λ µ λ γ µ γ µ λ γ λ µ γ γ γ

advertisement
NI
NR
λ
γ
µ
= jumlah hewan yang terinfeksi
= jumlah hewan yang diobati
= konstanta hewan yang terinfeksi
= konstanta hewan yang pulih kembali
= konstanta kelahiran atau kematian
Fenomena Wabah Jembrana
Wabah penyakit jembrana sudah mulai
menyebar ke seluruh Indonesia sejak
menyebarnya populasi sapi bali di beberapa
wilayah Indonesia, salah satunya daerah
Lampung dan Kalimantan Timur.
Di wilayah Lampung, wabah penyakit
jembarana yang menjangkiti sapi bali terjadi
pada tahun 2002 [7]. Kejadian itu diamati
dengan dilakukan pengobatan terhadap sapi
bali yang terserang jembrana, pada tahun 2002
sampai 2004 dengan data sebagai berikut :
Tabel 1. Populasi sapi bali suspect di
Lampung
Tahun
Populasi
2002
1.620
2003
1.469
2004
1.580
Sedangkan di wilayah Kalimantan Timur ,
wabah jembrana mulai berjangkit pada tahun
2004 [8]. Data statistik populasi sapi bali yang
diperoleh dari tahun 2004 sampai 2007 adalah
sebagai berikut :
Tabel 2. Populasi sapi bali suspect di
Kalimantan Timur[9]
Tahun
Populasi
2004
7.471
2005
6.261
2006
6.755
2007
6.984
Kedua data tersebut akan dijadikan
pengujian bagi model epidemiologi jembrana
pada sapi bali yang akan dibuat pada penelitian
ini.
Metode Penelitian
1. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan untuk mengenal
mengenai sapi bali dan penyakit jembrana
secara umum, kemudian memahami fenomena
penyebaran penyakit jembrana pada sapi bali
untuk ditinjau dalam model komputasi.
2. Pembuatan Program
Pembuatan program dilakukan setelah
didapat model epidemiologi yang sesuai.
Pembuatan program menggunakan software
Matlab 6.5.1. Keluaran program tersebut
berupa nilai angka dan grafik yang
menggambarkan hubungan jumlah populasi
terhadap waktu dalam kasus epidemiologi
wabah jembrana pada sapi bali.
3. Analisis output
Melakukan uji dan analisis terhadap
keluaran program tersebut menggunakan data
sekunder yang telah ada. Hal ini dilakukan
untuk mengetahui tingkat kesesuaian model
yang dibuat dengan fenomena kenyataan yang
ada. Kemudian model yang telah sesuai
tersebut digunakan untuk memprediksi jumlah
populasi sapi bali yang terjangkit wabah
jembrana selama 5 tahun.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Model Epidemiologi
Tiga model dasar, yaitu SIS, SIR tak
dinamik dan SIR dinamik, dikembangkan
menjadi sebuah model epidemiologi untuk
kasus wabah penyakit jembrana pada sapi bali.
Model yang dikembangkan menjadi :
γs.V
µb.S
λs.S
γi.I
S
I
λi.I
V
γv.V
µs.S
µi.I
ALAT DAN METODE
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium
Fisika Teori Departemen Fisika Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Pertanian Bogor mulai dari bulan Juli
sampai bulan Desember 2009.
Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah komputer yang dilengkapi software
Matlab 6.5.1 untuk proses komputasi.
µvV
Gambar 5. Model epidemiologi penyakit
jembrana pada sapi bali
Bentuk persamaannya adalah sebagai berikut :
S ' (t ) = µb.S + γs.V + λi.I − µs.S − λs.S .........1
I ' (t ) = λs.S + γv.V − λi.I − µi.I − γi.I .............2
V ' (t ) = γi.I − γv.V − γs.V − µv.V .................... 3
Keterangan:
S = jumlah sapi bali suspect
I = jumlah sapi yang terinfeksi
V = jumlah sapi sakit yang diobati
µb = konstanta kelahiran
µs = konstanta kematian sapi suspect
3
Download