62 BAB IV KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk

advertisement
BAB IV
KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nekrofilia sebagai perilaku
abnormal tokoh utama novel Nekrofilia dan penyebab tokoh utama menderita
perilaku abnormal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode analisis struktural dan metode analisis psikologi sastra dengan
memanfaatkan teori psikologi abnormal. Penelitian tentang nekrofilia sebagai
perilaku abnormal tokoh utama dengan menggunakan teori psikologi abnormal,
karena nekrofilia merupakan sebuah gangguan seksual yang memiliki kriteria
sebagai sebuah perilaku abnormal.
Berdasarkan analisis struktural, diketahui bahwa tokoh utama dalam novel
Nekrofilia adalah Munsiyah dan beberapa tokoh tambahan yang mendukung
jalannya cerita, yaitu Ja>sir, Futnah, dan ayah. Secara fisiologis, Munsiyah adalah
gadis berusia 12 tahun yang memiliki tubuh sangat kurus dengan kulit yang pucat,
dua mata hijau yang cekung, dan hidung yang kecil karena gangguan nafsu
makan. Secara psikologis, ia menderita gangguan nafsu makan, gangguan panik,
gangguan ekspresi seksual, dan nekrofilia. Secara sosiologis, ia adalah anak dari
keluarga miskin yang ditelantarkan dan diperlakukan secara kasar, dan seorang
siswi yang hanya memiliki satu teman. Adapun alur dari novel ini adalah alur
progresif karena kisah yang diceritakan bersifat kronologis.
Berdasarkan analisis psikologi sastra dengan memanfaatkan teori psikologi
abnormal dan berlandaskan hasil penelitian struktural didapatkan bahwa tokoh
62
63
utama, Munsiyah, menderita suatu perilaku abnormal, sebuah gangguan seksual
berupa nekrofilia, yaitu adanya kepuasan seksual dengan melihat atau melakukan
kontak seksual dengan mayat.
Nekrofilia yang diderita tokoh utama, Munsiyah, melalui proses sebagai
berikut. Munsiyah sebagai anak dari keluarga miskin dan mengalami gangguan
makan benci melihat tubuhnya karena tubuhnya yang sangat kurus. Dengan tubuh
yang tidak seperti wanita pada umumnya, ia tidak mampu untuk mengekspresikan
cintanya kepada laki-laki yang ia sukai sehingga mengarahkannya untuk
mengoleksi foto-foto orang mati. Pada perjalanan selanjutnya, Munsiyah
melampiaskan hasrat seksualnya kepada mayat-mayat sebagai pengganti sosok
lelaki idamannya. Setelah bosan dengan mayat dari pemakanan, ia menginginkan
berhubungan dengan mayat laki-laki yang selama ini ia idamkan; ia
membunuhnya kemudian bersenggama dengan mayatnya. Akan tetapi, ia pun
merasa bahwa bukan itu yang ia inginkan. Akhirnya, ia histeris dan bunuh diri di
atas mayat lelaki idamannya tersebut.
Nekrofilia yang diderita Munsiyah meliputi semua jenis genuine
necrophilia, secara bertahap. Pada awalnya ia menderita necrophilia fantasy saat
ia mengoleksi foto-foto orang mati, yang kemudian berkembang menjadi regular
necrophilia saat ia bersenggama dengan mayat-mayat, dan akhirnya meningkat
menjadi necrophilia homicide saat ia membunuh terlebih dahulu untuk
mendapatkan kepuasan seksual. Nekrofilia yang diderita Munsiyah disebabkan
dua hal, yaitu oleh adanya perlakuan kasar dan penelantaran secara terus-menerus
64
oleh keluarganya pada masa kanak-kanak, dan adanya gangguan ekspresi seksual
karena hilangnya rasa percaya diri.
Dari penjelasan ini juga didapatkan beberapa hal sebagai berikut. Pertama,
perlakuan kurang baik terhadap anak dapat memunculkan perilaku abnormal pada
diri anak tersebut. Kedua, apabila seseorang memiliki satu perilaku abnormal,
akan muncul peluang atau kemungkinan yang lebih besar untuk menderita
perilaku abnormal jenis lainnya. Ketiga, seseorang yang menderita satu jenis
nekrofilia, akan dapat menderita jenis nekrofilia lainnya.
Download