194 peningkatan keaktifan dan prestasi belajar

advertisement
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBANTUAN MUSIK PADA MATA
PELAJARAN MATEMATIKA
Retno Wasono Putro
Program Studi Pendidikan Matematika
Universitas Muhammadiyah Purworejo
e-mail: [email protected]
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dan prestasi
belajar kelas V SD Negeri Kepatihan Purworejo tahun Pelajaran 2012/2013. Hasil dari
penelitian ini menunjukan bahwa kektifan belajar siswa meningkat dari 58% pada prasiklus
menjadi 61,8% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 76,5% pada siklus II. Prestasi belajar
siswa juga mengalami peningkatan yang tuntas pada prasiklus 41,17% meningkat menjadi
47,05% pada siklus I, dan meningkat lafi menjadi 79,41% pada siklus II. Dilihat dari hasil
tersebut maka penerapan model pembelajaran menggunakan bahan ajar musik dapat
meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.
Kata kunci: pembelajaran berbantuan musik, keaktifan belajar, prestasi belajar
PENDAHULUAN
Banyak gedung-gedung sekolah yang bagus, rapi, indah, nyaman dan sangat
memadai untuk diadakannya proses belajar mengajar di sekolah, didukung pula
teknologi-teknologi yang layak untuk berlangsungnya proses pendidikan. Hampir di
setiap sekolah telah terdapat sarana dan prasarana yang dipenuhi seperti
perpustakaan, lab. komputer, lab. bahasa, lab. otomotif, lab. fisika, lab. matematika
dan sebagainya.
Tetapi hal ini tidak diiringi dengan hasil belajar siswa yang rata-rata belum baik atau
masih di bawah standar yang ditentukan oleh pemerintah. Keadaan ini masih harus
menjadikan perhatian khusus, karena saat semua sarana dan prasarana pendidikan
telah memenuhi kurikulum yang telah ditetapkan dan dapat dikatakan layak ternyata
hasil belajar siswa masih belum memenuhi standar yang telah ditentukan pemerintah.
Untuk meningkatkan hasil belajar siswa perlu diambil tindakan alternatif yaitu
pembelajaran berbantuan musik.
194
Ekuivalen: Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pembelajaran Berbantuan
Musik Pada Mata Pelajaran Matematika
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dan
dilakukan selama 9 bulan yaitu dari bulan Maret sampai bulan November 2013,
terhitung dari pembuatan proposal sampai penyusunan laporan. Penelitian ini
dilaksanakan di SD Negeri Kepatihan Purworejo yang terletak di kecamatan Purworejo,
Kabupaten Purworejo. Objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang
berjumlah 34 siswa.
Faktor yang diteliti berupa peningkatan keaktifan belajar siswa dan prestasi belajar
siswa. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus
menggunakan empat komponen tindakan yaitu perencanaan(planing), tindakan
(action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection).
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil belajar ditunjukkan dengan hasil tes pada akhir setiap siklus. Tes ini bertujuan
untuk mengetahui apakah ada peningkatan nilai setelah menggunakan bahan ajar
berbantuan musik.
Tabel 1. Analisa Data Prestasi Belajar Siswa
No
Uraian
Siklus I
Siklus II
1.
Jumlah nilai
2110
2440
2.
Rata-rata
62,05
71,76
3.
Nilai tertinggi
90
95
4.
Nilai terendah
45
55
5.
Tuntas belajar
16
28
6.
Prosentasi ketuntasan
47,05%
82,35%
Ekuivalen: Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pembelajaran Berbantuan
Musik Pada Mata Pelajaran Matematika
195
Dari tabel analisa prestasi belajar siswa di atas dapat dilihat bahwa pada siklus I
terdapat 16 siswa atau sebesar 47,05% yang mendapatkan nilai lebih dari atau sama
dengan KKM dan 18 siswa atau sebesar 52,94% yang masih berada dibawah KKM. Dan
pada siklus II telah jadi peningkatan prestasi belajar yaitu terdapat 28 siswa atau
sebesar 82,35% yang telah mendapatkan nilai lebih dari sama dengan KKM, dan yang
masih berada dibawah KKM hanya 6 siswa atau sebesar 17,64%.
Observasi keaktifan siswa dilakukan oleh guru kelas, observasi ini dilaksanakan saat
penelitian berlangsung, hasil presentasi keaktifan siswa siklus I dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 2. Hasil Observasi Keaktifan Siklus I
No.
Kriteria
Siswa
Persentase
(%)
1.
Sangat Kurang
0
0
2.
Kurang
13
38,2
3.
Baik
19
55,9
4.
Baik Sekali
2
5,9
Jumlah
34
100
Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat dari 34 siswa yang diteliti, terdapat 13
siswa atau sebesar 38,2% mendapatkan kriteria kurang, 19 siswa atau sebesar 55,9%
mendapatkan kriteria baik dan 2 siswa atau sebesar 5,9% mendapatkan kriteria baik
sekali. Data tersebut menunjukan bahwa siswa yang mendapatkan kriteria minimal
baik yaitu hanya sebesar 21 siswa atau sebesar 61,8% saja.
Pada siklus I sudah menunjukan peningkatan prestasi akademik yang dapat dilihat
dari hasil tes siswa. Dari sisi lain, ada perubahan tingkah laku dimana siswa-siswa
begitu antusias, aktif, dan memperhatikan penjelasan guru. Tetapi pada siklus I hal ini
belum optimal, karena siswa-siswa belum masih terbiasa dengan kegiatan yang
menuntut keaktifan mereka.
Observasi keaktifan siswa siklus II diperoleh presentasi keaktifan siswa siklus II
sebagai berikut :
196
Ekuivalen: Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pembelajaran Berbantuan
Musik Pada Mata Pelajaran Matematika
Tabel 3. Hasil Observasi Keaktifan Siklus II
No.
Kriteria
Siswa
Persentase
(%)
1.
Sangat Kurang
0
0
2.
Kurang
8
23,5
3.
Baik
22
64,7
4.
Baik Sekali
4
11,8
Jumlah
34
100
Berdasarkan tabel di atas observasi keaktifan siswa dapat diketahui bahwa hasil
non tes pelajaran matematika pada siklus II yaitu dari 34 siswa yang diteliti, hanya
terdapat 8 siswa atau sebesar 38,2% saja yang mendapatkan kriteria kurang,
sedangkan yang mendapatkan kriteria minimal baik terdapat 26 siswa atau sebesar
76,5%. Yaitu 22 siswa atau sebesar 64,7% mendapatkan kriteria baik dan 4 siswa atau
sebesar 11,8% mendapatkan kriteria baik sekali.
Pada siklus II tampak perubahan yang signifikan baik dri aspek nilai akademis
maupun perubahan tingkah laku. Hasil tes mengalami kenaikan dan terjadi perubahan
tingkah laku, keaktifan dan antusias. Meski secara umum telah terjadi perubahan yang
cukup signifikan, namun dalam kenyataan masih ada siswa yang belum tampak aktif,
dan belum berani untuk maju didepan kelas saat guru mempersilahkan siswa untuk
mengerjakan soal didepan, kenapa demikian? kemungkinannya bisa saja siswa
tersebut tidak suka dengan musik sehingga saat musik diputar atau dinyanyikan malah
menjadi penganggu proses pembelajaran dan mungkin siswa tersebut masih sulit
untuk menghilangkan kebiasaan lamannya.
SIMPULAN DAN SARAN
Model pembelajaran menggunakan pembelajaran berbantuan musik dapat
meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Kepatihan
Purworejo. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian keaktifan pada prasiklus siswa
Ekuivalen: Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pembelajaran Berbantuan
Musik Pada Mata Pelajaran Matematika
197
yang mendapatkan kriteria minimal baik 58%, meningkat pada siklus I menjadi
61,8% dan meningkat pada siklus II menjadi 76,5% dan prestasi belajar pada prasiklus
siswa yang tuntas ada 41,17%, meningkat pada siklus I yaitu 47,05% dan meningkat
lagi pada siklus II yaitu 82,3%.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi Revisi Jakarta: Bumi
Aksara
I Hastomi dan E Sumaryati. 2012. Terapi Musik. Jogjakarta: Javalitera
Jensen, Erie. 2008. Pembelajaran Berbasis Kemampuan Otak Cara Baru dalam
Pengajaran dan Perbaikan. Edisi Revisi Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta:
Diva Press.
Sugiyono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
198
Ekuivalen: Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pembelajaran Berbantuan
Musik Pada Mata Pelajaran Matematika
Download