5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Komunikasi

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Teori Umum
2.1.1 Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu cum, kata depan yang
artnya dengan atau bersama dengan, dan kata units, kata bilangan dari satu.
Dua kata tersebut membentuk kata benda communio, yang dalam bahasa
inggris disebut dengan communio, yang berarti kebersamaan, persatuan,
persatuan, persekutuan gabungan, pergaulan, atau hubungan. Karena untuk
melakukan communio diperlukan usaha dan kerja. Kata communio dibuat kata
kerja communicate yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang tukarmenukar, membicarakan sesuatu dengan orang, memberitahukan sesuatu
kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukar pikiran, berhubungan, berteman.
Jadi, komunikasi berarti pemberitahuan pembicara, percakapan, pertukaran
pikiran atau hubungan (Nurjaman & Usman 2012: 35)
Definisi lain tentang komunikasi adalah penyampaian pengertian antar
individu.
Dikatakannya
semua
manusia
dilandasi
kapasitas
untuk
menyampaikan maksud, hasrat, perasaan, pengetahuan dan pengalaman dari
orang yang satu kepada orang yang lain. Pada pokoknya komunikasi adalah
pusat minat dan situasi prilaku di mana suatu sumber menyampaikan pesan
kepada seorang penerima dengan berupaya mempengaruhi perilaku penerima
tersebut (Rohim 2009: 8)
Berbicara tentang pengertian komunikasi, tidak ada pengertian yang
benar ataupun salah, definisi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk
menjelaskan fenomena yang didefinisikan dan mengevaluasinya. Beberapa
pengertian tentang komunikasi terkadang terlalu sempit, seperti komunikasi
adalah “peyampaian pesan”, ataupun terlalu luas, seperti “komunikasi adalah
proses interaksi antara dua makhluk”, sehingga pelaku komunikasi tersebut
dapat termasuk hewan, tumbuhan bahkan jin (Rohim 2009: 9).
Komunikasi juga dipahami sebagai suatu bentuk komunikasi interaksi,
yaitu komunikasi dengan proses sebab-akibat atau aksi-reaksi yang arahnya
bergantian. Dalam konteks ini, komunikasi melibatkan komunikator yang
5
6
menyampaikan pesan, baik verbal maupun nonverbal kepada komunikan
yang langsung memberikan respons berupa verbal maupun nonverbal secara
aktif, dinamis dan timbal balik. Komunikasi sebagai proses interaksi ini
dipandang lebih dinamis dibandingkan dengan komunikasi sebagai tindakan
searah. Akan tetapi pandangan ini masih bersifat mekanis dan statis, karena
masih membedakan pengirim dan penerima pesan (Rohim 2009: 10).
Dari beberapa definisi di atas, penulis menyimpulkan komunikasi
adalah proses pertukaran pesan antar satu individu dengan individu lainnya.
Komunikasi bermaksud untuk menyatukan pikiran sehingga tumbuh makna
pesan yang dapat mengubah perilaku manusia.
Keterkaitan dengan pembahasan ini adalah, komunikasi merupakan
hal yang paling utama yang dibutuhkan dalam menumbuhkan dan
meningkatkan kualitas citra yang baik dan efektif dalam suatu organisasi.
2.1.2 Komponen Komunikasi
Banyak cara mendefinisikan komunikasi, kebanyakan pemasar
sepakat bahwa komunikasi merupakan transmisi atau pengiriman pesan dari
pengirim kepada penerima melalui medium transmisi. Ditambah juga dengan
adanya umpan balik yang membuat pengirim berhati-hati agar pesan yang
dimaksud benar-benar dapat diterima (Schiffman dan Kanuk, 2008:252).
1. Pengirim
Adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2. Pesan
Adalah isi atau maksud yang disampaikan oleh satu pihak ke pihak lain.
3. Saluran (medium)
Adalah media yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada
komunikan. Dalam komunikasi tatap muka saluran dapat berupa udara
yang mengalirkan getaran suara.
4. Penerima
Adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.
5. Umpan balik
Adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi yang disampaikan.
7
Umpan balik
Gambar 2.1 Model Komunikasi Dasar
(Schiffman dan Kanuk,2008:253)
Keterkaitannya dengan pembahasan ini adalah komunikasi merupakan
alat yang penting bagi perusahaan untuk memberikan berbagai informasi
kepada khalayaknya dalam bentuk pesan dan dapat diterima.
2.1.3 Komunikasi Pemasaran & Kegiatan Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran merupakan proses pertukaran informasi yang
dilakukan secara persuasif sehingga proses pemasaran dapat berjalan efektif
dan efisien (Purba, 2006:126).
Penggabungan dari dua kajian : pemasaran dan komunikasi
menghasilkan kajian “baru” yang diberi nama komunikasi pemasaran
(marketing communication).
Komunikasi pemasaran adalah kegiatan
pemasaran dengan menggunakan teknik-teknik komunikasi yang ditujukan
untuk memberikan informasi kepada orang banyak dengan harapan agar
tujuan perusahaan tercapai, yaitu terjadinya peningkatan pendapatan (laba).
Komunikasi pemasaran merupakan bentuk komunikasi yang ditujukan untuk
memperkuat strategi pemasaran guna meraih segmentasi luas (Soemanagara,
2006:4).
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam komunikasi pemasaran yaitu
sebagai berikut (Morissan 2010: 7):
1. Beriklan di media massa (media advertising)
Iklan (advertising) dapat diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi
nonpersonal mengenai suatu organisasi, produk, servis, atau ide yang
dibayar oleh suatu sponsor yang diketahui. Iklan merupakan salah
satu bentuk promosi yang paling dikenal dan paling banyak dibahas
orang, hal ini kemungkinan karena daya jangkaunya yang luas.
8
2. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Direct marketing adalah bagian dari program komunikasi pemasaran
(marketing communication). Dapat juga didefinisikan sebagai suatu
hubungan
yang
sangat
dekat
dengan
target
market
dan
memungkinkan proses two ways communication terjadi.
3. Promosi Penjualan
Promosi merupakan salah satu cara yang dibutuhkan perusahaan
dalam meningkatkan volume penjualan. promosi mencakup semua
alat-alat bauran pemasaran (marketing mix) yang peran utamanya
adalah lebih mengadakan komunikasi yang sifatnya membujuk.
Adapun definisi lain tentang promosi yaitu segala macam bentuk
komunikasi persuasi yang dirancang untuk menginformasikan
pelanggan tentang produk atau jasa dan untuk mempengaruhi mereka
agar membeli barang atau jasa tersebut yang mencakup publisitas,
penjualan, perorangan, dan periklanan.
4. Penjualan Personal (Personal Selling)
Penjualan personal atau personal selling merupakan suatu bentuk
komunikasi langsung antara penjual dengan calon pembelinya
(person-to-person communication). Dalam hal ini, penjual berupaya
untuk membantu atau membujuk calon pembeli untuk membeli
produk yang ditawarkan.
5. Pemasaran Interaktif
Sejak memasuki abad ke-21 kita menyaksikan perubahan yang paling
dinamis sekaligus revolusioner sepanjang sejarah
pemasaran.
Perubahan ini didorong oleh kemajuan teknologi komunikasi yang
memungkinkan dilakukannya komunikasi secara interaktif melalui
media massa, dalam hal ini yang utama adalah internet. Media
interaktif memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik yang
memungkinkan pengguna dapat berpartisipasi dan memodifikasi
bentuk dan isi informasi pada saat itu juga. Selain berfungsi sebagai
media promosi, internet juga dipandang sebagai suatu instrumen
komunikasi pemasaran yang bersifat mandiri.
9
6. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
Jika suatu organisasi merencanakan dan mendistribusikan informasi
secara sistematis dalam upaya untuk mengontrol dan mengelola citra
serta publisitas yang diterimanya, maka perusahaan itu tengah
melakukan tugas hubungan masyarakat. Humas memiliki kaitan erat
dengan manajemen. Dimana humas berfungsi membantu manajemen
dalam menetapkan suatu tujuan yang hendak dicapai serta untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran
adalah kegiatan penyampaian pesan kepada publik khususnya konsumen atau
pelanggan guna untuk memperkenalkan suatu produk atau sehingga
terciptanya ketertarikan kepada khalayak.
Keterkaitannya dengan pembahasan ini adalah komunikasi pemasaran
merupakan alat yang penting bagi perusahaan untuk memberikan berbagai
informasi kepada khalayaknya. Komunikasi pemasaran adalah hal yang dapat
terus dilakukan untuk memasarkan apa yang perusahaan punya kepada
khalayak.
Perusahaan
dapat
menggunakan
teknik-teknik
komunikasi
pemasaran agar dapat menarik pelanggannya.
2.1.3.1 Konsep Pelanggan dan Konsumen
Konsep paling dasar yang mendasari pemasaran adalah kebutuhan,
keinginan dan permintaan (Kotler & Armstrong 2008: 7).
1. Kebutuhan (needs) adalah keadaan dari perasaan kekurangan, kebutuhan
ini timbul dari sifat kodrati manusia.
2. Keinginan (wants) merupakan kebutuhan manusia yang terbentuk oleh
budaya dan kepribadian seseorang. Keinginan terbentuk karena adanya
suatu objek yang dapat mempengaruhi kebutuhan contohnya makanan.
3. Permintaan (demand) adalah keinginan
manusia yang didukung oleh
daya beli. Ketika manusia melewati tahap kebutuhan dan keinginan
mereka akan mengingat keinginan dan sumber dayanya.
Konsumen biasanya menghadapi sejumlah besar produk dan jasa yang
mungkin dapat memuaskan kebutuhan tertentu dan mereka belum
menetapkan pilihan yang dapat menjadikan suatu kebutuhan (Kotler &
Armstrong 2008: 8).
10
Pelanggan adalah mereka yang membentuk ekspektasi tentang nilai
dan kepuasan yang akan diberikan berbagai penawaran pasar dan membeli
berdasarkan ekspektasinya itu (Kotler & Armstrong 2008: 8).
Keterkaitan dengan pembahasan ini pelanggan adalah setiap orang
yang menggunakan suatu produk yang sudah diinginkannya dan sesuai
kebutuhannya. Sedangkan konsumen masih berada dalam tahap menentukan
produk mana yang cocok untuk ekspektasi yang dia miliki. Perbedaan antara
konsumen dengan pelanggan adalah tidak semua konsumen dapat
dikategorikan pelanggan tetapi, semua pelanggan adalah konsumen.
Konsumen adalah orang yang memakai barang dan jasa namun pada waktu
tertentu saja, sedangkan pelanggan adalah orang yang sudah setia dan
percaya pada merek yang sudah memenuhi ekspektasinya.
2.1.4 Pengertian Public Relatios
Definisi sederhana tentang public relations adalah interpreter
(penerjemah) manajemen, sehingga public relations harus mengetahui apa
yang manajemen pikirkan setiap saat terhadap setiap isu public yang
sebenarnya (Soemirat & Ardianto 2010: 87).
Public relations dapat di definisikan sebagai dua bidang ilmu yang
berkembang secara terpisah dan sangat berhubungan dengan manajemen dan
bidang-bidang lainnya (Soemirat & Ardianto 2010: 89)
Public relations dapat di adaptasikan menjadi (Soemirat & Ardianto
2010: 90):
1. Fact Finding adalah mencari dan mengumpulkan fakta atau
data sebelum melakukan tindakan
2. Planning adalah berdasarkan fakta membuat rencana tentang
apa yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai masalah
itu.
3. Communicating adalah rencana yang disusun dengan baik
sebagai hasil pemikiran yang matang berdasarkan fakta
kemudian dikomunikasikan.
4. Evaluation adalah mengadakan evaluasi
kegiatan
tentang suatu
11
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Public Relations
merupakan fungsi manajemen, artinya Public Relations berkaitan erat dengan
manajemen. Public Relations melakukan tindakan yang direncanakan oleh
organisasi-organisasi atau perusahaan atau pribadi guna untuk menciptakan
dan mengembangkan hubungan baik dan saling pengertian dengan publik
yang berkaitan.
Keterkaitan dengan pembahasan ini yaitu peran Public Relations
sangat penting pada manajemen perusahaan. Peran Public Relations pada
perusahaan dapat menciptakan dan juga mengembangkan hubungan baik
dengan publik internal dan eksternalnya. Jika Public Relations perusahaan
melakukan komunikasi internal dengan baik, pasti akan berdampak baik pada
peningkatan brand image (citra merek) nya. Peran Public Relations pada
publik eksternalnya yaitu seperti konsumen atau pelanggan sangat penting
untuk dijadikan sarana pendekatan dalam interaksi seorang Public Relations
guna untuk menciptakan hubungan baik, mempertahankan citra dan juga
meningkatkan citra. Interaksi seorang Public Relations juga dapat
menciptakan keputusan pembelian apabila para pelanggan memandang citra
merek nya positif.
2.2
Teori Khusus
2.2.1 Pengertian merek (Brand)
Merek merupakan pembeda antar satu produk dengan produk lainnya.
Kita menyimpan memori dibenak kita akan suatu produk dengan isi mengenai
pengenalan produk tersebut. Merek (brand) telah menjadi elemen yang sangat
krusial yang berkontribusi terhadap kesuksesan sebuah organisasi pemasaran,
baik perusahaan bisnis maupun penyedia jasa, organisasi local maupun
global.
Merek adalah tanda, symbol atau rancangan atau kombinasi dari
semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa penjual
atau kelompok penjual dan untuk mendifferensiasikannya dari barang atau
jasa pesaing (Kotler & Keller 2007: 332).
Selain membedakan satu produk dengan produk yang lain, merek juga
memberi manfaat bagi konsumen diantaranya membantu mengidentifikasi
manfaat yang ditawarkan dan kualitas produk. Konsumen lebih mempercayai
12
produk dengan merek tertentu daripada produk tanpa merek meskipun
manfaat yang ditawarkan sama (Ferrinadewi 2008: 135).
Brand (merek) adalah nama, istilah, tanda, symbol atau rancangan
atau kombinasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang
dihasilkan sehingga berbeda dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh
pesaing (Rangkuti 2009: 2).
Merek sangat bermanfaat bagi konsumen dan produsen, bagi produsen
merek berperan penting sebagai (Kotler 2003: 38):
a. Sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan atau
pelacakan produk bagi perusahaan.
b. Bentuk proteksi hukum terhadap fitur atau aspek produk yang unik.
c. Signal tingkat kualitas bagi para pelanggan yang puas, sehingga
mereka bisa dengan mudah memilih dan membelinya lagi di lain
waktu.
d. Sarana menciptakan asosiasi dan makna unik yang membedakan
produk dari para pesaing.
e. Sumber keunggulan kompetitif, terutama melalui perlindungan
hokum, loyalitas pelanggan, dan citra unik yang berbentuk dalam
benak konsumen.
f. Sumber financial returns terutama menyangkut pendapatan masa
depan.
Sedangkan bagi konsumen, merek berfungsi sebagai identifikasi
sumber produk, penetapan tanggung jawab pada pemanufaktur atau
distributor tertentu, pengurangan resiko, penekanan biaya pencarian internal
dan eksternal, janji dan ikatan khusus dengan produsen, alat simbolis yang
memproyeksi citra diri, dengan signal kualitas.
2.2.2 Brand Image (Citra Merek)
Kadang kita tidak dapat membedakan sesuatu secara jelas antara
identitas dan citra. Untuk membedakannya, maka akan kita lihat pengertian
masing-masing. Identitas adalah berbagai cara yang diarahkan perusahaan
untuk mengidentifikasi dirinya atau memposisikan produknya, Sedangkan
citra / image adalah persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau produknya
(Kotler 2007: 259).
13
Maka jelas “Brand Image” atau citra merek adalah bagaimana suatu
merek dapat mempengaruhi persepsi, pandangan masyarakat atau konsumen
terhadap perusahaan atau produknya.
Pengertian brand image (Keller 2003: 166) bahwa:
1.
Anggapan tentang merek yang direfleksikan konsumen yang
berpegang pada ingatan konsumen.
2.
Cara orang berpikir tentang sebuah merek secara abstrak dalam
pemikiran mereka, sekalipun pada saat mereka memikirkannya,
mereka tidak berhadapan langsung dengan produk.
Membangun brand image yang positif dapat dicapai dengan program
marketing yang kuat terhadap produk tersebut, yang unik dan memiliki
kelebihan yang ditonjolkan, yang membedakannya dengan produk lain.
Kombinasi yang baik dari elemen-elemen yang mendukung (seperti yang
sudah dijelaskan sebelumnya) dapat menciptakan brand image yang kuat
bagi konsumen.
Keterkaitan dengan pembahasan ini, apabila suatu merek memiliki
unsur atau elemen-elemen yang menarik dan dapat diingat terus-menerus
oleh para konsumennya, maka merek tersebut sudah bisa dikatakan memiliki
suatu citra yang positif.
2.2.2.1 Dimensi brand image (citra merek)
Tingkatan-tingkatan brand image (citra merek) di bagi menjadi lima
yaitu (Kotler 2005: 82):
1. Atribut
Setiap merek memiliki atribut. Atribut ini perlu dikelola dan diciptakan
agar pelanggan dapat mengetahui dengan pasti atribut-atribut apa saja
yang terkandung dalam suatu merek. Setiap café memiliki atribut yang
dapat membuat para pelanggannya selalu mengingat atribut tersebut.
Contohnya logo, nama café yang dibuat menarik agar melekat dibenak
pelanggannya.
2. Manfaat
Selain atribut, merek juga memiliki serangkaian manfaat. Konsumen
tidak saja membeli atribut tetapi juga membeli manfaat. Pelanggan yang
datang ke café tidak hanya ingin membeli atributnya melainkan ingin juga
14
mendapat manfaatnya.
3. Nilai
Merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai bagi produsen. Merek yang
memiliki nilai tinggi dan dihargai oleh konsumen sebagai merek yang
berkualitas dan berkelas, sehingga dapat mencerminkan siapa pengguna
merek tersebut. Café yang memiliki sesuatu yang unik dan berbeda dari
yang lain akan menjadi suatu top of mind karena mereka akan memilih
café yang berkualitas.
4. Budaya
Merek memiliki budaya tertentu yang dapat mempengaruhinya. Dalam
hal ini bisa dikaitkan budaya yang dimaksud seperti rasa ingin memenuhi
kebutuhan gaya hidup. Budaya para pengunjung datang ke café saat ini
tidak hanya untuk makan dan minum, melainkan untuk kebutuhan gaya
hidup mereka.
5. Kepribadian
Merek memiliki kepribadian, yaitu kepribadian bagi para penggunanya.
Jadi diharapkan dengan menggunakan merek, kepribadian si pengguna
akan tercemin dengan merek yang digunakan. Café memiliki image bagi
para penggunanya, Jadi diharapkan dengan berkunjung ke cafe,
kepribadian si pengguna akan tercermin dengan café yang di
kunjunginya.
Keterkaitan dengan pembahasan ini, apabila suatu perusahaan,
memiliki suatu unsur menarik yang menjadi kebutuhan para konsumen atau
pelanggannya maka bisa dikatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki citra
yang dapat melekat dibenak konsumen nya. Dengan adanya citra baik maka
ada juga keputusan untuk membeli dari para konsumen atau pelanggannya
terhadap merek yang mereka pilih.
2.2.3 Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian adalah membeli merek yang paling disukai,
tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian.
Faktor pertama adalah sikap orang lain. Faktor kedua faktor situasional yang
tidak diharapkan (Kotler & Amstrong 2008: 181).
15
Definisi lain tentang keputusan pembelian, keputusan pembelian
sebagai tindakan langsung yang terlibat dalam menetapkan, mengkonsumsi,
dan menghabiskan barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang
mendahului dan mengikuti tindakan (Sumarwan 2011: 180).
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa keputusan
pembelian adalah suatu proses dimana konsumen melakukan pembelajaran
terlebih dahulu tentang sebuah produk sebelum melakukan pembelian.
2.2.3.1 Proses Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian memiliki lima tahap proses yang dilalui
sebelum akhirnya konsumen memutuskan untuk membeli atau tidak membeli
suatu produk (Kotler & Armstrong 2008:179).
Pengenalan
kebutuhan
Pencarian
informasi
Evaluasi
alternatif
Keputusan
pembelian
Perilaku
pascapembelian
Gambar 2.2. Proses keputusan pembelian
(Kotler dan Armstrong (2008:179)
Gambar memperlihatkan bahwa konsumen melewati seluruh lima
tahap itu untuk semua pembelian yang dilakukannya. Proses pengambilan
keputusan pembelian memahami konsumen memungkinkan pemasar untuk
mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang konsumen mereka.
Proses keputusan pembelian adalah sebagai berikut (Sunyoto 2012:
280):
1. Pengenalan kebutuhan
Adalah tahap pertama dari proses keputusan pembelian, dimana
konsumen menyadari kebutuhannya. Kebutuhan dapat dipicu dari
rangsangan internal yang cukup tinggi sehingga menjadi sebuah
dorongan.
2. Pencarian Informasi
16
Adalah tahap kedua dari proses keputusan pembelian dimana konsumen
akan mencari informasi lebih banyak. Pencarian informasi tergantung
oleh kuat lemahnya kebutuhan banyaknya informasi yang telah
dimilikinya kemudian mengadakan penilaian terhadap informasi.
Informasi dapat diperoleh dari keluarga, teman, rekan situs web, media
massa dan pencarian internet.
3. Penilaian alternatif
Adalah tahap ketiga dari proses keputusan pembelian dimana konsumen
menggunakan informasi yang didapat untuk mengevaluasi merek
alternatif dalam sekelompok pilihan. Dari informasi yang diperoleh
konsumen, digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas
mengenai alternatif-alternatif yang dihadapi serta daya tarik masingmasing alternatif.
4. Keputusan membeli
Adalah tahap keempat dari proses keputusan pembelian. Konsumen
memutuskan merek apa yang akan dibeli. Pada umumnya, keputusan
pembelian konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi
dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian.
Faktor pertama adalah faktor sosial dan faktor-faktor situasi.
5. Perilaku pascapembelian
Adalah tahap terakhir dalam proses keputusan pembelian dimana
konsumen
mengambil
tindakan
selanjutnya
setelah
pembelian,
berdasarkan tingkat kepuasan dan ketidakpuasan mereka. Kepuasan dan
ketidakpuasan konsumen dapat diketahui dari hubungan antara ekspektasi
konsumen dengan kinerja anggapan produk. Jika produk tidak sesuai
ekspektasi, maka konsumen akan kecewa. Jika produk sesuai ekspektasi,
maka konsumen akan puas. Apabila produk melebihi ekspektasi, maka
konsumen akan sangat puas.
2.3
Kerangka Pemikiran
17
Variabel X
Variabel Y
Brand Image (citra merek)
Keputusan Pembelian
a.
b.
c.
d.
e.
Atribut
Manfaat
Nilai
Budaya
Kepribadian
a. Pengenalan
kebutuhan
b. Pencarian informasi
c. penilaian Alternatif
d. Keputusan membeli
e. Perilaku
Pascapembelian
Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran
2.4
Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Peneliti /
Judul
Hasil Penelitian
Tahun
Dessy Amelia
PENGARUH CITRA
Fristiana/2010
MEREK DAN
mengetahui pengaruh citra merek dan
HARGA TERHADAP
harga terhadap keputusan pembelian
KEPUTUSAN
PEMBELIAN PADA
Penelitian
pada
Ramai
SEMARANG
bertujuan
Swalayan
untuk
Peterongan
Semarang. Populasi dalam penelitian ini
RAMAI SWALAYAN adalah
PETERONGAN
ini
Swalayan
seluruh
konsumen
Peterongan
tetapi
Ramai
tidak
diketahui jumlah pastinya. Sampel yang
diambil adalah 100 orang sesuai yang
disarankan oleh Hair. Penyebarannya
menggunakan
sampling.
menggunakan
dengan
Skala
skala
purposive
pengukurannya
Likert.
Pada
18
analisis data menggunakan uji regresi
linear
sederhana
berganda
dengan
dan
uji
regresi
program
aplikasi
SPSS 16.0.
Dari hasil analisis data diketahui bahwa
kategori citra merek sebesar 70 persen
menyatakan
baik.
Kategori
harga
diketahui sebesar 46 persen menyatakan
murah. Kategori keputusan pembelian
diketahui sebesar 57 persen adalah
tinggi.
Variabel
berpengaruh
citra
terhadap
merek
keputusan
pembelian sebesar 15 persen. Variabel
harga berpengaruh terhadap keputusan
pembelian sebesar 43,2 persen. Variabel
citra merek dan harga berpengaruh
terhadap keputusan pembelian sebesar
17,4 persen. Hal ini berarti semakin
baik citra merek, dan semakin murah
harga yang ditawarkan diharapkan dapat
meningkatkan keputusan pembelian.
Fitria Engla
PENGARUH BRAND
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
Sagita/2013
IMAGE DAN
mengetahui pengaruh brand image dan
HARGA TERHADAP
harga terhadap keputusan pembelian
KEPUTUSAN
ulang produk Kentucky Fried Chicken
PEMBELIAN
(KFC) di cabang Basko Grand Mall
ULANG PRODUK
oleh mahasiswa Universitas Negeri
KENTUCKY FRIED
Padang. Penelitian ini dilaksanakan di
CHICKEN (KFC) DI
Universitas Negeri Padang, dan yang
CABANG BASKO
menjadi populasi dalam penelitian ini
GRAND MALL
adalah seluruh konsumen yang pernah
OLEH MAHASISWA
melakukan pembelian di KFC Basko
UNIVERSITAS
Grand Mall. Sampel diambil dengan
19
NEGERI PADANG
metode accidental sampling. Ukuran
sampel sebanyak 100 orang. Teknik
analisis data yang digunakan adalah
regresi berganda. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa: 1) Brand image
berpengaruh
keputusan
signifikan
terhadap
pembelian ulang produk
Kentucky Fried Chicken (KFC) di
cabang
Basko
Grand
Mall
oleh
mahasiswa Universitas Negeri Padang,
2)
Harga
berpengaruh
signifikan
terhadap keputusan pembelian ulang
produk Kentucky Fried Chicken (KFC)
di cabang Basko Grand Mall oleh
mahasiswa Universitas Negeri Padang.
Download