Pegawai LPP RRI Ikuti Pelatihan Jurnalistik Perdana

advertisement
Pegawai LPP RRI Ikuti Pelatihan Jurnalistik Perdana
ANTARA - ACEH
Meulaboh, 20/12 (ANTARA) - Pegawai Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia
(LPP-RRI) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengikuti pelatihan jurnalistik perdana sebagai
upaya meningkatkan kwalitas profesionalisme di bidang reportase dan berita radio.
Kasi Pemberitaan RRI Meulaboh Berlin Sebayang di Meulaboh, Selasa mengatakan, kegiatan
tersebut merupakan momen penting sebagai bekal menambah profesionalisme wawasan
angkasawan angkasawati RRI.
"Selain menambah wawasan, ilmu yang sudah dimiliki juga harus diasah, sehingga mampu
diimplementasikan saat melaksanakan tugas mereka di lapangan," katanya.
Katanya, seluruh stasiun RRI di Indonesia sudah sering melaksanakan berbagai kegiatan
pelatihan di stasiun masing-masing sementara untuk RRI Meulaboh yang sudah berdiri sejak
tahun 2009 baru akhir tahun 2011 mendapatkan kesempatan itu.
In House Training yang diikuti oleh sebanyak 30 pegawai terdiri dari PNS dan pegawai bukan
PNS (PBPNS) yang sudah menjadi karyawan di kantor mereka di Jalan Abu Madinah Desa Pasie
Jambu Kecamatan Kawai XVI, Kabupaten Aceh Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan nara sumber berkompeten
dari LPP-RRI Jakarta pusat, koordinator wilayah Sumatra Utara dan wartawan senior dari
lembaga tersebut.
"Kegiatan ini baru perdana memang dilaksanakan RRI Meulaboh, terutama karena keberadaan
kita di wilayah Meulaboh baru berusia 2,5 tahun," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam hal melakukan upaya peningkatan kwalitas media publik saat
menyampaikan informasi kepada masyarakat luas dengan bentuk audio atau suara
membutuhkan profesionalisme seorang reporter, sehingga mudah dimengerti pendengarnya.
Sebutnya, LPP RRI muncul bukanlah menjadi pesaing media lain, terutama media cetak.
Diakui memang radio sering membacakan informasi-informasi hasil kutipan media cetak
ataupun elektronik tulisan, namun itu merupakan upaya agar segala informasi dapat diketahui
publik sampai ke pelosok kawasan yang tidak terjangkau media modern.
Karena itu, menurut Berlin SBY, upaya untuk mempertahankan ciri khas penyampaian informasi
terbeda dengan media catak dan
elektornik TV ataupun majalah harus dipertahankan bagi kader selanjutnya.
"Ciri khas berita radio beda dengan media cetak ataupun media elektronik visual dan tulisan, ini
lah yang perlu dipertahankan
melalui materi-materi pembelajaran yang sampaikan senior mereka dari pusat," pungkasnya.
Download