pelatihan soft skill ppg sm-3t : membangun mentalitas wirausaha

advertisement
Published on Kampus Wates Universitas Negeri Yogyakarta (http://wates.uny.ac.id)
Home > PELATIHAN SOFT SKILL PPG SM-3T : MEMBANGUN MENTALITAS WIRAUSAHA
PELATIHAN SOFT SKILL PPG SM-3T : MEMBANGUN
MENTALITAS WIRAUSAHA
Submitted byadmin-wates on Mon, 2015-01-12 13:43
[1]
Faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi wirausaha adalah kekuatan dasar yang
tumbuh atau berhasil ditumbuhkan dalam diri seseorang. Kekuatan dasar itu sederhananya
merupakan rangkaian nilai yang membentuk karakterisik mentalitas wirausaha. Mentalitas
merupakan serangkaian nilai positif yang dapat digali dari berbagai sumber baik dari keluarga
maupun lingkungan. Dan terjadi proses pencerapan atau internalisasi nilai-nilai yang akan
mewarnai proses sebagai wirausaha. Jadi wirausaha merupakan proses pembelajaran yang
terus menerus dan menguat papar Amir Panzuri, Direktur Apikri Craft dalam acara pelatihan
Soft Skill Kepimpinan dan Kewirausahaan bagi PPG-SM3T pada (10/1) di Auditorium UNY
Kampus Wates.
Mentalitas wirausaha diibaratkan sebagai roda pedati. Bila roda itu bagus dan kuat ada
harapan pedati itu mudah bergerak. Roda itu adalah landasan agar rumah pedati diatasnya
ikut bergerak. Gerak itu kian cepat bila kuda penghelanya juga bagus , sehat dan kuat. "Dan
dalam bisnis kuda itu adalah bagian pemasarannya," lanjut Amir Panzuri.
Pembicara lainnya Dr. Endang Mulyani, M.Si. memaparkan bahwa untuk mengubah mindset
dari seorang pekerja menjadi wirausaha itu tidaklah mudah. Merubah sesuatu yang telah
menjadi kebiasaan membutuhkan kerja keras dan pengorbanan apalagi menyangkut pola
pikir. Hal-hal yang harus didengungkan setiap saat untuk menjadi wirausaha sukses adalah
memiliki motivasi diri untuk berani memulai, tidak takut gagal danterus mencoba.
Pada sesi mengenai kepemimpinan Prof. Dr. Nahiyah J. Faraz, M.Pd. memaparkan bahwa
untuk menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya memiliki etika dalam berorganisasi dan
berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin bertanggung jawab
membuat keputusan yang etik, berperilaku etik dan mengupayakan agar organisasi
memahami dan menerapkan dalam kode-kode atik. Seorang pemimpin hendaklah selalu
memegang prinsip-prinsip kepemimpinan yang etis seperti selalu bersikap menghargai
orang lain, melayani orang lain, menunjukkan keadilan, menampilkan kejujuran dan
membangun komunitas.
Hal serupa juga disampaikan oleh Lies Endarwati, M.Si. bahwa membangun jiwa
kepemimpinan harus dikelola secara kontinyu agar dapat mencapai kepemimpinan yang
efektif. Dan kebutuhan untuk mengembangkannya disesuaikan dengan kebutuhan masingmasing individu karena tiap pemimpin memiliki gaya kepimpinan yang berbeda-beda. Tapi
ada sebuah pedoman bagi pemimpin yang baik yakni memperlakukan orang lain
sebagaimana ingin diperlakukan dan selalu berusaha memandang suatu keadaan dari sudut
pandang orang lain.
Pada pembukaan Pelatihan Soft Skill ini Wakil Rektor I, Drs. Wardan Suyanto, Ed.D
menyampaikan harapannya bahwa dengan pelatihan soft skill para peserta PPG SM-3T
dapat mengelola waktu dengan baik. Para pemimpin yang sukses adalah orang-orang yang
displin terhadap waktu dan mampu mengendalikan orang lain.
Pada akhir sesi peserta dibagi menjadi 5 kelas dengan materi business plan dengan
instrukutur Penny Rahmawati, M,Si., Endra Murti Sagoro, M.Sc., Supriyanto, MM., Dr.Kokom
Komariah,M.Pd., dan Tejo Nurseto, M.Pd., Setiap kelas berisi 45 peserta.
Pelatihan Soft skill ini bertujuan untuk membekali para pendidik profesional pengetahuan
kepemimpinan dan Pelatihan kepemimpinan. Acara ini diselenggarakan selama dua hari (1011/1) dan akan ditutup dengan outbond oleh pusat Studi Kreativitas UNY. (tst)
Source URL: http://wates.uny.ac.id/berita/pelatihan-soft-skill-ppg-sm-3t-membangun-mentalitaswirausaha.html
Links:
[1] http://wates.uny.ac.id/sites/wates.uny.ac.id/files/field/image/apikri.edit_.jpg
Download