ELEKTRONIK MASSA.

advertisement
SOSIOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
“ELEKTRONIK MASSA”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Di era globalisasi ini, informasi dapat kita peroleh secara cepat dan mudah. Informasi
itu dapat kita peroleh dari berbagai media mulai dari media cetak seperti koran dan
majalah atau media elektronik seperti televisi dan media sosial. Teknologi saat ini
juga telah berkembang dengan pesat, perkembangan teknologi diawali dari
munculnya teknologi cetak (mekanik), teknologi audio, hingga teknologi film yang
merupakan gabungan dari mekanik dan elektronik.
Perkembangan media elektronik saat ini sudah sangat pesat sekali. Bahkan media ini
pun sudah menjadi salah satu kebutuhan “pokok” kehidupan manusia.
Perkembangan ini pun juga sudah di rasakan oleh masyarakat perkotaan dan bahkan
sebagian masyarakat pedesaan.
1.2 RUMUSAN MASALAH





Apa itu media elektronik?
Jenis-jenis media elektronik?
Karakteristik media elektronik & tradisional ?
Trend Media saat ini ?
Regulasi di bidang media ?
1.3 TUJUAN PENULISAN





Untuk mengetahui definisi media elektronik
Untuk mengetahui karakteristik media elektronik & tradisional
Untuk mengetahui jenis-jenis media elektronik
Untuk mengetahui trend media saat ini
Untuk mengetahui regulasi yang ada di bidang media
BAB II
PEMBAHASAN
Apa itu media elektronik? Media elektronik adalah media yang menggunakan
elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya.
Istilah ini merupakan kontras dari media statis (terutama media cetak), yang meskipun
sering dihasilkan secara elektronis tetapi tidak membutuhkan elektronik untuk diakses
oleh pengguna akhir. Sumber media elektronik yang familier bagi pengguna umum antara
lain adalah rekaman video, rekaman audio, presentasi multimedia, dan konten daring.
Media elektronik dapat berbentuk analog maupun digital, walaupun media baru pada
umumnya berbentuk digital.Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
media elektronik adalah sarana media massa yang menggunakan alat-alat elektronik
modern, seperti radio, televisi, komputer, handphone, dll (Alwi, 2007).
2.1 Jenis Media Elektronik
1. KOMPUTER & INTERNET
Komputer dan Internet adalah sesuatu hal yang tidak bisa di pisahkan.
Komputer &Internet berfungsi sebagai aspek komunikasi,penyedia
informasi,dan fasilitas untuk promosi.Internet dapat menghubungkan kita
dengan berbagai pihak di berbagai lokasi di seluruh dunia.Misalnya kita bisa
kirim data atau surat dengan berbagai pihak diseluruh dunia dengan
menggunakan fasilitas Electronic mail (E-mail).
Selain fasilitas Electronic mail internet juga menyediakan fasilitas untuk
berbincang yang dalam internet disebut chatting. Kemampuan internet
lainnya adalah Usenet ,Usenet adalah sistem diskusi Internet yang
terdistribusi secara global.
Internet terhubung dengan ratusan katalog perpustakaan,sehingga
penggunaannya dapat meneliti ribuan data base yang terbuka untuk umum
melalui jaringan tersebut yang disediakan oleh perusahaan atau pemerintah.
Pengguna internet dapat mempergunakan informasi ini untuk berbagai
keperluan bisnisnya, sehingga bisa mengetahui kondisi lingkungan termasuk
pesaing dan perkembangan kepentingan para rekan bisnisnya.
2. FILM
Film atau motion pictures ditemukan dari hasil pengembangan prinsipprinsip fotografi dan proyektor. Film yang pertama kali diperkenalkan kepada
publik Amerika Serikat adalah The Life of an American Fireman dan film The
Great Train Robbery yang dibuat oleh Edwin S. Porter pada tahun 1903.
Seperti halnya televisi siaran, tujuan khalayak menonton film terutama
adalah ingin memperoleh hiburan. Akan tetapi dalam film dapat terkandung
fungsi informatif maupun edukatif, bahkan persuasif.
3. TELEVISI
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai
penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom
(hitam-putih) maupun berwarna.Sebagaimana radio siaran, penemuan
televisi telah melalui berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan
akhir abad 19 dengan dasar penelitian yang dilakukan oleh James Clark
Maxwell dan Heinrich Hertz, serta penemuan Marconi pada tahun 1890. Paul
Nipkow dan William Jenkins melalui eksperimennya menemukan metode
pengiriman gambar melalui kabel. Televisi sebagai pesawat transmisi dimulai
pada tahun 1925 dengan menggunakan metode mekanikal dari Jenkins. Pada
tahun 1928 General Electronic Company mulai menyelenggarakan acara
siaran televisi secara regular. Pada tahun 1939
Presiden Franklin D.Roosevelt tampil di layar televisi. Sedangkan siaran
televisi komersial di Amerika dimulai pada 1 September 1940.
Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa lainnya (surat kabar dan
radio siaran), yakni memberi informasi, mendidik, menghibur dan membujuk.
Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media televisi.
4. RADIO SIARAN
Radio siaran adalah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang
menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio
ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi
amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal
seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi
ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara
transmisi sinyal radio.
Rata-rata pengguna awal radio adalah para maritim, yang menggunakan
radio untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode morse antara
kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang
yang memata-matai armada Rusia saat Perang Tsushima pada tahun 1901.
Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah saat tenggelamnya RMS
Titanic pada tahun 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang
tenggelam dengan kapal terdekat dan komunikasi ke stasiun darat. Radio
digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan
Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman
menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah
lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan Program 14
Titik Presiden Woodrow Wilson kepada Jerman melalui radio ketika perang.
Siaran mulai dapat dilakukan pada 1920-an, dengan populernya pesawat
radio, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Selain siaran, siaran titik-ketitik, termasuk telepon dan siaran ulang program radio, menjadi populer pada
1920-an dan 1930-an Penggunaan radio dalam masa sebelum perang adalah
untuk mengembangan pendeteksian dan pelokasian pesawat dan kapal
dengan penggunaan radar. Sekarang, radio banyak bentuknya, termasuk
jaringan tanpa kabel, komunikasi bergerak di segala jenis, dan juga penyiaran
radio. Sebelum televisi terkenal, siaran radio komersial termasuk drama,
komedi, beragam show, dan banyak hiburan lainnya; tidak hanya berita dan
musik saja.
Perkembangan radio siaran khususnya di Indonesia, dimulai dari masa
penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, zaman kemerdekaan dan zaman
Orde Baru. Radio memiliki fungsi kontrol sosial seperti surat kabar, disamping
empat fungsi lainnya yakni member informasi, menghibur, mendidik dan
melakukan persuasi. Kekuatan radio siaran dalam mempengaruhi khalayak
sudah dibuktikan dari masa ke masa di berbagai negara. Radio siaran
mempunyai 2 frekuensi AM & FM :

RADIO FM
Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan
radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan
gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini
menyebabkan perubahan pada frekuensi.
Ketika radio AM umum digunakan, Armstrong menemukan bahwa masalah
lain radio terletak pada jenis sinyal yang ditransmisikan. Pada saat itu
gelombang audio ditransmisikan bersama gelombang radio dengan
menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat rentan akan
gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba
menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio)
dibuat konstan. Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi
frekuensi (FM) yang menghasilkan suara jauh lebih jernih, serta tidak
terganggu oleh cuaca buruk.
Sayangnya teknologi ini tidak serta merta digunakan secara massal. Depresi
ekonomi pada tahun 1930-an menyebabkan industri radio enggan
mengadopsi sistem baru ini karena mengharuskan penggantian transmiter
dan receiver yang memakan banyak biaya. Baru pada tahun 1940 Armstrong
bisa mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biayanya sendiri. Dua
tahun kemudian Federal Communication Comission (FCC) mengalokasikan
beberapa frekuensi untuk stasiun radio FM yang dibangun Armstrong. Perlu
waktu lama bagi modulasi frekuensi untuk menjadi sistem yang digunakan
secara luas. Selain itu hak paten juga tidak kunjung didapatkan oleh
Armstrong.
Frustasi akan segala kesulitan dalam memperjuangkan sistem FM, Armstrong
mengakhiri hidupnya secara tragis dengan cara bunuh diri. Beruntung istrinya

kemudian berhasil memperjuangkan hak-hak Armstrong atas penemuannya.
Barulah pada akhir 1960-an FM menjadi sistem yang benar-benar mapan.
Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di Amerika, FM menjadi penyokong
gelombang mikro (microwave), pada akhirnya FM benar-benar diakui sebagai
sistem unggulan di berbagai bidang komunikasi.
RADIO AM
Radio AM (modulasi amplitudo) bekerja dengan prinsip memodulasikan
gelombang radio dan gelombang audio. Kedua gelombang ini sama-sama
memiliki amplitudo yang konstan. Namun proses modulasi ini kemudian
mengubah amplitudo gelombang penghantar (radio) sesuai dengan
amplitudo gelombang audio.
Pada tahun 1896 ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mendapat hak paten
atas telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Pada saat itu sinyal ini
hanya bisa dikirim pada jarak dekat. Namun, hal inilah yang memulai
perkembangan teknologi radio. Pada tahun 1897 Marconi kembali
mempublikasikan penemuan bahwa sinyal nirkabel dapat ditransmisikan
pada jarak yang lebih jauh (12 mil). Selanjutnya, pada 1899 Marconi berhasil
melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris lewat Selat Inggris
dengan menggunakan osilator Tesla.
John Ambrose Fleming pada tahun 1904 menemukan bahwa tabung audion
dapat digunakan sebagai receiver nirkabel bagi teknologi radio ini. Dua tahun
kemudian Dr. Lee deForest menemukan tabung elektron yang terdiri dari tiga
elemen (triode audion). Penemuan ini memungkinkan gelombang suara
ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel. Tetapi sinyal yang
ditangkap masih sangat lemah. Barulah pada tahun 1912 [[Edwin Howard
Armstrong menemukan penguat gelombang radio disebut juga radio
amplifier. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal elektromagnetik
dari transmisi radio dan memberikan sinyal balik dari tabung. Dengan begitu
kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik. Suara yang
ditangkap juga jauh lebih kuat sehingga bisa didengar langsung tanpa
menggunakan earphone. Penemuan ini kemudian menjadi sangat penting
dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih efisien dibandingkan alat
terdahulu. Meskipun demikian hak paten atas amplifier jatuh ke tangan Dr.
Lee deforest. Sampai saat ini radio amplifier masih menjadi teknologi inti
pada pesawat radio.
Awalnya penggunanaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel.
Orang pertama yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah
Reginald Aubrey Fessenden. Ia melakukan siaran radio pertama dengan suara
manusia pada 23 Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Cobb Island ke
Arlington, Virginia) Saat ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk
siaran radio komersial karena kualitas suara yang buruk.
2.3 KARAKTERISTIK MEDIA TRADISIONAL
Nurudin (2004) mengatakan bahwa membicarakan media tradisional tidak
bisa dipisahkan dari seni tradisional, yakni suatu bentuk kesenian yang digali
dari cerita-cerita rakyat dengan memakai media tradisional.Disamping itu,
boleh juga ditunjukkan sebuah instrumen tradisional sepertikentongan yang
masih banyak digunakan di Jawa. Instrumen ini dapat digunakanuntuk
mengkomunikasikan pesan-pesan yang mengandung makna yang
berbeda,seperti adanya kematian, kecelakaan, kebakaran, pencurian dan
sebagainya,kepada seluruh warga masyarakat desa, jika ia dibunyikan dengan
irama-iramatertentu.Media tradisional dikenal juga sebagai media rakyat.
Dalam pengertian yang lebihsempit, media ini sering juga disebut sebagai kesenian
rakyat. Dalam hubunganini Coseteng dan Nemenzo (dalam Jahi, 1988)
mendefinisikan media tradisionalsebagai bentuk-bentuk verbal, gerakan,
lisan dan visual yang dikenal atau diakrabirakyat, diterima oleh mereka, dan
diperdengarkan atau dipertunjukkan oleh dan atau untuk mereka dengan
maksud menghibur, memaklumkan, menjelaskan,mengajar, dan mendidik.
Karakteristik :
 Mampu bertahan terhadap budaya luar.
 Memiliki kemampuan mengakomodasi budaya-budaya luar.
 Mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam
budaya asli.
 Mempunyai kemampuan mengendalikan.
 Mampu memberikan arah pada perkembangan budaya.
2.4 KARAKTERISTIK MEDIA ELEKTRONIK
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan sosial
budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan
ke dalam media massa seperti internet dan telepon seluler. Dalam jenis
media ini terdapat ciri-ciri seperti:
 Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima
(melalui SMS atau internet misalnya)
 Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga
oleh individual
 Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
 Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
 Penerima yang menentukan waktu interaksi
2.5 TREN MEDIA
Tren media pada masa kini sudah banyak sekali melakukan perubahan, seperti;
Media Cetak Tidak Stabil
Sejak beberapa tahun lalu, tak sedikit media cetak yang mengalami kerugian,
hingga menutup medianya. Tak hanya di global, hal serupa terjadi juga di
Indonesia. Sebut saja, koran Sinar Harapan, Indonesia Finance Today, Tabloid
Bola dan Majalah Fortune dari Kompas Group, dan media cetak lainnya yang
akhirnya memilih berganti rupa menjadi media online. Kondisi yang tak jauh
beda juga masih akan terjadi.
Media Out of Home akan Bertumbuh
ZenithOptimedia memprediksi bahwa media out of home (OOH) atau yang
lebih dikenal dengan media luar ruang, akan bertumbuh di beberapa tahun
kedepan. Lantaran, pemasar akan mengintegrasikan media digital dengan
layar besar yang tersaji di media luar ruang. Langkah itu sebagai upaya brand
dalam memberikan experince kepada audience.
Mobile Melonjak, Tapi Belum Bisa Melampaui Desktop
Ke depannya, mobile diprediksi akan menyalip desktop. Namun, tidak untuk
pada saat ini.Sebagian besar pengeluaran digital, diprediksi akan lari ke
desktop. Dan, video digital akan sangat banyak dihadirkan di desktop,
setidaknya selama tiga tahun ke depan.
2.5 REGULASI DI BIDANG MEDIA
Pengertian Regulasi “People are afraid of and resist new media” (Wartella &
Reeves 1983).Kira-kira itulah yang dipikirkan sebagian orang ketika
mendengar new media. Di mana sebagian orang mungkin akan takut akan
keberadaan media baru sementara sisanya akan bertahan, bahkan senang
karena menunjang kepentingan. New media sendiri lahir dari
istilah”konvergensi”. Konvergensi diartikan sebagai cara menyajikan konten
berita melalui platform media yang beragam dalam satu kesatuan (usaha)
maupun komando (cara kerja di News Room), menghadirkan konten yang
beragam kepada khalayak yang beragam pula sesuai minat dan media yang
digunakan (elektronik, online, mobile).
Regulasi media adalah kontrol dan pembinaan media massa oleh pemerintah
dan lembaga lainnya. Ini semua diatur di dalam Hukum yang memiliki aturan
dan prosedur untuk mencapai berbagai macam tujuan, misalnya dalam hal
intervensi dalam melindungi kepentingan umum yang dinyatakan di dalam
regulasi media, serta mendorong persaingan dan pasar media yang efektif,
atau menetapkan standar teknis umum.
Sasaran utama dari regulasi media ini adalah pers, radio dan televisi, tetapi
juga dapat mencakup film, musik rekaman, telegram, satelit, penyimpanan
dan teknologi distribusi (disk, kaset, dan sebagainya), internet, ponsel, dll
Regulasi media merupakan perangkat media massa yang memiliki peraturan,
dimana semuanya diatur oleh Pemerintah dan beberapa badan yang
membawahi media massa, peraturan diatur dalam hukun dan aturan yang
sesuai dengan prosedur. Regulasi Media adalah aturan-aturan dan kebijakan
yang berkaitan dengan yang mengatur hubungan dan operasional media
massa, regulasi sangat penting bagi keteraturan dan keseimbangan hubungan
media massa dengan pemerintah, masyarakat, sesama media massa dan
media secara global.

Keseimbangan
terdefinisikan.
antara
kebebasan
positif
dan
negatif
yang
Kebebasan negatif terdefinisikan, mengatur peran lembaga media
dalam masyarakat dan melindungi kebebasan mereka berekspresi,
publikasi, kepemilikan pribadi, perdagangan, dan berserikat harus
diimbangi oleh peraturan perundang-undangan yang menjamin
kebebasan positif warga negara untuk mendapatkan akses terhadap
informasi.

Keseimbangan antara negara dan pasar.
Media berada pada posisi antara perdagangan dan demokrasi.
Hal ini membutuhkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Untuk
menjaga keseimbangan kontrak, masyarakat mengharapkan media
untuk mengambil hak istimewa mereka secara bertanggung jawab.
Selain itu, kekuatan pasar gagal menjamin berbagai pendapat publik
dan kebebasan berekspresi (Kebebasan Mengeluarkan Pendapat).
dengan adanya pertanggungjawaban dan harapan regulasi melalui
media media formal.
Di Indonesia regulasi diatur di dalam undang-undang dan beberapa kebijakan
atau regulasi lainnya yang turut mengatur komunikasi di Indonesia,
khususnya mengatur tentang media. Regulasi-regulasi tersebut adalah
aturan-aturan dan kebijakan yang sangat penting bagi keteraturan dan
keseimbangan hubungan media dengan pemerintah, masyarakat, industri
media dan secara global media. Regulasi yang mengatur media tersebut
adalah :

UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang
mengatur tentang informasi publik

UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, yang mengatur tentang pers di
Indonesia yaitu perusahaan pers, dewan pers, kantor berita,
waartawan, organisasi pers, pers nasional, pers asing, penyensoran,
pembredelan, hak tolak, hak jawab, hak koreksi, kewajiban koreksi,
kode etik jurnalistik.

UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran yang mengatur penyiaran
di Indonesia yaitu televisi, radio, siaran iklan (niaga dan layanan
masyarakat), spektrum frekuensi radio, lembaga penyiaran, sistem
penyiaran nasional, izin penyelenggaraan penyiaran.

UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
yang mengatur tentang informasi elektronik, transaksi elektronik,
dokumen elektronik, sistem elektronik, penyelenggaraan sistem
elektronik, jaringan sistem elektronik, agen elektronik, tandatangan
elektronik.

UU No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Usaha Tidak Sehat. Undang-undang ini turut dikategorikan
dalam regulasi media terkait pengaturan usaha di bidang media dan
komunikasi.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Di era globalisasi ini, informasi dapat kita peroleh secara cepat dan mudah. Informasi itu
dapat kita peroleh dari berbagai media mulai dari media cetak seperti koran dan majalah
atau media elektronik seperti televisi dan media sosial. Teknologi saat ini juga telah
berkembang dengan pesat. Kita sebagai manusia yang selalu menggunakan kemajuan
teknologi pada era ini harus bisa memanfaatkannya dalam hal-hal yang baik dan berguna.
Jangan sampai kita memanfaatkan teknologi dengan sembarangan dan menyebabkan
kerugian bagi pihak lain.
Download