Neurologi

advertisement
Fakultas Fisioterapi
Neurologi
Abstrak
Wanda Maria Nadiyensi
wandamaria.weblog.esaunggul.ac.id
201266038
eurologi adalah cabang dari ilmu
kedokteran yang menangani
kelainan pada sistem saraf.
Dokter yang mengkhususkan
dirinya pada bidang neurologi
disebut neurolog dan memiliki
kemampuan untuk mendiagnosis, merawat,
dan memanejemen pasien dan kelainan
saraf. Dalam mempelajari sistem saraf,
dikenal dua sistem saraf yang utama yaitu,
sistem saraf pusat dan system saraf
tepi(perifer).Sistem saraf pusat adalah
bagian yang terpenting dari seluruh sistem
saraf dalam tubuh. Sistem saraf pusat adalah
bagian yang anatomi tubuh yang sangat
lunak, Sehingga secara evolusi, bagian ini
dilindungi oleh tengkorak dan ruas-ruas
tulang belakang. Sistem saraf pusat, dibagi
menjadi dua bagian yaitu otak/cerebrum
(encephalon) dan sumsum tulang belakang
(medulla spinalis). Karena bagian-bagian
dari sistem saraf pusat ini adalah bagian
yang sangat, maka selain dilindungi oleh
tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang,
juga dilapisan tiga lapisan membran, yang
disebut dengan membrane meninges. Jika
membaran ini mengalami infeksi, maka
akan mengalami radang yang disebut
dengan radang meningitis (radang otak).
Membran meninges itu antara lain:
N
1
Wanda Maria Nadiyensi
Piameter:
Lapisan
terdalam
yang
mempunyai bentuk disesuaikan dengan
lipatan-lipatan permukaan otak.
Arachnoidea mater: disebut demikian karena
bentuknya seperti sarang labah-labah. Di
dalamnya terdapat cairan yang disebut
liquor cerebrospinalis; semacam cairan
limfa yang mengisi sela sela membran
araknoid. Fungsi selaput arachnoidea adalah
sebagai bantalan untuk melindungi otak dari
bahaya kerusakan mekanik.
Durameter: terdiri dari dua lapisan, yang
terluar bersatu dengan tengkorak sebagai
endostium, dan lapisan lain sebagai
duramater yang mudah dilepaskan dari
tulang kepala. Di antara tulang kepala
dengan duramater terdapat rongga epidural.
SEREBRUM/OTAK
Secara anatomis, otak dibagi menjadi 4
lobus yang mempunyai fungsi yang
berbeda-beda:
Lobus Frontal
Terlihat dalam mental, emosi dan fungsi
fisik, bagian anterior (depan atas)
mempunyai peran dalam tingkah laku tidak
sadar. Misalnya: kepribadian, tingkah laku
social, memberi pendapat dan aktifitas
itelektual, bagian sentral posterior (depan
belakang) mengatur fungsi motorik.
Lobus Pariental
Fakultas Fisioterapi
Menterjemahkan input sensorik, sensasi
yang dirasakan pada suatu sisi bagian tubuh
yang diterjemahkan melalui lobus pariental
bagian lateral, rangsangan yang diterima
adalah nyeri, temperature, sentuhan,
tekanan, dan proprioseption. Lobus pariental
juga menterjemahkan input sensorik
stereognasis dan juga berfungsi sebagai
pengembangan gambaran diri.
Lobus Occipital
Berfungsi pada daerah visceral (bagian
dalam) visual (bagian luar). Misalnya
penglihatan, menerima informasi dan
menafsirkan warna, juga berperan dalam
refleks visual untuk menentukan mata pada
sebuah objek yang diam dan bergerak.
Lobus Temporal
Menerima input dari tiga indera perasa,
yaitu:
pendengaran,
pengecap,
dan
penciuman dan mempunyai peran dalam
proses memori.
Selain itu, otak juga memiliki bagian-bagian
tertentu yang mempunyai fungsi yang sangat
vital. Bagian-bagian itu antara lain:
Thalamus
Thalamus adalah sebuah massa avoi dabuabu yang besar disekitar ventrikel otak.
Daerah spesifik dalam thalamus menerima
akson dari medulla, batang otak, serebellum,
basal ganglia dan bagian variasi dari
serebellum.
Hubungan
ini
memberi
pengaruh terhadap fungsi motorik dan
mempunyai peran dalam respons emosional,
terjemahan
sensasi-sensasi
yang
menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Hypothalamus:
Hipothalamus adalah bagian kecil tetapi
daerah yang sangat penting dijaringan otak
yang letaknya dibawah thalamus yang
bertugas mempetahankan beberapa fungsi
keseimbangan, pengaturan sejumlah aktifitas
yang juga dipengaruhi kelenjar pytuitari dan
system saraf otonom (bekerja sendiri).
Hipothalamus menerima input dari seluruh
bagian tubuh. Pengaruh hypothalamus
didalam aktivitas system saraf otonom
2
Wanda Maria Nadiyensi
termasuk pengaturan denyut jantung,
tekanan darah, dan temperature tubuh, juga
mengatur nafsu makan, mempengaruhi
fungsi genital dan aktivitas seksual.
Medulla Oblongata
Terdiri dari otak tengah, pons dan medulla
obolongata, masing-masing struktur m
mempunyai tanggung jawab yang unik.
Ketiganya sebagi unit untuk menghantarkan
saluran inpuls yang disampaikan ke dan dari
saluran serebri dan lajur dibagian otak
tengah. Bagian atas dari batang otak
mengandung system pons afferent dan
efferent yang membawa infuls ke dan dari
hemisfer serebri. Pons terletak diantara otak
tengah dan medulla oblongata pada
serebellum bagian anterior. Bagian ini
mengandung serabut saraf yang memberikan
komunikasi antara tengkorak atas dan bawah
dari susunan saraf pusat dan serebellum.
Sepertiga bagian bawah pons mengandung
pusat-pusat refleks pernapasan.
Cerebellum (Otak Kecil)
Mengatur dan mengkoordinir aktivitas otot
skeletal dan mempertahankan postur dan
kekuatan otot, serebellum juga berfungsi
dalam petunjuk – petunjuk penglihatan,
koordinasi gerak tubuh, dan keseimbangan.
MEDULLA
SPINALIS(/SUMSUM
TULANG BELAKANG)
Merupakan jalan atau saluran untuk
menghantarkan informasi dari dan ke otak
dari perifer (ditepi) seperti kulit. Tempat
jalannya refleks medulla spinalis berisi
badan putih yang mengandung serabutserabut myelin (akson) yang menghantarkan
informasi asenden dan desenden. Badan
kelabu yang terisi badan sel berikut
prosesnya terjadi dalam menstimulus
(rangsang) masuk ke stimulus medulla
spinalis yang berintegrasi dalam badan
kelabu.
Respon
dapat
terjadi
secara/ditransmisikan ke atas asenden.
Semua kegiatan motorik disalurkan melalui
medullan spinalis dan akson perifer.
Fakultas Fisioterapi
Sistem saraf tepi/perifer terdiri dari Saraf
Kranial (yang berhubungan dengan otak)
dan Saraf Spinal (yang berhubungan dengan
medula spinalis), termasuk juga ganglia
(kumpulan saraf). Sistem saraf tepi terdiri
dari sel-sel saraf dan serabutnya yang
terletak diluar otak dan medulla spinalis,
yang merupakan penghubung ke bagian
tubuh lainnya. Tipe sel saraf pada sistem
saraf tepi:
Aferen/sensorik, merupakan sel saraf yang
menghantarkan informasi dari reseptor
sensorik pada tubuh menuju sistem saraf
pusat.
Eferen/motorik, merupakan sel saraf yang
menghantarkan
informasi dari sistem saraf pusat menuju
otot/kelenjar.
Secara fungsional, sistem saraf tepi
dikelompokkan lagi menjadi sistem saraf
somatik dan sistem saraf viseral, yang
masing-masing mempunyai divisi sensorik
dan motorik. Pembagian sistem saraf tepi
secara fungsional adalah:
Sistem Saraf Somatik, Divisi Aferen terdiri
dari sel-sel saraf yang menerima dan
memproses input sensorik dari kulit, otot,
rangka, tendon, sendi, mata, lidah, hidung
dan teliga, serta menghantarkannya melalui
saraf spinal dan kranial. Divisi Eferen
3
Wanda Maria Nadiyensi
tersusun oleh jaras-jaras neuronal yang turun
dari otak dan medulla spinalis untuk
mengatur lower motor neuron. Sistem ini
meregulasi kontraksi volunteer (bawah
sadar) otot rangka.
Sistem Saraf Viseral, Divisi Aferen,
Mencangkup
struktur
neural
yang
menghantarkan informasi sensorik dari
reseptor orgar viseral (cardivaskuler,
respirasi, pencernaan, reproduksi). Divisi
Eferen = Susunan saraf Otonom (SSO) yang
terdiri dari serabut saraf yang berasal dari
otak
dan
medulla
spinalis
untuk
menimbulkan inhibisi atau eksitasi otot
polos, otot jantung dan kelenjar kulit serta
organ viseral. Sistem ini merupakan
koordinator aktivitas viseral involunteer
seperti denyut jantung dan sekreasi kelenjar.
Sistem Saraf Otonom (SSO) terdiri dari:
Sistem Simpatis yang mempunyai aktivitas
perangsangan, responnya antara lain
adalah peningkatan denyut jantung,
peningkatan
kekuatan jantung, gula darah dan tekanan
darah.
Sistem Parasimpatis berkaitan dengan
pertahanan tubuh dan perbaikan sumbersumber tubuh antara lain penurunan denyut
jantung,
peningkatan
aktivitas
gastrointestinal dan absorbsi makanan.
Download