin bertambahnya jumlah restoran tiap tahunnya, seperti
halnya restoran ayam goreng yang termasuk waralaba asing yaitu KFC, Texas, Mc
Donal’s, maupun CFC sudah semakin maju dalam hal manajemen usahanya
sehingga membuat restoran KFC Taman Topi harus mampu untuk meningkatkan
mutu dan pelayanannya agar dapat meraih pangsa pasar industri restoran di kota
Bogor. Namun, untuk saat ini KFC tidak melakukan kerjasama dalam bentuk subwaralaba untuk merek KFC, kecuali kerjasama dalam bentuk lain yaitu kerjasama
sewa lokasi, dan kerjasama investasi (termasuk gedung/bangunan). Biaya
waralaba ini meliputi: (1) ongkos awal, dimulai dari 10 juta rupiah hingga satu
miliar. Biaya ini meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba
untuk membuat tempat usaha sesuai dengan spesifikasi franchisor dan ongkos
penggunaan HAKI. (2) ongkos royalti, dibayarkan pemegang waralaba setiap
bulan dari laba operasional. Besarnya ongkos royalti berkisar dari lima sampai 15
persen dari penghasilan kotor1.
Usaha restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe merupakan salah satu
bentuk usaha waralaba asing yang sudah memiliki nama dengan produk dan jasa
yang berkualitas dengan tata kelola yang unik yaitu terpenuhinya pemenuhan atas
kebutuhan sumberdaya atau aktivitas perusahaan, diantaranya adanya perluasan
usaha melalui pengembangan jumlah gerai sendiri atau melalui waralaba dan
bukan waralaba yang memiliki keterbatasan ruang gerak dalam mengembangkan
berbagai strategi pemasarannya sendiri sehubungan dengan perjanjian waralaba,
diantaranya kesepakatan hubungan kontraktual, hak yang diberikan pemberi
waralaba kepada pemilik waralaba untuk menggunakan kekayaan intelektual
mencakup desain fitur, program pelatihan, serta hak untuk membuat atau
mendistribusikan produk dalam melakukan strategi berbagai pemasaran yang akan
dilaksanakan. Hal ini tentunya menarik melihat bagaimana restoran waralaba
asing dan bukan waralaba bersaing dengan para pesaingnya di dalam industri
restoran dan cafe. Kedua bisnis ini menjual beberapa produk olahan, seperti ayam
goreng. Pemilik usaha restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe harus mampu
mengelola manajemen usahanya secara efektif dan efisien, baik dari aspek biaya
maupun keuntungan. Pada usaha restoran dan cafe dalam mengelola keuangan
harus ada perencanaan yang baik agar dapat diketahui seberapa besar biaya dan
keuntungan usaha yang dimiliki. Jika hal ini diabaikan, maka pemilik usaha tidak
dapat mengevaluasi keadaan dan perkembangan usahanya.
1
http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba#Biaya_waralaba [23 Januari 2010] 15:00
Semakin banyak restoran waralaba asing maupun cafe, masyarakat dapat
memilih tempat yang mereka sukai untuk makan di luar rumah. Hal ini
dikarenakan seiring dengan pola hidup masyarakat yang semakin dinamis dan
ditandai dengan banyaknya aktivitas di luar rumah memperbesar kemungkinan
masyarakat untuk mengkonsumsi makanan di luar secara cepat dan praktis. Dalam
hal ini perlu bagaimana caranya pemilik restoran dan cafe mengembangkan usaha
yang sudah mereka jalani agar dapat terus diminati oleh konsumen walaupun
banyak pesaing, misalnya dengan menciptakan menu baru ataupun dengan
menginovasi menu yang sudah ada. Tentunya dalam pengembangan usaha
tersebut,
masing-masing
restoran
maupun
cafe
dapat
mengetahui
dan
menganalisis lingkungan eksternal karena pada hakikatnya kondisi lingkungan
eksternal berada di luar kendali organisasi. Selain kondisi lingkungan eksternal,
pemahaman terhadap kondisi lingkungan internal usaha secara luas dan mendalam
bersifat konsisten dan realistis sesuai dengan situasi dan kondisinya. Berdasarkan
pemahaman lingkungan internal ini, hendaknya kelemahan dan juga kekuatan
yang dimiliki setiap usaha dapat diketahui. Selain mengetahui kekuatan dan
kelemahan, perlu juga memanfaatkan peluang untuk menghindari ancaman.
Pada dasarnya, kedua usaha tersebut dalam menjalankan usahanya
mempunyai strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha di masa
datang. Hal ini berguna untuk merumuskan strategi apa yang ada di setiap restoran
maupun cafe tersebut dalam menemukan beberapa alternatif strategi yang akan
dijalankan.
Berdasarkan uraian di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini
adalah:
1. Manakah yang lebih menguntungkan antara restoran ayam goreng KFC
Taman Topi dan Rahat cafe?
2. Apakah kondisi lingkungan internal dan eksternal yang dihadapi oleh restoran
KFC Taman Topi dan Rahat cafe berbeda?
3. Apa saja alternatif strategi pengembangan usaha bagi restoran KFC Taman
Topi dan Rahat cafe?
1.3
Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Membandingkan keuntungan antara restoran ayam goreng KFC Taman Topi
dan Rahat cafe.
2. Menganalisis kondisi lingkungan internal dan eksternal yang dihadapi oleh
KFC Taman Topi dan Rahat cafe.
3. Merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha terbaik dengan
memperhatikan lingkungan perusahaan di KFC Taman Topi dan Rahat cafe.
1.4
Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat pada beberapa pihak,
diantaranya adalah:
1. Bagi pihak restoran dan cafe, sebagai bahan masukan dalam pengelolaan
usaha khususnya dalam menjalankan KFC Taman Topi dan Rahat cafe.
2. Bagi penulis, sebagai sarana penerapan ilmu yang telah diperoleh semasa
kuliah.
3. Bagi kalangan umum, sebagai tambahan informasi bagi pihak-pihak yang
membutuhkan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Definisi Restoran dan Cafe
Restoran termasuk dalam industri jasa boga yang merupakan industri yang
bergerak dalam pengelolaan makanan siap santap (Fardiaz, 1994). Restoran
adalah suatu tempat atau bangunan yang dikelola secara komersil yang
menyelenggarakan pelayanan yang baik kepada semua tamunya, baik berupa
makanan maupun minuman. Menurut Sugiarto (1999), kebutuhan masyarakat
akan jasa boga Restoran berkaitan dengan tiga hal pokok, yaitu:
1. Physical Product, yaitu kebutuhan akan makanan dan minuman.
2. Psychological Product, mencakup sensual benefit (cuci mata dan suasana
nyaman), sense of side (kebersihan, kerapihan, dan kesopanan), sense of
listening (musik).
3. Customer Service Product, mencakup kecepatan, reservasi dan kemudahan
transaksi.
Kafe dari bahasa Perancis yaitu cafe. Arti secara harafiah adalah
(minuman) kopi, tetapi kemudian menjadi tempat dimana seseorang bisa minumminum tidak hanya kopi tetapi juga minuman lainnya. Di Indonesia, kafe berarti
semacam tempat sederhana tetapi cukup menarik dimana seseorang bisa makan
makanan ringan. Dengan ini kafe berbeda dengan warung. Di sebagian negaranegara Eropa, seperti Austria, Perancis, Denmark, Jerman, Swedia, Portugal, dan
lain-lain, istilah kafe menyiratkan terutama yang menyediakan kopi yang biasanya
dilengkapi dengan sepotong kue. Banyak (atau sebagian besar) kafe juga melayani
makanan kecil seperti sandwich. Kafe di Eropa sering mempunyai bagian luar
ruangan tertutup atau memperpanjang ke trotoar. Beberapa kafe juga
menyediakan minuman beralkohol. Sedangkan di Amerika Utara, kafe adalah
restoran informal dengan layanan penuh meja dan counter serta menu luas
perpanjangan masa penawaran selama hari itu1.
2.2
Definisi Waralaba
Waralaba sebagai suatu bentuk organisasi terus berkembang dan semakin
menarik perhatian, karena hal-hal yang ditawarkan oleh bisnis ini menyangkut
profesi
jasa,
pekerjaan,
dan peluang
profesi mandiri (self-employment
opportunities). Waralaba pada dasarnya adalah suatu bentuk bisnis dimana
pemberi waralaba dengan sistem bisnis yang telah teruji di pasar dan produk atau
jasa sebagai unsur sentralnya melakukan hubungan kontraktual dengan
perusahaan-perusahaan kecil yang didanai secara mandiri dan dikelola secara
langsung oleh pemiliknya untuk beroperasi di bawah nama (brand) pemberi
waralaba, memproduksi, dan memasarkan barang atau jasa menurut format yang
ditentukan oleh pemberi waralaba. Jadi, berdasarkan uraian tersebut, pengertian
waralaba dapat dirumuskan sebagai bentuk sinergi usaha yang ditawarkan oleh
suatu perusahaan yang sudah memiliki kinerja unggul karena didukung oleh
sumberdaya berbasis pengetahuan dan orientasi kewirausahaan yang cukup tinggi
dengan tata kelola yang baik, dan dapat dimanfaatkan oleh pihak lain dengan
melakukan hubungan kontraktual untuk menjalankan bisnis di bawah format
bisnisnya dengan imbalan yang disepakati (Rachmadi, 2007).
2.3
Teori Biaya
Biaya dari perusahaan yang kegiatannya memproduksi barang adalah nilai
input yang akan digunakan untuk memproduksi outputnya. Sedangkan konsep
biaya adalah suatu pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh suatu barang
ataupun jasa yang diukur dengan nilai uang, baik itu pengeluaran berupa uang,
melalui tukar-menukar ataupun melalui pemberian jasa. Penggolongan biaya pada
umumnya ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dari penggolongan
biaya tersebut (Lipsey dalam Rahmayanti, 2008).
Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun output berubah,
jumlahnya tidak tergantung atas besar kecilnya kuantitas produksi yang
dilaksanakan. Misalnya biaya penyusutan investasi, gaji karyawan, abodemen
listrik, abodemen telepon, pajak penghasilan, profit sharing, gas elpiji, gas alam,
steroform, kantong plastik, kardus/tempat membungkus produk take away, dan
lain-lain. Biaya seperti ini seringkali disebut biaya yang tidak dapat dihindari.
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan
perubahan kuantitas produksi yang dihasilkan. Biaya variabel merupakan biaya
yang berkaitan langsung dengan output yang bertambah besar dengan
meningkatnya produksi dan berkurang dengan menurunnya produksi. Biaya ini
antara lain adalah pembelian bahan baku, sewa tempat, biaya listrik, biaya
telepon, biaya air, dan lain-lain.
2.4
Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba menyajikan informasi pendapatan yang diperoleh
selama satu periode dengan beban selama satu periode serta selisih lebih (kurang)
pendapatan di atas beban yang terjadi. Selisih lebih pendapatan di atas beban yang
terjadi disebut dengan laba bersih, dan selisih kurang pendapatan di atas beban
yang terjadi disebut rugi bersih (Sulastiningsih, 2003). Laporan rugi laba
mengungkapkan keberhasilan atau kegagalan jalannya suatu perusahaan selama
satu tahun. Dapat juga dikatakan bahwa laporan ini menjelaskan macam biaya dan
pendapatan yang timbul akibat pemakaian bermacam-macam modal termasuk
kredit didalam perusahaan selama jangka waktu satu tahun (Kadarsan, 1992).
Laporan rugi laba adalah ringkasan dari semua penerimaan ditambah
keuntungan dikurangi semua pengeluaran ditambah kerugian, sama dengan hasil
pendapatan bersih perusahaan atau kerugian bersih perusahaan selama suatu
jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Laporan rugi laba berguna untuk: (1)
untuk menentukan pembayaran pajak; (2) untuk menganalisis kemungkinan
perubahan luas usaha; (3) untuk mengevalusi hasil kegiatan operasional
perusahaan; (4) untuk mengukur daya bayar utang perusahaan (Kadarsan, 1992).
1
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istimewa%3Apencarian&search=cafe&fulltext=Cari.
[30 Desember 2009] 19:01
2.5
Tinjauan Penelitian Terdahulu
Anggraini (2006) meneliti tentang Analisis Pendapatan dan Strategi
Pemasaran Usaha Warung Tenda Pecel Lele di Sepanjang Jalan Pajajaran Bogor.
Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengidentifikasi profil dan
karakteristik para pedagang warung tenda pecel lele di Jalan Pajajaran Bogor,
menganalisis pendapatan usaha warung tenda pecel lele di Jalan Pajajaran Bogor,
dan memformulasi strategi pemasaran yang dilakukan warung tenda pecel lele di
Jalan Pajajaran Bogor. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan
tabulasi dan deskriftif, analisis biaya, analisis pendapatan usaha, analisis
imbangan penerimaan dan biaya, matriks IFE, matriks EFE, matriks internal
external, dan matriks SWOT.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa analisis usaha warung tenda
pecel lele ini menguntungkan dimana nilai R/C Ratio lebih dari satu. Sumber
penerimaan terbesar rata-rata berasal dari penjualan ayam goreng dan ikan lele.
Berdasarkan analisis matriks IE, usaha warung tenda pecel lele menempatkan
posisi pada sel V dimana strategi yang dapat digunakan adalah dengan penetrasi
pasar dan pengembangan produk. Dari hasil matriks SWOT, didapatkan bahwa
strategi S-O yaitu mengembangkan layanan pesan antar, strategi W-O yaitu
melakukan promosi yang lebih baik lagi untuk menarik konsumen baru,
meningkatkan keahlian para pekerja dalam kegiatan usaha. Strategi S-T yaitu
mempertahankan hubungan kerjasama yang baik dengan pemasok untuk menjaga
kontinuitas pasokan bahan baku, pinjaman modal kepada pelaku usaha kecil
dengan bunga ringan dan menawarkan variasi makanan baru kepada konsumen.
Pembinaan terhadap kemampuan manajerial dari pemerintah merupakan strategi
W-T yang cukup efektif untuk diterapkan.
Rahmayanti (2008) meneliti tentang Analisis Struktur Biaya dan
Optimalisasi Pola Tanam Sayuran Organik di Permata Hati Organic Farm
Cisarua, Bogor. Metode analisis data yang dilakukan meliputi analisis terhadap
biaya-biaya yang dikeluarkan, penerimaan yang diperoleh, pendapatan usahatani
dengan menggunakan rasio penerimaan atas biaya (R/C rasio). Sedangkan untuk
optimalisasi pola tanam sayuran organik ini dengan menggunakan LP (Linear
Programming) serta menggunakan data aktual.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya sayuran
organik di Permata Hati Organic Farm, penerimaan sangat ditentukan oleh harga
dan jumlah produk yang dihasilkan. Penerimaan pada usaha sayuran organik
disini diperoleh dari hasil penjualan sayuran organik sebanyak 34 komoditi.
Sedangkan
pengeluaran ditentukan
oleh
biaya
tunai
dan
biaya
yang
diperhitungkan. Biaya variabel yang dikeluarkan untuk pengadaan benih sangat
bergantung dari jenis tanamannya. Banyaknya pupuk kandang yang digunakan
dalam proses produksi sayuran organik untuk semua komoditi ini sama yaitu 10
kg untuk satu bed per musim tanam. Sedangkan tenaga kerja yang digunakan
merupakan karyawan dari Permata Hati Organic Farm yang bertanggungjawab
atas seluruh kegiatan produksi di lahan Permata Organic Farm.
Berdasarkan hasil analisis, biaya tenaga kerja yang dikeluarkan untuk
bagian staf sebesar Rp. 2.232,14 per 10 m2 dan akan dimasukkan ke dalam biaya
tetap sedangkan biaya tenaga kerja yang akan dikeluarkan untuk bagian kebun
sebesar Rp. 6.857,14 per 10 m2 dan akan dimasukkan ke dalam biaya variabel.
Pada pola tanam monokultur pada tahun 2007 di Permata Hati Organic Farm,
pengeluaran biaya variabel tertinggi terdapat pada komoditi zukini yaitu sebesar
Rp. 10.057 per musim tanam dan pengeluaran biaya variabel terendah terdapat
pada komoditi labu siem yaitu sebesar Rp. 9.025, sehingga rata-rata biaya variabel
pada komoditi dengan pola tanam monokultur yaitu sebesar Rp. 9.541. Sedangkan
pada pola tanam tumpangsari, pengeluaran biaya variabel tertinggi terdapat pada
komoditi bayam merah yang ditumpangsarikan dengan tanaman buncis yaitu
sebesar Rp. 11.087 per musim tanam dan pengeluaran biaya variabel terendah
terdapat pada komoditi petsai yang ditumpangsarikan dengan tanaman tomat yaitu
sebesar Rp. 9.077, sehingga rata-rata variabel pada komoditi dengan pola tanam
monokultur yaitu sebesar Rp. 10.082.
Biaya tetap yang muncul dalam usaha ini yaitu biaya tenaga kerja bagian
staf perusahaan, biaya sewa lahan, dan biaya penyusutan. Biaya tetap tersebut
pada kenyataannnya tidak semua dibayarkan, tetapi diperhitungkan. Sewa lahan
sebesar 10 m2 adalah sebesar Rp 2.000 karena dalam satu tahun terdapat empat
musim penanaman, maka harga sewa lahan adalah Rp. 500 untuk satu musim
tanam. Dari hasil analisis, jumlah biaya penyusutan yang dikeluarkan sebesar Rp.
1.592.400/tahun atau Rp. 398.100/musim tanam.
Berdasarkan hasil analisis pendapatan pada pola tanam tumpangsari dan
monokultur, rata-rata nilai R/C rasio sayuran organik adalah sebesar 2,34. maka
dapat dikatakan bahwa usaha sayuran organik tersebut efisien. Sedangkan dalam
optimalisasi pola tanam dibatasi oleh kendala-kendala, diantaranya luas lahan,
transfer penjualan, dan produksi minimum. Oleh karena itu dibutuhkan usaha
untuk mengoptimalkan pendapatan dengan kendala-kendala tersebut dengan
menggunakan LP. Hasil optimalisasi dengan menggunkan LP tersebut yaitu
meningkatkan pendapatan dengan mencapai nilai optimum pada Permata Hati
Organic Farm ini.
Siahaan (2008) meneliti tentang Analisis Strategi Pengembangan Usaha
Restoran Rice Bowl (Studi Kasus pada Restoran Rice Bowl Botani Square,
Bogor). Tujuan penelitian yang dilakukan adalah mengkaji strategi usaha yang
telah dilakukan oleh Restoran Rice Bowl Botani Square, menganalisis faktor
eksternal dan internal Restoran Rice Bowl Botani Square, dan mengkaji alternatif
strategi yang paling sesuai bagi Restoran untuk mengembangkan usahanya.
Metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis SWOT
untuk mengidentifikasi alternatif kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan
Restoran Rice Bowl. Analisis ini diperoleh dari matriks IFE, matriks EFE serta
matriks IE. Sedangkan untuk proses pemilihan keputusan strategis menggunakan
metode QSPM. Dari hasil penelitian didapat bahwa alternatif strategi Restoran
Rice Bowl dalam mengembangkan usahanya dengan alternatif strategi penetrasi
pasar dan pengembangan produk. Urutan prioritas strategi yang dilaksanakan
adalah menjaga kualitas produk makanan dan layanan konsumen, melakukan
evaluasi dan kajian kemampuan restoran dalam menghadapi persaingan,
mengoptimalkan kegiatan promosi melalui iklan, media, website, mensponsori
event dan exhibition di Botani Square, menyediakan layanan pesan antar dan
paket menu khusus, membuka outlet baru di pusat pembelanjaan lain di Kota
Bogor, mempertahankan strategi penetapan harga, dan menjaga hubungan baik
dengan pemasok untuk menjaga kualitas bahan baku.
Yulia (2006) melakukan penelitian dengan judul Analisis Strategi
Pengembangan Usaha Rajungan di PT Muara Bahari Internasional Kabupaten
Cirebon, Jawa Barat. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah menganalisis
faktor-faktor yang terdapat pada lingkungan internal yang menjadi kekuatan dan
kelemahan yang mempengaruhi dalam pengembangan usaha PT MBI,
menganalisis faktor-faktor yang terdapat pada lingkungan eksternal yang menjadi
peluang dan ancaman bagi PT MBI yang mempengaruhi dalam pengembangan
usaha PT MBI, dan merumuskan alternatif strategi yang paling tepat yang dapat
diterapkan oleh PT MBI. Penelitian ini dengan menggunakan alat analisis matriks
IFE-EFE, analisis SWOT, dan QSPM.
Hasil penelitian ini dikemukakan bahwa berdasarkan matriks IE, posisi
perusahaan berada pada kuadran ke II. Posisi tersebut berada pada posisi tumbuh
dan bina dimana strategi yang dikembangkan adalah strategi penetrasi pasar,
pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Hasil matriks QSPM diperoleh
strategi yang menjadi prioritas utama dan dapat diimplikasi bagi perusahaan saat
ini adalah strategi mempertahankan kualitas dan meningkatkan kualitas produk
untuk mempertahankan pelanggan yang ada dan menarik pelanggan potensial.
Rahmadhoni (2006) meneliti tentang Analisis Strategi Pemasaran Restoran
Sunda Pajajaran Bogor. Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk mempelajari
pelaksanaan bauran pemasaran restoran pajajaran, menganalisis tingkat kepuasan
konsumen terhadap kinerja bauran pemasaran yang telah dilakukan oleh restoran
sunda pajajaran sehingga dapat dilakukan perbaikan strategi pemasaran yang
sesuai dengan keinginan konsumen, dan mengidentifikasi faktor-faktor internal
dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan restoran sunda pajajaran. Jenis
data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran
kuesioner dan wawancara dengan pihak manajemen restoran serta data sekunder
yang diperoleh dari dokumen restoran sunda pajajaran dan literatur yang relevan,
analisis importance performance, IFE, EFE, IE, dan SWOT.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis importance
performance adalah sebesar 75,53 persen yang menunjukkan konsumen sudah
mendekati sesuai. Pada matriks IE, posisi restoran sunda pajajaran berada pada
kuadran V berdasarkan nilai total skor pada matriks IFE dan EFE yang
menunjukkan restoran berada dalam posisi yang sedang tumbuh. Berdasarkan
hasil analisis matriks IE yang dikombinasikan dengan hasil IPA, dihasilkan
analisis SWOT dengan berbagai alternatif strategi yaitu strategi S-O, W-O, S-T,
dan W-T. Alternatif strategi terbaik adalah melakukan kombinasi strategi SWOT,
yaitu strategi produk: mempertahankan bahan baku lokal, strategi promosi:
meningkatkan efektifitas promosi seperti pemuatan iklan pada internet dan radio,
strategi harga: mengadakan program pemberian diskon pada moment tertentu
seperti hari libur nasional, strategi tempat: mempertahankan desain ruangan dan
meningkatkan kenyamanan suasana restoran.
Rizki Firbani (2006) meneliti tentang Analisis Strategi Pemasaran
Restoran Waralaba Lokal (studi kasus: Ayam Bakar Wong Solo cabang Bogor).
Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis persepsi konsumen
terhadap strategi bauran pemasaran yang telah diterapkan restoran Ayam Bakar
Wong Solo Bogor, mengkaji strategi bauran pemasaran yang telah diterapkan
dalam upaya pengembangan usaha restoran Ayam Bakar Wong Solo Bogor, dan
menyusun alternatif strategi pemasaran restoran Ayam Bakar Wong Solo Bogor
dalam mempertahankan dan meningkatkan posisinya agar dapat bersaing dengan
restoran lainnya. Analisis data yang digunakan adalah analisis bauran pemasaran,
analisis lingkungan internal dan eksternal, serta analisis SWOT.
Berdasarkan analisis persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran yang
dilakukan oleh restoran Ayam Bakar Wong Solo Bogor adalah manajemen
restoran untuk ditingkatkan yaitu kegiatan promosi yang efektif, variasi produk,
kemenarikan penyajian makanan, dan citra pemilik di mata konsumen. Hasil
analisis internal dan eksternal berada pada kuadran V yang merupakan posisi
”pertahankan dan pelihara”. Perusahaan harus bisa mempertahankan kinerja, dan
lain-lain. Berdasarkan hasil SWOT, ketiga strategi ini adalah (1) strategi
pengembangan promosi, (2) strategi diversifikasi dan pengembangan produk, (3)
strategi jangka panjang. Hasil QSPM yang paling menarik untuk dijalankan
restoran Ayam Bakar Wong Solo Bogor adalah alternatif strategi I yang
merupakan strategi pengembangan promosi.
BAB III
KERANGKA PEMIKIRAN
3.1
Kerangka Pemikiran Teoritis
3.1.1 Konsep Laporan Keuangan
Laporan keuangan biasanya terdiri atas neraca atau laporan posisi
keuangan yang menggambarkan likuiditas dan kelancaran operasi perusahaan,
laporan rugi laba yang memberikan gambaran tentang besarnya pendapatan serta
besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan yang bersangkutan, dan
laporan perubahan modal yang berisikan tentang besarnya modal perusahaan pada
saat tertentu akibat adanya pendapatan dan penarikan untuk kepentingan
pemiliknya. Pada dasarnya laporan keuangan disusun secara periodik yaitu
setahun sekali, akan tetapi sering juga perusahaan menyusun laporan keuangannya
setiap tiga bulan sekali bahkan laporan keuangan disusun setiap bulan (Machmud,
1993).
Analisis laporan keuangan diperlukan adanya ukuran. Ukuran yang sering
digunakan dalam analisis keuangan adalah ”rasio”. Menurut David (2004) rasio
profitabilitas adalah mengukur efektivitas manajemen keseluruhan seperti yang
ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan investasi. Pada
umumnya terdapat dua jenis rasio profitabilitas, yaitu profitabilitas penjualan dan
profitabilitas investasi. Dalam analisis keuntungan pada KFC Taman Topi dan
Rahat cafe, analisis rasio profitabilitas yang akan dilakukan terdiri dari marjin
laba operasi dan marjin laba bersih.
Rasio rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba
dengan modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain rentabilitas
adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode
tertentu. Cara untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan adalah bermacammacam dan tergantung pada laba atau modal mana yang akan diperbandingkan
satu dengan lainnya (Riyanto, 1995). Rentabilitas modal sendiri (ROE) merupakan
rasio antara laba bersih atau laba setelah dikurangi bunga dan pajak (EAT)
terhadap modal sendiri. Sedangkan Kinerja keuangan yang dianalisis dalam
pengembangan usaha di restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe adalah terdiri
dari laporan laba rugi sebagai dasar untuk melakukan analisis rasio profitabilitas
dan rentabilitas.
3.1.2 Pengertian Strategi
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa
meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang
apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian,
strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari
apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan
pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan
perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan (David, 2004).
3.1.3 Manajemen Strategis
Pengertian manajemen strategis menurut David (2004), didefinisikan
sebagai seni dan ilmu untuk pembuatan (formulating), penerapan (implementing)
dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan strategi antar-fungsi yang
memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan di masa datang. Dari beberapa
model manajemen strategis seperti model dari Wheelen-Hunger, model dari Fred
R. David serta model dari Glenn Baseman dan Arvind Platak, terdapat komponenkomponen manajemen strategi yang terdiri dari: (1) Visi, misi, dan falsafah, (2)
Analisis lingkungan eksternal dan internal, (3) Analisis pilihan strategi, (4)
Sasaran jangka panjang, (5) Strategi fungsional, dan (6) Program, pelaksanaan,
pengendalian, dan evaluasi.
3.1.4 Visi, Misi, dan Falsafah
Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita
tentang keadaan di masa datang yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh
personel perusahaan, mulai dari jenjang yang paling atas sampai yang pling
bawah, bahkan pesuruh sekalipun. Cita-cita masa depan yang ada dalam benak
pendiri yang kira-kira mewakili seluruh anggota perusahaan inilah yang disebut
visi. Langkah berikutnya adalah membuat misi. Misi adalah penjabaran secara
tertulis mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh
staf perusahaan.
3.1.5 Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal
Realisasi misi perusahaan akan menjadi sulit dilakukan jika perusahaan
tidak berinteraksi dengan lingkungan eksternalnya. Oleh sebab itu, tindakan untuk
mengetahui dan menganalisis lingkungan eksternal menjadi sangat penting karena
pada hakikatnya kondisi lingkungan eksternal berada di luar kendali organisasi.
Selain pemahaman kondisi lingkungan eksternal, pemahaman terhadap kondisi
lingkungan internal perusahaan secara luas dan mendalam pun perlu dilakukan.
Oleh karena itu, strategi yang dibuat perlu bersifat konsisten dan realistis sesuai
dengan situasi dan kondisinya. Berdasarkan pemahaman lingkungan internal ini,
hendaknya kelemahan dan juga kekuatan yang dimiliki perusahaan dapat
diketahui. Selain mengetahui kekuatan dan kelemahan, perusahaan perlu
mencermati peluang yang ada dan memanfaatkannya agar perusahaan memiliki
keunggulan kompetitif. Jika peluang tidak dimanfaatkan, dapat saja peluang
berbalik menjadi ancaman bagi perusahaan. Logikanya, karena peluang yang tidak
dimanfaatkan dapat diambil oleh pesaing.
Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sebelum jajaran manajemen
menerapkan strategi yang cocok bagi jalannya perusahaan di masa yang akan
datang, mereka harus lebih dulu menganalisis posisi perusahaan saat ini, baik
dilihat dari posisi persaingan dengan usaha sejenis maupun dari faktor kondisi
perusahaan sendiri.
3.1.6 Analisis Pilihan Strategi
Pada dasarnya setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya mempunyai
strategi. Namun, para pemimpin perusahaan kadang-kadang tidak tahu atau tidak
menyadarinya. Bentuk strategi berbeda-beda antarindustri, antarperusahaan, dan
bahkan antar situasi. Namun ada sejumlah strategi yang sudah umum diketahui,
dimana strategi-strategi ini dapat diterapkan pada berbagai bentuk industri dan
ukuran perusahaan. Strategi-strategi ini dikelompokkan sebagai strategi generik.
Dari bermacam-macam strategi dalam kelompok strategi generik ini akan dipilih
salah satu atau kombinasi beberapa strategi induk (grand Strategy) dengan
menggunakan cara-cara tertentu.
3.1.7 Sasaran Jangka Panjang
Upaya
pencapaian
tujuan
perusahaan
merupakan
suatu
proses
berkesinambungan yang memerlukan pentahapan. Untuk menentukan apakah
suatu tahapan sudah dicapai atau belum diperlukan suatu tolak ukur, misalnya
kurun waktu dan hasil yang ingin dicapai dirumuskan secara jelas, yaitu dengan
angka-angka kuantitatif. Pembuatan sasaran jangka penjang ini mengacu kepada
strategi induk yang telah ditetapkan sebelumnya.
3.1.8 Strategi Fungsional
Langkah penting implementasi strategi induk dilakukan dengan membagibaginya ke dalam berbagai sasaran jangka pendek, misalnya dalam jangka waktu
tahunan secara berkesinambungan dengan memperlihatkan skala prioritas serta
dapat diukur. Sasaran jangka pendek ini hendaknya mengacu pada strategi
fungsional yang sifatnya operasional. Strategi fungsional yang sifatnya lebih
operasional ini mengarah kepada berbagai bidang fungsional dalam perusahaan
untuk memperjelas hubungan makna strategi utama dengan identifikasi rincian
yang sifatnya spesifik. Strategi fungsional ini menjadi penentuan dalam
melakukan berbagai aktivitas agar konsisten bukan hanya dengan strategi
utamanya saja, melainkan juga dengan strategi di bidang fungsional lainnya. Di
dalam organisasi perusahaan yang konvensional, bidang-bidang fungsional yang
utama adalah bidang keuangan, sumberdaya manusia, serta bidang pemasaran.
•
Strategi Manajemen Keuangan
Strategi ini harus mampu menentukan arah penggunaan dana baik untuk
jangka penjang maupun jangka pendek. Strategi ini umumnya berkisar pada tiga
hal, yaitu bagaimana perusahaan memperoleh modal, alokasi kapital, dan
manajemen modal kerja termasuk dalam hal pembagian keuntungan.
•
Strategi Manajemen Sumberdaya Manusia
Kegiatan manajemen sumberdaya manusia berkisar pada pengadaan,
penggunaan, dan pemeliharaan sumberdaya manusia. Agar ketiga pokok kegiatan
tersebut berjalan lancar perlu disiapkan sistem yang andal. Tahap pengadaan
mencakup perencanaan SDM, rekrutmen, seleksi, dan orientasi. Tahap
penggunaan perlu memperhatikan kesesuaian antara kemampuan SDM dan apa
yang menjadi tugas serta tanggungjawabnya. Selain itu, perlu diperhatikan hal-hal
mengenai kesempatan memperoleh pelatihan dan pendidikan, supervisi, penilaian
kinerja, imbalan serta jaminan perlindungan dan kesehatan kerja. Terakhir, pada
tahapan pemeliharaan sumberdaya manusia tujuannnya adalah bagaimana agar
karyawan merasa puas bekerja.
•
Strategi Manajemen Operasional
Merumuskan strategi manajemen operasional paling tidak membutuhkan
dua komponen, yaitu adanya sarana dan prasarana yang memadai dan cara
menyediakan sarana dan prasarana tersebut. Dari dua komponen di atas, hal-hal
pokok dalam manajemen operasional dapat dijabarkan menjadi beberapa bidang,
yaitu inventarisasi, prosedur pembelian barang, pengendalian mutu, biaya
produksi, produktivitas kerja, jadwal produksi, tenaga kerja, penggunaan fasilitas,
dan pemeliharaan (maintenance) peralatan.
•
Strategi Manajemen Pemasaran
Ada empat komponen pokok bidang pemasaran yang dapat dikendalikan
perusahaan yang kita kenal dengan sebutan 4P (product, Price, Place, dan
Promotion), termasuk pula kondisi persaingan.
3.1.9 Program, Pelaksanaan, Pengendalian, dan Evaluasi
Agar sasaran yang ingin diraih dapat direalisasikan dengan strategi yang
telah ditetapkan, strategi yang perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan (action).
Pelaksanaan tidak akan efektif bila tidak didahului dengan perencanaan.
Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk mencapai tujuan,
realistis dan wajar, efisien serta merupakan cerminan dari strategi dan kebijakan
perusahaan. Perencanaan yang masih dalam bentuk global hendaknya dibuat
dalam bentuk yang lebih detail, misalnya dalam bentuk program-progran kerja.
Jika program kerja telah disiapkan berikut sumberdaya yang dibutuhkan, maka
pelaksanaan kerja sudah dapat dimulai. Pengendalian atau pengawasan
dimaksudkan untuk lebih menjamin bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan
oleh perusahaan hendaknya didasarkan pada rencana yang telah disepakati,
sehingga sasaran tidak menyimpang atau keluar dari batas-batas teloransi. Jika
dari hasil evaluasi pekerjaan diketahui bahwa ada faktor X yang mengakibatkan
terjadinya penyimpangan kerja dari rencana yang ada dan memang disebabkan
salah asumsi atau oleh hal-hal lain yang sifatnya uncontrollable, maka rencana
perlu direvisi ulang.
3.2
Lingkungan Bisnis
Bisnis dan perusahaan sebagai suatu sistem akan berkait dengan
sekumpulan faktor tertentu yang dapat mempengaruhi arah dan kebijakan
perusahaan dalam mengelola bisnisnya. Lingkungan bisnis dapat dibagi atas dua
lingkungan, yaitu lingkungan eksternal dan internal. Lingkungan eksternal dibagi
dalam dua kategori, yaitu lingkungan jauh (faktor politik, teknologi, ekonomi, dan
sosial) serta lingkungan industri (aspek hambatan masuk, daya tawar pemasok,
daya tawar pembeli, ketersediaan barang substitusi, dan persaingan dalam
industri). Sedangkan lingkungan internal merupakan aspek yang ada di dalam
perusahaan,
seperti
aspek
keuangan,
sumberdaya
manusia,
pemasaran,
operasional, dan manajemen.
3.2.1 Lingkungan Internal
Secara tradisional, aspek-aspek lingkungan internal perusahaan yang
hendaknya diamati dapat dilihat dari beberapa pendekatan, diantaranya adalah:
•
Pendekatan Fungsional, terdiri atas: pemasaran, keuangan, operasi, SDM, dan
sistem informasi manajemen.
•
Pendekatan Fungsional
Pada pendekatan ini, pengkategorian analisis internal sering diarahkan
pada pasar dan pemasaran, kondisi keuangan dan akuntansi, produksi,
sumberdaya manusia, dan struktur organisasi dan manajemen. Hal tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut:
1. Pasar dan Pemasaran
Segmentation, Targeting, Positioning
Agar posisi produk di pasar sesuai dengan harapan, faktor-faktor yang
perlu diperhatikan antara lain adalah pangsa pasar, pelayanan purna jual,
kepemilikan informasi tentang pasar, pengendalian distributor, kondisi satuan
kerja pemasaran, kegiatan promosi, harga jual produk, komitmen manajemen
puncak, loyalitas pelanggan dan kebijakan produk baru.
1. Segmentasi Pasar
Pasar terdiri dari banyak pembeli yang berbeda dalam beberapa hal,
misalnya keinginan, kemampuan keuangan, lokasi, sikap pembelian dan praktekpraktek pembeliannya. Berdasarkan perbedaan ini dapat dilakukan segmentasi
pasar. Beberapa aspek utama untuk mensegmentasikan pasar yaitu aspek
geografis, demografis, psikografis, dan perilaku.
2. Target Pasar
Menetapkan target pasar atau sasaran adalah tindakan mengevaluasi dan
membandingkan kelompok yang diidentifikasi, kemudian memilih salah satu atau
beberapa diantaranya sebagai calon target dengan potensi paling besar.
3. Posisi Pasar
Penetapan posisi pasar adalah tindakan merancang tawaran dan citra
perusahaan sehingga menempati posisi yang khas (diantara para pesaing) di dalam
benak pelanggan sasarannya. Setelah perusahaan memutuskan segmen mana yang
akan dimasuki, selanjutnya diputuskan pula posisi mana yang ingin ditempati
dalam segmen tersebut.
Bauran Pemasaran
Kotler dan Amstrong (1997) mengatakan bahwa bauran pemasaran adalah
kombinasi dari empat variabel, kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran yaitu struktur produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem
distribusi. Strategi pemasaran pada jasa terkenal dengan Manajemen Jasa Terpadu
yaitu perencanaan dan pelaksanaan terkoordinasi kegiatan-kegiatan pemasaran,
operasi, Sumberdaya Manusia (SDM), dan yang penting bagi keberhasilan
perusahaan jasa, lebih dikenal dengan komponen 7P (Kotler, 2005) komponen
manajemen mutu terdiri dari:
a. Product
Produk merupakan wujud penawaran perusahaan kepada pasar yang
mencakup kualitas, rancangan, bentuk, merek, dan kemasan produk (Kotler dan
Amstrong, 1997).
b. Price
Harga merupakan unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, artinya
dapat diubah dengan cepat. Harga diartikan sebagai pengeluaran uang, waktu, dan
usaha oleh pelanggan untuk membeli dan mengkonsumsi jasa. Penentuan harga
dapat dilakukan dengan melihat daya beli konsumen dan jumlah yang cukup
dalam menutupi ongkos produksi. Oleh karena itu dalam menetapkan strategi
bauran harga, suatu perusahaan harus memperhatikan strategi penetapan harga,
tingkat harga, keseragaman harga, potongan harga, dan syarat-syarat pembayaran.
c. Promotion
Promosi merupakan salah satu variabel bauran pemasaran yang digunakan
oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya dan merupakan
salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Kotler (2005)
mendefinisikan bahwa promosi adalah berbagai kegiatan yang dilakukan produsen
untuk mengkomunikasikan manfaat dari produknya, membujuk, mengingatkan
para konsumen sasaran agar membeli produk tersebut. Untuk mengkomunikasikan
produk perlu disusun suatu strategi yang sering disebut dengan bauran promosi
(Promotion-Mix) yang terdiri atas 4 komponen utama, yaitu:
1. Periklanan: tiap-tiap bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi yang
dibayar, mengenai gagasan atau barang oleh sponsor yang teridentifikasi.
2. Promosi penjualan: insentif jangka pendek untuk meningkatkan pembelian
atau penjualan suatu produk dimana pembelian diharapkan dilakukan
sekarang. Kegiatan promosi yang termasuk kedalam promosi penjualan
misalnya pemberian kupon, obral, kontes, pameran, dan lain-lain.
3. Hubungan masyarakat: bertujuan membangun hubungan yang baik dengan
publik perusahaan dengan menghasilkan publisitas yang menyenangkan,
menumbuhkan
suatu
citra
perusahaan
yang
baik,
menangani
atau
menghilangkan isu-isu, cerita dan peristiwa yang tidak menyenangkan. Humas
atau Public Relation merupakan suatu konsep yang menggunakan banyak
sarana seperti siaran pers, publikasi produk, komunikasi perusahaan,
penyuluhan, dan lain-lain.
4. Penjualan perorangan: interaksi langsung dengan calon pembeli atau lebih
untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan atau menerima pesanan.
Penjualan perorangan merupakan alat yang paling efektif dalam membangun
preferensi, keyakinan, dan tindakan pembeli.
5. Pemasaran langsung: penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alatalat penghubung non personal lainnya untuk berkominikasi secara langsung
dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu atau
calon pelanggan.
d. Place and Time
keputusan
manajemen
tentang
kapan,
dimana,
dan
bagaimana
menyampaikan jasa kepada pelanggan. Pengiriman elemen produk ke pelanggan
melibatkan tentang tempat dan waktu pengiriman dan mungkin melibatkan
saluran distribusi fisik atau elektronik, tergantung pada sufat jasa yang diberikan.
Perusahaan dapat mengirimkan jasa kepada pelanggan baik secara langsung atau
melalui perantara. Menurut Kotler (2005), tempat adalah alat bauran pemasaran
yang didalamnya terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan serta
membawa sebagian produk ke pasar agar produsen bekerjasama dengan perantara.
Tiga jenis saluran pemasaran, antara lain:
1. Saluran komunikasi (communication channels) digunakan untuk menyerahkan
dan menerima pesan dari pembeli sasaran. Saluran komunikasi dapat melalui
surat kabar, majalah, radio, televisi, iklan, poster, telepon, internet, dan lainlain.
2. Saluran distribusi digunakan untuk menyerahkan produk fisik atau jasa kepada
pembeli atau pengguna yaitu pergudangan, sarana transportasi dan berbagai
saluran dagang seperti distributor, grosir, dan pengecer.
3. Saluran penjualan digunakan untuk mempengaruhi transaksi dengan pembeli
potensial. Saluran ini tidak hanya mencakup distributor dan pengecer
melainkan bank-bank dan perusahaan asuransi yang memudahkan transaksi.
e. Process
Metode pengoperasian atau serangkaian tindakan tertentu yang umumnya
berupa langkah-langkah yang diperlukan dalam suatu urutan yang telah
ditetapkan. Proses yang desainnya buruk akan menggangu pelanggan karena
keterlambatan, birokrasi, dan penyampaian jasa yang tidak efektif.
f. People
Orang diartikan sebagai karyawan dan kadang-kadang pelanggan lain yang
terlibat dalam proses produksi. Banyak jasa bergantung pada interaksi langsung
dan pribadi antara pelanggan dan karyawan perusahaan. Pelanggan sering menilai
kualitas jasa yang mereka terima berdasarkan penilaian terhadap orang-orang
yang menyediakan jasa tersebut.
g. Physic
bukti fisik adalah petunjuk visual atau berwujud lainnya yang memberi
bukti atas kualitas jasa. Beberapa contoh dari bukti fisik antara lain gedung, tanah,
kendaraan, perabotan interior, perlengkapan, anggota staf, tanda-tanda, barang
cetakan, dan petunjuk yang terlihat lainnya.
2. Keuangan dan Akuntansi
Dana dibutuhkan dalam operasional perusahaan. Oleh karena itu, faktorfaktor yang perlu diperhitungkan adalah kemampuan perusahan memupuk model
jangka pendek dan jangka panjang, beban yang harus dipikul sebagai upaya
memperoleh modal tambahan, hubungan baik dengan penanam modal dan
pemegang saham, pengelolaan keuangan, struktur modal kerja, harga jual produk,
pemantauan penyebab inefisiensi dan sistem akunting yang andal.
3. Kegiatan Produksi-Operasi
Kegiatan produksi-operasi perusahaan paling tidak dapat dilihat dari
keteguhan dalam prinsip efisiensi, efektivitas, dan produktivitas. Oleh karenanya,
faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah hubungan baik dengan pemasok,
sistem logistik yang andal, lokasi fasilitas yang tepat, pemanfaatan teknologi yang
tepat, organisasi yang memiliki kesatuan sistem yang bulat, pembiayaan,
pendekatan inovatif dan proaktif, kemungkinan terjadinya terobosan dalam proses
produksi, dan pengendalian mutu.
4. Sumberdaya Manusia
Manusia merupakan sumberdaya terpenting bagi perusahaan. Oleh karena
itu, manajer perlu berupaya agar terwujud perilaku positif di kalangan karyawan
perusahaan. Berbagai faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah langkahlangkah yang jelas mengenai manajemen SDM, keterampilan dan motivasi kerja,
produktivitas, dan sistem imbalan.
5. Sistem Informasi Manajemen
Penelitian strategi perlu menganalisis berbagai segi dari sistem informasi
manajemen, antara lain yaitu aspek-aspek softwere, hardwere, dan brainwere,
selain input, process, dan output berupa informasi yang sesuai dengan kebutuhan
pada tiap jenjang manajemen.
3.2.2 Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan merupakan faktor-faktor di luar
perusahaan yang bisa mempengaruhi pilihan arah dan tindakan suatu perusahaan,
yang pada akhirnya akan mempengaruhi struktur organisasi dan proses internal
perusahaan. Lingkungan eksternal terdiri dari komponen/variabel lingkungan
yang berada atau berasal dari luar perusahaan. Komponen tersebut berada di luar
jangkauan organisasi dan kendali perusahaan, sehingga perusahaan tidak dapat
melakukan intervensi serta diperlukan tingkat adaptasi yang tinggi terhadapnya.
1. Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh perusahaan terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya
di luar dan terlepas dari perusahaan. Faktor-faktor utama yang biasa diperhatikan
adalah faktor politik, teknologi, ekonomi, dan sosial. Lingkungan jauh ini
memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju, sekaligus dapat
menjadi hambatan dan ancaman untuk maju.
a. Faktor Politik
Arah, kebijakan, dan stabilitas politik pemerintah menjadi faktor penting
bagi para pengusaha untuk berusaha. Situasi politik yang tidak kondusif akan
berdampak negatif bagi dunia usaha, begitu pula sebaliknya. Beberapa hal utama
yang perlu diperhatikan dari faktor politik agar bisnis dapat berkembang dengan
baik, adalah:
•
Undang-undang tentang lingkungan dan perburuhan,
•
Peraturan tentang perdagangan luar negeri,
•
Stabilitas pemerintahan,
•
Peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja, dan
•
Sistem perpajakan.
b. Faktor Ekonomi
Kondisi ekonomi suatu daerah atau negara dapat mempengaruhi iklim
berbasis suatu perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, semakin pula iklim
berbisnis. Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat hendaknya
bersama-sama
mempertahankan
bahkan
meningkatkan
kondisi
ekonomi
daerahnya menjadi lebih baik lagi agar perusahaan dapat bergerak maju dalam
usahanya. Beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam menganalisis
ekonomi suatu daerah atau negara adalah:
•
Siklus bisnis,
•
Ketersediaan energi,
•
Inflasi,
•
Suku bunga,
•
Investasi,
•
Harga-harga produk dan jasa,
•
Produktivitas, dan
•
Tenaga kerja.
c. Faktor Sosial
Kondisi sosial masyarakat memang berubah-ubah. Hendaknya perubahanperubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan dapat diantisipasi
oleh perusahaan. Kondisi sosial ini banyak aspeknya, misalnya sikap, gaya hidup,
adat-istiadat, dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan.
Hal yang dikembangkan misalnya dari kondisi kultural, ekologis, demografis,
religius, pendidikan, dan etnis. Contohnya adalah seandainya sikap sosial
berubah, permintaan untuk berbagai tipe pakaian, buku, aktivitas yang
menyenangkan, dan sebagainya juga dapat berubah. Seperti kekuatan lain dalam
lingkungan eksternal yang jauh, kekuatan sosial adalah dinamis.
d. Faktor Teknologi
Perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang pesat, baik di bidang
bisnis maupun di bidang yang mendukukung kegiata bisnis. Sebenarnya,
teknologi itu tidak hanya mencakup penemuan-penemuan yang baru saja, tetapi
juga meliputi cara-cara pelaksanaan atau metode-metode baru dalam mengerjakan
suatu pekerjaan, artinya bahwa ia memberikan suatu gambaran yang luas, yang
meliputi: mendesain, menghasilkan, dan mendistribusikan. Setiap kegiatan usaha
yang
diinginkan
untuk
berjalan
terus-menerus
harus
selalu
mengikuti
perkembangan-perkembangan teknologi yang dapat diterapkan pada produk atau
jasa yang dihasilkan atau pada cara operasinya. Agar perusahaan tidak terpuruk
karena kesalahan dalam penggunaan teknologi, maka beberapa hal penting perlu
diperhatikan, misalnya:
•
Bagaimanakah kecepatan transfer teknologi oleh para pekerja,
•
Bagaimanakah masa/waktu keusangan teknologinya, dan
•
Bagaimana harga teknologi yang akan diadopsi.
2. Lingkungan Industri
Aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan
dimana bisnis perusahaan berada. Akibatnya, faktor-faktor yang mempengaruhi
kondisi persaingan, seperti ancaman-ancaman dan kekuatan-kekuatan yang
dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi perlu untuk
dianalisis. Michhael E. Porter mengemukakan konsep Competitive Strategy yang
menganalisis persaingan bisnis berdasarkan lima aspek utama yang disebut Lima
Kekuatan Bersaing. R.E. Freeman yang dikutip Wheelen merekomendasikan
aspek yang keenam untuk melengkapinya. Secara lengkap keenam aspek atau
variabel yang membentuk model untuk strategi bersaing tersebut serta
penjelasannya dapat dipaparkan sebagai berikut:
a. Ancaman Masuk Pendatang Baru
Masuknya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan
sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada, misalnya kapasitas menjadi
bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar, serta perebutan sumberdaya
produksi yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi
perusahaan yang telah ada. Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru
untuk masuk ke dalam suatu industri yang sering disebut dengan hambatan
masuk. Faktor-faktor hambatan masuk yang dimaksud adalah:
•
Skala Ekonomi
Apabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka akan
dipaksa berproduksi pada biaya per unit yang tinggi, padahal perusahaan yang ada
tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses produksi
yang terus-menerus diefisienkan sehingga harga per unit barang menjadi lebih
rendah
•
Diferensiasi Produk
Diferensiasi yang akan menciptakan hambatan masuk ini memaksa
pendatang baru mengeluarkan biaya dan usaha yang besar untuk merebut para
pelanggan yang loyal kepada perusahaan yang utama. Usaha besar itu, misalnya
melakukan pengiklanan yang gencar dan memberi service yang baik. Pada tahap
awal, usaha-usaha ini membutuhkan biaya yang besar dan bahkan akan
menciptakan kerugian. Seringkali kondisi ini berjalan cukup lama.
•
Kecukupan Modal
Jenis industri yang memerlukan modal besar merupakan hambatan yang
besar bagi pemain baru, terutama bagi jenis industri yang memerlukan biaya yang
besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi.
•
Biaya Peralihan
Hambatan masuk akan tercipta dengan adanya biaya peralihan pemasok,
yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk
pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya. Biaya peralihan ini berupa biaya
latihan, biaya peralatan pelengkap yang harus diganti, dan desain ulang
produk/jasa. Biaya-biaya ini akan ditanggung oleh konsumennya. Apabila biaya
peralihan yang diperlukan cukup besar, pesaing baru harus memberikan
penawaran yang jauh lebih menarik, terutama soal harga.
•
Akses ke Saluran Distribusi
Jalur distribusi sangat menentukan penyebaran produk. Perusahaan yang
mempunyai jalur distribusi yang luas dan bekerja secara baik akan sangat
menghambat masuknya produk baru ke dalam pasar. Pendatang baru mungkin
sulit memasuki saluran yang ada dan harus mengeluarkan biaya yang besar untuk
membangun saluran sendiri.
•
Ketidakunggulan Biaya Independen
Keunggulan biaya yang dimiliki oleh perusahaan yan sudah ada sulit ditiru
oleh pendatang baru. Keunggulan itu mugkin dimiliki karena teknologi yang telah
dipatenkan perusahaan, konsesi bahan baku, atau subsidi pemerintah.
•
Peraturan Pemerintah
Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang mengatur bidang-
bidang tertentu seperti yang selalu diterbitkan oleh pemerintah Indonesia,
misalnya lewat Daftar Investasi Negatif (DIN). Peraturan pemerintah dapat
menimbulkan hambatan masuk bagi pendatang baru.
b. Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri
Persaingan dalam industri akan mempengaruhi kebijakan dan kinerja
perusahaan. Dalam situasi persaingan yang oligopoli, perusahaan mempunyai
kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi pasar. Sedangkan pada pasar
persaingan sempurna, biasanya akan memaksa perusahaan menjadi follower
termasuk dalam hal harga produk. Menurut Porter, tingkat persaingan itu
dipengaruhi beberapa faktor, yaitu:
•
Jumlah Kompetitor
Jumlah kompetitor atau pesaing sudah tentu akan mempengaruhi tingkat
persaingan. Kompetitor hendaknya dilihat dari beberapa sisi, seperti jumlah,
ukuran, dan kekuatannya.
•
Tingkat Pertumbuhan Industri
Pertumbuhan industri yang besar biasanya menyediakan sejumlah peluang
bagi perusahaan untuk tumbuh bersama industrinya. Pertumbuhan industri yang
lambat sebaiknya tidak direspon dengan ekspensi pasar kecuali perusahaan
mampu mengambil pangsa pasar pesaing. Kondisi ini dapat menimbulkan trend
penurunan harga atau terjadinya perang harga.
•
Karakteristik Produk
Produk hendaknya tidak sekedar menyediakan kebutuhan dasar, tetapi juga
memiliki suatu pembedaan atau nilai tambah.
•
Biaya Tetap yang Besar
Pada jenis industri yang mempunyai total biaya tetap yang besar,
perusahaan hendaknya beroperasi pada skala ekonomi yang tinggi. Akibatnya
adalah perusahaan kadang kala terpaksa menjual produk di bawah biaya produksi.
•
Kapasitas
Kapasitas selalu berkorelasi dengan biaya produksi per unit. Produksi pada
kapasitas tinggi diperlukan untuk menjaga efisiensi biaya per unit. Penambahan
fasilitas produksi dapat dilakukan apabila perusahaan telah mampu berproduksi
pada tingkat yang maksimal.
•
Hambatan Keluar
Hambatan keluar memaksa perusahaan untuk tidak keluar dari industri.
Hambatan ini dapat brupa aset-aset khusus ataupun kesetiaan manajemen pada
bisnis tersebut. Contohnya adalah idealisme dalam bisnis. Dalam kondisi
demikian, perusahaan biasanya akan berusaha bertahan dan menghindari kerugian
yang besar sambil menunggu waktu yang tepat untuk keluar.
c. Ancaman dari Produk Pengganti
Perusahaan-perusahaan yang berada pada suatu industri tertentu akan
bersaing pula dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya berbeda,
barang subsitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman produk
subsitusi kuat bilamana konsumen dihadapkan pada switching cost yang sedikit
dan jika produk subsitusi itu mempunyai harga yang lebih murah atau kualitasnya
sama, bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industri.
d. Kekuatan Tawar-menawar Pembeli
Para pembeli dengan kekuatan yang mereka miliki mampu mempengaruhi
perusahaan untuk menurunkan harga produk, meningkatkan mutu dan pelayanan,
serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya. Dengan demikian, beberapa
kondisi yang mungkin dihadapi perusahaan sehubungan dengan adanya kekuatan
ini antara lain adalah:
•
Pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan.
•
Sifat produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok.
•
Biaya peralihan pemasok adalah kecil.
•
Pembeli mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah, sehingga sensitif
terhadap harga dan diferensiasi service.
•
Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli, sehingga pembeli
dengan mudah mencari substitusinya.
e. Kekuatan Tawar-menawar Pemasok
Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka
menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk atau jasa. Pemasok menjadi
kuat apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi:
•
Jumlah pemasok sedikit.
•
Produk/jasa yang ada adalah unik dan mampu menciptakan switching cost
yang besar.
•
Tidak tersedia produk subsitusi.
•
Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang
dihasilkan menjadi produk yang sama yang dihasilkan perusahaan.
f. Pengaruh Kekuatan Stakeholder Lainnya
Kekuatan keenam yang ditambahkan oleh Freeman yang dikutip WheelenHunger adalah berupa kekuatan di luar perusahaan yang mempunyai pengaruh
dan kepentingan secara langsung bagi perusahaan. Stakeholder yang dimaksud
antara lain adalah pemerintah, serikat pekerja, lingkungan masyarakat, kreditor,
pemasok, asosiasi datang, kelompok yang mempunyai kepentingan lain, dan
pemegang saham. Pengaruh dari masing-masing stakeholder adalah bervariasi
diantara industri yang satu dengan yang lain.
3.3
Kerangka Pemikiran Operasional
Restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe merupakan salah satu bentuk
usaha waralaba dan non waralaba yang memiliki manajemen usaha yang harus
mampu mengelola aspek biaya maupun keuntungan. Sistem kedua usaha tersebut
berbeda yang akan menyebabkan KFC Taman Topi dan Rahat cafe memiliki
keuntungan dan struktur biaya yang berbeda. Untuk itu dalam penelitian ini perlu
dianalisis keuntungan bisnis di kedua rumah makan tersebut. Sistem waralaba
memiliki risiko yang mudah diminimalisir daripada non waralaba karena
pewaralaba sudah menyediakan segala sesuatu untuk mendukung investor
(terwaralaba) termasuk survei, metode marketing dan promosi, perizinan, bahan
baku, manajemen, standar kerja/SOP, desain interior, dan lain sebagainya
sehingga keuntungan yang didapat lebih besar karena adanya keberhasilan target
penjualan tiap harinya meningkat. Sedangkan non waralaba merupakan usaha
yang berdiri sendiri dengan modal sendiri sehingga risiko yang ditanggung lebih
besar. Namun, tidak menutup kemungkinaan usaha yang dijalankan mendapatkan
keuntungan yang lebih besar akibat biaya operasional yang dikeluarkan kecil
dibandingkan waralaba, misalnya juga dengan membuka banyak cabang dan
sistem keuangan yang dijalankan baik maka keuntungan yang diperoleh besar.
Selain itu juga, perlu melakukan analisis strategi pengembangan usaha agar KFC
maupun Rahat
cafe mampu
mempertahankan dan terus meningkatkan
pengembangan bisnisnya.
Analisis keuntungan akan dilakukan dengan konsep rasio profitabilitas dan
rentabilitas. Dalam analisis keuntungan bisnis di KFC Taman Topi dan Rahat cafe
akan diketahui berapa keuntungan perusahaan, yakni dengan melakukan analisis
keuntungan pada seluruh jenis produk dalam satu tahun terakhir. Hasil yang
diperoleh dari analisis keuntungan ini akan dijadikan parameter kekuatan faktor
internal perusahaan yakni dari segi keuangan bagi KFC dan Rahat itu sendiri
dalam merumuskan strategi pengembangan usaha. Selanjutnya dari analisis
keuntungan akan dilakukan analisis lingkungan perusahaan baik dari lingkungan
internal dan eksternal perusahaan.
Lingkungan internal dan eksternal sangat penting dalam pengembangan
suatu bisnis. Lingkungan eksternal pada hakikatnya kondisi lingkungan eksternal
berada di luar kendali organisasi. Lingkungan eksternal disini diantaranya adalah:
(1) Lingkungan jauh yang terdiri dari faktor politik, ekonomi, sosial, dan
teknologi; (2) Lingkungan industri terdiri dari ancaman masuk pendatang baru,
persaingan sesama perusahaan dalam industri, ancaman dari produk pengganti,
kekuatan tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok, dan
pengaruh pemerintah, serikat pekerja, dan lainnya. Sedangkan lingkungan internal
diantaranya adalah pendekatan fungsional yang terdiri atas pemasaran, keuangan,
operasi, SDM, dan sistem informasi manajemen.
Dalam mendapatkan strategi pengembangan usaha yang tepat sesuai
dengan tujuan, terlebih dahulu restoran KFC Taman Topi maupun Rahat cafe
mengetahui kekuatan dan kelemahan,
peluang
serta ancaman.
Setelah
menganalisis faktor eksternal dan internalnya, maka apabila ingin melihat suatu
strategi pengembangan usaha yang baik, maka perlu mengetahui analisis matriks
IFE, EFE, IE, SWOT maupun QSPM.
Restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe walaupun berbeda jenis
usahanya tetapi kedua usaha tersebut memiliki keunggulan dan memiliki
pelanggan masing-masing pada pangsa pasarnya tersendiri sehingga kedua usaha
ini memiliki pesaing dengan usaha sejenis, maka dapat memberikan pengaruh
terhadap biaya dan keuntungan yang diterima. Dengan demikian, penelitian ini
juga akan menganalisis struktur biaya dan keuntungan. Kerangka pemikiran
operasional pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.
Persaingan usaha restoran dan cafe
antar perusahaan sejenis (produk,
pelayanan, dan lain-lain)
Risiko waralaba mudah diminimalisir
dan risiko yang ditanggung non
waralaba lebih besar
Perbandingan lingkungan internal dan
eksternal waralaba lebih besar
dibandingkan non waralaba dalam
meningkatkan strategi pengembangan
bisnisnya
Analisis
keuntungan
Analisis rasio
profitabilitas
Pengembangan
usaha
Analisis rasio
rentabilitas
Lingkungan
Internal
Lingkungan
Eksternal
Matriks
IFE
Matriks
EFE
SWOT
QSPM
Analisis
Prioritas Alternatif Strategi KFC
Taman Topi dan Rahat cafe
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kedua tempat usaha di kota Bogor, yaitu
KFC Taman Topi dan Rahat cafe. KFC Taman Topi berlokasi di Jalan Kapten
Muslihat dan Rahat cafe berlokasi di Jalan Malabar, samping Pangrango Plaza.
Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) bahwa keduanya
berlokasi di area yang berbeda. Kegiatan pengumpulan data dilaksanakan pada
bulan September sampai Desember 2009.
4.2
Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pimpinan pusat
manajer pemasaran, manajer restoran, pesaing perusahaan, dan konsumen KFC
Taman Topi, manajer Rahat cafe serta konsumen Rahat cafe itu sendiri. Selain
dengan wawancara, penelitian dilakukan dengan cara survei dan panduan
kuesioner untuk menanyakan biaya, keuntungan, IFE dan EFE, analisis SWOT
maupun QSPM yang ditujukan kepada responden yang sudah ditentukan secara
sengaja (purposive). Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur yang terkait
seperti penelitian terdahulu, Badan Pusat Statistik Kota Bogor, LSI IPB, berbagai
situs internet dan bahan pustaka lain yang relevan.
4.3
Metode Pengumpulan Data
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability
sampling dengan metode purposive sampling. Teknik purposive sampling
digunakan karena kajian penelitian ini adalah membahas tentang analisis
keuntungan dan perumusan strategi kebijakan perusahaan, sehingga penentuan
responden menggunakan pihak-pihak internal perusahaan (pimpinan dan
manajer), dan juga pihak eksternal yang memiliki pengaruh besar terhadap
perusahaan yaitu California Fried Chicken (CFC) sebagai pesaing yang lokasi
usahanya berdekatan dengan KFC Taman Topi, dan konsumen KFC Taman Topi
serta pesaing Rahat yaitu Kebun Kita yang lokasinya juga tidak begitu jauh dari
Rahat cafe dan konsumen Rahat cafe. Dalam wawancara dengan konsumen,
peneliti mengambil 20 responden yang terdiri dari 10 konsumen KFC Taman Topi
dan 10 konsumen Rahat cafe yang bersedia untuk diwawancarai.
4.4
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Metode pengolahan data yang digunakan untuk menjawab tujuan dalam
penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Metode Analisis Data Berdasarkan Tujuan Penelitian
No
Tujuan Penelitian
1.
Membandingkan
keuntungan
antara restoran ayam goreng KFC
Taman Topi dan Rahat cafe.
2.
Menganalisis kondisi lingkungan
internal dan eksternal yang
dihadapi oleh KFC Taman Topi
dan Rahat cafe.
Merumuskan alternatif strategi • Tahap
masukan
pengembangan usaha terbaik
(Identifikasi faktor
dengan
memperhatikan
internal
dan
lingkungan perusahaan di KFC
eksternal
Taman Topi dan Rahat cafe.
perusahaan,
pemberian bobot
faktor, pemberian
rating,
dan
perkalian bobot dan
rating)
• Tahap pencocokan
• Tahap keputusan
3.
Data
Jenis
Sumber
Biaya
tetap
dan Survei
Biaya
variabel,
penjualan
periode
November 2008 Oktober 2009 dan
periode
Desember
2008 - Desember
2009
Identifikasi
faktor Survei
lingkungan internal
dan eksternal usaha
Metode
Analisis
Analisis laba
EBIT, EBT,
EAT, Analisis
rasio
profitabilitas,
dan
rentabilitas
Faktor
strategis
internal
dan
eksternal
Analisis
matriks IFE
dan EFE, IE,
SWOT serta
QSPM
Analisis
matriks IFE
dan EFE
4.4.1 Analisis Struktur Biaya
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses
produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku,
baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya-biaya yang dianalisis
dalam usaha ini adalah biaya tetap dan biaya variabel.
a. Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya yang penggunaannya tidak habis dalam
satu masa produksi. Besarnya biaya tetap tergantung pada jumlah output yang
diproduksi dan tetap harus dikeluarkan walaupun tidak ada produksi.
Komponen biaya tetap pada umumnya adalah biaya penyusutan investasi, gaji
karyawan, abodemen listrik, abodemen telepon, pajak penghasilan, profit
sharing, gas elpiji, gas alam, steroform, kantong plastik, kardus/tempat
membungkus produk take away, dan lain-lain.
b. Biaya Variabel (variable cost) yaitu biaya yang besar kecilnya sangat
tergantung kepada biaya skala usaha produksi. Komponen biaya variabel pada
umumnya adalah pembelian bahan baku, sewa tempat, biaya listrik, biaya
telepon, biaya air, dan lain-lain.
Struktur biaya tersebut terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Metode
perhitungan struktur biaya dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Struktur Biaya Pada Restoran KFC Taman Topi dan Rahat Cafe
Keterangan
Biaya Tetap:
- Biaya penyusutan investasi
- Gaji karyawan
- Abodemen telepon
- Abodemen listrik
- Pajak penghasilan
- Profit sharing
- Gas elpiji
- Gas alam
- Steroform
- dll
Total Biaya Tetap
Biaya Variabel:
- Pembelian bahan baku
- Sewa tempat
- Biaya listrik
- Biaya telepon
- Biaya air
- dll
Total Biaya Variabel
Total Biaya (Biaya Tetap + Biaya Variabel)
Nilai
(Rp)
4.4.2 Analisis Keuntungan Earning Before Interest Tax (EBIT), Earning
Before Tax (EBT), dan Earning After Tax (EAT)
Analisis keuntungan EBIT, EBT, dan EAT adalah tahap awal yang harus
dilakukan sebelum melakukan analisis rasio profitabilitas dan rasio rentabilitas.
Analisis keuntungan EBIT, EBT, dan EAT diperoleh dari laporan laba rugi
perusahaan. Analisis EBIT dilakukan dalam menganalisis seberapa besar
keuntungan yang dihasilkan sebelum dikurangi biaya bunga dan pajak. Analisis
EBT (keuntungan kotor) dilakukan dalam menganalisis seberapa besar
keuntungan yang dihasilkan sebelum dikurangi biaya pajak. Sedangkan analisis
EAT (keuntungan bersih) merupakan kegiatan menganalisis seberapa besar
keuntungan yang dihasilkan setelah dikurangi biaya pajak. Rumus EBIT, EBT,
dan EAT diperoleh sebagai berikut:
• EBIT
= Penerimaan Penjualan – Biaya Penjualan
• EBT
= EBIT – Beban Bunga
• EAT
= EBT – Beban Pajak
4.4.3 Analisis Rasio Profitabilitas
Pada penelitian ini menggunakan analisis rasio profitabilitas penjualan
yang terdiri dari marjin laba operasi dan marjin laba bersih.
1.
Marjin Laba Operasi
Marjin laba operasi merupakan salah satu parameter informasi akuntansi
diferensial dalam perencanaan jangka pendek. Informasi yang diperoleh dari
marjin laba operasi adalah untuk mengetahui besarnya rasio profitabilitas sebelum
dikurangi bunga dan pajak terhadap penjualan. Rumus marjin laba operasi adalah
sebagai berikut:
EBIT
x 100%
Penjualan
2.
Marjin Laba Bersih
Marjin laba bersih merupakan parameter informasi akuntasi diiferensial
dalam perencanaan jangka pendek. Informasi yang diperoleh dari marjin laba
bersih adalah untuk mengetahui apakah manajemen telah bekerja secara efisien
(produksi dan penjualan). Semakin besar rasio marjin laba bersih menunjukkan
bahwa manajemen telah bekerja dengan efisien. Rumus marjin laba bersih adalah
sebagai berikut:
x 100%
EAT
Penjualan
4.4.4 Analisis Rasio Rentabilitas
Rentabilitas diukur dari rasio rentabilitas modal sendiri yang biasa dikenal
dengan Return on Stockholders Equity (ROE). Rentabilitas modal sendiri artinya
setiap satu satuan (Rp) yang dikeluarkan dari modal sendiri menghasilkan laba
bersih sebesar yang diperoleh. Tujuan dari menganalisis ROE adalah untuk
melihat kekuatan perusahaan dalam menciptakan daya tarik investasi di masa
mendatang. Rumus dari ROE adalah sebagai berikut :
x 10%
EAT
Modal sendiri
Tabel 5. Data Keuntungan Pada Restoran KFC Taman Topi dan Rahat Cafe
No.
Keterangan
A.
B.
1.
2.
3.
Penerimaan Penjualan
Biaya Tetap
Biaya penyusutan investasi
Gaji karyawan
Abodemen telepon, dll
Total Biaya Tetap
Biaya Variabel
Pembelian bahan baku
Sewa tempat
Biaya listrik
Biaya telepon
Biaya air, dll
Total Biaya Variabel
EBIT
EBT
EAT
Marjin Laba Operasi
Marjin Laba Bersih
ROE
C.
1.
2.
3.
4.
5.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
Satuan
Jumlah
Harga Per
Satuan (Rp)
Total
(Rp)
4.4.5 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif bertujuan untuk mendefinisikan visi, misi, dan tujuan
perusahaan, karakteristik produk yang dihasilkan, tingkat pencapaian target
penjualan yang diharapkan, kegiatan pemasaran, sumberdaya manusia, produksi
dan operasi, keuangan dan akuntansi, serta teknologi yang digunakan perusahaan.
Analisis ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi rill perusahaan.
4.4.6 Analisis Tiga Tahap Formulasi Strategi
Proses perumusan strategi pada kerangka tiga tahap formulasi strategi
yang terdiri dari tahap masukan (input), tahap pencocokan, dan tahap keputusan.
Analisis tiga tahap formulasi strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis lingkungan internal dan eksternal (IFE dan EFE), analisis IE, analisis
SWOT, dan analisis QSPM.
4.4.6.1 Tahap Masukan (Input)
Tahap input melalui proses analisis faktor-faktor internal dan eksternal
yang mempengaruhi perusahaan. Analisis internal dilakukan untuk mengetahui
kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis ini akan
disajikan dalam matriks Internal Factor Evaluation (IFE). Analisis eksternal
dilakukan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh
perusahaan. Secara ringkas disajikan dalam matriks External Factor Evaluation
(EFE).
Matriks IFE digunakan untuk menganalisis faktor-faktor internal
perusahaan yang berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap
penting. Data dan informasi aspek internal perusahaan dapat digali dari beberapa
fungsional perusahaan, misalnya dari aspek manajemen, keuangan, SDM,
pemasaran, sistem informasi, dan produksi/operasi. Lima langkah dalam
pengembangan matriks IFE (David, 2000):
1. Buatlah daftar critical success factors untuk aspek internal kekuatan
(strengths) dan kelemahan (weaknesses).
2. Tentukan bobot (weight) dari critical success factors tadi dengan skala yang
lebih tinggi bagi yang berprestasi tinggi dan begitu pula sebaliknya. Jumlah
seluruh bobot harus sebesar 1,0. Nilai bobot dicari dan dihitung berdasarkan
rata-rata industrinya.
3. Beri rating (nilai) antara 1 sampai 4 bagi masing-masing faktor yang memiliki
nilai:
1 = sangat lemah,
2 = tidak begitu lemah,
3 = cukup kuat,
4 = sangat kuat,
Jadi, rating mengacu pada kondisi perusahaan, sedangkan bobot mengacu
pada industri dimana perusahaan berada.
4. Kalikan antara bobot dan rating dari masing-masing faktor untuk menentukan
nilai skornya.
5. Jumlahkan semua skor untuk mendapatkan skor total bagi perusahaan yang
dinilai. Nilai rata-rata adalah 2,5. Jika nilainya di bawah 2,5 menandakan
bahwa secara internal, perusahaan adalah lemah, sedangkan nilai yang berada
di atas 2,5 menunjukkan posisi internal yang kuat. Seperti halnya pada matriks
EFE, matriks IFE terdiri dari cukup banyak faktor. Jumlah faktor-faktornya
tidak berdampak pada jumlah bobot karena ia selalu berjumlah 1,0.
Penentuan bobot setiap variabel pada kolom menggunakan skala 1, 2, dan
3. Skala yang digunakan menunjukkan:
1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal
2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal
3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal
Tabel 6. Penilaian Bobot Faktor Internal Perusahaan
Faktor Strategis Internal
A
B
C
D
...
Total
A
B
C
D
...
Total
D
...
Total
Sumber: David, 2000
Tabel 7. Penilaian Bobot Faktor Eksternal Perusahaan
Faktor Strategis Eksternal
A
B
C
D
...
Total
Sumber: David, 2000
A
B
C
Selanjutnya bobot setiap variabel diperoleh dengan menentukan nilai
setiap variabel terhadap jumlah nilai keseluruhan variabel dengan menggunakan
rumus:
ai =
Xi
n
∑ Xi
i =1
Keterangan:
ai
= Bobot variabel ke-i
Xi
= Nilai variabel ke-i
i
= 1,2,3,...,n
n
= Jumlah variabel
Tabel 8. Matriks IFE
Faktor-faktor internal
Kekuatan:
1
...
10
Kelemahan:
1
...
10
Total
Bobot
Rating
Skor (Bobot x Rating)
Sumber: David, 2000
Matriks EFE digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal
perusahaan. Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal menyangkut
persoalan ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintahan,
hukum, teknologi, persaingan di pasar industri dimana perusahaan berada, serta
data eksternal relevan lainnya. Hal ini penting karena faktor eksternal berpengaruh
secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan. Tahapan kerja pada
matriks EFE (David, 2000):
1. Buatlah daftar critical success factors (faktor-faktor utama yang mempunyai
dampak penting pada kesuksesan atau kegagalan usaha) untuk aspek eksternal
yang mencakup perihal opportunities (peluang) dan threats (ancaman) bagi
perusahaan.
2. Tentukan bobot (weight) dari critical success factors tadi dengan skala yang
lebih tinggi bagi yang berprestasi tinggi dan begitu pula sebaliknya. Jumlah
seluruh bobot harus sebesar 1,0. Nilai bobot dicari dan dihitung berdasarkan
rata-rata industrinya.
3. Tentukan rating setiap critical success factors antara 1 sampai 4, dimana:
1 = di bawah rata-rata,
2 = rata-rata,
3 = di atas rata-rata,
4 = sangat bagus,
Rating ditentukan berdasarkan efektivitas strategi perusahaan. Dengan
demikian, nilainya didasarkan pada kondisi perusahaann.
4. Kalikan nilai bobot dengan nilai rating-nya untuk mendapatkan skor semua
critical success factors.
5. Jumlahkan semua skor untuk mendapatkan skor total bagi perusahaan yang
dinilai. Skor total 4,0 mengindikasikan bahwa perusahaan merespon dengan
cara yang luar biasa terhadap peluang-peluang yang ada dan menghindari
ancaman-ancaman di pasar industrinya. Sementara itu, skor total sebesar 1,0
menunjukkan bahwa perusahaan tidak memanfaatkan peluang-peluang yang
ada atau tidak menghindari ancaman-ancaman eksternal.
Tabel 9. Matriks EFE
Faktor-faktor eksternal
Peluang:
1
...
10
Ancaman:
1
...
10
Total
Bobot
Rating
Skor (Bobot x Rating)
Sumber: David, 2000
4.4.6.2 Tahap Pencocokan
Tahap pencocokan merupakan tahap untuk mencocokan peluang dan
ancaman eksternal dengan kekuatan dan kelemahan internal berdasarkan
informasi yang didapatkan pada tahap input. Alat analisis yang digunakan dalam
penelitian ini untuk tahap pencocokan adalah matriks IE (Internal-Eksternal) dan
matriks Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT).
1. Analisis Matriks IE (Internal-External Matrix)
Tahap ini merupakan tahap pencocokan dengan memasukkan hasil
pembobotan matriks EFE dan IFE ke dalam matriks IE. Hal ini bertujuan untuk
memperoleh strategi bisnis di tingkat korporat yang lebih detail. Matriks IE
merupakan hasil penggabungan antara matriks IFE dan matriks EFE ke dalam
matriks yang terdiri atas sembilan sel.
Skor Total IFE
Kuat
3,0-4,0
Tinggi
3,0-4,0
I
II
Lemah
1,0-1,99
1,0
III
Sedang
2,0-2,99
IV
V
VI
Rendah
VII
VIII
IX
4,0
Skor Total
EFE
Rata-rata
2,0-2,99
3,0
2,0
1,0-1,99
Gambar 2. Model Matriks IE (David, 2000)
IE matrix terdiri atas dua dimensi, yaitu total skor dari IFE matrix pada
sumbu X dan total skor dari EFE matrix pada sumbu Y. Pada sumbu X dari IE
matrix, skornya ada tiga yaitu skor 1,0-1,99 menyatakan bahwa posisi internal
adalah lemah, skor 2,0-2,99 posisinya adalah rata-rata, dan skor 3,0-4,0 adalah
kuat. Dengan cara yang sama, pada sumbu Y yang dipakai untuk EFE matrix,
skor 1,0-1,99 adalah rendah, skor 2,0-2,99 adalah sedang, dan skor 3,0-4,0 adalah
tinggi.
IE matrix memiliki tiga implikasi utama yang mempunyai dampak strategi
berbeda, yaitu:
1. Divisi yang masuk dalam sel I, II, atau IV dapat disebut tumbuh dan
membangun. Strategi intensif seperti penetrasi pasar, pengembangan pasar
atau pengembangan produk, dan strategi terintegrasi seperti integrasi ke
belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal.
2. Divisi yang masuk dalam sel III, V, atau VII paling baik dikendalikan dengan
strategi-strategi pertahankan dan pelihara. Strategi-strategi yang umum
dipakai yaitu strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.
3. Divisi yang masuk ke dalam sel VI, VIII, atau IX dapat menggunakan strategi
panen atau divestasi.
Perusahaan yang dianggap paling sukses adalah perusahaan yang mampu
menghasilkan bisnis yang berada pada sel I.
2. Matriks SWOT (Strength-Weakness-Opportunity-Threat)
Matriks SWOT merupakan alat pencocokan yang digunakan dalam
mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi
perusahan. Matriks ini menggambarkan bagaimana peluang dan ancaman
eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan
kelemahan yang dimilikinya. Analisis SWOT ini penting untuk membantu para
manajer mengembangkan empat tipe strategi. Keempat strategi yang dimaksud
adalah:
1. Strategi SO (Strength-Opportunity). Strategi ini menggunakan kekuatan
internal perusahaan untuk meraih peluang-peluang yang ada di luar
perusahaan (eksternal)
2. Strategi
WO
memperkecil
(Weakness-Opportunity).
kelemahan-kelemahan
Strategi
internal
ini
bertujuan
perusahaan
untuk
dengan
memanfaatkan peluang-peluang eksternal.
3. Strategi ST (Strength-Threat). Melalui strategi ini perusahaan berusaha untuk
menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman-ancaman eksternal.
4. Strategi WT (Weakness-Threat). Strategi ini merupakan taktik untuk bertahan
dengan cara mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman
eksternal.
Delapan tahap dalam penentuan strategi dibangun melalui matriks SWOT.
Tahapan yang dimaksud adalah:
1. Membuat daftar peluang eksternal perusahaan.
2. Membuat daftar ancaman eksternal perusahaan.
3. Membuat daftar kekuatan kunci internal perusahaan.
4. Membuat daftar kelemahan kunci internal perusahaan.
5. Mencocokkan kekuatan-kekuatan internal dan peluang-peluang eksternal dan
kemudian dicatat hasilnya dalam sel strategi SO.
6. Mencocokkan kelemahan-kelemahan internal dan peluang-peluang eksternal
dan kemudian dicatat hasilnya dalam sel strategi WO.
7. Mencocokkan kekuatan-kekuatan internal dan ancaman-ancaman eksternal
dan kemudian dicatat hasilnya dalam sel strategi ST.
8. Mencocokkan kelemahan-kelemahan internal dan ancaman-ancaman eksternal
dan kemudian dicatat hasilnya dalam sel strategi WT.
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Peluang-O
Daftar Peluang
Ancaman-T
Daftar Ancaman
Kekuatan-S
Daftar Kekuatan
Kelemahan-W
Daftar Kelemahan
Strategi SO
Gunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang
Strategi ST
Gunakan kekuatan untuk
menghindari ancaman
Strategi WO
Atasi kelemahan dengan
memanfaatkan peluang
Strategi WT
Meminimalkan kelemahan
dan menghindari ancaman
Gambar 3. Matriks SWOT
Sumber: David (2000)
4.4.6.3 Tahap Keputusan
Tahap keputusan merupakan tahap yang terakhir untuk menentukan
prioritas strategi terbaik yang akan dijalankan perusahaan. Alat analisis yang
digunakan adalah QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix). Langkahlangkah dalam pengembangan QSPM menurut David (2000) adalah sebagai
berikut:
1. Membuat daftar peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan perusahaan di
kolom sebelah kiri QSPM. Informasi ini diambil dari EFE Matrix dan IFE
Matrix. Minimal sepuluh external critical success factors dan sepuluh internal
critical success factors dimasukkan ke dalam QSPM.
2. Memberikan bobot pada masing-masing faktor sukses eksternal dan internal.
Bobot ini sama dengan yang ada di EFE Matrix dan IFE Matrix.
3. Meneliti matriks-matriks pada langkah 2 dan identifikasikan strategi alternatif
yang pelaksanaannya harus dipertimbangkan perusahaan. Mencatat strategistrategi ini di bagian atas baris QSPM. Setelah itu, mengelompokkan strategistrategi tersebut
ke dalam kesatuan
yang
mutually exclusive
jika
memungkinkan.
4. Menentukan Attractiveness Score (AS) atau nilai daya tarik. AS ditetapkan
dengan cara meneliti masing-masing faktor sukses eksternal dan internal.
Tentukan bagaimana peran dari tiap faktor dalam proses pemilihan strategi
yang sedang dibuat. Jika peran dari faktor tersebut adalah besar, maka strategistrateginya harus dibandingkan relatif pada faktor utama itu. Secara terinci,
nilai AS harus ada pada masing-masing strategi untuk menunjukkan
kemenarikan relatif dari satu strategi terhadap strategi lainnya. Batasan nilai
AS adalah 1 = tidak menarik, 2 = agak menarik, 3 = cukup menarik, dan 4 =
sangat menarik.
5. Menghitung jumlah AS. Jumlah AS didapat dari perkalian bobot (langkah 2)
dengan AS (langkah 4) pada masing-masing baris. Jumlah AS menunjukkan
daya tarik relatif dari masing-masing alternatif strategi.
6. Menghitung Sum Total Attractiveness Score (TAS) atau total nilai daya tarik.
Menjumlahkan semua TAS pada masing-masing kolom QSPM. Dari beberapa
nilai TAS yang didapat, nilai TAS dari alternatif strategi yang tertinggi yang
menunjukkan bahwa alternatif strategi itu yang menjadi pilihan utama. Nilai
TAS terkecil menunjukkan bahwa alternatif strategi ini menjadi pilihan
terakhir. Matriks QSPM dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM)
Faktor Utama
Faktor Eksternal
Faktor Internal
Total
Sumber: David, 2000
Bobot
1.000
Strategi 1
AS
TAS
Strategi 2
AS
TAS
Strategi 3
AS
TAS
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1
Analisis Keuntungan Pada Restoran KFC Taman Topi Bogor
Analisis keuntungan yang dilakukan menggunakan konsep rasio
profitabilitas dan konsep rentabilitas. Analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas
didasarkan oleh hasil data perhitungan laporan laba rugi restoran KFC Taman
Topi. Pada analisis laporan laba rugi ini, produk yang dianalisis adalah semua
produk yang dijual di KFC Taman Topi dan biaya yang dikeluarkan oleh restoran
terdiri dari biaya tetap dan variabel. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah
meskipun output berubah, jumlahnya tidak tergantung atas besar kecilnya
kuantitas produksi yang dilaksanakan seperti biaya penyusutan investasi, gaji
tenaga kerja, profit sharing, gas elpiji, kardus/tempat membungkus produk take
away, kantong plastik, dan lain-lain. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang
jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan kuantitas produksi yang
dihasilkan seperti biaya pembelian bahan baku (ayam, bumbu masak, minyak
goreng, beras, saos sambal dan saos tomat, dan lain-lain), biaya listrik, biaya
telepon, dan biaya air.
Analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas juga ditujukan untuk
keseluruhan dari kategori produk di KFC. Analisis rasio profitabilitas dan
rentabilitas biasanya digunakan untuk melihat keuntungan dan kinerja manajemen
perusahaan dalam hal penjualan untuk semua produk yang dijual. Data
keuntungan yang dianalisis adalah data penjualan restoran KFC Taman Topi
periode November 2008 – Oktober 2009. Dibawah ini disajikan Tabel 11. yaitu
hasil analisis keuntungan berdasarkan laporan laba rugi restoran KFC Taman Topi
periode November 2008 – Oktober 2009.
Tabel 11. Keuntungan Restoran KFC Taman Topi Periode November 2008 –
Oktober 2009
Parameter
EBIT*
Bunga
EBT**
Pajak
EAT***
Keuntungan (Rp)
Restoran KFC Taman Topi
740.155.200
0
740.155.200
74.087.244
666.067.956
Keterangan : * Keuntungan Sebelum Bunga dan Pajak
** Keuntungan Sebelum Pajak
*** Keuntungan Setelah Pajak
Tabel 11. menunjukkan keuntungan yang diperoleh restoran KFC Taman
Topi selama periode satu tahun. Hasil EBIT sebesar Rp. 740.155.200, EBT yang
diperoleh sama dengan hasil EBIT karena restoran KFC Taman Topi dalam
memodali usahanya menggunanakan modal yang diberikan oleh kantor pusat
KFC kepada setiap store dan tidak melakukan pinjaman pada pihak Bank atau
badan perkreditan lainnya untuk pendanaan membuka store karena diperoleh dari
dana omset yang ada. Sedangkan hasil EAT yang diperoleh sebesar Rp.
666.067.956.
Setelah melakukan analisis keuntungan yang terdiri dari EBIT, EBT, EAT
yang didasarkan atas laporan laba rugi perusahaan, selanjutnya dilakukan analisis
rasio keuntungan. Analisis rasio keuntungan yang digunakan sebagai parameter
keuangan restoran KFC Taman Topi adalah rasio profitabilitas dan rasio
rentabilitas. Rasio profitabilitas terdiri dari marjin laba operasi dan marjin laba
bersih. Rasio rentabilitas yang dianalisis adalah rentabilitas modal sendiri atau
yang biasa disebut ROE. Hasil analisis rasio profitabilitas dan rasio rentabilitas
dari restoran KFC Taman Topi disajikan dalam Tabel 12.
Tabel 12. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas Pada Restoran KFC Taman
Topi Periode November 2008 – Oktober 2009
Parameter
Marjin Laba Operasi
Marjin Laba Bersih
ROE
Rasio (Persen)
Restoran KFC Taman Topi
10
9
27
Tabel 12. menunjukkan hasil analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas
pada restoran KFC Taman Topi sudah baik karena terjadi perubahan peningkatan
hasil penerimaan penjualan lebih besar tiap harinya yang dikarenakan juga jumlah
penduduk yang semakin meningkat sehingga cenderung untuk mencari makanan
cepat saji di luar rumah. Hasil analisis rasio marjin laba operasi menunjukkan
bahwa hasil keuntungan yang diperoleh sebelum biaya pajak dan bunga terhadap
penjualan adalah sebesar 10 persen. Hasil analisis rasio marjin laba bersih yang
merupakan rasio keuntungan setelah biaya pajak terhadap penjualan perusahaan
menunjukkan hasil sebesar 9 persen. Hasil analisis rasio marjin laba bersih pada
restoran KFC Taman Topi di Bogor, menunjukkan bahwa manajemen perusahaan
telah bekerja secara efisien dalam kegiatan produksi dan penjualan. Hasil analisis
rasio rentabilitas, ditunjukkan oleh nilai ROE sebesar 27 persen. Hasil ROE
tersebut menunjukkan rasio yang baik, artinya terjadi peningkatan modal sendiri
satu persen akan meningkatkan EAT sebesar 27 persen.
5.1.1
Analisis Struktur Biaya
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses
produksi yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku,
baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya-biaya yang dianalisis
dalam restoran KFC Taman Topi adalah biaya tetap dan biaya variabel.
Berdasarkan analisis struktur biaya dapat dilihat pada Tabel 13.
5.1.2
Analisis Keuntungan
Analisis keuntungan merupakan hasil penerimaan penjualan yang di dalam
analisis keuntungan ini terdiri dari laporan rugi laba, yaitu biaya tetap dan biaya
variabel. Perhitungan laporan rugi laba juga dipengaruhi oleh adanya biaya
penyusutan investasi. Investasi merupakan suatu barang atau jasa yang nilainya
tidak akan habis dalam satu tahun dan dapat dipakai bertahun-tahun. Jenis-jenis
investasi dan penyusutan dapat dilihat pada Tabel 13. berikut:
Tabel 13. Struktur Biaya Pada Restoran KFC Taman Topi Periode
November 2008 - Oktober 2009
Keterangan
Nilai
(Rp)
Biaya Tetap:
Biaya penyusutan investasi
Gaji karyawan
Gas elpiji
Kardus/tempat membungkus produk take away
Kantong plastik
Provit sharing
Total Biaya Tetap
Biaya Variabel:
Pembelian bahan baku
Biaya listrik
Biaya telepon
Biaya air
Total Biaya Variabel
Total Biaya (Biaya Tetap + Biaya Variabel)
37.249.200
576.720.000
540.000.000
36.000.000
27.000.000
30.000.000
1.246.969.200
5.313.600.000
60.000.000
36.000.000
12.000.000
5.421.600.000
6.668.569.200
Berdasarkan hasil Tabel 13. di atas, didapatkan total biaya tetap sebesar
Rp. 1.246.969.200, total biaya variabel sebesar Rp. 5.421.600.000 serta
keseluruhan jumlah total biaya tetap dan variabel sebesar Rp. 6.668.569.200.
Tabel 14. Jenis-jenis Investasi dan Penyusutan dalam Analisis Keuntungan
di Restoran KFC Taman Topi Bogor
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
Uraian
Unit
Display holding
1
cabinet
Chiller
1
Freezer
1
AC
2
Televisi flat
2
Condiment bar
2
Service station
1
Tempat
cuci
2
tangan
Meja dan kursi
8
Sofa
5
Fryer
3
Selang gas
1
Wajan
1
Panci
3
Tabung gas
5
Breading table
1
Holding cabinet.
2
Peralatan makan
1.500
Jumlah
Harga
Beli/Investasi
(Rp)
28.000.000
Nilai Sisa
(Rp)
2.800.000
Umur Penyusutan
Teknis
(Rp)
(Thn)
10
2.520.000
32.000.000
32.000.000
10.000.000
14.000.000
22.000.000
7.500.000
30.000.000
3.200.000
3.200.000
1.000.000
1.400.000
2.200.000
750.000
3.000.000
10
10
5
10
10
5
10
2.880.000
2.880.000
1.800.000
1.260.000
1.980.000
1.350.000
2.700.000
6.000.000
30.000.000
120.000.000
150.000
50.000
240.000
1.000.000
17.000.000
36.000.000
10.000.000
395.940.000
600.000
3.000.000
12.000.000
15.000
5.000
24.000
100.000
1.700.000
3.600.000
1.000.000
10
10
10
5
5
5
10
10
10
10
540.000
2.700.000
10.800.000
27.000
9.000
43.200
90.000
1.530.000
3.240.000
900.000
37.249.200
Berdasarkan Tabel 14. di atas, restoran KFC Taman Topi memiliki total
harga beli/investasi awal sebesar Rp. 395.940.000 kemudian mengalami
penyusutan sebesar Rp. 37.249.200. Biaya penyusutan investasi ini dihitung dari
harga beli/investasi masing-masing barang dikalikan 10 persen dan didapatkan
hasil nilai sisa kemudian harga beli/investasi dikurangi dengan nilai sisa dan
dibagi dengan umur teknis, maka didapatkan hasil penyusutannya. Sedangkan
untuk analisis keuntungan pada restoran KFC Taman Topi dapat dilihat pada
Tabel 15.
Tabel 15. Analisis Keuntungan Pada Restoran KFC Taman Topi Periode
November 2008 - Oktober 2009
No.
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
Keterangan
Penerimaan
Biaya Tetap
Biaya Variabel
Total Biaya (B + C)
EBIT
EBT
EAT
Marjin Laba Operasi (%)
Marjin Laba Bersih (%)
ROE (%)
Total
(Rp)
7.408.724.400
1.246.969.200
5.421.600.000
6.668.569.200
740.155.200
740.155.200
666.067.956
10
9
27
Tabel 15. menunjukkan bahwa penerimaan yang diperoleh restoran KFC
Taman Topi selama satu tahun sebesar Rp. 7.408.724.400. Nilai penjualan di KFC
Taman Topi berfluktuatif tiap harinya tergantung dari banyaknya jumlah
konsumen yang datang. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh restoran KFC Taman
Topi terdiri dari biaya penyusutan investasi, gaji karyawan, profit sharing, gas
elpiji, kardus/pembungkus produk take away, dan kantong plastik dengan nilai
sebesar Rp. 1.246.969.200. Untuk biaya pembelian ayam disesuaikan dengan
kebutuhan ayam goreng yang diperlukan seminggu dua kali. Selain biaya tetap,
KFC Taman Topi juga memperhitungkan biaya variabel yang terdiri dari
pembelian bahan baku seperti ayam, bumbu masak, minyak goreng, saos sambal
dan saos tomat, beras, biaya listrik, biaya telepon, biaya air, dan lain-lain. Nilai
biaya variabel ini sebesar Rp. 5.421.600.000. Biaya penyusutan investasi ini terdiri
dari display holding cabinet, chiller, freezer, AC, televisi flat, condiment bar,
service station, tempat cuci tangan, meja dan kursi, sofa, fryer, selang gas, wajan,
panci, tabung gas, breading table, holding cabinet, dan peralatan makan.
5.2
Analisis Keuntungan Pada Rahat Cafe Bogor
Analisis yang dilakukan menggunakan konsep rasio profitabilitas dan
konsep rentabilitas. Analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas didasarkan oleh
hasil data perhitungan laporan laba rugi Rahat cafe. Pada analisis laporan laba
rugi, produk yang dianalisis adalah semua produk yang dijual di Rahat cafe dan
biaya yang dikeluarkan oleh cafe ini terdiri dari biaya tetap dan variabel. Biaya
tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun output berubah, jumlahnya tidak
tergantung atas besar kecilnya kuantitas produksi yang dilaksanakan seperti biaya
penyusutan investasi, sewa tempat, gaji tenaga kerja, abodemen listrik, abodemen
telepon, gas elpiji, gas alam, steroform, dan kantong plastik “kresek”. Biaya
variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan
kuantitas produksi yang dihasilkan seperti pembelian bahan baku (ayam, bumbu
masak, sayuran, minyak goreng, beras, dan lain-lain), biaya listrik, biaya tetepon,
biaya air (PAM).
Analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas juga dutujukan untuk
keseluruhan dari kategori produk di Rahat. Analisis rasio profitabilitas dan
rentabilitas biasanya digunakan untuk melihat keuntungan dan kinerja manajemen
perusahaan dalam hal penjualan untuk semua produk yang dijual. Data
keuntungan yang dianalisis adalah data penjualan Rahat cafe periode Desember
2008 – Desember 2009. Dibawah ini disajikan Tabel 16. yaitu hasil analisis
keuntungan berdasarkan laporan laba rugi Rahat cafe periode Desember 2008 –
Desember 2009.
Tabel 16. Keuntungan Rahat Cafe Periode Desember 2008 – Desember 2009
Parameter
EBIT*
Bunga
EBT**
Pajak
EAT***
Keuntungan (Rp)
Rahat Cafe
48.612.000
4.861.200
43.750.800
1.093.770
42.657.030
Keterangan : * Keuntungan Sebelum Bunga dan Pajak
** Keuntungan Sebelum Pajak
*** Keuntungan Setelah Pajak
Tabel 16. di atas menunjukkan keuntungan yang diperoleh Rahat cafe
selama periode satu tahun. Hasil EBIT sebesar Rp. 48.612.000, EBT sebesar Rp.
43.750.800, dan total EAT yang diperoleh sebesar Rp. 42.657.030 karena
pendirian usaha cafe ini diperoleh dengan dana atau modal sendiri yang beban
bunga dibayarkan kepada pihak investor dan pajak yang diberikan pihak Rahat
kepada fakir miskin tiap setahun sekali. selain itu juga, Rahat tidak melakukan
pinjaman pada pihak Bank atau badan perkreditan lainnya. Setelah melakukan
analisis keuntungan yang terdiri dari EBIT, EBT, EAT yang didasarkan atas
laporan laba rugi perusahaan, selanjutnya dilakukan analisis rasio keuntungan.
Analisis rasio keuntungan yang digunakan sebagai parameter keuangan Rahat cafe
adalah rasio profitabilitas dan rasio rentabilitas. Rasio profitabilitas terdiri dari
marjin laba operasi dan marjin laba bersih. Rasio rentabilitas yang dianalisis
adalah rentabilitas modal sendiri atau yang biasa disebut ROE. Hasil analisis rasio
profitabilitas dan rasio rentabilitas dari Rahat cafe disajikan dalam Tabel 17.
Tabel 17. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas Pada Rahat Cafe Periode
Desember 2008 – Desember 2009
Parameter
Marjin Laba Operasi
Marjin Laba Bersih
ROE
Rasio (Persen)
Rahat Cafe
10
8
85
Tabel 17. menunjukkan hasil analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas
pada Rahat cafe sudah baik. Hasil analisis rasio marjin laba operasi menunjukkan
bahwa hasil keuntungan yang diperoleh sebelum biaya pajak dan bunga terhadap
penjualan adalah sebesar 10 persen. Hasil analisis rasio marjin laba bersih yang
merupakan rasio keuntungan setelah biaya pajak terhadap penjualan perusahaan
menunjukkan hasil sebesar 8 persen. Hasil analisis rasio marjin laba bersih pada
Rahat cafe dibandingkan restoran KFC Taman Topi terjadi perbedaan sedikit
yaitu sebesar satu persen dari marjin laba bersih masing-masing. Namun,
menunjukkan bahwa manajemen Rahat cafe juga cukup mampu bekerja secara
efisien dalam kegiatan penjualan karena dari hari ke harinya menghasilkan
peningkatan keuntungan yang cukup besar. Hasil analisis rasio rentabilitas,
ditunjukkan oleh nilai ROE sebesar 85 persen. Hasil ROE tersebut menunjukkan
rasio yang sangat baik, artinya terjadi peningkatan modal sendiri satu persen akan
meningkatkan EAT sebesar 85 persen.
5.2.1
Analisis Struktur Biaya
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses
produksi yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku,
baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya-biaya yang dianalisis
dalam Rahat cafe adalah biaya tetap dan biaya variabel. Berdasarkan analisis
struktur biaya dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Struktur Biaya Pada Rahat Cafe Periode Desember 2008 –
Desember 2009
Keterangan
Biaya Tetap:
Biaya penyusutan investasi
Sewa tempat
Gaji tenaga kerja
Abodemen listrik
Abodemen telepon
Gas elpiji
Gas alam
Steroform
Kantong plastik ”kresek”
Total Biaya Tetap
Nilai
(Rp)
5.204.700
36.000.000
86.400.000
1.000.000
240.000
20.120.000
4.200.000
1.200.000
1.320.000
155.684.700
Biaya Variabel:
Pembelian bahan baku
Biaya listrik
Biaya telepon
Biaya air (PAM)
Total Biaya Variabel
Total Biaya (Biaya Tetap + Biaya Variabel)
284.329.000
3.000.000
1.200.000
2.000.000
290.529.000
446.213.700
Berdasarkan hasil Tabel 18. di atas, didapatkan total biaya tetap sebesar
Rp.155.684.700, total biaya variabel sebesar Rp. 290.529.000 dan keseluruhan
jumlah total biaya tetap dan variabel sebesar Rp. 446.213.700. Rahat cafe
memiliki total biaya variabel lebih besar dibandingkan dengan total biaya tetap
karena jumlah input pembelian bahan baku yang digunakan lebih besar dari biaya
listrik, telepon, dan air. Hal tersebut dikarenakan harga bahan baku seperti bumbu
masak tiap harinya mengalami peningkatan karena harga bahan baku ditetapkan
oleh pemerintah yang sewaktu-waktu bisa saja berubah, sedangkan biaya listrik,
telepon maupun air tergantung dari pemakaian pemilik maupun karyawan cafe.
Kedua biaya tersebut dipakai untuk menghitung analisis keuntungan, diantaranya
EBIT, EBT, EAT, rasio profitabilitas, dan rasio rentabilitas.
Rahat cafe memiliki banyak menu, mulai dari menu nasi timbel yang
merupakan khas Indonesia, kontinental, dan menu sehat lainnya. Keseluruhan
produk dianalisis dalam penelitian ini. Biaya sewa tempat di Rahat cafe setiap
bulannya dibayarkan kepada pemilik lahan karena bangunan seperti cafe
merupakan home industry (industri rumahan) sehingga biaya sewa lahan dan
bangunan bukan milik sendiri, sedangkan pada restoran KFC Taman Topi
dinamakan profit sharing karena store KFC membagi hasil keuntungan dengan
pemilik lahan dari hasil penjualannya. Untuk biaya penyusutan investasi, Rahat
cafe menggunakan peralatan yang cukup modern, namun penyusutan investasinya
lebih kecil dibandingkan dengan usaha besar seperti restoran KFC.
5.2.2
Analisis Keuntungan
Analisis keuntungan merupakan hasil penerimaan penjualan yang di dalam
analisis keuntungan ini terdiri dari laporan rugi laba, yaitu biaya tetap dan biaya
variabel. Perhitungan laporan rugi laba juga dipengaruhi oleh adanya biaya
penyusutan investasi. Investasi merupakan suatu barang atau jasa yang nilainya
tidak akan habis dalam satu tahun dan dapat dipakai bertahun-tahun. Jenis-jenis
investasi dan penyusutan dapat dilihat pada Tabel 19. berikut:
Tabel 19. Jenis-jenis Investasi dan Penyusutan dalam Analisis Keuntungan
di Rahat Cafe Bogor
No.
Unit
Penyusutan
(Rp)
50.000
25.000
30.000
Umur
Teknis
(Thn)
10
10
5
1.
2.
3.
Kompor gas alam
Kompor gas (besar)
Wajan besar
2 buah
1 buah
3 buah
Harga
Beli/Investasi
(Rp)
500.000
250.000
300.000
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Wajan kecil
Pengaduk penggorengan
Tabung gas
Selang gas (3 meter)
Panci
Meja dan kursi
Peralatan makan:
- Piring
1 lusin: Rp. 400.000
- Gelas
1 lusin: Rp. 250.000
- Sendok dan garpu
1 lusin: Rp. 35.000
Kulkas
Freezer
Jumlah
3 buah
6 buah
1 buah
1 buah
6 buah
6 set
90.000
180.000
120.000
90.000
300.000
5.000.000
9.000
18.000
12.000
9.000
30.000
500.000
5
2
10
5
5
10
16.200
81.000
10.800
16.200
54.000
450.000
10 lusin
4.000.000
400.000
2
1.800.000
10 lusin
2.500.000
250.000
2
1.125.000
50 lusin
1.750.000
175.000
5
315.000
2 buah
3 buah
6.000.000
7.500.000
28.580.000
600.000
750.000
10
10
540.000
675.000
5.204.700
11.
12.
Uraian
Nilai Sisa
(Rp)
45.000
22.500
54.000
Berdasarkan Tabel 19. Rahat cafe memiliki total harga beli/investasi awal
sebesar Rp. 28.580.000 kemudian mengalami penyusutan sebesar Rp. 5.204.700.
Biaya penyusutan investasi ini dihitung dari harga beli/investasi masing-masing
barang dikalikan 10 persen dan didapatkan hasil nilai sisa kemudian harga
beli/investasi dikurangi dengan nilai sisa dan dibagi dengan umur teknis, maka
didapatkan hasil penyusutannya. Sedangkan untuk analisis pendapatan ayam
goreng pada rahat cafe dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Analisis Keuntungan Rahat Cafe Bogor Periode Desember 2008 –
Desember 2009
No.
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
Keterangan
Penerimaan
Biaya Tetap
Biaya Variabel
Total Biaya (B + C)
EBIT
EBT
EAT
Marjin Laba Operasi (%)
Marjin Laba Bersih (%)
ROE (%)
Total
(Rp)
494.825.700
155.684.700
290.529.000
446.213.700
48.612.000
43.750.800
42.657.030
10
8
85
Tabel 20. menunjukkan bahwa penerimaan yang diperoleh Rahat cafe dari
penjualan semua produk selama satu tahun sebesar Rp. 494.825.700. Nilai
penjualan produk di Rahat cafe berfluktuatif tiap harinya tergantung dari
banyaknya jumlah konsumen yang datang. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh
Rahat cafe sebesar Rp. 155.684.700. Selain biaya tetap, Rahat cafe juga
memperhitungkan biaya variabel sebesar Rp. 290.529.000. Biaya penyusutan
investasi ini terdiri dari kompor gas alam, kompor gas, wajan besar, wajan kecil,
pengaduk penggorengan, tabung gas, selang gas, panci, meja dan kursi, peralatan
makan (piring, gelas, sendok dan garpu), kulkas serta freezer dengan total
penyusutan sebesar Rp. 5.204.700.
Pada Tabel 15. dan Tabel 20. analisis keuntungan, rasio profitabilitas dan
rentabilitas adalah restoran KFC Taman Topi memilki beban pajak dan Rahat cafe
memiliki beban bunga yang dibayarkan kepada investor yang menanamkan modal
sebesar 10 persen dari tiap penjualan dan pajak yang diberikan bukan kepada
pemerintah melainkan kepada fakir miskin yang berada di sekitar lingkungan
Rahat cafe. Nilai ROE lebih besar dibandingkan dengan KFC Taman Topi
dikarenakan Rahat cafe merupakan perusahaan kecil sehingga biaya operasional
yang dikeluarkan kecil dibandingkan dengan restoran KFC Taman Topi. Selain
itu, Rahat cafe sebagai home industry yang lahan dan bangunan bukan milik
sendiri melainkan sewa kepada pemilik lahan dan bangunan. Sedangkan untuk
KFC Taman Topi, lokasi usaha yang cukup strategis dan nama KFC yang sudah
dikenal masyarakat, maka KFC tidak pernah sepi pengunjung dan konsumen
cenderung lebih memilih untuk mengkonsumsi makanan siap saji di KFC karena
harga produk cukup terjangkau dan praktis. Restoran KFC Taman Topi juga
memiliki kekuatan tawar-menawar pemasok yang cukup kuat.
Pada umumnya konsumen yang datang ke KFC Taman Topi berasal dari
wilayah kota Bogor dan sekitar lokasi KFC Taman Topi karena lokasinya yang
strategis dan dekat dengan ruko-ruko pembelanjaan, sehingga konsumen tidak
hanya berbelanja namun juga bisa beristirahat untuk makan, informasi ini
diperoleh dari hasil wawancara dengan konsumen. Restoran KFC Taman Topi
mengeluarkan modal lebih besar dibandingkan dengan Rahat cafe, sehingga
keuntungan yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan Rahat cafe.
5.3
Lingkungan Bisnis
Lingkungan bisnis perusahaan merupakan suatu cara untuk mendapatkan
suatu kemampuan strategis dengan mengintegrasikan antara peluang-peluang
yang ada dengan kemampuan atau kekuatan yang dimiliki perusahaan, untuk
dapat mengantisipasi adanya ancaman dari luar perusahaan dan mengatasi
kelemahan-kelemahan yang ada (Wheelen dan Hunger dalam Siahaan, 2008).
Lingkungan bisnis dibagi menjadi dua lingkungan, yaitu lingkungan jauh yang
terdiri dari faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, sedangkan lingkungan
industri terdiri dari ancaman masuk pendatang baru, ancaman produk pengganti,
kekuatan tawar menawar pembeli, pengaruh kekuatan stakeholder lainnya, seperti
pemerintah dan serikat pekerja.
5.3.1 Analisis Lingkungan Internal Restoran KFC Taman Topi di Bogor
Analisis lingkungan internal merupakan tahap dalam untuk mengetahui
kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada perusahaan untuk menghadapi
persaingan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan manajer
restoran KFC Taman Topi dan juga hasil wawancara dengan pihak
konsumen/pelanggan sebanyak 10 responden terhadap faktor-faktor internal
diperoleh beberapa faktor strategis internal yang merupakan kekuatan perusahaan
dan juga yang akan menjadi kelemahan perusahaan. Konsumen yang
diwawancarai sebanyak 10 responden tersebut sebagai konsumen/pelanggan yang
pernah makan di KFC Taman Topi. Faktor-faktor strategis internal ini diperoleh
dengan menggunakan kuesioner dan pengisian kuesioner sendiri dilakukan oleh
peneliti pada saat melakukan wawancara. Faktor-faktor strategi internal yang
diperoleh dari hasil wawancara tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Kegiatan Produksi dan Operasi
a) Pemesanan dan Penerimaan barang dan bahan baku
Restoran KFC Taman Topi memenuhi kebutuhan bahan baku melalui PT.
Five Star dan PT. Charon Pokphan. PT. Five Star dan PT. Charon Pokphan adalah
pemasok bahan baku utama yaitu ayam. Sedangkan bahan baku seperti sayuran
dikirim dari kantor pusat KFC. Ayam goreng KFC merupakan produk utama yang
memiliki citarasa yang khas dari ayam goreng lain sehingga kualitas dan
standarnya harus benar-benar dijaga. Pemesanan bahan baku utama dilakukan
setiap hari dan untuk bahan baku atau makanan kering dilakukan pemesanan dua
kali seminggu, jumlah pesanan dilakukan sesuai dengan kebutuhan KFC Taman
Topi. Bahan baku yang datang dari penjual akan mengalami proses sortir, yaitu
pemilihan bahan baku sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan ini
bertujuan untuk memastikan bahwa pesanan yang datang telah sesuai dengan
standar kualitas dan kuantitas yang diinginkan.
b) Penyimpanan dan Penggunaan Bahan Baku
Restoran KFC sangat memperhatikan prosedur penyimpanan bahan baku.
Penggunaan bahan baku menggunakan sistem First In First Out (FIFO). Bahan
baku dan barang yang datang lebih dahulu harus diproses lebih awal. Hal ini
untuk menghindari bahan baku dan barang yang kadarluasa atau tidak layak
karena masa penyimpanan yang terlalu lama. Bahan baku yang datang segera
diberikan penandaan pada produk untuk mempermudah tingkat kualitas produk
dan kelayakan untuk dipergunakan sebagai siap saji.
Bahan baku ayam disimpan dalam freezer dengan suhu penyimpanan -120
C (pembekuan). Sementara bahan lain seperti sayuran disimpan dalam chiller
dengan suhu 3 – 70 C (pendinginan). Untuk bahan kering disimpan dalam box
dengan suhu ruangan 250 C. Untuk es krim disimpan dalam ice bin, dan es batu
langsung dipesan dari supplier es batu di Bogor karena KFC Taman Topi tidak
memiliki alat khusus ice maker. Ayam goreng yang disajikan dalam display
holding cabinet memiliki batas waktu yaitu hanya selama 1,5 jam untuk
mengetahui batas waktu penyajian ayam goreng maka setiap kali ayam goreng
dimasukkan ke dalam display dilakukan pencatatan waktu dan kapan ayam goreng
tersebut harus dikeluarkan dari display. Hal ini bertujuan agar KFC selalu
memberikan ayam goreng yang segar dan dengan kualitas yang terbaik bagi
konsumennya sehingga konsumen merasa aman untuk mengkonsumsi ayam
goreng KFC. Selain itu juga, produk yang dihasilkan oleh KFC diolah
berdasarkan standarisasi yang ditetapkan perusahaan. Proses pemasakannya
dengan menggunakan suhu 1710 C, tujuannnya adalah agar ayam goreng yang
dihasilkan aman untuk dikonsumsi oleh konsumen.
c) Pengolahan Bahan Makanan
Proses produksi pada KFC memiliki Standar Operasional Perusahaan
(SOP) yang jelas dan terarah. SOP membantu pihak manajemen dan karyawan
untuk mencapai visi dan misi perusahaan, SOP berisi seluruh standar prosedur
yang harus dilakukan karyawan, baik tentang kualitas barang dan bahan baku,
sikap kepemimpinan, cara melayani konsumen hingga standar kebersihan
lingkungan dan penetapan porsi menu. SOP mengatur standar kebersihan
lingkungan dan karyawannya sehingga produk yang dihasilkan benar-benar aman
untuk dikonsumsi dan konsumen yang datang merasa aman dengan lingkungan
yang bersih dan karyawan yang ramah.
Proses pengolahan menu restoran biasanya harus melalui serangkaian
tahap yang diatur dalam SOP, yaitu:
a. Proses Soaking, yaitu proses perendaman peralatan makan dan minum dengan
air hangat setelah dibersihkan dan dicuci. Proses ini dilakukan selama 5-10
menit untuk menjaga kesterilan peralatan tersebut. Setelah soaking, peralatan
tersebut kembali dicuci dan dikeringkan.
b. Proses Thawing, yaitu proses melunakkan suatu bahan beku menjadi
fresh/lunak agar siap diolah menjadi makanan, dengan cara menaikkan suhu
sesuai waktu yang ditentukan. Jumlah bahan beku yang dithawing diprediksi
untuk mencukupi kebutuhan keesokan harinya. Proses thawing dilakukan
dengan memindahkan bahan beku ke chiller selama 8-12 jam.
c. Proses Dusting, yaitu pelapisan daging dengan tepung tapioka.
d. Proses Parting dan Boneless, yaitu proses pemotongan atau pembagian bahan
baku yang disesuaikan dengan jenis potongan yang akan diproses. Boneless
adalah pemotongan daging ayam tanpa tulang. Hasil akhir proses parting dan
boneless harus sesuai dengan SOP yang berlaku.
e. Proses Saute, yaitu proses memasak bahan baku dalam kuali teflon dengan
minyak goreng sedikit selama 5 – 15 menit.
f. Proses Chicken Roaster, yaitu memanggang daging ayam.
g. Proses Topping, yaitu bahan jadi, potongan daging matang, kacang tanah
goreng maupun es krim yang diletakkan di atas makanan atau minuman.
h. Proses Garnish, yaitu potongan beberapa jenis bahan baku yang dibentuk
sedemikian rupa dan diletakkan di atas atau disamping makanan jadi.
Bertujuan untuk memperindah penampilan makanan jadi.
Proses produksi yang dilakukan KFC Taman Topi sangat terjamin
keamanan dan kebersihannya. Hal ini diatur dalam SOP perusahaan yang juga
mengatur standar kebersihan lingkungan dan karyawannya.
d) Pelayanan Konsumen
Konsumen yang datang biasanya akan disambut oleh crew dining karena
crew dining ini sering berada di depan pintu masuk. Pesanan akan dilayani oleh
crew back up yang membantu kasir dalam menyiapkan menu makanan. Restoran
KFC tidak terdapat bill pesanan karena konsumen langsung membayar kepada
kasir saat memesan makanan.
Kegiatan operasional di KFC terkadang pihak manajemen mendapatkan
keluhan dari konsumen apabila ada komplain, misalnya kesalahan taking order
atau menunggu terlalu lama. Hal ini akan langsung ditangani oleh manajer
restoran. Namun, KFC sudah menentukan waktu pelayanan dalam waktu 5 – 7
menit.
2.
Manajemen Sumberdaya Manusia
Restoran KFC Taman Topi memiliki sistem manajemen yang terstruktur.
Saat ini memiliki 54 orang karyawan di bawah pimpinan Tomi Yuliawan sebagai
manajer restoran. Seluruh crew memiliki tingkat pendidikan lulusan SMU atau
sederajat dengan umur rata-rata 18 – 23 tahun dan D3 maupun S1 untuk manajer
dengan umur rata-rata 25 – 40 tahun. Restoran KFC ini sangat mengutamakan
karyawan yang loyal serta terlatih karena faktor utama yang menjadi
pertimbangan dalam perekrutan karyawan adalah kemauan untuk belajar dan
keterampilan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat struktur organisasi Restoran KFC
Taman Topi pada Gambar 4.
Restaurant Manager
Assistant Restaurant
Manager
Chief
Cashier
MC
Back Up
Dining
Cashier
Cook
Kitchen
Gambar 4. Struktur Organisasi Restoran KFC Taman Topi
Sumber: Restoran KFC Taman Topi, 2009
Karyawan KFC Taman Topi berjumlah 54 orang. Setiap jabatan memiliki
wewenang dan tanggungjawab yang berbeda-beda. Pendelegasian wewenang di
dalam KFC dilakukan secara struktural organisasi pekerjaan. Adapun tugas dan
tanggungjawab dari setiap jabatan adalah sebagai berikut:
- Manajer Restoran
• Melaksanakan pencapaian target penjualan
• Mengawasi dan mengontrol seluruh kegiatan kerja restoran
• Memberikan pelatihan kepada karyawan
• Menjaga, memelihara, dan meningkatkan image perusahaan
• Bertanggungjawab atas operasi perusahaan
- Asisten Manajer Restoran
• Membantu manajer restoran dalam memberikan pelatihan terhadap crew yang
masih training.
• Mengawasi setiap pelaksanaan kegiatan yang ada di KFC.
• Menggantikan pekerjaan manajer restoran apabila tidak berada di tempat.
- Chief Cashier
• Mengawasi pelaksanaan setiap kegiatan kerja bagian penjualan
• Membantu dalam jalannya operasional restoran
• Mendata setiap menu makanan yang dijual
- Kasir
• Melayani tamu yang memesan produk makanan
• Melaksanakan penawaran produk makanan
• Menjaga dan memelihara kebersihan restoran dan sekitarnya
- Master Ceremony (MC)
• Bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan birthday party yang disediakan
untuk anak-anak
• Membantu kegiatan operasional, seperti membantu kegiatan cashier, back up,
dan lain-lain
- Back Up
• Membantu kasir dalam persiapan setiap pesanan konsumen
• Melaksanakan pemasakan pesanan konsumen
• Menghidupkan, mematikan, dan membersihkan peralatan masak, pendingin
serta lemari penyimpanan
- Dining
• Membersihkan meja makan konsumen setelah selesai makan
• Menjaga dan memelihara kebersihan seluruh area restoran serta perlengkapan
lainnya
• Membantu konsumen membawa pesanan bila dibutuhkan
- Cook
• Melaksanakan pemasakan menu makanan
• Mencatat tiap penerimaan bahan baku, pemasakan menu makanan, dan
penggorengan
• Menghidupkan dan mematikan peralatan masak
- Kitchen
• Membantu pekerjaan bagian cook
• Membersihkan peralatan makanan tamu
• Mempersiapkan bahan baku yang dimasak
Restoran KFC Taman Topi melakukan perekrutan karyawan melalui dua
sumber, yaitu:
1) Sumber internal, yaitu karyawan berasal dari dalam perusahaan sendiri berupa
alih tugas atau alih tempat tugas. Sumber internal untuk seorang calon manajer
diawali dengan menjadi asisten manajer dan harus melewati all star selama 2
tahun atau dengan cara membangun karir, yaitu dari crew, star, all star, chief
cashier, asisten manajer, kemudian dalam kurun waktu 10 tahun dapat
dipromosikan untuk menjadi manajer setelah mendapat rekomendasi dari
Regional Operation Manager (ROM). Karyawan yang berasal dari sumber
internal biasanya tidak perlu mengalami masa pelatihan lagi atau sudah dalam
kondisi siap bekerja.
2) Sumber eksternal, yaitu perekrutan karyawan dilakukan sendiri oleh restoran
KFC Taman Topi. Perekrutan yang diikuti manajer maupun karyawan (crew)
sangat lokasional, artinya wilayah masing-masing mereka bekerja yang
diawasi oleh Training Centre (TC) yang didatangkan langsung dari pihak
KFC Daan Mogot sebagai kantor pusat pelatihan tenaga kerja KFC. Restoran
KFC memberlakukan tenaga kerja kontrak untuk mengikuti proses pelatihan
selama 3 bulan dengan melakukan pekerjaan di bagian dining dengan tidak
diperbolehkan bekerja yang berhubungan dengan produk. Setelah lulus,
karyawan kontrak dapat menjadi karyawan tetap selama dalam waktu 2 tahun.
Sedangkan training yang harus dilewati untuk menjadi karyawan tetap adalah
dengan mengikuti beberapa tes terlebih dahulu yang diberikan oleh Training
Officer (TO), antara lain seorang crew harus mempelajari 5 modul. Modul ini
dibuat oleh Training Departement yang mencakup bagian Customer Service
Team Member (CSTM) berupa pelayanan terhadap konsumen dan Food
Service Team Member (FSTM) yang berhubungan dengan proses pengolahan
produk kemudian diwawancara.
Upah karyawan (selain bidang manajerial) yang disebut Upah Minimum
Kota (UMK) adalah sebesar Rp. 890.000,00 per bulan. Upah karyawan terdiri dari
gaji pokok, THR, tunjangan transpor, tunjangan jabatan (untuk jabatan tertentu),
dan cuti. Kesemua itu telah ditulis di surat Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Selain itu, setelah masa kerja selama 3 – 6 bulan, karyawan akan mendapatkan
tunjangan kesehatan yang akan dibayarkan bersama upah bulanan.
Pembagian tugas dan tanggungjawab dalam manajemen KFC Taman Topi
sudah baik. Setiap karyawan memiliki tugas masing-masing tanpa ada tumpang
tindih pekerjaan. Namun, pada waktu-waktu sibuk seperti akhir pekan dan hari
libur biasanya para karyawan dapat melakukan banyak pekerjaan sesuai
kebutuhan sehingga adanya kerjasama dengan saling membantu satu sama lain.
Manajemen KFC Taman Topi juga memiliki SOP yang jelas dan terarah. Selain
itu, bentuk motivasi kerja karyawan di KFC berupa penghargaan yang diberikan
setiap bulan yang ditujukkan untuk karyawan terbaik yaitu perusahaan maupun
dari cabang masing-masing KFC memberikan pelatihan dan breaving yang
bertujuan untuk memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi. Bentuk
motivasi kerja karyawan juga dapat berupa money of the month sebagai insentif
yang khusus diberikan kepada karyawan yang memiliki kinerja yang baik.
3.
Keuangan dan Akuntansi
Restoran KFC memiliki kondisi keuangan yang baik. Modal pendirian
usaha berasal dari kantor pusat KFC MT. Haryono Jakarta. Oleh karena itu, KFC
ini cukup leluasa dalam mengembangkan usahanya tanpa takut ada terkendala
masalah uang dan inilah yang menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki oleh
KFC. Pencatatan laporan keuangan di KFC Taman Topi dilakukan setiap hari
melalui sistem online berupa data keuangan yang diserahkan kepada bagian
accounting di kantor pusat KFC. Dalam penelitian ini, kondisi keuangan KFC
dianalisis dari keuntungan perusahaan, rasio profitabilitas, dan rentabilitas
berdasarkan analisis laporan rugi laba perusahaan periode November 2008 –
Oktober 2009. Dalam hal permodalan tersebut untuk biaya usaha dari sejak berdiri
sampai dengan membuka cabang, restoran KFC menggunakan dana yang berasal
dari kantor pusat KFC berdasarkan omset yang didapat sehingga keuntungan
tersebut mampu membuka cabang usaha.
Berdasarkan perhitungan analisis keuntungan, rasio profitabilitas, dan
rentabilitas pada restoran KFC Taman Topi diperoleh hasil bahwa usaha tersebut
menguntungkan bagi perusahaan, dan memiliki peran yang baik terhadap
keuntungan bersih maupun kekuatan keuangan perusahaan KFC. Hal tersebut
terlihat dari hasil analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas pada produk yang
dijual KFC. Dapat dikatakan bahwa restoran KFC Taman Topi mampu
menghasilkan laba dalam jangka panjang, dan ini merupakan kekuatan bagi
perusahaan. Dalam pencatatan keuangan ini sudah mengadopsi teknologi, dimana
pembukuan arus barang dan uang yang masuk dan keluar sudah disusun dengan
menggunakan sistem akuntansi yang terkomputerisasi.
4.
Sistem Informasi Manajemen
Kemajuan teknologi dewasa ini menimbulkan perubahan besar-besaran
dalam hidup manusia. Manusia dapat mengakses segala sesuatu dan memenuhi
kebutuhannya dengan cepat. Restoran KFC memiliki website yang berfungsi
untuk memberikan informasi secara cepat pada konsumen. Website ini dapat
diakses melalui situs www.kfcindonesia.com yang disudah dikelola dengan baik
karena dapat memberikan manfaat yang optimal bagi KFC dalam penggunaannya.
Restoran KFC di Taman Topi memiliki tiga buah komputer yang menyediakan
hotspot untuk internet agar konsumen tidak merasa bosan dengan hanya makan
saja.
5.
Pasar dan Pemasaran
Restoran KFC dalam hal pasar memperhatikan pangsa pasar karena
sebagai tujuan KFC untuk menarik minat para konsumen, seperti menu KFC yang
terdiri dari berbagai paket dengan harga yang berbeda-beda. Hal ini untuk
memudahkan para konsumen dalam memilih paket yang akan mereka beli,
diantaranya paket bucket, combo, dan sebagainya. Selain itu, kegiatan promosi
bertujuan untuk memperkenalkan produk baru KFC yang dipromosikan lewat
iklan di televisi, media cetak (koran maupun majalah) serta spanduk di jalan raya
dan counter KFC agar para konsumen mengetahui produk baru yang dikeluarkan
KFC sehingga memungkinkan konsumen ingin membelinya.
A. Segmentation, Targeting, Positioning
1. Segmentation
Segmentasi pasar adalah tindakan mengidentifikasikan dan membentuk
kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah (Rangkuti dalam Rini, 2009).
Segmentasi pasar yang dilakukan oleh KFC adalah berdasarkan aspek demografis,
aspek psikografis, dan aspek perilaku. Segmentasi pasar berdasarkan demografis
yaitu keluarga dan remaja sedangkan segmentasi pasar berdasarkan aspek
psikografis terdiri dari kelas sosial dan gaya hidup. Dari kelas sosial, segmen yang
dipilih oleh KFC adalah semua kalangan masyarakat. Perubahan gaya hidup
terhadap pola konsumsi masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu untuk
mengelola makanannya sendiri di rumah. Seiring dengan peningkatan aktivitas
bekerja, mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi makanan di luar rumah.
Segmentasi pasar berdasarkan aspek perilaku terdiri dari manfaat dimana
konsumen mencari manfaat berupa kualitas produk, pelayanan, dan kecepatan.
2. Targeting
Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar
yang akan dimasuki. Target pasar utama KFC adalah keluarga.
3. Positioning
Positioning merupakan tahap dimana perusahaan menentukan posisi yang
diinginkan dalam pasar. Restoran KFC ingin menempati posisi sebagai restoran
cepat saji dengan menu utama adalah ayam goreng yang memiliki citarasa yang
khas dan pelayanan yang ramah serta harga yang terjangkau oleh semua kalangan
masyarakat.
B. Bauran Pemasaran
1. Produk
Strategi produk
merupakan strategi yang
paling
penting
untuk
dikembangkan karena produk inilah yang dinikmati secara langsung oleh
konsumen. Strategi produk yang dilakukan KFC dapat dilihat dari visi perusahaan
yaitu menjadi restoran nomer satu dan selalu menjadi pemimpin dalam segala
bidang pasar industri makanan cepat saji dengan terus memberikan suasana ramah
dan menyenangkan melalui kepuasan ’Yum!’ kepada konsumen sesuai dengan
misi KFC itu sendiri.
Strategi produk yang dilakukan oleh KFC agar pelanggan tidak bosan adalah
dengan inovasi produk berupa rasa ayam goreng yang berbeda-beda, seperti hot
crispy chicken, original recipe chicken, dan black paper chicken. Selain itu juga
KFC menyediakan menu kolonel yakiniku dengan ayam yang dilapisi tepung dan
terdapat sayuran, soup, burger, spaghetti, twister chicken, dan lain-lain. Hal ini
dilakukan agar konsumen mempunyai banyak pilihan menu bagi yang tidak
memiliki selera makan yang sama. Adanya inovasi produk yang dikembangkan
merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki KFC dalam menarik minat
konsumen. Adapun menu yang dijual KFC Taman Topi pada Tabel 21. adalah
seperti berikut:
Tabel 21. Daftar Menu KFC Taman Topi
Nama Menu
1. Menu Ayam (Original Recipe Chicken, Hot Crispy Chicken, dan Black
Paper Chicken):
Harga (Rp)
- Original Recipe Chicken
8.909
- Hot Crispy Chicken
- Black Paper Chicken
8.909
8.909
2. Menu Spaghetti/Yakiniku:
- Colonel Yakiniku
- Spaghetti Supreme
3. Menu Paket Combo:
Value Combo: Super Panas Jumbo
(1 potong ayam + nasi + soft drink)
- Music Combo Hitlist
- Combo Double
- Ala Carte Oriental Bento
Travelling Combo
- 2 yakiniku rice
- 2 oriental bento
Complete Combo
- Combo Mega Deal
(1 potong ayam + nasi + 1 KFC soup + 1 puding + 1 soft drink medium)
Combo Super Deal
(2 potong ayam + 1 nasi + 1 soft drink)
4. Menu Burger/Fillet:
- 2 chicken dan fillet
- 2 twister
- 1 OR burger
5. Menu Paket Bucket:
Big Feast
(9 potong ayam + 6 nasi + 6 soft drink)
Small Feast
(5 potong ayam + 3 nasi + 3 soft drink)
9 Piece Chicken
(9 potong ayam)
15.909
10.909
15.909
25.455
17.273
10.445
73.636
27.273
24.545
63.636
125.465
66.364
73.636
1. Menu Ayam (Original Recipe Chicken, Hot Crispy Chicken, dan Black Paper
Chicken
Menu ayam goreng yang paling diminati oleh konsumen adalah hot crispy
chicken karena rasanya yang pedas dan kriuk-kriuk sehingga membangkitkan
selera makan konsumen dan lebih diingat di benak konsumen.
2. Menu Spaghetti/Yakiniku
Menu yang paling diminati umumnya adalah spaghetti supreme karena
konsumen umumnya memilih menu alternatif yang cukup mengenyangkan.
Namun, apabila konsumen ingin makan nasi yang ditambah dengan potongan
daging ayam tanpa tulang dan ada sayurannya. Untuk colonel yakiniku, konsumen
memilih menu tersebut karena lebih mengenyangkan daripada spaghetti karena
terdapat nasi dalam peketnya.
3. Menu Paket Combo
Menu yang paling banyak diminati adalah value combo (super panas
jumbo) karena KFC sangat terkenal dengan produk ayamnya yang enak sehingga
konsumen cenderung memilih paket menu yang menyajikan ayam sebagai menu
utamanya dan pelengkapnya adalah nasi yang dapat mengenyangkan. Sedangkan
travelling combo yaitu menu oriental bento juga menawarkan menu yang
berisikan nasi dan ayam tetapi penjualannya kurang diminati karena ayam yang
disajikan sudah dalam bentuk irisan tanpa tulang sehingga dianggap kurang
menarik dan kurang mengenyangkan.
4. Menu Burger/Fillet
Menu yang paling diminati adalah twister karena dalam promosinya lebih
terkenal sehingga konsumen lebih mengingat produk twister.
5. Menu Paket Bucket
Menu yang paling diminati adalah Big Feast karena terdiri dari 9 potong
ayam dengan masing-masing nasi dan soft drink sesuai dengan jumlah ayam
sehingga bagi konsumen yang bersama keluarga lebih memilih menu Big Feast
karena jumlahnya banyak.
Produk KFC sangat berkualitas karena 11 bumbu rahasia KFC diimpor
dari luar negeri yang sudah terjamin kualitasnya dan KFC tetap menjaga ciri khas
rasa yang sesuai dengan aslinya. Dalam penetapan standar mutu produk, restoran
KFC sudah memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan
memiliki standar keamanan ayam goreng KFC yang terdiri dari (1) pemasok dan
bahan baku dikontrol ketat sesuai standar KFC internasional, keamanan pangan
nasional, dan memiliki surat keterangan bebas virus flu burung dari Dinas
Peternakan dan Pertanian; (2) Higiene dan sanitasi, diterapkan pada seluruh proses
produksi, peralatan, dan karyawan; (3) 1710 C selama 13 menit. Ayam goreng
dimasak dengan teknik komputerisasi pada suhu 1710 C selama 13 menit untuk
mematikan virus dan bakteri; (4) Disimpan dalam display khusus bersuhu 650 C
dan memiliki batas waktu penyajian; (5) MUI. Adanya sertifikasi halal dari MUI
dan standarisasi keamanan ayam goreng KFC merupakan salah satu kekuatan dari
KFC karena hal ini dapat menjaga kepercayaan konsumen bahwa produk yang
dimakan aman untuk dikonsumsi.
Restoran KFC selain menawarkan dan menjual produk, KFC juga
menawarkan jasa kepada konsumen yang berupa pelayanan, antara lain:
1. Dine In (makan di tempat)
Konsumen dapat memakan produk KFC di dalam restoran KFC Taman Topi
untuk menciptakan kenyamanan bagi para tamu, maka di dinding-dinding KFC di
pasang gambar orang yang sedang makan ayam goreng serta adanya televisi layar
datar yang dipasang di atas dengan menyajikan tontonan anak band dari KFC
music hitlist yang menyenangkan dan enak didengar.
2. Take Away (dibawa pulang)
Konsumen memesan makanan di kasir untuk dibawa pulang. Kemasan
produk take away berbeda dengan yang dimakan di restoran, biasanya untuk take
away menggunakan kotak kardus yang mudah dibawa dan praktis.
3. Catering
Konsumen dapat memesan produk KFC di atas 50 box yang diantar sesuai
dengan tempat pemesanan. Biasanya konsumen memesan bila mengadakan
kegiatan rekreasi, perpisahan, tour, dan lain-lain.
2. Harga
Harga merupakan nilai yang sangat penting dalam penjualan produk KFC.
Dalam menentukan atau menetapkan suatu harga banyak faktor yang harus
dipertimbangkan, yaitu:
•
Harga dari bahan-bahan baku produk KFC, artinya jika harga bahan baku
meningkat dari penjualnya maka pihak pemasaran akan meningkatkan harga
produk.
•
Perekonomian masyarakat.
•
Harga yang ditetapkan pesaing.
•
Biaya pajak sebesar 10%.
•
Lingkungan sekitar store KFC.
•
Wilayah.
•
Promosi.
Harga yang ditetapkan KFC bervariasi dan harga ditampilkan jelas pada
daftar menu yang terdapat di counter belakang kasir. Konsumen akan dikenakan
pajak sebesar 10 persen dari total harga pesanan. Restoran KFC memadukan
strategi harga dengan strategi promosi dengan memberikan menu goceng dengan
harga miring. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan adanya menu
goceng dan super panas jumbo yang biasa dibeli dan disukai oleh pelajar ataupun
mahasiswa. Tabel 22. berikut ini merupakan bentuk strategi ”menu goceng” yang
diterapkan perusahaan adalah:
Tabel 22. Bentuk Strategi Menu Goceng KFC Taman Topi
Menu Go...Go Goceng! Cuma Rp. 5000
KFC soup
Salad
KFC puding
Orange juice
Spaghetti deluxe
Pepsi/mirinda
2 perkedel
Harga (Rp)
5000
5000
5000
5000
5000
5000
5000
Menu yang paling diminati dalam paket goceng ini adalah spaghetti deluxe
karena
konsumen
umumnya
memilih
menu
alternatif
yang
cukup
mengenyangkan. Dengan adanya program strategi harga ini, bisa dikatakan cukup
berhasil dilihat berdasarkan jumlah pembeli yang cukup banyak membeli menu
goceng.
3. Promosi (Promotion)
Promosi merupakan unsur utama dalam kampanye pemasaran yang
dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu dengan lebih
cepat dan lebih besar oleh konsumen atau pedagang. Menurut Kotler dan
Amstrong (1997), promosi pemasaran meliputi alat untuk promosi konsumen
(sampel, kupon, tawaran uang kembali, potongan harga, pemberian, hadiah,
imbalan berlangganan, pengujian gratis, garansi, promosi bersama, promosi
silang, pajangan di tempat pembelian dan peragaan); promosi perdagangan
(potongan harga, tunjangan dana iklan, pajangan dan barang gratis); dan promosi
bisnis dan promosi tenaga penjualan (pameran dan konveksi dagang, kontes bagi
perwakilan penjualan dan iklan barang khusus).
Restoran KFC mengadakan promosi dalam memperkenalkan produknya
kepada konsumen dengan tujuan menarik minat konsumen agar membeli produk
KFC dan meningkatkan laju penjualan produk. Kegiatan utama promosi yang
sering dilakukan oleh perusahaan adalah melalui media iklan televisi. Selain itu,
kasir juga memegang peranan yang sangat penting karena kasir yang melakukan
promosi atau penawaran produk secara langsung kepada konsumen.
Jenis promosi yang diadakan oleh KFC ditentukan oleh Marketing
Departement perusahaan, sementara pihak store yaitu KFC hanya sebagai
pelaksana teknis. Jenis-jenis promosi yang diadakan di KFC Taman topi antara
lain:
•
Paket Goceng
Promosi paket ini tidak ada batasan waktu dan berlaku setiap hari.
Tujuannya
: meningkatkan penjualan dengan memberikan alternatif
harga dan menu kepada konsumen yang hanya ingin
membeli minuman atau mengkonsumsi satu jenis
makanan tanpa ayam.
Sasarannya
: seluruh kalangan masyarakat
Media promosi
: spanduk-spanduk yang dipasang disekitar store dan
counter display KFC.
•
Paket Combo
Promosi paket ini tidak ada batasan waktu dan berlaku setiap hari.
Tujuannya
: meningkatkan penjualan dengan cara memberikan
kepuasan kepada konsumen yang ingin makan bersama
keluarganya melalui penawaran paket harga yang murah.
Sasarannya
: keluarga
Media promosi
: spanduk-spanduk yang dipasang disekitar store dan
counter display KFC.
•
Album Music Hitlist
Tujuannya
: menambah omset KFC, memberikan brand image kepada
masyarakat bahwa KFC peduli dengan kreativitas kawula
muda melalui pembuatan album music hitlist.
Sasarannya
: kawula muda
Madia promosi
: spanduk-spanduk yang dipasang disekitar store dan
counter display KFC dan senantiasa memutarkan lagulagu yang terdapat dalam album music hitlist.
4. Tempat (Place)
Tempat merupakan sarana penyampaian produk atau pendistribusian
produk ke konsumen. Dalam hal ini tempat yang dimaksud meliputi dari sistem
penyaluran produk, cakupan pemasaran dan fasilitas yang tersedia.
Restoran KFC Taman Topi berlokasi di jalan Kapten Muslihat Bogor,
Jawa Barat. Restoran KFC Taman Topi termasuk dalam kategori medium. KFC
ini beroperasi tujuh hari dalam seminggu selama 24 jam. Restoran KFC Taman
Topi terletak ditempat yang strategis dipinggir jalan raya dan di lingkungan
sekitar restoran terdapat rumah makan padang, California Fried Chicken (CFC),
warung makan, departement store, pasar anyar, dan rumah penduduk yang dapat
memberikan pengaruh terhadap penjualan produk KFC.
Restoran KFC Taman topi juga memberikan fasilitas yang diperuntukkan bagi
konsumen yang datang agar merasa nyaman, antara lain televisi yang memutarkan
musik dari KFC music hitlist, area birthday party, condimant bar (tempat
menyimpan saus sambal), dan tempat cuci tangan. Jika ada kerusakan pada alat
fasilitas, bagian perlengkapan akan koordinasi dengan perusahaan dan jika
kerusakannya tidak terlalu parah dapat diperbaiki oleh crew KFC sendiri.
Ruangan di dalam KFC Taman Topi terbagi atas beberapa area, yaitu:
• Area Dining
Area dining yaitu area yang digunakan oleh crew KFC dengan kegiatan
yang dilakukan antara lain menyambut kedatangan konsumen, menjaga
kebersihan restoran, membersihkan kembali meja yang telah dipakai konsumen,
membantu kasir mengantar pesanan tunggu konsumen, melakukan pengisian
ulang kebutuhan pelengkap makan, dan membantu konsumen yang memerlukan
bantuan.
•
Area Counter
Area counter yaitu area yang digunakan oleh crew KFC untuk menyambut
kedatangan
konsumen,
melakukan
penawaran
menu,
melayani
pesanan
konsumen, dan melakukan cash register atau proses terjadinya penjualan dan
pembelian antara kasir dan konsumen.
•
Area Back Up
Area Back Up yaitu area yang digunakan oleh crew KFC dengan kegiatan
yang dilakukan antara lain membentu kasir dalam menyiapkan pesanan konsumen
dan mempersiapkan alat makan.
•
Area Kitchen
Area Kitchen yaitu area yang digunakan oleh crew KFC untuk
mempersiapkan bahan-bahan setengah jadi serta membersihkan peralatan masak
dan makan.
•
Area Cook
Area Cook yaitu area yang digunakan oleh crew KFC untuk melakukan
kegiatan memasak, melakukan pencatatan hasil penggorengan, membersihkan
peralatan goreng dan menjaga kebersihan lainnya.
•
Area Birthday Party
Area Birthday Party yaitu area yang diperuntukkan bagi konsumen yang
merayakan ulang tahun di restoran KFC.
5. Orang
Orang atau karyawan yang merupakan bagian terpenting dalam
perusahaan karena terlibat langsung dalam pemberian jasa dan merupakan faktor
intern yang memiliki peran yang cukup besar dalam mewujudkan jiwa yang
dikehendaki oleh pelanggan. Restoran KFC ini memiliki crew yang ramah yang
dapat membuat pelanggan nyaman.
6. Proses
Proses merupakan semua kegiatan yang dapat dikoordinasikan dengan baik
untuk menciptakan kualitas serta pelayanan yang diberikan kepada konsumen.
Pelayanan yang baik akan meningkatkan loyalitas dan kepercayaan konsumen
terhadap restoran. Hal ini dikarenakan dalam penjualan produk harus diimbangi
dengan pelayanan yang tinggi terhadap konsumen.
Strategi proses yang telah diterapkan oleh KFC ini adalah kecepatan
pelayanan seperti kecepatan dalam penyajian hidangan dan kecepatan dalam
melakukan transaksi dengan konsumen.
7. Bukti Fisik
Bukti fisik berhubungan dengan fasilitas apa saja yang diberikan oleh KFC
seperti adanya sarana pendukung. Pemanfaatan fasilitas teknologi canggih seperti
internet corner. Fasilitas ini bertujuan untuk meraih segmen pelajar, mahasiswa,
dan pegawai perkantoran lainnya yang tidak bisa lepas dari layanan informasi
seperti internet. Fasilitas lainnya yang dimiliki oleh KFC Taman Topi adalah
ruangan untuk merayakan pesta ulang tahun, tujuannya untuk meningkatkan
penjualan. Area ini dipasang spanduk-spanduk di dinding maupun disekitar store.
Selain itu, sarana pendukung yang diberikan meliputi area parkir yang dapat
digunakan untuk kendaraan roda dua dan empat, condimant bar, tempat cuci
tangan, dan kamar mandi. Ketiga bukti fisik yang dimiliki KFC merupakan
kekuatan KFC Taman Topi dalam memenuhi kenyamanan konsumen.
Berdasarkan analisis lingkungan internal dalam matriks IFE dapat dilihat pada
Tabel 23.
Tabel 23. Analisis Faktor Internal KFC Taman Topi di Bogor
No.
1.
Faktor Internal
Produk
2.
Harga
3.
Promosi
Kekuatan
• Citarasa ayam goreng yang
gurih dan renyah
• Kualitas produk terjaga
• Inovasi produk
• Memiliki sertifikasi
halal
dari MUI
• Strategi harga khusus untuk
menu goceng
• Harga KFC cukup terjangkau
• Promosi cukup dilakukan
4.
Tempat
• Lokasi KFC yang strategis
5.
6.
Orang
Proses
7.
Bukti Fisik
• Tenaga kerja terspesialisasi
• Kecepatan dan pelayanan
yang
ramah
terhadap
konsumen
• Pelayanan internet corner
• Memiliki fasilitas birthday
party
• Sarana pendukung yang
sudah lengkap
Kelemahan
• Penggunaan
website
belum optimal
• Tidak memiliki layanan
drive thru
5.3.2 Analisis Lingkungan Eksternal Restoran KFC Taman Topi di Bogor
Analisis
terhadap
lingkungan
eksternal
merupakan
tahap
untuk
mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Aspek
eksternal yang dianalisis, yaitu lingkungan jauh dan lingkungan industri.
Berdasarkan identifikasi dan hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak KFC
Taman Topi, kantor pusat KFC, dan hasil wawancara dengan pesaing restoran
waralaba asing lain terhadap faktor-faktor eksternal diperoleh beberapa faktor
strategis eksternal yang berpotensi sebagai peluang dan juga yang akan dapat
menjadi ancaman bagi perusahaan. Faktor-faktor strategis eksternal ini diperoleh
dengan menggunakan kuesioner dan pengisian kuesioner sendiri dilakukan oleh
peneliti langsung pada saat melakukan wawancara. Faktor-faktor strategis
eksternal yang diperoleh dari hasil wawancara tersebut adalah sebagai berikut:
5.3.2.1 Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh adalah faktor lingkungan eksternal yang merupakan
lingkungan jauh operasional perusahaan. Lingkungan jauh dipengaruhi oleh faktor
politik dan hukum, sosial, ekonomi, dan teknologi.
1. Faktor Politik dan Hukum
Seiring dengan peningkatan jumlah usaha pendukung industri pariwisata
di Kota Bogor, pemerintah menetapkan peraturan izin usaha dan retribusi. Pasal
12 Perda Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan Usaha
Kepariwisataan mengatur perizinan badan usaha atau perorangan yang
mengajukan usaha kepariwisataan wajib dikenakan retribusi. Peraturan ini
dilaksanakan berdasarkan UU No.34 Tahun 2000 tentang Pajak Retribusi Daerah,
dimana tarif yang dikenakan pada konsumen sebesar 10 persen dari total pesanan.
Adanya peraturan dan perundang-undangan yang jelas, serta dukungan
besar pemerintah terhadap usaha restoran telah mampu menciptakan atmosfer
lingkungan politik dan hukum yang aman bagi usaha restoran. Keamanan dan
lingkungan Kota Bogor yang kondusif sangat mendukung pertumbuhan usaha
restoran. Undang-undang tentang lingkungan dan perburuhan serta Peraturan
tentang keamanan dan kesehatan kerja di restoran KFC Taman Topi telah diatur
dalam surat Perjanjian Kerja Bersama (PKB), sedangkan untuk sistem perpajakan
telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) karena pajak merupakan hal
terpenting yang wajib dibayar warga negara siapapun yang mendiami wilayah
Indonesia.
Restoran KFC Taman Topi dipengaruhi oleh lingkungan eksternal dan
internal yang ada disekitarnya. Hasil analisis penelitian ini menggambarkan
kondisi eksternal dan internal yang mempengaruhi jalannya operasional
perusahaan dan mempengaruhi perencanaan stategis yang sesuai dengan kondisi
lingkungan tersebut. Dalam penelitian ini, didapat rincian lingkungan bisnis
bahwa untuk usaha KFC, lingkungan jauh mempengaruhi faktor politik dalam hal
Undang-Undang tentang perburuhan dalam bentuk Peraturan Kerja Bersama
(PKB). Hal ini sudah ditetapkan kantor pusat KFC saat tenaga kerja menyetujui
perjanjian kontrak. Peraturan Kerja Bersama (PKB) ini berisi tentang kesepakatan
antara kedua belah pihak yang bersifat sepakat dan mengikat antara PT. Fastfood
Indonesia, Tbk selaku pihak pertama dan tenaga kerja selaku pihak kedua
mengenai syarat-syarat umum, tata tertib, tugas, larangan dan kewajiban yang
masing-masing tercantum dalam pasal yang ada di PKB. Sistem perpajakan masih
berlaku untuk KFC sama halnya dengan restoran-restoran lain, yaitu tetap
membayar pajak kepada pemerintah karena pajak merupakan hal terpenting yang
wajib dibayar warga negara yang mendiami suatu wilayah tertentu.
2. Faktor Ekonomi
Ketidakstabilan kondisi perekonomian saat ini memberi pengaruh terhadap
kecenderungan iklim usaha yang tidak menentu. Perekonomian yang dialami oleh
Indonesia selalu stabil, salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga bahan
baku. Kenaikan harga bahan baku yang disebabkan oleh inflasi yang tinggi di
suatu negara akan berkorelasi dengan biaya produksi, sehingga membuat harga
jual menjadi tinggi dan mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat.
Tingkat pendapatan masyarakat yang semakin besar menunjukkan daya
beli masyarakat yang semakin besar pula. Hal ini merupakan peluang bagi industri
makanan terutama restoran sehingga memiliki prospek yang baik Tabel 24.
Tabel 24. Perkembangan dan Laju Pertumbuhan PDRB Per Kapita Kota
Bogor Atas Dasar Harga Konstan Tahun (2003-2006)
Tahun
2003
2004
2005
2006
PDRB
(Jutaan Rupiah)
3.168.185,54
3.361.438,93
3.567.231,21
3.782.273,71
Rata-Rata
PDRB
(Per Kapita)
3.860.313
4.042.275
4.171.786
4.307.152
Laju
Pertumbuhan
PDRB Per Kapita
(%)
2,02
4,71
3,20
3,24
3,29
Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Bogor, 2007
Pada periode tahun 2003-2006, laju pertumbuhan PDRB per kapita kota
Bogor rata-rata mengalami peningkatan sebesar 3,29 persen setiap tahunnya.
Peningkatan pendapatan masyarakat kota Bogor menunjukkan daya beli
masyarakat yang semakin meningkat pula dan akan mendorong pertumbuhan
usaha Restoran di kota Bogor.
Tingkat inflasi yang ada juga turut mempengaruhi kemampuan
berkembang usaha restoran. Namun, pada restoran KFC Taman Topi tingkat
inflasi naik tergantung harga bahan pokok di pasaran. Tingkat inflasi yang
berfluktuasi dalam perekonomian Indonesia mempengaruhi usaha pengembangan
restoran. Fluktuasi ini menimbulkan kondisi ketidakpastian ekonomi. Seringkali
pelaku usaha maupun pihak manajemen yang ingin mengembangkan usahanya
mengalami kesulitan dalam memprediksi tingkat keuntungan yang akan
diperolehnya.
Penetapan harga produk di KFC yang berperan adalah penjual dan
perusahaan sendiri. PT. Fastfood Indonesia, Tbk sebagai kantor pusat KFC yang
berada di Jalan MT. Haryono, Jakarta Selatan merupakan satu-satunya pemegang
hak waralaba restoran KFC di Indonesia yang didirikan oleh kelompok usaha
Gelael. Sehingga yang menentukan harga produk KFC adalah kantor pusat yang
diberitahukan kepada masing-masing store KFC disetiap wilayah. Penetapan
harga produk KFC ditentukan oleh:
•
Marketing Department
Dalam penetapan harga produk, Marketing Deparment berfungsi untuk
memutuskan mengenai biaya dari promosi yang akan dilakukan untuk produk
KFC yang baru.
•
General Manager Bussines Development
General Manager Bussines Development berfungsi untuk menentukan
apakah harga yang akan ditetapkan kompetitif/terjangkau atau tidak.
•
General Manager Operation
General Manager Operation dalam penentuan harga berfungsi untuk
mengenai biaya operasional, artinya biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh
operasional.
Restoran KFC Taman Topi memiliki produktivitas sumberdaya manusia
dan teknologi yang sudah maju. Dilihat dari keterampilan tenaga kerja, restoran
KFC menetapkan kriteria bagi tenaga kerjanya antara lain untuk crew dibutuhkan
lulusan minimal SMA atau sederajat, tinggi badan wanita 158 cm dan pria 165
cm, KFC juga meminta surat keterangan berbadan sehat dari dokter, surat
kelakuan baik dari kepolisian, dan keterangan kerja dari DEPNAKERTRANS
sehingga tidak ragu lagi bahwa tenaga kerja KFC memiliki keterampilan yang
baik dalam hal persyaratan lamaran maupun teknik seperti dalam pengolahan
ayam goreng dan juga tenaga kerjanya memiliki sikap yang ramah dalam
melayani konsumen. Sedangkan dalam hal teknologi, teknologi yang digunakan
memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga ramah lingkungan dan
aman bagi kesehatan tenaga kerja maupun konsumennya.
3. Faktor Sosial
Saat ini konsumen ingin mengkonsumsi makanan yang praktis dan mudah,
maka banyak berdirinya berbagai restoran di Indonesia. Sama halnya dengan
sikap konsumen, gaya hidup masyarakat juga berubah mengikuti trend.
Konsumen yang memiliki gaya hidup yang modern, artinya saat ini banyak
masyarakat yang bekerja sehingga ingin mengkonsumsi makanan yang cepat dan
praktis. Restoran KFC menyediakan menu rasa ayam goreng yang sesuai dengan
selera konsumen, diantaranya rasa ayam goreng Hot Crispy (pedas) dan ayam
goreng Original Recipe (O.R) bahkan KFC menambahkan menu rasa baru yaitu
Black Paper Chicken atau ayam goreng lada hitam. Hal ini tentunya dikarenakan
selera konsumen yang berbeda, biasanya orang Indonesia menyukai ayam goreng
Hot Crispy Chicken karena rasanya yang pedas sehingga sesuai dengan lidah
konsumen Indonesia yang menyukai makanan pedas. Namun, ada juga konsumen
yang tidak menyukai pedas dengan memilih ayam goreng original atau Original
Recipe Chicken (O.R).
4. Faktor Teknologi
Perkembangan teknologi dan informasi mengalami kemajuan yang pesat
dalam mendorong restoran menjadi lebih baik. Perkembangan teknologi dan
informasi dapat dimanfaatkan di semua bagian operasional restoran seperti pada
bagian keuangan, pelayanan, dan pemprosesan. Adanya sistem komputerisasi di
bagian keuangan akan lebih memudahkan dalam memanajemen pengalokasian
dana.
Faktor teknologi mempengaruhi kinerja KFC, diantaranya dapat
berpengaruh pada kecepatan pelayanan kepada konsumen, teknologi modern
dalam produksi seperti tempat pendingin bahan baku (freezer), chiller, display
holding cabinet, mengolah data keuangan menjadi lebih mudah dengan
menggunakan alat modern bukan manual. Apabila terjadi keusangan teknologi,
restoran KFC menggantikannya dengan yang baru tetapi itu semua tergantung jika
kondisi barang sudah rusak berat. Biasanya alat yang cepat rusak adalah program
dari register cashier, maka harus diperbaiki guna kelancaran pembayaran kepada
konsumen. Selain itu, penggunaan teknologi informasi seperti penggunaan televisi
dan fasilitas hotspot untuk membuat pengunjung nyaman dan merasa betah.
Penggunaan teknologi yang baik dapat menyebabkan kapasitas produksi yang
dihasilkan menjadi lebih banyak dan pelayanan yang berkualitas serta
berpengaruh pada peningkatan penjualan sehingga hal ini menjadi peluang bagi
KFC.
5.3.2.2 Lingkungan Industri
Lingkungan industri terdiri dari ancaman masuk pendatang baru,
persaingan sesama perusahaan dalam industri, ancaman produk pengganti,
kekuatan tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok, dan
pengaruh kekuatan dari pemerintah maupun serikat pekerja.
1) Ancaman Masuk Pendatang Baru
Pendatang baru dalam industri restoran di kota Bogor cenderung dapat
masuk dengan mudah tanpa hambatan yang berarti dan reaksi yang kurang dari
restoran yang telah ada. Hambatan diferensiasi produk cukup tinggi karena
semakin produk itu berbeda/unik maka konsumen semakin penasaran untuk
mencobanya.
Faktor ancaman masuk pendatang baru yang sering mempengaruhi
restoran KFC Taman Topi adalah diferensiasi produk dan akses ke saluran
distribusi. Diferensiasi produk seperti berbagai macam menu ayam goreng dengan
rasa yang berbeda, misalnya hot crispy chicken, original recipe chicken, dan yang
baru adalah black paper chicken. Sedangkan untuk akses ke saluran distribusi
sangat menentukan penyebaran produk, sehingga akses distribusi ke KFC lancar
karena didukung oleh transportasi yang memadai. Hal ini dapat mempermudah
KFC ke distribusi bahan baku maupun konsumen.
Pendatang baru dalam industri restoran di kota Bogor cenderung dapat
masuk dengan mudah tanpa hambatan yang berarti dan reaksi yang kurang dari
restoran yang telah ada. Kemunculan pendatang baru menjadi ancaman bagi usaha
restoran yang telah ada. Menurut hasil wawancara yang dilakukan dengan
pimpinan KFC pusat, yaitu manajer pemasaran mengatakan bahwa potensi
masuknya pendatang baru dalam bisnis restoran relatif mudah. Oleh karena itu,
intensitas persaingan diantara restoran tinggi, seperti halnya di Bogor, intensitas
persaingan bisnis restoran tinggi, dimana hal ini dapat dilihat dari banyaknya
restoran waralaba asing di kota Bogor. Sehingga hal ini merupakan salah satu
ancaman eksternal bagi KFC dalam persaingan bisnisnya.
Industri restoran di kota Bogor dapat dianalisis sebagai berikut:
a. Pendatang baru rata-rata memiliki skala ekonomis yang cukup besar.
b. Permodalan bagi usaha restoran sangat mudah, terutama di kota Bogor.
Kemunculan sistem pengelolaan restoran dengan konsep waralaba memberi
penawaran bagi masyarakat untuk mendirikan restoran dengan biaya yang
rendah dan tingkat pengembalian tinggi.
c. Regulasi pemerintah sangat mendukung pengembangan usaha restoran di kota
Bogor. Hal ini didukung sejumlah kebijakan dan program Pemerintah Daerah
untuk meningkatkan potensi pariwisata kota Bogor.
d. Biaya beralih pembeli tidak ada, karena konsumen bebas untuk pindah dan
mencoba pemasok (restoran) lain.
e. Pendatang baru memiliki kemudahan akses distribusi. Usaha restoran di kota
Bogor memiliki saluran distribusi yang sangat luas, sehingga pendatang baru
dapat masuk ke saluran distribusi.
2) Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
Persaingan sesama perusahaan dalam industri restoran di kota Bogor
cenderung kompetitif. Hal ini bisa dilihat dari jumlah restoran yang semakin
bertambah dari tahun ke tahunnya. Selain pesaing sejenis, KFC juga dihadapi oleh
pesaing non sejenis. Salah satu pesaing utama sejenis adalah California Fried
Chicken (CFC) yang jaraknya tidak terlalu jauh dari KFC Taman Topi dan rumah
makan tradisional seperti rumah makan padang dan rumah makan lain yang
berada disekitar KFC Taman Topi.
3) Ancaman Produk Pengganti
Restoran KFC merupakan restoran penyedia makanan cepat saji dengan
produk utamanya yaitu ayam goreng. Ancaman produk pengganti atau subsitusi
yang diperhitungkan oleh KFC adalah restoran CFC, Mc Donal’s, dan sebagainya
yang menyediakan menu daging ayam.
4) Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli
Restoran KFC tidak begitu melihat dari sisi tawar-menawar pembeli dalam
menentukan harga maupun dalam meningkatkan mutu atau layanan karena yang
menentukan adalah bagian pemasaran. Kekuatan tawar-menawar pembeli dilihat
dari jumlah alternatif restoran yang tersedia di kota Bogor sangat banyak,
penawaran tinggi, biaya beralih ke restoran lain juga rendah sehingga konsumen
bebas memilih restoran yang sesuai dengan kebutuhannya.
5) Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok
Restoran KFC Taman Topi memperoleh pasokan bahan baku ayam yang
didatangkan dari PT. Charon Pokphan dan PT. Five Star. Kekuatan tawarmenawar pemasok tinggi karena restoran KFC Taman Topi tidak pernah berganti
ke pemasok lain untuk menjaga kualitas bahan baku.
6) Pengaruh Kekuatan Stakeholder Lainnya
Restoran KFC Taman Topi bekerjasama dengan stakeholder. Stakeholder
disini adalah pemerintah, serikat pekerja, lingkungan masyarakat, dan pemasok.
Berdasarkan analisis lingkungan internal dalam matriks IFE dapat dilihat pada
Tabel 25.
Tabel 25. Analisis Faktor Eksternal KFC Taman Topi di Bogor
No.
1.
Faktor Eksternal
Lingkungan
Umum/Jauh
2.
Lingkungan Industri
Peluang
Ancaman
• Perubahan pola dan gaya • Kenaikan harga bahan
hidup masyarakat
baku
• Pertumbuhan jumlah
penduduk
• Cukup tersedia angkatan
kerja
• Peningkatan pendapatan
dan daya beli masyarakat
• Perkembangan kemajuan
dan inovasi teknologi
• Hambatan
masuk
industri tinggi
• Tingkat
persaingan
dalam industri restoran
tinggi
• Kekuatan
tawarmenawar
pemasok
tinggi
Keterangan : Responden satu adalah manajer restoran KFC Taman Topi
Responden dua adalah pesaing utama (CFC dan Mc Donal’s)
5.3.3 Formulasi Alternatif Strategi Pemasaran
Setelah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman,
selanjutnya dilakukan perumusan strategi. Perumusan strategi meliputi tiga
tahapan, yaitu tahap masukan, tahap pencocokan, dan tahap pengambilan
keputusan.
5.3.3.1 Tahap Masukan
Tahap masukan merupakan tahap untuk memasukkan hasil analisis dan
identifikasi terhadap kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Hasil
analisis dan identifikasi lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan akan
disusun ke dalam matriks IFE, sedangkan hasil analisis dan identifikasi kondisi
eksternal berupa peluang dan ancaman akan disusun ke dalam matriks EFE.
1. Analisis Matriks IFE
Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan dari
faktor-faktor
internal
yang
terdapat
pada
perusahaan.
Matriks
IFE
menggambarkan kondisi internal perusahaan yang terdiri dari kekuatan dan
kelemahan yang dihitung berdasarkan rating dan bobot yang diambil kuesioner
dari manajer restoran KFC Taman Topi dan konsumen/pelanggan. Tabel 26,
menunjukkan matriks IFE yang menganalisis 15 faktor sukses kritis yang terdiri
dari 13 kekuatan dan dua kelemahan.
Tabel 26. Hasil Analisis Matriks IFE Restoran KFC Taman Topi
Faktor Internal
Bobot
Rating
Bobot
Skor
Kekuatan
1. Citarasa ayam goreng yang gurih dan renyah
2. Lokasi KFC yang strategis
3. Kualitas produk terjaga
4. Inovasi produk
5. Strategi harga khusus untuk menu goceng
0.072
0.063
0.065
0.072
0.067
4
4
3.5
3.5
4
0.288
0.252
0.227
0.252
0.268
6.
0.073
3.5
0.255
0.061
3
0.183
0.058
0.070
0.072
0.063
0.073
0.069
4
4
3.5
3.5
3.5
3.5
0.232
0.28
0.252
0.220
0.255
0.241
0.072
0.063
2
3
0.144
0.189
3.538
Harga KFC cukup terjangkau bagi semua
kalangan masyarakat
7. Kecepatan dan pelayanan yang ramah
terhadap konsumen
8. Memiliki sertifikasi halal dari MUI
9. Memiliki fasilitas birthday party
10. Sarana pendukung yang sudah lengkap
11. Tenaga kerja terspesialisasi
12. Pelayanan internet corner
13. Promosi cukup dilakukan
Kelemahan
14. Penggunaan website belum optimal
15. Tidak memiliki layanan drive thru
Total
Sumber: Restoran KFC Taman Topi, 2009
Berdasarkan hasil analisis matriks IFE pada Tabel 26. menunjukkan
bahwa faktor yang menjadi kekuatan utama perusahaan adalah citarasa ayam
goreng KFC yang gurih dan renyah dengan nilai tertimbang tertinggi sebesar
0.288. Hal ini dikarenakan citarasa suatu makanan yang unik atau khas akan
diingat konsumen sehingga sangat penting untuk menciptakan suatu makanan dari
resep bumbu yang berkualitas. Seperti halnya KFC yang memiliki citarasa ayam
gorengnya yang terkenal karena gurih dan renyah sehingga menjadikan keunikan
tersendiri dibandingkan ayam goreng lainnya. Sedangkan kelemahan utama
adalah penggunaan website belum optimal dengan nilai tertimbang terkecil
sebesar 0.144. Hal ini belum dijalankan KFC secara optimal karena penulisan
informasi yang disediakan di website www.kfcindonesia.com dalam hal harga,
menu, keuangan maupun pemasaran tidak begitu lengkap.
Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 26, maka dapat diperoleh total
bobot skor sebesar 3.538. Hal ini menunjukkan bahwa restoran KFC Taman Topi
memiliki posisi internal yang kuat karena telah mampu menggunakan kekuatan
dan mengatasi kelemahan dengan sangat baik.
2. Analisis Matriks EFE
Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari faktorfaktor eksternal perusahaan. Matriks EFE menggambarkan kondisi eksternal
perusahaan yang terdiri dari peluang dan ancaman yang dihitung berdasarkan
bobot dan rating yang diambil kuesioner dari manajer restoran dan pesaing KFC
Taman Topi. Tabel 27, menunjukkan matriks EFE yang menganalisis 9 faktor
sukses kritis yang terdiri dari lima peluang dan empat ancaman.
Tabel 27. Hasil Analisis Matriks EFE Restoran KFC Taman Topi
Faktor Eksternal
Peluang
1. Perubahan pola
dan gaya
hidup
masyarakat
2. Pertumbuhan jumlah penduduk
3. Peningkatan pendapatan dan daya beli
masyarakat
4. Cukup tersedia angkatan kerja
5. Perkembangan kemajuan dan inovasi
teknologi
Ancaman
6. Hambatan masuk industri tinggi
7. Kekuatan tawar-menawar pemasok
tinggi
8. Kenaikan harga bahan baku
9. Tingkat persaingan dalam industri
restoran tinggi
Total
Bobot
Rating
Skor
0.121
4
0.484
0.103
0.114
4
4
0.412
0.456
0.195
0.131
3.5
4
0.682
0.524
0.080
0.124
1.5
1
0.12
0.124
0.131
0.097
3
2.5
0.393
0.242
3.437
Sumber: Restoran KFC Taman Topi, 2009
Berdasarkan hasil analisis matriks EFE pada Tabel 26. menunjukkan bahwa
faktor yang menjadi peluang utama perusahaan adalah perkembangan kemajuan
dan inovasi teknologi dengan nilai tertimbang tertinggi sebesar 0.524. Peluang
disini menjadikan KFC lebih maju karena didukung adanya kemajuan teknologi,
seperti alat yang digunakan dalam pengolahan ayam goreng didatangkan dari luar
negeri yang dijamin kualitasnya untuk kesehatan crew maupun konsumen karena
sudah terstandarisasi. Sedangkan ancaman utama adalah kekuatan tawar-menawar
pemasok tinggi dengan nilai tertimbang terkecil sebesar 0.124. Hal ini
dikarenakan KFC Taman Topi tidak pernah berganti pemasok sehingga harga
yang ditawarkan pemasok sesuai dengan KFC Taman Topi. Namun, apabila KFC
Taman Topi berganti pemasok maka harga yang dikeluarkan pemasok berbeda
dan kualitasnya pun berbeda. Dengan demikian, kekuatan tawar-menawar
pemasok dengan suatu perusahaan harus tetap terjaga agar tidak ada kenaikan
harga dan penurunan kualitas.
Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 27, maka dapat diperoleh total
bobot skor sebesar 3.437. Hal ini menunjukkan bahwa restoran KFC Taman Topi
memiliki posisi eksternal yang kuat karena telah mampu memanfaatkan peluang
untuk mengatasi ancaman.
5.3.3.2 Tahap Pencocokan
Tahap pencocokan merupakan tahap untuk merumuskan strategi
berdasarkan hasil analisis dan identifikasi akan kondisi lingkungan internal dan
eksternal perusahaan yang telah terkumpul. Pada tahap pencocokan model yang
akan digunakan dalam perumusan strategi adalah matriks IE (Internal Eksternal)
dan matriks SWOT (Strength-Weakness-Opportunities-Threat).
1. Matriks IE
Matriks IE merupakan perpaduan dari skor terbobot matriks IFE dan skor
terbobot matriks EFE yang dipetakan sehingga diketahui posisi perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh
bobot skor sebesar 3.538 dan hasil analisis faktor eksternal menggunakan matriks
EFE diperoleh bobot skor sebesar 3.437. Hasil pemetaan pada matriks IE dapat
dilihat pada Gambar 5.
Skor Total IFE
Kuat
Rata-rata
Lemah
3,0-4,0
2,0-2,99
1,0-1,99
4,0
Skor Total
Tinggi
EFE
3,0-4,0
Sedang
2,0-2,99
3,0
2,0
1,0
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
Rendah
1,0-1,99
Gambar 5. Hasil Analisis Matriks IE
Restoran KFC Taman Topi dalam pemasarannya menempati posisi dalam
sel I. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi Grow and Build
(tumbuh dan berkembang). Strategi yang tepat digunakan dalam kuadran ini
adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan
produk) atau integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi
horizontal).
Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan lingkungan internal dan
eksternal perusahaan berupa strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.
Penetrasi pasar adalah mencari pangsa pasar yang lebih besar untuk produk atau
jasa yang sudah ada sekarang melalui usaha pemasaran yang lebih gencar. Strategi
ini dapat dilakukan dengan meningkatkan promosi yang lebih baik. Promosi
tersebut bukan hanya melalui media iklan televisi, radio, majalah, koran,
berpartisipasi
meningkatkan
menjadi
promosi
sponsorship
dalam
lewat
informasi
kegiatan
website
sosial
tetapi
yaitu
juga
melalui
www.kfcindonesia.com.
Strategi pengembangan produk merupakan strategi yang bertujuan untuk
meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau menginovasi produk atau
jasa yang ada sekarang. Strategi ini agar lebih meningkatkan kualitas produk atau
makanan dan minuman sehingga tidak terjadi perubahan rasa makanan dan
minuman setiap harinya serta menciptakan produk baru sehingga konsumen tidak
merasa bosan terhadap produk di KFC Taman Topi ini.
2. Matriks SWOT
Berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang diperoleh
melalui faktor internal dan eksternal dapat diformulasikan alternatif strategi yang
diambil. Formulasi strategi ini dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT
yang dapat dilihat pada Tabel 28. alternatif strategi yang diperoleh adalah sebagai
berikut:
Strategi S-O (Strength-Opportunity)
Strategi S-O merupakan strategi yang menggunakan kekuatan internal
perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal. Alternatif strategi yang dapat
dilakukan pada strategi S-O, yaitu:
1. Meningkatkan pangsa pasar dengan menambah saluran distribusi dan
pemasaran. Hal ini dilakukan agar jangkauan untuk menyampaikan produk ke
masyarakat luas dapat tersampaikan, baik itu kualitas produk maupun
pelayanan yang menjadi kekuatan bagi KFC untuk memperluas pangsa
pasarnya. Selain itu, pemasaran yang dilakukan KFC seperti strategi harga
khusus untuk menu goceng dan promosi agar konsumen mengetahui informasi
produk, harga maupun jasa yang ada di KFC. Keseluruhan strategi ini
didukung oleh pesatnya perubahan pola dan gaya hidup masyarakat, pesatnya
pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
serta perkembangan kemajuan dan inovasi teknologi.
2. Meningkatkan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa.
Strategi ini berupa pemberian rasa pada ayam goreng, seperti rasa original
(original recipe), pedas (hot crispy), dan lada hitam (black paper) agar
konsumen dapat memilih rasa dari ayam goreng tersebut sesuai selera dan
tidak merasa bosan. Selain itu, restoran KFC menyediakan berbagai inovasi
produk yang terdiri dari spaghetti, KFC bento, dan lain-lain. Tentunya dengan
pengembangan produk yang sudah ada maupun yang baru harus tetap
meningkatkan kualitas produk sehingga konsumen merasa puas makan di
KFC.
Strategi W-O (Weakness-Opportunity)
Strategi W-O adalah strategi yang menggunakan peluang yang ada untuk
mengatasi/memperkecil kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Ada
beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-O, yaitu:
3. Meningkatkan efektivitas promosi melalui website, iklan, dan media masa.
Strategi ini berupa mengoptimalkan promosi melalui website bukan hanya di
iklan televisi saja, karena website merupakan sarana informasi keseluruhan
dari manajemen sampai pemasaran, salah satunya yaitu promosi. Promosi ini
dilakukan agar konsumen umum maupun khusus atau karyawan KFC sendiri
mengetahui ruang lingkup dari perusahaannya dan untuk konsumen umum
agar mengetahui keseluruhan produk KFC yang sudah ada dan produk baru
yang dilengkapi dengan harga dari masing-masing produk. Selain itu, apabila
ada masyarakat yang ingin melamar di KFC dapat melihat persyaratan apa
saja yang harus ada maupun pembukaan lowongan pekerjaan KFC sehingga
hal ini harus berupaya agar website dapat berjalan dengan optimal untuk
memenuhi keinginan konsumennya.
4. Meningkatkan pelatihan kepada SDM untuk meningkatkan kualitas manajerial
melalui penetapan job description yang jelas dan terarah. Strategi ini
dilakukan agar meningkatkan kualitas SDM dalam hal pendidikan berupa
pendelegasian yang jelas dan terarah serta memberikan pelatihan dalam
mengolah ayam dan penggunaan teknologi.
Strategi S-T (Strength-Threat)
Strategi ini bertujuan untuk menghindari atau mengurangi dampak dari
ancaman-ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan-kekuatan internal
yang ada. Alternatif yang dapat dilakukan pada strategi S-T, yaitu:
5. Meningkatkan loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik dengan
pemasok. Meningkatkan loyalitas konsumen terhadap suatu perusahaan sangat
penting sehingga perusahaan harus memberikan yang terbaik untuk konsumen,
baik dari segi kualitas produk maupun pelayanannya. Sedangkan menjaga
hubungan baik dengan pemasok yaitu pemasok menyediakan kebutuhan
barang dan bahan baku yang berkualitas sehingga perusahaan harus menjaga
hubungan baik dengan pemasok agar kualitas bahan baku tetap terjaga dan
mampu menjamin ketersediaan dan kontinuitas bahan baku.
Strategi W-T (Weakness-Threat)
Strategi ini merupakan taktik untuk bertahan dengan cara mengurangi
kelemahan internal serta menghindari ancaman eksternal. Alternatif yang dapat
dilakukan pada strategi W-T, yaitu:
6. Menyediakan layanan drive thru dengan memanfaatkan area parkir yang ada
untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini dilakukan agar memberikan
fasilitas kemudahan bagi konsumen yang tidak sempat untuk turun dari
kendaraan karena terburu-buru ataupun kesibukan lainnya, sehingga
konsumen tidak dapat makan di tempat. Hal ini juga tidak terlepas dari adanya
karyawan yang menjaga drive thru dengan pelayanan yang ramah dan kualitas
produk tetap terjaga agar konsumen merasa nyaman dan aman untuk setia
menjadi konsumen dengan layanan drive thru.
Tabel 28. Hasil Analisis Matriks SWOT Restoran KFC Taman Topi
Kekuatan (S)
Faktor Internal 1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Faktor Eksternal
11.
12.
13.
Peluang (O)
1. Perubahan pola dan gaya 1.
hidup masyarakat
2. Pertumbuhan
jumlah
penduduk
3. Peningkatan
pendapatan
dan daya beli masyarakat
2.
4. Cukup tersedia angkatan
kerja
5. Perkembangan kemajuan
dan inovasi teknologi
Kelemahan (W)
Citarasa ayam goreng yang
gurih dan renyah
Lokasi KFC yang strategis
Kecepatan dan pelayanan yang
ramah terhadap konsumen
Kualitas produk terjaga
Inovasi produk
Strategi harga khusus untuk
menu goceng
Harga yang cukup terjangkau
bagi
semua
kalangan
masyarakat
Memiliki sertifikasi halal dari
MUI
Memiliki fasilitas birthday
party
Sarana pendukung yang sudah
lengkap
Tenaga kerja terspesialisasi
Pelayanan internet corner
Promosi cukup dilakukan
Strategi S-O
1. Pelayanan
website
belum optimal
2. Tidak
memiliki
layanan drive thru
Meningkatkan pangsa pasar
dengan menambah saluran
distribusi dan pemasaran
(S2,S3,S6,S10,S11,S15,O1,O2,
O3,O5)
Meningkatkan pengembangan
produk
melalui
penganekaragaman rasa
(S1,S4,S5,O1,O5)
1. Meningkatkan
efektifitas
promosi
melalui website, iklan,
dan
media
masa
(W1,O2,O5)
2. Meningkatkan
pelatihan
kepada
SDM
untuk
meningkatkan kualitas
manajerial
melalui
penetapan
job
description yang jelas
dan terarah
(W1,W2,O4,O5)
Strategi W-T
Ancaman (T)
Strategi S-T
1. Hambatan masuk industri
tinggi
2. Kekuatan tawar-menawar
pemasok tinggi
3. Kenaikan harga bahan baku
4. Tingkat persaingan dalam
industri restoran tinggi
1. Meningkatkan
loyalitas
konsumen
dan
menjaga
hubungan
baik
dengan
pemasok
(S1,S3,S4,S5,S6,S7,S8,S9,S10,
S11,S12,S13,T1,T2,T3)
Strategi W-O
1. Menyediakan layanan
drive thru dengan
memanfaatkan
area
parkir yang ada untuk
meningkatkan
penjualan
(W2,T4)
5.3.3.3 Tahap Keputusan
Tahap keputusan merupakan tahap yang terakhir untuk menentukan prioritas
strategi terbaik yang akan dijalankan perusahaan dari alternatif-alternatif strategi
yang diperoleh dari hasil analisis SWOT. Untuk menentukan prioritas strategi
tersebut, digunakan alat analisis Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM).
Hasil analisis matriks SWOT menghasilkan 4 alternatif yaitu strategi SO,
strategi ST, strategi WO, dan strategi WT. Strategi tersebut akan dimasukkan ke
dalam matriks QSPM yang akan diestimasi dengan bobot dan Attractive Score
(AS). Penjabaran dari strategi-strategi tersebut berdasarkan hasil analisis QSPM
adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan pangsa pasar dengan menambah saluran distribusi dan
pemasaran. (TAS = 7.33)
b. Meningkatkan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa. (TAS
= 8.976)
c. Meningkatkan efektivitas promosi melalui website, iklan, dan media masa.
(TAS = 6.669)
d. Meningkatkan pelatihan kepada SDM untuk meningkatkan kualitas manajerial
melalui penetapan job description yang jelas dan terarah. (TAS = 5.978)
e. Meningkatkan loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik dengan
pemasok. (TAS = 6.875)
f. Menyediakan layanan drive thru dengan memanfaatkan area parkir yang ada
untuk meningkatkan penjualan. (TAS = 6.108)
Berdasarkan hasil analisis QSPM, dapat dilihat bahwa strategi terbaik
yang harus dilakukan sekarang adalah salah satu strategi SO yaitu meningkatkan
pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa. Strategi ini dilakukan
agar konsumen mengenal banyak produk KFC sehingga semua kalangan
masyarakat dapat membeli berbagai macam menu yang disediakan dengan harga
yang berbeda. Hal ini pun sebagai brand image KFC sebagai makanan siap saji
yang menyediakan variasi menu ayam dengan aneka rasa yang berbeda, sehingga
konsumen tidak merasa bosan karena dapat memilih rasa sesuai selera.
Berdasarkan hasil analisis QSPM, strategi yang terkecil yang harus
ditingkatkan di KFC Taman Topi adalah meningkatkan pelatihan kepada SDM
untuk meningkatkan kualitas manajerial melalui penetapan job description yang
jelas dan terarah. Hal tersebut dilakukan agar tenaga kerja sebagai SDM memiliki
keterampilan yang baik dalam pengelolaan proses produksi, manajerial maupun
pelayanan, seperti kecepatan pelayanan dan pelayanan yang ramah kepada
konsumen.
5.4
Analisis Lingkungan Internal Rahat Cafe di Bogor
Analisis lingkungan internal merupakan tahap dalam untuk mengetahui
kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada perusahaan untuk menghadapi
persaingan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan manajer Rahat
cafe dan juga hasil wawancara dengan pihak konsumen/pelanggan sebanyak 10
responden terhadap faktor-faktor internal diperoleh beberapa faktor strategis
internal yang merupakan kekuatan perusahaan dan juga yang akan menjadi
kelemahan perusahaan. Konsumen yang diwawancarai sebanyak 10 responden
tersebut sebagai konsumen/pelanggan yang pernah makan di Rahat cafe. Faktorfaktor strategis internal ini diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan
pengisian kuesioner sendiri dilakukan oleh peneliti pada saat melakukan
wawancara. Faktor-faktor strategi internal yang diperoleh dari hasil wawancara
tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Kegiatan Produksi dan Operasi
a) Pemesanan dan Penerimaan Barang dan Bahan Baku
Pada kegiatan produksi dan operasi, Rahat cafe memiliki hubungan yang
baik dengan pemasok karena menurut manajer Rahat, pemasok paling utama
dibutuhkan sebelum pelanggan dengan alasan produk
yang dihasilkan
didatangkan dari pemasok. Jika tidak ada pemasok maka tidak ada pelanggan atau
konsumen.
Rahat cafe memenuhi kebutuhan bahan baku melalui penjual ayam dan
pasar tradisional yaitu pasar Bogor. penjual adalah sebagai pemasok bahan baku
utama bagi Rahat cafe di Bogor. Bahan baku utama adalah bahan baku yang
menjadi ciri khas Rahat cafe, sehingga kualitasnya harus benar-benar terjaga.
Bahan baku utama adalah ayam.Pemesanan bahan baku dilakukan tiga kali
seminggu, jumlah pesanan dilakukan sesuai kebutuhan Rahat cafe.
Bahan baku lainnya seperti sayuran, buah-buahan, dan bumbu dapur
diperoleh dari pasar Bogor. Pemesanan dilakukan melalui seorang pemasok lokal
setiap hari. Untuk minuman botol dipesan melalui perusahaan masing-masing.
Bahan baku yang datang dari penjual akan melalui sortir yaitu pemilihan bahan
baku sesuai ketentuan yang berlaku. Pemesanan ini bertujuan untuk memastikan
bahwa pesanan yang datang telah sesuai dengan kualitas yang diinginkan.
b) Penyimpanan dan Penggunaan Bahan Baku
Rahat cafe sangat memperhatikan prosedur penyimpanan bahan baku sama
halnya dengan restoran maupun cafe lain. Penggunaan bahan baku menggunakan
First In First Out (FIFO). Bahan baku yang datang terlebih dahulu harus diproses
paling awal. Bahan baku daging disimpan dalam freezer dengan suhu
penyimpanan 8 – 9o C (pembekuan).
c) Pengolahan Bahan Makanan
Rahat cafe mengolah bahan baku menjadi bahan makanan siap saji yang
dalam keadaan fresh. Artinya seluruh masakan tersebut hanya akan dimasak
setelah ada pesanan konsumen. Sebelum beroperasi setiap harinya, karyawan
melakukan persiapan penjualan yang dilakukan pada pagi harinya.
Proses pengolahan menu Rahat cafe harus melalui serangkaian tahap yang
diatur dalam SOP, yaitu:
a. Proses Thawing, yaitu proses melunakan suatu bahan beku menjadi
fresh/lunak agar siap diolah menjadi makanan dengan cara menaikkan suhu
sesuai waktu yang ditentukan. Jumlah bahan beku yang dithawing diproduksi
untuk mencukupi kebutuhan keesokan harinya. Proses thawing dilakukan
dengan memindahkan bahan beku dari dalam freezer selama 2 jam.
b. Proses Dusting, yaitu pelapisan daging dengan tepung tapioka.
c. Proses Parting dan Boneless, yaitu proses pemotongan atau pembagian bahan
baku yang disesuaikan dengan jenis potongan yang akan diproses. Boneless
adalah pemotongan daging ayam tanpa tulang. Hasil akhir proses parting dan
boneless harus sesuai dengan SOP yang berlaku.
d. Proses Saute, yaitu proses memasak bahan baku dalam kuali teflon dengan
minyak goreng sedikit selama 5 – 15 menit.
e. Proses Chicken Roaster, yaitu memanggang daging ayam.
f. Proses Topping, yaitu bahan jadi, potongan daging matang, kacang tanah
goreng maupun es krim yang diletakkan di atas makanan atau minuman.
g.. Proses Garnish, yaitu potongan beberapa jenis bahan baku yang dibentuk
sedemikian rupa dan diletakkan di atas atau disamping makanan jadi.
Bertujuan untuk memperindah penampilan makanan jadi.
d) Pelayanan Konsumen
Konsumen yang datang langsung memilih meja kosong yang tersedia
sesuai jumlah konsumen, kemudian pemesanan akan dilayani oleh waiter/ss.
Waiter/ss akan menuju kasir dengan menunjukkan bill pesanan. Bon pesanan
terdiri dari satu rangkap, yaitu untuk makanan dan minuman disatukan dalam satu
kertas. Bill (tagihan) akan diantarkan setelah konsumen selesai makan dan
langsung dibayarkan pada waiter/ss.
Dalam kegiatan operasionalnya, terkadang pihak manajemen mendapatkan
keluhan dari konsumen. Apabila ada komplain dari konsumen, misalnya
kesalahan taking order atau konsumen menunggu terlalu lama akan langsung
ditangani oleh manajer.
2.
Sumberdaya Manusia
Rahat cafe memiliki sistem manajemen yang cukup baik. Saat ini Rahat
cafe memiliki 9 orang karyawan di bawah pimpinan Bapak Dedi Suwardi sebagai
manajer. Rahat cafe tidak mengutamakan pendidikan bagi karyawannya yang
penting karyawan memiliki tanggungjawab, ulet, dan pekerja keras. Karyawan
yang bekerja di Rahat memiliki umur rata-rata 15 – 27 tahun. Cafe ini sangat
mengutamakan karyawan yang terlatih karena faktor utama yang menjadi
pertimbangan dalam perekrutan adalah kemauan karyawan untuk belajar bukan
melihat dari tingkat pendidikan.
Pada keterampilan dan motivasi kerja, manajer Rahat memberikan kedua
hal itu kepada para karyawannya agar karyawan lebih semangat untuk bekerja.
Biasanya bentuk keterampilan yang diberikan adalah pada saat karyawan
melakukan pengolahan makanan, manajer memberikan pujian kepada karyawan
yang telah melakukan pekerjaan dengan baik. Selain itu, bentuk motivasi ini
dengan cara pemberian bonus berupa uang tambahan, kenaikan gaji maupun
kenaikan jabatan. Hal ini tentunya sangat mendorong produktivitas karyawan
untuk melakukan pekerjaan lebih baik dan terampil dalam mengolah makanan.
Tabel 29. Jumlah Karyawan Rahat Cafe Berdasarkan Jabatan Fungsional
Tahun 2009
No.
Bidang Pekerjaan
1.
Manajer
2.
Bagian
Operasional
(Service)
Bagian Dapur (Kitchen)
3.
Jabatan Fungsional
a. Manajer
b. Manajer keuangan
a. Cashier
b. Waiter/ss
a. Chief Cook
b. Cook
c. Cook helfer
d. Bartender
e. Stopwash
f. Roaster
Total
Jumlah
Karyawan
(orang)
1
1
1
2
1
1
1
1
1
1
11
Sumber : Rahat Cafe, 2009
Rahat cafe melakukan perekrutan karyawan melalui sumber internal yaitu
karyawan berasal dari dalam perusahaan itu sendiri berupa alih tugas atau alih
tempat tugas dan karyawan juga berasal dari orang yang sudah dikenal maupun
keluarga. Upah karyawan sebesar Rp. 800.000,00 per bulan. Selain diberi gaji
pokok, karyawan mendapatkan uang transpor, kesehatan, bonus, dan lembur.
Uang bonus ini dilihat dari kondisi omset tiap bulannya, jika omset sedikit maka
karyawan tidak diberi bonus. Selain itu, karyawan juga mendapatkan Tunjangan
Hari Raya (THR) berupa uang sesuai dengan kualitas kerja, tanggungjawab, masa
kerja, dan jabatan karyawan, tunjangan sakit, serta lembur. Karyawan dengan
masa kerja di atas satu tahun berhak mendapatkan cuti nikah minimal dua minggu,
cuti melahirkan, dan cuti lama kerja.
Pembagian tugas dan tanggungjawab dalam manajemen Rahat cafe sudah
cukup baik. Setiap karyawan memiliki tugas masing-masing. Namun biasanya
karyawan saling membantu jika salah satu pekerjaan sudah selesai sehingga
pekerjaan menjadi lebih ringan. Pada akhir pekan dan hari libur, biasanya para
karyawan dapat melakukan banyak pekerjaan sesuai kebutuhan. Manajemen
Rahat cafe juga memiliki Standar Operasional Perusahaan (SOP) yang sudah
cukup jelas dan terarah.
3.
Keuangan dan Akuntansi
Rahat cafe memiliki kondisi keuangan yang cukup baik sebagai cafe yang
dikelola dengan sistem owner. Namun dalam modal pendirian usahanya, Rahat
cafe belum bekerjasama dengan pihak Bank. Pihak manajemen cafe ini dalam hal
bagian keuangan hanya bertanggungjawab untuk melaporkan kondisi keuangan
cafe kepada manajer dalam bentuk laporan pembukuan yang kemudian diberikan
kepada pihak owner. Hal ini dilakukan untuk menetapkan target penjualan yang
akan dicapai dalam periode satu tahun. Pihak manajemen Rahat cafe memberi
laporan keuangan setiap bulan pada manajer ke pihak owner. Laporan keuangan
yang disampaikan dalam penelitian ini, kondisi keuangan Rahat dianalisis dari
keuntungan perusahaan, rasio profitabilitas, dan rentabilitas berdasarkan analisis
laporan rugi laba perusahaan periode Desember 2008 – Desember 2009. Dalam
hal permodalan, biaya usaha dari sejak berdiri sampai saat ini Rahat cafe
menggunakan dana yang berasal dari modal sendiri.
Berdasarkan perhitungan analisis keuntungan, rasio profitabilitas, dan
rentabilitas pada Rahat cafe diperoleh hasil bahwa usaha tersebut dalam
pencapaian target keuntungan sudah baik karena ada kenaikan penjualan per
harinya sebesar satu juta rupiah. Namun, sisi kelemahan Rahat cafe dilihat dari
kondisi keuangannya yang belum terjamin karena segala kebutuhan dan
pengeluaran belum ditanggung oleh pihak Bank, sehingga cafe ini belum cukup
leluasa dalam mengembangkan usahanya karena takut terkendala masalah uang.
4.
Sistem Informasi Manajemen
Rahat cafe belum memiliki website yang dikelola secara optimal karena
masih memberikan informasi yang belum lengkap mengenai produk maupun
harganya. Namun, Rahat sudah mengelola jaringan internet gratis bagi konsumen
yang makan di tempat itu dengan layanan telkom hotspot. Hal tersebut diberikan
sebagai bentuk layanan agar konsumen merasa nyaman dan tidak bosan untuk
makan di Rahat.
5.
Pasar dan Pemasaran
Lingkungan internal yaitu pendekatan fungsional dalam hal pasar dan
pemasaran, Rahat cafe harus memperhatikan pangsa pasar agar tujuan jelas yaitu
ditujukan bagi semua kalangan sehingga dapat menikmati menu cafe ini. Pangsa
pasar cafe ini di kota Bogor. Kegiatan promosi di Rahat cafe hingga saat ini
mengaku tidak kesulitan dalam menarik perhatian konsumen. Hal ini merupakan
keuntungan dari lokasinya yang berada di dekat pembelanjaan dan rumah
penduduk, sehingga tidak dibutuhkan promosi yang terlalu basar.
Kegiatan promosi yang aktif dilakukan hingga saat ini adalah penyebaran
brosur dan promosi dari mulut ke mulut. Rahat cafe belum memiliki strategi untuk
mempromosikan produkya secara meluas bagi masyarakat kota Bogor, misalnya
menjadi sponsor pada acara tertentu, pemasangan spanduk, serta pemasangan
iklan pada surat kabar, majalah atau radio. Sedangkan untuk loyalitas pelanggan
dan kebijakan produk baru, Rahat cafe sangat mengutamakan hal itu karena
merupakan kunci keberhasilan dalam usaha. Usaha tersebut akan maju apabila
didukung dengan adanya pelanggan yang setia dan pihak Rahat cafe juga
memberikan informasi harga untuk produk baru dengan harga yang terjangkau.
A. Segmentation, Targeting, Positioning
1. Segmentation
Segmentasi pasar yang dilakukan oleh Rahat cafe adalah berdasarkan
aspek demografis, aspek psikografis, dan aspek perilaku. Segmentasi pasar
berdasarkan demografis yaitu keluarga dan remaja sedangkan segmentasi pasar
berdasarkan aspek psikografis terdiri dari kelas sosial dan gaya hidup. Dari kelas
sosial, segmen yang dipilih oleh Rahat cafe adalah semua kalangan masyarakat.
Perubahan gaya hidup terutama pola konsumsi masyarakat yang tidak memiliki
banyak waktu untuk memasak di rumah karena aktivitas di luar rumah yang padat,
sehingga mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi makanan di luar rumah.
Sedangkan segmentasi pasar berdasarkan aspek perilaku terdiri dari manfaat
dimana konsumen mencari manfaat berupa kualitas produk dan pelayanan.
2. Targeting
Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar
yang akan dimasuki. Target pasar utama Rahat cafe adalah semua kalangan
masyarakat.
3. Positioning
Positioning merupakan tahap dimana perusahaan menentukan posisi yang
diinginkan dalam pasar. Rahat cafe ingin menempati posisi sebagai cafe dengan
konsep ”Indonesian Foods, Healthy and Diet Foods” yang dapat dilihat dari
menu yang disediakan Rahat cafe tersebut. Selain itu, Rahat cafe memiliki
pelayanan yang memuaskan serta harga yang dapat dijangkau oleh semua
kalangan masyarakat.
B. Bauran Pemasaran
1. Produk
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan/dikonsumsi dan yang dapat
memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Amstrong, 1997). Strategi
produk yang dilakukan Rahat cafe dapat dilihat dari konsep sebagai makanan
Indonesia yang memiliki standar kesehatan dan menyediakan makanan diet bagi
konsumen yang tidak mengkonsumsi makanan yang berlemak.
Strategi produk yang dilakukan oleh Rahat cafe agar pelanggan tidak
bosan adalah dengan inovasi produk berupa campuran makanan khas Indonesia
dan kontinental seperti bistik iga bakar hot plate, omelet mix (sosis daging keju),
dan omelet seafood. Hal ini dilakukan agar pelanggan mempunyai banyak pilihan
menu bagi yang tidak memiliki selera makan yang sama. Adanya inovasi produk
yang dikembangkan maerupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Rahat cafe
dalam menarik minat konsumen.
Produk yang ditawarkan Rahat cafe sangat mengutamakan kualitas karena
bahan baku dijaga agar tetap memuaskan konsumen. Namun dalam penetapan
standar mutu produk, Rahat cafe belum memiliki sertifikasi dari Badan Pengawas
Obat dan Makanan (BPOM). BPOM mengawasi pengusaha dalam penetapan
standar mutu produk yang akan dijual ke konsumen. Dengan adanya SK dari
BPOM maka acuan standar tersebut memproteksi persaingan yang tidak sehat
dalam industri obat dan makanan termasuk cafe. Belum memiliki sertifikasi dari
BPOM merupakan salah satu kelemahan dari Rahat cafe karena menyangkut
kepercayaan yang diberikan kepada konsumen mengenai keamanan produknya.
Adapun menu yang dijual Rahat cafe dapat dilihat pada Lampiran 11.
2. Harga
Harga yang ditetapkan Rahat cafe bervariasi dan harga ditampilkan jelas
pada daftar menu. Konsumen tidak dikenakan pajak dari total harga pesanan.
Rahat cafe memadukan strategi harga dengan strategi promosi dengan
memberikan potongan harga 10 persen. Salah satu strategi yang dilakukan adalah
dengan adanya potongan harga untuk pelajar sekolah. Bagi pemegang kartu
b’smartcard berupa potongan harga untuk semua jenis menu di Rahat cafe. Hal ini
dilakukan untuk menjangkau segmen pelajar dan remaja. Dengan adanya program
strategi harga ini dapat dikatakan cukup berhasil dilihat berdasarkan pengunjung
yang datang sebagian besar adalah para remaja dan pelajar.
3. Promosi (Promotion)
Kegiatan promosi yang sudah diterapkan oleh Rahat cafe melalui
penyebaran leaflet, spanduk, door to door, dan potongan harga bagi pelajar yang
memiliki b’smartcard. Cafe ini belum mempromosikan produknya secara
berkisinambungan dan meluas bagi masyarakat kota Bogor.
4. Tempat (Place)
Strategi tempat yang dilakukan oleh Rahat cafe yaitu memiliki lokasi yang
cukup strategis yang berada dekat dengan pusat pembelanjaan, yaitu Pangrango
Plaza. Selain itu juga, Rahat cafe dekat dengan rumah penduduk, kostan
mahasiswa, warung-warung tenda pecel lele di belakang Pangrango Plaza, hotel
Permata, sekolah, dan tidak begitu jauh dengan jalan raya.
Strategi dalam Rahat cafe dapat melibatkan saluran distribusi fisik maupun
elektronik dalam proses penyampaiannya. Untuk dapat menikmati makanannya,
konsumen dapat langsung datang ke Rahat cafe ataupun konsumen dapat
menggunakan saluran elektronik melalui telepon untuk mendapatkan pelayanan
lunch box, catering box, dan delivery order. Hal ini merupakan kekuatan dari
Rahat cafe karena memiliki layanan khusus.
5. Orang
Orang atau karyawan yang merupakan bagian terpenting dalam
perusahaan. Karyawan merupakan orang yang terlibat dalam pemberian jasa dan
merupakan faktor intern yang memiliki peran yang cukup besar dalam
mewujudkan jasa yang dikehendaki oleh konsumen. Rahat cafe memiliki
karyawan yang ramah, sabar, dan respect yang dapat membuat konsumen
nyaman.
6. Proses
Proses merupakan semua kegiatan yang dapat dikoordinasikan dengan baik
untuk menciptakan kualitas serta pelayanan yang diberikan kepada konsumen.
Strategi proses yang telah diterapkan oleh Rahat cafe adalah peningkatan kinerja
karyawan. Selain itu, karyawan harus mampu memberikan tanggapan dalam
mengatasi keluhan dari konsumen menyangkut masalah pelayanan. Hal ini
dilakukan agar cafe dapat memperbaiki kinerjanya secara langsung dan
merupakan kekuatan bagi Rahat cafe dalam meningkatkan kualitas dan pelayanan.
Selain itu, dengan adanya berbagai menu yang beranekaragam dan unik maka
keuntungan usaha yang didapat relatif cukup besar karena menarik minat
konsumen untuk mencoba makanan tersebut.
7. Bukti Fisik
Bukti fisik berhubungan dengan fasilitas apa saja yang diberikan oleh Rahat
cafe seperti adanya sarana pendukung. Sarana pendukung yang diberikan meliputi
kamar mandi, mushola, dan tempat cuci tangan. Pemanfaatan fasilitas teknologi
canggih seperti layanan telkom hotspot untuk internet. Fasilitas ini bertujuan
untuk meraih segmen pelajar, mahasiswa, dan pegawai perkantoran lainnya yang
membutuhkan layanan informasi. Namun, fasilitas seperti area parkir belum
memiliki area parkir yang luas. Berdasarkan analisis lingkungan internal dalam
matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 30.
Tabel 30. Analisis Faktor Internal Rahat Cafe
No.
1.
Faktor Internal
Produk
2.
Harga
3.
Promosi
4.
Tempat
5.
Orang
6.
Proses
7.
Bukti Fisik
Kekuatan
Kelemahan
• Harga
yang
cukup • Belum
memiliki
sertifikasi dari BPOM
terjangkau
• Inovasi produk
• Sebagai
makanan
”Indonesia Foods, Healthy
and Diet Foods”
• Strategi harga khusus
untuk
pelajar
dengan
layanan kartu b’smartcard
• Penggunaan website
belum optimal
• Kegiatan
promosi
kurang gencar dan
berkesinambungan
• Memiliki layanan khusus
seperti lunch box, catering
box, dan delivery order
• Pelayanan
yang
baik • Tenaga kerja yang
terhadap konsumen
tidak terspesialisasi
• Peningkatan
kinerja
karyawan
• Nilai ROE yang besar
• Layanan telkom hotspot
• Area parkir kurang
memadai
Sumber: Rahat cafe, 2009
5.5
Analisis Lingkungan Eksternal Rahat Cafe di Bogor
Analisis
terhadap
lingkungan
eksternal
merupakan
tahap
untuk
mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Aspek
eksternal yang dianalisis, yaitu lingkungan jauh dan lingkungan industri.
Berdasarkan identifikasi dan hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak Rahat
cafe, dan hasil wawancara dengan pesaing cafe-cafe lain terhadap faktor-faktor
eksternal diperoleh beberapa faktor strategis eksternal yang berpotensi sebagai
peluang dan juga yang akan dapat menjadi ancaman bagi perusahaan. Faktorfaktor strategis eksternal ini diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan
pengisian kuesioner sendiri dilakukan oleh peneliti langsung pada saat melakukan
wawancara. Faktor-faktor strategis eksternal yang diperoleh dari hasil wawancara
tersebut adalah sebagai berikut:
5.5.1 Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh adalah faktor lingkungan eksternal yang merupakan
lingkungan jauh operasional perusahaan. Lingkungan jauh dipengaruhi oleh faktor
politik dan hukum, sosial, ekonomi, dan teknologi.
1. Faktor Politik
Faktor politik tentang undang-undang lingkungan dan perburuhan,
peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja serta sistem perpajakan. Ketiga
faktor politik tesebut, Rahat cafe belum menerapkan UU, peraturan maupun
sistem perpajakan dikarenakan bisnis atau usaha yang didirikan termasuk usaha
menengah sehingga belum sepenuhnya mampu menjalankan faktor tersebut
seperti halnya usaha besar yang sudah menerapkan ketiga faktor tersebut dalam
bisnisnya.
2. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi pada Rahat cafe berpengaruh terhadap inflasi karena sama
halnya dengan bisnis besar yang mengikuti perkembangan ekonomi. Penetapan
harga produk sangat berpengaruh terhadap peningkatan usaha dari tahun ke tahun,
penetapan harga ini dikendalikan oleh manajer operasional. Dalam hal
produktivitas Sumberdaya Manusia (SDM) dan teknologi, Rahat cafe tergolong
sudah maju karena SDM yang sudah terampil dalam mengolah makanan dan
teknologi yang digunakan pun sudah modern. Selain SDM yang terampil, Rahat
cafe juga menetapkan kriteria tenaga kerjanya, seperti memiliki tanggungjawab,
disiplin, dan kerjasama.
4. Faktor Sosial
Fakor sosial yang terdapat di Rahat cafe terdiri dari aspek sikap, gaya
hidup, dan adat istiadat karena ketiga hal tersebut cenderung berubah seiring
dengan perkembangan zaman, pola konsumsi masyarakat yang berubah yang
ingin makan cepat saji karena banyak masyarakat yang bekerja, sehingga tidak
sempat masak di rumah dan tentunya permintaan akan makanan cepat saji pun
meningkat sesuai dengan permintaan konsumen yang banyak.
4. Faktor Teknologi
Faktor teknologi yang sudah ada dapat mempengaruhi kinerja karyawan di
Rahat cafe karena dapat mempermudah karyawan dalam bekerja dan
mempermudah dalam hal mempromosikan produk baru kepada konsumennya.
Teknologi informasi ini berupa media elektronik yaitu internet.
5.5.2 Lingkungan Industri
Lingkungan industri terdiri dari ancaman masuk pendatang baru,
persaingan sesama perusahaan dalam industri, ancaman produk pengganti,
kekuatan tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok, dan
pengaruh kekuatan stakeholder lainnya.
1) Ancaman Masuk Pendatang Baru
Masuknya pendatang baru dalam industri rumah makan akan memberikan
implikasi pada penurunan pangsa pasar. Ancaman pendatang baru ini tergantung
seberapa besar hambatan untuk masuk ke dalam industri. Hambatan masuk bagi
pendatang baru dalam industri rumah makan, khususnya cafe bila dilihat dari
skala ekonomi dan kebutuhan modal relatif cukup tinggi. Hal ini disebabkan
karena untuk membuka sebuah usaha diperlukan skala ekonomi yang besar dan
kebutuhan modal awal yang cukup besar. Selain itu, untuk hambatan diferensiasi
produk cukup tinggi karena semakin produk itu berbeda atau unik maka
konsumen semakin penasaran untuk membelinya.
2) Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
Persaingan sesama perusahaan dalam industri yaitu faktor biaya tetap yang
besar karena beroperasi pada skala ekonomi yang tinggi. Persaingan sesama
perusahaan dalam industri, khususnya cafe yang berada di kota Bogor cenderung
kompetitif. Hal ini bisa dilihat dari jumlah cafe yang semakin bertambah dari
tahun ke tahunnya.
3) Ancaman Produk Pengganti
Rahat cafe merupakan cafe yang menyediakan berbagai macam menu
makanan. Ancaman produk pengganti atau subsitusi yang diperhitungkan oleh
Rahat cafe adalah Warung-warung tenda pecel lele yang berada dekat dengan
Rahat karena dilihat dari sisi harga, harga warung tenda lebih murah dibandingkan
dengan Rahat cafe sehingga konsumen cenderung untuk memilih produk dengan
harga yang lebih murah. Namun, menurut manajer Rahat cafe, produk utama tidak
mengancam produk utama karena produk utama merupakan produk yang sudah
diketahui maupun digemari oleh konsumen.
4) Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli
Kekuatan tawar-menawar pembeli sangat tinggi, karena jumlah alternatif
cafe yang tersedia di kota Bogor sangat banyak sehingga penawaran tinggi dan
konsumen bebas memilih cafe yang sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu,
Rahat cafe berusaha untuk mengikuti keinginan dan kebutuhan konsumen dengan
meningkatkan kualitas pelayanan dan produk melalui inovasi produk sehingga
membuat konsumen merasa tidak bosan dengan menu makanan yang ada.
5) Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok
Rahat cafe memperoleh pasokan bahan bakunya dari penjual ayam yang
berada di Bogor dan pasar Bogor. Penjual ayam memasok bahan baku utama
seperti daging ayam. Sedangkan untuk pemasok di pasar Bogor menyuplai bahan
baku beras, bumbu masakan, daging kambing, dan daging sapi. Kekuatan tawarmenawar pemasok tinggi, Rahat cafe tidak pernah berganti ke pemasok lain
karena sangat menjaga kualitas bahan bakunya. Berdasarkan analisis lingkungan
internal dalam matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 31.
Tabel 31. Analisis Faktor Eksternal Rahat Cafe
No.
1.
Faktor Eksternal
Lingkungan Jauh
2.
Lingkungan Industri
Sumber: Rahat cafe, 2009
Peluang
Ancaman
• Perubahan gaya hidup • Kenaikan harga bahan
masyarakat
baku
• Cukup tersedia angkatan
kerja
• Peningkatan pendapatan
dan daya beli masyarakat
• Perkembangan kemajuan
teknologi
• Tingkat
persaingan
cafe tinggi
• Kekuatan
tawarmenawar
pembeli
tinggi
• Kekuatan
tawarmenawar
pemasok
tinggi
5.6
Formulasi Alternatif Strategi Pemasaran
Setelah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman,
selanjutnya dilakukan perumusan strategi. Perumusan strategi meliputi tiga
tahapan, yaitu tahap masukan, tahap pencocokan, dan tahap pengambilan
keputusan.
5.6.1 Tahap Masukan
Tahap masukan merupakan tahap untuk memasukkan hasil analisis dan
identifikasi terhadap kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Hasil
analisis dan identifikasi lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan akan
disusun ke dalam matriks IFE, sedangkan hasil analisis dan identifikasi kondisi
eksternal berupa peluang dan ancaman akan disusun ke dalam matriks EFE.
1. Analisis Matriks IFE
Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan dari
faktor-faktor
internal
yang
terdapat
pada
perusahaan.
Matriks
IFE
menggambarkan kondisi internal perusahaan yang terdiri dari kekuatan dan
kelemahan yang dihitung berdasarkan rating dan bobot yang diambil kuesioner
dari manajer dan konsumen/pelanggan Rahat cafe. Tabel 32, menunjukkan
matriks IFE yang menganalisis 14 faktor sukses kritis yang terdiri dari sembilan
kekuatan dan lima kelemahan.
Tabel 32. Hasil Analisis Matriks IFE
Faktor Internal
Kekuatan
1. Harga yang cukup terjangkau
2. Inovasi produk
3. Pelayanan yang baik terhadap konsumen
4. Memiliki layanan khusus seperti lunch
box, catering box, dan delivery order
5. Sebagai makanan ”Indonesian Foods,
Healthy & Diet Foods”
6. Nilai ROE yang besar
7. Peningkatan kinerja karyawan
8. Layanan telkom hotspot
9. Strategi harga khusus untuk pelajar
dengan layanan kartu b’smartcard
Kelemahan
10. Belum memiliki sertifikasi dari BPOM
11. Tenaga kerja tidak terspesialisasi
12. Area parkir kurang memadai
13. Kegiatan promosi kurang gencar dan
berkesinambungan
14. Penggunaan website belum optimal
Total
Bobot
Rating
Skor
0.085
0.082
0.080
0.082
4
4
3
3
0.34
0.328
0.24
0.246
0.088
4
0.352
0.054
0.069
0.049
0.052
3
3
3
3
0.162
0.207
0.147
0.156
0.082
0.069
0.069
0.077
1
2
1
1
0.082
0.138
0.069
0.077
0.060
1.000
1
36
0.060
2.604
Sumber: Rahat cafe, 2009
Berdasarkan hasil analisis matriks IFE pada Tabel 32. menunjukkan
bahwa faktor yang menjadi kekuatan utama perusahaan adalah sebagai makanan
”Indonesian foods, healthy and diet foods” dengan nilai tertimbang tertinggi
sebesar 0.352 karena dengan adanya berbagai menu Indonesia dan sajian makanan
sehat maka konsumen dapat dengan mudah untuk memilih makanan, sehingga
tidak merasa bosan serta bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan dapat
memilih makanan sehat yang disediakan oleh Rahat cafe. Hal ini dapat
meningkatkan image baik bagi Rahat cafe sebagai cafe yang mengolah makanan
sehat, disamping itu pula dapat meningkatkan penjualan karena adanya inovasi
produk dan jumlah konsumen yang mengkonsumsi makanan sehat semakin
banyak. Sedangkan kelemahan utama adalah penggunaan website belum optimal
dengan nilai tertimbang terkecil sebesar 0.060. Hal ini dapat dilihat dari website
Rahat cafe yang belum dikelola dengan baik oleh manajemen Rahat, sehingga
konsumen merasa kesulitan untuk mencari informasi mengenai menu, harga,
maupun informasi pemasaran. Namun, kekuatan berupa ragam sajian makanan
Indonesia dan makanan sehat menjadikan Rahat cafe dikenal oleh konsumennya
sehingga dapat menutupi kelemahan dari belum optimalnya layanan website. Hal
ini dapat digantikan dengan disediakannya daftar menu bagi konsumen yang
datang.
Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 32, maka dapat diperoleh total
bobot skor sebesar 2.604. Hal ini menunjukkan bahwa Rahat cafe memiliki posisi
internal yang kuat karena telah mampu menggunakan kekuatan dan mengatasi
kelemahan dengan sangat baik.
2. Analisis Matriks EFE
Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari
faktor-faktor eksternal perusahaan. Matriks EFE menggambarkan kondisi
eksternal perusahaan yang terdiri dari peluang dan ancaman yang dihitung
berdasarkan bobot dan rating yang diambil kuesioner dari manajer Rahat cafe dan
pesaing. Tabel 33, menunjukkan matriks EFE yang menganalisis sembilan faktor
sukses kritis yang terdiri dari empat peluang dan lima ancaman.
Tabel 33. Hasil Analisis Matriks EFE
Faktor Eksternal
Peluang
1. Perubahan gaya hidup masyarakat
2. Peningkatan pendapatan dan daya beli
masyarakat
3. Cukup tersedia angkatan kerja
4. Perkembangan kemajuan ternologi
Ancaman
5. Tingkat persaingan cafe tinggi
6. Kenaikan harga bahan baku
7. Kekuatan tawar-menawar pembeli
tinggi
8. Kenaikan tawar-menawar pemasok
tinggi
9. Banyaknya produk substitusi
Total
Bobot
Rating
Skor
0.092
0.117
4
4
0.368
0.468
0.074
0.086
2
4
0.148
0.344
0.098
0.092
0.105
3
1
4
0.294
0.092
0.042
0.117
2
0.234
0.111
1.000
4
28
0.444
2.812
Sumber: Rahat cafe, 2009
Berdasarkan hasil analisis matriks EFE pada Tabel 33. menunjukkan
bahwa faktor yang menjadi peluang utama perusahaan adalah peningkatan
pendapatan dan daya beli masyarakat dengan nilai tertimbang tertinggi sebesar
0.468 karena semakin banyaknya cafe, konsumen mudah mendapatkan makanan
di luar rumah dengan praktis yang disebabkan oleh banyaknya konsumen yang
bekerja sehingga terjadi peningkatan pendapatan dan terjadi daya beli yang
semakin meningkat. Sedangkan ancaman utama adalah kenaikan harga bahan
baku dengan nilai tertimbang terkecil sebesar 0.092. Hal ini dapat terjadi karena
harga bahan baku dipasaran naik sehingga harga produk yang ditetapkan Rahat
cafe naik. Namun, dengan adanya peningkatan pendapatan dan daya beli
masyarakat akan makan di luar rumah meningkat maka kenaikan harga produk
tidak dijadikan kendala utama sehingga Rahat cafe dapat memanfaatkan peluang
yang ada dalam menghadapi ancaman.
Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 33, maka dapat diperoleh total
bobot skor sebesar 2.812. Hal ini menunjukkan bahwa Rahat cafe memiliki posisi
eksternal yang kuat karena telah mampu memanfaatkan peluang untuk mengatasi
ancaman.
5.6.2 Tahap Pencocokan
Tahap pencocokan merupakan tahap untuk merumuskan strategi
berdasarkan hasil analisis dan identifikasi akan kondisi lingkungan internal dan
eksternal perusahaan yang telah terkumpul. Pada tahap pencocokan model yang
akan digunakan dalam perumusan strategi adalah matriks IE (Internal-Eksternal)
dan matriks SWOT (Strength-Weakness-Opportunities-Threat).
1. Matriks IE
Matriks IE merupakan perpaduan dari skor terbobot matriks IFE dan skor
terbobot matriks EFE yang dipetakan sehingga diketahui posisi perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE, diperoleh
bobot skor sebesar 2.604 dan hasil analisis faktor eksternal menggunakan matriks
EFE diperoleh bobot skor sebesar 2.812. hasil pemetaan pada matriks IE dapat
dilihat pada Gambar 6.
Kuat
3,0-4,0
4,0
Skor Total
Tinggi
EFE
3,0-4,0
Skor Total IFE
Rata-rata
Lemah
2,0-2,99
1,0-1,99
3,0
2,0
1,0
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
Sedang
2,0-2,99
Rendah
1,0-1,99
Gambar 6. Hasil Analisis Matriks IE
Rahat cafe dalam pemasarannya menempati posisi dalam sel V. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi Hold and Maintain
(pertahankan dan pelihara). Strategi yang tepat digunakan dalam kuadran ini
adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.
Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan lingkungan internal dan
eksternal perusahaan berupa strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.
Penetrasi pasar adalah mencari pangsa pasar yang lebih besar untuk produk atau
jasa yang sudah ada sekarang melalui usaha pemasaran yang lebih gencar dan
berkesinambungan. Strategi ini dapat dilakukan dengan melakukan promosi yang
lebih gencar dan berkesinambungan. Promosi tersebut bukan hanya melalui mulut
ke mulut saja (door to door) tetapi juga meningkatkan promosi lewat brosur,
leaflet maupun membuat informasi website secara jelas.
Strategi pengembangan produk merupakan strategi yang bertujuan untuk
meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau menginovasi produk
yang ada saat ini. Strategi ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas
makanan dan minuman sehingga tidak terjadi perubahan rasa makanan dan
minuman setiap harinya serta menciptakan produk dan menambah menu masakan
lain sehingga konsumen tidak merasa bosan terhadap menu masakan di Rahat
cafe.
2. Matriks SWOT
Berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang diperoleh
melalui faktor internal dan eksternal dapat diformulasikan alternatif strategi yang
diambil. Formulasi strategi ini dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT
yang dapat dilihat pada Tabel 34. alternatif strategi yang diperoleh adalah sebagai
berikut:
Strategi S-O (Strength-Opportunity)
Strategi S-O merupakan strategi yang menggunakan kekuatan internal
perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal. Alternatif strategi yang dapat
dilakukan pada strategi S-O, yaitu:
1. Meningkatkan kualitas pengembangan produk melalui berbagai menu. Strategi
ini dilakukan agar konsumen tidak merasa bosan akan menu makanan yang
disediakan, sehingga bukan saja ayam goreng melainkan tersedia juga daging
sapi dan kambing serta berbagai menu makanan dan minuman yang lengkap.
Selain itu, meningkatkan kualitas pengembangan produk melalui berbagai
menu dapat meningkatkan nilai penjualan karena makanan yang dijual
beranekaragam tetapi dengan hal ini Rahat cafe tidak melupakan segi kualitas
dari
masing-masing
produk
agar
konsumen
merasa
aman
untuk
mengkonsumsi makanan tersebut.
Strategi W-O (Weakness-Opportunity)
Strategi W-O adalah strategi yang menggunakan peluang yang ada untuk
mengatasi/memperkecil kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Ada
beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-O, yaitu:
2. Meningkatkan kegiatan promosi melalui penyebaran leaflet,
brosur,
penggunaan website serta meningkatkan sponsorship. Strategi ini berupa
mengoptimalkan promosi melalui pembuatan informasi website secara jelas
bukan hanya melalui mulut ke mulut, brosur, serta leaflet. Hal ini dikarenakan
website merupakan sarana informasi keseluruhan dari manajemen sampai
pemasaran, salah satunya yaitu promosi. Promosi ini dilakukan agar
konsumen umum mengetahui keseluruhan produk Rahat yang sudah ada dan
produk baru yang dilengkapi dengan harga dari masing-masing produk. Tetapi
untuk saat ini Rahat cafe hanya menyediakan daftar menu makanan saja
sebagai salah satu bentuk promosi secara langsung, tujuannya agar lebih
efektif dan efisien sehingga konsumen dapat langsung mengetahui menu apa
saja yang akan dipesan.
3. Memberikan pelatihan kepada SDM muda untuk meningkatkan kualitas
manajerial melalui penetapan job description yang jelas dan terarah. Strategi
ini dilakukan agar meningkatkan kualitas SDM muda dalam hal pendidikan
berupa pendelegasian yang jelas dan terarah serta memberikan pelatihan
dalam mengolah berbagai menu makanan maupun penggunaan teknologi.
Strategi S-T (Strength-Threat)
Strategi ini bertujuan untuk menghindari atau mengurangi dampak dari
ancaman-ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan-kekuatan internal
yang ada. Alternatif yang dapat dilakukan pada strategi S-T, yaitu:
4. Meningkatkan loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik dengan
pemasok. Meningkatkan loyalitas konsumen terhadap suatu perusahaan sangat
penting, dalam hal ini adalah Rahat cafe harus memberikan yang terbaik untuk
konsumen, baik dari segi kualitas produk maupun pelayanannya. Sedangkan
menjaga hubungan baik dengan pemasok yaitu pemasok menyediakan
kebutuhan barang dan bahan baku yang berkualitas sehingga Rahat cafe pun
harus menjaga hubungan baik dengan pemasok agar kualitas bahan baku tetap
terjaga dan mampu menjamin ketersediaan dan kontinuitas bahan baku.
Strategi W-T (Weakness-Threat)
Strategi ini merupakan taktik untuk bertahan dengan cara mengurangi
kelemahan internal serta menghindari ancaman eksternal. Alternatif yang dapat
dilakukan pada strategi W-T, yaitu:
5. Meningkatkan fasilitas berupa menyediakan area parkir yang memadai dan
pembuatan sertifikasi halal dari BPOM. Strategi dalam menyediakan area
parkir yang memadai dilakukan agar memberikan fasilitas kemudahan bagi
konsumen yang memiliki kendaraan, konsumen dapat leluasa memilih tempat
parkir yang akan dituju, dan konsumen juga akan betah berlama-lama untuk
makan di tempat tersebut. Sedangkan dalam pembuatan sertifikasi halal dari
BPOM, konsumen akan lebih percaya dengan kualitas produk yang disediakan
karena ada jaminan kesehatan dari BPOM. Namun, Rahat cafe belum
memiliki sertifikasi tersebut karena menurutnya tidak semua konsumen
melihat hal tersebut melainkan konsumen lebih melihat kualitas makanan yang
enak dan bersih walaupun memang dengan adanya sertifikasi halal yang
merupakan nilai lebih bagi usaha atau bisnis makanan sehingga konsumen
menjadi lebih aman makan di Rahat cafe.
Tabel 34. Hasil Analisis Matriks SWOT Rahat Cafe
Kekuatan (S)
Kelemahan (W)
1. Harga
yang
cukup
terjangkau
2. Inovasi produk
3. Pelayanan
yang
baik
terhadap konsumen
4. Memiliki layanan khusus
seperti lunch box, catering
box, dan delivery order
5. Sebagai
makanan
”Indonesian
Foods,
Healthy, and Diet Foods”
6. Nilai ROE yang besar
7. Peningkatan
kinerja
karyawan
8. Layanan telkom hotspot
9. Strategi harga khusus untuk
pelajar dengan layanan
kartu b’smartcard
Strategi S-O
1. Belum
memiliki
sertifikasi dari BPOM
2. Tenaga
terja
tidak
terspesialisasi
3. Area
parkir
kurang
memadai
4. Kegiatan promosi kurang
gencar
dan
berkesinambungan
5. Penggunaan
website
belum optimal
1. Perubahan gaya hidup
masyarakat
2. Peningkatan pendapatan
dan daya beli masyarakat
3. Cukup tersedia angkatan
kerja
4. Perkembangan kemajuan
teknologi
5. Hambatan masuk industri
tinggi
1. Meningkatkan
kualitas
pengembangan
produk
melalui berbagai menu
(S2,S5,S6,O1,O2,O4,O5)
Ancaman (T)
Strategi S-T
1. Meningkatkan kegiatan
promosi
melalui
penyebaran
leaflet,
brosur,
penggunaan
website
serta
meningkatkan
sponsorship
(W4,W5,O1,O4)
2. Meningkatkan pelatihan
kepada SDM muda
untuk
meningkatkan
kualitas
manajerial
melalui penetapan job
description yang jelas
dan terarah
(W2,W5,O3,O4)
Strategi W-T
1. Tingkat persaingan cafe
tinggi
2. Kenaikan harga bahan
baku
3. Kekuatan tawar-menawar
pembeli tinggi
4. Kekuatan tawar-menawar
pemasok tinggi
5. Banyaknya
produk
substitusi
1. Meningkatkan
loyalitas
konsumen dan menjaga
hubungan baik dengan
pemasok
(S1,S2,S3,S4,S7,S8,S9,T1,
T2,T3,T4,T5)
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Peluang (O)
Strategi W-O
1. Meningkatkan fasilitas
berupa
menyediakan
area
parkir
yang
memadai
dan
pembuatan
sertifikasi
halal dari BPOM
(W1,W2,W3,T1,T3,T5)
5.6.3 Tahap Keputusan
Tahap keputusan merupakan tahap yang terakhir untuk menentukan
prioritas strategi terbaik yang akan dijalankan perusahaan dari alternatif-alternatif
strategi yang diperoleh dari hasil analisis SWOT. Untuk menentukan prioritas
strategi tersebut, digunakan alat analisis Quantitative Strategy Planning Matrix
(QSPM).
Hasil analisis matriks SWOT menghasilkan 4 alternatif, yaitu strategi SO,
strategi ST, strategi WO, dan strategi WT. Strategi tersebut akan dimasukkan ke
dalam matriks QSPM yang akan diestimasi dengan bobot dan Attractive Score
(AS). Penjabaran dari strategi-strategi tersebut berdasarkan hasil analisis QSPM
adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan kualitas pengembangan produk melalui berbagai menu. (TAS =
6.22)
b. Meningkatkan
kegiatan
promosi
melalui
penyebaran
leaflet,
brosur,
penggunaan website serta meningkatkan sponsorship. (TAS = 5.349)
c. Meningkatkan pelatihan kepada SDM muda untuk meningkatkan kualitas
manajerial melalui penetapan job description yang jelas dan terarah. (TAS =
5.013)
d. Meningkatkan loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik dengan
pemasok. (TAS = 6.826)
e. Meningkatkan fasilitas berupa menyediakan area parkir yang memadai dan
pembuatan sertifikasi dari BPOM. (TAS = 5.499)
Berdasarkan hasil analisis QSPM, dapat dilihat bahwa strategi terbaik
yang harus dilakukan sekarang adalah salah satu strategi ST yaitu meningkatkan
loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik dengan pemasok. Strategi ini
dilakukan karena loyalitas konsumen dilihat dari pelayanan yang baik serta
kualitas produk yang tetap terjaga dari pemasok agar tetap memberikan rasa aman
dan nyaman terhadap konsumen sehingga hal ini dapat meningkatkan jumlah
konsumen dan pendapatan.
Strategi dengan nilai TAS terkecil terdapat pada strategi WO yaitu
memberikan pelatihan kepada SDM muda untuk meningkatkan kualitas
manajerial melalui penetapan job description yang jelas dan terarah karena sampai
saat ini di Rahat cafe masih ada tumpang tindih pekerjaan sehingga hal ini
biasanya sering menghambat pekerjaan yang lain, misalnya pelayanan yang
kurang cepat yang mengakibatkan kebanyakan konsumen komplain. Namun,
menurut manager rahat dalam hal ini tidak begitu dipermasalahkan karena pihak
manajemen Rahat cafe sebelumnya melakukan pelatihan kepada karyawannya
hanya saja tidak dilakukan secara mendalam seperti di restoran-restoran besar.
Maka dari itu, perlu ditingkatkan kembali pelatihan kepada karyawan agar tetap
meningkatkan kualitas SDM agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan.
BAB V1
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
1. Rasio profitabilitas restoran KFC Taman Topi menghasilkan marjin laba
bersih yang hampir sama dengan Rahat cafe sebesar 9 dan 8 persen, sehingga
rasio keduanya baik. Namun, nilai ROE yang dihasilkan Rahat cafe sebagai
non waralaba lebih tinggi sebesar 85 persen dibandingkan dengan ROE pada
restoran KFC Taman Topi sebesar 27 persen.
2. Analisis lingkungan internal pada restoran KFC Taman Topi yang menjadi
kekuatan utama adalah citarasa ayam goreng KFC yang gurih dan renyah.
Kelemahan utama adalah penggunaan website belum optimal. Analisis
lingkungan eksternal yang menjadi peluang utama adalah perkembangan
kemajuan dan inovasi teknologi. Ancaman utama adalah kekuatan tawarmenawar pemasok tinggi. Analisis lingkungan internal pada Rahat cafe yang
menjadi kekuatan utama adalah sebagai makanan ”Indonesian foods, healthy
and diet foods”. Kelemahan utama adalah penggunaan website belum optimal.
Analsisis eksternal yang menjadi peluang utama adalah peningkatan
pendapatan dan daya beli masyarakat. Ancaman utama adalah kenaikan harga
bahan baku.
3. Alternatif strategi pengembangan usaha terbaik yang harus dilakukan oleh
restoran KFC Taman Topi adalah salah satu strategi S-O yaitu meningkatkan
pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa. Strategi terbaik yang
harus dilakukan oleh Rahat cafe adalah strategi S-T yaitu meningkatkan
loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik dengan pemasok.
6.2
Saran
Berdasarkan hasil penelitian analisis rasio profitabilitas dan rentabilitas
serta analisis lingkungan internal dan eksternal yang dilakukan pada restoran KFC
Taman Topi dan Rahat cafe, ada beberapa saran yang dapat diberikan yaitu :
Untuk restoran KFC Taman Topi:
1. Melihat besarnya perbedaan nilai ROE, rasio profitabilitas dan rentabilitas
antara restoran KFC Taman Topi dan Rahat cafe, sebaiknya restoran KFC
Taman Topi membuat kebijakan khusus dengan meningkatkan target
penjualan
dengan
meminimalisir
biaya
operasional
agar
dapat
meningkatkan Return on Stockholders Equity (ROE). Kebijakan ini
diharapkan agar restoran KFC Taman Topi mampu menyeimbangi
persaingan harga yang ketat dengan pesaing sehingga penjualan dapat
meningkat.
2. Meningkatkan penggunaan website secara optimal.
3. Menyediakan layanan drive thru dengan cara memanfaatkan area parkir
yang sudah ada.
Untuk Rahat cafe:
1. Mempertahankan nilai ROE agar target penjualan dapat terus meningkat.
2. Meningkatkan target pasar, khususnya masyarakat kota Bogor untuk
berkunjung ke Rahat cafe dengan cara promosi yang lebih gencar.
3. Meningkatkan kualitas produk dengan membuat sertifikasi dari BPOM.
4. Meningkatkan kinerja karyawan agar tidak terjadi tumpang tindih
pekerjaan melalui spesialisasi pekerjaan.
5. Memanfaatkan area parkir yang sudah ada dengan sebaik-baiknya.
6. Menyediakan layanan website secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini D. 2006. Analisis Pendapatan dan Strategi Pemasaran Usaha Warung
Tenda Pecel Lele di Sepanjang Jalan Pajajaran Bogor [skripsi]. Bogor:
Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
[BPS] Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2008. Kota Bogor dalam Angka 2008.
Bogor: Badan Pusat Statistik.
David F.R. 2002. Manajemen Strategis. Terjemahan; Edisi Ketujuh. Jakarta: PT
Prenhallindo.
David F.R. 2004. Manajemen Strategis. Konsep-Konsep; Edisi Kesembilan.
Jakarta: PT Indeks.
Fardiaz. 1994. Pengendalian Pangan dan Penerapan Pangan HACCP dalam
Pengendalian Jasa Boga. Buletin Teknologi dan Industri Pangan. Volume
3. Jakarta.
Firbani R. 2006. Analisis Strategi Pemasaran Restoran Waralaba Lokal (Studi
Kasus Ayam Bakar Wong Solo Cabang Bogor) [skripsi]. Bogor: Fakultas
Pertanian, Insitut Pertanian Bogor.
Kadarsan H.W. 1992. Keuangan Pertanian dan Pembiayaan Perusahaan
Agribisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kotler P, Amstrong. 1997. Manajemen Pemasaran. Terjemahan; Jilid I. Jakarta:
Salemba Empat.
Kotler P, Amstrong. 1997. Manajemen Pemasaran. Terjemahan; Jilid II. Jakarta:
Salemba Empat.
Kotler P. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid I. Jakarta: PT Indeks.
Machmud A. 1993. Pengantar Akuntansi 1. Depok: Universitas Gunadarma.
Partomo T.S., A.R. Soejoedono. 2004. Ekonomi Skala Menengah dan Koperasi.
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Rachmadi B.N. 2007. Waralaba: Franchising The Most Practical and Excellent
Way of Succeeding. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Rahmadhoni. 2006. Analisis Strategi Pemasaran Restoran Sunda Pajajaran
Bogor [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Rahmayanti D. 2008. Analisis Struktur Biaya dan Optimalisasi Pola Tanam
Sayuran Organik di Permata Hati Organic Farm Cisarua, Bogor [skripsi].
Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Ratnasari R.D. 2009. Analisis Strategi Pemasaran (Studi Kasus Ali Baba
Restaurant, Bogor) [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen,
Institut Pertanian Bogor.
Riyanto B. 1995. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat.
Yogyakarta: BPEF.
Siahaan P.E. 2008. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Restoran Rice Bowl
(Studi Kasus pada Restoran Rice Bowl Botani Square, Bogor) [skripsi].
Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Sugiarto, Endar, Sulatirningrum S. 1999. Pengantar Akomodasi dan Restoran.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sulastiningsih A.T. 2003. Akuntansi Pengantar Pendekatan Terpadu. Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada.
Yulia. 2006. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Rajungan di PT Muara
Bahari Internasional Kabupaten Cirebon, Jawa Barat [skripsi]. Bogor:
Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
LAMPIRAN
Lampiran 1.
Kuesioner Penelitian untuk Struktur Biaya dan Tingkat
Keuntungan Pada Restoran KFC Taman Topi Bogor
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG
WARALABA DAN NON WARALABA
(Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC)
Taman Topi dan Rahat Cafe)
IDENTITAS RESPONDEN
Nama
Umur
Jenis kelamin
Pendidikan
Pekerjaan
:
:
: 1. Laki-laki
2. Perempuan
:
:
Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara lengkap, objektif, dan
benar adanya, karena kuesioner ini digunakan untuk penelitian skripsi dengan
tujuan ilmiah sehingga sangat dibutuhkan data yang valid dan akurat.
Peneliti
Bestari Dewi Noviatni
H34076034
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
Pertanyaan (Silanglah jawaban di bawah ini yang menurut bapak/ibu benar)
1. Sudah berapa lama Restoran KFC berdiri di Indonesia?
1. ≥ 15 tahun (lebih dari 15 tahun)
2. ≤ 15 tahun (kurang dari 15 tahun)
3. Lainnya, sebutkan.....tahun
2. Berapa banyak outlet KFC di seluruh Indonesia?
1. ≥ 50 outlet
2. ≤ 50 outlet
3. Lainnya, sebutkan..... outlet
3. Dari pukul berapa KFC Taman Topi dibuka?
1. Pukul 08.00 – 21.00 WIB
2. Pukul 08.00 – 22.00 WIB
3. Lainnya, sebutkan.....
4. Apakah setiap shift untuk karyawan sore sampai malam ada tambahan uang
transport?
1. Ya
2. Tidak
5. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Sudah peraturan dari KFC pusat
2. Lainnya, sebutkan.....
6. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Setiap karyawan pada shift pagi maupun sore tidak dibeda-bedakan
2. Tidak ada ketentuan dari KFC pusat
3. Lainnya, sebutkan.....
7. Apakah gaji tenaga kerja kontrak dan karyawan tetap dibedakan?
1. Ya
2. Tidak
8. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Tenaga kerja kontrak dipekerjakan hanya sementara dan karyawan tetap
selamanya
2. Sudah ada di peraturan di surat perjanjian kerja KFC pusat
3. Lainnya, sebutkan.....
9. Berapa tahun masa kerja untuk tenaga kerja kontrak di KFC?
1. ≥ 3 tahun
2. ≤ 3 tahun
3. Lainnya, sebutkan.....tahun
10. Apakah masih bisa tenaga kerja kontrak untuk menjadi karyawan tetap?
1. Ya
2. Tidak
11. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Ada perpanjangan kontrak untuk tenaga kerja yang belum tetap
2. Jika bagus kerjanya, langsung dijadikan sebagai karyawan tetap
3. Lainnya, sebutkan.....
12. Berapakah gaji untuk tenaga kerja kontrak?
1. Antara Rp. 500.000 – Rp. 600.000
2. Antara Rp. 500.000 – Rp. 700.000
3. Lainnya, sebutkan.....
13. Berapakah gaji umum untuk karyawan tetap yang bekerja di store KFC Taman
Topi?
1. ≥ Rp. 800.000
2. ≤ Rp. 800.000
3. Lainnya, sebutkan.....
14. Berapakah gaji Bapak/Ibu sebagai manajer di KFC
2. Antara Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000
3. Lainnya, sebutkan.....
15. Apakah KFC Taman Topi ini masih membayar sewa tempat?
1. Antara Rp. 1.000.000 – Rp. 1.500.000?
1. Ya
2. Tidak
16. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Bangunan sudah menjadi milik KFC
2. Lainnya, sebutkan.....
17. Apakah penggunaan air dan listrik diperhitungkan dalam pengeluaran?
1. Ya
2. Tidak
18. Apakah jika terjadi penyusutan peralatan, KFC Taman Topi membeli baru
peralatan?
1. Ya
2. Tidak
19. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Peraturan dari KFC pusat
2. Tanggungjawab masing-masing outlet KFC
3. Lainnya, sebutkan.....
20. Mengapa harga setiap menu yang ditawarkan KFC berbeda di wilayah
Indonesia Timur?
1. Uang transport yang besar untuk mengantarkan bahan baku
2. Bahan baku di wilayah Indonesia Timur lebih mahal
3. Lainnya, sebutkan.....
21. Mengapa harga ayam goreng crispy dan ayam original dibedakan?
1. Ayam goreng crispy menggunakan banyak bumbu sedangkan original
menggunakan bumbu tidak selengkap ayam goreng crispy
2. Ketetapan harga dari KFC pusat
3. Lainnya, sebutkan.....
22. Berapakah harga ayam goreng crispy?
1. ≥ Rp. 6000
2. ≤ Rp. 6000
3. lainnya, sebutkan.....
23. Berapakah harga ayam goreng original?
1. ≥ Rp. 5000
2. ≤ Rp. 5000
3. lainnya, sebutkan.....
24. Berapa kira-kira jumlah ayam per harinya pada saat belum di masak?
1. ≥ 200 ekor
2. ≤ 200 ekor
3. Lainnya, sebutkan.....ekor ayam
25. Berapa jumlah per potong ayam (dada, paha atas, paha bawah) untuk dimasak
ayam goreng crispy dan original?
1. Ayam goreng crispy ≥ 100 per potong ayam(dada, paha atas, paha bawah)
ayam goreng original ≥ 100 per potong ayam(dada, paha atas, paha bawah)
2. Lainnya, sebutkan.....
26. Berapakah pendapatan penjualan ayam goreng KFC Taman Topi tiap
bulannya?
1. ≥ 100 juta rupiah
2. ≤ 100 juta rupiah
3. Lainnya, sebutkan.....
27. Berapakah pengeluaran bahan baku untuk membeli ayam dalam sebulan?
1. ≥ 5 juta rupiah
2. ≤ 5 juta rupiah
3. Lainnya, sebutkan.....
28. Kira-kira ada berapa pembeli tiap harinya yang makan di KFC Taman Topi?
1. ≥ 100 orang
2. ≤ 100 0rang
3. Lainnya, sebutkan.....
29. Apabila ada sisa ayam goreng crispy maupun original yang tidak habis dalam
sehari, apakah disimpan untuk esok harinya?
1. Ya
2. Tidak
30. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Langsung dibuang
2. Lainnya, sebutkan.....
31. Biasanya pendapatan yang KFC peroleh digunakan untuk membeli bahan
baku?
1. Ya
2. Tidak
32. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Apabila persediaan bahan baku sudah habis saja
2. Sengaja membeli untuk persediaan
3. Lainnya, sebutkan.....
33. Selain membeli bahan baku, biasanya pendapatan yang diperoleh KFC
juga digunakan untuk membeli peralatan masak?
1. Ya
2. Tidak
34. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Peralatan masak sudah rusak
2. Sebagai persediaan apabila peralatan tidak dapat dipakai
3. Lainnya, sebutkan.....
35. Berapakah harga ayam goreng crispy dan original yang dijual lengkap
dengan nasi?
1. ≥ Rp. 12.000
2. ≤ Rp. 12.000
3. lainnya, sebutkan.....
36. Ada berapa jumlah tenaga kerja kontrak di KFC Taman Topi?
1. ≥ 10 orang
2. ≤ 10 orang
3. Lainnya, sebutkan.....orang
37. Ada berapa jumlah karyawan tetap di KFC Taman Topi?
1. ≥ 15 orang
2. ≤ 15 orang
3. Lainnya, sebutkan.....orang
38. Apakah upah/gaji setiap tenaga kerja kontrak maupun tetap yang di store KFC
tidak termasuk uang makan tiap hari?
1. Ya
2. Tidak
39. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Sudah ketentuan bahwa uang makan diberi tiap hari untuk 1 kali makan
2. Untuk kesejahteraan karyawan
3. Lainnya, sebutkan.....
40. Selain upah/gaji, apakah KFC Taman Topi memberikan Tunjangan Hari Raya
(THR) kepada tenaga kerja kontrak?
1. Ya
2. Tidak
41. Jika Tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Upah/gaji sudah termasuk uang THR
2. Tidak ada ketentuan dari KFC di surat perjanjian kerja
3. Lainnya, sebutkan.....
42. Selain upah/gaji, apakah KFC Taman Topi memberikan Tunjangan Hari Raya
(THR) kepada karyawan tetap?
1. Ya
2. Tidak
43. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Upah/gaji berikut juga uang THR
2. Ada ketentuan dari KFC di surat perjanjian kerja
3. Lainnya, sebutkan.....
Struktur Biaya Pada Restoran KFC Taman Topi Periode November 2008 –
Oktober 2009
Keterangan
Nilai
(Rp)
Biaya Tetap:
- Biaya penyusutan investasi
- Sewa tempat
- Gaji tenaga kerja
- ..........
- ..........
- ..........
- ..........
Total Biaya Tetap
Biaya Variabel:
- Pembelian bahan baku
- Biaya listrik
- Biaya telepon
- Biaya air
- ..........
- ..........
- ..........
- ..........
Total Biaya Variabel
Total Biaya (Biaya Tetap + Biaya Variabel)
Analisis Keuntungan Restoran KFC Taman Topi Periode November 2008–
Oktober 2009
No.
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
Keterangan
Penerimaan
Biaya Tetap
Biaya Variabel
Total Biaya (B + C)
EBIT
EBT
EAT
Marjin Laba Operasi (%)
Marjin Laba Bersih (%)
ROE (%)
Total
(Rp)
Struktur Biaya Pada Restoran KFC Taman Topi Periode November 2008 –
Oktober 2009
Keterangan
Biaya Tetap:
- Biaya penyusutan investasi
- Gaji karyawan
1 bulan: Rp. 890.000 x 54 orang = Rp. 48.060.000
1 tahun: Rp. 48.060.000 x 12 bulan
- Gas elpiji
= Rp. 300.000 x 5 tabung x 30 hari x 12 bulan
- Kardus/tempat membungkus produk take away
1 bulan: 500 kardus x Rp. 200
1 tahun: Rp. 100.000 x 30 hari x 12 bulan
- Kantong plastik
1 bulan: 25 pak (20 plastik) x Rp. 3.000
1 tahun: Rp. 75.000 x 30 hari x 12 bulan
- Provit sharing
1 tahun: 30.000.000
Total Biaya Tetap
Biaya Variabel
- Pembelian bahan baku
- Biaya listrik
1 bulan: Rp. 5.000.000
1 tahun: Rp. 5.000.000 x 12 bulan
- Biaya telepon
1 bulan: Rp. 3.000.000
1 tahun: Rp. 3.000.000 x 12 bulan
- Biaya air
1 bulan: Rp. 1.000.000
1 tahun: Rp. 1.000.000 x 12 bulan
Total Biaya Variabel
Total Biaya (Biaya Tetap + Biaya Variabel)
Nilai
(Rp)
37.249.200
576.720.000
540.000.000
36.000.000
27.000.000
30.000.000
1.246.969.200
5.313.600.000
60.000.000
36.000.000
12.000.000
5.421.600.000
6.668.569.200
Perhitungan keuntungan dengan menggunakan rumus EBIT, EBT, dan EAT adalah
sebagai berikut:
EBIT = Penerimaan penjualan – Biaya penjualan
= Rp. 7.408.724.400 – Rp. 6.668.569.200
= Rp. 740.155.200
EBT = EBIT – Beban bunga
= Rp. 740.155.200 – 0
= Rp. 740.155.200
EAT = EBT – Beban pajak
= Rp. 740.155.200 – 74.087.244
= Rp. 666.067.956
•
Analisis Rasio Profitabilitas:
1. Marjin Laba Operasi
= EBIT x 100% =
Penjualan
2. Marjin Laba Bersih
•
740.155.200
7.408.724.400
= 10%
= EAT x 100% =
666.067.956
= 9%
Penjualan
7.408.724.400
Analisis Rasio Rentabilitas:
ROE = EAT
x 100% = 666.067.956 = 27%
Modal sendiri
2.500.000.000
Lampiran 2.
Kuesioner Penelitian untuk Struktur Biaya dan Tingkat
Keuntungan Pada Rahat Cafe Bogor
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG
WARALABA DAN NON WARALABA
(Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC)
Taman Topi dan Rahat Cafe)
IDENTITAS RESPONDEN
Nama
Umur
Jenis kelamin
Pendidikan
Pekerjaan
:
:
: 1. Laki-laki
2. Perempuan
:
:
Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara lengkap, objektif, dan
benar adanya, karena kuesioner ini digunakan untuk penelitian skripsi dengan
tujuan ilmiah sehingga sangat dibutuhkan data yang valid dan akurat.
Peneliti
Bestari Dewi Noviatni
H34076034
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
Pertanyaan (Silanglah jawaban di bawah ini yang menurut bapak/ibu benar)
2. Sudah berapa lama Rahat cafe berdiri?
1. ≥ 3 tahun
2. ≤ 3 tahun
3. Lainnya, sebutkan.....tahun
2. Apakah Rahat cafe sudah memiliki cabang?
1. Ya
2. Tidak
3. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Rahat cafe belum berdiri lama
2. Modal belum mencukupi
3. Lainnya, sebutkan.....
4. Dari pukul berapa Rahat cafe dibuka?
1. Pukul 08.00 – 21.00 WIB
2. Pukul 10.00 – 22.00 WIB
3. Lainnya, sebutkan.....
5. Apakah karyawan di Rahat cafe bekerja shift?
1. Ya
2. Tidak
5. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Karyawan sedikit
2. Lainnya, sebutkan.....
6. Berapakah gaji untuk karyawan Rahat cafe?
1. Antara Rp. 500.000 – Rp. 600.000
2. Antara Rp. 500.000 – Rp. 700.000
3. Lainnya, sebutkan.....
7. Berapakah gaji Bapak/Ibu sebagai manajer di Rahat cafe?
1. Antara Rp. 1.000.000 – Rp. 1.500.000
2. Antara Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000
3. Lainnya, sebutkan.....
8. Apakah Rahat cafe masih membayar sewa tempat?
1. Ya
2. Tidak
9. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Bangunan bukan milik Rahat cafe sendiri
2. Lainnya, sebutkan.....
10. Apakah penggunaan air dan listrik diperhitungkan dalam pengeluaran?
1. Ya
2. Tidak
11. Apakah jika terjadi penyusutan peralatan, Rahat cafe membeli baru
peralatan?
1. Ya
2. Tidak
12. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Terpaksa beli karena peralatan sudah rusak
2. Ketentuan dari Rahat cafe yang mengharuskan membeli peralatan apabila
rusak
3. Lainnya, sebutkan.....
13. Mengapa harga setiap menu yang ditawarkan Rahat cafe berbeda?
4. Dilihat dari harga bahan baku yang mahal
5. Kesulitan dalam membuat makanannya
6. Lainnya, sebutkan.....
14. Berapa harga nasi timbel yang memakai ayam goreng?
1. ≥ Rp. 10.000
2. ≤ Rp. 10.000
3. Lainnya, sebutkan.....
15. Berapakah harga ayam goreng tanpa nasi timbel?
1. ≥ Rp. 7000
2. ≤ Rp. 7000
3. lainnya, sebutkan.....
16. Berapa kira-kira jumlah ayam per harinya pada saat belum di masak?
4. ≥ 50 ekor
5. ≤ 50 ekor
6. Lainnya, sebutkan.....ekor ayam
17. Berapakah pendapatan penjualan nasi timbel yang memakai ayam goreng di
Rahat cafe tiap bulannya?
4. ≥ 1 juta rupiah
5. ≤ 1 juta rupiah
6. Lainnya, sebutkan.....
18. Berapakah pengeluaran bahan baku untuk membeli ayam dalam sebulan?
1. ≥ Rp. 500.000
2. ≤ Rp. 500.000
3. Lainnya, sebutkan.....
19. Kira-kira ada berapa pembeli tiap harinya yang makan di Rahat cafe?
1. ≥ 50 orang
2. ≤ 50 0rang
3. Lainnya, sebutkan.....
20. Apabila ada sisa ayam goreng yang tidak habis dalam sehari, apakah disimpan
untuk esok harinya?
1. Ya
2. Tidak
21. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Langsung dibuang
2. Lainnya, sebutkan.....
22. Biasanya pendapatan yang Rahat cefe peroleh digunakan untuk membeli
bahan baku?
1. Ya
2. Tidak
23. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Apabila persediaan bahan baku sudah habis saja
2. Sengaja membeli untuk persediaan
3. Lainnya, sebutkan.....
24. Selain membeli bahan baku, biasanya pendapatan yang diperoleh Rahat cafe
juga digunakan untuk membeli peralatan masak?
1. Ya
2. Tidak
25. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Peralatan masak sudah rusak
2. Sebagai persediaan apabila peralatan tidak dapat dipakai
3. Lainnya, sebutkan.....
26. Ada berapa jumlah karyawan yang bekerja di Rahat cafe?
4. ≥ 10 orang
5. ≤ 10 orang
6. Lainnya, sebutkan.....orang
27. Apakah upah/gaji setiap karyawan sudah belum termasuk uang makan tiap
hari?
3. Ya
4. Tidak
28. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
4. Sudah ketentuan bahwa uang makan diberi tiap hari untuk 1 kali makan
5. Untuk kesejahteraan karyawan
6. Lainnya, sebutkan.....
29. Selain upah/gaji, apakah Rahat cafe memberikan Tunjangan Hari Raya (THR)
kepada karyawan?
3. Ya
4. Tidak
30. Jika Tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
4. Upah/gaji sudah termasuk uang THR
5. Tidak ada ketentuan dari Rahat cafe
6. Lainnya, sebutkan.....
Struktur Biaya Pada Rahat Cafe Periode Desember 2008 –Desember 2009
Keterangan
Biaya Tetap:
- Biaya penyusutan investasi
- Sewa tempat
- Gaji tenaga kerja
- Abodemen listrik
- Abodemen telepon
Total Biaya Tetap
Biaya Variabel:
- Pembelian bahan baku
- Biaya listrik
- Biaya telepon
- Biaya air
Total Biaya Variabel
Total Biaya (Biaya Tetap + Biaya Variabel)
Nilai
(Rp)
Analisis Keuntungan Rahat Cafe Periode Desember 2008 – Desember 2009
No.
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
Keterangan
Total
(Rp)
Penerimaan
Biaya Tetap
Biaya Variabel
Total Biaya (B + C)
EBIT
EBT
EAT
Marjin Laba Operasi (%)
Marjin Laba Bersih (%)
ROE (%)
Perhitungan keuntungan dengan menggunakan rumus EBIT, EBT, dan EAT adalah
sebagai berikut:
EBIT = Penerimaan penjualan – Biaya penjualan
= Rp. 494.825.700 – Rp. 446.213.700
= Rp. 48.612.000
EBT = EBIT – Beban bunga
= Rp. 48.612.000 – 4.861.200
= Rp. 43.750.800
EAT = EBT – Beban pajak
= Rp. 43.750.800 – 1.093.770
= Rp. 42.657.030
• Analisis Rasio Profitabilitas:
3. Marjin Laba Operasi
= EBIT x 100% =
Penjualan
4. Marjin Laba Bersih
•
48.612.000
494.825.700
= EAT x 100% =
42.657.030
Penjualan
494.825.700
Analisis Rasio Rentabilitas:
= 10%
= 8%
ROE = EAT
x 100% = 42.657.030
Modal sendiri
50.000.000
= 85%
Lampiran 3. Penilaian Responden Terhadap Faktor Internal Restoran KFC
Taman Topi di Bogor
1. KEKUATAN
A = Citarasa ayam goreng yang gurih dan renyah
B = Lokasi usaha yang strategis
C = Kecepatan dan pelayanan yang ramah terhadap konsumen
D = Kualitas produk terjaga
E = Inovasi produk
F = Strategi harga khusus untuk menu goceng
G = Harga yang cukup terjangkau
H = Memiliki sertifikasi halal dari MUI
I = Memiliki fasilitas birthday party
J = Sarana pendukung yang sudah lengkap
K = Tenaga kerja terspesialisasi
L = Pelayanan internet corner
M = Promosi cukup dilakukan
2. KELEMAHAN
N = Pelayanan website belum optimal
O = Tidak memiliki layanan drive thru
Reponden 1: Bapak Tomi Yuliawan (Manajer Restoran)
A
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
1
2
2
2
2
1
1
2
2
2
3
2
1
2
B
3
2
2
2
3
3
2
2
2
2
2
2
1
3
C
2
2
2
2
3
2
2
2
2
1
3
2
1
2
D
2
2
2
1
2
1
2
2
2
2
2
2
1
2
E
2
2
2
3
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
F
2
1
1
2
2
2
1
2
2
1
2
2
2
2
G
3
1
2
3
2
2
2
3
2
3
2
2
2
2
H
3
2
2
2
3
3
2
3
3
2
2
3
1
2
I
2
2
2
2
2
2
1
1
2
2
2
2
1
2
J
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
1
1
2
K
2
2
3
2
2
3
1
2
2
2
2
2
2
1
L
1
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
1
1
2
M
2
2
2
2
2
2
2
1
2
3
2
3
1
2
N
3
3
3
3
2
2
2
3
3
3
2
3
3
2
O
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
3
2
2
2
Total
31
24
28
31
28
32
25
23
31
31
28
32
28
19
28
419
Bobot
0.074
0.057
0.067
0.074
0.067
0.076
0.060
0.055
0.074
0.074
0.067
0.076
0.067
0.074
0.057
1.000
Reponden 2: Bapak Maman (Manajer Pemasaran KFC Pusat)
A
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
B
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
C
2
2
2
2
3
1
2
2
2
2
3
3
2
2
D
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
E
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
F
2
2
1
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
G
3
3
3
3
2
3
2
2
2
2
2
2
2
2
H
2
2
2
2
3
2
2
2
2
1
2
2
2
2
I
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
J
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
K
2
2
2
2
2
2
2
3
2
3
2
3
2
2
L
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
M
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
N
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
O
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
Total
29
29
27
29
28
30
26
28
28
29
25
29
30
27
26
420
Bobot
0.070
0.070
0.064
0.070
0.067
0.071
0.062
0.067
0.067
0.070
0.060
0.070
0.071
0.070
0.070
1.000
Lampiran 4.
Penilaian Responden Terhadap Faktor Eksternal Restoran
KFC Taman Topi di Bogor
1. PELUANG
A = Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat
B = Pertumbuhan jumlah penduduk
C = Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
D = Cukup tersedia angkatan kerja
E = Perkembangan kemajuan dan inovasi teknologi
2. ANCAMAN
F = Hambatan masuk industri tinggi
G = Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
H = Kenaikan harga bahan baku
I = Tingkat persaingan dalam industri restoran tinggi
Reponden 1: Bapak Tomi Yuliawan (Manajer Restoran)
A
A
B
C
D
E
F
G
H
I
2
2
1
2
1
2
2
1
B
2
2
2
3
1
3
3
1
C
2
2
2
2
1
2
2
1
D
3
2
2
2
1
2
3
1
E
2
1
2
2
1
2
2
2
F
3
3
3
3
3
3
3
2
G
2
1
2
2
2
1
2
1
H
2
1
2
1
2
1
2
I
3
3
3
3
2
2
3
3
Total
19
15
18
16
18
9
19
20
10
144
1
Bobot
0.132
0.104
0.125
0.112
0.125
0.062
0.132
0.139
0.070
1.000
Reponden 2: Bapak Maman (Manajer Pemasaran KFC Pusat)
A
A
B
C
D
E
F
G
H
I
1
2
1
3
1
1
3
3
B
3
2
2
3
2
2
1
2
C
2
2
1
2
2
3
3
2
D
3
2
3
2
2
3
3
3
E
1
1
2
2
1
2
1
2
F
3
2
2
2
3
2
2
2
G
2
2
1
1
2
2
2
2
H
1
3
1
1
3
2
2
1
I
1
2
2
2
2
2
2
3
Total
16
15
15
12
20
14
17
18
18
145
Bobot
0.110
0.103
0.103
0.083
0.138
0.096
0.117
0.124
0.124
1.000
Lampiran 5. Rata-Rata Nilai Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal
Pada Restoran KFC Taman Topi
Nilai Bobot Rata-Rata Faktor Strategis Internal
Faktor Internal
Kekuatan
1. Citarasa ayam goreng yang gurih
dan renyah
2.
Lokasi KFC yang strategis
3.
Kecepatan dan pelayanan yang
ramah terhadap konsumen
4. Kualitas produk terjaga
5. Inovasi produk
6. Strategi harga khusus untuk menu
goceng
7. Harga yang cukup terjangkau
8. Memiliki sertifikasi halal dari MUI
9. Memiliki fasilitas birthday party
10. Sarana pendukung yang sudah
lengkap
11. Tenaga kerja terspesialisasi
12. Pelayanan internet corner
13. Promosi cukup dilakukan
Kelemahan
14. Penggunaan website belum optimal
15. Tidak memiliki layanan drive thru
Total
Responden 1
Responden 2
Rata-Rata
0.074
0.070
0.072
0.057
0.067
0.070
0.064
0.063
0.065
0.074
0.067
0.076
0.070
0.067
0.071
0.072
0.067
0.073
0.060
0.055
0.074
0.074
0.062
0.067
0.067
0.070
0.061
0.058
0.070
0.072
0.067
0.076
0.067
0.060
0.070
0.071
0.063
0.073
0.069
0.074
0.057
0.070
0.070
0.072
0.063
1.000
Responden 1
Responden 2
Rata-Rata
4
4
4
4
4
4
3
4
3.5
3
4
3
4
4
4
3.5
4
3.5
3
4
4
4
3
4
4
3
3
4
4
3.5
4
3
3
3
4
4
3.5
3.5
3.5
2
3
2
3
2
3
Nilai Rating Rata-Rata Faktor Strategis Internal
Faktor Internal
Kekuatan
1. Citarasa ayam goreng yang gurih
dan renyah
2.
Lokasi KFC yang strategis
3.
Kecepatan dan pelayanan yang
ramah terhadap konsumen
4. Kualitas produk terjaga
5. Inovasi produk
6. Strategi harga khusus untuk menu
goceng
7. Harga yang cukup terjangkau
8. Memiliki sertifikasi halal dari MUI
9. Memiliki fasilitas birthday party
10. Sarana pendukung yang sudah
lengkap
11. Tenaga kerja terspesialisasi
12. Pelayanan internet corner
13. Promosi cukup dilakukan
Kelemahan
14. Penggunaan website belum optimal
15. Tidak memiliki layanan drive thru
Lampiran 6. Rata-Rata Nilai Bobot dan Rating Faktor Strategis Eksternal
Pada Restoran KFC Taman Topi
Nilai Bobot Rata-Rata Faktor Strategis Eksternal
Faktor Eksternal
Responden 1
Peluang
1. Perubahan pola dan gaya hidup
0.132
masyarakat
2. Pertumbuhan jumlah penduduk
0.104
3. Peningkatan pendapatan dan daya
0.125
beli masyarakat
4. Cukup tersedia angkatan kerja
0.112
5. Perkembangan kemajuan dan inovasi
0.125
teknologi
Ancaman
6. Hambatan masuk industri tinggi
0.062
7. Kekuatan tawar-menawar pemasok
0.132
tinggi
8. Kenaikan harga bahan baku
0.139
Tingkat persaingan dalam industri
0.070
restoran tinggi
Total
Responden 2
Rata-Rata
0.110
0.121
0.103
0.103
0.103
0.114
0.083
0.138
0.195
0.131
0.096
0.117
0.080
0.124
0.124
0.124
0.131
0.097
1.000
Nilai Rating Rata-Rata Faktor Strategis Eksternal
Faktor Eksternal
Peluang
1. Perubahan pola dan gaya hidup
masyarakat
2. Pertumbuhan jumlah penduduk
3. Peningkatan pendapatan dan daya
beli masyarakat
4. Cukup tersedia angkatan kerja
5. Perkembangan kemajuan dan inovasi
teknologi
Ancaman
6. Hambatan masuk industri tinggi
7. Kekuatan tawar-menawar pemasok
tinggi
8. Kenaikan harga bahan baku
9. Tingkat persaingan dalam industri
restoran tinggi
Responden 1
Responden 2
Rata-Rata
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
3.5
4
1
1
2
1
1.5
1
4
4
2
1
3
2.5
Lampiran 7. Tabulasi Jawaban Responden Untuk Prioritas Strategi Pada Restoran KFC Taman Topi
Faktor Strategis
Faktor Internal
Kekuatan
1. Citarasa ayam goreng yang
gurih dan renyah
2. Lokasi KFC yang strategis
3. Kecepatan dan pelayanan
yang
ramah terhadap
konsumen
4. Kualitas produk terjaga
5. Inovasi produk
6. Strategi harga khusus untuk
menu goceng
7. Harga yang cukup terjangkau
8. Memiliki sertifikasi halal dari
MUI
9. Memiliki fasilitas birthday
party
10.Sarana pendukung yang
sudah lengkap
11.Tenaga kerja terspesialisasi
12.Pelayanan internet corner
13.Promosi cukup dilakukan
Kelemahan
1. Penggunaan website belum
optimal
2. Tidak memiliki layanan
drive thru
Strategi 1
Ratarata
Responden
1
2
Strategi 2
Ratarata
Responden
1
2
Strategi 3
Ratarata
Responden
1
2
Strategi 4
Ratarata
Responden
1
2
Strategi 5
Ratarata
Responden
1
2
Strategi 6
Ratarata
Responden
1
2
4
3
3.5
4
4
4
4
3
3.5
1
2
1.5
4
3
3.5
3
3
3
4
3
3
4
3.5
3.5
3
3
2
3
2.5
3
4
4
4
4
4
4
4
4
2
4
3
4
2
4
2
4
2
4
2
4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
4
3.5
3.5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
3
4
3
3
3.5
3.5
3
3
3
2
4
4
3
3.5
3.5
2.5
4
4
4
4
3
3
4
3.5
3.5
4
2
3
4
2
2
4
2
2.5
3
3
3
3
3
3
4
4
3
4
3.5
4
3
3
2
3
3.5
3
2
2
2
2
2
2
4
4
3
4
3.5
4
3
2
2
4
2.5
3
4
4
4
3
2
2.5
4
2
3
3
2
2.5
4
2
3
3
2
2.5
3
4
3.5
3
2
2.5
3
3
3
2
2
2
3
4
3.5
3
2
2.5
3
4
4
3
3
4
3
3.5
4
2
1
4
2
2
4
2
1.5
4
3
4
4
2
2
3
2.5
3
3.5
4
2
3
4
3
3
4
2.5
3
3
4
4
1
2
3
2
3
3.5
2
1
3
3
1
2
2.5
1
2.5
4
3
3.5
3
3
3
4
4
4
3
4
3.5
4
3
3.5
2
2
2
4
4
4
3
2
2.5
4
4
4
2
3
2.5
4
1
2.5
4
4
4
Peluang
1. Perubahan pola dan gaya
hidup masyarakat
2. Pertumbuhan
jumlah
penduduk
3. Peningkatan pendapatan dan
daya beli masyarakat
4. Cukup tersedia angkatan
kerja
5. Perkembangan kemajuan dan
inovasi teknologi
Ancaman
1. Hambatan masuk industri
tinggi
2. Kekuatan
tawar-menawar
pemasok tinggi
3. Kenaikan harga bahan baku
4. Tingkat persaingan dalam
industri restoran tinggi
4
4
4
3
3
3
2
4
3
2
2
2
3
4
3.5
4
4
4
4
3
3.5
1
2
1.5
4
4
4
3
3
3
2
1
1.5
3
3
3
4
4
4
4
3
3.5
4
2
3
2
2
2
3
4
3.5
4
4
4
3
2
2.5
1
1
1
2
2
2
4
4
4
1
1
1
1
1
1
4
4
4
4
3
3.5
4
4
4
4
4
4
4
2
3
3
3
3
4
3
3.5
2
4
3
4
4
4
3
2
2.5
1
3
2
2
1
1.5
4
3
3.5
4
4
4
3
2
2.5
3
2
2.5
4
4
4
4
1
2.5
3
4
2
4
2.5
4
3
3
4
3
3.5
3
3
3
2
2
2.5
2.5
2
3
2
3
2
3
2
4
3
2
2.5
3
1
2
1
3
1
2.5
Lampiran 8. Hasil Matriks QSPM Restoran KFC Taman Topi
Faktor Sukses Kritis
KEKUATAN
Citarasa ayam goreng yang gurih dan renyah
Lokasi KFC yang strategis
Kecepatan dan pelayanan yang ramah terhadap konsumen
Kualitas produk terjaga
Inovasi produk
Strategi harga khusus untuk menu goceng
Harga yang cukup terjangkau
Memiliki sertifikasi halal dari MUI
Memiliki fasilitas birthday party
Sarana pendukung yang sudah lengkap
Tenaga kerja terspesialisasi
Pelayanan internet corner
Promosi cukup dilakukan
KELEMAHAN
Pelayanan website belum optimal
Tidak memiliki layanan drive thru
PELUANG
Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat
Pertumbuhan jumlah penduduk
Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
Cukup tersedia angkatan kerja
Perkembangan kemajuan dan inovasi teknologi
ANCAMAN
Hambatan masuk industri tinggi
Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
Kenaikan harga bahan baku
Tingkat persaingan dalam industri restoran tinggi
Total
Bobot
Strategi 1
AS
TAS
Strategi 2
AS
TAS
Strategi 3
AS
TAS
Strategi 4
AS
TAS
Strategi 5
AS
TAS
Strategi 6
AS
TAS
0.072
0.063
0.065
0.072
0.067
0.073
0.061
0.058
0.070
0.072
0.063
0.073
0.069
3.5
3.5
3.5
3.5
3.5
4
3
3
4
3.5
3
3.5
4
0.252
0.220
0.227
0.252
0.234
0.292
0.183
0.174
0.28
0.252
0.189
0.255
0.276
4
2.5
3
4
4
4
3.5
4
2.5
2.5
2
1.5
4
0.288
0.157
0.681
1.008
0.936
1.168
0.213
0.232
0.175
0.18
0.126
0.109
0.276
3.5
4
4
3.5
3.5
3
3.5
3
3
3
2.5
3
3.5
0.252
0.252
0.26
0.252
0.234
0.219
0.213
0.174
0.21
0.216
0.157
0.219
0.241
1.5
3
4
3.5
3.5
2.5
2
2
2.5
2
4
2.5
3
0.108
0.189
0.26
0.252
0.234
0.182
0.122
0.116
0.175
0.144
0.252
0.182
0.207
3.5
2
4
4
3.5
3.5
3.5
4
3
3.5
2
3
3.5
0.252
0.126
0.26
1.008
0.234
0.255
0.213
0.232
0.21
0.252
0.126
0.219
0.241
3
3
4
4
2
2.5
2.5
3
2.5
2.5
2.5
1
2.5
0.216
0.189
0.26
1.008
0.134
0.182
0.152
0.174
0.175
0.18
0.157
0.073
0.172
0.072
0.063
3.5
4
0.252
0.252
3
2.5
0.216
0.157
4
4
0.288
0.252
3.5
2.5
0.252
0.157
3.5
2.5
0.252
0.157
2
4
0.144
0.252
0.121
0.103
0.114
0.195
0.131
4
3.5
4
2.5
4
0.484
0.360
0.456
0.487
0.524
3
1.5
3.5
1
3.5
0.363
0.154
0.399
0.195
0.458
3
4
3
2
4
0.363
0.412
0.342
0.39
0.524
2
3
2
4
4
0.242
0.309
0.228
0.78
0.524
3.5
1.5
3.5
1
3
0.423
0.154
0.399
0.195
0.393
4
3
4
1
3
0.484
0.309
0.456
0.195
0.393
0.080
0.124
0.131
0.097
3.5
3.5
2.5
4
0.28
0.434
0.327
0.388
7.33
3
4
3.5
3
0.24
0.496
0.458
0.291
8.976
4
2.5
2.5
2.5
0.32
0.31
0.327
0.242
6.669
2.5
2.5
2
3
0.2
0.31
0.262
0.291
5.978
2
4
2.5
3
0.16
0.496
0.327
0.291
6.875
1.5
2.5
1
2.5
0.12
0.31
0.131
0.242
6.108
Lampiran 9. Kuesioner Penelitian untuk Penilaian Penentuan Bobot dan
Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal Restoran KFC
Taman Topi
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG
WARALABA DAN NON WARALABA
(Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC)
Taman Topi dan Rahat Cafe di Bogor)
IDENTITAS RESPONDEN
Nama
:
Pekerjaan/Jabatan :
Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara lengkap, objektif, dan
benar adanya, karena kuesioner ini digunakan untuk penelitian skripsi dengan
tujuan ilmiah sehingga sangat dibutuhkan data yang valid dan akurat.
Peneliti
Bestari Dewi Noviatni
H34076034
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
Lingkungan Bisnis, dibagi atas dua lingkungan, yaitu:
• Lingkungan Eksternal :
1. Lingkungan jauh
2. Lingkungan industri
1. Lingkungan Jauh
(Silanglah dan isilah jawaban di bawah ini!)
a. Faktor Politik
1. Apakah terdapat Undang-Undang tentang lingkungan dan perburuhan? Jika
ada, sebutkan:
1. ………………
2. ………………
3. ………………
2. Apakah terdapat peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja? Jika ada,
sebutkan:
1. ………………
2. ………………
3. ………………
3. Apakah masih berlaku sistem perpajakan?
1. Ya
2. Tidak
4. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu? ....................
b. Faktor Ekonomi
1. Apakah Restoran KFC berpengaruh terhadap inflasi, suku bunga, dan investasi?
1. Ya
2. Tidak
2. Jika ya, sebutkan alasan Bapak/Ibu?...................
3. Siapakah yang berperan dalam penetapan harga produk?
.....................
4. Apakah produktivitas sumberdaya manusia dan teknologi sudah maju?
.....................
5. Bagaimana kriteria tenaga kerja di KFC? Sebutkan:
1. ....................
2. ....................
3. ....................
c. Faktor Sosial
1. Faktor sosial yang ada di KFC, biasanya terdiri dari aspek mana saja?
Sebutkan:
1. Sikap
2. Gaya hidup
3. Adat-istiadat
4. Ketiganya
d. Faktor Teknologi
1. Apakah dengan teknologi yang sudah ada, dapat mempengaruhi kinerja KFC?
1. Ya
2. Tidak
2. Jika ya, apa alasannya? ........................
Apakah ada waktu keusangan teknologi kemudian mengharuskan diganti dengan
yang baru?
1. Ya
2. Tidak
4. Biasanya teknologi berupa apa?.........................
5. Berkisar berapa harga mesin display holding cabinet?
1. ≥ 20 juta
2. ≤ 20 juta
3. Lainnya, sebutkan.....................
2. Lingkungan Industri
a. Ancaman Masuk Pendatang Baru
1. Faktor-faktor manakah di bawah ini yang sering mempengaruhi restoran
KFC?
• Skala Ekonomi
• Diferensiasi produk
• Kecukupan modal
• Akses ke saluran distribusi
• Ketidakunggulan biaya independen
• Peraturan pemerintah
b. Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri
1. Faktor-faktor manakah di bawah ini yang sering mempengaruhi restoran
KFC?
• Jumlah kompetitor
• Tingkat pertumbuhan industri
• Karakteristik produk
• Biaya tetap yang besar
• Kapasitas
• Hambatan keluar
c. Ancaman Produk Pengganti
1. Apakah produk pengganti atau substitusi mengancam produk utama?
1. Ya
2. Tidak
d. Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli
1. Apakah restoran KFC melihat dari sisi tawar-menawar pembeli dalam
menentukan harga maupun dalam meningkatkan mutu atau layanan KFC?
1.Ya
2. Tidak
2. Lingkungan Industri
e. Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok
1. Apakah kekuatan tawar-menawar pemasok dalam hal menaikkan harga atau
menurunkan kualitas produk atau servis mempengaruhi KFC?
1. Ya
2. Tidak
f. Pengaruh Kekuatan Stakeholder Lainnya
1. Apakah restoran KFC bekerjasama dengan stakeholder?
1.Ya
2. Tidak
2. Apa saja stakeholder yang dimaksud? Sebutkan.....
1. Pemerintah
2. Serikat pekerja
3. Lingkungan masyarakat
4. Kreditor
5. Pemasok
6. Lainnya, sebutkan.....
3. Apakah terjadi persaingan dengan restoran-restoran lain?
1. Ya
2. Tidak
• Lingkungan Internal
(Silanglah dan isilah jawaban di bawah ini!)
a. Pendekatan Fungsional
1. Pasar dan Pemasaran
1. Apakah KFC dalam hal pasar dan pemasaran, harus memperhatikan hal
ini?
1. Pangsa pasar
2. Kegiatan promosi
3. Loyalitas pelanggan dan kebijakan produk baru
4. Pelayanan purna jual
5. Pengendalian distributor
2. Keuangan dan Akuntansi
1. Apakah restoran KFC memiliki hubungan yang baik dengan penanam
modal dan pemegang saham?
1. Ya
2. Tidak
3. Kegiatan Produksi-Operasi
1. Apakah restoran KFC memiliki hubungan yang baik dengan pemasok?
1. Ya
2. Tidak
2. Jika ya, apa alasannya?...................................
4. Sumberdaya Manusia
1. Apakah KFC memperhatikan faktor berikut?
1. Manajemen SDM
2. Keterampilan dan motivasi kerja
3. Produktivitas
2. Bentuk motivasi kerja karyawan di KFC dapat berupa apa?
1. ....................
2. ....................
3. ....................
(Silanglah jawaban di bawah ini yang menurut Bapak/Ibu benar)
1. Bagaimana KFC Taman Topi memberikan pelayanan kepada konsumen?
1. Memberikan keramahan kepada konsumen
2. Lainnya, sebutkan.....
2. Bagaimana KFC Taman Topi dalam menetapkan penetapan harga?
1. Melihat lokasi KFC disekitar KFC didirikan
2. Melihat harga pasar
3. Lainnya, sebutkan.....
3. Apakah kelebihan KFC dengan pesaing yang sama dalam menjual ayam
goreng?
1. KFC memiliki cita rasa yang khas ayam goreng
2. KFC memiliki ayam goreng yang ukurannya besar
3. Lainnya, sebutkan.....
4. Apakah KFC memilih karyawan dengan pelatihan dahulu?
1. Ya
2. Tidak
5. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Agar karyawan nantinya dapat bekerja dengan baik
2. Hanya karena sudah ada di peraturan KFC pusat agar karyawan diberikan
pelatihan terlebih dahulu
3. Lainnya, sebutkan.....
6. Apakah KFC biasanya memilih manajer yang memiliki pendidikan tinggi?
1. Ya
2. Tidak
7. Jika ya, pada tingkat pendidikan apa manajer dapat dipilih?
1. SI
2. S2
3. Lainnya, sebutkan.....
8. Selain ayam goreng, apakah KFC Taman Topi menyediakan menu lainnya?
1. Ya
2. Tidak
9. Jika ya, menu apa saja yang dihidangkan?
1. Dissert, KFC goceng, KFC chuky, dan sebagainya
2. Lainnya, sebutkan.....
10. Mengapa KFC menyediakan menu lain selain ayam goreng?
1. Memuaskan keinginan konsumen agar dapat memilih menu selain ayam
goreng
2. Agar konsumen tidak merasa bosan dengan ayam goreng saja
3. Lainnya, sebutkan.....
11. Didatangkan dari manakah bahan baku ayam ke KFC?
1. RPA (Rumah Potong Ayam)
2. Supplier ayam
3. Lainnya, sebutkan.....
12. Apakah mutu bahan baku dan ayam diperhatikan?
1. Ya
2. Tidak
13. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Agar aman dikonsumsi konsumen
2. Lainnya, sebutkan.....
14. Apakah ayam goreng KFC aman untuk dikonsumsi?
1. Ya
2. Tidak
15. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Sudah teruji dengan memperoleh sertifikasi halal dari MUI
2. Lainnya, sebutkan.....
16. Apakah KFC Taman Topi sering melakukan promosi?
1. Ya
2. Tidak
17. Jika ya, promosi apa yang Bapak/Ibu lakukan?
1. Promosi paket goceng
2. Lainnya, sebutkan.....
18. Apakah pengelolaan situs website KFC Taman Topi sudah optimal?
1. Ya
2. Tidak
19. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Mempermudah konsumen untuk mengetahui informasi KFC Taman Topi di
Bogor
2. Lainnya, sebutkan.....
20. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Informasi telat dimasukkan
2. Lainnya, sebutkan.....
21. Apakah KFC Taman Topi memberlakukan sistem kerja kontrak bagi
karyawannya?
1. Ya
2. Tidak
22. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Agar ada pergantian karyawan
2. Lainnya, sebutkan.....
23. Ada berapa outlet KFC di daerah Bogor?
1. ≥ 10 outlet
2. ≤ 10 outlet
3. Lainnya, sebutkan.....
24. Ada berapa outlet yang tersebar diseluruh Indonesia?
1. ≥ 1000 outlet
2. ≤ 1000 outlet
3. Lainnya, sebutkan.....
25. Apakah KFC sebagai restoran siap saji memberikan kemudahan bagi
konsumen?
1. Ya
2. Tidak
26. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Konsumen tidak menunggu lama untuk makan
2. lainnya, sebutkan.....
27. Apakah dengan pembukaan store baru dilakukan promosi?
1. Ya
2. Tidak
28. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Agar konsumen disekitar pembukaan store baru mengetahui KFC akan di
buka
2. Memberikan kesempatan pada setiap konsumen untuk mengenal KFC yang
baru dibuka
3. Lainnya, sebutkan.....
29. Kira-kira ada berapa pengunjung yang datang ke KFC Taman Topi tiap
harinya?
1. ≥ 200 pengunjung
2. ≤ 200 pengunjung
3. Lainnya, sebutkan.....
30. Apakah KFC Taman Topi tetap membayar pajak kepada pemerintah setempat?
1. Ya
2. Tidak
31. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Ketentuan pemerintah
2. Lainnya, sebutkan.....
32. Apakah peralatan yang digunakan KFC Taman Topi sudah modern?
1. Ya
2. Tidak
33. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik
2. Lainnya, sebutkan.....
34. Produksi negara mana alat menggoreng ayam pada KFC?
1. Amerika Serikat
2. Eropa
3. Lainnya, sebutkan.....
35. Apakah dengan isu flu burung tahun kemarin, penjualan ayam goreng KFC
menjadi menurun?
1. Ya
2. Tidak
36. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Dengan standarisasi keamanan, maka ayam goreng KFC tidak takut
dengan isu flu burung
2. Lainnya, sebutkan.....
37. Apakah dengan adanya krisis ekonomi terjadi kenaikan harga bahan baku?
1. Ya
2. Tidak
38. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Bahan baku menjadi mahal
2. Lainnya, sebutkan.....
39. Apakah terjadi kenaikan bahan baku, harga ayam goreng KFC mengalami
kenaikan?
1. Ya
2. Tidak
40. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. KFC pusat sudah memperhitungkan harga ayam goreng apabila harga
bahan baku termasuk ayam naik
3. Lainnya, sebutkan.....
41. Pernakah KFC, khususnya KFC Taman Topi pernah mengalami kelangkaan
gas elpiji?
1. Ya
2. Tidak
42. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Memiliki supplier gas tersendiri
2. Lainnnya, sebutkan.....
43. Apakah KFC memiliki pesaing dengan restoran lain?
1. Ya
2. Tidak
44. Jika ya, restoran apa yang menjadi pesaing?
1. McD
2. CFC
3. Lainnya, sebutkan.....
45. Apakah KFC Taman Topi memiliki pesaing?
1. Ya
2. Tidak
46. Jika ya, apa pesaingnya?
1. Restoran padang
2. CFC
3. Lainnya, sebutkan.....
PENENTUAN BOBOT
Tujuan:
Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor internal maupun
eksternal Restoran KFC Taman Topi, yaitu dengan cara pemberian bobot terhadap
seberapa besar faktor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan
usaha pengembangan Restoran KFC Taman Topi.
Petunjuk Umum:
1. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden.
2. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari responden.
3. Pengisian kuesioner dilakukan secara langsung oleh responden (tidak
menunda) untuk menghindari jawaban yang tidak konsisten.
4. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang
tercantum dalam kuesioner ini, memiliki pandangan yang berbeda dengan
dengan peneliti. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat.
Petunjuk Khusus:
1. Bobot mengindikasikan tingkat kepentingan relatif dari setiap faktor terhadap
keberhasilan perusahaan/usaha dalam bisnis Restoran KFC Taman Topi.
Penentuan bobot merupakan pandangan responden terhadap faktor strategis
internal dan eksternal perusahaan.
2. Alternatif pemberian bobot terhadap faktor-faktor eksternal dan internal yang
tersedia untuk Restoran KFC Taman Topi adalah:
1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal
2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal
3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal
(Indikator horizontal adalah indikator yang terdapat pada kolom vertikal, dan
sebaliknya)
1. Identifikasi Bobot Faktor Strategis Internal untuk Restoran KFC
TamanTopi
Faktor Strategis Internal
A
B
C
...
O
Total
A
B
C
...
O
Total
Keterangan:
2. Kekuatan
A = Citarasa ayam goreng yang gurih dan renyah
B = Lokasi KFC yang strategis
C = Kecepatan dan pelayanan yang ramah terhadap konsumen
D = Kualitas produk terjaga
E = Inovasi produk
F = Strategi harga khusus untuk menu goceng
G = Harga yang cukup terjangkau
H = Memiliki sertifikasi halal dari MUI
I = Memiliki fasilitas birthday party
J = Sarana pendukung yang sudah lengkap
K = Tenaga kerja terspesialisasi
L = Pelayanan internet corner
M = Promosi cukup dilakukan
2. Kelemahan
N = Pelayanan website belum optimal
O = Tidak memiliki layanan drive thru
2. Identifikasi Bobot Faktor Strategis Eksternal untuk Restoran KFC
Taman Topi
Faktor Strategis Eksternal
A
B
C
...
I
Total
A
B
C
Keterangan:
2. Peluang
A = Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat
B = Pertumbuhan jumlah penduduk
C = Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
...
I
Total
D = Cukup tersedia angkatan kerja
E = Perkembangan kemajuan dan inovasi teknologi
2. Ancaman
F = Hambatan masuk industri tinggi
G = Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
H = Kenaikan harga bahan baku
I = Tingkat persaingan dalam industri restoran tinggi
PENENTUAN RATING
3. Pemberian Peringkat Terhadap Faktor-Faktor Internal Perusahaan
(Kekuatan dan Kelemahan)
•
Pemberian Peringkat/Rating Terhadap Kekuatan Perusahaan
Petunjuk Pengisian:
a. Tentukan nilai peringkat atau rating terhadap faktor-faktor kekuatan usaha
dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara
memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak.
b. Pemberian peringkat atau rating didasarkan pada keterangan dibawah ini:
Skala 4 = jika faktor tersebut sangat kuat dibandingkan dengan pesaing.
Skala 3 = jika faktor tersebut kuat dibandingkan dengan pesaing.
Skala 2 = jika faktor tersebut lemah dibandingkan dengan pesaing.
Skala 1 = jika faktor tersebut sangat lemah dibandingkan dengan pesaing.
Pertanyaan:
Menurut Bapak, bagaimana kondisi Restoran KFC Taman Topi dibandingkan
dengan pesaing yang memproduksi produk ayam goreng dalam hal faktor-faktor
kekuatan yang dimiliki Restoran KFC Taman Topi sebagai berikut:
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Faktor Strategis Internal
KEKUATAN
Citarasa ayam goreng yang gurih dan renyah
Lokasi KFC yang strategis
Kecepatan dan pelayanan yang ramah terhadap konsumen
Kualitas produk terjaga
Inovasi produk
Strategi harga khusus untuk menu goceng
Harga yang cukup terjangkau
Memiliki sertifikasi halal dari MUI
Memiliki fasilitas birthday party
Sarana pendukung yang sudah lengkap
Tenaga kerja terspesialisasi
Pelayanan internet corner
Promosi cukup dilakukan
Rating
Pemberian Peringkat/Rating Terhadap Kelemahan Perusahaan
•
Petunjuk Pengisian:
b. Tentukan nilai peringkat atau rating terhadap faktor-faktor kelemahan usaha
dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara
memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak.
b. Pemberian peringkat atau rating didasarkan pada keterangan dibawah ini:
Skala 4 = jika faktor tersebut sangat lemah terhadap pesaing.
Skala 3 = jika faktor tersebut lemah terhadap pesaing.
Skala 2 = jika faktor tersebut kuat terhadap pesaing.
Skala 1 = jika faktor tersebut sangat kuat terhadap pesaing.
Pertanyaan:
Menurut Bapak, bagaimana kondisi Restoran KFC Taman Topi dibandingkan
dengan pesaing yang memproduksi produk ayam goreng dalam hal faktor-faktor
kelemahan yang dimiliki Restoran KFC Taman Topi sebagai berikut:
No
1.
2.
Faktor Strategis Internal
Rating
KELEMAHAN
Pelayanan website belum optimal
Tidak memiliki layanan drive thru
4. Pemberian Peringkat Terhadap Faktor-Faktor Eksternal Perusahaan
(Peluang dan Ancaman)
•
Pemberian Peringkat/Rating Terhadap Peluang Perusahaan
Petunjuk Pengisian:
c. Tentukan nilai peringkat atau rating terhadap faktor-faktor peluang usaha
dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara
memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak.
b. Pemberian peringkat atau rating didasarkan pada keterangan dibawah ini:
Skala 1 = sangat rendah, respon usaha dalam meraih peluang tersebut kurang.
Skala 2 = rendah, respon usaha dalam meraih peluang tersebut rata-rata.
Skala 3 = tinggi, respon usaha dalam meraih peluang tersebut di atas rata-rata.
Skala 4 = sangat tinggi, respon usaha dalam meraih peluang tersebut superior.
Pertanyaan:
Menurut Bapak, bagaimana kondisi Restoran KFC Taman Topi dibandingkan
dengan pesaing yang memproduksi produk ayam goreng dalam hal faktor-faktor
peluang yang dimiliki Restoran KFC Taman Topi sebagai berikut:
No
1.
2.
3.
4.
5.
Faktor Strategis Eksternal
Rating
PELUANG
Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat
Pertumbuhan jumlah penduduk
Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
Cukup tersedia angkatan kerja
Perkembangan kemajuan dan inovasi teknologi
5. Pemberian Peringkat Terhadap Faktor-Faktor Eksternal Perusahaan
(Peluang dan Ancaman)
•
Pemberian Peringkat/Rating Terhadap Ancaman Perusahaan
Petunjuk Pengisian:
d. Tentukan nilai peringkat atau rating terhadap faktor-faktor ancaman usaha
dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara
memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak.
b. Pemberian peringkat atau rating didasarkan pada keterangan dibawah ini:
Skala 1 = sangat tinggi, respon perusahaan terhadap ancaman tersebut superior.
Skala 2
= tinggi, respon perusahaan terhadap ancaman tersebut di atas ratarata.
Skala 3
= rendah, respon perusahaan terhadap ancaman tersebut rata-rata.
Skala 4 = sangat rendah, respon perusahaan terhadap ancaman tersebut
kurang.
Pertanyaan:
Menurut Bapak, bagaimana kondisi Restoran KFC Taman Topi dibandingkan
dengan pesaing yang memproduksi produk ayam goreng dalam hal faktor-faktor
ancaman yang dimiliki Restoran KFC Taman Topi sebagai berikut:
No
1.
2.
3.
4.
Faktor Strategis Eksternal
ANCAMAN
Hambatan masuk industri tinggi
Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
Kenaikan harga bahan baku
Tingkat persaingan dalam industri restoran tinggi
Rating
Lampiran 10. Kuesioner Penelitian untuk Penilaian Attractiveness Score (AS)
Alternatif Strategi Pengembangan Restoran KFC Taman Topi
KUESIONER PENELITIAN
PENENTUAN ATTRACTIVENESS SCORE ALTERNATIF STRATEGI
PENGEMBANGAN RESTORAN KFC TAMAN TOPI
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG
WARALABA DAN NON WARALABA
(Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC)
Taman Topi dan Rahat Cafe di Bogor)
IDENTITAS RESPONDEN
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Pendidikan
Pekerjaan
:
:
: 1. Laki-laki
2. Perempuan
:
:
Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara lengkap, objektif, dan
benar adanya, karena kuesioner ini digunakan untuk penelitian skripsi dengan
tujuan ilmiah sehingga sangat dibutuhkan data yang valid dan akurat.
Peneliti
Bestari Dewi Noviatni
H34076034
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN STRATEGI TERPILIH
DENGAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM)
Tujuan:
QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi berdasarkan
seberapa jauh faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal dimanfaatkan atau
diperbaiki. QSPM secara objektif akan mengindikasikan alternatif strategi mana
yang terbaik untuk dilakukan.
Alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT:
Strategi 1
: Meningkatkan pangsa pasar dengan menambah saluran distribusi
dan pemasaran.
Strategi 2
: Meningkatkan pengembangan produk melalui penganekaragaman
rasa.
Strategi 3
: Meningkatkan efektifitas promosi melalui website, iklan, dan media
masa.
Strategi 4
: Meningkatkan pelatihan kepada SDM untuk meningkatkan kualitas
manajerial melalui penetapan job description yang jelas dan terarah.
Strategi 5 : Meningkatkan loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik dengan
pemasok.
Strategi 6
: Menyediakan layanan drive thru dengan memanfaatkan area parkir
yang ada untuk meningkatkan penjualan.
Petunjuk Pengisian:
Tentukan AS atau daya tarik masing-masing faktor internal (kekuatankelemahan) serta faktor eksternal (peluang-ancaman) untuk masing-masing
alternatif strategi pengembangan sebagaimana disebut di atas. Mengajukan
pertanyaan, apakah faktor sukses kritis ini mempengaruhi pilihan strategi yang
dibuat. Jika jawabannya ”Tidak”, maka kolom AS tidak perlu diisi, jika
jawabannya ”Ya” maka kolom AS diisi dengan:
1 = Jika alternatif strategi tidak menarik dibandingkan relatif terhadap alternatif
lain.
2 = Jika alternatif strategi agak menarik dibandingkan relatif terhadap alternatif
lain.
3 = Jika alternatif strategi cukup menarik dibandingkan relatif terhadap alternatif
lain.
4 = Jika alternatif strategi sangat menarik dibandingkan relatif terhadap alternatif
lain
Matriks QSPM
Faktor
Sukses
Kritis
Kekuatan
Kelemahan
Peluang
Ancaman
Total
Bobot
Strategi
1
AS
TAS
Strategi
2
AS
TAS
Strategi
3
AS
TAS
Strategi
4
AS
TAS
Strategi
5
AS
TAS
Strategi
6
AS
TAS
Lampiran 11. Daftar Menu Rahat Cafe
Nama Menu
Nasi cobek ayam
Nasi timbel ayam komplit
Nasi tutug oncom komplit
Nasi ayam bakar jumbo
Sop buntut
Sop iga jumbo
Bistik iga bakar hot plate
Capcay spesial
Udang saus tiram
Sapi lada hitam hot plate
Ayam gepuk
Ayam lada hitam hot plate
Nasi putih
Nasi timbel polos
Nasi tutug polos
Nasi cobek polos
Ayam jumbo protein
Sate ayam diet
Tempe bakar
Sup kacang merah
Spaghetti ayam
Protein mix (minuman)
Aneka Nasi Goreng:
Nasi goreng telur
Nasi goreng spesial
Nasi goreng seafood
Nasi goreng seafood spesial
Nasi goreng ayam
Nasi goreng ayam spesial
Nasi goreng kambing
Nasi goreng ikan asin
Nasi goreng sapi
Nasi goreng sapi spesial
Aneka omlet:
Omelet mix (sosis daging keju)
Omelet seafood
Healthy juice:
Langsing ramping
Yogi orange bery
Apple super
Avocado banana milk
Soy belle yoghurt
Slim and beauty
Soy strawberry
Slim melon
Es bubur buah vanila/strawberry
Es buah salju
Harga
(Rp)
17.000
17.500
17.000
14.000
20.000
25.000
30.000
25.000
20.000
25.000
14.000
23.000
3.500
5.000
5.000
5.000
23.000
20.000
7.000
13.000
15.000
13.000
10.000
15.000
17.000
19.000
16.000
18.000
17.000
15.000
16.000
18.000
15.000
15.000
11.000
14.000
13.000
16.000
14.000
12.000
15.000
14.000
12.000
12.000
Susu kedelai
Aneka es dan juice + float es krim (Rp.3.000)
Es campur
Es lemon tea
Es capucino
Es jeruk
Es cokelat
Es soda susu
Jus alpukat
Jus jeruk
Jus melon
Jus strawberry
Jus anggur (antioksidan)
Jus jambu
Minuman panas:
Bandrek
Bansus (bandrek dan susu)
Teh madu jahe
Kopi susu
Roti bakar keju
Roti maryam madu
Roti maryam keju
Roti maryam keju coklat
6.000
10.000
8.000
8.000
7.000
9.000
9.000
10.000
9.000
9.000
12.000
11.000
11.000
6.500
8.500
9.000
6.500
9.000
10.000
11.000
12.000
Lampiran 12. Penilaian Responden Terhadap Faktor Internal Rahat Cafe di
Bogor
1. KEKUATAN
A = Harga yang cukup terjangkau
B = Inovasi produk
C = Pelayanan yang baik terhadap konsumen
D = Memiliki pelayanan khusus seperti lunch box, catering box, dan delivery
order
E = Sebagai makanan ”Indonesian Foods, Healthy and Diet Foods”
F = Nilai ROE yang besar
G = Peningkatan kerja karyawan
H = layanan telkom hotspot
I = Strategi harga khusus untuk pelajar dengan layanan kartu b’smartcard
2. KELEMAHAN
J = Belum memiliki sertifikasi dari BPOM
K = Tenaga kerja tidak terspesialisasi
L = Area parkir kurang memadai
M = Kegiatan promosi kurang gencar dan berkesinambungan
N = Penggunaan website belum optimal
Reponden 1: Bapak Dedi Suwardi (Manajer)
A
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
2
2
2
2
1
2
1
1
2
1
2
2
1
B
2
2
2
2
2
1
1
1
2
1
2
2
2
C
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
1
2
1
D
2
2
2
2
1
2
1
1
2
2
1
2
2
E
2
2
2
2
1
1
1
1
2
2
1
2
1
F
3
2
3
3
3
2
2
2
3
1
2
3
3
G
2
3
2
2
3
2
1
1
3
2
2
2
2
H
3
3
2
3
3
2
3
2
3
3
2
3
2
I
3
3
2
3
3
2
3
2
3
2
3
2
2
J
2
2
2
2
2
1
1
1
1
2
2
2
2
K
3
3
2
2
2
3
2
1
2
2
2
2
1
L
2
2
3
3
3
2
2
2
1
2
2
2
1
M
2
2
2
2
2
1
2
1
2
2
2
2
2
N
3
2
3
2
3
1
2
2
2
2
3
3
2
Total
31
30
29
30
32
20
25
18
19
30
25
25
28
22
364
Bobot
0.085
0.082
0.080
0.082
0.088
0.054
0.069
0.049
0.052
0.082
0.069
0.069
0.077
0.060
1.000
Lampiran 13. Penilaian Responden Terhadap Faktor Eksternal Rahat Cafe di
Bogor
1. PELUANG
A = Perubahan gaya hidup masyarakat
B = Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
C = Cukup tersedia angkatan kerja
D = Perkembangan kemajuan teknologi
2. ANCAMAN
E = Tingkat persaingan cafe tinggi
F = Kenaikan harga bahan baku
G = Kekuatan tawar-menawar pembeli tinggi
H = Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
I = Banyaknya produk substitusi
Reponden 1: Bapak Dedi Suwardi (Manajer)
A
A
B
C
D
E
F
G
H
I
2
1
2
2
3
2
2
3
B
2
1
1
2
1
2
2
2
C
3
3
2
2
3
3
2
2
D
2
3
2
2
2
1
3
3
E
2
2
2
2
2
1
2
2
F
1
3
1
2
2
2
2
3
G
2
2
1
3
3
2
2
2
H
2
2
2
1
2
2
2
2
I
1
2
2
1
2
1
2
2
Total
15
19
12
14
16
15
17
19
18
162
Bobot
0.092
0.117
0.074
0.086
0.098
0.092
0.105
0.117
0.111
1.000
Lampiran 14. Nilai Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal Pada Rahat
Cafe di Bogor
Nilai Bobot Faktor Strategis Internal
Faktor Internal
1. Harga yang cukup terjangkau
2. Inovasi produk
3. Pelayanan yang baik terhadap konsumen
4. Memiliki layanan khusus seperti lunch box, catering box, dan delivery
box
5. Sebagai makanan “Indonesian Foods, Healthy and Diet Foods”
6. Nilai ROE yang besar
7. Peningkatan kerja karyawan
8. Layanan telkom hotspot
9. Strategi harga khusus untuk pelajar dengan layanan kartu b’smartcard
10. Belum memiliki sertifikasi halal dari BPOM
11. Tenaga kerja tidak terspesialisasi
12. Area parkir kurang memadai
13. Kegiatan promosi kurang gencar dan berkesinambungan
14. Penggunaan website belum optimal
Bobot
0.085
0.082
0.080
0.082
0.088
0.054
0.069
0.049
0.052
0.082
0.069
0.069
0.077
0.060
Nilai Rating Faktor Strategis Internal
Faktor Internal
Harga yang cukup terjangkau
Inovasi produk
Pelayanan yang baik terhadap konsumen
Memiliki layanan khusus seperti lunch box, catering box, dan delivery
box
5. Sebagai makanan “Indonesian Foods, Healthy and Diet Foods”
6. Nilai ROE yang besar
7. Peningkatan kerja karyawan
8. Layanan telkom hotspot
9. Strategi harga khusus untuk pelajar dengan layanan kartu b’smartcard
10. Belum memiliki sertifikasi dari BPOM
11. Tenaga kerja tidak terspesialisasi
12. Area parkir kurang memadai
13. Kegiatan promosi kurang gencar dan berkesinambungan
14. Penggunaan website belum optimal
1.
2.
3.
4.
Rating
4
4
3
3
4
3
3
3
3
1
2
1
1
1
Lampiran 15. Nilai Bobot dan Rating Faktor Strategis Eksternal Pada Rahat
Cafe di Bogor
Nilai Bobot Faktor Strategis Eksternal
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Faktor Eksternal
Perubahan gaya hidup masyarakat
Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
Cukup tersedia angkatan kerja
Perkembangan kemajuan teknologi
Tingkat persaingan cafe tinggi
Kenaikan harga bahan baku
Kekuatan tawar-menawar pembeli tinggi
Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
Banyaknya produk substitusi
Bobot
0.092
0.117
0.074
0.086
0.098
0.092
0.105
0.117
0.111
Nilai Rating Faktor Strategis Eksternal
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Faktor Eksternal
Perubahan gaya hidup masyarakat
Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
Cukup tersedia angkatan kerja
Perkembangan kemajuan teknologi
Tingkat persaingan cafe tinggi
Kenaikan harga bahan baku
Kekuatan tawar-menawar pembeli tinggi
Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
Banyaknya produk substitusi
Rating
4
4
2
4
3
1
4
2
4
Lampiran 16. Hasil Matriks QSPM Rahat Cafe
Faktor Sukses Kritis
KEKUATAN
Harga yang cukup terjangkau
Inovasi produk
Pelayanan yang baik terhadap konsumen
Memiliki layanan khusus seperti lunch box, catering box, dan
delivery box
Sebagai makanan “Indonesian Foods, Healthy and Diet
Foods”
Nilai ROE yang besar
Peningkatan kerja karyawan
Layanan telkom hotspot
Strategi harga khusus untuk pelajar dengan layanan kartu
b’smartcard
KELEMAHAN
Belum memiliki sertifikasi halal dari BPOM
Tenaga kerja tidak terspesialisasi
Area parkir kurang memadai
Kegiatan promosi kurang gencar dan berkesinambungan
Penggunaan website belum optimal
PELUANG
Perubahan gaya hidup masyarakat
Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
Cukup tersedia angkatan kerja
Perkembangan kemajuan teknologi
ANCAMAN
Tingkat persaingan cafe tinggi
Bobot
Strategi 1
AS
TAS
Strategi 2
AS
TAS
Strategi 3
AS
TAS
Strategi 4
AS
TAS
Strategi 5
AS
TAS
0.085
0.082
0.080
0.082
4
4
3
3
0.34
0.328
0.24
0.246
2 0.17
3 0.246
2 0.16
3 0.246
3 0.255
3 0.246
4 0.32
3 0.246
4 0.34
4 0.328
4 0.32
4 0.328
3 0.255
3 0.246
2 0.16
2 0.164
0.088
4
0.352
4 0.352
4 0.352
4 0.352
4 0.352
0.054
0.069
0.049
0.052
3
3
3
2
0.162
0.207
0.147
0.104
1
1
2
3
0.054
0.069
0.098
0.156
2
4
1
2
0.108
0.276
0.049
0.104
3
4
3
3
0.162
0.276
0.147
0.156
4
2
2
1
0.216
0.138
0.098
0.052
0.082
0.069
0.069
0.077
0.060
3
2
1
3
3
0.246
0.138
0.069
0.231
0.18
2
2
1
4
4
0.164
0.138
0.069
0.308
0.24
2
4
1
2
2
0.164
0.276
0.069
0.154
0.12
4
1
3
3
3
0.328
0.069
0.207
0.231
0.18
4
4
4
4
2
0.328
0.276
0.276
0.308
0.12
0.092
0.117
0.074
0.086
4
4
2
4
0.368
0.468
0.148
0.344
4
4
3
4
0.368
0.468
0.222
0.344
2
2
4
4
0.184
0.324
0.296
0.344
4
4
3
4
0.368
0.468
0.222
0.344
4
3
1
3
0.368
0.351
0.074
0.258
0.098
3
0.294
4 0.392
3 0.294
4 0.392
3 0.294
Kenaikan harga bahan baku
Kekuatan tawar-menawar pembeli tinggi
Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
Banyaknya produk substitusi
Total
0.092
0.105
0.117
0.111
3
4
4
4
0.276
0.42
0.468
0.444
6.22
1
3
2
4
0.092
0.315
0.234
0.444
5.349
2 0.184
4 0.42
1 0.117
1 0.111
5.013
3 0.276
4 0.42
4 0.468
4 0.444
6.826
2 0.184
4 0.42
1 0.117
4 0.444
5.499
Lampiran 17. Kuesioner Penelitian untuk Penilaian Penentuan Bobot dan
Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal Rahat Cafe
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG
WARALABA DAN NON WARALABA
(Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC)
Taman Topi dan Rahat Cafe di Bogor)
IDENTITAS RESPONDEN
Nama
:
Pekerjaan/Jabatan :
Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara lengkap, objektif, dan
benar adanya, karena kuesioner ini digunakan untuk penelitian skripsi dengan
tujuan ilmiah sehingga sangat dibutuhkan data yang valid dan akurat.
Peneliti
Bestari Dewi Noviatni
H34076034
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
Lingkungan Bisnis, dibagi atas dua lingkungan, yaitu:
• Lingkungan Eksternal :
1. Lingkungan jauh
2. Lingkungan industri
1. Lingkungan Jauh
(Silanglah dan isilah jawaban di bawah ini!)
a. Faktor Politik
1. Apakah terdapat Undang-Undang tentang lingkungan dan perburuhan? Jika
ada, sebutkan:
4. ………………
5. ………………
6. ………………
2. Apakah terdapat peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja? Jika ada,
sebutkan:
4. ………………
5. ………………
6. ………………
3. Apakah masih berlaku sistem perpajakan?
3. Ya
4. Tidak
4. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu? ....................
b. Faktor Ekonomi
1. Apakah Rahat Cafe berpengaruh terhadap inflasi, suku bunga, dan investasi?
1. Ya
2. Tidak
2. Jika ya, sebutkan alasan Bapak/Ibu?...................
3. Siapakah yang berperan dalam penetapan harga produk?
.....................
4. Apakah produktivitas sumberdaya manusia dan teknologi sudah maju?
.....................
5. Bagaimana kriteria tenaga kerja di Rahat Cafe? Sebutkan:
1. ....................
2. ....................
3. ....................
c. Faktor Sosial
1. Faktor sosial yang ada di Rahat Cafe, biasanya terdiri dari aspek mana saja?
Sebutkan:
1. Sikap
2. Gaya hidup
3. Adat-istiadat
4. Ketiganya
d. Faktor Teknologi
1. Apakah dengan teknologi yang sudah ada, dapat mempengaruhi kinerja Rahat
Cafe?
1. Ya
2. Tidak
2. Jika ya, apa alasannya? .........................
3. Apakah ada waktu keusangan teknologi kemudian mengharuskan diganti
dengan yang baru?
3. Ya
4. Tidak
4. Biasanya teknologi berupa apa?.........................
2. Lingkungan Industri
a. Ancaman Masuk Pendatang Baru
1. Faktor-faktor manakah di bawah ini yang sering mempengaruhi Rahat
Cafe?
• Skala Ekonomi
• Diferensiasi produk
• Kecukupan modal
• Akses ke saluran distribusi
• Ketidakunggulan biaya independen
• Peraturan pemerintah
b. Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri
1. Faktor-faktor manakah di bawah ini yang sering mempengaruhi Rahat
Cafe?
• Jumlah kompetitor
• Tingkat pertumbuhan industri
• Karakteristik produk
• Biaya tetap yang besar
• Kapasitas
• Hambatan keluar
c. Ancaman Produk Pengganti
1. Apakah produk pengganti atau substitusi mengancam produk utama?
1. Ya
2. Tidak
d. Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli
1. Apakah Rahat Cafe melihat dari sisi tawar-menawar pembeli dalam
menentukan harga maupun dalam meningkatkan mutu atau layanan Rahat
Cafe?
1.Ya
2. Tidak
2. Lingkungan Industri
e. Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok
1. Apakah kekuatan tawar-menawar pemasok dalam hal menaikkan harga atau
menurunkan kualitas produk atau servis mempengaruhi Rahat Cafe?
1.Ya
2. Tidak
f. Pengaruh Kekuatan Stakeholder Lainnya
1. Apakah Rahat Cafe bekerjasama dengan stakeholder?
1.Ya
2. Tidak
2. Apa saja stakeholder yang dimaksud? Sebutkan.....
1. Pemerintah
2. Serikat pekerja
3. Lingkungan masyarakat
4. Kreditor
5. Pemasok
6. Lainnya, sebutkan.....
3. Apakah terjadi persaingan dengan cafe-cafe lain?
1. Ya
2. Tidak
• Lingkungan Internal
(Silanglah dan isilah jawaban di bawah ini!)
b. Pendekatan Fungsional
1. Pasar dan Pemasaran
1. Apakah Rahat Cafe dalam hal pasar dan pemasaran, harus memperhatikan
hal ini?
1. Pangsa pasar
2. Kegiatan promosi
3. Loyalitas pelanggan dan kebijakan produk baru
4. Pelayanan purna jual
5. Pengendalian distributor
2. Keuangan dan Akuntansi
1. Apakah Rahat Cafe memiliki hubungan yang baik dengan penanam
modal dan pemegang saham?
1. Ya
2. Tidak
3. Kegiatan Produksi-Operasi
1. Apakah Rahat Cafe memiliki hubungan yang baik dengan pemasok?
1. Ya
2. Tidak
2. Jika ya, apa alasannya?...................................
4. Sumberdaya Manusia
1. Apakah Rahat Cafe memperhatikan faktor berikut?
1. Manajemen SDM
2. Keterampilan dan motivasi kerja
3. Produktivitas
2. Bentuk motivasi kerja karyawan yang diberikan manajer di Rahat Cafe
dapat berupa apa?
1. ....................
2. ....................
3. ....................
(Silanglah jawaban di bawah ini yang menurut Bapak/Ibu benar)
1. Apakah selain nasi timbel yang berisi ayam goreng, ada menu lain?
1. Ya
2. Tidak
2. Jika ya, menu apa saja yang dijual di Rahat cafe?
1. Ayam bakar jumbo
2. Lainnya, sebutkan.....
3. Ada berapa jenis makanan yang dijual?
1. ≥ 20 makanan
2. ≤ 20 makanan
3. Lainnya, sebutkan.....
4. Biasanya konsumen lebih menyukai makanan apa?
1. Nasi timbel dengan ayam bakar
2. Nasi timbel dengan ayam goreng
3. Lainnya, sebutkan.....
5. Apakah karyawan Bapak/Ibu melayani konsumen dengan ramah?
1. Ya
2. Tidak
6. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Mengharuskan karyawan ramah terhadap konsumen
2. Lainnya, sebutkan.....
7. Biasanya bahan baku dibeli darimana?
1. Pasar tradisional
2. Langganan Rahat cafe
3. Lainnya, sebutkan.....
8. Apakah Rahat cafe memiliki langganan pasar untuk membeli bahan baku?
1. Ya
2. Tidak
9. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Harga lebih murah
2. Lainnya, sebutkan.....
10. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Semua pasar sama
2. Lainnya, sebutkan.....
11. Apakah harga nasi timbel dengan ayam goreng Rahat sama dengan nasi timbel
cafe-cafe lain?
1. Ya
2. Tidak
12. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Nasi timbel Rahat porsinya lebih banyak
2. Lainnya, sebutkan.....
13. Apakah Rahat cafe memiliki sertifikasi halal dari MUI?
1. Ya
2. Tidak
14. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Pengurusan sertifikasi halal dari MUI lama
2. Lainnya, sebutkan.....
15. Apakah Rahat cafe sering melakukan promosi?
1. Ya
2. Tidak
16. Jika ya, promosi apa yang dilakukan?
1. Memberikan diskon 10% kepada pengunjung pertama
2. Menyebarkan brosur-brosur
3. Lainnya, sebutkan.....
17. Jika tidak, mengapa?
1. Promosi dilakukan ketika awal pembukaan Rahat cafe saja
2. Jarang menyebarkan brosur
3. Lainnya, sebutkan.....
18. Apakah ada layanan pesan antar untuk lokasi di luar Rahat cafe?
1. Ya
2. Tidak
19. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Tidak ada kendaraan
2. Lainnya, sebutkan.....
20. Berapa jumlah karyawan yang ada di Rahat cafe?
1. Lima orang karyawan
2. Enam orang karyawan
3. Lainnya, sebutkan.....
21. Apakah yang membeli makanan di Rahat cafe kebanyakan orang-orang
kantoran?
1. Ya
2. tidak
22. Setiap hari apa Rahat cafe banyak dipenuhi pengunjung?
1. Sabtu – Minggu
2. Senin – Jumat
3. Lainnya, sebutkan.....
23. Dari manakah Bapak/Ibu mengambil orang untuk bekerja di Rahat cafe?
1. Masih keluarga
2. Orang-orang yang sengaja melamar bekerja di Rahat cafe
3. Lainnya, sebutkan.....
24. Apakah ada pergantian karyawan?
1. Ya
2. Tidak
25. Jika ya, karena apa mereka diganti?
1. Cuti melahirkan
2. Ada yang keluar
3. Lainnya, sebutkan.....
26. Apakah Rahat cafe merasa bersaing dengan cafe-cafe lain di kota Bogor?
1. Ya
2. Tidak
27. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Setiap cafe memiliki pelanggan masing-masing
2. Letaknya berjauhan dengan cafe-cafe yang lain, jadi tidak masalah.
3. Lainnya, sebutkan.....
28. Apakah Rahat merasa tersaingi dengan usaha kecil, seperti warung tenda pecel
lele yang ada di sekitarnya?
1. Ya
2. Tidak
29. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Masyarakat sekitarnya lebih memilih makan yang lebih murah
2. Lainnya, sebutkan.....
30. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Konsumen yang ingin merasa nyaman, bersih, dan aman lebih memilih ke
Rahat cafe
2. Lainnya, sebutkan.....
31. Apakah bila terjadi kenaikan bahan baku, harga semua menu termasuk ayam
goreng naik?
1. Ya
2. Tidak
32. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Harga bahan baku naik, harga makanan juga naik
2. Lainnya, sebutkan.....
33. Apakah Rahat cafe merasa bersaing dengan restoran besar?
1. Ya
2. Tidak
34. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Orang lebih memilih restoran
2. Makanannya nanti kurang laku
3. Lainnya, sebutkan.....
35. Jika tidak, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Selalu ada pelanggan yang lebih menyukai makanan cafe daripada restoran
2. Lainnya, sebutkan.....
36. Selain ayam goreng, apa lebih banyak pilihan menu lainnya?
1. Ya
2. Tidak
37. Jika ya, apa alasan Bapak/Ibu?
1. Agar konsumen tidak bosan dengan makan ayam goreng saja
2. Lainnya, sebutkan.....
PENENTUAN BOBOT
Tujuan:
Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor internal maupun
eksternal Rahat cafe, yaitu dengan cara pemberian bobot terhadap seberapa besar
faktor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan usaha
pengembangan Rahat cafe.
Petunjuk Umum:
5. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden.
6. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari responden.
7. Pengisian kuesioner dilakukan secara langsung oleh responden (tidak
menunda) untuk menghindari jawaban yang tidak konsisten.
8. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang
tercantum dalam kuesioner ini, memiliki pandangan yang berbeda dengan
dengan peneliti. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat.
Petunjuk Khusus:
3. Bobot mengindikasikan tingkat kepentingan relatif dari setiap faktor terhadap
keberhasilan perusahaan dalam bisnis Rahat cafe. Penentuan bobot merupakan
pandangan responden terhadap faktor strategis internal dan eksternal
perusahaan.
4. Alternatif pemberian bobot terhadap faktor-faktor eksternal dan internal yang
tersedia untuk Rahat cafe adalah:
1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal
2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal
3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal
(Indikator horizontal adalah indikator yang terdapat pada kolom vertikal, dan
sebaliknya)
1. Identifikasi Bobot Faktor Strategis Internal untuk Rahat Cafe
Faktor Strategis Internal
A
B
C
...
N
Total
A
B
C
...
N
Total
Keterangan:
2. Kekuatan
A = Harga yang cukup terjangkau
B = Inovasi produk
C = Pelayanan yang baik terhadap konsumen
D = Memiliki pelayanan khusus seperti lunch box, catering box, dan delivery
order
E = Sebagai makanan ”Indonesian Foods, Healthy and Diet Foods”
F = Nilai ROE yang besar
G = Peningkatan kerja karyawan
H = layanan telkom hotspot
I = Strategi harga khusus untuk pelajar dengan layanan kartu b’smartcard
2. Kelemahan
J = Belum memiliki sertifikasi dari BPOM
K = Tenaga kerja tidak terspesialisasi
L = Area parkir kurang memadai
M = Kegiatan promosi kurang gencar dan berkesinambungan
N = Penggunaan website belum optimal
2. Identifikasi Bobot Faktor Strategis Eksternal untuk Rahat Cafe
Faktor Strategis Eksternal
A
B
C
...
I
Total
A
B
C
Keterangan:
2. Peluang
A = Perubahan gaya hidup masyarakat
B = Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
C = Cukup tersedia angkatan kerja
D = Perkembangan kemajuan teknologi
...
I
Total
2. Ancaman
E = Tingkat persaingan cafe tinggi
F = Kenaikan harga bahan baku
G = Kekuatan tawar-menawar pembeli tinggi
H = Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
I = Banyaknya produk substitus
PENENTUAN RATING
4. Pemberian Peringkat Terhadap Faktor-Faktor Internal Perusahaan
(Kekuatan dan Kelemahan)
Pemberian Peringkat/Rating Terhadap Kekuatan Perusahaan
•
Petunjuk Pengisian:
a. Tentukan nilai peringkat atau rating terhadap faktor-faktor kekuatan usaha
dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara
memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak.
b. Pemberian peringkat atau rating didasarkan pada keterangan dibawah ini:
Skala 4 = jika faktor tersebut sangat kuat dibandingkan dengan pesaing.
Skala 3 = jika faktor tersebut kuat dibandingkan dengan pesaing.
Skala 2 = jika faktor tersebut lemah dibandingkan dengan pesaing.
Skala 1 = jika faktor tersebut sangat lemah dibandingkan dengan pesaing.
Pertanyaan:
Menurut Bapak, bagaimana kondisi Rahat cafe dibandingkan dengan pesaing yang
memproduksi produk ayam goreng dalam hal faktor-faktor kekuatan yang dimiliki
Rahat cafe sebagai berikut:
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Faktor Strategis Internal
KEKUATAN
Harga yang cukup terjangkau
Inovasi produk
Pelayanan yang baik terhadap konsumen
Memiliki layanan khusus seperti lunch box, catering box,
dan delivery box
Sebagai makanan “Indonesian Foods, Healthy and Diet
Foods”
Nilai ROE yang besar
Peningkatan kerja karyawan
Layanan telkom hotspot
Strategi harga khusus untuk pelajar dengan layanan kartu
b’smartcard
Rating
Pemberian Peringkat/Rating Terhadap Kelemahan Perusahaan
•
Petunjuk Pengisian:
b. Tentukan nilai peringkat atau rating terhadap faktor-faktor kelemahan usaha
dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara
memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak.
b. Pemberian peringkat atau rating didasarkan pada keterangan dibawah ini:
Skala 4 = jika faktor tersebut sangat lemah terhadap pesaing.
Skala 3 = jika faktor tersebut lemah terhadap pesaing.
Skala 2 = jika faktor tersebut kuat terhadap pesaing.
Skala 1 = jika faktor tersebut sangat kuat terhadap pesaing.
Pertanyaan:
Menurut Bapak, bagaimana kondisi Rahat cafe dibandingkan dengan pesaing yang
memproduksi produk ayam goreng dalam hal faktor-faktor kelemahan yang
dimiliki Rahat cafe sebagai berikut:
No
1.
2.
3.
4.
5.
Faktor Strategis Internal
KELEMAHAN
Belum memiliki sertifikasi dari BPOM
Tenaga kerja tidak terspesialisasi
Area parkir kurang memadai
Kegiatan promosi kurang gencar dan berkesinambungan
Penggunaan website belum optimal
Rating
4. Pemberian Peringkat Terhadap Faktor-Faktor Eksternal Perusahaan
(Peluang dan Ancaman)
•
Pemberian Peringkat/Rating Terhadap Peluang Perusahaan
Petunjuk Pengisian:
c. Tentukan nilai peringkat atau rating terhadap faktor-faktor peluang usaha
dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara
memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak.
b. Pemberian peringkat atau rating didasarkan pada keterangan dibawah ini:
Skala 1 = sangat rendah, respon usaha dalam meraih peluang tersebut kurang.
Skala 2 = rendah, respon usaha dalam meraih peluang tersebut rata-rata.
Skala 3 = tinggi, respon usaha dalam meraih peluang tersebut di atas rata-rata.
Skala 4 = sangat tinggi, respon usaha dalam meraih peluang tersebut superior.
Pertanyaan:
Menurut Bapak, bagaimana kondisi Rahat cafe dibandingkan dengan pesaing yang
memproduksi produk ayam goreng dalam hal faktor-faktor peluang yang dimiliki
Rahat cafe sebagai berikut:
No
1.
2.
3.
4.
Faktor Strategis Eksternal
Rating
PELUANG
Perubahan gaya hidup masyarakat
Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat
Cukup tersedia angkatan kerja
Perkembangan kemajuan teknologi
5. Pemberian Peringkat Terhadap Faktor-Faktor Eksternal Perusahaan
(Peluang dan Ancaman)
•
Pemberian Peringkat/Rating Terhadap Ancaman Perusahaan
Petunjuk Pengisian:
d. Tentukan nilai peringkat atau rating terhadap faktor-faktor ancaman usaha
dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara
memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak.
b. Pemberian peringkat atau rating didasarkan pada keterangan dibawah ini:
Skala 1 = sangat tinggi, respon perusahaan terhadap ancaman tersebut superior.
Skala 2 = tinggi, respon perusahaan terhadap ancaman tersebut di atas ratarata.
Skala 3
= rendah, respon perusahaan terhadap ancaman tersebut rata-rata.
Skala 4 = sangat rendah, respon perusahaan terhadap ancaman tersebut
kurang.
Pertanyaan:
Menurut Bapak, bagaimana kondisi Rahat cafe dibandingkan dengan pesaing yang
memproduksi produk ayam goreng dalam hal faktor-faktor ancaman yang dimiliki
Rahat cafe sebagai berikut:
No
1.
2.
3.
4.
5.
Faktor Strategis Eksternal
ANCAMAN
Tingkat persaingan cafe tinggi
Kenaikan harga bahan baku
Kekuatan tawar-menawar pembeli tinggi
Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi
Banyaknya produk substitusi
Rating
Lampiran 18. Kuesioner Penelitian untuk Penilaian Attractiveness Score (AS)
Alternatif Strategi Pengembangan Rahat Cafe
KUESIONER PENELITIAN
PENENTUAN ATTRACTIVENESS SCORE ALTERNATIF STRATEGI
PENGEMBANGAN RAHAT CAFE
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG
WARALABA DAN NON WARALABA
(Kasus: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC)
Taman Topi dan Rahat Cafe di Bogor)
IDENTITAS RESPONDEN
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Pendidikan
Pekerjaan
:
:
: 1. Laki-laki
2. Perempuan
:
:
Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara lengkap, objektif, dan
benar adanya, karena kuesioner ini digunakan untuk penelitian skripsi dengan
tujuan ilmiah sehingga sangat dibutuhkan data yang valid dan akurat.
Peneliti
Bestari Dewi Noviatni
H34076034
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN STRATEGI TERPILIH
DENGAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM)
Tujuan:
QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi berdasarkan
seberapa jauh faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal dimanfaatkan atau
diperbaiki. QSPM secara objektif akan mengindikasikan alternatif strategi mana
yang terbaik untuk dilakukan.
Alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT:
Strategi 1
: Meningkatkan kualitas pengembangan produk melalui berbagai
menu.
Strategi 2
: Meningkatkan kegiatan promosi melalui penyebaran leaflet,
brosur, penggunaan website serta meningkatkan sponsorship.
Strategi 3
: Meningkatkan pelatihan kepada SDM muda untuk meningkatkan
kualitas manajerial melalui penetapan job description yang jelas
dan terarah.
Strategi 4
: Meningkatkan loyalitas konsumen dan menjaga hubungan baik
dengan pemasok.
Strategi 5
: Meningkatkan fasilitas berupa menyediakan area parkir yang
memadai dan pembuatan sertifikasi dari BPOM.
Petunjuk Pengisian:
Tentukan AS atau daya tarik masing-masing faktor internal (kekuatankelemahan) serta faktor eksternal (peluang-ancaman) untuk masing-masing
alternatif strategi pengembangan sebagaimana disebut di atas. Mengajukan
pertanyaan, apakah faktor sukses kritis ini mempengaruhi pilihan strategi yang
dibuat. Jika jawabannya ”Tidak”, maka kolom AS tidak perlu diisi, jika
jawabannya ”Ya” maka kolom AS diisi dengan:
1 = Jika alternatif strategi tidak menarik dibandingkan relatif terhadap alternatif
lain.
2 = Jika alternatif strategi agak menarik dibandingkan relatif terhadap alternatif
lain.
3 = Jika alternatif strategi cukup menarik dibandingkan relatif terhadap alternatif
lain.
4 = Jika alternatif strategi sangat menarik dibandingkan relatif terhadap alternatif
lain.
Matriks QSPM
Faktor Sukses
Kritis
Bobot
Strategi
1
AS
Kekuatan
Kelemahan
Peluang
Ancaman
Total
TAS
Strategi
2
AS
TAS
Strategi
3
AS
TAS
Strategi
4
AS
TAS
Strategi
5
AS
TAS
Download