BAB I PENDAHULUAN I.1 Pendahuluan Desain merupakan salah satu bentuk komunikasi visual untuk mengkomunikasikan suatu pesan.Desain bisa juga diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Selain itu desain juga memiliki arti “proses” untuk membuat dan menciptakan objek baru id.m.wikipedia.org/wiki/Desain. Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetika, dan berbagai macam aspek lainnya dengan sumber data yang didapatkan dari riset, pemikiran brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhirakhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “ perancangan proses”. Seiring perkembangan jaman, desain merupakan suatu bidang yang berkembang begitu sangat pesat dan tergolong sangat maju, sehingga tidak jarang kita menjumpai desain yang kreatif dan inovatif.Indonesia sebagai Negara berkembang juga tidak luput dari perkembangan desain itu sendiri.Perkembangan desain di Indonesia sangatlah beragam dan bervariasi.Perkembangan tersebut dapat kita lihat dari munculnya inovasi desain bukan hanya media cetak, elektronik, interior, bahkan ke dunia fashion. Media cetak sendiri pertama kali masuk ke Indonesia diperkenalkan oleh Jan Pieterzoon Coen dengan tulisan tangannya dalam bentuk surat kabar “Memories der Nouvelles” pada masa penjajahan Belanda 1688. Dengan kemunculan surat kabar ini lah, mampu memberikan pengaruh yang positif ke dalam dunia desain di Indonesia hingga saat ini. Dengan kemajuan jaman seperti ini, desain juga berpengaruh dalam dunia bisnis.Hal ini terjadi karena desain digunakan untuk i mendukung, mengembangkan, serta memajukan perusahaan.Ini dapat komunikasi yang pas untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat atas produk yang ditawarkan. Hal ini juga di ungkapkan oleh Rogers dan Kincaid (1981:20) bahwa komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. Beberapa cara dalam mengkomunikasikan pesan adalah dengan visualisasi, yaitu dengan mencipakan media iklan. Hal ini erat kaitannya bahwa media iklan sangatlah bermanfaat dalam mengantarkan dan menyebar luaskan pesanpesan iklan secara efektif. Media iklan saat ini sangat beragam seperti Koran, spanduk, media cetak, radio, dan televisi. Sering kali perusahan – perusahanan besar mampu mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk dapat beriklan di televisi, hal tersebut mereka lakukan tidak hanya mengejar penjualan produk yang maksimal tetapi juga membuat bagaimana iklan tersebut dapat diingat oleh audience. Sehingga media iklan yang digunakan hanya sebatas media lini bawah dan belum sampai ke iklan televisi. Grananda Offset adalah perusahaan yang berdiri sejak 1995 di kota Semarang, merupakan perusahaan yang telah lama terjun dalam dunia bisnis percetakan. Selama berjalan selama19 tahun, Grananda Offset telah memiliki empat mesin cetak dengan keunggulan yaitu bisa mencetak ukuran double folio dengan hasil cetakan yang lebih cepat, hemat biaya, tajam, serta jumlah sampah yang dihasilkan sangat sedikit, dan hal ini lah yang menjadi keuunggulan yang menguntungkan Grananda Offset. Tetapi, walaupun telah memiliki mesin cetak dengan segala keunggulannya, ternyata hal tersebut tidak di untungkan dengan peningkatan omzet yang diperoleh Grananda Offset. Selain itu omzet yang diperoleh Grananda Offset di dapatkan dari pihak ke dua, sehingga harganya lebih rendah. Tentunya hal ini disebabkan karena minimnya media iklan yang dilakukan di sekitar tempat usaha dan hanya dari mulut ke mulut. Hingga saat ini ii Grananda Offset dapat survive dengan bantuan konsumen yang loyal. (sumber: wawancara dengan pemilik percetakan Grananda Offset bapak Asep Saiful). Dari alasan tersebut, maka diperlukan adanya media iklan yang efektif dan tepat sasaran untuk dapat mendukung pemasaran atau mempromosikan suatu produk atau jasa yang dihasilkan dari perusahaan untuk mengajak konsumen menggunakan jasa Grananda Offset. Hal ini dikarena media iklan adalah salah satu cara untuk mendapatkan perhatian konsumen untuk membujuk mereka membeli produk tersebut, Seperti yang diungkapkan oleh Collins (1999:43) bahwa media promosi dan kegiatan periklanan lainnya adalah salah satu cara untuk mendapatkan perhatian konsumen pada suatu produk dan membujuk mereka untuk membeli produk tersebut. Grananda Offset juga ingin meningkatkan fasilitas dalam segi pelayanan yang lengkap kepada para konsumen, karena dengan begitu konsumen tidak perlu mencari tempat lain untuk menggunakan jasa percetakan lainnya. Bedasarkan dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas, perlu adanya strategi dan perancangan media iklan yang efektif untuk Grananda Offset agar dapat dikenal oleh masyarakat sehingga mampu menarik perhatian konsumen untuk menggunakan jasa Grananda Offset, sehingga dapat meningkatkan omzet percetakan Grananda Offset. Dari permasalahan ini perancang menggunakan media cetak dengan unsur gambar digital sebagai penunjang media iklan Percetakan Grananda Offset. I.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana menentukan media iklan untuk “Grananda Offset” agar dapat meningkatkan omzet dari Grananda Offset? 2. Bagaimana merancang media iklan untuk “Grananda Offset” agar dapat dikenal oleh masyarakat? iii I.3 Batasan Masalah Dalam penyusunan proposal ini, perancangan dilakukan dengan studi bahasan mengenai media iklan komersial yang dapat memperkenalkan jasa percetakan Grananda Offset sekaligus menarik perhatian konsumen untuk menggunakan jasa percetakan Grananda Offset. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat yang belum mengetahui keberadaan Grananda Offset. I.4 Tujuan dan Manfaat I.4.1 Tujuan 1. Menentukan media iklan untuk “Grananda Offset” agar dapat meningkatkan omzet Grananda Offset. 2. Merancang media iklan untuk “Grananda Offset” yang sesuai agar target pasar lebih mengenal percetakan Grananda Offset. I.4.2 Manfaat 1. Bagi Masyarakat Masyarakat mendapat informasi yang lengkap untuk lebih mengenal percetakan Grananda Offset. 2. Bagi Client Membantu mempromosikan Grananda Offset agar dapat meningkatkan omset Grananda Offset. 3. Bagi Pendidikan Sebagai bahan informasi untuk media pembelajaran khususnya di bidang desain komunikasi visual terutama di bagian perancangan iklan komersial. iv 4. Bagi Penulis Dapat melatih kemampuan untuk merancang iklan komersial yang tepat bagi client dan menarik minat masyarakat akan produk tersebut. I.5 Tinjauan Teori I.5.1 Media Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Dalam pengertian lainnya media juga diartikan sebagai alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Sedangkan menurut National Education Asociation (NEA), media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya. Dalam hal ini media secara umum dibagi menjadi tiga yaitu; 1. Media visual Media visual merupakan media yang bisa dilihat, dibaca, dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat mudah didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar temple, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya. 2. Media Audio Media audio adalah media yang bisa didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai saluranya. Contohnya: suara, mussik dan lagu, alat music, siaran radio dan kaset suara atau CD dan sebagainya. 3. Media Audio Visual Media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, televisi, film v dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD. Internet termasuk dalam bentuk media audio visual, tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media, disebut Multimedia karena berbagai format ada dalam internet. I.5.2 Iklan Iklan merupakan berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Selain itu iklan juga dapat diartikan sebagai media pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang yang dijual, dipasang di media masa seperti koran dan majalah, atau di tempat-tempat umum. (sumber dari kamus besar bahasa Indonesia). Sedangkan menurut Ralph S. Alexander (1965:17) Iklan atau advertising dapat didefinisikan yaitu setiap bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu organisasi, produk, servis, atau ide yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahui. Adapun maksud dari „dibayar‟ pada definisi tersebut menunjukkan fakta bahwa ruang atau waktu bagi suatu pesan iklan pada umumnya harus dibeli. Sedangkan maksud dari kata „nonpersonal‟ berarti suatu iklan melibatkan media massa (TV, radio, majalah, koran) yang dapat mengirimkan pesan kepada sejumlah besar kelompok individu pada saat bersamaan. Di sisi lain menurut Morrisan (2010:60) menyatakan bahwa iklan terdiri dari segala kegiatan yang dilibatkan dalam mempresentasikan sesuatu kepada audiens secara nonpersonal, dengan sponsor yang jelas dan biaya suatu pesan tentang produk atau organisasi. Iklan merupakan media yang cocok untuk mempromosikan produk atau jasa agar diketahui khalayak luas untuk menarik perhatian konsumen agar menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Sifat dan tujuan iklan ternyata berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, antara satu jenis industri dengan industri lainnya, dan antara satu situasi dengan situasi lainnya. vi Jenis-jenis iklan secara umum: 1. Iklan komersial adalah iklan yang memiliki tujuan medukung kampanye pemasaran suatu produk atau jasa. 2. Iklan nonkomersial adalah iklan yang menjual ide atau gagasan untuk kepentingan masyarakat. 3. Iklan corporate adalah iklan yang memiliki tujuan membangun citra (image) suatu perusahaan yang diharapkan dapat membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut (Madjadikara, 2004:17). Secara teoritik menurut Bitter ada dua jenis iklan yaitu; 1. Iklan standar Iklan standar merupakan iklan yang ditata secara khusus untuk keperluan memperkenalkan barang, jasa, pelayanan untuk konsumen melalui media periklanan. 2. Iklan layanan masyarakat Iklan layanan masyarakat merupakan iklan yang bersifat non profit dan berupaya memperoleh keuntungan saosial dalam masyarakat. Sementara menurut Frank Jefkins secara garis besar iklan dapat digolongkan menjadi tujuh katagori pokok antara lain; 1. Iklan konsumen Iklan konsumen merupakan iklan yang mempromosikan produk – produk konsumsi yang umum dibeli oleh masyarakat. 2. Iklan antarbisnis Iklan antarbisnis merupakan iklan yang mempromosikan barang – barang dan jasa nin konsumen. Artinya baik pemasangan maupun sasaran iklan sama – sama perusahaan . 3. Iklan perdagangan Iklan perdagangan merupakan iklan yang secara khusus ditujukan kepada kalangan distributor, pedagang besar, agen, dll. vii 4. Iklan eceran Iklan eceran merupakan iklan yang dibuat dan disebarluaskan oleh pihak pemasokan/perusahaan dan dilancarkan oleh pihak pengecer. 5. Iklan keuangan Iklan keuangan merupakan iklan yang meliputi iklan – iklan untuk bank, jasa tabungan, asuransi, dan investasi. Sebagian pelengkapan terkadang disertakan juga laporan keungan perusahaan 6. Iklan langsung Iklan langsung merupakan iklan yang menggunakan medium pos (direct mail) 7. Iklan lowongan pekerjaan Iklan lowongan perkerjaan merupakan iklan yang bertujuan merekrut calo pegawai atau pekerja. I.5.3 Media Iklan Yang dimaksud dengan media iklan adalah segala sarana komunikasi yang dipakai untuk mengantarkan dan menyebarluaskan pesan-pesan iklan. Pada prinsipnya, jenis media iklan dalam bentuk fisik dibagi kedalam dua kategori yaitu media iklan cetak dan media iklan elektronik. Media cetak adalah media statis dan mengutamakan pesan – pesan visual yang dihasilkan dari proses percetakan; (bahan baku dasatnya maupun sarana penyampain pesanya menggunakan kertas). Media cetak adalah suatu dokumen atas segala hal tentang rekaman peristiwa yang diubah dalam kata – kata, gambar foto dan sebagainya (contohnya: surat kabar, majalah, tabloid, brosur, pamphlet dan poster. Sedangkan media elektronik adalah media yang proses bekerjanya berdasarkan pada prinsip elektronik dan eletromagnetis (contoh: televise, radio dan internet). Diantara dikotomi media tersebut ada satu media yang tidak termasuk dalam katagori keduanya yaitu media luar ruangan (papan iklan atau billbord) viii Jika dilihat dari pekerjaan kreatifnya maka media iklan terbagi dua jenis yaitu : 1. Media lini atas (above the line) ; media utama yang digunakan dalam kegiatan periklanan, contoh; televise, radio, majalah dan surat kabar. 2. Media lini bawah (below the line ) ; media pendukung dalam kegiatan periklanan, contoh; pamphlet, brosur dan poster). I.5.4 Percetakan Percetakan adalah sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar , terutama dengan tinta diatas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Percetakan juga merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi. Banyak buku, koran, brosur, flyer dan majalah sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik percetakan offset. Image yang akan dicetak atau diprint di atas CTCP (computer to conver plate) warna –warnanya bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap plate offset sekaligus. Teknik percetakan umum lainya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser. Selain itu dikenal pula teknik cetak poly yang digunakan untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjolkan kepada kertas. I.5.5 Teori Seputar Desain Komunikasi Visual I.5.4.1 Ilustrasi (Gambar) Ilustrasi berasal dari kata illustrate (latin) yang artinya menerangkan atau menjelaskan. Oleh karena itu, gambar yang berfungsi untuk memberi penjelasan atau memperindah penampilan suatu tulisan. Menurut Sudiana (1986:37) mengatakan ilustrasi merupakan “Salah satu unsur penting yang sering digunakan dalam komunikasi periklanan karena sering dianggap sebagai “bahasa universal” yang dapat menembus ix rintangan yang ditimbulkan oleh perbedaan bahasa kata-kata.” Sama dengan pendapat di atas, Jennings dalam Sudiana (1986:38) mengatakan, ”the saying one picture is worth ten thousand words is particularly true of illustration.” Menurut Sudiana (1986:39) , ilustrasi dalam iklan adalah untuk menarik perhatian, merangsang minat membaca keseluruhan pesan, menonjolkan salah satu keistimewaan produk, menjelaskan suatu pernyataan, memenangkan persaingan dalam menarik perhatian pembaca, menciptakan suatu suasana khas, mendramatisasi pesan, menonjolkan suatu merk atau menunjang semboyan yang ditampilkan, dan mendukung judul iklan. Syarat utama dalam menggambar ilustrasi adalah indah dan menarik untuk dinikmati sedangkan untuk ilustrasi cerita atau buku pelajaran merupakan penjelasan isi. Orang yang pekerjaannya menggambar ilustrasi disebut dengan illustrator. Kebanyakan dari illustrator bekerja di penerbit buku, koran, atau majalah (Nurhadiat, 2004:49). Berdasarkan pemaparan di atas tentang ilustrasi dalam periklanan maka dapat disimpulkan bahwa ilustrasi dalam periklanan memang memiliki peran yang sangat penting karena iklan juga dapat membantu audiens untuk lebih mengerti tentang pesan yang disampaikan melalui iklan tersebut. Untuk itu dalam kaitannya dengan perancangan media iklan percetakan Grananda Offset adalah supaya lebih memperhatikan ilustrasi yang digunakan dalam media iklan yang nantinya akan dibuat. I.5.6 Semarang Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, sekaligus kota metropolitan kelima setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, kota Semarang mempunyai penduduk yang hampir mencapai dua juta jiwa. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kota Semarang ditandai dengan x munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota (http://id.m.wikipedia.org/wiki/kota_Semarang). Hingga menjadi seperti sekarang kota Semarang memiliki sejarah yang panjang. Di masa dulu, ada seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang, meninggalkan Demak menuju ke daerah Barat yang kemudian bernama Pulau Tirang, membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang (Kebudayaan, 1977:35). Gambar 1.1: Peta Kota Semarang Sumber: Dokumentasi Buku xi BAB III KONSEP PERANCANGAN III.1 Konsep Pemasaran III.1.1 Tujuan Pemasaran Tujuan pemasaran dari perancangan ini berdasarkan latar belakang masalah yang ada pada percetakan Grananda Offset Semarang, agar percetakan Grananda Offset lebih dikenal dan kemudian masyarakat tergerak untuk menggunakan jasa yang ditawarkan melalui media iklan yang sesuai. III.1.2 Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang dilakukan agar tujuan pemasaran dapat tercapai adalah dengan mengambil langkah-langkah kebijakan terhadap paduan pemasaran (marketing mix) yang dibagi menjadi 4 komponen utama yaitu 4p (product, place, price, promotion) a. Product Mesin cetak yang menjadi keunggulan percetakan Grananda Offset yang mampu mengasilkan produk cetakan dan pelayanan dengan kualitas tinggi. b. Place Media iklan yang akan di buat percetakan Grananda Offset untuk di wilayah Semarang dan sekitanya, dengan begitu produk akan di ketahui masyarakat lebih luas dari sebelumnya. c. Price xii Harga dari jasa percetakan Grananda Offset termasuk untuk kalangan menengah ke bawah, selain itu juga menawarkan harga yang murah disbanding percetakan lainnya. d. Promotion Promosi perancangan yang digunakan adalah promosi yang dapat mengenalkan percetakan Grananda Offset dengan menggunakan media lini atas dan lini bawah agar dapat menjangkau target audience secara tepat. III.2 Konsep Media III.2.1 Tujuan Tujuan media merupakan bagian dari tujuan dan strategi periklanan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Tujuan media komunikasi meliputi tiga aspek, yaitu; a. Jangkauan media Jangkauan media yang diharapkan dalam komunikasi visual periklanan pada percetakan Grananda Offset adalah media yang dapat mencapai target audience yaitu 16 – 60 tahun baik pria maupun wanita dari semua kalangan sebagai target utamanya adalah audience yang berdomisili di kota Semarang. Tujuan media yang diharapkan adalah mencapai tujuan komunikasi periklanan sesuai dengan perancangan yang telah dibuat minimal dapat menjangkau target audienses sesuai kampanye. b. Frekuensi Seberapa sering pesan dimuat dalam media yang efektif, efisien dan dengan frekuensi kemunculannya mampu menarik perhatian dari masyarakat sesuai dengan target audiensenya. Frekuensi media iklan percetakan Grananda Offset ini memerlukan sekurang-kurangnya 4 kali masa kampanye. xiii c. Kesinambungan Memiliki tujuan untuk menentukan jangka waktu komunikasi periklanan. Tujuan media iklan yang diharapkan adalah dapat mencapai tujuan komunikasi visual periklanan sesuai dengan perancangan yang dilakukan secara tidak terbatas. III.2.2 Strategi Media Untuk pencapaian dari tujuan yang diinginkan, maka perlu untuk disusunnya strategi media yang sesuai untuk percetakan Grananda Offset. Strategi media iklan ini dibentuk berdasarkan kebiasaan dari target audiens dalam menggunakan sebuah media, sehingga terpilihlah media setelah dilakukan analisa serta persetujuan dari pemilik percetakan Grananda Offset, adalah sebagai berikut; Tabel 3.1: Strategi Media Media Brosur Neon Box Poster Kelebihan Kelemahan Fleksibel, biaya terjangkau, Jangkauan terbatas, persaingan menarik perhatian (tergantung tinggi, sering diabaikan visual). masyarakat. Jangka waktu lama, konsumen Jangkauan terbatas, jangkauan dapat membaca berulangkali sempit yaitu hanya bisa diamati karena merupakan media yang oleh audience yang berada di menarik. dekat neon box. Fleksible, biaya terjangkau, Jangkauan terbatas, hanya bisa dapat di tempatkan di mana saja di lihat dan di amati audience di dan bersifat informatif. memuat sekitar poster itu di temple. jenis informasi yang lengkap,sifatnya bahannya mudah sobek, untuk tercetak sehinggan pesannya menikmatinya diperlukan bersifat permanen. kemampuan membaca dan atensi. Koran Fleksible, dapat menjangkau Biaya tinggi, pesan dan segmen yang lebih luas. Karena informasi terbatas pada xiv sifatnya tercetak, pesan- konsumen yang membeli surat pesannya bersifat permananen kabar tersebut dan kekuatan utamanya adalah dapat dijadikan bukti. Baliho X - Banner Fleksible, mudah dilihat dan Jangkauan terbatas, yaitu dapat ditemukan audience meskipun diamati oleh audience dengan dengan jarak yang relative jauh jarak beberapa meter. Biaya karena berukuran besar. tinggi. Fleksible, mudah untuk Jangkauan terbatas, yaitu dapat dipindah-pindahkan dan bisa diamati oleh audience dengan diletakkan sebelum pintu masuk jarak beberapa meter. Biaya klinik Grananda Offset. tinggi. Bentuknya menarik dan lebih besar, sehingga dapat memudahkan untuk dibaca. Social Media Jangka waktu lama, mudah Biaya tinggi dalam diakses konsumen pengoperasian. III.2.3 Program Media Program media yang dipakai dalam iklan komersial ini adalah: a. Brosur Brosur akan dibagikan 2 minggu sekali dalam sebulan dalam 8 kali masa kampanye, disebarlan di sekolah – sekolah, instasi, tempat umum di kota semarang dan sekitarnya, serta diberikan kepada konsumen yang berkunjung ke percetakan Grananda Offset. b. Neon Box Neon Box digunakan sebagai media promosi percetakan Grananda Offset karena bisa diletakkan sebelum pintu masuk kantor Grananda Offset serta dapat di jadikan sign system juga untuk konsumen yang akan berkunjung ke Grananda Offset. Bentuknya menarik dan lebih besar sehingga dapat memudahkan konsumen untuk membaca dan melihatnya. xv c. Poster Poster yang digunakan berukuran A3 yang berisi informasi tentang keunggulan dari percetakan Grananda Offset yang nantinya di pasang di sekolah – sekolah, instansi, di lingkungan sekitar percetakan Grananda Offset dan tempat-tempat strategis di area kota Semarang dan sekitarnya. Frekuensinya per satu bulan sekali di minggu pertama setiap bulannya, 4 kali masa kampanye. d. Koran Penggunaan media promosi di koran adalah dapat menampilkan produk dengan menarik dan menjangkau khalayak audiens secara selektif. Selain itu Koran memberikan cakupan lengkap dan tidak dibatasi pada kelompok demografi dan sosial ekonomi (hampir setiap orang membaca koran). Daya hidup pesan pada koran umumnya lebih lama bila dibandingkan televisi dan radio yang disampaikan dalam waktu yang singkat. Iklan Surat Kabar akan dipasang dengan frekuensi 1 kali tayang dalam masa kampanye di media surat kabar Wawasan dan jadwal tayang di awal bulan ke dua dengan ukuran iklan 3 x 187 mm. e. Baliho Baliho berukuran 4m x 6m yang nantinya dipasang di jl. Citarum raya di dekat Rumah Sakit Pantiwilasa Citarum, bersebrangan dengan stadion Citarum. Tempat tersebut merupakan tempat strategis untuk memasang iklan karena dilewati oleh banyak orang. Baliho ini akan dipasang selama 3 bulan awal promosi. Tujuan dari pemasangan baliho ini adalah sebagai perkenalan awal kepada audience dan sebagai pengingat. d. X - Banner X – Banner digunakan untuk menarik perhatian target audience sekaligus menjangkau target audience yang berada di sekitar kantor percetakan Grananda Offset. Frekuensinya sekali tayang pada masa kampanye, yaitu ditempatkan di depan kantor percetakan Grananda selama kampanye 16 minggu. xvi f. Social Media Iklan Visual yang akan di tayangkan di sosial media, facebook dan twitter. Media ini dipilih untuk mempromosikan Grananda Offset kepada masyarakat yang menggunakan media sosial. Media sosial juga mampu menjangkau target audience pengguna media sosial baik di Kota Semarang maupun luar Kota Semarang. Iklan di sosial media ini dapat dilakukan setiap hari baik untuk memberi informasi contoh produk, harga, dan lain – lain. xvii Tabel 3.2 Progra m Media Percet akan Grana nda Offset xviii III.2.4 Biaya Media dan Biaya Produksi Tabel 3.3: Biaya Media dan Produksi Tahun 2015 No Media Biaya Keterangan 1. Brosur Biaya produksi - Biaya cetak Paket 1 rim (500 lembar) @ 350.000 Biaya placement media - Biaya sewa tempat Cetak digital printing dengan kertas art paper Jumlah (Rp) Total Rp 350.000,00 Rp 350.000,00 2. Neon Box Biaya produksi - Biaya pembuatan Neon Box @450.000 x 1 pcs (ukuran 45 x 60 cm) Biaya placement media - Biaya sewa tempat Cetak digital printing menggunakan bahan mmt Rp 500.000,00 Rp 500.000,00 3. Poster Biaya produksi - Biaya cetak @ 3000 x 200 pcs (ukuran A3(29,7 x 42,0 cm)) Biaya placement media - Biaya sewa tempat Cetak dengan teknik printing Rp 450.000,00 Rp 450.000,00 4. Koran Biaya placement media - Biaya sewa kolom di koran Wawasan 1 kolom x @25.000/ mmk (1 episode) Cetak offset full color Rp 175.000,00 Rp 175.000,00 5. Baliho Biaya produksi - Biaya cetak ukuran 6m x 4m @20.000 per meter Biaya placement media Cetak Colourfull xix Rp. 480.000,00 - Biaya sewa tempat (per satu episode) Rp. 4.250.000,00 Rp 4.730.000,00 6. X - Banner Biaya produksi - Biaya cetak @150.000 untuk ukuran 175cm x 50cm Biaya placement media - Biaya sewa tempat Cetak Colorfull Rp. 150.000,00 Rp. 150.000,00 7. Social Media Biaya pra produksi Biaya layout dan desain -Banner Twitter -Banner Facebook Biaya produksi Biaya placement media - Biaya sewa tempat Rp Total Biaya III.3 Rp. 6.335.000,00 Konsep Kreatif III.3.1 Tujuan Tujuan kreatif dari perancangan ini adalah untuk memperkenalkan percetakan Grananda Offset sebagai perusahaan percetakan yang memiliki keunggulan di bidang mesin catak yang unggul, hasil cetakan dengan kualitas tinggi, pelayanan nomor satu, serta harga yang lebih murah di banding percetakan lainnya. hal inilah yang memperjelas perbedaan dari Grananda Offset dengan percetakan lainnya karena memiliki keunggulan tersendiri. Tentunya hal ini sekaligus mengajak masyarakat untuk menggunakan jasa Grananda Offset. III.3.2 Strategi Kreatif xx Strategi kreatif dari perancangan ini adalah memperkenalkan dan menarik konsumen untuk menggunakan jasa Grananda Offset karena memiliki kelebihan-kelebihan sesuai analisis SWOT yang telah dilakukan sebelumnya yaitu dapat memperlihatkan bahwa percetakan Grananda Offset mempunyai keunggulan tersendiri disbanding percetakan lainnya. a. Isi Pesan Pesan-pesan yang disampaikan bernilai rasional. Hal ini didasari bagaimana keunggulan produk akan mempengaruhi konsumen untuk menggunakan jasa percetakan Grananda Offset, sebagai contoh; keunggulan Grananda Offset adalah menggunakan mesin cetak kualitas tinggi dengan hasil cetak yang cepat, tajam, hemat biaya, serta jumlah sampah yang sedikit. b. Bentuk Pesan Bentuk pesan yang ada dalam media-media yang telah terpilih adalah bentuk ajakan yang berupa kata-kata yang membangun keinginan konsumen untuk menggunakan jasa Grananda offset, serta memberikan kesan penggunaan jasa percetakan Grananda offset selain murah kualitas itu nomor satu. c. Pendekatan Gaya Iklan Pendekatan gaya iklan yang dipakai dalam media iklan ini adalah life style yaitu dapat mempengaruhi dan melengkapi kebutuhan hidup masyarakat khususnya masyarakat yang menyukai jasa yang berkualitas tinggi namun harga tetap terjangkau. d. Strategi Visual 1. Tipografi Menggunakan font Exotc350 DmBd BT. Font memiliki keunikan font yang berbentuk huruf capital yang memiliki ketegasan huruf sama halnya dengan Grananda Offset yang selalu tegas dalam mengutamakan kualitas dan kepuasan konsumen. xxi 2. Warna Warna merupakan elemen penting dalam penggunaan sebuah design. Dalam hal ini cenderung menggunakan warna dominan yaitu ungu berdasar pada warna logo Grananda Offset sebelumnya. Terdapat juga warna CMYK dan warna pendukung lain sebagai pelengkap ilustrasi adalah warna hitam. 3. Ilustrasi Menggunakan konsep dasar berbagai macam font. Selain itu menggunakan foto-foto produk yang telah di hasilkan Grananda Offset. 4. Layout Layout merupakan tata letak dari sebuah desain. Penataan layout sangat berpengaruh pada keterbacaan audiens sehingga pesan yang disampaikan bisa tersampaikan, terbaca dan dimengerti oleh audiens. Penyajian iklan dalam perancangan ini menggunakan layout simple dengan posisi potrait dan komposisi penataan gambar berada di tengah dengan keterbacaan mulai dari kiri atas menuju kebawah. III.3.3 Program Kreatif a. Pesan Pokok yang Diangkat Mengangkat pesan untuk selalu menggunakan jasa yang unggulan kalau ada yang terjangkau dan berkualitas tinggi konsumen tidak perlu membeli yang mahal padahal kualitas sama. b. Pendukung Tema Pendukung tema yang diangkat dalam beberapa media terpilih adalah adanya orang yang berfikir kalau harga dan kualitas itu bisa bikin hemat berarti itu adalah pilihan yang tepat. xxii c. Pedoman Bentuk Kreatif Pedoman bentuk kreatif yang dipilih oleh perancang dalam perancangan media iklan Grananda Offset ini adalah ilustrasi foto dengan mencantumkan keunggulan Grananda Offset. d. Konsep Desain Konsep Global isi pesan yang digunakan adalah “Kesempurnaan Warna Setiap Cetakannya” yang merupakan Tagline Grananda Offset. Pemilihan Tagline ini berdasarkan dari pemikiran ide bahwa percetakan Grananda Offset memiliki kualitas yang baik dalam hasil cetakannya dan memiliki harga yang lebih murah dibanding percetakan yang lain. Sebelum menentukan Tagline itu, ada beberapa Tagline lain, antara lain: 1. Solusi Cetak Harga Hemat Berkualitas 2. Spesialis Cetak Harga Hemat Hasil Maksimal 3. Kesempurnaan Warna setian Cetakannya Tagline “Kesempurnaan Warna Setiap Cetakannya” menggunakan jenis font yang dirancang sendiri menggunakan digital font. Jenis font yang digunakan subheadline Grananda Offset dalam setiap media yang dirancang adalah: - Exotc350 DmBd BT 10 grananda 14 grananda 16 grananda 18 grananda 20 grananda 24 grananda 36 grananda xxiii Gambar 3.1: Grid Font Serta font pendukung untuk melengkapi media yang dirancang adalah - Harlow Solid Italic 10 grananda 14 grananda 16 grananda 18 grananda 20 grananda 24 grananda 36 grananda Gambar 3.2: Grid Font - Sketch book 10 grananda 14 grananda 16 grananda 18 grananda 20 grananda 24 grananda 36 grananda Gambar 3.3: Grid Font xxiv -Arial 10 grananda 14 grananda 16 grananda 18 grananda 20 grananda 24 grananda 36 grananda Gambar 3.4: Grid Font Warna yang digunakan dalam desain global adalah warna hitam dan ungu sesuai dengan warna logo dari Grananda Offset sehingga menjadi warna khas yang menjadi ciri khas iklan komersial yang dimiliki Grananda Offset. Warna pendukung menggunakan warna CMYK. xxv Gambar 3.5: Colour III.3.4 Biaya Kreatif Berdasarkan dari biaya media yang sudah direncanakan di atas, dibawah ini dapat kita lihat total biaya rincian pada perancangan iklan komersial sulam pita ini sebagai berikut: (1) Brosur : Rp 350.000,00 (2) Neon Box : Rp 500.000,00 (3) Poster : Rp 450.000,00 (4) Koran : Rp 175.000,00 (5) Baliho : Rp 4.730.000,00 (6) X- Banner : Rp 150.000,00 (7) Social media : Rp - Total Biaya Biaya Kreatif : Rp 6.335.000,00 : Rp. 6.335.000,00 x 10% Jumlah Keseluruhan : Rp. 633.500,00 : Rp. 6.968.500,00 Keputusan dalam menggunakan media tersebut sepenuhnya adalah wewenang dari percetakan Grananda Offset Semarang. Tentunya Grananda Offset memiliki pertimbangan untuk memutuskan apakah xxvi menggunakan media iklan tersebut dengan biaya yang dimiliki. Penulis hanya membuat perancangan berdasarkan hasil analisa dari media iklan yang dibutuhkan oleh percetakan Grananda Offset. BAB IV VISUALISASI IV. 1 Penjaringan Ide IV.1.1 Ilustrasi Ilustrasi yang akan digunakan pada media iklan yang akan dirancang adalah dengan pembuatan ilustrasi yang digunakan sebagai simbol Grananda Offset yang mencerminkan Grananda Offset. Tujuannya bahwa perancang ingin memberikan suasana yang baru kepada audience dalam menikmati sebuah karya dengan menjadikan simbol “G” yang berarti Grananda sebagai objek utamanya. Pembuatan simbol Grananda Offset merupakan penggabungan ide yang bersumber dari printer, kertas, dan warna tinta. IV.1.2 Teks Teks yang ada di media yang dirancang berupa informasi tentang keunggulan percetakan Grananda Offset, Kesempurnaan Warna Setiap Cetakannya. IV.1.3 Tipografi xxvii dengan mengutamakan Jenis Huruf / Tipografi yang digunakan oleh perancang adalah jenis font Impact dan agency fb Tujuannya adalah perancang ingin menguatkan kesan tegas yang dimiliki oleh pihak Grananda Offset dan melalui media iklan ini. IV.4 Warna Warna yang digunakan pada media yang dirancang adalah menggunakan warna CMYK, hal ini mengesankan bahwa percetakan selalu menggunakan tinta yang berwarna – warni untuk menghasilkan sebuah cetakan. Dalam cetak mencetak tinta merupakan bagian penting terwujudnya sebuah karya. Gambar 4.1 Warna CMYK Yang Digunakan untuk design simbol “G” IV.1.5 Layout Layout yang digunakan adalah dengan komposisi simbol untuk Grananda dengan Taglinenya lebih dominan, tujuannya agar terlihat lebih menonjolkan sisi dari percetakan Grananda Offset. Perancang juga memberikan ruang kosong atau white space dalam tiap layout media yang digunakan, tujuannya adalah untuk menguatkan dari tema yang diangkat. IV.2 Proses Pengembangan Ide Visual IV.2.1 Ilustrasi simbol “G” untuk Grananda xxviii Gambar 4.2 Layout Kasar Ilustrasi simbol “G” untuk Grananada Gambar 4.3 Ilustrasi Font untuk Tagline “Kesempurnaan Warna Setiap Cetakannya” IV.2.2 Brosur xxix Gambar 4.4 Layout Kasar Brosur Pada Gambar 4.4 merupakan layout kasar brosur yang akan digunakan sebagai media iklan percetakan Grananda Offset. Brosur ini berbentuk trifold (tiga lipatan) tujuannya agar lebih mudah dibawa dan disimpan. IV.2.3 Neon Box Gambar 4.5 Layout Kasar Neon Box Pada gambar 4.5 merupakan layout kasar untuk neon box, poster, dan baliho. Perancang membuat desaign yang sama untuk perancangan tiga media iklan ini. IV.2.4 Baliho Gambar 4.6 Layout Kasar Baliho IV.2.5 Poster xxx Gambar 4.7 Layout Kasar Poster IV.2.6 Koran Gambar 4.8 Layout Kasar Koran IV.2.7 Sosial Media - Facebook Gambar 4.9 Gambar Layout Kasar Banner Facebook xxxi - Twitter as Gambar 4.10 Gambar Layout Kasar Banner Twitte IV.3 Final Desain IV.3.1 Ilustrasi simbol “G” untuk Grananda Gambar 4.11 Final Desain simbol “G” untuk Grananda xxxii IV.3.2 Penggabungan Ilustrasi “G” dan tagline ` Gambar 4.12 Gambar Desain Penggabungan Simbol “G” dan Tagline xxxiii IV.3.3 Brosur xxxiv Gambar 4.13 Final Desain Brosur Grananda IV.3.4 Neon Box Gambar 4.14 Final Desain Neon Box Grananda IV.3.5 Poster xxxv Gambar 4.15 Final Desain Poster Grananda IV.3.6 Baliho Gambar 4.16 Final Desain Baliho Grananda IV 3.7 Koran xxxvi Gambar 4.17 Final Desain untuk Koran Grananda IV.3.8 Sosial Media - Facebook Gambar 4.18 Final Desain Banner Facebook Grananda - Twitter xxxvii Gambar 4.19 Final Desain Banner Twitter Grananda xxxviii