BAB 2 KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 State of

advertisement
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1
State of The Art
Tabel 2.1 State of The Art
Judul Penelitian
Nama
Metodelogi
Penulis/Peneliti
Penelitian
Masalah Penelitian
Hasil Penelitian
Menghindari
Penerapan aliran
kesalahpahaman
komunikasi
KOMUNIKASI
dengan tujuan
organisasi oleh divisi
ORGANISASI
memperjelas dalam
Corporate
DALAM
penulisan skripsi dan
Communication
MENGOPTIMAL
membatasi ruang
perlu mencakup
ISASIKAN
lingkup masalah
komunikasi dari
FUNGSI DIVISI
penelitian, maka
bawah ke atas dan
PUBLIC
penulis membuat
komunikasi
RELATIONS DI
batasan masalah
horizontal agar dapat
GLOBALTV
penelitian, yaitu
mengoptimalisasikan
untuk menganalisis
fungsi divisi public
aliran komunikasi
relations di
organisasi dalam
GlobalTV, yaitu
ANALISIS
Esa
ALIRAN
Jannah
Savitria Kuantitatif
mengoptimalisasikan Departemen
fungsi divisi public
Corporate Secretary
relations di
dalam membina
GlobalTV.
hubungan dengan
Menganalisis aliran
publik internal
komunikasi
dalam satu kesatuan
organisasi dalam
divisi yang lebih
mengoptimalisasikan efisien.
fungsi divisi public
Judul Penelitian
Nama
Metodelogi
Penulis/Peneliti
Penelitian
Masalah Penelitian
Hasil Penelitian
relations di
GlobalTV.
Alur Komunikasi Endang
Skripsi ini
Dari hasil
membahas mengenai
wawancara yang
“Alur Komunikasi
dilakukan oleh
Universitas
Organisasi di UPT
penulis, dapat
Katolik
Perpustakaan
diketahui bahwa alur
Soegijapranata
Universitas Katolik
komunikasi secara
Semarang
Soegijapranata
keseluruhan yang
Semarang” tujuan
ada di UPT
dari penelitian ini
Perpustakaan
adalah untuk
Universitas Katolik
mengetahui apakah
Soegijapranata sudah
alur komunikasi di
berjalan dengan
UPT Perpustakaan
lancar dengan bukti
Universitas Katolik
tidak adanya miss
Soegijapranata
komunikasi antara
Semarang berjalan
pemimpin ke
dengan efektif atau
bawahan, bawahan
tidak.
ke pemimpin, antar
Di
Kualitatif
UPT Fatmawati,
Perspustakaan
M.Si., M.A.
staff, antar bidang
kerja, dan
komunikasi
informal.
ANALISIS
Tujuan penelitian ini
Intermatrix
BUDAYA
untuk mengetahui
merupakan
unsur-unsur yang
perusahaan yang
KONSULTAN
menjadi pembentuk
dilandasi dengan
PUBLIC
budaya organisasi di
azas kekeluargaan
RELATIONS PT
dalam perusahaan
dimana setiap
ORGANISASI
BABY OLA
Kualitatif
Judul Penelitian
Nama
Metodelogi
Penulis/Peneliti
Penelitian
INTERMATRIX
Masalah Penelitian
Hasil Penelitian
konsultan public
karyawan merasakan
relations PT
suasana yang hangat
Intermatrix.
dan kekeluargaan
“Bagaimana budaya
yang erat dalam
organisasi yang
bekerja itu terlihat
diterapkan di dalam
dalam pola
perusahaan
komunikasi
konsultan public
perusahaan dengan
relations PT
menyebut inisial
Intermatrix?”
nama, misalnya
Mengetahui dimensi
Wimar Witoelar
komunikasi yang
yaitu chairman PT.
terdapat pada
Intermatrix maka
perusahaan
cukup dipanggil
konsultan public
dengan WW tanpa
relations PT
menyebut Pak, Bos,
Intermatrix.
Mas, Kang, Om atau
lainnya.
Komunikasi muncul
Sistem budaya suatu
dengan peran kunci
organisasi
terhadap organisasi
diharapkan dapat
Communication
budaya. Komunikasi
menjadi suatu alat
and effectiveness
interpersonal yang
manajemen dalam
efektif, adalah
perusahaan untuk
menyertai dengan
mencapai efisienasi,
aksi kolektif yang
produktivitas
lebih baik terutama
produktivitas dan
dari segi mencapai
tujuan perusahaan.
tujuan organisasi.
Sistem budaya
Dalam sinkron dan
perusahaan dapat
of it’s influence Uka, Altin
on
Organization
the
Kuantitatif
Judul Penelitian
Nama
Metodelogi
Penulis/Peneliti
Penelitian
Masalah Penelitian
Hasil Penelitian
komplemen
menjadi contoh bagi
pelaksanaan
perusahaan lain
strategi,organisasi
untuk menerapkan
budaya. Hal ini di
budaya organisasi
dukungan penuh dari berlandaskan azas
mencapai organisas,
kekeluargaan
sasaran, khusus,
sehingga karyawan
mempengaruhi
dapat lebih merasa
efektivitas dari
nyaman dan dihargai
organisasi .
di dalam perusahaan.
Komunikasi yang
efektif dapat
berfungsi sebagai
Communication:
An
essential
element
internal control
in
Fellner, Brian S;
Mitchell,
L
Leon Kualitatif
link penting antara
Pemisahan tugas
pengendalian
harus mencegah
internal dan
individu dari
efektivitas
merugikan institusi
operasional. Semua
dengan
anggota staf
menyalahgunakan
akuntansi harus tahu
pengetahuan mereka
kegiatan apa yang
tentang sistem;
dilakukan oleh
seharusnya tidak
karyawan lain yang
menghalangi
berpartisipasi dalam
pemahaman mereka
urutan operasi
tentang fungsi
keuangan terkait dan
organisasi secara
bagaimana pekerjaan keseluruhan.
mereka
mempengaruhi
urutan operasi.
2.2
Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa Latin, communis, yang berarti membuat
kebersamaan atau membangun kebersamaan atau membangun kebersamaan antara
dua orang atau lebih.Akar katanya communis adalah communico, yang artinya
berbagi (Stuart, 1983). (Vardiansyah, 2004: 3). Pernyataan tersebut menjadi salah satu
landasan alasan dasar mengapa komunikasi adalah hal utama yang harus di jaga
dalam sebuah organisasi. Kebersamaan yang di bangun oleh dua orang atau lebih
akan membawa kepada satu tujuan bersama. Karena itu komunikasi dilakukan untuk
mencapai pemahaman bersama hingga mencapai tujuan yang di tentukan.
Seperti dalam pengertian berikut yang menyatakan bahwa, Komunikasi adalah
suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain untuk
mendapatkan saling pengertian. (Wursanto, 2007: 154). Dalam pengertian tersebut
dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan aksi untuk mendapatkan
pemahaman yang sama antara satu orang dengan yang lainnya.
Menurut Wilbur Schramm, apabila seseorang mempelajari komunikasi, maka
ia mempelajari mengenai bagaimana orang berhubungan dengan orang lain,
kelompok taupun organisasi dan masyarakat melalui tanda-tanda tertentu atau dapat
disebut juga dengan bahasa komunikasi (Morissan, 2010: 43). Dalam pengertian
tersebut telah dikatakan bahwa apabila seorang individu menguasai komunikasi
dengan individu lain, dapat dikatakan bahwa orang tersebut secara tidak langsung
individu tersebut telah mempelajari kebiasaan yang timbul.
Dengan mendasarkan berbagai definisi di atas, mengatakan bahwa komunikasi
meliputi juga bagaimana seorang dapat membangun komunikasi baik dalam internal
kelompok ataupun organisasi, dan juga dapat membangun keselarasan dalam
menjalankan budaya organisasi. Hal ini akan mendukung pembentukan dari pola
komunikasi yang nantinya akan terjadi di dalam sebuah perusahaan. Hal ini pula
merupakan salah satu pembentukan alur komunikasi yang di jalankan yang nantinya
akan berpengaruh kepada budaya organisasi di dalam perusahaan.
2.3
Fungsi Komunikasi
Komunikasi merupakan cara bagaimana antara individu dan individu
berinteraksi, saling menyebarkan informasi ataupun untuk mendapatkan pemahaman
yang sama yang di sebut sepemahaman. Dalam hakekatnya komunikasi sendiri
memiliki fungsi – fungsinya sendiri bagi organisasi seperti yang dijabarkan Sendjaja
(2002) yaitu; organisasi baik yang berorientasi untuk mencari keuntungan (profit)
maupun niralaba (non-profit), memiliki empat fungsi organisasi, yaitu: fungsi
informatif, regulatif, persuasif, dan integratif. Keempat fungsi tersebut di jelaskan
sebagai berikut:
-
Fungsi Informatif
Organisasi dapat dipandang
sebagai suatu sistem
proses informasi
(information-processing system). Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu
organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih
baik, dan tepat waktu.Informasi yang didapatkan setiap anggota organisasi
dapat melaksanakannya secara lebih pasti.
-
Fungsi Regulatif
Fungsi regulative ini berkaitan dengan peraturan–peraturan yang berlaku
dalam organisasi pada suatu lembaga atau organisasi,
ada dua hal yang
berpengaruh terhadap fungsi regulative ini. Pertama, atasan atau orang –
orang yang berada dalam tatanan manajemen, yaitu mereka yang memiliki
kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan.Kedua,
berkaitan dengan pesan atau message. Pesan–pesan regulative pada dasarnya
berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan
tentang pekerjaan yang boleh dilaksanakan.
-
Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan
selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini,
maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk memersuasi bawahannya
daripada memberi perintah.
-
Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan
karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.Ada dua
saluran komunikasi formal, seperti penerbitan khusus dalam organisasi
tersebut (newsletter, bulletin) dan laporan kemajuan organisasi; juga saluran
komunikasi informal, seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat
kerja, pertandingan olahraga, ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan
aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih
besar dalam diri karyawan terhadap organisasi. (Burhan Bungin, 2006: 278).
Dengan ke 4 fungsi yang telah disebutkan, kita dapat mengetahui bahwa
fungsi komunikasi bisa di katakan sebagai proses memperoleh informasi baik
terikat maupun tidak, untuk memberikan pengertian kepada publik yang di
tuju agar mendapatkan pemahaman yang sama dan di inginkan dengan
menggunakan saluran tertentu sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya.
2.4
Komunikasi Organisasi
Dalam membangun sebuah perusahaan komunikasi organisasi sangat di
butuhkan sebagai sebuah sistem komunikasi yang terjadi di dalam perusahaan
maupun di luar perusahaan.Komunikasi organisasi dapat di diartikan sebagai
komunikasi yang terjalin antara individu pelaku organisasi baik di dalam organisasi
maupun organisasi.komunikasi organisasi terjadi dalam suatu organisasi, bersifat
formal dan informal dan berlangsung dalam suatu jaringan yang lebih besar dari pada
komunikasi kelompok. ( Mulyana, 2005 : 75 ).Dalam pernyataan tersebut, komunikasi
organisasi dalam eksekusinya terbagi menjadi dua yaitu, bersifat formal dan
informal.Dalam hal nya komunikasi organisasi lebih besar jaringannya di bandingkan
dengan komunikasi kelompok.Kemudian di dalan sebuah organisasi komunikasi
berlangsung komunikasi organisasi yang terjadi di antara pelaku organisasi internal,
dengan
maksud
dan
tujuan
tertentu.Selanjutnya,
komunikasi
organisasi
(organizational communication) mencakup komunikasi yang terjadi di dalam dan di
antara lingkungan yang besar dan luas. Jenis komunikasi ini sangat bervariasi karena
komunikasi organisasi juga meliputi komunikasi interpersonal (percakapan antara
atasan dan bawahan), kesempatan berbicara di depan publik (presentasi yang
dilakukan oleh para eksekutif dalam perusahaan), kelompok kecil (kelompok kerja
yang mempersiapkan laporan), dan komunikasi dengan menggunakan media (memo
internal, e-mail, dan konfrensi jarak jauh). Oleh karenanya, organisasi terdiri atas
kelompok yang diarahkan oleh tujuan akhir yang sama. (West Turner, 2009: 38).
Dalam eksekusinya komunikasi organisasi merupakan penyatuan sebuah pemikiran
individu pelaku organisasi agar dapat bersatu dan membaur di dalam lingkungan
organisasinya.Hal ini dilakukan agar seorang individu pelaku organisasi dapat
menyatu ataupun memahami lingkungan di sekitarnya. Dengan begitu akan tumbuh
penyesuaian yang baik agar seorang pelaku organisasi di terima dan dapat mengikuti
hal yang berjalan di dalam organisasi.
Seperti yang di jabarkan oleh West dan Turner komunikasi organisasi meliputi
komunikasi interpersonal yang di jalan kan oleh individu per individu, kemudian
komunikasi ini juga merupakan komunikasi yang di jalankan oleh atasan dan
bawahan ataupun kepada sesama pekerja. Dalam sistem pertukaran informasi.Dengan
tidak adanya hambatan di dalam penyebaran informasi antara atasan dan bawahan
ataupun kepada sesama pekerja, ada baiknya di dalam perusahaan tidak memiliki
gangguan komunikasi organisasi yang berarti hingga mencapai tujuan bersama. Dan
kemudian di perkuat oleh pernyataan Prof. Dr. Burhan Bungin (2011:
261)
komunikasi adalah sebuah tindakan untuk berbagi informasi, gagasan ataupun
pendapat dari setiap partisipan komunikasi yang terlibat di dalamnya guna mencapai
kesamaan makna. Tindak komunikasi tersebut dapat dilakukan dalam berbagai
konteks, antara lain adalah dalam lingkup organisasi (organizational communication).
Dalam pengertian tersebut, komunikasi organisasi merupakan suatu usaha yang di
lakukan pelaku organisasi dalam mencapai kesamaan makna dan pengertian yang
dibutuhkan untuk jalannya organisasi yang baik.Komunikasi organisasi dapat di
lakukan dalam berbagai konteks prilaku ataupun bahasa yang berjalan di dalam suatu
organisasi.
Dalam pernyataan tersebut Dr. Burhan Bungin menyatakan bahwa komunikasi
yang terjadi adalah untuk berbagi informasi terutama dalam lingkungan organisasi
kemudian di perkuat oleh Zelko San Dance mengatakan komunikasi organisasi adalah
suatu sistem yang saling tergantung yang mencakup komunikasi internal dan
komunikasi ekternal. Komunikasi internal adalah komunikasi dalam organisasi itu
sendiri.Sedangkan komunikasi eksternal adalah komunikasi yang dilakukan
organisasi terhadap lingkungan luarnya. (Muhammad, 2009: 66). Dapat disimpulkan
kemudian, makna dari komunikasi organisasi adalah tindakan berbagi informasi yang
terjadi di dalam organisasi terjadi antara publik internal yang mana komunikasi antar
atasan kepada bawahan ataupun sebaliknya dan juga sesama pekerja, untuk
mendapatkan sebuah pemahaman bersama.Serta tidak lupa kepada publik eksternal,
yang terjadi antara pelaku organisasi internal dengan publik eksternal semata untuk
keperluan perusahaan ataupun organisasi.
2.5
Alur Komunikasi
Alur komunikasi merupakan sebuah aliran proses komunikasi bagaimana
komunikasi tersebut dapat berjalan di suatu organisasi. Alur komunikasi merupakan
arus ataupun aliran komunikasi yang berjalan di dalam sebuah kelompok ataupun
organisasi. Berdasarkan alur komunikasi organisasi, terbagi 3 jenis alur komunikasi
organisasi yang ada, yaitu:
-
Upward Communication (Komunikasi Keatas)
Organisasi yang efektif memerlukan komunikasi ke atas sama banyak
dengan komunikasi ke bawah yang diperlukannya. Dalam situasi semacam
itu, komunikator berada di tingkat bawah dalam organisasi, sedangkan
penerima berada ditingkat atas.Contoh staf memberikan laporan, saransaran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan. Menurut
Planty dan Machaver dalam bukunya (Muhammad, 2009:120), prinsip
komunikasi ke atas ialah:
a. Program komunikasi ke atas yang efektif harus direncanakan
b.
Program komunikasi ke atas berlangsung terus-menerus.
c. Program komunikasi ke atas yang efektif menggunakan saluran
yang rutin.
d. Program komunikasi ke atas yang efektif, menekankan kesensitifan
dan penerimaan ide-ide yang menyenangkan dari level yang lebih
rendah.
e. Program komunikasi ke atas yang efektif memerlukan pendengar
yang objektif. Supervisor dan manajer hendaklah memberikan
waktunya untuk mendengarkan bawahan dengan objektif. Reaksi,
yang memperlihatkan kekurangseriusan dan sikap mendengarkan
yang menjengkelkan, memperlihatkan kepada bawahan bahwa
komunikasi ke atas sesungguhnya tidak diingini.
f. Program komunikasi ke atas yang efektif memerlukan pengambilan
tindakan berespons terhadap masalah.
g. Program komunikasi ke atas yang efektif menggunakan bermacammacam media dan metode untuk memajukan arus informasi.
Metode yang paling efektif dari komunikasi ke atas adalah kontak
tatap muka sehari-hari dan percakapan di antara supervisor dan
bawahan.
-
Horizontal Communication (Komunikasi Horizontal atau komunikasi
lateral)
Komunikasi lateral adalah pesan antara sesama, yakni dari manajer ke
manajer atau dari karyawan ke karyawan. Pesan seperti ini bias bergerak di
bagian yang sama di dalam organisasi atau mengalir antar bagian.
Komunikasi
lateral
ini
memperlancar
pertukaran
pengetahuan,
pengalaman, metode, dan masalah. Hal ini membantu organisasi untuk
menghindari beberapa masalah dan memecahkan yang lainnya, serta
membangun semangat kerja dan kepuasan kerja. (Wiryanto 2004:65)
-
Cross-Cultural
Communication
(Komunikasi
Diagonal
atau
Komunikasi Lintas Budaya)
Merupakan aluran komunikasi dari orang – orang yang memiliki hirearki
yang berbeda dan tidak memiliki hubungan kewenangan secara langsung.
Misalnya komunikasi antara manajer pemasaran dengan kepala subbagian
pendali mutu (Romli 2011:177)
Dalam penjelasan di atas penulis menarik kesimpulan bahwa alur komunikasi
yang dapat terjadi sangat bervariatif yaitu terdapat, aliran komunikasi formal,
informal, komunikasi antara atasan bawahan dan bawahan dengan atasan serta
komunikasi diagonal. Pada akhirnya, alur komunikasi yang terjadi di dalam suatu
perusahaan bergantung pada individu pelaku prganisasi itu sendiri.Alur komunikasi
menyesuaikan dengan iklim komunikasi interpersonal yang terjadi di dalam sebuah
lingkungan perusahaan.Alur komunikasi yang terjadi merupakan sebuah efek dari
kebiasaan
individu
pelaku
organisasi
yang
mana
hal
tersebut
kemudian
bertransformasi menjadi sebuah budaya bagi organisasi itu sendiri.Perlu di ingat, alur
komunikasi yang tercipta merupakan penyesuaian dari pengaplikasian budaya
organisasi yang tercipta.
2.6
Publik Internal
Penelitian ini memfokuskan target audiens kepada publik internal PT.
TediHouse, mengenai bagaimana sebuah perusahaan dapat membentuk sebuah alur
komunikasi organisasi yang baik, yang mana perusahaan merupakan perusahaan yang
baru saja berdiri. Dengan pemahaman tersebut, Cultip & Center menyatakan
hubungan internal adalah hubungan masyarakat internal atau kepegawaian yang
mempunyai arti sebagai kelompok orang – orang yang sedang bekerja disuatu
perusahaan atau organisasi yang jelas baik secara fungsional, organisasi maupun
bidang teknis dan jenis pekerjaan yang dihadapinya. (Ruslan, 2004: 14). Hubungan
internal merupakan suatu aliran komunikasi internal yang berjalan di dalam sebuah
organisasi.Hubungan internal ini sendiri, biasanya dijalankan oleh semua pelaku
organisasi.
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan aspek – aspek seperti
perilaku, serta karakter seseorang akan mempengaruhi jalannya keharmonisan
komunikasi antar publik internal. Teori Atribut merupakan teori pendukung dari
kondisi tersebut. Di sini terdapat dua tipe atribut: atribut internal dan eksternal.
Atribut internal menempatkan penyebab perilaku di dalam diri seseorang, sementara
atribut eksternal di luar dirinya. Dengan kata lain, atribut internal memfokuskan pada
sejumlah aspek pada diri seseorang, mencakup ciri bawaan atau karakteristik, seperti
intelegensia atau personalitas; variabel perilaku, seperti upaya dan pernyataan secara
temporer, mood (suasana hati) atau suasana lelah. (Ardianto 2010: 109). Pada
eksekusinya banyak hal yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang, hal ini dapat
dilihat dari bagaimana seorang menanggapi sesuatu. Hal ini kemudian akan menjadi
sebuah tolak ukur peneliaian seorang individu dalam menanggapi sesuatu
permasalahan. Dengan berdasarkan pernyataan, mengatakan bahwa publik internal
memiliki sistem penilaian yang keluar dari masing – masing individu, dan beleum
tentu apa yang satu individu rasakan sama dengan yang di rasakan oleh individu
lainnya. Penilaian juga mencakup karakter dan sifat dari lawan bicara atau lawan
komunikasi dan juga bagaimana mood kita ataupun lawan bicara.
2.7
Budaya Organisasi
Budaya Organisasi (organizational culture) adalah esensi dari kehidupan
organisasi.Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, mereka menerapkan prinsip –
prinsip antropologi untuk mengkonstruksi teori mereka. Menurut Munandar, budaya
organisasi terdiri dari asumsi – asumsi dasar yang dipelajari baik sebagai hasil
memecahkan masalah yang timbul dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya,
maupun sebagai hasil memecahkan masalah yang timbul dari dalam organisasi.
(2006:262). Budaya organisasi merupakan dasar dimana sebuah organisasi
membangun kebiasaan di dalam organisasinya.Seorang pelaku organisasi tentu saja
harus mengikuti budaya yang ada di dalam organisasi demi membaur dan di terima
dalam lingkungannya.
Kebudayaan merupakan elemen subjektif dan objektif yang dibuat manusia
yang di masa lalu meningkatkan kemungkinan untuk bertahan hidup dan berakibat
dalam kepuasan pelaku dalam ceruk ekologis, dan demikian tersebar di antara mereka
yang dapat berkomunikasi satu sama lainnya karena mereka mempunyai kesamaan
bahasa dan mereka hidup dalam waktu dan tempat yang sama. (Samovar, 2010:27).
Dalam halnya kebudayaan merupakan sebuah pertahanan seorang individu di dalam
lingkungan yang ia ikuti ataupun tempat bernaung individu tersebut. Dalam
penjelasan terlihat adanya kebiasaan ataupun kesamaan yang timbul pada kebudayaan,
hal tersebut kemudian memungkinkan adanya persamaan – persamaan yang kemudian
di ikuti oleh semua individu pelaku organisasi.
Faktor – faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu
aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan, terutama
penafsiran atas suatu rangsangan. Agama, ideologi, tingkat intelektualitas, tingkat
ekonomi, pekerjaan dan cita rasa sebagai faktor – faktor internal jelas mempengaruhi
persepsi itu terikat oleh budaya (culture-bound).Bagaimana kita memaknai pesan,
objek, atau lingkungan bergantung pada sistem nilai yang kita anut. (Mulyana, 2008:
214). Dalam penjelasan ini telah terbukti bahwa adanya faktor yang mempengaruhi
atensi terutama pada faktor internal dalam membentuk persepsi. Pada akhirnya
budaya organisasi yang timbul dalam komunikasi organisasi akan menyesuaikan
dengan iklim komunikasi internal pegawai, yang mana menyesuaikan dengan budaya
organisasi yang tercipta serta karakter organisasi yang ada.
2.8
Kerangka Pemikiran
KOMUNIKASI proses pencapaian informasi
maka komunikasi di dalam perusahaan harus
terjaga
KOMUNIKASI
ORGANISASI
dijaga
keutuhannya guna pencapaian informasi yang
merata kepada seluruh pekerja
ALUR KOMUNIKASIyang akan timbul
kemudian
akan
mempengaruhi
dari
pembentukan budaya dalam PT. TediHouse
PUBLIC INTERNALmerupakan audiens
yang akan merasakan adanya hubungan antara
alur dan budaya organisasi yang timbul
BUDAYA ORGANISASIini merupakan hasil
yang akan terlihat dari adanya alur komunikasi
yang berjalan di PT. TediHouse
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Download