EKMAN3

advertisement
EKONOMIKA MANAJERIAL I.1. EKONOMIKA MANAJERIAL : APLIKASI TEORI EKONOMI DAN METODE­ METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENGUJI ORGANISASI SEBERAPA DAPAT JAUH SUATU MEREALISASI TUJUANNYA SECARA LEBIH EFISIEN. MENGAPA EM DIPERLUKAN ?
PRINSIP­PRINSIP EM DAPAT DITERAPKAN KEPUTUSAN YANG DIBUAT OLEH SUATU ORGANISASI / PERUSAHAAN APA PRINSIP EM : BAGAIMANA MENGALOKASIKAN SUMBER DAYA YANG LANGKA SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN
MASALAH­MASALAH MANAJEMEN KEPUTUSAN TEORI EKONOMI ILMU KEPUTUSAN 1. EKONOMI MIKRO 1. MATEMATIKA EKONOMI 2. EKONOMI MAKRO 2. EKONOMETRI EKONOMIKA MANAJERIAL APLIKASI TEORI EKONOMI & PERALATAN­PERALATAN / METODE­ METODE ILMU GUNA MEMECAHKAN MASALAH­MASALAH MANAJEMEN KEPUTUSAN MENCARI PEMECAHAN YANG OPTIMAL BAGI MASALAH­MASALAH MANEJEMEN KEPUTUSAN
HUBUNGAN ANTARA PERUSAHAAN, MANAJER, TEOTI EKONOMI DAN TEORI KEPUTUSAN PERUSAHAAN TUJUAN PERUSAHAAN : MEMAKSIMALKAN LABA SEPANJANG WAKTU MANAJER PERANAN MANAJER : MENGAMBIL KEPUTUSAN TENTANG APA YANG AKAN DILAKUKAN PERUSAHAAN DEMI TERCAPAINYA TUJUAN PERUSAHAAN ­ KERANGKA TEORITIS (EKONOMI MIKRO) x TEORI DAN METODOLOGI ­ ALAT DAN TEKNIK ANALISIS (ILMU PENGAMBILAN KEPUTUSAN) EKONOMI MANAJERIAL MEMFORMULASIKAN ILMU EKONOMI MIKRO DAN ILMU PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM RANGKA MENGAMBIL KEPUTUSAN TENTANG APA YANG AKAN DILAKUKAN PERUSAHAAN DEMI TERCAPAINYA TUJUAN PERUSAHAAN
I.2. KAITAN EM DENGAN DISIPLIN ILMU LAIN 1. DENGAN TEORI EKONOMI 1.1. EKONOMI MIKRO Studi tentang prilaku individu­individu dalam masyarakat, perusahaan dan industri dalam suatu pasar. 1.2. EKONOMI MAKRO Studi tentang perekonomian secara nasional seperti permintaan agregat, tingkat inflasi, income, employment, konsumsi, investasi, price, etc. Kaitan antara 1.1 dengan 1.2 Ekonomi manajerial berkaitan erat dengan Teori Perusahaan yang menjadi objek pembahasan ekonomi mikro, namun perusahaan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian nasional dari suatu negara yang menjadi pokok bahasan ekonomi mikro. 2. DENGAN ILMU PENGAMBILAN KEPUTUSAN Terutama dalam memberikanseperangkat alat untuk membentuk modal­modal dalam mengambil keputusan, menganalisis pengaruh dari serangkaian alternatif keputusan serta mengevaluasi hasil­hasil yang diperoleh dari model­model tersebut, khususnya : ­ Matematika ekonomi yang digunakan untuk membentuk model­model ekonomi yang berasal dari teori ekonomi dalam bentuk persamaan matamatika serta ­ Ekonometrika yang mengaplikasikan kaidah­kaidah statistika, kalkulus diferensial, forecoating dalam mengastimasikan hubungan antara variabel­ variabel penting dalam masalah­masalah pengambilan keputusan.
I.3. TEORI PERUSAHAAN / THEORY OF THE FIRM FIRM : Organisasi yang menggabungkan dan mengatur semua sumberdaya yang tersedia untuk menghasilkan barang dan jasa yang siap dijual. Perusahaan itu ada ditengah­tengah masyarakat karena kemaslahatannya dalam proses pendistribusian akan barang dan jasa yang sulit untuk dilakukan oleh individu­ individu secara terpisah. Dalam jangka panjang keberadaan mereka tidak saja menguntungkan bagi pemilik / pemegang saham, namun juga akan membawa manfaat bagi masyarakat luas dan pemerintah melalui suatu proses yang disebut arus kegiatan ekonomi ( The Circular Flow of Economic Actifity ). The Circular Flow of Economic Actifity Pendapatan RTM (Sewa, Bunga, Upah) Pendapatan RTP Pajak Rumah Tanggal Masyarakat Belanja Pemerintah Rumah Tangga Pemerintah Pembayaran Transfer Rumah Tangga Pemerintah
Pajak & Devisa Barang & Jasa Faktor­faktor Produksi (Tanah, Modal, Skill) TUJUAN PERUSAHAAN DAN PENGERTIAN LAIN Dalam jangka pendek Þ Profit Maximization Pada saat ini Short Term Profit sering dikorbankan untuk mencapai Growth & Survival (Long Term Profit) di masa depan. Eg = R & D, New Capital Equipment, Promotional Campaign Terjadi pergeseran dari Profit Maximization Þ Wealth Maximization Wealth Maximization dapat dikuantifisir dengan cara mem­Present Value­kan EXPECTED FUTURE PROFIT PV = __p1__ + __p2___ + ……. + __pn__ ( 1 + r ) ( 1 + r ) 2 ( 1 + r ) n n PV = å __pt__ t =1 ( 1 + r ) t Oleh karena itu p = TR ­ TC n PV = å TRt ­ TCt t =1 ( 1 + r ) t Tujuan akhir perusahaan : Maksimisasi nilai ( sekarang ) bersih perusahaan Tujuan antara ( Short Term ) : ­ Maksimumkan Perusahaan ­ Minimumkan Biaya ­ Maksimumkan Nilai Penjualan ­ Maksimumkan Rentabilitas modal sendiri ­ Etc.
Beberapa Kendala dalam Teori Perusahaan : 1. Kendala Sumberdaya 2. Kendala Kuantitas / Kualitas 3. Kendala Hukum 1.4. TEORI KEUNTUNGAN / LABA Dalam menganalisa teori laba, harus dibedakan dahulu apa yang dimaksud dengan laba Bisnis dan Laba Ekonomis. Laba Bisnis (profit) adalah seluruh penerimaan suatu perusahaan setelah dikurangi biaya­biaya eksplisit. Biaya Eksplisit adalah biaya­biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi seperti gaji, bahan baku, sewa, etc. Sedangkan yang dimaksud Laba Ekonomis adalah Total Revenue yang diterima oleh suatu perusahaan setelah dikurangi biaya­biaya eksplisit dan implisit. Biaya Implisit adalah Opportunity Cost Contoh : Gaji Pemilik 1.5. JENIS ­ JENIS LABA 1. Risk Bearing Theory of Profit Perusahaan harus mendapatkan keuntungan di atas normal ( i.e. laba ekonomis ) apabila jenis usahanya mempunyai resiko yang sangat tinggi. Contoh : Pengeboran minyak lepas pantai. 2. Frictional Theory of Profit Asumsinya : Pasar sering berada dalam posisi disequilibrium. Akibatnya perusahaan tidak pernah mendapat laba di atas normal melainkan laba normal saja. Contoh munculnya kendaraan bermotor mengakibatkan permintaan baja melonjak dan perusahaan baja menikmati laba di atas normal, kemudian ada penemuan bahwa baja bisa diganti plastik sehingga permintaan akan baja menurun sedangkan permintaan plastik naik.
3. Monopoly Theory of Profit Perusahaan dapat mempertahankan laba di atas normal dalam jangka panjang apabila perusahaan tersebut dapat memperoleh fasilitas dari pemerintah, hak paten, dapat mencapai skala ekonomis, dll. 4. Inovation Theory of Profit Perusahaan dapat memperoleh laba di atas normal apabila ia dapat mencapai penemuan­penemuan baru. Contoh : IBM, Xerox. 5. Managerial Efficiency Theory of Profit / Compensatory Top Suatu perusahaan dapat mencapai laba di atas normal apabila ia berhasil melakukan efisiensi di berbagai bidang serta dapat memenuhi keinginan konsumennya. 1.6. KAITAN ANTARA BERBAGAI TEORI LABA Dalam praktek, suatu perusahaan dapat mencapai beberapa posisi seperti yang diisyaratkan oleh Teori Laba. Contoh : IBM dapat meraih laba : ­ Monopolis
Þ Hak Paten Atas Produknya ­ Compensatory
Þ Armada Niaganya (Sales Force) ­ Innovation
Þ Produknya selalu muncul lebih dahulu ­ Frictional
Þ Sembari menunggu saingan (APPLE) menyesuaikan produknya PROBLEM : 1. Bagaimana arus dana dilakukan bulanan, mingguan atau harian ? Solusi : Tambahkan saja variabel bantu yang menyatakan frekuensi Fund Flow, misalnya : m. Bila harian m = 365, mingguan m = 52, bulanan m = 12
2. Bagaimana bila ada Initial Cash Outflow ? Solusi : Hasil NPV harus dikurangi Cash Outflow­nya n NPV = å T = 1 __FV / m__ _ Co ( 1 + r /m ) tm Contoh : Suatu pabrik didirikan dengan investasi $ 744.850. Umur ekonomis 5 th. Bila digunakan discout rate 18 %. Berapa NPV ? JAWAB : Year Revenue Stream ( $ 000 ) Cost Stream ( $ 000 ) Profit ( Loss ) ( $ 000 ) DF 18 % Present Value ( $ 000 ) 0 1 2 3 4 5 0 400.00 1,085.00 872.50 220.00 380.00 ­ 744.850 224.62 648.22 456.98 131.43 58.35 ( 744.850 ) 175.38 436.78 415.52 88.57 321.65 1,0000 0,8475 0,7182 0,6086 0,5158 0,4371 ­ 744.850 148.63 313.70 252.89 45.68 140.59 NPV 156.64
Download