BAB I PENDAHULUAN 1.1 . Latar Belakang Geofisika

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 . Latar Belakang
Geofisika merupakan ilmu yang sangat erat kaitannya dengan prinsip-prinsip
fisika. Diantaranya adalah pemanfaatan hukum Biot-Savart pada interaksi medan
magnet terhadap konduktivitas lapisan tertentu dibawah permukaan bumi. Adanya
anomali menyebabkan munculnya variasi konduktivitas terhadap perubahan komponenkomponen medan magnet.
Perubahan-perubahan
komponen
medan
tersebut
dimanfaatkan
untuk
menentukan struktur bawah permukaan bumi. Oleh karena itu , Metode elektromagnetik
merupakan salah satu metode dalam eksplorasi geofisika yang umumnya digunakan
untuk pencarian bahan-bahan yang memiliki sifat konduktif yang tinggi . Metode
elektromagnetik sangat berguna dan praktis karena data dapat diperoleh dengan cepat
untuk daerah yang luas sekalipun. Survei elektromagnetik tidak memerlukan elektroda
yang ditancapkan ke tanah seperti pada survei resistivitas. Gelombang elektromagnetik
yang ada di alam baik yang berasa dari lapisan ionosfer, gelombang radio komunikasi
militer, dan gelombang elektromagnetik yang di kontrol sumbernya oleh manusia
diyakini akan merambat ke bawah permukaan bumi dan menginduksi material
konduktif sehingga menghasilkan gelombang elektromagnetik sekunder, ini merupakan
prinsip dasar kerja metode elektromagnetik
Salah satunya adalah metode Turam, metode Turam merupakan salah satu
metode aktif dimana daerah yang diobservasi akan dibangkitkan medan magnet oleh
seperangkat koil pemancar dan penerima yang terintegrasi dalam compensating
network.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan latar belakang tersebut di atas, dibuat dua rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa saja konsep dasar dalam metode elektromagnetik turam ?
2. Bagaimana cara akuisisi data dalam metode elektromagnetik turam secara umum?
3. Bagaimana Prosesing dan interpretasinya ?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari ditulisnya makalah ini adalah untuk menginformasikan kepada
pembaca tentang konsep dasar metode geofisika elektromagnetik turam , serta cara
akuisisi datanya secara umum
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Basic Concept
Pada umumnya metode geofisika dibagi menjadi 2 macam yaitu metode aktif dan
metode pasif. Pada metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan sendiri
kemudian mengukur respon yang dilakukan oleh bumi, sedangkan pada metode pasif
dilakukan pengukuran dengan menggunakan medan alami yang dipancarkan oleh bumi.
Medan alami disini dapat berupa radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi,
medan magnetik bumi, medan listrik dan medan elektromagnetik bumi serta radioaktivitas
bumi. Kemudian medan buatan ini dapat berupa ledakan dinamit atau pemberian getaran
kepermukaan bumi melalui besi, pemberian arus listrik kedalam tanah, pengiriman sinyal
radar dan lain sebagainya. Bermacam-macam metode geofisika yang digunakan untuk
identifikasi bawah permukaan bumi, misalnya metode geolistrik, seismik, gravitasi, radar,
polarisasi terinduksi, potensial diri, magntik dan elektromagnetik.
Dalam hal ini lebih di signifikasikan dalam pembelajaran metode elektromagnetik.
Metode ini biasanya digunakan untuk eksplorasi benda-benda konduktif. Perubahan yang
terjadi pada komponen-komponen medan akibat variasi konduktivitas dapat dimanfaatkan
untuk menentukan struktur bawah permukaan. Medan elektromagnetik yang digunakan dapat
diperoleh dengan sengaja membangkitkan medan elektromagnetik didaerah sekitar observasi,
pengukuran ini disebut sebagai teknik pengukuran aktif. Contohnya adalah metode Turam
Elektromagnetik, akan tetapi pada dasarnya metode ini kurang praktis digunakan dan daerah
observasi dibatasi oleh besarnya sumber yang dibuat pada survei pengukuran. (Suprihatin,
2011).
Metode Turam lebih diklasifikasikan dalam observasi eksplorasi mineral, seperti
singkapan sulfida, uranium dan lain sebagainya. Medan elektromagnetik yang berupa
gelombang elektromagnetik berasal dari interaksi medan listrik dan medan magnet.
Ketika sebuah gelombang berjalan mencapai suatu bidang batas atau bidang
antarmuka pada dua daerah yang berbeda, maka sebagian dari gelombang tersebut akan
dipantulkan dan sebagian lainnya lagi akan diteruskan. Basarnya gelombang yang diteruskan
atau yang dipantulkan ditentukan dari konstanta kedua daerah yang saling berbatasan
tersebut.
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Bagan 1 refleksi dan transmisi gelombang elektromagnetik
Besarnya gelombang elektromagnetik datang dirumuskan:
Besarnya gelombang elektromagnetik yang dipantulkan dirumuskan:
Sedangkan pada gelombang elektromagnetik yang diteruskan dirumuskan:
Perlu diingat bahwa ketika suatu gelombang elektro magnetik menumbuk suatu material,
maka gelombang tersebut akan mengalami pergerakan sejajar dan tegak lurus terhadap materi yang
ditumbuk.
2.2 Metode Pengambilan data
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Bagan 2 tampilan saat pengambilan data saat dilapangan dengan metode turam
Bagan 2 menunjukan gambaran kasar dari survey dengan metode turam. Transmiternya
terdiri dari kotak segiempat besar dengan panjang kawat sekitar 600m-1200m yang membawa
satu atau lebih arus AC dengan frekuensi antara 100Hz sampai 2000 Hz. Arus ini diberikan oleh
motor generator. Pengukuran dilakukan sepanjang garis lintang tegak lurus terhadap sisi kotak
dengan menggunakan 2 koil receiver yang terpisah oleh jarak yang telah ditentukan (umumnya
antara 30m-120m). medan gradient kuat dekat dengan arus sumber mencegah untuk pembacaan
pada jarak kurang dari 120m dengan kotak. Untuk jarak yang lebih besar (>600m dari kotak),
sinyal rendah ke rasio noise dikarenakan oleh sinyal yang mencegah pembacaan.
Saat ini system pengukuran untuk komponen vertical menggunakan medan magnet Hz
meskipun pada prakteknya komponen horizontal Hx atau Hy telah diukur. Pengukuran dilakukan
untuk mencari FSR dan beda fase antara dua buah koil. Field strength ratio (FSR) merupakan
perbandingan amplitude pada medan dalam dua kumparan (coils), sedangkan perbedaan beda fase
merupakan perbedaan sudut fase pada medan dalam dua kumparan (coils).
Bagan 3 FSR dan beda fase dari medan magnet vertikal dan horisontal
2.3 Konsep metode turam
Sistem Turam adalah keterangan/fakta yang tepat untuk menganalisis dengan lembaran
semi tak hingga, saat sumber sudah dipastikan dan mutual induktansi telah efektif antara dua
kabel panjang parallel, puncak dari konduktor dan sisi dekat dari putaran pengirim. Saat
panjang kabel sama, keduanya = , dimana
lebih besar dari pemisahan antara kabel-kabel
secara sederhana membentuk:
M
, Dimana I
, jika 0
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Pada pengukuran Turam, bentuk komponen adalah normal dan komponen vertikal
dibentuk dari pengurangan perbandingan, saat dua gulungan dan kuadratur adalah berbeda
pada bentuk sudut antara dua gulungan. Sehingga kita mengukur total daerah vertikal pada
dua gulungan,
dan
,pada perbandingan:
=
Dan perbedaan bentuk sudut ,
. Untuk bentuk komponen dengan area yang
bervariasi diberikan ;
Selanjutnya,
setelah disusun ulang, pengabaian syarat pada (
dan mengambil x dengan bentuk
x/c=x kita mendapat
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Rumus diatas dapat ditulis dalam bentuk lebih sederhana jika kita mengasumsikan
dan
,jadi
dan
Untuk perbandingan R/p perkiraan persamaannya;
Pada sistem turam, bagaimanapun mengukur perbedaan bentuk antara dua gulungan
penerima dari komponen imajinair. Jadi masing-masing bentuk sudut mungkin ditemukan
dari perbandingan imajinair dan bagian real dari Hz untuk setiap gulungan penerima dimana
Dimana,
Persamaan untuk sudut adalah lebih sederhana jika kita mempunyai
Sehingga,
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
kita dapat menulis
Ciri khas dari Turam adalah sedikit asimetri dikarenakan oleh lokasi kabel pemancar. Hal
tersebut memungkinkan sebuah gagasan panjang lateral dari konduktor dengan cara
mengeluarkan garis melintang yang sama sebanyak dua kali, dimana kabel ditempatkan pada
arah berlawanan dari kondutor dan tidak ada perbedaan penempatan antara ujung positif.
Untuk mengurangi rasio dapat diperoleh dengan memisahkan pembacaan rasio field dengan
normal rasio pada tiap stasiun. Nilai dari Φ = ∑∆Φ dapat ditemukan dengan memasukkan
pembacaan fasa suksesif dan dengan memasukkan kebalikan dari lokasi rear koil. Total nila
field pada baris yang sama dapat ditemukan dari rasio V/RR; misalnya, V300 =V
/RR250 =
200
1·00 / 1·01 = 0·99,V400 = V300 /RR350,etc. Komponen riil dan imaginer dikalkulasikan dari R =
V cos Φ dan I = V sin Φ berturut – turut, dimana Φ adalah sesuai dengan nilai ∑∆Φ untuk
setiap V. dengan catatan R selalu positif sementara I bisa positif ataupun negatif.
Metode Turam memberitahu kita banyak informasi yang berguna saat kedua komponen real
dan imajiner diukur, sehingga diperoleh hasil yang seimbang dari proses tersebut. Sebagai
tambahan permasalahan mekanik untuk panjang kabel, yang diperlukan unit pemberi ganti
tidak dipergunakan dalam metode ini.
2.4 Pemodelan sederhana dalam penerapan metode turam
Aplikasi persamaan Maxwell untuk turam untuk konductivitas yang tidak homogeny di
bumi adalah sulit. Sehingga perhitungan menggunakan asumsi:
1. Konduktivitas yang tidak homogeny mempunya panjang
strike (sasaran) tak
terhingga (2 dimensi), artinya properti elektromagnetik dari kebanyakan yang tidak
homogeny dapat diperoleh hanya tegak lurus terhadap “strike (sasaran)” dengan kata
lain arah garis “strike” sepanjang sumbu y.
2. Pengiriman yang tak terhingga merupakan pendekatan dari arus parallel yang tak
terhingga dengan arah strike. Hal ini penting untuk mencatat ketika menggunakan
model garis bengkok (kurva)untuk memprediksi respon dari turam.
Pada pengolahan data mengindifikasikan bahwa pengaruh dari sisi jarak pada kotak
pada model kurva adalah relative kecil, sehingga dapat diabaikan. Pendapat yang rasional
antara medan dan teori garis kurva turam diharapkan jika panjang dari conductive yang tidak
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
homogen adalah lebih besar dari satu setengah dari sisi panjang pada kotak dan pengukuran
hanya dapat dilakuakn disepanjang garis tengah ketiga pada sisi panjang.
Solusi perhitungan pada persamaan Maxwell menggunakan pendekatan secara tehnik
perhitungan yang dijelaskan melalui swift. Ini merupakan suatu program perhitungan medan
gelombang EM untuk arus garis yang tak terhingga pada geologi struktur dua dimensi
dengan strike parallel terhadap arah arus garis yang telah ditetapkan dari Geoscience
Incorporated of Cambridge, Massachusetts.
Bagan 4 model konduktor dalam bumi
Untuk outputnya, pada pengukuran spesifik menunjukan bahwa ketiga komponen bidang EM
tidak nol., medan elektrik yang pararel searah dengan strike (Ey) dan medan magnet yang
tegak lurus terhadap arah strike (Hx, Hz). Kurva turam diperoleh dengan menyisipkan
pengukuran pertama dan kemudian menghitung FSR dan beda fase seperti yang dirumuskan
pada bagan 2 dan 3 yang terlihat . FSR didefinisikan oleh Hz1 / Hz2 dimana Hz1 dan Hz2
adalah besar dari medan magnet vertical pada receiver 1 dan 2. Pada definisi ini diasumsikan
bahwa receiver2 dekat dengan salah satu sumber. Perbedaan fase untuk untuk Hz
didefinisikan oleh  Z1 dan Z2 dimana  Z1 dan Z2 adalah fase vertical pada receiver
posisi 1 dan posisi 2. 1/FSR beberapa penulis seperti bosscart dan duckworth menyatakan
bahwa perhitungan berkebalikan dengan definisinya. Perbedaan fase ini juga berkebalikan
dengan tanda aljabar. Dalam definisi ini dipilih yang jauh dari sumber
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Bagan 5 perbandingan kurva normalised dengan unnormalised untuk kedua-duanya vertikal
dan horisontal 1/FSR
FSR dan perbedaan fase garis kurva dihitung menggunakan medan magnet total.
Tetapi kurva
FSR
dapat berkurang. Pengurangan garis kurva bengkok diperoleh dari
pengambilan nilai FSR (1/FSR) pada partisipasi titik. Pengurangan ini merupakan
keuntungan dari perpindahan gradient medan magnet dari garis kurva FSR dan 1/FSR.
Gambar 2.4 adalah suatu perbandingan kurva normalised dengan kurva unnormalised untuk
kedua-duanya horisontal dan vertical 1/FSR.
Dyke (Tanggul/pematang) di bawah permukaan tanah vertikal
Puncak komponen vertikal dan titik modulasi pembengkokan komponen horisontal dari
FSR dapat digunakan untuk menandai adanya poros konduktor. Bagaimanapun,puncak_
maupun titik modulasi pembengkokan terjadi secara langsung di atas konduktor. Posisi
puncak komponen vertical dari FSR dipindah-pindah 50 sampai 60 meter menjauh dari
sumber sedang titik modulasi pembengkokan komponen yang horisontal FSR digeser sekitar
10 meter ke arah sumber. Karena suatu separasi kumparan tetap, peningkatan pergeseran ini
ketika dyke-source separasi dikurangi. Di dalam bidang, suatu separasi pengulangan
konduktor khas bervariasi antar 250 m dan 350 m, yang mana adalah kira-kira dua kali lebih
jarak dipilih untuk kebanyakan dari kurva model ini. sebagai konsekwensinya, pergeseran di
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
atas puncak dan titik modulasi pembengkokan adalah lebih sedikit ditekankan. Model Studi
juga telah menunjukkan bahwa pergeseran dikurangi dapat diharapkan untuk frekwensi yang
lebih tinggi dan separasi coil lebih pendek.
Jika separasi coil dibagi dua(yaitu., pembacaan diambil berselang-seling 30,5 meter
sebagai ganti 61 meter), kemudian nilai FSR untuk suatu separasi coil 61 m dapat diperoleh
dari yang 30,5 m pembacaan dengan perkalian keduanya 30,5 m membaca. Tahap Diference
dapat diperoleh dengan menambahkan beda fase keduanya pada 30,5 m. hasil ini adalah
tepat dan telah dibuktikan pada penggunaan kurva model. Haruslah dicatat, bagaimanapun,
bahwa di dalam sistim medan maknit, dua hasil ini akan berbeda oleh karena adanya noise
pada lapisan tanah. Perbandingan kekuatan Bidang (FSR) Dan Beda fase berkurang dengan
penurun separasi coil. Oleh karena itu signal untuk perbandingan noise tergantung pada
separasi coil.
Bagan 6 perbandingan kekuatan bidang (FSR) dan beda fase berkurang dengan
penurunan separasi coil
Gambar di atas menunjukan kurva turam yang dihasilkan dengan separasi coil 61 m dan
30,5 m. Suatu penurunan pergeseran puncak keganjilan sehubungan dengan poros konduktor
adalah jelas dengan separasi coil yang lebih kecil.
Kelebihan Turam dibanding metode survey elektromagnetik yang lain
•
Area survey luas, sehingga kemungkinan pengamatan lebih detail
•
Spasi receiver coils yang besar, sehingga dapat menembus kedalaman yang lebih
dalam
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
•
Penurunan konduktivitas Host-Rock dan overburden effect, karena pemancar dan
penerima diparalel
•
Indikasi target dip konsisten
•
Tidak diperlukan konversi pembacaan beda fase dan rasio amplitudo, karena akan
selalu nol dan konstan kecuali jika terdapat anomali
Alat – alat yang digunakan dalam turam :





Kompensator Turam
2 Koil Penerima
Sumber Arus
Kabel Panjang
Scintrex – dhp
Bagan 7 kompensator turam
,koil, scintrex dhp
2.2 Processing Metode TURAM
Sebagai Contohnya maka digunakan studi kasus yang Lokasi observasi
dilakukan di daerah Galena Hill Area, Yukon Territory.Toronto, Ontario. Pada bulan
september 1962 oleh perusahaan KPO Group. Studi kasus yang diambil pada
pembahasan metode Turam kali ini adalah laporan survei elektromagnetik metode
Turam pada tahun 1962 oleh Silver Titan Mines ltd. Informasi survei lapangan yang
didapatkan pada studi kasus ini diantaranya :
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Bagan 8 daerah survei lapangan

Prosedur Lapangan
Peralatan yang digunakan adalah Unit Turam tipe A.B.E.M 1182 dengan
komposisi 2 koil horizontal pencari yang dipisahkan dengan jarak 100 kaki (30,4
meter) yang bertugas untuk merekam distorsi dari perubahan medan magnet yang
dibangkitkan oleh arus bolak-balik pada kabel yang tertanam pada daerah survei
tersebut. Pembacaan yang dilakukan dengan plot jarak dari pusat pemancar sebesar
100 kaki (30,48 meter).
Survei lapangan dilakukan dengan menggunakan metode turam untuk mencari
anomali bawah permukaan bumi dengan desain survei secara umum yaitu:
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Bagan 9 desain survei secara umum
Karakteristik dari lapangan observasi tersebut diketahui dengan menempatkan
sepasang koil penerima (SE-77F), sumber tegangan terhubung dengan kablel pada
setiap koilnya. Besarnya dapat diketahui dengan perbandingan rasio serta beda fase
hantaran listrik pada permukaan vertikal setiap koil. Luasan daerah yang diobservasi
mencapai 3 mil.
Studi kasus metode Turam yang diambil kali ini adalah lokasi yang menjadi klaim dari suatu
perusahaan pada Grup KPO (pada gambar 2). Secara regional, struktur geologi pada daerah
observasi ini terletak dibawah formasi Precambrian yang terbagi menjadi tiga komponen
utama, dimana:
Upper Schist
Central Quartzites
Lower Schist
: terdiri dari batuan mika, batuan kapur, dan kuarsa.
: kuarsit dengan ciri-ciri berwarna biru, abu-abu,
dan putih
: terdiri dari schist yang tebal
Formasi Precambrian ini diketahui memiliki strike ke arah timur-barat dan dip 20o40o ke selatan. Informasi geologi sangat penting diketahui mengingat pada informasi struktur
geologi kemudian dapat diketahui lokasi lapisan mineral terkonsentrasi. Terutama dengan
keterkaitan adanya patahan pada daerah survei studi kasus ini.
Terjadinya mineral tidak lepas kaitannya dengan aktivitas pergerakan lempeng dan
gunung api. Celah-celah akibat aktivitas lempeng bumi yang kemudian diisi oleh material
lava membentuk dyke dan sill. Demikian pada studi kasus ini, mineralisasi diduga berada
pada komponen Central Quartzites dimana terdapat urat patahan yang cenderung curam ke
arah selatan. Konsentrasi mineral ditemukan pada sebelumnya adalah pirit, siderit, sfalerit,
dan galena. Galena kaya akan perak sehingga pada laporan ini diharapkan ada anomali
konduktivitas dari galena pada Galena Hill, Yukon Territory.
Anomali konduktivitas terlihat di beberapa titi k observasi yang seluas 3 mil (sekitar
4,82 kilometer) dari intensitas lemah-sedang yaitu pada line 124+00E dan 128+00E (gambar
3).
4.2 Interpretasi Data dari Studi Kasus Metode Turam
Hasil dari studi kasus di Galena Hill , Yukon Territory, Ontario dapat dilihat pada
gambar 3. Simbol
menunjukkan bahwa terdapat anomali yang kuat,sedangkan
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
garis
Page
yang adalah patahan berdasarkan struktur geologi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa
pada titik lokasi 124+00E dan 128+00E cocok untuk dilakukan observasi lebih lanjut yaitu
dengan drilling.
Bagan 10 hasil survei elektromagnetik metode turam
Skala yang ditunjukkan seperti L-124+00E menunjukkan bahwa L adalah line, 124+00E
adalah skala dari desain survei. “124+00”E adalah 124o persis dari arah timur lokasi survei.

Kuantitas survei dengan metode Turam
Field Strength Ratio (FSR) dan Phase Difference
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Bagan 11 kurva FSR dan beda fase (garis lurus untuk FSR dan garis putus-putus untuk
beda fase)
Rasio kuat medan (FSR) dan beda fase (Phase Difference ) dapat dirumus-kan dengan
persamaan matematis,
(Spasi koil vertikal)
Dimana Hz1 dan Hz2 adalah medan magnetik yang diter ima oleh masing-masing koil
yang dipisahkan oleh jarak 100 kaki pada studi kasus ini.
(Spasi koil horizontal)
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Dapat diilustrasikan sebagai berikut;
Apabila tidak terdapat konduktivitas di bawah permukaan bumi maka respon
beda fase yang didapatkan adalah nol. Namun yang terlihat pada gambar 5 bahwa tidak
ada beda fase yang bernilai nol untuk titik lokasi 124+00E dan 128+00E. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa dengan hasil survei elektromagnetik metode Turam pada titik
lokasi 124+00E dan 128+00E terlihat amplitudo yang dominan dibandingkan respon
FSR dari titik lokasi lain.
1/FSR dan FSR
Survei elektromagnetik dengan metode Turam selalu disertai dengan inverse dari FSR
yaitu 1/FSR dimana digunakan ketika koil penerima dipisahkan pada jarak yang jauh.
Selain itu juga untuk lebih teliti terhadap kemungkinan dyke yang arahnya vertikal
seperti gambar dibawah ini,
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Gambar 6. Contoh lapisan bawah permukaan bumi yang deposit mineral memiliki arah
Hubungan FSR terhadap kedalaman dan dip
Field Strength Ratio digambarkan dalam bentuk kurva. Respon medan
magnetik ini memiliki beragam informasi diantaranya adalah kedalaman lapisan
konduktor dan arah strike. Jika terdapat anomali konduktivitas maka dip dari lapisan
mineral tersebut dapat diperhitungkan seperti penjelasan gambar dibawah ini,
Gambar 7. Dip dari lapisan mineral dapat diketahui dengan landai/curamnya puncak
kurva dari Field Strength Ratio
Kurva FSR menunjukkan fungsi dari kedalaman dan konduktivitas dengan
persilangan antara sudut dip dari peak dan slope dari kurva FSR. Pada Telford (1990)
dijelaskan bahwa kedalaman dari lapisan mineral dapat dicari dengan hubungan
z=k l sinα
seperti pada gambar 8.
.
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Gambar 8. Kedalaman dapat diketahui dengan interpolasi sudut dip dengan dip-angle
system
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem Turam adalah keterangan/fakta yang tepat untuk menganalisis dengan
lembaran semi tak hingga, saat sumber sudah dipastikan dan mutual induktansi telah efektif
antara dua kabel panjang parallel, puncak dari konduktor dan sisi dekat dari putaran
pengirim.
Pada pengukuran Turam, bentuk komponen adalah normal dan komponen vertikal
dibentuk dari pengurangan perbandingan saat dua gulungan dan kuadratur adalah berbeda
pada bentuk sudut antara dua
gulungan. Pada sistem turam, bagaimanapun mengukur
perbedaan bentuk antara dua gulungan penerima dari komponen imajinair
Metode Turam memberitahu kita banyak informasi yang berguna saat kedua
komponen real dan imajiner diukur, sehingga diperoleh hasil yang seimbang dari proses
tersebut. Sebagai tambahan permasalahan mekanik untuk panjang kabel, yang diperlukan unit
pemberi ganti tidak dipergunakan dalam metode ini.
4.2 Saran
Untuk kedepannya diharapkan metode turam ini lebih banyak diterapkan dalam
survey elektromagnetik, metode ini sebenarnya sangat bagus dan kompleks dibanding metode
elektromagnetik lainnya seperti AMT , MT , CSAMT hanya saja kurang populer
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Daftar Pustaka
Telford, W.M. dkk. 2000. Applied Geophysics. London: Cambridge University Press.
Basic Concept, Acquitition, Processing and Interpretation TURAM Method
Page
Download