BAB III METODE PENELITIAN

advertisement
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat positivisme yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau
sampel tertentu, di mana teknik pengambilan sampel pada umumnya
dilakukan secara random. Pengumpulan data menggunakan instrumen
penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan
untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.59 Filsafat positivisme
memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan, relatif
tetap, konkrit, teramati, terukur, dan hubungan gejala bersifat sebab
akibat.60
Penelitian kuantitatif bersifat deduktif, yang mana untuk
menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat
dirumuskan hipotesis. Hasil dari penelitian kuantitatif biasanya bersifat
generalisasi untuk populasi di mana sampel diambil. Hal ini karena
pengambilan sampel biasanya dilakukan secara random atau acak di mana
59
60
Sugiyono, Metode Penelitian…, hal. 14
Qori’ah, Pengaruh Motivasi dan Gaya Belajar Siswa….., hal. 44
65
66
setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi
sampel.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi. Penelitian
korelasi adalah sutau penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan
data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara
dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting,
karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat
mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. 61
Sedangkan menurut Nana Syaodih Sukmadinata, penelitian
korelasi adalah penelitian yang ditujukan untuk mengetahui hubungan
suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Hubungan antara satu
variabel dengan beberapa variabel dinyatakan dengan besarnya koefisien
korelasi dan keberartian (signifikansi) secara statistik. 62
Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui apakah ada
hubungan antara variabel bebas berupa motivasi intrinsik (variabel X1),
dan motivasi ekstrinsik (variabel X2) yang dimiliki peserta didik terhadap
variabel terikat berupa hasil belajar (variabel Y).
61
Sukardi, Metodologi Penelitian ……., hal. 166
Nanik Haryati, Hubungan Minat Belajar dengan PrestasiBelajar Matematika Siswa
Kelas V SD Se-Gugus Wonokerto Turi Sleman Tahun Ajaran 2014/2015, hal. 32, dalam
eprints.uny.ac.id/23029/ diakses pada tanggal 18 Nopember 2016 pukul 09.00 WIB
62
67
B. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. 63 Selanjutnya, Tulus
Winarsunu mengartikan variabel sebagai suatu konsep yang mempunyai
variasi
atau
keragaman.
Sedangkan
konsep
itu
sendiri
adalah
penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena atau gejala tertentu.
Konsep tentang apapun jika memiliki ciri-ciri yang bervariasi atau
beragam dapat disebut sebagai variabel. Jadi variabel adalah segala
sesuatu yang bervariasi. 64
Secara garis besar, ada dua macam variabel, yaitu variabel yang
mempengaruhi
dan
variabel
yang
dipengaruhi.
Variabel
yang
mempengaruhi disebut variabel bebas, dan variabel yang dipengaruhi
disebut variabel terikat. Variabel bebas (disingkat variabel X) adalah suatu
variabel yang apabila dalam suatu waktu berada bersamaan dengan
variabel lain, maka variabel lain itu (diduga) akan dapat berubah dalam
keragamannya. Sedangkan variabel yang berubah karena pengaruh
variabel bebas disebut sebagai variabel terikat (disingkat variabel Y). 65
Berdasarkan penjabaran di atas, maka variabel dalam penelitian
ini adalah:
1. Variabel bebas (variabel X) terdiri dari :
63
Qori’ah, Pengaruh Motivasi dan Gaya Belajar Siswa……, hal. 49
Tulus Winarsunu, Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan, (Malang:
UMM Press, 2002), hal. 3-4
65
Ibid, hal. 4
64
68
a. Variabel X1
: Motivasi intrinsik peserta didik
b. Variabel X2
: Motivasi ekstrinsik peserta didik
2. Variabel terikat (variabel Y)
: Hasil belajar pada mata
pelajaran Al-Qur’an Hadits
C. Populasi, Sampling, dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi atau population mempunyai arti yang bervariasi.
Menurut Ary, dkk. population is all members of well defined class of
people, events or objects. Sedangkan menurut Babbie, populasi adalah
elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoritis
menjadi target hasil penelitian. Jadi pada prinsipnya, populasi adalah
semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang
tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target
kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian. 66
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik MIN
Pucung Ngantru tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 228 anak. MIN
Pucung mempunyai 10 kelas yang terdiri dari 2 ruang kelas untuk masingmasing kelas I, II, IV, dan VI, dengan rata-rata peserta didik berjumlah 20
anak, serta 1 ruang kelas untuk masing-masing kelas III dan V dengan
rata-rata peserta didik berjumlah 30 anak.
66
Sukardi, Metodologi Penelitian ……., hal. 53
69
2. Sampling
Sampling adalah suatu prosedur yang menyebabkan sejumlah
elemen khusus digambarkan dari kerangka sampling yang mewakili daftar
aktual elemen-elemen yang mungkin dalam populasi. 67 Teknik sampling
adalah teknik pengambilan sampel. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan teknik nonprobability sampling dengan pengambilan
sampel secara purposive sampling. Pengambilan sampel ini atas
pertimbangan dari guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits serta kemampuan
peserta didik untuk memahami pernyataan dalam angket.
3. Sampel Penelitian
Sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data
disebut sampel. 68 Roscoe dalam buku Research Methods for Business
memberikan beberapa saran tentang ukuran sampel dalam penelitian.
Salah satunya adalah apabila dalam penelitian akan melakukan analisis
dengan multivariate (korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah
anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti. Berarti
dengan jumlah total tiga variabel penelitian (variabel bebas + variabel
terikat), maka minimal diambil sampel sebanyak 30 peserta didik. Dalam
penelitian ini, sampel yang diambil adalah peserta didik kelas IV-A
dengan jumlah 22 anak dan kelas V dengan jumlah 29 anak. Jadi, total
jumlah sampel adalah 51 anak.
67
Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif, (Jakarta:
Rajagrafindo Persada, 2010), hal. 41
68
Ibid, hal.54
70
D. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono, instrumen penelitian adalah suatu alat dalam
penelitian yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial
yang diamati. Instrumen penelitian sangat penting dalam pengumpulan data. 69
Secara fungsional, kegunaan instrumen penelitian adalah untuk memperoleh
data yang diperlukan ketika peneliti sudah menginjak pada langkah
pengumpulan informasi di lapangan. Tetapi perlu disadari bahwa dalam
penelitian kuantitatif, membuat instrumen penelitian, menentukan hipotesis,
dan pemilihan teknik statistika adalah termasuk kegiatan yang harus dibuat
secara intensif sebelum peneliti memasuki lapangan atau laboratorium. Karena
dalam penelitian kuantitatif, instrumen penelitian memang seharusnya dibuat
terlebih dahulu secara intensif sebagai kelengkapan proposal penelitian. 70
Di bidang pendidikan dan tingkah laku, instrumen penelitian pada
umumnya perlu mempunyai dua syarat penting, yaitu valid dan reliabel.
Menurut Gay, suatu instrumen dikatakan valid jika instrumen yang digunakan
dapat mengukur apa yang hendak diukur. 71 Selanjutnya, suatu instrumen
penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi apabila tes yang
dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak
diukur.
72
Adapun instrumen yang peneliti gunakan adalah berupa angket.
Berikut penjabarannya:
69
Haryati, Hubungan Minat Belajar ……., hal. 36
Sukardi, Metodologi Penelitian….., hal. 75
71
Ibid, hal.121
72
Ibid, hal. 127
70
71
1. Penyusunan Instrumen
Dalam penelitian ini digunakan instrumen angket untuk
mengetahui tingkat motivasi belajar peserta didik dan hasil belajar pada
mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Butir angket tersebut dinyatakan dalam
dua bentuk, yakni pernyataan positif (pernyataan yang mendukung
gagasan motivasi) dan pernyataan negatif (pernyataan yang tidak
mendukung gagasan motivasi). 73 Hal ini dilakukan agar responden tidak
menjawab secara asal-asalan. Selanjutnya, angket dibuat dengan
menggunakan skala Likert dengan pedoman penskoran setiap butir
pernyataan angket berdasarkan pilihan dan sifat butir adalah sebagai
berikut:
Tabel 3.1
Pedoman Penskoran Butir Angket
Pilihan
Sifat
Positif
Negatif
Sangat
Setuju
5
1
Setuju
Raguragu
Tidak
Setuju
Sangat
Tidak
Setuju
4
2
3
3
2
4
1
5
a. Angket Motivasi Belajar
Angket motivasi belajar digunakan untuk mengetahui tingkat
motivasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.
Aspek-aspek yang digunakan adalah motivasi belajar intrinsik dan
motivasi belajar ekstrinsik. Dalam angket ini akan ada 20 butir
pertanyaan. Indikator-indikator variabel motivasi dapat dilihat pada
kisi-kisi angket motivasi di bawah ini:
73
Qori’ah, Pengaruh Motivasi dan Gaya Belajar Siswa……, hal. 53-54
72
Tabel 3.2
Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar
Variabel
Motivasi
Belajar
Sub
Variabel
Intrinsik
Indikator



Jumlah
Ekstrinsik 


Cita-cita atau
aspirasi siswa
(aktualisasi diri)
Kemampuan
Siswa
Kondisi Jasmani
dan Rohani Siswa
Kondisi
Lingkungan Siswa
Unsur-unsur
Dinamis Belajar
Upaya Guru dalam
Membelajarkan
Siswa
No. Item Soal
Pernyataan
Pernyataan
Positif
Negatif
1, 6, 4
8
3, 10
2
5, 9
7
7
3
1, 5
2
3
7, 10
9, 4, 6
8
Jumlah
6
4
Sumber: Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2015)
b. Angket Hasil Belajar
Angket hasil belajar ini disusun berdasarkan sub-variabel
aspek kognitif (pengetahuan), aspek afektif (sikap), dan aspek
psikomotorik (keterampilan). Angket hasil belajar digunakan untuk
mengetahui hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an
Hadits. Angket ini terdiri dari 38 pernyataan yang terdiri dari 19
pernyataan positif dan 19 pernyataan negatif. Indikator-indikator
variabel hasil belajar dapat dilihat pada kisi-kisi angket hasil belajar di
bawah ini:
73
Tabel 3.3
Kisi-kisi Angket Hasil Belajar
Variabel
Sub
Variabel
Aspek
Kognitif
Hasil
Belajar
Aspek
Afektif
Indikator














Aspek
Psikomot
orik


Pengetahuan
Pemahaman
Penerapan
Analisis
Sintesis
Evaluasi
kreativitas
Penerimaan
Partisipasi
Penilaian dan
Penentuan Sikap
Organisasi
Pembentukan Pola
Hidup
Persepsi
Kesiapan
Gerakan Terbimbing
Gerakan yang
Terbiasa
 Gerakan Kompleks
 Penyesuaian
 Kreativitas
Jumlah
No. Item Soal
Pernyataan Pernyataan
Positif
Negatif
1
4
5
2
3
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
22
21
23
24
25
28
26
27
29
30
32
31
33
35
38
19
34
36
37
19
Sumber: Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta,
2015)
2. Uji Coba Instrumen
Sebelum angket digunakan untuk mengambil data, terlebih
dahulu angket ini akan diuji melalui uji validitas ahli dan uji coba
instrumen. Uji validitas ahli dilakukan pada 2 dosen IAIN Tulungagung
serta guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits MIN Pucung untuk
memberikan penilaiannya terhadap instrumen yang telah dibuat oleh
peneliti. Selain itu, peneliti juga akan melakukan uji coba instrumen yang
akan diberikan pada 22 responden. Selanjutnya, peneliti akan melakukan
74
uji validitas dan uji reliabilitas dengan menggunakan program komputer
SPSS 20.0.
a. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen
yang digunakan itu sudah valid atau belum. Suatu instrumen dikatakan
valid, apabila alat ukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak
diukur. Metode yang sering digunakan untuk mengetahui validitas
instrumen adalah korelasi produk momen. Sugiyono dan Wibowo
memberikan ketentuan validitas instrumen sahih apabila r hitung lebih
besar dari r kritis, yakni 0,30.
1) Angket Motivasi Belajar
Angket motivasi belajar dibuat berdasarkan dua aspek,
yakni motivasi belajar intrinsik dan motivasi belajar ekstrinsik.
Untuk mempermudah proses penghitungan skor, maka angket
sengaja dibuat terpisah.
Tabel 3.4
Output SPSS untuk Uji Validitas Angket Motivasi Belajar
Intrinsik
Scale Mean
if Item
Deleted
NO1
NO2
NO3
NO4
NO5
NO6
NO7
33.64
33.45
33.41
33.32
33.32
33.55
33.55
Item-Total Statistics
Scale
Corrected
Cronbach's
Variance if Item-Total Alpha if Item
Item
Correlation
Deleted
Deleted
38.433
.616
.834
36.545
.757
.821
38.158
.666
.830
36.132
.788
.817
41.846
.360
.857
39.117
.513
.844
42.831
.322
.859
75
NO8
33.59
36.539
.777
NO9
33.36
43.766
.388
NO1
33.45
42.260
.377
0
Sumber: Output SPSS 20.0 data primer diolah 2017
.819
.852
.854
Dari hasil output dapat dilihat bahwa semua item
mempunyai nilai Corrected Item-Total Correlation lebih dari 0,30,
sehingga dapat disimpulkan bahwa 10 item pernyataan dalam
angket motivasi belajar intrisik adalah valid.
Tabel 3.5
Output SPSS untuk Uji Validitas Angket Motivasi Belajar
Ekstrinsik
Item-Total Statistics
Scale Mean
Scale
Corrected
Cronbach's
if Item
Variance if
Item-Total
Alpha if
Deleted
Item Deleted Correlation Item Deleted
NO1
34.73
35.351
.373
.814
NO2
35.23
32.851
.338
.822
NO3
35.00
34.381
.350
.816
NO4
35.32
34.989
.308
.819
NO5
35.32
28.418
.718
.775
NO6
35.50
29.024
.649
.784
NO7
35.77
30.279
.671
.783
NO8
35.41
31.872
.469
.805
NO9
35.41
33.396
.487
.804
NO10
35.77
29.898
.636
.786
Sumber: Output SPSS 20.0 data primer diolah 2017
Dari hasil output pada tabel 3.5 dapat dilihat bahwa
semua item mempunyai nilai Corrected Item-Total Correlation
lebih dari 0,30, sehingga dapat disimpulkan bahwa 10 item
pernyataan dalam angket motivasi belajar ekstrinsik adalah valid.
76
2) Angket Hasil Belajar
Tabel 3.6
Output SPSS untuk Uji Validitas Angket Hasil Belajar
NO1
NO2
NO3
NO4
NO5
NO6
NO7
NO8
NO9
NO10
NO11
NO12
NO13
NO14
NO15
NO16
NO17
NO18
NO19
NO20
NO21
NO22
NO23
NO24
NO25
NO26
NO27
NO28
NO29
NO30
NO31
NO32
NO33
NO34
NO35
NO36
NO37
Scale Mean
if Item
Deleted
127.95
127.68
127.82
127.77
127.50
127.91
127.77
128.45
127.68
127.73
127.91
127.86
128.77
128.18
127.68
127.95
127.77
128.05
127.59
128.32
127.73
127.50
127.73
127.50
128.14
128.18
127.36
127.73
127.64
127.77
127.82
127.82
128.27
127.91
127.82
127.95
127.82
Item-Total Statistics
Scale
Corrected
Cronbach's
Variance if
Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Correlation
Deleted
394.712
.700
.935
393.656
.652
.935
394.061
.605
.935
391.994
.689
.935
403.881
.550
.936
403.991
.385
.937
380.470
.736
.934
406.450
.272
.939
392.703
.645
.935
398.874
.543
.936
397.515
.479
.937
388.219
.690
.934
429.232
-.279
.942
395.108
.699
.935
395.656
.572
.936
388.045
.799
.934
397.613
.545
.936
380.903
.739
.934
400.729
.398
.937
408.513
.346
.937
418.208
.048
.940
400.833
.405
.937
418.208
.048
.940
385.881
.813
.933
402.504
.662
.936
394.061
.650
.935
409.957
.316
.938
397.541
.770
.935
399.004
.624
.935
400.755
.521
.936
394.918
.786
.934
394.061
.605
.935
433.065
-.375
.943
397.229
.665
.935
394.061
.605
.935
394.903
.564
.936
407.584
.382
.937
77
NO38
127.73
393.351
.734
Sumber: Output SPSS 20.0 data primer diolah 2017
.934
Dari hasil output pada tabel 3.6 dapat dilihat bahwa ada
beberapa item mempunyai nilai Corrected Item-Total Correlation
kurang dari dari 0,30, yakni no item 8, 13, 21, 23 dan 33 sehingga
pernyataan tersebut dianggap tidak valid. Sedangkan untuk 33 item
lainnya dianggap valid.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keajegan hasil
yang diberikan oleh suatu alat ukur. Hasil pengukuran bisa dipercaya
jika dalam beberapa kali penggunaannya pada kelompok subyek yang
sama diperoleh hasil yang relatif sama. Reliabilitas instrumen
digunakan untuk memperoleh data sesuai dengan tujuan pengukuran.
Uji reliabilitas dilakukan dengan metode Alpha Cronbach’s. Triton
memberikan ukuran kemantapan alpha dapat diinterpretasikan sebagai
berikut:74
1) Nilai Alpha Cronbach’s 0,00 s.d. 0,20 berarti kurang reliabel
2) Nilai Alpha Cronbach’s 0,21 s.d. 0,40 berarti agak reliabel
3) Nilai Alpha Cronbach’s 0,41 s.d. 0,60 berarti cukup reliabel
4) Nilai Alpha Cronbach’s 0,61 s.d. 0,80 berarti reliabel
5) Nilai Alpha Cronbach’s 0,81 s.d. 1,00 berarti sangat reliabel
74
Agus Eko Sujianto, Aplikasi Statistik dengan SPSS 16.0, (Jakarta: Prestasi Pustaka,
2009), hal. 97
78
Berikut adalah hasil uji reliabilitas masing-masing angket
yang digunakan dalam penelitian ini:
Tabel 3.7
Output SPSS untuk Uji Reliabilitas
Variabel
Motivasi Belajar Intrinsik
Motivasi Belajar Ekstrinsik
Hasil Belajar
Alpha Cronbach’s
0,853
0,818
0,938
Keterangan
Sangat Reliabel
Sangat Reliabel
Sangat Reliabel
Sumber: Output SPSS 20.0 data primer diolah 2017
Berdasarkan tabel 3.7 di atas, dapat diketahui bahwa nilai
Alpha Cronbach’s pada masing-masing variabel lebih besar dari
0,60, sehingga instrumen ini dinyatakan reliabel.
E. Data, Sumber Data dan Skala Pengukuran
1. Data
Secara sederhana, data dapat diartikan sebagai keterangan
mengenai sesuatu. Keterangan tersebut bisa berupa bilangan, angka atau
disebut data kuantitatif, dan bisa juga berupa keterangan yang bukan
bilangan atau disebut data kualitatif. 75 Data adalah hasil pencatatan
peneliti, baik yang berupa fakta ataupun angka. 76
2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat
diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam
pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang
75
Winarsunu, Statistik dalam Penelitian……, hal. 3
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2010), hal.161
76
79
yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti baik
pertanyaan tertulis maupun lisan. 77
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua sumber data,
yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
a. Sumber Data Primer
Sumber data primer adalah ceritera atau penuturan atau
catatan para saksi mata. Data tersebut dilaporkan oleh pengamat atau
partisipan yang benar-benar menyaksikan suatu peristiwa. 78 Sumber
data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket
motivasi belajar dan angket hasil belajar peserta didik pada mata
pelajaran Al-Qur’an Hadits.
b. Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder, yakni ceritera atau penuturan atau
catatan mengenai suatu peristiwa yang tidak disaksikan sendiri oleh
pelapor. Pelapor mungkin pernah berbicara dengan saksi mata yang
sebenarnya (atau membaca laporan/ceritera/catatan saksi mata), tetapi
kesaksian pelapor itu tetap bukan kesaksian mata tersebut.79 Sumber
data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen
data, nilai raport semester I tahun ajaran 2016/2017 peserta didik kelas
IV dan V pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, sejarah berdirinya
sekolah, dan lain sebagainya.
77
Qori’ah, Pengaruh Motivasi dan Gaya Belajar Siswa……, hal. 48
Sanapiah Faisal dkk, Metodologi Penelitian Pendidikan. (Surabaya: Usaha Nasional,
1982), hal. 391
79
Ibid, hal. 392
78
80
3. Skala Pengukuran
Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan
sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada
dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam
pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. 80 Skala pengukuran yang
digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert.
Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan
menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai
titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa
pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item instrumen yang
menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai
sangat negatif. Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu
dapat diberi skor misalnya: 81
a. Sangat setuju/selalu/sangat positif diberi skor
5
b. Setuju/sering/positif diberi skor
4
c. Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor
3
d. Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi skor
2
e. Sangat tidak setuju/tidak pernah diberi skor
1
80
81
Sugiyono, Metode Penelitian…, hal. 133
Ibid, hal. 134-135
81
F. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi
Observasi
adalah
metode
atau
cara
menganalisis
dan
mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan
melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Cara
atau metode tersebut umumnya ditandai dengan pengamatan tentang apa
yang benar-benar dilakukan oleh individu, dan membuat pencatatan secara
objektif mengenai apa yang diamati. 82
Dalam hal ini, peneliti akan melakukan observasi untuk
mengetahui kondisi lingkungan dan proses pembelajaran di MIN Pucung
Ngantru. Selanjutnya, peneliti menyusun pedoman observasi agar
observasi yang dilakukan bisa lebih terarah. Adapun pedoman observasi
sebagaimana terlampir.
2. Angket/Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengana cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden
untuk dijawabnya. Kuesioner dapat berupa pertanyaan-pertanyaan tertutup
atau terbuka.83 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan angket untuk
memperoleh data mengenai motivasi belajar peserta didik dan hasil belajar
peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.
82
Ngalim Purwanto, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2008), hal.149
83
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015), hal. 199
82
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data mengenai
hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, agenda, dan lainlain. Peneliti menggunakan dokumentasi untuk memperoleh data berupa
sejarah berdirinya MIN Pucung, jumlah peserta didik, nilai raport semester
I tahun ajaran 2016/2017 peserta didik kelas IV dan V pada mata pelajaran
Al-Qur’an Hadits, dan lain sebagainya. Adapun pedoman dokumentasi
sebagaimana terlampir.
G. Analisis Data
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan
setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan
dalam analisis data adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dan
jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh
responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan
untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji
hipotesis yang telah diajukan.84
1. Uji Prasyarat Analisis
Berdasarkan hipotesis yang diajukan, maka untuk mengetahui
pengaruh hubungan antar variabel analisis data yang digunakan adalah
regresi linier berganda. Sebelum data yang diperoleh dianalisis dengan
regresi berganda, maka data tersebut harus melalui pengujian linearitas
yang meliputi uji normalitas dan serangkaian uji asumsi klasik.
84
Budiyanti, Hubungan Gaya Mengajar Guru Terhadap Motivasi…., hal. 13, dalam
perpus.iainsalatiga.ac.id/docfiles.fulltext/ diakses pada tanggal 19 Nopember 2016 pukul 19.10
WIB
83
a. Uji Normalitas
Uji normalitas data digunakan untuk menguji apakah data
kontinu berdistribusi normal sehingga analisis dengan validitas,
reliabilitas, uji t, korelasi, regresi dapat digunakan. 85 Normalitas data
bisa diuji dengan bantuan program SPSS 20.0 dengan menggunakan uji
Kolmogorov-Smirnov dengan ketentuan data dikatakan berdistribusi
normal jika sig > 0,05.
b. Uji Asumsi Klasik
Menurut Sujianto, model regresi linear berganda dapat
disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi asumsi
normalitas data dan terbebas dari asumsi-asumsi klasik, yakni: 86
1) Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas merupakan alat uji untuk mengetahui
ada tidaknya masalah multikolinearitas dalam suatu model regresi.
Multikolinearitas timbul sebagai akibat adanya kausal antara dua
variabel bebas atau lebih atau adanya kenyataan bahwa dua
variabel penjelas atau lebih bersama-sama dipengaruhi oleh
variabel ketiga yang berada di luar model. Metode yang dapat
digunakan untuk menguji multikolinearitas adalah metode VIF.
Jika nilai VIF kurang dari 10 maka tidak ada masalah
multikolinearitas.
85
86
Qori’ah, Pengaruh Motivasi dan Gaya Belajar Siswa……, hal. 60
Sujianto, Aplikasi Statistik…,hal. 79
84
2) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah
dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residual
pada pengamatan model regresi tersebut. Uji heteroskedastisitas
bisa dilakukan dengan metode Barlet dan Rank Spearman atau uji
Spearman Rho’.
3) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya korelasi dari anggota serangkaian data yang diobservasi
dan dianalisis menurut ruang dan waktu. Uji autokorelasi bisa
dilakukan dengan metode grafik, metode Durbin-Watson, metode
Runtest, dan uji statistik non-parametrik.
2. Uji Hipotesis
Dalam analisis ini peneliti menggunakan teknik regresi linear
berganda untuk mengetahui pengaruh (hubungan) antara variabel bebas
dengan variabel terikat. Pemilihan regresi berganda, karena dalam
penelitian ini terdapat dua variabel bebas, yaitu motivasi belajar intrinsik
(X1), dan motivasi belajar ekstrinsik (X2), serta satu variabel terikat, yakni
hasil belajar Al-Qur’an Hadits (Y).
Persamaan regresi yang digunakan adalah
Y’ = a + b1X1 + b2X2 + e
Keterangan:
Y’
: Hasil Belajar
85
a
: konstanta
b1, b2, b3, b4
: koefisien regresi masing-masing variabel
X1
: motivasi belajar intrinsik
X2
: motivasi belajar ekstrinsik
e
: variabel pengganggu
Untuk mengetahui tingkat signifikansi dari masing-masing
koefisien regresi variabel bebas terhadap variabel terikat, maka digunakan
uji stastistik sebagai berikut:87
a. Uji F
Uji F digunakan untuk menguji secara bersama-sama
pengaruh variabel bebas: motivasi belajar intrinsik dan motivasi
belajar ekstrinsik terhadap variabel terikat yakni hasil belajar peserta
didik pada mata peljaran Al-Qur’an Hadits. Jika Fhitung > Ftabel, maka H0
ditolak, berarti secara bersama-sama variabel bebas mempengaruhi
varibel terikat. Tapi jika yang terjadi Fhitung < Ftabel maka H0 diterima,
yang artinya variabel bebas tidak mempengaruhi variabel terikat.
b. Koefisien Determinasi (R2)
Digunakan untuk mengukur persentase total variabel terikat
Y yang dijelaskan oleh variabel bebas di dalam garis regresi. Jika R2
semakin mendekati angka 1 maka semakin baik garis regresi. Tetapi
jika R2 semakin mendekati angka 0, maka garis regresi kurang baik.
87
Eliana, Pengaruh Marketing Mix dalam Simpanan Arisan Terhadap Minat Anggota
(Studi Kasus di BTM Surya Madinah Tulungagung), (Tulungagung: Skripsi tidak diterbitkan,
2016), hal.72
Download