BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dalam
bisnis pariwisata. karena saat ini semua orang butuh berwisata. Berbagai
tujuannya yang ingin dicapai antara lain, melepaskan ketegangan dari rutinitas
pekerjaan, rutinitas belajar, suasana rutin yang sedang dijalani, keingintahuan
tempat-tempat wisata di daerah lain atau sekedar jalan-jalan saja. Banyak sekali
jenis produk pariwisata yang menawarkan kemudahan dan kenyamanan untuk
mendukung kegiatan wisata kita.
Produk pariwisata merupakan produk jasa. Produk jasa adalah produk
yang tidak dapat dilihat ataupun diraba, namun dapat dirasakan manfaatnya.
Seperti yang dikemukakan oleh Kotler dalam Lupiyoadi (2001:6) bahwa jasa
merupakan suatu tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak
kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan
kepemilikan apapun. Produksi jasa mungkin berkaitan dengan produk nonfisik.
Dalam dunia industri pariwisata, produk merupakan perpaduan antara pelayanan
dari produk-produk yang berbeda bentuk dan jenisnya. Usaha dibidang pariwisata
sendiri bermacam-macam jenisnya. Sebagaimana yang terdapat dalam UU
Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 Tentang Keparwisataan, Usaha pariwisata
antara lain:
a. Daya tarik wisata
b. Kawasan pariwisata
c. Jasa transportasi wisata
d. Jasa perjalanan wisata
1
e. Jasa makanan dan minuman
f. Penyediaan akomodasi
g. Penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi
h. Penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif
i. Konferensi, dan pameran
j. Jasa informasi pariwisata
k. Jasa konsultan pariwisata
l. Jasa pramuwisata
m. Wisata tirta, dan
n. Spa
Produk pariwisata merupakan segala macam bentuk pelayanan dan
kemudahan terutama di bidang jasa yang diperoleh seseorang saat melakukan
kegiatan berwisata hingga dia kembali. Seperti yang dituturkan oleh Suwantoro
(2007:75) bahwa produk wisata adalah keseluruhan pelayanan dan kemudahan
yang diperoleh dan dirasakan atau dinikmati wisatawan semenjak ia
meninggalkan tempat tinggalnya sampai ke daerah tujuan wisata yang dipilihnya
dan sampai kembali kerumah dimana ia berangkat semula.
Produk wisata adalah sesuatu yang akan dijual dan ditawarkan kepada para
wisatawan. Sebagai salah satu obyek dalam pemasaran pariwisata, produk
pariwisata memiliki 3 bagian unsur penting, yaitu :
1. Daya tarik daerah tujuan wisata, termasuk didalamnya apa saja yang
akan disajikan dan ditawarkan oleh daerah tujuan wisata tersebut
2. Fasilitas yang dimiliki daerah tujuan wisata, meliputi akomodasi, tempat
parkir, trasportasi, rekreasi dan lain-lain
2
3. Kemudahan untuk mencapai daerah tujuan wisata tersebut. Aksesbilitas
yang cukup mudah, akan mendorong wisatawan untuk sering datang.
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa adanya penyedia jasa
akomodasi sangat penting dalam kegiatan wisata. Industri penyedia jasa
akomodasi dan produk wisata ada dua macam yaitu biro perjalanan wisata (BPW)
dan agen perjalanan wisata (APW) .
Adapun perbedaannya yaitu Biro perjalanan wisata adalah perusahaan
yang membuat/menyediakan produk wisata seperti paket wisata, penyewaan bus
wisata, dan lain - lain. Sedangkan agen perjalanan wisata bertindak sebagai
reseller yaitu perusahaan yang menjual kembali produk wisata dan transportasi
yang telah di sediakan oleh perusahaan lain yang telah menjalin kerja sama. Jadi,
agen perjalanan wisata hanya berlaku sebagai perantara.
Banyak agen perjalanan wisata yang ada di Indonesia khususnya di kota
Yogyakarta, berbagai macam produk yang di tawarkan dalam usaha ini, mereka
juga memiliki keistimewaan sendiri-sendiri dalam menarik pelanggan dan
mempertahankan pelanggan agar tetap menggunakan jasa mereka, namun tidak
sedikit pula yang pada akhirnya gulung tikar. Salah satu penyebabnya di
karenakan kurang efektif teknik dan strategi pemasaran yang digunakan untuk
mempromosikan agen perjalanan wisata tersebut.
Berdasarkan permasalahan diatas maka perlu diketahui apa saja kendala
yang dihadapi dalam mempromosikan suatu agen perjalanan wisata dan rencana
promosi apa yang tepat untuk memasarkan suatu agen perjalanan wisata agar
pelanggan tetap percaya untuk menggunakan jasa agen perjalanan wisata tersebut
di tengah persaingan agen perjalanan wisata yang banyak berdiri saat ini. Oleh
3
karena itu penelitian ini mengambil judul “Analisis Marketing Mix Di KPRI
Karya Nuklida Tour & Travel Untuk Meningkatkan Jumlah Penjualan”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah di jelaskan
sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana teknik promosi yang sudah digunakan oleh “KPRI Karya Nuklida
Tour & Travel”?
2. Apa saja kendala yang dihadapi oleh “KPRI Karya Nuklida Tour & Travel”
dalam melakukan kegiatan pemasaran?
3. Bagaimana rencana pemasaran yang akan dilakukan oleh “KPRI Karya
Nuklida Tour & Travel” untuk meningkatkan jumlah penjualan?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kegiatan pemasaran apa saja yang sudah dilakukan oleh
“KPRI Karya Nuklida Tour & Travel”.
2. Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh “KPRI Karya Nuklida
Tour & Travel” dalam melakukan kegiatan pemasaran.
3. Untuk mengetahui strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh “KPRI Karya
Nuklida Tour & Travel” untuk meningkatkan jumlah penjualan.
D. Manfaat Penelitian
a. Bagi Peneliti
4
Untuk menambah pengetahuan tentang biro perjalanan wisata yang telah
di dapat di bangku kuliah dan untuk mengetahui peranan marketing mix untuk
meningkatkan jumlah pelanggan pada “KPRI Karya nuklida tour and travel”.
b. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi
penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan teknik promosi pada biro
perjalanan khususnya “KPRI Karya Nuklida Tour & Travel”
c. Bagi Travel Agen
Penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif cara untuk
meningkatkan jumlah penjualan.
E. Tinjauan Pustaka
Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yang berkaitan dengan judul
diantaranya :
Pertama, Marika Aprilani (2012) dalam penelitian yang berjudul “Strategi
Pemasaran Spoorindo Tours Sebagai Agen Perjalanan Wisata” menjelaskan
beberapa strategi yang yang digunakan oleh Spoorindo Tours untuk bertahan pada
persaingan pasar, yaitu melalui penerapan marketing mix dan penentuan target
pasar.
Kedua, Angling Yugo Suyono (2010) dalam penelitian yang berjudul
“Teknik Promosi Pemasaran Pariwisata Pada CV Abdell Tour And Travel
Cibinong Bogor” memaparkan beberapa teknik promosi yang digunakan oleh CV
5
Abdell Tour and Travel dan rencana promosi yang akan dilakukan oleh CV
Abdell Tour and Travel untuk kedepannya.
Ketiga, Vonny (2000) dalam penelitian yang berjudul “Analisis Penerapan
Strategi Pemasaran Tour Cina Indo Sentosa Tour di Surabaya Dan Pengaruhnya
Terhadap Minat Pelanggan Peserta Tour” menjelaskan tentang strategi pemasaran
yang dilakukan oleh Indo Sentosa Tour hingga membuatnya sukses bertahan dan
berkembang.
Keempat, Sinung Dwi Saputra (2008) dalam penelitian yang berjudul
“Strategi Pemasaran Produk PT. Electra Duta Wisata Tour And Travel Surakarta”
memaparkan beberapa strategi yang digunakan oleh PT Electra Duta Wisata
Surakarta dalam memasarkan produknya, dan kendala apa yang dihadapi PT
Electra Duta Wisata Surakarta dalam proses pemasaran.
Dari penelitian-penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa penelitian
yang sesuai dengan judul yaitu “Analisis Marketing Mix Di KPRI Karya Nuklida
Tour & Travel Untuk Meningkatkan Jumlah Penjualan” belum pernah dikerjakan
oleh siapapun.
F.
Landasan Teori
Dari latar belakang masalah yang telah dijabarkan sebelumnya, Agen
perjalanan wisata sangat membantu dalam kegiatan berwisata. Kemudahan yang
ditawarkan akan membuat para wisatawan merasa perlu menggunakan jasa agen
perjalanan wisata. Agen perjalanan wisata yaitu perusahaan yang melakukan
kegiatan penjualan tiket transportasi, menyediakan sarana angkutan dan lain-lain
serta pemesanan sarana wisata. (Suwantoro, 2004:12).
6
Begitu banyak agen perjalanan wisata yang bersaing menarik minat
masyarakat agar mau menggunakan jasa atau membeli produk dari agen tersebut.
Dengan demikian maka kegiatan pemasaran yang efektif akan menjadi penting
untuk meningkatkan jumlah penjualan.
Kegiatan pemasaran tidak terlepas dari pasar. Pasar adalah orang-orang
yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan
untuk membelanjakannya. (Mursid,1993:25).
Jadi dari pengertian tersebut dapat di jabarkan tiga faktor utama yang menunjang
terjadinya pasar :
a. Orang dengan segala keinginannya
b. Daya Beli Mereka
c. Tingkah laku dalam pembelian mereka
Meskipun seseorang mempunyai kemampuan membeli tetapi apabila
seseorang tersebut tidak ingin membeli suatu produk, maka jual beli tidak akan
terjadi.
Sedangkan pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan
kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan, menentukan harga,
hingga hingga mempromosikan, dan mendistribusikan barang-barang atau jasa
yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun yang
potensial (Mursid,1993:25).
Pemasaran pariwisata yaitu proses manajerial yang mengantisipasi dan
memuaskan keinginan pengunjung yang ada dan calon pengunjung secara lebih
efektif dari pemasok atau destinasi pesaing (Vellas dan Becherel, 2008:11-12).
7
Proses pemasaran tidaklah sederhana yang hanya memindahkan produk
atau jasa dari produsen kepada konsumen melainkan ada berbagai tahapan
kegiatan yang harus dilalui sebelum sampai ke tangan konsumen. Namun ada
beberapa aspek yang sangat berperan penting dalam proses tersebut.
Bauran Pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan
perusahaan untuk meyakinkan objek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Dapat juga diartikan sebagai segala sesuatu yang mendukung terjadinya kegiatan
pemasaran (Kotler, 1997:92).
Ada 4 kegiatan utama dalam kegiatan pemasaran yang biasa disebut
dengan 4P dalam pemasaran. Yaitu:
a. Product (produk) yaitu yang menyangkut pemilihan barang atau jasa yang
ditawarkan secara tepat. Produk adalah wujud nyata apa yang dijual.
b. Price (harga) yaitu menyangkut penetapan harga jual barang yang sesuai
dengan kualitas barang dan dapat dijangkau oleh konsumen.
c. Place (tempat) yaitu menyangkut pemilihan cara pendistribusian barang
dan jasa sehingga sampai ke tangan konsumen.
d. Promotion (promosi) yaitu menyangkut pemilihan kebijaksanaan promosi
yang
tepat,
sesuai
dengan
barang
atau
jasa
yang
ditawarkan
(Mursid,1993:26)
Kemudian ahli pariwisata Lovelock dan Wright (2002) mengembangkan
bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management
dengan menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu :
1. Product Elements adalah semua komponen dari kinerja, menciptakan nilai
bagi pelanggan. Tidak hanya barang atau jasa yang dijual yang berperan
8
penting dalam penawaran, namun juga jasa pelayanan yang baik akan
mempunyai nilai jual perusahaan yang tinggi.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan
(when), dimana (where), dan bagaimana (how) memberikan pelayanan
yang prima kepada konsumen.
3. Promotion and Education adalah aktivitas promosi dilakukan untuk
melancarkan
kegiatan
pemasaran
sedangkan
education
adalah
pembelajaran untuk membangun komunikasi dan persepsi terhadap
pelanggan yang dikehendaki perusahaan.
4. Price and other user outlays adalah bentuk pengeluaran uang, waktu, dan
usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumsi
produk dan layanan yang perusahaan tawarkan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan
yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada
pelanggan.
6. Productivity and Quality adalah efisiensi dari masukan – masukan layanan
yang ditransformasikan dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah
nilai bagi pelanggan, dan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat
memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan
harapan.
7. People adalah konsumen dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan
memproduksi produk dan layanan.adalah pelanggan dan karyawan yang
terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan.
9
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam
menyajikan kualitas produk dan layanan..
Promosi sendiri merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran
yang sangat penting dilakukan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa.
Kegiatan promosi bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi antara
perusahaan dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi
konsumen dalam kegiatan pembelian atau pengguanaan jasa sesuai dengan
kebutuhannya (Lupiyoadi,2001:108).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa promosi adalah kegiatan penunjang proses
pemasaran. Promosi dapat dengan cepat mempengaruhi konsumen untuk membeli
apa yang kita tawarkan.
Promosi mempunyai tujuan yaitu sebagai berikut:
a. Penyampaian informasi
Promosi merupakan hal yang efektif dalam penyampaian informasi dari
seseorang atau organisasi ke yang lainnya. Konsumen tentu saja tidak dapat
membeli produk kecuali mereka telah diberi informasi mengenai produk tersebut.
Informasi dapat memberikan sarana pelanggan tentang keberadaan sebuah produk
atau mendidik mereka tentang keutamaannya.
b. Memposisikan produk
Memposisikan adalah suatu proses pemantapan citra produk tertentu
secara mudah dalam pikiran konsumen. Memposisikan sebuah produk adalah hal
yang sulit karena perusahaan sedang berusaha untuk menarik sebuah segmen
pasar yang spesifik dari pada pasar secar keseluruhan.
c. Nilai tambah
10
Para pelanggan yang sadar-nilai sekarang ini mendapatkan manfaat ketika
bauran bergerak dan ketik promosi menyampaikan produk yang nilai tambahnya.
d. Mengendalikan volume penjualan
Banyak perusahaan yang mengalami pola penjualan musiman. Dengan
meningkatkan kegiatan promosi diluar periode larisnya,perusahaan-perusahaan
tersebut dapat mencapai volume penjualan yang lebih stabil sepanjang tahun.
Dengan demikian, mereka dapat mempertahankan jalannya sistem produksi dan
distribusi secara seimbang. Promosi bahkan dapat merubah low season menjadi
peak season (Griffin dan Ebert,1999 : 123-125).
Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa tujuan dari kegiatan
promosi tersebut antara lain untuk memberikan informasi, meningkatkan
penjualan, serta nilai tambah dari suatu produk, agar produk yang dipasarkan bisa
laku terjual.
Ada enam teknik promosi yang biasa dipergunakan oleh suatu perusahaan
untuk melakukan kegiatan promosi, yaitu:
a. Aktivitas Periklanan
Periklanan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi impersonal yang
digunakan oleh perusahaan barang atau jasa. Peranan periklanan dalam
pemasaran jasa adalah untuk membangun kesadaran terhadap keberadaan jasa
yang ditawarkan, menambah pengetahuan konsumen tentang jasa yang
ditawarkan, membujuk calon konsumen untuk membeli atau menggunakan
jasa tersebut, dan membedakan diri perusahaan satu dengan perusahaan lain
yang mendukung positioning jasa.
b. Penjualan Perseorangan
11
Sifat penjualan perseorangan dapat dikatakan lebih luwes karena tenaga
penjualan dapat secara langsung menyesuaikan penawaran penjualan dengan
kebutuhan dan perilaku masing-masing calon pembeli. Selain itu, tenaga
penjualan juga dapat segera mengetahui reaksi calon pembeli terhadap
penawaran penjualan, sehingga dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian
di tempat pada saat itu juga.
c. Promosi Penjualan
Adalah
semua kegiatan
yang
dimaksudkan
untuk
meningkatkan
penawaran barang atau jasa dari produsen sampai pada penjualan akhirnya.
Point of sales promotion terdiri atas brosur, lembar informasi, dan lain-lain.
d. Hubungan Masyarakat
Hubungan masyarakat merupakan kiat pemasaran penting lainnya, di
mana perusahaan tidak hanya harus berhubungan dengan pelanggan, pemasok
dan penyalur, tetapi juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan
publik yang lebih besar. Hubungan Masyarakat sangat peduli terhadap
beberapa tugas pemasaran, antara lain : membangun citra, mendukung
aktivitas komunikasi lainnya, mengatasi permasalahan dan isu yang ada,
memperkuat positioning perusahaan, memengaruhi publik yang spesifik,
mengadakan peluncuran untuk produk/ jasa baru.
e. Informasi Dari Mulut Ke Mulut
Dalam hal ini peranan orang sangat penting dalam mempromosikan jasa.
Pelanggan sangat dekat dengan penyampaian jasa. Dengan kata lain,
pelanggan tersebut akan berbicara kepada pelanggan lain yang berpotensial
tentang pengalamannya dalam menerima jasa tersebut, sehingga informasi dari
12
mulut ke mulut ini sangat besar pengaruhnya dan dampaknya terhadap
pemasaran jasa dibandingkan dengan aktivitas komunikasi lainnya.
f. Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung merupakan unsur terakhir dalam bauran komunikasi
dan promosi. Terdapat enam area dari pemasaran langsung, yaitu : direct mail,
mail order, direct response, direct selling, telemarketing, digital marketing
(Lupiyoadi,2006:120).
Untuk menciptakan teknik promosi yang efektif perlu diadakan identifikasi
berbagai faktor secara sistematis terhadap permasalahan yang ada. Untuk
merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini di dasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities) namun secara
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (Threats).
Hal ini disebut Analisis situasi. Dan model yang paling populer untuk analisis
situasi adalah Analisis Swot. Penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan
dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor
tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT (Rangkuti,1998:18).
G. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif
yaitu dengan mendiskripsikan tentang permasalahan yang di hadapi oleh KPRI
Karya Nuklida Tour And Travel dalam melakukan promosi dan juga
mendeskripsikan teknik promosi yang dilakukan oleh KPRI Karya Nuklida Tour
And Travel untuk meningkatkan penjualan.
Teknik pengumpulan data:
13
a. Observasi
Peneliti mengamati secara langsung apa saja kegiatan seorang marketing
dan teknik promosi yang dilakukan untuk mempromosikan “KPRI Karya
Nuklida Tour & Travel”.
b. Wawancara
Melakukan wawancara langsung kepada reservation staff dan kepala
bagian di “KPRI Karya Nuklida Tour & Travel” dan pelanggan yang
menggunakan jasa di “KPRI Karya Nuklida Tour & Travel.
c. Studi Pustaka
Peneliti menggunakan Literatur, Skripsi/ penelitian sebelumnya, internet
yang berhubungan dengan objek penelitian sebagai sumber acuan untuk
menulis penelitian ini.
H. Sistematika Penulisan
Sistematika yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini terdiri atas
beberapa bab, yaitu:
Bab I
: berisi pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, landasan teori, kajian pustaka,
metode penelitian, sistematika penulisan.
Bab II : berisi tentang gambaran umum objek yang meliputi penjelasan tentang
lokasi, sejarah, stuktur organisasi, dan produk yang dijual oleh KPRI Karya
Nuklida Tour & Travel.
Bab III : berisi penjelasan mengenai teknik promosi pemasaran pariwisata yang
digunakan KPRI Karya Nuklida Tour & Travel dalam upaya memasarkan produk-
14
produk pariwisatanya serta menjabarkan apa saja faktor pendukung dan
penghambatnya.
Bab IV : berisi penutup yang meliputi kesimpulan dan saran, selanjutnya lampiran
dan daftar pustaka.
15
Download