BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi Komunikasi berasal

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa latin “ communis” atau “common” dalam
bahasa inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita sedang berusaha
menyampaikan makna, “commonness”. Atau dengan ungkapan lain, melalui
komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan, atau sikap dengan partisipan
lainnya.
Komunikasi
adalah
ilmu
yang
mempelajari
usaha
manusia
dalam
menyampaikan isi pernyataan kepada manusia lain. Objek ilmu komunikasi adalah
usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataan kepada manusia lain.1
Komunikasi menurut forsadale dalam mulyana adalah “communication is the
process by which a system is estabilished, maintained, and altered by means of
shared signals that operate according to rules”.2
Komunikasi sebagai sebuah proses memaknai yang dilakukan oleh seseorang
(I) terhadap informasi, sikap, dan prilaku orang lain yang berbentuk pengetahuan,
pembicaraan, gerak-gerik, atau sikap, perilaku atau perasaan-perasaan, sehingga
1
Hoeta Soehoet A.M.Dasar-Dasar Jurnalistik: Yayasan Kampus Tercinta lisip.Jakarta.2003.Hal 5
2
Deddy Mulyana.Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar:Pt. Remaja Rosdakarya.Bandung.2001.Hal 6
10
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
11
seseorang membuat reaksi-reaksi terhadap informasi, sikap, dan prilaku tersebut
berdasarkan pada pengalaman yang pernah dia alami.3
Menurut Burhan Bungin dalam komunikasi ada tiga unsur penting yang selalu
hadir dalam setiap komunikasi, yaitu sumber informasi (receiver), saluran (media),
dan penerimaan (audience).
Selain tiga unsur ini, yang terpenting dalam komunikasi adalah aktivitas
memaknakan informasi yang disampaikan oleh sumber informasi yang disampaikan
oleh sumber informasi yang disampaikan oleh audience terhadap informasi-informasi
yang diterimanya. Pemaknaan kepada informasi bersifat subjekif dan kontekstual.
Menurut Burhan Bungin, lingkup teori komunikasi sebagai berikut :
1. Teori komunikasi kelompok
2. Teori komunikasi organisasi
3. Teori komunikasi massa
4. Teori komunikasi interpretasi.
Menurut Burhan Bungin, tujuan komunikasi adalah perubahan sikap (attitude
change), perubahan pendapat (opinion change), perubahan perilaku (behavior
change), perubahan sosial (sosial change).4
3
Burhan Bungin.Sosiologi Komunikasi.Teori Paradigma Dan Diskursus Teknologi Komunikasi Di
Masyarakat: Kencana,2007, Hal.57
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
12
2.1.1 Fungsi Komunikasi
Fungsi – fungsi komunikasi adalah sebagai berikut :5
A. Komunikasi Sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan
bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk
kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan
ketegangan, antara lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan
dengan orang lain.
B. Komunikasi Ekspresif
Komunikasi ekspresif dapat dilakukan baik sendirian ataupun dalam
kelompok. Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain,
namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrument untuk
menyampaikan perasaan – perasaan ( emosi ) kita.
C. Komunikasi Ritual
Komunikasi ritual biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering
melakukan upacara – upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang
disebut para antropolog sebagai rites of passage, mulai dari upacara kelahiran,
4
5
Ibid, halaman.35
Deddy Mulyana. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya hal : 5
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
13
sunatan, ulang tahun dan sebagainya. Dalam acara – acara itu orang mengucapkan
kata – kata atau menampilkan perilaku – perilaku simbolik. Mereka berpartisipasi
dalam bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka
kepada tradisi keluarga, komunitas, suku, bangsa, negara, ideologi atau agama
mereka.
D. Komunikasi Instrumental
Komunikasi
instrumental
mempunyai
beberapa
tujuan
umum:
menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan
mengubah perilaku atau menggerakan tindakan, dan juga menghibur. Komunikasi
yang berfungsi memberitahukan atau menerangkan ( to inform ) mengandung muatan
persuasive dalam arti bahwa fakta atau informasi yang disampaikannya akurat dan
layak diketahui.
2.1.2 Komunikasi Massa
Menurut McQuail, komunikasi massa adalah komunikasi yang berlangsung
pada tingkat masyarakat luas. Pada tingkat ini komunikasi dilakukan dengan
menggunakan media massa.6
Ciri-ciri utama komunikasi massa; pesannya beragam dan dapat diperkirakan;
pesannya diproses dan distandarisasikan; pesan sebagai produk yang memiliki nilai
6
Ibid, halaman.33
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
14
jual dan makna simbolik; hubungan antara komunikan dan komunikator berlangsung
satu arah; bersifat impersonal, non moral dan kualitatif.7
Komunikasi massa adalah salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di
masyarakat. Robert K. Merton mengemukakan, bahwa fungsi aktivitas social yang
memiliki dua aspek,yaitu fungsi nyata (manifest function) adalah fungsi nyata yang
diinginkan, kedua fungsi tidak nyata atau tersembunnyi (laten function) yaitu dengan
fungsi yang di inginkan.8
Menurut Burhan Bungin, unsure-unsur penting dalam komunikasi massa adalah :
1. Komunikator,
2. Media massa,
3. Informasi (pesan) massa,
4. Gatekeeper,
5. Khalayak (public), dan
6. Umpan balik.9
Media massa pada mulanya dianggap mempunyai pengaruh yang sangat luar
biasa kepada khalayaknya, yang diungkapkan dalam gambar sebuah jarum suntik.
7
8
9
Ibid, halaman.33
Ibid, halaman.78
Ibid, halaman.71
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
15
Dengan menyuntikan isi pernyataan kedalam urat darah khalayak, dan khalayak akan
memberikan informasi yang disampaikan dalam media mereflesikan suatu kehidupan
yang pernah terjadi didalam masyarakat.
2.1.3 Fungsi Komunikasi Massa
Fungsi komunikasi massa menurut Karlinah, dkk ( 1999 ):10
1. Fungsi Pengawasan
Salah satu fungsi komunikasi massa adalah sebagai pengawasan, karena
dengan pengawasan ini akan lebih mempermudah pengontrolan kegiatan – kegiatan
sosial yang terjadi di dalam masyarakat.
2. Fungsi Social Learning
Melalui media massa ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam
berbagai hal yang bersifat positif, meski tidak bisa dipungkiri ada juga beberapa hal
yang bernilai negative dalam media massa. Namun, pada dasarnya dengan media
massa, masyarakat dapat mendapatkan pencerahan dari media tersebut.
10
Elvinaro dan Lukiati Komala. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya. 2004. Hal 19-21
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
16
3. Fungsi Pencerahan Informasi
Dengan adanya media massa, masyarakat akan lebih mudah mencari dan
mendapat informasi. Karena fungsi utama dari media massa adalah untuk
menyampaikan informasi kepada masyarakat yang menyangkut berbagai hal, baik
dalam ekonomi, politik, agama, hukum, dan budaya.
4. Fungsi Hiburan
Fungsi lain dari media massa adalah sebagai hiburan, karena dalam media
massa masyarakat akan mendapatkan hal – hal yang bersifat menghibur, baik dari
surat kabar, radio, tayangan televise, dan lain – lain. Misalnya dalam tayangan
televise, masyarakat dapat menikmati hiburan music, film, sinetron, dan olahraga.
Sehingga adanya tayangan – tayangan tersebut masyarakat akan merasa terhibur.
2.1.4 Media Massa
Media massa adalah berasal dari istilah bahasa inggris. Media massa
merupakan singkatan dari mass media of communication atau media of mass
communication. Media massa adalah “komunikasi dengan menggunakan sarana atau
peralatan yang dapat menjangkau massa sebanyak-banyaknya dan area yang seluasluasnya”. “ Komunikasi massa tak akan lepas dari massa, karena dalam komunikasi
massa penyampaian pesannya adalah melalui media”. Media massa merupakan
sumber kekuatan alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat yang dapat
didayagunakan sebagai pengganti kekuatan atau sumber daya lainnya. Bukan hanya
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
17
itu, media juga dapat menjadi sumber dominan yang dikonsumsi oleh masyarakat
untuk memperoleh gambaran dan citra realitas sosial baik secara individu maupun
kolektif, dimana
media menyajikan nilai-nilai dan penilaian normatife yang
dibaurkan dengan berita dan hiburan.
Istilah ‘media massa’ memberikan gambaran mengenai alat komunikasi yang
bekerja dalam berbagai skala, mulai dari skala terbatas hingga dapat mencapai dan
melibatkan siapa saja dimasyarakat, dengan skala yang sangat luas.11
2.2 New Media
Perkembangan media telah mencapai tahapan dimana konvergensi menjadi
alat pamungkas untuk menyatukan antara media – media tradisional seperti internet.
New Media terdiri dari dua kata yaitu New dan Media. New yang berarti Baru dan
Media yang berarti perantara. Jadi new media merupakan sarana perantara yang baru.
Baru dalam arti disini dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya.
New Media juga dapat disebut sebuah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup
kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di
akhir abad ke-20.
Sebagian besar teknologi yang dugambarkan sebagai “media baru” adalah
digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat,
mampat, interaktif dan tidak memihak.12
11
Morissan, Andy Corry Wardhani dan Farid Hamid U.Teori Komunikasi Massa. Bogor. PT . Ghalia
Indonesia. 2010 Hal 1
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
18
Menurut Denis McQuail, ciri utama media baru adalah adanya saling
keterhubungan, aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun
pengirim pesan, interaktivitasnya, kegunaan yang beragam sebagai karakter yang
terbuka, dan sifatnya yang ada dimana – mana.13
Keberadaan media baru tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknlogi dan
komunikasi yang begitu pesat. Internet sebagai sebuah produk teknologi komunikasi,
meski sudah berkembang beberapa puluh tahun yang lalu, namun masih menjadi
perbincangan publik hingga sekarang. Publik tidak hanya membicarakan “ kekuatan”
Internet, tetapi juga dampak negative yang menyertainya.14
Internet telah mempengaruhi masyarakat masyarakat dalam menyebarkan
informasi. Bahkan sekarang kita dapat merasakan betapa jarangnya orang mencari
media cetak sebagai prioritas dalam mencari informasi.
Pandangan new media dari masyarakat sekitar, karena masyarakat selalu
berhubungan dengan adanya new media misalnya internet yang mencakup jejaring
sosial, televisi analog,iPhone maupun game. Berikut adalah pandangan masyarakat:
A. Luasnya jejaring sosial yang bisa menghubungkan semua user di seluruh dunia
bisa berkomunikasi dengan mudah.
B. Kesepian, hal ini yang memicu masyarakat untuk bermain game di internet
maupun online jejaring sosial, tetapi dampak negatif dari faktor ini adalah
12
5
13
14
Eugenia Siapera, Understanding New Media, Jakarta : London ECIY ISP, I oliver’s Yard, 2012, Hal
Ibid hal. 43
Anis Hamidati, Komunikasi 2.0 Teoritis dan Implikasi, ASPIKOM, 2011, Yogyakarta Hal 7
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
19
terkadang masyarakat bisa terasingkan dari dunia luar(nyata) karena terlalu fokus
pada new media di dunia maya.
2.2.1 Fungsi New Media
Menurut Asep Syamsul M. Romli dalam buku Jurnalistik Online,
mengartikan fungsi new media terbagi dua yaitu fungsi wright dan fungsi de vito.15
Fungsi Media Wright :
1. Pengawasan ( Surveillance ) terhadap ragam peristiwa yang dijalankan
melalui proses peliputan dan pemberitaan dengan berbagai dampaknya tahu,
panic, terancam, gelisah, apatis, dan sebagai lainnya.
2. Menghubungkan (Correlation), mobilisasi massa untuk berpikir dan
bersikap atas suatu peristiwa atau masalah.
3. Transmisi Kultural ( Cultural Transmission) pewarisan budaya, sosialisasi.
4. Hiburan ( Entertainment ).
Fungsi Media De Vito :
1. Menghibur
2. Meyakinkan, yaitu iklan, mengubah sikap, call for action.
3. Menginformasikan
4.Menganugerahkan status, yaitu menunjukan kepentingan orang-orang
tertentu.
5. Membius massa terima apa saja yang disajikan media.
15
Asep Syamsul M, Romli, Panduan Mengelola Media Online, Bandung: Nuansa, 2012, hal 36
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
20
2.2.2 Karakteristik New Media
Media baru merupakan perkembangan baru dari media – media yang telah
digunakan manusia. Karakternya yang merupakan bentuk digital tentu memudahkan
dalam bertukar informasi dan berbagai kegiatan lainnya. Kemunculan memberikan
dampak besar terhadap kehidupan manusia dan secara langsung telah merubah pola
kehidupan manusia dimulai dari pola kehidupan masyarakat, budaya , cara berfikir,
dan hampir sampai ke segala aspek dalma kehidupan manusia itu sendiri. Namun,
sejalan dalam perkembangannya media baru juga memberikan dampak negative,
seperti dapat mengakses situs yang berbau pornografi dan kekerasan ddngan mudah
serta memberikan efek ketagihan begi penggunanya. Jadi, sudah seharusnya
perkembangan
media
baru
diikuti
juga
dengan
kebijakan
ornag
yang
menggunakannya.
Menurut Feldman, New Media memiliki lima karakteristik, yaitu :
Pertama, media baru mudah dimanipulasi. Hal ini sering kali mendapat
tanggapan negatif dan menjadi perdebatan, karena media baru memungkinkan setiap
orang untuk memanipulasi dan merubah berbagai data dan informasi dengan bebas.
Kedua, media baru bersifat networkable. Artinya, konten-konten yang
terdapat dalam media baru dapat dengan mudah dishare dan dipertukarkan antar
pengguna lewat jaringan internet yang tersedia. Karakteristik ini dapat kita sebut
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
21
sebagai kelebihan, karena media baru membuat setiap orang dapat terkoneksi dengan
cepat dan memberi solusi terhadap kendala jarak dan waktu antar pengguna.
Ketiga, media baru bersifat compressible. Konten-konten yang ada dalam
media baru dapat diperkecil ukurannya sehingga kapasitasnya dapat dikurangi. Hal
ini memberi kemudahan untuk menyimpan konten-konten tersebut dan men-sharenya
kepada orang lain.
Keempat, media baru sifatnya padat. Dimana kita hanya membutuhkan space
yang kecil untuk menyimpan berbagai konten yang ada dalam media baru. Sebagai
contoh, kita hanya memerlukan satu PC yang terkoneksi dengan jaringan internet
untuk dapat menyimpan berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia dalam PC
tersebut.
Kelima, media baru bersifat imparsial. Konten-konten yang ada dalam media
baru tidak berpihak pada siapapun dan tidak dikuasai oleh segelintir orang saja.
Karena itulah media baru seringkali disebut sebagai media yang sangat demokratis,
karena kapitalisasi media tidak berlaku lagi. Setiap orang dapat menjadi produsen dan
konsumen secara bersamaan dan setiap pengguna dapat berlaku aktif disana.16
16
http://irwanugraha1.blogspot.co.id/2013/11/pembahasan-new-media.html
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
22
2.2.3 Komponen New Media
Komponen dari new media yaitu : Handphone, Internet, dan Komputer.
Handphone / Smart Phone dapat dijadikan sebagai komponen New Media karena
dengan Smart Phone kita dapat mengakses bebesapa situs jejaring sosial. Internet
dijadikan sebagai komponen New Media karena dengan Internet kita dapat
mengakses berbagai informasi dimanapun kita berada. Internet memudahkan kita
untuk melakukan sebuah interaksi sosial dengan manusia sekitar. Komputer dijadikan
sebagai komponen New Media karena computer juga dapat memudahkan kita
mendapatkan informasi. Ketiga komponen diatas tidak dapat saling dipisahkan, antara
Smart Phone dengan Internetm dan juga Komputer dengan Internet. Ketiganya saling
berkaitan dan harus seimbang dalam pemakaiannya
2.2.4 Aplikasi New Media
Adapun macam – macam aplikasi New Media diantaranya :
1. Jejaring Sosial
Contoh aplikasi new media dalam bidang jejaring sosial yaitu facebook, twitter,
yahoo messenger, my space, skype dll. Aplikasi ini sangat mudah digunakan bagi
masyarakat, fasilitas di jejaring sosial ini adalah bisa updates status, upload photo,
video call dll. Kelebihan new media seperti ini adalah biaya murah, cepat dan mudah.
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
23
2. Online Shop
Produk produk sekarang dengan mudah bisa dipromosikan melalui online shop yang
sudah sangat banyak tersebar didunia maya, masyarakat bisa membuat online shop
melalui facebook, twitter, blog, website, ataupun kaskus yang bisa menarik perhatian
konsumen secara cepat.
3. Informasi/Pendidikan
Untuk mencari segala informasi maupun berita yang terkini, dengan adanya new
media yaitu biasa menggunakan aplikasi seperti wikipedia, google, televisi analog
ataupun website website lain nya.
Beberapa contoh aplikasi didalam internet yang mengembangkan new media, yaitu:
Google, altavista, yahoo dan website sejenisnya yang merupakan aplikasi pencarian
sejumlah kata yang terdapat didalam website untuk mencari berita.
1. CNN, BBC, detik, okezone dan berbagai website sejenisnya yang dibuat untuk
memberikan berita secara cepat sebagai pengganti koran/majalah.
2. Youtube, seleb.tv, metacave dan website sejenisnya yang menyediakan layanan
membagikan video atau menampilkannya sebagai sarana hiburan dan berita
secara audio visual.
3. Twitter, facebook, friendster dan website sejenisnya yang menyediakan
layanan mini blog dan social network sebagai sarana komunikasi langsung yang
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
24
sengaja dibagikan kepata publik.
4. BSE, e-dukasi.net, ilmukomputer,com yang menyediakan layanan pendidikan
secara online berupa pembahasan-pembahasan materi pendidikan dan ada yang
menyediakan buku elektronik (e-book), dsb.
2.3. Media Sosial
Perkembangan dunia teknologi yang semakin pesat membuat banyak berbagai
macam media komunikasi yang membantu mempercepat proses komunikasi dan
penyampaian informasi. Dengan menggunakan jaringan internet untuk mengakses
kesalah satu situs website, maka setiap orang dapat mengakses informasi dan berita
kapanpun dan dimanapun. Internet tidak hanya menyediakan data teks dan gambar
tetapi juga menyediakan data audio dan visual.
Kata “media” di sosial media datang dari “medium”, atau wadah dimana
orang dapat saling berhubungan dan menjalin interaksi sosial. Jadi, sosial media
bukan mainstream media layaknya Koran, majalah atau televise. Sebenarnya sejak
zaman dahulu, bahkan era sebelum masehi media sosial sudah ada. Hanya saja, kala
itu media sosial mengambil bentuk yang lebih sederhana.
Menurut Ashadi Siregar17, media online atau media sosial adalah sebutan
umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia
17
Ward, Hanson. Pemasaran Online. Jakarta: Salemba. 2000. Hal 20
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
25
(komputer dan internet). Didalamnya terdapat portal, website ( situs web ), radio
online, Facebook, Twitter, Email, Path, Instagram, dll.
Kini, media sosial telah menjadi sangat digital dan mampu mengubah biaya
komunikasi yang mahal menjadi terjangkau. Sosial media telah memungkinkan satu
manusia berhubungan dengan manusia lain, tanpa batasan ruang dan waktu. Di era
digital, sebuah hubungan sosial dapat terjalin dengan sedemikian mudahnya seperti
orang pendiam mendadak bisa memiliki hubungan pertemanan dengan orang lain
yang jumlahnya banyak.
Seperti yang dikatakan oleh Marshall Mc Luhan18 bahwa media adalah
perluasan dari eksistensi manusia karena disebut sebagai the extention of man, maka
dengan sendirinya media dapat dipandang sebagai perluasan dari kepentingan dan
kebutuhan manusia. Dalam lingkup itu manusia mengembangkan diri melalui
berbagai cara untuk menentukan tingkat peradaban. Semua fase peradaban
memberikan ciri terhadap teknologi yang dihasilkan dan digunakan, dan pada
akhirnya media merupakan sistem tentang know-how yang mengarahkan pengetahuan
dan mengenalkan seperangkat aturan dan kesempatan baru.
18
Suparno, Agus, Basuki, Sosiawan, Arief, Edwi, dan Tripambudi, Sigit. Computer Mediated
Communication: Situs Jejaring Sosial dan Identitas Diri Remaja. Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 10
Nomer 1.2012. Hal 86
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
26
2.3.1 Peran dan Fungsi Media Sosial
Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses
oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi
bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan
merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media
sosial sperti blog, facebook, twitter, dan youtube memiliki sejumlah manfaat bagi
perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan
TV, brosur dan selebaran.
Media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara
lain :
1. Kesederhanaan
Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat
tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat
mudah digunakan, bahkan guntuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya,
yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.
2. Membangun Hubungan
Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan
pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
27
langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Tidak
dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional
hanya melakukan komunikasi satu arah.
3. Jangkauan Global
Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya
sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat
mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media
sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen
pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak
pengguna.
4. Terukur
Dengan sistem tracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur,
sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian
dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.
2.3.2 Fungsi Media Sosial
Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita
harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi, yaitu :
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
28
1. Administrasi
Pengorganisasian proofil karyawan perusahaan dalam jaringan sosial yang
relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang. Pembentukan pelatihan
kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua karyawan pada penggunaan
media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan integrasi konten dalam
masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk menemukan dimana pasar anda.
2. Mendengarkan dan Belajar
Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang pasar anda
inginkan, apa yang relevan dengan mereka.
3. Berpikir dan Perencanaan
Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap didepan pasar dan
begaimana anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi sosial meningkatkan
efisiensi operasional hubungan pasar.
4. Pengukuran
Menetapkan langkah-langkah efektif sangat penting untuk mengukur apakah
metode yang digunakan, isi dibuat dan alat yang anda gunakan efektif dalam
meningkatkan posisi dan hubungan pasar anda.
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
29
2.3.3 Media Online
Istilah untuk menangkap media adalah menyebut atau menyusun sebagai
media online. Hal ini direferensikan langsung dengan internet, dimana dalam banyak
hal media baru yang prototypical. Media online tersebut memprioritaskan unsure
konektivitas, atau cara – cara di mana mereka terhubung dengan media lain, terutama
komputer, juga telepon genggam. Konektivitas tentu saja merupakan atribut penting
dari media yang teliti: Kemampuan untuk mengakses link , dan orang lain, satu atau
banyak pada saat yang sama, memliki konsekuensi yang luas. Untuk itu, media online
memperkenalkan modernitas sesuai dnegan pergeseran waktu ( zaman ), yang
biasanya terkait dengan isolasi dan individuasi.19
Online media adalah media massa yang tersaji secara online di situs web
(website) internet . Peran teknologi terutama internet menjadi kata kunci dalam
perubahan – perubahan yang terjadi melalui media sosial. Teknologi internet menjadi
faktor yang memungkinkan (enabler). Sebagai media online, dari segi kenyamanan
teknologi ini dapat dengan mudah diakses kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun.
Dia memiliki konektivitas dan jangkauan secara global. Efisiensi dalam
19
Eugnia Siapera, Understanding New Media, Jakarta: London ECIY ISP, I Oliver’s Yard, 2012, Hal
4-5
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
30
penggunaanya, melibatkan interaktifitas, fleksibel dan yang paling penting adalah
bersifat pribadi.20
Perkembangan media massa bagi manusia sempat menumbuhkan perdebatan
panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat.
Dalam perkembangan teori komunikasi massa, konsep masyarakat massa mendapat
relasi kuat dengan produk budaya massa yang pada akhirnya akan mempengaruhi
bagaimana proses komunikasi dalam konteks masyarakat massa membentuk dan
dibentuk oleh budaya massa yang ada. Media massa berperan untuk membetuk
keragaman budaya yang dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media
terhadap sistem nilai, pikir dan tindakan manusia. Dampak media massa dalam
sebuah masyarakat membuat persepsi baru bahwa media massa, masyarakat, budaya
massa dan budaya tinggi secara simultan saling berhubungan satu sama lain.21
2.4 Persepsi
Persepsi setiap orang terhadap suatu objek akan berbeda-beda, oleh karena itu
persepsi mempunyai sifat subjektif. Persepsi dibentuk oleh seseorang dipengaruhi
oleh si memorinya.
Persepsi adalah penerapan atau pengamatan yang secara sadar dilakukan
seseorang terhadap suatu pesan komunikasi yang disampaikan kepadanya. Persepsi
20
21
Anis Hamidati, Komunikasi 2.0 Teoritis dan Implikasi, ASPIKOM, 2011, Yogyakarta Hal 7
Asep Syamsul M. Romli, Panduan Mengelola Media Online, Bandung: Nuansa, 2012 Hal : 54
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
31
atau pandangan disebut inti komunikasi, karena jika persepsi tidak akurat, tidak
mungkin bisa berkomunikasi dengan efektif. Persepsilah yang menentukan kita
memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan yang lainnya.22
Persepsi atau pandangan itu meliputi penginderaan (sensai) melalui alat-alat
indera peraba, penglihat, pencium, pengecap dan pendengar juga atensi dan
interpretasi.
Persepsi adalah proses dimana kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus
yang mempengaruhi indera kita. Persepsi mempengaruhi rangsangan ( stimulus ) atau
pesan yang kita serap dan apa makna yang telah kita berikan kepada mereka
mencapai kesadaran.
2.4.1 Jenis – Jenis Persepsi
Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus
yang diperoleh oleh
indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis :
A. Persepsi visual
Persepsi visual didapatkan dari penglihatan. Penglihatan adalah kemampuan
untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya, salah satu dari indera. Alat
tubuh yang digunakan untuk melihat adalah mata. Banyak binatang yang
22
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung. PT . Remaja Rosdakarya.2002 Hal
167
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
32
indera penglihatannya tidak terlalu tajam dan menggunakan indera lain untuk
mengenali
lingkungannya,
misalnya
kelelawar.
Manusia
yang
daya
penglihatannya menurun dapat menggunakan alat bantu atau menjalani
operasi lasik untuk memperbaiki penglihatannya. Persepsi ini adalah persepsi
yang paling awal berkembang pada bayi, dan mempengaruhi bayi dan balita
untuk memahami dunianya. Persepsi visual merupakan topik utama dari
bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering
dibicarakan dalam konteks sehari-hari.
B. Persepsi auditori
Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.
Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara. Dalam manusia dan
binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem
pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf – syaraf, dan otak. Tidak semua
suara dapat dikenali oleh semua binatang. Beberapa spesies dapat mengenali
amplitude dan frekuensi tertentu. Manusia dapat mendengar dari 20 Hz
sampai 20.000 Hz. Bila dipaksa mendengar frekuensi yang terlalu tinggi terus
menerus sistem pendengaran dapat menjadi rusak.
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
33
C. Persepsi perabaan
Persepsi perabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit. Kulit dibagi
menjadi tiga bagian, yaitu bagian epidermis, dermis, dan subkutis. Kulit
berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang;
sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap
suatu rangsangan; sebagai alat eksresi; serta pengaturan suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan
reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke
daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang
jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung
reseptornya terletak di dekat epidermis.
D. Persepsi penciuman
Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu
hidung. Penciuman, penghiduan, atau olfaksi, adalah penagkapan atau
perasaan bau. Perasaan ini dimediasi oleh sel sensor tespesialisasi pada rongga
hidung vertebrata, dan dengan anologi, sel sensor pada antena invertebrata.
Untuk hewan penghirup udara sistem olfaktori mendeteksi zat kimia asiri
atau, pada kasus sistem olfaktori, aksesori, fase cair. Pada orgamisme yang
hidup di air, seperti ikan atau krustasea, zat kimia tergantung pada medium air
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
34
di sekitarnya. Penciuman, seperti halnya pengecapan, adalah suatu bentuk
komensensor.
E. Persepsi pengecapan
Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.
Pengecapan atau gustasi adalah suatu bentuk komoreseptor langsung dan
merupakan satu dari lima indra tradisional. Indra ini merujuk pada
kemampuan mendeteksi rasa suatu zat seperti makanan atau racun. Pada
manusia dan banyak hewan vertebrata lain, indera pengecapan terkait dengan
indera penciuman pada persepsi otak terhadap rasa.
2.4.2 Proses Persepsi
Persepsi merupakan sebuah proses yang digunakan oleh seorang individu
untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan-masukan informasi
guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Persepsi tidak hanya
bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang bersangkutan.23
Pada dasarnya persepsi merupakan proses penginterpretasian stimuli, data
atau informasi yang berasal dari diri seseorang. Menurut Karen Huffman, melalui
23
Walgito,Bimo.Psikologi Sosial: Suatu Pengantar. Edisi Revisi.Catakan keempat.(Yogyakarta:Andi
Offset.1994),hal:57
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
35
proses penginderaan (sensasi), informasi yang diterima seseorang melalui organ
inderanya kemudian dikirim keotak, disinilah interpretasi informasi terjadi.24
Dengan demikian dalam proses perspepsi terjadi tiga komponen utama seperti
berikut ini :
1. Seleksi adalah proses penyaring oleh indera terhadap rangsangan dari luar,
intensitas dan jenisnya dapat banyak ataupun sedikit. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi keputusan seleksi diantaranya:
a. Faktor Psikologis
Faktor Psikologis yang utama dalam seleksi ialah sel-sel khusus yang terdapat
dalam otak yang disebut Featur dectectors yang berfungsi merespon hanya informasi
yang pasti dan terpilih yang ditangkap oleh organ indera. Selain feature dectector
faktor lain yang juga penting dalam seleksi adalah habituasi (habituation) yaitu
kecenderungan otak untuk tidak lebih memberi perhatian pada stimuli yang telah
terbiasa dan telah menetap pada ingatannya.
24
Huffman Karen,et.al. Psycology in Action 2nd Edition, John Wiley & Sons Inc,Canada,1991, hal:
101
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
36
b. Faktor Stimulus
Dari sekian banyak stimuli dilingkungan kita, otak secara otomatis memlih
stimuli yang paling kuat, bergerak, kontras, berubah-ubah atau yang paling sering
diulang.
c. Faktor Psikologis
Alasan yang utama seseorang memilih satu stimuli dan bukan yang lain
adalah karena motivasi dan kebutuhan. Apapun stimuli yang dilihat, didengar,
diamati, akan ditentukan oleh besarnya kepuasan dan kebutuhan yang ditimbulkan
oleh stimuli tersebut.
2. Mengorganisasi ialah proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai
arti bagi seseorang. Dalam tahapan ini rangsangan yang diterima selanjutnya
diorganisasikan
dalam
sebuah
bentuk.
Ada
tiga
dimensi
utama
dalam
pengorganisasian rangsangan, yaitu :
a. Pengelompokkan meliputi kesamaan, kedekatan, dan kecenderungan untuk
melengkapi.
b. Bentuk timbul dan latar yaitu kecenderungan untuk memusatkan perhatian pada
gejala-gejala tertentu yang timbul menonjol, sedangkan rangsangan atau gejala
lainnya berada dilatar belakang.
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
37
c. Kemantapan persepsi yaitu kecenderungan untuk menstabilkan persepsi dan
perubahan-perubahan konteks tidak mempengaruhinya.
3. Interpretasi adalah memberikan arti pada berbagai data dan informasi yang
diterima. Interpretasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman masa
lalu, system nilai yang dianut, motivasi, kepribadian, dan kecerdasan. Interpretasi
juga bergantung pada kemampuan seseorang untuk mengadakan pengategorian
informasi yang diterimanya. Selanjutnya hasil interpretasi ini membentuk persepsi
yang kemudian dalam bentuk tingkah laku sebagai reaksinya.
Jadi proses persepsi adalah melakukan penyeleksian, organisasi, dan
interpretasi sehingga terjadi pembulatan terhadap informasi yang sampai.25
Menurut David A. Aeker dan John G.Mayers, dalam persepsi terdapat dua hal
utama dalam proses persepsinya yaitu : attention (perhatian) dan interpretation
(interpretasi). Kedua hal ini memainkan peranan penting dalam membantu individu
dalam menghasilkan perhatian dalam dirinya.26
Dalam proses persepsi terjadi dua hal yang paling utama, yaitu tahap Atensi
dan Interpretasi. Tahap Atensi adalah tahap dimana kita memperhatikan stimulus (
25
Sobur, Alex. Ocpit, hal: 447
26
A. Aker David and G.Mayers john, Advertising Management 2 nd edition (New Delhi : Prentince Hall
Ltd, 1996) hal :236
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
38
tahap penyaringan perhatian ) yang didahului teresponnya seorang pada rangsangan
tertentu. Oleh karena itu melalui mekanisme panca indera.
Sebelum seseorang terkena pesan dari suatu media, maka ia harus menjadi bagian
dari khalayak berita tersebut. Tahap ini dinamakan media Eksposure ( pengenaan
media ). Setelah seseorang terespons tahap suatu media. Tahap paling awal adalah
tahap penerimaan pesan adalah sensasi yaitu proses menangkap stimulus oleh indera
sehingga manusia dapat memperoleh pengetahuan dan kemauan untuk berinteraksi
dengan dunianya, dimana manusia harus memiliki awareness ( kesadaran ) terhadap
apa yang akan ia perhatikan dan setelah itu timbulah perhatian atau atensi terhadap
sesuatu. Lalu berlanjut pada tahap pada tahap interpretasi, dimana individu selalu
memberikan makna pada setiap rangsangan yang masuk ke pusat kesadarannya yang
dipengaruhi oleh faktor fungsional dan structural. Tindakan memberi makna ini
disebut dengan interpretasi . Setelah melalui tahap interpretasi, hasil yang akan
diperoleh dari pemberian makna terhadap objek yang dipersepsikan akan mendapat
kognisi yaitu gambaran yang lengkap dari objek yang akan disimpan dalam ingatan
dan kognisi merupakan tahap akhir dari persepsi.27
2.4.3 Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu :
27
Jalaludin Rakhmat. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1994 Hal 55
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
39
A. Perhatian ( attention )
Faktor yang sangat mempengaruhi persepsi adalah perhatian ( attention )
perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi
menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Perhatian
terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indera lainnya.
Manusia akan lebih memperhatikan hal – hal yang dianggap menarik daripada
yang tidak menarik. Apa yang menjadi perhatian kita, kadang- kadang dapat
lolos dari perhatian orang lain. Kita cenderung memperhatikan hal-hal tertentu
yang penting dan diminati saja. Kita cenderung menonton program atau acara
televise atau film tertentu, hal – hal seperti ini akan menentukan kita untuk
menaruh perhatian.
B. Penafsiran ( interpretation )
Persepsi juga sering disebut dengan tindakan memberi makna melalui inderaindera kita untuk menafsirkan suatu informasi dalam bentuk yang lebih
berarti. Penafsiran merupakan proses dimana penerima memberi arti terhadap
pesan yang diterimanya, mengorganisasikan stimuli dengan melihat
konteksnya, dan mengisinya dengan interpretasi yang konsisten dengan
rangkaian stimuli yang dipersepsi.
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
40
Setiap makna yang timbul akan berbeda – beda dengan individu lainnya salam
menafsirkan informasi. Hal ini karena setiap individu mengorganisasikan
rangsanganya yang diterimanya sesuai dengan kenyataan yang ada pada
dirinya. Oleh karena itu, ragam penafsiran akan muncul pada setiap individu
walaupun stimulinya sama.28
C. Pengetahuan ( kognitif )
Kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau
dipersepsikan khalayak. Kognitif terjadi pada diri komunikan yang sifatnya
informative bagi dirinya. Kognitif membahas tentang bagaimana media massa
dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan
mengembangkan keterampilan pengetahuannya ( kognitif ), melalui media
massa, dapat diperoleh berbagai informasi tentang tempat yang belum pernah
dikunjungi, orang teknologi baru atau benda. Pada saat mempersepsikan, hal
ini berkaitan dengan kebutuhan kognitif, yaitu usaha untuk memperkuat
informasi, pengetahuan, serta pengertian tentang lingkungan eksternal.29
28
David A. Aaker and John G Mayer. Advertising Management. New Jersey: Pretince Hall Inc. 1996
Hal 218
29
Elvinaro Arvianto dan Lukiati K.M. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya Hal 52
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
41
2.5 Khalayak
Menurut Anton Moelyono, Khalayak adalah orang banyak, orang ramai,
publik, kelompok tertentu di masyarakat yang menjadi sasaran komunikasi. Khalayak
sebagai konsep dalam ilmu komunikasi artinya masyarakat manusia yang menjadi
tujuan penyampaian isi pernyataan. Khalayak dalam inggris adalah audience.30
Khalayak juga merupakan faktor penentu keberhasilan komunikasi yang ia
lakukan itu apabila pesan yang disampaikan melalui suatu saluran media dapat
diterima sampai ke khalayak sasaran. Dipahami dan mendapat tanggapan positif,
dalam arti sesuai dengan harapan yang diinginkan komunikator.
Khalayak memiliki beberapa karakteristik yaitu :31
a. Khalayak sebagai penggarap informasi
Pada dasarnya proses pengolahan informasi yang terjadi pihak penerima
(khalayak) bersifat “selektif”. Pihak penerima pesan pada saat berhadapan dengan
“bentuk informasi” tertentu akan melakukan “decoding” (pemecahan atau
penginterpretasian kode). Akhirnya, tidak semua isi informasi akan diserap oleh si
penerima secara utuh. Artinya, satu atau beberapa bagian dari isi pesan itu tidak akan
dicerna atau diolah karena tidak masuk dalam kerangka pengetahuan dan pengalaman
hidupnya, atau karena dipandang tidak sesuai dengan keperluan, minat, dan
30
A.M Hoeta Soegoet.Teori Komunikasi. Yayasan IISIP. Jakarta:2003, hal 36
31
Jalaluddin Rakhmat.Psikologi Komunikasi. Remaja Rosdakarya.Bandung : 2003,hal 74
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
42
keinginannya. Beberapa studi menunjukan bahwa, tingkat pendidikan seseorang
secara signifikan turut mempengaruhi derajat pengolahan informasi yang sampai
kepada dirinya. Orang yang latar belakang pendidikannya relatif ‘tinggi’, di samping
tinggi rasa ingin tahunya tentang sesuatu, juga cenderung lebih kritis, selektif, dan
banyak pertimbangan dibandingkan dengan orang yang latar belakang pendidikannya
lebih rendah. Itulah sebabnya mempengaruhi sikap dan pendapat orang yang
berpendidikan tinggi jauh lebih sulit dibandingkan dengan orang yang latar belakang
pendidikannya lebih rendah.
b. Khalayak sebagai “problem solver”
Khalayak jelas tidak terlepas dari permasalahan kehidupan yang mereka
hadapi. Mereka juga akan selalu berupaya mencari cara-cara pemecahannya. Dari
pihak penerima pesan (khalayak), salah satu fungsi yang diharapkan dari penyebaran
informasi melalui media massa adalah, bahwa informasi tersebut mampu membantu
memecahkan permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian informasi atau pesan
yang dipandang tidak membantu mereka dalam memecahkan permasalahan atau
malah mungkin menambah kesulitan/permasalahan baru, jelas tidak akan mendapat
perhatian mereka.
2.6 Teori Uses and Gratification
Herbert Blumer dan Elihu Katz dalam teorinya yaitu Uses and Gratifications
mengemukakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
43
menggunakan media tersebut.32 Dengan kata lain, pengguna media adalah pihak yang
aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha untuk mencari sumber
media yang paling baik didalam usaha memenuhi kebutuhannya. Artinya, teori uses
and gratifications mengansumsikan bahwa pengguna mempunyai pilihan alternative
untuk memuaskan kebutuhannya.
Theory Uses and Gratifications lebih menekankan pada pendekatan
manusiawi dalam memilih dan melihat media massa.33 Artinya manusia itu memiliki
otonomi, wewenang untuk memperlakukan media. Blumer dan Katz percaya bahwa
tidak hanya ada satu jalan bagi khalayak untuk menggunkan media. Sebaliknya,
mereka percaya bahwa ada banyak alasan khalayak untuk menggunakan media baik
cetak, elektronik sampai new media online.34
Menurut pendapat teori ini, konsumen media mempunyai kebebasan untuk
memutuskan bagaimana ( lewat media mana ) mereka menggunakan media dan
bagaimana media itu akan berdampak pada dirinya.
2.7 Pengertian Pornografi
Pornografi berasal dari kata yunani yang terdiri dari kata porne artinya
“wanita jalang” dan graphos artinya gambar atau tulisan. Sedangkan dalam Kamus
32
Nurudin, M. Si., Pengantar Komunikasi Massa, Jakarta: Rosdakarya, 2004, Hal, 191
33
Ibid, Hal. 191-192
34
Ibid, Hal 192
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
44
Besar Bahasa Indonesia, pornografi didefinisikan sebagai “ ( l ) penggambaran
tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu
birahi; ( 2 ) bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata – mata dirancang untuk
membangkitkan nafsu birahi dalam seks.
Dalam undang – undang republic Indonesia no 44 tahun 2008 menyatakan
pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat ol eh manusia dalam bentuk gambar
sketsa ilustrasi, foto, tulisan, suara , bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair,
percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk
media komunikasi dan/atau pertunjukan dimuka umum, yang dapat membangkitkan
hasrat seksual dan/atau melanggar nilai – nilai kesusilaan dalam masyrakat.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan Undang
- undang Republik
Indonesia No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi sebagai acuan penulis dalam
melakukan penelitian ini karena seluruh warga negara Indonesia diwajibkan untuk
menaatinya.
Dalam pasal Undang – Undang No. 44 Tahun 2008 disebutkan bahwa setiap
orang
dilarang
menyebarluaskan,
memproduksi,
menyiarkan,
membuat,
memperbanyak,
mengimpor,
menggandakan,
mengekspor,
menawarkan,
memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang memuat:35
a. Persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
35
http://www.lbh-apik.or.id/uu-pornografi.htm
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
45
b. Kekerasan seksual;
c. Mastrubasi atau Onani
d. Ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan atau
e. Alat kelamin.
Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang: 36
a. Menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan
ketelanjangan.
b. Menyajikan secara eksplisit alat kelamin;
c. Mengeksploitasi atau menyajikan aktivitas seksual; atau
d. Menawarkan atau mengiklankan baik langsung maupun tidak langsung
layanan seksual.
2.8 Pengertian Moral dan Etika
Menurut Suseno moral adalah suatu pengukur apa yang baik dan buruk dalam
kehidupan suatu masyarakat. Sedangkan etika adalah keseluruhan norma dan
penilaian yang digunakan masyarakat bersangkutan untuk mengetahui bagaimana
seharusnya manusia menjalankan kehidupannya. Pesan moral dapat disampaikan
36
Ibid
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
46
melalui beberapa cata antara lain : melalui perbuatan, kata-kata yang secara gamblang
diungkapkan, khayalan, dan lain – lain.37
Sikap moral yang sebenarnya disebut moralitas. Moralitas adalah sikap hato
orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah ( mengingat bahwa tindakan
merupakan ungkapan sepenuhnya dari sikap hati). Moralitas terdapat apabila orang
mengambil sikap yang baik karena ia sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya.
Moralitas adalah sikap dan perbuatan baik yang betul – betul tanpa pamrih, hanya
moralitaslah yang bernila secara moral.38
2.8.1 Sistematika Etika
Etika pada hakikatnya mengamati realitas moral secara kritis. Etika tidak
memberikan ajaran, melainkan memeriksa kebiasaan – kebiasaan, nilai – nilai, norma
– norma dan pandangan – pandangan moral secara kritis. Etika menuntut pertanggung
jawaban dan mau menyikapkan kerancuan. Etika tidak membiarkan pendapat –
pendapat moral begitu saja melainkan menuntut agar pendapat – pendapat moral yang
dikemukan dipertanggung jawabkan, etika berusaha menjernihkan permasalahan
moral.39
Secara umum etika dapat dikelompokan dalam dua kategori yaitu :
37
Frans Magnis-Suseno, Etika Dasar, Pustaka Filsafat, 1989, hal 19.
38
Ibid hal 17
39
Frans Magnis- Suseno, Etika Dasar, Pustaka Filsafat, 1989, hal 18
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
47
1. Etika deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku
manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai
sesuatu yang bernilai. Artinya, Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai
nilai dan perilaku manusia sebagai suatu disimpulkan bahwa tentang
kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat
yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat
bertindak secara etis.
2. Etika Normatif
Etika yang menetapkan sebagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya
dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya di jalankan oleh manusia dan
tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi etika normatif merupakan
norma – norma yang dapat menuntut agar manusia bertindak secara baik dan
menghindarkan hal – hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang
disepakati dan berlaku dimasyarakat.
Etika normatif merupakan bagian terpenting dari etika dan bidang dimana
berlangusng diskusi – diskusi yang paling menarik tentang masalah –
masalah moral. Etika normatif bertujuan prinsip – prinsip etis yang dapat di
pertanggungjawabkan dengan cara rasional dan dapat digunakan dalam
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
48
praktek. Etika normatif dapat dibagi lebih lanjut dalam etika umum dan etika
khusus.40
Etika umum memandang tema – tema umum seperti norma etis, hubungan
satu sama lain, norma moral mengikat, hubungan antara tanggung jawab
manusia dan kebebasannya. Syarat – syarat mana yang harus di penuhi agar
manusia dapat dianggap sungguh – sungguh baik dari sudut moral.
Etika khusus menerapkan prinsip – prinsip etis yang umum atas wilayah
perilaku manusia yang khusus. Dapat dikatakan juga bahwa dalam etika
khusus itu premis normatif dikaitkan dengan premis factual untuk sampai
pada suatu kesimpulan etis yang bersifat normatif juga.
2.8.2 Jenis – jenis Moral
Jenis – jenis moral sebagai berikut :41
1. Moral Sosial
Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang berkembang dengan
pengaruh banyak orang lain, dan kehadirannya sendiri pun juga ikut
mempengaruhi perkembangan pribadi orang lain. Perkembangan individu
terjadi dalam hubungan – hubungan antarpribadi. Sebaliknya individu pun dapat
berkurang mutunya karena pengaruh orang – orang lain. Karena hubungan –
hubungan dalam masyarakat itu begitu kompleks, kiranya baik penilaian moral
40
41
K. Bertens. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum, 2004, Hal 17 - 19
Ihsan Fuad. Filsafat Ilmu. Jakarta : Rineka Cipta, 2010, hal 25 - 26
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
49
terhadap hubungan – hubungan itu kita laksanakan segi demi segi. Namun harus
tetap diingat segi yang satu dalam kenyataan selalu berkaitan erat dengan segi –
segi yang lainnya.
2. Moral Hidup
Hidup selayaknya dilihat sebagai anugerah Tuhan yang sangat berharga.
Karena itu kita terpanggil untuk memelihara dan melindungi kehidupan juga
merupakan salah satu bentukrasa syukur atas anugerah tesebut. Maka manusia
dalam keadaan manapun, harus kita hargai sesuai dengan martabatnya yang
luhur itu.
http://digilib.mercubuana.ac.id/z
Download