Dewan Kehormatan PWI Kecam Larangan Siaran

advertisement
This page was exported from Export date: Thu Nov 2 11:52:30 2017 / +0000 GMT
Dewan Kehormatan PWI Kecam Larangan Siaran Langsung Sidang Kasus
Megakorupsi E-KTP
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang.
RIAUEXPRESS, JAKARTA - Dewan Kehormatan PWI Pusat mengecam keras larangan siaran langsung sidang pengadilan yang
terbuka untuk umum. Dewan Kehormatan PWI berpendapat, larangan siaran langsung pengadilan yang terbuka untuk umum, selain
merupakan pelecehan terhadap kemerdekaan pers, sekaligus juga bertentangan dengan prinsip-prinsip peradilan yang bebas,
terbuka dan jujur. Dewan Kehormatan PWI Pusat menilai, pelarangan siaran langsung termasuk penghianatan terhadap semangat
dan roh dari KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana).
Dewan Kehormatan PWI mengingatkan, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku sebagaimana diatur dalam KUHAP, apabila
sidang dinyatakan terbuka untuk umum, berarti masyarakat atau publik boleh dan dapat mengetahui apa yang terjadi dalam proses
persidangan. Filosofi dari sidang terbuka untuk umum agar pengadilan berjalan dengan fair dan adil, karena dapat disaksikan dan
diawasi langsung oleh publik. Dalam hal ini pers ialah wakil dari publik yang tidak dapat datang ke sidang pengadilan. Dengan
demikian, Dewan Kehormatan PWI Pusat menilai melarang pers melakukan siaran langsung sama saja dengan memasung hak
publik untuk mengetahui apa yang terjadi dalam pesidangan, memberangus kemerdekan pers, dan justeru dapat memicu jalannya
sidang peradilan yang tidak fair dan tidak jujur. "Karena menyangkut nama tokoh dan pejabat penyelenggara negara, publik bisa
curiga dan menduga-duga bahwa ada pengaturan hingga, sidang itu tidak boleh disiarkan secara langsung oleh televisi," tegas Ketua
Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, yang di terima keterangannya di Jakarta, Rabu (8/3/27 )
Sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum, Dewan Kehormatan PWI Pusat berpendapat, hanya sidang peradilan anak dan
kasus-kasus susila saja yang bersifat terutup dan tidak boleh disiarkan secara langsung. Hal ini karena untuk melindungi kepentingan
anak-anak dan menghindari penyiaran kasus asusila menjadi konsumsi umum. Selebihnya Dewan Kehormatan PWI menegaskan
seluruh sidang yang menurut KUHAP dinyatakan terbuka untuk umum, harus dapat disiarkan langsung.
Ikhwal adanya kekhawatiran para saksi akan saling mempengaruhi jika sidang disiarkan langsung, Dewan Kehormatan PWI
berpendapat, seharusnya bukan persnya yang diberangus, tetapi terhadap para saksi yang harus diatur sedemikian rupa sehingga
saksi satu dan lainnya tidak saling mengetahui. Maka yang diperlukan aturan mengenai para saksi dan bukannya membungkam
kemerdekaan persnya dengan melarang siaran langsung.
Dewan Kehormatan menandaskan, pelarangan siaran langsung sidang pengadilan yang bukan sidang anak-anak dan bukan kasus
susila, merupakan langkah mundur di bidang peradilan, kemerdekaan pers dan demokrasi. Jika hal ini dibiarkan makan berpotensi
membentuk budaya peradilan yang tidak terbuka dan tidak adil serta peradilan yang kotor. Untuk itu Dewan Kehormatan PWI Pusat
secara tegas meminta agar larangan peliputan siaran langsung sidang yang terbuka untuk umum segera dicabut.
Sebelumnya Rabu (8/3) Humas Pengadilan Tipikor Jakarta, Johanes Priana, menegaskan pengadilan Tipikor melarang siaran
langsung kasus dugaan korupsi e-KTP. Alasannya ketua PN Jakarta Pusat sudah mengeluarkan peraturan melarang siara langsung di
Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com
| Page 1/2 |
This page was exported from Export date: Thu Nov 2 11:52:30 2017 / +0000 GMT
lingkungan peradilan Jakarta Pusat. "Keputusan hakim melarang siaran langsung sidang tersebut bisa memunculkan anggapan
pengadilan telah diintervensi kekuatan di luar pengadilan. Ini benar-benar tidak sehat bagi upaya penegakan hukum dan transparan
informasi publik," tandas Ilham.(Muzer/imc)-(PPWI GROUP)
Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com
| Page 2/2 |
Download