plagiat merupakan tindakan tidak terpuji

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada
PT. Aneka Tambang Tbk.
(studi kasus pada PT. Aneka Tambang Unit Tayan Hilir Kal – Bar)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen
Disusun oleh :
DAMAR SUGESTI SULESTIA
NIM : 122214108
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2017
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya ini kupersembahkan untuk :
 Tuhan yang Maha Esa
 Ayah, Ibu dan Keluarga besar tersayang
 Dosen-dosen Program Studi Manajemen
 Sahabat-sahabatku prodi Manajemen 2012
 Universitas Sanata Dharma
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
MOTTO
Sabar dalam mengatasi kesulitan dan bertindak bijaksana
dalam mengatasinya adalah sesuatu yang utama
Bersabar, berusaha, dan bersyukur
 Bersabar dalam berusaha
 Berusaha dengan tekun dan pantang menyerah
 Dan bersyukur atas apa yang telah diperoleh
Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri
mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu
memang harus dikerjakan entah mereka menyukainya atau
tidak
(Aldus Huxley)
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, Selasa 14 Maret 2017
Penulis
( Damar Sugesti Sulestia)
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :
Nama : Damar Sugesti Sulestia
Nim : 122214108
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada
PT. Aneka Tambang Tbk.
(studi kasus pada PT. Aneka Tambang Unit Tayan Hilir Kal – Bar)
Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata
Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola
dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan
mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis
tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya
selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal : 14 Maret 2017
Yang menyatakan,
(Damar Sugesti Sulestia)
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada
PT. Aneka Tambang Tbk.
(studi kasus pada PT. Aneka Tambang Unit Tayan Hilir Kal – Bar)
Damar Sugesti Sulestia
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Aneka
Tambang Tbk apabila ditinjau dari segi likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan
profitabilitas dari tahun 2014 sampai tahun 2015.
Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana
pengumpulan data yang diperoleh melalui studi pustaka seperti melalui buku,
literature, laporan – laporan yang berhubungan dengan objek penelitian. Teknik
analisis yang digunakan adalah dengan metode deskriptif komparatif dan
perhitungan analisis rasio keuangan.
Penelitian dilaksanakan di PT. Aneka Tambang Tbk Kalimantan Barat
pada bulan juli 2016 . Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat
diketahui bahwa kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk selama tahun 2014
sampai 2015 dalam keadaan likuid, tidak ada resiko, aktivitasnya buruk tapi
meningkat dari tahun sebelumnya, dan memperoleh keuntungan. Sehingga
dikatakan bahwa PT. Aneka Tambang Tbk dalam keadaan baik.
Kata kunci : Current Ratio, Quick Ratio, Total Debt to Total Asset Ratio, Debt to
Equity Ratio, Inventory Turnover, Fixed Asset Turnover, Asset Turnover, Gross
Profit Margin, Profit Margin, serta Return on Equity.
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
An Analysis on the Financial Statements to Assess Financial Performance
of PT. Aneka Tambang Tbk
(A case Study on PT. Aneka Tambang unit Tayan Hilir Kal – Bar)
Damar Sugesti Sulestia
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2017
This report aims to find out the financial performance of PT. Aneka
Tambang Tbk in terms of liquidity, solvability, activity, and profitability from
2014 until 2015.
The data obtained from the literature study on books and reports dealing
with the company. Comparative descriptive and financial ratio analysis were
employed to analyze the date research carried out in PT. Aneka Tambang Tbk
West Borneo in July 2016.
The research found that financial performance PT. Aneka Tambang Tbk
from the 2014 to 2015 was in a state of liquid and no risk, although activity was
bad, the performance increased from the previous year and derived profit. So, it
could be said that PT. Aneka Tambang Tbk was in good condition.
Keywords: current ratio, quick ratio, total debt to total assets ratio, debt to equity
ratio, inventory turnover, fixed asset turnover, asset turnover, gross profit margin,
profit margin, and return on equity.
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat dan kasih-Nya yang
melimpah, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis
Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. Aneka Tambang Tbk”.
Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Program studi Manajemen. Penulis
menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh
karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada
1. Tuhan yang Maha Esa yang selalu memberi rahmat kehidupan,
penyertaan, dan memberkatiku sepanjang waktu.
2. Orang tua dan keluarga besar yang telah memberikan dorongan
semangat serta perhatian sehingga aku dapat sampai sekolah ke
jenjang ini.
3. Ibu Dra Diah Utari Bertha.R, M.si dan ibu MT. Ernawati,SE,M.A
selaku dosen pembimbing skripsi yang telah sabar menghadapi saya
selama bimbingan dan berkenan meluangkan waktu untuk memberikan
pengarahan dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan
dengan baik.
4. PT.Aneka Tambang Tbk Unit bisnis Kalimantan Barat selaku
perusahaan yang telah membantu dan memberikan data mengizinkan
peneliti dalam pelaksanaaan penelitian.
5. Bapak dan Ibu dosen prodi Manajemen dan segenap Staff Sekretariat
Fakultas Ekonomi Sanata Dharma yang telah mendukung penulisan
skripsi ini secara tidak langsung.
6. Sahabat terdekat Deska Aliza yang telah memberikan semangat dan
membantu dalam penulisan skripsi ini.
7. Teman-teman angkatan 2012 tercinta yang memberikan pengalaman
dan kesan yang luar biasa bagiku.
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8. Dan semua saudara dan teman-teman di sekelilingku yang tidak bisa
disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan
skripsi ini. Oleh karena itu, penulis senantiasa menerima kritik dan saran
yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya
penulis berharap skripsi ini dapat menjadi inspirasi dan alat bantu bagi
pendidik yang membacanya dan menerapkannya.
Penulis
Damar Sugesti Sulestia
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................................... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................................... iv
HALAMAN MOTTO ....................................................................................................... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................................... vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA
ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...................................................... vii
ABSTRAK ...................................................................................................................... viii
ABSTRACT...................................................................................................................... ix
KATA PENGANTAR....................................................................................................... x
DAFTAR ISI ................................................................................................................... xii
DAFTAR TABEL .......................................................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR....................................................................................................... xv
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................. xvi
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ......................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................................... 4
C. Batasan Masalah ....................................................................................................... 4
D. Tujuan Penelitian...................................................................................................... 5
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
E. Manfaat Penelitian.................................................................................................... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA ............................................................................................ 7
A. Perusahaan ................................................................................................................ 7
B. Kinerja Keuangan .................................................................................................... 8
C. Manajemen Keuangan .............................................................................................. 9
D. Laporan Keuangan ................................................................................................. 13
E. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan ............................................................ 35
F. Metode dan Teknik Analisa Laporan Keuangan .................................................... 36
G. Kajian Empiris........................................................................................................ 37
H. Kerangka Konseptual Penelitian ............................................................................ 40
BAB III METODE PENELITIAN ................................................................................ 41
A. Jenis Penelitian ....................................................................................................... 41
B. Subjek dan Objek Penelitian .................................................................................. 41
C. Waktu dan Lokasi Penelitian .................................................................................. 42
D. Variabel Penelitian ................................................................................................. 42
E. Definisi Operasional Variabel ................................................................................ 43
F. Populasi dan Sampel .............................................................................................. 44
G. Sumber Data ........................................................................................................... 46
H. Teknik Analisis Data .............................................................................................. 46
BAB IV GAMBARAN UMUM PT.ANEKA TAMBANG ......................................... 52
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
A. Sejarah Singkat ....................................................................................................... 52
B. Struktur Organisasi ................................................................................................. 55
C. Aktivitas Perusahaan .............................................................................................. 56
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ....................................................... 57
A. Analisis Data .......................................................................................................... 57
B. Pembahasan ............................................................................................................ 68
BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN ............ 71
A. Kesimpulan............................................................................................................. 71
B. Keterbatasan Penelitian .......................................................................................... 71
C. Saran ....................................................................................................................... 72
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 73
LAMPIRAN .................................................................................................................... 75
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel 5.1 Hasil Perhitungan Rasio Likuiditas ............................................................ 57
Tabel 5.2 Hasil Perhitungan Rasio Solvabilitas ........................................................ 60
Tabel 5.3 Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas ............................................................ 62
Tabel 5.4 Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas ....................................................... 65
Tabel 5.5 Penilaian Kinerja Berdasarkan Rasio ......................................................... 68
xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian ............................................................ 40
Gambar 4.1 Struktur Organisasi ................................................................................... 55
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
Surat Pernyataan Laporan Keuangan 2014 ...................................................... 76
Neraca 2014 .................................................................................................... 77
Laba Rugi 2014 ................................................................................................ 78
Surat Pernyataan Laporan Keuangan 2015 ...................................................... 79
Neraca 2015 .................................................................................................... 80
Laba Rugi 2015 ................................................................................................ 81
Surat Keterangan Penelitian ............................................................................... 8
xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tujuan utama sebuah perusahaan adalah meningkatkan nilai
perusahaan itu sendiri. Peningkatan nilai suatu perusahaan harus
diimbangi dengan peningkatan kinerja perusahaan pula. Salah satu aspek
yang dapat dilihat dalam rangka penilaian kinerja adalah dengan
meningkatnya penjualan, dan semua hal tersebut dapat direfleksikan atau
dilihat dalam suatu laporan yang menggambarkan perkembangan finansial
perusahaan dari suatu periode tertentu. Laporan tersebut biasa disebut
dengan laporan keuangan.
Laporan keuangan merupakan salah satu sarana penting untuk
mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar
perusahaan. Laporan keuangan sangat penting mengingat dari laporan
keuangan berbagai keputusan penting mengenai kelangsungan hidup dari
perusahaan bisnis tersebut bisa dibuat. Tujuan utama dari laporan
keuangan adalah penyedia informasi yang penting bagi users of
information. Dalam Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC)
No. 1 dijelaskan bahwa tujuan utama dari laporan keuangan adalah untuk
menyediakan informasi yang berguna dalam pembuatan keputusan bisnis
dan ekonomi. Agar dapat memberikan informasi yang berguna, maka
laporan keuangan harus berkualitas. Menyediakan informasi yang
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
berkualitas tinggi sangatlah penting karena hal tersebut akan secara
positif memengaruhi penyedia modal dan pemegang kepentingan lainnya
dalam membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan alokasi sumber
daya lainnya yang akan meningkatkan efisensi pasar secara keseluruhan.
Pencatatan pengeluaran dan penerimaan setiap akhir periode akuntansi
dinyatakan perusahaan dalam laporan keuangan yang terdiri dari neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Laporan
keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh
informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah
dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Dengan mengadakan analisa
terhadap pos-pos neraca dapat diketahui atau akan diperoleh gambaran
tentang posisi keuangan, sedangkan analisa terhadap laporan rugi laba
akan memberikan gambaran tentang hasil atau perkembangan usaha
perusahaan yang bersangkutan. Laporan
keuangan
bagi
suatu
perusahaan hanyalah sebagai sarana evaluasi dari pekerjaan bagian
akuntansi, tetapi untuk
selanjutnya laporan
keuangan tidak hanya
sebagai sarana evaluasi saja tetapi juga sebagai dasar untuk menentukan
atau menilai posisi keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil
analisa tersebut pihak-pihak yang berkepentingan mengambil keputusan.
Nilai yang tercantum dalam laporan keuangan selalu berubah-ubah setiap
periodenya, atau selalu mengalami penambahan dan pengurangan.
Perubahan nilai yang ada dalam laporan keuangan akan berpengaruh di
dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu laporan keuangan sangat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
berarti
bagi
pihak-pihak
yang
berkepentingan
misalnya
pemilik
perusahaan, pemasok, investor, pegawai, pemerintah (khususnya dalam
hal perpajakan). Laporan keuangan dapat digunakan bagi pihak-pihak
yang berkepentingan maka perlu mengadakan analisa hubungan dari
berbagai pos-pos dalam suatu laporan keuangan yang sering disebut
analisis laporan keuangan. Dalam hal ini analisa rasio dapat dipakai dalam
memberikan gambaran kinerja keuangan mengenai perkembangan
perusahaan dan keberlanjutan perusahaan tersebut melakukan usahanya.
Analisa rasio adalah menggambarkan suatu perbandingan antara jumlah
tertentu (dari neraca atau rekening rugi laba) dengan jumlah yang lain.
Dengan
menggunakan
analisa
rasio
dimungkinkan
untuk
dapat
menentukan tingkat likuiditas, aktivitas, solvabilitas, profitabilitas suatu
badan usaha atau perusahaan. Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan
merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh manajemen agar
dapat memenuhi kewajibannya terhadap para penyandang dana dan juga
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.
Perusahaan Aneka Tambang atau yang biasa di sebut dengan
PT.ANTAM merupakan perusahaan yang berfokus pada peningkatan nilai
pemegang saham. Oleh sebab itu analisa laporan keuangan sangat di
perlukan untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan ini. Peneliti
memilih perusahaan PT. Aneka Tambang Tbk sebagai subyek penelitian
karena perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan tambang
terbesar yang berada di daerah peneliti.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
Berhubungan dengan hal tersebut penulis akan melakukan
penelitian terkait hal diatas dengan judul “ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA
PT. ANEKA TAMBANG Tbk”.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk pada tahun
2014 sampai dengan tahun 2015?
2. Apakah ada peningkatan kinerja keuangan PT. Aneka Tambang
Tbk
pada tahun 2014 sampai tahun 2015 ditinjau dari rasio
likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas?
C. BATASAN MASALAH
Penelitian ini akan dilakukan di PT.Aneka Tambang Tbk yang
terletak di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau provinsi Kalimantan
Barat. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana analisis
laporan keuangan perusahaan untuk menilai kinerja keuangan. Dalam
penelitian ini
peneliti
berupa laporan keuangan.
memperoleh data melalui data sekunder yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
D. TUJUAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk
pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2015.
2. Untuk mengetahui apakah ada peningkatan kinerja keuangan PT Aneka
Tambang Tbk di setiap tahun dibanding tahun sebelum ditinjau dari rasio
likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas.
E. MANFAAT
1) Bagi PT Aneka Tambang Tbk
a. Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan
pengembangan perusahaan sehubungan dengan kinerja laporan
keuangan PT. Aneka Tambang Tbk.
b. Sebagai bahan masukan bagi manajemen perusahaan dalam
mengevaluasi atau meningkatkan nilai tambah ekonomis PT.
Aneka Tambang, Tbk.
2) Bagi Universitas
a. Menambah referensi di perpustakaan terkait dengan kinerja
laporan
keuangan
terhadap
dan
membantu
referensi
penyusunan proposal selanjutnya.
b. Membangun hubungan dengan PT Aneka Tambang Tbk untuk
hal yang berkaitan dengan penelitian selanjutnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
3) Bagi penulis
a. Sebagai
sarana
untuk
mengaplikasikan
teori
akuntansi
manajemen yang diperoleh selama dibangku perkuliahan.
b. Untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana
ekonomi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Perusahaan
Perusahaan memiliki beberapa pengertian. Berikut ini merupakan
pengertian perusahaan menurut para ahli:
1. Menurut Prof. Mr. W.L.P.A. Molengraff, pengertian perusahaan
dari sudut pandang ekonomi adalah keseluruhan perbuatan yang
dilakukan
secara
terus-menerus,
bertindak
keluar
untuk
mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barangbarang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjianperjanjian persediaan.
2. Menurut Mr. M. Polak, perusahaan ada apabila diperlukan adanya
perhitungan-perhitungan tentang laba rugi yang dapat diperkirakan
dan segala sesuatu itu dicatat dari pembukuan.
3. Abdul Kadir Muhammad dalam bukunya Pengantar Hukum
Perusahaan di Indonesia menyatakan bahwa berdasarkan tinjauan
hukum, istilah perusahaan mengacu pada badan hukum dan
perbuatan badan usaha dalam menjalankan usahanya. Lebih lanjut,
perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan
berkumpulnya semua faktor produksi. (Arus Akbar Silondae,dkk.
2011)
7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
B. Kinerja keuangan
Salah satu faktor yang penting dapat menjamin implementasi
strategis perusahaan adalah pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja
adalah proses untuk menentukan seberapa baik aktivitas-aktivitas
bisnis
dilaksanakan untuk mencapai tujuan strategis, mengeliminasi pemborosan,
dan
menyajikan
informasi
tepat
waktu
untuk
melaksanakan
penyempurnaan secara berkesinambungan.
Pengertian pengukuran kinerja menurut General Accounting
Office (GAO) yang di dasari dari Artley (Nursa, 2011) adalah “proses
monitoring dan pelaporan dari keberhasilan suatu program yang dilakukan
secara terus menerus terutama kemajuan yang mengarah pada tujuan
berdirinya organisasi atau perusahaan”.
Prinsip-prinsip
pengukuran
kinerja
menurut
(Kusumadiyanto, 2006:33), yaitu:
1. Konsisten dengan tujuan perusahaan
2. Memiliki akuntabilitas pada kebutuhan bisnis
3. Dapat mengukur aktivitas-aktivitas signifikan
4. Mudah diaplikasikan
5. Mempunyai akseptabilitas dari atas ke bawah
6. Berbiaya efektif
7. Tersaji tepat waktu
R.A.
Supriyono
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
Dengan demikian pengukuran kinerja perusahaan adalah suatu
proses penilaian yang dilaksanakan manajemen untuk mengevaluasi hasilhasil dari aktivitas-aktivitas yang telah dilaksanakan perusahaan,
dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sedangkan arti kinerja keuangan menurut Fahmi (2011 : 2) kinerja
keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana
suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan secara baik
dan benar.
C. Manajemen Keuangan
1. Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu
manajemen. Manajemen Keuangan adalah semua aktivitas entitas bisnis
(organisasi) dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas
bisnis (perusahaan) dengan efisien. pengertian ini mengalami berbagai
perkembangan
berawal
dari
pengertian
yang
hanya
sekedar
mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga
mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga pengelolaan
atas aset (aktiva).
Berikut beberapa pengertian manajemen keuangan menurut beberapa
ahli, diantaranya ;
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
Menurut Martono dan Agus Harjito (2008:4), menguraikan pengertian
manajemen keuangan (Financial Management), atau dalam literature
lain disebut pembelanjaan, yakni:
“Segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana
memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai tujuan
perusahaan secara menyeluruh”.
Manajemen keuangan menurut Sutrisno (2005:2) “manajemen keuangan
sebagai semua aktivitas keuangan yang berhubungan dengan usaha-usaha
mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk
menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien”.
Berdasarkan berberapa teori di atas dapat disimpulkan pengertian
manajemen keuangan yaitu keseluruhan aktivitas perusahaan yang
bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana, menggunakan atau
mengalokasikan dana tersebut guna mencapai suatu tujuan yang
diharapkan
yaitu
kemakmuran
perusahaan
(maksimalisasi
nilai
perusahaan).
2. Fungsi Manajemen Keuangan
Prinsip manajemen keuangan perusahaan menuntut agar baik dalam
memperoleh maupun dalam menggnakan dana harus didasarkan pada
perkembangan efisiensi dan efektifitas. Dengan demikian manajemen
keuangan tidak lain adalah menyangkut kegiatan perencanaan, analisis
dan pengendalian kegiatan keuangan yang baik dalam menggunakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
maupun dalam pemenuhan kebutuhan dana. Berikut beberapa fungsi
manajemen keuangan menurut beberapa ahli, diantaranya ;
Menurut Martono dan Agus Harjito (2008:4), ada tiga fungsi utama
dalam manajemen keuangan, yaitu :
a. Keputusan investasi
Penanaman modal dapat dilakukan pada aktiva riil
ataupun aktiva finansial. Aktiva riil merupakan aktiva yang
bersifat fisik atau dapat dilihat jelas secara fisik, misalnya
persediaan barang, gedung, tanah dan bangunan. Sedangkan
aktiva finansial merupakan aktiva berupa surat-surat berharga
seperti saham dan
obligasi. Keputusan investasi yang
dilakukan perusahaan dapat dilakukan dengan beberapa
langkah,
yakni
:
pertama,
manajer
keuangan
perlu
menetapkan berapa asset secara keseluruhan yang diperlukan
dalam perusahaan. Kedua, dari asset yang diperlukan perlu
ditetapkan komposisi dari asset-asset tersebut yaitu berapa
jumlah aktiva tetap. Ketiga, untuk mencapai pemanfaatan
asset
secara
ekonomis
optimal
lagi
maka
asset - asset
yang
tidak
perlu dikurangi, dihilangkan atau diganti
dengan asset yang baru.
b. Keputusan Pendanaan (Financing Decision)
Keputusan pendanaan akan mempelajari sumber-sumber
dana
yang
berada di sisi pasiva. Keputusan pendanaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
meliputi beberapa hal yakni, pertama
adalah
keputusan
mengenai penetapan sumber dana yang diperlukan untuk
mendanai investasi berupa hutang jangka pendek dan hutang
jangka panjang juga modal sendiri. Kedua, penetapan tentang
perimbangan pembelanjaan yang terbaik atau sering disebut
dengan struktur modal yang optimum.
c. Keputusan Pengelolaan Asset
Pengalokasian dana yang digunakan untuk pengadaan dan
pemanfaatan asset menjadi tanggung jawab manajer keuangan.
Aktiva lancar akan didanai dari hutang lancar yang jangka
waktunya lebih panjang dari usia aktiva lancar dan sebagai
hutang jangka panjang. Aktiva tetap yang tidak disusutkan
seperti tanah akan dibiayai dengan modal sendiri dan laba
perusahaan
atau
laba
ditahan,
sedangkan asset yang
disusutkan seperti bangunan dan mesin serta peralatan dapat
dibiayai dengan hutang jangka panjang dan modal sendiri.
Fungsi manajemen keuangan adalah salah satu fungsi utama
yang sangat penting di dalam perusahaan, di samping
fungsi-fungsi yang lainnya yaitu pemasaran, sumber daya
manusia dan operasional, walaupun dalam pelaksanaannya
fungsi-fungsi tersebut saling berhubungan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
D. Laporan Keuangan
1. Pengertian laporan keuangan
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 (Ikatan
Akuntan Indonesia: (2009) laporan keuangan adalah suatu penyajian
terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.
Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai
posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang
bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam
pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan
hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya
yang dipercayakan kepada mereka.
2. Tujuan laporan keuangan
Menurut Kasmir (2012; 11), menyatakan beberapa tujuan
pembuatan atau penyusunan laporan keuangan yaitu :
a) Memberikan informasi tentang jenis dan juga aktiva ( harta) yang
dimiliki perusahaan pada saat ini.
b) Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan
modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
c) Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang
diperoleh pada suatu periode tertentu.
d) Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang
dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
e) Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi
pada aktiva, pasiva dan modal perusahaan.
f) Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan
dalam suatu periode
g) Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan
keuangan.
h) Informasi keuangan lainnya.
3. Sifat laporan keuangan
Menurut Munawir (2007; 6) Laporan keuangan dipersiapkan atau
dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran kemajuan
(progress report) secara periodik yang dilakukan oleh pihak
managemen yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah bersifat
historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan
keuangan terdiri dari data – data yang merupakan hasil dari suatu
kombinasi antara :
a. Fakta yang telah dicatat (recorded fact)
b. Prinsip – prinsip dan kebiasaan – kebiasaan di dalam akutansi (
accounting convention and postulate)
c. Pendapat pribadi ( personal judgment)
Fakta-fakta yang telah dicatat (recorder fact) : laporan keuangan
dibuat berdasarkan fakta dari catatan akuntansi, pencatatan dari pospos ini merupakan catatan historis dari peristiwa yang telah terjadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
dimasa lampau dan jumlah uang yang tercatat dinyatakan dalam harga
pada waktu terjadinya peristiwa tersebut. Dengan sifat yang demikian
maka laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan
dari suatu perusahaan dalam kondisi perekonomian paling akhir.
Prinsip dan kebiasaan di dalam akuntansi : data yang dicatat
didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang
merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, di dalam akuntansi
juga digunakan prinsip atau anggapan-anggapan yang melengkapi
konvensi-konvensi atau kebiasaan yang digunakan yaitu :
Bahwa perusahaan akan tetap berjalan sebagai suatu yang going
concern atau kontinuitas usaha, konsep ini menganggap bahwa
perusahaan akan berjalan terus, konsekonensinya bahwa jumlahjumlah yang tercantum dalam laporan bukanlah nilai realisasi jika
aktiva tersebut dijual.
Pendapat pribadi ( personal judgment ) : dimaksudkan bahwa,
walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi – konvensi
atau dalih – dalih dasar yang sudah ditetapkan yang sudah menjadi
standard praktek pembukuan, namun penggunaan dari konvensi –
konvensi dan dalih dasar tersebut tergantung dari pada akuntan atau
manajemen perusahaan yang bersangkutan. Judgment atau pendapat
ini tergantung kepada kemampuan atau intergritas pembuatnya yang
dikombinasikan dengan fakta yang tercatat dan kebiasaan serta dalih –
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
dalih dasar akuntansi yang telah disetujui akan digunakan di dalam
beberapa hal.
4. Jenis Laporan Keuangan
Jenis Laporan Keuangan - Menurut Kasmir (2008 : 28) dalam
praktiknya, secara umum ada 5 macam jenis laporan keuangan yang
biasa disusun, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan
modal, laporan arus kas, laporan catatan atas laporan keuangan.
a. Neraca
Neraca (balance sheet) merupakan laporan yang menunjukkan
posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Artinya dari
posisi keuanagan dimaksudkan adalah posisi jumlah dan jenis
aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu
perusahaan.
b. Laporan Laba Rugi
Laporan
laba rugi (income statement) merupakan laporan
keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam
suatu periode tertentu. Di dalam laporan laba rugi ini tergambar
jumlah pendapatan dan sumber-sumber pendapatan yang
diperoleh. Kemudian, juga tergambar jumlah biaya dan jenis
biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Dari jumlah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
pendapatan dan jumlah biaya ini terdapat selisih yang disebut
laba atau rugi.
c. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi
jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Kemudian,
laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan sebabsebab terjadinya perubahan modal di perusahaan.
d. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua
aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang
berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.
Laporan kas terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas
keluar (cash out) selama periode tertentu. Kas masuk terdiri
dari uang yang masuk keperusahaan, seperti hasil penjualan
atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan
sejumlah jumlah pengeluaran dan jenis-jenis pengeluarannya
seperti pembayaran biaya operasional perusahaan.
e. Laporan Cacatan atas Laporan Keuangan
Laporan cacatan atas laporan keuangan merupakan laporan
yang memberikan informas apabila ada laporan keuangan yang
memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada
komponen atau nilai dalam laporan keungan yang perlu diberi
penjelasan terlebih dulu sehingga jelas.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
5. Analisis Laporan keuangan
Analisis
menyangkut
laporan
keuangan
penggunaan
adalah
informasi
segala
akuntansi
sesuatu
untuk
yang
membuat
keputusan bisnis dan investasi (Astuti, 2004: 29) Sedangkan
pengertian analisis laporan keuangan menurut Harahap (2006: 190)
adalah sebagai berikut:
“Analisis laporan keuangan yaitu menguraikan pos-pos
laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan
melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang
mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara
data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan
untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang
sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang
sangat tepat”.
Menganalisis
laporan
keuangan
berarti
mengevaluasi
tiga
karakteristik dari perusahaan, yaitu likuiditas, profitabilitas dan
solvabilitas, yang menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh
penganalisa ( Harahap 2006: 190).
a. Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangannya
yang harus
segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban pada saat ditagih.
b. Profitabilitas
menunjukkan
kemampuan
perusahaan
untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
c. Solvabilitas menunjukan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
tersebut
dilikuidasikan
baik
kewajiban keuangan
jangka pendek maupun jangka panjang.
Menurut Weygandt, et al. (2008: 389), ada 3 cara yang umum
digunakan untuk mengevaluasi pentingnya data laporan keuangan,
yaitu :
a) Analisis
horizontal,
adalah
sebuah
teknik
untuk
mengevaluasi serangkaian data laporan keuangan selama
periode waktu tertentu.
b) Analisis vertikal, adalah sebuah teknik untuk mengevaluasi
data laporan keuangan yang menyatakan setiap pos dalam
sebuah laporan keuangan sebagai persentase dari jumlah dasar.
c) Analisis
rasio,
menyatakan
hubungan
diantara pos-pos
tertentu dari data laporan keuangan.
Secara umum, rasio keuangan dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: rasio
likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas.
a. Rasio Likuiditas
Munawi r (2007: 72) rasio likuiditas adalah rasio yang
bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban jangka pendek.
Menurut Astuti (2004: 31), posisi likuiditas
perusahaan
menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
jangka pendeknya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
Likuiditas berhubungan dengan masalah kepercayaan
kreditor jangka pendek kepada perusahaan yang ditunjukkan
oleh besar kecilnya aktiva lancar.
Rasio likuiditas dibagi menjadi dua macam, sebagai
berikut:
1. Rasio Lancar / Current Ratio
Menurut S. Munawir (2007:72), rasio lancar (Current
ratio) yaitu perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan
hutang lancar, rasio ini menunjukkan bahwa nilai kekayaan
lancar (yang segera dapat dijadikan uang) ada sekian kali
hutang jangka pendek. Current ratio minimum 200% hanya
merupakan kebiasaan ( rule of thumb) dan akan digunakan
sebagi titik tolak untuk mengadakan penelitian atau analisa
yang lebih lanjut. Current ratio ini menunjukkan tingkat
keamanan (margin of safety) kreditor jangka pendek, atau
kemampuan perusahaan untuk membayar hutang – hutang
tersebut.
Sedangkan Astuti (2004: 31) mengemukakan bahwa rasio
lancar ini memberikan indikator terbaik atas besarnya klaim
kreditor jangka pendek yang dapat ditutup oleh aktiva yang
diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam jangka pendek.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
2.
Rasio Cepat / Quick Ratio
Harahap (2006: 302) mengatakan bahwa rasio ini
menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid
mampu menutupi utang lancar.
Nilai ideal dari kedua analisa rasio likuiditas ini adalah
minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik
dan perusahaan dalam kondisi sehat. (Rinaldi, 2015)
b. Rasio Solvabilitas
Menurut
Raharjaputra
(2009:200),
rasio
solvabilitas
mengukur sejauh mana perusahaan mendanai usahanya dengan
membandingkan antara dana sendiri yang telah disetorkan
dengan jumlah pinjaman dari para kreditur.
Menurut Weygandt, et al. (2008: 406), rasio solvabilitas
mengukur kemampuan perusahaan untuk bertahan selama
periode waktu yang panjang. Sutrisno (2008: 3) membagi rasio
solvabilitas menjadi lima macam, yaitu:
1. Total Debt to total Asset Ratio. Rasio total hutang dengan
total aktiva yang biasa disebut rasio hutang, mengukur
prosentase besarnya dana yang berasal dari hutang.
2. Debt to Equity Ratio. Rasio hutang dengan modal sendiri
merupakan
imbangan
antara
perusahaan dengan modal sendiri.
hutang
yang
dimiliki
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
3. Time
Interest
Earned
Ratio.
Rasio
ini
merupakan
perbandingan antara laba sebelum bunga dan pajak atau laba
operasi (EBIT) dengan beban bunga.
4. Interest Coverage. Rasio ini menunjukkan kemampuan laba
dalam menutup biaya bunga. Semakin tinggi rasio ini,
menunjukkan bahwa laba yang tersedia untuk membayar
biaya bunga semakin besar.
Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini
adalah semakin buruk kemampuan perusahaan untuk
membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya
adalah 200%. (Rinaldi, 2105)
c. Rasio Profitabilitas
Astuti (2004:36) mengemukakan bahwa profitabilitas
adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba
dan satu-satunya ukuran profitabilitas yang paling penting adalah
laba bersih.
Menurut
Harahap
(2006:304)
rasio
profitabilitas
menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba
melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti
kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang
dan sebagainya. Sutrisno (2008: 3) membagi rasio profitabilitas
menjadi lima macam, yaitu:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
1. Profit Margin. Rasio ini merupakan kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan
penjualan yang dicapai.
2. Return on Asset. Rasio ini menggambarkan ukuran
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan
semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.
3. Return on Equity. Rasio ini menggambarkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal
sendiri yang dimiliki.
4. Return
on
Investment.
Rasio
ini
menggambarkan
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan
yang akan digunakan untuk menutupi investasi yang
digunakan.
5. Earning
Per
Share.
Rasio
ini
menggambarkan
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan
per lembar saham pemilik.
Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas ini
adalah semakin baik, sebaiknya bisa membandingkannya
dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar. ( Rinaldi,
2015).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
d. Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas menurut Raharjaputra (2009: 199) yaitu
rasio yang mengukur seberapa efektif (hasil guna) perusahaan
menggunakan sumber dayanya.
Menurut Harahap (2006: 308) rasio ini menggambarkan
aktivitas
yang dilakukan perusahaan
dalam
menjalankan
operasinya, baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan
kegiatan lainnya.
Sutrisno (2008: 219) membagi rasio aktivitas ini menjadi
empat macam, y a i t u :
1) Inventory Turnover. Rasio ini menunjukkan berapa cepat
perputaran persediaan dalam siklus produksi normal. Semakin
tinggi rasio ini, semakin efektif perusahaan dalam mengelola
persediaan.
2) Receivable Turnover. Rasio ini menujukkan berapa cepat
penagihan
piutang. Semakin cepat perputaran piutang,
semakin efektif perusahaan dalam mengelola piutangnya.
3) Fixed Aset Turnover. Rasio ini menunjukkan berapa kali nilai
aktiva berputar bila diukur dari volume penjualan.
4) Total Aset Turnover. Rasio ini menunjukkan perputaran
total aktiva diukur dari volume penjualan, dengan kata lain
seberapa jauh kemampuan semua aktiva menciptakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
penjualan. Semakin besar perputaran aktiva, semakin efektif
perusahaan mengelola aktivanya.
Semakin tinggi nilai persentase Rasio Aktivitas ini
adalah semakin baik dan bisa membandingkannya dengan
nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar agar dapat menilai
seberapa efisien perusahaan mengelola sumber daya yang
dimiliki. ( Rinaldi, 2105)
6.
Alat analisis yang dikutip dari Sutrisno (2008:215)
1) Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
b. Quick Ratio
2) Rasio Solvabilitas
a. Total Debt To Total Asset Ratio
b. Debt to Equity Ratio
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
3) Rasio Aktivitas
a. Inventory Turnover
b. Fixed Asset Turnover
c. Asset Turnover
4) Rasio Profitabilitas
a. Gross Profit Margin
b. Profit Margin
c. Return on Equity
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
7.
Membandingkan rata-rata rasio dengan pedoman rasio
Pramono, Deny (2015) dalam jurnal Ilmu dan Riset
Manajemen mengatakan bahwa perusahaan dikatakan baik apabila
diatas pedoman atau standar rasio keuangan kecuali rasio solvabilitas
dikatakan baik apabila dibawah pedoman rasio.
1. Rasio Likuiditas
a. Jika Current Ratio (CR) > 200%, maka perusahaan dapat
dikatakan baik dan mampu dalam menutupi kewajiban
jangka pendeknya, dikarenakan current ratio lebih besar
dari standar rasio.
b. Jika Quick Ratio (QR) > 100%, maka perusahaan dapat
dikatakan baik, dikarenakan quick ratio lebih besar dari
standar rasio.
c. Jika Cash ratio (CR) > 50%, maka perusahaan dapat
dikatakan baik dan mampu menunjukkan porsi kas dalam
menutupi hutang lancar.
2. Rasio Solvabilitas
a. Jika Debt to Equity Ratio (DER) < 100%, maka
perusahaan dapat dikatakan baik karena sebaiknya
besarnya hutang tidak melebihi modal sendiri.
b. Jika Debt to Total Asset Ratio (DTA) < 100%, maka
perusahaan dapat dikatakan baik, dikarenakan hutang yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
dimiliki perusahaan tidaklah besar atau dibawah standar
rasio.
3. Rasio Profitabilitas
a. Jika Net Profit Margin (NPM ) > 3,92%, maka perusahaan
dapat dikatakan baik, karena nilai NPM diatas standar
rasio dan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba
cukup tinggi.
b. Jika Return On Asset ( ROA ) > 5%, maka perusahaan
dapat dikatakan baik, karena ROA diatas standar rasio. Hal
ini berarti bahwa perputaran aktiva lebih cepat meraih
laba.
c. Jika Return On Equity (ROE) > 20-40%, maka perusahaan
telah mampu menghasilkan keuntungan dengan modal
sendiri, karena nilai ROE lebih besar dari standar rasio.
4. Rasio Aktivitas
a. Jika Inventory Turnover (ITO) > 3,4 x (kali), maka
perusahaan dapat dikatakan baik karena kegiatan penjualan
berjalan cepat dan nilai ITO diatas standar rasio.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
b. Jika Fixed Asset Turnover ( FATO) > 7,2 x (kali), maka
perusahaan dapat dikatakan baik, karena nilai FATO diatas
standar rasio.
c. Jika Total Aset Turnover (TATO) > 0,5 x, maka perusahaan
dapat dikatakan baik, karena nila TATO diatas standar rasio.
8. Bentuk-bentuk laporan keuangan
a) Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Pengertian
neraca
menurut
Sofyan
Syafri
Harahap
(2010:107), adalah suatu laporan yang menggambarkan posisi
aktiva, kewajiban dan modal pada saat tertentu. Laporan ini bisa
disusun setiap saat dan merupakan opname situasi posisi keuangan
pada saat itu.
Kasmir (2008:35) menyatakan bahwa dalam menyusun
neraca, perusahaan dapat menggunakan beberapa bentuk sesuai
dengan tujuan dan kebutuhannya. Disamping itu, bentuk neraca
yang dipilih sesuai dengan aturan dan kelaziman yang berlaku.
Artinya penyusunan neraca didasarkan kepada bentuk yang telah
distandarisasi, terutama untuk tujuan pihak luar perusahaan.
Munawir (2007:20) menyatakan bentuk neraca yang umum
digunakan adalah sebagai berikut :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
1. Bentuk Skontro (Account form), dimana semua aktiva
tercantum sebelah kiri / debet dan hutang serta modal
tercantum sebelah kanan / kredit.
2. Bentuk Vertikal (Report form). Dalam bentuk ini semua aktiva
nampak dibagian atas yang selanjutnya diikuti dengan hutang
jangka pendek, hutang jangka panjang serta modal.
3. Bentuk neraca yang disesuikan dengan kedudukan atau posisi
keuangan perusahaan, bentuk ini bertujuan agar kedudukan
atau posisi keuangan yang dikehendaki nampak dengan jelas,
misalnya besarnya modal kerja netto (net working capital) atau
jumlah modal perusahaan.
Neraca terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1) Aktiva
Pengertian aktiva atau aset adalah kekayaan (sumber daya)
yang dimiliki oleh entitas bisnis yang bisa diukur secara jelas
menggunakan satuan uang serta sistem pengurutannya berdasar
pada seberapa perubahannya dikonversi menjadi satuan uang.
Munawir (2007; 14) menyatakan pada dasarnya aktiva
dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu aktiva
lancar dan tidak lancar.
a. Aktiva Lancar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
Aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva lainnya yang
dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang
tunai, dijual atau dikonsumer dalam periode berikutnya (paling
lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan
yang normal). Berikut ini terdapat lima unsur pokok dari aktiva
lancar, yaitu :
1. Kas
yang
digunakan
untuk
membiayai
operasional
perusahaan. Dan pengertian kas adalah check yang diterima
dari para pelanggan dan simpanan perusahaan di bank dalam
bentuk giro atau demand deposit, yaitu simpanan di bank
yang dapat diambil kembali (dengan menggunakan check
atau bilyet) setiap saat diperlukan oleh perusahaan.
2. Investasi jangka pendek (surat-surat berharga) yang sifatnya
sementara (jangka pendek) dengan maksud memanfaatkan
uang kas untuk sementara belum dibutuhkan dalam operasi.
3. Piutang penghasilan (tagihan) atau penghasilan yang harus
diterima adalah salah satu jenis transaksi akuntansi yang
mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada
seseorang, suatu perusahaan atau suatu organisasi untuk
barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen
tersebut. Hal ini biasanya dilakukan dengan membuat
tagihan dan mengirimkan tagihan tersebut kepada konsumen
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
yang akan dibayar dalam suatu tanggal waktu yang disebut
termin kredit atau pembayaran.
4. Persediaan adalah semua barang yang diperdagangkan yang
sampai tanggal neraca masih di gudang atau masih belum
laku terjual.
5. Persekot atau biaya dibayar dimuka adalah pengeluaran
untuk memperoleh jasa atau prestasi dari pihak lain.
b. Aktiva tidak lancar
Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai umur
kegunaan relatif permanen atau jangka panjang (mempunyai
unsur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam
satu kali perputaran operasi perusahaan). Dan berikut ini terdapat
lima unsur pokok dari aktiva tidak lancar yaitu :
1. Investasi Jangka panjang, bagi perusahaan yang cukup
besar dalam arti mempunyai kekayaan atau modal yang
cukup atau sering melebihi yang dibutuhkan maka
perusahaan ini dapat menanamkan modalnya dalam
investasi jangka panjang diluar usaha pokoknya, seperti :
saham dari perusahaan lain atau obligasi.
2. Aktiva Tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan
yang pisiknya nampak (konkrit), seperti : tanah, bangunan,
mesin, inventaris, kendaraan dan kelengkapan lainnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
3. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets),
adalah kekayaan perusahaan yang secara pisik tidak
tampak, tetapi merupakan suatu hak yang mempunyai nilai
dan dimiliki oleh perusahaan, seperti : hak cipta, merk
dagang, goodwill.
4. Beban Yang Ditangguhkan adalah menunjukkan adanya
pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka
panjang (lebih dari satu tahun), atau suatu pengeluaran
yang
akan
dibebankan
juga
pada
periode-periode
berikutnya, seperti : biaya pemasaran, biaya penelitian,
biaya pembukaan perusahaan.
5. Aktiva Lain-Lain adalah aktiva perusahaan yang tidak
dapat atau belum dapat dimasukkan dalam klasifikasiklasifikasi sebelumnya. Seperti : gedung dalam proses,
tanah dalam penyelesaian.
2) Hutang
Munawir (2007; 18) hutang adalah semua kewajiban
keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi,
dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal
perusahaan yang berasal dari kreditor. Hutang atau kewajiban
perusahaan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
1. Hutang Lancar atau hutang jangka pendek adalah
kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau
pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek (satu
tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva
lancar yang dimiliki oleh perusahaan. Hutang lancar
meliputi : hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak,
biaya yang masih harus dibayar, hutang jangka panjang
yang segera jatuh tempo, penghasilan yang diterima
dimuka.
2. Hutang Jangka Panjang adalah kewajiban keuangan yang
jangka waktu pembayarannnya (jatuh temponya) masih
jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal
neraca), yang meliputi : hutang obligasi, hutang hipotik,
pinjaman jangka panjang yang lain.
3) Modal
Menurut Munawir
(2007; 19)
modal adalah hak atau
bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan
dalam pos modal (modal saham), laba ditahan. Atau kelebihan
nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh
hutang-hutangnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
b) Laporan Rugi Laba
Menurut Kasmir (2012; 58) Laporan rugi laba merupakan
laporan yang menunjukkan kondisi usaha dalam suatu periode
tertentu yang tergambar dari jumlah pendapatan yang diterima
dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui
apakah perusahaan dalam keadaan laba atau rugi.
Menurut Munawir
(2007; 26)
laporan rugi laba
mempunyai prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan sebagai
berikut :
1. Bagian yang pertama menunjukkan penghasilan yang
diperoleh dari usaha pokok perusahaan (penjualan
barang dagang atau memberikan service) diikuti dengan
harga pokok dari barang / service yang dijual, sehingga
diperoleh laba kotor.
2. Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya operasional
yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum /
administrasi (operating expenses).
3. Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh
di luar operasi pokok perusahaan, yang diikuti dengan
biaya-biaya yang terjadi diluar usaha pokok perusahaan
(non operating / financial income and expenses).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
Bagian berikutnya menunjukkan laba atau rugi yang
insidentil (extraordinary gain or loss) sehingga akhirnya
diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.
c) Bentuk Laporan Rugi Laba
Menurut Kasmir (2012; 49) bentuk dari laporan rugi / laba
yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
1. Bentuk
Tunggal
menggabungkan
atau
semua
single
step,
yaitu
dengan
penghasilan,
baik
pokok
(operasional) maupun diluar pokok (non operasional)
dijadikan satu, kemudian jumlah biaya pokok dan diluar
pokok juga dijadikan satu. Dengan demikian, faktor
pengurangnya adalah jumlah seluruh penghasilan dengan
jumlah seluruh biaya. Artinya dalam bentuk ini laporan
laba rugi disusun tanpa membedakan pendapatan dan
biaya usaha dan diluar usaha lain.
2. Bentuk
Majemuk
atau
Multiple
Step,
merupakan
pemisahan antara komponen usaha pokok (operasional)
dengan diluar pokok (non operasional). Artinya terlebih
dahulu dikurangi antara penghasilan pokok dengan biaya
pokok, kemudian baru ditambah dengan hasil pengurangan
penghasilan dan biaya diluar pokok.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
d) Laporan Laba Ditahan
Menurut Munawir (2007; 27) laba atau rugi yang timbul
secara insidentil dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan
rugi laba atau dicantumkan dalam “Laporan Perubahan Modal”
(Retained earning statement), tergantung pada konsep yang
dianut perusahaan.
Dalam laporan laba yang ditahan hanya berisi :
1. Net Income yang ditransfer dari laporan rugi laba.
2. Deklarasi (pembayaran) dividend.
3. Penyisihan dari laba (Appropriation of retained
earning).
E. Analisa Pembandingan Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2007; 38) dengan memperbandingkan Neraca
(comparative balance sheet) yang menunjukkan aktiva, hutang dan modal
perusahaan pada dua tanggal atau lebih untuk satu atau dua perusahaan
yang berbeda akan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi.
Adapun beberapa perubahan di dalam neraca dalam satu periode
disebabkan karena :
1. Laba atau rugi yang bersifat operasionil maupun yang insidentil.
2. Diperolehnya aktiva baru maupun adanya perubahan bentuk aktiva.
3. Timbulnya atau lunasnya hutang maupun adanya perubahan bentuk
hutang yang satu ke bentuk hutang yang lain.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
4. Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan kembali modal
saham, (adanya penambahan dan pengurangan modal).
Analisa laporan keuangan dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Analisa horizontal atau analisa dinamis yaitu menganalisa
dengan mengadakan perbandingan dari laporan-laporan selama
beberapa periode.
2. Analisa vertical atau analisa statis yaitu menganalisa hanya
meliputi satu periode saja (hanya memperbandingan antara pos
yang satu dengan pos lainnya dalam satu laporan keuangan).
F. Metode dan Teknik Analisa Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2007; 36) metode atau teknik analisa
digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos
yang ada dalam laporan, sehingga dapat diketahui perubahan-perubahan
dari masing-masing pos tersebut.
Tujuan dari setiap metode dan teknik analisa adalah untuk
menyederhanakan data sehingga dapat lebih dimengerti. Pertama-tama
penganalisa harus mengorganisir atau mengumpulkan data yang
diperlukan,
mengukur
dan
kemudian
menganalisa
dan
menginterpretasikan sehingga data ini menjadi lebih berarti. Teknik
analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan, dengan
menunjukkan :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
1. Data absolute (jumlah-jumlah dalam rupiah).
2. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah.
3. Kenaikan atau penurunan dalam prosentase.
4. Perbandingan yang dinyatakan dalam rasio.
5. Prosentase dari total
G. Kajian Empiris
1. Penelitian yang telah dilakukan oleh Siti Aliyah yang berjudul
“PENGARUH
PENYAJIAN
LAPORAN
KEUANGAN
DAERAH DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN
DAERAH
TERHADAP
TRANSPARANSI
DAN
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
KABUPATEN JEPARA” menyimpulkan bahwa Penyajian
laporan
keuangan
daerah berpengaruh positif dan
signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
keuangan daerah. Aksesibilitas
laporan
keuangan
daerah
berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Penyajian laporan
keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan daerah
secara bersama-sama atau simultan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
keuangan daerah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
2. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Putu Sulastri dan
Nurul Marta Hapsari yang berjudul “ANALISA RASIO
KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN
PERUSAHAAN”
(Studi Kasus pada PT. Andalan Finance
Indonesia Tahun 2011-2013) menyimpulkan bahwa analisa
rasio terhadap PT Andalan Finance Indonesia Semarang
berdasarkan rasio likuiditas dilihat dari Current Ratio tahun
2011 lebih baik dibanding tahun 2012 dan tahun 2013. Quick
Ratio tahun 2011 juga lebih baik dibanding tahun 2012 dan
tahun 2013. Rasio solvabilitas apabila dilihat dari Total Debt to
Total Asset Ratio tahun 2012 dan tahun 2013 lebih baik
dibanding tahun 2011. Debt to Equity Ratio tahun 2012 dan
tahun 2013 juga lebih baik dibanding tahun 2011. Rasio
profitabilitas dilihat dari Profit Margin tahun 2012 dan tahun
2013 mengalami penurunan dibanding tahun 2011. Return on
Equity tahun 2012 dan tahun 2013 juga mengalami penurunan
dibanding tahun 2011. Sedangkan Return on Investment tahun
2012 tidak mengalami kenaikan maupun penurunan dibanding
tahun 2011, namun mengalami penurunan tahun 2013
dibanding tahun 2011. Rasio aktivitas dilihat dari Inventory
Turnover perusahaan pada tahun 2012 lebih baik dibanding
tahun 2011, dan tahun 2013 Inventory Turnover perusahaan
lebih baik dibanding tahun 2011 dan tahun 2012. Kemudian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
Fixed Assets Turnover tahun 2011 lebih baik dibanding tahun
2012 dan tahun 2013, dan Asset Turnover PT. Andalan Finance
Indonesia Semarang pada tahun 2011 juga lebih baik dibanding
tahun 2012 dan tahun 2013.
3. Penelitian yang telah dilakukan oleh Yosua Jaya Edy yang
berjudul
LAPORAN
“
ANALISIS
KEUANGAN
INDIKASI
NON
KECURANGAN
GOVERNMENT
ORGANIZATION’S “. Menyimpulkan bahwa studi yang
berkaitan dengan kecurangan merupakan disiplin ilmu yang
relatife baru jika dibandingkan dengan studi-studi sebelumnya
yang mengkaji masalah keuangan. Studi mengenai kecurangan
sendiri mulai dikenal pada abad ke-20, yang di tandai dengan
adanya pembentukan peraturan-peraturan
yang berkaitan
dengan dunia usaha. Selain untuk meningkatkan efektifitas dan
efesiensi pembentukan peraturan yang berkaitan dengan dunia
usaha tadi tentunya ditunjukkan juga untuk menghindari
penyelewengan dana. Kecurangan atau fraund dapat terjadi
dalam berbagai bentuk dan cara. Jika kecurangan terjadi dalam
suatu organisasi maka akan berimplikasi pada rusaknya sistem
dan budaya kerja yang baik, terlebih jika kecurangan itu tidak
mampu didekteksi sedini mungkin. Menjadi sangat krusial saat
ini jika studi-studi yang berkaitan dengan kecurangan lebih
ditingkatkan sehingga akan menambah wacana bagi pihak-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
pihak terkait untu mendekteksi ada tidaknya kecurangan dalam
organisasi. Terlebih dapat mengetahui dan mendalami tentang
modus kecurangan yang terjadi, serta teknik dalam mendekteksi
dan mencegah tindak kecurangan. Dengan demikian maka akan
terciptanya tata kelola yang baik ( good governance ) dalam
setiap lembaga maupun organisasi.
H. Kerangka Konseptual Penelitian
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui
seberapa
besar
kinerja
keuangan
dari
perusahaan-perusahaan
khususnya PT. Aneka Tambang Tbk.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN
PADA PT ANEKA TAMBANG Tbk
ALAT ANALISIS :
1.
2.
3.
4.
Rasio likuiditas
Rasio solvabilitas
Rasio aktivitas
Rasio profitabilitas
Rumusan Masalah :
1.
2.
Bagaimana kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk pada tahun 2014 sampai
dengan tahun 2015?
Apakah ada peningkatan kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk dari tahun 2014
sampai tahun 2015 ditinjau dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan
rasio profitabilitas?
Hasil Analisis
Gambar 3.1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB 3
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah studi kasus dengan
pendekatan
metode
deskriptif,
yaitu
penelitian
yang
berusaha
mengumpulkan dan menyajikan data dari perusahaan untuk dianalisis
sehingga memberi gambaran yang cukup jelas atas obyek yang diteliti.
Penulis mencoba untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil
penelitian serta membandingkan dengan teori yang ada, untuk kemudian
dianalisis penerapannya dalam praktik.
B. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah PT.Aneka Tambang Tbk dibagian
keuangan serta administrasi dan objek penelitian dalam penulisan ilmiah
ini adalah laporan keuangan tahun 2014 sampai tahun 2015 yang berupa
neraca dan lapran laba/rugi serta kinerja keuangan pada PT. Aneka
Tambang Tbk. yang beralamat di Dusun Piasak, Desa Pedalaman (Trans
Kalimantan Road), Tayan Hilir, Kalimantan Barat, Indonesia dengan situs
perusahaan http://www.antam.com/.
43
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
C. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT. Aneka Tambang Tbk pada bulan Juli
2016.
D. Variabel Penelitian
Variabel adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan objek penelitian
atau faktor – faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang
diteliti sesuai dengan perumusan masalah. Yang menjadi variabel dalam
penelitian ini adalah:
1. Kinerja perusahaan
Kinerja perusahaan adalah tingkat prestasi atau hasil yang dicapai
suatu perusahaan.
2. Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan
yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi – transaksi keuangan
yang terjadi selama masa buku bersangkutan. Laporan keuangan
meliputi :
a. Neraca menunjukkan nilai kekayaan perusahaan ( pada sisi
aktiva ) dan klaim atas kekayaan tersebut ( pada sisi pasiva)
pada suatu saat.
b. Laporan laba – rugi menunjukkan hasil operasi perusahaan
dalam suatu periode tertentu. Perhitungan laba – rugi
mengukur arus dari pendapatan dan beban selama satu selang
waktu yang biasanya satu tahun.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
E. Definisi Operasional Variabel
Untuk memberikan penjelasan mengenai indikator yang digunakan
dalam penelitian dan usaha pemecahan masalah sesuai dengan judul
penelitian ini, maka dirumuskan mengenai definisi operasional yang
dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan PT. Aneka Tambang Tbk di Kalimantan Barat tahun
2014 sampai dengan tahun 2015 dalam membayar semua
kewajiban keuangan jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan
menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Dalam rasio ini alat
analisis yang digunakan untuk mengetahui rata- rata hasil
perhitungan pada laporan keuangan adalah current ratio dan cash
ratio.
2. Rasio solvabilitas adalah rasio yang mengukur seberapa besar
kemampuan PT.Aneka Tambang Tbk di Kalimantan Barat tahun
2014 sampai dengan tahun 2015 dalam memenuhi semua
kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi. Dalam rasio ini
alat analisis yang digunakan untuk mengetahui rata-rata hasil
perhitungan pada laporan keuangan adalah total debt to assets
ratio dan total debt to equity ratio.
3. Rasio aktivitas untuk mengukur kecepatan dan efektivitas PT.
Aneka Tambang Tbk dalam mengelola asset tahun 2014 sampai
dengan 2015. Dalam rasio ini alat alat analisis yang digunakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
untuk mengukur kecepatan dan efektivitas adalah inventory
turnover, fixed asset turnover dan asset turnover.
4. Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan PT. Aneka Tambang Tbk di Kalimantan Barat tahun
2014 sampai dengan tahun 2015 dalam menghasilkan keuntungan
dengan semua modal atau aktiva yang ada. Dalam rasio ini alat
analisis yang digunakan adalah return on assets dan return on
equity.
F. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah yang terdiri atas obyek atau subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi
dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan periode 2014 –
2015. PT. Aneka Tambang Tbk yang memiliki 1 Kantor Pusat serta 1
unit dan 6 unit bisnis, yaitu Unit Geomin, Unit Bisnis Pertambangan
Nikel Sulawesi Tenggara, Unit Bisnis Pertambangan Emas, Unit
Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, Unit Bisnis
Pertambangan Nikel Maluku Utara, Unit Bisnis Pertambangan
Bauksit Tayan, dan Unit Bisnis Learning and Development.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah
tertentu yang diambil dari
suatu populasi yang akan diteliti secara rinci. Sampel yang akan
diambil dalam penelitian ini
adalah bagian dari jumlah populasi
laporan keuangan tahunan PT. Aneka Tambang Tbk yang berasal dari
Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Tayan yaitu laporan keuangan
tahun 2014 sampai 2015. Laporan keuangan tersebut kemudian
dihitung dengan menggunakan rumus rasio likuiditas, solvabilitas,
aktivitas dan profitabilitas.
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non
random sampling dengan model Convinience Sampling. Convinience
Sampling merupakan teknik dalam memilih sampel, peneliti tidak
mempunyai pertimbangan lain kecuali berdasarkan kemudahan saja.
Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Tayan berasal di daerah asal
peneliti, selain itu peneliti juga memiliki kenalan yang bekerja di unit
bisnis ini sehingga memberi kemudahan peneliti untuk memperoleh
data penelitian. Data yang diperoleh peneliti berupa laporan keuangan
tahunan yaitu tahun 2014 sampai 2015. Laporan keuangan yang
diperoleh hanya pada tahun tersebut karena perusahaan Unit Bisnis
Pertambangan Bauksit Tayan merupakan unit yang masih baru
dimulai pada tahun 2013. Laporan keuangan pada tahun 2013 masih
bergabung dengan laporan keuangan di kantor pusat. Oleh sebab itu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
peneliti mengambil laporan keuangan 2014 sampai 2015 sebagai data
penelitian.
G. Sumber Data
Data Sekunder, yaitu suatu bentuk pengumpulan data yang diperoleh
melalui studi pustaka seperti melalui buku-buku,literatur, laporan-laporan
yang berhubungan dengan objek penelitian yang sedang diteliti. Dalam hal ini
penulis melakukan analisis dengan memperoleh data dari laporan keuangan
PT. ANTAM Tbk yang mendukung pembahasan dan erat kaitannya dengan
penelitian ini.
H. Teknik Analisis Data
1. Metode Deskriptif Komparatif
Metode Analisis yang digunakan alam penelitian ini adalah metode
deskriptif komparatif yang merupakan penelitian yang bersifat
membandingkan.
2. Dalam melakukan penelitian analisis terhadap laporan keuangan
perusahaan, penulis menggunakan alat analisis yang dikutip dari
Sutrisno (2008:215), yaitu sebagai berikut:
I.
Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
Current Ratio =
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
b. Quick Ratio
Quick Ratio =
Berikut merupakan kriteria analisis rasio likuiditas :
Nilai ideal dari current ratio minimum (CR) >
200% dan quick ratio minimum (QR) > 100%
kedua analisis rasio likuiditas ini semakin besar
adalah semakin baik.
II.
Rasio Solvabilitas
a. Total Debt to Total Asset Ratio
Debt ratio =
b. Debt to Equity Ratio
Debt to Equity Ratio
=
Berikut merupakan kriteria analisis rasio solvabilitas :
semakin tinggi nilai presentase rasio solvabilitas ini adalah
semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar
kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah debt
to equity ratio (DER) < 100% dan debt to total asset ratio
(DTA) < 100%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
III.
Rasio Aktivitas
a. Inventory Turnover
Inventori Turnover =
Rumus menghitung persediaan barang :
b. Fixed Assets turnover
Fixed Assets turnover =
c. Asset Turnover
Total Asset Turnover =
Berikut merupakan kriteria analisis rasio aktivitas :
a. Jika Inventory Turnover > 3,4 x (kali), maka
perusahaan dapat dikatakan baik karena kegiatan
penjualan berjalan cepat dan nilai ITO diatas standar
rasio.
b. Jika Fixed Asset Turnover > 7,2 x (kali), maka
perusahaan dapat dikatakan baik, karena nilai FATO
diatas standar rasio.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
51
c. Jika Total Aset Turnover > 0,5 x, maka perusahaan
dapat dikatakan baik, karena nila TATO diatas standar
rasio.
IV.
Rasio Profitabilitas
a. Gross Profit Margin
Gross Profit Margin =
b. Profit Margin
Profit Margin =
c. Return on Equity
Return on Equity =
Berikut merupakan kriteria analisis rasio profitabilitas :
d. Jika Net Profit Margin (NPM) > 3,92%, maka
perusahaan dapat dikatakan baik, karena nilai NPM
diatas standar rasio dan kemampuan perusahaan dalam
mendapatkan laba cukup tinggi.
e. Jika Return On Asset (ROA) > 5%, maka perusahaan
dapat dikatakan baik, karena ROA diatas standar rasio.
Hal ini berarti bahwa perputaran aktiva lebih cepat
meraih laba.
f. Jika Return On Equity (ROE) > 20-40%, maka
perusahaan telah mampu menghasilkan keuntungan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
dengan modal sendiri, karena nilai ROE lebih besar
dari standar rasio.
3. Untuk melihat peningkatan kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk di
setiap tahun dibanding tahun sebelumnya setelah dilakukan analisis dari
rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas
maka penulis melakukan analisis dengan melihat peningkatan kinerja dari
tahun sebelumnya yaitu sebagai berikut:
a) Untuk kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk pada rasio
likuiditas ( current ratio dan quick ratio ) pada tahun 2014 ke
tahun 2015 mengalami peningkatan apabila rasio tersebut
pada tahun 2014 angka rasio lebih kecil dibandingkan angka
rasio pada tahun 2015.
b) Untuk kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk pada rasio
solvabilitas ( total debt to total asset ratio dan debt to equity
ratio) pada tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami peningkatan
apabila rasio tersebut pada tahun 2014 angka rasio lebih besar
dibandingkan angka rasio pada tahun 2015.
c) Untuk kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk pada rasio
aktivitas (inventory turnover, fixed asset turnover dan asset
turnover) pada tahun 2014 ke 2015 mengalami peningkatan
apabilla rasio tersebut pada tahun 2014 angka rasio lebih kecil
dibanding angka rasio pada tahun 2015.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
d) Untuk kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk pada rasio
profitabilitas ( gross profit margin, profit margin dan return on
equity) pada than 2014 ke tahun 2015 mengalami peningkatan
apabila rasio tersebut pada tahun 2014 angka rasio lebih kecil
dibanding
angka
rasio
pada
tahun
2015.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB IV
GAMBARAN UMUM PT. ANEKA TAMBANG UNIT TAYAN HILIR
KALIMANTAN BARAT
b) Sejarah Singkat PT. Aneka Tambang Unit Tayan Hilir
PT Antam (Persero) Tbk atau lebih dikenal dengan Antam, berdiri sebagai
Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1968, tanggal 5 Juli 1968, dibentuk
sebagai penggabungan dari 7 badan atau proyek, yakni :
Badan Pimpinan Umum Perusahaan-perusahaan Tambang Umum Negara
(BPU Pertambun), yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 88
tahun 1961 jo Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1962, Lembaran Negara RI
tahun 1961 No. 112 jo Lembaran Negara tahun 1962 No. 84.
Perusahaan Negara Tambang Emas Tjikotok, yang didirikan berdasarkan
Peraturan Pemerintah No. 91 tahun 1961, Lembaran Negara RI tahun 1961 No.
115. Perusahaan Negara Tambang Bauksit Indonesia, yang didirikan
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 89 tahun 1961, Lembaran Negara RI
tahun 1961 No. 113. Perusahaan Terbatas atau PT Nikkel Indonesia, yang
didirikan berdasarkan Akte Notaris Mr. R.E. Abdulkarnen di Makassar pada
tanggal 16 Juli 1960 No. 32. Perusahaan Negara Logam Mulia, yang didirikan
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 218 tahun 1961 jo Peraturan Pemerintah
No. 29 tahun 1962, Lembaran Negara RI tahun 1961 No. 267 jo Lembaran
Negara tahun 1962 No. 83. Proyek Intan Ex. Surat Keputusan Presidium
54
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
Kabinet Dwikora No. Aa/E/90/66 tanggal 30 Juni 1966 jo No. Aa/E/89/66
tanggal 30 Juni 1966 jo Surat Keputusan Presiden RI No. 87 tahun 1966 tanggal
12 Mei 1966. Proyek-proyek Ex. Bapetamb yang dikuasakan pada BPU
Pertambun menurut SK Dirjen Pertambangan tanggal 23 November 1966 No.
4/SK/-DD/Pertamb/66 jo SK Menteri Pertambangan tanggal 27 Oktober 1966
No. 01/Kpts Pertamb/1966.
Dalam perjalanan sejarah, sesuai dengan tuntutan jaman, Perusahaan Negara
Aneka Tambang berubah status menjadi PT Aneka Tambang (Persero) melalui
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1974 tertanggal 30 Desember 1974.
Pada 27 November 1997, mengiringi hari pelaksanaan Initial Public Offering
(IPO), PT Aneka Tambang (Persero) berubah menjadi PT Aneka Tambang
(Persero) Tbk. Pada tanggal 17 Juli 2002 nama PT Aneka Tambang (Persero)
Tbk berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk
disingkat PT Antam Tbk. Pada tanggal 27 Mei 2010 nama PT Antam Tbk
berubah menjadi PT ANTAM (Persero) Tbk.
Saat ini Antam memiliki 1 Kantor Pusat serta 1 unit dan 6 unit bisnis, yaitu
Unit Geomin, Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara, Unit Bisnis
Pertambangan Emas, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia,
Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara, Unit Bisnis Pertambangan
Bauksit Tayan, dan Unit Bisnis Learning and Development.
Tim Perencanaan dan Penambangan Bauksit Tayan ditetapkan oleh Direksi
pada tanggal 11 Mei 2009 dan berlaku mulai 1 Mei 2009 sampai dengan 30
April 2010 dengan Keputusan Direksi Nomor 120a.K/702/SAT/2009.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
Penyempurnaan Tim Perencanaan dan Penambangan Bauksit Tayan ditetapkan
oleh Direksi pada tanggal 25 Mei 2009 dan berlaku mulai 1 Mei 2009 sampai
dengan 30 April 2010 dengan Keputusan Direksi Nomor 145.K/702/SAT/2009.
Amandemen
Surat
Keputusan
Direksi
Tentang
Penyempurnaan
Tim
Perencanaan dan Penambangan Bauksit Tayan Nomor 145.K/702/SAT/2009
yang berlaku mulai 11 Mei 2009 sampai dengan 30 Juni 2010 dengan
Keputusan
Direksi
Nomor
76.K/702/SAT/2010.
Pembentukan
Proyek
Pengembangan Tambang Bauksit Tayan ditetapkan oleh Direksi pada tanggal 1
Juli 2010 dan berlaku mulai 1 Juli 2010 sampai dengan 30 Juni 2013 dengan
Keputusan Direksi Nomor 120a.K/0251/DAT/2010. Perubahan Organisasi dan
Daftar Jabatan Proyek Pengembangan Tambang Bauksit Tayan ditetapkan oleh
Direksi pada tanggal 1 Agustus 2012 dan berlaku mulai 30 Juli 2012 dengan
Surat Keputusan Direksi Nomor 200.K/0251/DAT/2012. Pembentukan
Organisasi Unit Bisnis Pertambangan Bauksit I ditetapkan oleh Direksi pada
tanggal 1 Agustus 2013 dan berlaku mulai tanggal 1 September 2013 dengan
Keputusan
Direksi
Nomor
190.K/0251/DAT/2013.
Pencabutan
Surat
Keputusan Direksi Nomor 190.K/0251/DAT/2013 yang ditetapkan direksi pada
tanggal 1 September 2013. Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Tayan ditetapkan
oleh Direksi pada tanggal 27 September 2013 dan berlaku mulai 1 Oktober
2013 dengan Surat Keputusan Direksi Nomor 243a.K/0251/DAT/2013.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
c) Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI UBP BAUKSIT UPDATE OKTOBER 2015
Gambar 4.1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
d) Aktivitas Perusahaan
Aktivitas PT. Aneka Tambang memiliki komoditas yang terdiversifikasi
dan memiliki operasi yang terintegrasi secara vertikal dan berorientasi ekspor
dengan wilayah operasi yang tersebar di seluruh Indonesia yang kaya akan
bahan mineral. Kegiatan PT. Aneka Tambang mencakup eksplorasi,
penambangan, pengolahan, pemurnian serta pemasaran dari cadangan dan
sumber daya mineral yang dimiliki.
PT. Aneka Tambang memproduksi komoditas feronikel, bijih nikel kadar
tinggi, bijih nikel kadar rendah, emas, perak, bauksit, dan batubara. PT.
Aneka Tambang juga memiliki jasa pemurnian dan pengolahan logam mulia
serta unit eksplorasi yang bertugas untuk meningkatkan jumlah cadangan dan
sumber daya mineral serta mencari cadangan baru.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Data
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio
yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar utang – utangnya, baik utang jangka pendek
maupun utang jangka panjang.
Berikut ini hasil perhitungan current ratio dan quick ratio dari
laporan keuangan PT. Aneka Tambang Tbk Kalimantan Barat Tahun 2014–
2015:
Tabel 5.1 Hasil Perhitungan Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas
Tahun
Current Ratio
Quick Ratio
2014
1.240,14%
312,44%
2015
1.792,67%
949,48%
sumber : Laporan keuangan PT. Aneka Tambang Tbk yang telah dianalisis
a. Current Ratio
Dari hasil perhitungan yang telah di analisis terlihat pada tabel di
atas yang menunjukkan Current Ratio pada PT. Aneka Tambang Tbk
tahun 2014 sebesar 1.240,14% yang merupakan hasil dari perbandingan
antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar untuk memenuhi
kewajiban jangka pendek perusahaan. Nilai yang didapat ini bisa
diiterpretasikan bahwa setiap Rp 100 kewajiban lancar dijamin dengan
Rp 1.240,14 aktiva lancar.
Sedangkan pada tahun 2015 Current Ratio PT. Aneka Tambang Tbk
adalah sebesar 1.792,67% yang juga merupakan hasil dari perbandingan
59
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
antara aktiva lancar dan kewajiban lancar untuk memenuhi kewajiban
jangka pendek perusahaan. Nilai ini bisa diinterpretasikan bahwa setiap
Rp 100 kewajiban lancar dijamin dengan Rp 1.792,67 aktiva lancar.
Di sini kita bisa melihat bahwa tahun 2015 Current Ratio
mengalami kenaikan sebesar 552,53% dibanding tahun 2014. Hal ini
disebabkan adanya peningkatan jumlah nilai aktiva lancar sebesar Rp
89.830.221.574 yang dilihat dari laporan keuangan PT. Aneka Tambang
Tbk yang cukup signifikan, dimana kewajiban lancar pada tahun 2015
mengalami peningkatan dengan nilai sebesar Rp 2.738.669.261. Hal ini
menyebabkan PT. Aneka Tambang Tbk dalam memenuhi kewajiban
jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancarnya mengalami
peningkatan pada tahun 2015 dibanding tahun 2014. Sehingga Current
Ratio pada tahun 2015 lebih baik dibanding tahun 2014.
b. Quick Ratio
Setelah melakukan perhitungan dan analisis terhadap Current Ratio
diperlukan juga perhitungan Quick Ratio untuk mendapat kepastian
yang lebih besar terhadap pengukuran tingkat likuiditas perusahaan.
Quick Ratio mengukur kemampuan aktiva lancar minus persediaan
untuk membayar aktiva lancar. Persediaan dipandang sebagai unsur
aktiva lancar yang tingkat likuiditasnya rendah dan paling sering
mengalami fluktuasi harga (ketidak tetapan harga), maka persediaan
tidak diperhitungkan dalam mengukur Quick Ratio perusahaan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61
Pada tahun 2014 Quick Ratio PT. Aneka Tambang Tbk sebesar
312,44% yang dapat diartikan bahwa setiap Rp 100 kewajiban dijamin
dengan Rp 312,44 aktiva lancar yang cepat diuangkan. Pada tahun 2014
menunjukkan bahwa aktiva lancar memadai untuk membayar kewajiban
jangka pendek. Hal ini dikarenakan aktiva lancar tidak kurang dari
150% semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam
kondisi sehat atau baik, sehingga hal ini dapat menjadi penjamin
kewajiban lancar yang jumlahnya besar.
Pada tahun 2015 Quick Ratio PT. Aneka Tambang Tbk sebesar
949,48% yang bearti setiap Rp 100 kewajiban dijamin dengan Rp
949,48 aktiva lancar yang cepat diuangkan. Quick Ratio pada tahun
2015 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dimana quick
ratio meningkat sebesar 637,04% dibanding dengan tahun 2014. Dari
hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2015 melebihi dari
150%
maka kondisi perusahaan dikatakan sehat atau baik dan
mengalami peningkatan dari tahun 2014.
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar utang – utangnya, baik utang jangka
pendek maupun utang jangka panjang.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
Berikut ini hasil perhitungan Total debt to Total Asset Ratio dan debt
to Equity Ratio dari laporan keuangan PT. Aneka Tambang Tbk Kalimantan
Barat Tahun 2014– 2015:
Tabel 5.2 Hasil Perhitungan Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas
Tahun
Total Debt to Total Asset Ratio
Debt to Equity Ratio
2014
3,32%
7,27%
2015
3,17%
4,54%
sumber : Laporan keuangan PT. Aneka Tambang Tbk yang telah dianalisis
a. Total debt to total total asset ratio
Dari data tabel di atas diperoleh hasil perhitungan total debt to
total asset ratio pada tahun 2014 sampai tahun 2015. Pada tahun 2014
PT. Aneka Tambang Tbk sebesar 3,32%, ini berarti 3,32% total aktiva
yang dimiliki oleh PT. Aneka Tambang Tbk dibelanjai dengan hutang.
Pada tahun 2015 debt to total asset ratio PT. Aneka Tambang Tbk
sebesar 3,17% yang berarti 3,17% aktiva perusahaan dibiayai dengan
hutang. Dari hasil penjelasan kedua tahun di atas dapat kita simpulkan
bahwa PT. Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan atas aktiva
perusahaan yang dibiayai oleh hutang, karena semakin rendah rasio
ini, maka resiko perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya
semakin kecil dan semakin kecil presentasi nilai yang didapatkankan
maka semakin baik. Sehingga debt to total asset ratio pada tahun 2015
lebih baik apabila dibanding dengan tahun 2014.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
b. Debt to Equity Rasio
Dari hasil perhitungan yang dapat dilihat pada tabel diatas bahwa
debt to equity ratio pada PT. Aneka Tambang Tbk sebesar 7,27% yang
berarti 7,27% modal perusahaan dibiayai dengan hutang dan pada
tahun 2015 debt to equity ratio PT. Aneka Tambang Tbk sebesar
4,54%, yang berarti 4,54% modal perusahaan dibiayai dengan hutang.
Debt to equity ratio PT. Aneka Tambang Tbk pada tahun 2015
mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 2,82% dari
tahun 2014. Hal ini menunjukkan bahwa seharusnya besar hutang
tidak boleh melebihi total modal sendiri, agar beban perusahaan tidak
terlalu tinggi. Semakin tinggi rasio ini maka semakin besar resiko
kebangkrutan yang ditanggung PT. Aneka Tambang Tbk.
Dari hasil perhitungan dan analisis tahun 2014 sampai 2015 debt to
equity ratio mengalami penurunan
sebesar 2,82%, hal ini
menggambarkan bahwa perusahaan mengalami peningkatan modal
yang dimiliki oleh perusahaan lebih tinggi dibanding dengan total
kewajiban yang harus ditanggung perusahaan. Sehingga debt to equity
ratio pada tahun 2015 lebih baik dibandingkan dengan tahun 2014.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
3. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan
perusahaan dalam menjalankan operasinya, baik dalam kegiatan
penjualan, pembelian dan kegiatan lainnya.
Berikut ini hasil perhitungan rasio aktivitas yaitu Inventory
Turnover, Fixed Asset Turnover dan Asset Turnover dari laporan keuangan
PT. Aneka Tambang Tbk Kalimantan Barat Tahun 2014– 2015:
Tabel 5.3 Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas
Tahun
Inventory Turnover Fixed Asset Turnover Asset Trunover
2014
0,14 kali
0,17 kali
0,08 kali
2015
0,52 kali
0,65 kali
0,2 kali
sumber : Laporan keuangan PT. Aneka Tambang Tbk yang telah dianalisis
a. Inventory Turnover
Analisa ini akan menggambarkan tingkat perputaran inventory
yang dimiliki dalam satu periode tertentu. Perputaran persediaan
dihitung dengan membandingkan harga pokok penjualan dengan ratarata persediaan. Semakin tinggi tingkat perputarannya maka semakin
efektif pengelolaan persediaannya.
Dari tabel 5.3 menunjukkan bahwa inventory turnover PT. Aneka
Tambang Tbk selama dua tahun perubahan. Hal ini dapat dilihat dari
hasil perhitungan nilai rasio dari tahun 2014 – 2015. Pada tahun 2014
inventory turnover PT. Aneka Tambang Tbk sebesar 0,14 kali. Angka
ini menunjukan bahwa persediaan barang berputar sebanyak 0,14 kali
dalam setahun.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
Pada tahun 2015 inventory turnover PT. Aneka Tambang Tbk
sebesar 0,52 kali. Angka ini menunjukkan bahwa persediaan barang
berputar sebanyak 0,52 kali dalam setahun. Dari data diatas dapat
dilihat bahwa pada tahun 2015 inventory turnover mengalami
peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu 0,38 kali. Hal ini
menunjukan pada tahun 2015 tidak banyak persediaan yang
mengganggur dibanding dengan tahun 2014. Oleh karena itu semakin
tinggi persediaan berputar maka semakin efektif perusahaan dalam
mengelola persediaan. Sehingga inventory turnover pada tahun 2015
lebih baik dibanding dengan tahun 2014.
b. Fixed Asset Turnover
Dari tabel 5.3 menunjukan pada tahun 2014 fixed asset
turnover PT. Aneka Tambang Tbk sebesar 0,17 kali hal ini
menunjukkan bahwa perputaran aktiva tetap PT. Aneka Tambang Tbk
sebanyak 0,17 kali dalam setahun.
Pada tahun 2015 fixed asset turnover PT. Aneka Tambang Tbk
sebesar 0,65 kali hal ini menunjukkan bahwa perputaran aktiva tetap
perusahaan sebanyak 0,65 kali dalam setahun. Dari hasil perhitungan
di atas nilai rasio mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2015
sebesar 0,48 kali. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2014 ke 2015
penjualan mengalami peningkatan yang signifikan yaitu dari Rp
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
6.647.414.891 menjadi Rp 40.681.548.794 sehingga pada tahun 2015
perusahaan lebih efektif dalam menggunakan aktiva tetap untuk
menghasilkan laba dibanding dengan tahun 2014. Karena semakin
besar perputaran aktiva, maka semakin efektif perusahaan mengelola
aktivanya dan fixed asset turnover pada tahun 2015 lebih baik dan
sehat apabila dilihat pada tahun 2014.
c. Asset Turnover
Berdasarkan hasil perhitungan yang terdapat pada tabel 5.3
menunjukkan bahwa asset turnover PT. Aneka Tambang Tbk selama
dua tahun terahkir. Pada tahun 2014 asset turnover sebesar 0,08 kali
ini menunjukkan bahwa perputaran total aktiva perusahaan dalam
menghasilkan laba adalah sebanyak 0,08 kali dalam setahun.
Pada tahun 2015 asset turnover PT. Aneka Tambang Tbk
adalah sebesar 0,20 kali ini menunjukkan bahwa perputaran total
aktiva perusahaan dalam menghasilkan laba adalah sebanyak 0,20 kali
dalam setahun.
Pada tahun 2015 asset turnover perusahaan mengalami
peningkatan sebesar 0,12 kali hal ini disebabkan karena pada tahun
2015 penjualan meningkat dari Rp 6.647.414.891 menjadi Rp
40.681.548.794 dan juga aktiva untuk menghasilkan laba di tahun
2015 mengalami peningkatan dari Rp 221.763.223.825 menjadi Rp
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
318.333.075.298 sehingga dengan aktiva tersebut perusahaan mampu
untuk menghasilkan laba secara optimal melalui penjualan.
Dengan meningkatnya penjualan dan aktiva di tahun 2015,
maka pada tahun 2015 perusahaan lebih efektif dalam menggunakan
aktiva untuk menghasilkan laba dibanding dengan tahun 2014. Karena
semakin besar perputaran aktiva maka semakin efektif perusahaan
mengelola aktiva dan dapat dikatakan bahwa asset turnover PT.Aneka
Tambang Tbk pada tahun 2015 lebih baik dibanding 2014.
4. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas
adalah
kemampuan
suatu
perusahaan
untuk
menghasilkan laba dan satu-satunya ukuran profitabilitas yang paling
penting adalah laba bersih. Berikut ini hasil perhitungan rasio aktivitas
yaitu Gross Profit Margin, Profit Margin dan Return On Equity dari laporan
keuangan PT. Aneka Tambang Tbk Kalimantan Barat Tahun 2014– 2015:
Tabel 5.4 Hasil Perhitungan Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas
Tahun
Gross Profit Margin
Profit Margin Retrun on Equity
2014
66,33%
20,92%
4,07%
2015
38,41%
33,81%
10,03%
sumber : Laporan keuangan PT. Aneka Tambang Tbk yang telah dianalisis
a. Gross Profit Margin
Gross profit margin PT. Aneka Tambang Tbk dari hasil perhitungan
pada tabel 5.4 pada tahun 2014 sebesar 66,33% yang berarti setiap Rp
100 penjualan dapat menghasilkan laba kotor sebesar Rp 66,33.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
Pada tahun 2015 gross profit margin PT. Aneka Tambang Tbk
sebesar 38,41% yang berarti setiap Rp 100 penjualan dapat
menghasilkan laba kotor sebesar Rp 38,41. Pada tahun 2015 gross profit
margin perusahaan mengalami penurunan sebesar 27,92% hal ini
dikarenakan kanaikan laba kotor pada tahun 2015 tidak lebih besar dari
kenaikan penjualan pada tahun 2015. Pada tahun 2015 penjualan
mengalami peningkatan dari Rp 19.745.245.865,46 menjadi Rp
66.058.381.035 dan laba kotor mengalami kenaikan sebesar Rp
12.279.001.276 dari tahun 2014.
Sehingga dapat disimpulkan pada tahun 2015 kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba kotor yang berasal dari penjualan
mengalami penurunan.
b. Profit Margin
Profit margin PT. Aneka Tambang Tbk pada tahun 2014 sebesar
20,92% yang berarti setiap Rp 100 penjualan dapat menghasilkan laba
bersih sebesar Rp 20,92. Pada tahun 2015 profit margin perusahaan
sebesar 33,81% yang berarti setiap Rp 100 penjualan dapat
menghasilkan laba bersih sebesar Rp 33,81.
Pada tahun 2015 profit margin perusahaan mengalami kenaikan
sebesar 12,89% hal ini dikarenakan kenaikkan penjualan yang tinggi
pada tahun 2015 sebesar Rp 46.313.135.179 dari tahun 2014. Sehingga
dapat disimpulkan pada tahun 2015 kemampuan perusahaan dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
menghasilkan laba bersih yang berasal dari penjualan mengalami
kenaikan.
Pada tahun 2014 hasil perhitungan return on equity dapat dilihat dari
tabel 5.4 yang menunjukkan nilai tahun 2014 PT. Aneka Tambang Tbk
sebesar 4,07% nilai ini dapat diinterprestasikan bahwa setiap Rp 100
modal sendiri dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 4,07.
Pada tahun 2015 return on equity PT. Aneka Tambang Tbk sebesar
10,03% ini berarti bahwa setiap Rp 100 modal sendiri dapat
menghasilkan laba bersih sebesar Rp 10,03. Dari hasil perhitungan
dapat dilihat bahwa ada peningkatan dari tahun 2014 ke 2015 sebesar
5,96%. Hal ini dikarenakan kenaikan modal sendiri pada tahun 2015
sebesar Rp 121.183.772.128 dari tahun 2014. Sehingga dapat dikatakan
pada tahun 2015 kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih yang berasal dari modal mengalami kenaikan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
B. Pembahasan
Tabel 5.5 Penilaian Kinerja berdasarkan Pedoman Rasio Perusahaan pertambangan 2014 -2015
TAHUN
RASIO
STANDAR RASIO PENILAIAN
PERUBAHAN 2014 - 2015
2014
2015
LIKUIDITAS
Current Ratio
1.240,14% 1.792,67%
> 200%
baik
MENINGKAT
Quick Ratio
312,44% 949,48%
> 100%
baik
MENINGKAT
SOLVABILITAS
Total debt to Total Asset Ratio
3,32%
3,17%
< 100%
baik
MENINGKAT
Debt to Equity Ratio
7,27%
4,54%
< 100%
baik
MENINGKAT
AKTIVITAS
Inventory Turnover
0,14 kali 0,52 kali
> 3,4 kali
buruk
MENINGKAT
Fixed Asset Turnover
0,17 kali 0,65 kali
> 7,2 kali
buruk
MENINGKAT
Asset Turnover
0,08 kali 0,20 kali
> 0,5 kali
buruk
MENINGKAT
PROFITABILITAS
Gross Profit Margin
66,33%
38,41%
> 3,92 %
baik
MENURUN
Profit Margin
20,92%
33,81%
>5%
baik
MENINGKAT
Return On Equity
4,07%
10,03%
> 20-40%
buruk
MENINGKAT
Pada tabel diatas terlihat bahwa kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk,
untuk rasio likuiditas (current ratio dan quick ratio) dari tahun 2014 ke tahun
2015 mengalami peningkatan. Current ratio PT. Aneka Tambang Tbk pada
tahun 2014 dan tahun 2015 mencapai standar rasio yaitu CR > 200%. Hasil ini
mengidikasikan bahwa jumlah aktiva lancar lebih besar dari hutang lancar,
maka selama dua tahun dari tahun 2014 – 2015 rasio likuiditas PT. Aneka
Tambang Tbk dalam keadaan baik. Selain itu kinerja keuangan untuk rasio
likuiditas selama dua tahun menunjukkan bahwa aktiva lancar mampu
mencukupi hutang lancar perusahaan. Untuk quick ratio PT. Aneka Tambang
Tbk pada tahun 2014 sampai tahun 2015 juga mencapai standar rasio yaitu QR
> 100%. Quick ratio telah memenuhi nilai standar, artinya bahwa jumlah aktiva
lancar yang sudah dikurangi dengan persediaan lebih besar dari jumlah hutang
lancar. Dengan demikian aktiva lancar yang sudah dikurangi dengan persediaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
perusahaan dapat mencukupi hutang lancar perusahaan dan selama kurun waktu
dua tahun dari tahun 2014 – 2015 PT. Aneka Tambang Tbk dalam keadaan
baik, walaupun likuiditas perusahaan dalam keadaan baik tetapi terlalu tinggi
dari standar rasio hal ini akan menyebabkan banyaknya dana yang menganggur
pada likuiditas PT. Aneka Tambang Tbk.
Untuk rasio solvabilitas (total debt to total asset ratio dan debt to equity
ratio) dari tahun 2014 ke tahun 2015 juga mengalami peningkatan. Rasio
solvabilitas berbeda dengan rasio lainnya dimana semakin rendah nilai rasio
maka semakin baik kinerja perusahaan tersebut. Pada tabel 5.5 terlihat bahwa
kinerja PT.Aneka Tambang Tbk dapat dikatakan baik karena nilai rata-rata rasio
dibawah standar rasio. Hal itu berarti bahwa jumlah hutang pada perusahaan,
baik hutang jangka panjang maupun hutang jangka pendek lebih kecil dari
jumlah modal perusahaan. Sehingga modal yang dimiliki oleh perusahaan sudah
cukup untuk membayar hutang jangka panjang dan jangka pendek. Jadi selama
kurun waktu dua tahun rasio solvabilitas PT. Aneka Tambang Tbk sudah dalam
keadaan baik.
Rasio aktivitas (inventory turnover, fixed asset turnover dan asset turnover)
perusahaan pada tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami peningkatan. Meskipun
demikian kinerja perusahaan tergolong buruk karena nilai rata-rata rasio
dibawah standar rasio. Hal ini menyebabkan kinerja keuangan perusahaan
menjadi buruk dimana perusahaan belum efektif dalam mengelola persediaan.
Selain itu perusahaan juga belum mampu memenuhi perputaran total aktiva dari
volume penjualan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
Untuk rasio profitabilitas ( gross profit margin) pada tahun 2014 ke tahun
2015 terjadi penurunan. Rasio profitabilitas (profit margin dan return on equity)
mengalami peningkatan dari tahun 2014 ke tahun 2015. Namun kinerja
perusahaan untuk rasio profitabilitas (gross profit margin dan profit margin )
terlihat baik karena nilai rata-rata rasio berada diatas standar rasio. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk menghasilkan keuntungan
dibandingkan dengan pejualan yang dicapai. Untuk rasio profitabilitas (return
on equity) terlihat buruk karena nilai rata-rata rasio dibawah standar rasio, hal
ini
menggambarkan
bahwa
perusahaan
belum
mampu
menghasilkan
keuntungan dengan modal yang dimiliki sendiri. Walaupun untuk rasio
profitabilitas (return on equity) dalam keadaan buruk namun dapat terlihat
adanya
peningkatan
dari
tahun
2014
ke
tahun
2015.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB VI
KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data keuangan PT. Aneka Tambang
Tbk dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2015 maka diperoleh
kesimpulan sebagai berikut:
1. Kinerja keuangan PT. Aneka Tambang Tbk berdasarkan analisis
laporan keuangan pada tahun 2014 – 2015 mempunyai kinerja
yang baik untuk rasio likuiditas dan solvabilitas. Kinerja
keuangan pada rasio aktivitas terlihat buruk, sedangkan rasio
profitabilitas terlihat baik pada Gross Profit Margin dan Profit
Margin dan terlihat buruk pada Return On Equity.
2. Kinerja PT. Aneka Tambang Tbk berdasarkan analisis laporan
keuangan pada tahun 2014 – 2015 untuk semua variabel dalam
rasio mengalami peningkatan kecuali pada satu variabel yaitu
Gross Profit Margin yang mengalami penurunan.
B. Keterbatasan penelitian
Dalam penulisan skripsi ini penulis menyadari akan adanya
keterbatasan dalam melakukan penelitian, antara lain:
73
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
1. Peneliti tidak membandingkan antar rasio, sehingga tidak
dapat mengetahui perbedaan antar rasio.
2. Peneliti tidak membandingkan perusahaan tambang yang
diteliti dengan perusahaan tambang yang lainnya sehingga
tidak dapat
mengetahui perbedaan kinerja dengan
perusahaan lainnya.
3. Data persediaan yang digunakan adalah data persediaan
ahkir tahun ( Ketersediaan Data )
C. Saran
Berdasarkan dari hasil analisis diatas maka penulis menyarankan :
Kinerja PT. Aneka Tambang Tbk berdasarkan analisis
laporan keuangan pada tahun 2014 – 2015 dari rasio likuiditas,
solvabilitas dan profitabilitas sudah dalam keadaan baik. Untuk itu
PT. Aneka Tambang Tbk harus menjaga serta meningkatkan kinerja
keuangan agar rasio keuangannya tetap dalam keadaan baik.
Berdasarkan analisis untuk rasio aktivitas 2014 sampai 2015
penilaian kinerja terlihat buruk. Akan lebih baik jika PT. Aneka
Tambang Tbk dapat mengelola persediaan lebih baik lagi dengan
melakukan pengurangan jika persediaan yang tersedia dalam
keadaan yang berlebihan atau menaikkan persediaan bahan jika
keadaan bahan sudah dalam keadaan kurang, setelah itu dilakukan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
perbandingan harga pokok penjualan dengan rata – rata persedian
selain itu perusahaan juga harus mampu meningkatkan perputaran
total aktiva dari volume penjualan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
DAFTAR PUSTAKA
Agus, sartono. 2001. Manajemen keuangan teori dan aplikasi. Edisi 4.
Yogyakarta: BPFE.
Astuti, Dewi.2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Cetakan Pertama.
Ghalia Indonesia, Jakarta.
Fahmi, Irham. 2011.
ALFABETA.
Analisis
Laporan
Keuangan.
Lampulo
:
Harahap, Sofyan Syafri, Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi
Ke-1, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2008.
Harahap, Sofyan Syafri. 2006. Analisis Kritis
Keuangan, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
atas
Laporan
Ikatan Akuntan Indonesia, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.
1, Revisi 2009, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia, Jakarta, 2009.
Kusumadiyanto, Andra. 2006. Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai
Kinerja Perusahaan pada Kelompok Industri Rokok, (Studi Survei
pada Kelompok industry Rokok). Bandung: Fakultas Ekonomi
Universitas Widyatama.
Kasmir, Analisis laporan keuangan, Edisi Ke 1-5, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2008.
Kasmir, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Ke 1-5, Rajawali Pers,
Jakarta, 2012.
Kieso, Weygandt dan Warfield. 2002. Intermediate Accounting, Edisi
Kesepuluh, Jilid I, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Martno dan agus harjito. 2008. Manajemen keuangan edisi pertama.
Yogyakarta: Ekonesia.
Munawir, S., Analisa Laporan Keuangan, Edisi Ke-4, Liberty,
Yogyakarta, 2007.
Nursa, Ahmad. 2011. Konsep dan Definisi Pengukuran Kinerja.The
Global Source for Summaries and Reviews, (online), (diakses tgl 26
September 2012).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
Raharjaputra, Hendra S. 2009. Buku Panduan Praktis Manajemen
Keuangan dan Akuntansi untuk Eksekutif Perusahaan, Salemba
Empat, Jakarta.
Rinaldi, Ferry.2015. Analisis Laporan dan Rasio Keuangan Perusahaan.
Dalam
http://www.kembar.pro/2015/04/analisis-laporan-dan-rasiokeuangan.html ( Diakses pada 15 Mei 2016)
sutrisno.2005.Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi.
Yogyakarta: Ekonisi
Sutrisno. 2008. Manajemen Keuangan: Teori, Konsep dan Aplikasi,
Edisi Pertama, Cetakan Keenam, Ekonisia, Yogyakarta.
Pramono, Deny. 2015. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen. Dalam
https://ejournal.stiesia.ac.id/jirm/article/view/1040/995 ( Diakses
pada 15 mei 2016 )
Weygandt, Jerry J, Donald E. Kieso dan Paul D. Kimmel. 2008. Akuntansi
Intermediate, Edisi 12.Jakarta : Erlangga.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
Download