ANALISIS DAMPAK PENGUMUMAN RIGHT ISSUE DAN ASIMETRI INFORMASI TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL (Studi Empiris Perusahaan yang mengumumkan right issue di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2002-2006) Oleh: KUSRINI NIM:104081002541 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008M/1429H Analisis Dampak Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi terhadap Cost of Equity Capital (Studi Empiris Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2002-2006) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Untuk Memenuhi Syarat-syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi Oleh: Kusrini NIM : 104081002541 Dibawah bimbingan Pembimbing I Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM Nip 150 317 955 Pembimbing II Titi Dewi Warninda, SE, MSi Nip 150 368 746 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H /2008 M Hari ini Senin, Tanggal 24 November Dua Ribu Delapan telah dilakukan Ujian Komprehensif atas nama Kusrini NIM 104081002541 dengan judul skripsi “Analisis Dampak Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi terhadap Cost of Equity Capital” (Studi Empiris Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2002-2006). Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, 24 November 2008 Tim Penguji Ujian Komprehensif Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM Ketua Indo Yama Nasarudin, SE, MAB Sekretaris Prof. Dr. Abdul Hamid, MS Penguji ahli Analisis Dampak Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi terhadap Cost of Equity Capital (Studi Empiris Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2002-2006) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Untuk Memenuhi Syarat-syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi Oleh: Kusrini NIM : 104081002541 Dibawah bimbingan: Pembimbing I Pembimbing II Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM NIP. 150 317 955 Titi Dewi Warninda, SE, MSi NIP. 150 368 746 Penguji Ahli Prof. Dr. Abdul Hamid, MS NIP. 131 474 891 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H /2008 M DAFTAR ISI Abstract ……………………………………………………………………… i Abstrak ………………………………………………………………………. ii Daftar Riwayat Hidup ………………………………………………………. iii Kata Pengantar ……………………………………………………………… iv Daftar Isi …………………………………………………………………….. vii Daftar Tabel …………………………………………………………………. x Daftar Gambar ………………………………………………………………. xi Daftar Lampiran …………………………………………………………….. xii Bab. I Pendahuluan A. Latar Belakang Penelitian ……………………………………… 1 1. Identifikasi Masalah ………………………………………... 9 2. Pembatasan Masalah ……………………………………….. 10 B. Perumusan Masalah ……………………………………………. 10 C. Tujuan dan Manfaat ……………………………………………. 11 Bab. II Tinjauan Pustaka A. Pengertian Pasar Modal di Indonesia …………………………… 13 B. Pengertian Studi Peristiwa (Event Study) ………………………. 13 C. Pengertian Right Issue ………………………………………….. 14 1. Dampak atas Right Issue ……………………………………. 17 2. Return Saham ……………………………………………….. 20 3. Abnormal Return …………………………………………. .. 21 D. Asimetri Informasi ……………………………………………... 23 E. Hubungan Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi …. 25 F. Pengertian Cost of Equity Capital ……………………………… 27 G. Penelitian Terdahulu ……………………………………………. 30 H. Kerangka Pemikiran ……………………………………………. 32 I. Hipotesis Penelitian …………………………………………….. 36 Bab. III Metodologi Penelitian A. Ruang Lingkup Penelitian ……………………………………… 37 B. Metode Penentuan Sampel ……………………………………. 37 C. Metode Pengumpulan Data …………………………………… 40 D. Metode Analisis Data …………………………………………. 41 1. Uji Normalitas ……………………………………………. 42 2. Uji Paired Sample T-Test ………………………………… 43 3. Uji Wilcoxon Sign Rank Test …………………………….. 44 4. Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi Terhadap cost of Equity Capital a. Uji Normalitas ……………………………………….. 51 b. Uji Asumsi Autokorelasi …………………………….. 53 c. Uji Asumsi Multikolinieritas ………………………… 54 d. Uji Heteroskedastisitas ………………………………. 55 e. Uji Signifikansi ……………………………………… 55 1). Uji T ……………………………………………… 55 2 2). Uji Koefisien Determinasi (R ) ………………….. 56 3). Uji F ……………………………………………… 57 E. Operasional Variabel Penelitian ……………………………… 58 Bab. IV Hasil dan Pembahasan A. Sejarah Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Bursa Efek Indonesia …………………… 59 2. Stuktur Organisasi ……………………………………….. 62 B. Hasil dan Pembahasan 1. Analisis Deskriptif Data a. Abnormal return ………………………………………. 62 b. Bid Ask Spread ………………………………………… 67 c. Cost of Equity Capital ………………………………… 71 2. Analisis Perbedaan Abnormal Return Sebelum dan Setelah Pengumuman Right Issue ……………………………….. 75 3. Analisis Perbedaan Bid Ask Spread Sebelum dan Setelah Pengumuman Right Issue …………………………….….. 77 4. Analisis Perbedaan Cost of Equity Capital Sebelum dan Setelah Pengumuman Right Issue …………………………….….. 79 5. Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi Terhadap Cost of Equity Capital a. Uji Normalitas Data ……………………………….…. 81 b. Uji Asumsi Klasik 1). Uji Multikolonieritas ……………………….…… 83 2). Uji Autokorelasi ……………………………….… 84 3). Uji Heteroskedastisitas ………………………..…. 85 c. Uji Koefisien Determinasi (R2) …………………….... 86 d. Uji Signifikansi Parsial (Uji T) …………………. ….. 87 e. Uji Signifikansi Simultan (Uji F) …………………..... 88 f. Analisis Regresi Berganda dan Interpretasi …………. 89 Bab. V Kesimpulan dan Implikasi A. Kesimpulan ………………………………………………..… 92 B. Implikasi …………………………………………………..… 94 Daftar Pustaka ……………………………………………………………. 95 Lampiran DAFTAR TABEL Nomor Keterangan Hal 3.1 Sampel Perusahaan yang Melakukan Right Issue Tahun 2002-2006 39 4.1 Deskriptif abnormal return sebelum dan sesudah right issue 63 4.2 Deskriptif bid ask spread sebelum dan sesudah right issue 67 4.3 Deskriptif cost of equity capital sebelum dan sesudah right issue 72 4.4 Rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah right issue 76 4.5 Rata-rata spread sebelum dan sesudah right issue 78 4.6 Rata-rata cost of equity capital sebelum dan sesudah right issue 80 4.7 Hasil Uji Multikolonieritas 83 4.8 Coeficient Correlation (a) 84 4.9 Hasil Uji Autokorelasi 85 4.10 Coeficient (a) 87 4.11 Anova (b) 88 4.12 Coefisient (a) 89 DAFTAR GAMBAR Nomor Keterangan Hal 2.1 Kerangka Pemikiran Penelitian 1 34 2.2 Kerangka Pemikiran Penelitian 2 35 3.1 Kriteria Uji Autokorelasi 54 4.1 Stuktur Organisasi Bursa Efek Indonesia 62 4.2 Hasil Uji Autokorelasi 82 4.3 Scatterplot 86 DAFTAR LAMPIRAN Nomor Keterangan Hal 1 Perhitungan rata-rata abnormal return 98 2. Perhitungan rata-rata bid ask spread 100 3. Perhitungan rata-rata cost of equity capital 102 4. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon abnormal return tahun 2002 104 5. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon abnormal return tahun 2003 105 6. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon abnormal return tahun 2004 106 7. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon abnormal return tahun 2005 107 8. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon abnormal return tahun 2006 108 9. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon bid ask spread tahun 2002 110 10. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon bid ask spread tahun 2003 111 11. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon bid ask spread tahun 2004 112 12. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon bid ask spread tahun 2005 113 13. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon bid ask spread tahun 2006 114 14. Hasil Output SPSS cost of equity capital tahun 2002 116 15. Hasil Output SPSS cost of equity capital tahun 2003 117 16. Hasil Output SPSS cost of equity capital tahun 2004 118 17. Hasil Output SPSS cost of equity capital tahun 2005 119 18. Hasil Output SPSS cost of equity capital tahun 2006 120 19. Hasil Output SPSS Kolmogorov smirnov Z 122 20. Hasil Output SPSS regresi berganda 122 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu fungsi manajemen keuangan perusahaan selain menggunakan dana (allocation of fund) adalah mencari pendanaan (raising of fund). Banyak sumber dana yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai suatu investasi. Berdasarkan pecking order theory yang dikemukakan oleh Gordon Donaldson pada tahun 1961 bahwa perusahaan mempunyai urutan dalam melakukan pembiayaan yang dimulai dengan urutan laba ditahan, hutang kepada pihak ketiga baik dengan loan atau menjual obligasi dan terakhir dengan mengeluarkan saham baru (Manurung, 2004:23). Pada umumnya perusahaan akan memanfaatkan dana yang dimiliki terlebih dahulu yaitu berupa laba ditahan. Apabila sumber internal tidak bisa memenuhi kebutuhan perusahaan terutama untuk membiayai proyek–proyek yang memerlukan dana besar, maka perusahaan akan mencari atau memanfaatkan sumber – sumber dana lain dari perusahaan. Salah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan dana adalah dengan menawarkan saham pada investor melalui pasar modal. Pasar modal merupakan sarana penyaluran dana dari pemodal (pihak yang kelebihan dana) kepada perusahaan (pihak kekurangan dana) secara efisien. Tanpa ada pasar modal maka akses ke sumber dana yang tersedia secara efisien akan berkurang. Akibatnya, perusahaan akan menanggung biaya modal yang lebih tinggi, atau bahkan mengurangi kegiatan usahanya, yang pada akhirnya akan menyebabkan perekonomian nasional terganggu. Kegiatan perusahaan menawarkan saham untuk pertama kali di pasar modal dikenal dengan penawaran umum perdana (initial public offering). Dengan penawaran perdana ini, perusahaan akan mendapatkan dana segar untuk membiayai proyek. Perusahaan yang telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat (go public) bisa memperoleh tambahan dana dengan berbagai cara. Apabila sumber internal maupun pinjaman tidak lagi menguntungkan, perusahaan dapat melakukan penawaran saham lagi kepada investor, baik penawaran umum (right offerring), maupun penawaran terbatas (right issue). Pada penawaran umum (right offerring), saham ditawarkan kepada para investor secara keseluruhan. Sedangkan penawaran umum terbatas (right issue) ditawarkan kepada pemegang saham lama. Penawaran umum terbatas (right issue) ini merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk memperoleh dana. Berkaitan dengan penerbitan saham baru tersebut, seorang pemegang saham memiliki hak melekat untuk mempertahankan proporsi kepemilikannya di perusahaan yang disebut hak preemptive (preemptive right). Artinya bahwa sebuah perusahaan yang menerbitkan saham baru, maka saham tersebut harus ditawarkan pertama–tama kepada pemegang saham yang ada. Apabila pemegang saham lama tidak bermaksud menggunakan haknya (membeli saham), maka bukti right dapat diperjualbelikan di bursa (Dermawan Sjahrial, 2006:22). Terdapat dua alasan bagi perusahaan untuk melakukan right issue yaitu pertama, dapat menghemat biaya emisi dan juga untuk menambah jumlah lembar saham yang diperdagangkan. Umumnya diharapkan penambahan jumlah lembar saham di bursa akan meningkatkan frekuensi perdagangan saham tersebut (istilahnya adalah meningkatkan likuiditas saham (Suad Husnan, 2001:445). Keputusan manajemen untuk melaksanakan right issue umumnya karena dalam perkembangan perusahaan membutuhkan dana eksternal untuk membiayai berbagai langkah strategis yang diperlukan guna menghadapi kompetisi usaha yang semakin ketat. Dana terhimpun melalui pelaksanaan right issue dapat pula digunakan oleh perusahaan untuk membiayai berbagai investasi bila internal financing sudah tidak memadai sebagai sumber pembiayaan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan eksternal financing sebagai sumber pembiayaan bagi investasi dimana salah satu alternatifnya adalah right issue (Surjadi, 2006:4). Pendanaan melalui right issue memberikan reaksi ganda bagi fluktuasi harga saham. Pertama, harga saham juga akan berfluktuasi setelah diumumkan right issue. Kedua, harga saham juga akan berfluktuasi setelah masa berlaku penawaran (cum date) atau pada saat penawaran tidak berlaku lagi (exdate). Ini terjadi karena ada dua tipe investor yaitu investor aktif dan investor pasif. Pada saat pertama kalinya direlease informasi akan diadakan RULBPS dengan agenda rencana right issue (hal ini berarti tanggal saat pertama dipublikasikannya di media masa sebagai undangan bagi pemegang saham untuk menghadiri RUBLPS). Maka inilah saat pertama kali investor yang aktif mencari informasi (well informed) menangkap akan adanya right issue. Sedang pada saat tanggal exright adalah saat pertama kali investor yang masih menunggu informasi (unwell informed) menangkap informasi (Masruroh:2000 dalam Husnul Khotimah, 2006:2). Pada dasarnya para investor mengandalkan diri pada informasi yang disediakan oleh perusahaan–perusahan yang menerbitkan sekuritas (Suad Husnan, 1994:4). Informasi yang dimiliki investor dapat diperoleh dari informasi yang tersedia di publik atau diumumkan kepada publik, maupun informasi yang didapat secara pribadi. Informasi tersebut akan memiliki makna atau nilai bagi investor jika keberadaan informasi tersebut menyebabkannya melakukan transaksi di pasar modal, yang tercermin melalui perubahan harga saham dan volume perdagangan saham (Alim, 2004:180). Perkembangan harga saham di pasar modal merupakan suatu indikator penting untuk mempelajari perilaku investor. Investor yang melakukan transaksi di pasar modal akan mendasarkan keputusan pada berbagai informasi yang dimilikinya. Jika pasar bereaksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia, maka kondisi pasar seperti ini disebut pasar efisien. Secara formal pasar modal yang efisien dapat didefinisikan sebagai pasar yang harga sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan (Suad Husnan, 2001:264). Perilaku investor terkait dengan adanya asimetri informasi diantara partisipan di pasar modal. Asimetri informasi muncul ketika manajer lebih mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemegang saham dan stakeholder lainnya. Ketika terdapat asimetri informasi, manajer dapat memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada investor guna memaksimalisasi nilai saham perusahaan. Sinyal tersebut dapat dilakukan melalui pengungkapan (disclosure) informasi akuntansi (Alim, 2004:180). Aktivitas yang dilakukan investor di pasar modal ditentukan oleh informasi yang mereka peroleh baik secara langsung (laporan publik) maupun tidak langsung (insider trading). Oleh karena pelaku pasar modal mempunyai kemampuan yang terbatas terhadap persepsi masa yang akan datang, maka timbul adanya asimetri informasi yang menimbulkan masalah adverse selection yang mendorong investor untuk menutupi kerugian dari pedagang terinformasi (informed trader) dengan meningkatkan spread-nya. Penerbitan sejumlah pasar baru ke pasar akan menekan harga saham. Jika jumlah saham baru yang diterbitkan sangat besar, tekanan harga ini tidak akan memungkinkan investor mencetak uang. Kepercayaan terhadap tekanan harga ini memberi implikasi bahwa saham baru akan menekan harga saham di bawah nilai sebenarnya. Jika harga saham jatuh karena meningkatnya penawaran, maka saham itu akan menawarkan tingkat pengembalian hasil (return) yang lebih tinggi ketimbang saham lain, dan investor akan tertarik untuk melakukannya. (Prima Yusi, 2002:73). Tingkat pengembalian hasil (return) yang dimaksud disini adalah cost of equity capital. Harga saham yang menurun mengindikasikan bahwa saham tersebut tidak aktif diperdagangkan. Apabila suatu saham tidak aktif diperdagangkan, maka dealer akan lama menyimpan saham tersebut sebelum diperdagangkan. Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya biaya kepemilikan dan pada akhirnya meningkatkan tingkat bid ask spread. Hal ini didukung oleh penelitian Abdul Halim dan Nasuhi Hidayat (2000) dan Mukhlis Arif Harahap (2002) dalam (Nany, 2004:24) yang menunjukkan bahwa return saham berpengaruh negatif terhadap bid ask spread. Return saham suatu perusahaan memiliki hubungan yang positif dengan abnormal returnnya. Hal ini didasarkan pada salah satu rumus yang digunakan menjelaskan mengenai abnormal return saham diperoleh dari selisih return saham dengan expected return saham. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa harga saham perusahaan yang melakukan right issue akan terkoreksi nilainya menjadi lebih rendah dari harga pasar dikarenakan meningkatnya penawaran akan mengakibatkan meningkatnya bid ask spread perusahaan walaupun tingkat pengembalian hasil (expected return) akan meningkat sehingga investor akan tertarik untuk menginvestasikan modalnya karena tawaran tingkat pengembalian hasil (expected return) yang tinggi. Beberapa penelitian yang berkaitan diantaranya adalah pengaruh publikasi right issue terhadap abnormal return saham di Bursa Efek Jakarta yang dilakukan oleh Taufiq (2002) dengan menggunakan metode paired sample ttest hasilnya menunjukkan bahwa publikasi right issue tidak mempunyai perbedaan terhadap variabilitas tingkat keuntungan. Rendahnya variabilitas tingkat keuntungan menyebabkan abnormal return tidak berbeda secara nyata dengan abnormal return sebelum dan sesudah publikasi. Diamond dan Verrechia (1991) dalam Komalasari dan Baridwan (2001) menguraikan bahwa jika harga sekuritas pada tanggal t lebih tinggi (cost of capital-nya lebih rendah) karena adanya pengungkapan informasi privat maka pasar akan menjadi likuid pada tanggal t+1. Hal ini menyebabkan pedagang besar mengambil posisi yang lebih besar pada tanggal t dengan harga tertentu. Peningkatan permintaan ini menyebabkan harga saham meningkat pada tanggal t, sehingga cost of capital-nya menurun. Pengungkapan pengumuman right issue yang dilakukan menyebabkan jumlah informasi yang dinyatakan oleh suatu perdagangan besar akan berkurang sehingga mengurangi dampak kerugian harga. Akibatnya, investor berkeinginan untuk mengambil posisi yang lebih besar dalam saham perusahaan tertentu dibandingkan saham lain. Hal ini akan meningkatkan permintaan terhadap sekuritas perusahaan tersebut dan meningkatkan harga saham perusahaan, sehingga cost of equity capital-nya akan menurun. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Mohammad Nizarul Alim dan Andrik C.K (2004) dengan menggunakan metode paired sample t-test yang meneliti mengenai right issue dan asimetri informasi menunjukkan bahwa informasi pengumuman right issue telah menyebabkan perubahan bid-ask spread yang signifikan untuk perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Sedangkan perubahan antara periode sebelum dan pada saat pengumuman, serta periode pada saat dan sesudah pengumuman right issue, menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Puput Tri Komalasari dan Zaki Baridwan (2001) mengenai pengaruh informasi asimetri yang diukur dengan spread, terhadap cost of equity capital. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara informasi asimetri dengan cost of equity capital, yang berarti semakin kecil informasi asimetri yang terjadi diantara partisipan pasar modal, maka semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin kecil cost of equity capital yang ditanggung oleh perusahaan. Penelitian Puput Tri Komalasari dan Zaki Baridwan (2001) senada dengan hasil dari penelitian oleh Aida Ainul Mardiyah (2001) mengenai pengaruh informasi asimetri dan disclosure terhadap cost of capital dengan menggunakan 72 sampel perusahaan yang didasarkan dengan metode stratified random sampling. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara informasi asimetri dengan cost of equity capital, hal ini berarti semakin kecil informasi asimetri yang terjadi diantara partisipan pasar modal, maka semakin kecil cost of equity capital yang ditanggung oleh perusahaan serta mempunyai hubungan yang positif antara size perusahaan dengan disclosure. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mohammad Alim Alim dan Andrik C.K mengenai “Right Issue dan Informasi Asimetri” yang mengkaitkan dengan penelitian Puput Tri Komalasari dan Zaki Baridwan (2001) disebutkan bahwa informasi asimetri dapat mempengaruhi cost of equity capital. Sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya untuk menguji pengaruh informasi asimetri terhadap cost of equity capital dari adanya pengumuman right issue. Oleh karena itu, Penyusun meneliti mengenai “Pengaruh Pengumuman Right issue dan Asimetri Informasi terhadap Cost of Equity Capital”. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI yang mengumumkan right issue dalam periode waktu 2002-2006. 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah : a. Harga saham akan berfluktuasi setelah diumumkan right issue. b. Suatu perusahaan yang melakukan kegiatan corporate action seperti right issue dan stockspilt didalam pasar modal membutuhkan informasi yang merupakan salah satu komponen terpenting bagi para investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi. c. Dengan perusahaan melakukan right issue akan menyebabkan harga saham terkoreksi atau mengalami penurunan atau kenaikan harga saham. Sehingga akan mempengaruhi besarnya cost of equity capital atau tingkat ekspektasi saham yang dimiliki oleh investor. 2. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah: a. Observasi dilakukan pada perusahaan go public yang melakukan penerbitan right issue di Bursa Efek Indonesia pada kurun waktu 5 tahun. b. Pengamatan harga saham dilakukan dari t = -5 sebelum pengumuman yang dianggap sebagai keadaan normal. Kemudian pengamatan dilanjutkan sampai t = +5 setelah pengumuman, dimana t = 0 merupakan waktu ketika right issue diumumkan. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut: 1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue? 2. Apakah terdapat perbedaan bid ask spread yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman right issue? 3. Apakah terdapat perbedaan cost of equity capital yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman right issue? 4. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan abnormal return dan bid ask spread terhadap cost of equity capital? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang akan dimaksud adalah: a. Untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue. b. Untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue. c. Untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara cost of equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue. d. Terdapat pengaruh yang signifikan abnormal return dan bid ask spread terhadap cost of equity capital. 3. Manfaat Penelitian a. Bagi Penulis Memperluas informasi serta wawasan mengenai pasar modal di Indonesia terutama mengenai right issue. a. Bagi Akademisi Dapat menambah khasanah pustaka bagi ilmu pengetahuan khususnya manajemen keuangan dan pasar modal. b. Bagi Investor Penelitian ini akan memberikan gambaran bagaimana kinerja perusahaan yang melaksanakan right issue dengan memperhatikan return yang terjadi di sekitar tanggal efektif. Sehingga investor mampu berpikir rasional atas investasinya dalam saham emiten yang melakukan right issue. c. Bagi Emiten Penelitian ini diharapkan mampu memberi semacam pedoman agar emiten dapat lebih baik mempersiapkan kondisi perusahaan khususnya yang berkaitan dengan kinerja perusahaan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pasar Modal di Indonesia Pasar modal dalam pengertian sempit adalah suatu tempat dalam pengertian fisik yang terorganisasi dengan efek-efek yang diperdagangkan yang disebut bursa efek. Bursa efek (stock exchange) adalah suatu sistem terorganisasi yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan baik langsung maupun tidak langsung. Efek adalah setiap surat berharga yang diterbitkan perusahaan, misalnya surat pengakuan hutang, commercial paper, saham, obligasi, tanda bukti hutang, right issue, dan warran (Rodoni, 2006:158). Secara formal pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. (Husnan, 2001:3). B. Pengertian Studi Peristiwa (Event Study) Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Pengujian kandungan informasi dan pengujian efisiensi pasar bentuk setengah kuat merupakan dua pengujian yang berbeda. Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi (information content), maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return. Jika digunakan abnormal return, maka dapat dikatakan bahwa suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akan memberikan abnormal return kepada pasar. C. Pengertian Right Issue Istilah right issue di Indonesia dikenal dengan hak memesan efek terdahulu, right issue mengeluarkan pengeluaran saham baru dalam rangka penambahan modal perusahaan, namun terlebih dahulu ditawarkan kepada pemegang saham saat ini (existing shareholder). Right issue pada hakikatnya merupakan hak memesan terlebih dahulu yang diberikan kepada investor saat ini untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten dalam rangka menghimpun dana segar. Dana tersebut antara lain digunakan untuk pendanaan ekspansi usaha atau untuk memperkuat struktur permodalan (Abdul halim, 2005:100). Karena bersifat hak dan bukan kewajiban, maka pemegang saham yang tidak ingin melaksanakan haknya pemegang saham dapat menjual haknya tersebut. Dengan demikian terjadilah perdagangan atas right. Pada pengertian right issue, berikut akan diuraikan beberapa pendapat mengenai right issue: 1. Menurut Dahlan Siamat, right adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk membeli tambahan saham baru yang diterbitkan oleh suatu perusahaan. 2. Menurut Prof. Dr. Ahmad Rodoni, right issue merupakan hak bagi pemodal membeli saham baru yang dikeluarkan emiten. Karena merupakan hak, maka investor tidak terikat untuk membelinya. 3. Berdasarkan kamus lengkap bisnis, right issue (penerbitan saham tambahan bagi pemegang saham lama), penjualan saham tambahan saham (share) oleh perusahaan joint saham (joint stock company) pada pemegang saham (shareholder) yang ada pada harga yang sedikit dibawah harga pasar yang berlaku. Hak ini diberikan kepada pemegang saham yang ada sesuai dengan proporsi kepemilikan saham mereka dan pemegang saham dapat menjual haknya jika mereka tidak ingin mendapatkan saham tambahan. 4. Menurut James C. Van Horne dan John M. Wachowizs (2007) right issue adalah penjualan sekuritas baru dimana pemegang saham lama diberikan keutamaan dalam pembelian sekuritas ini hingga sejumlah saham biasa yang yang memiliki dan disebut juga right offering. Right issue adalah upaya yang dilakukan oleh emiten untuk menghemat biaya emisi dan untuk menambah jumlah saham yang beredar. Umumnya diharapkan penambahan saham yang beredar di pasar akan meningkatkan frekuensi perdagangan saham tersebut atau dengan kata lain untuk meningkatkan likuiditas saham. Tujuan perusahaan melakukan right issue adalah untuk menambah modal perusahaan, perluasan investasi atau untuk pembayaran utang. Right issue merupakan hak bagi pemegang saham lama untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh emiten, biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar (Baridwan dan Budiarto, 1999:92). Harga saham perusahaan setelah emisi secara teoritis akan mengalami penurunan. Hal tersebut wajar terjadi karena harga pelaksanaan lebih rendah dari harga pasar. Apabila harga saham baru ditawarkan dengan harga yang sama dengan harga saham lama, maka para pemodal mungkin akan berpikir “untuk apa membeli saham baru di pasar perdana kalau dapat membeli saham yang sama dengan harga yang sama pula di pasar sekunder?”. Karena itulah harga saham baru akan lebih rendah dari harga saham lama (Suad Husnan, 2001:443). Penerbitan sejumlah pasar baru ke pasar, secara temporer akan menekan harga saham. Jika jumlah saham baru yang diterbitkan sangat besar, tekanan harga ini tidak akan memungkinkan investor mencetak uang. Kepercayaan terhadap tekanan harga ini memberi implikasi bahwa saham baru akan menekan harga saham secara temporer di bawah nilai sebenarnya. Jika harga saham jatuh karena meningkatnya penawaran, maka saham itu akan menawarkan tingkat pengembalian hasil (return) yang lebih tinggi ketimbang saham lain, dan investor akan tertarik untuk melakukannya. (Prima Yusi, 2002:73). Diamond dan Verrechia (1991) dalam Komalasari dan Baridwan (2001) menguraikan bahwa jika harga sekuritas pada tanggal t lebih tinggi (cost of capital-nya lebih rendah) karena adanya pengungkapan informasi privat maka pasar akan menjadi likuid pada tanggal t+1. Hal ini menyebabkan pedagang besar mengambil posisi yang lebih besar pada tanggal t dengan harga tertentu. Peningkatan permintaan ini menyebabkan harga saham meningkat pada tanggal t, sehingga cost of capital-nya menurun. 1. Dampak atas Right Issue Dengan adanya right issue, maka jumlah saham yang beredar akan bertambah. Konsekuensi penambahan saham akibat kebijakan penerbitan right issue ini mempengaruhi kepemilikan pemegang saham lama apabila tidak melakukan konversi right-nya. Pemegang saham lama ini akan mengalami apa yang dikenal dengan istilah dilusi (dilution) yaitu penurunan persentase kepemilikan saham. right issue tersebut. Harga saham perusahaan setelah emisi right secara teoritis akan mengalami penurunan. Umumnya harga saham akan terkoreksi dengan adanya right issue. Untuk mengukur berapa besar koreksi yang timbul harus memperhatikan informasi waktu, harga, dan rasio penerbitan pelaksanaan emisi right selalu lebih rendah daripada harga pasar. Jadi, kapitalisasi pasar saham tersebut akan naik dalam persentase yang lebih kecil daripada naiknya persentase jumlah saham yang beredar. a. Jumlah right yang diperlukan untuk membeli selembar saham Misalnya PT. XYZ memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh (outstanding stock) 100juta lembar. Nilai nominal Rp. 1000,-/lembar, harga saham dipasar Rp. 500,- dana masyarakat yang diinginkan melalui right issue adalah 50M. Harga penawaran saham baru (subscription price) dalam right issue Rp. 4000,-/lembar. Jumlah saham baru = Jumlah dana = 50 M = 12,5 M Harga penawaran 4000 Jumlah right = Jumlah saham lama = 100 M = 8 Jumlah saham baru 12,5 M Jadi pemegang saham menyerahkan 8 right dan uang Rp. 4000/lembar. Dengan perbandingan saham lama : saham baru adalah 8 : 1. b. Nilai Right Harga penawaran yang ditetapkan dalam suatu right issue lebih rendah dari harga saham saat ini. Karena saham tersebut diberikan dengan discount kepada pemegang saham. Jika investor tidak menggunakan exercise rightnya maka dapat menjualnya pada investor lain dengan nilai right tersebut. Tujuan diberikan discount adalah memberikan perlindungan terhadap kemungkinan jatuhnya harga saham. Nilai pasar baru = Total nilai pasar lama + tambahan dana Jumlah saham lama + jumlah saham baru Nilai pasar baru merupakan harga teoritis setelah diperdagangkan tanpa memperoleh right atau pada saat dan setelah saham memasuki tanggal exright. Harga teoritis = Px = (axP0 ) + (bxPs ) (a + b ) Dimana : P0 = harga pada saat right (cum right price) Ps = harga penawaran saham baru (subscription price) Px = harga teoritis saham (theoritical exright price) a : b = rasio saham lama : saham baru Misalnya PT. XYZ yang melakukan penawaran umum terbatas (right issue) dengan perbandingan 8 : 1 dengan harga Rp. 4.000,-. Harga pasar pada penutupan tanggal cum right adalah Rp. 4.400,- perlembar. Berapa harga teoritis saham pada ex right? Harga teoritis = Px = (axP0 ) + (bxPs ) ( a + b) = (1 x 4000) + (8 x 4400) (1+8) = Rp. 4355,Jadi, harga teoritis saham pada pada ex-right adalah sebesar Rp. 4.355,perlembar saham. Nilai right sebelum tanggal ex-right yaitu harga pada saat diperdagangkan Vr = Dimana: P0 − Ps n +1 Vr = nilai right n = jumlah right Nilai right saat dan setelah tanggal ex-right Vr = Px − Ps n Dimana : Px = harga teoritis saham pada saat ex-right 2. Return saham Return atau tingkat pengembalian adalah total keuntungan atau kerugian yang diterima selama periode tertentu karena melakukan investasi. Rumus perhitungan return adalah perubahan nilai asset atau sekuritas dibagi dengan nilai awal atau harga pembelian asset atau sekuritas. Rumus tingkat pengembalian (actual return ) yang digunakan: Rit = Pit − Pit − 1 Pit − 1 Dimana: Rit : Required return saham i pada periode t Pt : Harga saham pada periode t Pt-1 : Harga saham pada periode t-1 Return yang akan diperoleh para investor dari investasi saham di pasar modal adalah sebagai berikut: a. Capital gain, yaitu keuntungan dari hasil beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham. b. Dividen, yaitu laba perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham, pembayaran dividen bisa dalam bentuk uang tunai, saham atau barang, namun yang paling umum adalah pembagian dividen dalam bentuk uang tunai. 3. Abnormal Return Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian, return tidak normal (abnormal return) adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengukur abnormal return, yaitu (Jogiyanto, 2000 : 416 dalam Kurniawan, 2006:12) adalah : a. Model Disesuaikan Rata-rata ( Mean Adjusted Model ) Model ini beranggapan bahwa return ekspektasi bernilai konstan yang sama dengan rata-rata return realisasi sebelumnya selama periode estimasi. Menggunakan model ini, return ekspektasi suatu sekuritas pada periode tertentu diperoleh melalui pembagian return realisasi sekuritas tersebut dengan lamanya periode estimasi. Tidak ada patokan untuk lamanya periode estimasi, periode yang umum dipakai biasanya berkisar dari 100 sampai dengan 300 hari untuk mendapatkan data harian dan dari 24 sampai dengan 60 bulan untuk data bulanan. b. Model Pasar ( Market Model ) Perhitungan return ekspektasi dengan model ini dilakukan melalui dua tahapan, yaitu : 1). Membentuk model ekspektasi dengan menggunakan data realisasi selama periode estimasi return estimasi. 2). Menggunakan model ekspektasi ini untuk mengestimasi return ekspektasi di periode jendela. Model ekspektasi dapat dibentuk dengan teknik regresi OLS ( Ordinary Least Square ). c. Model Disesuaikan Pasar ( Market-Adjusted Model ) Model ini beranggapan bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi untuk membentuk model estimasi, karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasar. Market adjusted model dari Brown dan Warner (1985) dalam Husnul Khatimah, 2006:14 menyatakan bahwa : ARit = Rit − RMt Dimana: ARit : Abnormal Return Rit : Return saham i pada periode t Rmt : Return pasar pada periode t Abnormal return akan memberikan dampak kepada cost of equity capital investor. Apabila abnormal return yang diperoleh para investor meningkat hal ini akan menjadi informasi yang baik (good news) bagi investor sehingga cost of equity capitalnya juga akan meningkat. Dan sebaliknya apabila abnormal return yang didapatkan oleh investor menurun akan menjadi informasi yang tidak menguntungkan (bad news) yang akan menyebabkan cost of equity capital perusahaan akan cenderung menurun. Hal ini dikarenakan investor dalam mengambil keputusan investasi dipengaruhi oleh informasi yang diperoleh dari pasar sehingga mempengaruhi cost of equity capital. D. Asimetri Informasi Leland dan Pyle (1977) dalam (Manurung, 2004:25) mengemukakan bahwa adanya asimetri informasi antara pemegang saham perusahaan dan dewan direksi (termasuk manager perusahaan) mengenai keadaan perusahaan dan dewan direksi memberikan corporate action kepada pihak luar atau investor dan tindakkan tersebut merupakan signal kepada pihak lain. Ketika terdapat asimetri informasi, semua investor akan berhadapan dengan bid ask spread yang lebih besar dan kemungkinan berada pada sisi yang salah dalam perdagangan. Akibatnya, mereka mengharapkan return yang lebih tinggi sebagaimana ditunjukkan oleh Chiang dan Venkantesh (1998) dalam Tejowinoto (2004:86). Ketika timbul asimetri informasi, keputusan ungkapan yang dibuat oleh manajer dapat mempengaruhi harga saham sebab asimetri informasi antara investor yang lebih terinformasi dan investor kurang informasi menimbulkan biaya transaksi dan mengurangi likuiditas yang diharapkan dalam pasar untuk saham-saham perusahaan (Komalasari, 2002:65). Pasar modal dikatakan efisien jika harga saham mencerminkan penuh informasi yang tersedia (M. Taufik, 2002:54). Semakin cepat informasi baru tercermin pada harga sekuritas, semakin efisien pasar modal tersebut. Dalam pasar efisien, investor akan sulit untuk mendapatkan asimetri informasi yang digunakan untuk memperoleh keuntungan diatas keuntungan yang diharapkan (abnormal return). Salah satu masalah yang dihadapi ketika mengukur asimetri informasi adalah bahwa tingkat asimetri informasi diantara partisipan pasar tidak dapat diobservasi secara langsung. Pengukuran terhadap asimetri informasi sering kali diproksi dengan bid-ask spread, antara lain Greenstein dan Sami (1994), Krinski dan Lee (1996), dan Raman dan Tripathy (1993). Secara umum penelitian-penelitian tersebut menemukan bahwa ketersediaan informasi akuntansi dapat mengurangi bid-ask spread. Bid-ask spread merupakan selisih harga beli (permintaan) tertinggi dengan harga jual (penawaran) terendah saham trader. Bid ask spread ditentukan oleh dealer. Bid ask spread yang terlalu tinggi akan menguntungkan dealer, namun bid ask spread yang terlalu tinggi akan mengakibatkan saham tersebut kurang aktif diperdagangkan. Bid ask spread yang terlalu rendah akan merugikan dealer, namun bid ask spread yang terlalu rendah akan mengakibatkan diperdagangkan (Nany, 2004:23). saham tersebut menjadi lebih aktif Adanya asimetri informasi akan menyebabkan para dealer berusaha lebih untuk mendapatkan sinyal tertentu yang dapat dijadikan informasi dalam rangka mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya, sehingga biaya informasi yang dibutuhkan cenderung tinggi, akibatnya tingkat spread juga cenderung tinggi. Menurut Efficient Market Hypothesis (EMH), hanya sekuritas yang diperdagangkan di pasar telah merefleksikan semua informasi publik yang tersedia di pasar sekuritas sehingga seoarang investor dapat menjual atau membeli suatu sekuritas dalam jumlah yang besar dengan harga mendekati harga pasar selama tidak ada informasi privat yang diketahuinya (Srirahmawati, 2001:15). Harga saham yang menurun mengindikasikan bahwa saham tersebut tidak aktif diperdagangkan. Apabila suatu saham tidak aktif diperdagangkan, maka dealer akan lama menyimpan saham tersebut sebelum diperdagangkan. Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya biaya kepemilikan dan pada akhirnya meningkatkan tingkat bid ask spread. Hal ini didukung oleh penelitian Abdul Halim dan Nasuhi Hidayat (2000) dan Mukhlis Arif Harahap (2002) dalam Magdalena Nany (2004:24) yang menunjukkan bahwa return saham berpengaruh negatif terhadap bid ask spread. Diamond dan Verrecchia (1991) dalam Tejowinoto (2004:86) menunjukkan bahwa dengan mengungkapkan informasi privat maka tuntutan investor terhadap kompensasi menurun karena kos transaksi turun sehingga komponen adverse selection dari bid ask spread berkurang dan pada akhirnya cost of equity capital (biaya modal) juga menurun. E. Hubungan Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi Pada dasarnya para investor akan mengandalkan diri pada informasi yang disediakan oleh perusahaan-perusaaan yang menerbitkan sekuritas (Suad Husnan, 1994:19 dalam Alim, 2004:108). Informasi yang baik harus mencerminkan kebenaran, kecepatan, dan kelengkapan dari informasi tersebut. Informasi yang dimiliki investor dapat diperoleh dari informasi yang disediakan di publik atau diumumkan kepada publik, maupun informasi yang diperoleh secara pribadi. Informasi tersebut akan memiliki makna atau nilai bagi investor jika keberadaan informasi tersebut menyebabkan melakukan transaksi di pasar modal, yang tercermin pada perubahan harga saham dan volume perdagangan saham (Alim, 2004:108). Jika harga saham jatuh, maka investor akan memilih untuk membeli saham dengan menggunakan harga saham yang lebih murah dibandingkan harga saham yang ditawarkan. (Safitriningrum, 2004:25). Penelitian terhadap penerbitan saham baru umumnya menemukan bahwa pengumuman penerbitan itu mengakibatkan penurunan harga saham (Emery,1997 dalam Safitriningrum, 2004:25). Hal ini berkaitan dengan signaling theory, karena asimetri informasi, hal ini biasanya dilakukan oleh para manajer finance dimana mereka lebih mengetahui keadaan perusahaan mereka apakah itu undervalued maupun overvalued, sehingga mereka dapat menentukan apakah saham baru mereka akan diterbitkan dengan harga yang lebih murah atau lebih mahal dari saham yang telah beredar. Right issue sebagai salah satu bentuk pengungkapan informasi akuntansi yang mempengaruhi keberadaan asimetri informasi yang ditandai oleh perubahan bid-ask spread (Alim, 2004:181). Pendapat kothare (1993) dalam Prima Yusi, 2002:74) yaitu rentang antara harga beli jual akan meningkat setelah pengumuman right issue. Perubahan ini dihubungkan dengan perubahan dalam struktur kepemilikan perusahaan yang right. Penawaran umum menyebabkan penyebaran yang besar dalam kepemilikan saham yang mendorong untuk untuk mengkonsentrasikan kepemilikan. Semakin besar selisihnya, berarti semakin tinggi volatilitas saham tersebut, sehingga return yang diperoleh juga semakin membesar. F. Pengertian Cost of Equity Capital Cost of equity capital adalah besarnya rate yang digunakan oleh investor untuk mendiskontokan deviden yang diharapkan diterima di masa yang akan datang. (Yusbardini,1998:47). Cost of equity capital (biaya modal ekuitas) adalah suatu rate tertentu yang harus dicapai perusahaan agar dapat memenuhi imbalan yang diharapkan (expected return) oleh pemegang saham atas dana yang ditanamkan pada perusahaan tersebut sesuai dengan resiko yang akan diterima (Tejowinoto, 2004:85). Biaya modal ekuitas adalah tingkat yang diminta atas investasi oleh para pemegang saham perusahaan (Van Horne dan Wachowizs, 2007:122). Biaya modal ekuitas dapat ditingkatkan baik secara internal melalui laba ditahan maupun secara eksternal melalui penjualan saham biasa. Secara teoritis, biaya kedua-duanya bisa dianggap sebagai tingkat pengembalian minimum yang harus dihasilkan perusahaan atas bagian yang dibiayai ekuitas dalam proyek investasi, agar dapat membuat harga pasar saham biasa perusahaan tidak berubah. Jika perusahaan berinvestasi pada berbagai proyek yang memiliki pengembalian yang diharapkan lebih kecil daripada pengembalian yang diminta, harga pasar saham tersebut akan turun dalam jangka panjang (Van Horne dan Wachowizs, 2007:126). Pada saat perusahaan berkembang maka pemilik perusahaan memerlukan dana tambahan. Apabila dana tambahan diperoleh dengan pinjaman bank maka pemilik harus menghitung return yang diharapkan agar ia tetap memperoleh keuntungan setelah membayar bunga pinjaman. Return yang diharapkan tersebut harus dapat lebih besar daripada rata-rata tertimbang cost of equity dan cost of debt agar para pemilik dana yaitu pemegang saham dan pemberi pinjaman dapat menerima kembali dananya sesuai dengan tingkat resiko yang diterima. Namun, jika perusahaan tersebut telah menjadi pemilik publik maka penentuan cost of equity akan amat sulit karena masing-masing pemegang saham/investor mempunyai expected return sesuai dengan risiko yang diterimanya dengan menjadi pemegang saham pada perusahaan tersebut. Pada kondisi ini maka perhitungan cost of equity yang dapat mencerminkan expected return tersebut agar tidak menimbulkan kesalahan dalam keputusan investasi. Menurut Ross et al. dalam menentukan cost of equity capital, terdapat dua pendekatan, yaitu The Dividend Growth Model Approach dan The SML (Security Market Line) Approach atau CAPM (Capital Asset Pricing Models) (Juniarti, 2003:154). Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kedua yaitu The SML (Security Market Line) Approach, yang lebih dikenal dengan istilah CAPM (Capital Asset Pricing Models). Alasannya adalah pembahasan mengenai pengaruh pengumuman right issue terhadap biaya ekuitas juga tidak terlepas dari faktor risiko didalamnya dan penggunaan pendekatan ini tidak dibatasi oleh pertumbuhan dividen yang konstan, sehingga dapat diterapkan pada lingkungan yang lebih luas. Puput Tri Komalasari dan Zaki Baridwan (2001) yang meneliti tentang pengaruh informasi asimetri yang diukur dengan spread terhadap cost of equity capital dan menggunakan pengumuman laba sebagai proksi dari asimetri informasi. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara asimetri informasi dengan cost of equity capital yang berarti semakin kecil asimetri informasi yang terjadi maka akan semakin kecil cost of equity capital yang ditanggung perusahaan. Harga saham perusahaan yang lebih tinggi berarti cost of equity capital yang lebih rendah dampak akhirnya adalah penurunan cost of capital perusahaan. (Suad Husnan, 2001:236). Apabila harga saham perusahaan yang melakukan right issue menurun dengan adanya peningkatan asimetri informasi artinya cost of equity capital juga akan meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa jika harga saham turun dan adanya peningkatan asimetri informasi sehingga menyebabkan cost of equity capital-nya juga akan naik yang berarti tingkat expected return pemegang saham meningkat atau sebaliknya. G. Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan diantaranya adalah: 1. Pengaruh publikasi right issue terhadap abnormal return saham di Bursa Efek Jakarta tahun 1999-2001 dengan jumlah sampel 29 perusahaan yang dilakukan oleh Taufiq (2002) menggunakan metode paired sample t-test menunjukkan bahwa publikasi right issue tidak mempunyai pengaruh terhadap variabilitas tingkat keuntungan. Rendahnya variabilitas tingkat keuntungan menyebabkan abnormal return tidak berbeda secara nyata dengan abnormal return sebelum dan sesudah publikasi. 2. Mohammad Alim Alim dan Andrik C.K (2004) yang meneliti mengenai right issue dan asimetri informasi di Bursa Efek Jakarta dalam kurun waktu Januari 1999 sampai dengan Juni 2002 dengan jumlah sampel sebanyak 34 perusahaan menggunakan metode paired sample t-test menunjukkan bahwa informasi pengumuman right issue telah menyebabkan perubahan bid ask spread yang signifikan untuk perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Sedangkan perubahan antara periode sebelum dan pada saat pengumuman, serta periode pada saat dan sesudah pengumuman right issue, menunjukkan hasil yang tidak signifikan. 3. Puput Tri Komalasari dan Zaki Baridwan (2001) mengenai pengaruh asimetri informasi yang diukur dengan spread, terhadap cost of equity capital dengan jumlah sampel sebanyak 213 perusahaan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara asimetri informasi dengan cost of equity capital, yang berarti semakin kecil asimetri informasi yang terjadi diantara partisipan pasar modal, maka semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin kecil cost of equity capital yang ditanggung oleh perusahaan. 4. Aida Ainul Mardiyah (2001) mengenai pengaruh asimetri informasi dan disclosure terhadap cost of capital dengan menggunakan 72 sampel perusahaan yang didasarkan dengan metode stratified random sampling. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara asimetri informasi dengan cost of equity capital, hal ini berarti semakin kecil asimetri informasi yang terjadi diantara partisipan pasar modal, maka semakin kecil cost of equity capital yang ditanggung oleh perusahaan serta mempunyai hubungan yang positif antara size perusahaan dengan disclosure. 5. Prima Yusi Sari (2002) meneliti mengenai right issue dan tingkat keuntungan saham setelah cum date menyatakan bahwa pada t = 0, yaitu pada saat ex date (sehari setelah cum date, dimana right tidak berlaku lagi) maka terjadi average abnormal return (AAR) yang negatif dan signifikan sebesar 0.0765058. Artinya terdapat respon pasar yang negatif sebesar 7.65% pada saat right tidak berlaku lagi (ex date). Secara statistik nonparametrik memperlihatkan jumlah abnormal return yang negatif sebanyak 54 peristiwa, artinya bahwa terjadi 54 peristiwa right issue yang direspon negatif oleh pasar pada saat ex date. Secara kumulatif, baik pada saat di sekitar ex date (short event window) maupun pada periode yang lebih panjang (long event window), terdapat cumulative average abnormal return yang negatif. H. Kerangka Pemikiran Berdasarkan perumusan masalah dan tujuan penelitian dimana sampel perusahaan terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2002-2006 yang melakukan right issue. Dimana right issue merupakan salah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan dana yaitu dengan menawarkan kembali saham pada investor melalui pasar modal. Pengumuman right issue tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat keuntungan saham yang ditandai dengan tidak adanya perbedaan rata-rata return dan abnormal return diseputar tanggal pengumuman yang berarti bahwa pengumuman right issue tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat keuntungan perusahaan walaupun terdapat perbedaan namun secara statistik tidak signifikan. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa pengumuman right issue tidak mempunyai kandungan informasi yang cukup yang menyebabkan perbedaan preferensi investor untuk menetapkan harga saham dalam proses jual beli saham. Menurut Kothare (1993) dalam Prima Yusi (2002:74) rentang harga beli dan harga jual akan meningkat setelah pengumuman right issue. Perubahan ini dihubungkan dengan perubahan struktur kepemilikan saham perusahaan yang menerbitkan right. Semakin besar selisih nya semakin tinggi volatilitas saham tersebut sehingga return yang akan diperoleh juga semakin besar. Dengan perusahaan melakukan right issue akan menyebabkan harga saham terkoreksi atau mengalami penurunan atau kenaikan harga saham. Sehingga akan mempengaruhi cost of equity capital yaitu suatu rate tertentu yang harus dicapai perusahaan agar dapat memenuhi imbalan yang diharapkan (expected return) oleh pemegang saham atas dana yang ditanamkan pada perusahaan tersebut sesuai dengan risiko yang akan diterima. Penelitian pertama menguji apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman right issue dengan menggunakan uji beda sedangkan alat analisis yang digunakan adalah uji wilcoxon. Sedangkan untuk penelitian kedua menguji apakah terdapat pengaruh antara cumulatif abnormal return dan bid ask spread terhadap cost of equity capital menggunakan analisis regresi berganda. Hal ini digambarkan dalam gambar berikut: Model Penelitian 1 Perusahaan yang melakukan right issue periode 2002-2006 Variabel independen Abnormal Return Bid ask Spread Variabel dependen Cost of Equity Capital Uji Normalitas Uji Wilcoxon Interpretasi Kesimpulan Gambar 2.1. Kerangka pemikiran penelitian 1 Model Penelitian 2 Perusahaan yang melakukan right issue periode 2002-2006 Variabel independen Abnormal Return Bid ask Spread Variabel dependen Cost of Equity Capital Metode Regresi Uji Asumsi Klasik: 1. Uji Normalitas 2. Uji Multikolonieritas 3. Uji Autokorelasi 4. Uji Heteroskedastisitas Analisis Regresi Berganda Uji F Uji T Uji R2 Interpretasi Kesimpulan Gambar 2.2. Kerangka pemikiran penelitian 2 I. Hipotesis Penelitian Berdasarkan perumusan masalah dan tujuan penelitian maka hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. H0 : µ 1 = µ 2 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue. 2. H0 : µ 1 = µ 2 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue. 3. H0 : µ 1 = µ 2 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan cost of equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue. 4. H0 : β1 = β2 = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan abnormal return dan bid ask spread terhadap cost of equity capital. BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian mengenai “Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi terhadap Cost of Equity Capital” ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan data sekunder yang meliputi harga saham harian dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harian, informasi tanggal pengumuman saham-saham perusahaan yang melakukan right issue pada tahun 2002-2006. Peristiwa yang digunakan dalam penelitian ini adalah peristiwa right issue, selama 11 hari, yaitu 5 hari sebelum pengumuman right issue, satu hari pada saat right issue, serta 5 hari setelah pengumuman right issue. Alasan menggunakan waktu peristiwa (event period) adalah untuk melihat perubahan yang terjadi. Dipilih 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah pengumuman right issue dengan alasan waktu yang tepat untuk melakukan penelitian. B. Metode Penentuan Sample Populasi penelitian adalah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dimana penentuan sample tergantung dari tujuan atau kepentingan peneliti. Kriteria yang dipakai sebagai sampel penelitian 1 adalah : 1. Perusahaan yang diteliti terdaftar di BEI yang mengumumkan right issue pada tahun 2002-2006. 2. Perusahaan yang aktif selama periode pengamatan. 3. Pada saat periode pengamatan perusahaan yang melakukan corporate action lain diluar right issue seperti stock split, saham bonus, dividen saham dan seterusnya akan dikeluarkan dari sampel. 4. Perusahaan yang datanya tersedia lengkap untuk dianalisis. Kriteria sampel penelitian untuk penelitian 2 adalah: 1. Kriteria sampel penelitian pertama 2. Harga saham perusahaan yang aktif selama periode pengamatan Berdasarkan kriteria tersebut, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 perusahaan yang melakukan right issue selama periode 2002-2006. Berikut yang menjadi sampel penelitian : Perusahaan yang melakukan right issue tahun 2002-2006 50 Data tidak lengkap (7) Jumlah sampel penelitian 1 43 Harga saham tidak aktif (14) Outlier (4) Jumlah sampel penelitian 2 25 Tabel 3.1 Sampel perusahaan yang melakukan right issue tahun 2002-2006 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Emiten ABDA RMBA NISP MEGA SDPC BNII ARNA BHIT TIRT BVIC INTP BBIA SMMA BCIC AISA CNKO ULTJ ADES BNBR RICY AKRA ABDA KREN IIKP PLAS MREI ARTA MLPL PBRX ELTY BABP BBIA ENRG TCID IIKP PNIN PNLF IIKP MEGA TBLA BBNP PNBN BKSL Nama Perusahaan Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Bentoel Internasional Investama Tbk. Bank NISP Tbk. Bank MEGA Tbk. Millenium Pharmacon Tbk. Bank Internasional Indonesia Tbk. Arwana Citra Mulia Tbk. Bhakti Investama Tbk. Tirta Mahakam Polywod Tbk. Bank Victoria Tbk. Indocement Tunggal Perkasa Tbk. Bank Buana Indonesia Tbk. Sinar Mas Multi Arta Tbk. Bank CIC Asia Inti Selera Tbk. Central Korporindo Internasional Tbk. Ultra Jaya Milk Tbk. Ades Alfindo Putra Setia Tbk. Bakrie & Brothers Tbk. Ricky Putra Globalindo Tbk. AKR Corporation Tbk. Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Kresna Graha Securindo Tbk. Intikapuas Arowana Tbk Palm Asia Arowara Tbk. Maskapai Reasuransi Tbk. Artavest Tbk. Multipolar Tbk. Pan Brother Tex Tbk. Bakrieland Development Tbk. Bank Bumi Putra Indonesia Tbk. Bank Buana Indonesia Tbk. Energi Mega Persada Tbk. Mandom Indonesia Tbk. Intikapuas Arowana Tbk Panin Insurance Tbk. Panin Life Tbk. Intikapuas Arowana Tbk Bank MEGA Tbk. Tunas Baru Lampung Tbk. Bank Nusantara Parahyangan Tbk. Bank Pan Indonesia Tbk. Sentul City Tbk. Announcement Date 6-Feb-02 18-Feb-02 22-Jul-02 23-Jul-02 6-Aug-02 12-Sep-02 17-Dec-02 14-Oct-02 28-Mar-03 15-Apr-03 9-May-03 11-Jun-03 1-Aug-03 16-Sep-03 19-Nov-03 16-Jan-04 28-Apr-04 10-Jun-04 15-Jun-04 28-Jul-04 17-Dec-04 20-Dec-04 5-Feb-05 25-Apr-05 25-Apr-05 29-Apr-05 27-Jul-05 27-Jul-05 16-Aug-05 4-Jan-06 23-Jan-06 30-Jan-06 2-Feb-06 2-Feb-06 7-Feb-06 7-Feb-06 7-Feb-06 1-Mar-06 4-May-06 26-Jul-06 27-Jul-06 28-Sep-06 10-Oct-06 C. Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang bersifat harian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data sekunder atau studi kepustakaan dengan cara: 1. Field Research Untuk memperoleh data penulis mengadakan penelitian langsung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperoleh data-data yang diperlukan melalui pusat layanan informasi pada pusat referensi pasar modal. 2. Library Research Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan literatur teori-teori yang berkaitan dengan pasar modal, right issue, dan sumber informasi yang lain. Sumber-sumber ini digunakan sebagai tinjauan pustaka untuk menganalisis dan membahas permasalahan penelitian ini. 3. Internet Research Penelitian dilakukan dengan cara pengambilan data dengan mengakses melalui website diantaranya adalah seperti www.google.com, www.idx.co.id, www.bi.go.id, www.lib.ui.ac.id, dan lainnya. Berikut ini adalah data yang digunakan antara lain: 1. Nama perusahaan yang melakukan right issue antara tahun 2002 sampai tahun 2006 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. 2. Tanggal pengumuman right issue masing-masing perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. 3. Data harga saham (closing price) masing-masing perusahaan pada 5 hari sebelum pengumuman right issue, 1 hari pada saat pengumuman right issue, dan 5 hari setelah pengumuman right issue. 4. Data transaksi harian berupa bid price, offer price pada 5 hari sebelum pengumuman right issue, 1 hari pada saat pengumuman right issue, dan 5 hari setelah pengumuman right issue. 5. Data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harian untuk masingmasing perusahaan serta tingkat suku bunga SBI. D. Metode Analisis Data Penelitian pertama menggunakan teknik analisis data yaitu dengan menggunakan analisis compare means, wilcoxon sign test. Model analisis ini dipilih karena penelitian dirancang untuk meneliti apakah terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Penelitian kedua menggunakan cara analisis regresi berganda (multiple regression analysis) dimana CEC (Cost of Equity Capital) sebagai variabel terikat sedangkan spread dan CAR (Cumulative Abnormal Return) sebagai variabel bebasnya. Model penelitian sebagai berikut: CECi = a+β1CAR+β2Spread+εi Adapun metode analisis yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Uji Normalitas Untuk menguji apakah dalam sebuah model mempunyai distribusi data normal atau tidak. Model yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati. Uji normalitas ini digunakan normal (Santoso, 2002:212 dalam Lianawati, 2005:21). Untuk mengetahui apakah model itu mengalami masalah normalitas atau tidak, dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data pada sumbu diagonal dari grafik. Dasar pengambilan uji normalitas adalah: a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan meliputi arah garis diagonal, maka model diasumsikan normal. b. Jika data menyebar jauh dari garis normal atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model diasumsikan tidak normal. Uji kolmogorov-Smirnov adalah uji normalitas data sebelum pelaksanaan pengujian hipotesis yang juga merupakan ukuran ketepatan (goodness of fit) suatu distribusi frekuensi teoritis (frekuensi harapan). Nilai kolmogorov-smirnov dihitung dalam pengujian statistik diberi simbol Dn yang dapat diperoleh dengan menggunakan formula sebagai berikut: Dn = Max(Fe − Fo ) Dn adalah deviasi absolut tertinggi berupa selisih antara frekuensi harapan (fe) dan frekuensi observasi (fo). Untuk menguji normalitas data, ada ketentuan yang perlu diperhatikan, yaitu: (Wijaya, 2003:13 dalam Fithrory, 2005: 32 dalam Muharani, 2008:47) a. H0 H1 : Data terdistribusi dengan normal : Data terdistribusi dengan tidak normal b. Taraf nyata adalah 0,05 c. Wilayah kritis adalah Dn>0,05 Kriteria pengujian: H0 diterima jika P-value > significant α 0,05 yang berarti data terdistribusi normal. 2. Uji Paired Sample T-test Uji paired sample t-test digunakan untuk menentukan ada tidaknya perbedaan rata-rata dua sampel bebas (Nugroho, 2005:29). Paired sample T-test yaitu untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berhubungan atau sering disebut sampel berpasangan yang berasal dari populasi yang memiliki rata-rata (mean) sama (Syahri, 2002:117). Adapun rumus t untuk Paired sample T-test: thitung = d Sd n d = X1 − X d d =∑ d n ∑d 2 − Sd = (∑ d ) 2 n n −1 Dimana Sb = standard error dua rata-rata yang berhubungan t= ( B − 0) AB = Sb Sb Dimana; B : beda antara pengamatan tiap pasang AB : rata-rata dari beda pengamatan Sb : standard error dua rata-rata yang berhubungan Hipotesis: H0 : µ 1 = µ 2 ; Tidak terdapat perbedaan yang signifikan Ha : µ 1 ≠µ 2 ; Terdapat perbedaan yang signifikan Kriteria pengujian: H0 ditolak jika thitung > ttabel dengan df= n-1 atau P-Value < 0,05 H0 diterima jika thitung <ttabel dengan df = n-1 P-Value > 0,05 3. Uji Wilcoxon Sign Rank Test Uji nonparametrik digunakan karena data hanya sedikit dan dianggap tidak diketahui distribusi datanya (berdistribusi bebas). Wilcoxon sign rank test merupakan uji nonparametrik yang digunakan, karena penelitian dilakukan terhadap dua sampel yang berhubungan satu sama lain (dependen), karena subjek mendapat pengukuran–pengukuran yang sama, yaitu diukur “sebelum” dan “sesudah”. (Alhusin, 2003:278 dalam Nasrudin, 2006:) Adapun dasar pengambilan keputusan dalam pengujian wilcoxon sign rank test dengan membandingkan angka Z hitung dengan Z tabel. Dengan kriteria pengujian: H0 diterima jika Zhtiung < Ztabel H0 ditolak jika Zhitung > Ztabel Bentuk pengambilan keputusan dengan alpha 0,05 dan 0,10 untuk tingkat kepercayaan 90% dari pengujian dua sisi. Adapun kriteria pengambilan keputusan adalah: H0 diterima jika P-Value > 0,05 atau 0,10 artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan. H0 ditolak jika P-Value < 0,05 atau 0,10 artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Rumus untuk menghitung: Z= T − E (T ) σT E (T ) = n(1 + n ) 4 σT = n(n + 1)(2 n + 1) 24 Dimana, T = Jumlah urutan tanda (+) atau (-) terkecil N = Jumlah sampel dalam kelompok (Cornelius, 2004:149 dalam Nasrudin, 2006:) Adapun langkah-langkah metode analisis data yang akan digunakan adalah sebagai berikut: 1. Analisis perbedaan abnormal return saham sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Untuk menguji hipotesis satu yaitu ada tidaknya perbedaan antara abnormal return saham sebelum dan sesudah pengumuman right issue digunakan langkah-langkah sebagai berikut: a. Mendapatkan tanggal pengumuman right issue untuk masing-masing sampel dan menetapkan sebagai hari ke-0. b. Mendapatkan harga saham dan IHSG lima hari sebelum dan sesudah pengumuman right issue sesuai dengan event windownya. c. Menghitung return saham harian masing-masing perusahaan selama periode peristiwa. Rumus: Rit = Pit − Pit − 1 Pit − 1 Keterangan: Rit : Required return saham i pada periode t Pt : Harga saham pada periode t Pt-1 : Harga saham pada periode t-1 d. Menghitung return pasar dengan menggunakan IHSG masing-masing saham untuk periode peristiwa. Rumus : RMt = IHSGt − IHSGt −1 IHSGt −1 Keterangan: RMt : Return market pada hari t IHSGt : IHSG pada hari t IHSGt-1 : IHSG pada hari t-1 e. Menghitung abnormal return harian masing-masing saham untuk periode dengan menggunakan market adjusted model. ARt = Rit − Rmt Dimana; ARit : Abnormal return perusahaan i pada hari t Rit : Return perusahaan i pada hari t Rmt f. : Return market pada hari t Menghitung rata-rata abnormal return harian untuk periode event windownya. ∑ AR it ARt = n Dimana; ARt : Rata-rata abnormal return pada periode t N : Jumlah perusahaan g. Uji normalitas data yang bertujuan untuk menentukan alat uji yang tepat apakah data terdistribusi normal maka menggunakan statistik parametrik atau data tidak terdistribusi normal maka akan menggunakan satatistik non parametrik. Pengujian normalitas data dilakukan dengan alat uji kolmogorov smirnov test. h. Menguji signifikansi rata-rata abnormal return pada periode pengamatan. 1). Apabila data yang digunakan merupakan data normal maka menggunakan paired sample T-test yaitu untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berhubungan atau sering disebut sampel berpasangan yang berasal dari populasi yang memiliki rata-rata (mean) sama (Alhusin, syahri, 2002:117). 2). Apabila data yang digunakan merupakan data tidak normal maka menggunaka uji wilcoxon. 2. Analisis perbedaan bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Untuk menguji hipotesis dua yaitu ada tidaknya perbedaan antara bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue digunakan langkahlangkah sebagai berikut: a. Menghitung prosentase relative bid ask spread dengan rumus (Prima Yusi, 2002:76) Spread it = (offerit − bid it ) {(offerit + bid it ) / 2} Dimana : b. offer i,t : Harga saham perusahaan i yang ditawarkan pada waktu t. Bid i,t : Harga saham perusahaan i yang diminta pada waktu t. Menghitung rata-rata prosentase spread selama periode pengamatan (Prima Yusi, 2002:76): spread = ∑ spread n Dimana: Spread : Rata-rata prosentase spread N c. : Jumlah hari pengamatan Uji normalitas data yang bertujuan untuk menentukan alat uji yang tepat apakah data terdistribusi normal maka menggunakan statistik parametrik atau data tidak terdistribusi normal maka akan menggunakan satatistik non parametrik. Pengujian normalitas data dilakukan dengan alat uji Kolmogorov Smirnov test. d. Menguji signifikansi rata-rata bid ask spread selama periode pengamatan. 1). Apabila data yang digunakan merupakan data normal maka menggunakan Paired sample T-test yaitu untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berhubungan atau sering disebut sampel berpasangan yang berasal dari populasi yang memiliki rata-rata (mean) sama (Alhusin, syahri, 2002:117). 2). Apabila data yang digunakan merupakan data tidak normal maka menggunakan uji wilcoxon. 3. Analisis perbedaan cost of equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menguji hipotesis ketiga adalah sebagai berikut: a. Menghitung besarnya cost of equity capital dengan menggunakan pendekatan Capital Asset Pricing Model (CAPM). CEC = R ft + β (RMt − R ft ) Dimana: CEC : Cost of Equity Capital Rft : Risk Free βi : Beta saham i Rmt : Risk market (resiko pasar) b. Menghitung Rf harian. Oleh karena analisis dalam penelitian ini adalah analisis harian, maka tingkat suku bunga deposito bulanan per tahun disesuaikan menjadi tingkat suku bunga per hari yaitu dengan membagi suku bunga dengan 360 (asumsi 1 tahun 360 hari) (Sularso,2003:10). Rf = SBI 12 Dimana: Rf : Risk free SBI : Suku Bunga Indonesia c. Mengestimasi besarnya βi atau kepekaan pasar dari suatu saham pada masing-masing sampel. Diperoleh dari Ri = α + βRM + εi. Berdasarkan β dapat dilihat faktor resiko perubahan yang menjadi parameter. Dimana pengukur perubahan yang diharapkan pada return suatu saham jika terjadi perubahan pada return pasar. Semakin besar betanya semakin besar pula tingkat keuntungan yang diharapkan dari investasi tersebut (Husnan, 2001:169). Pengukuran β ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendektan regresi dengan rumus: (Husnan, 2001:115) βi = (nx∑ XY ) − (∑ X ∑ Y ) (nx∑ X 2 ) − (∑ X ) 2 Dimana: n : Banyaknya periode pengamatan X : Tingkat keuntungan pasar (RM) Y : Tingkat keuntungan saham (Ri) d. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, akan dilakukan pengujian normalitas data, yang bertujuan untuk menentukan alat uji yang tepat apakah menggunakan statistik parametrik atau non parametrik. Pengujian normalitas data dilakukan dengan uji kolmogorov smirnov.. e. Apabila hasil pengujian normalitas data menunjukkan semua data terdistribusi normal maka pengujian hipotesis akan menggunakan alat analisis statistik parametrik yaitu uji paired sample T-test. Sebaliknya apabila hasil pengujian normalitas data menunjukkan tidak terdistribusi normal, maka pengujian hipotesis akan menggunakan alat analisis non parametrik, yaitu uji wilcoxon. 4. Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue dan Asimetri informasi Terhadap Cost of Equity Capital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Pendekatan Ordinary Least Square (OLS) digunakan untuk melaksanakan regresi agar regresi tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan atau meramal nilai variabel terikat Y. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji asumsiasumsi klasik yang diperlukan untuk OLS sebagai berikut: a. Uji Normalitas Untuk menguji apakah dalam sebuah model mempunyai distribusi data normal atau tidak. Model yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati. Untuk mengetahui apakah model itu mengalami masalah normalitas atau tidak, dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data pada sumbu diagonal dari grafik. Dasar pengambilan uji normalitas adalah: 1). Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan meliputi arah garis diagonal, maka model diasumsikan normal. 2). Jika data menyebar jauh dari garis normal atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model diasumsikan tidak normal. Uji kolmogorov-Smirnov adalah uji normalitas data sebelum pelaksanaan pengujian hipotesis yang juga merupakan ukuran ketepatan (goodness of fit) suatu distribusi frekuensi teoritis (frekuensi harapan). Nilai kolmogorov-smirnov dihitung dalam pengujian statistik diberi simbol Dn yang dapat diperoleh dengan menggunakan formula sebagai berikut: Dn = Max(Fe − Fo ) Dn adalah deviasi absolut tertinggi berupa selisih antara frekuensi harapan (fe) dan frekuensi observasi (fo). Untuk menguji normalitas data, ada ketentuan yang perlu diperhatikan, yaitu: (wijaya 2003:13 dalam Fithrory 2005: 32 dalam Muharani 2008:47) 1). H0 H1 : Data terdistribusi dengan normal : Data terdistribusi dengan tidak normal 2). Taraf nyata adalah 0,05 3). Wilayah kritis adalah Dn>0,05 Kriteria pengujian: H0 diterima jika P-value > significant α 0,05 yang berarti data terdistribusi normal. b. Uji Asumsi Autokorelasi Menguji autokorelasi dalam suatu model bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu (εt) pada periode tertentu dengan variabel pengganggu periode sebelumnya (εt-1) (Bhuono, 2005:59). Model regresi berganda terbebas dari autokorelasi. Pada umumnya autokorelasi banyak terjadi pada data time series. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, dapat dilakukan melalui uji Durbin-Watson. Aturan main untuk menggunakan uji Durbin-Watson adalah dengan membandingkan nilai Durbin-Watson dengan tabel DurbinWatson. Dalam tabel Durbin-Watson terdapat nilai batas atas (upper bound atau du) dan nilai batas atas (lower bound atau dl). Adapun kriteria yang diberlakukan untuk menjadi patokan adalah sebagai berikut (Ghozali, 2005:96): 1). Apabila 0 < d < dl, maka terdapat autokorelasi positif 2). Apabila dl < d <du, maka tidak ada keputusan mengenai keberadaan autokorelasi. 3). Apabila du < d < 4 –du, maka tidak ada autokorelasi. 4). Apabila 4-du < d < 4-dl, maka tidak ada keputusan mengenai keberadaaan autokorelasi. 5). Apabila 4-dl < d < 4, berarti terdapat autokorelasi negatif. sumber: Bhuono, 2005:60 Gambar 2. Kriteria uji autokorelasi c. Uji Asumsi Multikolinieritas Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lain dalam satu model (Bhuono, 2005:58). Model regresi yang baik adalah tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Pedoman suatu moedel regresi bebas dari masalah multikolinieritas adalah sebagai berikut (Singgih, 2007): 1). Mempunyai nilai VIF (Variance Inflation Factor) disekitar angka 1. 2). Nilai Tolerance mendekati angka 1. 3). Koefisien korelasi antar variabel bebas harus lemah, yaitu harus dibawah angka 0,5. VIF = 1 1 − R2 ( ) dimana R2 adalah koefisien determinan dari regresi antar variabel bebas. d. Uji Asumsi Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas menguji terjadinya perbedaan variance residual suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain, atau gambaran hubungan antara nilai yang diprediksi dengan Studentized Delete Residual nilai tersebut (Bhuono, 2005:62). Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar Scatterplot yang menyatakan metode regresi linier berganda tidak terdapat heteroskedastisitas jika (Bhuono, 2005:62): 1). Titik-titik data menyebar di atas dan di bawah sekitar angka 0. 2). Titik-titik data tidak mengumpul hanya diatas atau di bawah saja. 3). Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kembali. 4). Penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola. e. Uji Signifikansi 1). Uji Koefisien regresi Uji T bertujuan untuk mengetahui apakah koefisien regresi signifikan atau tidak. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat maka nilai t hitung dibandingkan dengan t-tabel atau nilai p-value dibandingkan dengan derajat kepercayaannya. Kriteria menolak atau menerima hipotesis: a). Apabila thitung ≥ ttabel atau p-value > 0,05 maka H0 diterima b). Apabila t-hitung < t-tabel atau p-value < 0,05 maka H0 ditolak bi S bi Keterangan: UjiThitung = bi : Koefisien variabel ke i Sbi : Standar deviasi Selanjutnya berdasarkan tingkat signifikansi 5% atau 0,05 maka pengambilan keputusan berdasarkan tingkat signifikansi adalah jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima berarti bahwa suatu variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Jika probabilitas signifikan < 0,05 maka H0 ditolak, berarti bahwa suatu variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. 2). Uji Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinansi (R2) adalah koefisien korelasi antara variabel terikat dengan semua variabel bebasnya. Nilai R-Square digunakan sebagai koefisien determinansi yang menunjukkan seberapa besar variasi variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variasi seluruh variabel bebasnya dalam kaitannya dengan suatu model regresi. Nilai R-Square dikatakan baik jika diatas 0,5 karena nilai R-Square berkisar antara 0 sampai 1. Pada umumnya sampel dengan data deret waktu (time series) memiliki R-Square maupun Adjusted R Square cukup tinggi (diatas 0,5), sedangkan sampel dengan data item tertentu yang disebut data silang (crosssection) pada umumnya memiliki R-Square maupun Adjusted R Square cukup tinggi (dibawah 0,5) (Bhuono, 2005:51). 3). Uji F Uji F-test ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen. Uji F dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel pada derajat kepercayaan yang ditetapkan atau membandingkan nilai p-value dengan tingkat kepercayaan yang ditetapkan. Hipotesis yang digunakan untuk pengujian tersebut adalah: secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan antara CAR dan Spread terhadap CEC. Hipotesis yang digunakan : H0 : β 1=β2= 0 (arti semua βi secara signifikan sama dengan 0) H0 : β1=β2 ≠ 0 (arti semua variabel βi secara signifikan tidak sama dengan 0) Dasar pengambilan keputusan: i. Apabila F hitung ≤ Ftabel atau p-value > 0,05 maka H0 diterima ii. Apabila Fhitung > Ftabel atau p-value < 0,05 maka H0 ditolak Untuk menghitung uji F digunakan rumus: R2 UjiFhitung = (1 − R ) k 2 (n − k − 1) Selanjutnya berdasarkan tingkat signifikansi 5% atau 0,05 maka pengambilan keputusan berdasarkan tingkat signifikansi adalah jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima berarti bahwa suatu variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Jika probabilitas signifikan < 0,05 maka H0 ditolak, berarti bahwa suatu variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. H. Operasional Variabel Penelitian Dengan demikian, variabel-variabel yang akan menjadi pengamatan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Return saham adalah perubahan nilai asset atau sekuritas dibagi dengan nilai awal atau harga pembelian asset atau sekuritas. 2. Return market adalah perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibagi dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari sebelumnya. 3. Abnormal return adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return pasar. 4. Bid ask spread adalah selisih antara selisih harga beli (permintaan) tertinggi dengan harga jual (penawaran) terendah saham trader. 5. Cost of equity capital merupakan suatu rate tertentu yang harus dicapai perusahaan agar dapat memenuhi imbalan yang diharapkan (expected return) oleh pemegang saham atas dana yang ditanamkan pada perusahaan tersebut sesuai dengan risiko yang akan diterima. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Bursa Efek Indonesia Sejarah pasar modal Indonesia sebenarnya telah mulai sejak Pemerintah Hindia Belanda. pada tanggal 14 Desember 1912, dengan bantuan Pemerintah Kolonial Belanda, bursa efek pertama Indonesia didirikan di Batavia, pusat Pemerintah Kolonial Belanda dan dikenal sebagai Jakarta saat ini. Pendirian bursa efek (stock exchange) di Batavia adalah dalam rangka memupuk sumber pembiayaan bagi perkebunan milik Batavia yang tumbuh secara besar-besaran di Indonesia. Bursa Batavia sempat ditutup selama periode perang dunia pertama dan kemudian dibuka lagi pada 1925. Selain bursa Batavia, pemerintah kolonial juga mengoperasikan bursa paralel di Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan di Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925. Namun kegiatan bursa ini dihentikan lagi ketika terjadi pendudukan oleh tentara Jepang di Batavia. Pada tahun 1952, tujuh tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, bursa saham dibuka lagi dengan memperdagangkan saham dan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaanperusahaan Belanda sebelum perang dunia. Kegiatan bursa saham kemudian berhenti lagi ketika pemerintah meluncurkan program nasionalisasi pada tahun 1956. Sejak tahun 1956 pemerintah telah mencoba untuk mengaktifkan kembali pasar modal sebagai sarana pembiayaan kegiatan ekonomi pada awalnya pemerintah mendorong pertumbuhan pasar modal melalui pemberian fasilitas perpajakan, baik kepada perusahaan-perusahaan yang go public maupun para investor serta lembaga-lembaga penunjang yng terkait termasuk broker dan dealer. Fasilitas perpajakan kemudian dihapuskan setelah diberlakukan peraturan perpajakan yang baru pada tahun 1983, sedangkan pajak penghasilan atas bunga deposito dan tabungan berjangka lainnya ditunda pemungutannya. Keadaan ini sudah tentu mengakibatkan iklim investasi di pasar modal kurang menarik. Oleh karena itu, kemudian pemerintah berusaha mendorong kembali pertumbuhan pasar modal dengan mengeluarkan paket-paket deregulasi, seperti paket Desember 1987, paket Oktober 1988, dan paket Desember 1988. Salah satu isi paket tersebut yang terpenting adalah dinaikkannya pajak penghasilan atas bunga deposito dan tabungan berjangka lainnya sebesar 15% final. Kebijaksanaan pengenaan pajak final atas tabungan, ternyata berdampak sangat positif terhadap pasar modal, karena pendapatan masyarakat pemodal menjadi berkurang, sehingga mereka cenderung mencari alternatif lain dalam menginvestasikan uangnya. Tidak sampai tahun 1977, bursa saham kembali dibuka dan ditandatangani oleh Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam), institusi baru dibawah Departemen Keuangan, kegiatan perdagangan dan kapitalisasi pasar saham pun mulai meningkat dan mencapai puncaknya pada tahun 1990 seiring dengan perkembangan pasar financial dan sektor swasta. Pada tanggal 13 Juli 1992, bursa saham diswastanisasi menjadi PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ). Swastanisasi bursa saham menjadi PT. BEJ ini mengakibatkan beralihnya fungsi Bapepam menjadi Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Pada 22 Mei 1995, BEJ meluncurkan Jakarta Automated Trading System (JATS), sebuah sistem perdagangan otomatis yang menggantikan sistem perdagangan manual. Sistem baru ini dapat memfasilitasi perdagangan saham dengan frekuensi yang lebih besar dan lebih menjamin kegiatan pasar yang fair dan transparan dibanding sistem perdagangan manual. Tahun 2002, BEJ juga menerapkan perdagangan jarak jauh (remote trading), sebagai upaya meningkatkan akses pasar, efisiensi pasar, kecepatan, dan frekuensi perdagangan. Pada tahun 2007 dilakukan penggabungan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) yang kemudian berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). 2. Struktur Organisasi Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia Sumber: Bursa Efek Indonesia B. Hasil dan Pembahasan Pengujian pada penelitian pertama dilakukan dengan menggunakan metode uji beda dua rata-rata dari dua kelompok observasi berpasangan (Ttest, Wilcoxon) sedangkan untuk penelitian kedua menggunakan metode regresi berganda. 1. Analisis Deskriptif Data a. Analisis Deskriptif Variabel Abnormal Return Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian, return tidak normal (abnormal return) adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasi. Tabel. 4.1 Deskriptif abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Sebelum No Emiten Setelah Ratarata Std.Dev Wilcoxon Asymp Z Sig Rata-rata Std.Dev 1 2 ABDA RMBA -0.20868 0.45165 0.00297 0.01552 -0.674 0.5 0.00572 0.03334 0.02795 0.03332 -.674(a) 0.5 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 NISP MEGA SDPC BNII ARNA BHIT TIRT BVIC INTP BBIA SMMA BCIC AISA ABDA CNKO ULTJ ADES BNBR RICY AKRA KREN PLAS MREI ARTA MLPL PBRX IIKP MEGA BBIA TCID TBLA PNBN -0.20463 0.45501 -0.18913 0.47031 -.674(a) 0.5 0.01766 0.03849 0.01061 0.03563 -.135(a) 0.893 -0.38674 0.91593 -0.03620 0.04641 -.135(a) 0.893 -0.03333 0.09435 -0.02569 0.05651 -.405(a) 0.686 0.00120 0.00947 0.00006 0.05308 -.135(a) 0.893 -0.19190 0.45363 -0.00196 0.03390 -.135(a) 0.893 -0.00339 0.00691 -0.03183 0.07012 -.135(a) 0.893 -0.17624 0.47383 -0.20455 0.45101 -.674(a) 0.5 0.00181 0.01974 0.00165 0.01114 -.135(a) 0.893 0.01266 0.05087 -0.19483 0.44644 -.674(a) 0.5 0.16074 0.15355 -0.24438 0.86982 -.944(a) 0.345 -0.40390 0.53569 -0.00798 0.02692 -1.753(a) 0.08 -0.19612 0.44757 -0.18706 0.46472 -.405(a) 0.686 -0.20599 0.45484 -0.21016 0.44778 -.405(a) 0.686 -0.09553 0.04828 0.02773 0.11169 -1.753(a) 0.08** 0.00546 0.04484 0.00684 0.01065 -.674(a) 0.01710 0.02366 -0.39814 0.54808 -1.214(a) 0.225 0.00125 0.00773 0.03798 0.07176 -1.214(a) 0.225 -0.19530 0.44672 -0.19142 0.45812 -.405(a) 0.686 0.00124 0.01863 -0.00018 0.02895 -.405(a) 0.686 -0.00004 0.02904 -0.00575 0.03086 -.405(a) 0.686 -0.01166 0.01549 0.00567 0.01307 -1.483(a) 0.138 ** 0.5 0.00193 0.03510 -0.01927 0.03908 -.674(a) 0.5 -0.01591 0.03058 -0.00871 0.01378 -.674(a) 0.5 -0.16456 0.33673 -0.34131 0.78466 -.405(a) 0.686 -0.00228 0.13019 0.01748 0.03161 -.405(a) 0.686 -0.00501 0.07157 -0.00080 0.04183 -.405(a) 0.686 -0.00636 0.01904 -0.01530 0.01706 -.944(a) 0.345 -0.00119 0.01368 -0.00436 0.00445 -.674(a) 0.5 -0.00329 0.00425 -0.00168 0.01099 -.135(a) 0.893 -.674(a) 0.5 -.944(a) 0.345 0.02503 0.03020 -0.25649 1.06918 -0.00107 0.01455 0.00445 0.01457 Rata-rata Std.Dev Ratarata -0.00190 0.00409 -0.00108 0.03512 -.135(a) 0.893 0.00954 0.02395 0.01880 0.07214 -.674(a) 0.5 0.00173 0.01561 -0.01334 0.01009 -2.023(a) 0.043* -0.17566 0.39437 0.01437 0.04681 -.405(a) 0.686 0.00978 0.02795 0.01006 0.05586 -.135(a) 0.893 0.00119 0.01358 -0.00600 0.01293 -.405(a) 0.686 -0.00238 0.02226 0.00459 0.01184 -.674(a) 0.5 -0.00507 0.01347 -0.00144 0.01251 -.405(a) 0.686 0.02354 0.02564 0.02126 Sumber: data diolah Ket: * signifikan pada tingkat α 5% ** signifikan pada tingkat α 10% 0.03690 -.405(a) 0.686 No 35 36 37 Emiten BKSL IIKP ELTY 38 39 40 41 42 43 BABP ENRG PNIN PNLF BBNP IIKP Std.Dev Asymp Sig Z Pada Tabel. 4.1 dapat dilihat bahwa rata-rata abnormal return saham pada 5 hari sebelum pengumuman right issue didapatkan abnormal return positif pada 17 perusahaan, abnormal return tertinggi terdapat pada PT. Sinar Mas Multi Arta Tbk sebesar 0,16074 sedangkan rata-rata abnormal return negatif didapatkan pada 26 perusahaan, abnormal return terendah terdapat pada PT. Bank CIC Tbk sebesar -0,40390. Ini berarti keputusan investasi untuk mendapatkan abnormal return terbaik ada pada saham PT. Sinar Mas Multi Arta Tbk. Dan tidak berinvestasi pada PT. Bank CIC Tbk yang menghasilkan abnormal return terendah. Sedangkan standar deviasi tertinggi pada 5 hari sebelum pengumuman right issue terdapat pada saham PT. Millenium Pharmacon International Tbk sebesar 0,91593 dan terendah terdapat pada saham PT. Sentul City Tbk sebesar 0,00409. Ini berarti bahwa standar deviasi sebelum right issue PT. Millenium Pharmacon International Tbk paling tidak stabil dibandingkan dengan PT. Sentul City Tbk yang paling stabil sahamnya. Rata-rata abnormal return 5 hari setelah pengumuman right issue didapatkan return positif pada 16 perusahaan, abnormal return tertinggi terdapat pada PT. Bakrie & Brothers Tbk sebesar 0,03798 sedangkan rata-rata abnormal return negatif didapatkan pada 27 perusahaan, abnormal return terendah terdapat pada PT. Ades Alfindo Putra Setia Tbk sebesar -0,39814. Ini berarti keputusan investasi untuk mendapatkan abnormal return terbaik ada pada saham PT. Bakrie & Brothers Tbk. Dan tidak berinvestasi pada PT. Ades Alfindo Putra Setia Tbk yang menghasilkan abnormal return terendah. Sedangkan standar deviasi tertinggi pada 5 hari setelah pengumuman right issue terdapat pada saham PT. Tunas Baru Lampung Tbk sebesar 1,06918 dan terendah terdapat pada saham PT. Bank Buana Indonesia Tbk sebesar 0,00445. Ini berarti bahwa standar deviasi setelah right issue PT. Tunas Baru Lampung Tbk paling tidak stabil dibandingkan dengan PT. Bank Buana Indonesia Tbk yang lebih stabil sahamnya. Pada analisis wilcoxon sign rank test, terlihat ada saham yang mempunyai perbedaan abnormal return yang signifikan antara 5 hari sebelum pengumuman right issue dengan 5 hari sesudah pengumuman right issue pada level signifikan 5% PT. Bakrieland Development Tbk dimana tingkat probabilitasnya < 5% atau pada level signifikan 10% seperti PT. Bank CIC Tbk, PT. Central Korporindo Internasional Tbk dimana tingkat probabilitasnya < 10%. Dengan demikian H0 ditolak Ha diterima. Ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hal ini disebabkan oleh pengumuman right issue diterima di pasar sebagai good news berkaitan dengan kesempatan investasi perusahaan di masa yang akan datang dimana investor percaya bahwa perusahaan mengeluarkan saham baru untuk membiayai proyek yang memiliki NPV positif sehingga harga saham bereaksi secara positif terhadap pengumuman right issue. Sedangkan untuk emiten saham lain pada analisis wilcoxon sign rank test terlihat bahwa tidak ada perbedaan abnormal return yang signifikan antara 5 hari sebelum pengumuman right issue dan lima hari setelah pengumuman right issue pada level signifikansi 5%, dimana tingkat probabilitas seluruh saham > 5% artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hal ini disebabkan oleh pengumuman penambahan saham baru yang mengindikasikan adanya informasi yang tidak menguntungkan (bad news) tentang kondisi laba di masa yang akan datang. Jika dana dari right issue akan digunakan untuk tujuan perluasan investasi yang memiliki nilai NPV nol atau negatif sehingga pasar akan bereaksi negatif. Hasil analisis ini mendukung penelitian Taufik (2002) menunjukkan bahwa publikasi right issue tidak mempunyai pengaruh terhadap variabilitas tingkat keuntungan. Rendahnya variabilitas tingkat keuntungan menyebabkan abnormal return tidak berbeda secara nyata dengan abnormal return sebelum dan sesudah publikasi. b. Analisis Deskriptif Variabel Bid Ask Spread Menurut Kothare (1993) dalam Sari (2002:74) menyebutkan bahwa rentang antara harga beli-jual akan meningkat setelah pengumuman right issue. Perubahan ini dihubungkan dengan struktur kepemilikan perusahaan yang menerbitkan right. Penawaran umum menyebabkan penyebaran yang besar dalam kepemilikan saham yang mendorong untuk lebih mengkontrasikan kepemilikan. Semakin besar selisihnya, semakin besar volatisitas saham tersebut, sehingga return yang akan diperoleh juga akan semakin besar. Tabel 4.2 Deskriptif bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Emiten ABDA RMBA NISP MEGA SDPC BNII ARNA BHIT INTP AISA Sebelum Ratarata Std.Dev Setelah Ratarata Std.Dev Wilcoxon Asymp Z Sig 0.22983 0.10346 -0.63903 1.24964 -1.095(a) 0.273 0.03218 0.00091 0.02572 0.00075 -2.023(a) 0.043* 0.35374 0.05434 0.72161 0.02140 0.09407 0.05384 0.08424 0.01131 -.135(a) -.535(a) 0.893 0.593 0.04628 0.00190 0.09493 0.05241 -1.753(a) 0.08** 0.07783 0.00571 0.10959 0.04115 -2.060(a) 0.039* 0.11111 0.00000 0.07632 0.03178 -1.633(a) 0.102 -0.30686 0.02448 0.74173 0.00093 0.01754 0.02458 0.00740 0.00051 -.135(a) -.137(a) 0.893 0.891 -0.05321 1.09092 -0.57841 1.29777 -.944(a) 0.345 No 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Emiten TIRT BBIA SMMA BVIC BCIC ABDA CNKO ULTJ ADES BNBR RICY AKRA KREN PLAS MREI ARTA MLPL PBRX IIKP MEGA BBIA TCID TBLA PNBN BKSL IIKP ELTY BABP ENRG PNIN PNLF BBNP IIKP Ratarata Std.Dev Ratarata Std.Dev Z Asymp Sig 0.17032 0.04334 -0.77866 0.18763 0.05001 0.09376 0.07233 0.01106 0.03289 0.15385 0.06381 0.02299 0.05001 0.01271 0.06102 0.01491 0.02494 0.03062 0.04878 0.12343 0.04037 0.04015 -0.29674 0.01084 0.05902 0.04255 0.03059 0.10063 0.01237 0.02910 0.03175 0.04316 0.00163 1.11498 0.11941 0.01864 0.01000 0.01082 0.00033 0.01268 0.00000 0.02925 0.00000 0.01864 0.00013 0.02932 0.00961 0.00035 0.00634 0.00000 0.07697 0.03177 0.05062 0.74205 0.00010 0.02291 0.00000 0.00041 0.02174 0.00041 0.01026 0.00000 0.25393 0.04444 0.03161 0.13019 0.04220 0.09330 0.05922 0.02316 0.02725 0.15385 0.04576 0.03710 0.04802 0.01242 0.05181 0.01300 0.02520 0.02845 0.04928 0.04316 0.04495 0.10407 0.03309 0.01074 0.04928 0.08861 0.03097 0.08783 0.00913 0.01822 0.03175 0.10124 0.00000 0.03096 0.00701 0.00077 0.04503 0.00190 0.01205 0.00033 0.00000 0.03940 0.01288 0.01790 0.00011 0.02598 0.00489 0.00053 0.01754 0.00112 0.04022 0.03260 0.09911 0.00181 0.00013 0.00112 0.04034 0.00044 0.04085 0.00513 0.00030 0.00000 -1.461(a) -1.342(a) -1.214(a) -1.069(a) -.447(a) -.674(a) -1.761(a) -1.753(a) -.816(a) .000(a) -.674(a) -1.732(a) -1.732(a) -1.826(a) -.135(a) -.674(a) -1.134(a) -.135(a) -1.000(a) -2.032(a) -.137(a) -1.214(a) -.677(a) -1.236(a) -.447(a) -1.841(a) -1.000(a) -.406(a) -2.023(a) -1.461(a) .000(a) -0.80000 1.09545 -1.59437 0.90703 -.378(a) 0.705 0.04303 0.00245 0.03988 Sumber: data diolah Ket: * signifikan pada tingkat α 5% ** signifikan pada tingkat α 10% 0.00138 -2.023(a) 0.043* 0.144 0.18 0.225 0.285 0.655 0.5 0.078** 0.08** 0.414 1.00 0.5 0.083** 0.083** 0.068** 0.893 0.5 0.257 0.892 0.317 0.042* 0.891 0.225 0.498 0.216 0.655 0.066** 0.317 0.684 0.043* 0.144 1 Pada Tabel. 4.2 dapat dilihat bahwa rata-rata bid ask spread saham pada 5 hari sebelum pengumuman right issue didapatkan bid ask spread positif pada 38 perusahaan, bid ask spread tertinggi terdapat pada PT. Bank NISP Tbk sebesar 0,35374 sedangkan rata-rata bid ask spread negatif didapatkan pada 5 perusahaan, bid ask spread terendah terdapat pada PT. Bank Nusantara Parahyangan Tbk sebesar -0,8. Ini berarti keputusan investasi untuk mendapatkan bid ask spread terbaik ada pada saham PT. Bank NISP Tbk. Dan tidak berinvestasi pada PT. Bank Nusantara Parahyangan Tbk yang menghasilkan bid ask spread terendah. Sedangkan standar deviasi tertinggi pada 5 hari sebelum pengumuman right issue terdapat pada saham PT. Millenium Pharmacon International Tbk sebesar 0.91593 dan terendah terdapat pada saham PT. Sentul City Tbk sebesar 0.00409. Ini berarti bahwa standar deviasi sebelum right issue PT. Millenium Pharmacon International Tbk paling tidak stabil dibandingkan dengan PT. Sentul City Tbk yang paling stabil sahamnya. Rata-rata bid ask spread 5 hari setelah pengumuman right issue didapatkan bid ask spread positif pada 40 perusahaan, bid ask spread tertinggi terdapat pada PT. Tirta Mahakam Polywod Tbk sebesar 0,25393 sedangkan rata-rata bid ask spread negatif didapatkan pada 3 perusahaan, bid ask spread terendah terdapat pada PT. Bank Nusantara Parahyangan Tbk sebesar -1,59437. Ini berarti keputusan investasi untuk mendapatkan bid ask spread terbaik ada pada saham PT. Tirta Mahakam Polywod Tbk. Dan tidak berinvestasi pada PT. Bank Nusantara Parahyangan Tbk yang menghasilkan bid ask spread terendah. Sedangkan standar deviasi tertinggi pada 5 hari setelah pengumuman right issue terdapat pada saham PT. Asia Inti Selera Tbk sebesar 1,29777 dan terendah terdapat pada saham PT. Bank Buana Indonesia Tbk, PT. Bakrie & Brother Tbk, dan PT. Panin Life Tbk sebesar 0,00000. Ini berarti bahwa standar deviasi setelah pengumuman right issue PT. Asia Inti Selera Tbk paling tidak stabil dibandingkan dengan PT. Bank Buana Indonesia Tbk, PT. Bakrie & Brother Tbk, dan PT. Panin Life Tbk yang lebih stabil sahamnya. Pada analisis wilcoxon sign rank test, terlihat ada saham yang mempunyai perbedaan bid ask spread yang signifikan antara 5 hari sebelum pengumuman right issue dengan 5 hari sesudah pengumuman right issue pada level signifikan 5% seperti PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, Bank Internasional Indonesia Tbk, Bank MEGA Tbk, PT. Energi Mega Persada Tbk, serta Intikapuas Arowana Tbk dimana tingkat probabilitasnya < 5% dan signifikan 10% seperti PT. Millenium Pharmacon Tbk, PT. Central Korporindo Internasional Tbk, PT. Ultra Jaya Milk Tbk, PT. AKR Corporation Tbk, PT. Kresna Graha Securindo Tbk, PT. Palm Asia Arowara Tbk, serta PT. Intikapuas Arowana Tbk dengan tingkat probabilitas < 10%. Dengan demikian H0 ditolak Ha diterima. Ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hal ini berkaitan dengan signaling theory, karena terdapat asimetri informasi, hal ini biasa dilakukan oleh para manajer finance dimana mereka lebih mengetahui keadaan perusahaan mereka apakah undervalued maupun overvalued, sehingga mereka dapat menentukan apakah harga saham baru mereka akan diterbitkan dengan harga yang lebih murah atau lebih mahal dari saham yang beredar. Tetapi biasanya mereka akan melakukan right issue lebih banyak perusahaan yang mengalami undervalued sehingga mereka menerbitkan saham harga baru mereka dengan harga yang lebih murah. Jika harga saham jatuh, maka investor akan memilih untuk membeli saham dengan menggunakan harga saham yang lebih murah dibandingkan harga saham yang ditawarkan. (Safitriningrum,2004:25). Sedangkan untuk emiten saham lain pada analisis wilcoxon sign rank test terlihat bahwa tidak ada perbedaan bid ask spread yang signifikan antara 5 hari sebelum pengumuman right issue dan lima hari setelah pengumuman right issue pada level signifikansi 5%, dimana tingkat probabilitas seluruh saham > 5% artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue. c. Analisis Deskriptif Variabel Cost of Equity Capital Cost of equity capital (biaya modal ekuitas) adalah suatu rate tertentu yang harus dicapai perusahaan agar dapat memenuhi imbalan yang diharapkan (expected return) oleh pemegang saham atas dana yang ditanamkan pada perusahaan tersebut sesuai dengan risiko yang akan diterima. Biaya modal ekuitas adalah tingkat yang diminta atas investasi oleh para pemegang saham perusahaan (Van Horne dan Wachowizs, 2007:122). Tabel. 4.3 Deskriptif cost of equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Emiten ABDA RMBA NISP MEGA SDPC BNII ARNA BHIT TIRT BVIC INTP BBIA SMMA BCIC AISA ABDA CNKO ULTJ ADES BNBR RICY AKRA KREN PLAS MREI ARTA MLPL PBRX IIKP MEGA BBIA TCID TBLA PNBN BKSL IIKP ELTY BABP Sebelum Ratarata Std.Dev 0.09154 0.05453 0.16418 0.03858 0.06643 0.05336 -0.07965 0.08328 0.02188 -0.13283 0.02789 0.02288 0.00133 -0.07033 -0.15757 -0.08052 0.01594 0.02209 0.14273 0.02017 -0.00329 0.02160 0.02601 0.02575 0.02393 0.01729 0.08575 0.02589 0.03818 0.02787 0.03289 0.03229 0.13622 0.03539 0.03331 0.03240 0.03315 -0.31708 0.01194 0.00379 0.03114 0.00094 0.06183 0.00222 0.02688 0.00718 0.00164 0.09548 0.00018 0.00180 0.00645 0.05070 0.02711 0.11626 0.00696 0.00079 0.07575 0.00016 0.00661 0.00083 0.00007 0.00022 0.00085 0.00308 0.02899 0.00191 0.00583 0.00155 0.00001 0.00017 0.03578 0.00073 0.00006 0.00013 0.00005 0.03259 Setelah Ratarata Std.Dev 0.09736 0.05962 0.19723 0.03835 0.03904 0.05777 -0.04494 0.06132 0.02336 -0.13466 0.02801 0.02025 0.23039 -0.03202 -0.05504 -0.06965 0.01410 0.02364 0.12440 0.02010 -0.00471 0.02132 0.02589 0.02590 0.02471 0.01465 -0.93412 0.02609 0.03388 0.02898 0.03289 0.03219 -0.68181 0.03590 0.03331 0.03239 0.03313 -0.26158 0.01948 0.00355 0.08075 0.00188 0.00048 0.00535 0.04008 0.01388 0.00531 0.06828 0.00017 0.00381 0.92553 0.03916 0.04071 0.02686 0.00268 0.00067 0.05124 0.00013 0.00925 0.00033 0.00015 0.00019 0.00041 0.00281 2.33811 0.00012 0.00270 0.00125 0.00001 0.00022 2.96211 0.00095 0.00012 0.00014 0.00010 0.04296 Wilcoxon Asymp Z Sig -.405(a) -1.753(a) -.944(a) -.674(a) -.135(a) -1.483(a) -.944(a) -2.023(a) -.135(a) -.135(a) -1.219(a) -1.214(a) -.405(a) -1.214(a) -2.023(a) -.405(a) -.674(a) -2.023(a) -.405(a) -.944(a) -.405(a) -.944(a) -1.214(a) -1.214(a) -2.023(a) -1.214(a) -.674(a) -.135(a) -1.483(a) -1.214(a) -.535(a) -.730(a) -.674(a) -.405(a) -.135(a) -.405(a) -.674(a) -2.023(a) 0.686 0.08** 0.345 0.5 0.893 0.138 0.345 0.043* 0.893 0.893 0.223 0.225 0.686 0.225 0.043* 0.686 0.5 0.043* 0.686 0.345 0.686 0.345 0.225 0.225 0.043* 0.225 0.5 0.893 0.138 0.225 0.593 0.465 0.5 0.686 0.893 0.686 0.5 0.043* No 39 40 41 42 43 Emiten ENRG PNIN PNLF BBNP IIKP Ratarata Std.Dev Ratarata 0.04602 0.00397 0.04840 0.03239 0.00004 0.03228 0.00000 0.03286 0.03286 0.03635 0.00169 0.03607 0.03356 0.00006 0.03372 Sumber: data diolah Ket: * signifikan pada tingkat α 5% ** signifikan pada tingkat α 10% Std.Dev 0.00511 0.00018 0.00000 0.00137 0.00027 Z -.405(a) -1.105(a) .000(a) -.135(a) -1.095(a) Asymp Sig 0.686 0.269 1.00 0.893 0.273 Pada Tabel. 4.3 dapat dilihat bahwa rata-rata cost of equity capital saham pada 5 hari sebelum pengumuman right issue didapatkan cost of equity capital positif pada 36 perusahaan, cost of equity capital tertinggi terdapat pada PT. Bank NISP Tbk sebesar 0,16418 atau 16,416% sedangkan rata-rata cost of equity capital negatif didapatkan pada 7 perusahaan, cost of equity capital terendah terdapat pada PT. Bank Bumi Putra Indonesia Tbk sebesar -0,31708 atau -31,1708%. Ini berarti keputusan investasi untuk mendapatkan cost of equity capital terbaik ada pada saham PT. Bank NISP Tbk. Dan tidak berinvestasi pada PT. Bank Bumi Putra Indonesia Tbk yang menghasilkan cost of equity capital terendah. Sedangkan standar deviasi tertinggi pada 5 hari sebelum pengumuman right issue terdapat pada saham PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk sebesar 0,116260 dan terendah terdapat pada saham PT. Panin Life Tbk sebesar 0,00000. Ini berarti bahwa standar deviasi sebelum pengumuman right issue PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk paling tidak stabil dibandingkan dengan PT. Panin Life Tbk yang paling stabil sahamnya. Rata-rata cost of equity capital saham pada 5 hari setelah pengumuman right issue didapatkan cost of equity capital positif pada 34 perusahaan, cost of equity capital tertinggi terdapat pada PT. Sinar Mas Multi Arta Tbk sebesar 0,23039 atau 23,039% sedangkan rata-rata cost of equity capital negatif didapatkan pada 9 perusahaan, cost of equity capital terendah terdapat pada PT. Multipolar Tbk sebesar 0,93412 atau -93,412%. Ini berarti keputusan investasi untuk mendapatkan cost of equity capital terbaik ada pada saham PT. Sinar Mas Multi Arta Tbk. Dan tidak berinvestasi pada PT. Multipolar Tbk yang menghasilkan cost of equity capital terendah. Sedangkan standar deviasi tertinggi pada 5 hari setelah pengumuman right issue terdapat pada saham PT. Tunas Baru Lampung Tbk sebesar -2,96211 dan terendah terdapat pada saham PT. Panin Life Tbk sebesar 0,00000. Ini berarti bahwa standar deviasi setelah pengumuman right issue PT. Tunas Baru Lampung Tbk paling tidak stabil dibandingkan dengan PT. Panin Life Tbk yang paling stabil sahamnya. Pada analisis wilcoxon sign rank test, terlihat ada saham yang mempunyai perbedaan cost of equity capital yang signifikan antara 5 hari sebelum pengumuman right issue dengan 5 hari sesudah pengumuman right issue pada level signifikan 5% seperti PT. Bhakti Investam Tbk, PT. Asia Intiselera Tbk, PT. Maskapai Reasuransi Tbk, PT. Ultra Jaya Milk Tbk, serta Bank Bumi Putra Indonesia Tbk dimana tingkat probabilitasnya < 5% dan signifikan 10% seperti PT. Bentoel Internasional Investama Tbk dengan probabilitas < 10%. Hal ini disebabkan oleh adanya pengumuman right issue oleh emiten yang ditangkap oleh investor sebagai good news dimana harga saham akan terkoreksi yang menjadi lebih murah akan dimanfaatkan untuk menambah proporsi kepemilikan saham perusahaan dengan tingkat ekspektasi saham lebih tinggi karena harapan investor harga saham akan berubah naik sehingga investor akan mendapatkan capital gain yang lebih besar. Sedangkan untuk emiten saham lain pada analisis wilcoxon sign rank test terlihat bahwa tidak ada perbedaan cost of equity capital yang signifikan antara 5 hari sebelum pengumuman right issue dan lima hari setelah pengumuman right issue pada level signifikansi 5%, dimana tingkat probabilitas seluruh saham > 5% artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan cost of equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue. 2. Analisis Perbedaan Abnormal Return Sebelum dan Setelah Pengumuman Right Issue. Pengujian hipotesis perbedaan abnormal return dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum pengumuman (hari -5 sampai hari -1) dengan abnormal return setelah adanya pengumuman (hari +1 sampai +5). Tabel 4.4 Rata-rata Abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue Periode -5 -4 -3 -2 -1 Sebelum 1 2 3 4 5 sesudah AAR -0.0412 -0.0330 -0.0035 -0.1338 -0.0718 -0.05667 -0.0181 0.0019 -0.0045 -0.1981 -0.0888 -0.06150 Sumber: data diolah Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat dilihat rata-rata abnormal return sebelum tanggal pengumuman right issue dan sesudah pengumuman right issue tidak berfluktuasi selama periode pengamatan. Untuk menguji apakah terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue menggunakan wilcoxon sign test dengan tingkat α yang digunakan sebesar 5%. Hipotesis yang digunakan adalah: H0 : µ1 = µ2 Tidak terdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah pengumuman right issue. H1 : µ1 ≠ µ2 Terdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Sumber : data output SPSS AARSetelah – AARSebelum -.676(a) .499 Rata-rata abnormal return diatas memiliki nilai perhitungan P-value (Sig) diperoleh nilai sebesar 0,499 atau 49,9% untuk uji dua sisi. Dengan membandingkan nilai p-value (0,499) dengan nilai signifikansi pada α (5%). Dapat dilihat bahwa untuk uji dua sisi nilai p-value lebih besar daripada nilai signifikasi, sehingga keputusan yang diambil adalah H0 diterima artinya tidak ada perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya Taufiq (2002) menggunakan metode paired sample t-test menunjukkan bahwa publikasi right issue tidak mempunyai perbedaan terhadap variabilitas tingkat keuntungan. Rendahnya variabilitas tingkat keuntungan menyebabkan abnormal return tidak berbeda secara nyata dengan abnormal return sebelum dan sesudah publikasi. Hal ini dikarenakan periode waktu penelitian yang cukup singkat sehingga tidak dapat terlihat perbedaan abnormal return selama periode penelitian. 3. Analisis Perbedaan Bid Ask Spread Sebelum dan Setelah Pengumuman Right Issue. Pengujian hipotesis perbedaan bid ask spread dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara bid ask spread sebelum pengumuman (hari -5 sampai hari -1) dengan bid ask spread setelah adanya pengumuman (hari +1 sampai +5). Tabel 4.5 Spread Sebelum dan sesudah pengumuman right issue Periode -5 -4 -3 -2 -1 Sebelum 1 2 3 4 5 sesudah SPREAD 0.00820 0.10919 -0.00882 0.02281 -0.08451 0.009374 0.01312 -0.03838 -0.09398 0.07997 -0.02507 -0.01287 Sumber: data diolah Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat dilihat rata-rata spread pada saat sebelum pengumuman right issue dan sesudah pengumuman tidak berfluktuasi selama periode penelitian. Untuk menguji apakah terdapat perbedaan bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue menggunakan wilcoxon sign test dengan tingkat α yang digunakan sebesar 5%. Hipotesis yang digunakan adalah: H0 : µ1 = µ2 Tidak terdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah pengumuman right issue. H1 : µ1 ≠ µ2 Terdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Sumber: data output SPSS SpreadSetelah – SpreadSebelum -.998(a) .318 Rata-rata bid ask spread diatas memiliki nilai perhitungan P-value (Sig) diperoleh nilai sebesar 0,318 atau 31,8% untuk uji dua sisi. Dengan membandingkan nilai p-value (0,318) dengan nilai signifikansi pada α (5%). Dapat dilihat bahwa untuk uji dua sisi nilai p-value lebih besar daripada nilai signifikasi, sehingga keputusan yang diambil adalah H0 diterima artinya tidak ada perbedaan rata-rata bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mohammad Nizarul Alim dan Andrik C.K (2004) menunjukkan bahwa informasi pengumuman right issue telah menyebabkan perubahan bid ask spread yang signifikan untuk perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hal ini disebabkan harga saham perusahaan apabila melakukan right issue akan terkoreksi menjadi lebih murah. Harga saham yang menurun mengindikasikan bahwa saham tersebut tidak aktif diperdagangkan. Apabila suatu saham tidak aktif diperdagangkan, maka dealer akan lama menyimpan saham tersebut sebelum diperdagangkan. Sehingga tidak terjadi transaksi yang mengakibatkan tidak adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. 4. Analisis Perbedaan Cost of Equity Capital Sebelum dan Setelah Pengumuman Right Issue. Pengujian hipotesis perbedaan cost of equity capital dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara cost of equity capital sebelum pengumuman (hari -5 sampai hari -1) dengan cost of equity capital setelah adanya pengumuman (hari +1 sampai +5). Tabel 4.6 Cost of Equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue Periode -5 -4 -3 -2 -1 Sebelum 1 2 3 4 5 sesudah CEC 0.01603 0.01798 0.01695 0.02198 0.01946 0.01848 0.02392 0.02692 0.02193 -0.07371 -0.06872 -0.01393 Sumber: data diolah Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat dilihat rata-rata cost of equity capital pada saat sebelum pengumuman right issue dan sesudah pengumuman right issue tidak berfluktuasi selama periode penelitian. Untuk menguji apakah terdapat perbedaan cost of equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue menggunakan wilcoxon sign test dengan tingkat α yang digunakan sebesar 5%. Hipotesis yang digunakan adalah: H0 : µ1 = µ2 Tidak terdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah pengumuman right issue. H1 : µ1 ≠ µ2 Terdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Berikut ini adalah hasil pengujian statistik cost of equity capital saham sebelum dan sesudah pengumuman: Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah – CECSebelum -.692(a) .489 Sumber:data output SPSS Rata-rata cost of equity capital diatas memiliki nilai perhitungan Pvalue (Sig) diperoleh nilai sebesar 0,489 atau 48,9% untuk uji dua sisi. Dengan membandingkan nilai p-value (0,489) dengan nilai signifikansi pada α (5%). Dapat dilihat bahwa untuk uji dua sisi nilai p-value lebih besar daripada nilai signifikasi, sehingga keputusan yang diambil adalah H0 diterima artinya tidak ada perbedaan rata-rata cost of equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Dalam jangka waktu yang pendek para investor tidak dengan cepat mengambil keputusan dalam melakukan investasinya. Sehingga dalam waktu penelitian yang dilakukan tidak dapat dilihat perbedaan cost of equity capital dari investor. 5. Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue dan Asimetri Informasi Terhadap Cost of Equity Capital. a. Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji T dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik (Ghozali, 2005:110). Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: CEC 1.0 Expected Cum Prob 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob Grafik normal P-Plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta penyebarannya agak jauh dari garis diagonal, maka model diasumsikan normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 25 N Normal Parameters(a,b) Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Test distribution is Normal. b Calculated from data. .0000000 .15158604 .213 .175 -.213 1.064 .208 Besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 1,064 dan signifikan 0,208 hal ini berarti H0 diterima yang berarti data residual terdistribusi normal. b. Uji Asumsi Klasik Suatu model persamaan regresi dikatakan baik dan sesuai apabila telah memenuhi uji asumsi klasik yaitu untuk membuktikan bahwa persamaan tersebut tidak terjadi multikolonieritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas serta adanya distribusi data yang normal. 1). Uji Multikolonieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan (independen) adanya (Ghozali, korelasi 2005:91). antar Suatu variabel bebas model persamaan dinyatakan bebas dari masalah multikolonieritas jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) berada disekitar satu dan mempunyai nilai tolerance mendekati satu. Selain itu, besaran korelasi antar variabel bebas dari model persamaan regresi harus memiliki koefisien korelasi dibawah 0,5. Tabel 4.7 Hasil Uji Multikolinieritas Variabel TOL VIF Kesimpulan CAR 0.995 1.005 Tidak ada Multikolinieritas Spread 0.995 1.005 Tidak ada Multikolinieritas Sumber: data diolah Berdasarkan hasil yang terlihat pada Tabel 4.7 diatas terlihat bahwa semua variabel bebas menunjukkan nilai VIF di sekitar 1 dan nilai tolerance yang mendekati 1. Tabel 4.8 terlihat bahwa tidak terdapat nilai korelasi antar variabel bebas yang melebihi 0,5. Nilai korelasi tertinggi sebesar 0,65 atau sekitar 65% yaitu antara variabel CAR dengan variabel Spread. Oleh karena korelasi ini masih dibawah 95%, maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolonieritas yang serius. Tabel 4.8 Coefficient Correlations(a) Model 1 Spread Correlations Spread Covariances CAR Spread CAR CAR 1.000 .065 .065 1.000 .000 .000 .000 .000 a Dependent Variable: CEC 2). Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2005:65). Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan Durbin-Watson (DW). Model Summary(b) Model 1 R .747(a) R Square .558 Adjusted R Square .518 Std. Error of the Estimate .15832646 Durbin-Watson 2.441 a Predictors: (Constant), Spread, CAR b Dependent Variable: CEC Berdasarkan tabel Durbin Watson dengan α = 5% dan banyaknya variabel penjelas x dalam model regresi adalah 2 serta jumlah sampel 25, didapat nilai batas bawah (dI) sebesar 1,206 dan batas atas (du) sebesar 1,550. Dari hasil pengolahan data dengan SPSS didapat nilai DW sebesar 2,441. Tabel 4.9 merupakan rangkuman hasil pengolahan data tersebut. Tabel 4.9 Hasil Uji Autokorelasi dI Du 4-du 4-dI DW Kesimpulan 1,206 1,550 2,450 2,794 2,441 Tidak ada Autokorelasi Sumber: data diolah Gambar 4.2 Hasil Uji Autokorelasi 1,206 1,550 2,441 2,450 2,794 Gambar 4.2 terlihat bahwa nilai DW terletak diantara du dan 4-du, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah autokorelasi dalam model persamaan tersebut. 3). Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan berdasarkan scatterplots dari hasil pengolahan data dengan SPSS 12. Scatterplot Dependent Variable: CEC Regression Studentized Residual 4 2 0 -2 -4 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value Grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. c. Uji Koefisien Determinansi (R2) Koefisien determinasi digunakan untuk menguji goodness-fit dari model regresi. Besarnya nilai R Square sebesar 0,558 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independen sebesar 55,8%. Sedangkan sisanya 44,2% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi. Model Summary(b) Model 1 R .747(a) R Square .558 Adjusted R Square .518 a Predictors: (Constant), Spread, CAR b Dependent Variable: CEC d. Uji Signifikansi Parsial (Uji T) Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.10 Tabel 4.10 Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) CAR Spread B 0.08372 Std. Error .035 0.07588 0.00045 .014 .001 Standardized Coefficients t Sig. Beta .749 .056 2.365 .027 5.270 .396 .000 .696 a Dependent Variable: CEC 1). Variabel CAR (Cumulative Abnormal Return) Uji T yang telah dilakukan pada variabel CAR terhadap CEC, diketahui bahwa nilai p-value > α (0,000 < 0,05) yang berarti signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel CAR mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap CEC dalam menjelaskan hubungan antara CAR dengan CEC atau H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti CAR mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap CEC. 2). Variabel Spread Uji T yang telah dilakukan pada variabel Spread terhadap CEC, diketahui bahwa nilai p-value > α (0,696 > 0,05) yang berarti tidak signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel spread tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap CEC dalam menjelaskan hubungan antara spread dengan CEC atau H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti spread tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap CEC. e. Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji F bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas yang digunakan dalam model regresi yaitu CAR dan Spread mampu menjelaskan variabel tidak bebasnya, yaitu CEC. Hasil F test ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel ANOVA. Hasil F test menunjukkan variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen jika p-value (pada kolom signifikan) lebih kecil dari level of significant yang ditentukan yaitu sebesar 0,05. Berdasarkan pengolahan data dengan program SPSS, hasil pengujian untuk uji F tertera dalam Tabel 4.11. Tabel 4.11 ANOVA(b) Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares .696 .551 1.248 a Predictors: (Constant), Spread, CAR b Dependent Variable: CEC Df 2 22 Mean Square .348 .025 F 13.888 24 Tabel 4.11 ANOVA mengenai hasil uji secara simultan atau uji F terlihat bahwa p-value < α (0,000<0,05) artinya signifikan yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak atau terdapat pengaruh secara bersama- Sig. .000(a) sama atau simultan yang signifikan antara variabel independen CAR dan spread terhadap variabel dependen, yaitu CEC. f. Analisis Regresi Berganda dan Interpretasi Tabel 4.12 Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) CAR Spread B 0.08372 Std. Error .035 0.07588 0.00045 .014 .001 Standardized Coefficients Beta .749 .056 a Dependent Variable: CEC Berdasarkan tabel diatas maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y=0,08372+0,07588CAR+0,00045Spread+εi Hasil diatas diinterpretasikan jika nilai dari variabel CAR dan spread sebesar nol satuan, maka CEC pada perusahaan sebesar 0,08372 yaitu sebesar bilangan konstanta. Dua variabel yang diteliti secara parsial signifikan dan berpengaruh terhadap CEC yaitu CAR dengan nilai signifikansi 0,000< α 5%. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel CAR mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel CEC dengan koefisien regresi sebesar 0,07588 yang artinya jika nilai variabel CAR terjadi peningkatan sebesar satu satuan dan variabel lainnya tetap maka CEC akan bertambah sebesar 0,07588 atau sebesar koefisien regresinya. Ini menunjukkan bahwa variabel CAR mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap variabel CEC. Hal ini sesuai dengan teori dimana besarnya tingkat abnormal return yang dimiliki perusahaan akan memberikan dampak kepada cost of equity capital yang dimiliki oleh investor. Apabila terdapat informasi adanya abnormal return yang diperoleh para investor meningkat hal ini akan menjadi informasi yang baik (good news) bagi investor sehingga cost of equity capitalnya juga akan meningkat. Dan sebaliknya apabila abnormal return yang didapatkan oleh investor menurun akan menjadi informasi yang tidak menguntungkan (bad news) yang akan menyebabkan cost of equity capital perusahaan akan cenderung menurun. Hal mendasar dalam dalam proses keputusan investasi yang dilakukan oleh para investor dipengaruhi oleh expected return dan resiko suatu investasi. Semakin besar resiko yang harus ditanggung maka semakin besar pula tingkat expected return. Variabel lain dalam penelitian ini adalah variabel bid ask spread yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap cost of equity capital. Dalam teori seharusnya apabila harga saham perusahaan yang melakukan right issue menurun dengan adanya peningkatan asimetri informasi artinya cost of equity capital juga akan meningkat. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Puput Tri Komalasari dan Zaki Baridwan (2001) mengenai pengaruh asimetri informasi yang diukur dengan spread, terhadap cost of equity capital. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara asimetri informasi dengan cost of equity capital, yang berarti semakin kecil asimetri informasi yang terjadi diantara partisipan pasar modal, maka semakin kecil cost of equity capital yang ditanggung oleh perusahaan. Hal ini disebabkan karena sampel penelitian yang digunakan peneliti berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan seluruh perusahaan go public bukan perusahaan yang melakukan corporate action seperti right issue. Sehingga sampel yang digunakan lebih banyak dari peneliti. Serta waktu penelitian yang relatif lebih singkat dikarenakan menggunakan metode event study yakni meneliti direntang waktu yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti yaitu 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah pengumuman right issue. Dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan yang melakukan right issue ditangkap sebagai informasi yang tidak mempengaruhi keputusan investor terhadap tingkat ekspektasi investor. Harga saham perusahaan yang melakukan right issue akan terkoreksi lebih rendah sehingga menyebabkan investor menahan sahamnya yang akan menyebabkan meningkatnya bid ask spread saham tersebut sehingga cost of equity capital investor tidak akan berpengaruh karena informasi right issue ditangkap sebagai informasi yang tidak menguntungkan. BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya mengenai pengaruh pengumuman right issue dan asimetri informasi terhadap cost of equity capital. Maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Tidak terdapat perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Taufiq (2002) yang menunjukkan bahwa publikasi right issue tidak mempunyai perbedaan terhadap variabilitas tingkat keuntungan. Rendahnya variabilitas tingkat keuntungan menyebabkan abnormal return tidak berbeda secara nyata dengan abnormal return sebelum dan sesudah publikasi. 2. Tidak terdapat perbedaan rata-rata bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya oleh Mohammad Nizarul Alim dan Andrik C.K (2004) menunjukkan bahwa informasi pengumuman right issue telah menyebabkan perubahan bid ask spread yang signifikan untuk perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Perbedaan hasil penelitian ini disebabkan oleh harga saham perusahaan apabila melakukan right issue akan terkoreksi menjadi lebih murah. Harga saham yang menurun mengindikasikan bahwa saham tersebut tidak aktif diperdagangkan. Apabila suatu saham tidak aktif diperdagangkan, maka dealer akan lama menyimpan saham tersebut sebelum diperdagangkan. Sehingga tidak terjadi transaksi yang mengakibatkan tidak adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman right issue. 3. Tidak terdapat perbedaan rata-rata cost of equity capital sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Hal ini disebabkan dalam rentang waktu penelitian terlalu pendek yakni 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah pengumuman right issue serta informasi yang dimiliki oleh investor mengenai perusahaan yang melakukan right issue belum dapat menghasilkan keputusan investasi yang akan diambil. Oleh karena itu, dalam waktu yang singkat tersebut belum dapat diteliti mengenai cost of equity capital yang diharapkan oleh investor juga tidak terdapat perbedaan. 4. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa variabel CAR berpengaruh signifikan terhadap cost of equity capital. Hal ini disebabkan oleh harga saham perusahaan yang melakukan right issue akan terkoreksi menurun karena meningkatnya penawaran akan saham tersebut kepada para investor dengan menawarkan tingkat pengembalian hasil yang lebih tinggi ketimbang saham lain yang akan membuat investor tertarik untuk melakukannya. 5. Berdasarkan koefisien determinasi terlihat bahwa besarnya 0,558. Hal ini berarti 55,8% variabel cost of equity capital dapat dijelaskan oleh variabel CAR dan spread, sedangkan sisanya yaitu 44,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. B. Implikasi 1. Bagi Investor Keputusan investasi yang diambil oleh para investor adalah dengan memperhatikan bagaimana kinerja suatu perusahaan yang tercermin pada harga saham perusahaan tersebut. Melalui kinerja perusahaan yang melaksanakan right issue dapat diperhatikan return yang terjadi di sekitar tanggal efektif. Sehingga investor mampu berpikir rasional atas investasinya dalam saham emiten yang melakukan right issue. Karena apabila perusahaan melakukan right issue informasi mengenai right issue akan ditangkap sebagai informasi yang menguntungkan (good news) atau sebagai informasi yang tidak menguntungkan (bad news). 2. Bagi Emiten Right issue merupakan salah satu cara yang diambil oleh emiten untuk memperoleh modal. Oleh karena emiten memerlukan modal emiten harus mampu mempersiapkan kondisi perusahaan yang lebih baik khususnya yang berkaitan dengan kinerja perusahaan. Dengan perusahaan yang memiliki kinerja perusahaan maka investor akan melihatnya sebagai informasi yang menguntungkan (good news) sehingga investor akan menanamkan modalnya. DAFTAR PUSTAKA Alhusin, Syahri. Aplikasi Statistik Praktis dengan Menggunakan SPSS 10 for windows. J and J Learning. Yogyakarta. 2002. Alim, Moh. Nizarul.“Right issue dan Informasi Asimetri”. Balance.Volume 1/No.2/April-September 2004. Baridwan,Zaki & Budiarto, Arif. Pengaruh Pengumuman Right Issue terhadap Tingkat Keuntungan dan Likuiditas Saham di Bursa Efek Jakarta Periode 1994-1996. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol 2, No. 1, Januari 1996. Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Dipenogoro. Semarang. 2005. Jakarta Stock Exchange. JSX Statistic 2002. Jakarta: JSX Research and Development Division. 2002. -------------. JSX Statistic 2003. Jakarta: JSX Research and Development Division. 2003. -------------. JSX Statistic 2004. Jakarta: JSX Research and Development Division. 2004. -------------. JSX Statistic 2005. Jakarta: JSX Research and Development Division. 2005. -------------. JSX Statistic 2006. Jakarta: JSX Research and Development Division. 2006. James C. Van Horne & M. Wachowizs. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. PT. Salemba empat. Jakarta. 2007. Juniarti dan Yunita, Frency. “Pengaruh Tingkat Disclosure Terhadap Biaya Equitas”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan”, Vol. 5 No.2 Nopember 2003. Halim, Abdul. Analisis Investasi. Salemba Empat. Jakarta. 2005 Herdjoeno, Jones Donny. Tesis “Pengaruh Right Issue Terhadap Kinerja Harga Saham serta Kaitannya dengan Efisiensi Pasar Modal: Suatu Even Study pada Bursa Efek Jakarta.”. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1994. Husnan, Suad. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. AMP YKPN. Yogyakarta. 2001. Khotimah, Khusnul. Skripsi “Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue terhadap Kinerja Perusahaan”. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Jakarta.2006. Komalasari, Puput Tri., dan Baridwan, Zaki. “Asimetri Informasi dan Cost of Equity Capital. JRAI, vol.4, No.1, Januari 2001. Manurung, Alder Haymans. Teori Stuktur Modal: Sebuah Survei. Usahawan No. 94 TH XXXIII April 2004. Mardiyah, Aida ainul. “Pengaruh Informasi Asimetri dan Disclosure terhadap Cost of Capital”. JRAI, vol. 5, No. 2, Mei 2002. Muharani, Lila. Skripsi “Analisis Kinerja Keuangan terhadap Return Saham”. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. UIN Jakarta. 2008. Nasrudin. “Analisis Pengaruh Stocksplit Terhadap Return Saham Dan Likuiditas Perdagangan Saham”. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. UIN Jakarta.2006. Nany, Magdalena. “Analisis Pengaruh Harga Saham, Return Saham, Varian Return Saham, Earning dan Volume Perdagangan terhadap Bid Ask Spread Sbelum dan Sesudah Pengumuman Laporan Keuangan” (Studi Empiris pada Saham LQ45 di Bursa Efek Jakarta). Perspektif, Volume 9 Nomor 1 Juni 2004. Nugroho, Bhuono. Strategi Jitu memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Penerbit Andi. Yogyakarta. 2005. Putra, I Nyoman Wijana Asmara. “Pengaruh Right Issue Terhadap Kinerja Perusahaan di Bursa Efek Jakarta tahun 1996-1999”. Buletin Studi Ekonomi. Volume 11 No. 1 Tahun 2006. Rodoni, Ahmad. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. CSEC Press. Jakarta. 2006. Safitriningrum, Istiqomah. Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue Terhadap Reaksi Harga Pasar Suatu Even Study di Beursa Efek Jakarta pada Periode Pasca Krisis Ekonomi. Pacasarjana Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia. 2004 Sari, Prima Yusi. Right Issue dan Tingkat Keuntungan Setelah Cum Date. Jurnal Manajemen Indonesia. Vol 1 No1 2002: 72-81. Sjahrial, Dermawan. Bank dan Lembaga Keuangan. BPFE. 2006. Siamat, Dahlan. Manajemen Keuangan. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia. Jakarta. 2004. Subhanallah. Skripsi “ Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue Terhadap Rasio Keuangan”. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Jakarta.2005. Sularso, Andi. “Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga Saham (Return) Sebelum dan Sesudah Ex-Divien Date di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 5 No.1 Mei 2003. Surjadi, Merna. Faktor-faktor Penentu Reaksi Harga Saham Sebagai Dampak Pengumuman Right Issue. Pascasarjana Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia. 2006. Taufiq, M. “Pengaruh Publikasi Right Issue Terhadap Abnormal Return Saham di Bursa Efek Jakarta Tahun 1999-2001”. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, vol. 2 No.4 Sptember 2002 : 53-57. 2002. Tejowinoto, Joko. “Hubungan antara Pengungkapan, Asimetri Informasi, dan Biaya Modal”. Jurnal Akuntansi/Th.VIII/01/Mei/2004:81-97.2004 Yusbardini. “Cost of Equity Sebagai Landasan Pengambilan Keputusan”. Jurnal Akuntansi/Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara/Th.II/02/1998 :47-51.1998. Lampiran 4. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2002 NPar Tests AAR ABDA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.674(a) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR RMBA Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR NISP Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR MEGA Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum Z -.135(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR SDPC Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum Z Asymp. Sig. (2-tailed) -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BNII Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR ARNA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. AARSetelah - AARSebelum -.135(a) .893 b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BHIT Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum Z -.135(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 5. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2003 NPar Tests AAR INTP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR AISA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.405(a) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR TIRT Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR SMMA Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum Z Asymp. Sig. (2-tailed) -.944(a) .345 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BVIC Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum Z -.674(a) .500 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BCIC Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -1.753(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 6. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2004 NPar Tests AAR ABDA Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR CNKO Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -1.753(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR ULTJ Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR ADES Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BNBR Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -1.214(a) .225 AARSetelah - AARsebelum -1.214(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR RICY Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR AKRA Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 7. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2005 NPar Tests Abnormal Return PLAS Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -1.483(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .138 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return KREN Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return MREI Test Statistics(b) Z AARSetelah - AARsebelum -.674(a) Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return ARTA .500 Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.674(a) .500 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return MLPL Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) .686 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests ABnormal Return PBRX Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests ABnormal Return IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 8. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2006 NPar Tests Abnormal Return MEGA Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum Z -.944(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .345 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.674(a) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test .500 NPar Tests Abnormal Return TCID Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum -.135(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return TBLA Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return PNBN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.944(a) .345 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return BKSL Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return ELTY Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -2.023(a) .043 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return BABP Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum Z -.405(a) .686 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return PNLF Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.674(a) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return PNIN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.405(a) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return ENRG Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum -.135(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return BBNP Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum Z -.405(a) .686 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return IIKP Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum Z Asymp. Sig. (2-tailed) -.405(a) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 9. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2002 NPar Tests Spread ABDA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.095(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .273 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread RMBA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -2.023(a) .043 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread NISP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread MEGA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum Z -.535(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .593 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread SDPC Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum Z -1.753(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BNII Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -2.060(a) .039 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread ARNA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum Z -1.633(a) Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BHIT Test Statistics(b) .102 SpreadSetelah - SpreadSebelum Z -.135(a) .893 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 10. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2003 NPar Tests Spread INTP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.137(a) .891 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread AISA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.944(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .345 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread TIRT Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum Z -1.461(a) .144 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.342(a) .180 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread SMMA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.214(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BVIC Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum Z -1.069(a) .285 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BCIC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.447(a) .655 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 11. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2004 NPar Tests SPread ABDA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread CNKO Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.761(a) .078 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread ULTJ Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.753(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread ADES Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.816(a) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BNBR Test Statistics(b) .414 SpreadSetelah - SpreadSebelum Z .000(a) 1.000 a The sum of negative ranks equals the sum of positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Asymp. Sig. (2-tailed) NPar Tests Spread RICY Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread AKRA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.732(a) .083 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 12. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2005 NPar Tests Spread PLAS Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.826(a) .068 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread KREN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.732(a) .083 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread MREI Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.135(a) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread ARTA .893 Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread MLPL Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.134(a) .257 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread PBRX Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.135(a) .892 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.000(a) .317 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 13. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2006 NPar Tests Bid ask Spread MEGA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -2.032(a) .042 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -.137(a) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test .891 NPar Tests Bid Ask Spread TCID Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.214(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread TBLA Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum Z -.677(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .498 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread PNBN Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.236(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .216 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread BKSL Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -.447(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .655 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.841(a) .066 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread ELTY Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum Z Asymp. Sig. (2-tailed) -1.000(a) .317 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread BABP Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -.406(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .684 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread PNLF Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum .000(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) 1.000 a The sum of negative ranks equals the sum of positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread PNIN Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.461(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .144 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread ENRG Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -2.023(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread BBNP Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -.378(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .705 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -2.023(a) .043 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 14. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2002 NPar Tests CEC ABDA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.405(a) .686 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC RMBA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.753(a) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC NISP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.944(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .345 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC MEGA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC SDPC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BNII Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.483(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .138 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ARNA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.944(a) .345 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BHIT Test Statistics(b) Z CECSetelah - CECSebelum -2.023(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 15. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2003 NPar Tests CEC INTP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.219(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .223 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC AISA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -2.023(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC TIRT Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Z NPar Tests CEC BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) .225 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC SMMA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BVIC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BCIC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 16. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2004 NPar Tests CEC ABDA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC CNKO Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ULTJ Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -2.023(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ADES Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BNBR Test Statistics(b) Z CECSetelah - CECSebelum -.944(a) Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC RICY .345 Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.405(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC AKRA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.944(a) .345 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 17. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2005 NPar Tests CEC PLAS Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar TestsCEC KREN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) .225 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC MREI Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -2.023(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ARTA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test -1.214(a) .225 NPar Tests CEC MLPL Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.674(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC PBRX Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.483(a) .138 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 18. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2006 NPar Tests CEC MEGA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Z NPar Tests CEC BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.535(a) .593 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC TCID Test Statistics(b) Z CECSetelah - CECSebelum -.730(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .465 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC TBLA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC PNBN Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.405(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BKSL Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.135(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC IIKP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ELTY Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BABP Test Statistics(b) Z CECSetelah - CECSebelum -2.023(a) Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test .043 NPar Tests CEC PNLF Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum .000(a) 1.000 a The sum of negative ranks equals the sum of positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC PNIN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.105(a) .269 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ENRG Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Z NPar Tests CEC BBNP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.135(a) .893 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC IIKP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.095(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .273 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Z NPar Tests Descriptive Statistics N Unstandardized Residual 25 Mean .0000000 Std. Deviation .15158604 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Minimum -.39202 Maximum .38281 Unstandardized Residual 25 .0000000 N Normal Parameters(a,b) Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute .15158604 .213 Positive Negative .175 -.213 1.064 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) .208 a Test distribution is Normal. b Calculated from data. Regression Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Removed Spread, CAR(a) Method . Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: CEC Model Summary(b) Adjusted R R R Square Square .747(a) .558 .518 a Predictors: (Constant), Spread, CAR b Dependent Variable: CEC Std. Error of the Estimate .15832646 Model 1 Durbin-Watson 2.441 ANOVA(b) Model 1 Regression Sum of Squares .696 Residual Total df 2 .551 1.248 Mean Square .348 22 24 F 13.888 Sig. .000(a) Sig. Collinearity Statistics .025 a Predictors: (Constant), Spread, CAR b Dependent Variable: CEC Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model B 1 Standardized Coefficients (Constant) CAR .084 Std. Error .035 .076 .014 Spread .000 .001 t Beta Tolerance VIF 2.365 .027 .749 5.270 .000 .995 1.005 .056 .396 .696 .995 1.005 a Dependent Variable: CEC Coefficient Correlations(a) Model 1 Correlations Spread Covariances CAR Spread Spread 1.000 .068 CAR .068 1.000 .000 .000 .000 .000 CAR a Dependent Variable: CEC Collinearity Diagnostics(a) Model Dimension 1 1 2 Eigenvalue 3 Condition Index Variance Proportions 1.464 1.000 (Constant) .27 .977 .559 1.224 1.618 .00 .73 CAR .22 Spread .09 .21 .58 .74 .18 a Dependent Variable: CEC Residuals Statistics(a) Predicted Value Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std. Residual Stud. Residual Deleted Residual Stud. Deleted Residual Mahal. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a Dependent Variable: CEC Minimum .0837537 Maximum .7815894 Mean .1582336 Std. Deviation .17032881 -.437 3.660 .000 1.000 25 .032 .158 .046 .031 25 .0763855 17.4482269 .8346229 3.46403905 25 -.39201918 -2.476 .38281056 2.418 .00000000 .000 .15158604 .957 25 25 N 25 -3.029 3.816 -.083 1.338 25 -17.31327820 -3.876 .95346874 6.411 -.67638928 -.054 3.47501072 1.848 25 25 .023 .000 23.022 3982.877 1.920 159.662 5.226 796.504 25 25 .001 .959 .080 .218 25 Histogram Dependent Variable: CEC 12 Frequency 10 8 6 4 2 Mean = -1.94E-16 Std. Dev. = 0.957 N = 25 0 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Residual 3 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: CEC 1.0 Expected Cum Prob 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 Observed Cum Prob 0.8 1.0 Scatterplot Dependent Variable: CEC Regression Studentized Residual 4 2 0 -2 -4 -1 0 1 2 3 4 Regression Standardized Predicted Value Lampiran 4. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2002 NPar Tests AAR ABDA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.674(a) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR RMBA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.674(a) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR NISP Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum Z -.674(a) .500 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR MEGA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR SDPC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BNII Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum Z Asymp. Sig. (2-tailed) -.405(a) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR ARNA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BHIT Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 5. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2003 NPar Tests AAR INTP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR AISA AARSetelah - AARSebelum -.135(a) .893 Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -.405(a) .686 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR TIRT Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -.135(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BBIA Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR SMMA Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -.944(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .345 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BVIC Test Statistics(b) AARSetelah - AARSebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BCIC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARSebelum -1.753(a) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 6. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2004 NPar Tests AAR ABDA Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR CNKO Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -1.753(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR ULTJ Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR ADES Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -1.214(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .225 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR BNBR Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum Z -1.214(a) .225 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR RICY Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests AAR AKRA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 7. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2005 NPar Tests Abnormal Return PLAS Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -1.483(a) .138 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return KREN Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return MREI Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARsebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return ARTA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARsebelum -.674(a) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return MLPL Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests ABnormal Return PBRX Test Statistics(b) Z AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests ABnormal Return IIKP Test Statistics(b) AARSetelah - AARsebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 8. Hasil Output SPSS Uji Wilcoxon Abnormal Return tahun 2006 NPar Tests Abnormal Return MEGA Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum Z -.944(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .345 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return TCID Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum -.135(a) .893 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return TBLA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return PNBN Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum Z -.944(a) .345 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return BKSL Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return IIKP Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return ELTY Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -2.023(a) .043 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return BABP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.405(a) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return PNLF Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.674(a) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return PNIN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) ARsesudah - ARsebelum -.405(a) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test .686 NPar Tests Abnormal Return ENRG Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum -.135(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return BBNP Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum -.405(a) .686 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Abnormal Return IIKP Test Statistics(b) ARsesudah - ARsebelum Z -.405(a) .686 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 9. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2002 NPar Tests Spread ABDA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.095(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .273 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread RMBA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -2.023(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread NISP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread MEGA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum Z -.535(a) .593 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread SDPC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.753(a) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BNII Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -2.060(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .039 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread ARNA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.633(a) .102 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BHIT Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 10. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2003 NPar Tests Spread INTP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.137(a) .891 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread AISA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum Z -.944(a) .345 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread TIRT Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.461(a) .144 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.342(a) .180 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread SMMA Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.214(a) .225 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BVIC Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.069(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .285 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BCIC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.447(a) .655 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 11. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2004 NPar Tests SPread ABDA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread CNKO Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.761(a) .078 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread ULTJ Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.753(a) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread ADES Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.816(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .414 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread BNBR Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum .000(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) 1.000 a The sum of negative ranks equals the sum of positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread RICY Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread AKRA Test Statistics(b) Z SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.732(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .083 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 12. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2005 NPar Tests Spread PLAS Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.826(a) .068 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread KREN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.732(a) .083 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread MREI Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread ARTA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.674(a) .500 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread MLPL Test Statistics(b) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.134(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .257 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread PBRX Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -.135(a) .892 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Spread IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) SpreadSetelah - SpreadSebelum -1.000(a) .317 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 13. Hasil Output SPSS Bid Ask Spread Tahun 2006 NPar Tests Bid ask Spread MEGA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -2.032(a) .042 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -.137(a) .891 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread TCID Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.214(a) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread TBLA Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum Z -.677(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .498 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread PNBN Test Statistics(b) Z Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.236(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .216 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread BKSL Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -.447(a) .655 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.841(a) .066 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread ELTY Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.000(a) .317 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread BABP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -.406(a) .684 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread PNLF Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum .000(a) 1.000 a The sum of negative ranks equals the sum of positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread PNIN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. Spreadsetelah - Spreadsebelum -1.461(a) .144 b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread ENRG Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -2.023(a) .043 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread BBNP Test Statistics(b) Spreadsetelah - Spreadsebelum -.378(a) .705 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Bid Ask Spread IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) Spreadsetelah - Spreadsebelum -2.023(a) .043 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 14. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2002 NPar Tests CEC ABDA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC RMBA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.753(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .080 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC NISP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.944(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .345 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC MEGA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.674(a) .500 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC SDPC Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BNII Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.483(a) .138 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ARNA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.944(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .345 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BHIT Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -2.023(a) .043 Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 15. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2003 NPar Tests CEC INTP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.219(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .223 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC AISA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -2.023(a) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test .043 NPar Tests CEC TIRT Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BBIA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .225 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC SMMA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BVIC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BCIC Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 16. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2004 NPar Tests CEC ABDA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test .686 NPar Tests CEC CNKO Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ULTJ Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -2.023(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ADES Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BNBR Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.944(a) .345 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC RICY Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.405(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC AKRA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.944(a) .345 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 17. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2005 NPar Tests CEC PLAS Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar TestsCEC KREN Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -1.214(a) .225 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC MREI Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -2.023(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ARTA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -1.214(a) .225 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC MLPL Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.674(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC PBRX Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) .893 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC IIKP Test Statistics(b) Z CECSetelah - CECSebelum -1.483(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .138 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Lampiran 18. Hasil Output SPSS Uji wilcoxon CEC Tahun 2006 NPar Tests CEC MEGA Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -1.214(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .225 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BBIA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.535(a) .593 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC TCID Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.730(a) .465 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC TBLA Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.674(a) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC PNBN Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.405(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BKSL Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.135(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC IIKP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.405(a) .686 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ELTY Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -.674(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .500 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BABP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -2.023(a) Asymp. Sig. (2-tailed) .043 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Z NPar Tests CEC PNLF Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum .000(a) Asymp. Sig. (2-tailed) 1.000 a The sum of negative ranks equals the sum of positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test Z NPar Tests CEC PNIN Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -1.105(a) .269 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC ENRG Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum Z -.405(a) .686 Asymp. Sig. (2-tailed) a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC BBNP Test Statistics(b) Z Asymp. Sig. (2-tailed) CECSetelah - CECSebelum -.135(a) .893 a Based on positive ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests CEC IIKP Test Statistics(b) CECSetelah - CECSebelum -1.095(a) Z Asymp. Sig. (2-tailed) .273 a Based on negative ranks. b Wilcoxon Signed Ranks Test NPar Tests Descriptive Statistics N Unstandardized Residual 25 Mean .0000000 Std. Deviation .15158604 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 25 N Normal Parameters(a,b) Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Test distribution is Normal. b Calculated from data. .0000000 .15158604 .213 .175 -.213 1.064 .208 Minimum -.39202 Maximum .38281 Regression Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Removed Spread, CAR(a) Method . Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: CEC Model Summary(b) Model 1 R .747(a) R Square .558 Adjusted R Square .518 Std. Error of the Estimate .15832646 Durbin-Watson 2.441 a Predictors: (Constant), Spread, CAR b Dependent Variable: CEC ANOVA(b) Model 1 Sum of Squares .696 .551 Regression Residual Total df Mean Square 2 22 1.248 a Predictors: (Constant), Spread, CAR b Dependent Variable: CEC .348 .025 F Sig. 13.888 .000(a) Sig. Collinearity Statistics 24 Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model B 1 (Constant) .084 .076 CAR Spread Standardized Coefficients Std. Error .035 .014 .000 a Dependent Variable: CEC t Beta .001 Tolerance .749 .027 .000 .995 1.005 .056 .396 .696 .995 1.005 Coefficient Correlations(a) Model 1 Correlations Spread Covariances CAR Spread CAR Spread 1.000 .068 CAR .068 1.000 .000 .000 .000 .000 a Dependent Variable: CEC Collinearity Diagnostics(a) Model Dimension Eigenvalue Condition Index VIF 2.365 5.270 Variance Proportions (Constant) 1 1 2 3 CAR Spread 1.464 .977 1.000 1.224 .27 .00 .22 .21 .09 .74 .559 1.618 .73 .58 .18 a Dependent Variable: CEC Residuals Statistics(a) Minimum Predicted Value Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std. Residual Stud. Residual Deleted Residual Stud. Deleted Residual Mahal. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a Dependent Variable: CEC Maximum Mean Std. Deviation N .0837537 -.437 .7815894 3.660 .1582336 .000 .17032881 1.000 25 25 .032 .158 .046 .031 25 .0763855 -.39201918 -2.476 -3.029 17.4482269 .38281056 2.418 3.816 .8346229 .00000000 .000 -.083 3.46403905 .15158604 .957 1.338 25 25 25 25 -17.31327820 .95346874 -.67638928 3.47501072 25 -3.876 .023 6.411 23.022 -.054 1.920 1.848 5.226 25 25 .000 .001 3982.877 .959 159.662 .080 796.504 .218 25 25 Histogram Dependent Variable: CEC 12 Frequency 10 8 6 4 2 Mean = -1.94E-16 Std. Dev. = 0.957 N = 25 0 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Residual 3 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: CEC 1.0 Expected Cum Prob 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 Observed Cum Prob 0.8 1.0 Scatterplot Dependent Variable: CEC Regression Studentized Residual 4 2 0 -2 -4 -1 0 1 2 3 Regression Standardized Predicted Value 4