248 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan

advertisement
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh estimasi nilai wajar saham PT
Bank Permata Tbk. per tanggal 15 Juli 2013 pasca Penawaran Umum Terbatas V,
dan penerbitan Obligasi Subordinasi tahun 2012 melalui top-down analysis serta
penerapan metoda penilaian berbasis pendapatan melalui diskonto arus kas
(discounted cash flow atau DCF), dan penilaian relatif (relative valuation)
berbasis kelipatan (multiples). Melalui pemaparan, pembahasan, serta analisis
yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa nilai wajar
saham PT Bank Permata Tbk pada tanggal 15 Juli 2013 adalah sebesar
Rp1.690,21 atau dibulatkan menjadi Rp1.690,-.
Terkait dengan kesimpulan nilai tersebut, dapat disampaikan pula hal-hal
sebagai berikut.
1. Model penilaian yang lebih tepat diaplikasikan untuk menilai perusahaan jasa
keuangan, dalam hal ini bank, adalah dengan menggunakan excess return
model. Dalam model ini, nilai ekuitas dalam perusahaan merupakan
penjumlahan dari ekuitas yang diinvestasikan dalam perusahaan ditambah
dengan excess return yang diekspektasi diperoleh equity investors atas
investasi yang ditanamkannya.
2. Melalui pengaplikasian rumusan penilaian ekuitas dengan perhitungan excess
return yang telah dijelaskan sebelumnya, diperoleh nilai ekuitas BNLI sebesar
Rp16.388.819
juta.
Dengan
jumlah
saham yang
beredar
sebanyak
248
249
10.676.128.167 lembar saham, maka estimasi nilai wajar per lembar saham
BNLI melalui pendekatan perhitungan excess return adalah sebesar
Rp1.535,09.
3. Penerapan metoda penilaian relatif untuk memperoleh estimasi nilai wajar
saham PT Bank Permata Tbk. menurut Penulis akan lebih tepat digunakan
untuk menilai perusahaan tertutup mengingat PT Bank Permata Tbk. juga
memiliki rasio kinerja saham sebagai perusahaan publik. Namun, mengingat
dalam perbandingan yang telah dilakukan posisi kinerja saham PT Bank
Permata Tbk secara relatif masih berada di bawah rata-rata perusahaan
pembanding, Penulis berpendapat bahwa rata-rata rasio kinerja saham bank
pembanding tersebut dapat digunakan sebagai indikasi dan rujukan untuk
memperoleh nilai wajar saham PT Bank Permata Tbk. melalui pendekatan
data pasar.
4. Rasio kinerja saham sebagaimana ditunjukkan melalui rasio PBV, PER,
maupun PSR perusahaan pembanding yang telah mapan dan stabil dapat
digunakan sebagai acuan sekaligus data pembanding dalam melakukan
estimasi nilai wajar saham terbuka lainnya.
5. Dari perhitungan penilaian menggunakan pendekatan data pasar, diperoleh
estimasi nilai wajar saham PT Bank Permata Tbk. sebesar Rp1.845,34.
6. Dengan mempertimbangkan bahwa, baik pendekatan pendapatan maupun
pendekatan data pasar secara fundamental mengandung aspek perhitungan
nilai intrinsik, maka Penulis merekonsiliasikan hasil perhitungan estimasi nilai
wajar saham PT Bank Permata Tbk. secara proporsional. Melalui perhitungan
250
tersebut di atas, maka estimasi nilai wajar saham BNLI pada tanggal 15 Juli
2013 adalah sebesar Rp1.690,21 atau dibulatkan menjadi Rp1.690,-.
7. Kinerja saham sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja usaha dan
keuangannya, demikian pula halnya dengan PT Bank Permata Tbk. Kinerja
usaha dan keuangan perusahaan, di sisi lain, dipengaruhi oleh kondisi internal
serta kondisi eksternal perusahaan. Untuk memperoleh estimasi nilai wajar
saham sebuah perusahaan, perlu dilakukan analisis terhadap kondisi-kondisi
tersebut, di mana analisis kondisi internal mencakup telaah atas informasi dan
gambaran umum perusahaan, produk yang dihasilkan dan ditawarkan, strategi
pemasaran dan karakteristik pelanggan, kompetisi usaha, prospek usaha,
kondisi dan kinerja keuangan; sedangkan kondisi eksternal mencakup antara
lain pertumbuhan ekonomi, tingkat konsumsi, kondisi demografi, kebijakan
Pemerintah, nilai tukar, inflasi, serta suku bunga.
8. Untuk membantu proses analisis dan penyajian asumsi-asumsi proyeksi dalam
rangka mengestimasi nilai wajar saham sebuah perusahaan, dapat diterapkan
top-down analysis, yakni dengan melakukan analisis dengan terlebih dahulu
menelaah kondisi makro yang melingkup perusahaan yang menjadi obyek
penelitian, melakukan analisis terhadap kondisi pasar modal, kondisi industri,
serta kemudian melakukan analisis terhadap kondisi internal perusahaan.
4.3 Saran
Sehubungan dengan hasil-hasil penelitian yang telah disampaikan,
maka dapat disampaikan saran atau rekomendasi sebagai berikut.
1. Melakukan studi atas korelasi variabel-variabel ekonomi makro, seperti
251
tingkat pertumbuhan, suku bunga, inflasi, dan nilai tukar terhadap kinerja
saham suatu perusahaan terbuka merupakan hal yang menarik, termasuk
apabila hal ini diterapkan untuk PT Bank Permata Tbk., demikian pula halnya
dengan korelasi antara rasio-rasio kinerja keuangan terhadap pergerakan harga
saham PT Bank Permata Tbk. Melalui analisis regresi yang dilakukan, akan
diperoleh model dalam menjelaskan keterkaitan antarvariabel, baik variabel
yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan terhadap
kinerja saham PT Bank Permata Tbk., sehingga hal ini akan menambah
akurasi hasil estimasi nilai wajar saham PT Bank Permata Tbk.
2. Melakukan analisis secara lebih mendalam hubungan antara kinerja keuangan
perusahaan dengan kinerja sahamnya melalui analisis regresi agar dapat
diperoleh model untuk menjelaskan variasi rasio-rasio kinerja saham antar
perusahaan dalam satu sektor tertentu, misalnya perbankan. Hal ini akan
sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas penilaian,
utamanya dalam penilaian relatif, sehingga peneliti dapat menjelaskan
terjadinya variasi rasio-rasio kinerja saham sebagaimana diwakili oleh rasio
PBV, PER dan PSR.
3. Melakukan event study dan mengembangkan model keterkaitan antara
corporate action tertentu yang dilakukan perusahaan terhadap kinerja
sahamnya di pasar modal. Hal ini juga akan membantu meningkatkan kualitas
proses penilaian dan estimasi nilai wajar saham perusahaan terbuka.
4. Melakukan studi perbandingkan penilaian atas objek penilaian yang sama
dalam konteks waktu, kondisi, maupun peristiwa yang berbeda, sehingga
252
dapat diperoleh alat analisis dalam menjelaskan hubungan antarvariabel yang
berada pada konteks waktu, kondisi dan peristiwa yang berbeda-beda tersebut.
5. Melakukan studi secara lebih seksama atas perbandingan antara perusahaan
yang membagikan dividen dengan perusahaan yang secara rutin membagikan
dividen terhadap kinerja sahamnya di pasar modal. Hal ini menjadi menarik
karena menurut Penulis selama ini penilaian perusahaan dengan menggunakan
pendekatan atau model diskonto dividen dapat dijadikan model untuk
mendapatkan estimasi nilai wajar saham suatu perusahaan yang tidak atau
belum membagikan dividen, hal mana menurut Penulis tidak tepat karena
perusahaan yang tidak membagikan dividen diasumsikan sebaliknya, besar
kemungkinan akan memunculkan ketidakakuratan penilaian dan estimasi niai
wajar sahamnya.
6. Mendekatkan perhitungan rasio kinerja keuangan yang menjadi basis
penyajian proyeksi arus kas dengan perhitungan rasio yang diwajibkan oleh
regulator, misalnya ROE, dengan cara melakukan analisis keuangan atas data
dan atau informasi bulanan sesuai yang diminta oleh regulator, sehingga
diharapkan diperoleh analisis dan estimasi nilai wajar saham PT Bank
Permata Tbk. secara lebih akurat.
7. Bagi manajemen PT Bank Permata Tbk. dapat diajukan satu saran agar dalam
2 – 3 tahun ke depan mempertimbangkan dilakukannya pembagian dividen
dalam rangka meningkatkan apreasiasi pasar terhadap kinerja saham PT Bank
Permata Tbk.
253
4.2 Keterbatasan Penelitian
Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna.
Menurut Penulis, masih terdapat keterbatasan dan kekurangan dalam penelitian
ini, antara lain, sebagai berikut.
1. Penyajian asumsi-asumsi penelitian, terutama dalam kaitannya dengan
penyusunan proyeksi arus kas, yang masih perlu didukung oleh kondisikondisi internal maupun kondisi-kondisi yang berlaku di pasar. Sebagaimana
dipahami, dalam penyajian proyeksi arus kas, asumsi-asumsi kunci sangat
memegang peranan penting. Sekalipun di satu sisi disadari bahwa proyeksi,
terutama yang memiliki rentang waktu yang cukup panjang, tetap memiliki
tingkat ketidakpastian karena adanya faktor dinamika pasar serta kondisi
ekternal lainnya, namun penyajian asumsi yang dapat dipertanggungjawabkan
sebagai sumber pemunculan data masukan dalam perhitungan nilai wajar
saham PT Bank Permata Tbk. merupakan hal yang tidak dapat diabaikan;
2. Analisis dan estimasi nilai wajar saham PT Bank Permata Tbk. dilakukan
berdasarkan data atau informasi keuangan historis tahunan, sementara regulasi
yang diberlakukan otoritas pengawas beberapa di antaranya mewajibkan
perhitungan rasio kinerja keuangan didasarkan atas laporan bulanan. Kondisi
ini menyebabkan dilakukannya “penyesuaian” rasio keuangan tertentu,
misalnya ROE, yang di pihak lain dapat berpotensi memunculkan
ketidakakuratan dalam penyajian proyeksi arus kas sebagai dasar perhitungan
diskonto arus kas yang diperlukan dalam mengestimasi nilai wajar saham PT
Bank Permata Tbk.
Download