gambaran pengetahuan ibu nifas tentang metode breast care dalam

advertisement
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG METODE BREAST
CARE DALAM PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS LEREP KECAMATAN UNGARAN BARAT
KABUPATEN SEMARANG
ARTIKEL
Disusun Oleh:
BELLA ARUM NADYAWATI
0141719
PROGAM STUDI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2017
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG METODE BREAST
CARE DALAM PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS LEREP KECAMATAN UNGARAN BARAT
KABUPATEN SEMARANG
Bella Arum Nadyawati*)
Ari Andayani, S.SiT, M.Kes**), Yulia Nur Khayati, S.SiT., MPH**)
*) Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo Ungaran
**) Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo Ungaran
ABSTRAK
Latar Belakang : Mengacu pada target renstra pada tahun 2015 cakupan pemberian
ASI eksklusif yaitu sebesar 39%, Puskesmas Lerep yang berada di Kecamatan
Ungaran Barat termasuk dalam cakupan ASI Eksklusif yang rendah yaitu sebanyak
27,1%. Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI Eksklusif, salah
satunya adalah faktor rangsangan berupa perawatan payudara. Apabila seorang ibu
nifas diberi rangsangan berupa metode breast care secara rutin akan membantu
meningkatkan produksi ASI sehingga ibu bisa menyusui secara eksklusif. Keberhasilan
metode breast care dipengaruhi oleh pengetahuan ibu.
Tujuan : untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang metode breast
care dalam peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Lerep kecamatan
Ungaran Barat Kabupaten Semarang.
Metode : desain deskriptif. Analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan pada ibu nifas yang berada
di wilayah kerja Puskesmas Lerep kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang
pada tanggal 21-29 juli yang berjumlah 36 responden. Teknik sampling menggunakan
total sampling.
Hasil : Hasil penelitian dapat diketahui bahwa responden berpengetahuan kurang
sejumlah 15 responden (41,7 %), pengetahuan cukup sejumlah 10 responden (27,8 %),
pengetahuan baik sejumlah 11 responden (30,6 %).
Kesimpulan : pengetahuan ibu nifas di wilayah kerja puskesmas lerep sebagian besar
berpengetahuan kurang tentang metode breast care.
Kata kunci
: pengetahuan, Breast care, ASI
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Metode Breast Care Dalam Peningkatan
Produksi Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
| 1
ABSTRACT
Background : Referring to the strategic plan target in 2015, exclusive breastfeeding
coverage was 39%, Puskesmas Lerep located in West Ungaran included in the coverage
of low Exclusive breastfeeding as much as 27.1%. Many factors affect the low
coverage of Exclusive breastfeeding, one of which is a stimulus factor of breast care. If
a mother who have just given birth is given stimuli in the form of a method of breast
care regularly it will help to increase the production of breastfeeding so the mother can
breastfeed exclusively. The success of a method of breast care influenced by the mother
knowledge.
Objective : to know the description of postpartum knowledge about breast care method
in increasing production of breast milk at Puskesmas Lerep working area West Ungaran
Semarang Regency.
Methods : Descriptive design. Data analysis used descriptive technique. Data
collection used a questionnaire that given on the postpartum mother at Puskesmas
Lerep West Ungaran Semarang on 21-29 July as many as 36 respondents. The sampling
technique used total sampling.
Results : The result of this research, respondents with low knowledge are 15
respondents (41,7%), sufficient knowledge are 10 respondents (27,8%), good
knowledge are 11 respondents (30,6%).
Conclusion : The knowledge of postpartum women at Puskesmas Lerep working area
about breast care method are mostly in less knowledge.
Keyword
: Knowledge, Breast care, Breast milk
PENDAHULUAN
Berdasarkan
hasil
Survei
Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015,
Angka Kematian Bayi (AKB) di
Indonesia tahun 2015 mengalami
penurunan di bandingkan SDKI tahun
2012. Jika di tahun 2012 sebanyak 32
per 1,000 kelahiran hidup,di tahun 2015
sebesar 22,23 per 1,000 kelahiran
hidup, yang artinya AKB tahun 2015
sudah mencapai target MDG’s yang
sudah berakhir tahun 2015 sebesar 23
per 1,000 kelahiran hidup (Kemenkes
RI, 2015).
AKB di Provinsi Jawa Tengah
tahun 2015 sebesar 10 per 1,000 KH,
terjadi sedikit penurunan dibandingkan
tahun 2014 yang sebesar 10,08/1,000
KH. Sedangkan AKB di Kab. Semarang
sebesar 11,18 per 1,000 KH (Profil
Kesehatan Jawa Tengah, 2015).
Tingginya AKB disebabkan karena
banyak faktor, seperti prematur, berat
bayi lahir rendah, asfiksia, respirasi
disstres sindrom, kelainan kongenital,
dehidrasi , diare, dll. Penyebab
kematian bayi tersebut bisa dihindari
apabila dilakukan pemberian ASI yang
optimal. ASI eksklusif efektif untuk
mencegah kematian balita hingga 13%15%. Sekitar 40% kematian bayi terjadi
satu bulan pertama kehidupan, dengan
pemberian ASI akan mengurangi 22%
kematian bayi dibawah 28 hari
kehidupan, dengan demikian kematian
bayi dan balita dapat dicegah melalui
pemberian ASI eksklusif secara dini
dari sejak bayi dilahirkan di awal
kehidupannya (Maryunani, 2012)
Mengacu pada target renstra
pada tahun 2015 yang sebesar 39%,
cakupan pemberian ASI eksklusif
secara nasional pada bayi usia kurang
dari enam bulan sebesar 55,7%
(Kemenkes RI, 2016). Cangkupan
pemberian ASI Eksklusif di Profinsi
Jawa Tengah sebesar 56,1% (profil
kesehatan Indonesia, 2015). Cangkupan
ASI Eksklusif di Kabupaten Semarang
tahun 2015 sebesar 44,83% mengalami
peningkatan dibanding tahun 2014 yang
sebesar
44,30%.
(Dinkes
kab.
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Metode Breast Care Dalam Peningkatan
Produksi Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
| 2
Semarang, 2015). Puskesmas Lerep
yang berada di Kecamatan Ungaran
Barat berada pada urutan ke dua paling
rendah cakupan ASI Eksklusif di
Kabupaten
Semarang
dengan
cangkupan ASI Eksklusif pada bayi
berusia 0-6 bulan yaitu sebanyak 27,1%
(Dinkes Kab. Semarang, 2015). karena
di Puskesmas Lerep belum terdapat
program untuk perawatan payudara
(Breast care) dan bidan di wilayah
Puskesmas Lerep hanya memberikan
penyuluhan tanpa mengajarkan kepada
beberapa ibu nifas bagaimana cara
perawatan payudara yang benar.
Seorang ibu akan bahagia jika
bisa memberikan ASI secara eksklusif
selama enam bulan dan diteruskan
sampai usia anak dua tahun. Namun
tidak sedikit ibu yang
kecewa
keinginannya
memberikan
ASI
eksklusif
tidak
berhasil
karena
mempunyai
masalah
dalam
memberikan ASI. Masalah-masalah
tersebut diantaranya puting ibu lecet,
payudara bengkak, saluran susu
tersumbat, mastitis atau abses payudara,
serta
sindrom
ASI
kurang
(Astutik,2014).
Salah
satu
permasalahan yang sering terjadi pada
hari-hari pertama setelah melahirkan
adalah ASI tidak keluar. Air susu ibu
tidak atau susah untuk keluar dan
terkadang ibu merasa bahwa ASI yang
diproduksi kurang pada awal setelah
persalinan, terutama bagi yang baru
pertama
melahirkan,
sehingga
menyebabkan ibu melakukan berbagai
cara agar kebutuhan ASI bayinya
terpenuhi misal dengan meminum jamu,
memakan daun katup, memberikan susu
formula bahkan memberikan makanan
tambahan
bagi
bayinya
(Anggraini,2010).
Banyak
faktor
yang
mempengaruhi rendahnya cakupan ASI
Eksklusif diantaranya pengetahuan,
sosial budaya, psikologis, fisik ibu,
perilaku /rangsangan dan tenaga
kesehatan. Dari faktor psikologis ibu,
akan berkaitan dengan produksi ASI,
dimana apabila hati ibu senang, bahagia
maka produksi ASI akan melimpah.
Faktor rangsangan berupa perawatan
payudara dengan metode breast care
secara rutin juga akan membantu
meningkatkan produksi ASI hingga ibu
bisa menyusui secara eksklusif namun
ketika pasien sudah pulang biasanya
tidak lagi dilakukan karena kendala
kurangnya pengetahuan dari keluarga (
Soetjiningsih, 2010).
Breast care post partum adalah
perawatan payudara pada ibu setelah
melahirkan sedini mungkin. Perawatan
payudara adalah suatu kegiatan yang
dilakukan secara sadar dan teratur unutk
memelihara kesehatan payudara dengan
tujuan untuk mempersiapkan laktasi
pada waktu masa nifas. Adapun
pelaksanaan breast care post partum ini
dilakukan pada hari ke 1-2 setelah
melahirkan minimal dua kali dalam
sehari. Manfaat breast care post partum
antara
lain
melancarkan
reflek
pengeluaran ASI atau reflek let down,
cara efektif meningkatkan volume ASI
peras/perah, serta mencegah bendungan
pada payudara/ payudara bengkak (
Roesli, 2008.
Berdasarkan studi pendahuluan
yang dilakukan di Desa Lerep
Kecamatan Ungaran Barat terhadap 10
orang ibu nifas terdapat 6 orang
mengetahui cara memperbanyak ASI
dan 4 orang belum mengetahuinya.
Untuk membantu ibu nifas dengan
masalah pada hari pertama pengeluaran
ASI mengingat keberhasilan pemberian
ASI Eksklusif sangat ditentukan pada
hari-hari pertama pengeluaran ASI,
maka peneliti tertarik untuk mengambil
penelitian yang berjudul “Gambaran
pengetahuan ibu nifas tentang metode
breast care dalam peningkatan produksi
ASI di wilayah kerja Puskesmas Lerep
kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang”.
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Metode Breast Care Dalam Peningkatan
Produksi Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
| 3
METODE PENELITIAN
Desain
penelitian
ini
mengunakan metode deskriptif, jenis
penelitian deskriptif yang digunakan
adalah survey dimana hasil penelitian
hanya
menyajikan
gambaran
pengetahuan ibu nifas tentang metode
breast care dalam peningkatan produksi
ASI. Variabel dalam penelitian ini
adalah
variabel
tunggal
yaitu
pengetahuan ibu nifas tentang metode
breast care dalam peningkatan produksi
ASI. Lokasi penelitian dilakukan di
wilayah
kerja
Puskesmas
lerep
Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang pada tanggal 21-29 Juli 2017.
Populasi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah seluruh ibu nifas
yang berada di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Lerep pada tanggal 21-29
Juli 2017 sebanyak 36 ibu nifas. Sampel
dalam penelitian ini adalah seluruh ibu
nifas yang berada di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Lerep pada tanggal
21-29 Juli 2017 sebanyak 36 ibu nifas
Teknik
pengambilan
sampel
menggunakan total sampling. Data
primer dalam penelitian ini yaitu data
pengetahuan ibu yang diperoleh dari
responden dengan cara menggunakan
kuesioner pada ibu nifas. Data sekunder
dalam penelitian ini diperoleh dari
Puskesmas Lerep yaitu jumlah ibu nifas
pada bulan Juli 2017. pertanyaan
dinyatakan valid jika r hitung > r tabel,
sedangkan r tabel untuk n = 20 adalah
0,444. Berdasarkan hasil uji validitas
yang telah dilakukan didapatkan 5 soal
dengan hasil r hitung < r table sehingga
butir soal tersebut dinyatakan tidak
valid. Soal tersebut terdapat pada soal
nomer 2 dengan r hitung -0,227, 10
dengan r hitung -0,202, 19 dengan r
hitung -0,022, 25 dengan r hitung 0,220, 30 dengan r hitung -0,041
sehingga pada soal-soal tersebut tidak
diikutsertakan dalam penelitian karena
25 butir soal yang dinyatakan valid
sudah dapat mewakili. Instrumen
penelitian dinyatakan reliabel jika nilai
alpha Cronbach > 0,60 (Arikunto, 2010.
Instrumen penelitian dinyatakan reliabel
jika nilai alpha Cronbach > 0,60
(Arikunto, 2010). Berdasarkan uji
reliabilitas yang diolah menggunakan
program
SPSS 18 for windows
didapatkan hasil dari Alpha Cronbach
0,937 yang berarti instrumen penelitian
dinyatakan reliabel. Analisa data yang
digunakan adalah analisa univariat.
HASIL
1. Karakteristik Responden
Tabel 1 Distribusi Frekuensi
Berdasarkan Umur Ibu
Nifas
Umur
Frekuensi Persentase
(%)
< 20 Tahun
1
2,8
20-35
32
88,9
Tahun
3
8,3
> 35 Tahun
Jumlah
36
100,0
Tabel 1 diatas menunjukan bahwa
sebagian besar responden berumur
20-35 tahun yaitu sejumlah 32
(88,9%), dan hanya 1 (2,8%)
responden yang berumur < 20
tahun.
Tabel 2 Distribusi
Frekuensi
Berdasarkan Pendidikan
Ibu Nifas
Pendidikan Frekuensi Persentase
(%)
SD
1
2,8
SMP
18
50,0
SMA
16
44,4
Perguruan
1
2,8
Tinggi
Jumlah
36
100,0
Tabel 2 diatas menunjukan bahwa
sebagian
besar
responden
berpendidikan SMP, yaitu sejumlah
18 orang (50,0%), dan hanya 1
(2,8%) berpendidikan SD serta
Perguruan Tinggi.
Tabel 3 Distribusi
Frekuensi
Berdasarkan Pekerjaan
Ibu Nifas
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Metode Breast Care Dalam Peningkatan
Produksi Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
| 4
Pekerjaan
Freku
ensi
18
12
1
5
Persenta
se (%)
50,0
33,3
2,8
13,9
IRT
Karyawan/Swast
a
PNS
Pedangan /
Wiraswasta
Jumlah
36
100,0
Tabel 3 diatas menunjukan bahwa
sebagian besar responden bekerja
sebagai ibu rumah tangga (tidak
bekerja), yaitu sejumlah 18 orang
(50,0%), dan hanya 1 (2,8%)
responden yang bekerja sebagai
pegawai negeri sipil (PNS).
Tabel 4 Distribusi
Frekuensi
Berdasarkan
Paritas
pada Ibu Nifas
Paritas
Frekuensi Persentase
(%)
Primipara
15
41,7
Multipara
21
58,3
Jumlah
36
100,0
Tabel 4 diatas menunjukan bahwa
sebagian
besar
responden
merupakan ibu multipara, yaitu
sejumlah 21 orang (58,3%), dan
sebagian
kecil
responden
merupakan ibu primipara, yaitu
sejumlah 15 orang (41,7%).
2. Analisis Univariat
Tabel 5 Distribusi
Frekuensi
Berdasarkan
Pengetahuan Ibu Nifas
tentang Breastcare
Pengetahuan
Kurang
Cukup
Baik
Jumlah
Frekuensi Persentase
(%)
15
41,7
10
27,8
11
30,5
36
100,0
Tabel 5 diatas menunjukan bahwa
pengetahuan ibu nifas tentang
breastcare
dalam
peningkatan
produksi ASI sebagian besar dalam
kategori kurang, yaitu sejumlah 15
orang (41,7%), dan sebagian kecil
berpengetahuan
cukup,
yaitu
sejumlah 10 orang (27,8%).
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian
menunjukan bahwa pengetahuan ibu
nifas tentang metode breast care dalam
peningkatan produksi ASI sebagian
besar dalam kategori kurang, yaitu
sebanyak 15 (41,7%) responden, dan
sebagian kecil responden berada dalam
kategori cukup, yaitu sebanyak 10
(27,8%) responden, serta 11 ( 30,5%)
responden berada dalam kategori baik.
Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan
ibu nifas sebagian besar berada pada
pendidikan dasar (SD dan SMP), yaitu
sebanyak 19 responden. Pendidikan
sangat berpengaruh pada pengetahuan
seseorang semakin tinggi pendidikan
seseorang maka semakin tinggi pula
pengetahuannya. Menurut
Suhardi
(2009),
faktor-faktor
yang
mempengaruhi pengetahuan seseorang
salah satunya adalah pendidikan.
Semakin tinggi pendidikan seseorang,
maka makin mudah orang tersebut
menerima informasi sehingga semakin
banyak
pula
pengetahuan
yang
didapatnya.
Pengetahuan ibu nifas tentang
metode breast care dalam peningkatan
produksi ASI dalam kategori kurang ini
juga dikarenakan umur Ibu yang terlalu
muda (< 20 tahun), hal ini ditunjukan
dari hasil penelitian bahwa didapatkan 1
responden (100,0%) berumur < 20
tahun memiliki pengetahuan kurang,
dari 32 responden berumur 20-35 tahun
didapatkan hasil 14 (43,6%) responden
berpengetahuan kurang, 10 (31,3%)
responden berpengetahuan cukup, 8
(25,0%) responden berpengetahuan
baik, dari 3 responden yang berumur >
35 tahun dimana 3 (100,0%) responden
berpengetahuan baik.
Hal ini menunjukan bahwa
faktor umur mempengaruhi daya
tangkap dan pola pikir seseorang.
Semakin bertambah usia semakin
berkembangnya daya tangkap dan pola
pikirnya, sehingga pengetahuan yang
diperoleh akan dapat berkembang
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Metode Breast Care Dalam Peningkatan
Produksi Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
| 5
dengan baik. Umur ibu yang lebih tua
cenderung mempunyai pengalaman
yang lebih banyak dalam hal yang
berkaitan
dengan
pengetahuan
dibandingkan dengan seseorang yang
lebih muda umurnya (Notoatmodjo,
2010). Hal ini ditunjukan pada
responden berumur > 35 tahun dimana
3 (100,0%) responden berpengetahuan
baik.
Selain itu sebagian besar ibu
bekerja sebagai ibu rumah tangga (
tidak bekerja) hal ini ditunjukan dari
hasil penelitian bahwa ibu yang bekerja
sebagai ibu rumah tangga memiliki
pengetahuan kurang tentang metode
breast care, yaitu sejumlah 11 orang
(61,1%), dan berbeda dengan ibu yang
bekerja sebagai karyawan sebagian
besar memiliki pengetahuan yang baik,
yaitu sejumlah 5 orang (41,7%),
menurut nursalam dan pariani (2006)
bahwa
pekerjaan
seseorang
menggambarkan aktifitas dan tingkat
kesejahteraan ekonomi yang didapat,
biasanya yang bekerja mempunyai cara
pandang yang lebih baik dari pada yang
tidak bekerja.
Faktor
paritas
juga
mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu
tentang metode breast care dalam
peningkatan ASI, dari penelitian yang
dilakukan terdapat ibu primipara
sebagian besar memiliki pengetahuan
yang kurang, yaitu sejumlah 9 orang
(60,0%), dan ibu dengan multipara
sebagian besar memiliki pengetahuan
yang cukup, yaitu sejumlah 8 orang
(38,1%). Responden multipara memiliki
pengetahuan lebih baik dibanding
dengan ibu yang primipara karena
pengalaman
yang dimiliki oleh
responden
sebelumnya
mengenai
metode breast care dalam peningkatan
produksi
ASI sedangkan
untuk
primipara belum memiliki pengalaman
mengenai metode breast care, sehingga
pengetahuan responden primipara lebih
rendah dibanding dengan responden
multipara.
Menurut Notoadmodjo (2010),
mengatakan bahwa pengalaman adalah
guru yang terbaik. Pepatah tersebut
dapat diartikan bahwa pengalaman
merupakan sumber pengetahuan, atau
pengalaman itu suatu cara untuk
memperoleh kebenaran pengetahuan.
Oleh sabab itu, pengalaman pribadi pun
dapat dijadikan sebagai upaya untuk
memperoleh pengetahuan. Hal ini
dilakukan dengan cara mengulang
kembali pengalaman yang diperoleh
dalam memecahkan permasalahan yang
dihadapi pada masa lalu.
Dari hasil penelitian tersebut
menunjukan bahwa pengetahuan ibu
nifas tentang metode breast care dalam
kategori kurang baik, dikarenakan ibu
kurang mengetahui manfaat serta cara
melakukan breast care sehingga
kebanyakan ibu melakukan berbagai
cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
bayinya seperti pemberian susu formula
hal ini yang mengakibatkan target ASI
eksklusif nya turun. Breast care juga
bermanfaat
untuk
mengurangi
bendungan ASI serta memperlancar
produksi ASI, menurut ninik (2010)
perawatan payudara yang dilakukan
tidak
tepat
dapat
menghambat
kelancaran sirkulasi darah, pengeluaran
ASI melalui sinus laktiferus, sehingga
dapat menyebabkan terjadinya masalah
pada masa nifas seperti bendungan ASI
dan masalah payudara lainya.
Pengetahuan
responden
dipengaruhi juga oleh informasi yang
diperoleh dari media cetak, elektronik,
dan papan pengumuman. Menurut
Soekanto
(2008)
faktor
yang
mempengaruhi pengetahuan antara lain
informasi. Seseorang yang mempunyai
sumber informasi lebih banyak akan
memiliki pengetahuan yang luas.
Pengetahuan
dipengaruhi
oleh
pendidikan dan pendidikan dipengaruhi
oleh banyak hal diantaranya adalah
sumber informasi dan media informasi,
baik media cetak, elektronik, human
media antara lain bidan. Dari hasil
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Metode Breast Care Dalam Peningkatan
Produksi Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
| 6
penelitian juga menunjukan bahwa
sebagian ibu nifas pada hari pertama
sebelum di ijinkan pulang bidan hanya
memberikan informasi tentang cara
perawatan payudara (Breast care)
secara sekilas dan tidak mendetail. Hal
ini yang menyebabkan pengetahuan
responden menjadi kurang mengenai
metode breast care untuk meningkatkan
produksi ASI. Menurut Silvi (2009),
yang menyatakan bahwa keberhasilan
dan kegagalan menyusui tidak terlepas
dari peran tenaga kesehatan dalam
menyampaikan
informasi
dan
mensosialisasikan kepada masyarakat,
khususnya informasi cara perawatan
payudara.
KETERBATASAN
Variabel ini merupakan variabel
tunggal sehingga hasil penelitian ini
terbatas hanya pada pengetahuan saja.
Kuesioner yang digunakan adalah
kuesioner tertutup sehingga responden
hanya bisa menjawab benar atau salah
dan jawaban mereka belum bisa
mengukur pengetahuan responden
secara mendalam.
KESIMPULAN
Hasil penelitian yang dilakukan
di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep
Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang yang dilakukan pada 36
responden diperoleh kesimpulan yaitu
sebagian
besar
responden
berpengetahuan kurang tentang metode
breast care dalam peningkatan produksi
ASI, yaitu sebanyak 15 responden
(41,7%),
dan
sebagian
kecil
berpengetahuan cukup, yaitu sejumlah
10 orang (27,8%), serta ibu yang
pengetahuan dalam kategori baik, yaitu
sejumlah 11 responden (30,6%).
SARAN
1. Bagi responden
Responden diharapkan lebih
menambah pengetahuan tentang
cara meningkatkan produksi ASI
terutama menggunakan metode
breast care yaitu dengan cara
meningkatkan rasa pengetahuan
terhadap metode breast care
(perawat
payudara)
terlebih
dibidang
kesehatan
dengan
menanyakan masalah kesehatan di
tenaga kesehatan, mencari informasi
di media massa, ataupun elektronik
serta dapat menjadikan metode
breast care sebagai salah satu
tindakan untuk melancarkan dan
meningkatkan Produksi ASI.
2. Bagi Tenaga Kesehatan
Diharapkan
mampu
meningkatkan
konseling
serta
mengajarkan
kepada ibu nifas
tentang metode breast care dalam
peningkatan
produksi
ASI
dipertemuan
posyandu,
kader,
pertemuan dasa wisma sehingga
pengetahuan ibu nifas lebih
meningkat.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil
penelitian
ini
diharapkan
dapat
memberi
gambaran
untuk
melakukan
penelitian selanjutnya khususnya
untuk lebih memperdalam metode
breast care secara keseluruhan
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, Eny Retna dan Wulandari,
Diah. 2010. Asuhan Kebidanan
Nifas. Jogjakarta: Nuha Medika.
Anggraini, Yetti. 2010. Asuhan
kebidanan
masa
nifas.
Yogyakarta: Pustaka rihama.
Anggraini, Lia .2014. Asuhan
kebidanan masa nifas. Bandung
: Nuansa Cendikia.
Arifin, Siregar. 2009. Pemberian ASI
Eksklusif dan Faktor–faktor
yang
Mempengaruhinya.
Sumatra Utara: Universitas
Sumatra Utara
Arikunto, Suharsimi. 2011. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Metode Breast Care Dalam Peningkatan
Produksi Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
| 7
Praktik Edisi Revisi. Jakarta:
Rineka Cipta.
Astutik, Reni. 2014. Payudara dan
Laktasi. Jakarta: Salemba
Medika
Eni. 2014. “Gambaran Pengetahuan Ibu
Menyusui
Tentang
Cara
Memperbanyak Produksi Asi Di
Kelurahan Gondoriyo, Jambu”.
Karya Tulis Ilmiah. Akademi
Kebidanan Ngudi Waluyo.
Hidayat, A. 2007. Riset Keperawatan
dan Tehnik Penulisan Ilmiah.
Jakarta : Salemba Medika
Kementrian Kesehatan RI. 2016. Profil
Kesehatan Indonesia 2015.
Jakarta
Lia, Vivian Nanny dan Tri Sunarsih.
2011. Asuhan Kebidanan pada
Ibu
Nifas.
Jakarta: Salemba Medika
Marmy . 2014. Asuhan Kebidanan
Masa
Nifas,
Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Mas’adah.
2015.
“Teknik
Meningkatkan
Dan
Memperlancar Produksi Asi
Pada Ibu Post Sectio Caesaria”.
Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes
Kemenkes Mataram.
Notoatmodjo,
Soekidjo.
2010.
Metodologi
Penelitian
Kesehatan Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
Potter Perry (2006). Fundamental of
Nursing Edisi 7. Jakarta:
Salemba
Medika.
Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu
Kebidanan. Jakarta: PT Bina
Pustaka
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,
2015. Data Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah tahun 2015.
Profil Kesehatan Kabupaten Semarang,
2015.
Data
Kesehatan
Kabupaten
Semarang tahun 2015.
Riyanto,
Agus.
2011.
Aplikasi
Metodologi
Penelitian
Kesehatan. Jogjakarta: Nuha
Medika.
Roesli, Utami. 2008. Panduan Inisiasi
Menyusu Dini Plus Asi
Eksklusif. Jakarta:
Pustaka Bunda
Saleha, Siti. 2009. Asuhan Kebidanan
Pada Masa Nifas. Jakarta:
Salemba Medika.
Saryono
dan
Anggraeni.
2013.
Metodologi Penelitian Kualitatif
dan Kuantitatif dalam Bidang
Kesehatan. Jogjakarta: Nuha
Medika.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R&D,
Cetakan ke 8, Bandung: Albeta.
Sujarweni, Wiratna V. 2014. Metode
Penelitian
Keperawatan.
Jogjakarta: Gava Medika.
Sulistyawati, Ari. 2009. Buku Ajar
Asuhan Kebidanan Pada Ibu
Nifas. Yogyakarta: C.V ANDI
OFFSET
Surajio Drs. 2010. Filsafat Ilmu dan
Pengembangan di Indonesia.
Jakarta : Bumi Aksara
Varney, Helen.(2007). Buku Ajar
Asuhan Kebidanan. Edisi 4.
Jakarta: EGC.
Vivian & Sunarsih. 2011. Asuhan
Kebidanan Ibu Nifas. Jakarta:
Salemba Medika.
Wawan dan Dewi. 2011. Teori dan
Pengukuran Pengetahuan, Sikap
dan Ilmu Perilaku. Yogjakarta :
Nuha Medika
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Metode Breast Care Dalam Peningkatan
Produksi Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
| 8
Download