3.SukuBunga_NilaiWaktuUang.

advertisement
SUKU BUNGA
dan
NILAI WAKTU UANG
PENGERTIAN SUKU BUNGA
 harga yang dibayar untuk dana
atau modal
PERGERAKAN SUKU BUNGA
• Teori Loanable Funds
Fokus teori ini ada pada penawaran
(supply) dan permintaan (demand)
terhadap dana yang dapat
dipinjamkan (loanable funds)
Suku Bunga
Sf
Suku
bunga
keseimba
ngan
E
Df
Jumlah dana
yang
dipinjamkan
keseimbangan
Jumlah Dana
Yg Dpt
Dipinjam
• Sf  kurva penawaran untuk
loanable funds
 memiliki kemiringan (slope)
positif
• Df  kurva permintaan untuk
loanable funds
 memiliki kemiringan (slope)
negatif
Perpotongan antara Df dan Sf
menentukan tingkat suku bunga
pada kondisi keseimbangan
(“E”/Equilibrium) serta jumlah dana
yang dipinjamkan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Sf (1)
1. Rumah tangga
Jika suku bunga tinggi atau penghasilan
meningkat, tabungan rumah tangga
semakin bertambah
2. Sektor usaha (bisnis)
Kelebihan kas yang dapat diinvestasikan
dalam jangka pendek akan meningkat Sf
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Sf (2)
3. Pemerintah
Pemerintah mempengaruhi supply dana
melalui Bank Sentral (Bank Indonesia)
4. Investor asing
Semakin banyak investor asing yang
tertarik untuk memberikan pinjaman
atau menginvestasikan dananya di
suatu negara, Sf akan naik
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Df (1)
Keempat faktor yang mempengaruhi Sf juga mempengaruhi
permintaan akan loanable funds (Df)
• Jika konsumsi rumah tangga meningkat, Df
meningkat
• Bila perokonomian membaik dan perusahaan
memiliki banyak alternatif investasi, kebutuhan
modal meningkat, Df meningkat
• Jika pemerintah menaikkan anggaran belanja,
kebutuhan modal meningkat, Df meningkat
• Jika investor asing membutuhkan dana dari suatu
negara, Df meningkat
PERAN PEMERINTAH
• Pemerintah memengaruhi penawaran dana
melalui Bank Sentral (BI) dan memengaruhi
permintaan dana melalui kenaikan anggaran
belanja
• Bank Sentral memengaruhi jumlah kredit yang
tersedia dan pertumbuhan penawaran uang
melalui operasi pasar terbuka (open market
operation)
• Jika BI ingin menurunkan jumlah uang beredar
(JUB) maka BI akan menjual SBI ke masyarakat.
• Jika BI ingin menaikkan JUB, BI akan membeli
SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) dari
masyarakat
• Jika penawaran loanable funds
bertambah, kurva Sf akan bergeser ke
kanan. Jika penawaran loanable funds
berkurang, kurva Sf akan bergeser ke
kiri.
• Jika permintaan loanable funds
bertambah, kurva Df akan bergeser ke
kanan. Jika permintaan loanable funds
berkurang, kurva Df akan bergeser ke
kanan
SUKU BUNGA:
BEBAS RISIKO dan NOMINAL
• Suku bunga bebas risiko (kRF) didefinisikan
sebagai suku bunga riil bebas risiko (k*)
ditambah premi inflasi (IP), sehingga:
kRF = k* + IP
• Suku bunga nominal (quoted) atas sekuritas
utang (k) terdiri dari suku bunga bebas risiko
(k*) ditambah premi inflasi (IP), risiko
kegagalan (DRP), likuiditas (LP), dan risiko
jatuh tempo (MRP), sehingga:
k = k* + IP + DRP + LP + MRP
SUKU BUNGA: Perubahannya
• Jika suku bunga riil bebas risiko dan berbagai
premi adalah konstan sepanjang waktu, maka
suku bunga akan stabil
• Namun, suku bunga riil dan premi -khususnya
premi inflasi yang diharapkan- berubah
sepanjang waktu, sehingga suku bunga pasar
berubah
• Demikian pula, intervensi Bank Sentral untuk
meningkatkan atau menurunkan jumlah uang
beredar serta arus mata uang internasional
menyebabkan fluktuasi suku bunga
KURVA HASIL
• Hubungan antara hasil atas
sekuritas dan jatuh tempo sekuritas
disebut sebagai struktur jangka
waktu suku bunga
• Kurva hasil adalah grafik dari
hubungan ini
KURVA HASIL:
Bentuk dan Kemiringannya
• Bentuk kurva hasil tergantung pada dua
faktor kunci:
–Pengharapan inflasi dimasa depan
–Persepsi tentang tingkat relatif dari
sekuritas dengan jatuh tempo yang
berbeda
• Kurva hasil umumnya memiliki kemiringan
keatas, disebut kurva hasil normal
• Akan tetapi, kurva itu dapat memiliki
kemiringan menurun (inverted yield curve)
jika tingkat inflasi diperkirakan menurun
KURVA HASIL:
Penjelasan Teori
• Sejumlah teori dikemukakan untuk
menjelaskan bentuk kurva hasil
• Teori tersebut antara lain:
–Teori pengharapan
(expectations theory)
–Teori preferensi likuiditas
(liquidity preference theory)
TINGKAT SUKU BUNGA:
Pengaruhnya terhadap harga saham
• Tingkat suku bunga memiliki pengaruh yang
besar terhadap harga saham
• Suku bunga yang lebih tinggi:
1. Menurunkan kegiatan ekonomi
2. Meningkatkan beban bunga
(dengan demikian menurunkan laba
perusahaan)
3. Menyebabkan investor menjual saham dan
mentransfer dana pada pasar obligasi
 Semakin tinggi suku bunga akan menekan
harga saham
TINGKAT SUKU BUNGA:
Pengaruhnya terhadap harga saham
• Tingkat suku bunga sulit dan bahkan
tidak mungkin untuk diprediksi
• Maka, kebijakan keuangan yang
baik harus menggunakan:
– Bauran utang jangka pendek dan
jangka panjang
– Strategi perusahaan untuk
bertahan pada berbagai suku
bunga di masa depan
HUBUNGAN ANTARA
INFLASI dan SUKU BUNGA
PENGERTIAN INFLASI
Inflasi adalah  kenaikan harga-harga
barang dan jasa secara umum
• Menyebabkan daya beli masyarakat
turun
• Menyebabkan nilai uang turun
PENYEBAB INFLASI
Inflasi terjadi karena  pertumbuhan
uang (money supply/JUB) melebihi
pertumbuhan produksi barang dan jasa
Salah satu cara untuk mengendalikan inflasi
adalah  dengan mempengaruhi JUB
• Irving Fisher (1896) mengembangkan
formula yang menjelaskan
hubungan antara suku bunga
dengan imnflasi  FISHER EFFECT.
(1 + i) = (1 + r) x (1 + PI)
i = r + PI
i : suku bunga nominal
r : suku bunga riil
PI : tingkat inflasi yang diperkirakan
SUKU BUNGA ACUAN
Suku bunga acuan adalah  tingkat
bunga nominal yang menjadi referensi
atau acuan bagi industri perbankan
dalam menetapkan suku bunga
pinjaman dan simpanan
• Suku bunga acuan ditetapkan oleh
Bank Indonesia
• Di Indonesia suku bunga acuan
menggunakan suku bunga SBI
KONSEP SUKU BUNGA
1.
Suku bunga sederhana (simple interest rate)
• Bunga hanya dihitung dari pokok investasi
2. Suku bunga majemuk (compound interest
rate)
• Bunga dihitung dari pokok investasi dan
bunga yang diperoleh dari periode
sebelumnya.
• Asumsi dasar bunga yang diperoleh pada
periode sebelumnya tidak
diambil/dikonsumsi tetapi diinvestasikan
kembali
NILAI WAKTU DARI UANG
(TIME VALUE OF MONEY)
• Keputusan keuangan seringkali melibatkan
situasi di mana seseorang membayar uang
pada suatu waktu dan menerima uang
pada beberapa waktu kemudian
• Uang yang dibayarkan atau diterima pada
dua titik yang berbeda dalam waktu
adalah berbeda
• Perbedaan ini diakui dan diperhitungkan
dengan  analisis nilai waktu uang (TVM)
PENGERTIAN NILAI WAKTU UANG
• Nilai uang saat ini/hari ini akan berbeda
dengan nilai uang satu tahun yang lalu
atau satu tahun yang akan datang
Seorang investor akan lebih senang menerima uang
Rp. 1.000,00 hari ini daripada sejumlah uang yang
sama setahun mendatang. Mengapa? Karena jika ia
menerima uang tsb hari ini, ia dapat
menginvestasikan uang tersebut pada suatu tingkat
keuntungan sehingga setahun mendatang uangnya
akan lebih besar dari Rp. 1.000,00.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
NILAI WAKTU UANG
1. Waktu penerimaan atau
pembayaran aliran uang
2. Tingkat inflasi
3. Tingkat suku bunga
MANFAAT NILAI WAKTU UANG
1.
2.
3.
4.
Menghitung harga saham/obligasi
Menilai investasi di aktiva tetap
Menghitung cicilan hutang (kredit)
Menghitung premi asuransi
MACAM NILAI WAKTU UANG
1. Future Value (FV)
 Nilai uang di masa mendatang
2. Present value (PV)
 Nilai uang saat ini
FUTURE VALUE (FV) ….1
• Uang yang ditabung/diinvestasikan hari
ini akan berkembang/bertambah besar
karena mengalami penambahan nilai
dari bunga yang diterima
Dipakai untuk menghitung:
• Tabungan
• Investasi
FUTURE VALUE (FV) ….2
FVn = PV x (1 + r)n
FVn : future value periode ke n
PV : present value
r
: suku bunga
n
: periode investasi
Contoh FV:
• Anton menabung uang di sebuah bank
sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan bunga
sebesar 12%. Anton menabung selama 3
tahun. Berapa tabungan Anton setelah
tiga tahun?
FV3 = 10.000.000 x (1 + 0,12)3
FV3 = 10.000.000 x (1,4049)
FV3 = 14.049.000
PRESENT VALUE (PV) ….1
• Present Value (FV)  kebalikan dari
Future Value (PV)
• Proses untuk mencari PV disebut
sebagai melakukan proses diskonto
Present Value dapat diartikan sebagai
 nilai sekarang dari suatu nilai yang
akan diterima atau dibayar di masa
mendatang
PRESENT VALUE (PV) ….2
PV
PV

(1  r )
n
n
FVn : future value periode ke n
PV : present value
r
: suku bunga
n
: periode investasi
Contoh PV:
• Ayah anda memanggil anda dan
memberitahu bahwa lima tahun lagi
anda akan mendapat warisan sebesar
Rp.10 Milyar
 Berapa uang akan anda terima jika
anda meminta warisan itu diberikan
sekarang? Diketahui tingkat bunga
sebesar 10%
PV 
10.000.000.000
(1 0.1)
5
10.000.000.000
PV 
1.6105
PV = 6.209.251.785,16
PEMAJEMUKAN
Pemajemukan adalah  proses
penentuan nilai masa depan (FV) dari
arus kas atau serangkaian arus kas
• Jumlah yang dimajemukkan, atau
nilai masa depan, adalah sama
dengan jumlah awal ditambah bunga
yang diperoleh
Pemajemukan
PENDISKONTOAN
Pendiskontoan adalah  proses
pencarian nilai sekarang (PV) dari
arus kas masa depan atau
serangkaian arus kas
• Pendiskontoan  kebalikan dari
pemajemukan
Pendiskontoan
ANUITAS dan PERPETUITAS
• Anuitas adalah  serangkaian
pembayaran periodik yang sama
untuk sejumlah waktu tertentu
• Jika diteruskan selamanya sehingga
pembayaran dalam jumlah yang sama
akan berlangsung terus selamanya,
maka kita akan menyebutnya sebagai
perpetuitas (perpetuity)
ANUITAS:
BIASA dan JATUH TEMPO
• Anuitas yang pembayarannya terjadi
pada akhir setiap periode disebut
anuitas biasa (ordinary annuity)
• Jika setiap pembayaran terjadi pada
awal periode alih-alih pada akhir
periode maka kita akan memiliki
anuitas jatuh tempo (annuity due)
ANUITAS:
Jika ARUS KAS TIDAK SAMA
• Jika arus kas tidak sama, maka kita tidak dapat
menggunakan rumus anuitas
• Untuk mencari PV atau FV dari serangkaian arus
kas yang tidak sama, cari PV atau FV dari setiap
arus kas individual dan kemudian jumlahkan
semuanya
• Perhatikan, bahwa jika beberapa arus kas
membentuk anuitas, maka rumus anuitas dapat
digunakan untuk menghitung nilai sekarang dari
bagian aliran arus kas tersebut
KALKULATOR KEUANGAN
• Kalkulator keuangan memiliki
program terpasang yang
melaksanakan semua operasi
• Akan sangat berguna bagi Anda
untuk membeli kalkulator seperti itu
dan belajar menggunakannya
PERHITUNGAN TVM
• Penghitungan TVM biasanya
melibatkan persamaan yang memiliki
empat variabel
• Jika Anda telah mengetahui tiga
variabel, maka Anda dapat
menyelesaikan variabel keempat
MENENTUKAN SUKU BUNGA
• Jika Anda mengetahui arus kas dan PV
(atau FV) dari aliran arus kas, maka Anda
dapat menentukan suku bunga
• Misalnya, jika Anda diberikan informasi
tentang pinjaman dengan 3 pembayaran
sebesar $1.000 dan pinjaman tersebut
mempunyai nilai sekarang sebesar
$2.775,10, maka Anda dapat menentukan
suku bunga yang menyebabkan jumlah
PV pembayaran sama dengan $2.775,10
PEMBAYARAN:
Bisa Lebih Cepat Daripada Tahunan
• Banyak kontrak yang menyebutkan lebih
sering pembayaran dari pada tahunan,
contohnya:
–Hipotik dan pinjaman kredit kendaraan
yang mengharuskan pembayaran
bulanan
–Kebanyakan obligasi membayar bunga
secara setengah tahunan
–Sebagian besar bank menghitung bunga
secara harian
PEMBAYARAN:
Biaya Pinjaman yang Dibayar Sering
• Kita bisa membandingkan biaya pinjaman
yang mensyaratkan pembayaran lebih
dari satu kali setahun, atau tingkat
pengembalian atas investasi yang
melakukan pembayaran lebih sering
• Pembandingan tersebut harus didasarkan
atas tingkat pengembalian ekuivalen
(atau efektif)
AMORTISASI
Amortisasi pinjaman adalah  salah satu
pinjaman yang diselesaikan dengan
pembayaran yang sama selama periode
tertentu
• Skedul amortisasi menunjukkan:
–Berapa besar dari setiap pembayaran
yang membentuk bunga
–Berapa yang digunakan untuk
mengurangi pokok
–Saldo yang belum terbayar pada setiap
waktu
Download