CAHAYA KUNANG-KUNANG DAN TEKNOLOGI

advertisement
CAHAYA KUNANG-KUNANG DAN TEKNOLOGI
Cahaya sekecil potongan kuku jari manis yang melayang-layang di atas
tanah dan pepohonan atau kebun merupakan cahaya dari sejenis serangga
bercahaya dari kelompok kumbang (Coleoptera-Lampyridae). Cahaya kunangkunang layaknya kerlipan lampu kecil yang biasa saja.
Bagi kunang- kunang kelompok Photuris, cahaya mereka berperan
dalam perburuan. Betia jenis ini meniru kerlipan sinyal cahaya yang
dipancarkan betina jenis lain, misalnya Photuris. Dengan sinyal cahya palsu ini
kunang-kunang jantan jenis Photuris pun akan terjebak dan dimakan oleh
Photuris betina.
Cahaya kunang-kunang berperan pula sebagai tanda peringatan, untuk
memperingatkan antar-sesama jenisnya tentang ancaman bahaya, maupun
peringatan bagi serangga dan burung pemangsa agar tidak memakannya.
Sebab, zat pemicu pembentukan cahaya kunang-kunang berasa pahit. Kalaupun
ada serangga pemangsa yang nekad, mereka biasanya memakan tubuh kunangkunang dari bagian kepala, terus hingga ke bagian belakang, kecuali bagian
perut yang tidak dimakannya.
Cahaya kunang-kunang kini dipakai dalam teknologi pendeteksian kuman
mematikan, seperti E. coli atau legionella, dalam kolam renang dan tempat
pemandian. E coli adalah bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan
manusia, sedangkan bakteri legionella merupakan bakteri penyebab penyakit
paru-paru (sejenis pneumonia) dengan tingkat kematian penderita 5-15%.
Kehadiran kuman tersebut di kolam renang tentunya tidak diinginkan. Para
pakar dari Biotrace International telah berhasil membuat perangkat yang
dapat mengenali keberadaan kuman-kuman tersebut dalam hitungan detik;
lebih baik daripada cara lama yang memakan waktu berhari-hari. Alat ini
bekerja
menggunakan
enzim
luciferase
kunang-kunang,
yang
akan
menghasilkan cahaya ketika mengenai kuman bakteri tersebut. Jumlah
bakteri yang ada pun dapat ditentukan berdasarkan kekuatan cahaya yang
dihasilkan.
Dr. Theodossiss Theodossiou, dokter dari National Medical Laser
Center Univeristy College, London juga menggunakan teknologi pencahayaan
kunang-kunang dalam mengembangkan terapi fotodinamika. Teknik ini
berupaya menghancurkan sel kanker dari dalam tubuh dengan menyisipkan gen
yang akan menjadi sumber cahaya ke sel kanker itu sendiri. Setelah
bercahaya layaknya kunang-kunang, sel kanker dipicu untuk menghasilkan zat
racun yang kemudian memaksa sel kanker itu menghancurkan dirinya sendiri.
Para peneliti juga terilhami menggunakan teknologi pencahayaan
kunang-kunang untuk berbagai hal, termasuk untuk memantau baik tidaknya
teknik pengobatan baru bekerja. Di Michigan University, Amerika Serikat,
dilaporkan bahwa teknologi ini dapat dipakai untuk mempercepat pengujian
obat baru untuk penyakit seperti kanker, stroke, AIDS, kelainan kekebalan
tubuh, penyakit darah, kerusakan akibat serangan jantung, penyakit karena
kerusakan saraf, dan aneka kelainan lain yang memerlukan pembunuhan sel
oleh obat, atau untuk menghentikan kematian sel. Teknik ini juga dapat
dipakai untuk memonitor berbagai proses yang terjadi di tingkat sel.
Daftar pustaka
http://sainsiptek.blog.m3-access.com/posts/cat_1530_Sains-Technology.html
http://www2.kompas.com/teknologi/news/0304/22/092731.htm
Download