PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH

advertisement
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
1 I DEC 1991
SKRIPSI
SENTOT USOEX HIDAYAT
P E L A K S A N A A N F U N G S I S E R IK A T BU R U H T E R H A D A P BU RUH
DA N P E N G U S A H A D I L IN G K U N G A N P E R U S A H A A N
k6 dya
S U R A B A j I/ A
I*
"J L ? **
I!
VB1PU8TA1AAI
VBESTTAK AIRLANMAn
S I E A B A Y A
M'
F A K U L T A 8 H U K V N V M IV B K 8 IT A 8 A IR L A N G G A
SOBABATA
19 8 8
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
3 K R I P S I
SKNTOOJ USDKK HIDAYAU
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKA T BURUH. TERHADAP BURUH. DAtt
PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN
KODYA
SURABAYA
FAKULTAS HUKUM.
UNIV ERSIDAS AlRLANGGA
1908
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
PELAKSANAAN FUNGST SERIKAT BURUH. TERHADAP BURUH, DAN
PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN
KODYA
SURABAYA
S K R I P S I
DIAJUKAK UWEUK MELENGKAPI TUGAS
DAN. MEMEMJHI SYARAT-SYARAT UNTUK
MENCAPAI GELAR 3ARJANA HUKUM
O L E H
SENTOT USDEK HIDAYAT
038211480
MACHSUN ALI, S.H., &US.
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA
S U R A B A Y A
1988
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
If you think- you are too small to do a big thing
Try doing small things in a big way.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
KATA
PENGAHTAR
Atas berkah raohraat Tuhan Yang Maha Eaa, bimbingan
serta petunjuk dari berbagai pihak-, maka telah dapat diaelasaikan satu akripsi untuk raemanuhi ayarat-syarat raencapai gelar earjana hukum pada Pokultas Hukum Univorsitas
Airlangga Surabaya dengan judul: PELAKSANAAN FUNG3I SERI­
KAT BURUH TERHADAP BURUHi DAW. PENGUSAHA DI LINGKUNGAI* PERU­
SAHAAN. KODYA SURABAYA•
■>
Pada kesempatan ini pula saya sampaikan rasa teri-
ma kasih yang sobesar-besamya kepada beliau-beliau dan
berbagai pihak yang telah; dengan kemurahan hati meraberikan
bantuan dalam rangka pengumpulan data untuk menycleaaikan
akripsi ini*
Rasa terima^ kasih tersebut disampaikan kepada*
1. Bapak R. Dj,oko Soemadijo, S.H.,, Bekan Fakultas Hukum Universitaa Airlangga Surabaya*
2. Bapak R* Indiarsoro, S.H.., Doaen Hukum Perburuhan serta
sebagai pembimbing sekaligua penguji akripsi ini*
3. Bapak Machsun Ali, S.H.,, M.S. aebagai pengu;ji skripsi
ini.
4* Bapak Ketuau Dawan Pengurua Daerah Serikat Pekerja Selu­
ruh Indonesia Jawa Timur beserta staff.
5. Bapak Ketua Dewan Pengurua Cabang Serikat Pekerja Seluvuh. Indonesia Kodya Surabaya.
iii
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
6* Bapalc Pimpinan Perusahaan P»T». Unilever Indonesia dan
Ketua Unit Kerja SPSI p*.T^ Unilever Indonesia.
7. Bapak Pimpinan Perusahaan P-T,. HM.Sampoema dan Ketua
Unit Kerja SPSI P..T. HM.Sampoema*
8. Bapafc Pimpinan Perusahaan P..T.. Horison £>yntex d m Ke­
tua Unit Kerja SPSI P./E- Horison Syntex.
9. Bapak, Ibu dan aelumah. saudaraku: yang aangat kucintai
yang telah raemberikan dorongait semangat dalam pen.velasaian akripsi inli.
10* Berbagai pihak yang t.olah raemberi bantuan yang belum
0
saya sebutkan.
Semoga semua jas& dart amal baik yang telah diborikan, mandapat balaaan yang sesuai dengan amalannya,
Amin*
Surabaya, 23 Deseinber 1988
Penulis
iv
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
daftar
isi
Hal an an.
Kata Pengantar ........... ...........................
iii
Daftar lei .................. ............ ...........
v
BAB
PENDAHULUAN .....*....... ................
A* Permasalahan ; Latar. Belaknng Dan Ru-
X
muaarmya .................... ..........
Penjolaaan Judul ...••••••...... .
Alasan Femilihan J u d u l .... ..........
Tujuan Penulisan ......................
Metodologi s (1) Pendekatan Masalah ...
(2) Suraber Data...... ....
(3) Prosedur Pengumpulan
Data dan Pengolaiian
1
6
7
8
8
9
D a t a ................
(4) Analiaa Data
P. Pertanggungjawaban Siatematika. ........
SERIKAT BURUH. SEBAGAI ALAT MEMPERJUANGKANASPIHASI BURUHt .........................
1. Aapirasi Buiruhi Dalam Kaitannya Dengan
Hubungan Kerja ...................
2. Kenaikon Upah Sebagai Tuntutan Utama
Buruh ..................... ............
3. Mekanismat Penyaluran Aapirasi Buruh 0leh Serikat Buruh- Pada Pengusaha ......
9
10
10
X
B.
C.
D.
E.
BAB II
13
13
18
23
BAB III *. SERIKAT BURUH, SEBAGAI PARTNER PENGUSAHA
DALAM PERUSAHAAN........... ..... ........
1. Serikat Buxtuhi Sebagai Partner Pen&uaaha
Dalam Produksi ........................
2. Serikat Buruh Sebagai Partner Pengusaha
Dalam Keuntungan..... ................
Skripsi
34
34
39
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
BAB IV'
3* Serikat Buruh Sebagai Partner Pengusaha
Dalam Pertanggungjawaban
......
: H A M. B- A T A N ..........................
55
BAB V
1. Hambatan Dalam Organisasi ............
2*. Hambatan Luar Organisasi ........... . •
s KESIMPULAN DAN S A R A N ...... ....... .......
1. Kesimpulan....... -........ •..........
2* S a r a n ....... .................. .*.*.....
60
61
43
49
49
60
Daftar Bacaan
Lampiran I
Keputusan Konggrea Nasional II Federasi Bu­
ruh Seluruh Indonesia (FBSI) Nomor Kep.6/
KN II/FBSI/I985 Tentang Perubahan Anggaran
Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga FBSI Dan
Pena.tap.tn Anggaran Dasar Dan Anggaran Rum ah
Tangga SPSI*
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
BAB
I
P B ft D A Hi U L U A N
A* Permasalahan
Latar Belakang dan Rumusannya
Buruh: sebagai sumber insani pembangunan mempunyai
kedudukan penting dalam maayarakat yang sedang merabangun.
Mengingat peranannya dalam kegiatan pembangunan turut menentukan keberhasilan dan tlngkat cepat lambatnya suatu
pembangunan. Hal ini men&orong perlunya merjberikun perhatian, pembinaan, peningkatan skilli serta peninclaiton k«aejahtaraan buruh.
Menyadari peranan buruh yang cuJcup berarti sebagai
salah satu kekuatan penting di dalam mekanisme p^mbangunan perakonomian nasional, pemerintalv telah. roelakakan U3^,ha yang diarahkan pada. peningkatan pembinaan,. pengembangan mutu dan peirlindungan tenaga kerja dengan maksud agar
supaya pemanfaatan potensi sumber daya manusia dapat dilaksanakan secara makaimal guna maningkatan dan memperoepat proaea pembangunan.. Sebagaimana digariskan dalam Garifl. Garia Besar Haluan Negara (GBHN), peningkatan skill
atau perbaikan mutu pekerja diwujudkan melalui program
pendidikan dan latifcan ker^a, sadangkan peirlindungan te­
naga kerja aebagai kebijakaanaan pokok yang sifatnyai menyaluruh dan merata dioemuri sektor ditujukan
kepada
1
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
2
perbaikkan upah, syarat kerja>« kondisi kerjsu dan hubungan
kerja, keselamatan dan keaehatan kerjau serta jaminan sosial lainnyai di dalam rangkai perbaikkan kesejahteraan te~
naga. kerja. secara menyeluruh.
Disamping kebijaksanaan tersebut diatas, pemeanintah
juga telah menjamin hak dasar kaum burruh, diantaranya ada­
lah hak dasar untuk berserikat dan berkumpul* Jaminan ata3
hak dasar untuk berserikat dan berku»pul tersebut di dalasi
pasal 28 Undang Undang Dasar 194.5 dinyatakan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengelu&rkan pikiran de­
ngan lisan dan tulisan ditetapkan dengan undang-undang.
J'aminan hak dasar tersebut ditegaskan pula dalam UndangUndang Nomor 18 (Eahun 1956 yang merupakan ratifikasi Konvensi International Labour Organization Nomor 98 tentang
hak berorganisasi* Lebih lanjut, hak dasar tersebut dijabarkaaa. dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 1969 tuntang
ketentuan Pokok Tenaga Kerja, di dalam pasal 11 disebutkan bahwa tiap tenaga kerja berhak mendirikan dan menjadii
anggota perserikatan tenaga kerja yang dilakukan secara
demokratiSo
Pemberian jojninan hulk dasar untuk berserikat dan
borkumpul dimaksudkan untuk raenempatkan kaum buruh. pada
proporsi:yang sederajat dengan pengusaha, khusus terhadap
hak dan kewajibannnya sebagai' pelaku utama peir.bangunan
dalou artian umu* dan sebagai pelaku utfaona proses produk-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
si dalajn arti khusus. Walaupun pada kenyataannya apabila
ditinjau dari segi social ekonomi, kaius buruh btrada dibawah pengusaha. Dengrm terciptanyw. kesamaan dera;;at se~
bagaiaana tujuan pejnberian hak dasar seperti tersebut di­
atas diharapkair bahwa dengaiL melalul wadah serikat buruh
di lingkungan: perusahaan sebagai perwu*jud-annya,, bimih akan Xabih mudahi mengraluarleatti aspirasinya, raerangsang pertumbuhrui dam peningkatan. partisipasinya. serta lehihi mudiiiii
raenonliiii ke-serasiani hubungan. dengan:pengusaha.. Lebih; lanjut, terjal'irmya lteserasian: hubungan buruli dengan pengu­
saha akan dapat meneiptakan suasana ketenangan kerja dan
iklim; yang sehat dju lingkungan perusahaan. sebagai. prasyarat, penting bagi peningkatan’produksi, pengerabang'.ui. daji
kelangsungan hidup perusahaan*,
Manfaat kehadirani serikat buruh- di lingkungan pe­
rusahaan didalami kenyataannyai belura banyak dike.tahui. dan
dipahami olehi sebaglanu buruli dan atau pengusaha.. Bahkan
raakaud, tujuan dan fungsi serikat buruh terkadang belum.
juga dipahami. Kondisi dejnikian kenyataannya membawa pengaruhi khuauanya bagi keberhasilsur pelaksanaan fungai se.rikat buruh). Lebih* jouhi bahkan dapat. menimbulkau pe --sep-ji
yang negatip terhadap keberadaan. serikat, buruh. Akibatnya
ada sebagiaan pengusaha yang tidak menghendaki adtrnya serikat hurulL. Di Surabaya, seperti telah dilapork;m oleh
Aboe Bakar, utusan Dev/an I'engurus Daerah (Dl'D) Serikat
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
4
Pekarjia Seluruhi Indonesia (SPSI) Jawa. timur, kepada Ketua
Umum Dewan Pengurua Pusat (DPP) SPSI, Imara. uoedar/’
/o, bah­
wa tardapat. sekitar 15 perusahaan industri; yang menolak
aapirasi pekarjanya. yang berkeinginan untuk mendirikan Unit Kerj> SPSX, bahkan penolakkan tersebut diikuti dengan
tindak Pemutusatt'Hubimgan Ker ja (PHK) yang dilakuitam pihak manajemen. perusahaan industri yang bersangkutai-j
t«r-
hadap 67 orang pekar janya yang menj add. penggerak pendlirian Unit Kerja SPSI,, karena mereka bearaikearas tak' memper—
dulikan larangan tersebulfc.1 Grarakkan aktifita®; serikat,
buruh dalam kenyataannya juga. akan mengalami kemulitan,
tidak leluaaa dan selalu^ mendapat pengawaaan ketaU
dari
pihak> penguaaha*. Sebagai bukti, aeperti dikemukakaWL
oleiu
Iwnu Hondoko r ffaMl Ketua DPD, SPSI Jiawa Timur yar.3 telahi
mengadakam Toutir Study? Komparaaii ke 4 DPD SPSI se-Jawa dibaw$h pimpinan Ke^tua DPD SPSI J&s/Ya 3Elmuarf Taunidi Su giant©
dan diikuti ol dti 16 pomerta t«rdiri ataa pen^nru* SPSI
JIawa Timur, bir.ci-biro dam 5> Dewan Penguru® Cabang
(DPG),
tulang punggung yaitu, Surabaya, Malang, Sadaari,*) #asr Pasuruan, telah' menilai kadi*r SPSI dalam gerak aktitfita»nya
aalalu dibayangi ancavaa PHK* Doori PHK yang terjadj , 25
2
pro3 ennya mengenai para kad*r SPSI diperusahaan.
Sikap kurangnya pemakaman akan fungaii Jihantuknya
serikat buruh: akan membawa daapalt yang tidak mengtmtungkan baik bagi buruh aiaupun bagi pengusaha seniiri. Ifoer
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
5
Madi#i#r aeorang anggota Dewan PerwakilsJi Rakyat (DPR) Republik In&oneaia, Beuanggapi "bahwa banyaknya pengusaMa
yang tidak: menginginkan atau bahkan aienolak &ibentuknyr%
serdka-b. burult aebagai akibat kurangnya pe*uhaman akan
fungei serikat buruh, akan' dapat menghamb&t pertumbuhan
perekonosaian national. Kons*naue nasionul yang meaijadi
kebi jiaksanaaML Presiden harua didukung oX*h.< semua pihak,
para pengusaha harua sadar bahwa) SPSI adalah jembatan antara pekerja dengan pengusaha untuk melancarkan pertum buhan perekonomian nasional.^
M.emparhatikan dan mempartimbangkan kondisi diataa.
yang pada. akhimya dapat meni*bulkan danpalc nasional raendorong perlunya membenikan kejelasan akan fungRl serikat
buruh. terhadap buruh dan pengusaha serta pelaksanaannya
di lingkungan perusahaan,
Dari uraian yang dipaparkan diatas dapat dizoimuskan peraasalahan sebagai berikut ;
1. Apakah fungal serikat buruh bagi buruh di.
lingkungan perusahaan 7
2*. BagaimanakaJl kete^rkaitan antara aerikat buruh.
dengan pengusaha dalsun perusahaan ?
3* Adakah. hiairjbEitan daXeua pelaksanaan fungal se­
rikat buruh ?.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
6u
B* Pen.ielasan JuduX
Skripai ini berjudul "Pelaksanaan Fungsi Serikat
Buruh. Terhadap Buruh Dan Pengusaha Di Lingkungan Peruaaaan Kodya Surabaya" •
"Pelaksanaan" berarti perihal (perbuatan, usaha)
4
untuk menjalankan atau monger jakan seauatu.
”Fungai" adalahi jabatan (yang dilakukan) atau pekerjaan yang dilakukan*'* Untuk menytderhanakan masalah,
skripai ini terbataa pada fungsi serikat buruh sebagai alat raemperjuangkan aspirasi buruh dan tfungai serikat buruh.
sebagai partner pengusaha*
‘'Serikat buruh" berarti suatu organisasi yang Aidixdkan oleh dan untuk buruh secara sukarela, berbentuk kesatuan dan mencakup suatu lapangan pekerjaan serta. tel ah
terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja.^Dalam kaitannya
dengan skripai ini yang dijadikan obyak penelitian adalah'
Serikat Pekerja Seluiuh\ Indonesia (SPSI) sebagai salahj aatu organiaasi serikat buruh yang ada di Indonesia*
"Buruh" adalah orang yang beicerja pada pihak lain,
pengusaha, dalam ikatan hubungan kerja dengan menarima u7
pah. Selanjutnya dalam skripai ini akan dipakai istilah.
pekerja dan karyawan secara bergantian tetapi mempunyai
maksud yang aama* Ha? ini untuk monyesuaikan dengan sumber
yang dijadikan acuan.
"Pengusaha" adalah orang atau badan hukum yang men-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
7
Jalankan perusahaan milifc sendiri atau milik orang l&in atau
mewakili orang atau ba&an hukum yang berkedudukan diluar ne>geri yang memperkerjakan seorang buruh atau lebih dengan membay ar upah.®
"Di Lingkungan Perusahaan" menunjukan tempat kedudukan ddmana unit:, kerja serikat buruh yang merupakan porangkat
terrendah dalam atruktur vertikal organisasi melakaanakan peranan dan fungainya.
"Kodysu Surabaya" menunjukan batas vrilayah daerah yang
melingkupi sampler obyek pengamatan akripsi yaitu : P.T*Unilever Indonesia, P*.T*. HM.Sampoernai, P.T*Jtori£son Syntex , DPC 3PSX Kodya Surabaya dan DPD SPSI Jawa Timur*
Alasan Pemilihan Judul
1. Mempertimbangkan maealah keberadaan serikat buruh yang te>lah diakui baik secara nasional maupun internasional dalam
kehyataannya banyak menghadapi kendala, sebab itu perlu.
mendapatkan perhatian secara nasional mengingat dampaknya
akan berpengaruh b&gt perkembangan dan kelansaran pembangunan khusuanya dibidarig perekonomian.
2. Untuk memberikan perhatian apakah pelaksanaan fungsi eerikat buruh telah sesuai dengan harapan dan kebi jak3anaan se­
rikat buruh, pengusfha maupun pemerintah*.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
8
D. Tu.juan Penulisan
Sknipai ini mempunyai tujuan akademis dan tujuan
praktia* Tujuan akademia dimaksudkan untuk. memcnuhi pcrsyaratan memperoleh. geXan sarjana hukum pada EakuXtaa
Hukum Universitas Airlangga.
Tujuan praktis yaitu untuk sekedar membcrikan
aumbangan pemikiran bagi pe*ecahan permasalahan yuridia
yang berkaitan dengan kaberadaan aerikat buruh.
£. M e t o d o l o g j i
(X)• Pendekatan M xaaletfai
Untufc mendekati masalafc. yang mentfadi obyek akripsi ini digunakan pendekatan yuzadist
dan pendekatan
hia*-
toria soaioXogis.. Pendekatan Yuridia, yaitu pendekatan
berdasarkan teori iXmu hukum dan pezrundang-undangan yang
berXalcu.
Pendekatan hiatoria aosioXogis. dimaksudkan aebstrgai pendekatan berd&sarkan Xatar belakang perkembangan
organisasi aerikat buruh serta keadaan serikat buruh dalau kaitannya dengan: fakta yang ada dalam keh.id.upan sehari-hari antara serikat buruhi dengan pengusaha®
(2). Sumber Data
Sumber data skripsi dxperoleh dari hasiX Riae.t
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
9
Perpuatakaan (Library Resaearch) dan Rieet Lapangan (Field
Research)* Riset pexrpustakaan dimaktiudkan peng^alian data
diperoleh dari tuliaan ilmiah, surat kabar harian yang a*da kaitannya dengan obyek akripaii searfca penaturan perundangan yang mengatur tentang serikat buruh yang berlaku’
di Indonesia.
Riae.t lapangfm dimakaudkan penggalian data ddiperoleh berdasankan pengamatan langsung dan haail wawancara
(Interviewing) dengan pimpinan actau pengurua. aarikaU bu­
ruh, pangusala.su atau yang mewakili aerta buruh selakui ang­
gota aeaiikat buruM*
(3). Prosadur Fenftumpulan Dan Pengolehan Data
Pengumpulan data ditunjang dengan metjode observaai yaitui pengumpulan data, dengan mengadakan penyelidikan
dan pengamaton langsung dalam aituaai yang aebenannya
serta tehnik komunikasi langsung dengan pimpinan atau
pengurus serikat buruh, buruh sebagai anggotanya dan pe­
ngusaha.. Obaervasi tersebut. dilak3anakan dengan siatem
ryndojo (aoak), dengan menunijuk beberapa unit kerja seri­
kat buruh sebagai:; sample.'. Bahan yang telahi tsrkurapul kediollah dan diaelsksi dalam htibungarmya dengan ket<mtuan
atau peraturan yang mengatur masalah atau obyek skripaio
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
10
(4). Analiaa Data
Analiisa data dilakulcant dengan metode Diskriptif Analitia yaitai data' yang telah terkumpul kemudian diaunun,
dijelaskan dan dianalisa), hasilnya dinanfaatkan untuk
merabahus raasalah yang d&ajukan daiam akxdpsi*
F. Pert anggun^ .1awaban 3i 31aa atilfca
Dalam akriipsi ini ponekanan yang pertama adalah
fungsi aerikat 'buruh khuausnya terhad&p buruli sebagai anggotanya* mengingat serikat buruli! dibentuk adalah sebagai
wadah buruhi. Dibentultnya serikat burult secara fungsional
diantaranya sebagaii alat. untuk meaper juangkan kepentingan
sosial ekonomi buiruh, membuahkan suatu- penilaian bahwa
pxriorita& utaaa dari tujuan gerak langkah' serikat buruhi
adalah. raenyelesaikan permasalahan yang berkaitan secara
langsung maupun. tidak langsung terhadap buruh)*, Maka dari
itu raasalah ■fungsi serikat buruh terhadap buruh akan saya ballaa dalaa bab II, tentang Serikat Buruh, Sebagai Alat
Meraporjuangkan Aspirasi BuxrulU
Kehadiran serikat buruUi di lingkungan peru3ahaan
tidak bisa. dilepaskan
dengan. organ yang ada dan terkait
dalaa peruaahaan, terutama dengan pengusaha sebagai pihak
dimana buruhi memberikan prestasinya.. Perusahaan ssbagai
ajang prosea. produksi barang, adalah' suatu sistem diraana
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
11
masing-masing organ saling terkait satu sama lainnya.
Itendasari hal inii dalam bab III akan saya bahus tentang
Serikat Buruh Sebagai Partner Pengusaha Dalam Perusahaan.
Pada bab IV alcan dibahaa masalah) hambat&n yang
mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung
terhadap pelaksanaan fungsi serikat buruh., mengingaU pa­
da kcmyataannya kondula tersebut selalw ada dan menentukan keborhasilan dan ke.tidak berhasilan pelaksanaam fungsx serikat buruh*
Sebelura pembahasan dalam bab II, III dan bah IV,
akan aaya berikan gaubaran umum beserta motifasi dari
permasalahan skriipsi ini dalam bah I tsntang Pendahuluan.
Akhiraya pembahasan -ikripaii ini dxtutup dengan bab V' ten­
tang Kesimpulan Dan Saran©
^(P-47')t "15> Perusahaan. Industri Surabaya Toliak
Pendirian. Unit SPSI", Priioritaa, 9 Junii 1987/, h.II.
2,,Penintis Unit. Ken ja SPSI Bering Terkena PIIK",
Surabaya Post. 16 Juli 1987F h.III.
3(P-47}, loc.cit.
^Poarwadarmiii fca, Kajnus Umum Bahasa Indonesia, Get.
IX, PN.Balai Pustaka, Jakarta, 1986, h.553.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
12
5Ibidi#f h.35.
^Peraturan^ Menteri Tlenaga Kerjia, Transmigrasi dan
Koperasi, "Tentang Pcndaftarani Organisasi. Buruh.?1, Nom^r
Pexr-01/Mexi/T97/^, Pa:;al 1 b.
^Jndang Undang Nomar 22 Tahun 195>7» "Tentang Pe­
nyelesaian Per-sftllslhan Perburuhan11, Pasal 1 a.
o
Peraturan Menteri Tenaga Kerja;, Transmigrasi dan
Koperasi, "Tentang Peraturan Perusahaan Dan Perundangan
Pembuatan Perjan.jian Perburuhan11, Nomor : 02/MEN/l9fr8,
Pasal"l c#
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
BAB
II
SSRIKAT BURUH SEBAGAI- ALAT MEMPERJUANGKAN
ASPIRASI BURUH
Organisasi adalah
merupakan
wadah dari suatu kegi-
atan untuk mencapai tujuan tertantu. Seperti dikatakan oleh saorang ahli manajeman, Jlaaea D. Mooney, bahwa orga­
nisasi adalah bentuk tiap peraerikatan manusia untuk menQ
capai tujuan bersaaa# Deraikian halnya serikat buxnihn sabagai suatu organisasi, dibentuk untuk< menoapai tujuan
diantaranya turut serta raenciptakan kehidupan dan penghidupan pekerja yang selaraa, seraai dan aeimbang.^ Untulc
dapat mencapaii tujuan dimaksudi, dalam pasali 5’ ayat (1)
Anggaran Dasar SPSI disabutkan bahwa serikat buruhi harua
dapnt menjalankan ftingsinyau untuk raenbela dan melindungi
hak, kepentingan serta aepirasi anggota* Fungsi ini eelanjutnya merupakan salah satu catur fungsi SPSI yang ddrangkum dalam pokok-pokok perjuangan SPSIo’1'^
II.1 Aapirasi Buruh Dalam Kaitannya Dengan Hubungan
KerjaHubungan kerja adalah suatu hubungan antara buiruh
dengan pengusaha yang diciptakan secara fonail yuridis de­
ngan kontrak kerja*
I*ara Soepomo raengemukakan pendapatnya tentang ba-
13
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
34
tasan hubungan kerja sebagai berikut :
Hubungan kerja adalah suatu hubungan antara buruh
dengan majikan, yang terjadi setelak diadakannya
perjanjian oleh buruh dengan Majikan, yaitu, suatu
peitjanjian dimana pihak kesatu, buruh, mengikatkar.
dirri untuk bekerja dengan menerima upahi pada pihak
lainnya> majikan, yang mcngikatkan diri untuk mempekerjakan buruh itu dengan membay&r upah *^2
Mendasarkan pendapat diataa,. berarti hubungan ker­
ja terjadii setelah adanya perjanjiwn kerja antara seorang
buruh dengan seorang majikan (pengusaha)* Suatu perjanjian dimana masing-masing pihak aaling mongikatkan diri,
buruh mengikatkan diri untuk bekerja dengan menerima upah
pada pihak' pengusaha, sedang pengusaha mengikatkan diri
untuk mempekerjakan buruh tersebut- dengan membayar upsho
Hubungan kerja; yang lahir sebagai perwujudan ada>nya perjanjian kejtija, didalamnya terkandung pengertian
yang luas yang menyangkut hak dan kewajiban serta kedudukkan para pihak. Pihak buruh di dalam ikatan hubungan
kerja mempunyai hak dan kewajiban tertentu yang prinsipnya merupakan dasar bagi pelaksanaan tugas, dan tanggung
jawabnya sebagai buruh. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata telah menetapkan kewajiban buruh diantarar.ya seperti
disebutkan dalam pasal 1603> yaitu sebagaii berikut :
a© Buruh: wajib melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan. Jika sifat dan luas pekerjaan itu- tidak
ditetapkan dalam perjanjian atau dalam peratursm
majikan, maka kebiasaanlah yang menentukan.
b 0 Buruh. wajib mentaati atursn tentang hal melakukan
pekorjaan dan aturan yang ditujukan pada perbajk-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
15
an tata-tertib dalam perusah&an majikan yang; diberikan kepadanya oleh atau atas ncuna m# jilcan dalam
batas-batas aturan perundangan atau perjanjian atau* peraturan majikan, atau bila itnx tidak ada,
kebiusaan.
c. Buruh pada umumnya wajib melakukan ataupun tidak
melakuko,n segala sesuatu y&n£; dalam koadaan sama
seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan olehi seorang buruh yang baik.1 ^
Sedangkan hak buruh yang di^amin undang-undsng dalaiti euatu hubungan kerja di&ntaranya yang paling pokok
yaitu hak untuk mendapatkan upah. Disamping itu hak untuk
mendapatkan perlindungan keselamatan kerja, hak untuk ikut raendirikan dan menjadi anggota peirserikatan tonaga
kerja yang dilakukan seea.na demokratis, dan lain., sebagainya.
Selain hak dan kewajiban seperti tersebut, diataa,
di dalajn rangka pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila atau Hubungan Perburuhan Pancasila yang menganut asas
tri dharma, yaitu melu handarbeni, melu hangrungkebi dait
mulat sariro hangrosowanii, raaka buruh. juga. dituntut" untuk
berpeiran serta dxdalara mewuijudkan ketenangaik ker jaf ketenangan usaha, pengembang&n perusahaan aerta kelangsungan
11
hidup perusahaan.
Pihak-. pengusaha dalam suatu ikatan hubungan ker jgi
mempunyai he,k dan lcewajiban tertentu. yang tersimpul dalsm
hak dan kewajiban buruh. Maksudnya, bahwa pengusaha berrhak- meneidma. pre^tasi yang merupakan keivajiban buruh un­
tuk memenuhinya dan pangusaha berkewajiban melaktsanakan
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
16
apa yang meirupakan; hak yang selayaknya diterima oleh bu­
ruh* Misalnya, kewajiban membayar upah pada buruh, kewa*jiban member! jamincm kecelakaan kerja pada buruh yang
mengalami'
kecelakaan kerja, kewajiban untuk raengakui ke-
beradaan serikat buruh. dan memberi jaminr*n keleluas&an
kepada buruh yang menjadi pengurrus serikat buruh untuk
melakukan aktifitas fjehubungan dengan' tugaa organisasi
dan lain sebagainya.
Didalam kenyataannya usaha pemenuhan hak buruh
yang mcrrupakan kewajiban pengusaha untuk memenuhinya tidak mudah untuk dapat dilaksanakan aecara merouaskan. Ai;alagl dalfim hubungan korja pihak pengusaha mempunyai kepentingan tersendiri yaitu meneari keuntungan yang raaksimal, diraana tujuan ini bertolak belakang dengan pemenuhan
kewajibannya sebagai pengusahaj*
Dipandang dari sudut. ekonomi, terdapat 2 faktor
utaraa yang raenyebabkan timbulnya kondisi diatas, yaitu
pertama, adanyai penerapan prdnsip ekonomi, d«ngan modal'
yang rendah diusahakan untuk meraih keuntungan yang besar demi penoapaian tujuan, perkembangan dan keiangsungan hidup peru3ahaan. Kedua, faktor situasi dan kondisi
peru3ahaan yang semakini ineroaoto
Beranjalc dari faktor yang pertama, pada situasi
ini kenyataannya pihak pengusaha tidak raengalami kesu*litan didalam raereal Isasikan hak buruh’. Tetapi, kembali
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
pada prinsip elconomii tersebut yang intinya raeraaksiraalkan
keuntungan dengan.'raenakair. serendahnya beaya produksi,. maka mengakibatkan timbulnya. sikap untuk secara sengaja. mengurangi hak bumih* Miaalnya, terhadap upah, karena terraasuk kategorii beaya produksi raaka harus ditekan seminiainya agar dapat memperoliehi keuntungan yang tinggi. Faktor
pertama inii raerupakan sebab) timbulnya sikap pengusaha.
yang tidak sesuai atau; bertentangan dengan isi atau; jiwa
Kesepakatan: Kerja Bersaraa (KKB). dan atau peraturan perundangan yang berlakuv Sebagai1 dampaknya, raelahirkan;. keluhi
kasah: buruhi yang tercetus dalam bentuk pengaduan dan keluhan yang prinsipnya meirupakan tuiitutan dan harapan aican
keinginan untuk. dapa*t memperoleh dan dijamini halmya sex;aEa memadai.
Disisi lain, pengairuHi situasi perusahaan yang morosot akibaU tummnya keuntungan, manageiaen yang jele&
ataui persaingan pasair. yang kuat, dapat mendorong buruhi
dan menumbuhkan kepedulian buruhi akan perkembangan dan
kelangsungan hidup perusahaan*. Kepedulian tersebut dapalt
melahirkan suatu sumbangan pemikiran (ide, gagasan). untuk
memecahkan masalah yang tengah< dihadapi perusahaan.
Wa-
laupun pada kenyataanrtya situarai* perusahaan yang merosot
raengakibatkan tidak terpenuhinya hak buruh se^ara memadaai
naraun hal ini tidak menimbulkan aikap a priori buruhi terhadap pengusaha, sebab/bui-uh telah inemahami situasi®
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
18
Dalam hubungan kerja, berbagai bentuk keluhan atau pengaduan searba berbagai maGara sumbangan pemikiran>
buruhi sebagai akibat pengaruh. 2 faktor tsrsebut- din-taa,
inij yang dinamakan ajpiiraaii buruh <, Dengan demiklan timbulnya aspirasl buruh sebagai konsekuensi keterikatannya
Aalaa hubungan ker ja, disebabkan 2 hal yaitu : (a), Se-
bag.'-ii refleksi rasa ketidak puasan atas realisasi hak bu­
ruh yang merupakan kewajiban bagi pengusaha untuk. meraenuhinya; (b)» Sebagai perwujudan rasa ikut. iriemiliki dan ra­
sa ikut bertanggung jawab atas. perkembangan dan kelangsungan hidup perusahaan dimana ia bekerja*
II. 2
Kenaikan TJpahi Sebagai' Tuntutan Utama Buruh
Dari bermacan aapiraaij yamg tertampung pada ha»piir
aebagian beaar jajaran uni ft ker ja SPSI di wilayak Gabang
KoAya tingkat II Surabaya y/ang ber jujnlah 188 buah. unit
kerja SPSI, mayoriitas; aengenai. masalah' tuntutan kenaikkan
IK
upah* Masalah ini tiap tahun timbul keperrnukaan, J Bahkan.
pada sekitar tallum 1982 sampai ctengan: tahun, 1983, m&aalahi
upali sempat raembangkltkan gejollak buruh yang diungkapkara
dalan akai pemogokken.. Kaaua ini' sempat. mengundang perhatian Pr.e3ideit Soeharto* Dalani pidato kenegaraan' pada tanggal 16> Agustua 1983 disebutkan bahwa pada tahun 1982 saxnpai tahun. 1983 pemogokkan buruh mencapai anglca 142 kail
dengan melibatkan 49*525 orang buruh* pada urauianya diae-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
19;
babkarii seGara langsung karensu tuntutan kenaikkan upah. ^
IITpair. merapunyai art! penting bagi s.e.tiap buruhv terutama bagii buruh yang sudah' Uerkeluargsn« Besar kedlaiya upah berpeaigsuruh langaung terhadap kuaXHtas k^sft^fahtextaoizi
busuft pul bad! maupun keluarganyaio. Upaht yang ren&ah. menga—
kihatkan buruh- kesulitan untuk mentenuM kebutuhan hidupnya
baik sandang, pangan maupun papan*, Sebaliknya, apabilts bu­
ruh. memperoleh upah yang cukup tinggi, maka terbukelaifc per
luang bagi buruh untuk dapatmeningkatkan kesejahtera&n
dan kebahagiaan keluarganya•
Setiap buruhi mempunyai harapan untuk dapat meningka/tikan kesejahteraan keluarganya0 01eh< karena itu;, patut
dipahami bila aebagian be.sar aspirasii buruh yang tertampung dise.tiap unit kerja. serikat buruhi adallah soal kenaik8xi upah oabagai: faktor utama untuk dapat meningkatkan keaejahteraan mereka.
Dalam suatu hubungan kerjaF masaXahj upahi memang
merupakan masalah yang pelik, mengingat besar kecilnya upahi yang telahj ditatapkan dalam peraturan perusahaan dan
atau K3CB mempunyai keterkaitan dengan masalah: lain baik
yang menyangkut buruh maupun yang mengarah pada kondisi;
perkembangan perusahaan0 Penetapan upah yang kecil diaaraping berpengaruh terhadap kuantitas. ke.se jahteraan buruh,
pada gilirannya akan dapatL mempengaruhii kualitas dan kuantltaa produksi. Sebab, upahi yang rendah akan bisa mem-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
20
bu&t t u nm n y a kegairahan dan eemangat kerja buruh:. Sebaliknya, penetapan upah yang terlalu; tirxggi dampaknya akan mempengaruhi pexkembangan dan kelangsungan hidup peruaahaaiii apabila tidak dalandasi perhitungan manajemen
yang matang. L«bihi lanjut, pengaruhnya akan mengena pada
keberadaan buruhi dalam hubungan kerja.
Dilema ini merrupakait masalah yang cukup menyulitrkan, bagi serikat buruh. sekaliigus merupakan kendala dalam
tugasnya untuk- mamper jjuangkan aapirasi utama anggotanys*
Akan tetapi, mengingat upah mempunyai kedudukFtfi: yang penting dan strategic bagi kehi&upan buxtul*,, maka masalah upait tetap menjadi. perhatian utsma untute diper juangkan de>mi. terwujudnya perbaikkan kualitas kahidupan b u r u h . ^
Perhatian yang sejriua terhadap masalah upahi dise*babkan juga karena masih banyak perusahaan yang membayar
buruh‘dibawah ketentuan: upah pokok minimum<»- Perbandingan
dengan upahi diluar negeri adalah 1 s 10, diluar negeari
upah buruhi 1 hari $ 5, aedang didalam, negeri $ 0,5*
*1ft
Banyak juga peruaahaan yang manetapkan upahi dengaiti aiartera upah global, tidak; d&perincii fceuapa upah sehairi. dait
berapa upah kelebihani jam kerjanya (upah lembur). Pekerja bekerja dari pukul 07.00 sampai pukul 17#00 djengan.*
waktu istirahat i jam dengan upah; pokolfe Rp. 800,-. Tampaknya upah tersebut lebih besar dibanding upah' pokok?
minimum yang besarnya Rp. 645,- sehari, tetapi apabila
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
21
dihitung jam kerjanya, 7 dam aeharii atau 40 jam seminggu
serta kelebihan jam ketfjanya (jam lembur), adalah sangaU19
merugikan pekenja. ^
HemaH saya, pemenuhan. kewajibani pengusaha untuk
raembayar upah sepatutnya tidak-: dilaksanakan aecara1 seernaknya, melainkan hendaknya menjamin pemberian upah; yang
lay ate: seaana kemamiaiaan dan. seauai dengan: peningkatan
kese jahteraan buruh dan keluarganya. Upahi bukan diipandang
hanya sekedan imbalan pengusaha ataa pekerjaan atau iasa
yang telaik diberikan buruh, akan tetapi dipandang dalam
pengertlan yang luaa aebugaimana hakekat; fungsii pengupahan menuru-fe Hubungan Ferburuhan Pancasila, yai/tu; untuks
menjamin keseimbangan antara penghargaan preatasi kerjpdisatu pihak dan pemenuhan kebutuhan yang layak bagi bu­
ruhi. diliain pihak. Sehingga bagi buruhi, upah. merupakan
syarat. untuk dapaH memexmhi kelayakan hidupnya aecara kemanusiaan* Kenyataan yang raenunjukkan bahwa pengusaha hanya memandang upah, sebagai imbalan atast praatasi kerjist
buruh, sehingga menj&di aalah satu sebab diterapkannya
sistem upah global* atau sistem upahi bersih*. Nenunjukkan
aikap ketidak pedulian pengusaha akan beban tanggungan
buruhi terhadap ke luargany a, lebihi jauhi sikap t.ersabu'tt
menunjukkan ketidak peduliaxr. akan peningkatan^ kasagjahte.raan buruh) dan' keluarganya. Mengingat, extern upah; global
atau 3i<atem upah bersih berarti pene.tapaw. upahi dengan.'
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
22
tanpa meraperhitungkan tanggungan burult dan tanpa dipearincd sesual dengan komponen upah' yang raeliputii upah' pokole,
uang raakam dan uang transport. Jadi jalias dapat diipahaai
bahwai penetapan aia>t.em upah global tidak mendukung upaya
peningkatan ke&ejahteraan buruhi.. Biitinjaui dart aegii yuridis., aiatem upah global tidakr aesuai dengan keputusan
Menteri Tenaga Ker jet. flfomor : Kep-72^3EN/1984: tentang Da^
Perhitungani Upahi Lembur yang menetapkani aturan sebagai
berikut s
I. Pada. Harl Keujai- Biaaa :
1* Untuk jam ker ja lembur pertama (jamke-8) harus
dibayarkan upahi lembuar sebesair
kalii upahi aejara.
2. Untukr aetiap jam kerja lerabuar aelebihnyai, harua
dibayarkan upah lembun aebeaar 2 kali upah a.ejam.
II • Pada Hari Istinahat Mingguan aiiaui Hburi Libuir Res>mii
1. Untuk: ae.tiap jam kerja dal ami bataa 7 jam, hasrus;
dibayarkan upah sedikit-dakitnya aebeaar 2: kali
upah sa-jam.
2. Untulfc setiap jam kerjm aelebihnya 7 jam, haru®
dibayarkan upaltv sebeaar 3 kali upahi ae-jam.2^
Jika, dibandingkan dengan. pene-tapan upah lerabuir sebagaimana, ketentuan diataa, nsmpak bahwa sitem upah. glo­
bal raerugikanj buruh-. Sebagai bukti dapat digambarkan.' da^
lam. contolx berikut, : aeorang buruh) yang bekerja lembur.
pada hari ker ja biasa dari pukul1 07.00 sampai dengan; pu­
kul 17.00 selama semingga, dengan: atandar upah. pokolfc mi­
nimum Rp. 645,-, sehanusnya
Skripsi
raenerima upah. aebesar Rp.
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
23
6480,.-* dengan perincian upah pokok. Rp. 3&40,- dan upah.
Xambur sebesar Rp. 2640,-. Uemyata dalam sistam upah
global buruh, hanya. tienerima upah sebesar Rp. 4800,- seming&u dengan. eatatan upah seharii ditetapk&n -ecara glo­
bal Rp*. 800,-. Nampsk. dlisiudi terjadi penyusutan. sebesar
Rp* 1680,,-. Dapat dibayangkan jika masing-masiag bvuruh
upahnya terpotong Rp.- 1 6 8 0 berapa juta rupiah uang yang
seharusnya menjadi hak buruh satu perusahaan diambilJ aXih
oleh penguaaha setiap bulannya.
Dengan tergambamya kondisl diatas, raaka kebiijaksanaan serikat burult untuk memprioritaskan pcrjuangan upah: buruh, merupakan. Xangkahi yang tepat dan« ini hcndaknya
mendapati dulcungan pemerintaiL sesama eXemen tripartirb, agar pengusaha tidak raenetapkan upah atas pertimbangan ekonozcia saja, raelaiukan. harus raemperdulikait kepentingan.
social buruh dalam art! memperhatilLaxL beban. tanggungan.
buruh terhadap istri dan analc-anaknya..
XI.3 Mekanisme PenyaUuran Aspirasi Oleh Serjkat. Buruh.
Pada Penguaahg.
Serikat buruh dalam melaksanakg-ar fungsri. sebagai
aXat rueraperjuangkan aspirasii anggatanya, menetaplcam
Xangkaib tertentu aebugai pedoman. dan petunjuk pelakaanaannya. Langk&iL tersebut terdiiri atas taha-pan-tahapan.
yang menggambarkan suatu< sisiiem mekanisme kerja. Akan
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
24
tetapi., ada perhatian yang berbeda menyangkut. melcanisme
kerja yang diterapuh serikat burulij. Hal inii. berkaitan de­
ngan macam aspirasi anggata yang hendak diper juangkan.
Seperti telah. dxuraikan dxmuka,; timbulinya aspiraiai
buruh sebagai konsekuensi hubungan kerja diseh ^kun 2 hal
yaitu pertama, merupakan refleksi rasa ketidak: puaaan &kan r^nltsasi hak buruh; yang merupakan kewajiban Higi r.engusaha untuk memenuhinya, akibatnya timbuli keluh kesah
buruh- yang uwuianya cWrpat menjadi dasar lahimya peraeliaihan parbiuruhan. Kedua, sebagai perwuju&aii ra:ia ikwfc memilikdi dan rasa ikut bertanggung jawab ataa perkembangan
dan kelangsungani hiidup perusahaan ditnana ia beker ja.
Terhadap- aspirasi buruhi yang lahir akibat fakiior
yang pertama, yang berbentuk keluhan atau pengaduan, raekanisme penyalurannya telah) ditetapkan sesuai dengan. pe~
laksanaan penyeXesaian masalah. persellsihan perburuhan®
Penyaluraax. aspi'rasii ditingkat perusahaan sabagaimana diiatur dalam Keputusan Menter! Tunugu Kerja tentang Pedoman PelaJcsanaan PenyeXesalan Perselisihan Industrial dan
Pemu busan Hubungan Kerja, ditetapkan sebagai berikut s
1, Searang pekerja yang mempunyai keluh kesahi tentang aegaDa yesuatu mengenai- hubungan- kerja, menyampaikan keluhi ltesahi tersebut. pada ataman
sungnya untuk dimimtakan' penyeXesaiannya ;
2. ApabiXa atasan langsung tidak dapat menyeXssaiikanatau. pekarja tidak puas ataa penyeXesaiannya, maka. pekerja mengajukan ma3alahnya kepada atasan
yang Xebihi tinggi ;
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
25
3. Apabila atiason yang lebihi tinggi tidak Vilu menyelesaikajmya atau; peksasjis. tidak puas atas. pti­
ny el e.3ai armya , raaka pekerja dapat menvinta bantuan penguru;& serikat pekerja mewakili ataui mendampingi- pokerjja untuk. menyele saikannya XobiH
lanjut ;
4-. Apabila diipmidang perlU;, atasan pekerja yang menyelesaikan keluhi kesah> dapat meminta iserikat
pekerja untuk raewakilil dan mendaanp^ngi pekerja
didaliam. menyolaaaikan koluhi Ufcsoh.*-^
Selfmjatny.a ketwntuan- ini umura dijabarkan dalam. Kesepakatan- Ker ja Bersaw:: (KKB) • Mxsal KKB P„T^ Unilever Indo­
nesia, pada bab- XII.I tentang Penyeliesai.au ”K elution dan
Pengaduan Karyawan", diurai.kan sebagai, b^rikut :
1. Setrap kel\i'nan dan.' pengaduan seorang karyawan
pertama-tama diselesaikan dibxcarakan dengan atasati langsung
2. Bilaraam peuyeleaaian. belum raerauaskaa maka dengan
persetujuan atau sepengetahuan- atasannya. langsung
karyawan dapat, meneruskani keluhan. dan. pengaduannya keatasaimya yang Xe.bihi tinggi ;
3o Bilamana proaedum tersebut di atas. teloh. uiijnlankani tanpa memherikan: hasili yang merauaskan,.persoalannya dapaU diitingkatkan antara Serikat Pekerja
dan Bagian Urusan Pegawai atau Wakil Peng^saha
setempat
4. Billamana prosedur tersebut diatas belum dapat memberik&n hasili. yang raemuaskan maka persoalannya da­
pat diitingkatkan anatara Pirapinan. Unit Kcrja/3PSI
dengan Pirapinan Perusahaan dii Tingkat Pusat ;
5«. Billaman proseduar tersebut diatas belum: juga meitirberikan hasili yang memuaskan, raaka per3oalannya
dapat diteruskan. sesuai. dengan TJndang-Undang No*
22 tahun; 195979tentang Penyelesaian Perselisihan
I)erburuhan0 2
Sedangkan psnyaluxan aspirasi yang dilandasi faktor yang kedua, yang berbentuk aumbangan pemik.iran (idc,
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
26
saran daiv bentuk mauulcan lainnya),, dalam pelaksanaannya
tidak terdapat petunjuk- yang baku sebagai acuannya. Praktek
menunjukkan bahwa mekanismenya dilakukan melalui 2
macam cara, yaitu : (l)o Sistem penyaliuran langsung; (2)
Sist«n penyaluran tidak langsung. Pada sistem penyuluran
langsung, setiap anggota yang mempunyai saran tertentudapat langsung diisampaikan kepada. pimpinan dan ataupun
pengurus- unit kerja serikat "buruh setempat dengan lisan
maupun tezrtulia. Penyampaian tertulis: mayoiritan, serine
dilakukan dtlbanding penyampaian secara lisan. Pengurus unit kerja; biasa menyediakan kotak saran dikantor sekretariat. Keraungkinan lain, aspira3i dapat. disampaikan melaXui bulletin yang dikeluarkan perusahaan, Sebagai aontoh,
P.,T. Unilever Indonesia^ telah menerbitkan bulletin Kes&rlamatan dan Kesehatan Kerja., yang dikelolah oleh panitia
Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerjai. (Occupational
Health And Safety Commitee). Bulletin tersebut disamping
berisi petunjuk bagi buruh dalam menjaga kesalamatannya,
juga dipakai sebagai media, penyaluir aspirasi buruh secara
langsung pada pengusaha, sehubungan dengan hal yang burkaitan dengan usaha untuk mencegah kecelakaan kerja
dan
mewujudkan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan,
Saran yang telah disampaikan langsung kepada* pengu­
rus. unit kerjat serikat buruh, kemudian diiventarisir dan
dirumuskan dalam suatu konsep usulan, selanjutnva akan
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
27
dibicarakan oleh pengurus bersama dengan pengusaha pada.
waktu pertemuan rutin dan atau pada saat penyusunnan Kesepakatan Kerja Barsartia yang umum dilaksanakan 2 (dua)
tahun sekali.
Pada sitem penyaluran tidak langsung atau lasira
disebut sistem perwakilan, dalam pelaksanaannya mirip de­
ngan mekanisme penyelesaian keluh kesah atau penyelasaian
perselisihan perburuhan sebagaimana diutarakan diatas. Akan tetapi dalam hal ini atasan langsung buruh tidak bertugas untuk menyelesaikan keluhan buruh, melaink-m hanya
menampung saran, untuk selanjutnya disampaikan kepada pe^
ngurus uniti. kerja serikat buruh secara tertulis. Sebagai
tindak lanjut, serikat buruh akan meneruskannya pada- pengusaha1 seperti pada sitem yang pertama.
oA
Dari uraian diatas, nampak perbedaan terjadi antara mekanisme penyelesuian keluh kesah dengan mekanisme
penyaluran saran positip yang ditempuh serikat buruh. Ma^kanisme penyelesaian keluh kesah diisini nampak. lebih: terperinci dan taktis. Hal! injj. patut dipahami, mengingatL tnasalah keluhan buruh apabila tidak ditanggapi secara Iratihati dan aeriua akan dapat racngarah'pada perselisihan per­
buruhan. Kenyataan menunjukkan bahwa perselisihan
perbu-
ruhan pada dasatrnya< timbul karena pemyataan sikap buruh
atas tindakan pengusaha yang bertentangan atau menyimpang
dari isi dan jiwa'Kesepakatan Kerja Bersama dan atau per-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
28
aturan perburuhan yang berlaku.
Hemat saya, setelah mengetahui bagainana cara pelaksanaan penyaluran aspirasi anggata: oleh pengurus se. rikat buruh. dd lingkimgan perusahaan, klm3tisnya carsi p.'.nyelesaian keluh kesah anggota, ap&bi1 a dltinc’au secara
yuridis formal dengan bertitik; tiolak makna1yaiif; terkan dung dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja tentur;£ Fedo man Pelaksanaan Penyelesaian Perselisihan Perburuhan dan
Undang-Undang noraor 22. tahun 1957 tentang Penyelesaian
Perselisihan Perburuhan yang pada dasarnya dimuksudkan
untuk menghindarkan; dan menghapuskan bentuk penyelesaian
yang beraifat konfrontatip menyimpang dari asas musy.awarah untuk mufakat. Ternyata telah' memenuhi dani sesuai,
lebih jault Xangkah yang ditempulli serikat buruhi cukup efektifi dalami raerealisir kehendak pemerintah agar nieng hindarkan- bentuk; penyelesaian perselisihan perburuhan
yang bertentangan dan tidak mencerminkan niHJai-nil'ai Pancasila. Hal) inii terbukti dengan menurunnya secara drati’s
bentuk penyelesaian konfrontatip. Dalam laporan perkambangan SPS1 dd. wilayahi DPC SPSX Kodya Dati: II Surabaya,
yang disusun oleh DPC SPSI Kodya Surabaya, dari tahun
1986 sampai dengan bulan Maret 1-988 dinyatakan bahv/a da­
ri 3ejumlah. 274 unit SPSI yang tercatat tidak pernah torjadi unjuk- rasa baik dalam bentuk pemogokan, sabotase. a—
tau tindakkan sajenis lainnya.. Sedangkan kasua lock out
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
29
hanya terjadi sebanyak 3 (tiga) kalio2"*
Ditinjau dari sudut kepentingan pengusaha, raekanisme penyelesaian keluh kesah buruh seba&aimana maum ditentukan dalam KKB, sangat meraberikan manfaat0 Pertama, de ngan dite.tapkannya pentahapan, diharapkan agar pengusaha
tidak secara lang3ung menangani pennasalahan yang timbul
melainkan cukup daparfc disel&saikan oleh. atasanlangsung
atau atasan lebih tinggii dari buruh yang beraangkutan*
Dengan demikian tidak mengganggu waktu, tenaga dan pikiran pengusaha dalam menangani tugas-tugas utama perusaha­
an. Selebihnya, kenyataani yang menunjukkan Eseiaakdns menurunnya angka pemogokkan dan bentuk tindakkan sejenis lainnya secarai langsung dapat menjaga kelancaran dan kestabilan kerja yang pada dasamya merupakan prasyarat untuk
mewujudkan ketenangan kerja. dan ketenangan. usaha didalam
perusahaan. Tereiptanya kondi3i yang baite tersebut: bagi
pengusaha mempunyai! arti yang penting dan merupakan\ mo­
dal yang cukup bes&r bagi dirinya untuk dapat secara leluasa. raengkonsentrasikan pikirannya terhadap perkembangan dan kelangsungan hidup perusahaan yang dipimpinnya.
Berbeda dengan pengusaha, dipandang dari' kepen­
tingan buruh maupun serikat burulij temyata mekanisme seperti telah ditentukan dalam KKB mengandung aspek nega-tip* Bagii burulij, penyampaian keluh kesah tersebut dirasakan cukup berbelit dan merupakan hambatan* Sebab tiap
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
30
tahap dapat diibaratkan sebagaii suatu- filter (penyaring) •
Keluh kesah yang d.isampaikan oleh buruh.. kepada atasannya
pada kenyataaannya t^rkadang dibekukan dalam arti tidak
diteruskan untuk- diselesaikan, terutama untuk. tuntutan
yang bernada cukup keras. Hal inii disebabkan pertimbangan politis semata dari atasan langsung atau atasan lebih
tinggi dari buruh yang bersangkutan* Mengingat, apapun
yang terjadi sehubnngan dengan bidang tugas yang dibawahi
adalahi merupakan tanggung jawabnya, yang pada gilirannya
akan. menentukan kredibilitas atasan langsung maupun; atasan lebih tinggi buruh yang bersangkutan dimata. pengusaha.Adanya pentahapan penyaluran keluh kesah anggota. bagii se­
rikat buruh sendiri sebenamya meltomahkan fungs.inya seba­
gai alat> utama untuk memperjuangkan aspirasi anggota* Sebab dengan adanya pentahapan, serikat buruh tidak^ dapat
secarai cepat dan tanggap untuk mengetahui problem anggotanya, selanjutnya tidaks bisa pula untuk aecepatnya menyelesaikan problem tersebut. Kita lihat saja dalam mekanisme, serikat buruh baru pada. tahapan ketiga ikut dilibatkan. Kondisi demikian jelas- memaksa serikat buruh/
untuk tidak dapat secara dinii memperjuangkan problema
anggotanya1.
Sebagai langkah penanggulangan deni menjamin kepentingan buruh dan serikat buruh sebagai akibat pengaruh mekanisme seba^'iiroanat umum ditetapkan, dapat dike-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
31
mukakan me.tode penyaluran secara langsung sebagai alternatip. Seperti yang dilakukan ol’eh unit kerja SPSI Hyatt
Bumi Surabaya. Dalam KKB yang dibuat. antara Management
Hyatt. Bumi Surabaya dengan SPSI Unit. Kerja Hyatt Bumi Su­
rabaya untuk tahun 1988 - 1990, ditetapkan pada bah-XVI
tentang Gara-caxra Penyelesaian Pengaduan dan Keluh:. Kesah
Karyawan sebagai berikut s
Pasal 41s
41.1. Segala keluh kesah dan pengaduan karyawaxL mengenai segala hal yang menyangkut hubungan. kerja. dangan pengusaha harus. disampaikan secara. tertulis ke­
pada Serikat Pekerja untuk diteruskan kepada- pengu­
saha.
41.2« Apabila perundingan antara Serikat Felterja dan
Pengusaha mengcnai hal-hal tersebut. tidak mendapatkan penyel'eaai an^ ataa j&lart. keluarr maka kedua^ b.elah.
pihakv akan meneruskan persoalan/perselisihan terse­
but kepada Departemen Tfenaga Kerja sesuaii dengan Undang-Undang No. 022/1957 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 04/1986.-26'
Upaya yang ditempuh diatas mempunyaii beberapa manfaart ba­
gi buruh maupunj serikat buzruh. Pertama, bagi buruh tidak
lagi ada kekawatir&n bahwa keluhannya akan dibeJcukan ol:eh
atasan langsung atau atasan yang lebih tinggi. Kedua, da­
pat menjamin sampainya keluhan pada pengusahao Bagi seri­
kat. buruh. sistem penyaluran langsung dapat. membuatnya l'ebih dinii mengetahui problema anggotanya selanjutnya dapat
secepatnya pula roempurjuangkan tuntutan anggotanya.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
M.Manulang, Daaar-Dasar Mana.jemen, Cet.X, Ghalia
Indonesia, Jakarta, 1983, h.6>7.10
Lihat. lampiran 1, Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPSIo
11
Ibid.
12
Imam Soeporao, Hukum Perburuhan Bidang Hubungan
Kerja, Cet.IV, Djambatan, Jakarta, 1932, h'.l7
13
R.Subekti dan R.Tjitroaudibyo, Kitab: Undang-Undang Hukum^ Perdata (Terjemaham}, Cet.V, Pradya Paramita,
Jakarta, 1975, Buku III bab 7 a.
14
Sukarno, Pembaharuan Gerakan Buruh Di Indonesia
Dan Hubungan Perburuhan Panc.asila,
15
Wawancara dengan: Sekretaris DPC SPSI Kodya Dati
II Surabaya, 14 Juni 1988®
iaSekretariat Negara Republi'k Indonesia, Pidato
Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, 16 Agustus 1983*
17
Jaumid Sugianto, "Upah.. Peranannyu Cukup Strategia", Jawa Po3, 14 Maret 1987,. h.V.
18
DPC. SPSI Kodya Datl II Surabaya, Lapon-m Perkembanyan Dan Kegiiatan SPSI Surabaya, 18 Noperaber 1987, h.2.
19
Jaumid Sugianto, loc».cit.
20
Menteri Tenaga Kerja, Keputuaan Nomor Kep-72/
MEN/84."Tentang Dasar Perhitungan, Upah Lembur'* 31 Maret
1984.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
33
21
Menterl Tenoga Kerja, Keputusan Nomo.r Kep-1108/
MEN/1986, "flentang lVdoman Pelaksanaan Penyelesaian Peraelisihan Induatrial Dan Pemutusan Hubungan Kcr;jaV 30
Oktober 198(5".
22
P..T- Unilever Indonesia, Keaepalcatan ICerja Bersa­
ma 1988-1989* Jakarta, 1 Januari l988# hj*To,
23
Wawancara cVaigan Ketua Unit Kerja SPSI P..T. Uni­
lever Indonesia, 20 Juni 19880
24
Ibid.
25
DPC SPSI Kodya Dati II Surabaya, op.cit., h.7.
26
Hyatt Biunii Surabaya, Kesepakatan Kerja Bersama
1988-1990. Surabaya, 9, Februari 19o8, h •26.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
BAB. Ill
SERIKAT BURUH SEBAGAI PARTNER. PENGUSAHA
DALAM' PERUSAHAAN
Peranan serikat buruh: terhadap pengusaha merupa kan perimbangari dan konsekuensi logiis atas fung3ii serikat
buruh terhadap anggotanya (buruh)., Bag! anggotanya, seri­
kat buruhi memantapkan diri sebagai pelindung, psmbela dan
penyalUr aspirasi. Sebaliknya, terhadap pengusaha, seri lcat buruh, bertanggung jiawab untuk bersaraa pengusaha me ningkatkan mutu dan pribadi buriili yang memiliki etoa k^rja pembangunan, berjivva pengabdiany disiplin’dan produlctif serta. mempunyai rasa ikuit memiliki perusahaan.
XII..1, Serikat BaruK Sebagai Partner Pen^saha Dalam
Produkai
Se.cara umura kewajiban serikat buruh terhadap pe. ngusaha ditetapkan dulam Undang-Undang Nomor 21 tahun
1954 tentang Perjanjian Perburuhan Antara Serikat Buruh.
27
Dan Majikan.
Pada p;isal! 3 ayat (1) disebutkan bahwa,
suatu serikat buruh yang menyelenggarakan i»rjanjian porburuhan wajib memberitahukan isi perjanjian dan ke.terangan-kcterangan terhadap perjanjian itu kepuda anggotanya.
Lebih jauh dalam pasal 4- ayat (l) ditentukan bahwa seri­
kat buruh, juga wajib raengueahakan agar anggotanya meme -
34
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
35.
nuhi aturan yang berlaku untuk mereka. Sebagai keleluasa—
an pada pasaX- 4. ayat (2),. dinyatakan bahwa tanggung jiawab
serikat buruh terhadap anggotanya hanya apabila hal itu
telah. ditentukan dalara per janj'ian perburuhan©
Dengan berlandaskan peraturan diataa, praktek hu­
bungan antara serikat buruhi dengan pengusaha di Xingkungan perusahaan secara lebih terperinGi, umura telah.! diatur
dalam KKB atau> Collective Labour Agreement (CLA) yang diibuat ataa- dasar kesepakatan' para pihak-, yaitu serikat bu^
iruhj dengan pengusaha,, Maksud; dan tujuan dibuatmya KKB, d-iantaranya untuk- mempertegas Hak dan kewajxban jjsngusahji,
serikat burulii dan burruh serta untuk meinbina, memperbaiki
dan mengenibangkan’hubungan kerja sama yang harmonis anta­
ra pengusaha, serikat buruh dan buruh*. Dislsi lain, dibu>atnya KKB disuatu perusahaan dapat berarti membatasi ruang lingkup tanggung jawab atau kewajiban masing-masing
pihak. Seperti daXam hubungannya dengan peranan serikat.
buruh se.bagai partner pengusaha. dalam produksi (partner
in production) yang pada d a s a m y a berarti baik serikat
buruh maupun. pengusaha' wajib. bekerja sama serta merabantu
kelancaran dalam usaha menaikkan produksi dan produktifitas, dalam hal ini luusnya tanggung jawab ata.u> kewajiban
serikat buruh terhadap pengusaha hanya raeliputi dan terbatas untuk hal yang telah disebutkan dalam KKB dan ataui
hal yang telah diatur diluar. KKB olehi serikat buruhi dan
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
36
pengusaha- melalui perundingan bersama s.erta atas: persetujuan kedua belah pihako Sebagai' contoh., dapat dikeraukakan
disinii KKB:P.T. Unilever Indonesia. Pada bab X KKB^ terse­
but menetapkan sebagai berikut :
Pasal 45 :
Kedua. belah pihak bersepakat untuk melaksanakan uaaha
peningkatan produktivitas kerja karyawan dalJam trangka
raeningkatkan pertumbuhan perusahaan yang pada^ gilir anny^a akan> raeningkatkan ke sejah teraan karyawan.
Usotta’termaksudi antara- lain dengan jalan :
1. Mendorong para pelaku dalam proses produksi senantiasa^ meningkatkan disiplin kerjn ;
2. Mendorong para pelaku dalam proses: produksi untuk
raenghindarkan dirii dari tindakkan pemborosan dd dalam melaksanakarr pekerjaan sehari-llari.SP.
Dalam* hubungan sebagaii partner in. production sebagaimana teXah’diikemukakait sebelumnya, yang menjadi inti
permasaiahan adalah. bahwa serikat bunihi di l'ingkungam pe­
rusahaan diharapkait mampiL menunjukkan tanggung jiawabnya
untuk membantU' pengusaha dalam up aya meningkatkani produk­
si dan produktivitas. Barkaitan dengan hal tersebut secara sepihak; serikat buruhi telahi menetapkan langkah kebi jiaksanaan yang diarahkanu untuk peningkatan i)roduksi
dam
produktivitas sebagaimana dicanangkan dalam salyh satU'
sasaran.' program umum yang bersifat kedalam yaitu nebagaii
berikut :
2 0 Program Peningkatan Produksi, Produktivitas-*
a. Mengupayakan terbentuknya et.os ker ja pembangunan> deni semangat ker jia tercermin. dalam' Proni.-Semut Hitam di lingkungan semua pekerj'a di Indo­
nesia.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
27,
b*. Ikut. aktif dalam kegiatan: peningk&t&n produksi
dan pxroduktivitas diXingkungait usaha.
c. Menyelenggarakan kegiatan dan latih&n peningkatan;ketrampilaii di lJingkungan pekerja®
d. secara teratur mengadakan ke&iatanj yang mendorong peningkatan produksij dan. produktivita&
dengan pilihan dan. slogan-slogan penir.gkatan
produksi! dan produktivitas *29
Pelaksanaan program tersebut dalam praktek tidak
keselurtihannya harus diterapuh,, raeliainkan sebagaimama telail umum dite.tapkan dalam KKB- yang dibuat bersama pengu­
saha, maka hanya terbatas' pada upaya yang tel’ah. di&epa katii saja. Sebagaii contohi KKB; P-T- Unilever Indonesia
sepertii dikemukakan diatas, disita ditetapkan. bahwa upaya sementara yang mesti dilakukan serikat buruh dalam
rangka penin^jkatanu produksi’ dan produktivitas adalahi upaya meningkatkan disipliox ker ja dan upaya untuk mendforong para pelaku; proses produksi agar menghindarkan diri
dari tindakan pemboro^an..^ Diluar tugas yang secara for­
mal ditetapkan dalam KKB, serikat buruh.' dalam. upaya untuk
tetap menunjukkan tanggung jawabnya sebagai rekan kerjia
pengusaha dalam produksi selaltt berusaHa merealisir pro­
gram yang telah ditetapkan dengan; melalui tindakan ikut
ambil bagian. dalam semua kegiatan. pengusaha yang arahnya.
kepeningkatan produksi dan produktivitas.. Misalnya, da­
lam hal pengusaha menyelenggarakan traiming atau> pendidikan dan latihan ketrampilan di lingkungan perusahaan
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
36
serikat buruh berusaha untuk ikut terlibat baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dengan menempatkan dirii
dalam Trainning Commitee afcuu dengan mengkoordinir anggotanya agar bensedia mengikuti trainning derai untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan keahlian dalam bidang
pekerjannya masing-masing.-^
Hemat saya, materi program yang telah dicanangkan
dalam
salM.li
natu sasaran program urawn serikat buruh ada-
lah m^ruijakan langkah yang tepat bagi upaya peningkatan
produktifitas dan produksi. Dalam materi programnya nampak bahwa serikat buruhi lebih raenekankan perhatian. pada
faktor raanusia, yaitu pentingnya dilakukan upaya peningkatan produktivitas buruh.- molalui pembinaan kedisiplinan
peningkatan skill. Hal ini merupakan tindakkan yang e fektif, sebab pada dasarnya peningkatan produksi tidak
saja tergantung pada besarnya modal atau peral'atan teh. ilia yang lengkap, raelainkan banyak- ditcntukan oleH presrtasi lterja para pelaku proses produksi<, Seperti dikemukakan oleh a?*.. Munandar bahwa peningkatan produksi tergantung pada kuantitas produktivitas pekerja, sedangkan
produktivitas itu sendiri untuk kirar-kira 90 i* borgantung pada prestani kerja si tenaga-ker ja dan. yang 10
bergantung kepada perkembangan tehnologi dan bah an men—
tah.^2 iiisini nuinpak bahwa yang paling menentukan pe­
ningkatan produksi adalah faktor manusia, sehingga upa—
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
39
ya yang paling mendasar untuk dilaksanakan- dalam rangka
peningkatan produksi adalah upaya untuk lebih menxngkatku.n produktivitas buruh. Disisi lain, langknh kebj jaksanaan serikat buruh: seperti dikemukakan diatas secara mo­
ral adalah merupakan, penc^rrainan sikap perhatian yang besar dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan
dan kelangsungan hidup perusahaan, oleh karena itu sangat
perlu kiranya apabila pihak: pengusaha maupuni pemerintah
ilsut roenunjang keberhasilan pelaksanaan program serikat
buruh secara menyeluruh’
.
III.2. Serikat Buruh Sebagai' Partner Pengusaha Dalam
Keuntungan
Peranan serikat buruhi selaku- partner dalam keun tungan (partner in profit) merupakani realisasi- pelaksana­
an ICeputusan Menteri Tenaga Kerja Noraor Kep-1109/lVIEN/l986
tentang Pe.&oraan Pembentukan, Pembinaan dan- Pengerabangan.
Serikat Pekerja Di Perusahaan yang didalamnya menetapkan.
bahwa salah satu fungsi,, peranan dan tugas- pokok Serikat.
Pekerja adalah' meningkatkan partisipasinya dalam pelakrsanaan Hubungan Industrial Paneasila dan. menyusun KKB.
Serikat buruh dalasi hubungan ini mempunyai 2 tugas pokok
yaitu : (a). Memberikan arahan dan. penjelasan kepada s ^
genao anggota ags.s' dalam monuntut hak menikinatx ks'.uvfcung—
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
40
an. yang diperoleh perusahaan hendaknya didasari pertimbangan akan pentingnya pencapaian tujuan, perkembangan
dan kelangsungan hidup perusahaan; (b), Bersama-sama de­
ngan pengusaha menentulcan dan menetapkan hagairaana dan
dalam bentuk apa keuntungan yang diperoleh perusahaan dikelolah demi keperrtingan pihak pengusaha dan pihak buruh..
Tugas pokok yang pertama, dimaksudkan untuk mel-jruGkan
pandangan yang kurang tepat; dan raenghindarkan uimbulnya
gejolak dikalangan anggota, raengingat dal'aia kenyataannya
buruh. kurang memahnmi dan mengertii baftwa di dalam rnempergunakan keuntungan yang diilipat perusahaan itu harua dilcelolah' sedemiklan- rupa,. sehingga tujuan, perkemhangan
dan kelangsungan hidup perusahaan tetap terjajmin serta
kesejuhteraan buaruhi dapat pula ditingkatkan. Buruh uraumnya berpikiran apabila pei'uaahaan meningkat keuntungannya, maka secara otomatiis puningkatan kesejahteraan me­
re ka huruti dilakukan. Pemik.tran tersebut memang logis
akan tetapi kurang tepat, sebab menandakan buruh leb-Lh.
memon^ingkan kepentingannya sendiri tanpa mampertimbangkan. segi lain.* Padahul pemanfaatan keuntungan perusahaan
harus dirasakan kodua belah pihak secara layak dan sera—
si.
Realisasi pembagian keuntungan bagi buruh. dalam
bentuk peningkatan kesejahteraan seperti misalnya: kenaikan upah, pemberian jamiiian sosial dan bentuk tun-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
41
jangan- lainnya, penetapannya harus dipertimbangkan dengan
perkembangan perusahaan, Seri kat buruh, sebagai; partner in
profit, harus membantut pengusaha untuk bersarna-sama mengeloUah' keuntungan untuk ditetapkan dalam. KKB* Sellubungan
dengan hal tersebut, untuk dapat- menempatkan dirt sebagai
partner yang topat serikat buruh* menetapkan upaya diantaranya seperti ditentukan dalam sasaran program pemantapan
dan peningkatan pengabdian organisasi yaiitu dengan raengadakan pembinaan terhadap- tenaga-tenaga khusus dibidang
pengupahan, labour economic yang membantu organisasi,. penelitian dan perundingan♦ Selanjutnya, meningkatkan keikut
sertaan peranan organisasii dalam Bewan, Penelitian Pengu pahan nasional/daerali- dengan meningkatkan' kuali-tas anggota
dewan,, support informasi dan datar-data yang lebifoj baik dari organisasi;; serta meningkatkan keikut-sertaan organisaaii dalam. pelakaanaan program^ kese.jahTfceraan pekerjia yang
dilakukan.' pengusaha.^
Pelaksanaan beutuk kerja sama tersebut dibeberapa
perusahaan nampak dari. ftaail penetapan upah’ dan- atau tunjangan^ lain sebagaimana diputuskan dalaxti KKB. yang merupakan konsensua kecfeua belahi pihak, pengusaita dan serikat
buruh* Sebagai contoh., KKB.' yang ddbuat antara P..T- Faroka
5..A. dengan Unit Kerja SPSI P..T.. Faroka S.A., tahun H9.851987 $ raenetapkan hal sebagai herikut:
Paaal 8 : Upah Pokok,
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
42
Yang diraaksud Upahi Pokok pada prinsipnya adalah Upah'
Pokok lama (yang berlalcui pada KKB/CLA periode 19821985) yang telahi diperhitungkan dengan Indeks bulan
Agustus 1985 terrnasuk didalamnya Tunjangan Keluarga.
Pasal 9 : Tunjangan-tunjangan.
Terhitung mul'ai tanggal 1 April 1986, pengusaha. akan
memberikan Tunjangan Kemahalan sebesar 2i "/> (dua setengah persen) dari upah pokok, yang akan ditinjau
dari tahun Icetahun- sesuai dengan kemanpuan pengusaha.
Pasali 12 s Pembagian rokok.
Tiap bulan diberikan rokolc cuina-cuma kepa&a masingmasing pekerja sebanyak 4 (empat) slof, dari salah
aatui produksi perusahaan yang jeniisnya akan ditentukan oleh perusahaan. 35
Contoh lain ddkemukak/in dasinoj KKB'P.T.. Unilever
Indonesia periode tahun 1988-1989* Peningkatan kesejahteraan buruh sebagai realisasij pembagian profit ditetapkan
sebagai berikut :
Pasal 14 : Sistem Penggajian.
Setiap tahun dilakukan 2 (dua) kali1 penyesuaian gajdi
yaitu setiap tanggal 1 Januari dan tanggal 1 JUli*.
Disepakati bersama baiiwa besaraya kenaikan adalah
sebagai berikut :
- Tahun 1988
: 1 Januari 1 2°/<>
1 Juli
: 3^
- Tahun 1989
s 1 Januari s 2°J>
1 Juli
: 33*
Pasal 20 : Tunjangan Khusus- Tahunan.
a-© Sebulan menjelang tiap-tiap Hari Raya, pengusaha
akan memberikan penggantiian Tunjangan Hari Raya
kepada para karyawan sebesar
(satu setengah)
buian gaji bruto dengan minimum Rp. 150.000,(seratus lima puluh ribu1rupiah).{garis bawah da­
ri saya).
Pasal 21 : Distribusi.
1. Pen,gusaha dan serikat buruh'.telahi sama-sama me nyetujujTbahwa kepada karyawan diberikan barang
hasil produksi perusahaan setiap bulannya dengan
curoa-cuma.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
43
-
Minyak Goreng DeLfia
Blue Band
Sabun cuci Sunlight
Rinso (Medium)
Sabun rnandi Lux
Pepsodent (Ec.)
Sunsilk
Vim Scourer
Karyawan
JC 3-9a
Karyawan
JG 10-16
3
3
7
7
6
5
2
4 kg
4' kg
7 batang
7 bunglcus
6 batang
5 bungkus
2 botol
1 canister
leg
kg
batang
bungkus
batang
buiigkus
botol
2* Pengusaha dalam keadaan terpaksa dapat raerubah: barang distribusi. sepanjang menyangkut pembungkusan
tanpa mengurangi jumlah mutu yang seharusnya diterima karyawan.3o
Perincian bentuk dan bes a m y a tunjangan sebagaima­
na ditetapkan dalam KKB' seperti contoh diatas, telahi me nunjukan bahwa dalam mengelolah profit terutama bagi peningkatan kesejahteraan buruh> didasari atas- perhitungan
yang raatang dengan mempertimbangkan kondisi; perusahaan,
perkembangan serta kelangsungan hidup perusahaan. Disamping hal tersebut hemat saya, juga telah menunjukan bah­
wa serikat buruh tunrut menentukan dan terlibat bersama
pengusaha mengelolah.' keuntungan yang diraihj perusahaan.
III.3. Serikat Buruhi Sebagaii Partner Pengusaha Dalam
Pertan^gmig.jawaban
Hubungan ini didasari pada asas tanggung jawab
n*7
yang merupakan landasan Hubungan Perburuhan Pancasila.-3
Penerapannya pada partner dalam pertanggungjawaban me —
ngandung 2 (dua) segi; disatu pihak serikat buruh berke-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
44
wajiban merasa ikut liertanggung jawab terhadap kemajuan
perusahaan, dilain pihak sebagai irabangangannya pengusaha
harus, merasa ikut bertanggung jawab terhadap kesejahteraan buruh. Sesuai dengan dasar falsafah Pancasila, maka
kedua segi tanggung jawab tersebut harus diperluaa lagi
yaitu perlunya kedua. belah pihak, pengusaha dan serikat
buruh (buruh), memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat, kepada kepentingan negara dan kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Dengan demikian partner in responsibility mencakup bentuk dan meliputi tanggung jawab dalam hal sebagai
berikut :
(a). Tanggung jawab Irnpada Tuhan Yang Maha Esa,
(b). Tanggung jawab kepada bangsa dan negara,
(c). Tanggung jawab kepada masyarakat.
(d). Tanggung jawab kepada buruh serta keluarganya.
(e). Tanggung jawab kepada perusahaan dimana mereka bekerja>.
Dipandang dari obyek sasaran pertanggungjawaban,
maka tanggung jawab serikat buruh bersama pengusaha dapat
diklasifikasikan menjadi 2 (dua) yaitu : tanggung jawab
kedalam perusahaan dan tanggung jawab keluar perusahaan.
Tanggung jawab kedalam perusahaan berarti bahwa serikat
buruh dan pengusaha secara timbal balik mempunyai tang­
gung jawab terhadap satu sama lainnya untuk memenuhi kewajibannya masing—masing. Sebagaimana ditetapkan dalam
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
45
Undang-Undang nomor 21 tahun. 1954 tentang Perjanjian Per­
buruhan antara. Serikat Buruh dan Majikan, tepatnya pada
pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa "Suatu Serikat buruh atau perkiwipulan majikan yang raenyelenggarakan porjanjian
perburuhan, wajib mengusahakan agar anggotanya memenuhi aturan yang berlaku untuk mereka". Secara global pengertiannya. bahwa pihak pengusaha bertanggung jawab untuk memanuhi kewajibannya sebagaimana> teleh ditetapkan dalam KKB,
demikian juga pihak serikat buruh, harus. mengusahakan agar
setiap anggotanya memenuhi kewajibannya seperti telah ditentukan dalam KKB* Perwujudan tanggung jawab lcedalam ini
pada dasamya, pelaksanaan partner in production dan part­
ner in profit.
Tanggung Jawab keluar merupakan perluasan dari
tanggung jawab kedalam. Serikat buruh dengan pengusaha
secara bersama harua merailiki tanggung jiawab kepada masyarakat sekeliling, kepada kepentingan negara sertai kepada.
Tuhan Yang Maha Esa* Dalam nkripsi ini tanggung jawab ke­
luar perusahaan tidak dibahas dengan pertimbangan bertolak dari judul skripsi yang secara* khusus. membicarakan
hal-hal di lingkup perusahaan.
Dalam hubungan seba^ui partner in responsibility,
pengertian bertanggung jawab bagi serikat buruh. adalah
bentuk tanggung jawab moral terhadap pengusaha atas kewajiban buruh yang harua dilakukannya sesuai dengan per-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
46
janjian, bukan tanggung jawab secara yuridis terhadap pe­
ngusaha. Pembatasan tersebut dimaksudkan untuk mcmilahkan
hal yang merupakan tanggung juwab buruhi aecara pribadi
dan hal yang merupakan tanggung jiawab serikat buruh seca­
ra organisatoris. Dalam pelaksanaan hubungan kerja apabila terbukti buruh secara pribadi telah berbuat sesuatu
yang merugikan perusahaan, maka beban tanggung jawab terletak pada diri pribadi buruh yang bersangkutan bukan pa­
da serikat buruh. Serikat buruh baru akan diraintai per tanggungjawaban secara. yuridia apabila timbulnya kerugian
perusahaan disebabkan kesengajaannya (serikat buruh). Se­
perti ditetapkan dalam pasal 13 ayat (2) Undang-Undang
Nomor. 21 tahun 1954 bahwa- "Majikan yang menyelenggarakan
perjanjian perburuhan, dapat minta kerugian kepada seri­
kat buruh yang sengaja berbuat bertentangan dengan kewajibannya"*
Hemat saya, tanggung jawab serikat buruh dalam hubungannya sebagai partner in responsibility adalah merupakan jawaban atas persepsi negatip atau anggapan buruk
sebagian pengusaha yang masih memandang bahwa keberadaan
serikat buruh di lingkungan perusahaan Itanya merupakan
penghambat dan oebagai kekuatan yang dapat menekan pengu­
saha sehingga mempengaruhi ketenangan dan kelancaran usaha« Sebab dengan adanya hubungan ini, membuktikan bahwa
serikat buruh dibentuk bukan sekedar untulc mencari status
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
47
atau^ pengakuan, melainkan untuk menampilkan diri sebagai
penanggung jawab atas kelancaran dan ketenangan usaha melalui upaya perobinaan buruh. agar memiliki jiwa pengabdian,; disiplin, produktif dan bertanggung jawab.
27
'Imam Soepomo, Hukum Perburuhan, Cet.V, Djambatan, Jakarta, 1981, h.16*
28
P.T. Unilever Indonesia, op.cit., h..46.
2% a s i l Konggres Nasional II FBSI, Tentang Program
Umum Organisasi SPSI tahun 1985-1990, Jakarta 26 s/d 30
Nopeiaber 1985# h.52.
^P.T. Unilever Indonesia, loo.oit.
•^Wawancara dengan Walcil Ketua I DPD SPSI Jawa Ti­
mur, 27 Juni 1988.
^ A s h a r Sunyoto Munandar, "Menuju Budaya Produktivitaa Di Indonesia11, Manajeraen, Nomoir 2j tahun VI, Januari-Pebruari, 19^6, h»29»
^^Menteri Tenaga Kerja, Keputusan Noraor Kep-1109/
MEN/1986, "Tentang Pedoman Pembentukan, Pembinaan dan Pengembangan Serikat Peker.-foTPi Peruaahaan”, 30 Oktober
19ffS'.
^Hasil Konggres Nasional II FBSI, op«cit...» h.42.
35P-T.. Parolca S.A., K jsenakatan Kerja Bersama I9_i
85-1987, Malang, 1 Juli 198*6, h.20 dan 25.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
48
^P..T.. Unilever Indonesia, o-p»cit.. h.25.
^Lihat lampiran I, Tentang Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga SPSI.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
BAB. IV
HI A M B A T A N
Kehadiiran serikat bu.'uh? sangat panting dan atrategiis
dalam pengembangan dan pelaksanaan Hubungan Industrial Pansila. Serikat buruh' sebagai salaht satu: sarana utama flalan
raerabina buruhf menjadi pekerla yang penuh dedikasi, disiplin
serta produktif merupakan mitra kerja pengusaha yang sangat
tepat. Akan tatapii apa yang diharaplcan oleh serikat. buruh
untuk dapat berporan dan berfungsi sebagai aeorang mitra k^rja dalam pelaksanaannya raasihi belumi sebagalmana yang diharapkan, hal ini disehabkan masihi banyak kendala yang harus dihadapi baik yang datang dari intern organisasi maupun daffi luar
organisasi. Maea-laHi tersebut merupakan tantangan yang tengah
dihadapi serikat buruh hingga saa*t ini.
IV.1. Hambatan Dalam Organ!saai
Bagi serikat buruh, fuktor penghambat dari dalam organisasi yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan tfungai se­
rikat buruh meliputi 3('tiga) hal, yaitu ; (a). Masalah kepe­
mimpinan ; (b). Partisipasi anggota ; (c). Prasaraim.38 Me*salah kepemimpinan serikat buruh saat ini timbul dari berbagai sebab dan kebutuhan. Pertama, timbul sebagai akibat dari
proses pelebuxan dan kedua. timbul karena adanya tuntutan pola kepemimpinan baru yang immpu mengemban tugas serikat bu-
49
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
50
ruh dimasa yang akan datang. Proses poleburan serikat bu~
ruh dalam satu wadah tunggal
yang dihasilkan oleh suatu
konsenaus nasional menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indone­
sia (SPSI), memenlukan suatu poise kepemimpinan dalam masa
tranaiai yang dapat memahami segala; sesuatu yang raelatar
belakangi proaea peleburan itu aerta menjaga dan mengem bangkan solidaritaa menuju kearahi penggerablengan kekompakan kepemimpinan. Keterikatan serikat buruh dalara pembangunan nasional memerlukan corak kepemimpinan tertentu. Kepemimpinan serikat buruh tidak culcup hanya merailiki kemauan
keraa dan aemangat. yang berkobar-kobar aaja dalam membela
dan melindungi kepentingan buruh, melainkan harua pula me­
miliki wawaean nasional sehingga mampu dan sanggup raemadukun tugaa: tersebut dengan kepentingan masyarakat lebih lu~
as. Dibeberapa perusahaan, figuit pimpinan terma3Uk pengurua lainnya yang menjalankan rod® organisasi temyata bukan figur yang diharapkan dapaU dan mampui molaks&nakan
fungai serikat buruh aecara baik. Banyak diantara pimpinan
yang kurang menguaaai bidang perundang-undangan dan peraturan yang berlaku sebagai dusair dan pedoman kerja, di3e^babkan faktor pendidikan dan kemarapuan bidang organisasi
yang minim.39Hal ini jelaa menjadi faktor penghambat yang
pokok, bugai.mana mungkin aspirasi anggota dapat diperjuangkan dan bagaimana aerikat buruh dapat berperan sebagai
partner kerja yang tepat, apabila pirapinan sorikat buruh
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
51
tidak raejniliki kemampuan*. Misalnya, dalam rangka poningkatan produktivitas buruh yang diupayakan melalui trainning atau pendidikan latihan ketrampilan di lingkungan
perusahaan dalam hal ini apabila pimpinan serikat buruh
tidak dapat raengorgaxiisir polaksanaannya dan atau raemililci bekal pengetahuan tentang materi pendidikan, maka se­
rikat buruh tidak akan dapat berbicara banyak.
Faktor kedueu raenyangkut soal partisipa3i anggota.
Dalam suatu organisasi kekuatem terpenting terletak pada
anggota. Suatu organisasi akan dapat dengan mudah raencapai tujuan yang telah ditetapkan apabila raeraperoleh dukungan yang besaar dari seraua anggotanya. Se.baliknya, or­
ganisasi tidak akan bisa merealisaai tujuannya apabila
tidak mendapatkan dukungan sepenuhnya dari anggotau Keadaan yang terafchir ini, ytii fcu kurangnya dukungan anggota
serikat buruh terhadap pelaksanaan fungsi serikat buruh
dewaaa ini merupakan masalah yang tengah dihadapi seri­
kat buruh, Kenyataan menunjukan bahwa banyak diantara
anggota serikat buruh yang bersikap pasif dan acuh taic
aeuh terhadap aktivitaa serikat buruh, bahkan yang lebih
memrihutinkan ada sebagian buruh yang tidak tertarik umr40
tuk menja&i anggota serikat buruh*
Situasi demikian
setelah ditelusuri ternyata dipengaruhi oleh keadaan pengurua serikat buruh itu sendiri, pertama karena kurang­
nya kepercayaan anggota terhadap kemampuan pengurus. yang,
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
52
memimpin raereka, menyebabkan amggo'm kurang respon terha­
dap aktivitas serikat buruh. Kedua, kurangnya. koraimlkasi
yang dilakukan pengurus terhadap anggotanya sehingga
nyebabkan anggota tidak mengetahui aktivitas yang dilakukun pQiiguiruo, dampaknya timbul penilaian dari seraentara
anggota bahwa' pengurus tidak aktif dan tidak dapat bekerja* Pengaruh lainnya timbul karen.a adanya rasa, takut pada
diri anggota terhadap sikap sementara pengusaha. yang terkadang
akan mendiskriditkaxuiya, apabila nampate bahwa
anggota yang bersangkutan tarlalu aktif terHbat- dalam
kegiatan serikat buruifc*^ Hemat saya, masalah kepemirapinan) dan parti sipasi anggota aebenaroya merupakan suatu
conditio sine, quanon, satu sama lain merupakan muaabab
yang saling merapengaruhi dan mengkondisikan.
Satu faktor laxnnysu yang tu\c kalah besaat pengaruhnya terhadap keberhasilan pelaksanaan fungsi serikat bu­
ruh adalah prasarana. yang menyangkut soal keuangan atau
dana organisasi. Pada dasarnya dtuia organiaasi merupalcan
salah satu elemen yang panting bagi kemajuan, perkembangan dan kelestarian organisasi. Hal ini sangat dirasakan
oleh s&rikat buruh dalam upayanya mewujudkan apa yang ta^3ah ditetapkannya dalam sasaran program. Kurangnya dana
yang tersedia untuk mencukupi keb-vfcuhan serikat buruhdalam raelaksanakan aktivitaonya pada saaxt ini benar—be—
nar dir&sakannyu sebagai suatu kendala yang cukup berar—
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
53
ti< bag! kemajuan dan perkembnr.'gan serikat buruh. Saat ini
serikat buruh telah melakukan upaya penggalian dana baik
yang berasal dari intern organisasi maupun. dari pihak luar. Penghimpunan dana secara intern dlperoleh dari uang
pangkal yang dikenakan bagi setiap buruh pada saat raaouk
menjadi anggota dan uang iuran yang dikenakan setiap bu~
lan bagi setiap buruh yang telah. terdaftar sebagai anggo42
ta.
Sedangkan penghimpunan dana dari pihak luar diperoleh dari bantuan sukarela perusahaan secara insidentil
dan atau donasi dari pemerintah. J Akan tetapi dana yang
terhimpun hanya. dapat menutup kebutuhan rutine. yang tidak
menyeluruh,^ Kondisi demikian semakdn diperburuk dengan
kenyataan bahwa aasih jarang unit ker ja* serikat buiruh menerapkani sistem penarikan iuran melalui pengusaha' (Check
Off System) sebagai suatu cars yang efektif dan eficien
dalam menjamin k&tertiban dan kelancaran pemasukan dana
organisasi. Ber daBarkan rekapitulasi DPC: SPSI Kodya Tk»II
Surabaya disebutkan, bahwa di sekton Kimia,, Energi dan
Pertambangan (KEP) darii 42 unit, kerja SPSI yang ada hanya
26 unit kerja yang menarik iuran. dengan; Check Off System
(COS); kemudian di sek-tor Pariwisita, Makanan dan Minuman
(PARMAM1N), darii 37 unit kerja SPSI terdapa* 15-unit kerja yang menerapkan COS; sedang di sektor Textil/Sandang,
dari aefcanyak 19 unit kerja SPSI yang ada hanya 4 unit
kerja yang menggunakan cara COS.45 Hal ini tentu saja ku-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
54
rang menjamin pema;m'can dana secara menyeluruh, alcibatnya
dana organiaasi tidak terhirapun sebagaimana yang diharapkan. Pada gillrannya aktivitas serikat buruhi yang raembu^
tuhkan biaya tidak dupat dillaksatiakan. Misalnya pada pro­
gram pendidikan dan latihan ketrampilan bagi anggota, aampai aekarang masilii helium. bisa dilaksana.kan secara mandiri
oleh serikat buruh.
Hemat saya, kcfciga masalah polcolc intern yur.g menjadi halangan keberhasilan pelaksanaan fungsi serikat buruh
adalah* merupakan masalah uraum yang dihadapi oleh setiap
organisasi apapun bontuk dan macamnya. Jadi, bukan. merupakan hal yattg asing apabila serikat buruh sebagai saUah sa­
tu macara organiaasi dihadapkan pada soal kriaia kepemimpin.ant kurangnya parti uipasii anggota dan miniranya dana organi­
sasi. Negara sebagai auatu bentulc organisasi yang beaar
aa ja terkadang juga dihadapkan pada permasalahan yang serupa. Akan tetapii,, kuantiitaa dan kualitas hambatan yang diha­
dapi tidak sama.
Apabila kita tel\isuri musabab timbulnya kendalia yang
tengah dihadapi serikat buruh;, pada dasarnya terletak pada
keleraahan manajeraen sebab kenyataannya kurangnya kemantapan
dnlar* melakukan rekrulraent pengurus,, kaderiaasi maupun pengelolahan keuangan yang dilakukan serikat buruhi di linglcup
perusahaan naiapak j^las*terlihat dibeberapa unit kerja.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
55
IV.2. Hambatan Luar Organisasi
Disamping falctor intern' organisasi, serikat buruh
juga dihadapkan dengan hambatan yang berasal dari luar or>ganisasi. Untuk sementara ini yang nampak sebagai pengbambat adalab-i pengusaha* Pada. kenyataannya hambatan beraebut
mengarah pada persoalan yang menyangkut eksistsnsi serikat
buruli di lingkungan perusahaan serta menyangkut soal pelak­
sanaan atau aktivltas pengurua. serikat buruh. sshubungan de­
ngan fungsinya sebagai penyalur aspirasi buruh* Kehadiran
serikat buruli aebagai wadah buruh dan aekaligua sebagai alat untuk melindungi dan membela kepontingan buruli, te3ah
menirabulkan peraepsi yang bukan-bukan dari 3firaentara penguha terhadap maksud dan tujuan dibentuknya serikat buruh*
Lebih lanjut kekuatiran tersebuU telah melahirkan sikap antipati terhadap keberadaan serikat buruh* Ssbacai bukti,
aebagaimana telah disinggung dimuka, ada aekitar 15 perusa­
haan industri khueua di wilayah Surabaya yang menolak pen46
dirian unit kerja SPSI di lingkungan perusahaannya*
Dila­
in hal dibuktikan juga. dari hasil Study Komparaai pihak DPD
SPSI Jawa Timur bahwa gerak aktivitas serikat buruh banyak
mengalami kesulitan, tidak leluasa dan selalu mendapat pe^
ngawasan ketat dari pihak pengusaha* Bahkan tidak jarang
pengurus yang terpaksa di-PKK. Ada sekitar 25
dari PHK
yang ter jadi mengenai para kader SPSI diperusahaan*
Skripsi
47
Ba-
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
56
nyak upaya lainnya yang dilakukan pengusaha untuk njembatasi aktivitas serikat buruli di perusahaan hail: yang bersifat langsung maupun yang secara tidak langsung, Salah
satu eara yang umum, yaitu dengan meningkatkan volume ker­
ja bagi pengurus, sehingga dengan demikian sangat sedikit
peluang pengurus serikat buruh untuk menjalankan roda or­
ganisasi, khususnya dalam menjalankan funguinya sebagai
48
penyalur aspirasi#
Kurangnya waktu bagi pengurus serikat
buruh, karena banyaknya pekerjaan yang harus ditangani menyebabkan tidak ada kesempatan mengadakan konsultasi de ngan perangkat lobih ataa maupun mengadakan koordinnsi de­
ngan anggota, Pembatasan yang bersifat langsung dilakukan
oleh pengusaha dengan jalan tidak memberikan ijin dengan
alasan tertentu pada pimpinan serikat buruh untuk melaksanakan fungsinya. dan atau menunjukan sikap tidak senang ke­
pada pimpinan serikat buruh yang nampak aktif memperjuangkan kesejahteraan anggotanya.
Kondisi yang menyebabkan banyak pengusaha yang enggan atas kehadiran serikat buruh, diantaranya disebabkan
pengaruh pengalaman pahit masa lalu dalain molaksanakan sistem hubungan industrial. Pada masa sekitar 2 dasawarsa yang
lalu, keberadaan serikat buruh banyak dipen^aruhi kondisi
sosial politik. Pandangan marxisme dan historis m a t e r i a l i s ­
ms serta klassen-stri jds theorie telali mempengaruhi pola
hubungan antara pihak serikat buruh dan pihak pengusaha se-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
57
bagai pola hubungan antara 2 golongan atau dua kelas yang
berbeda kepentingan dan Baling bertentangan. Akibatnya
pola hubungan antara pihak serikat buruh dangan pengusaha
bersifat konfrontatif dan kontradiktif satu saraa lainnya.
Hal ini nampak> dalam upaya penyelesaian perselisihan yang
mereka terapuh,, yaitu mepti dilakukan secara konfrontatif
melalui pemogokan, unjuk rasa, lock out dan bentuk pertentangan lainnya. Tentu saja kondisi demikian sangat tidak
menjamin ketenangan kerja maupun ketenangan usaha, lebih
jauh juga- akan selalu mengancam perlcembangan dan kelangsungan hidup perusahaan* Pengalaman buruk dalam sejarah
hubungan perburuhtui tersebut hingga sekarang raasih menghantui sebagian pengusaha yang akhimya menirabulkan sikap
antipati terhadap keberadaan serikat buruh.
Heraat saya, kekuatiran sebagian pengusaha terhadap
kehadiran serikat buruh karena. pengaruh pengalaman masa
laluB dewasa. ini sudah tidak pada tempatnya. Sebab hubung­
an industrial yang sekarang berasaskan Pancasila. telah
rombak secara total pola hubungan kerja antara pihak pe.ngusaha dengan pihak serikat buruh (buruh) menjadi pola
hubungan kerja sama yang serasi, selaras dan 3simbang den&au selalu menjunjung tinggi musyawarah untuk mufalcat
dalam setiap peraecahan masalah yang timbul di peruuahaan.
Hal ini mestinya patut dipahami oleh pengusaha dan harus
benar-benar dihayati, sehingga tak perlu kekuatiran itu
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
58
dipegang teguh. Kekuatiran memang perlu ada, akan tetapi
tidak untuk diarahkan kepada apa yang aemestinya tidak
perlu dikuatirkan lagi*. Serikat 'buruh yang keberadaannya
dialcui secara naaional, bahkan merupakan kebijaksanaan pemerintah untuk direalisasikan disetiap perusahaan tentunya
sudah dapat dipaatikan akan menjamin terciptanya hubungan
kerja yang baik dan menjunjung tinggi hak dan kewajiban
raasing-masing pihak, pengusaha dan serikat buru>i (buruh).
Jadi tidak perlu dikuatirkan oleh pengusaha.
•^DPC. SPSI Kodya Dati XX Surabaya, op.cit. , h.5.
39Ibid., h.4.
^°Wawancara dengan Wakil Ketua I DPD SPSI Jawa Ti­
mur, 27 Juni 1 9 8 8 *
41Ibid.
/2
Lihat lampiran I, h. 21.
43Ibid., h.13
^^DPC SPSI Kodya Dati XI Surabaya, loc.cj t.
45
^DPC SPSI Kodya Dati II Surabaya, larapiran X-aporan Perkembangan dan Kegiatan SPSI SurabayaT X9HNopember
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
59
46(P-47), loc.eit.
^"Perdntis Unit Kerja SPSI Sering Terkena PHK*',
Surabaya Post, 16 Juli 1987, h.III.
^Wawancara. dengan dengan Sekre.taris DPC SPSI Kodya Dati II Surabaya, 14 Juni 1988.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
BAB
V
KE3IMPULAH. DAN. SARAN.
V.l. K c a l m p u l a n
Dari kftseluruh an uraian sebagaimana tlilcemukakan
pada bab)di muka, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
1. Aapiraai buruh yang hcndak ddsalurkan acrta diperjuangkan serikat buruh pada dasamya merupakan aspirasi yang bersifa* normatif artinya masih mendasarkan
pada peraturan yang berlalcu. Sedangkan peloksonasm
fungsi serikat buruh sebagai alat untuk menyalurlcan
aapiraai buruh, dalam praktek berpedoman pada aturan
yang mencertninkan asaa musyawarah untuk mufakat serta
selalu menjamin. ketenangan kerja dan ketenangan usaha
di dalam perusahaan. Jadi, seyogyanya pengusaha tidak
perlU: kuatir atau; bahkan berpikiran buruk terhadap
aktivitas serikat buruh; yang nota bene selalu mendasarkan pxtinaip Hubungan Industrial Pancasila.
2.
Keboradaan serikat buruh di lingkungan perusahaan se«
b e n a m y a sangat penting bagi pengusaha. Peranarmya
sebagai rekan kerja pengusaha baik dalam produksi,
keuntungan maupun pertanggungjawaban, raenunjukan bah­
wa serikat buruh' ikut andil terhadap perkombangan dan
60
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
61
Ice1angsungan hidup perusahaan. Akan tetapi berhubung
serikat buruh belum dapat aecara keseluruhan merealiair programnya, maka arti penting tersebut belum nampak dan diraaakan oleh sebagian pengusaha di lingkung­
an perusahaan.
3.
Hambatan yang dihadapi serikat buruh dalam raelaksanakan fungsinya baik terhadap buruh sebagai anggotanya
rnaupim terhadap pengusaha, disebabkan 2 (dua) faktor,
yang pertama faktor dalam tubuh organises! serikat
buruh sendiri dan ke.dua, adalah pengusaha. Satu hal
yang ironis, terayata hambatan yang ada teraebut diantaranya berpangkal pada buruh dan atau pengusaha
itu sendiri.
V.2 S a r a n
1. Untuk dapat menoapai keberhaailan pelaksanaan fungsi
serikat buruh aobagai alat penyalur aspirasi anggotanya, maka perlu ditempuh upaya sebagai berikut :
a. Perlu memilih figur pimpinan unit kerja serikat
buruhi yang mumpuni dan bexrpsngnruh, melalui r<jkrutmen yang demokratis. Disamping itu perlu raemilihi personalia kepenguurusan dengan mendasarkan
atau: diarabilkan dari psrwaleilan masin^-inysing ba-
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
62
gian (Division, of work) yang ada diperusahaanr misalnya perwakilan dari bagian personalia, perwakilan dari bagian produksi dan seterusnya#
b. Lebih raeningkatkan program pendidikan dan latihan
kepemimpinan (Leadership) bagii pimpinan dan penguirua serikat buruhi ditingkatan unit kerja*
c. Perlu meningkatkan koordinasi dan. ltomunikaai antara
pengurus serikat buruh, dengan anggotanya, agar ti­
ter jadi kesenjangan.
2.
Untuk lebih memantapkan dan: menjaraiit keberhaailan se>rikat buruh eehubungan dengan peranannya sebagai rekan
kerja pengusaha, maka perltu meningkatkan ketarllbatan
lembaga Tripatit dengan. maksud agar tercipta suasana
keterbukaan antara pihak pengusaha dengan pihak seri­
kat buruh sehingga permasaXahan yang tengah dihadapi
masing-masing pihak? dapat diseliasaikan dengan baik*
3*
Sistem pemungutan iuran anggota sarikat buruh melalui
pengusaha (Check Off Syatem) perlu diterapkan secara
menyeluxruh oleh setiap jajaran unit kerja serikat bu­
ruh demi untuk menjamin penghimpunan dana, terutama
untuk dapat mewujudkan kemandirian organiaasi. Juga
perlu unttuk memasyax'ak&t koperasl anggota dijajaxan
unit kerja serikat buruh.
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
DAffTAR BAGAAN
III K ZJ:.
All Moertopo, Buruh Dan, Tani Dalam. Pembangunan, Contra
For StrategI"c:_And7'Ynternational' "Studies^ J a k a r t a ,
1975..
Imam Soepomo, Hukum Perburuhan Bidang Hubungan Kerja,
Dja m b a t a n ,_ J a k a Y t a * 1 9 7 5 .
---- >— , Hukum: Perburuhan'' Undang-undang dan Peraturan.peraturan, D jambatani," Jakarta, 1981«
M.Manulangt, Daaar-dasar Management Ghalia Indonesia,
J akar ta,'~1‘9*J"3.
3-oekamo., Pembnharuan Gterakan Buruh di Indonesia dan
Hubungan Perbuimlian PanoasiTLa. Alujnni, Bandung,
T W T
Subekti dan lUTjitrosuddhio, Undan^-Undang Hukum Perdata: {terjemahan),, Pradnya. Paramita, Jakarta, 1975 •
gERATORAIf. DAN UNDANG-UNDAIfCC
DPP SPSI, Petun.julc Pelak3anaan Mom or l/DPP SPSl/ll/
1986; Eqntang Pcmungutan Iuran. Anggota Serikat Pc.kerja. Mel&lui Pengusaha' CCheck Oil System I, Jakar­
ta, 19
-------f Surat Ke-putuaan Nomor' KBP-16/DPP SPS1/XI/1966
'Eentang Pelaksanaan P e m m ^ t a r T Iurjm "iSagi Serikat
I^eker ja , jiakar ia , 1;9#4»
Departeaen Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kopeitasi Direktorat Perlindungan dan Perawatan Eenaga Kerja,
Surat Nomor 286 a/BIUIl/Dphk/74 Tentang Pengukuhan
W BSX. Sebagai Vaksentral di Indoriesia^ Jakarta,
19747'“
NLenteri I'enaga Kerja, Peraturan Nomor 1 tahun 1969
Tentang Bantuan Organisasi itoruh/Pekerm/Ka^avvan
di Indonesia^, ~J^arta7^9^?«
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
------ f Keputusan' Nomor EKP-1108/^l/ISN/X936 Tentaing
Pedoman Pelkksanaan Penyelesaian P er aeli siKan
industrial dan Pemutusan Hubungan Kerja, Jakar■t z - t s s z :---- ;----- :
— !
------- ------------ — f Peraturan Nomor Per-05/MEN/l984 Tentang Pe*laksanaan Pemiingutan Xuran BaTgi Serikat Peker.ja;,
Jakarta, 19U4«
-------( Keputusan Nbmor KEP-72/M^/1934'Tentang Da­
sar Pernitungan Upalu Lembur, Jakarta, 19^4.
~
Mentari Tenaga Ker ja, .Transraigra3i dan Koperasi, Pe.raturan Nomor Per~Ol/MBN/1975 gentang Pendaftaran
Organisasi Buruh, Jakarta, 1975*
P*T#. Unilever•Indonesia. Kesfcpalcatan Kerja Bersama.
1988-1989. Jakarta!, 19SB7
P.T.. Earoka S-.A.., Kescpakatan Kerja. Borsajna 1985-1987.
Malang, 19 8 6 .
Serikat Pekerja. Seluruh Indonesia:, Anggaran Dasar, Ja­
karta, 1985o
~~
-------, An^ a r a n Hum ah Tan^ffa, Jakarta, 1985*
3 . H A R. I' A. Ni
Perintia Unit Kerja SPSI Sering Terkena PII1C, Surabaya^
Post. 16 Juli 1987o
(P-47), 15 Perusahaan Indu3tri Surabayai 33olak Pendirian Unit SPSIi, Prioritas, 10 Januari 1 9 8 7 .
S.etelah Diteliti, Unsur■Pengabdian Para Pekerja Temyata Rendah, J&wa Pos, 30 Pebruari 1987*
4. LAINr-LAIN
D.eklarasi Persatuan Buruh. Seluruh,' Indonesia, Jakarta,
30 Pebruari 1973.
Konggres Nasional II FBSI, Keputusan Nomor KKP..6/KN II/
FBSl/1985 Tentang Perubahan Anggaran Dasar aan Anggaran Runah TanggaTgBSI dan Penetapan Angfiaran Dasar
dan An^garan Rumah Tangga SPSI, 'Jakartj,, 19<35"" :
Skripsi
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
53
r/D
[d
o
Z
Pi
<
4
C5
-z
_
fXc
<
2
-J
< a
z 2
Ift
co
05
<D
c
ttf"
+■>
S
j*
«
<-»
n
to
2 g . 0)a.
uJ —I ow
<k az
Z "E£?•
X-;w
uj s
* 3
z SI
o
*
CO
<
ei
W
Q
W
h<
£
O CO
B
cn
—J ~~ V>
s» <
x«
< S 3 it
<*•
UJ
» o | s
« 3 z
C m
u *a:
M <0
=
C/i X
O. UJ =
E e ^
" u a -
KKnS
2
s
<o
5 - o
IE 2
—
*
«
S
3
ec
<
i
I
E 2 re
w ^
—B *
r:
' I I I
£ - S. «
* 5 5 ? os
n Z __
C C C
r
9 C K :
c?,y - r
ll
sfli
ra 2
je
55 «
-§BO | | 5;|
£ c C.
«
C
C o "C/9
I |% §
5
6
3
C
3
E c c
a
£ 5&
»» a
■= <j
w
■g E o ®
5 s
§ * g
CJ pi c
■c
~
g
<
S s £ ..
® 5 ~ E. -0
3 S 2 ■£o= cS C
Q
«
—
5 Sx — c. Eei ■—e
S 3
!jgc“E“S . ! E £
6*5*3t£ S - 9 s
Q <
tcc uj
z
uj
-
£ ‘ 3°
<
g a | ?
*••
S
• 1y0
5 Afc ?S a
Z
• < O (£
h*
eo a ■* ■o
<«a
O
£
'c
S
?
cc _ <
® 5 2 &I1
<Mo £
■§ I & £ • §
o “ ta
o
je
f <«*
z 2 <
°
5
3
S
mT<
x <
< ^
=» 5
“ *
UJ *
fc2
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
—
«‘
«
t&
g>
5 .5? i
-*
B
y
——
5
to ~
- 0 2
t
Jc(£5 u
"
*
*-
=
3
•S g
s -g
R .?
o c a
o/ .5 i*
“ 5 •*
% S 2
P
e>
W
£ » c
tr e ►
n
e
gre
t-
S S
fc — ft.
3 -W
c%m
ft ^
S
c
IB
C
c £
.
.
:-S
a s
2 CC
„
Q>
<5 to »cn
E <5
*0 Cl
c
c
<c
"O a* c B—
. c
a> g
<5 c
.* a. 2re
c O
2 m c
5 "S a & -§
? P s ? 19
B E <c h® o
£
5r
Ce
c
<
2
^
> 1
H
"
a: 2,
a y
5
<0
£
(9 °
a o>
rs
6)
.C
«£
t.
a
•» a
J*
"U
■=
o o
D
5
l- a
O
eu
«5iC
uj
v>
Z
o
a
Z
***
■«■»
CT)
«
*t
u
<
cc
C/)
u. v>
u.
< UJ LJ
t- <r tUJ
&. O
to
UJ UJ
CO
<
t/>
z
z I a. z
UJ
o D
* C O CL
D
m <Z
H z
55 z <
o
cc
w _i CD CL
UJ UJ D <
«/5 CC 1LU LU
~ LU 1- Z
z a. <
-J O < (C
< o 3 <
z z < o
o
o
C5 z z z
< D < <
is CC I
z
3 < <
2
w § O w
*•N n <»
D X ° . S
o
H * sCC §W
cc < < z
<
?§
?
3
a
<
u
w
£
cl
£ tr
C D
«
S
to 2
UJ Z>
tn c
E
s
*5
_
<
tr
1U
O
Ui
IV
.2in
£ co
JS 05
D
03
o
Z
o
*
c a
re«
s s
2
8.
e £5
j<B<T<>
D.
2 U>
c Li.
®
£
E h
cc
c < _;
« ci w
> o &.
<
2
c
*
2
s •= £ I
*£ Qc
e
a
1
V)
•s
5>
O» ~
S tfi
a: c
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
A nggaran
dan
Dasar
Anggaran
menetapkan
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
<
z
o— w
m
V ) u.
2to 2
w
xs
a
t
2
•a
it:
O
© C *0—'A 't J, * •
a .5lc05
l5 S 3
*
o
C)5 nm
* £it* 8
■* _
_
*
•!
a.
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
(3
2
£
s
Skripsi
-
wajar. sesuai
o 3
£
< “■. i « I- 6- 2 5
<
'C
i
&
W
yang
►
—
s o s ia i
2l
U
CD
kepentingan
<
memperjuangkan
5
<
2
dan
I- U- J- U J- ~
* = s J ■* s
<
0
<3 ~
1*
2&
*
UJ
0.
H*
<
*
a
ow
w
o
z
<
bela
SENTOT USDEX HIDAYAT
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
to
—
18 ^
*2 'S *
< 2 £
XI >
fc 5
Cl
S Z
™<
< oS’■c
§
D .- c
< S CI
O
«0
<9“
C
3 "O
Q
ft>^
"c a
* *
0
a>
"S
2 z
- s
12
S>S
(X
c
c
V
0
CO CP
c
«“ re
re >
C
re .2
0
9
re
3
O
Cl
QJ
<
r-sV)
-
N
aEre. <
C
re
o>
a
’w T
a> a>
.* jk:
c ro (0
A)
CD
<*
3
a*
&.
O
r>*
re
re
cn
ai
c
Z
CO <
I O£
cj
a w
^ <0
re 5
a
•
D
— 3
.
*•
O
)<O.
c
i t
** C
to fb
3
0c)r
e
O .2
’5j E
*£
a 5 I I
s e .*
a<
r
■rC
a
i
— "
S
O
J
■* £i i re
■<2
cD
0"
ai re
■2 I
k>re
Ot
?i
■5. e
a 'Z
9w
•5
5 tri
■<
£&
a9
>
oD
o
D
tn
_<
« _
v>
B>re
O "5
CJ
ID
*0 <0T_•Z re c .i c
«5.2
» ® o
V
o
>«
o>.
ci '■5 n C.
5 E
f
I
re e .*
re re
_£ >o -?
Jt •— V
C
°> c ra
O
h c
*
£
n
o C C
$
re
T3
3U B
£
M
e
? E s
B° *c
5
Ce «
C•*
r
§ 13 c
*
£
s£
£?
SJ>gO
C
c ?
r
2? ft)
C
D>
e
££
aS
C
res
—:
C
*
c
re -c
I9S >S
8w °
t>
150 1c
e
C.
^
Cl
v
S JS
°£
Ii
£ re-W
o
y “ E
2 ree
*s £
3 a "v »
1 J
^re «*
a>
d } §
« .9- re
"D _
§ «I
2. rt I
e
t
og,
cn.™
k. E_
3 .£S 'iiST
CSS
=
5 «
-* s £
"
£
i£
5
£5 £ i *
re a« J^
-
“ -3o _
r
e
“n
.. •
U
cr.fi
r
e ti
-
r X -c
*
Cl *
c
re..
r
e
>
.
C
T3
ra
2 5
.S* 5
re a t 3
*A £
? I ? £ .£ •*
£ 8 3 -
e
-o c
Ie
5
m C«5
_
g2
Q. 3
LL
is
S -O
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
— X
O <0
p >
H
s-S
ra
>• O
<
o 5 g>
J,
6
C
=
co
D
O
<
2
<
O
W
z
<
o
5
<
_)
<
c
r
UJ
O
z
ui
m
.gre
« 'S ^
t
> o re
re X>
Z<o = .
*_
" sc
‘-5 j?
'?
je
CJ
a
is
•x ■£ c
52
re 3 c
f5 r
? fc 5
2 -S
o ~
8 2
C w
r
eo
o
s
.a £ V
-p >
'-i 'Z> 'eT?
6
re E
•— e>
£ T3
■* .o
J5 -8
o
a
I*
a.
C
C
•§ s
re *
2 -s
S
? 8*
a) .D
■D ti
C **
U
01
< £ S
z
O
3
j}
^5
q
E
£
o
<s
re
"O
z
£ <
03
s s
(•
<
wl
S*d
^ «Jo
a>
o
£
o
c
£
c
Q
•c
A)
’3*
5
E
...
c
.?
re
9
o
O)
c
E
<0
-J
2
£ w
D
vQJ
t>
g
3
IQ
*
c
fc
3
ra
a>
C
<5
C
CO
a
=
~L a
W'
<
&>
*53
c .2 <D Q
10
§>
2
=
_O
J2
c
re
o
a =-reo
re
>
C
~
c
s
=>
e.
c
to z
a. o
wO
3P
2 re
©
E
O)
--
s s
E ^3
S
— ^
«
re —
•o ._
x
a. E
«>
£ 'c
•2 £ 5 a C .£ § !2
0) o a E ^
Sn £ £ C-.c
£ s.— CD
e> r
re
^
a
g>
.£ o
C Tg
3
>
3 0>
■I T5» 1 g I ■Cre.T-J
T3
3 re^ 5 5 9 *o
§ 2 | 2 <o- XreJ?>"
T
.
»® r
e
c (n
ct)a .“
S !> =
"
co>£
re
w
B 2 8
CTl
•r S i ^
«9
oi •< C 3
■* 3c 2 *c-s
_
oi It
& ®> e
» 2
a
^ IQ 3
» - -o
_fcCl Sre c
c •- re g re
Q <T>
I 'I
s&1
■s?
.
« 5 £
^ «
c
ro rv ~
Oi
w
.£
?
'Z J?
£ I 2O 5ft) 2
E ..
2
c
£
JS
j*
3 .
ro
a
Q.
fd
E
J?
TO
*D
.£ o
V
o £
E
c -j
w Cl
ti e
a t
.2
re _
5
1 1 5
<5 W
c c c
5
(5
*• §
?>-S5
C
S
« I
S a X
-£
-£
2O I
»
f
9-c
5v Cc
J 2
■8 c £
_ <
y Ts
c c.
g1 -a
2 ■=*V
in > (C
a "o « 3 < t
c Oi;
i n
3
a C n
ic S
"3
•£ £
i il
jt
*0
c
?
E
oi
£
c
C O’
3 C
Oi (V
C .*
t S c
* 3 -8
I II
n c p>
•o T> c
3 * 10
Ol
g
C £ c
re
a
Ol
c
E
S, e
>
re 5
•o
»1
re
w
C
> c
Ot c re
o>
cn _
? re
J«D ,fc
>
^ c
x
re
o
c
cr
I g 2
UJ
O
x
f i
UJ «> ._ re
CO i c
l
re 'cre
J? a e
re —
W re o
Q P
E I
Q ,C
O
t)3 *C5•
I 5
O. X
_ O
|
2 itc C
.n?T
3«
t a
?
J?
C J*
S 2
E «* V
v
2
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
j«or ^^
o «
v> E
o 3w
•S
£J C
T
c7>
cc
o
h
*u>
v«“
>w
^
ai
IB
<(
Z
a. o
q (0
z
w
a
.
Ul
tr
X
3o
t
—
E_
—
> = -s
toJS
wI
_
"j
>«o
gjx
3£c S
„
5 10^20 5 E
u
^
LJ
c
l“
re —
S E p
t*
g*
.0
9 ?5. 61
5
g — <5
«
r
.£ §
*5
—S -5t«^& v
2 *
H-*-
i|
_r
3.Cr
c
ia«•—
e —io-o
f5 3
—
ft)ag> o. ?
3 F.c
E .- >
jtDC™
re3
?*I
3
'c c
S 2 Ji 3>2(0
U
cf
O
JS. °
.2. S. a -c
c c m
. .!?
S °* c —
oJ
C
C
5
8
£<
(0
22
.? I
<
c<
.om
A) O
C S> e >« e
e .l
r&
Tr
o■D
X
reTi3o
2r s > = S 9-O *
2 s 2 >- e>
—
ta. c«J.■,„
D
X)
e 3 § |ce2*
"5*5
os's
oy O 3
£ w * “c 13
j?
c
f
,*g2 I
c
•
—
I
D
— «> ~
a
— _
3a _
w
w. 5*
a
t.
oc
to V i e
IC .£Sre
}
to t
<
w
Z
<
or
t
o 3»
CO ~l
- <
**
£.c
fc
a
ui
>
Z
<
2
c3/5
c E
J}
in(0
I l l S I * 8
c c i
E
E c
a> «
^ re
c
E
■Is &
rfn
g«
E^
S
u V •• ■
R
X
*re Jtn
X
rt^
m
■
D
C .«!
•• D
3- S(
*
0 s&
If
o c ’M
si
JS n
0O
2e
^<u v
c E
n<
a«. ^
< a a- .-cS £
1 *5 c ,’55
5 to JP
52 •* *o
5
< "or .2.» OW »•»
"_
a
3« .
I I
5 .?
o
*H
UJ
t. w
rud) c
a c<o X
O
*o
°- 3
c £ I
3
13 w *s
2
UJ
a
.
UJ
ac
E 4 8
s*
W J# <A
5 ?
E 5 s
Si & o
»
2 .4 S e
- a 8a
"O w
(© C
O. ~*
"U5<
TO
E£
•« 0c</> -s ? l
w .£ i? ■§
o
<
<
H
o
Z
O
—
D
— J
r'£
icv
>
a
< -I •- ?
“O
o g JJf E
o O “•D— CC?> >Ac> E3
<
5
<
a
>3
£ S< •"£•»> 0
E
• ^ m
UJ
*
i
w.•
») —«6«
IT
S2
£« aa
i n i
o 5 "K
£ * c•£
>•O.2,tj15f«
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
-
o
_j E
5 •*
-61 i Zp
a -C
jb
(S
S
D to i/> to
!n ?reI I_
E
C
£
X
£
it
a
X
-0
q
o
X
c c x<0 <
T
.2 *Z
a >- cre
15
ID
2
X
ft
O
Q
19
g 5 55 5
’* to © fo <o
^
n> q <b re
jS ii T3
> >
i >•
? >3 3
3
3
555S
O)
0.
10
X
re
0-
" 3
■c
5
OJ
(0
:
W
,£
?
03
X
SI
l!
■?. d
.5 •*
tP Sre
a x
to
a. i/>
■Q Q O
x _
_
10
— E c tO
C.
£w
W L- #
in
c f
t. c
to c a
c 5 c
C
o
£
a
Cl
2 « xi
3
5*5
s
X
s
<o re o)
re^ re W =
x R fi x
S
c
$
5 TO 3 5 i -2
£
11 n S “ I I
a ° C
II
I'I e » 5 <£
CD
C
(0
5 -s
u C
t
O <0
3
2
d XI ti "D a> *■' »
( 1 ) ^ ( 0 ( 0 1f
9i0B
1 0a
a( 0 traaicccccna:
S
Z
R
..
o
2
<
«
«
5 -c
V..*
^ re
3 S'
0>
c ■“
® X
c *° .2
V
5
— pK
»
w
i t"
*•JS
)XQ
re
.4x
.
CO
w i * 3
«* ~ < <
2 - 0 0
|
—
(/>
2
1 i
fs
t/1
<
0)
§
(0
<
2
<
U
o
a;
CO
0.
a
10 O
K
O
2
<
o
D
CC
D
U
2
UJ
&
2
<
D
Ui
2
UJ
5
$
e
15 U
« i
™
n 2»
1*1
CO
171
<
2
c
<
(0
to
CC
2 v>
3 g>
r. 2
C4
3
_a I< z<
nr t t
a£ g
>
.g
£>
1 !
I I*
i 5 .2
to
e
'S.
e
s.
^
<o
.
O
Ct ®
a. T
15
a
a*
EJ
CD
a 5
X h-
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
1
<
cc
Ui
<
o
2
<
z
5!
S
cl
2
<
s
UJ
D
?
£
I I
2
2
E
0
>
e _.
cl
OJ 0 .
£
—
„• J6
.»
W
<© c
.* <D
CO Q>
-g
O
e Q
&
O
a
Q c
-
O
o
j*
o
O
_•
1•
w
»■£
£
U
&
?
a &
<o 5 m O
g re •- ro
£
■0 £
E (Q
ti .!£
S | 1
V, 2
-
O
i a
.* .!?
I s
5 "o
3
.y •£
E •*
o> o) ore
C C
o rt .v»* c£
oo
w
w -e>5oi
_
k
2 §
i
9. G
5
i r
?e
<
<
v>
3
a.
u X
SS
(/> re xi
W E
re O
S IE
J3
E 3
nj u> c
c2
CJ c
S S
.w . a.
5 w ~■£ c
«
'£
2o
CO (Q X)
19
Is
=
'*1
c. r
C
l ti
OO
(N
tu
t<
1
Z
V)
<
UJ
Cl
<
2
.8
5
i
n
Q
? J?
Z
?
«
ou ■f
c
D
< 2
e
Z
5
c o
5
8
■
»S
* o 5 O 15
.
•P -e E
E *> 5
.5— 5o 5 ’5
~
2
?
c
.ir
DT
) o^ c
K
5 rE
- ft2u
Xre W
_
S
re
re
CJ
SOl
v!
o
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
aZ
3
.2.
to
"O
x
8 w
n a a.'
0-
c
e
o
OTO o
O g o
Jo
£ 2
.s
S x
c
s
re c
E •* 'a .
<
e
“
D ; J*
c - re
r
x
J c.r a
•o r[e?■c» I
3
■S <S '-
ro
=5
ai m
IJ
: ■c
re
?
3
C
"5 - c
X
.r
„
o
S>
CL
o =>
m
Q Z
* Ul
rao
T5
O -=
-
o£
ffi
UJ
*
_
z
o
o
z
tn
3
U X
<
2
UJ
O 3
2
2"
tcc
U
3
13 3
X
co
<
tr
r
<
UJ
C
,1
a
t®
a
3
CO
«-
to —
n
r, r
—
6
"333
c -5
•O _
5j J
•C
-
:
"
<o
O re .d
£
c s
£«
.1 §
a x
w& 2 E
2
n
iri
*• •- n
5■ 5o Se -no 5o
g> O
O
"D
TO 31 O)
n
; 5 5
o -1 -J
-
<5 £
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
te rkerja
lingkungan
dalam
dihimjjun
yang
29
P3sol
disebut Unit Kerja.
tentu
Pekerja
Serikat
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
_
to
E
5 5
n £
J ic 2
Sl»
E
UJ
2 ^ c
(C.
<
2
t/5
U
J
g
cc ^
C
1tc
o m
* *
Q. -
-
5;
v co
LU
i
3§I
e
Q.
s
<
E
U
_6
V) >
(A
<
^ w
O
uj
O Z
Z 0
< Q
►-Z
uj
i €
n
> £.
55
S ■£ =
c
.. o O
° ri
*■
x
° «O
•-
</>
_ <z
<
5 *o
< o
a
t?
Z
<
ui
*
2
re
_ .X
is!
3 2 rt),0 >
^
£ i
Z V)
%c. —>
<
t
O
< tr
a *
2^
<
*
i-
T>
*»
0
E S
r 2.i
£
= /5
2c -2— aw
— fN
=
«
c
<
<
CO W
m *
1 1
"Z
<5 S3
* £
'C
C"
a, £
T
*
'S C
o
. o
n in
2
a
- .5
11 K
KcH
g g; 5
C
cu
l
K
tN
«
I
(I?
/) t/5 —>
£ ^
5 §H !
_
>- ¥
.S. x
.*
re 0- S
? u «
S I2
U "5£
2
w «?> 2
3
X
6)
c
a
o
•C
^ o
c
JJ
o
c
A
'•£
£
5
-
c
I %
2 o ir
»
82
c "
£
J Otfi
c
>
c
fC
r*
c
(S
Jnt
t
a
« ct>
2§
= £ -I
SS -3 2
V c
C
l«
c o 8 o
« <=> o m
U in in T5
E
«
•o
CTi
c
ft
>
If
I R£ 6
O «
? E
J75
a
« V)
D.
o> V)
c
re o
A c_
re
u Q
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
*I
A
%
ft-
j ;
ts>
U.
to
X
o
*p*
£L
<
CJ
C
a
y{
Jtf
o
E
0*
re
c
u
O
(5
3
1
s
<
u
</>m
?
TJ
D «
—
5
g £
■o
?•
• s«
n
. 5
tn £
< -
Z> -O
5 £
5
_
—
_■
c£
c — «
'& £ ?.
.=
E S
« o
^ I
c.”_ S
J
£ «C
r
t5 ¥
= £S S'
a
f c
s c
to
w .2.“
I 1I
i/
i —
£
c
E
• | .1
n .5 »
° *t £
• I It.>
a,-sf?O
s=
si
*. *
=
Teg
?
* -
a s .
« re
raXm
a
•* -5
& £
—
«
2
1 I
* E <1 =(B
i* <
SQ £
«
* E§ ^l
2 »—
*
c
E
a
sq S 1 «
*■'5
o.—
2
3
<B
3 ■=
>»
w
O)
— * "D
c
C
•c
c
JC
c
«
D
w
(j
2
r:
.2
CO
"2
£
0
c
5
ID
a
E
c
tz
i
9
D
C.
£
•w
IA
CL
5 E
to
C/3
<
r
o
&.
O
Sf’ SI
w> E
=w
?=
°t
•& I
*
£
«fta5
>
k
a
X
!
I
Z
* c
— (B in
C
s.?
®* E
“IB
i
o
v
w:
a.
co
a.
a
O
£■ S
?
«c E
E ff
£ 41
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
Lfinlim in-lf'rnl'npn
iMn
D n p a f»', fT>rn <|»p;itlcnwn
Vi'lmttiliai*
DPP SPSI
oloh
Ii SPSI
m
D.v
M USOA
SPSI
Pimping
DPD
1.
K E P U TU S A N
Dnwan
P E N G A M B IL A N
SPSI DAN
S A H N Y A M U N A S . MUSPIM
ln
II!
BAB
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
i i
e
re
C "D
© a.
IS
Ur»
d 'im b '1
PengiKUJ
anggota
terhadap
O
h
c
o
— .*
vt ft R
a,
CJ
3
OJ
I*
1•
£ ■£
o |
o. —
«
O
•£ ° I
J£
£
O
C
o
—
•t >-
•
2£
c
5
r
o
O
.*•
CD
I
5
3
a
(P O)
j* c
^ TO 3
*
|
?
■O »
=
5
C> '£
e
■= “
3
a
c
0)
-
J* « _•
a
*•
¥
n
*“
c .-9 *c
*
j=
a —5•
= eS
£ •
I ? ©r >c
» S
-o #1 i ?
.! I
J5 ° »
— •F
C.
E J
-
2 ■»
f* .* .*
©> <C •
.££ 3
5 5
n n
, ■5 5 =
1 > " 1 E l^
.2
c
c
£
222 a M
TC2 3
£ Dfo
P 35
« £ t>
cl
CJ
— .«
P I
E
E ■ >
-i
»
U (*)Q)
£
8
S
^> e >
£
~
1 ^ -5
€
« 5
*0
3
c = 5
•
Q
?
«
n
£
n C -o
£ £ £
s £
* sc
C
■o 0. t-
™ .£ ^
-* W *(0 u *>
a.
(A
5
z
<
o
2
<
tA
3
K
D
O
2
tu
6
V
—
o
«
~
m
u
£
S •
cl
?
JS &
0
01
?
A
a
(5
•o
19
£
5
se>
5 ■*
*C
r
2 #
e
it
Oi 'C
c c
c
{-
•* e 5
i
c a.
a > H
tC It C «
•X £
S
«
§
S
eo. -c£
«;■
• J«£
3
to ■-
_
g
£
5 5
a- £
z
2 W
*. -S
S
tu
5
£
<
o
z
z
<
H
UJ
X
h
a
UJ
g a. 5
5
ee *5
o £ t .£
(j
<
c
« £
Q
2
w
6.
£
S&3
^2
^
coI
5
C
C 3a>
& —
co
e-
c
£* &
1/.5
•
3 .£
I I
E 3
.£Jt
JB
»S ot
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
S P S I.
MUSPIM
oleh
Pum ecaJim .
:
rena
skorsing
Tinilnkan
14
Pam!
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
X
z
<
n
O5.
~c <
S)
I I
<
»
c ^
Z
<
a
«
,£
> NO
tt "2
"£
■5 Sw
1 I#.
5;
f•
- O
S
5
SI
E
i
c ■*
3
M
2
» ui
•D <
c Z
=
e
D §
CO I
< 2
C
D = c2. -§
<
2 "I
•§ o 5
C
*I■ *♦
O- 2
c
1 1
a
.5
A
C
f."CrO
trcj
r
®
C
P
*
CL "O
E
*
re C
1
I
I
Ki
<
z
3
s
?
£ ■D
<
o
c/>
6 3
2
-1>* 0. r
J( w ,
3 a. jr
* £
S O
I
c
»
a
E
E
©
S c o -
_
"0
I !
*I .£
V
~
0) ®
E
I
• !
i
.* Z
uj
-S
—•
io
r>
o
CO
—
<
•j
t/>
UJ
2
O
O
5
S
?
*
£
b
s
I ip
>* £>
Si
■*
O
1§
2 tfl
I*/> I
v
u±
n
§ §
|
UJ
te
* w
•<
a
■Ik
UJ
*»
«
•*
| <?&
3
i .
S •J
1 rs
2 3?
• r
>
*
z
<
s
X
a
z
1
=
o co
; 5
< <
.°
w
z
<
o«?t
k
<
5 5 « S
S
x
*
c
3 ° M
v
)S O u
»■'n n «
o
«a
3
‘E
:! c't^f
C
II =
i s .r1
-i£
s \ a -o
?)H
c
£
/jf »
k*
oC- “« 3
? •n C
?
C
a. 3
.5 e »
3
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
&
f©
I
<7
1
A
§-; gat)
e E — ex
S5 “
ii
-c e
r
e
C
.5
c ~
fg
9
£ a
-
A
r*
>
•^
> .s
C T>
•> *
*®
11
E
<e\
2 5 c&u .aT
c
<
C
E
,_
• c •
c
E
Q. *• t X p ) *
t» &. £l a.
EE E c
C
* V a.♦
c
*
.££«.£
c r c c
Ui « f
• £
ft'
3
— — a>
s
•
?
it
£
s s'si
■“ = §
-5
£2SfI 2 I 5 T#,
If
=
£ E
6 £ i 8 a «2
«
6 & -a«
■S*2
jt
0
5§ -«o
e
■* E 0
c
£ j
-r
2*
S • *£
r
®
c •
*
*
s
Q
g o
1«
2
*c £
•
*
Sif• £
jt «
_• E
o
•
£*
i
f
f
-A -Z- O° V «
a E
fS .■&
" C
iS'i «rt X c
’S ■
I*
fe
I*
ft e
«Si
<
•D 0 .
2I
1 f .€
5*
|1
:*g|
** "5 s
O u*
i S
tt o
b
m
P
S
S
S
!
.
< ■*
£ *
■£ S e 1 Q
f
I j
ei
ij
3> c
e«
o>
e
C
< .
o —
«
3
3I
£.*c
5
c
£
-•
b.
J£
*
c
• t:
c S
S>£ S «
c x •
• «E
3 c _c.
T3
T
I
“&
c
J t JC
es b
&£%
o:
It S
10 to f - CB
SENTOT USDEX HIDAYAT
PELAKSANAAN FUNGSI SERIKAT BURUH TERHADAP BURUH
DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA
Skripsi
Download