gubernur lampung - Biro Hukum

advertisement
GUBERNUR LAMPUNG
KEPUTU8A1I GUBERl'fUR LAMPUNG
NOMOR: G/;)C./ /II.05/HK/2015
TENTANG
IZIN LINGKUNGAN RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SHORTCUT JALUR
KERETA API REJOSARI-TARAHAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN DAN
KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG OLEH KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN
SATUAN KERJA PENGEMBANGAN
PERKERETAAPIAN LAMPUNG
GUBERIIUR LAMPUNG,
Menimbang
a. bahwa rencana kegiatan Pembangunan Jalur Kereta Api
Rejosari -Tarahan Kabupaten Lampung Selatan dan Kota
Bandar Lampung Provinsi Lampung, merupakan rencana
usaha dan/ atau kegiatan yang wajib memiliki Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL);
b. bahwa berdasarkan Rekomendasi Komisi Penilai AMDAL
Provinsi Lampung rencana kegiatan sebagaimana dimaksud
pada huruf a tersebut diatas dinyatakan layak ditinjau dari
aspek lingkungan hidup, wajib diterbitkan izin lingkungan;
c. bahwa sehubungan dengan maksud huruf a dan b tersebut
diatas, lzin Lingkungan Rencana Kegiatan Pembangunan
Shortcut Jalur Kereta Api Rejosari-Tarahan Kabupaten
Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung Provinsi
Lampung oleh Kementerian Perhubungan Direktorat
Jenderal Perkeretaapian Satuan KeIja Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung,
perlu ditetapkan
dengan
Keputusan Gubemur Lampung;
Mengingat
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi
Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya;
2. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang;
3. Undang-Undang
Nomor
32
Tahun
2009
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
tentang
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah
Daerah sebagaimana telah beberapa ka1i diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 85 Tahun 1999;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin
Lingkungan;
-2­
7. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5
Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha darr/atau
Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup;
8. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16
Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup;
9. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08
Tahun 2013 tentang Tata Laksana Penilaian dan
Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Serta Penerbitan
Izin Lingkungan;
10. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 12 Tahun 2009
tentang Organisasi dan Tatakerja Inspektorat, Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis
Daerah Provinsi Lampung sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2014.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
UNGKUNGAN
KEPUTUSAN GUBERNUR TENTANG ~N
RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SHORTCUT JALUR
KERETA API REJOSARI-TARAHAN DI KABUPATEN LAMPUNG
SELATAN DAN KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG
OLEHH
KEMENTERIAN
PERHUBUNGAN
DIREKTORAT
JENDERAL PERKERETAAPIAN SATUAN KERJA PENGEMBANGAN
PERKERETAAPIAN LAMPUNG
.KESATU
Memberikan izin lingkungan kepada:
a. Nama Perusahaan
Kementerian
Perhubungan
Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian Lampung
b. Jenis Usaha
danyatau kegiatan
Pembangunan
Shourcut
Jalur
Kereta Api Rejosari - Tarahan
c. Penanggung Jawab
Deddy Gusman, ST.MSc.
d. Alamat Kantor
Jl. Ridwan Rais Perumahan Griya
Madu Permata
Lampung.
e. Lokasi Kegiatan
KEDUA
No.
A2
Bandar
Kabupaten Lampung Selatan dan
Kota Bandar Lampung Provinsi
Lampung.
Ruang lingkup kegiatan meliputi:
a. Studi Kelayakan telah dilakukan oleh PT.Nusa Tiara Lampung
pada tahun 2006 dan berdasarkan hasil kajian bahwa
Pembangunan Shortcut Jalur Kereta Api Rejosasi-Tarahan
layak untuk dilaksanakan;
-3 ­
b. pembangunan Shortcut Jalur Kereta Api Rejosari-Tarahan
meliputi panjang jalan rei 36,278 (tiga puluh enam koma
dua ratus tujuh puluh delapan) km, lebar ROW (Right of
way) 40 (empat puluh) m, Tipe wesel Tangen 1 : 12 dan luas
dan status lahan yang dibebaskan dan ditertibkan
sepanjang Rei ; Kabupaten Lampung Selatan 76.000
(tujuhpuluh enam ribu ) m 2 milik PT. Kereta Api Indonesia,
79.012 (tujuh puluh sembi1an ribu dua belas) m 2 milik
masyarakat dan Kota Bandar Lampung 90.500 (sembiian
puluh ribu lima ratus) M2 milik PT. KAI, 32.800 (tigapuluh
dua ribu delapan ratus] M2 milik masyarakat ;
c. pekerjaan DED telah dilaksanakan pada tahun 2007 dan
tahun 2009 oleh PT. Transmikons Bandung dan studi ini
menjadi acuan dalam penentuan dampak-dampak yang
ditimbulkan dari rencana kegiatan;
d. identifikasi dan inventarisasi terhadap lahan milik
masyarakat dan lahan milik PT. Kereta Api Indonesia
(Persero) yang akan terkena proyek Jalur Shortcut Jalur
Kereta Api Rejosari-Tarahan.
e. program penertiban hunian penduduk yang sudah lama
menghuni di jalur Kereta Api hams dilaksanakan secara arif
dan bijaksana dengan memperhatikan kondisi sosial dan
ekonomi masyarakat;
f. kegiatan pembebasan lahan kegiatan Shortcut Jalur Kereta
Api Rejosari-Tarahan sepanjang 36 (tigapuluh enam) KIn
akan dilakukan secara khusus pembangunan mengikuti
peraturan yang berlaku di Provinsi Lampung oleh tim
pengadaan tanah yang dibentuk dengan Surat Keputusan
Gubemur Lampung;
g. perekrutan tenaga kerja pada tahap awal kegiatan mobilisasi
tenaga kerja dilakukan guna memenuhi tenaga kerja pada
saat pembangunan fisik/kontruksi;
h. mobilisasi peralatan dan material dilakukan secara bertahap
sesuai dengan tahap kegiatan yang sedang dilaksanakan;
1. pekerjaan kontruksi jalan reI terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu
pekerjaan sepur terusan dan pekerjaan sepur belok/ sepur
eksisting di stasiun;
j. pekerjaan struktur jembatan merupakan pembuatan
jembatan barn. Jenis pekerjaan terdiri dari pembendungan
sungai (penga1ihan aliran sungai untuk pekerjaan pondasi
dan abutmen) pekerjaan pondasi, pekerjaan abutmen,
pemasangan struktur rangka dan pemasangan bantalan rei;
k. pekerjaan gedung meliputi 3 (tiga) bangunan yaitu gedung
stasiun, rumah sinyal dan pos jaga perlintasan;
I. pekerjaan sistem drainase meliputi 2 (dua) jenis pekerjaan
drainasi, yaitu pembuatan saluran drainase terbuka dan
pembuatan box culvert;
m. pemasangan peralatan kelistrikan, persinyalan dan sistem
telekomunikai;
n. penerimaan tenaga kerja pada tahap operasional adalah
tenaga kerja kondektur, tenaga administrasi, tenaga
kebersihan, tenaga pengawas, masinis tenaga teknisi kereta
api, serta tenaga pengaman perlintasan;
-4­
o. kegiatan pengoperasian Shortcut jalur kereta api pada tahap
operasi secara garis besar adalah pengendalian batas daerah
pengawasan operasional kereta api, pengaturan pergerakan
kereta api dan pengaturan pertemuan jalan reI kereta api
dengan jalan raya;
p. pemeliharaan prasarana dan sarana secara garis besar
adalah pemeliharaan konstruksi jalan rel, pemeliharaan
jembatan, pemeliharaan sinyal dan peralatan standar
operasi, pemeliharaan gerbong dan Iokomotif.
KETIGA
Penerima Izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu,
dalam melaksanakan kegiatannya harus memenuhi persyaratan
memiliki:
a. izin perlindungan dan pengelolaan lingkingan hidup, yang
terdiri atas:
1. izin penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya
dan beracun; dan
2. izin pembuangan limbah domestik;
b. izin usaha dan/atau izin terkait lainnya sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
KEEMPAT
Instansi pemberi izin wajib memperhatikan Izin Lingkungan
sebagai syarat penerbitan izin dalam pelaksanaan kegiatan
sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kedua,
KELIMA
Penerima izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu,
dalam melaksanakan kegiatannya wajib harus memenuhi
kewajiban melakukan pengelolaan dampak sebagaimana
tercantum dalam Rencana Pengelolaan Lingkungan dan
Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Keputusan Gubernur ini.
KEENAM
Penerbitan izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Ketiga
wajib mencantumkan segala persyaratan dan kewajiban yang
tercantum dalam lampiran Keputusan Gubernur ini;
KETUJUH
Masa berlaku izin lingkungan ini berlaku sama dengan masa
berlakunya masa izin usaha dan/atau kegiatan.
KEDELAPAN
Penerima izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu
wajib mengajukan permohonan perubahan izin lingkungan
apabila terjadi perubahan atas rencana usaha danj'atau
kegiatannya sesuai dengan kriteria perubahan yang tercantum
dalam Pasal 50 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012
tentang Izin Lingkungan.
Penerima izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu
menyampaikan laporan pelaksanaan persyaratan dan kewajiban
sebagaimana dimaksud dalam Lampiran I dan Lampiran II, yang
terkait dengan komponen fisik, kimia dan biologi setiap 6 (enam)
bulan sekali sejak Keputusan Gubernur ini ditetapkan kepada:
KESEMBILAN
a. Gubernur Lampung;
b. Bupati Lampung Selatan; dan
c. Walikota Bandar Lampung.
- 5­
KESEPULUH
Penerima izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu
menyarnpaikan laporan pelaksanaan persyaratan dan kewajiban
sebagaimana dimaksud dalarn Lampiran I dan Lampiran II, di
luar dari komponen fisik, kimia dan biologi setiap 6 (enarn)
bulan sekali sejak Keputusan Gubemur ini ditetapkan kepada
instansi lain yang membidangi sebagaimana tercantum dalarn
Lampiran I dan Keputusan Gubemur ini.
KESEBELAS
Apabila berdasarkan hasil pelaksanaan usaha dan!atau
kegiatan timbul dampak linglrungan hidup di luar dari dampak
yang dikelola sebagaimana dimaksud dalam Lampiran I,
penerima izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu
wajib melaporkan kepada instansi terkait, sebagaimana
dimaksud dalarn diktum Kesepuluh dan Diktum Kesebelas.
KEDUABELAS
Penerima izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu
wajib memberikan akses kepada pejabat pengawas lingkungan
hidup untuk melakukan pengawasan sesuai dengan
kewenangannya sebagaimana diatur dalarn Pasal 74 Undang­
Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
KETIGABELAS
Penerima izin sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu yang
melanggar ketentuan dalam Pasal 53 Peraturan Pemerintah
Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dapat
dikenakan sanksi administratif, sebagaimana diatur dalarn
Pasal 71 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang
Izin Ungkungan.
KEEMPAT BELAS: Keputusan ini dapat dibatalkan apabila dikemudian hari
ditemukan pelanggaran sebagaimana tercantum pada Pasal 37
ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
KELIMA BELAS
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan
ketentuan apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliruan
dalarn Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana
mestinya.
Ditetapkan di Telukbetung
pada tanggal
~.
2015
'I"
GUBERNUR LAllPU!fG,
Tembusan:
1. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI eli Jakarta;
2. Menteri Perhubungan RI eli Jakarta;
3. Menteri Badan Usaha Milik Negara RI eli Jakarta;
4. Bupati Lampung Selatan eli Kalianda;
5. Walikota Bandar Lampung di Bandar Lampung;
6. Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera eli Pekanbaru;
7. Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung eli Telukbetung;
8. Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Lampung eli Telukbetung.
-6­
LAMPIRANI
)
: KEPUTUSAN GUBERNUR LAMPUNG
NOMOR
: G/20( /II.04/HK/2015
TANGGAL
: I
"> .
2015
1.
TABEL RENCANA PENGEWLAAN LINGKUNGAN I(RKL) PEMBANGUNAN SHORTCUT JALUR KERETA API REJOSARI-TARAHAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
DAN KOTA BANDAR LAMPUNG, PROVINS! LAMPUNG
A.
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Linzkunzan Hidun
Lokasi
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Damoak Pentina Yana Dikelola {Hasil Araban Penaelolaan oada ANDALI
A. Tahap Pra Keresahan Penertiban
Tidak
terjadi Konstruksi Masyarakat Human di
keresahaan
Lahan Milik
masyarakat akibat
PT. KAI
kegiatan Penertiban
Hunian di laban
(PERSERO)
Milik
PT.
KAI
IPERSERO)
-
Melakukankeljasama
dan
membahas kemungkinan teknis
pelaksanaan kegiatan penertiban
laban dengan pihak RT. RW.
Desa/ Kelurahan,
Kecamatan,
Kepolisian dan Dinas terkait.
Melakukan pendekatan kepada
masyarakat yang
hunian nya
akan ditertibkan melalui kegiatan
soeialisasi.
- Memberikan pemahaman tentang
fungsi kawasan jalan kereta api
yang selama ini dijadikan hunian
talc berijin menjadi Jatur KA
Rejosari - Tarahan.
- Memberikan kompensasi kepada
penghuni
laban
PT.
KAI
(PERSERO)
dapat
agar
melakukan reJokasi ke tempat
yang Jebih layaik huni.
- Mengupayakan
tidak
terjadi
keresahan masyarakat pada saat
dilalCll1kan kegiatan Penertiban
Human di laban Milik PT. KAI
IPERSEROI
Periode
Pense10Iaan
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Lingkungan
Hiduo
Hunian
masyarakat di
1ahan milik PT.
(Persero)
KAI
yang
akan
digunakan
untuk
Pembangunan
shortcut .Jalur
KA Rejosari
di
Tarahan
Desa
Rejosari,
Merakbatin.
Natar,
Pemanggilan
Kecamatan
Natar
Kabupaten
Lampung
Selatan dan Kel.
Pidada,
Kel.
Serengsem, Kel.
Panjang Utara
Kota
Bandar
Lampung
-
Dilakukan selama
kegiatan
penertiban hunian
di laban milik
PT.KAI (Perseroj
•
IlIlItaDal
PelabaDa
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Kelja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pernrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana Kegiatan
Konstruksi
-
• IlIlItaJai Pellpwu
yaitu :
. Kelurahan/Desa
terkait
Kantor Pertanaban
KotaBandar
Lampung
Kantor Pertanahan
Kabupaten
Lampung Selatan
Polsek setemoat
-
-
BPUiI> mOVINSI L
-7­
No
Tahapan
Dampak
Ungkunga
nyang
Dikelola
Konflik:
Isial
Sumber
Dampak
Penertiban
Hunian eli
Lahan Milik
Pr. KAI
(PERSERO)
lndikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Tidak teIjaeli konflik
Sosial
akibat
kegiatan Penertiban
Hunian eli laban
PT.
KAI
Milik
(PERSERO)
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
- Melakukan pendekatan kepada
masyarakat yang
hunian nya
akan ditertibkan mela!ui kegiatan
sosia1isasi
- Memberikan pemabaman tentang
fungsi kawasan jalan kereta api
yang selama ini dijadikan hunian
tak berijin menjadi Jalur KA
Rejosari - Tarahan
- Memberikan lrornpensasi kepada
penghuni
lahan
PT.
KA1
(PERSERO) dengan adil dan
objektif besaran nilai kompensasi
sesuai dengan luas Iahan, letak
Iokasi dan kualitas bangunan
yang dihuni.
- Mengupayakan
tidak
terjadi
pada
saat
konfiik sosia!
dilakukan kegiatan
Penertiban
lilunian eli lahan Milik Pl', KA1
(PERSEROI
)
LokaBi
iPengelo1aan
Lingkungan
Hidup
Hunian
masyarakat eli
lahan rnilik PT.
KAI
(Persero)
yang
akan
digunakan
untuk
Pembangunan
shorteut Jalur
KA Rejosari ­
Tarahan
di
Desa
Rejosari,
Merakbatin,
Natar,
Pemanggilan
Kecamatan
Natar
Kabupaten
Lampung
Selatan
dan
Kelurahan
Pidada,
Kel.
Serengsem, Kel.
Panjang Utara
Keta
Bandar
Lampung
Periode
Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
• IDatau.
PeIl.rlmaLapOI'lUl
yaitu :
• BPLH
Kabupaten
Lampung Selatan
• BPLH ~ta Bandar
Lampung
• BPLHD
Provinsi
Lampung
P...........
Dilakukan selama • IDataul
yaitu:
kegiatan
penertiban hunian
• Kementerian
Perhubungan
di laban milik
PT.KA1 (Persero)
DiIjen
Perkeretapian
Satuan
KeJja
Pengernbangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana Kegiatan
Konstruksi
• lutaul PeIlP­
yaitu:
- KelurahanfDesa
terkait
- Kantor Pertanahan
KotaBandar
Lampung
- Kantor Pertanahan
Kabupaten
Lampung Selatan
- Polsek setempat
BPLHDPl.OVINSII
)
No
.
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
DlkeloIa
Sumber
Dampak
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lin
an Hidun
-8­
Bentuk Pengelolaan Ungkungan
Hidup
)
Lokasi
!Pengelolaan
lLingkungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Llngkungan Hidup
•
Keamanan Penertiban
dan
Hunian di
Ketertiban Lahan Millk
PT. KAI
(PERSERO)
teljadi - MejaIankan
langkah
yang
Tidak
gangguan keamanan
dianggap dapat memberlkan rasa
ketertiban
nyaman bag! warga yang terkena
dan
dengan
sebagai
tindak
penertiban
seperti
Ianjut
sosiallsasi, program pemberian
kompensasi yang dapat diterima
ketidakpuasan
masyarakat
atas
oleh masyarkat yang terkena
pemberian
penertiban.
kcmpensasi
pada - MeIakukan kerjasama dengan
plhak RT, RW, Desa/Kelurahan,
keglatan Penertiban
di
kepolisian dan Dinas terkait
Hunian
laban
pads
PT.
Milik
KAI
saat dilakukan kePtan
(PERSERO)
penertiban laban.
tidak
terjadi
- Mengupayakan
gangguan
kemanan
dan
ketertiban pada saat dilakukan
keglatan penertiban hunian di
lahan miIik PT. KAI fPERSEROI
Hunian
masyarakat di
laban milik PT.
(Persero)
KAI
yang
akan
e1igunakan
untuk
Pembangunan
Shortcut JaIur
KA Rejosari Tarahan
eli
Desa Rejosari,
Merakbatin,
Natar,
Pemanggllan
Kecamatan
Natar
Kabunaten
Dilakukan selama
keglatan
penertiban hunian
di lahan millk
PT.KAI (Persero)
IDBtanai Penerima
Laporan
yaitu :
• BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
• BPLH Kota Bandar
Lampung
· BPLHD Provinsi
Lampung
Kabupaten
Lampung Selatan
- Dinss SosiaI Kota
Bandar Lampung
- Dinss SosiaI dan
Tenaga Kelja
Kabupaten
Lampung Selatan
• latanai Pel....pn.
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
SeIaku
pemrakarea dengan
Kontraktor
PeIaksana Keglatan
Konstruksi
• lula_ PeDl. . . .
yaitu:
Keluraharr/Desa
terkait
-
-
BPUfD PROVINSll
)
Dampak
No
Tahapan
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
-9 ­
Imdikator
Keberhasilan
Pengelo1aan
Linl!kunmm Hidun
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
lPeriode
lPengelo1aan
Pengelolaan
Ungkungan
Ungkungan Hidup
Hidup
Lampung
Selatan
dan
Kelurahan
Pidada,
Kel.
Serengsem, Kel.
Panjang Utara
Kota
Bandar
Lampung
Institusi Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
- Kantor Pertanahan
Kota Bandar
Lampung
- Kantor Pertanahan
Kabupaten
Lampung Selatan
- Polsek setempat
• IDataDal
Pellerimel.ponm
yaitu :
• BPLH
Kabupaten
Lampung Selatan
• BPLH Kota Bandar
Lampung
• BPLHD
Provinsi
Lampung
Keresahan Ipembebasan
Masyarakat Laban
Tidak
terjadi
keresahaan
masyarakat akibat
kegiatan
Pembebasan Lahan
untuk
rencana
kegiatan
Pembangunan
shortcut jalur KA
Rejosari - Tarahan,
- Me1akukan inventarisasi 1ahan
baik milik publik, perusahaan
maupun pererangan yang akan
terkena rencana pembangunan
Pembangunan shortcut jalur KA
Rejosari - Tarahan
- Me1akukan pendekatan kepada
masyarakat
(Pemilik
lahan]
melalui kegiatan sosialisasi.
- Memberikan
penjelasan
mengenai
rencana
kegiatan
pembangunan Shortcut Jalur KA
Rejosari - Tarahan
- Memberikan kompensasi (ganti­
rugi) kepada para pemilik 1ahan
dengan cara muswarah mUifakat
memperhatikan NJOP dan nilai
/ harga
pasar
laban.
serta
menaacu
pada
oeraturan
Lahan
yang
Dilakukan selama
akan
tahap
dibebaskan
Pembebasan
sepanjang
Laban untuk
rencana
rencana kegiatan
pembangunan
Pembangunan
shortcut jalur shortcutjaLur KA
KA Rejosari ­ Rejosari ­
Tarahan
Taraban
meliputi :
1. Kabupaten
Lampung
Selatan
meliputi
Desa
Pemanggilan,
Desa
Sidoeari,
Desa
• IllSta_1
Pelaballa
yaitu :
- Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kelja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana Kegistan
Konstruksi
• IData_1 Pe".._.
yaitu:
- Kelurahan/desa
terkait
BPUID PROVINSI L
- 10 ­
tlo
Tahapan
Darnpak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
lmdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Llnakunzan Hidun
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
-
perundangan
yang
berlaku
antara lain :
• UU No.2 Tahun 2012
tentang Pengadaan Tanah
Bsgi Pembangunan Untuk
iKepentingan Umum.
• Perpres No. 65 Tahun 2006
tentang Perubahsn Atas
Peraturan Presiden Nomor
36 Tahun 2005 Tentang
Pengadasn
Tanah
Bsgi
Pelaksanaan Pembangunan
Untuk Kepentingan Umurn.
• Peraturan Ka BPN No.3
tentang
Ketentuan
Pelaksansan
Peraturan
Presiden Nomor 36 Tahun
2005 Tentang Pengadaan
1I'anah Bagi Pelaksanaan
Pembangunan
Untuk
Kepentingan
Umum
Sebagaimana Telah Diubah
Dengan Pemturan Presiden
Nomor 65 Tahun 2006
Tentang Perubahan Atas
Pemturan Presiden Nomor
36 Tahun 2005 Tentang
Pengadaan
Bsgi
Tanah
Pelaksansan Pembangunan
Untuk Kepentingan Umum
Kegiatan pembebasan lahan
akan
dilakukan
dengan
memperhatikan
prinsip
transparan, clean and clear.
)
Lokasi
Periode
lPenFlolaan
Pengelolaan
Lingkungan
Lingkungan Hidup
Hidun
Hajimena
Kecamatan
Natar, Desa
hui,
Way
Fajar
Desa
Baru, Desa
Jatimulyo Kecamstan
JatiAgung.
2. Kota Bandar
Lampung
:
Kelurahan
SukarameKecamatan
Sukarame,
Kelurahan
SukabumiKecamatan
Sukabumi,
Kelurahan
RajabasaKecamstan
Rajabasa.
lnatitusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
·
·
•
·
Kantor Pertanahan
KotaBandar
Lampung
Kantor Pertanahan
Ksbupaten
Lampung Selatan
Polsek setempat
IDataDal
PeDel'imaLapOl'llll
yaitu :
• BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
• BPLH Kota Bandar
Lampung
Provinsi
• BPLHD
Lampung
BPUID PROVINSI L
- 11 ­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
Sumber
nyang
Dampak
Dikelola
Pembebasan
Konflik
Laban
Sosia!
Imdikator
Keberhasi\an
Pengelolaan
t lnlYln'''''lYCIn Hidup
Tidak terjadi konflik
soaial dari kegiatan
pembebasan lahan.
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
- Melakukan inventarisasi laban
baik milik publik, perusahaan
maupun perorangan yang akan
terkena rencana pembangunan
Pem bangunan shortcut jalur KA
Rejosari - Tarahan
Melakukan pendekatan kepada
masyarakat (Pemilik
lahan)
melalui kegiatan sosialisasi.
- Memberikan
penjelasan
mengenai
rencana
kegiatan
pembangl.l.nan Shortcut Jalur KA
Rejosari - Tarahan
- Memberikan kompensasi (ganti ­
rugi) kepada para pemilik laban
dengan cam muswarah mufakat
memperhatikan NJOP dan nilai
j harga
pasar
lahan
serta
mengacu
pada
peraturan
perundangan
yang
berlaku
antara lain :
- UU No.2 Tahun 2012 tentang
Pengadaan
Tanah
Bagi
Untuk
Pembangunan
Kepentingan Umum.
- Perpres No. 65 Tahun 2006
tentang
Perubahan
Atas
Peraturan Presiden Nemor 36
Tahun 2005 Tentang Pengadaan
Tanah
Bagi
Pelaksanaan
Pembangunan
Untuk
Kepentingan Umum.
- Peraturan Ka BPN No.3 tentang
Ketentuan
Pelaksanaan
Peraturan Presiden Nomor 36
)
Lokasi
Penae10laan
ILingkungsn
Hiduo
Lahan
yang
akan
dibebaskan
sepanjang
renjana
pembangunan
shortcut jalur
KA Rejosari ­
Tarahan
meliputi :
1. Kabupaten
Lampung
Selatan
meliputi
Desa
Pemanggilan,
Desa
Sidosari,
Desa
Hajimena
­
Kecamatan
Natar, Desa
Way
hui,
Desa
Fajar
Barn, Desa
Jatimulyo ­
Kecamatan
JatiAgung.
2. Kate. Bandar
Lampung
:
Kelurahan
Sukarame ­
Kecamatan
Sukarame,
Kelurahan
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Dilakukan selama
tahap
Pembebasan
Lahan untuk
rencana kegiatan
Pembangunan
shortcutjalur KA
Rejoaari ­
Tarahan
Institusi Pengelo\aan
Lingkungsn Hidup
•
•
•
IDlltalUll Pelabaaa
yaitu :
Kementerian
Perhubungsn
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa
dengan
Kontraktor
Pelaksana
Kegiatan
Konstruksi
IDlltaIUIl PeDla. . .
yaitu:
KelurahanjDesa
terkait
Kantor
Pertanahan Kota
Bandar
Lampung
Kantor
Pertanahan
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek setempat
IDlltall8l
PeDmmar"poraD
yaitu:
BPUiD PROVINSI 1
- 12 ­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
lmdikator
KeberhaBilan
Pengelo1aan
Linakunaan Hiduo
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Tahun 2005 tentang Pengadaan
Tanah
Bagi
Pelaksanaan
Pembangunan
Untuk
Kepentingan
Umum
Sebagaimana
Telah
Diubah
Dengan
Peratumn
Presiden
Nomor 65 Tahun 2006 tentang
Perubahan
Atas
Pemturan
Presiden Nomor 36 Tahun 2005
Tentang Pengadaan Tanah Bag;
Pelaksanaan
Pembangunan
Untuk Kepentingan Umum
Keamanan Pembebasan
dan
Laban
Ketertiban
Masyarakat
Tidak
teIjadi ' - Mejalankan
langkah
yang
gangguan keamanan
dianggap dapat memberikan rasa
dan
lretertiban
nyaman bag; warga yang terkena
se bagai
tindak
pmbebasan lahan seperti dengan
lanjut
soelalisasi, program pemberian
kompensasi (ganti rug; ) yang
lretidakpuasan
masyarakat
atas
dapat diterima oleh masyarkat
pemberian
melalui mekanisme musyawarah
mufakat,
kompemsasi
pada
kegiatan
- Melakukan kerjaaama dengan
pembebasan lahan.
pihak RT. RW, DesajKelurahan,
kepolisian dan Dinas terkait
pada saat dilakukan kegiatan
Pembebasan lahan.
)
Lokasi
lPengelo1aan
Lingkungan
Hidup
Sukabumi­
Kecamatan
Sukabumi,
Kelurahan
Rajabasa­
Kecamatan
Rajabasa.
Lehan
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
yang Dilakukan selama
tahap
Pembebasan
dibebaskan
sepanjang
Lehan untuk
renjana
rencsna kegiatan
pembangunan
Pembangunan
shortcut jalur shortcut jalur KA
KA Rejosari ­ Rejosari­
Tarahan
Tarahan
meliputi :
1. Kabupaten
Lampung
Selatan
meliputi
Desa
akan
Pemanggilan,
lnstitusi Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
-
BPLH Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH
Kota
Bander
Lampung
BPLHD Provinsi
Lampung
Dinas Sosial
KataBandar
Lampung
Dinas Sasial dan
Tenaga KeIja
Kabupaten
Lampung
Se1atan
m.taDal PelaksaDa
yaitu :
- Kementerian
Perhubungan
DiJjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
-
•
pemrakarsa
dengan
Kontrsktor
Pelaksana
Kegiatan
Konstruksi
Desa
Sidosari,
Desa
IIPLHD PROVINSI L
- 13 -
~o
_
Tab
apan
Dampak
Lingkunga
n yang
Dikelola
Sumber
Dampak
Imdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Linldcunll:an Hidun
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
)
Lokasi
!PengeloIaan
Lingkungan
Hidup
Periode
P
1 laan
L' gkuenge 0 Hid
m
ngan 1 Up
Hajimena
Kecamatan
Natar, Desa
Way
hui,
Desa
Fajar
Baru, Desa
Jatimulyo
Kecamatan
Jati Agung.
2. Kota Bandar
Lampung
:
Kelurahan
Sukarame
Kecamatan
Sukarame,
Kelarahan
Sukabumi
Kecamatan
Sukabumi,
Kelurahan
Rajabasa
Kecamatan
Rajabasa.
3.. Tahap
~~~mpatan Terbukanya
Konstruksi "eIJs
kesempatan
kerja yang
disebabkan
oleh kegiatan
mobilisasi
tenaga kerja
pada tahap
konstruksi
Penerimaan Tenaga
Kerjs
mengutamakan
tenaga kerja Jokal
eesuai keah1ian dan
kebutuhan
- Menginformasikan
adanya sepanjang
kesempatan kerja kepada Desa / rencana
Kelurahan dan Kecamatan terkait pembangunan
dengan Jumlah tenaga kerja yang shortcut jalur
akan diserap oleh kegiatan KA Rejosari konslJruksi sebanyak 170 orang Tarahan
dengan tingkat pendidikan mulai meliputi:
dari SD, SMP, SMA, sampai
03/ S 1
kualifikasi
tenaga
Di1akukan selama
penerimaan
tenaga kerja
tahap konstruksi.
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
•
IutaDal Pellpwu
yaitu :
• Kelurahan/Desa
terkait
• Kantor Pertanahan
Kota Bandar
Lampung
-Kantor Pertanahan
Kabupaten
Lampung Selatan
- Polaek setempat
•
IData.....
PenerimaLapoft.a
yaitu :
- BPLH
Kabupaten
Lampung Selatan
- BPLH Kota Bandar
Lampung
- BPLHD
Provinsi
Lampung
- Dinas Sosia1 Kota
Bandar Lampung
- Dinas Sosia1 dan
Tenaga Kerja
Kabupaten
Lampuna Selatan
• I_ta.....
PelabaDa
yaitu :
-
Kementerian
Perhubungan
Ditjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
BPlJD)PROVINSI L
- 14 ­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Indikator
Keberhasilan
PengeloIaan
Lingkungan Hidup
Bentuk PengeloIaan Lingkungan
Hidup
-
-
-
-
-
-
peIaksana bangunan antara lain
tukang, laden, mandor dan
administrasi.
Memprioritaskan
dan
memberdayakan tenaga kerja
lokal (ber KTP Kota Bandar
Lampung
Kabupaten
dan
Lampung Selatan)
adanya
Melaporkan
setiap
lowongan pekeljaan pads tahap
konstruksi ke Dinas Tenaga Kerja
Kota Bandar Lampung dan
Kabupaten
Lampung
Selatansecara periodik.
adanya
Menginformasikan
kesempatan kerja kepada RT, RW
dan Kelurahan seternpat.
Mengikutsertakan
karyawan(pekelja dalam program
Jamsostek termasuk sub-sub
konstruksi.
Memmayarkan upah pekerjatidak
boleh
kurang
Upah
dan
Minimum Kota Bandar Larnpung
Kabupaten
Larnpung
dan
Selatan.
pengujian
Melakukan
atau
pemeriksaan kelayakan perlll!atan
yang digunakan oIeh para pekerja
secara rutin
Penggunaan periengkapan safety
untuk para pekerja.
Lokasi
Periode
Institusi PengeloIaan
PeIl@lE'loIaan
Pengelolaan
lLingkungan
Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup
Hidup
l.Kablllpaten
Lampung
Selaku
Lampung
pemrakarsa dengan
Selatan terdiri
Kontraktor
PeIaksana
Kegiatan
Desa
dari
Rejosarl, Desa
Konstruksi
Merakbatin,
• IDatalllli Peacs....
Natar,
yaitu:
Desa
Desa
- Dinas SoBial dan
Pemanggi1an,
Tenaga Kerja
Kabupaten
Desa
Hajimena,
Lampung Selatan,
Desa Sidosari,
- Dinas Tenaga Kerja
Kecamatan
KotaBandar
Lampung .
Natar,
Desa
Way Hui, Desa
• IDatalllll
Fajar
Baru,
PenerimaLaporan
yaitu
Desa
Jatimulyo
- BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
Kecamatan
JatiAgung.
BPLH
Kota Bandar
Lampung
2.Kota Bandar
Lampung :
- Dinas Tenaga Kerja
Kelurahan
dan Transmigrasi
Srengsem,
Provinsi Lampung
Kelurahan
Pidada,
Kelurahan
Panjang Utara
Kecamatan
Panjang
Kelurahan
Sukarame
Kecamatan
Sukarame
BPLHD PROVINSI L
)
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
KonOik
Sosial
Sumber
Dampak
Mobilisasi
Tenaga Kerja
lmdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lin _..
an Hidup
Kesempatan
kerja
dan
tidak
memprioritaskan
penduduk lokal.
- 15 ­
Lokasi
Bentuk PengeloIaan Lingkungan
Hidup
- Memprioritaskan
dan
mernberdayakan tenaga kerja
lokal pada saat penerimaan
tenaga keIja
- Bila menggunakan tenaga kelja
pendatang hanya yang memiliki
keterarnpilan
dan
keahlian
tertentu yang tidak dimiliki oleh
tenaga keIja lokal
setiap
adanya
- Melaporkan
lowongan pekerjaan pada tahap
konstruksl ke Dinas Tenaga Kerja
Kota Bandar Lampung dan
Kabupaten
~ung
Selatansecara periodik.
- Pada kegiatan konstruksi lebih
memprioritaskan
dan
memberdayakan penduduk lokal.
dan
- Menginfonnasikan
melakukan kerjasama dengan
Kepala
Desa/Kelurahan
dan
aetempat
Kecarnatan
dalam
penyediaan tenaga kerja lokal.
IPengelo1aan
Ungkungan
Hiduo
Kelurahan
Sukabumi
Kecamatan
Sukabumi,
Kelurahan
Rajabasa
Kecamatan
Raiabasa.
sepanjang
rencana
pembangunan
shortcut jalur
KA Rejosari
Tarahan
meliputi :
1. Kabupaten
Lampung
Selatan
terdiri
dar!
Desa
Rejosari,
Desa
Merakbatin,
Desa Natar,
Desa
Pemanggilan,
Desa
Hajimena,
Desa
Sidosari,
Kecamatan
Natar, Desa
Way
Hui,
Desa
Fajar
Baru, Desa
-
Periode
Pengelolaan
Llngkungan Hidup
Dilakukan selama
penerimaan
tenaga keIja
tahap konstruksi.
Instituai PengeloIaan
Lingkungan Hidup
• I_ta_l
Pela"una
yaitu :
- Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Kerja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• IDBtaDBi Pelll8­
yaitu :
Dinas Sosial dan
Tenaga Kerja
Kabupaten
Lampung Selatan,
Dinas Tenaga Kellia
KotaBandar
Lampung .
• IDBtaDBi
PeDllrima'dlporall
yaitu
BPLH Kabupaten
Lampuna Selatan
-
-
BPLHD PROVINSll
)
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
L'
Hidup
- 16 ­
)
Lokasi
Bentuk Pengelolaan Ungkungan
Hidup
!Pen!!ll=lolasn
tLinpungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolasn
Lingkungan Hidup
-
Jatimulya
Keeamatan
Jati Agung.
2. Kota Bandar
Lampung:
Kelurahan
Srengsem,
Kelurahan
Pidada,
Kelurahan
Panjang
-
BPLH Kota Bandar
Lampung
Dinas Tenaga Kelja
dan Transmigrasi
Provinsi Lampung
Utara
Keamanan
dan
Ketertiban
Mobilisasi
Tenaga Kerja
Tidak terjadi konflik
sosial
antara
penduduk
lokal
dengan
penduduk
yang
pendatang
mendapatkan
kesempatan
kerja
dan usaha
Kecamatan
Panjang
Kelurahan
Sukarame
Kecamatan
Sukarame,
Kelurahan
Sukabumi
Kecamatan
Sukabumi,
Kelurahan
Rajabasa
Kecamatan
Re.iabasa.
sepanjang
rencana
pembangunan
shortcut jalur
KA
Rejosari
- Memprioritaskan
dan
memberdayakan tenaga kerja dan
pengueaha/pedagang lokal
- Bila menggunakan tenaga kerja
pendatang hanya yang memiliki
keterampilan
kealhUan Tarahan
dan
tertentu yang tidak dimiliki aleh meliputi :
tenaga kerja laical
1. Kabupaten
Lampunz
- Melaoarkan
setiao
adanva
Dilakukan selama
penerimaan
tenaga kelja
tahap konstruksi.
a.
• J:mta_i
Pel.....
yaltu:
. Kementerlan
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kelja
Pengembangan
Perkeretaapian
BPUID PRO"lNS] L
- 17 ­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
ladikator
Keberhasilan
Pengelolsan
Linzkunean Hiduo
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
lowongan pekerjaan pada tahap
konstruksi ke Dinas Tenaga Kelja
Kota Bandar
Lampung dan
Kabupaten
Lampung
Selstansecara periodik.
- Menginfonnasikan
atau
meIakukan kerjasama dengan
KepaIs Desa / Kelurahan dan
Kecamatan
setempat
dalam
penyediaan tenaga kerja dan .
Boo terjadi gangguan kemanan
dan
ketertiban
bekerjasama
dengan kepolisian setempat.
)
Lokasi
Periode
Pengelolaan
Pengelolaan
Lingkungan
Ungkungan Hidup
Hidun
Selstan
terdiri dan
Desa
Rejosari,
Desa
Memkbatin,
Desa Natar,
Desa
Pemanggilsn,
Desa
Hajimena,
Desa
Sidosari,
Kecamatan
Natar, Desa
Way
hui,
Desa
Fajar
Baru,
Desa
Jatimulyo
Kecamatan
Jati Agung.
2. Kota Bandar
Lampung:
Kelurahan
Srengsem,
Kelurahan
Pidada,
Kelurahan
Panjang
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• IDataDaI Peagawaa
yaitu :
- Dinas Tenaga Kerja
Kota Bandar
Lampung .
Dinas SosiaI dan
Tenaga KeIja
Kabupaten
Lampung Selatan,
• IDataDal
Peaerimel«poraa
yaitu
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kate. Bandar
Lampung
- BPLHD Provinsi
Lampung
-
-
Utara
Kecamatan
Panjang
Kelurahan
Sukarame
Kecamatan
BPLHD PROVINSl 1
)
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Kualitas
Udara
Sumber
Dampak
Mobilisasi
Peralatan dan
Material
- 18 ­
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lin
Hidun
debu
Konsentrasi
yag timbul tidak
rnelebihi Baku Mutu
Udara
Ambien
parameter
untuk
sesuai
debu
Peraturan
Pemerintah
RI
Nomor 41 Tahun
tentang
1999
Pengendalian
Peneemaran Udara.
Bentuk Pengelolaan Ungkungan
Hidup
)
Lokasi
Pengelolaan
iLingkungan
Hidun
-
-
-
-
-
beberapa lokasi yang
Pada
memungkinkan pads kegiatan
mobilisasi
peralatan
dan
material
diupayakan
akan
menggunakan jalan eksisting
sebagai jalur altematif dan
diupayakan
tidak
membuat
yang
bam
dapat
Jia1an
mengganggu lingkungan.
Me1akukan penyiraman seeara
!berkala eli area lokasl Kegiatan.
Keeepatan
kendaraan
tidak
melebihi
kecepatan
yang
diperbolehkan
sesuai
peruntukan jalan,
Pengangkutan alat beret dan
material
dilakulkan
secara
!bertahap untuk mengurangi
Jiumlah kendaraan yang keluar
masuk lokasi kegiatan
Menggunakan
kendaraan
!bermotor
dengan
emisi
!kendaraan
memenuhi Baku
Mutu
Membersihkan material yang
nercecer di ialan umum se1ams
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Sukarame,
Kelurahan
Sukabumi
Kecamatan
Sukabumi,
Kelurahan
Rajabasa
Kecamatan
Raiabasa.
Di lokasi
Saat pelaksanaan
rencana
mobilisasi alat dan
kegiatan tiap
materiel
KM yang sedang
Institusi Pengelolaan
Ungkungan Hidup
•
IlIatallSl
PelabuLa
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
-
dilaksanakan
mobilisasi
peralatan dan
material
pemrakarsa
dengan
Kon traktor
Pelaksana
•
IutallSl Peup.. . .
yaitu:
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kota
Bandar Lampung
Pe_rlma Laponn
yaitu:
BPLHD Provinsi
Lampung
-
•
-
Blum n..OVINSll
)
Dampak
No
Tahapan
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
- 19 ­
Imdikator
KeberhasiJan
Pengelolaan
Lingkunaan Hidup
Bentuk Pengelolsan Lingkungan
Hidup
kegiatan Mobilisasi
dan Material
Intensitas Mobilisasi
Kebisingan Peralatan dan
Material
Kemacetan Mobilisasi
Lalu Lintas Peralatan dan
Material
Meminimalkan
peningkatan
intensitas
kebisingan
pada
Kegiatan mobilisasi
peralatan
dan
material sesusi
Kepmen LH No.KEP­
48/MENLH/ll/
1996
Sebesar 70dBA
Peruntukan Khusus
Stasiun Kereta Api
Meminimalkan
terjadinya gangguan
transportasi berupa
kepadatan
kendaraan
yang
berdampak
kemacetan Ialulintas
Lokasi
Pengelolaan
iLingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Ungkungan Hidup
Peralatan
Saat pelakeanaan
mobilisasi
slat
dan material
Pada beberapa lokasi yang
memungkinkan pada kegiatan
mobilisasi
peralatan
dan
material
akan
diupayakan
rnenggunakan jalan eksisting
sebagai jalur altematif dan
diupayakan
tidak
membuat
jalan
bam
yang
dapat
mengganggu lingkungan.
• Penggunaan ear plug/penutup
telinga bagi tenaga. kerja tahap
konstruksi
- Pemeliharaan
kendaraan
pengangkut
peralatan
dan
material secara rutin agar tidak
menimbulkan suara bising,
· Pelaksanaan kegiatan Mobilisasi
Peralatan
dan
Material
dilakukan pada siang hari dari
jam 08.00 ­ 16.00
Dilokasi
rencana
kegiatan tiap
KM yang sedang
dilaksanakan
mobilisasi
peralatan dan
material
· Pada beberapa lokasi yang
memungleinkan pada kegiatan
mobilisasi perslatan dan material
akan diupayakan menggunakan
jalan eksisting sebagai jalur
altematif dan diupayakan tidak
membuat jalan barn yang dapat
mengganggu lingkungan,
Di
lokasi Saatpelaksanaan
rencana
mobilisasi alat
kegia tan
tiap dan material
KM yang sedang
dilaksanakan
mobilisasi
peralatan dan
material
·
• I_tas
Pe'·""'na
yaitu :
- Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksama
• IDatasP........
yaitu:
- BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
- BPLH Kota
Bander Lampung
P.a.rtma Lapofta
yaitu :
• BPLHD Provinsi
Lampung
•
•
Iaatas
P.IabaDa
yaitu :
Kemerrterian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengem
BPLHD PROVINSI L
)
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikeloia
Sumber
Dampak
- 20­
Indikator
KeberhasiIan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
)
Lokasi
Pengelolaan
Linglrungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Menggunakan truk tertutup atau
menutupibak agar materialtidak
betjatuhan di jalan.
Setiap titik lokasi kegistan yang
sedang
di1aksanakan
petugas
harusmenempatkan
untuk
mengatur
keamanan
keluar masuknya kendaraan dan
berkoordinasi dengan Kepolisian
setempat.
jalan
masuk
lokaai
Akses
kegiatan
harus
terpelihara
dengan baik agar kelancaran
angkutan peralatan dan material
serta iaju kendaraan umum
tidak
mengaiami
1ainnya
hambatan.
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
•
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa
dengan
Kontraktor
Pelaksana
lutaul Peagawu
yaitu:
Dinas
Perhubungan
KotaBandar
Lampung
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi dan
Informatika
Kabupaten
Lampung Seiatan
Polsek Setempat
-
•
Peaerfma LaporaD
yaitu
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informasi Provinsi
Lampung
-
Kerusakan Mobilisasi
Ja1an
Peralatan dan
Material
Meminimalkan
tetjadinya gangguan
transportasi
kerusakan
ja1an
akibat
kendaraan
berat denaan beban
-
Untuk pengangkutan peralatan
dan material di jalan yang kecil
terutama yang belum beraspal
sedapat mungkin menggunakan
kendaraan ukuran keci1 seperti
oickuo karena se1ain tidak
Di lokasi
rencana
kegistan tiap
KMyang
sedang
dilaksanakan
Saat pelaksanaan
mobilisasi
peralatan dan
material
• Iutaul
Pelakaana
yaitu:
- Kementerian
Perhubungan
Ditjen
Perkeretanian
BPLHD PROYlNSll
)
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
- 21 ­
Imdikator
Keberhasilan
PengeloIaan
Lingkungan Hiduo
yang tinggi melewati
jalan yang dilalui
Bentuk PerJgeloIaan Lingkungan
Hidup
-
cukup untuk 2 kendaraan
kendaraan yang besar dengan
tonase tinggi tidak sesuai dengan
kondisi
jalan
akan
mengakibatkan
jalan
cepat
rusak
Pengangkutan peralatan dan
material olehtruk agar selalu di
perlksa terlebih dahulu agar
tidak melebihi daya angkut yang
di ijinkan
Lokasi
PeIlllelolaan
Lingkungan
Hiduo
mobilisasi
peralatan
dan material
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institus! Pengelolaan
Lingkungan Hidup
•
-
•
Keamanan
dan
Ketertiban
Mobilisasi
PeraIatan dan
Material
terjadi
Tidak
gangguan keamanan
dan
ketertiban
berupa pencurian.
- Menempatkan Penjaga Keamanan
( security) di area penyimpanan
peralatan dan material serta
bekelja sama dengan polsek
setempat
- Mengadakan jaga malam di area
lokaai kegiatan penyimpanan
peralatan dan material.
Peralatan dan material disimpan
pada tempat yang aman dan
sulit dijangkau oleh orang yang
beritikad untuk mencuri,
-
Kerja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksama
ID8tan.1 Peaga. . .
yaitu:
Dinas PU Kota
Bandar Lampung
DinasPU
Kabupaten
Lampung Selatan
Pel1flrlma LaporaD
yaitu :
. Dinas Binarnarga
Provinsi Lamoung
PelabaDa
[Dataul
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
DiIjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
[Dataut PeDla. . .
yaitu:
Dinas PU Kota
Bandar Lampunz
lokasi
rencana
kegiatan
tiap
KM yang sedang
dilaksanakan
mobilisasi
peralatan dan
material
Di
Saat pelaksanaan
mobilisasi
peralatan dan
material
•
-
•
-
BPLHDPROVIN!l L
)
No
.
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
- 22­
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Hidup
Lin
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
IPengelolaan
lLinglcungsn
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungsn Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
-
•
DinaePU
Kabupaten
Lampung Selatan
Polaek setempat
Penerima Laponan
yaitu:
Dinas Binamarga
Provinsi Lamouna
PelabaDa
I_tanal
yaitu:
. Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
KeIja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
permrakarea dengan
Kontraktor
Pelaksama
lllatanal Peqa. . .
yaitu :
- BPLH Kabupaten
Lampung Selatari
BPLH Kots
Bandar Lampung
PenerlDaa Laponan
ysitu:
- BPLHD Provinsi
Lamtnma
Pe 1a 1reaaa
lllatana!
yaitu:
Kementerlan
Perhubunzan
-
-
Kualitas
Udara
Pematangan
Lahan
Koneentrasi
debu
yag timbul tidak
melebihi Baku Mutu
Udara
Ambien
untuk
parameter
debu
sesuai
Peraturan
Pemerintah
RI
Namor 41 Tahun
1999
tentang
Pengendalian
Pencemaran Udara.
-
Melakukan penyiraman secara
berkala eli area lokasi Kegiatan,
Kecepatan
kendaraan
tidak
melebihi
kecepatan
yang
diperbolehkan
Pengangkutan tanah dilakukan
bertahap
untuk
secara
rnengurangi jumlah kendaraan
yang keluar masuk lokasi
kegiatan
Menggunakan
kendaraan
dengan
emisi
bermotor
memenuhi Baku
kendaraan
Mutu
Truk pengangkut tanah ditutup
terpal
guna
menghindari
teIjadinya ceceran tanah di jalan
Di
lokasi Saat pelaksanaan
rencana
kegiatan
tiap pematangan
kegiatan
KM yang sedang lahan
dilaksanakan
pematangan
lahan
•
•
-
•
Intensitas Pematangan
Kebisingan Lahan dengan
menggunakan
truk dan alat
Meminimalkan
peningkatan
in tensttas
kebisin2an
oada
-
Penggunaan earphone/penutup
telinga bagi tenaga keIja tahap
konstruksi
Pemeliharaan oeralatan secara
Di dalam lokasi
rencana
yang
kegiatan
meniadi sumber
Dilakukan selama
kegiatan tahap
konstrukei
minimal sehari
•
-
9IUID nOVlNSll.
)
Ne>
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Tahapan
Indikator
KeberhasiJan
Pengelolaan
Linzkunzan Hidup
Kegiatan
pematangan lahan.
Sumber
Dampak
berat seperti
Excavator dan
Backhoe
- 23­
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
rutin
- Pelaksanaan
kegiatan
,pemalangan lahan dilakukan
pada siang hari dati jam 08.00 ­
16.00.
Lokasi
Periode
!Pet18dolaan
Pengelolaan
iLingkungan
Lingkungan Hidup
Hidup
penurunan
dua kali.
kualitas udara
ambien
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
•
'.
Pematangan
Laban
Erosi /
Longsor
I
I
I
I
I
Tidak
terjadi - Sebelum
me1akukan kegiatan Di dalam lokasi
Erosi/Longsor pada
kontruksi
sebaiknya rencana
kegiatan
rnemperhatikan
kebencanaan kegiatan yang
pematangan laban
gerakan tanah terutama dalam menjadi sumber
pemilihan jenis pondasi yang gerakan tanah
disesuaikan dengan jenis batuan dan longsor
yang
cukup
mendukung
dibagian atas ditempati lanau
pasimn, kemudian ditemukan
batuan breksi vulkanik dengan
resistensi
tinggi,
sebagai
basement, jugs ditempati batuan
breksi vulkanik tua.
- Desain bangunan menerapkan
gaya gempa bangunan yang >
I 0,2 g agar tidak terganggu oleh
Selama kegiatan
pematangsn lahan
pada tahap
konstruksi
•
•
DiIjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksama
!Datanal Pe. . ._ .
yaitu :
- BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
- BPLH Kota
Bandar Lampung
PeDenlD& LaponD
yaitu :
- BPLHD Provinsi
Lampung
!Datanal
PelakeaDa
yaitu :
- Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengsn
Kontraktor
Pelaksama
!DatanaIP.......
yaitu:
- Dinas PU Kota
BPUIDPROVINSlL
)
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
- 24­
Imdikator
Sumber
Dampak
Bentuk PengeloIaan Lingkungan
Hidup
KeberhasiIan
Pengelolaan
Hidun
L'
-
Lokasi
!PenaeloIaan
Lingkungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
gempa dengan percepatan 0,2 g.
Pada
pembangunan
saat
memperhatikan
kebencanaan
gerakan tanah pads penillihan
jenis pondasi dan kelerengan.
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
-
-
Bandar Lampung
DinasPU
Kabupaten
Lampung Selatan
Polsek setempat
• PeDedma LaPOraD
yaitu :
. BLid Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kata Bander
Lampung
BPLHD Provinsi
LamPUIU!
• [utaD81
Pelaba_
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Ketja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
SeIaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
Penurunan Kegiatan
Kesehatan Pematangan
Masyarakat Laham
Tidak
terjadi
penurunan
kesehatan
yang
ma:syarakat
diakibatkan
penurunan kualitas
udara,
kebisingan
dan getaran.
-
Melakukan penyiraman secara
berkala cId area lokasi Kegiatan.
Kecepatan
tidak
kendaraan
kecepatan
melebihi
yang
diperbolehkan
Pengangkutan tanah dilakukan
bertahap
untuk
secara
mengurangi jumlah kendaraan
yang keluar masuk lokasi
kegiatan
kendaraan
Menggunakan
bermotor
dengan
emisi
kendaraan
memenuhi
Baku
Mutu
Truk pengangkut tanah ditutup
terpal
guna
menghindari
terjadinya ceceran tanah dijalan
Penggunaan masker, ear plug,
Sepatu Bot dan lain lain sebagi
aIat perlindungan diri pads 888t
bekecja.
lokasi
Di
rencana
kegiatan
Pembangunan
shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
yang
menjadi sumber
penurunan
kesehatan
masyarakat
Dilakukan selaraa
kegiatan tahap
pematangan Iahan
berlangsung
-
• [utaD81 Pellp'IIIrU
yaitu :
Dinas Kesehatan
Kabupaten
Lampung Selatan
Dines Kesehatan
Kota Bander
Lampung
-
BPLHD PRO\llNSI L
- 25­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Imdikator
KeberhasiIan
Pengelolaan
Linakunzan Hidun
Bentuk Pengelelaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
!Pengelolaan
Lingkungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Ungkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Ungkungan Hidup
-
•
Dinas Keseha.tan
Provinsi Lampung
Peul'ima LaporlUL
yaitu:
Dinas Keseha.tan
Provinsi Lamouna
Pel.ne·a
IDtItaDal
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kelja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksama
lutaul Peap. . .
yaitu :
Dinas SosiaJ dan
Tenaga Kerja
Kabupaten
Lampung Selatan,
Dinas Tenaga Kellia
Kota Bandar
Lampung .
lutaul
PenerimaLBpof&D
ysitu
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kota Bandar
LampuIllt
-
Kecelakaan Pematangan
Kelja
Laban
Meminimalisasir
tingkat kecelakaan
kerja di lapangan
.
-
Mendisiplinkain tenaga kelja
menggunakan Alat Pelindung
Diri
penggunaan
(APDldan
peralatan
Kesehatan
dan
Keseilamatan Kelja (K3) antara
lain Penggunaan masker, ear
plug, sepatu kelja, helm dam lain
lain.
Pemasangan
display
atau
spanduk bertemakan himbauan
agar
dalam
bekerja
memperhatikan
keselamatan
dan kesehatan kerja.
LokasiRencana
Kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
Dilakukan selama
kegiatan tahap
pematangan lahan
berlangsung
•
-
•
I
I
-
-
•
-
1llPLHD ROVJNS
- 26­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikeioia
Sumber
Dampak
Imdikator
Keberhasilan
Pengelcilaan
T .;n~I"'nllBIl HiduD
Bentuk Pmgelo1aan Lingkungan
Hidup
Lokasi
!PeIl(ll'lo1aan
lLingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Inetituei Pengelolaan
Lingkungan Hidup
-
Dinas Tenaga Kerja
dan Transmigrasi
Provinsi La.mpung
Kemacetan Pematangan
Lalu Lintas Laham
• Menggunakan truk tertutup atau Di
lokasi Saat pelaksanaan
Meminimalkan
pematangan lahan
terjadinya gangguan
menutupbak agar material tidak rencana
beTjatuhan
di
jalan,
kegiatan
tiap
transportasi berupa
- Setiap titik lokasi kegiatan yang titik
yang
kepadatan
kendaraan
yang
sedB.l!lg
diJaksanakan sedang
harusmenempatkan
petugas dilaksanakan
menimbulkan
kemaeetan jalan
keamanan
untuk
mengatur pembsngunan
keluar masuknya kendaraan dan Shortcut Jalur
berkoordinasi dengan Kepolisian Rejosari
setempat.
Tarahan
• Akses
jalan
masuk
lokasi
kegiatan
harus
terpelihara
dengan balk agar kelanearan
material serta laju
angkutan
kendaraan umum lainnya tidak
mengalarni hambatan,
-
• I_taul
Pelabaaa
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
DiIjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
SeIaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• IDstaDSl Peap_.
yaitu :
- Dines
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informatika
Kabupaten
Lampung Selatan
Dines Perhubungan
Kota Bandar
Lampung
• Peuerlma Laporaa
yaitu:
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informasi Provinsi
Lampung
-
-
- 27 ­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
Sumber
nyang
Dikelola
Dampak
I
Kerusakan Pematangan
J alan
Lahan
lndikator
KeberhasiIan
Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
MeminimaIkan
terjadinya gangguan
transportasi
kerusakan
jalan
akibat
kendaraan
berat
pengang1<ut
bahan cut and fill
meIewati
jalan
tersebut
Kualitas
Udara
!peketjaan
Konstruksi
Jalan Rei
Konsentrasi
debu
yag timbul tidak
melebihi Baku Mutu
Udara
Ambien
untuk
parameter
debu
sesuai
Peraturan
Pemerintah
Rl
Nomor 41 Tahun
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
!Petl@lelolaan
ILingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
- Untuk pengangkutan material
hasil pematangan laban di jalan
yang kecil terutama yang belum
beraspal
sedapat
mungkin
menggunakan
kendaraan
ukurani kecil
seperti pickup
karena selaln Il:idak cukup untuk
2 kendaraan kendaraan yang
besar dengan tonase tinggi tidak
sesuai dengan kondisi jalan akan
mengaldbatkan
jalan
cepat
rusak
. Pengangkutan tanah oleh truk
agar selalu di periksa terle bih
dahulu agar tidak melebihi daya
angkut yang di ijinkan
- Membuat aksea jalan darurat
dati jalan umum menuju lokasi
kegiatan
guna
antisipasi
angkutan material berat.
lokasi I Saat pelaksanaan
Di
rencana
pematangan lahan
kegiatan
tiap
titik
yang
sedang
dilakeanakan
pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari ­
Tarahan
.
Di
lokasi
rencana
kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
-
Melakuksn penyiraman secara
berkala pada jalan yang dilalui
pengangkut
kendaraan
peralatan dan material untuk
pekrjaan konstruksi jalan rel,
Kecepatan
kendaraan
tidak
rnelebihi
kecepatan
yang
diperbolehksn
Penzanakutan peralatan dan
Institusi pengelolaan
Lingkungsn Hidup
• l_talUli
Pela_na
yaitu:
- Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakaraa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• I_talllli Pe. . ._
yaitu :
- Dinas PU
Kabupaten
Lampung Selatan
- Dinas PU KOla
Bandar Lampung
• Penerbna .... poran
yaitu :
• Dinas Binamarga
Provinsi Lampung
Pengelolaan
• I_tansl
Pelabaaa
dilalcukan
pada
yaitu:
tahap konstruksi
- Kementerian
minimal
sehari
Perhubungan
Dirjen
dua kaili.
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
HI'LHOPltOYlNSI
- 28­
Imdikator
Dampak
No
Tahapan
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Kecelakaan Pekerjaan
Kelja
Konstruksi
Jalan Rei
Keberhasilan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
1999
tentang
Pengendalian
Pencemaran Udara,
Meminimalisasir
tingkat kecelakaan
kerja di lapangan
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
Penaelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Lampung
material konstruksi jalan rei
secara
bertahap
untuk
mengurangi
jumlah
kendaraan yang keluar masuk
lokasi kegia tan
- Menggunakan
kendaraan
bermotor
dengan
emisi
kendaraan
memenuhi Baku
Mutu
- Truk
pengangkut
material
ditutup terpsl guns menghindsri
teljadinya ceceran material di
jalan
- Member1akukan SOP dan K3
bagi pekelja
- Mendisiplinkan tenaga kerja
menggunakan Alat Pelindung
Diri
(APD)dan
penggunsan
peralatan
Keaehatan
dan
Keselamatan Kelja (K3) antara
lain Penggunaan masker, ear
plug, sepatu kerja, helm dan lain
lain.
- Pemasangan
display
atau
spanduk bertemakan himbauan
~ar
dalam
bek~a
memperhatikan
keselamatan
dan kesehatan kerja.
Selsku
perarakarsa dengan
dilakukan
Kontrsktor
Pelaksana
• IlI8taIW p.........
yaitu :
- BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
- BPLH Kota
Bandar Lampung
•
Penerima LapoRn
yaitu :
- BPLHD Provinsi
Lampung
LokaBi Rencana
Kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jaiur
KA Rejossri ­
Tarahan
Dilakukan selama
kegiatan tahap
pematangan lahan
berlangsung
• ID8taml
Pelakaaaa
yaitu :
- Kementerian
Perhubungan
Diljen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretsapian
Lampung
Sela1<u
permrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• Il18taDal Pellp....
yaitu :
- Dinas SoBia! dan
Tenaga KeIja
Kabupaten
Lampung Selatan,
BPUIO PR()\IlN'S
- 29 -
No
Tahapan
Dampak:
Lingkunga
nyang
Dikeloia
Sumber
Dampak
Indikator
Keberhasilan
PengeloJaan
Lin,
HiduD
Lokasi
Bentuk Peogelolaan Ungkungan
Hidup
Pengelolaan
Lingkungsn
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
lnstitusi Pengelolaan
Ungkungan Hidup
·
Dines Tenaga Kellia
KotaBandar
Lampung .
• _tauf
PeDedme'-Ipona
yaitu
· BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kota Bandar
Lampung
· Dines Tenaga Kellia
dan Tranamigrasi
Provinsi Lamoune
Pe'_mae
• lllatauf
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Kerja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
se1aku
pemrakarsa dengan
Kontrsktor
Pelaksana
• Iataui Pellp.....
yaitu:
Dines
Perhubungan,
Komunikasi, dan
lnformatika
Kabupaten
Lampung Selatan
-
Kemacetan Peketjaan
Lalu Untas Konstruksi Rei
Meminimalkan
• Menggunakan truk tertutup atau
terjadinya gangguan
menutup ibak agar material tidak
berjatuhan di jalan,
transportasi berupa
kepadatan
- Setiap titik lokssi kegiatan yang
sedang
kendaraan
yang
dilaksanakan
menimbu1kan
harusmenempatkan
petugas
kemacetan jalan
kesmanan
untuk
mengatur
keluar masuknya kendaraan dan
berkoordinasi dengan Kepolisian
setempat.
- Akses jalan
masuk
lokasi
kegiatan
hams
terpelihara
dengan baik agar kelanearan
angkutan material konstruksi rei
serta Jaju kendaraan umum
mengalami
lainnya
tidak
hambatan.
Pada
mas
dimana
titik
pekeJjsan
konstruksi jaJan
sedang
rei
di1aksanaksn
Selama
pelaksanaan
Kegiatan
konstruksi jalan
Rei
-
-
BPUIDPROVINSI
- 30­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
n yang
Sumber
Dampak
Dikelola
Imdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Linllkuru18n Hidun
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
iPenaelolaan
Lingkungan
Hldun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
-
•
Kerusakan
Jalan
PekeIjaan
Konstruksi Rei
Meminimalkan
teIjadinya gangguan
transportasi
kerusakan
jalan
akibat
kendaraan
pengangkut
berat
material konstruksi
-
rel,
-
pengangkutan material
pekeIjaan konstruksi di jalan
yang kecil terutama yang belum
heraspal
sedapat
mungkin
menggunakan
kendaraan
ukuran kecil
seperti pickup
karena selaintidak cukup untuk
2 kendaraan kendaraan yang
besar dengan tonase tinggitidak
sesual dengan kondisi jalan akan
mengakibatkan
jalan
cepat
rusak
Pengangkutan material oleh truk
agar selalu di periksa terlebih
dahulu agar tidak melebihi daya
angkut yang di ijinkan
Untuk
Pada
ruas
dimana
titik
pekerjaan
konstruksi jalan
rei
sedang
dilaksanakan
Selama
pelaksanaan
Kegiatan
konstruksi jalan
Rei
•
Dinas Perhubungan
Kota Bandar
Lampung
Pe.erima Lapon.ll
yaltu:
. Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
lnformasi Provinsi
LamPUIllii:
l_taD.t
Pelabaaa
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
....tan.i Pellga_
yaitu:
. Dinas PU Kota
Bandar Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung Selatan
Peaerima Laporall
yaitu:
Dinas Binamarga
Provinsi Larnpung
DinasPU
-
•
-
•
-
fJPUIDl'RCIVINSI
- 31 ­
No
Tahapen
Oampak
Lingkunga
Sumber
nyang
Dampak
Oikelola
Kecelakaan Pekerjaan
Kerja
Struktur
Jembatan
Imdikator
Keberhaailan
Pengelolaan
Linakungan Hidun
- Meminimalisasir
tingkat kecelakaan
kerja di lapangan
Bentuk Pengelolaan Lingk:ungan
Hidup
-
-
Memberlakukan SOP
dan
K3
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
HiduD
Lokasi Rencana
ibag! pekerja
Kegiatan
Mendisiplinkan tenaga kerja
enenggunakan AlaI Pelindung
(APO)dan
Oiri
penggunaan
Kesehatan
iJleralatan
dan
Keselamatan Kelja (K3) antara
ilain Penggunaan masker, Safety
belt, ear plug, sepatu kerja, helm
dan lain lain.
display
Pemasangan
atau
spanduk bertemakan himbauan
bekerja
agar
dalam
memperhatikan
keselamatan
dan kesehatan kerja.
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Dilakukan selama
kegiatan tahap
pematangan lahan
berlangsung
Institusi Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
,
I
·n.
• I_ta_l
Pe'·...
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kelja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksama
• IDStaMi Peap_
yaitu:
Dinse Sosial dan
Tenaga KeIj a
Kabupaten
Lampung Selatan,
Dinas Tenaga KeJjja
KotaBandar
Lampung .
• Illata_I
-
-
PenertmaLapoDD
yaitu
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kota Bandar
Lampung
- Dinas Tenaga KeJja
dan Transmigrasi
Provinsi Lamnunz
Pelaa­
• IDStaual
yaitu:
-
Pekerjaan
Lalu Lintas Struktur
Jembatan
Kemacetan
Meminimalkan
terjadinya gangguan
tranaportasi beruna
-
Menggunakan truk tertutup atau Pada ruas [alan
menutup bak agar material dekat titik
bahan untuk oekertaan struktur pekeria struktur
Selama
pelaksanaan
Keziatan
BPUID PIOVINSI
- 32­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Imdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Linldninllan Hidup
kepadatan
y9.llg
kendaraan
menimbulkan
kemacetan Ialulintas
Bentuk Pengelo1aan Lingkungan
Hidup
jembatan tidak berjatuhan di
jalan.
Setiap pada lokasi pekerjaan
struktur jembatsn yang sedang
d.ilaksanakan
hams,menempatkan
petugas
keamanan dan berkoordinasi
Kepolisian
setempat
dengan
untuk mengatur Ialulintas agar
kemacetan
tidak
terjadi
lalulintas.
jalan
masuk
lokasi
- Akses
kegiatan
hams
terpelihara
dengan baik agar kelancaran
angkutsn
material struktur
jembatan serta laju kendaraan
umum lainnya tidak mengalami
hambatan,
Lokasi
lPeIl@e1olaan
iLingkungan
Hidul>
jembatan
-
Periode
Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
pekerjaan
Struktur
Jembatan
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
.
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelekeana
• IDataDliI PellpWIUI
yaitu:
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Infonnatika
Kabupaten
Lampung Selatan
Dinas Perhu bungan
Kota Bandar
Lampung
-
I
-
• Penerima LapOraD
yaitu:
- Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Infonnasi Provinsi
Lampung
Kerusakan
Jalan
Pekerjaan
Struktur
Jembatan
Meminimalkan
terjadinya gangguan
transportasi
kerusakan
jalan
akibat
kendaraan
-
Untuk pengangkutan material Pada ruas jalan
untuk
pekerjaan dekat titik
bahan
konstruksi di jalan yang kedl pekerja struktur
terutama yang belum beraspaJ jembatsn
sedapat mun..ki.n rnenggunakan
Selama
pelaksanaan
Kegiatan
pekerjaan
Struktur
• lDataDliI
Pelabana
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
-
II'PLHD PI.QVINSI
- 33­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Indikator
Keberhasi1an
Pengelolaan
Linzkungan HiduD
berat
pengangkut
bahan
pekerjaan
atruktur jem.batan
melewati
jalan
tersebut
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
kendaraan ukuran ked] seperti
pickup karena selaintidak
cukup untuk 2 kendaraan
kendaraan yang besar dengan
tonase tinggi tidak seauai dengan
kondiai
jalan
akan
mengaldbatkan
jalan
cepat
rusak
- Kendaraan pengangkut material
untuk
pekeIjaan
struktur
jembatan selalu di periksa
terlebih dahulu agar tidak
melebihi days angkut yang di
ijinkan
Lokaai
iPengelolaan
lLingkungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Jembatan
Instituai Pengelolaan
Lingkungm Hidup
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakaraa dengan
Kontraktor
PelaksBJ:la
• lD8taul Pelle."'"
yaitu:
- Dinas PU Kola
Bandar Lampung
- Dlnas PU
Kabupalen
Lampung Selatan
• Pellerlma Laporan
Erosi /
Lcngsor
Pekerjaan
Struktur
Jembatan
Tidak tetjadi erosi - Pada saat pekerjaan konstruksi
dan longeor dati
kondisi tanah yang ada harus
pada
saat
diperhatikan dengan berpatokan
kepada peta kondisi geologi yang
pelaksanaan
peketjaan s~ur
ada.
jembatan.
melakukan kegiatan
- Sebelum
kontruksi
sebaiknya
memperhatikan
kebencanaan
gerakan tanah terutama dalam
pemilihan jenis pondasi yang
disesuaikan dengan jenis batuan
yang
cukup
mendukung
dibagian atas ditempati lanau
pasiran, kemudian ditemukan
batuan breksi vulkanik dengan
resistensi tinzzi.
Di dalam lokasi Selama
rencana
pelaksanaan
kegiatan yang kegiatan struktur
menjadi sumber jembatan.
gemkan tanah
dan longsor.
yaitu :
- Dinas Binamarga
Provinsi Lamouna
• IlIlItaD81
P....laalla
yaitu:
- Kementerian
Perhubungan
Ditjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• I_taul Penga_
yaitu:
IlPLHD PR.OVINSI
- 34 ­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Imdikator
KeberhaaiIan
Pengelo1aan
HiduJ)
Lin
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
-
Lokasi
iPense10laan
iLingkungan
Hidup
Periode
Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
Institusi PengeJoIaan
Lingkungan Hidup
-
sebagai basement, juga ditempsti
batuan breksi vulkanik tua.
Struktur jalan yang akan dibuat
harus
ditas
sesuai
tanah
spesifikasi, dengan CBR tanah
timbunan minimal 8 %.
Dinas PU Kota
Bandar Lampung
DinasPU
Kabupsten
Lampung Selatan
Polsek setempat
• Penerima LaJlGft.II
yaitu:
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
- BPLH Kota Bandar
Lampung
BPLHD Provinsi
LamOUIl2
Pel_lreene
• IIIstauJ
ysitu :
Kementerlan
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kelja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakarsa
• ID8taDll1 PeqaYll.
yaitu :
BPLH Kabupsten
Lampung Selatan
BPLH Kota Bandar
Lampung
• Penerima Laporall
ysitu :
BPLHD Provinsi
Lampung
-
-
-
Kualitas Air Pekerjaan
Permukaan Struktur
Jembatan
Tidak
terjadinya - Membuat
jebakan
lumpur Sungai dimana
penurunan kualitas
lokasi rencana
(settling pond alamil semen tara)
air
permukaan - Menanam tanaman di wilayah kegiatan
untuk
parameter
RTHjsempsdan sungai.
dilaksanakan.
kekeruhan
akibat
adanya pemasamgan
tiang pancang untuk
pondasi jembatan,
pembendungan
sungai
dan
pemasangan
abutment.
Selama
pelaksanaan
Kegiatan
pekerjaan
Struktur
Jembatan
-
-
-
lfIl..HD PlU)VlNSI
- 35­
No
Tahapan
Darnpak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Biota
Perairan
Bumber
Dampak
Pekerjaan
Btruktur
Jembatan
Imdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Linakunaan HiduD
terjadinya
Tidak
penunman
biota
perairan
kerena
penurunan kualitas
air
permukaan
akibat
kegiatan
pekerjaan strulktur
jembatan,
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
!Pel18l'lolaan
lLingkungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Dengan adanya upaya pengelolaan Sungai
yang Selama
kualitas air
pennukaan
seat dilalui rencana pelaksanaan
pemasangan
tiang
pancang kegiatan.
Kegiatan
dilakukan ak sebelum dfuuang ke
pekerjaan
badan sungai sehingga kualitas air
Btruktur
dapat
meminimalisir
Jembatan
tidak
pencemaran
kualitas
air
permukaan
sehimgga
tidak
mempengaruhi kehidupan biota air.
Institusi Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
PelU:aaaa
• blabD81
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Batuan
KeJja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selslru
pemrakarsa
-
•
ID8taD8I Peaca_
yaitu :
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kota Bandar
Lampung
-
•
Penerima Laporam
yaitu :
BPLHD Provinsi
LamOUIl2
blabD8l
PelaIlHaa
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
Dhjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontrsktor
Pelaksana
-
Air Larian
(Run off)
PekeJjaan
Bangunan
(gedung,
stasiun, sinyal
dan posjaga
perlintasan]
Meminimasi
sistem
- Pembuatan
air
peningkatan
drainase/saluran
dengan
larian akibat adanya
kapasitas yang memadai untuk
mengantisipasi beban run off.
kegiatan Pekerjaan
Bangunan (gedung, . Pada
kegiatan
pekerjaan
stasiun, sinyal dan
bangunan
[gedung,
stasiun,
pos jags perlintasan)
sinyal dan pas jaga perlintasan]
menghabiskan
semua
tidak
vegetasi yang ada terutama
tanaman yang berfungsi dapat
mereaapkan air kedalam tanah.
Apabila dilakukan penebangan
vezetasi
ada
oada
venit
-
lokasi
Di
rencana
yang
kegiatan
menjadi sumber
terjadinya
peningkatan
kuantitas
Air
Larian (Run off)
Pengelolaan
dilakukan pada
saat musim hujan
terutama pada
saat curah hujan
dan hari hujan
maksimum
•
-
BPLHO PIOVINSl
- 36­
Dampak
No
Tahapan
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
pekerjaan bangunan (gedung,
stasiun, sinyal dan pos jaga
perlintasan)
perlu
dilakJukan
penggantian/ penanaman
tanaman pengganti
untuk
menjaga terjadinya Air Larian
(Run offl
- Air larian yang terjadi 30% dan
curah hujan dapat dimasukkan
kedalam tanah nantinya sebagai
air
tanah
melalui
sumur
imbuhan ataupun biopori.
- Agar membuat percobaan biopori
dan sumur imbuhan dilapangan,
untuk dapat memperkirakan
banyaknya aic yang masuk ke
dalam ke dua model tersebut,
sehingga dapat diperhitungkan
nantinya hemps banyak sumur
biopori maupun sumur imbuhan
yang akan dibuat.
Lokssi
iPenselo1aan
!Lingkungan
Hidu
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
lnstitusi PengeloIaan
Lingkungan Hidup
• laatald1 Peaca-.
yaitu:
• Dinas PU Kota
Bandar Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung Selatan
• Peaerima Laporan
yaitu:
Dinas PU
Binamarga Provinsi
Lampung
IIPUID PRO'VlNSl
,/
- 37­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Oampak
lmdikator
Keberhasilan
PengeloJaan
LinldcunRaIl Hidup
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
iPel18"'lolaan
!Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
lnstitusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Oambu 2.1. Lubaq Bloporl
3­
••
I
-.-~. ~_
.:­
. ."
. . .: ..
-
\
... ::::.­
....-=:II
,.".. or
--:::::::::
- .' -­ .
~. <;~:-:~:: :.­
:,.:. :-.:.
. _ .'': ,.
. ..
.. .. ...
.
.~_.:
I
Gambar 2.2. KOlltrulral 8umur
ImbubaD ulltuk AIr Tallllh
Dallliral
Kece1akaan PekeIjaan
KeIja
bangunan
(gedung,
stasiun, sinyal
danpasjaga
perlintasan)
Meminimalisasir
tingkat
keceJakaan
kerja ketika kegiatan
pekerjaan bangunan
(gedung,
stasiun,
sinyal dan pas jags
perlintasan)
- Memberlakukan SOP dan K3
bagi pekeIja
- Mendisiplinkan tenaga kerja
menggunakan Nat PeJindung
penggunaan
Oiri
(APO)dan
pera1atan
Kesehatan
dan
Keselamatan Kerja (K31 antara
lain Penggunaan masker, Safety
belt, ear plug, sepatu keIja, helm
dan lain lain,
- Pemasangan
display
atau
spanduk bertemakan himbauan
agar
dalam
bekerja
memperhatikan
keselamatan
dan kesehatan kerja.
Lokasi Rencana
Pekerjaan
Bangunan
Di1akukan selama
kegiatan
Pekerjaan
(gedung,
stasiun, sinyal
dan posjaga
perlintasan)
(gedung, stasiun,
sinya! dan pas
jags perlintasan)
bangunan
• IastaJulj
P ...l.lrsp na
yaitu :
- Kernenterian
Perhubungan
DiIjen
Perkeretapian
Satuan
ICeIja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• Iastaasl Peacawal
yaitu:
- Dinas Sosia! dan
JDlIJID PROVINSI
- 38­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Imdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lingkun~ Hidup
Sumber
Dampak
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
Penaelolaan
lLingkungan
Hiduo
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Tenaga Kerja
Kabupaten
Lampung Selatan,
Dinas Tenaga Kellia
KotaBandar
Lampung.
• IlUItalUll
Peaenmel...poraa
yaitu
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kota Bander
Lampung
Dinas Tenaga Kerja
dan Transmigrasi
Provinsi Lamouriz
SOP
Lokasi
Rencana
Selama
Pelallllua
Memberlakukan
dan K3
• IlUItaDSi
!bagi pekeIja
Kegiatan
pelaksanaan
yaitu :
Pekerjaan Sistem
Kementerian
Mendisiplinkan tenaga keIjs Pekerjaan
Perhubungan
menggunakan Alat Pelindung Sistem Drainase Drainase
Dirjen
Dm
(APD)dan
penggunaan
Kesehatan
Perkeretapian
perelaten
dan
KeIja
Satuan
Kese\amatan Kerja (K3) antara
Pengembangan
lain Penggunaan masker. Safety
Perkeretaapian
belt, ear plug, sepatu keIja, helm
Lampung
Selaku
dan lain lain.
pemrakarsa dengan
Pemasangan
display
stau
Kontraktor
spanduk bertemakan himbauan
agar
dalam
bekeIjs
Pelaksana
mernperhatikan
keselamatan
• IlUItaut Peap_
yaitu :
dan kesehatan kerja.
Dinas Sosial dan
Tenags Kerja
Kabupaten
LamOUIl2 Selatan
-
-
Kecelakaan Pekerjaan
Sistem
KeIja
Drainase
Meminima1isasir
tingkat kecelakaan
kerja ketika kegiatan
Pekerjaan
Sistem
drainase
-
I
-
-
-
BIPLHD Pl.OVINSI
(
No
Tahapan
Dampak
Ungkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
- 39 ­
Imdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lin2kunllSIl HiduD
Bentuk Per1gelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
lPenaeloJaan
Lingkungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
InstituBi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
-
Dinas Tenaga Kellis
KotaBandar
Lampung .
• Izmtual
PellllrlmaLaPOJ'lLD
yaitu
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kote Barrdar
Lampung
. Dinas Tenaga Ketja
dan Transmigrasi
Provinsi Lamnunz
PeIaIalaDa
• Izmtalllli
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
Diljen
Perkeretapian
Satuan
Ketja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Se1aku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• IlIIItaul PeDaawaa
yaitu:
Dinas PU Kota
Bandar Lam pung
DinasPU
Kabupaten
Lampung Selatan
-
Kerusakan
Jalan
Pekerjaan
Sistem
Drainase
Meminimalkan
terjadinya gangguan
transportasi
kerusakan
jalan
kendaraan
akibat
pengangkut material
untuk
Pekerjaan
Sistem Drainase
-
.
Untuk pengangkutan material
untuk pekeljaan sistem drainase
eli jalan yang kecil terutama yang
belum beraspal sedapat mungkin
menggunakan
kendaraan
ukurani keci1
seperti pickup
karena seisin tidak cukup untuk
2 kendaraan kendaraan yang
besar dengan tonase tinggi tidak
sesuai dengan kondisijalan akan
jalan
mengakibatkan
cepat
rusak
Pengangkutan material oleh truk
untuk
Pekeljaan
Sistem
Drainase agar selalu eli periksa
terlebih dahulu agar tidak
menimbulkan kerusakan jalan,
Lokasi Rencana
Kegiatan
Pekeljaan
Sistem Drainase
Selama
pelaksanaan
Pekerjaan Sistem
Drainase
-
-
BPLHl> PROVIliSI
- 40­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Kece1akaan Pemaeangan
Kerja
Peralatan
Kelistrikan,
Persinyalan
dan Sistem
Telekomunikasi
Imdikator
KeberhasiIan
PengeIolaan
Lin _.an Hidup
Meminimalisasir
tingkat kecelakaan
kerja ketika kegiatan
Pekerjaan
Pemasangan
Peralatan
Kelistrikan,
Persinyalan
dan
Sistem
Telekomunikasi.
Lokasi
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Pengelolaan
iLingkungan
Hidup
-
-
Periode
PengeIolaan
Lingkungan Hidup
Inalituei Pengelolaan
Lingkungan Hidup
• Peaedma Laporaa
ysitu :
Dinas PU
,
Binamarga Provinei I
Lamouna
Memberlakukan SOP dan K3
lbagi pekeIja
Mendieiplinkan tenags ketja
menggunakan A1at Pelindung
Diri
(APD)dan
penggunaan
peralatan
Kesehatan
dan
Keselamatan Kerja (K3) antara
Jain Penggunaan masker, Safety
belt, ear plug, sepatu kerja, helm
dan lain lain,
Pemasangan
display
atau
spanduk bertemakan himbauan
bekeIja
agar
da1am
memperhatikan
keselamatan
dan kesehatan kerja.
Lokasi Rencans
Kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
Dilakukan selama
kegiatan tahap
pematangan 1ahan
berlangsung
"lab,.e
• ImataDai
ysitu:
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kelja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakaraa dengan
Kon traktor
Pelaksana
• I_tanal Peap....
yaitu:
Dinas PU Kota
Bandar Lampung
- DinasPU
Kabupaten
Lampung Selatan
-
-
• Penertma I.aporaa
yaitu :
Dinas Binarnarga
Provinsi Lamnunz
-
Kerusakan
Jalan
Pemasangan
Peralatan
Kelistrikan,
Persiayalan
dan Sistem
Meminimalkan
teIjadinya gangguan
transportasi
ja1an
kerusakan
akibat
kendaraan
-
Untuk pengangkutan material
bahan
Pemaeangan Peralatan
PersinyaJan dan
Kelistrikan,
Sistem Telekomunikasi) di jalan
vana kecil terutama vana belum
Pada ruas ja1an
dekat titik
PekeIjaan
Pemasangan
Peralatan
Selama
pelaksanaan
PekeIjaan
Pemasangan
PeraIatan
Pelabua
• lmata_i
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
Dirien
-
BR.BD P10VINSl
- 41 ­
No
Tllhapen
Dampak:
Llngkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampa\<
Telekomunikasi
c.
Tabap
Operasi
Kualitas
Udara
Kegiatan
Operasional
Shortcut Jalur
KA Rejosari ­
Tarahan
Imdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
I.ln"'lrn.nRan Hidup
berat
pengangkut
bahan
untuk
pekeljaan
Pemasangan
Peralatan
Kelistrikan•
Persinyalan
dan
Sistem
Telekomunikasi
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
beraspal
sedapat
mungkin
menggunakan
kendaraan
ukumn kedl
seperti pickup
karena seisin tidak cukup untuk
2 kendaraan kendaraan yang
besar dengan tonase tinggi tidsk
sesuai dengan kondisi jalan.akan
mengakibatkan
jalan
cepat
rusak
- Pengangkutan material oleh truk
untuk
Pemasangan Peratlatan
Kelistrikan,
Persinyalan
dan
Sistem Telekomunikasi agar
selalu di periksa terlebih dahulu
agar tidsk mele bihi daya angkut
yang di ijinkan
Konsentrasi
debu - Melakukan
Pemeliharaan
yag timbul tidak
Iokomotif kereta api secara
melebihi Baku Mutu
periodik I\88I tidak menghasilkan
Udara
Ambien
gas
buang
yang
dapat
untuk
parameter
menurunkan kualitas udara dan
berdampak
lanjutan
debu
sesuai
Peraturan
menurunkan
kesehatan
Pemerintsh
RI
masyarakat
Nomor 41 Tahun - Menutup gerbong dengan terpal
1999
tentang - Menanam pobonr tanaman keras
berdaun tebal antara lain : Pohon
Pengendalian
Kebel, Ketapang dan Pakuan
Pencemaran Udara
yang dapat mereduksi gas
buangypclutan
pada
area
Dawasja yang padat pemukiman.
Lokasi
PeI18f!lolaan
Lingkungan
Hiduo
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Kelistrikan,
Kelistrikan,
Persinyalan dan Petsinyalan dan
Sistem
Sistem
Telekomunikasi Te1ekomunikasi
Pada Wilayah
Pemukiman
padat
penduduk yang
dilalui Shortcut
jaiurKA
Rejosari ­
Tarahan
Selama kegiatan
tahap oemsi
berlangsung
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
• Illataul PeDI......
yaitu :
- Dinas PU Kota
Bandar Lampung
- Dinas PU
Kabupaten
Lampung Selatan
• Pe.erl_ LaponD
yaitu:
- Dinas Binamarga
Provinsi Lampung
• luta_
Pelabaaa
yaitu:
- Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Ketja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa
• Illata_ Penpwu
yaitu:
- BPLH Kabupaten
Lampung Selatll!l
- BPLH Kota
IllPLHD PROVINSI
- 42­
Lokasi
iPeIl(lle101aan
iLingkungan
Hidu
Dampak
No
Tahapan
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Periode
Instituai Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Bandar Lampung
•
PeDertma Laponua
yaitu :
BPLHD Provinsi
Lampung
...
-
~ ......
-I:('
---­
--
__
-!
••
.-111'-,::
I
!
,..-----­
-­­
_ _..... - t
111. ._ .
Intensitas Kegiatan
Kebisingan Operaaional
Shortcut JaJur
KA Rejosari ­
Tarahan
Gamba. 2.4. Lob.. Pe_ _1I1lLIl
PohOD Pentu daD Ke...
- MelaJrukan
Pemeliharaan
Menurunkan
Intensitas
lokomotif
kereta
api
secara
Kebisingan
akibat periodik agar tidak menimbulkan
bising yang berdarnpak Ianjutan
OperssionaJ
kesehatan
Shortcut JaJur KA menurunkan
masyarakat
Rejosari - Tarahan
- Menanam pohorr/tanaman keras
berdaun tebaJ antara lain : Pohon
Kebel. Ketapanz dan Pakuan van
Di wilayah
pemukiman
padat
penduduk
Selama kegiatan
tahap
operasi
berlangsung.
• lutaual
PelalDaDa
yaitu:
- Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaaoian
- 43 ­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
DikeloJa
Sumber
D8.D1pa1<
Imdikator
Keberhasilan
PengeloJaan
Linzkungan Hidun
Bentuk PengeloJaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
lPeIlF!oJaan
Lingkungan
Hidun
Periode
PengeloJaan
Lingkungan Hidup
dapat
mereduksi
gas
buangj'polutan pada area Dawasja
yang padat pemukiman seperti
yang dilakukan dalam pengeloJaan
kualitas udara diatas.
Getaran
Kegiatan
Operasional
Shortcut Jalur
KA Rejosari ­
Tarahan
- Menurunkan kecepatan kereta
Meminimalkan
api apabila memasuki wiJayah
terjadinya gangguan
berupa
getaran
padat pemukiman penduduk
akibat
kegiatan - Memelihara
Sarana
dan
operasional Kereta
Prasarana Jalan Kereta Api agar
Api Shortcut Jalur
selalu
stabil
dan
tidak
Rejosari - Tarahan.
menimbulkan getaran yang dapat
mengganggu
kenyamanan
masyarakat.
- Memelihara kualitas jalan kereta
api terutama ketebalan batu
balas dibawah bantalan minimal
30 em, mutu balas senantiasa
terjaga.
PadaWilyah
pemukiman
penduduk yang
dilewati
Shortcut Jalur
Rejosari ­
Tarahan.
Selama kegiatan
tahap operasi
berlangsung
Institusi Pengelolaan
Lingkungsn Hidup
Lampung
seJaku
pemraIrarsa
• . .tauiP...._
yaitu :
- BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
- BPLHKota
Bandar Lampung
• P.urima Lapan.a
yaitu:
BPLHD Provinsi
Lampung
• Imataui
hls_ a B
yaitu:
Kementerian
Perhubungsn
Dirjen
Perkeretapian Satuan
Kerja Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa
• Imataaal
Peapws.
yaitu :
- Dinas PU Kota
Bandar Lampung
- Dinas PU
Kabupaten
Lampung Selatan
• Peaerima Lapor&1l
yaitu:
- Dinas Binamarga
Provinsi Lampung
BPIHDPllOVINSI
- 44­
,
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
Sumber
nyang
Dampak
Dikeioia
Kejadian
Kegiatan
Kecelakaan Operasional
Kereta Api Shortcut Jalur
KA Rejosari Tamhan
Imdikator
KeberhaaiIan
Pengeloiaan
Hidup
Lin
Mencegah teJjadinya
kecelakaan
Kereta
pada
saat
Api
operasional Kereta
Api Shortcut Jalur
Rejosari - Tamhan.
Lokasi
Bentuk Pengeloiaan Lingkungan
Penae10iaan
Hidup
Lingkungsn
Hidup
- Dipasang rambu pemberitahuan Pada wilayah
menjelangjalan kereta api
yang dilalui
(Andreas! pada jamk 100 meter, shortcut jaJur
dipasang lampu hati-hati, rambu KA Rejosari ­
Stop sebelum pintu periintasan Tarahan,
reI kereta api
palang
- Dipasang
pintu
perlintasan.
Santunan
yang
- Memberikan
apabila
memadai
terjadi
kecelakaan Kereta Api melalui
Instansi terkait
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Dilakukan selama
kegiatan tahap
operasi
berlangsung
Institusi PengeJoIaan
Lingkungan Hidup
,
. .' .....n.
• _talllli
yaitu :
Kementerian
Perhubungen
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
KeJja
I'engembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemmkarsa
• I_talllli
Pe:a.aa-­
yaitu :
Polsek Setempat
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informatika
Kabupaten
Lampung Selatan
Dinas Perhubungan
Kata Bandar
Lampung
• Penerima Lapon.n
yaitu:
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informasi Provinsi
Lampung
PeJakaaaa
• _tanal
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
Dirien
-
-
-
-
Kemacetan
lalu lintas
Kegiatan
Opemsional
Shortcut
JalurKA
Rejosari ­
Meminimalkan
teJjadinya gangguan
tmnsportasi berupa
kemacetan laIu
lintas akibat
-
-
Pengaturan jadwal Kereta Api
diupayakan tidak berbenturan
dengsn jam sibuk angkutan
kendaraan umum.
Dipasang rambu tanda kereta api
Di area
Kegiatan
Operasional
Shortcut Jalur
KA Reiosari ­
Setiap tahun
selama mass
operasional kereta
padajam-jam
sibuk
-
IIPLHDPWVINSI
- 45­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Tarahan
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Linzkunzan HiduD
Operasional
Shortcut Jalur KA
Rejosari-Tarahan
Bentuk Pengelo1aan Lingkungan
Hidup
-
-
-
pada jarak I km dan 500 meter
sebelum pintu perlintasan reI
kereta api
Dipaaang lampu hati-hati dekat
perlintasan
jalan kereta api
dengan jalan kendaraan umum.
Dipaeang
palang
pintu
perlintasan.
Dipaeang rambu Andreas (Cross)
Memasang semboyan PD 3
Kereta Api pada area perlintasan
kereta api
Diupayakan
tidak
ada
perlintasan sebidang
(dibuat
under pass, over pass dan
jembatan penyeberangan)
Lokasi
!PeJ18elolaan
!Lingkungan
Hidun
Tarahan
Periode
Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
LampUlll!
selaku
pemrakarsa
• m.taswl Pellp_
yaitu:
- Polsek setempat
- Dines
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informatika
Kabupaten
Lampung Selatan
- Dinss Perhubungan
KotaBandar
Lampung
• Penenma LaporBII.
yaitu:
-
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
lnformasi Provinsi
LamOUI12
Dampak Lingkungan Lainnya Yang Dikelola
- (pengelolaan lingkungan nya telah direncanakan sejak awal sebagai bagiandari rencana kegiatan, atau mengacu pada SOP, panduan teknis pemerintah, standar
intemasional. dlll
• m.taul
Wilayah Dilakukan selama
PellUaana
Penurunan Kegiatan
Tidak
terjadi ' - Pemeliharaan lokomotif kereta api Oi
yaitu :
secara
periodik
agartidak pemukiman
kegiatan tahap
Kesehatan Operasional
penurunan
operasiberlangsung
- Kementerian
Masyarakat Shortcut Jalur kesehatan
menghaailkan gas buang yang padat
Perhubungan
KA Rejosarl masyarakat
dapat
menurunkan
kualitas
penduduk.
yang
dilalui
DiIjen
Tarahan
diakibatkan
udara dan berdampak lanjutan Yang
Perkeretapian
Operasional
menurunkan
kesehatan Shortcut Jalur
KA Reiosari ­
Shortcut Jalur KA
masvarakat
- 46­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga.
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lin
an Hidun
Rejosari-Tarahan
Lokasi
Penaelolaan
lLingkungan
Hidun
. Menanam pohon yang dapat Tarahan
mereduksi suara bising dan gas
buangj pclutan pada area Damija
dan
Dawasja
sebagalmana
gambar 2.3. dan 2.4.
• Prinsip pengelolaan sampah di
Stasiun Rejosari, Natar Baru dan
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Tarahan
IiStllpohOrp~ ~I i
i .lIad
l·iIrtI.
1
I.Knit
I
, • Kim
l'~lJlU
L. Kara
!
I
Pro... Bidolis! _ , i P'"Pl'!
_.
~ Ii DaIl1.1a1I!
'II
DaIl"1a1I!
I
0­ Ii
1
Plldmo
P,..,ml
i
I t
Periode
Pengelo1aan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungsn Hidup
Ketja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa
Peap__
• I...taul
ysitu :
. Dinas Kesehatan
Kabupaten
Lampung Selatan
Dinaa Kesehatan
KotaBandar
Lampung
. Dinas Kesehatan
Provinsi Lampung
• Penerima Lapol'&a
yaitu :
Kesehatan
Dinas
Provinsi Lampung
-
-
Gbr Dtqram Prlulp ••qolahan
Sampala
sampah
dan
- Pengarnbilan
bin/tong sampah masing-masing
setiap
han.
Kemudlan
dikumpu1kan pada laban TPS
dilakukan
pemilahan,
untuk
pengomposan, pemindahan sisa
yang
sampah
tidak
dalam
tennanfastkan
ke
container.
tempat
- Menyediakan
pembuangan
se.mpah
tidak
nermanen Itona-tona samoahl
BPUID PROVINS
- 47 ­
Dampak
No
Tahapan
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
lmdikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Linzkunaan Hidu
Lokaai
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
PelJlll!'lolaan
Lingkungan
Hidu
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
dua warna untuk memisahkan
sampah organik dan anorganik
yang ditempatlkan pada tempat­
tempat
tertentu
dan
billa
diangkat serta tidak dlletakkan
pada berm jalan
Obr Toq 8ampah (Ba-hl
Orp.1IiIk daD IKerlllll ADoI'pDUr
- Menyediakan
tempat
pembuangan sampah sementara
('I'PSI yang ramah Iingkungan
dengan dilengkapi atap dan
dikelilingi
Buffer
Zone{penghijauanl berukuran 8 m
x 13 III dengan deaain konstruksi
seeuairekomendasi.
- Melakukan pengomposan untuk
mengolah sampah hallah dengan
Rotatingdrum
8PLHD PROVlN~
- 48­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Sumber
Dampak
Gbr. RotGtiftg Drum
Lokasi
IPengelolaan
iLingkungan
Hidu
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Co~
- Mengelola
sampah
domestik
dengan menggunakan prinsip 3R
(Reuse/menggunakan
kembali,
Reduce j'mengurangi
volume
sampah, RecyCie/dllur ulang).
t:' ~ 112,
.....::" .'" '1'1~ ~.~
~ > ,.~!!.
. (/,~.~"",.; ~i_J·.... I
~.. '~'.. '~~',~ rI'
"j~' , '
r-.,.,;;, ""." ,,,.;;. '
c. ~J':
.
,... j
i'
;tI.,
r-'"
/J)' :,,!';'; ~!< ' l ..
'.'{' ,,,.,,..... .III!'~' "..,
,,,.
l .o. '''' .,' , I~ ,,~¥"i'
."1'." ;l,l,~7:a
'.' ...-:.c :::
".
'!Ii "
:r."l.~.'~
~~,
Gbr.Dan maq
Kejadian
Kegiatan
Kece1akaan Pemeliharaan
Kereta Api Prasarana dan
Sarena
Perkeretaapian
Mencegah tetjadinya
kecelakaan
Kereta
Api ketika Kegiatan
Pemeliharaan
sarana
dan
prasarana loereta api
Pemeliharaan
sarana
dan
prasarana secara berkala
Memberikan
pelatihan
dan
pemahan mengenai semboyan
PD 3 Kereta Api bagi petugas
Kereta Api.
Lokasi Rencana Selama kegiatan
Kegiatan
tahap Operasi
Pembangunan
berlangsung
Shortcut Jalur
KA Rejosari .
Tarahan
• I_tanal
Pelgbeng
yaitu :
Kementerian
Perhubungan
DiIjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Penzembaru
BPLHDROVIN
- 49­
Dampak
No
Tahapan
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Indikator
KeberhasiJan
Pengelolaan
Lin
an HiduD
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
iPenseloiaan
!Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi PengeloIaan
Lingkungan Hidup
Perkeretaapian
Se1aku
Lampung
pemrakarse.
• I_taul Pe• •_
yaitu:
Polsek setempat
. Dinas
Perhubungaa,
Komunikasi, dan
Infonnatika
Kabupaten
Lampung Selatan
Dinas Perhubungan
KotaBandar
Lampung
-
-
• Peaerlma LaporlU1
yaitu:
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informasi Provinsi
-
Kualitas
Kegiatan
Pemeliharaan
Perrnukaan Prasarana
Perkeretaapian
(Perawatan
berat
Lokomotif di
Balai Yasa
Lahat,
perawatan
ringandan
perawatan
Gerbong di
Air
terjadi • Upaya pengelolaan limbah cair
Tidak
dati
kegiatan
perawatan,
teljadinya
perbaikan
dan
pemeliharaan
penurunan kualitas
lokomotif di bengkeI kerja dapat
pennukaan
air
dilakukan sebagai berikut :
untuk
parameter
pH,
1. Dibuat
bak
kedap air
minyak dan
dengan ukuran disesuaikan
lemak berdasarkan
dengan volume limbah cair
pada
Peraturan
yang dihasiIkan : di1akukan
Pemerintah
00.82
pemisahan
minyak
(ali
tahun 2001 tentang
Pengelolaan Kualitas
bekas, solar) berdasarkan
gravitasi
(dengan
Plat
Air
dan
Separator! Grase - Trap) dan
Penaendalian
Bak
kontrol Dilakukan selama
tahap
yang
paling kegiatan
akhir di dalam operasiberlangsun
area milik Depo s
Lokomotif.
Lampung
• Iataul
peI_k••".
yaitu:
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
se1aku
pemrakarsa
-
IIPI.JWPl<IVIN:
- 50­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Imdikator
Sumber
Dampak
Keberhaeilan
Pengelo1aan
r ~"'Ntr., ............. Hidun
Pencemaran Air.
Bentuk Pengelelaan Lingkungan
Hidup
+"I.
Dipo Tarahan)
di1anjutkan
dengan
pengolahan aecara kimiawi.
Untuk
lebih
jelasnya
gsmbar Plate Separaior /
Grose Trap beserta uraian
cara kerjanya dapat dillhat
dibawah ini :
1'.'­I c. "'-'1
Ii .
1
:
I' :. ' ..,
I., .-".', I .
I ·
'.~' ,::;'
.
'
~
Lokaai
PeJ1Flolaan
iLingkungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
• IDatau.i Peqa. . .
yaitu:
- BPLH Kabupaten
Lsmpung 8elatMl
• BPLH Kota
Bandar Lampung
•
Peaerima Laporan
yaitu:
- BPLHD Provinsi
Lsmpung
'I
..J
Gambar 2.5.
Plate Separatorl Grue Tnp
Air
dan
minyak masuk
ke
kompartemen
pengumpul
kemudian rnasuk ke kompartemen
filter ,(corrugated plated) yang
dipasang
pada
sudut
45°,
selanjutnya terjadi pemisahan yang
disebsbkan oleh perbedaan masa
jenis minyak dan carnpuran \ainnya
(proses
gravitasi).
Dari
hasil
perhitungan kandungan minyak
untuk depo lokomotif diperkirakan
sebesar 40 % sehingga haw
pemisahan
(air)
perlu
diolah
kembali dalam WWTP (waste water
treatment planl. Penanganan WWTP
dan sludge setelah melalui grase
trap dapat dilihat pada gambar
dibawah ini
BPLI-lD PRCVJN,'
- 51 -
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
SUmber
Dampak
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Linakunzan Hidup
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
'"'
\ ... II· .......
Lokasi
Pe!l(!lelobum
LingkullJlBIl
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
~ ... ,...
v,
"
J;
1\
•
':'::'
•
.,
L'. .."J+ """I'
I
't
•
'
" ...,,,,,.
.:.-.
..
~
•~ i
Gambar 2.6. Skema WTTP
Keterangan :
I. Plate Separatorj Grase Trap
IBerfungsi
2. Bak
Pengendap
untuk mengendapkan partikel
diskrit dengan cara gravitasi
3. Koagulasi/ Flockulaail'rcses
pencampuran
air
limbah
dengan bahan kimia AhISO.).
sehingga terjadi flock - flock
yang dapat diendapkan pada
unit selanjutnya yaitu Bak
Pengedap 11
4. Bak
Pengendap
IlBak
Pengendap 1l berfungsi untuk
mengendapkan flock flock hasil
proses koagulasi / flockulasi
5. FilterProses penyaringan air
hasil dati bak pengendap Iiyang
sebelumnya dibubuhi kapur
(CaIOH121 untuk oenetralisir pH
BPLHD PROV1N!
- 52 ­
No
Tahapan
Dampak
Lingkunga
nyang
Dikelola
Sumber
Dampak
Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lillldrunnn Hidun
(
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Lokasi
iPenaelolaan
iLingkungan
Hidun
Periode
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungs:n Hidup
untuk
6. DesinfektanBerfungsi
membunuh
bakteri dengan
pembubuhan kaporit
7. Sludge
Derying
BedUntuk
mengolah
lumpur
yang
dihasilksn dari bak pengendap I
dan II dengan cam penyaringan
menggunakan
energi/penaa
matahari.
Biota
Perairan
Tidak
teljadinya
Kegiatan
Pemeliharaan
penurunan
biota
perairan
akibat
Prasarana
Perkeretaapian penurunan kualitas
air
permukaan
(Perawatan
berat
untuk
parameter
Lokomotif di
kekeruhan,
TSS
Balai Vasa
berdasarkan
pada
Labat,
Peraturan
perawatan
Pemerintah
no.82
tahun 200 I tentang
ringandan
perawatan
Pengelolaan Kualitas
Gerbong di
Air
dan
Dipo Tarahan) Pengeridalian
Pencemaran Air.
yang
Dengan adanya upaya pengelolaan Sungai
limbah cair sebelum dibuang ke dilalui rencana
badan sungai sehingga kualitas air kegiatan
tidak
tercemar
dan
tidak
mempengaruhi kehidupan biota air.
Dilakukan
pada
kegiatan
operasional.
I·
I_tanai
PelaJaaaa
yaitu :
- Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakarsa
• l_ta_1 Penp_.
yaitu:
- BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
- BPLH Kota Bandar
Lampung
• Penerima Laponll
yaitu :
- BPLHD Provinsi
Lampung
BPUID:PR.C'JVIt'IS
- 53­
No
Tahapan
Dampale
Lingkunga
Sumber
Dampale
nyang
Dikelola
Limbah B3 Kegiatan
Femeliharaan
Prasarana
Perkeretaapian
(Perawatan
berat
Lokomotif
di
Balai
Yasa
Labat,
perawatan
ringan
dan
perawatan
Gerbong
di
Dipo Tarahan)
Lokasi
Imdilcator
lPengelolaan
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Keberhasilan
Pengelo1aan
Hidup
lLingkungan
Hidun
Lin
an Hidun
terjadinya Untuk pemelihaman gerbong dan TPSB3
Tidak
penurunan Kualitas lokomotif di1akukan kegiatan terdiri
Air Permukaan yang dari
oleh 1. Kegiatanpemeliharaanyperawata
disebabkan
n lokomotif bailc perawatan rutin
ceceran Limbah B3
pada
kegiatan
harlan, mingguan, bulanan serta
Pemeliharaan
tahunan.Pada kegiatan ini akan
Perkeretaapian
menghasi1kan limbah cair yang
termasuk kategori B3 berupa ali
bekas, ceceran solar, eeceran oli
dan pencucian lokomotif.
2. Penanganan eeceran oli, ceceran
solar dan air bekas peneueian
lokomotif
ditampung
dalam
saluran
rnenuju pada bak
penarnpungan dengan sistem
berat jenis. Oli yang telah
terpisah dari air dalam ba.k
penampungan
ditarik
menggunakan pompa ditampung
dalam drum.
3. Drum-drum yang berisi ali bekas
akan di kirim ke perusahaan
pengelola imbah B3 yang telah
mendapat ijin dan Kementerian
Lingkungan Hidup.
Periade
Fengelolaan
Lingkungan Hidup
Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Dilakukan selama • IlultaluJi
Pelab...
kegiatan
yaitu:
operasianal
Kementerian
Perhubungan
Dirjen
Perkeretapian
Kerja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakarsa
• I...ta_l Peac.....
yaitu :
BPLH Kabupaten
Lampung Selatan
BPLH Kota
Bandar Lampung
Penerima
Lapolen
•
yaitu :
- BPLHD Provinsi
Lampung
-
-
- 54­
B.
l'io.
A.
'I'ABEL RERCAKA PBMAlI'l'AUA1'I LDlGKUl'fGA1'lIRPLf PBJIBAl'IGURAN SHORTCUT JALUR KERETA API REJOSARI-TARAHAJI KABUPATEfi'LAJIPUl'fG
SELA'I'A1'I DA1'IKO'I'A BANDAR LAllIU'UJ(G, PROVIlfSI LAJlPV1iG
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
YangTImbul
(hlsa di ambien Inc!ikator I
Parameter
dan bisa
diaumbernya]
Tahap Pra
Konstruksi
Tidak tetjadi
Keresahan
masyarakat
keresahaan
masyarakat
akibat
kegiatan
Penertiban
Hunian di
Iahan Milik
PT. KAl
(PERSERO)
Konflik sosial
Tidak tetjadi
konflik Sosial
akibat
kegiatan
penertiban
di
hunian
laban milik
PT.
KAl
(Persero)
Sumber
Dampak
Penertiban
Hunian
diLahan Mililk
PT. KAI
(PERSEROj
Penertiban
huniandi
Iahan milik
PT. KAI
(Persero)
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Peflilimpulan dan
Ana1isis Data
Lokasi Pantau
Pengarnatan dan Di lokasi
Identifikasi
kegiatan
terhadap
shortcut jalur
masyarakat
yg KA Rejosari ­
berada di hunian Tarahan
milik PT. KAI
Pengarnatan dan Di lokasi
kegiatan
identifikasi
shortcut jalur
terhadap
masyarakat
yg KA Rejosari berada di hunian Tarahan
milik
PT.
KAI
[Persero]
Wakt1ll dan
frekuensi
Dilakukan
selama kegiatan
penertiban
hunian di lahan
milik PT.KAI
(Persero)
Dilakukan
selama kegiatan
penertiban
hunian di lahan
milik PT.KAI
[Persero]
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Fengawas
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana Kegiatan
Konstruksi
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Ketja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontmktor
Pelaksana Kegiatan
Konstruksi
-
Penerima
Laporan
Keluraharrj' desa •
terkait
Kantor
Pertanahan
Kota Bander
•
Lampung
Kantor
Pertanahan
•
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek setempat
Kelurahanz desa
terkait
Kantor
Pertanahan
Kota Bander
Lampung
Kantor
Pertanahan
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek setempat
•
•
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Rota
Bander
Lampung
BPLHD
Provinsi
Lampung
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bander
Lampung
BPLHD
Provinsi
Lampung
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLIID!"llOVIN!
- 55­
f'lo.
Dempak Lingkungan yang e1ipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
(biea eli ambien
dan biea
c1isumbemyal
lndikator/
Parameter
Sumber
Dampak
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Penaumpu1an dan
Analisis Data
Lokasl Pantau
Waktla dan
frekuensl
lnstitusi Ptmumtau Ling1aJ.ngan Hidup
Pelaksana
Pengawas
Penerima
Laporsn
-
Keamanan dan
ketertiban
Tidak terjadi
gangguan
keamanan
dan
ketertiban
sebagai
tindak lanjut
ketidakpuasan
masyarakat
atas
pemberian
kompensasi
pada
kegiatan
Penertiban
Hunian
eli
lahan milik
PT.
KAI
(PERSERO)
Penertiban
huniandi
laban milik
PT. KAI
(PERSERO)
Wawancara dan
observasi
dilapangan
Sepanjang
Dilakukan
lakasi kegiatan selama
pembangunan penertiban
shortcut JaIur hunian laban
KA Rejosariberlangsung
Tarahan
yang menjadi
sumber
gangguan
keamanan dan
ketertiban
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Kerja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana Kegiatan
Konstrukai
-
Kelurahan/ Desa
terkait
Kantor
Pertanahan
KotaBandar
Lampung
Kantor
Pertanahan
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek setempat
•
•
•
Dinas Sasia!
Kola Bandar
Lampung
Dinas Sosia!
dan Tenaga
KeIja
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
BPLHD
Provinsi
Lampung
- 56­
t'o.
Dampa.\< Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampa.\<
Yang Timbul
Sumber
(bisa di ambien Incllikator/
Parameter
Dampak
dan bisa
disumbemya)
Keresahan
Tidak teljadi Pembebasan
masyarakat
keresahaan
laban
masyarakat
akibat
kegiatan
pembebasan
laban untuk
rencana
kegiatan
pembangunan
shortcut
jalur
KA
Rejosari-
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pensumpulan dan
Analisis Data
Pengamatan dan
identif1ka.si
terhadap
masyarakat yang
bereda di hunian
Lokasi Pantau
Di lokasi
kegiatan
shortcut jalur
KA Rejosari­
Tarahan
milik PT. KAY
Waktlll dan
frekuensi
Dilakukan
selama tahap
pembebasan
laban untuk
rencana
kegiatan
pembangunan
shortcut jalur
KA Rejosari Tarahan
Institusi Pema.ntau Lingkungan Hidup
Pengawas
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Diljen
Perkeretapian
Kelja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selsku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana Kegiatan
Konstruksi
.
-
Kelurahan/ desa
terkait
Kantor
Pertanahan
Kota Bandar
Lampung
Kantor
Pertanahan
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek setempat
-
-
BPLHD
Provinsi
Lampung
Kelurahari/ desa
terkait
Kantor
Pertanahan
Kota Bandar
Lampung
Kantor
Pertanahan
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek setempat
-
Xab,
BPLH
Lamp'ung
Selatan
BPLH
Kote
Bandar
Lampung
BPLHD
Provinsi
Lampung
Dlnaa SOBia!
Kota Bandar
Lampung
Dimas SOBia!
dan Tenaga
Kelja
Kabupaten
Lampung
Selatan
Tarahan.
Konflik sosia!
pemberian
nilai
kompensasi
kepada pihak
yang
sarna
dengan pihak
yang lainnya
pada kondisi
letak lokasi
dan kualitas
bangunan
tidak
berbecla
Pembebasan
lahan
Wawancara
observasi
dilapangan
dan
Pasar, Toko
dan Warung
sekitar lokasi
Dilakukan
selama kegiatan
tahap
konstruksi
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Kelja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selsku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana Kegiatan
Konstruksi
Penerima
Laponm
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH
Kote
Bandar
Lampung
-
- 57­
~o.
Dampak Ungkungan yang dipantau
Jenis Dampak
YangTimbul
lruiikatorI
Sumber
(hisa di ambien
Parameter
Dampak
dan biBB.
disumbemya)
Keamanan dan Tldak terjadi
Pembebasan
Iahan
ketertiban
gangguan
keamanan
dan ketertiban
sebagai tindak
lanjut
ketidakpuasan
masyarakat
atas
pemberian
kompensasl
pada kegiatan
pembebasan
Iahan.
Tahap
Koutrubi
J. Kesempatan
kerja
8entuk l'emantauan Lingkungan Hidup
Metode
Penaumpulan dan
Anallsis Data
Wawancara
observasl
dilapangan
Lokasi Pantau
dan Pasar,Toko
dan warung
sekitar lokasl
Waktli. dan
frekuensi
Dllakukan
selama kegiatan
tahap
konstruksi
Instltuei Pemantau Lingkungan Hidup
Pe1aksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana Kegiatan
Konstruksl
FengllWas
·
·
·
Kelurahari/
Desa terkait
Kantor
Pertanahen
Kota Bandar
Lampung
Kantor
Pertanahan
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek setempat
Penerima
Laporan
·
·
·
·
BPLH
Kabupaten
Lsmpung
Selaten
BPLH
Kata
Bandar
Lsmpung
BPLHD
Provinsi
Lsmpung
Dinaa Sosial
Kota Bandar
Lsmpung
DiEas Sosial
dan Tenaga
KeIja
Kabupaten
Lampung
Selaten
B.
Penerimaan
tenaga kerja
mengutama­
kan tenaga
kerja lokal
aesuai
keah1ian dan
kebutuhan
Mobilisasi
tenaga kerja
Pengamatan
dan
identiftkasi
lierhadap
tenaga
kerja yang bekerja
dl lokasi kegiatan
Shortcut Jalur KA
Rejosari-Tarahan
Kecamatan
Natar,
Kecamatan
Jati
Agung,
Kecamatan
Panjang,
Kecamatan
Sukarame,
Kecamatan
Sukabumi dan
Dilakukan
selama
penerimaan
tenaga kerja
tahap
konstruksi.
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa dengan
kontraktor
pelaksana kegiatan
konstruksi
-
-
Dinas Sosia!
dan Tenaga
Kerja
Kabupaten
Lampung
Selatan,
Dinas Tenaga
Kerja Kota
Bandar Lsmpung
-
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selaten
BPLH IWta
Bander
Lampung
DiEas
Tenaga KeIja
dan
asi
Tran
- 58­
~o.
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
(bisa di ambien
dan bisa
di.sumbemya)
Incllikator I
Parameter
Sumber
Dampak
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pensumpulan dan
Anali81s Data
Lokasi Pantau
Wakt1D. dan
frekuen81
Institusi Psnantau Lingkungan Hidup
Pengswas
Pelaksana
Penerima
Laporan
Provinsi
Lampung
Kecamatan
Rajabasa
2. Konllik Sosia!
Peluang
penerlmaan
tenaga kerja
konstruksl
bag!
masyarakat
sekitar lokas!
keglatan
dalam
mema80k
kebutuhan
primer dan
sekunder
tenaga keIja
tahap
konstruksi
Keamanan dan MeminimaJkan
gangguan
ketertiban
keamanan
dan ketertiban
yang terjadi
sesuai aturan
yang berlaku
Mobilisasi
tenaga kerj a
Mobilisasi
tenaga kerja
Wawancara
observaei
dilapangan
Wawancara
observaai
dilapangan
dan
dan
Pasar,Toko
dan Warung
sekitar lokas!
Dilakukan
selama kegiatan
tahap
konstruksi
Sepanjang
Selama kegiatan
lokasi kegiatan tahap
pembangunan konstrukai
shortcut Jalur
KA RejosariTarahan
yang menjadi
sumber
gangguan
keamanan dan
ketertiban
Kementerian
Perbubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
-
-
Dinas Sosial
dan Tenaga
Kerja
Kabupaten
Lampung
Selatan,
Dinas Tenaga
KerjaKota
Bandar
Lampung.
Dinas Tenaga
Kerja Kota
Bandar
Lampung.
Dinas Sosial
dan Tenaga
Kerja
Kabupaten
Lampung
Selatan
-
-
-
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bander
Lampung
Dinas
Tenaga Kerja
dan
Transmigras!
Provinsi
Lampung
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatari
BPLH Kola
Bandar
Lampung
BPLHD
Provinsi
Lampung
- 59­
~o.
Dempak Ungkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
(biS&. di ambien
dan bisa
disumbemya)
Penurunan
kualitas udara
ambien
(parameter
debu)
IncllikatDrI
Parameter
Konsentrasi
debu yag
timbul tidak
melebihi Baku
Mutu Udara
Ambien untuk
parameter
debu sesuai
Sumber
Dampak
mdbilisasi
peralatan
berat dan
mElterial
Peraturan
Pemerintah RI
Nomor 41
Tshun 1999
tentang
Pengendallian
Pencemaran
Udara.
Kebisingan
Intensitas
kebisingan
sesuai
KepmenLH
Nomor 48
Tshun 1996.
Mobilis8si
peralatan
Beratdan
material
Bentuk Pemantauan Ungkungan Hidup
Metode
PenSUmpulan dan
Analisis Data
Pengambilan
sampling
dan
analisis
kualitas
udara (Debu, 802,
dan
CO)
N02
dilakukan
di
Iaboratorium
dengan
menggunakan
metode
gravimetric,
pararosanili, NDIR
dan Saltzman dan
pengamatan !isik
terhadap kondisi
lapangan,
yang
Parameter
ada dibandingkan
dengan baku mutu
lingkungan
PPRI
No. 41 tahun 1999
Pengambilan
Sampling
kebisingan dengan
sound level meter.
yang
Parameter
ada dibandingkan
dengan baku mutu
Iingkungan
Kepmen LH Nomor
48 Tshun 1996
Lokasi Pantau
Walmtdan
frekuensi
Sepanjang
Lokasi
Kegiatan
pembangunan
shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
Se1ama kegiatan
tahap
lronstruksi
Sepanjang
Lokasi
Kegiatan
pembangunan
shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
Se1ama kegiatan
tahap
konstruksi
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Pengawas
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kelja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung selaku
pemrakarsa dengan
kontraktor
-
-
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
BPLHD Provinsi
Lampung
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
Penerima
Laporan
-
BPLHD
Provinsi
Lampung
-
BPLHD
Provinsi
Lsmpung
pelaksana
"
IIPUID JIIl0VDl5
- 60­
No.
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
Sumber
(bi811 di ambien Intllikator I
Parameter
Dampak
dan bisa
di.sumbemya)
Kemacetan laIu MeminimalMobilisasi alat
Iintas
berat dan
kan
teljadinya
material
gangguan
transportasi
berups
kepsdatan
kendaraan
yang
menimbul1kan
kemacetan
jalan
Kerusakan
jalan
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
Analisia Data
Pengamatan secara
terhadap
visual
volume laIu Iintas
perkiraan
dan
perhitungan laIu
!Jintas
terhadap
setiap
titik
persimpangan
jalan dengan [alur
shortcut.
Kemudian dianalis
dengan
menggunakan
MKJI
peraturan
Tahun 1997 untuk
tingkat pelayanan
saat ini,
Meminimal­
Mobilisasi alat Pengamatan secara
kan
berat dan
visual
terhadap
teIjadinya
jalan
material
kerusakan
gangguan
dan jika sudah
transportasi
berat
rusak
kerusakan
dilakukan
jalan akibat
perhitungan untuk
kendaraan
mengetahui
berat dengan
ketebalan
beban yang
jalan
perbaikan
tinggi
dengan
melewati
Beankelman Beam
jalan
atau yang lainnya.
tersebut
LokaBi Pantau
Jalan
Ruas
yang
dekat
lokasi rencana
kegiatan tiap
yang
sta
sedang
dilaksanakan
pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari -
Tarahan
Ruas
Jalan
yang
dekat
lokasi rencana
kegiatan tiap
yang
sta
sedang
dilaksanakan
pembangunan
Shortcut Jalur
RejosariKA
Tarahan
Waktll dan
frekuentri
Institutri Pmnantau Linglamgan Hidup
PeIakIllU1ll
Pemantauan
dilakukan
selama
tahap
Kegiatan
mobilisasi alat
berat rencana
pembangunan
trase Shortcut
KA
Jalur
RejosariTarahan dengan
frekuensi
setlap
kendaraan
keluar
masuk
titik lokasi .
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan KeJja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Pemantauan
dilakukan
selama
tahap
Kegiatan
mobilisasi alat
berat rencana
pembangunan
trase Shortcut
Jalur
KA
RejosariTarahan dengan
frekuensi
setiap
kendaraan
keluar masuk
Kementerian
Perhubungan DiIjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Pengawas
.
-
Penenma
Laporan
Dinas
Perhubungan
KotaBandar
Lampung
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi
dan Informatika
Kabupaten
Lampung
Selatan
Poisek
Setempat
Dinas
Perhubungan
Provinsi
Lampung
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
Dinas
Binamarga
Provinsi
Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
(
- 61 ­
!'lo.
Dampe.k Lingkungan yang dipBl1tau
Jenis Dampak
Yang Timbul
(bi9&. di ambien
clan bisa
disumbemya)
Ind.ikatorf
Psrsmeter
Sumber
Dampak
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
f>enlumpulan clan
Lokssi Pantau
Analisis Data
Waktlil. clan
frekuensi
Instituel Pemantau Lingkungan Hidup
Pengswas
Pelaksana
Penerima
Laporan
titik lokasi .
Keamanan dan
ketertiban
5. Penurunan
kualitas udara
ambien
(parameter
debu)
MeminimaI­
Mobilisasi
kan gangguan alat
berat
keamanan
dan material
dan ketertiban
yang terjadi
sesuai aturan
yang berlaku
Konsentrasi
Pematangan
debu yag
laban
timbul tidak
melebihi baku
mutu udara
ambien untuk
parameter
debu sesuai
Peraturan
Pemerintah RI
Nomor 41
Tahun 1999
tentang
Pengendalian
Pencemaran
Udara.
Wawancara dan
obeervasi
dilapangan
Sepanjang
Lokasi
Kegiatan
pembangunan
shortcut Jalur
KA Rejosari -
Selama lregiatan
tahap
konstruksi
Tarahan
Sepanjang
Pengambilan
Sampling
dan lokasi kegiatan
analisis
kualitas pembangunan
udara (Debu, 802, shortcut Jalur
N02
dan
COl KA Rejosaridilakukan
di Tarahan.
laboratorium
dengan
menggunakan
metode
gravimetric,
pararosanili, NDiR
dan Saltzman dan
pengamatan fisik
kondisi
terhadap
lapangan,
Parameter
yang
ada dibandingkan
dengan baku mutu
Pernantauan
dilakukan
selama
tahap
pematangan
lahan
dengan
frekuenai
6
bulan sekali
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kelja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
-
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek seternpat
Dinas
Binamarga
Proviinsi
Lam,pung
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bander
Lampung
BPLHD
Provinai
Lampung
BPLHD PROVfN~
- 62­
N"o.
Dampa.\< Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
(hisa di ambien
dan bisa
diaumbernyal
Peningkatan
intensitas
kebisingan
Indlikator I
Parameter
Sumber
Dampa.\<
Pematangan
kebisingan
laban
tidak melebihi
bakumutu
tingkat
kebisingan
Intensitas
untuk
perdagangan
danjasa
sebeaar 70
dBA serta
perumahan
dan
pemukiman
sebesar 55
dBA
berdasarkan
KepMenLH
No. Kep-481
MENLHI
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
PenlJUDlpulan dan
Analillia Data
Lokasi Pantau
lingkungan iPPRI
No. 41 Tahun 1999
Pengambilan
Sepanjang
Sampling
dan Lokasi
analisie kebsingan Kegiatan
dan
pengamatan pembangunan
fisik
terhadap shortcut Jalur
kondisi lapangan, KA Rejosari ­
Parameter
yang Tarahan
ada dibandingkan
dengan baku mutu
lingkungan
KepMenLH
No.
Kep­
48/MENUlI 111 19
96.
Waktlll dan
frekuensi
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Rengawas
PeIaksana
Pernantauan
dilakukan
tahap
selama
pematangan
laban
dengan
frekuensi
6
bulan sekali
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
SeJama kegiatan
Pematangan
laban
berlangsung
dengan
frekuensi setiap
titikyang
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
dianggap rawan
pemrakarsa dengan
.
BLH Kabupaten
Lampung
SeJatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
Penerima
Laporan
BPLHD
Provinsi
Lampung
11/1996.
Eros; Ilongsor
Pematangan
- Tidak
terjadi erosi Jahan
atau
longsor
saat
pematan­
gan laban
walaupun
dalam
Dati peta kondisi Di
tanah dan ondisi lokasi rencana
geologi sepanjang kegiatan yang
lokasi shortcut.
menjadi
sumber
gerakan tanah
dan longsor
-
-
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
DinasPU
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek setempet
-
BLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
(
- 63­
~o.
Dempak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
(biaa di ambien
dan bisa
disumbemya)
In4ikatDrl
Parameter
Sumber
Dampak
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengwnpulan dan
Analisis Data
Lokasi Pantau
lokaei
Lokasi
termasuk
daerah
kerentanan
gerakan
Waktu. dan
frekuensi
Fengawas
Pelaksana
terhadap
longsor
Kontraktor
Pelsksana
Dilskukan
selama kegistan
tahap
kontruksiberlan
gsung dengan
frekuensi setiap
6 bulan sekali.
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Ketja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung selsku
Pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Penerlma
Laporen
.
BPLHD
Provinsi
Lampung
tanah
Penurunan
kesehatan
masyarakat
menengah.
• Gerakan
tanah lama
dapal aktif
kembali
terutama
akibat
eurah
hujan yang
tinl&i
Tidak terjadi Pematangan
penurunan
Iahan
kesehatan
masyarakat
yang
diakibatkan
tidak
optimalnya
pengelolsan
sampah.
Pengamatan
lsngsung
seeara
visual dilspangan
dan data sekunder
dan
puskesmas
setempat,
melakuakan
identifikasi
dampak terhadap
penyakit
jenis
di
dominan
masyarakat
dengan
metode
SUNey
dan
dibandinzkan
lokasi
Di
rencana
kegistan yang
menjadi
sumber
penurunan
kesehatan
masyarakat
-
Dinas
Kesehatan
Kabupaten
Lampung
Selstan
Dinas
Kesehatan Kota
Bandar
Lampung
Dinas
Kesehatan
Provinsi
Lampung
Dinas
Kesehatan
Provinsi
Lampung
BPIHDmelVIf'\
- 64 ­
~o.
Dempak Lingkungan yang elipantau
Jenis Dampak
YangTimbul
(hiea eli ambien
dan bisa
disumbemyal
Kecelakaan
kerja
Kemacetan lalu
lintas
IndlikatorI
Parameter
Sumber
Dampak
Pematangan
Tingkat
lahan
kecelakaan
kerja
eli
lapangan
Meminimal-
Pernatangan
kan
lahan
teIjadinya
gangguan
transportasi
berupa
kepadatan
kendaraan
yang
menimbul­
kan
kemacetan
jalan
Bentuk Pemantauan Ungkungan Hidup
Metode
PenllUJIlpWan dan
Analisis Data
Lokasi Pantau
denaan rona awal.
Di
Pengamatan
lokasi
langsung
secara rencana
visual dilapangan kegiatan yang
dan wawancara
menjadi
sumber
kcelakaan
keIja
Wakt1A dan
frekuensi
DiIakukan
selama kegiatan
tahap
kontrukslberlan
gsung dengan
frekuensi setiap
6 bulan sekall.
Pengamatan secara Di
lokasi Pemantauan
terhadap rencana
dilakukan
visual
volume Ialu Iintas kegiatan tiap selama
tahap
dan
perkiraan titik
yang Kegiatan
perhitungan
pematangan
lalu sedang
Iintas
terhadap dilaksanakan
lahan rencana
setiap
titik pembangunan pembangunan
Shortcut Jalur trase Shortcut
persimpangan
jalan dengan jalur R~osariJalur
KA
Rejosarishortcut.
Tarahan
kemudian dianalis
Tarahan dengan
frekuensi
dengan
menggunakan
setiap
kendaraan
peraturan
MKJI
1997
untuk
keluar masuk
titik lokasi .
tingkat pelayanan
saat ini.
Institusi Pemantau Lingknngan Hidup
Fengawas
PeIak8ll11B.
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Se1aku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan KeIja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
-
Dinas Sasia!
.
dan Tenaga
Kerja
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas Tenaga
Kerja Kota
Bandar
Lampung
-
Penerfrna
Laporan
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi,
dan lnformatika
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas
Perhubungan
KotaBandar
Lampung
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
Dinas
Tenaga Kerja
dan
Transmigrasi
Provinsi
Lampung
Dinas
Perhubungan
Provinsi
Lampung
BPLHDPROvnH
- 65 ­
..
~o.
Dampak Lingkungan yang elipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
Sumber
Ind1ikator/
(blsa eli amblen
Parameter
Dampak
dan biBa
disunibemya)
MeminimalKerusakan
Pematangan
jalan
kan
laban
teljadinya
gangguan
transportasi
kerusakan
jalan akibat
kendaraan
beret
pengangkut
bahan
cut
and
fill
melewati
jalan
tersebut
Penurunan
kualitas udara
ambien
(parameter
debu]
Konsentrasi
Pekerjaan
debuyag
konstruksi
jalan rei
timbul tidak
melebihi Baku
Mutu Udara
Ambien untuk
parameter
debu sesuai
Peraturan
Pemerintah RI
Nomor4l
Tahun 1999
tentang
Pengenclailian
Pencemaran
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulsn dan
Analiais Data
Pengamatan seeara
terhadap
visual
kerusakan
jalan
dan jika sudah
berat
rusak
dilakukan
perhitungan untuk
mengetahui
ketebalan
perbaikan
jalan
dengan
Beankelman Beam
atau yang lainnya.
Pengambilan
Sampling
dan
analisis
kualitas
udara (Debu, 802,
dan
N02
CO)
dilakukan
di
laboratorium
dengan
menggunakan
metode
gravimetric,
pararosanili, NDIR
dan Saltzman dan
pengamatan fisik
terhadan kondisi
Lokas! Pantau
We.ktIiL dan
frekuensl
Di
lokasi
reneana
kegiatan tiap
titik
yang
sedang
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Pemantauan
dilakukan
tahap
selama
Kegiatan
pematangan
dilaksanakan
lahan rencana
pembangunan pembangunan
Shortcut Jalur trase Shortcut
KA Rejosari- Jalur
KA
Tarahan
RejosariTarahan dengan
frekuens!
setiap
kendaraan
keluar
masuk
titik lokasi .
Kementerisn
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan KeIja
Pengembangan
Perkeretsapian
Lampung Se1aku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Sepanjang
Kementerlan
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan KeIja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Se1aku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Lokasi
Kegiatan
pembangunan
shortcut Jalur
KA RejosariTarahsn.
Pemantauan
dilakukan
tahap
selarna
pematangan
lahan
dengsn
frekuensi
6 bulan sekali
f\engswas
Pelaksana
-
.
-
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
BLH Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
Penerima
Laporan
Dinas
- Binamarga
Provinsi
Lampung
BPLHD
Provins!
Lampu ng
- 66­
No.
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampsk
Yang Timbul
(bisa di ambien
dan bisa
disumbernya)
Indlikator I
Parameter
Sumber
Dampak
Udara.
Kecelakaan
Kerja
Tingkat
keceIakaan
di
kerja
lapangan
kecil
dan
ringan
Pekerjaan
Konstruksi
Jalan Rei
Kemacetan LaIu Meminimalka
Lintas
n teIjadinya
PekeJjaan
Konstruksi
Jalan Rei
gangguan
transportasi
berupa
kepadatan
kendaraan
yang
menimbulka
n kemacetan
jalan
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
PengumpuIan dan
Analisis Data
lapangan,
Parameter
yang
ada c1ibandingkan
dengan baku mutu
Iingkungan
PPRI
No. 41 Tahun 1999
Pengamatan
langsung
secara
visual dilapangan
dan wawancara
Pengamatan
secaraq
visual
terhadap
volume
lintas dan
lalu
perkiraan
perhitungan Ialu
!intas
terhadap
setiap
titik
persimpangan
jalan dengan jalur
shortcut.
Kemudian dlanalia
denl!an
Lokasi Pantau
Waktu dan
frekuensi
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Fengawas
Pelsksana
Di
dalam
lokasi rencana
kegiatan yang
menjadi
sumber
kcelakaan
KeJja
Dilskukan
selama kegiatan
tahap
kontruksiberlan
gsung dengan
frekuensi setiap
saat para
pekerja
diperhatikan
Kementerian
Perhubungan DiJjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Pada
ruas
dimana
titik
pekeIjaan
konstruksi
jalan
reI
sedang
cIilaksanskan
Pemantauan
dilskuksn
selama
tahap
Kegiatan
Pekerjaan
Konstruksi
Jalan
Rei
rencana
pembangunan
trase Shortcut
Jalur
KA
Rejosari
Tarahan denzan
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan KeJja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
.
Dinas Sosial
dan Tenaga
Kerja
-
-
-
Kabupaten
Lampung
Selatan,
Dinas Tenaga
KeJjaKota
Bandar
Lampung.
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi,
dan Informatika
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas
Perhubungan
Kata Bandar
Lampung
Penerima
Laporsn
-
BLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
- Dinas
Tenaga Kerja
dan
Transmiigrssi
Provinsi
Larnpung
Dinas
Perhubungan
Provinsi
Lampung
-
BPUmPROVIN!
- 67­
N"o.
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
YangTimbui
{bisa di ambien
dan bisa
disumbemya)
Kerusakan
Jalan
Kecelakaan
kerja
Inclli<ator I
Parameter
Sumber
Dampak
Meminima1ka Pekerjaan
n terjadinya Konstruksi
gangguan
Jalan Rei
transportasi
kerusakan
jalan akibat
kendaraan
berat
pengangkut
cut
bahan
fill
and
melewati
jalan
tersebut
Tingkat
Pekerjaan
kecelakaan
struktur
kerja
di jembatan
lapangan
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
Analisis Data
Lokas! Pantau
Waktu. dan
frekuensi
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
menggunakan
peratumn
MKJI
1997
untuk
tingkat pelayanan
saat ini.
Pengamatan secara
terhadap
visual
kerusakan
jalan
dan jika sudah
rusak
berat
dilakukan
perhitungan untuk
mengetahui
ketebalan
perbaikan
jalan
dengan
Beankelman Beam
atau yang lainnya.
frekuens!
setiap
kendaraan
keluar
masuk
titik lokasi
Kementerian
Pada
ruas Pemantauan
dimana
Perhubungan Dirjen
titik dilakukan
pekerjaan
tahap Perkeretapian
selama
konstruks!
Pekerjaan
Satuan Kerja
rei Konstruksi
Pengembangan
jalan
Rei Perkeretaapian
sedang
Jalan
dilaksanakan
rencana
Lampung Selaku
pembangunan
pemrakarsa dengan
trase Shortcut Kontraktor
Jalur
KA Pelaksana
Rejosari
Tarahan dengan
frekuensi
setiap
kendaraan
keluar
masuk
ti tik lokasi .
Pengamatan
langsung
secara
visual dilapangan
dan wawancara
Di
dalam
lokasi rencana
kegiatan yang
menjadi
sumber
kcelakaan
Keria
Dilakukan
selama kegiatan
tahap
kontruksiberlan
gsung dengan
frekuensl setiap
6 bulan sekali.
Pengawas
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan DiJjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
-
-
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi,
dan Infonnatika
Kabupaten
Lampung
Selatan
Penerima
Laporan
Dinas
Binamarga
Provinsi
Lampung Dinas
PU
-
Dinas
Perhubungan
Provinsi
Lampung
BPl.EOPJ.OV1N~
- 68­
rlo.
Dampak Ungkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
(bisa di ambien
dan bisa
disumbemya)
Kemacetan lalu
lintas
Kerusakan
jalan
IncRikator/
Parameter
Meminimalkan
tetjadinya
gangguan
transportasi
berupa
kepadatan
kendaraan
yang
menimbul­
kan
kemacetan
jalan
Sumber
Dampak
Pekerjaan
struktur
jembatan
Meminimal­
Peketjaan
Struktur
kan
tetjadinya
Jembatan
gangguan
transportasi
kerusakan
jalan akibat
kendaraan
Bentuk Pemantauan Ungkungan Hidup
Metode
PengumpuIan dan
AnaIisis Data
Pengamatan
secaraq
visual
terhadap
volume
Iintas dan
Ialu
perkiraan
perhitungan
lalu
lintas
terhadap
setiap
titile
persimpangan
jalan dengan jalur
shortcut.
Kemudian dianalis
dengan
menggunakan
peraturan
MKJI
untuk
1997
tingkat peiayanan
saat ini.
Lckasi Pantau
Pada ruas
jalan dekat
titik pekerja
struktur
jembatan
Pengamatan secara Padaruas
visual
terhadap jalan dekat
kerusakan
jalan titik peketja
dan jika sudah struktur
rusak
berat jembatan
diiakukan
perhitungan untuk
mengetahui
Waktudan
frekuensl
Pemantauan
dilakukan
selama
tahap
Kegiatan
Pekerjaan
Struktur
Jembatan Jalan
Rei
rencana
pembangunan
trase Shortcut
Jalur
KA
Rejosari
Tarahan dengan
frekuensi
setiap
kendaraan
keluar
masuk
titik lokasi .
Institusi Pemantau Linglwngan Hldup
PeIaksana
Penga:was
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Ketja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
Pemantauan
Kernenterian
dilakukan
Perhubungan Dirjen
tahap Perkeretapian
selarna
Kegiatan
Satuan Ketja
Pekerjaan
Pengembangan
Konstruksi
Perkeretsapian
Struktur
Lampung Selaku
nernrakarsa dengan
Jembatan
Penerima
Laporsn
Dinas
Perhubungan
Kota Bandar
Lampung
-
-
-
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
DinasPU
Kabupaten
Lampung
Seiatan
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Seiatan
Polsek setempat
- Dinas
Binamarga
Provirrsi
Lampung
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kata
Bandar
Lampung
BPUJ[)PBDVIN~
- 69­
~o.
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
(blsa di ambien
dan bisa
diaumbernya)
Indikator/
Parameter
Sumber
Dampak
berat
pengangkut
bahan
pekerjaan
struktur
jembatan
melewati
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
Analisia Data
Lokasi Pantau
rencana
ketebalan
perbaikan
jalan
dengan
BeankeIman Beam
atau yang lainnya.
pem bangunan
trase Shortcut
Jalur
KA
RejosariTarahan dengan
frekuensi
setiap
kendaraan
masuk
keluar
titik lokasi .
jalan
tersebut
Erosi /Iongsor
Kulitas air
permukaan
Waktudan
frekuensi
Tidak terjadi Pekerjaan
erosi
dan struktur
longsor dari jembatan
pada
seat
pelaksanaan
pekerjaan
struktur
jembatan.
Hasil kajian geologi Di
dalam
tanah lokasi rencana
dan
dan kegiatan yang
sebelumnya
dianalisa kembali menjadi
kondisinya sesuai sumber
pengarnatan
dan gerakan tanah
survey di Iapangan dan longsor
Selama kegiatan
struktur
jembatan
dengan
frekuensi setiap
ditemukan titik
dengan bahaya
erosi /Iongsor
yang tinggi,
Meminimasi
Pekerjaan
penurunan
struktur
kualitas air jembatan.
permukaan
akibat
kegiatan
pekerjaan
struktur
jembatan.
Pengarnbilan
sampling air IPAL
kemudian
dan
diuji
di
Iaboratorium dan
dibandingkan
dengan baku mutu
Menteri Kesehatan
RepublikIndonesia
No.
Sunge; dekat
lokasi rencana
kegiatan
dilaksankan.
Dilakukan
selama kegiatan
struktur
jernbatan
dimana tiang
pancang
jembatan
didirikan di titik
lokasi sungai.
Instituai Pemantau Ungkungan Hldup
Pelaksana
Pengawas
-
Konltraktor
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung selaku
pemrakarsa
Penerima
Laporan
-
Dinas PU Kota
Bander
Lampung
DinasPU
Kabupaten
Uunpung
Selatan
Polsek setempat
BPLH
Kabupaten
Uunpung
Selatan
BPLH Kate
Bander
Lampung
BPLHD
Provinai
Lampung
-
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bander
Lampung
BPLHD
Provinsi
Laml>UIU!:
BPLHD
Provinsi
Lampung
IPLHD PJ.OVIN:
(
~o.
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
YangTimbuI
(hisa eli ambien
dan bisa
disumbemya)
Biota perairan
Incllikator 1
Parameter
Tidak terjadi
terjadinya
penurunan
biota
perairan
akibat
penurunan
kualitas air
pennukaan
pacla tahap
pekerjaan
struktur
jembatan.
Peningkatan Air Meminimasi
Larian (run ofJI peningkatan
air larian
akibat adanya
kegiatan
pekerjaan
bangunan
(gedung,
stasiun, sinyal
dan pos jaga
perlintasan)
Sumber
Dampak
-70 ­
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
AnaIisis Data.
Lokasi Pantau
Waktll dan
frekuensi
492jMENKESjPE
RI N 12010 tentang
Air Bersih
yang Dilakukan
Pekerjaan
data Sungai
Analisis
struktur
dilakukan
dilalui rencana selamatahap
kegiatan,
terhadap
pelaksanaan
jembatan.
komponen
jenis,
kegiatan
struktur
kelimpahan
(abundance),
jembatan
dilakeanakan.
indeks keragaman
jenis
(species
diversity)
dan
indek
keanekaragaman
jenis berdasarkan
rumus
Shanon
wiener.
Pemantauan
Pekerjaan
Sepanjang
Melakukan
bangunan
pengambilan
lokasi kegiatan dilakukan pada
(gedung,
sampel air dan pembangunan saatmusim
stasiun, sinyal dianalisa
di Shortcut Jalur hujan terutama
Rejosari­ pada saat curah
dan posjaga
Laboratorium dan KA
perlintasan)
hujan dan hari
pengamatan fisik Tarahan
terhadap
hujan
parameter
air
maksimum
permukaan.
Parameter
yang
ada dibandingkan
dengan baku mutu
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
Pengawas
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Penerima
Laporan
BPLHD
Provinsi
Lampung
Bandar
Lampung
pemrakarsa
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan KeIja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas
Binamarga
Provinsi
Lampung
(
~o.
Dampa.k Linglcungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
Indikator/
(bisa di ambien Parameter
dan biss
disumbemya)
Kecelakaan
Tingkat
kelja
kecelakaan
kerja
pada
saat
pekeljaan
bangunan
(gedung,
stasiun,
sinyal
dan
pos
jags
perlintasan]
Sumber
Dampak
Pekeljaan
bangunan
(gedung,
stasiun,
sinyal
dan
pos
jaga
perlintasan]
- 71 ­
8entuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
Analisis Data
Pengamatan
langsung
secara
visual dilapangan
dan wawancara
Lokasi Pantau
lokasi rencana
kegiatan yang
menjadi
sumber
kcelakaan
Kelja
Waktll dan
frekuensi
Dilakukan
selama kegiatan
tahap
kontruksiberlan
gsung dengan
frekuensi setiap
6 bulan sekali.
Instituei Pemantau Lingkungan Hidup
Fengawas
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
-
Dinas Soeial
Penerima
Laporan
-
dan Tenaga
Kelja
Kabupaten
Lampung
Selatan,
Dinas Tenaga
Kelja Kota
Bandar
Lampung.
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
SeJatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
Dinas
Tenaga Kerja
dan
Transmigrasi
Provinsi
Lanrpung
Kecelakaan
Kerja
Kerusakan
jalan
Tingkat
Pekeljaan
kecelakaan
sistem
kerja
pada drainase
saat
pekeIjaan
sistem
drainase
Tingkat
Pekeljaan
kerusakan
Sistem
jalan
pada Drainase
saat
Pekerjaan
Sistem
Pengamatan
lokasi rencana
langsung
secara kegiatan yang
visual dilapangan menjadi
dan wawancara
sumber
kcelakaan
kerja
Pada ruas
Pengamatan
langsung
secara jalan dekat
visual dilapangan titik
Pekerjaan
dan wawancara
drainase
Dilakukan
selama kegiatan
tahap
kontruksiberlan
gsung dengan
frekuensi setiap
6 bulan sekali.
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Pemantauan
Kementerian
dilakukan
Perhubungan Diljen
tahap Perkeretapian
selama
Satuan Kerja
Kegiatan
PekeIjaan
Pengembangan
drainase.
Perkeretaaoian
-
-
-
Dinas Sosial
dan Tenaga
Kelja
Kabupaten
Lampung
Selatan,
Dinas Tenaga
Kerja Kota
Bandar
Lampung.
-
BPLH
Kabupaten
-
Lampung
SeJatan
BPLH Kelts
Bandar
Lampung
Dinas
Tenaga KeIja
dan
Transmigrasi
Provinsi
LamPUIlR
Dinas PU Kota
Bander
Lampung
Dinas
Binamarga
Provinsi
Lampung
(
No.
Dampa!< Lingkungan yang elipantau
Jenis Dampa!<
Yang Timbul
(bisa eli ambien
dan bisa
disumbemya)
Indikator/
Parameter
Sumber
Dampsk
(
- 72 ­
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
Analiais Data
Lokasi Pantau
Wsktu. dan
frekuensi
Drainase
Kecelakaan
kerja
Kerusakan
jalan
Tingkat
kecelakaan
kerja
pada
saat
pemasangan
peralatan
kelistrikan,
persinyalan
sistem
dan
telekomuni­
kasi
Tingkat
kerusakan
jalan
pada
saat
Pemasangan
Peralatan
Kelistrikan,
Persinyalan
dan
Sistem
Telekomunikasi
lnstitusi Pemantau Lingkungsn Hidup
Penga:was
Pelaksana
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksans
-
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
-
Dinas PU Kota
Pemasangan
peralatan
kelistrikan,
persinyalan
sistem
dan
telekomuni­
kasi
Pengamatan
secara
langsung
visual dilapangsn
dan wawancara
lokasi rencana
kegiatan yang
menjadi
Bamber
kcelakaan
kerja
Dilakukan
selama kegiatan
tahap
kontruksiberlan
gsung dengan
frekuensi setiap
6 bulan sekali.
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangsn
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
Pekerjaan
Pemasangan
Peralatan
Kelistrikan,
Persinyalan
dan Sistem
Telekomunik
asi
Pengamatan
langsung
secara
visual dilapangan
dan wawancara
Pada ruas
jalan dekat
titik
Pekerjaan
Pemasangan
Peralatan
Kelistrikan,
Persinyalan
dan Sistem
Telekomuni­
kasi
Pemantauan
dilakukan
tahap
selama
kegiatan
pekerjaan
pemasangan
peralatan
kelistrikan,
persinyalan dan
sistem
telekomunikasi.
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangsn
Perkeretaapian
Lampung selaku
pemrakarsa dengan
Kontraktor
Pelaksana
-
-
-
Bandar
Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
Penerima
Laporsn
DinasPU
Binamarga
Provinai
Lampung
Dinas PU
Binamarga
Provinsi
Lampung
(
No.
B.
Dampa.\< Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampsk
YangTimbuI
(hiss di ambien
dan billa
disumbernya)
TAHAP
OPERAS.
Penurunan
kualitas udara
ambien
(Parameter
debu]
Intensitas
Kebisingan
InlilikatorI
Parameter
Sumber
Dampak
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
Analisis Data
Pengambilan
sampling
dan
kualitas
analisis
udara (Debu, S02,
N02
dan
CO)
dilakukan
di
Iaboratorium
dengan
menggunakan
metode
gravimetric,
pararosanili, NDIR
dan Saltzman dan
pengamatan fisik
terhadap
kondisi
Udara.
Iapangan,.
Parameter
yang
ada dibandingkan
dengan baku mutu
Iingkungan PPRI
No. 41 tahun 1999
Pengambilan
Menurunkan Kegiatan
Intensitas
Operasional
Sampling
KebiBingan
Shortcut Jalur kebisingan dengan
Volume
KA Rejosari High
akibat
Samplen:lan
Operasional Tarahan
hasilnya
Shortcut
dibandingkan
Rejosari- KA
dengan baku mutu
Tarahan
Konsentrasi
debuyag
timbul tidak
melebihi Baku
Mutu Udara
Ambien untuk
parameter
debu sesuai
Peraturan
Pemerintah RI
nomor 41
Tabun 1999
tentang
Pengendalian
Pencemaran
~r
Kegiatan
Operasional
Shortcut Jalur
KA Rejosari ­
Tarahan
(
- 73­
Lokasi Pantau
Lokasi
Rencana
Kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
Lokasi
Rencana
Kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
Waktlll. dan
frekuensi
Institusi Pemantau Ungkungan Hidup
Pelsksana
Pemantauan
dilakukan
selama
tahap
Kegiatan
Operasional
Shortcut Jalur
KA
RejosariTarahan dengan
frekuensi
6 bulan sekali
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Ketja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakarsa
Pemantauan
dilalcukan
tahap
selama
kegiatan
operasional
Shortcut Jalur
RejosariKA
Tarahan dengan
frekuensi 6 bulan
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Ketja
Satuan
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
Selaku
pemrakarsa
Bengawas
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kola
Bandar
Lampung
Penerima
Laporan
BPLHD Provinsi
Lampung
I
-
BPLH
Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kola
Bandar
Lampung
BPLHD
Provinsi
Lampung
afumPRD~
I
No.
De.mpak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
Indikator/
(bisa di ambien
Parameter
dan bisa
disumbemya)
Meminimal­
Getaran
lean
terjadinya
gangguan
transportasi
kerusakan
jalan akihat
kendaraan
berat
pengangkut
bahan untuk
pekerjaan
pemasangan
peralatan
kelistrikan,
persinyalan
sistem
dan
telekomuni­
kasi)
2. Kejadian
Kecelakaan
Kereta Api
terjadinya
kecelakaan
Kereta Api
ketika
Kegiatan
Operasional
Shortcut Jalur
KA. RejosariTarahan
Sumber
Dampak
- 74­
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpuian dan
AnaUsis Data
Lokasi Pantau
Kegiatan
operasional
Shortcut J alur
KA. RejosariTarahan
Pada ruas
Pengamatan
langsung
secara ja1an dekat
visual di1apangan titile
pekerjaan
dan wawancara
pemasangan
peralatan
kelistrikan,
persinyalan
dan sistem
telekomunikasi
Kegiatan
Operasional
Shortcut
JaiurKA.
Rejosari Tarahan
Wawancara
Observasi
dilapangan
dan Lokasi rencana
kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
Waktu. dan
frekuensi
Institusi Pemantau Linglmngan Hidup
Pengawas
Pelaksana
Pemantauan
di1akukan
selama
tahap
Kegiatan
Pekerjaan
pemasangan
peralatan
kelistrikan,
persinyalan dan
sistem
telekomunikasi.
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan
Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
seiaku
pemrakarsa
Pemantauan
dilakukan
tahap
selama
Kegiatan
Operasional
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan dengan
frekuensi
6
bulan sekali
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Selaku
pemrakarsa
-
Dinas PU Kota
Bandar
Lampung
Dinas PU
Kabupaten
Lampung
Selatan
Polsek Setempat
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informatika
Kabupaten
Lampung Selatan
Dinas
Perhubungan
KotaBandar
Lampung
Penerima
Laporan
Dinas
Binamarga
Provinsi
Lampung
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi,
dan Informasi
Provinsi
Lampung
BPUID (lROVIN!
(
~o.
3.
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dampak
Yang Timbul
Ind1ikator I
Sumber
(bisa di ambien
Parameter
Dampak
dan bisa
disumbernya)
Kemacetan lalu Mengurangi
Kegiatan
!intas
antrian yang Operasional
menimbulkan Shortcut Jalur
KA Rejosari­
kemacetan
yangcukup
Tarahan
panjang
dikarenakan
kereta api
lewat di
persimpangan
jalan dengan
operasional
kereta api
pada ruas
Shortcut Jalur
KA RejosariKesehatan
masyarakat
- 75­
Metode
Pengumpulan dan
Analisis Data
Pengamatan
visual
secaraq
terhadap
volume
lalu lintas dan
perhitungan
laIu
(
Traffic
lintas
Counting) terhadap
setiap
titik
persimpangan
jalan dengan jalur
shortcut.
kemudian dianalis
dengan
menggunakan
peraturan
MKJI
1997
untuk
Tarahan
tingkat pelayanan
saat ini,
Tidak terjadi Kegiatan
Pengamatan
penurunan
Operasional
Iangsung
secara
kesehatan
visual dilapangan
Shortcut
masyarakat
KA dan data sekunder
Jalur
Puskesmas
yang
Rejoaari­
dati
diakibatkan
Tarahan
seternpat.
tidak
Melakukan
optimalnya
identifikasi
pengelolaan
dampak terhadap
sampah,
jenis
penyakit
dominan
di
masyarakat
dengan
survev
metode
dan
Lokasi Pantau
Pada titik-titik
persimpangan
antara
Shortcut Jalur
KA Rejosari Tarahan
dengan Jalan
Lokasi
Rencana
Kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari ­
Tarahan
Waktlil dan
frekuensi
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Pengawaa
Pelaksana
Kementerian
Perhubungan Dirjen
sela.ma
tahap Perkeretapian
Kegiatan
Satuan KeIja
Pengembangan
Operasional
Shortcut Jalur Perkeretaapian
KA Rejoaari - Lampung Selaku
Tarahan dengan pemrakarsa
frekuensi
1
(satu)
tahun
satu kali,
-
Dilakukan
Kementerian
selama kegiatan Perhubungan Dirjen
tahap kontruksi Perkeretapian
berlangsung
Satuan KeIja
Pengembangan
dengan
frekuensi setiap Perkeretaapian
6 bulan sekali.
Lampung Selaku
pemrakarsa
-
Pemantauan
dilakukan
-
-
-
Polsek setempat
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi,
dan Infonnatika
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas
Perhubungan
KotaBandar
Lampung
Dinas
Kesehatan
Kabupaten
Lampung
Selatan
Penerima
Laporan
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi,
dan Infonnasi
Provinsi
Lampung
Dinas
Kesehatan
Provinsi
Lampung
Dinas
Kesehatan Kota
Bandar
Lampung
Dinas
Kesehatan
Provinsi
Lampung
BPlHI> PIlQVN
(
N"o.
Dampak Lingkungan yang dipantau
-Jenis Dampak
Yang Timbul
(hisa di ambien
dan bisa
Incllikator/
Parameter
Sumber
Dampak
"
- 76­
8entuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
AnaIisis Data
Lokasi Pantau
Wakt1ll dan
frekuensi
Institusi Pemantau Lingkungan Hidup
Pelaksana
Pengawas
Penerima
Laporsn
disum~a)
dibandingkan
dengan rona awal.
Kejadian
kecelakaan
kereta api
Pemantauan
clilakukan
selama
tahap
Kegiatan
Operasional
Shortcut Jalur
RejosariKA
Tarahan dengan
frekuensi
6
bulan sekali
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung Se1a.ku
pemrakarsa
Meminimasi
Kegiatan
penurunan
pemeliharaan
kualitas air prasarana
permukaan.
dan sarana
perkereta­
apian
Dilakukan
selama kegiatan
tahap operasi
berlangsung
menjadi
dengan
sumber
penurunan
frekuensi setiap
kualitas
air 6 bulan sekali
pennukaan
Kementerian
Perhubungan Dirjen
Perkeretapian
Satuan Kerja
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung sela.ku
pemrakarsa
Tidak terjadi
terjadinya
penurunan
biota perairan
Sungai yang Dilakukan
Kementerian
dilalui rencana setiap kegiatan Perhubungan Dirjen
kegiatan
operasional.
Perkeretapian
Satuan
Keria
terjadinya
kecelakaan
kereta api
ketika
kegiatan
peme\iharaan
prasarana dan
Kegiatan
Wawancara
Perneliharaan Observasi
dilapangan
prasarana
dan sarana
perkereta­
apian
dan Lokasi
Rencana
Kegiatan
Pembangunan
Shortcut Jalur
KA Rejosari ­
Tarahan
sarana
perkereta­
apiam
Kulitas air
permukaan
Biota perairan
Pengambilan
sampling air IPAL
kemudian
dan
diuji
di
laboratorium dan
dibandingkan
dengan baku mutu
Menten Kesehatan
Republik Indonesia
No. 492/MENKES/
PER/N/2010
tentanz Air Bersih
Kegiatan
Analisis
data
pemeliharaan dilakukan
prasarana
terhadap
[enis,
dan sarana komnonen
Di
da1am
lokasi rencana
kegiatan yang
-
-
-
Polsek setempat
Dinas
Perhubungan,
Komunikasi,
dan Informatika
Kabupaten
Lampung
Selatan
Dinas
Perhubungan,
Komunileas],
dan lnformasi
Provinsi
Lampung
Dinas
Perhubungan
Kota Bandar
Lampunl'(
BLH Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
BLH Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
BPLHD
Provinsi
Lampung
BPLHD
Provinsi
Lampung
BPLHDPlOVINS
- 77­
~o.
Dampak Lingkungan yang dipantau
Jenis Dsmpak
Yang Timbul
(bisa di ambien
dan bisa
disumbemya)
Indikator/
Parameter
akibat
penurunan
kualitas air
permukaan.
Limbah 83
Tidak
teIjadinya
penurunan
kualitas air
permukaan
yang
disebabkan
oleh ceceran
limbah
83
pada
kegiatan
pemeliharaan
perkereta­
anian
Sumber
Dampak
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode
Pengumpulan dan
Analisis Data
Lokasi Pantau
Wsktu dan
frekuensi
perkereta­
apian.
kelimpahan
(abundancej.
indeks keragaman
(species
jenis
dan
diversity)
indek
keanekaragaman
jenis berdasarkan
rumus
Shanon
wiener.
TPS 83
Pengamatan
Kegiatan
Pemellharaan langsung
secara
visual dllapangan
Prasarana
dan sarana tempat TPS 83 dan
Perkeretaapi
Pengukuran
tingkat
Kebauan
an
berdasarkan
Keputusan Menter!
Lingkungan Hidup
Instituai Pemantau Lingkungan Hidup
Pengawas
Pelsksana
Bandar
Lampung
Pengembangan
Perkeretaapian
Lampung
selaku
pemrakarsa
Dllakukan
selama kegiatan
operasi
tahap
berlangsung
dengan
frekuensi setiap
6 bulan sekall
Penerima
Laporan
-
Kementerian
Perhubungan OiIjen
Perkeretapian
Satuan
KeIja Pengembangan
Perkeretaapian
Selaku
Lampung
pernrakarsa
BLH Kabupaten
Lampung
Selatan
BPLH Kota
Bandar
Lampung
8PLHO
Provinei
Lampung
LAWUNG,
M. RIDHO FICARDO
BPLHD PROVIN
Download