studi pemanfaatan limbah kayu sebagai bahan bakar

advertisement
B A B
V
KESIMPUL.AN DAN SA.RAN
A. KESIMPUL.AN
Konversi Energi khususnya minyak bumi dapat dilakukan dengan diversifikasi penggunaan energi. Salah satu al ternatif ialah pemanfaatan lim bah kayu dari. Industri Pe!:
kayuan. eksploitasi
hut~
dan kebun energi, sebagai bahan-
bakar Pembangki t Tenaga Listrik.
Potensi sumber limbah kayu di Indonesia cukup besar yai tu dari :
1. Limbah eksploitasi hutan seperti cabang-cabang (diame ter 15 em keatas), tunggak, kayu dolok cacat dan lain lain. Kandungan air pada kayu cukup tinggi seki tar 30200 %. Prosentasenya terhadap jumlah kayu eksploi tasi hutan sekitar 38 % • Pada tahun '82- '83 mencapai 10,85
juta M3
2. Limbah Industri Perkayuan ; Limbah dari Industri Peng gergajian mencapai 45 - 50% terhadap intake kayu yang digunakan untuk. penggergajiB.tl dan limbah Industri Ply wood 55 - 60% dari intake kayu baku untuk plywood. Dari
329 buah Industri penggergajian, limbah yang dihasilkan
tahun '82 - '83 sebesar 7,5 juta M3 dan dari 168 buah Industri plywood,limbah mencapai
3~4
juta M3.
3. Pengadaan kebun energi dengan jenis tanaman tumbuh ce169
170
pat, daur rotasi pendek.dan produksi tinggi seperti
lamt~
ro gung, kaliandra, gamal, laban dan lain -lain.
Karakteristik kayu (limbah) yang berpengaruh te£
hadap penggunaan sebagai bahan bakar Pusat Pembangkit :
1. Berat jenis ; Limbah dengan berat jenis 0,45- 0,6 bet
kwali tas cukup _dan an tara 0, 7 - 0, 9 berkwali tas baik.
2. Nilai kalor ; Beberapa jenis kayu hampir mempunyai nilai yang sama antara 4000 - 4800 K kal /kg.
ek~
;. Komponen kimia dalam kayu ; Zat resin, lignin, zat
traktif akan menambah nilai kalor
±. 400 K kal I kg se-
dangkan kand ungan air akan menurunkan nilai kalor. KS£
dungan air (K.A) 45%, nilai kalor kayu 3500 K kal
I
kg
dan efisiensi boiler 74% sedang K.A 60% nilai kalor ka
yu ;ooo K kal/kg dan dianggap tidak efisien.
Pemanfaatan limbah kayu sebagai bahan bakar P .Lor
T.U selain merupakan alternatif sumber energi juga mempunyai keuntungan -keuntungan antara lain :
1. Menjauhkan ketergantungan pada sumber bahan bakar minyak yang terbatas dalam penyediaannya.
2. Memecahkan masalah pencemaran lingkungan oleh limbah kayu pada Industri Perkayuan.
;. Pengoperasian pembangkit tidak menimbulkan polusi udara sebab gas buang (fiue gas) stack mempunyai kadar
b~
lirang yang rendah (0.01%) dan karbon (52,0%) dibanding bahan bakar minyak yaitu 3,1% sulphur,7S,5% karbon.
4. Limbah kayu banyak terdapat pada Ind ustri Perkayuan Y.!
\
171
ng 1etaknya pada daerah terpencil, maka pusat pembangkit tenaga listrik lebih efisien didirikan dikawasan Industri
tersebut guna mensuplai tenaga listrik setempat, karena
i tu tidak diperlukan saluran transmisi yang panjang.
5. Konstruksi dan pengoperasian sistim sederhana dan mempunyai
ongkos pemeliharaan dan pengoperasian yang rendah dibanding
P.L.T.D. Biaya operas! P.L.T.U ini US $ 500.000 dan biaya pemeliharaan US $ 125.000 per tahun sedang biaya operasl _P
L.~.D
US $ 870.000 dan biaya pemeliharaan US $ 600.000/ ta-
hun.
6~ Memberikan sumber tenaga listrik murah bagi keadaan setem -
pat dibanding P.L.T.D. Barga tenaga listrik PTITU ini · &p 4!4,85/ KWH sedang
PL~ Rp
80:,95 I
nm.
1. Biaya investasi PLTU 2, 5 MW dengan bahan bakar kayu limbah
US $3.250.000 (termasuk chipper dan conveyer) lebih besar
dari PLTD 2,5 MW yaitu US$ 1.144.000
R. S.ARA.l'f - S.ARll
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang po tensi sumber limbah kayu pada
Industr~
Perkayuan untuk menda-
patkan data-data kongkrit limbah kayu yang ada, sebab PIIrU
d~
ngan bahan bakar limbah kayu sangat tergantung pada kelangsungan suplai limbah kayu. Juga perlu dicari alternatif lain
s~
lain limbah kayu seperti kebun energi demi kelangsungan sup lei bahan bakar. Sehingga dengam data yang ada dapat dijadi kan bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan PLTU dengan limbah kayu lainnya di Indo:aesia.
Download