Tujuan Pelayanan

advertisement
Tujuan Pelayanan
Setiap peserta pelatihan ini dipersiapkan
untuk mengambil bagian dalam perintisan
satu jemaat setempat atau jaringan jemaat
setempat yang berlipatganda di dalam daerah
tertentu, dan yang terdiri-dari orang-orang
(suku) yang belum terjangkau.
Tujuan Pelayanan
Perintisan: PI, pemuridan dan mengumpulkan
orang percaya yang baru dalam jemaat.
 Jemaat setempat: Kelompok orang percaya yang
berkomitmen satu kepada yang lain, serta Tuhan.
 Jaringan jemaat setempat: jaringan jemaat rumah
tangga baru yang bersekutu satu dengan yang lain.
 Berlipatganda: Jemaat yang berlipatganda karena
kuasa Allah, yang berasal dari anak jemaat induk
(KS) dan kemudian memulai jemaat baru, dan
sebagainya.

Tujuan Pelayanan
Daerah tertentu: Di dalam suatu daerah geografis
yang jelas dan tertentu.
 Belum terjangkau: Suatu suku yang belum
memiliki gereja pribumi yang cukup kuat untuk
melakukan pekerjaan untuk menjangkau dan
memuridkan suku mereka sendiri di dalam budaya
mereka sendiri.

Definisi Jemaat
Istilah Jemaat adalah terjemahan dalam bahasa
Indonesia untuk istilah eklesia dalam bahasa Yunani.
Setiap kelompok ayat memakai istilah “jemaat”
dengan pengertian yang berbeda, tergantung
konteksnya. Bacalah ayat-ayat dalam setiap
kelompok berikut ini dan coba tuliskan kesimpulan
pengertian anda yang singkat tentang istilah jemaat
untuk setiap kelompok.
Pengertian Alkitab Ttg Jemaat
 Jemaat
universal
 Jemaat wilayah
 Jemaat kota
 Jemaat rumah
 Kuil
Kesimpulan Umum
 Ada
3 pengertian utama untuk istilah jemaat
• Jemaat rumah setempat. (KPR 20:20)
• Semua jemaat rumah dlm satu kota. (Kis 15: 2)
• Semua orang perc. di seluruh dunia (Mat.16:18)
 Walaupun
suatu jemaat sangat kecil untuk
bertemu di dalam satu rumah, tapi
kelompok ini tetap dianggap sbg jemaat.
Kesimpulan Umum
 Definisi
Jemaat Setempat Untuk
Pelajaran Ini:
• Kelompok orang percaya yang berkomitmen
satu kepada yang lain, serta kepada Tuhan
Yesus Kristus.
Teologia Jemaat

Teologia yang kita percayai sangat mempengaruhi pola
jemaat yang hendak kita rintis.
• Misalnya doktrin jemaat:
– Bentuk kepemimpinan
– Model Liturgi
– Peranan para anggota (kaum awam)
Pertanyaan-pertanyaan



Apakah pada dasarnya jemaat itu suatu bangunan/tempat
atau tubuh/kelompok orang?
Apakah kita mau membangun jemaat yang “berakar di
dalam Kristus dan erat berhubungan dengan kebudayaan
anggotanya”
ATAU kita menginginkan lagi bentuk-bentuk dan tradisitradisi yang telah kita pelajari dalam jemaat induk kita?
Fondasi : Yesus Xs/Isa Al
Masih (I Kor. 3: 10,11)
1. Batu Penjuru Yang Mahal : I Petrus 2:6
• Jemaat-jemaat yang kita rintis harus dibangun
secara kuat di atas Yesus. Perintis jemaat harus
memahami hal ini baik sebagai kebenaran
doktrin maupun sebagai kenyataan kehidupan
rohani.
2. Pendiri Jemaat : Matius 16:18
• Pendirian jemaat benar-benar merupakan
gagasan dan pekerjaan DIA!
Prinsip U/ Perintisan Jemaat
Setempat Yang Berlipatganda
 Penginjilan
yang berinkarnasi
• Arahkan kepada keluarga-keluarga dan fokuskan
penginjilan saudara pada pewartaan kabar baik atas
kematian Yesus, kebangkitan dan janji pengampunan
kepada mereka yang bertobat dan percaya kepada-Nya.
• Wartakan kabar baik dengan cara di mana mereka yang
mencari dan yang bertobat dapat langsung
memberitakannya kepada orang lain.
• Jangan menggunakan metode dan alat yang mereka
tidak dapat gunakan dengan segera, sehingga akibatnya
saudara akan menghentikan reproduksi yang spontan.
Prinsip-prinsip Untuk Perintisan
Jemaat Setempat Yang Berlipatganda
Prinsip 1: Penginjilan yang berinkarnasi
• Konfirmasikan pertobatan secepat mungkin melalui
baptisan. Jangan melakukan baptisan sebagai upacara
wisuda setelah kursus doktrin Alkitab yang begitu lama.
• Upayakan pendekatan pribadi dengan anggota jemaat.
Seorang penanam jemaat yang kebutuhan sosial
terbesarnya dapat terpenuhi hanya melalui sesama
anggota timnya tidak akan lekat dengan jemaatnya, dan
jemaatnya mungkin tidak akan cukup relevan dengan
budaya setempat.
Prinsip-prinsip Untuk Perintisan
Jemaat Setempat Yang Berlipatganda
Prinsip 2: II Timotius 2:2 – model pelatihan
penggembalaan melalui reaksi berantai.
• Pelatihan penggembalaan harus saling berhubungan
satu sama yang lain dengan penginjilan. Dari semula
saudara harus mengarah kepada tipe “penatua” yang
alkitabiah – kepala rumah tangga.
• Segera setelah orang-orang yang serius terhadap Injil
menjadi percaya, mulailah melatih mereka untuk
menggembalakan orang-orang dari suku mereka
sendiri, dimulai dengan keluarga mereka sendiri.
Prinsip-prinsip Untuk Perintisan
Jemaat Setempat Yang Berlipatganda
Model
pelatihan/ penggembalaan melalui
berantai. (2 Timotius 2:2)
Usahakan agar satu kelompok tetap menjadi
kelompok yang kecil dan arahkan tujuannya untuk
bertumbuh melalui pelipatgandaan.
Sejak semula, ajarkan orang-orang percaya yang
baru untuk taat kepada perintah-perintah Yesus (Mat.
28: 18-20).
Perhat. 7 perintah yg mendasar yg
Merup. ciri org percaya Kis.2:37-47
 Bertobat
dan percaya (Mrk 1:15)
 Dibaptis (Kis 2:38)
 Mengasihi (Yoh 13:34)
 Menyelenggarakan Perjamuan Kudus (Luk
22:17-20)
 Berdoa (Yoh 16:24)
 Memberi (Mat 6:19-21)
 Bersaksi (Mat 28:18-20)
Kesimpulan
 Utk
menjalankan perintah ini butuh disiplin
dan kegigihan
 Menempatkan prioritas taat pd perintah
Kristus untuk menyaring:
• tradisi
• peraturan yg dpt menghambat pelaksanaan
prinsip-prinsi
Kesimpulan
 Kita
hrs menolong petobat baru & pencari
kebenaran untuk
• sungguh mengasihi teman mereka
• Mmengasihi keluarga mereka (bdg. Mat.22:3739)
 Penginjilan
akan mengalir lebih cepat krn
rintangan sosial dikurangi
Kesimpulan
 Petobat
baru tdk perlu buru-buru
menjelaskan mengapa mrk memiliki kasih
yg baru (Mat.16... Yesus melarang mrd-mrd
memberitahu kemesiasan-Nya)
 Hal ini berlaku u/ org Islam yg baru
bertobat
Diskusi Pola Pelayanan
 Studi
kasus ini adalah u/ menolong kita
mengerti Pola Pelayanan dg lebih baik dan
memberi kita ide-ide u/ menuliskan pola
pelayanan kita sendiri
Download