BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Komunikasi Kegiatan

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Komunikasi
Kegiatan komunikasi merupakan kegiatan penting yang menjadi
kebutuhan masyarakat, dengan komunikasi masyarakat dapat dengan mudah
menyampaikan pesan untuk berhubungan dengan orang lain. Pesan yang
disampaikan dapat dilakukan dengan berbagai cara baik dengan menggunakan
bahasa verbal maupun non verbal, komunikasi yang dilakukan dapat juga mampu
mempengaruhi dan merubah sikap seseorang.
Komunikasi adalah proses dimana ide dialihkan dari sumber kepada satu
penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka
(Everrett M. Rogers).
8
Dari peryataan tersebut komunikasi dapat diartikan suatu
proses yang mampu mengubah seseorang dari ide atau pesan yang disampaikan
dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Salah satu fungsi
komunikasi yang utama adalah fungsi sosial dimana komunikasi berperan penting
dalam membantu seseorang untuk dapat berinteraksi dengan satu orang atau lebih.
Karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan
hubungan sosial yang salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan
komunikasi, dengan maksud untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
8
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Penerbit Rosda, 2005 hal 62
13
14
Proses komunikasi adalah proses pengoperan (dan penerimaan) dari
lambang-lambang yang mengandung arti. Proses komunikasi melalui media
adalah proses pengoperan dari lambang-lambang yang mengandung arti, yang
dioper melalui saluran-saluran yang dikenal sebagai pers, televisi, radio, telepon,
teleks, dan lain-lain. 9 Hakekat komunikasi adalah proses penyampaian informasi,
gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain, melalui pengguanaan simbol-simbol
seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain. 10
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara
etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan
perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki
makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki
tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Tujuan komunikasi secara umum antara lain adalah :
9
10
11
a.
Mengubah sikap (to change the attitude)
b.
Mengubah opini atau pendapat atau pandagan (to change opinion)
c.
Mengubah perilaku (to change behavior)
d.
Mengubah masyarakat (to change the society). 11
Phil.Astrid S. Susanto, “Komunikasi dalam teori dan praktek I”,Bina Cipta, Bandung, 1974, hal 3
Sasa Djuarsa Sendjaja, Teori Komunikasi, Universitas Terbuka Jakarta 2004, hal 21
Sasa Djuarsa sendjaja, Ibid Hal 26
15
Komunikasi yang dilakukan atau digunakan bersifat continue atau terus
berkesinambungan satu sama lain antara komunikator dengan komunikan.
Komunikasi akan terus berkembang selama kebutuhan manusia belum mencapai
tujuan. Komunikasi memiliki ruang interaksi antar manusia, baik secara
perorangan, kelompok, dan organisasi.
2.2
Komunikasi Massa
2.2.1 Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa merupakan suatu tipe komunikasi manusia (human
communication). Ia lahir seiring dengan penggunaan alat-alat mekanik yang
mampu melipat gandakan pesan-pesan komunikasi. Dalam catatan sejarah
publistik, komunikasi massa dimulai satu setengah abad setelah mesin cetak
ditemukan oleh John Gutanberg. 12
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa komunikasi massa adalah suatu
bentuk komunikasi yang menggunakan media massa, baik itu media cetak
maupun elektronik dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada khlayak /
masyarakat luas yang tersebar diseluruh penjuru dunia.
Pengertian komunikasi massa adalah komunikasi dengan media massa
(audiens atau khalayak sasaran). Massa disini dimaksudkan sebagai para penerima
pesan (komunikan) yang memiliki status sosial dan ekonomi yang heterogen satu
12
Wirayanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, Grasindo, Jakarta, 2004, hal 67
16
sama lainnya. Pada umumnya proses komunikasi massa tidak menghasilkan
feedback (umpan balik) yang langsung, tetapi tertunda dalam waktu yang relatif. 13
Komunikasi massa mempunyai khalayak banyak dan tersebar dimanamana. Pesan yang ingin disampaikan melalui program tayangan televisi
merupakan salah satu contoh komunikasi massa dengan menggunakan media.
Informasi dapat disalurkan melalui berbagai media. Media pada prinsipnya adalah
segala sesuatu yang merupakan saluran dengan seseorang yang menyatakan
gagasan, isi jiwa atau kesadarannya. Atau dengan kata lain media adalah alat
untuk mewujudkan gagasan manusia.
2.2.2 Ciri-Ciri Komunikasi Massa
Komunikasi massa memiliki ciri-ciri tersendiri yang membedakan dengan
bentuk-bentuk komunikasi lainnya. Kemampuan untuk menjangkau ribuan atau
bahkan jutaan orang merupakan ciri dari komunikasi massa seperti televisi, radio,
atau Koran.
Dalam bukunya, Nawiroh Vera mendefinisikan ciri-ciri komunikasi massa
sebagai berikut:
1. Komunikator terlembaga, maksudnya media massa sebagai saluran
komunikasi massa merupakan lembaga, yakni bisa berupa organisasi dan
menyangkut orang banyak.
13
Wawan Kuswandi, op.cit., hal 16
17
2. Khlayak sasaran (komunikan bersifat heterogen dan hanonim) dalam
keberadannya dimana saja dan satu sama lain tidak saling mengenal dan
tidak memiliki kontak pribadi. Disebut heterogen karena khalayak
komunikasi massa sangat beragam, terdiri dari berbagai lapisan
masyarakat yang berbeda hanonim artinya masing-masing khalayak tidak
mengenal satu dengan yang lainnya.
3. Isi pesan komunikasi massa bersifat umum, mengapa demikian, karena
pesan yang disampaikan melalui media massa bersifat umum atau publik,
ditunjukkan untuk orang banyak dan untuk kepentingan umum.
4. Komunikasi massa bersifat satu arah berarti tidak arus balik dari
komunikan dan respond tidak dapat diberikan secara langsung, oleh karena
itu komunikasi massa bersifat satu arah.
5. Feedback dalam komunikasi massa, karena bersifat satu arah maka
feedbacknya bersifat tertunda (delayed feedback). Komunikan dalam
komunikasi massa tidak bisa memberikan respond secara langsung, karena
pesannya disampaikan lewat media massa tidak secara langsung (tatap
muka). 14
14
Nawiroh Vera, Pengantar Komunikasi Massa, Cetakan I, Renata Pratama Media, 2008, hal 1116
18
2.2.3
Fungsi Komunikasi Massa
Komunikasi massa memiliki beberapa fungsi menurut Nawiroh Vera
dalam bukunya pun menjelaskan fungsi dari komunikasi massa itu sendiri, yaitu :
1.
Fungsi menghibur, acara-acara hiburan seperti film, musik, komedi yang
lebih banyak diminati.
2.
Menginformasikan, media massa menjadi sumber terbesar dari informasi
yang kita dapatkan.
3.
Fungsi membius, media menyampaikan informasi tentang sesuatu,
penerima percaya bahwa tindakan tertentu telah diambil. Sebagai
akibatnya, pemirsa atau penerima terbius kedalam keadaan tidak aktif
seakan-akan berada dalam pengaruh narkotik. 15
2.3
Media Massa
2.3.1
Pengertian Media Massa
Media massa khusus digunakan untuk menyalurkan komunikasi massa.
Istilah media massa berasal dari istilah bahasa inggris yaitu mass media. Mass
media ini adalah singkatan dari mass media communication atau media of mass
communication. Sebab disebutnya mass media adalah karena adanya mass
character yang melekat atau dimiliki oleh media itu. 16
15
16
Elvinaro Ardianto dan Lukiati K. Erdinaya, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Op.Cit, hal 6-12
Sunarjo dan Djonaesih, Himpunan Istilah Komunikasi: edisi kedua, Liberty , Yogyakarta, 1983,
hal 70-71
19
Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukkan kepada
sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dari anonim melalui media cetak atau
elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak
dan sesaat.
17
Media massa juga dapat dikatakan sebagai alat yang digunakan dalam
penyampaian
pesan
dari
sumber
kepada
khalayak
(penerima)
dengan
menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, televisi, radio, dan
film. 18
Dalam
bukunya
“Pengantar
Komunikasi
Massa
Nawiroh
Vera”
mempunyai definisi sendiri. Beliau menjelaskan bahwa :
Media massa adalah sarana untuk menyampaikan isi pesan, pertanyaan,
informasi yang bersifat umum, kepada sejumlah orang yang jumlahnya relatif
besar, tinggalnya terbesar, heterogen, anonim, tidak terlembagakan, perhatiannya
terpusat pada isi pesan yang sama yaitu pesan dari media massa yang sama, dan
tidak dapat memberikan arus balik secara langsung pada saat itu. 19
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, penulis mengambil kesimpulan
bahwa media massa seperti film akan mempunyai pesan yang bersifat umum.
Bentuk komunikasi manusia yang paling berpengaruh adalah melalui media
massa. Dengan adanya media massa yang ada, masyarakat akan lebih mudah
mendapatkan suatu informasi walaupun informasi tersebut berada jauh disekitar
mereka tinggal. Media massa banyak memberikan memberikan keuntungan. Siapa
17
18
19
McLuhan, M, Understanding Media : The Extensive of Man, New York, 1964, hal 11
Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi : edisi revisi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta,
2007, hal 126
Nawiroh Vera, Op.Cit, hal 8
20
pun yang dekat dengan media massa pasti dia mempunyai wawasan yang lebih
luas dibandingkan orang yang tidak bersentuhan sama sekali dengan media.
Dalam komunikasi massa, media sangat berperan penting karena
menghubungkan antara sumber dengan penerima yang sifatnya terbuka, dimana
setiap orang dapat melihat, membaca, dan mendengarkannya. Pada dasarnya
media massa dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu media massa cetak dan
media massa elektronik.
2.3.2
Fungsi Media Massa
Fungsi dari media massa adalah sebagai berikut : 20
1. Memberikan Informasi (to inform)
Media massa adalah penyebar informasi bagi pembaca, pendengar,
atau pemirsa. Berbagai informasi dibutuhkan oleh khalayak media
massa yang bersangkutan sesuai dengan kepentingan khalayak.
Khalayak sebagai manusia sosial akan merasa haus akan informasi
tentang segala sesuatu yang terjadi.
2.
Memberikan Pendidikan atau Mebimbing (to educated)
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayak (mass
education). Oleh karena itu media massa banyak menyajikan halhal yang sifatnya mendidik. Salah satu cara mendidik yang
dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai-nilai, opini,
serta aturan-aturan yang dianggap benar kepada pemirsa atau
20
Siti Karlinah, Betty Soemirat dan Lukiati Komala, Komunikasi Massa, hal 53-56
21
pembaca. Artinya sebagian fungsi dari pendidikan (edukasi) media
massa diarahkan untuk membuat khalayak tersosialisasi.
3.
Memberikan Hiburan (to intertain)
Fungsi menghibur dari media massa bertujuan untuk mengurangi
ketegangan pikiran khlayak dikarenakan membaca berita-berita
berat atau melihat tayangan dari televisi yang mempunyai bobot
yang ilmiah.
4.
Mempengaruhi Khalayak (to influence)
Fungsi mempengaruhi khalayak dari media massa sangat penting
artinya, karena hal tersebut menyebabkan media massa memegang
peranan yang sangat penting dalam
terdapat pada Tajukan/
Editioral, feature, iklan-iklan, artikel-artikel,dan sebagainya.
2.3.3
Jenis-Jenis Media Massa
Media massa sebenarnya dibagi dua yaitu media cetak dan media
elektronik. Media cetak yang memenuhi kriteria sebagai media massa berupa
majalah, koran, dan surat kabar. Sedangkan media elektronik yang memenuhi
kriteria sebagai media massa berupa televisi, radio, internet, dan film.
Surat kabar merupakan media massa paling tua dibandingkan dengan
jenis media massa lainnya. Sejarah telah mencatat keberadaan surat kabar dimulai
sejak ditemukannya mesin cetak oleh John Gutenberg di Jerman. Sedangkan di
Indonesia, keberadaan surat kabar ditandai dengan perjalanan panjang melalui
22
lima periode, yakni masa penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, menjelang
kemerdekaan dan awal kemerdekaan, serta zaman orde lama dan order baru.
Surat kabar dapat dikelompokkan pada berbagai kategori dilihat dari ruang
lingkupnya, maka kategorisasinya adalah surat kabar lokal, regional, dan nasional.
ditinjau dari bentuknya, ada surat kabar biasa dan tabloid. Sedangkan dilihat dari
bahasa yang digunakan, ada surat kabar berbahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan
bahasa daerah.
a. Majalah
Edisi pertama majalah yang diluncurkan di Amerika pada pertengahan
1930an memperoleh kesuksesan besar. Majalah tersebut membuat segmentasi
pasar tersendiri dan membuat fenomena baru dalam dunia media massa cetak di
Amerika. Sedangkan di Indonesia keberadaan majalah sebagai media massa
dimulai menjelang dan pada awal kemerdekaan Indonesia.
Tipe suatu majalah ditentukan oleh sasaran khalayak yang dituju. Artinya
sejak awal redaksi sudah menentukan siapa yang akan menjadi pembacanya,
apakah anak-anak remaja, wanita dewasa, pria dewasa, atau untuk pembaca umum
dari remaja sampai dewasa. Bisa juga sasaran pembacanya kalangan profesi
tertentu, seperti bertani, berternak, dan memasak.
b. Radio
Radio adalah media massa elektronik tertua. Keunggulan radio adalah bisa
dinikmati dimana saja seperti ditempat tidur, di dapur, di mobil, di kantor,
dijalanan, dan diberbagai tempat lainnya. Radio memiliki kemampuan menjual
bagi pengiklan yang produknya dirancang khusus untuk khalayak tertentu.
23
c. Televisi
Dari semua media komunikasi yang ada, televisi yang paling berpengaruh
pada kehidupan manusia. Kegiatan penyiaran melalui media televisi di Indonesia
dimulai tanggal 24 Agustus 1962, bertepatan dengan dilangsungkan pembukaan
pesta olahraga se-Asia TV atau Asean Games di senayan.
d. Film
Film atau gambar gerak adalah bentuk dominan dari komunikasi massa
visual dibelahan dunia ini. Lebih dari ratusan juta orang menonton film di bioskop
dan film televisi. Film lebih dahulu menjadi hiburan dibandingkan radio dan
televisi.
e. Komputer dan Internet
Menurut Laquey dalam bukunya Elvinaro, komunikasi massa suatu
pengantar internet merupakan jaringan longgar dari ribuan computer yang
menjangkau jutaan orang diseluruh dunia. Misi awalnya adalah sarana bagi
peneliti untuk mengakses data dari sejumlah daya perangkat keras computer.
Namun sekarang internet berkembang menjadi ajang komunikasi yang sangat
cepat dan efektif. Internet lebih tumbuh menajdi sedemikian besar dan berdaya
sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat diabaikan. 21
21
Elvinaro Ardianto, dan Lukiati K. Erdinaya, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Op Cit, hal
6-12.
24
2.4
Televisi Sebagai Media Massa
Televisi merupakan salah satu bentuk media massa. Menurut jenisnya
yang audio visual televisi memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan media
massa lainnya seperti surat kabar dan radio.
2.4.1
Pengertian Televisi
Televisi secara harafiah artinya “melihat dari jauh” namun demikian,
dalam pengertian sebenarnya meliputi dua bagian utama yaitu, pemancar televisi
yang berfungsi mengubah dan memancarkan sinyal-sinyal gambar (View)
bersama-sama dengan sinyal suara sehingga sinyal-sinyal tersebut dapat diterima
oleh pesawat televisi penerima pada jarak yang cukup jauh. Kedua televisi
penerima yang menangkap sinyal-sinyal tersebut mengubahnya kembali sehingga
apa yang dipancarkan oleh transmisi televisi tadi dapat dilihat dan didenagr seperti
keadaan aslinya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pesawat televisi adalah
alat yang dapat digunakan untuk melihat dan mendengar dari tempat yang jauh. 22
Elle Wartella dan Byron Reeves memandang televisi sebagai sesuatu yang
unik. Keunikan itu bukan hanya pesan yang ada didalam televisi, televisi sangat
menghibur dan amat menyenangkan hati pemirsanua tetapi juga dari segi
visualisasi, pegerakan kamera, teknik mengedit dan juga bahasanya. Televisi
mempunyai kelebihan-kelebihan dengan media massa lainya, hal ini dapat dilihat
dari sifat yang dimiliki televisi, pesan yang disampaikan televisi melalui gambar
dan suara secara bersamaan, hidup dan sangat cepat. Televisi adalah generasi baru
22
Ciptono Setyobudi, Pengantar Teknik Broadcasting Televisi, Graha Ilmu, 2005, Hal 2
25
media elektronik yang dapat menyampaikan pesan-pesan audio visual secara
serentak. Pesan visual yang disampaikan dapat berupa gambar diam atau gambar
hidup. Yang terakhir ini, bila disajikan secara kreatif dalam tata warna yang tepat
serta diiringi dengan pesan moral yang sesuai dapat menyuguhkan realita yang
ada. Oleh karena itu, televisi berhasil memikat banyak khalayak dari pada media
massa lainnya. 23
2.4.2 Isi Pesan Media Televisi
Televisi sebagaimana media massa mempunyai fungsi informasi, hiburan,
pendidikan, kontrol sosial dan penghubung wilayah secara greografis. Televisi
sebagai media massa mempunyai pengaruh serta akibat yang ditimbulkannya.
Bersamaan dengan jalannya proses penyampaian isi pesan media televisi kepada
pemirsa, maka isi pesan itu juga akan di interprestasikan secara berbeda-beda
menurut visi pemirsa serta dampak yang ditimbulkannya juga beraneka ragam.
Hal ini terjadi karena tingkat pemahaman dan kebutuhan pemirsa berkaitan erat
dengan status sosial ekonomi serta situasi dan kondisi pemirsa pada saat
menonton televisi.
Dengan demikian apa yang diasumsikan televisi sebagai suatu acara yang
penting untuk disajikan bagi pemirsa belum tentu penting bagi khalayak. Jadi
efektif tidaknya isi pesan itu tergantung dari situasi kondisi pemirsa dan
lingkungan sosialnya. 24
23
Jahi Amri, Komunikasi Massa di Negara-Negara Dunia Ketiga : Suatu Pengantar, Gramedia,
Jakarta. 1988, Hlm 140
24
Ibid. Hal 99
26
2.5
Program Tayangan Televisi
Kata ‘program’ berasal dari bahasa inggris programme atau program. 25
Program tayangan televisi adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara,
gambar, atau yang berbentuk grafis, baik yang bersifat interaktif maupun tidak,
yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran. 26 Pada umumnya acara
televisi terbagi dalam beragam program tanyangan, namun pada intinya program
televisi dapat digolongkan sebagai program hiburan, program informasi, dan
pendidikan.
Menurut undang-undang RI No. 32 Tahun 2002 tentang penyiaran pada
bab VI bagian kelima, pasal 19 tentang penyelenggaraan penyiaran, untuk
klasifikasi film, sinetron, dan mata acara tertentu, lembaga penyiaran public
televisi wajib mencantumkan kode layak tonton yang terdiri atas :
a.
Tayangan untuk anak
b.
Tayangan yang perlu didampingi orang tua
c.
Tayangan semua umur
d.
Tayangan hanya untuk orang dewasa.
Penggolongan program diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu : 27
a.
Klasifikasi A : Tayangan untuk Anak, yakni khalayak berusia dibawah 12
tahun.
b.
Klasifikasi R : Tayangan untuk Remaja, yakni khalayak berusia 12-18
tahun.
25
26
27
Morrisan, M.A. Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio & Televisi, Ramdina Prakarsa.,
2007 Hal 97
Bab 1, Pasal 1, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran KPI Tahun 2007
Pasal 65, Ibid
27
c.
Klasifikasi D : Tayangan untuk Dewasa ; dan
d.
Klasifikasi SU : Tayangan untuk Semua Umur.
2.5.1
Jenis – Jenis Program Televisi
Berbagai jenis program itu dapat dikelompokan menjadi dua bagian besar
berdasarkan jenisnya :
1.
Program Informasi
Program informasi tidak hanya melulu program berita dimana
presenter atau penyiar membacakan berita tetapi segala bentuk penyajian
informasi termasuk juga talk show (perbincangan). Program informasi
dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu berita keras (hard news) dan
berita lunak (soft news)
Berita keras atau hard news adalah segala informasi penting dan
atau menarik yang harus segera ditayangkan agar dapat diketahui khalayak
audien secepatnya. Dalam hal ini berita keras dapat dibagi ke dalam
beberapa bentuk berita yaitu : straight news, features, dan infotainment.
Straight News berarti berita ‘langsung’ maksudnya suatu berita
yang singkat (tidak detail) dengan hanya menyajikan informasi terpenting
saja yang mencangkup 5W + 1H (who, what, where, when, why, dan how)
terhadap suatu peristiwa yang diberitakan.
Feature adalah berita ringan namun menarik. Pengertian ‘menarik’
disini adalah informasi yang lucu, unik, aneh, menimbulkan kekaguman
dan sebagainya.
28
Infotaiment adalah berita yang menyajikan informasi mengenai
kehidupan orang-orang yang dikenal masyarakat (celebrity), dank arena
sebagian besar dari mereka bekerja pada industry hiburan seperti pemain
film/sinetron, penyanyi dan sebagainya maka berita mengenai mereka.
Berita Lunak atau soft news adalah segala informasi yang penting
dan menarik yang disampaikan secara mendalam (indepth) namun tidak
bersifat harus segera ditayangkan. Program yang masuk kedalam kategori
berita lunak ini adalah : current affair, magazine, documenter dan talk
show.
Current Affair adalah program yang menyajikan informasi yang
terkait dengan suatu berita penting yang muncul sebelumnya namun dibuat
secara lengkap dan mendalam.
Magazine adalah program yang menyajikan informasi ringan
namun mendalam atau dengan kata lain magazine adalah feature dengan
durasi yang lebih panjang. Magazine ditayangkan pada program tersendiri
yang terpisah dari program berita.
Documenter adalah program informasi yang bertujuan untuk
pembelajaran dan pendidikan namun disajikan dengan menarik.
Talk Show adalah program yang menampilkan satu atau beberapa
orang untuk membahas suatu topic tertentu yang dipandu oleh seorang
pembawa acara (host).
29
2. Program Hiburan
Program Hiburan adalah segala bentuk siaran yang bertujuan
untuk menghibur audien dalam bentuk musik, lagu, cerita dan permainan.
Program yang termasuk dalam kategori adalah drama, musik, dan
permainan (game).
Drama adalah pertunjukan (show) yang menyajikan cerita
mengenai kehidupan atau karakter seseorang atau beberapa orang (tokoh)
yang diperankan oleh pemain (artis) yang melinbatkan konflik dan emosi
Musik program musik berupa konser dapat dilakukan di lapangan
(outdoor) ataupun didalam studio (indoor). Program musik di televisi saat
ini sangat ditentukan dengan kemampuan artis menarik audien.
Pertunjukan adalah program yang menampilkan kemampuan
(performance) seseorang atau beberapa orang pada suatu lokasi baik di
studio maupun di luar studio, di dalam ruangan (indoor) ataupun di luar
ruangan (outdoor). 28
2.6
Sikap
Secara historis, istilah sikap (attitude) digunakan pertama kali oleh Herbert
Spencer di tahun 1862 yang pada saat itu diartikan olehnya sebagai status metal
seseorang, diawal-awal itu pula penggunakan konsep sikap sering dikaitkan
dengan konsep mengenai postur fisik atau posisi tubuh seseorang. 29 Fenomena
sikap timbul tidak saja ditentukan oleh keadaan objek yang sering dihadapi tetapi
28
29
Morissan M.A. , op.cit., hal 21
Sumber dari : Wahyu Setyo Budi. Anggapan Masyarakat tentang acara mitos di RCTI, 11
Oktober 2004
30
juga oleh kaitannya dengan pengalaman-pengalaman masa lalu, oleh situasi disaat
sekarang, dan oleh harapan-harapan kita dimasa sekarang.
Menurut prof. Dr. Bimo Waligito sikap merupakan organisasi pendapat,
keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relaif tetap, yang disertai
adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada orang tersebut untuk
membuat respons atau berperilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya. 30
Sedangkan menurut La Pierre dalam Allen, Guy, & Edgley mendefinisikan
sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predis posisi
untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah
respon-respon terhadap stimuli yang telah terkondisikan. 31
2.6.1
Ciri-Ciri Sikap
Sikap menentukan jenis atau tabiat tingkah laku dan hubungannya dengan
rangsangan yang relevan, orang-orang atau kajian-kajian. Dapatlah dikatakan
bahwa sikap merupaka faktor internal, tetapi tidak sama faktor internal adalah
sikap.
Adapun ciri-ciri sikap sebagai berikut : 32
a. Sikap itu dipelajari
Sikap merupakan hasil belajar. Beberapa sikap dipelajari secara tidak
sengaja dan tanpa kesadaran kepada sebagian individu. Mempelajari sikap
secara sengaja apabila individu mengerti bahwa hal itu lebih berguna bagi
30
31
32
S.Sunarjo Djoenaesih, Opini Publik, Yogyakarta 1997. Hal 104
Saifudin Azwar, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta 1995
S.Sunarjo Djoenaesih, Op.Cit, hal 100
31
dirinya sendiri maupun dapat bermanfaat bagi kelompoknya, ataupun
memperoleh suatu nilai yang sifatnya perorangan.
b. Memiliki kestabilan
Sikap yang pada mulanya dipelajari. Kemudian menjadi lebih kuat melalui
pengalaman, akhirnya menjadi tetap dan stabil. Misalnya peasaan suka
atau tidak suka terhadap sesuatu warna tertentu yang spesifik dan hal ini
biasanya terjadi berulang-ulang dengan frekuensi yang cukup tinggi.
c. Personal-sociental significance
Sikap melibatkan antara hubungan seseorang dan orang lain dan juga
antara orang dan benda atau barang atau situasi tertentu. Bila seseorang
merasa orang lain menyenangkan, terbuka serta hangat, maka hal ini akan
sangat berarti bagi dirinya, ia akan merasa bebas dan favourable
(menyenangkan).
d. Berisi kognisi dan afeksi
Komponen kognisi dari sikap adalah berisi informasi yang faktua misalnya
objek itu dirasakan menyenangkan atau tidak menyenangkan. Sedangkan
seperti kita ketahui komponen afeksi menyangkut perasaan-perasaan
tertentu
misalnya
ketakutan,
kedengkian,
simpati,
antipasti,
dan
sebagainya.
e. Approach-avoidance directionality
Bila seseornag memiliki sikap yang favorable terhadap suatu objek,
mereka akan mendekati dan membantunya, sebaliknya bila seseorang
memiliki sikap yang unvaforable, mereka akan menghindarinya.
32
2.6.2 Pembentukan Sikap
Dalam interaksi sosialnya, individu bereaksi mebentuk pola sikap tertentu
terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah
pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap penting, media massa,
instuasi, atau lembaga pendidikan dan lembaga agama, serta factor emosi dalam
diri individu. 33
2.6.3
Langkah-Langkah Perubahan Sikap
Menurut Hovland dan kawan-kawannya (Fishbein & Ajzen, Brehm &
Kassin) meneliti factor-faktor yang dapat mempengaruhi komunikasi persuasif.
Dalam penelitian yang diadakan di Universitas Yale, ia mendefinisikan
komunikasi sebagai suatu proses yang digunakan oleh komunikator untuk
menyampaikan stimuli (yang biasanya dalam bentuk lisan) guna mengubah
perilaku orang lain.
Asumsi dasar yang melandasi study Hovland dan kawan-kawannya adalah
anggapan bahwa efek suatu komunikasi tertentu yang berupa perubahan sikap
akan tergantung pada sejauh mana komunikasi itu diperhatikan, dipahami,
diterima. 34 Langkah ini disajikan pada gambar berikut ini.
Stimulus
Perhatian
Pemahaman
Penerimaan
33
34
35
S.Sunarjo Djoenaesih, Op.Cit, hal 30
Ibid, Hal 62
Ibid, Hal 63
Respon
(Perubahan SIkap)
35
33
Pada ilustrasi gambar terlihat pada perhatian dan pemahaman subjek
terhadap komunikasi pesan yang disampaikan akan menentukan apa yang akan
dipelajari oleh subjek mengenai isi pesan tersebut, sedangkan poses-proses lain
dianggap menetukan apakah isi yang dipelajari itu akan diterima atau diadopsi
oleh subjek ataukah tidak
a.
Perhatian
Bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indra kita,
dan mengesampingkan masukan-masukan melalui alat indra kita yang
lain, maka akan terjadi yang namanya perhatian, sedangkan perhatian
adalah proses mental ketika stimuli menjadi menonjol dalam
kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah.
b. Pemahaman
Pemahaman terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui,
dipahami, atau dipersepsikan khalayak. Keingintahuan komunikasi
terhadap sesuatu yang informative bagi dirinya maka dinamakan
proses kongnitif
c. Penerimaan
Penerimaan adalah proses dimana receiver memberi makna
terhadap pesan yang diterimanya, mengorganisasikan stimuli dengan
melihat konteksnya, dan mengisinya dengan interprestasi yang
sebenarnya dengan rangkaian stimuli sikap seseorang.
34
2.7
Teori S-O-R
Kaitan antara teori ini dengan penelitian penulis mengenai sikap para
orang tua saat anak menonton program acara televisi adanya aksi (pendampingan)
dan reaksi (menjelaskan pesan positif isi pesan televisi).
Teori S-O-R sebagai singkatan dari Stimulus-Organisme-Response ini
semula berasal dari psikologi. Lalu kemudian menjadi teori komunikasi tidak
menherankan, karena objek material dari psikologi dan ilmu komunikasi adalah
sama, yaitu manusia juga jiwanya meliputi komponen-komponen : sikap, opini,
perilaku, kongnitif, afektif, dan konasi
Prinsip teori ini adalah efek merupakan reaksi tertentu dai stimulus
(rangsangan) tertentu. Sehingga orang dapat menduga atau memperkirakan
adanya hubungan erat antara isi pertanyaan media dengan reaksi khalayak. 36
Unsur-unsur model Stimulus-Organisme-Respons, adalah :
1. Stimulus (S) : rangsangan : message : media televisi
Dalam hal ini adalah fungsi pendampingan
2. Organisme (O) : komunikan : reveiver : penerimaan.
Pada penelitian ini adalah para orang tua
3. Respon (R) : respon : efek : pengaruh.
Sikap yeng meliputi respon kongnitif, afektif dan konatif terhadap sikap
para orang tua
36
A.M. Hoeta Soehoet, Teori Komunikasi 2, Yayasan Kampus Tercinta-IISIP, Jakarta. 2002. Hal.
26-27
35
Kaitannya dengan penelitian ini adalh efek yang terjadi pada tahap
kognitif, yaitu sikap para orang tua siswa SDN Pakulonan III saat anak menonton
program acara televisi, sebagai khalayak.
2.8
Khalayak
Khalayak bisa disebut dengan istilah penerima, sasaran, pembaca,
pendengar, audiens, audience, decoder atau komunikan. Khalayak adalah salah
satu aktor dari proses komunikasi. Karena itu unsure khalayak tidak boleh
diabaikan, sebab berhasil tidaknya suatu proses komunikasi sangat ditentukan
oleh khalayak. Suatu kegiatan komunikasi yang diboikot oleh khalayak sudah
pasti komunikasi itu akan gagal dalam mencapai tujuannya, khalayak dalam studi
komunikasi bisa berupa indivisu, kelompok, dan masyarakat.
2.8.1
37
Pengertian Khalayak
Khalayak dalam komunikasi massa dapat terdiri dari pembaca surat kabar,
pendengar radio, penonton film dan televisi. Dengan kata lain, khalayak terutama
dalam komunikasi massa adalah mereka yang menjadi sasaran pesan-pesan yang
bersifat umum. Juga khalayak dapat merupakan orang banyak yang menjadi
sasaran pidato atau media massa yang disebut dengan massa. Komunikasi antara
media televisi selaku komunikator dengan khalayak tentunya akan melibatkan
berbagai lapisan masyarakat. Dalam keadaan masyarakat yang semakin
berkembang seperti pada saat ini, sangat memungkinkan setiap anggota
37
Hafied Cangara. Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Hal. 157
36
masyarakat melakukan komunikasi antara satu dengan yang lainnya, demikian
pula dengan kelompoknya atau dengan kelompok lain. 38
2.8.2
Karakteristik Khalayak
Karakteristik khalayak komunikasi melalui media massa adalah sebagai
berikut : 39
a. Khalayak sebagai penggarap informasi
Pada dasarnya pengolahan informasi yang terjadi pada pihak penerima
(khalayak) bersifat “selektif”. Khalayak pada saat berhadapan dengan
“bentuk informasi” akan melakukan decoding (pemecahan kode-kode
pesan). Saat itu, tidak semua pesan akan diserap oleh khalayak menurut
kebutuhannya.
b. Khalayak sebagai problem solver
Informasi yang disampaikan diharapkan dapat membantu khalayak dalam
mengatasi permasalahannya.
c. Khalayak sebagai mediator
Pada dasarnya proses penyebaran informasi tidak berhenti pada sasaran
langsung sebagai barisan pertama. Arus penyebaran informasi bisa
berlangsung melalui tahapan dan barisan. Proses penyebaran informasi yang
demikian ini disebut multi step communication model (Schramm, 1973)
38
39
Ibid Hal 157
Feni Fasta, Hukum dan Etika Penyiaran. Pusat Pengembangan Bahan Ajar UMB
37
d. Khalayak sebagai pembela
Informasi dibutuhkan khalayak pada saat dirinya merasa ragu terhadap
sesuatu hal. Informasi tersebut dibutuhkan sebagai data pendukung untuk
mendapatkan kepastian.
e. Khalayak sebagai anggota kelompok
Sebagai makhluk sosial, seorang individu terikat oleh nilai-nikai kelompok
yang diikutinya baik secara formal ataupun informal. Dengan demikian
informasi yang diterima seorang melalui suatu media akan diproses melalui
dua dimensi. Dimensi pertama berkaitan dengan nilai-nilai yang dipegang
secara individu atau pribadi. Dimensi kedua berhubungan dengan
kedudukannya sebagai anggota kelompok.
f. Khalayak sebagai kelompok
Secara sosiologis, masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok orang yang
memiliki cirri-ciri tertentu seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan
sebagainya.
g. Selera rakyat
Sesuatu yang manusiawi jika setiap orang memiliki selera. Kaitannya
dengan media massa terletak pada selera khalayak dalam memilih jenis
media massa yang akan digunakannya. Dalam penelitian ini khalayak yang
diteliti adalah para orang tua yang telah memiliki anak berusia antara 6
sampai 12 tahun.
38
2.9
Orang Tua Sebagai Khalayak
pengertian orang tua dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan
“Orang tua artinya ayah dan ibu”. 40 Orang tua adalah komponen keluarga yang
terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang
sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab
untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai
tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan
bermasyarakat.
Sedangkan pengertian orang tua di atas, tidak terlepas dari pengertian
keluarga, karena orang tua merupakan bagian keluarga besar yang sebagian besar
telah tergantikan oleh keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
Secara tradisional, keluarga diartikan sebagai dua atau lebih orang yang
dihubungkan dengan pertalian darah, perkawinan atau adopsi (hukum) yang
memiliki tempat tinggal bersama.
2.9.1
Peranan Orang Tua
1. Peran orang tua sebagai pemdamping
Untuk menghindari anak dari bahaya yang tidak di inginkan, orang tua
juga harus meningkatkan perannya sebagai pendamping, dalam hal ini adalah
pendampingan anak saat menonton televisi. Pembatsan sangat membantu untuk
membuat anak merasa aman, keluarga perlu menyusun peraturan yang jelas,
sehingga anak mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh
dilakukan. Peraturan tersebut harus dimengerti sehingga melanggar akan dihukum
40
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Hal 269
39
sesuai kesepakatan. Dalam hal ini orang tua dapat menjadwalkan dan menentukan
kapan anak boleh menonton televisi dan tayangan yang boleh mereka tonton dan
sebagainya.
2. Orang tua sebagai pembimbing
Peranan sebagai pembimbing anak terutama dalam membantu anak
mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan memberikan pilihan-pilihan saran
yang realities bagi anak. Orang tua harus dapat membimbing anaknya secara
bijaksana dan jangan sampai menekan harga diri anak. Anak harus dapat
mengembangkan kesadaran, bahwa ia adalah seorang pribadi yang berharga, yang
dapat mandiri, dan mampu dengan cara sendiri menghadapi persoalanpersoalannya. Bila si anak tidak mampu menghadapi persoalan-persoalannya yang
susah, orang tua harus dapat membantu membahas masalah tersebut dalam bentuk
dialog. Dalam hal ini termasuk bantuan bagi anak untuk mengatasi tekanan dan
pengaruh negative tayangan televisi. Sehingga si anak dapat memiliki pegangan
dan dukungan dari orang tuanya.
a. Peranan ayah
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperanan sebagai
pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai
kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai
anggota masyarakat dari lingkungannya. Ayah juga berperan sebagai
pengambil keputusan dalam keluarga.
40
b. Peranan ibu
Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan
untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anakanaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping
itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam
keluarganya. 41
41
Effendy, N. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta:EGC. 2004.
Download