Pojok Kritis : Meng-Indonesiakan Orang Indonesia

advertisement
EDISI AGUSTUS 2017
Pojok Kritis : Meng-Indonesiakan Orang Indonesia
Peristiwa : Polemik Pembakaran 7 Sekolah
Nasional : Menuntaskan Janji Kemerdekaan
2
LIPUTAN
Peristiwa
Polemik Pembakaran 7 SD di Palangka Raya
P
olda Kalimantan Tengah saat ini telah
menangkap empat pelaku pembakaran
sekolah dasar di Palangka Raya. Sebelumnya
tiga pelaku pembakaran 7 SD negeri dan swasta
telah ditahan polisi. Kepala Polda Kalimantan Tengah
Brigjen Polisi Anang Revandoko menyatakan bahwa
motif pembakaran hanya ekonomi dan tak terkait
politik.
Inisial keempat pelaku pembakaran sekolah dasar
adalah SY(35) , DD (42), DY (42) dan NR (48). Mereka
ditangkap tim dari Mabes Polri dan Polda Kalteng di
sebuah rumah di Jalan Diponegoro, Palangka Raya.
Polisi mengamankan 3 unit sepeda motor, jerigen
bekas minyak tanah, dan uang Rp 5,5 juta.
Mereka dikenakan pasal 187 KUHP ayat 1 dan
2 dengan ancaman hukuman penjara paling lama
15 tahun. Tiga pelaku yang telah ditangkap adalah
SRY dan FA alias OG yang diduga sebagai pelaku
pembakaran 3 unit sekolah. Selain memeriksa 5
orang saksi, Kedua pelaku pembakaran ini mengaku
telah membakar 3 buah sekolah yaitu SDN 4
Langkah, SD 1 Langkah dan SDN 5 Langkai l.
Keduanya bekerja serabutan dan menggunakan
sejumlah cara untuk membakar. Ada yang memakai
kain busa yang diberi minyak tanah dan kemudian
ditempatkan di ruang yang terbuat dari papan yang
mudah terbakar.
Cara lain yakni menggunakan bahan yang
dikasih minyak dan menggunakan bambu
untuk mendorongnya. Selain itu mereka juga
menggunakan botol minuman energi (Kratingdaeng)
isi minyak tanah dan dilempar ketempat yang
mudah terbakar.
Tak berselang lama polisi juga menangkap IG
seorang koordinator wartawan yang diduga sebagai
pemberi tugas pembakaran. Ketujuh SD yang
dibakar itu terjadi pada kurun 21-29 Juli 2017.
Pertama pada 21Juli 2017 sekitar pukul 13.00, SDN
4 Menteng yang berlokasi di Jalan MH. Thamrin
terbakar. Kemudian diwaktu yang sama SDN 4
Langkai yang berlokasi di Jalan AIS. Nasution juga
terbakar.
Pada Sabtu, 22 Juli 2017 dini hari, giliran
SDN 1 Langkai yang berlokasi di Jalan Wahidin
Sudirohusodo Husono terbakar. Terpaut satu jam
kemudian SDN 5 Langkai yang berlokasi sama juga
turut terbakar.
Selang sembilan hari kemudian , Sabtu, 29 Juli
sekitar pukul 1815 kebakaran juga melanda rumah
jasa di SDN 8 Palangka. Terakhir, Minggu dini hari,
30 Juli 2017, ada dua sekolah yakni SDN 1 Menteng
dan SMK milik Yayasan ISEI di Jalan Yos Sudarso
juga ludes terbakar.
Proses Penangkapan
Selain empat orang yang diamankan, polisi juga
mengamankan sebuah jeriken, botol minuman 150
mililiter berbau bekas minyak tanah. Kemudian
sejumlah berkas berupa buku yang berada di
LIPUTAN
kediaman Nora alias Ahmad Gajali serta pakaian
organisasi diduga bertuliskan Gerdayak juga turut
dibawa pihak kepolisian sebagai barang bukti.
Pihaknya
disuruh
menyaksikan
dan
menandatangani sebuah surat serta menggeledah
surat beberapa ruangan rumah milik pak Yansen
Binti yang dihuni oleh Nora dan keluarganya.
Selain Yanto, Resto Ketua RT 02/RW 02 yang
tinggal di Jalan Rasak mengatakan hal yang sama.
Ia menjelaskan dirinya juga diminta aparat kepolisian
yang mengaku dari Mabes Polri serta kepolisian
daerah setempat untuk menyaksikan penangkapan
terhadap beberapa orang tersebut.
Kejadiannya itu sekitar pukul 16.00 WIB. Di mana
polisi mengamankan sebuah jeriken dan satu botol
minuman bekas berisi minyak tanah. Saya juga
disuruh mencium jeriken yang diduga bekas minyak
tanah.
Di lokasi yang sama, Sari istri dari Nora yang
diamankan polisi juga bingung melihat aksi yang
dilakukan kepolisian. Ia sempat beberapa kali
menanyakan kepada petugas apa tujuan mereka
menggeledah kediamannya yang berada di Jalan
Diponegoro.
Dampak
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya
Sahdin Hasan mengatakan terbakarnya 7 SD
negeri di Palangka Raya dalam kurun sembilan hari
membuat 700 siswa kehilangan tempat belajar.
Untuk sementara anak didik kita pindahkan ke
sejumlah sekolah yang ada di Palangka Raya sambil
menunggu adanya perbaikan sekolah mereka yang
terbakar.
3
Menyinggung kapan rencana akan kembali
dibangun sekolah yang terbakar itu, dia mengatakan
saat ini masih terus melakukan langkah koordinasi
dengan sejumlah pihak. Untuk kebakaran yang
di beberapa sekolah kita sudah laporkan kepada
Kementerian Pendidikan dan kemarin tim mereka
datang meninjau lokasi yang terbakar.
Untuk solusi jangka pendek pihaknya sudah
melakukan pembicaraan dengan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kota Palangka Raya agar bisa
dimasukkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah Tahun 2018.
Wali Kota Palangka Raya Riban Satia mengaku
berat untuk membangun sekolah yang terbakar
bila terus terjadi kebakaran. Kalau terus seperti ini
(kebakaran) kita tidak mampu (bangun kembali
sekolah yang terbakar).
Dicontohkannya, untuk membangun SDN 1
Palangka Raya yang terbakar pekan lalu itu saja
bila untuk rehabilitasi berat dibutuhkan dana Rp 2,3
miliar, bila hanya rehabilitasi ringan, diperlukan dana
Rp 1,8 miliar.
Kebakaran MAN di Sampit
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah,
Brigjen Pol Anang Revandoko menegaskan
kebakaran Sekolah Madrasah Aliah Negeri (MAN)
Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur murni akibat
korseleting listrik.
Hal tersebut setelah tim Laboratorium Forensik
(Labfor) Surabaya yang melakukan olah tempat
kejadian perkara berhasil menyimpulkan penyebab
kebakaran yang sempat di isukan ada kaitannya
dengan kejadian di Palangka Raya.
Ia meluruskan, isu teror pembakaran sekolah
yang ada di Sampit itu sama sekali tidak benar.
Bahkan jajaran polres setempat sudah menerima
hasil olah TKP tim Labfor. Kendati sudah ditemukan
penyebabnya, pihaknya juga waspada guna ada halhal serupa terjadi di kawasan setempat.
Pemicunya diduga paku penjepit yang berkarat
membuat kabel robek sehingga terjadi hubungan
pendek arus listrik dan sambungan terputus. Saat
saklar dihidupkan oleh penjaga malam, diduga
muncul percikan api di bagian atap. Percikan itu
memicu api dan membesar karena atap terbuat dari
sirap, yakni kayu ulin yang mulai lapuk karena sudah
berusia tua sehingga terbakar.(tribun/dtk)
4
KABAR KALTENG
HUT RI Ke-72
Syukur Kemerdekaan RI, TNI dan Umat Lintas Agama Doa Bersama
J
ajaran Korem 102/Panju Panjung bersama
dengan ribuan masyarakat seluruh lintas agama
melaksanakan kegiatan acara doa bersama
yang dilasanakan secara serentak pada pukul 17:00
WIB, Kamis (17/08) dalam rangka memperingati
Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-72, Indonesia
lebih kasih sayang.
Kegiatan ini dilaksanakan juga dilaksanakan
sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas karunia dan
nikmat kemerdekaan yang diberikan Tuhan Yang
Maha Esa, dan juga menjadikan bangsa Indonesia
selama 72 tahun hingga saat ini sebagai bangsa
yang kokoh, adil, makmur dan sejahtera.
Kegiatan dilaksanakan di seluruh tempat ibadah
masing-masing. Adapun lokasi yang dipusatkan
seperti Mesjid Nurul Islam Jl.A.Yani, GKE Maranatha
Jl.Diponegoro, Gereja YHS Jl.RTS Milono, Gereka
Barigas Jl.Rajawali, Gereja Katedral Jl.Tijilik
Riwut km.1, Pura Patimaha Jl.Kinibalu dan Balai
Kaharingan Jl.Pemuda Kota Palangka Raya.
Pelaksanaan berlangsung dengan hikmat,
dimana seluruh elemen masyarakat yang ada
memanjatkan do’a syukur berdasarkan keyakinan
dan kepercayaannya masing-masing, tentu dengan
niat dan satu tujuan agar Negara Indonesia menjadi
negara yang dipenuhi rasa kasih sayang, kokoh,
adil, makmur dan sejahtera.
Kasrem102/Panju Panjung, Letkol Kav. Enda
Mora Harahap ketika menghadiri kegiatan do’a
bersama di Mesjid Nurul Islam menyampaikan
ucapan terimakasih atas doa yang tulus ikhlas dari
semua umat lintas agama di seluruh Indonesia dan
khususnya di Kalteng.
Memaknai Kemerdekaan yang telah kita
nikmati bersama selama 72 tahun hingga hari ini,
selayaknyalah kita bersyukur, tidak hanya kita telah
dikaruniai Kemerdekaan, tapi juga kita dilahirkan
sebagai bangsa patriot petarung dan sekaligus
bangsa pemenang.
Atas karunia inilah lanjutnya lagi, sekali pun harus
dicapai melalui perjuangan darah dan air mata
segenap anak bangsa untuk meraih Kemerdekaan.
Melalui perjuangan anak bangsa yang percaya
kepada kemampuan sendiri, dengan senjata apa
adanya seraya menggelorakan semangat gotong
royong.
Sehingga energi sosial tersebut katanya lebih
dalam lagi, bisa muncul karena mobilisasi kekuatan
umat, santri, dan pemuda, serta segenap komponen
oleh bangsa oleh para tokoh agama, ulama, kyai,
habib, pendeta, pastor, inandita, biksu, dan tokoh
nasionalis.
Merebut Kemerdekaan, para tokoh bangsa
utamanya para tokoh agama, saat itu mampu
menjadikan pilihan “Merdeka atau Mati” sebagai
senjata pemungkas untuk mendobrak belenggu
penjajahan dan meraih kemerdekaan. Hal ini adalah
salah satu pengaruh yang menjadikan Bangsa
Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan
berdaulat di tanah air Indonesia.
Kalimat ‘Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha
Kuasa dan Dengan Didorongkan oleh Keinginan
Luhur’ sebagaimana tercantum dalam pembukaan
UUD 1945 mengandung arti, Kemerdekaan
Indonesia dicapai Berkat Rahmat Allah Yang Maha
Kuasa sehingga kita wajib bersyukur atas nikmat
Kemerdekaan ini.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hadir pada
acara doa bersama antara di Mesjid Nurul Islam
antara lain, Danrem 102/Pjg yang diwakili Kasrem
102/Pjg, Kapolda Kalteng diwakili oleh Dirlantas dan
Direskrim Polda Kalteng, Imam besar Masjid Nurul
Islam KH. Anwar Isa, Lc., Para Perwira Jajaran
Korem 102/Pjg, Anggota Jajaran Korem 102/Pjg,
Anggota Polri serta undangan lainnya sekira 1.400
orang.(menaranews)
KABAR KALTENG
5
HUT RI Ke-72
Meski Hujan, Upacara HUT RI Tetap Hikmad
omentum upacara bendera peringatan Hari
Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia yang
dilaksanakan di Kota Palangka Raya, Provinsi
Kalimantan Tengah di bawah guyuran hujan yang
mulai turun sejak pagi.
M
Dia pun mengapresiasi seluruh peserta yang
mana meski selama pelaksanaan upacara
berlangsung Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah
ini diguyur hujan, tetapi peserta dan petugas tetap
dapat melaksanakan upacara sampai usai.
Wali Kota Palangka Raya, Dr HM Riban
Satia selaku pembina upacara bendera tingkat
pemerintah kota yang dilaksanakan di halaman
kantor wali kota setempat pada Kamis pagi
menyampaikan sejumlah hal yang harus menjadi
perhatian bersama.
Pantauan di lapangan selama pelaksanaan
upacara pengibaran bendera yang berlangsung
sekira satu jam ini hujan terus mengguyur.
Pertama sebagai bangsa yang besar dengan
keberagaman maka kita tidak boleh terprovokasi
dengan berbagai isu yang dapat memecah
belah kesatuan dan persatuan berbangsan dan
bernegara.
Selanjutnya, Riban juga mengajak
peserta upacara dan warganya agar
menjadi contoh pelaksanaan toleransi
falsafah “Huma Betang” yang sesuai
semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
seluruh
mampu
sesuai
dengan
Wali Kota “Kota Cantik” Palangka Raya
dua periode ini pun mengajak seluruh elemen
masyarakat terlibat aktif dalam pembangunan
sehingga mampu meneruskan semangat dan citacita para pahlawan dan pendiri bangsa.
Jangan sampai momentum ini hanya sekedar
acara seremonial belaka. Mari tingkatkan persatuan
dan kesatuan serta mengamalkan Pancasila dalam
setiap sendi kehidupan.
Tak hanya dari unsur pemerintah kota, tetapi
TNI dan Polri serta sejumlah siswa tingkat SD
dan SMP yang bersiap di lapangan terlibat tetap
tegar meski sejak sebelum pelaksanaan upacara
dimulai hujan telah membuat seragam peserta dan
petugas upacara basah kuyup.
Namun tampak juga sejumlah Aparatur Sipil
Negara (ASN) peserta upacara menggunakan
payung untuk menghindari guyuran hujan yang
turun. Sejumlah tamu undangan juga nampak
duduk dan menyaksikan pelaksanaan upacara
dari tempat yang telah disiapkan.
Sementara itu, pada upacara pengibaran
bendera yang dimulai sekira pukul 07.20-08.31
WIB tersebut, pembawa baki bernama Skandi
Navia siswi SMAN 2 Palangka Raya.
Sementara untuk pembentang bernama
Muamar, yang ditengah Satria dan penarik atau
pengerek bendera bernama Okta yang mana
mereka berasal dari MAN Model dan SMA 2
Muhammadiyah Palangka Raya. (antara)
6
NASIONAL
T
MENUNTASKAN JAN
ahun 2017 ini Indonesia genap memperingati
kemerdekaannya yang ke-72 tahun. Dalam
usia yang bisa dibilang cukup panjang
tersebut, Indonesia telah berhasil melalui pasang
surut gejolak politik dan tetap eksis hingga hari ini.
Apakah sesungguhnya yang mendasari gagasan
Indonesia tetap hidup dan bertahan cukup lama?
Sesungguhnya ada banyak faktor yang memberi
kehidupan dan napas tahan lama terhadap
kepercayaan akan eksistensi Indonesia. Namun,
dalam karya monumentalnya The Idea of Indonesia
(2009), R.E. Elson menjawab bahwa kesadaran di
antara banyak orang Indonesia sendirilah, terpupuk
sejak awal abad ke-20, yang meyakini bahwa negarabangsa yang sedang terbentuk itu sebenarnya
adalah negara mereka dan mereka sendirilah yang
berhak untuk mengelolanya.
Kesadaran ini pertama kali datang dan dibentuk oleh
pengalaman bersama berada dalam penindasan
kolonialisme Belanda. Pertumbuhan kesadaran
tersebut sebagian besarnya dipengaruhi oleh
semakin banyaknya elite terdidik Indonesia yang
mengenyam pendidikan Eropa. Pendidikan Barat –
meskipun awalnya diterima dengan curiga– memberi
alat analitis untuk membentuk kembali kesadaran
pribumi yang baru serta sarana menghadapi dan
menguasai modernitas (Elson, 2009).
Langkah
revolusioner
pertama
dalam
menerjemahkan rasa kesatuan pribumi sekepulauan
Indonesia digagas secara berani dan brilian oleh
Tjipto Mangoenkoesoemo, Soewardi Soeryaningrat,
dan Douwes Dekker. Mereka yang tergabung
dalam Indische Partij, dengan terpengaruh wacana
modernitas, mengatakan bahwa Indonesia adalah
kesatuan yang bukan diikat oleh sentiman primordial
dan keterikatan agama, melainkan rasa kesamaan
pengalaman dan solidaritas khusus yang mengalir
darinya.
Dalam pidatonya mengenai Pancasila, tanggal 1
Juni 1945, Sukarno menyatakan bahwa Indonesia
Merdeka berdiri bukan untuk suatu golongan tertentu.
Bukan untuk memberi kekuasaan pada golongan
bangsawan, golongan Islam, ataupun golongan
etnis tertentu. Menurut Sukarno, Indonesia harus
dijadikan rumah bersama, kebangsaan Indonesia,
yang dibangun atas dasar “semua untuk semua”.
Tugas kemerdekaan adalah mewujudkan negara
yang dapat mengakomodasi gagasan seperti itu, dan
mampu menjalankan fungsi untuk mewujudkannya.
Namun, menjalankan tugas itu tidaklah mudah. Ini
adalah pekerjaan besar yang sulit, melelahkan,
panjang, dan bahkan belum tuntas hingga hari ini.
Menuntaskan Janji
Dalam Pembukaan UUD 1945 tugas Kemerdekaan
itu disebutkan. Bahwa rumah besar bernama
Indonesia yang didirikan atas dasar ‘semua untuk
semua’ itu harus mampu “melindungi segenap
bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan sosial,
dan mencerdaskan kehidupan berbangsa”.
Tugas utama yang berkaitan dengan melindungi
segenap bangsa Indonesia erat kaitannya dengan
bagaimana cara mengelola keberagaman Indonesia.
Problem ini adalah masalah klasik yang terus
menghantui eksistensi Indonesia. Sejak 1950-an,
pendirian negara Islam, pemberontakan daerah, dan
kekerasan berbasis SARA telah mengancam masa
depan Indonesia. Hingga kini problem besar itu
belum juga tuntas. Keinginan sekelompok organisasi
NASIONAL
7
NJI KEMERDEKAAN
pembangunan “revolusi hijau” daripada “revolusi biru”,
mengedepankan kekuatan Angkatan Darat daripada
Angkatan laut, serta mengesampingkan kekayaan
berlimpah sumber daya kelautannya (Fau, 2017). Laut
telah lama menghilang dari pikiran pemerintah pusat
dipengaruhi oleh imaji kekuasaan Jawa Soeharto
yang menganggap bahwa laut tidaklah penting, dan
bukanlah hal yang aneh jika Soeharto menghapus
portofolio Kementerian Maritim yang pernah dibentuk
Sukarno.
Barulah Joko Widodo (Jokowi) presiden pertama
Indonesia yang secara terang-terangan merumuskan
doktrin kelautannya (Witular, 2014). Di bawah
kepemimpinan Jokowi, pemerintah berambisi untuk
menjadi produsen perikanan nomor satu dunia di atas
Tiongkok. Pemberantasan penangkapan ikan secara
ilegal mulai dilakukan. Konsep tol laut diintensifkan
untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di
seluruh Indonesia agar suplai logistik lebih merata.
Islam, seperti ISIS dan HTI, untuk mendirikan negara
Islam masih ada. Kekerasan terhadap agama dan
etnis minoritas pun masih saja terus berlangsung.
Kasus penistaan agama Ahok merupakan salah satu
contoh jelas bagaimana kita masih kesulitan untuk
membela gagasan keindonesiaan yang majemuk.
Biarpun ada kesepakatan akan pentingnya Bangsa
Indonesia dan keberagaman, masih ada kebingungan
dalam diri kita sendiri bagaimana menangani
keberagaman tersebut. Inilah mungkin kegagalan
kita menangkap betapa modern gagasan Indonesia
sebenarnya.
Selanjutnya, problem besar kita adalah mengenai
pembangunan dan bagaimana mengelola Tanah
Air demi memajukan kesejahteraan sosial. Secara
geografis Indonesia ditakdirkan sebagai negara
maritim. Wilayah lautannya total 5,8 juta km2, dan
terletak di persilangan antara Samudera Hindia dan
Samudera Pasifik, antara benua Asia dan Australia.
Namun, kenyataannya pemerintah Indonesia telah
lama mengabaikan takdir ini.
Selama kurang lebih 50 tahun pemerintah pusat telah
memunggungi laut; cenderung membangun sarana
perhubungan darat daripada sarana pelabuhan,
Di samping sektor kelautan, pertanahan adalah
sektor yang belum terurus dengan baik. Dalam Pasal
33 UUD 1945 disebutkan bahwa bumi dan air dan
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai
negara untuk memakmurkan rakyat. Namun, sampai
saat ini banyak sekali ditemui konsesi pertambangan,
kehutanan, dan perkebunan yang malahan berdiri
merebut dan mencemari tanah penghidupan milik
rakyat.
Kunci untuk merawat kebangsaan Indonesia dan
meningkatkan kesejahteraan sosial adalah dengan
mencerdaskan kehidupan bangsanya melalui
pembangunan manusia. Untuk mempersiapkan
generasi muda yang berkualitas di masa depan,
pemerataan pendidikan menjangkau daerah-daerah
pinggiran harus mendapatkan prioritas. Investasi
pendidikan secara jangka panjang harus dibangun
agar manusia Indonesia bisa membangun negara
lebih baik lagi, dan menghadapi tantangan global
yang lebih berat lagi di masa depan.(dtk)
Wildan Sena Utama peneliti sejarah, alumnus
Pascasarjana Leiden University, Belanda. Akan
menerbitkan buku mengenai Konferensi Asia-Afrika
8
POJOK KRITIS
M
enyadari pentingnya eksistensi pluralisme di
tengah masyarakat Indonesia yang beragam,
sejatinya pluralisme harus dilihat sebagai ekspresi politik
persahabatan (politic of friendship), bukan sebagai
persaingan sosial. Kadangkala konflik muncul disebabkan
egosentris dari setiap kelompok. Yang mana setiap
kelompok merasa memegang kebenarannya masingmasing. Apalagi Indonesia sebagai kesatuan regional
memang mencakup suatu kompleksitas yang terdiri
dari komunitas-komunitas etnik, di dalamnya memuat
satuan-satuan kultural yang komprehensif meliputi unsur
linguistik, sistem kekerabatan, hukum adat, foklor, adat
istiadat, sistem kepercayaan, dan sebagainya.
Perbedaan itu, sebenarnya sudah terbungkus dalam
satu konsep “Bhinneka Tunggal Ika” (Berbeda-beda
tetap satu jua)—Yaitu sebuah prinsip nasionalisme yang
berpacu pada kesatuan atau unity. Prinsip kesatuan
seharusnya dengan sadar dan tulus berlaku toleransi
dan apresiasi terhadap setiap perbedaan yang ada,
terutama dari kelompok-kelompok lain yang dicerminkan
melalui pandangan dan gaya hidup yang berbeda dengan
kita (mungkin kita bisa berkaca pada sejarah sumpah
pemuda). Sumpah itu menghantarkan bangsa Indonesia
dalam gerbang perdamaian dan persatuan seluruh
pemuda Indonesia. Mereka bersama-sama melantunkan
ikrar untuk menyatakan bahwa kami adalah Indonesia
yang satu, walaupun secara etnisitas mereka berbeda.
Secara struktural, sistem politik yang diskriminatif di
banyak Negara, termasuk di Indonesia, telah mengkotakkotakkan manusia berdasarkan golongan etnis, agama,
dan atau kelas sosialnya, lalu menyalahkan api konflik
dan perang di antara berbagai kelompok tersebut. Secara
kultural, agen-agen sosialisasi utama seperti keluarga
dan lembaga pendidikan tampaknya tidak berhasil
menanamkan sikap toleran-inklusif, gagal menumbuhkan
kemampuan menyelesaikan konflik secara damai
(nonviolent conflict resolution), dan tidak mampu
mengajarkan hidup bersama secara harmonis dalam
masyarakat plural.
Hal yang sama terjadi pada prasangka etnis yang
mempunyai interplay. Pelajaran sejarah, IPS, dan PPKN
yang mengacu pada kurikulum yang etnosentris juga turut
memperkuat anggapan kaprah bahwa budaya “kami”
adalah adiluhung dan mulia, sedangkan budaya “mereka”
lebih rendah atau dekaden.
Meng-Indonesiakan
Oleh : Aswab Mahasin (Ketua Pusat Kajian Alam
mementingkan lagi perkembangan emosional, perkembangan
spiritual yang cerdas, dan perkembangan sosial yang cerdas
(Segala sesuatunya diukur dari tingkatan nilai).
Seharusnya, dalam sebuah ruang lingkup pendidikan—selain
cerdas intelektual, selain cerdas spiritual, harus didukung
dengan kecerdesan-kecerdasan lainnya. Keseimbangan
mental menjadi tolok ukur suksesnya sebuah pendidikan.
Karena pengetahuan saja tidak cukup untuk membuat orang
menjadi baik, dan agama juga tidak cukup membuat orang bisa
sadar sosial. Dalam ranah sosial ada hukum pergaulannya
sendiri.
Ketika
pendidikan
mengedepankan
empat
bentuk
kecerdasaan (cerdas intelektual, cerdas spiritual, cerdas
sosial, dan cerdas emosional) tidak menutup kemungkinan
makna pluralitas akan lebih dihayati oleh kebanyakan orang.
Memang, Indonesia tidak menganut faham relativisme moral,
tapi sistem pendidikan seperti ini tidak menutup kemungkinan
semuanya akan terjadi. Pada akhirnya, setiap orang/
kelompok akan memegang kebenarannya masing-masing. Di
sinilah akan terjadi kehancuran sosial, orang tidak akan lagi
menghormati perbedaan.
Titik temu perbedaan
Ketika perbedaan tidak lagi dihormati, otomatis konflik
akan lahir sebelum takdirnya. Tidak sedikit yang menuding
penyebab utama terjadinya konflik sosial itu diawali dari
arogansi keyakinan, agama dituding sebagai dalang. Di
Indonesia sering kali nampak dipermukaan sentimen-sentimen
keagamaan yang berujung pada permusuhan. Seperti:
penyerangan markas ahmadiyah, penghancuran makam
Ndoro Purbo (keluarga Keraton Ngayogyakarto), pengeboman
gereja-gereja, pengeboman di bali, dan sebagainya (contoh
tersebut didasari atas suatu keyakinan tertentu).
Sikap semacam ini tidak menyentuh pada makna pluralitas
yang sesungguhnya. Semestinya, sistem pendidikan
harus mengedepankan sikap moral yang objektif, tidak
memberikan pengajaran yang sinis bagi para pelajarnya.
Kesalahan dari pendidikan di Indonesia tidak lain lebih Di Indonesia, sudah mulai berkembang beberapa kelompok
mengedepankan perkembangan intelektualitas saja, tidak yang menyatakan, banyak budaya-budaya lokal yang dianggap
POJOK KRITIS
n Orang Indonesia
m Darul Insan Yogyakarta
menyimpang, dan harus dihancurkan rutinitasnya. Kondisi
tersebut sedikit demi sedikit menggerus budaya-budaya
Indonesia, anggapannya agama tidak bisa disandingkan
dengan budaya. Sedangkan, pemahaman lebih luas—agama
adalah bagian dari sebuah kebudayaan. Jadi bagaimana pun
kita tidak bisa memisahkan agama dari rutinitas budaya—
budaya bagian dari sejarah agama-agama.
Memang, tidak ada orang yang menyangkal apabila dikatakan
bahwa konflik antaragama disebabkan karena bibit konflik itu
memang sudah ada dalam gen manusia. Lebih masuk akal
apabila konflik itu berakar pada kebudayaan pada umumnya
dan tradisi lisan khususnya. Tradisi Perang Salib menonjolkan
sikap pertentangan antara bangsa Eropa dan umat Islam di
Timur Tengah dan daerah Magrib. Waktu bangsa Portugis
muncul di kawasan Nusantara, mereka telah disambut
dengan sikap bermusuhan.
Bila kita amati gejolak-gejolak yang belum lama berselang
meletus, pada umumnya dapat disimpulkan bahwa faktor
agama bukan kausalitas pokok (kadang kala agama
hanya dijadikan sebagai kedok untuk tindakan anarki dan
penghancuran budaya). Tindakan-tindakan tersebut sering
sekali berupa gerakan politik, kultural, dan ekonomi.
Ada yang menggalangkannya sebagai bentuk gerakan protes
(karena ketidakadilan), dan ada juga atas unsur kesengajaan
untuk menghancurkan kerukunan bangsa (di mana pihak lain
menunggangi kepentingan ini). Yang paling berbahaya adalah
ketika provokator sudah bermain-main—pelaku provokasi
sangat suka sekali memancing dalam air keruh. Pelaku ini
bisa muncul dari kalangan manapun, terutama gerakan
politik. Dalam hal ini, yang diperlukan hanya pemimpin yang
mempunyai kebijaksanaan sejati, bukan pemimpin yang
cuma mementingkan karir politiknya saja.
Apalagi budaya politik yang berkembang saat ini atau masa
reformasi—adalah budaya politik yang lebih berorientasi
pada kekuasaan yang berkembang di kalangan elit politik.
Budaya seperti itu telah membuat struktur politik demokrasi
9
tidak dapat berjalan dengan baik. Walaupun struktur
dan fungsi-fungsi sistem politik Indonesia mengalami
perubahan dari era yang satu ke era selanjutnya, namun
tidak pada budaya politiknya.
Reformasi pada tahun 1998 telah memberikan sumbangan
bagi berkembangnya budaya poltik partisipan, namun
kuatnya budaya politik patrimonial dan otoriterianisme
politik yang masih berkembang di kalangan elit politik dan
penyelenggara pemerintahan sedikit menghambat laju
perubahan budaya politik itu sendiri. Walaupun rakyat
mulai peduli dengan input-input politik, akan tetapi tidak
diimbangi dengan para elit politik karena mereka masih
memiliki mentalitas budaya politik sebelumnya. Sehingga
budaya politik yang berkembang cenderung merupakan
budaya politik subjek-partisipan.
Ternyata reformasi masih belum cukup untuk
mengembalikan mental bijak bangsa kita ini. Oleh
karena itu, sepertinya gerakan nasional harus dibulatkan
pada proses sosial-politik yang berorientasi kepada
pembentukan Negara-kebangsaan yang merdeka,
demokratis, serta berbentuk Negara kesatuan. Dengan
demikian, sadar atau tidak, kaum protagonis nasionalisme
telah menemukan modus yang tepat dalam beradaptasi
dengan perkembangan tekhnologi khususnya dan
modernisasi pada umumnya. Dua peristiwa penting dalam
perkembangan kultur politik Indonesia ialah, pertama,
seluruh pergerakan nasional merupakan manifestasi
etos bangsa Indonesia yang menjiwai potensi bangsa
memperjuangkan kemerdekaannya. Kedua, dengan
manifesto politik tahun 1925, perhimpunan Indonesia
berhasil mendeklarasikan konsep Negara-nasion seperti
apa yang terwujud sekarang ini, Republik Indonesia.
Intinya, baik pluralisasi tradisional maupun pluralisasi
modern dapat diimbangi oleh ideologi nasionalisme lewat
revolusi integratif. Proses melembagakan nasionalisme
telah menciptakan Negara-nasion. Implikasi logisnya
ialah bahwa Negara-kebangsaan itu perlu dipertahankan
dan diusahakan kesinambungannya, tidak hanya dengan
nasionalisme selaku etos kehidupan bangsa Indonesia.
Ini berarti bahwa kebudyaan nasion perlu melandasi
modernisasi kehidupan bangsa lebih lanjut, yang
selanjutnya baik fisik maupun sosial—perlu dijiwai oleh
ideologi kebangsaan.
Indonesia sudah kehilangan ke Indonesiaannya.
Dimensi kemanusiaan di Indonesia secara sosioculturalspiritual sudah luntur oleh hempasan kebencian. Maka
dari itu, mengIndonesiakan Indonesia menjadi wacana
utama dan agenda terpenting untuk mengembalikaan
“Indonesia kita”, supaya Indonesia kembali kepada
identitas kebhinekaannya. “Bersatu kita teguh, bercerai
kita runtuh”.
Mengenal Potensi Wisata
WISATA
10
Air Terjun Riam Kendong, Barito Timur
Selain air terjun, disana juga menyediakan air panas.
Hal ini yang bisa menjadi destinasi wisata alami yang
mampu memikiat wisatawan. Informasi dihimpun,
masyarakat sendiri telah mengetahui lokasinya, namun
masih sedikit. Banyaknya warga yang melakukan foto
sendiri (selfi) membuat lokasi ini mulai diperbincangkan.
Mulai naturalnya hingga belum pernah tersentuh
moderenisasi pembangunan dan menyimpan eksotisme
yang tersembunyi.
A
ir terjun riam Kendong yang terletak di Desa
Batuah, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten
Barito Timur, Kalimantan Tengah dicanangkan
pemerintah setempat sebagai obyek wisata alami dan
akan dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas menyatakan
bahwa dari hasil peninjauan, Air Terjun Riam
Kendong memiliki potensi sebagai tempat wisata
yang bisa dikembangkan. Ini sudah kita canangkan
pengembangannya dan menjadi prioritas.
Salah satu warga kecamatan Dusun Tengah, Ronny
mengatakan, untuk menempuh ke lokasi tersebut
sekitar 1 jam dari Ibukota Kecamatan Dusun Tengah
atau 2 jam dari Ibukota Kabupaten Barito Timur.
Jarak dari Tamiang Layang mencapai 73 km. Untuk
menuju lokasi memang susah, terlebih lagi di musim
penghujan yang membuat jalan ke lokasi becek.
Pencinta motor trail itu suka datang bersama temannya,
jika sampai disana bisa membuat lelah terbayarkan
dengan rasa senang melihat arus dan riak air serta
panorama hutan tropis yang belum tersentuh manusia.
(antara
Objek Wisata Bukit Batu Jadi Unggulan Kabupaten Katingan
O
byek wisata Bukit Batu, yang merupakan
tempat pertapaan Tjilik Tiwut, pahlawan
Nasional di Kelurahan Kasongan Lama
Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan sejauh
ini menjadi andalan pemertintah daerah.
Demikian dikatakan Sekda Nikodemus saat apel
gabungan ASN di halaman kantor bupati setempat,
Senin (27/2/2017). Pihaknya menyatakan bahwa
obyek wisata yang menjadi unggulan bidang pariwisata
Kabupaten Katingan adalah, obyek wisata Bukit Batu.
Menurutnya, pada tahun 2016 lalu jumlah
pengunjung obyek wisata Bukit Batu ini sebanyak
32.405 orang. Untuk mendukung keberadaan obyek
wisata Bukit Batu ini telah dilakukan upaya penataan
fasilitas sarana dan prasarana pada tahun 2016,
seperti rehab panggung pertunjukan, penataan
halaman depan panggung, pembuatan tangganaik ke
lokasi pendopo, dan pembuatan lampu taman.
Terkait obyek wisata ini, Nikodemus juga mengatakan
setiap tahun pemda selalu menyelenggarakan festival
budaya Penyang Hinje Simpei.
Ini
dilakukan
untuk
melestarikan
dan
memperkenalkan seni budaya adat Dayak kepada
masyarakat luas khususnya Kabupaten Katingan.
Lainnya upacara tiwah massal juga dilaksanakan
setiap tahun. Dan pada tahun 2016 lalu dilaksanakan
di Desa Tumbang Manggo Kecamatan Sanaman
Mantikei.
Tiwah massal dilaksanakan sebagai upaya
pelestarian seni, budaya dan tradisi warisan leluhur
yang turun temurun dilaksanakan masyarakat Dayak.
(bn)
TEKNO
11
Tips Tekno
Alasan Smartphone Rp 2-5 Juta Laku di Indonesia
F
irma riset International Data Corporation ( IDC)
melansir laporan pengiriman smartphone di Indonesia
untuk kuartal-II tahun 2017. Dalam laporan, IDC
mengungkapkan bahwa smartphone di kategori midrange
atau kelas menengah tumbuh signifikan di kuartal tersebut.
Yang dimaksud smartphone midrange oleh IDC adalah
perangkat dengan harga jual antara 200 dollar AS (Rp
2,6 juta) hingga 400 dollar AS (Rp 5,5 juta). Peningkatan
pengiriman smartphone midrange di kuartal-II 2017 tercatat
mencapai 28 persen, menunjukkan pertumbuhan yang
signifikan dari pangsa pasar 13 persen di tahun lalu.
Hal ini merefleksikan perubahan dalam kebutuhan
konsumen untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi
yang lebih baik untuk menyokong pengalaman hiburan,
produktifitas, dan mobile gaming.
“Selama beberapa tahun terakhir, berbagai vendor
smartphone terus fokus dalam
memenuhi regulasi TKDN, dan sekarang sebagian besar
dari mereka sudah memenuhi
regulasi tersebut, sehingga mereka dapat mengalihkan
sumber dananya untuk berupaya melengkapi fitur dan nilai
dari produk mereka,” ujar Risky Febrian, Associate Market
Analyst, IDC Indonesia, dalam keterangan pers yang
KompasTekno terima, Jumat (18/8/2017).
“Top vendor smartphone telah meningkatkan persaingan
ke level yang lebih tinggi dengan menawarkan fitur-fitur
terbaru seperti resolusi kamera yang lebih tinggi, sensor
sidik jari, kapasitas penyimpanan dan memori yang lebih
tinggi pada harga yang terjangkau. Dan hal tersebut diikuti
dengan ekspansi dari layanan purna-jual mereka, yang
pada akhirnya menyulitkan vendor yang lebih kecil untuk
bersaing,” tambah Risky.
Selain fitur dan spesifikasi, smartphone midrange
mengalami peningkatan karena ada banyak perusahaan
finansial yang menawarkan jasa kredit. Layanan seperti
Homecredit, Aeon Credit, Kredivo, dan Akulaku membantu
konsumen yang tidak memiliki kartu kredit untuk membayar
dengan metode cicilan yang secara finansial lebih ringan.
Lantas, siapa yang merajai pasar smartphone Tanah Air
pada kuartal-II 2017? Hasil riset IDC mencatat, Samsung
masih menguasai pasar ponsel pintar di Indonesia. Posisi
berikutnya diisi oleh Oppo, Advan, Asus, dan Xiaomi.
Terdapat 7,9 juta smartphone yang dikirim sepanjang
kuartal-II 2017 di Indonesia. Jumlah tersebut melambangkan
pertumbuhan tipis, yakni sebesar 1 persen untuk year-overyear dan 9 persen untuk quarter-over-quarter.(kompas)
Xiaomi Siapkan Ponsel Murah Android One
Google dikabarkan bekerja sama dengan Xiaomi untuk
merilis lini ponsel murah Google, Android One teranyar.
Hal ini dianggap merupakan strategi yang pas, mengingat
keduanya punya kesamaan visi dan bisa sama-sama
menguntungkan.
Xiaomi fokus pada perangkat-perangkat murah, sama
seperti tujuan diinisiasinya proyek Android One. Dalam hal
ini Google diuntungkan sebab Xiaomi sudah punya rekam
jejak bisnis yang baik di negara berkembang.
Sementara itu keuntungan bagi Xiaomi adalah
mendapatkan sistem operasi Android murni yang lebih
mumpuni. Tak perlu ada software pendukung MIUI yang
kerap menambah fragmentasi dalam penjajalan smartphone.
(Baca: Android Makin Sumpek, Samsung Biangnya)
Menurut selentingan rumor, perangkat Xiaomi dengan
Android One bakal dinamai “Xiaomi A1” atau “Xiaomi Tissot”.
Prosesornya digadang-gadang menggunakan Snapdragon
625. Sumber dalam memprediksi perangkat Xiaomi dengan
Android One bakal dihargai pada kisaran 250 dollar AS atau
setara Rp 3,3 jutaan.
Adapun dua negara yang disebut-sebut bakal kebagian
perangkat tersebut pertama kali adalah Indonesia dan India,
sebagaimana dilaporkan XDA Developers dan dihimpun
KompasTekno, Senin (21/8/2017).
Berbagai informasi awal ini belum mendapat konfirmasi
resmi dari Xiaomi maupun Google. Karenanya, belum ada
yang bisa memastikan keabsahannya. Diketahui, Android
One merupakan proyek yang diluncurkan Google pada
2014 lalu. Menyasar negara-negara berkembang semacam
India dan Indonesia, Android One diharapkan meningkatkan
penetrasi pengguna smartphone di dunia.
Android One disajikan dengan harga murah yang
menyesuaikan dengan daya beli pasar low-end. Meski
demikian, proyek ini tak seindah harapannya. Xiaomi
mendominasi pasar India melalui lini Mi 3 dan Redmi Note 4
ketika Android One masuk. Alhasil, Android One tak mampu
bersaing dan terseok-seok menghadapi persaingan.
Jika benar Android One meminang Xiaomi, akankah
antusiasme masyarakat di negara-negara berkembang
positif? Kita lihat saja.(kompas)
LIFESTYLE
7 Buah-Buahan
Yang Baik Untuk
Kesehatan Jantung
12
radang sendi, mencegah penyakit stroke, menjaga
stamina dan mengontrol kadar gula darah.
Kelengkeng
Buah yang bentuknya mirip dengan buah duku
ini ternyata memiliki banyak kandungan vitamin dan
zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Klengkeng
mengandung Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B3,
Vitamin C, kalsium, zat besi, fosfor, asam tartik
dan masih banyak lagi. Selain zat-zat penting yang
terkandung didalamnya, buah ini juga membantu
kerja jantung kita dan bisa meningkatkan daya tahan
tubuh.
Kiwi
Z
aman sekarang penyakit jantung sudah tidak
mengenal usia, tidak sedikit orang berusia muda
yang mengidap penyakit jantung. Penyakit ini
tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan merokok,
banyak faktor-faktor lain yang menyebabkan
penyakit jantung, misalnya pola hidup yang buruk
seperti kurang berolahraga, sering mengkonsumsi
makanan berlemak dan jarang mengkonsumsi buahbuahan. Untuk mencegahnya, yuk intip tujuh jenis
buah-buahan yang bermanfaat untuk kesehatan
jantung kita.
Alpukat
Buah ini kaya akan manfaat bagi tubuh kita,
selain itu juga dapat melindungi tubuh dari berbagai
macam penyakit, salah satunya penyakit jantung.
Buah alpukat mengandung Vitamin A, Vitamin B,
Vitamin E, zat besi, kalium, dan asam solfat. Selain
itu mengkonsumsi buah alpukat secara rutin dapat
menurunkan kadar kolesterol dan mencegah kanker,
loh.
Jeruk
Mencegah penyakit jantung juga bisa dengan
mengkonsumsi buah jeruk, guys. Buah yang
mengandung Vitamin A, folat, Vitamin B1, antioksidan
flavanoid ini juga bisa meminimalisir resiko terkena
Buah yang satu ini dapat mencegah serangan
jantung dan bisa menurunkan resiko diabetes, lho.
Di dalam buah kiwi terkandung Vitamin A, Vitamin
K, Vitamin E, Vitamin B Kompleks, serta kaya akan
serat pangan dan juga mengandung Vitamin C yang
tinggi.
Kurma
Mengkonsumsi buah kurma selain untuk
menambah energi ternyata juga bisa membantu
untuk menjaga kesehatan jantung kita. Buah ini
mengandung banyak nutrisi dan magnesium.
Disamping itu, terdapat Vitamin B Kompleks, Vitamin
C, Kalsium, Sodium, fosfor dan senyawa antioksidan.
Lemon
Buah yang rasanya asam ini juga memiliki manfaat
yang sama dengan buah kiwi, yaitu mencegah
serangan jantung. Buah lemon kaya akan kandungan
Vitamin C, Vitamin B6, zat besi, potassium, dan
masih banyak lagi. Nah, selain mencegah serangan
jantung buah lemon juga dapat mencegah kanker,
mengatasi radang sendi dan juga mendetoksifikasi
racun di dalam tubuh.
Melon
Buah melon mengandung Vitamin C, Vitamin A,
karbohidrat, protein dan lemak. Disamping itu buah
ini kaya akan kandungan adenosine yang dapat
membantu mengehentikan pengumpulan sel darah
yang mengakibatkan serangan jantung dan stroke.
(lifestyle-indonesia.com)
LIFESTYLE
13
Tren
Tips Berbusana Untuk Wanita yang Disukai Pria
T
ampil cantik di depan pria, terlebih pria yang
spesial di hati adalah impian semua wanita.
Salah satu yang dapat menunjang kecantikan
itu sendiri adalah busana atau pakaian. Benda
yang satu ini memiliki dampak yang sangat besar
terhadap penampilan seseorang. Terutama wanita.
Seiring perkembangan zaman, busana bukan lagi
sebagai benda yang berfungsi untuk menutupi
dan melindungi bagian tubuh kita. Tapi juga sudah
menjadi sebuah gaya hidup yang seringkali dijadikan
alat untuk memberikan kesan yang ditampilkan dari
orang yang memakainya. Untuk kalian para wanita
yang penasaran, seperti apa sih gaya berbusana
wanita yang disukai para pria? Berikut tips berbusana
untuk wanita yang disukai para pria.
pemakaman dengan menggunakan busana warna
warni dan meriah seperti busana yang digunakan
untuk pesta pernikahan? Gak lucu kan pastinya?
Simple dan Rapih
Memiliki Style Fashion Sendiri
Pada dasarnya, pria adalah makhluk yang
menyukai kesederhanaan atau simple alias gak ribet.
Bagi mereka, tidak jadi masalah kalau para wanita
hanya menggunakan sebuah kaos dan celana
jeans yang simple karena bagi mereka, wanita yang
menggunakan kaos dan celana jeans yang rapih itu
terlihat lebih baik ketimbang busana yang terlalu ribet
apalagi gak rapih.
Wanita yang memiliki style fashionnya sendiri
biasanya adalah para wanita yang memiliki karakter
kuat. Tentu saja hal ini dapat membuat para pria
penasaran dengan kalian. jadi, jangan ragu untuk
memiliki gaya fashion kamu sendiri. tidak harus
selalu mengikuti trend. terkadang, menjadi unik dan
berbeda sendiri pasti lebih terasa menyenangkan
bukan? Sekaligus bisa membuat para pria penasaran,
seperti apakah kalian itu? mereka pasti bertanyatanya.
Menggunakan Pakaian yang Cocok Dengan
Bentuk Tubuhnya
Seringkali para wanita melupakan hal penting yang
satu ini. menggunakan busana yang sesuai dengan
bentuk tubuhnya. padahal, dengan menggunakan
busana yang sesuai bentuk tubuhnya meski busana
tersebut sedang tidak menjadi trend, para wanita
akan terlihat lebih cantik dan memberikan kesan
yang lebih baik dibandingkan menggunakan busana
yang sedang menjadi trend.tapi busana tersebut
tidak sesuai dengan bentuk tubuhnya.
Gunaka Busana yang Sesuai dengan Kegiatannya
Menggunakan busana yang sesuai dengan kegiatan
ataupun acara yang tengah kamu ikuti, menjadi
daya tarik sendiri untuk para pria. Pasalnya, dengan
begitu kamu dapat memberikan kesan bahwa kamu
adalah wanita yang mudah untuk menyesuaikan diri.
Kebayang gak sih? Kalau kamu menghadiri acara
Percaya Diri
Ini dia yang paling penting, rasa percaya diri. Buat
para pria, mereka tidak terlalu peduli dengan busana
apa yang kamu gunakan. Tapi, bagaimanakah kamu
membawakan kesan yang ada pada busana yang
tengah digunakan. Rasa percaya diri menjadi faktor
penting dalam hal ini. jadi, gunakanlah busana yang
bisa membangkitkan rasa percaya dirimu ya.
Itulah beberapa tips berbusana untuk wanita yang
disukai para pria. Meski setiap pria memiliki penilaian
tersendiri tentang busana wanita seperti apakah yang
mereka sukai ketika dikenakan oleh para wanita, atau
bisa dikatakan sebagai penilaian subjektif. Namun,
5 tips terssebut dijamin bisa membantu kalian yang
ingin tampil cantik di depan para pria. (lifestyleindonesia.com)
INTERNASIONAL
14
Ketegangan Antar Negara
Amerika Serikat vs Korea Utara
K
etegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara
(Korut) tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda
menurun. Hal tersebut salah satunya tergambarkan
dari pernyataan seorang diplomat Korut, Ju Yong Chol, di
depan forum Konferensi Perlucutan Senjata yang digelar di
Jenewa, Swiss, pada Selasa (22/8) waktu setempat.
Dalam kesempatan yang disponsori oleh PBB tersebut,
Ju menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil DPRK
(singkatan nama resmi Korut) untuk memperkuat nuklirnya
dan mengembangkan roket-roket antarbenua merupakan
opsi yang dibenarkan dan sah untuk pertahanan diri dalam
menghadapi ancaman-ancaman yang begitu jelas dan nyata.
Ju juga menambahkan, selama kebijakan permusuhan dan
ancaman-ancaman nuklir AS tetap tak berubah, DPRK tak
akan pernah membawa kekuatan nuklir pertahanan dirinya
ke meja perundingan.
Pernyataan Ju tersebut disampaikan setelah Robert
Wood, utusan AS dalam Konferensi Perlucutan Senjata,
menyampaikan
pandangan
pemerintah AS
dalam
kesempatan yang sama. Robert menyatakan bahwa prioritas
utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah
melindungi AS dan sekutu-sekutunya dari ancaman Korut
yang meningkat. Amerika pun ditegaskan siap menggunakan
semua kemampuan yang dimiliki mengingat Rudal balistik
dan program senjata Korut mendatangkan ancaman hebat
bagi seluruh dunia.
Ketegangan di Semenanjung Korea memang meningkat
sejak Korut dua kali menggelar uji coba rudal balistik
antarbenua (ICBM) pada Juli lalu. Korut mengklaim rudalrudal tersebut bisa menjangkau wilayah AS. Situasi memanas
setelah Trump mengancam Korut akan menghadapi “api
dan kemarahan” jika terus mengancam AS. Korut pun balas
mengancam akan melakukan serangan rudal ke Guam.
Namun demikian, ancaman Korut untuk menyerang Guam
tidak jadi direalisasikan, mengingat Kim Jong-Un pada 15
Agustus 2017 silam memutuskan untuk menunda peluncuran
rudal-rudal balistik ke wilayah AS di Pasifik tersebut.
Keputusan Kim Jong Un untuk tidak menyerang Guam
sedikitnya menelurkan situasi yang positif. Menteri Luar
Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, pemerintah AS masih
tetap berminat untuk melakukan dialog dengan pemerintah
Korut. Meski demikian, cara-cara dialog tersebut sangat
bergantung pada komitmen dan itikad baik Korut untuk
meredakan ketegangan yang ada.
Namun demikian, meski ketegangan di Semenanjung
Korea tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mereda,
sejumlah pengamat politik internasional pada umumnya
masih berpandangangan “optimis” dan meyakini bahwa tidak
akan terjadi perang antara AS dan Korut. Andrej Lankov,
salah seorang akademisi di Univesitas Kookmin Seoul
misalnya, mengatakan bahwa perang di semenanjung Korea
tidak menguntungkan bagi kepentingan siapapun. Tujuan
utama rezim Korut, khususnya dalam aspek pengembangan
senjata nuklir, adalah demi mempertahankan kedaulatannya
dari rongrongan negara-negara asing. Ditambah lagi, perang
dengan AS dinilai rezim Korut sebagai sesuatu yang akan
sangat membahayakan. Adapun dari kacamata AS, serangan
ke Korut akan memaksa rezim tersebut untuk melancarkan
balasan terhadap sekutu AS, Korea Selatan dan Jepang.
Tentu saja, hal ini akan mengakibatkan hilangnya nyawa
secara besar-besaran, termasuk kematian ribuan orang
Amerika - tentara dan warga sipil. Selain itu, Washington juga
tidak mau mengambil risiko diluncurkannya rudal-rudal nuklir
ke daratan AS.
Kolumnis New York Times Max Fisher pun menguatkan
pendapat Lankov. Menurut Fisher, berbagai ketegangan pada
saat ini masih berupa retorika belaka, bukan sikap nyata.
Hal ini mengingat yang paling menentukan dalam hubungan
internasional bukan komentar dari seorang pemimpin,
melainkan sinyal-sinyal tentang kebijakan diplomatik. Terlebih
lagi, setelah dua uji coba rudal balistik antar benua Korea
Utara pada bulan Juli, AS kembali ke taktik yang sudah
terpercaya - menekan Pyongyang melalui sanksi-sanksi
Dewan Keamanan PBB.
Mantan Asisten Menlu AS PJ Crowley juga memberikan
pendapat yang senada. Crowley menjelaskan bahwa AS dan
Korea Utara sempat mendekati situasi konflik bersenjata pada
tahun 1994 ketika Pyongyang menolak untuk mengizinkan
pemeriksa internasional masuk ke fasilitas nuklirnya.
Diplomasi kemudian mengatasi konflik tersebut. Selama
bertahun-tahun, Korea Utara telah secara teratur melontarkan
ancaman terhadap AS, Jepang dan Korea Selatan. Mereka
sering sesumbar untuk menjadikan Seoul sebagai ‘lautan api.’
Dan retorika Trump juga bukannya tidak muncul sebelumnya
dari seorang presiden AS. Perbedaan kali ini, lanjutnya, adalah
bahwa presiden AS tampaknya mengisyaratkan bahwa dia
akan melakukan tindakan pencegahan. Retorika semacam
ini, yang tidak dapat diprediksi sekaligus yang berasal dari
Gedung Putih, tidak biasa dan memang membuat orangorang khawatir. Namun demikian, Korea Selatan sebagai
sekutu AS yang akan paling banyak mendapat kerugian dari
konfrontasi dengan Korea Utara pun tidak nampak terlalu
khawatir.(med)
INTERNASIONAL
15
Asia Tenggara
Marawi Menjadi Bukti ASEAN Tidak Aman Lagi Dari Terorisme
D
imulai sejak 23 Mei 2017, pertempuran di Marawi
Filipina hingga kini belum usai. Menurut data
Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) per 3 Agustus,
jumlah korban sipil yang tewas di tangan teroris sebanyak
45 jiwa. Sejumlah bangunan pun rusak akibat serangan
para militan Maute yang terkait dengan ISIS tersebut.
Ratusan ribu warga di kota tersebut pun melarikan diri dan
mencari tempat-tempat yang aman.
Beberapa hari yang lalu, Jaksa Agung Australia George
Brandis mengatakan, semakin hilangnya wilayah ISIS di
Timur Tengah dan adanya ancaman seiring kepulangan
militan asing ke kawasan, termasuk Indonesia. Militanmilitan yang telah kembali dari zona konflik tersebut
kemudian akan memiliki kemampuan dan kecenderungan
yang lebih besar untuk melakukan kekerasan dan
menimbulkan ancaman serius di kawasan ASEAN dan
Australia. Selain itu, ditambahkan George, ISIS telah
mendeklarasikan keinginan untuk mendirikan negara
khilafah regional dan situasi yang berkembang sekarang
di bagian selatan Filipina merupakan kekhawatiran yang
besar.
Senada dengan George Brandis, Menteri Luar Negeri
Indonesia Retno L.P. Marsudi menyatakan bahwa apa
yang terjadi di Marawi merupakan sebuah peringatan mulai
terjadinya regionalisasi dari pengaruh ISIS di kawasan.
Dengan adanya hal tersebut, Retno mengatakan bahwa
yang saat ini perlu ditekankan adalah soal perang melawan
terorisme atau biasa disebut dengan counter-terrorism.
Perang melawan terorisme tersebut berupa optimalisasi
konvensi ASEAN tentang terorisme, dan juga melakukan
kerja sama dengan Mitra Wicara mengenai terorisme.
Dengan demkian, fokus langkahnya lebih ke konteks
bagaimana ASEAN bekerja sama dengan Mitra Wicaranya
memperkuat kerja sama untuk counter-terorism sehingga
apa yang terjadi di Marawi, tidak akan terulang lagi.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha
juga menyampaikan pendapat yang serupa. Menurut
perempuan pertama yang menjabat sebagai Menlu Korsel
itu, masalah yang kita hadapi saat ini jauh lebih kompleks
dan lebih saling terhubung dibanding sebelumnya.
Salah satu persoalan yang diangkatnya adalah soal
terorisme. Kang menegaskan, terorisme tidak mengenal
batas dan secara langsung mengancam keamanan
dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, ASEAN dapat
dikatakan tidak lagi kebal terhadap serangan teroris. Hal
tersebut terlihat salah satunya dari Bukti baru-baru ini
yang memperlihatkan bahwa militan yang didukung ISIS,
mengepung Mindanao di Filipina.
6 Negara Sepakat Keroyok Basis ISIS Asia Tenggara
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan
Keamanan Wiranto mengatakan, Pemerintah Indonesia
bersama lima negara yaitu Australia, Malaysia, Filipina,
Brunei Darussalam, dan Selandia Baru sepakat untuk
mengantisipasi konflik bersenjata yang terjadi di Marawi,
Filipina.
Dikhawatirkan, konflik itu bias meluas ke nagaranegara tetangga Filipina. Kesepakatan itu dicapai dalam
Sub-Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and
Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT) di Manado pada
Sabtu (29/7/2017) lalu.
Wiranto menuturkan, gejolak di Marawi, jika tidak
diantisipasi, berpotensi menyebar ke wilayah Indonesia.
Hal tersebut mengingat lokasi Marawi berdekatan dengan
perbatasan Indonesia.
Pihaknya telah mengajak teman-teman dari Australia,
New Zealand, Malaysia, Filipina, Brunai Darussalam,
untuk bersama-sama keroyok basis ISIS baru di Asia
Tenggara, di Marawi, Filipina Selatan. Ajakan tersebut
untuk membantu Filipina supaya selesai, kalau tidak,
nantinya bisa merambat ke Indonesia.
Mantan Menhankam/Pangab itu menjelaskan, dalam
pertemuan multilateral tersebut disepakati lima hal.
Pertama, pembentukan forum tentang FTF dalam rangka
memperkuat kerja sama berbagi informasi dan kerja sama
antara penegak hukum dan badan intelijen.
Kedua, dorongan kerja sama di antara enam negara
dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang
memberikan layanan media sosial, video file sharing dan
messaging.
Ketiga, studi komparatif hukum terkait terorisme yang
berlaku di masing-masing negara. Keempat, penguatan
kerja sama antara lembaga untuk penanggulangan
kegiatan pendanaan kegiatan terorisme.
Terakhir, peningkatan kerja sama di antara badan
imigrasi dalam rangka pengawasan perbatasan terpadu.
(med)
SPORTS
16
SEA Games 2017
Peluang Timnas U-22 ke Semifinal Masih Terbuka
P
eluang timnas Indonesia U-22 di babak penyisihan
Grup B SEA Games 2017 secara matematis masih
terbuka. Pasalnya, pada laga terakhir pasukan Luis
Milla akan berhadapan dengan Kamboja di Shah Alam
Stadium, Shah Alam, Kamis (24/8/2017).
Sementara itu, secara keseluruhan posisi kontingen
Indonesia turun ke posisi kelima dalam perolehan medali
sementara SEA Games 2017. Hingga (22/8/2017) pukul
23.00 WIB, Indonesia sudah 47 medali dengan rincian
11 emas, 14 perak, dan 22 perunggu.
Pada pertandingan terakhir melawan Vietnam di
Stadion MP Selayang, Selangor, Selasa (22/8) malam.
Timnas Indonesia berhasil memetik satu poin setelah
menahan imbang lawannya tanpa gol.
Pada Selasa (22/8/2017), kontingen Merah Putih
mendapatkan tambahan emas dari cabang wushu dan
panahan. Di cabang wushu emas dipersembahkan
Juwita Niza Wasni yang turun di nomor Nandao dan Nan
Gun. Sedangkan Riau Ega Agatha/Diananda Choirunisa
menambah pundi medali emas setelah memenangi duel
final nomor mixed team recurve.
Tambahan satu poin membuat posisi timnas Indonesia
di klasemen sementara penyisihan Grup B SEA Games
turun ke urutan ketiga dengan raihan 8 poin. Sementara
Thailand bergeser ke peringkat 2 setelah menang atas
Filipina dengan skor telak 2-0.
Vietnam dan Thailand sama-sama mengumpulkan
10 poin. Namun Vietnam masih bertahan di puncak
klasemen sementara Grup B lantaran unggul selisih gol.
Artinya, timnas Indonesia masih punya kans untuk melaju
ke semifinal jika mereka menang melawan Kamboja
setidaknya 5 gol tanpa balas.
Saat ini Indonesia (4) kalah agretivitas gol dari
Thailand (6) dan Vietnam (10). Jika mereka gagal
mencetak banyak gol di pertandingan melawan Kamboja
mimpi Garuda Muda tampil di semifinal SEA Games 2017
bakal berantakan.
Terlepas dari hal itu, Milla punya pandangan sendiri
terkait peluang timnas Indonesia U-22. Pelatih asal
Spanyol ini menuturkan setiap pertandingan adalah final
bagi Indonesia dan dalam kompetisi ini tidak ada waktu
untuk recovery. Maksudnya, melawan Kamboja bakal
dijadikannya sebagai pertandingan final.
Satu emas lainnya datang dari cabang atletik. Hendro
sukses mengalahkan dua atlet tuan rumah Malaysia Lo
Choon Sieng (perak) dan M. Khairil Harith H (perunggu)
setelah mencetak waktu 1 jam 32 menit dan 11 detik di
nomor 20.000 meter.
Sumbangan medali emas untuk kontingen Indonesia
disumbangkan cabang menembak. M Naufal yang
turun di nomor 10m Air Rifle menjadi pemenang setelah
mengumpulkan angka 245.4. “Selamattt yaa..Naufal
Mahardika di usia ke-16 raih emas cabang menembak
10 m Air Rifle #Ayo Indonesia,” tulis Imam Nahrawi di
media sosial twitter (@imam_nahrawi)
Sementara itu Malaysia makin tak terbendung. Tuan
rumah pelaksanaan pesta olahraga bangsa se-Asia
Tenggara sejauh ini telah mengoleksi 93 medali dengan
rincian 40 emas, 31 perak dan 22 perunggu. Sedangkan
Singapura, Vietnam, dan Thailand mengekor di urutan
kedua hingga keempat.
Download