BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian

advertisement
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.
Waktu dan Tempat Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Tempat penelitian yang
digunakan untuk mengumpulkan data yaitu di Pojok Bursa Universitas Mercu
Buana, dan waktu penelitian adalah bulan Mei 2016 sampai dengan Februari
2017.
Desain Penelitian
3.2.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kausal, karena menjelaskan
hubungan kausal antara variabel melalui hipotesis. Penelitian ini memerlukan
pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik. Peneliti ingin menguji
pengaruh antara variabel independen (yang mempengaruhi) variabel terhadap
dependen (yang dipengaruhi)
3.3.
Definisi dan Operasional Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel
dependen dan lima variabel independen, yaitu:
a) Variabel Independen (X)
Variabel Independen sering disebut juga sebagai variable stimulus,
prediktor, antecedent. Atau dalam bahasa Indonesis disebut sebagai variabel
bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi
sebab perubahan atau timbulnya variabel (dependen / terikat)
40
http://digilib.mercubuana.ac.id/
41
Dalam penelitian ini, yang digunakan sebagai variabel independen adalah
sebagai berikut:
1.
Current Ratio (X1)
Current Ratio merupakan rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Formulanya
sebagai berikut:
Aset Lancar
Current Ratio =
2.
Kewajiban Lancar
Debt to Equity Ratio (X2)
Debt to Equity Ratio merupakan rasio hutang yang digunakan untuk
mengukur perbandingan antara total hutang dengan total modal. Formulanya
sebagai berikut:
Debt to Equity Ratio =
3.
Total Hutang
Ekuitas
Return on Asset (X3)
Return on Asset (ROA) digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan
dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.
ROA merupakan rasio antara laba sesudah pajak terhadap total aset, dengan
formula sebagai berikut:
Retun on Asset
=
Laba Bersih
Total Aset
http://digilib.mercubuana.ac.id/
42
4.
Return on Equity (X4)
ROE merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
dengan menggunakan modal sendiri. ROE disebut juga tingkat pengembalian atas
ekuitas pemilik perusahaan. Rumus dari ROE adalah sebagai berikut:
Retun on Equity
5.
Laba Bersih
=
Ekuitas
Total Asset Turn Over (X5)
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran
semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan
yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh
dari tiap rupiah aktiva. Rumus dari TATO adalah sebagai berikut:
Total Asset Turn Over
=
Penjualan
Total Asset
b) Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen sering disebut juga sebagai variable output, kriteria,
konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas. (Sugiyono, 2012:33)
Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan variabel dependen adalah
Harga Saham. Harga Saham yang digunakan adalah harga saham rata-rata harian
pada perusahaan ritel terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011 –
2015.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
43
TABEL 3.1 TABEL OPERASIONAL VARIABEL
Variabel
Konsep Variabel
Indikator
Current Ratio (X1)
Rasio lancar yang digunakann untuk
mengukur perbandingan aset lancer
dan kewajiban lancar
Aset Lancar
Debt to Equity
Ratio (X2)
Rasio hutang yang digunakan untuk
mengukur perbandingan antara total
hutang dengan total modal
Return on Assets
(X3)
Untuk mengukur efektifitas
perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan dengan memanfaatkan
aktiva
Return on Equty
(X4)
Rasio Profitabilitas yang digunakan
untuk mengukut kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan dengan menggunakan
modal sendiri
Total Assets
Turnover (X5)
Untuk mengukur perputaran semua
aktiva yang dimiliki perusahaan dan
mengukur berapa jumlah penjualan
yang dimiliki perusahaan
Harga Saham (Y)
Harga Saham yang digunakan adalah
harga rata-rata yang diperoleh dari
harga saham harian
3.4.
Kewajiban Lancar
Total Hutang
Ekuitas
Laba Bersih
Total Aset
Laba Bersih
Ekuitas
Penjualan
Total Aset
Harga rata-rata
harian
Skala
Rasio
Rasio
Rasio
Rasio
Rasio
Rupiah
Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan retail
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2011 sampai dengan
tahun 2015. Jumlah Perusahaan ritel yang terdaftar sampai dengan tahun 2015
sebanyak 22 perusahaan.
Teknik penarikan sampel penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu
metode penarikan sampel tidak acak. Perusahaan yang memenuhi kriteria atau
syarat tertentu saja yang dapat digunakan sebagai sampel penelitian. Sedangkan
http://digilib.mercubuana.ac.id/
44
syarat atau kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
TABEL 3.2 PROSES SAMPLING
No
Kriteria
Jumlah
1
Perusahaan Ritel terdaftar di BEI per Desember 2015
22
2
Perusahaan yang terdaftar di BEI setelah tahun 2010
(6)
3
Perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang dapat di
akses per Desember 2015
(3)
4
Total Sampel
13
Sumber : SahamOK yang telah diolah pebulis
Setelah melalui kriteria sampel, jumlah perusahaan yang diteliti adalah 13
perusahaan retail yang datanya layak digunakan, dengan data disajikan pada
Lampiran 2.
3.5.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan data runtun waktu (times
series), karena observasi yang dilakukan pada waktu yang berbeda dan data
antarruang (cross sectional), karena menggunakan data lebih dari satu perusahaan.
Data penelitian merupakan data skala rasio. Sumber data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data sekunder karena bukan data yang diperoleh secara
langsung dari perusahaan. Adapun cara penulisan untuk mendapatkan informasi
yang dibutuhkan tersebut maka penulis melakukan berbagai kegiatan dengan
melakukan Riset Kepustakaan (Library Research).
Pengumpulan data dilengkapi dengan membaca dan mempelajari serta
http://digilib.mercubuana.ac.id/
45
menganalisis literatur yang bersumber dari buku-buku, jurnal ilmiah, majalah
maupun internet yang berkaitan dengan penelitian ini, baik berupa rumus – rumus
teknik perhitungan maupun teori – teori yang mendukung objek penelitian.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder untuk keperluan
analisis, data sekunder yang dikumpulkan berupa laporan keuangan yang terdiri
dari neraca dan laporan laba/rugi konsolidasi dari perusahaan di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode 2011 – 2015. Data-data yang diteliti tersebut berasal dari
situs internet yaitu Yahoo Finance dan Indonesia Stock Exchange (IDX).
3.6.
Metode Analisis
Pengolahan data akan dilakukan dengan analisis data panel dengan
bantuan software E-views 8. Menurut Ghozali dan Ratmono (2013:231) data panel
sering juga disebut sebagai pooled data (pooling time series and cross section),
micropanel data, longitudinal data, event history analisys, dan cohort analysis
data. Semua istilah ini mempunyai makna pergerakan sepanjang waktu dari unit
cross-sectional. Secara sederhana, data panel adalah sekelompok individual dalam
retang periode waktu tertentu. Karakteristik data panel adalah adanya observasi
berulang (multiple) untuk setiap individu dalam sampel.
Menurut Ghozali dan Ratmono (2013:233), penggunaan data panel
memiliki beberapa keuntungan utama dibandingkan dengan jenis data crosssection maupun time series, yaitu:
a. Data Panel dapat memberikan peneliti jumlah pengamatan yang
besar, meningkatkan degree of freedom (derajat kebebasan), data
memiliki variabilitas yang besar dan mengurangi kolinieritas
http://digilib.mercubuana.ac.id/
46
antarvariabel independen sehingga dapat menghasilkan estimasi
ekonometri yang efisien.
b. Data panel dapat memberikan informasi lebih banyak yaang tidak
dapat diberikan hanya oleh data cross section atau time series saja.
c. Data panel dapat memberikan penyelesaian yang lebih baik dalam
inferensi perubahan dinamis dibandingkan data cross section.
Model analisis ini merupakan analisis yang bersifat kuantitatif yang
digunakan untuk mengetahui sejauh mana besarnya pengaruh antara variabel
independen dengan variabel dependen.
3.6.1. Analisis Statistik Deskriptif
Statisik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi
mengenai suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), nilai minimum
(minimum) dan maksimum (maximum), jumlah (sum), dan sebagainya. (Ghozali
dan Ratmono, 2013:35)
3.6.2. Model Regresi Data Panel
Dalam mengestimasi parameter model dengan data panel, ada tiga
pendekatan model yang dapat dilakukan, yaitu Common Effect Model, Fixed
Effect Model dan Random Effect Model.
a) Pooled Least Square (Common Effect Model)
Dalam pengolahan data panel, metode PLS atau Common Effect
Model merupakan pendekatan yang paling sederhana. PLS melakukan
regresi tanpa mempedulikan sifat cross-section dan time series pada data
http://digilib.mercubuana.ac.id/
47
(Ghozali dan Ratmono, 2013:252) Model Common Effect atau Pooled
Least Square Model merupakan model estimasi data panel yang
mengunakan Ordinary Least Square (OLS) untuk mengestimasi
parameternya.
Model PLS tidak memperhatikan dimensi individu dan waktu sehingga
perilaku data antar obyek penelitian sama meskipun dalam waktu yang
berbesa. Model Common Effect tidak berbeda dengan OLS yaitu
meminimumkan jumlah kuadrat, yang berbeda hanya data yang digunakan
pada model Common Effect merupakan data panel. Model persamaan
regresinya adalah sebagai berikut :
Yit = β0 + β1X1it +β2X2it + β3X3it + β4X4it + β5X5it + εit
b) Fixed Effect Model
Model Fixed Effect memperkenanlan adanya heterogenitas antar
subyek dengan pemberian nilai intersep tersendiri untuk masing-masing
entitas. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh karakteristik khusus dari
masing-masing perusahaan (Ghozali dan Ratmono, 2013:261). Dalam
model FEM, diasumsukan bahwa koefisien slope dari regresor tidak
bervariasi antarindividu maupun antarwaktu. Pendekatan ini merupakan
cara memasukkan “individualitas” setiap perusahaan atau setiap unit cross
sectional, adalah dengan membuat intersep bervariasi antar perusahaan,
tetapi masih berasumsi bahwa koefisien slope konstan untuk setiap
perusahaan. Model regresinya adalah sebagai berikut
:
Yit = β0 + β1X1it +β2X2it + β3X3it + β4X4it + β5X5it + µit
http://digilib.mercubuana.ac.id/
48
Fixed Effect menunjukkan walaupun intersep mungkin berbeda,
tetapi intersep individu tersebut tidak bervariasi terhadap waktu ( time
invariant).
Model Fixed Effect merupakan cara untuk mengestimasi data panel
menggunakan variable dummy untuk menganggap adanya perbedaan
intersep. Penggunaan variabel dummy dalan data panel Fixed Effect Model
dikenal dengan teknik variabel dummy atau differential intercept
dummies, sehingga disebut juga Least-Square Dummy Variable (LSDV)
Regression Model. Persamaan regresi nya dapat dituliskan sebagai berikut:
Yit = α1 + α2D2i + α3D3i + α4D4i + α5D5i + α6D6i + α7D7i + α8D8i +
α9D9i + α10D10i + α11D11i + α12D12i + α13D13i + β1X1it +β2X2it + β3X3it +
β4X4it + β5X5it + µit
c) Random Effect Model
Dalam Random Effect Model, nilai intersep diasumsikan acak dari
nilai populasi yang besar dengan memperhitungkan error dari crosssection dan time series. Random Effect Model merupakan model yang
mengasumsikan koefisien slope kontan dan intersep berbeda antara obyek
individu dan antar waktu (Ghozali dan Ratmono, 2013:285). Kelemahan
dalam Fixed Effect Model yang mengakibatkan berkurangnya efisiensi
parameter dapat diatasi dengan Random Effect Model menggunakan
Generalized Least Square (GLS). Model Regresinya adalah sebagai
berikut:
Yit = β0 + β1X1it +β2X2it + β3X3it + β4X4it + β5X5it + + εit +µit
http://digilib.mercubuana.ac.id/
49
3.6.3. Pemilihan Model Regresi Data Panel
Untuk menentukan model analisis data panel yang paling tepat antara
Common Effect Model, Fixed Effect Model dan Random Effect Model, maka
dilakukan uji pemilihan model dengan melakukan beberapa uji, yaitu:
1.
Uji Chow (F Test)
Uji Chow digunakan untuk memilih antara model Common Effect atau
Fixed Effect dalam mengolah data panel. Hal ini dikarenakan asumsi bahwa setiap
unit cross-section memiliki perilaku yang sama cenderung tidak realistis
mengingat tiap unit cross-section memiliki perilaku yang berbeda. Pengujian ini
dilakukan dengan hipotesis:
H0 = Common Effect Model
Ha = Fixed Effect Model
Jika nilai probabilitas (Prob) untuk Cross-section F nilainya > 0,05, maka
H0 diterima, tetapi jika nilai probabilitas (Prob) untuk Cross-section F nilainya <
0,05 maka Ho ditolak, Ha diterima. Dengan demikian, model yang lebih baik
adalah Fixed Effect Model.
2.
Uji Hausman
Uji Hausman digunakan untuk memilih antara model Fixed Effect atau Random
Effect. Pengujian statistic Hausman menggunakan distribusi Chi-square.
Pengujian dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut:
H0 = Random Effect Model
Ha = Fixed Effect Model
Prosedur pengujian dilakukan dengan menggunakan menu yang ada pada
http://digilib.mercubuana.ac.id/
50
program Eviews, dengan melihat probabilitas dari Cross-section Random Jika
nilai probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak atau Fixed Effect lebih baik. Jika
hipotesis nol ditolak, maka model REM dapat menghasilkan estimator yang bias
sehingga melanggar asumsi Gauss-Markov, oleh karena itu model FEM lebih
tepat (Ghozali dan Ratmono, 2013:289). Jika nilai probabilitas dari Chi-square >
0,05, maka H0 diterima yaitu Random Effect Model lebih baik daripada Fixed
Effect Model.
3.6.4
Analisis Regresi Data Panel
Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur
dari goodness of fit. Teknik Regresi Linear Berganda (Multiple Regression Model)
digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen. Secara statistik, dapat diukur dari nilai koefisien determinasi, nilai
statistik F dan nilai statistik t. Perhitungan statistik disebut signifikan secara
statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana
H0 ditolak). Sebaliknya disebut tidak signifikan apabila nilai uji statistiknya
berada dalam daerah dimana H0 tidak dapat ditolak.(Ghozali dan Ratmono,
2013:59)
a) Pengujian Model Regresi Data Panel
Pengujian Model Regresi Data Panel atau yang biasa disebut dengan Uji F
digunakan untuk menguji semua variabel independen yang dimasukkan
dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel
dependen. Hipotesis nol adalah joint hypothesis bahwa β1, β2……. βk
secara stimultan sama dengan nol.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
51
H0: β1 = β2=……….= βk = 0
Pengujian hipotesis ini sering disebut penhujian signifikansi keseluruhan
(overall significance) terhadap garis regresi yang ingin mengakaji apakah Y
secara linear berhubungan dengan semua variabel X. Joint hypothesis dapat diuji
dengan teknik analisis variance (ANOVA).
Pengambilan Keputusan:
Misalkan model regresi dengan k-variabel
Yi = β1X1i + β2X2i + β3X3i +……….+ βkXki +µi
H0: β1 = β2=……….= βk = 0 (semua koefisien slope secara stimultan sama
dengan nol)
Ha = Tidak semua koefisien slope secara stimultan sama dengan nol
Hitung nilai F statistik dengan rumus:
F=
ESS/df
RSS/df
=
ESS/(k-1)
RSS/(n-k)
Dalam menentukan tingkat signifikan (α) yaitu sebesar 5% dapat
dilakukan dengan berdasarkan nilai probabilitas, dengan cara:
a) Jika nilai probabilitas > 0,05 maka Ho diterima
b) Jika nilai probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak
b) Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi merupakan besaran yang memberikan informasi
goodness of fit dari persamaan regresi, yaitu memberikan proporsi atau presentasi
kekuatan pengaruh variabel yang menjelaskan secara simultan terhadap variasi
http://digilib.mercubuana.ac.id/
52
dari variabel dependen. Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur
seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Nilai koefisien determinasi adalah 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti
kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen
amat terbatas. Nilai R2 yang mendekati 1 (satu) berarti variabel-variabel
independen memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk
memprediksi variabel dependen. Secara umum koefisien determinasi untuk data
silang (cross-section) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara
masing-masing pengamatan, sedangkan data runtun waktu (time series) biasanya
memiliki nilai koefisien determinasi yang tinggi. (Ghozali dan Ratmono, 2013:59)
c) Pengujian Koefisien Regresi Data Panel
Pengujian koefisien regresi data panel atau yang disebut dengan uji t
bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel
independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen dengan
menganggap variabel lainnya konstan. Jika asumsi normalitas error yaitu µi ~ N
(0, σ2) terpenuhi, maka dapat menggunakan uji t untuk menguji koefisien parsial
dari regresi. Pengujian hipotesisnya sebagai berikut:
H0: β1 = 0 dan Ha: β1 ≠ 0.
Dalam menentukan tingkat signifikan (α) yaitu sebesar 5 persen dapat dilakukan
dengan berdasarkan nilai probabilitas, ditentukan dengan cara sebagai berikut:
a. Jika nilai probabilitas > 0,05 maka H0 diterima
b. Jika nilai probabilitas < 0,05 maka Ha diterima
Untuk menghitung t-tabel digunakan ketentuan n-1 pada level signifikansi
http://digilib.mercubuana.ac.id/
53
(α) sebesar 0,05 atau taraf keyakinan 0,95, jadi apabila tingkat kesalahan suatu
variabel lebih dari 0,05 berarti variabel itu tidak signifikan.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download