BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi Bidang komunikasi

advertisement
9 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komunikasi
Bidang komunikasi adalah bidang yang tidak akan pernah kering karena
bidang tersebut berfungsi memenuhi kebutuhan dasar manusia, yakni kebutuhan
akan informasi dan pengetahuan. Bahkan pada masa mendatang, bidang
komunikasi akan berkembang jauh lebih pesat, sejalan dengan laju perkembangan
teknologi komunikasi.
Menurut Carl I. Hovland, ilmu komunikasi adalah “ Upaya yang sistematis
untuk merumuskan secara tegas asas-asas penyampaian informasi serta
pembentukan pendapat dan sikap”. 5 Definisi Hovland ini menunjukkan bahwa
yang dijadikan objek studi ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi,
melainkan juga merupakan pembentukan pendapat umum (public opinion) dan
sikap public (public attitude) yang dalam kehidupan sosial dan kehidupan politik
memainkan peranan penting.
Menurut Kincaid dan Schramm, komunikasi sebenarnya bukan suatu ilmu
pengetahuan, tapi juga seni bergaul. Agar kita dapat berkomunikasi efektif, kita
dituntut tidak hanya memahami prosesnya, tapi juga mampu menerapkan
pengetahuan kita secara kreatif. 6
5
Onong U. Effendi, Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,
2001, hal.10
6
Deddy Mulyana, Human Communication, Konteks-konteks Komunikasi, PT Remaja
Rosdakarya, Bandung, 2005, hal. viii 9
10 2.1.1.
Definisi Komunikasi
Bermacam-macam definisi komunikasi yang dikemukakan para pakar
untuk memberikan batasan-batasan terhadap apa yang dimaksud dengan
komunikasi, sesuai dari sudut mana mereka memandangnya.
Sebelum membahas mengenai definisi komunikasi dari berbagai pakar
hendaknya perlu diketahui terlebih dahulu arti kata komunikasi itu sendiri
ditinjau dari asal katanya. “Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris
communication berasal dari kata latin communication, dan bersumber dari
kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama
makna”. 7
William Albig dalam bukunya yang berjudul Public Opinion
mendefinisikan komunikasi sebagai “Communication is the process of
transmitting meaningful symbols between individuals.” 8 Komunikasi adalah
proses penyampaian dan penerimaan lambing-lambang yang mendukung
makna diantara individu-individu.
Brent D. Ruben memberikan definisi mengenai komunikasi manusia
yang lebih komprehensif sebagai berikut: komunikasi manusia adalah suatu
proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam
organisasi
dan
dalam
masyarakat
menciptakan,
mengirimkan,
7
Ibid, hal.9
T. May Rudy, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Internasional, PT Refika Aditama,
Bandung, 2005, hal. 1 8
dan
11 menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang
lain. 9
Sementara itu Kincaid mengemukakan, “ Komunikasi adalah proses
saling berbagi atau menggunakan informasi secara bersama dan pertalian
antara para peserta dalam proses informasi”. Pendapat yang sama
dikemukakan oleh Siporin bahwa, “ Komunikasi adalah proses pertukaran
informasi antara dua orang atau lebih, dan dalam prose situ terjadi kegiatankegiatan member atau mengirim, menerima, dan menanggapi pesan-pesan
diantara orang-orang yang berinteraksi”. 10
2.1.2.
Tujuan Komunikasi
R. Wayne Pace, Brent D. Paterson, M. Dallas Burnet dalam bukunya
Techniques for Effective Communication menyatakan bahwa kegiatan
komunikasi mempunyai tiga tujuan sentral yang utama yaitu:
1.
To secure understanding (memastikan atau menjamin pemahaman).
2.
To establish acceptance (membina atau membentuk penerimaan atau
kesepakatan).
3.
To motivation action (memotivasi kegiatan atau tindakan). 11
9
Armi Muhammad, Komunikasi Organisasi, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2004, hal. 3
Erliana Hasan, Komunikasi Pemerintahan, PT Refika Aditama, Bandung, 2005, hal. 17
11
T. May Rudy, op.cit., 63 10
12 2.1.3.
Proses Komunikasi
Proses komunikasi terdiri dari enam tahapan sebagai berikut:
1.
Pengirim mempunyai ide yang ingin disampaikan kepada pihak lain.
2.
Pengirim mengubah idenya menjadi pesan.
3.
Pengirim menyampaikan pesan.
4.
Pihak penerima menerima pesan.
5.
Penerima menafsirkan pesan.
6.
Penerima memberikan reaksi dan mengirimkan umpan balik. 12
2.1.4.
Fungsi Komunikasi
Pengalaman
komunikasi
dapat
membantu
mengungkapkan
kepribadian dan membangun hubungan yang baik , serta mengubah sikap dan
perilaku. Fungsi komunikasi ialah untuk memahami sikap dan perilaku
manusia.
Perkembangan
rasa
percaya
diri
ditentukan
oleh
kecakapan
komunikasi Thomas Hora, seorang ahli teori komunikasi berpendapat bahwa
orang yang dapat memahami dirinya dapat dipahami oleh orang lain. Apabila
dua pihak menginginkan untuk dapat saling memahami, keduanya harus saling
kenal. Dengan demikian tingkat hubungan dapat diketahui.13
12
Mas’ud Machfoedz, Komunikasi Bisnis Modern Untuk Mahasiswa dan Profesi, BPFE,
Yogyakarta, 2004, hal. 7
13
Ibid, hal. 4 13 2.1.5.
Unsur-unsur Dalam Proses Komunikasi
Unsur-unsur dalam proses komunikasi adalah sebagai berikut: 14
1. Sender
Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seorang atau
sejumlah orang.
2. Encoding
Penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk
lambing,.
3. Message
Pesan yang merupakan seperangkat lambing bermakna yang
disampaikan oleh komunikator.
4. Media
Saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada
komunikan.
5. Decoding
Pengawasan sandi, yaitu proses dimana komunikan menetapkan makna
pada lambing yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
Salah satu model komunikasi yang sering digunakan adalah model
komunikasi dari Claude Shannon atau lebih terkenal dengan model Shannon
Wever. Berikut keterangan dari gambar model diatas:
14
Onong U. Effendi, Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,
2001, hal. 18
14 1.
Sumber Informasi (Information Source)
Dalam komunikasi manusia yang menjadi sumber informasi adalah
otak. Pada otak ini terdapat kemungkinan message/pesan tidak
terbatas jumlahnya. Tugas utama dari otak adalah menghasilkan suatu
pesan dari berjuta-juta pesan yang ada. Dalam setiap kejadian, otak
harus memilih pesan yang tepat dengan situasi. Proses pemilihan ini
sseringkali merupakan perbuatan yang tidak disadari oleh manusia.
2.
Transmitter
Langkah kedua dari model Shannon adalah memilih transmitter.
Pemilihan transmitter ini tergantung pada jenis komunikasi yang
digunakan. Kita dapat membedakan dua macam komunikasi yaitu
komunikasi tatap muka (alat-alat pembentuk suara dan dihubungkan
dengan
otot-otot
serta
organ
tubuh
lain)
dan
komunikasi
menggunakan mesin (telepon, radio, televise, foto dan film).
3.
Penyandian (Encoding) Pesan
Penyandian pesan diperlukan untuk mengubah ide dalam otak ke
dalam suatu sandi yang cocok dengan transmitter. Dalam komunikasi
tatap muka signal yang cocok dengan alat-alat suara adalah berbicara,
signal yang cocok dengan otot-otot tubuh dan indera adalah anggukan
kepala, sentuhan dan kontak mata. Pada komunikasi yang
menggunakan mesin misalnya radio adalah perluasan dari suara
manusia, televise perluasan dari mata, dan begitu juga dengan alat
komunikasi lainnya.
15 4.
Tujuan (Destination)
Komponen terakhir adalah destination (tujuan) yang dimaksud oleh si
komunikator. Destination ini adalah otak manusia yang menerima
pesan yang berisi bermacam-macam hal, ingatan atau pemikiran
mengenai kemungkinan dari arti pesan. Penerima pesan telah
menerima signal melalui pendengaran, penglihatan, penciuman
kemudian signal itu diuraikan dan diinterpretasikan dalam otak.
5. Sumber Gangguan (Noise)
Dalam model Shannon ini terlihat adanya faktor sumber gangguan
pada waktu memindahkan signal dari transmitter kepada si penerima.
Gangguan ini selalu ada dalam tiap-tiap komunikasi. Oleh sebab itu
kita harus menetralkan gangguan dan tidak terkejut dengan
kehadirannya. Untuk menetralkan gangguan ini ada empat cara seperti
berikut:
a. Menambah Kekuatan (power) dari sinyal.
b. Mengarahkan signal dengan persis.
c. Menggunakan signal lain.
d. Redudansi.
16 2.1.6.
Efek dan Umpan Balik
Ralph Webb membagi jenis-jenis umpan balik (feedback) dalam 4
(empat) bagian atau penggolongan, yaitu: 15
1. Positive feedback (umpan balik atau tanggapan positif)
Umpan balik atau tanggapan yang diterima komunikator dari
komunikan dapat dimengerti dan mencapai saling pengertian,
sehingga
komunikan
mendukung,
menyepakati,
mengiyakan,
menyetujui pesan atau bersedia memenuhi ajakan seperti yang
termuat dalam pesan yang diterima.
2. Negative feedback (umpan balik atau tanggapan negatif)
Pesan (umpan balik) yang disampaikan kembali oleh komunikan
kepada
komunikator
tidak
mendukung,
malah
sebaliknya
menyanggah atau menentang, yang berarti terjadinya protes, kritikan
atau ketidaksetujuan.
3. Neutral feedback (umpan balik atau tidak memihak)
Pesan (umapn balik) yang disampaikan kepada komunikator oleh
komunikan, yang tidak menentang/menyanggah dan tidak pula
mendukung/mengiyakan. Artinya tanggapan dari komunikan hanya
bersifat datar atau biasa-biasa saja.
15
T. May Rudy, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Internasional, PT Refika Aditama,
Bandung, 2005, hal. 5
17 4. Zero feedback (umpan balik nol atau nihil)
Umpan balik yang diterima oleh komunikator dari komunikan tidak
relevan atau tidak ada hubungannya dengan masalah atau isi pesan
yang disampaikan oleh komunikator. Tanggapan dari komunikan
tidak “nyambung” alias berbeda atau menyimpang dari pesan yang
diterimanya, yang mungkin diakibatkan oleh ketidakmengertian
komunikan terhadap hal yang dimaksudkan oleh komunikator.
2.2 Public Relations
Suatu program kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan
atau organisasi tidak terlepas dari peran Public Relations. Peran Public Relations
tidak akan maksimal jika hanya berkomunikasi satu arah. Karena Public Relations
dapat melakukan komunikasi secara efektif dalam melaksanakan kinerjanya
apabila setiap melakukan komunikasi dengan pihak eksternal terajdi komunikasi
timbal balik yang dilakukan secara simultan.
2.2.1.
Pengertian Public Relations
Menurut Internasional Public Relations, Public Relations adalah
keseluruhan
upaya
yang
dilangsungkan
secara
terencana
dan
berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan
saling pengertian antara suatu organisasi dengan khalayaknya.
Secara umum Humas adalah suatu terapan yang mempelajari
bagaimana memecahkan masalah yang dihadapi dengan mewujudkan
pengertian umum, kepercayaan umum, bantuan umum dan kerjasama umum.
18 Sedangkan definisi lain dari Humas menurut Marston bahwa Humas adalah
seni untuk membuat perusahaan anda disukai dan dihormati oleh para
karyawan, konsumen dan para penyalurnya.
Salah satu aktivitas Humas, seperti yang di kemukakan oleh SK Bonar
adalah untuk membina dan memperoleh suatu kepercayaan, pengertian serta
penghargaan dari suatu lembaga atau instansi dan khususnya masyarakat yang
menjadi public sasaran.
16
Humas di harapkan dapat menciptakan suatu opini
public yang menguntungkan bagi perusahaannya serta dapat membina
hubungan yang harmonis antara pihak perusahaan dengan publiknya.
Secara umum Humas adalah suatu terapan yang mempelajari
bagaimana memecahkan masalah yang dihadapi dengan mewujudkan
pengertian umum, kepercayaan umum, bantuan umum dan kerjasama umum.
Sedangkan definisi lain dari Humas menurut Marston bahwa Humas adalah
seni untuk membuat perusahaan anda disukai dan dihormati oleh para
karyawan, konsumen dan para penyalurnya.
Jadi, Humas atau Public Relations adalah suatu rangkaian kegiatan
yang diorganisasi sedemikian rupa sebagai suatu rangkaian kampanye atau
program terpadu, dan semuanya itu berlangsung secara berkesinambungan dan
teratur. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa niat baik dan kiprah
organisasi atau perusahaan yang bersangkutan senantiasa dimengerti oleh
publiknya dan memperoleh dukungan positif. 16
SK Bonar, Hubungan Masyarakat Modern, Jakarta, Soeroengan, 1973, hal 25
19 2.2.2.
Fungsi Public Relations
Secara umum fungsi Public Relations ketika menjalankan tugas dan
operasionalnya,baik secara komunikator maupun organisator dalam organisasi
atau perusahaan yang diwakilinya. Menurut Onong Uchjana Efendy fungsi
Humas antara lain 17 :
a. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.
b. Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik
internal atau publik eksternal.
c. Menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan informasi
dari organisasi kepada publiknya dan menyalurkan opini publik
kepada organisasi.
d. Melayani
publik
dan
menasehati
pimpinan
organisasi
demi
kepentingan umum.
e. Operasionalisasi dan organisasi Humas adalah bagaimana membina
hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya, untuk
mencegah terjadinya rintangan psikologis, baik yang ditimbulkan dari
pihak organisasi maupun publiknya.
Sedangkan Bertrand R Canfield dalam bukunya “Public Relations
Principles and Problem” menjelaskan bahwa fungsi Public Relations harus
mencakup kepada hal:
17
Onong Uchjana Effendy ,Ilmu Komunikasi dan Praktek, PT Remaja Rosdakarya, Bandung
1994,Hal 66
20 a. Mengabdi pada kepentingan public, tugas seorang public relations
adalah melayani public yang hubungannya harus dibina, sehingga
menjadi harmonis
b. Memelihara komunikasi yang baik, hubungan yang terjadi adalah
hubungan yang komunikatif antara public relations dengan publiknya
yang dilandasi rasa empati, sehingga menimbulkan rasa empati.
c. Kegiatan public relations itu ketika menjalankan fungsinya harus
menitik beratkan kepada moral dan tingkah laku yang baik, karena
public relations adalah sebagai wakil perusahaan yang berhubungan
dengan publik. 18
2.2.3.
Peranan Public Relations
Peranan pokok Public Relations yaitu membentuk opini publik positif
dan menggalang pengertian antara lembaga yang diwakilinya dengan publik
yang menjadi target sasarannya. Seorang Humas harus mampu menjadi
komunikator dan sekaligus menjadi mediator, persuade, organisator serta
konsultan dalam upaya untuk memperoleh atau mempertahankan citra bagi
lembaga yang diwakilinya.
Mengenai peran yang dilakukan Public Relations ada pendapat yang
berbeda-beda. James E Grunig dan Told Hunt, mengemukakan bahwa ada dua
peran yang dominan Public Relations, yaitu Communication Technican dan
Communication Manager. Communication Manager sendiri terdiri dari tiga
18
Danan, Djaja, Peranan Humas dalam Perusahaan, Bandung 1985, hal 14
21 sub peran yaitu Expert presciber, Communicator fasilitator dan Problem
solving process fasilitator. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
Expert
prescriber
yaitu
sebagai
praktisi
ahli
Humas
yang
berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu untuk
mencari solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya.
Communicator fasilitator yaitu sebagai praktisi Humas yang bertindak
menjadi komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam
hal untuk mendengar apa yang diinginkan an diharapkan oleh publiknya dari
organisasi bersangkutan, sekaligus harus mampu menjelaskan kembali
keinginan, kebijakan, dan harapan organisasi kepada pihak publiknya.
Problem solving process fasilitator yaitu sebagai praktisi Humas yang
bertindak sebagai pemecah persoalan, merupakan bagian tim manajemen
untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasehat hingga
mengambil tindakan eksekusi dalam mengatasi persoalan atau krisis yang
tengah dihadapi secara rasional dan professional.
Communitor technican yaitu sebagai praktisi yang bertindak hanya
untuk menyediakan layanan teknis komunikasi. 19
2.2.4.
Khalayak Public Relations
Publik atau khalayak, menurut ilmu komunikasi disebut dengan
audience adalah sasaran setiap organisasi Humas, yang bertujuan mencari
19
James E Grunig & Told Hunt, Managing Public Relations, Rinchart Hold & Wilston, Newyork,
1984, hal 91
22 keuntungan (profit making) maupun yang tidak bertujuan mencari
keuntungan (non profit). Khalayak luar sebagai sasaran kegiatan humas
disebut dengan target audience atau khalayak sasaran. Khalayak itu sendiri
dibagi dua, yang dikenal dengan khalayak dalam, yaitu mereka yang bekerja
di dalam suatu organisasi. Sementara yang lainnya disebut dengan khalayak
luar atau eksternal public, orang-orang yang terdapat di luar perusahaan. 20
2.2.4.1. Khalayak Internal
Khalayak internal adalah publik atau pihak-pihak yang
berada didalam suatu perusahaan atau organisasi. Unsur-unsur dalam
khalayak internal sebagai berikut:
1. Pemegang Saham
Pemilik mempunyai peranan yang sangat besar karena
walaupun sudah go public, mayoritas saham masih dikuasai
oleh pemilik lama. Tugas seorang public relations adalah
memahami
karakter
pemilik
beserta
keluarganya
dan
bersamaan dengan itu menanamkan pemahaman kepadanya
tentang ruang lingkup pekerjaan Public Relations.
a. Aktivitas formal, rapat pemegang saham (penyampaian
laporan perkembangan organisasi) serta peluang usaha
organisasi.
b. Komunikasi informal, undangan acara-acara organisasi.
20
Mahmud Mahidin, Pengantar Hubungan Masyarakat. Jakarta Universitas Terbuka, 1993 hal 6
23 2. Investor relations, merupakan kegiatan pemasaran korporat
yang menggabungkan disiplin ilmu komukasi dan pemasaran
untuk memberikan gambaran yang tepat mengenai kinerja dan
prospek perusahaan kepada investor dan calon investor.
3. Aktivitas komunikasi dengan investor:
a. Menyediakan informasi bagi pasar modal, sehingga harga
atau nilai saham perusahaan dapat dicerminkan nilai dan
harapan pendapatan dimasa mendatang.
b. Memelihara kepercayaan, citra dan likuiditas saham
perusahaan (emitten), yang diperdagangkan di pasar bursa.
c. Menjaga hubungan baik dengan modal (BEJ dan BES),
rekan bisnis, kreditor, para pedagang perantara.
4. Karyawan
Alasan perlunya menjalin hubungan baik dengan karyawan
adalah:
1. Karyawan adalah ujung tombak perusahaan
2. Jumlah tersebar dan secara structural kedudukannya rendah
dan lemah, sehingga mereka membutuhkan dukungan
untuk kepentingan mereka.
3. Tingkat pendidikannya rendah, sehingga mereka mudah
dipicu.
24 4. Sumber suara potensial di dalam pemilihan umum.
5. Sumber simpatai dari dan media.
2.2.4.2. Khalayak eksternal
Khalayak eksternal adalah orang-orang atau pihak-pihak
yang berada di luar struktur organisasi dan memiliki kepentingan
langsung maupun tak langsung dan diduga mempunyai kepentingan
dengan organisasi.
Unsur- unsur dalam publik eksternal:
1. Pelanggan
a. Pelanggan merupakan asset perusahaan yang paling
berharga.
b. Sumber penjualan ulang dan sumber utama pelanggan baru.
c. Biaya dan waktu yang digunakan lebih sedikit.
2. Masyarakat
Merupakan kelompok orang yang bermukim atau mencari
nafkah disekitar pabrik, kantor gudang, tempat pelatihan, tempat
peristirahatan atau disekitar asset tetap perusahaan.
Aktivitas hubungan dengan masyarakat:
a. Kunjungan ramah tamah (manajemen ke komunitas atau
sebaliknya
komunitas
sebagai
perusahaan dalam suatu peristiwa.
tamu
undangan
ke
25 b. Pembuatan acara-acara hiburan atau sosial.
c. Mendirikan fasilitas.
3. Pemerintah
Alasan mengapa diperlukannya menjalin hubungan baik dengan
pemerintah.
a. Pemerintah memiliki kekuasaan untuk membuat peraturan,
serta menentukan iklim usaha.
b. Pemerintah dengan pendapatan dari masyarakat membantu
menyediakan
berbagai
sarana
dan
prasarana
yang
mendukung usaha, bisnis perusahaan.
4. Media
Hubungan dengan media mempunyai arti luas, ayitu mencakup
semua media berita baik media cetak (surat kabar, majalah)
maupun media audio visual (radio dan televisi). Alasannya
mengapa diperlukannya menjalin hubungan baik dengan media.
a. Media massa mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi
opini publik.
b. Media juga mampu membentuk citra perusahaan.
c. Media
sebagai
alat
untuk
memberikan
masyarakat terhadap suatu lembaga.
pengakuan
26 d. Media dapat digunakan sebagai agenda setting perusahaan
dalam pencapaian tujuan-tujuan tertentu.
2.3 Community Relations
2.3.1.
Pengertian Community Relations
Dalam pelaksanaan fungsi Public Relations, komunitas dipandang
sebagai satu kesatuan dengan perusahaan yang memberikan manfaat timbal
balik. Dan hubungan timbal balik tersebut bukanlah selalu berarti bahwa
komunitas adalah kumpulan orang yang saling berbagi dalam memanfaatkan
suatu fasilitas. Lebih jauh komunitas adalah organisme sosial yang saling
berinteraksi.
Dalam buku Yosal Iriantara, Hallahan menyatakan meski dalam
konteks berbeda, menjelaskan perbedaan antara publik dan komunitas.
Komunitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah warga yang tinggal di
sekitar PT Bumi Serpong Damai, dan bukan konsumen atau pembeli produk
PT Bumi Serpong Damai. Dalam pengertian klasik, komunitas dipandang
hanya sebagai salah satu bagian dari publik yang dilayani dalam kegiatan PR
yang dikategorikan sebagai publik eksternal. Namun dalam praktek PR
mutakhir, yang cenderung mengganti dan mengubah istilah publik dengan
Community. Komunitas adalah semua stakeholder yang dilayani organisasi.
Komunitas dapat dikatakan memberikan kontribusi bagi suatu perusahaan.
Sekecil apapun yang diberikan akan sangat berarti bagi perusahaan.
27 Perbandingan Konsep Publik dan komunitas
Publik
Fokus Kelompok
Orientasi kekuasaan
Komunitas
permasalahan
secara
politis
Kepentingan
umum
bersifat bersifat apolitis
Tujuan
perubahan
Pemeliharaan
Sejarah
Karena terorganisasi,
waktunya terbatas, sering
kali hanya sesaat lantaran
terbatasnya fokus/tujuan
kelompok
sering kali panjang dan terus
menerus berkembang
lantaran didirikan dengan
baik
Keterkaitan dalam
kelompok
Tujuan bersama; diskusi
tentang masalah, kegiatan
para aktivis
Kultur (keyakinan, nilai,
ritual, tradisi, artefak,
bahasa), kegiatan
berwawancara, partisipasi
dan identitas bersama
Komposisi
Secara umum dianggap
terbentuk dari kumpulan
individu
Individual, organisasi dan
institusi
Dipandang organisasi
Sulit ditentukan posisinya
samapi kelompok tersebut
menunjukkan ingin dikenal
Mudah ditentukan posisinya
dan familiar dengan
kepentingan
Keterlibatan Organisasi
Sering reaktif, kebanyakan
diberi mandate atau
diprovokasi kelompok
Secara ideal proaktif
Komunikasi organisasi
Kontinum respons mulai
dari akomodasi hingga
advokasi, negosiasi
Relasi konsep
Kebanyakan publik berasal
dari komunitas
Sumber: Hallahan dalam Yosal Iriantara, 2004 hal 23
Integrasi (keterlibatan,
[emeliharaan,
pengorganisasian)
Publik dengan tujuan
terbatas yang kemudian
sering kali bertambah besar
sehingga menjadi
komunitas, namun fokus
kelompokpun meluas bukan
hanya isu tunggal
28 Wilbur J. Peak menyatakan bahwa konsep komunitas dalam konteks
PR sudah banyak berubah. Menurutnya komunitas bukan lagi sekedar
kumpulan orang yang tinggal pada lokasi yang sama tapi juga menunjukkan
terjadinya interaksi diantara kumpulan orang tersebut. Jadi selain karena
faktor-faktor fisik yakni tinggal dilokasi yang sama, komunitas itu juga bisa
merupakan unit sosial yang terbentuk lantaran adanya interaksi diantara
mereka. Dengan kata lain, komunitas itu bukan hanya menunjuk pada lokalitas
saja melainkan juga pada struktur. Ini berbeda dengan pengertian komunitas
dari Jefkins yang hanya melihat komunitas dari aspek lokalitas saja yakni
kelompok orang yang tinggal di sekitar wilayah operasi satu organisasi yang
berupa pabrik, areal penambangan, kantor, atau bengkel, yang disebut Jefkins
sebagai tetangga 21 .
Wilbur J. Peak dalam karyanya, Community relations 22 yang dimuat
dalam lesly’s Public Relations Handbook, mendefinisikan hubungan dengan
komunitas sebagai:
“Community relations, as public relations function, is a institution’s
planned active and continuing participationwith and within a community to
maintain and enchance its enveironment to the benefit of both the institution
and community.”
Terjemahannya adalah sebagai berikut: hubungan dengan komunitas
sebagai salah satu fungsi hubungan masyarakat yang merupakan partisipasi
dari suatu lembaga yang terencana, aktif dan berkesinambungan di dalam suatu
21
Iriantara, Yosal, Community Relations:Konsep dan Aplikasinya. PT Remaja Rosdakarya,
Bandung, 2004, Hal 22
22
Onong Uchjana Effendy, Hubungan Mayarakat, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1992, hal 187.
29 komunitas untuk memelihara dan membina lingkungan demi keuntungan dua
pihak, baik organisasi maupun komunitas.
Definisi Peak itu menunjukan bahwa hubungan dengan komunitas
berorientasi pada kegiatan yakni kegiatan yang dilakukan organisasi yang
bersifat partisipasi yang memberikan keuntungan pada kedua belah pihak.
Kegiatan
ini
dilakukan
dengan
perencanaan
matang,
aktif
dan
berkesinambungan. Komunikasi dan evaluasi turut menentukan berhasil
tidaknya hubungan dengan komunitas. Teknik komunikasi dan media yang
akan digunakan bergabung pada komunitas yang terdapat di sekitar organisasi.
Berbeda dengan Jerold yang mendefinisikan Community Relations
sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah
komunitas melalui berbagai upaya untuk kemaslahatan bersama bagi organisasi
dan komunitas. 23
Citlip and Center dalam bukunya, Effective Public Relations,
mengatakan bahwa dalam pelaksanaan hubungan dengan komunitas, penting
diketahui apa yang didambakan komunitas bagi kesejahteraan, dan apa yang
dilakukan organisasi untuk meemnuhi harapan itu, dan nilai kontribusi tersebut
yaitu : kesejahteraan komersil, lapangan kerja, fasilitas pendidikan yang
memadai, hokum, ketertiban dan keamanan, perumahan dan fasilitas yang
sesuai,
kebutuhan
berekreasi
dan
berkebudayaan,
perhatian
terhadap
23
Jerold dalam Yosal Iriantara, Community Relations; Konsep dan Aplikasinya. Bandung;
Simbioda Rekatama Media, 2004. Hal.20
30 keselamatan umum, penanganan kesehatan yang progresif, partisipasi
kemasyarakatan.
Bentuk-bentuk Community Relations biasanya merupakan kombinasi
dari
kegiatan
sponsorship,
amal,
penghargaan-penghargaan
(awards),
penyediaan fasilitas untuk komunitas, seminar, dan partisipasi dibidang
kesenian, olahraga, pendidikan, lingkungan hidup, keselamatan dan kesehatan
kerja, dan lain-lain. 24
2.3.2. Kegiatan Community Relations
Ada 7 kegiatan yang biasanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang
berhubungan dengan komunitas yaitu: 25
1.
The Open House and Tour of Facilities
Maksudnya adalah mengajak komunitas lokal untuk datang dan melihat
langsung ke perusahaan atau pabrik sehingga mereka tahu mengenai bisnis
perusahaan.
2.
The Special Event
Maksudnya adalah jika ada peristiwa-peristiwa khusus seperti peletakan
batu pertama dan sebagainya ada baiknya jiak mengundang masyarakat
sekitar terutama pemuka masyarakat.
3.
Extended House Publication Circulation or Special News Letter
24
Gregory, Anne.The art and science of PR (Set of eight volumes) PR in practice vol 1-4. Crest
Publishing house 2000. Hal 52
25
Scott, M Cutlip et.al Effective Public Relations, prentice Hall 6th editions 1999 hal 404-408 31 Maksudnya adalah jika perusahaan memiliki penerbitan lokal seperti
newsletter maka ada baiknya jika newsletter maka ada baiknya jika
newsletter tersebut juga dibagikan kepada tokoh pemuka masyarakat
penduduk sekitar.
4.
Volunter Activities
Merupakan
kegiatan
sekarela
dari
para
pegawai
sukarela
dari
pegawai/staff perusahaan bagi masyarakat sekitar.
5.
Local Advertising
Maksudnya adalah pemuatan iklan dan usaha sekitar atau kegiatan yang
berhubungan dengan kegiatan sosial dan ekonomi. Hal ini akan membantu
para pegawai yang setelah jam kerja terpisahkan dari kota besar dan
memiliki kontak amat sedikit dengan sesama untuk berbelanja pada
pertokoan pendduduk setempat.
6.
Contribution of Founds
Maksudnya adalah sumbangan dana yang dapat berasal dari laba
perusahaan, perorangan, asosiasi dan perkumpulan dana dari orang-orang
kaya dan orang-orang yang memiliki penghasilan besar dan bersifat
sukarela.
7.
Media News Service
Maksudnya adalah program local, pers local, TV local, system kabel dan
radio. Perlu diingat bahwa aktifitas organisasi merupakan hal penting
32 dalam kehidupan komunitas dalah berita. Jika perusahaan dapat membantu
lahirnya TV local, maka kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan
organisasi dan masyarakat sekitar dapat disebarluaskan dengan baik. Hal
ini tentu saja harus melihat kesanggupan perusahaan , situasi dan kondisi
dimana perusahaan berada serta kebijaksanaan pemerintah.
Satu prinsip yang hendak dikembangkan melalui Community
Relations adalah mengembangkan hubungan bertetangga yang baik. Setelah
perusahaan memperoleh dukungan publisitas dari masyarakat khususnya,
peran dan fungsi Public Relations tidak berhenti sampai di situ, diperlukan
pembinaan hubungan yang berkesinambungan dengan masyarakat. Maka di
sini Public Relations berperan agar bagaimana dapat diusahakan atau
diiktiarkan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara
perusahaan dengan komunitasnya melalui kegiatan PR.
Rencana yang baik tak akan berhenti dan berdampak apapun terhadap
organisasi bila tidak di implementasikan dengan baik. Begitu juga halnya
dengan program atau kegiatan Public Relations yang berwujud program atau
kegiatan Community Relations. Implementasi menurut Wheelen dan Hunger
yang dikutip dari buku Yosal Iriantara pada dasarnya adalah himpunan
kegiatan dan pilihan yang diperlukan untuk menjalankan rencana. Lebih lanjut
dia mengatakan untuk memulai implementasi, ada tiga pertanyaan yang
menurut Wheelen dan Hunger mesti dijawab yaitu, (1). Siapa orang yang akan
menjalankan rencana strategis itu, (2). Apa yang mesti dilakukan, (3)
Bagaimana cara melakukan apa yang diperlukan.
33 2.3.3. Langkah-Langkah Kegiatan Community Relations
Sedangkan menurut De Martinis seperti dikutip dalam buku Yosal
Iriantara
menjelaskan
langkah-langkah
dalam
menjalankan
program
Community Relations sebagai salah satu bentuk kegiatan PR dan sekaligus
merupakan implementasi dari CSR maka program Community relations akan
melalui langkah-langkah sebagai berikut: 26
a.
Merumuskan komunitas organisasi
Permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat cukup banyak.
Untuk itu organisasi atau perusahaan bekerjasama dengan kelompokkelompok harus bisa mengetahui apa yang penting pada satu segmen
komunitas. Adapun cara yang paling tepat untuk mengidentifikasi
kelompok-kelompok utama komunitas adalah dengan membuka
interaksi pada komunitas tersebut. Dalam membangun hubungan yang
baik dengan komunitas, organisasi bisnis lebih memosisikan dirinya
sebagai lembaga atau menjalankan fungsi dan peran sosialnya.
Sedangkan bila menjaga hubungan baik dengan pelanggan atau
customer, tentu organisasi bisnis tersebut akan menampilkan sosoknya
sebagai lembaga ekonomi yang menjalankan fungsi dan peran mencari
keuntungan.
26
Ibid. Hal. 87-88
34 b.
Menentukan tujuan program Community Relations organisasi
Didalam menentukan tujuan program tersebut, perusahaan harus
mengetahui apa yang ingin dicapai perusahaan pada masing-masing
kelompok
dalam
komuniats
melakukan
pendampingan,
tersebut.
membuka
Memberikan
peluang
bantuan,
kemitraan
dan
sebagainya. Misalnya seperti program Community Relations yang
dilakukan oleh PT Bumi Serpong Damai dengan memberikan bantuan
berupa peralatan sekolah.
Pesan yang disusun bisa saja berbeda-beda untuk setiap kelompok
komunitas dan masing-masing pesan dirancang untuk mencapai tujuan
yang sudah ditetapkan. Hal ini mengacu pada sasaran pesan pada
kelompok khalayak.
c.
Memilih metode dalam penyampaian pesan
Pesan bisa disampaikan melalui berbagai bentuk media, bisa
disampaikan secara personal atau penyelenggaraan kegiatan khusus,
yang penting pesan tersebut bisa disampaikan kepada khalayak.
d.
Melaksanakan program Community Relations organisasi
Membuat perencanaan sangat diperlukan. Namun hendaknya energi
tidak dihabiskan pada saat perencanaan belaka melainkan yang
terpenting saat rencana itu diimplementasikan. Pada saat tahap
implementasi ini sering kali terjadi kegagalan.
35 e.
Evaluasi
Biasanya evaluasi merupakan paduan antara keberhasilan dan
kegagalan. Artinya, ada sisi-sisi yang menunjukkan keberhasilan dan
ada juga yang menunjukkan kegagalan. Karena itu, pada saat
melakukan program Community Relations, organisasi akan banyak
belajar tentang khalayaknya dan akan berhasil pada Community
Relations berikutnya.
Hubungan dengan masyarakat atau komunitas berorientasi kepada
(action oriented) yakni kegiatan yang dilakukan oleh lembaga, dalam hal ini
kuhumasan sebagai pelaksanaannya yang bersifat partisipatif. 27 Dengan
partisipatif itu, maka keuntungan bukan hanya pada organisasi atau lembaga
saja, tetapi pada lingkungan disekitarnya.
Dalam pelaksanaan fungsi Public Relations, komunitas dipandang
sebagai satu kesatuan dengan perusahaan yang memberikan manfaat timbal
balik. Dan hubungan timbal balik tersebut bukanlah selalu berarti bahwa
komunitas adalah kumpulan orang yang saling berbagi dalam memanfaatkan
suatu fasilitas.
Dapat dilihat bahwa hubungan masyarakat Community Relations
adalah bagian dari hubungan eksternal Public Relations yang memerlukan
masyarakat dengan cara melayani dengan sebaik mungkin, serta membina
27
Ton Kertapati, Dasar-dasar Publistik. Jakarta; Gramedia, 1986. Hal.6
36 hubungan baik dengan masyarakat dan membutuhkan kesan dan pandangan
positif.
2.3.4. Tujuan Community Relations
Semua aktivitas Community Relations yang dilakukan itu mempunyai
maksud dan tujuan tertentu. Secara umum, tujuan dari program Community
Relations menurut Onong Uchjana adalah: 28
1.
Memberikan informasi kepada community mengenai kebijaksanaan,
kegiatan, masalah perusahaan. Misalnya tanggung jawab perusahaan
terhadap community, pembayaran pajak, informasi mengenai jumlah
pekerja, serta berapa besar sumbangan bagi community.
2.
Memberikan penjelasan atau jawaban terhadap pertanyaan atau
tanggapan negatif dari community.
3.
Memberikan bantuan kepada lingkungan melalui perusahaan setempat
atau turut serta dalam masalah lingkungan.
4.
Bekerjasama
dengan
sekolah
dan
perguruan
tinggi
dengan
menyediakan bahan-bahan pendidikan serta serta fasilitasnya.
5.
Mendukung program-program kesehatan.
6.
Mendukung kegiatan olahraga, budaya dan rekreasi.
28
Onong Uchjana Effendi, Dinamika Komunitas, Penerbit Remaja Rosdakarya, Jakarta 1992. Hal.
107 37 Kegiatan Community Relations yang dilakukan oleh perusahaan ini
diharapkan dapat mencapai tujuan sesuai dengan harapan perusahaan.
Kegiatan ini direalisasikan melalui media-media yang dianggap dapat
mewakili aspirasi baik dari peusahaan ke komunitas maupun dari komunitas
ke perusahaan.
Oleh karenanya perusahaan harus mampu menjadi warga yang baik
dengan community serta mampu menjalankan tanggung jawabnya, yakni
berperan
aktif
dalam
kehidupan
community,
membantu
pendidikan,
meningkatkan kesehatan dan lain sebagainya.
Perubahan praktik organisasi dalam menjalankan bisnis dan tekanan
sosial pada organisasi bisnis untuk memainkan peran yang menunjukan
tanggung jawab sosial, sesungguhnya melahirkan sejumlah manfaat bagi
kedua belah pihak.
2.3.5
Manfaat Community Relations
Suatu manfaat Community Relations dapat dirasakan oleh kedua
belah pihak antara organisasi dengan komunitasnya. Organisasi yang
dipandang hanya memberi manfaat bagi komunitasnya saja sedangkan
organisasi dipandang sebagai beban biaya. Sesungguhnya tidak ada pandangan
seperti itu, bahwa membantu komunitas merupakan investasi yang penting
38 bagi organisasi. Keuntungan perusahaan dari hubungan dengan komunitas
yang baik adalah : 29
1.
Reputasi dan citra organisasi lebih baik,
2.
’Lisensi untuk beroprasi’ secara sosial,
3.
Memanfaatkan pengetauan tenaga kerja lokal,
4.
Keamanan yang lebih besar,
5.
Infrastruktur dan lingkungan sosial ekonomi,
6.
Menarik dan menjaga personel berkaliber tinggi untuk memiliki
komitmen yang tinggi,
7.
Menarik tenaga kerja, pemasok, pemberi jasa dan mungkin pelanggan
lokal yang bermutu,
8.
’Laboraturium pembelajaran’ untuk inovasi organisasi.
Sedangkan keuntungan hubungan yang baik bagi komunitas dari
perusahaan adalah :
1. Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja dan pelatihan,
2. Pendanaan investasi komunikasi,
3. Keahlian komersial,
4. Kompetensi teknis dan personal individual pekerja yang terlibat,
29
Ibid Hal 20
39 5. Representatif bisnis sebagai juru promosi bagi prakarsa prakarsa
komunitas.
Manfaat dari program Community Relations bagi perusahaan adalah :
1.
Memperkaya kapabilitas karyawan yang telah menyelesaikan tugas
bekerjasama dengan komunitas,
2.
Peluang untuk menanamkan bantun praktis pada komunitas,
3.
Meningkatkan pengetahuan tentang komunitas lokal,
4.
Meningkatkan citra dan profil perusahaan karena para karyawan
menjadi ’duta besar’ bagi perusahaan.
Uraian tersebut menunjukan bahwa manfaat Community Relations
yang di bangun berdasarkan visi tanggung jawab sosial korporat itu memang
bisa di petik kedua belah pihak. Hal ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan
bersama yang dikembangkan melalui berbagai program dan kegiatan PR.
Karena itu penting diketahui bahwa program - program Community Relations
bukanlah program dari perusahaan pada komunitas melainkan program untuk
perusahaan dan komunitas. Maka dari itu hasil dari program tersebut
diharapkan bisa membawa manfaat bagi kedua belah pihak.
2.4 Corporate Social Responsibility (CSR)
Sebenarnya banyak istilah yang digunakan secara bergantian untuk
Corporate Sosial Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan ini.
40 Ada yang menyebutkannya tanggung jawab korporat, ada pula kewarganegaraan
korporan (corporate citizenship), ada juga yang menamakan corporate-community
relationship,
atau
ada
juga
yang
menyebutkannya
dengan
organisasi
berkelanjutan.
2.4.1.
Definisi Corporate Social Responsibility
Siregar mendefinisikan Corporate Social Responsibility sebagai berikut:
The program of Corporate Social Responsibilty is the social program that
provides a lot of contributions in solving social problems in job
opportunities, health, education, economy, and the environment. 30
Program Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah program sosial
yang menyediakan keharusan memberikan kontribusi dalam memecahkan
masalah-masalah sosial dalam bidang kesempatan pekerjaan, pendidikan,
ekonomi, dan lingkungan.
Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa Corporate Social
Responsibility (CSR) lahir atas dasar sosial yang mengharuskan perusahaan
terlibat secara langsng dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial, tidak
terbatas pada pencarian keuntungan.
Tanggung jawab sosial ini didefinisikan sebagai:
”The way in which a business behaves towards other groups or individuals in
its social environment: customer, other business, employees and investors”. 31
Dapat dikatakan bahwa tuntutan sosial pada perusahaan muncul
sebagai refleksi pertanggung jawab dari perusahaan (social responsibility)
pada seluruh stakeholder utamanya. Mereka terdiri dari karyawan, pembeli,
30
Chairil Siregar,”Analisis Sosiologis terhadap Implementasi Corporate Social Responsibility
pada Masyarakat Indonesia”, Jurnal Sosioteknologi, Edisi 12 tahun 6, Desember 2007:235
31
http://businessenvironment.wordpress.com/2007/04/30/kewajiban-perusahaan-memenuhituntutan-sosial/#more-105, diakses Tanggal 13 Juli 2011,pukul 11.13 WIB
41 investor/nasabah, pemerintah, masyarakat dan kelangsungan lingkungan hidup
bagi generasi penerus.
Dengan dipenuhinya kewajiban-kewajiban ini maka perusahaan telah
melakukan kegiatannya secara berkelanjutan dan tidak merugikan kepentingan
para stakeholdernya. Perusahaan dalam mencari laba diperbolehkan, tetapi
jangan pula mengabaikan hak-hak yang terkandung dan dimiliki oleh
konsumen, investor dan masyarakat.
Secara singkat Corporate Social Responsibility (CSR) dapat diartikan
sebagai tanggung jawab sosial perusahaan yang bersifat sukarela. Corporate
Social Responsibility (CSR) adalah konsep yang mendorong organisasi untuk
memiliki tanggung jawab sosial secara seimbang kepada pelanggan,
karyawan, masyarakat, lingkungan, dan seluruh stakeholder. Sedangkan
program charity dan Community Relations merupakan bagian dari
pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR).
Dalam prakteknya, charity dan Community Relations dikenal lebih
dahulu terkait dengan interaksi perusahaan dengan lingkungan sekitar, serta
kebutuhan perusahaan untuk lebih dapat di terima masyarakat. Sementara itu,
lebih jauh Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dimaknai sebagi
komitmen dalam menjalankan bisnis dengan memperhatikan aspek sosial,
norma-norma dan etika yang berlaku, bukan saja pada lingkungan sekitar, tapi
juga pada lingkup internal dan eksternal yang lebih luas.
42 Tidak hanya itu, Corporate Social Responsibility (CSR) dalam jangka
panjang memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan dan meningkatnya kesejahteraan.
Download