PT. SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan

advertisement
PT. SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
S
R
PT SMR litama Tbk
SURAT PERNYATAAN DIREKSl
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS
LAPORAN KBUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2015
PT SMR UTAMA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
DIRECTORS' ST, TEMENT LETTER
REL/I TING To
THE RESPONSIBILITY ON
THE CONSOLJD/I TED FINA NCl^ L S 74 TEMElvTS
M/IRCH 31,2015
PT SMR UTAM/I TBK
AND ITS SUBS/DL-IMES
Kami yang be nanda tangan di bawah ini:
We, the unders^gned. '
Nama
N@me
J. Wahyoedi Hidayat
A1amat Kantor
A1amat Do misili
Menara Citicon Lantai 9,
orice Address
Jl. Letjen S. Pannan Kav 72, Jakarta 11410
Jl. A1am Asri IX/SF 7 KGbayoran Lama
Domicile, ddress
Jakarta Selatan
Nomor Telopon
(62-21) 650 8133
Jabatan
Telephone
Direktur Utama I President Director
Position
Slate Iho!.'
Menyatakan banwa:
I. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian
PT SMR Utama Tbk. dan Entitas Ariakiiya
("Grup");
I. We ore" responsible for Ihe prepara!ion and
presenlQ!ion of conso/id@!editnoncia/ SIo!ginen/s
of PT SMR Urnmo Tbk. and its subsidraries
("Growp '?,.
2. Laporan keuangan konsolidasian Grup tela}I
disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia;
2. The Growp 's consolidated findnciQ/ sidlemenis
have been prepared grid presenied in accordance
with Indonesian Financial AGCo"rinng SigndQrds, '
Semua informasi dalam laporan keuangan
konsolidasian Grup telah dimuat secara
longkap dan benar;
Laporan keuangan konsolidasian Grup
tidak mengandung informasi atau fakta
material yang tidak benar, dan tidak
menghilangkan informasi amu fakta
3. a. All informalion in Ihe Group 's conso/ida!ed
financial stalemenis is coinp/erg grid conec!,'
b. The Group 's conso/ida!ed/monoia/ stalemen!s
do no! con!gin misleadihg moleriQ/
ingformolion onacts, grid do no! Qini'! "?d!end/
information onacts, . grid
material, dan
4. Kami bertanggung jawab
pengendalian internal pada Grup.
atas
sistem
4.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenamya.
We are responsible for the intomai co"tro/ of !he
Group 's internQ/ control system.
This slatemenr Ie"er is made iru!^fully
Jakarta, 30 April2015IAPri130,2015
^,
TER I
L
8 DF
co
5
~\>/
in R PIA"
Direktur Utama I Presiden! Direc!or
J. Wahyoedi Hidayat
Head Office
Wisma SMR 5th Floor
Suite 50, .-502
Jl. Yos Sudarso Kav. 89
Jakarta ,. 4350, In donesi
Tel. (622, .) 650 8.33
Fax. (6221) 650 8.35
WWW. Sinrutama. Coin
Daftar Isi
Halaman
1. Laporan posisi keuangan konsolidasian
1 -2
2. Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
3
3. Laporan perubahan ekuitas konsolidasian
4
4. Laporan arus kas konsolidasian
5
5. Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
6 - 39
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014
(Disajikan dalam Dolar Amarika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank
Investasi jangka pendek
Piutang usaha - pihak ketiga - neto
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Persediaan - bersih
Pajak dibayar di muka
Biaya dibayar di muka
Uang muka
2f,2g,5
2f,2g,6
2f,2g,7
1.079.607
1.550.841
19.830.617
2.946.546
1.631.125
22.833.228
2f,2g,8
2f,2e,2g,8
2h,2n,9
2t,19a
2i,11
2e,10,30
384.467
19.705.353
3.048.383
4.926.328
1.611.778
3.562.935
371.533
3.169.070
5.373.861
584.650
15.184.923
55.700.309
52.094.936
2f,2g,12
2t,19e
2.756.063
36.205
4.400.000
38.031
2j,2n,13
2c,2k,2n,14
2c,2n,2o,15
2f
2g
80.844.077
39.350.875
30.797.094
344
336.737
82.569.179
40.473.151
30.961.632
68.310
418.301
Jumlah Aset Tidak Lancar
154.121.394
158.928.604
JUMLAH ASET
209.821.703
211.023.540
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaanya
Aset pajak tangguhan
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar US$ 76.937.321 dan US$ 72.034.139
pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014
Aset tak berwujud
Aset eksplorasi dan evaluasi
Uang jaminan
Aset tidak lancar lainnya
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
1
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN - LANJUTAN
INTERIM
31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014
(Disajikan dalam Dolar Amarika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank janka pendek
Hutang usaha - pihak ketiga
Hutang lain-lain
Hutang pajak
Beban masih harus dibayar
Uang muka pelanggan
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Hutang bank jangka panjang
Hutang sewa pembiayaan
2f,2g,16
2f,2g,17
2g
2t,19b
2f,2s,18
2s
4.710.028
4.500.158
320.757
103.535
437.771
-
1.500.000
7.790.888
784.629
160.105
759.314
3.371
2f,2g,20
2f,2g,21
13.750.000
7.516.710
13.883.336
4.577.482
31.338.958
29.459.125
2t,19e
12.306.368
12.944.189
2f,2g,20
2f,2g,21
2p,22
41.250.000
16.116.984
1.415.574
41.250.000
19.979.264
2.014.842
71.088.926
76.188.295
102.427.884
105.647.420
110.401.691
25.040.957
(8.897.802)
(19.148.081)
106.551.809
23.116.016
(7.793.850)
(16.494.831)
107.396.765
105.379.144
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - bersih
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Hutang bank jangka panjang
Hutang sewa pembiayaan
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
JUMLAH LIABILITAS
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp. 100 per saham
Modal dasar, ditempatkan
dan disetor penuh 12.490.503.422 saham dan
disetor penuh 12.000.000.000 saham masing-masing
pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014
Tambahan modal disetor - bersih
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
Defisit
23
1b,2r,24
2d
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
2b
Kepentingan nonpengendali
(2.946)
(3.024)
JUMLAH EKUITAS
107.393.819
105.376.120
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
209.821.703
211.023.540
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
2
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
INTERIM
Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amarika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2015
(Tiga bulan)
PENDAPATAN
2s,25
9.192.171
BEBAN POKOK PENJUALAN
2s,26
(9.133.950)
LABA (RUGI) BRUTO
58.221
Beban umum dan administrasi
Pendapatan (beban) usaha lainnya - neto
2s,27
2s,28
RUGI USAHA
Beban keuangan
2p
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
2t,19e
MANFAAT PAJAK PENGHASILAN
2014
(Tiga bulan)
247.151
(1.002.622)
(755.471)
(2.410.273)
(271.727)
(365.044)
11.756
(2.623.780)
(1.108.759)
(667.364)
(14.436)
(3.291.144)
(1.123.195)
637.868
17.999
RUGI BERSIH PERIODE BERJALAN
(2.653.277)
(1.105.196)
PENDAPATAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
(1.103.847)
1.615.210
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN
(3.757.124)
510.014
Rugi yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
2b
(2.653.250)
27
(1.104.257)
(939)
JUMLAH
(2.653.222)
(1.105.196)
Rugi komprehensih periode yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
(3.757.202)
78
1.615.632
(422)
JUMLAH
(3.757.124)
1.615.210
Laba (rugi) per saham dasar yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Entitas Induk
2u,29
(0,0005)
0,0003
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
3
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
INTERIM
Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Entitas Induk
Modal saham
ditempatkan
dan disetor
penuh
Tambahan
modal disetorneto
Selisih
Penjabaran
Laporan
Keuangan
16.750.419
23.410.761
Rugi komprehensif lainnya
periode berjalan
-
-
1.615.210
Rugi periode berjalan
-
-
-
16.750.419
23.410.761
106.551.809
23.116.016
Penambahan modal yang berasal dari
excercise waran
3.849.882
1.924.941
Pendapatan (rugi) komprehensif lain
periode berjalan
-
-
Total rugi komprehensif periode berjalan
-
-
110.401.691
25.040.957
Saldo tanggal 31 Desember 2013
Saldo tanggal 31 Maret 2014
Saldo tanggal 31 Desember 2014
Saldo tanggal 31 Maret 2015
(7.909.851)
Defisit
Jumlah
Total
ekuitas Bersih
18.548.501
10.350
18.558.851
1.615.210
422
1.615.632
(1.105.196)
(1.105.196)
939
(1.104.257)
(6.294.641)
(14.808.024)
19.058.515
11.711
19.070.226
(7.793.850)
(16.494.831)
105.379.144
(3.024)
105.376.120
-
(1.103.952)
(8.897.802)
(13.702.828)
Kepentingan
Non
Pengendali
-
-
5.774.823
-
(1.103.952)
106
(1.103.847)
(2.653.250)
(27)
(2.653.277)
(2.653.250)
(19.148.081)
107.396.765
-
(2.946)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
5.774.823
107.393.819
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
INTERIM
Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amarika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2015
(Tiga bulan)
2014
(Tiga bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok
Pengembalian uang muka mangan
Pembayaran beban operasional lainnya
12.191.411
(8.028.880)
217.042
(4.679.789)
Kas diperoleh dari operasi
Hutang (pembayaran) pajak
Penerimaan taksiran tagihan pajak
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset tetap
Penerimaan hasil penjualan
Perolehan
Investasi jangka pendek
Uang muka investasi saham
Uang jaminan
Aset tidak lancar lainnya
Penambahan aset eksplorasi dan evaluasi
186.759
(610.948)
(261.523)
1.514.478
(300.215)
390.963
-
828.766
17.053
12.077
90.748
857.896
2j,2n,13
26.802
(3.249.605)
80.284
11.671.081
67.966
81.564
164.538
(164.164)
245
(516.746)
8.842.631
(680.666)
(667.364)
(923.052)
3.849.882
1.924.941
1.643.937
3.076.692
(19.705.353)
(14.436)
(138.921)
(82.138)
98.196
(10.800.318)
(137.300)
(1.866.939)
39.930
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE
2.946.546
166.515
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE
1.079.607
206.445
2f,2g,6
2e,10,30
2c,2n,2o,15
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran bunga
Pembayaran utang sewa pembiayaan
Pembayaran hutang pembiayaan konsumen
Penambahan modal dari penebusan waran
Penambahan modal disetor lainnya dari penebusan waran
Kas yang dibatas penggunaannya
Penerimaan hutang bank
Pembayaran kepada pihak berelasi
2d,2f,16,20,21
23
1b,2r,24
2f,2g,12
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan
Penurunan bersih kas dan bank
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
5
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM
a.
Pendirian Perusahaan
PT SMR Utama Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Dwi Satria Jaya berdasarkan Akta Notaris F. Eka Sumarningsih, S.H.,
M.H., No. 31 tanggal 11 November 2003. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-28091HT.01.01.TH.2003 tanggal 21 November 2003 serta telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 43, Tambahan No. 5091 tanggal 28 Mei 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris Rini Yulianti, S.H., No. 12 tanggal 8 Agustus 2014 sehubungan dengan
perubahan atas penambahan modal dasar dari 4.000.000.000 saham menjadi 48.000.000.000 saham dan modal ditempatkan dan disetor
penuh dari 1.500.000.000 saham menjadi 12.000.000.000 saham melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT I). Perubahan tersebut telah
diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-05011.40.21.2014 tanggal 11 Agustus 2014.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain bergerak dalam bidang perdagangan, jasa, industri,
pengangkutan, perbengkelan dan pembangunan. Saat ini, selain menjalankan fungsi sebagai perusahaan induk (holding company ),
Perusahaan tidak aktif terlibat dalam bisnis apapun. Perusahaan berkedudukan di Menara Citicon Lantai 9 Jl. Letjen S. Parman kav. 72,
Jakarta, Indonesia.
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, PT Lautan Rizki Abadi (LRA) dan PT Alam Abadi Resources (AAR) masingmasing adalah entitas induk dan entitas induk terakhir dari Perusahaan.
b.
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 30 September 2011, Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No. S-107/0/BL/2011 dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) untuk melakukan penawaran umum perdana saham sejumlah
500.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham tersebut
ditawarkan pada harga sebesar Rp 600 per saham.
Tindakan Perusahaan (corporate action ) yang mempengaruhi efek yang diterbitkan sejak penawaran umum perdana sampai dengan
laporan akhir tahun terbaru adalah Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Pada tanggal 26 Juni 2014, Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No. S307/D.04/2014 dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan PUT I sejumlah 10.500.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per saham dan sebanyak 500.000.000 Waran Seri I (WS I). Sebagai insentif kepada para pemegang saham, melekat satu WS I
pada setiap 21 saham baru hasil HMETD. Masing-masing WS I berhak untuk membeli saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaan
Rp 150 per saham, dengan jumlah nilai pelaksanaan WS I adalah sebanyak-banyaknya Rp 75.000.000.000. Periode pelaksanaan WS I
adalah 14 Januari hingga 13 Juli 2015.
c.
Entitas Anak
Entitas Anak yang dikonsolidasikan dan persentase kepemilikan Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 adalah
sebagai berikut:
Entitas Anak
Domisili
Jenis
usaha
Persentase
Kepemilikan
Mulai Beroperasi
Jumlah Aset Sebelum Konsolidasi
2015
31 Maret
be
2014
31 Desember
PT. Ricobana
(RB)
Jakarta
Pertambangan
99,99%
*)
79.897.223
84.024.592
PT. Synergi Metal
Raya (SMR)
Jakarta
Perdagangan
99,60%
*)
19.107
-
PT. Ricobana
Abadi (RBA)
- (melalui RB)
Jakarta
Kontraktor
Batubara
99,99%
1981
188.371.519
195.730.987
PT. Troposfir
Pancar Sejati
(TPS) - (melalui-RBA)
Jakarta
Investasi
98,31%
*)
3.274.204
3.277.505
PT. Troposfir
Mega Raya (TMR)
- (melalui-TPS)
Jakarta
Investasi
98,14%
*)
2.692.128
2.831.233
PT. Delta
Samudra (DS)
- (melalui TMR)
Jakarta
Pertambangan
97,35%
*)
3.288.054
3.458.271
*) belum beroperasi secara komersial
6
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM - LANJUTAN
d.
Kombinasi Bisnis
Pada bulan Agustus 2014, Perusahaan telah mengakuisisi atas 99,99% saham PT Ricobana (RB) dengan nilai pembelian total sebesar
$AS 87.801.639 (atau setara Rp 1.017.708.800.000). Atas transaksi ini Perusahan mengakui goodwill sebesar $AS 20.283.060 (Lihat
Catatan No. 20).
e.
Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris Independen
: Veny Indrawati
: Supandi W.S
Dewan Direksi
Direktur Utama (tidak terafiliasi)
Direktur
: Jokky Wahyoedi Hidayat
: Djoko Purwanto
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua
Anggota
Anggota
: Supandi W.S
: Chandy Williem
: Agnes Lew Darmawan
Sekretaris Perusahaan
: Ahmad Fadhil
Personil manajemen kunci Perusahaan memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan
aktivitas Perusahaan. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi (selain Komisaris Independen) merupakan manajemen kunci
Perusahaan
f.
Area eksplorasi dan eksploitasi/ pengembangan
DS, Entitas Anak memiliki wilayah eksplorasi dan eksploitasi berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) No.
545/K.835/2009 tanggal 16 Oktober 2009 atas nama DS, yang berlaku selama 22 tahun. Luas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP)
adalah sebesar 9.384 hektar di mana 7.489 hektar yang berada dalam kawasan Hutan Produksi (HP) dan hutan Produksi Terbatas (HPT).
Berdasarkan rencana kerja tambang, pertimbangan teknis Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur dan rekomendasi
yang diberikan oleh Gubernur Kalimantan Timur yang dapat digunakan untuk pinjam pakai adalah 7.377,7 hektar. Sampai dengan tanggal
penyelesaian laporan keuangan konsolidasian interim, DS sedang dalam proses permohonan IPPKH di daerah Kalimantan. Area tersebut
terletak di Desa Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
Berdasarkan Laporan Eksekutif Review dan Verifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara oleh ahli yang independen dan kompeten
melalui nomor laporan 001/DE_PTDS/VI/2014 tanggal 13 Juni 2014, estimasi jumlah cadangan terbukti dan terkira yang dimiliki DS
adalah sebesar 43.473.546 ton.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a.
Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Laporan keuangan konsolidasian interim atas Perusahaan dan entitas anaknya (bersama-sama sebagai “Kelompok Usaha”) telah disusun
dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Indonesia dari Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK -IAI) dan peraturan terkait yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya Peraturan No. VIII.G.7,
Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. Kep 347/BL/2012 tentang "Pedoman Pelaporan dan Pengungkapan Laporan Keuangan
untuk Perusahaan Publik ".
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim konsisten dengan yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim pada periode sebelumnya, kecuali untuk penerapan beberapa ISAK baru yang
berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2014 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.
Laporan keuangan konsolidasian interim, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian interim, disusun dengan dasar akrual. Laporan
arus kas konsolidasian interim disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas atas dasar aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.
7
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - LANJUTAN
a.
Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Interim - Lanjutan
Perlu dicatat bahwa estimasi akuntansi dan asumsi digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim. Estimasi dibuat
berdasarkan pengetahuan dan pertimbangan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan yang terjadi. Hal-hal yang kompleks atau
memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan
keuangan konsolidasian interim diungkapkan di Catatan 3.
Revisi dan Penerbitan Standar Akuntansi Baru
DSAK-IAI telah menerbitkan beberapa standar akuntansi keuangan baru ataupun revisi yang akan berlaku efektif atas laporan keuangan
untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015 sebagai berikut:
-
Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Keuangan Tersendiri
Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Imbalan kerja
Pajak Penghasilan
Penurunan Nilai Aset
Instrumen Keuangan : Penyajian
Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran
Instrumen Keuangan : Pengungkapan
Laporan Keuangan Konsolidasian
Pengaturan Bersama
Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain
Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran Kembali : Derivatif Melekat
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
PSAK No. 1 (Revisi 2013)
PSAK No. 4 (Revisi 2013)
PSAK No. 15 (Revisi 2013)
PSAK No. 24 (Revisi 2013)
PSAK No. 46 (Revisi 2014)
PSAK No. 48 (Revisi 2014)
PSAK No. 50 (Revisi 2014)
PSAK No. 55 (Revisi 2014)
PSAK No. 60 (Revisi 2014)
PSAK No. 65
PSAK No. 66
PSAK No. 67
PSAK No. 68
ISAK 26
Kelompok Usaha juga telah mengevaluasi bahwa penerbitan ISAK baru lain dan PPSAK di atas tidak menimbulkan dampak yang
material terhadap laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
b.
Dasar Konsolidasian
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas bertujuan khusus) di mana Kelompok Usaha memiliki kekuasaan untuk mengatur
kebijakan keuangan dan operasional atasnya, biasanya melalui kepemilikan lebih dari setengah hak suara. Keberadaan dan dampak dari
hak suara potensial yang saat ini dapat dilaksanakan atau dikonversi, dipertimbangkan ketika menilai apakah Kelompok Usaha
mengendalikan entitas lain. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal di mana pengendalian dialihkan kepada Perusahaan.
Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal Entitas Induk kehilangan pengendalian.
Seluruh transaksi signifikan antar entitas dan saldo akun, termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi telah dieliminasi.
Kebijakan akuntansi Entitas Anak diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan akuntasi yang diadopsi
Kelompok Usaha.
Kepentingan non-pengendali (NCI) merupakan bagian dari laba atau rugi dan aset neto Entitas Anak yang tidak diatribusikan secara
langsung atau tidak langsung kepada Entitas Induk, yang disajikan secara terpisah masing-masing dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian interim dan sebagai bagian dari ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim, yang disajikan secara
terpisah dalam bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan induk.
Rugi Entitas Anak yang tidak dimiliki sepenuhnya diatribusikan pada kepentingan nonpengendali bahkan jika itu mengakibatkan saldo
defisit.
Kelompok Usaha memperlakukan transaksi dengan kepentingan nonpengendali sebagai transaksi dengan pemilik ekuitas Kelompok
Usaha. Untuk pembelian dari kepentingan nonpengendali, selisih antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi atas
jumlah tercatat aset neto Entitas Anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian pelepasan kepentingan nonpengendali juga dicatat
pada ekuitas.
Ketika Kelompok Usaha tidak lagi memiliki pengendalian atau pengaruh signifikan, kepentingan yang masih tersisa atas entitas diukur
kembali berdasarkan nilai wajarnya, dan perubahan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi. Jumlah tercatat awal adalah sebesar nilai wajar
untuk kepentingan pengukuran kembali kepentingan yang tersisa sebagai entitas asosiasi, ventura bersama atau aset keuangan.
Di samping itu, jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut dicatat seolaholah Kelompok Usaha telah melepas aset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada
pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi.
8
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - LANJUTAN
c.
Akuntansi Untuk Kombinasi Bisnis
Kelompok Usaha menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak
adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakusisi sebelumnya dan kepentingan
ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari
kesepakatan imbalan kontinjensi. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam
suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Kelompok Usaha mengakui kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai wajar atau sebesar bagian
proporsional kepentingan nonpengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi. Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian interim, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Selisih imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari
kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak yang diakuisisi yang melebihi nilai wajar bagian Kelompok Usaha atas aset neto yang dapat
diidentifikasi yang diakuisisi dicatat sebagai goodwill . Jika jumlah ini lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas yang diakuisisi dalam
kasus pembelian dengan diskon, selisihnya diakui langsung dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian interim.
d.
Transaksi dan Saldo Mata Uang Asing
(a). Mata Uang Fungsional dan Penyajian
Mata uang fungsional Perusahaan adalah Rupiah Indonesia. Entitas anak menentukan mata uang fungsional mereka sendiri dan
akun-akun yang termasuk dalam laporan keuangan masing-masing entitas anak diukur dengan menggunakan mata uang fungsional.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim adalah Dolar Amerika Serikat
($AS). Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas Perusahaan dan entitas anak dijabarkan ke dalam mata uang
penyajian dengan spot rate yang merupakan kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan dan laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian interim dijabarkan dengan kurs rata-rata selama periode tersebut. Selisih yang timbul dari penjabaran laporan
keuangan Perusahaan dan entitas anak termasuk dalam pendapatan komprehensif lain dan disajikan sebagai bagian dari "Selisih
Kurs atas Penjabaran Laporan Keuangan" dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian interim.
(b). Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional masing-masing Perusahaan dan entitas anak dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.
Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian interim. Bagian non-moneter yang diukur dalam nilai historis dalam mata uang asing tidak ditranslasi kembali.
Selisih kurs yang timbul dari penyelesaian akun moneter dan penjabaran kembali akun moneter termasuk ke dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian interim.
e.
Transaksi-Transaksi dengan Pihak yang Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2010) tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, Kelompok Usaha menganggap pihak yang
dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan langsung maupun tidak
langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) selama pihak lain
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 30 atas laporan keuangan konsolidasian
interim.
9
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - LANJUTAN
f.
Instrumen keuangan
Aset keuangan
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan
berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh pasar yang bersangkutan.
Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori berikut: (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi dimiliki hingga jatuh tempo dan (iv) aset keuangan yang tersedia untuk
dijual.
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, Kelompok Usaha hanya memiliki aset keuangan diklasifikasikan sebagai pinjaman
yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah
ditentukan yang tidak diperoleh di pasar aktif. Hal tersebut termasuk dalam aset lancar yang jatuh tempo kurang dari dua belas bulan, jika
tidak, mereka diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Pinjaman yang diberikan dan piutang Kelompok Usaha terdiri dari kas dan bank,
investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, kas yang dibatasi penggunaannya dan uang jaminan di dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian interim.
Pinjaman yang diberikan dan piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada
biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Aset keuangan dihentikan
pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset tidak lagi ada atau telah ditransfer dan Kelompok Usaha telah secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat kepemilikan.
Liabilitas keuangan
Kelompok Usaha mengklasifikasikan liabilitas keuangannya dalam dua kategori (i) pada nilai wajar melalui laba rugi dan (ii) liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, Kelompok Usaha hanya memiliki liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi yang terdiri dari hutang usaha, hutang lain-lain, beban masih harus dibayar, hutang bank, hutang pihak berelasi,
hutang sewa pembiayaan dan hutang pembiayaan konsumen. Setelah pengakuan awal yang sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi,
Kelompok Usaha mengukur liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Liabilitas
keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau telah kadaluarsa.
Saling hapus aset dan liabilitas keuangan
Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim, jika dan hanya
jika, Kelompok Usaha 1) saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
diakui dan 2) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
g.
Penurunan nilai aset keuangan
Pada setiap periode pelaporan, manajemen menilai apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset
keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai
telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti objektif penurunan nilai.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kerugian diukur sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dengan
nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Jumlah tercatat aset tersebut
dikurangi baik secara langsung maupun melalui penggunaan akun penyisihan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian interim.
Manajemen awalnya menentukan apakah terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang
signifikan secara individual. Jika Kelompok Usaha menentukan tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan
yang dinilai secara individual apakah signifikan atau tidak, itu termasuk dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko
kredit yang sejenis dan menilai secara kolektif penurunan nilai.
h.
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan persediaan
meliputi seluruh biaya pembelian dan biaya lainnya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini di mana
ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal
dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana pendapatan terkait diakui.
10
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - LANJUTAN
h.
Persediaan - lanjutan
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya perputaran ditentukan berdasarkan hasil
penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir periode pelaporan.
Penyisihan penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode
penurunan nilai atau kerugian terjadi.
Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap
jumlah persediaan yang diakui sebagai beban pada periode terjadinya pemulihan tersebut.
i.
Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
j.
Aset tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha
menggunakan model biaya di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai (jika ada).
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika
terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Kelompok Usaha dan
biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada periode di mana pada
saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian interim.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan selama estimasi manfaat ekonomi sebagai
berikut:
Tahun
Bangunan
20
Kendaraan dan alat berat
4-8
Prasarana
4-6
Peralatan dan inventaris kantor
4-8
Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap periode pelaporan dan pengaruh dari setiap
perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai. Aset dalam penyelesaian akan
direklasifikasi ke aset tetap yang bersangkutan pada aset tersebut saat selesai dan siap untuk digunakan. Penyusutan mulai dibebankan
pada tanggal aset tersebut siap digunakan.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan
atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian interim pada periode aset tersebut itu dihentikan
pengakuannya.
k.
Aset tak berwujud
a.
Goodwill
Pengakuan awal goodwill dijabarkan pada Catatan 2b. Goodwill yang muncul atas akuisisi entitas anak disertakan dalam aset tak
berwujud.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
b.
Hubungan terkait pelanggan
Hubungan terkait pelanggan yang diperoleh secara terpisah disajikan sebesar harga perolehan. Hubungan terkait pelanggan yang
diperoleh sebagai bagian dari kombinasi bisnis diakui nilai wajar pada tanggal perolehannya. Hubungan terkait pelanggan memiliki
masa manfaat yang terbatas dan dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi.
Amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan harga perolehan hubungan terkait pelanggan
selama estimasi masa manfaatnya 5 tahun.
11
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - LANJUTAN
k.
Aset tak berwujud - lanjutan
c.
Piranti lunak komputer
Biaya perolehan perangkat lunak komputer untuk penggunaan internal dikapitalisasi dan dicatat sebagai aset takberwujud jika biaya
bukan merupakan bagian integral dari piranti keras yang terkait. Akumulasi biaya tersebut diamortisasi menggunakan metode garis
lurus selama estimasi masa manfaat 4 tahun yang diharapkan ketika perangkat lunak komputer secara substantif siap untuk
digunakan.
Taksiran masa manfaat dan metode amortisasi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan pengaruh dari setiap perubahan
estimasi tersebut berlaku secara prospektif.
l.
Beban ditangguhkan
Pengeluaran signifikan yang terjadi yang dianggap memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, ditangguhkan dan diamortisasi dengan
menggunakan metode garis lurus selama periode yang diharapkan dapat memberikan manfaat dari pengeluaran tersebut.
m. Sewa
Suatu perjanjian, yang meliputi suatu transaksi atau serangkaian transaksi, merupakan perjanjian sewa atau mengandung sewa jika
Kelompok Usaha menentukan bahwa perjanjian tersebut memberikan hak untuk menggunakan suatu aset atau sekelompok aset selama
periode tertentu dengan imbalan suatu atau serangkaian pembayaran. Pertimbangan tersebut dibuat berdasarkan hasil evaluasi terhadap
substansi perjanjian terlepas dari bentuk formal dari perjanjian sewa tersebut.
a.
Sewa operasi
Sewa di mana secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan secara efektif tetap dimiliki oleh lessor diklasifikasikan
sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa operasi (dikurangi insentif yang diterima dari lessor ) diakui sebagai beban dengan dasar
garis lurus selama periode manfaat yang diharapkan.
b.
Sewa pembiayaan
Sewa atas aset tetap di mana Kelompok Usaha, sebagai lessee , menanggung seluruh risiko, dan manfaat dari kepemilikan aset
secara substansial diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal sewa, sewa pembiayaan dicatat sebesar nilai yang terendah
antara nilai wajar aset sewaan atau nilai kini dari pembayaran sewa minimum.
Sesuai kewajiban sewa, dikurangi beban keuangan, disajikan sebagai hutang jangka pendek dan jangka panjang. Setiap pembayaran
sewa dialokasikan sebagai hutang dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian interim selama masa sewa sehingga dapat menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
hutang setiap periode.
Aset sewa guna usaha disusutkan dengan kebijakan yang sama dengan yang diterapkan untuk aset tetap pemilikan langsung.
Namun, ketika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Kelompok Usaha akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa
sewa, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset atau masa sewa.
c.
Transaksi jual dan sewa kembali
Transaksi jual dan sewa kembali melibatkan penjualan suatu aset dan penyewaan kembali aset yang sama. Dalam transaksi jual dan
sewa kembali yang menghasilkan sewa pembiayaan, Kelompok Usaha telah menangguhkan dan mengamortisasi selama masa sewa
keuntungan dari hasil penjualan dari jumlah tercatat aset sewaan.
n.
Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset (yaitu goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis)
diperlukan, maka Kelompok Usaha membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas
(UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian
besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika jumlah tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan jumlah tercatat aset diturunkan nilai menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Kerugian
penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian interim sesuai dengan
kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang mengalami penurunan nilai.
12
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - LANJUTAN
n.
Penurunan nilai aset non-keuangan - lanjutan
Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan pada
setiap UPK dari Kelompok Usaha yang diharapkan dapat memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut, terlepas dari apakah
aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.
Peninjauan atas penurunan nilai pada goodwill dilakukan setahun sekali atau dapat lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan adanya potensi penurunan nilai. Nilai tercatat dari goodwill dibandingkan dengan jumlah yang
terpulihkan, yaitu jumlah yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Rugi penurunan nilai segera
diakui dalam laba rugi dan selanjutnya tidak dibalik kembali.
o.
Properti pertambangan dan aset eksplorasi dan evaluasi
Kegiatan eksplorasi dan evaluasi melibatkan pencarian mineral, penentuan kelayakan teknis dan penilaian kelayakan komersial dari
sebuah sumber daya teridentifikasi. Kegiatan tersebut meliputi:
(i).
pengumpulan data eksplorasi melalui topografi, studi geokimia dan geofisika;
(ii). pengeboran, penggalian dan sampel;
(iii). menentukan dan memeriksa volume dan kualitas sumber daya; dan
(iv). meneliti persyaratan transportasi dan infrastruktur.
Biaya administrasi yang tidak langsung dapat diatribusikan dengan suatu daerah eksplorasi khusus dibebankan pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian interim. Biaya lisensi yang dibayar sehubungan dengan hak untuk mengeksplorasi di daerah eksplorasi yang
ada dikapitalisasi dan diamortisasi selama jangka waktu lisensi atau izin.
Biaya eksplorasi dan evaluasi (termasuk amortisasi atas biaya lisensi yang dikapitalisasi) dikapitalisasi pada saat terjadinya, kecuali dalam
keadaan berikut:
(i).
sebelum memperoleh hak hukum untuk mengeksplorasi suatu wilayah tertentu;
(ii). setelah dapat dibuktikan dengan kelayakan teknis dan komersial atas penambangan sumber daya mineral atau ditemukannya
cadangan terbukti.
Kapitalisasi biaya eksplorasi dan evaluasi dicatat dalam akun "Aset Eksplorasi dan Evaluasi" dan selanjutnya diukur sebesar biaya
perolehan dikurangi penyisihan penurunan nilai. Aset tersebut tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan tetapi ditelaah
untuk indikasi penurunan nilai. Apabila suatu penurunan potensial terindikasi, penilaian dilakukan untuk setiap area of interest dalam
kaitannya dengan kelompok aset operasi terkait (yang merupakan unit penghasil kas) terhadap eksplorasi yang terkait tersebut. Sejauh
biaya eksplorasi dan evaluasi tidak diharapkan untuk dipulihkan, biaya tersebut dibebankan ke laba rugi komprehensif konsolidasian
interim.
Arus kas terkait dengan kapitalisasi biaya eksplorasi dan evaluasi diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas investasi dalam laporan
arus kas konsolidasian interim, sedangkan arus kas terkait dengan biaya eksplorasi dan evaluasi yang dibiayakan diklasifikasikan sebagai
aktivititas operasi.
Ketika cadangan terbukti ditentukan, aset eksplorasi dan evaluasi diklasifikasikan ke “Tambang dalam pembangunan” yang merupakan
bagian dari “Properti Pertambangan”. Semua biaya pengembangan setelah perolehan awal yang berkaitan dengan pembangunan
infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengoperasikan tambang dikapitalisasi dan diklasifikasikan sebagai “Tambang dalam
pembangunan”. Biaya pengembangan dicatat bersih setelah dikurangi hasil penjualan atas mineral yang diekstraksi selama tahap
pengembangan.
Pada saat pengembangan telah selesai, semua aset yang termasuk dalam “Tambang dalam pembangunan” direklasifikasikan ke “Tambang
berproduksi” dalam properti pertambangan atau ke dalam komponen lain dalam aset tetap. Tambang berproduksi dicatat sebesar biaya
perolehan, dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada.
Properti pertambangan mencakup aset dalam tahap produksi dan pengembangan, serta aset yang ditransfer dari aset eksplorasi dan
evaluasi. Properti pertambangan dalam tahap pengembangan tidak diamortisasi sampai tahapan produksi dimulai.
Pada saat proyek konstruksi tambang bergerak ke tahap produksi, kapitalisasi atas konstruksi tambang tertentu dihentikan dan biaya-biaya
dapat diakui sebagai bagian dari nilai persediaan atau dibebankan, kecuali untuk biaya yang memenuhi persyaratan untuk kapitalisasi
yang berkaitan dengan penambahan dan pengembangan cadangan yang dapat ditambang.
Akumulasi biaya dari tambang yang telah berproduksi diamortisasi dengan menggunakan metode unit produksi sepanjang cadangan
tambang tersebut dapat dipulihkan secara ekonomis.
13
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - LANJUTAN
p.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Kelompok Usaha menyediakan imbalan pasca kerja sesuai dengan Undang-undang No. 13/2003. Perhitungan liabilitas imbalan kerja
jangka panjang didasarkan pada ketentuan di dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan menggunakan
metode aktuarial Projected Unit Credit .
Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada awal
periode pelaporan diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja dari para pekerja dalam program.
Jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested , dan sebaliknya akan diamortisasi dengan metode garis
lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested .
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan kerja jangka panjang pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim merupakan nilai
kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui serta biaya jasa lalu yang belum
diakui.
q.
Provisi
Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika, sebagai akibat
peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung
manfaat ekonomi dan jumlah liabilitas tersebut dapat diestimasi secara andal.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika kemungkinan
besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, maka provisi
dibatalkan.
r.
Tambahan modal disetor - neto
Tambahan modal disetor merupakan selisih antara agio saham (yaitu kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal) dengan
biaya-biaya saham yang terkait langsung dengan penerbitan efek ekuitas Perusahaan dalam penawaran umum (lihat Catatan 1b).
Transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode yang sama seperti metode penyatuan kepemilikan.
Selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai buku aset neto entitas anak yang diakuisisi dicatat sebagai bagian dari "Tambahan
modal disetor" pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba
rugi realisasi maupun reklasifikasi ke saldo laba.
s.
Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau piutang. Pendapatan disajikan setelah dikurangi pajak pertambahan
nilai, retur, potongan harga dan diskon.
Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan mengalir kepada Kelompok Usaha dan pendapatan tersebut dapat
diukur secara andal. Kriteria pengakuan tertentu berikut harus dipenuhi sebelum pengakuan pendapatan diakui:
-
Pendapatan yang timbul dari jasa penambangan diakui berdasarkan jasa yang diberikan kepada pelanggan, sesuai dengan syarat dan
ketentuan dari setiap perjanjian layanan.
-
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan telah dialihkan kepada
pelanggan. Hal ini biasanya ketika barang diserahkan dan pelanggan telah menerima barang.
-
Pendapatan dari sewa alat berat diakui dengan metode garis lurus selama masa sewa.
-
Uang muka yang diterima dari pelanggan untuk barang dan jasa yang akan diberikan pada periode berikutnya disajikan sebagai
"Uang Muka Pelanggan" dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim.
-
Pendapatan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual.
t.
Pajak penghasilan
Beban pajak penghasilan meliputi jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.
Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode berjalan, kecuali pajak yang timbul dari transaksi
atau kejadian diakui di luar laba rugi. Pajak terkait dengan pos yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain, diakui dalam
pendapatan komprehensif lain dan pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di ekuitas, diakui langsung di ekuitas.
14
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - LANJUTAN
t.
Pajak penghasilan - lanjutan
Pajak kini
Aset (liabilitas) pajak kini ditentukan sebesar jumlah ekspektasi restitusi dari (atau dibayarkan kepada) otoritas perpajakan yang dihitung
menggunakan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian interim.
Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) terkait dengan keadaan di
mana peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah yang
mungkin timbul.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pajak aset dan liabilitas dengan
jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan pada akhir periode pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer yang dapat dikurangkan serta atas akumulasi rugi fiskal dan kredit pajak yang tidak dimanfaatkan sejauh realisasi atas manfaat
pajak tersebut dimungkinkan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap akhir tanggal pelaporan dan dikurangi ketika tidak
terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset
pajak tangguhan tersebut. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang
besar kemungkinan bahwa laba kena pajak mendatang akan tersedia untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan berlaku ketika aset dipulihkan atau
liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada
tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian interim.
Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian interim, kecuali bila berhubungan
dengan transaksi yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas, dalam hal pajak tangguhan tersebut juga dibebankan atau
dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus, jika dan hanya jika, 1) terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan 2) aset serta liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
u.
Laba (rugi) per saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun berjalan.
Laba atau rugi per saham dilusian dihitung ketika Kelompok Usaha memiliki instrumen efek berpotensi saham biasa dilutif.
v.
Informasi segmen
Segmen usaha dilaporkan dengan cara yang sesuai dengan pelaporan internal yang dipersiapkan untuk pembuat keputusan operasional.
Pembuat keputusan operasi adalah pihak yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen
operasi.
Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu
segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan
transaksi antar Kelompok Usaha dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
3.
PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim Kelompok Usaha mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan
asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi,
pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai
tercatat aset dan liabilitas dalam periode-periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha, manajemen telah membuat pertimbangan-pertimbangan berikut ini, selain dari
yang melibatkan estimasi, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian
interim:
15
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG PENTING - LANJUTAN
Penentuan mata uang fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas
tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan biaya dari masing-masing entitas masingmasing.
Penentuan mata uang fungsional mungkin memerlukan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, antara lain, entitas dapat bertransaksi di
lebih dari satu mata uang dalam kegiatan usahanya sehari-hari.
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan
apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2011) telah dipenuhi. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan
sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2f atas laporan keuangan konsolidasian interim.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu
yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Di mana hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pendapatan
pajak dan ketentuan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat hutang pajak penghasilan Kelompok
Usaha diungkapkan di dalam Catatan 19b laporan keuangan konsolidasian interim.
Kapitalisasi biaya eksplorasi dan evaluasi
Seperti diungkapkan dalam Catatan 2o, kebijakan akuntansi Kelompok Usaha untuk biaya eksplorasi dan evaluasi menimbulkan adanya
sejumlah biaya yang dikapitalisasi untuk suatu area of interest yang dipertimbangkan dapat terpulihkan oleh kegiatan eksploitasi di masa
depan atau penjualan. Kebijakan ini mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan berdasarkan asumsi tertentu untuk peristiwa dan
keadaan di masa depan, khususnya tentang apakah operasi ekstraksi yang ekonomis dapat dilaksanakan. Pertimbangan tersebut dapat berubah
seiring tersedianya informasi baru.
Jika setelah dilakukan kapitalisasi biaya berdasarkan kebijakan, tidak tampak adanya kemungkinan pemulihan biaya, biaya yang dikapitalisasi
tersebut akan dibebankan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian interim.
Sewa
Kelompok Usaha telah menandatangani beberapa perjanjian sewa. Berdasarkan perjanjian tersebut, Kelompok Usaha menilai apakah risiko
dan manfaat secara signifikan telah dialihkan kepada Kelompok Usaha. Kelompok Usaha membukukan perjanjian sewa tersebut sebagai sewa
pembiayaan jika risiko dan manfaat secara signifikan telah dialihkan kepada Kelompok Usaha, jika tidak sewa dicatat sebagai sewa operasi.
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Penurunan Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Penurunan piutang usaha dan lain-lain terjadi jika terdapat bukti objektif bahwa Kelompok Usaha tidak dapat menagih seluruh atau sebagian
nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal hutang. Penilaian dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian interim
dari ada tidaknya indikasi penurunan nilai atau apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang sebelumnya diakui pada tahun-tahun
sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Di mana hasil aktual berbeda dari jumlah yang awalnya dinilai, perbedaan
tersebut akan mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat piutang usaha dan lain-lain dalam laporan keuangan tahun
berikutnya.
16
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG PENTING - LANJUTAN
Masa Manfaat Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus, aset tetap diestimasi berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis dari aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan dalam industri
sejenis.
Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa dari aset
tetap. Dan karenanya, biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah. Jumlah tercatat aset tetap Kelompok Usaha pada
tanggal laporan keuangan konsolidasian interim diungkapkan di dalam Catatan 13 laporan keuangan konsolidasian interim.
Masa Manfaat Aset Tak Berwujud
Kelompok Usaha mengestimasi umur manfaat aset takberwujud yang berhubungan dengan piranti lunak dan hubungan terkait pelanggan.
Estimasi umur manfaat tersebut ditelaah setiap tahun dan diperbaharui jika terjadi perbedaan perkiraan dari estimasi awal dikarenakan
perubahan situasi pasar atau batasan lainnya. Namun terdapat kemungkinan hasil operasi masa yang akan datang terpengaruh secara material
oleh perubahan estimasi yang terjadi dikarenakan perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas. Jumlah dan waktu biaya yang dicatat untuk
setiap periode akan dipengaruhi oleh perubahan pada faktor-faktor dan keadaan. Penurunan nilai estimasi masa manfaat ekonomi aset
takberwujud, kecuali goodwill , Kelompok Usaha akan menambah pencatatan beban amortisasi dan mengurangi nilai aset takberwujud. Jumlah
tercatat aset takberwujud Kelompok Usaha pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian interim diungkapkan di dalam Catatan 14
laporan keuangan konsolidasian interim.
Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Kelompok Usaha meninjau jumlah tercatat aset non-keuangan pada setiap akhir tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian interim untuk
menentukan apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika terdapat indikasi, estimasi jumlah yang dapat dipulihkan akan dilakukan dan
kerugian penurunan nilai akan diakui sejauh jumlah tercatat melebihi jumlah yang dapat dipulihkan.
Penentuan nilai wajar dan nilai pakai mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi tentang produksi yang diharapkan dan
volume penjualan, harga komoditas (mengingat harga saat ini dan masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait), cadangan dan lain-lain.
Estimasi ini dan asumsi berdasarkan pada risiko dan ketidakpastian; maka ada kemungkinan bahwa perubahan dalam situasi akan mengubah
proyeksi ini, yang mungkin berdampak pada jumlah terpulihkan aset.
Dalam keadaan seperti itu, beberapa atau semua jumlah tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan atau biaya penurunan dikurangi
dengan dampak yang dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian interim.
Alokasi Harga Beli dan Penurunan Nilai Goodwill
Kelompok Usaha menerapkan akuntasi akuisisi yang mensyaratkan penggunaan estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan
harga beli kepada nilai pasar wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu oleh Kelompok
Usaha menimbulkan goodwill . Goodwill tidak diamortisasi dan diuji bagi penurunan nilai setiap tahunnya. Jumlah tercatat goodwill
diungkapkan di dalam Catatan 14 laporan keuangan konsolidasian interim.
Pengujian penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Dalam hal ini, goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap
tahunnya dan jika terdapat indikasi penurunan nilai. Manajemen harus menggunakan pertimbangan dalam mengestimasi nilai terpulihkan dan
menentukan adanya indikasi penurunan nilai.
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi
tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan,
umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dicatat sesuai dengan kebijakan
yang dimaksudkan di dalam Catatan 22 atas laporan keuangan konsolidasian interim.
Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut adalah wajar dan sesuai. Perbedaan signifikan dalam Kelompok
Usaha pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material
liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan kerja. Jumlah tercatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang diungkapkan di dalam
Catatan 22 laporan keuangan konsolidasian interim.
4.
KOMBINASI BISNIS
Perusahaan mengakuisisi 99,99% dari modal saham RB. RB adalah perusahaan induk dengan investasi pada entitas anak yang bergerak di bidang
jasa kontraktor pertambangan dan kegiatan penambangan lainnya. Akuisisi ini dilakukan untuk tujuan meningkatkan kinerja Perusahaan dan
memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Jasa kontraktor pertambangan dan penyewaan peralatan yang disediakan oleh RB diharapkan
untuk memberikan sumber pendapatan bagi Perusahaan untuk secara bertahap menghilangkan defisit yang terjadi pada periode sebelumnya.
17
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
4. KOMBINASI BISNIS - LANJUTAN
Nilai wajar aset dan liabilitas RB pada tanggal akuisisi diidentifikasi adalah sebagai berikut:
Nilai Wajar Pada
Waktu Akuisisi
Aset
Kas dan bank
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Persediaan
Pajak dibayar di muka
Uang muka
Biaya dibayar di muka
Kas yang dibatasi penggunaanya
Aset tetap - neto
Aset pajak tangguhan
Aset eksplorasi dan evaluasi
Aset tak berwujud
Uang jaminan
Aset tidak lancar lainnya
1.707.485
21.715.573
474.156
3.426.201
5.727.431
383.127
494.567
4.400.000
87.271.748
38.204
31.203.820
22.073.856
233
506.127
179.422.528
Liabilitas
Hutang usaha
Hutang pajak
Beban yang masih harus dibayar
Liabilitas lancar lainnya
Hutang bank jangka panjang
Hutang sewa pembiayaan
Hutang pihak berelasi
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan
7.795.314
304.792
1.700.257
707.703
57.367.145
26.936.593
1.244.428
2.204.330
13.642.777
111.903.339
Jumlah nilai wajar aset teridentifikasi - neto
67.519.189
Kepentingan non-pengendali pada bagian
proporsional atas nilai wajar aset teridentifikasi neto
Entitas Anak
(610)
Goodwill atas akuisisi
20.283.060
Imbalan pembelian yang dialihkan
87.801.639
Analisis arus kas pada saat akuisisi:
Imbalan kas yang dibayarkan
Dikurangi kas yang diperoleh
87.801.639
(1.707.485)
Arus kas neto pada saat akuisisi
86.094.154
Nilai wajar dari aset tetap, aset eksplorasi dan evaluasi dan aset takberwujud didasarkan pada laporan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Iwan
Bachron & Rekan, penilai independen. Penilaian yang dianggap pendekatan penilaian seperti pendekatan data pasar, pendekatan biaya dan
pendekatan pendapatan.
Aset takberwujud meliputi kontrak dan hubungan terkait pelanggan dan piranti lunak. Kontrak dan hubungan terkait pelanggan timbul atas
kontrak RBA, entitas anak langsung RB.
Dari tanggal akuisisi, RB telah memberikan kontribusi sebesar $AS 27.691.434 dan $AS 1.670.084 masing-masing dari jumlah pendapatan dan
rugi sebelum pajak penghasilan Kelompok Usaha. Jika penggabungan usaha telah terjadi pada awal tahun 2014, pendapatan dan rugi sebelum
pajak penghasilan Kelompok Usaha masing-masing akan menjadi sebesar $AS 72.363.359 dan $AS 32.536.025.
18
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari :
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Kas
Rupiah
Bank
Rupiah
PT. Bank Permata Tbk
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT. Bank Central Asia Tbk
PT. Bank CIMB Niaga Tbk
PT. Bank Sinarmas
PT. Bank Capital Indonesia Tbk
PT. Bank Sinarmas Syariah
PT. Bank Mayapada International Tbk
Bangkok Bank
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
31.622
18.997
568.180
48.709
19.356
12.004
494
138
1.357.302
743
6.769
42.758
739
244
145
110
12
10
47.677
12.495
Dolar Amerika Serikat
PT. Bank Permata Tbk
PT. Bank Sinarmas
Bangkok Bank
PT. Bank Mayapada International Tbk
PT. Bank CIMB Niaga Tbk
Jumlah
346.860
2.879
1.558
119
1.500.661
2.934
1.558
914
165
1.079.607
2.946.546
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, tidak terdapat bank yang ditempatkan pada bank pihak berelasi, dibatasi penggunaanya
ataupun yang digunakan sebagai jaminan.
6.
INVESTASI JANGKA PENDEK
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, akun ini merupakan investasi pada PT Bank Sinarmas Tbk – unit usaha Syariah sehubungan
dengan Penyaluran Dana dengan Akad Wakalah. Investasi tersebut, memiliki jangka waktu 12 bulan yang akan jatuh tempo pada tanggal 6
Agustus 2015 dengan ketentuan nisbah bagi hasil sebesar 50% pemilik dana dan 50% penerima dana.
7.
PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, akun ini meliputi tagihan kepada para pelanggan sehubungan dengan pendapatan jasa
penambangan dan penyewaan alat berat.
a. Rincian saldo piutang usaha - pihak ketiga berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
Dolar Amerika Serikat
PT. Baswara Sinarmulia
PT. Berau Coal Energy Tbk
PT. Diva Kencana Borneo
PT. Tanito Harum
PT. Darma Henwa Tbk
Sub jumlah
Rupiah
PT. Berau Coal Energy Tbk
PT. Tanito Harum
PT. Darma Henwa Tbk
Sub jumlah
Cadangan penurunan nilai
6.600.000
4.788.996
4.319.761
1.453.019
108.945
6.600.000
7.198.448
4.319.761
1.855.397
108.945
17.270.722
20.082.551
3.071.798
29.129
2.140
3.260.961
30.637
2.251
3.103.067
3.293.849
(543.172)
Jumlah
19.830.617
19
2014
(31 Desember)
(543.172)
22.833.228
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
7. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA - LANJUTAN
b. Rincian umur atas piutang tersebut adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Belum jatuh tempo
Telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan
1 - 30 hari
31 - 90 hari
> 90 hari
Penurunan nilai
6.048.599
8.394.123
8.348
13.773.670
543.172
3.828.905
87.835
10.522.365
543.172
Sub-jumlah
Penyisihan penurunan nilai
20.373.789
(543.172)
23.376.400
(543.172)
Jumlah
19.830.617
22.833.228
Penyisihan penurunan piutang usaha ditentukan berdasarkan penilaian individual. Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai
piutang usaha cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari piutang usaha.
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, tidak terdapat piutang usaha - pihak ketiga yang digunakan sebagai jaminan.
8.
PIUTANG LAIN-LAIN
Rincian piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
Pihak ketiga
PT. Diva Kencana Borneo
Karyawan
PT. Sefas Pelindotama
PT. Nusa Energy Raya
Lain-lain
2014
(31 Desember)
336.289
6.437
77.111
353.698
13.801
26.582
12.822
-
Sub jumlah
Penyisihan atas penurunan nilai
419.837
(35.370)
406.903
(35.370)
Pihak ketiga - neto
384.467
371.533
Pihak berelasi (Lihat Catatan No.30)
19.705.353
-
Jumlah
20.089.820
371.533
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, tidak terdapat piutang lain-lain yang digunakan sebagai jaminan.
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang lain-lain cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari piutang lainlain.
9.
PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari :
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Suku cadang
Bahan pembantu
Lain-lain
2.255.063
419.236
374.084
2.209.541
607.077
352.452
Jumlah
3.048.383
3.169.070
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai
persediaan pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014.
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, beberapa persediaan milik RBA, Entitas Anak, digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
kredit dari Indonesia Eximbank (Lihat Catatan 16 dan 20).
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, persediaan tidak diasuransikan karena manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa
tidak terdapat risiko kerugian atas persediaan.
20
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
10. UANG MUKA
Rincian uang muka adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
Pihak berelasi
Pembelian mangan
Pihak ketiga
Uang muka investasi saham
Lain-lain (masing-masing dibawah $AS 20.000)
Sub-jumlah
Dikurangi bagian lancar
2014
(31 Desember)
-
217.042
3.210.028
352.907
14.881.109
86.772
3.562.935
(3.562.935)
15.184.923
(15.184.923)
Uang muka jangka panjang
-
-
Pada tangal 31 Desember 2014, uang muka investasi saham merupakan deposit yang dibayarkan oleh AKAR, entitas anak, sehubungan dengan
rencana untuk mengakuisisi saham PT. Synergi Infrastruktur Indonesia (SII). Berdasarkan perjanjian kerjasama antara PT. Lestari Asri
Tandikek (TAL) dan AKAR pada tanggal 11 Desember 2014, kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan kegiatan usaha dalam
pengembangan properti melalui SII. Perjanjian kerjasama menetapkan antara lain, rencana untuk memperoleh tanah, sekitar tiga ratus hektar,
yang terletak di Jl. Mulawarman, Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
Uang muka investasi saham ini akan berlaku efektif apabila kedua belah pihak telah memenuhi beberapa hal yang ditentukan dalam kontrak
berikut ini:
1.
Dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penyertaan kedua belah pihak pada SII, izin lokasi atas tanah sudah harus
diterbitkan oleh instansi yang berwenang.
2.
Tanah sudah bersih, tidak ada sengketa dan sudah tidak ada bangunan apapun di atasnya.
3.
Tanah dalam keadaan kosong pada saat penyerahan.
Jika salah satu ketentuan di atas tidak terpenuhi, maka AKAR berhak meminta pengembalian atas pembayaran uang muka dan pihak TAL
wajib mengembalikan deposit AKAR tersebut dengan cara yang akan disepakati bersama kemudian hari oleh kedua belah phak.
Perjanjian Kerjasama antara PT. Tandikek Asri Lestari (TAL) dan AKAR tersebut tidak dapat terpenuhi, sehingga AKAR berhak meminta
pengembalian uang muka yang telah dibayarkan dan pihak TAL bersedia mengembalikan deposit kepada pihak AKAR.
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 4 dan 5 tanggal 3 Maret 2015 yang keduanya di buat dihadapan Harra Mieltuani Lubis, SH, Notaris di
Tangerang disebutkan bahwa AKAR menjual investasi pada PT. Synergi Infrastruktur Indonesia sebesar Rp. 1.000.000 (ekuivalen US$76)
kepada Joko Hartono Tirto dan sebesar Rp. 185.120.000.000 (ekuivalen US$14.148.578) kepada PT. Tandikek Asri Lestari (Lihat Catatan No
8 dan 30)
Berdasarkan Perjanjian Pemberian Pinjaman tanggal 31 Maret 2015 antara Perusahaan dengan PT. Adikarsa Alam Resources (AKAR), entitas
anak disebutkan bahwa Perusahaan memberi fasilitas pinjaman kepada AKAR dengan jumlah maksimum sebesar Rp. 100 milyar yang akan
digunakan sebagai uang muka investasi. Fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu selama 2 tahun.
Berdasarkan perjanjian kerjasama antara AKAR, entitas anak dengan PT. Guning Badigung Utama tanggal 31 Maret 2015 disebutkan bahwa
kedua belah pihak sepakat untuk melakukan penyertaan pada PT. Mega Karya Dwipa (MKD) sebesar maksimum Rp. 100 milyar, dimana
penyertaan tersebut akan digunakan oleh para pihak untuk menjalankan usaha di bidang pertambangan. Sampai dengan tanggal 31 Maret
2015, saldo atas uang muka investasi tersebut adalah sebesar Rp. 42.milyar atau ekuivalen dengan US$3.210.028.
11. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Rincian biaya dibayar di muka adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Biaya dibayar di muka
Asuransi
Sewa
1.577.015
34.763
529.781
54.869
Total
1.611.778
584.650
12. KAS YANG DIBATASI PENGGUNANNYA
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 akun ini merupakan kas yang dibatasi penggunaannya milik RBA, Entitas Anak, yang
ditempatkan pada Raiffeisen Bank International, AG sebagai Debt Reserve Account sesuai dengan perjanjian bank, yang akan diambil pada saat
pelunasan hutang bank jangka panjang (Lihat Catatan 20).
21
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TETAP
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
31 Maret 2015
Saldo Awal
Biaya perolehan
Kepemilikan langsung
Bangunan
Kendaraan dan alat berat
Peralatan dan inventaris kantor
Aset dalam penyelesaian
Penambahan
dari Kombinasi
Bisnis
Penambahan
Pengurangan
Reklasifikasi
Selisih Kurs
Penjabaran
Laporan
Keuangan
Pelepasan
Entitas
Anak
Saldo Akhir
4.349.184
73.310.351
16.525.792
956.131
-
20.454
13.116
476.963
2.746.176
(64.660)
(13.784)
-
1.024.048
150.049
(150.049)
(269.172)
(129.433)
241.531
-
-
4.100.467
74.282.742
17.408.120
3.552.258
95.141.458
-
3.256.709
(78.445)
1.024.048
(157.074)
-
99.343.586
2.137.069
57.324.791
-
-
-
2.137.069
56.300.743
154.603.318
-
3.256.709
(78.445)
-
(157.074)
-
157.781.398
1.190.863
39.535.418
9.389.028
-
126.875
2.191.272
734.064
(30.925)
(13.636)
164.928
-
(156.817)
(61.949)
129.481
-
1.160.922
41.860.594
10.266.210
50.115.309
-
3.052.211
(44.561)
164.928
(89.284)
-
53.287.725
Aset sewa pembiayaan
Peralatan dan inventaris kantor
Kendaraan dan alat berat
860.138
21.058.692
-
104.225
1.791.469
-
964.363
22.685.233
Jumlah akumulasi penyusutan
72.034.139
-
4.947.905
-
76.937.321
NILAI BUKU
82.569.179
Sub jumlah
Aset sewa pembiayaan
Peralatan dan inventaris kantor
Kendaraan dan alat berat
Jumlah biaya perolehan
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan
Kendaraan dan alat berat
Peralatan dan inventaris kantor
Sub jumlah
-
(44.561)
(1.024.048)
(164.928)
-
-
(89.284)
80.844.077
22
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TETAP - LANJUTAN
31 Desember 2014
Saldo Awal
Biaya perolehan
Kepemilikan langsung
Bangunan
Prasaranan
Kendaraan dan alat berat
Peralatan dan inventaris kantor
Aset dalam penyelesaian
Penambahan
dari Kombinasi
Bisnis
Penambahan
Pengurangan
Reklasifikasi
Selisih Kurs
Penjabaran
Laporan
Keuangan
Pelepasan
Entitas
Anak
Saldo Akhir
415.019
6.054.943
3.024.362
601.121
-
3.705.346
47.383.056
13.965.574
1.217.353
175.370
4.671
1.845.741
210.279
407.004
70.655
-
468.468
28.190.815
736.475
(468.468)
(10.326)
(150.647)
(176.021)
(12.758)
(141)
(404.693)
(5.904.296)
(4.709.528)
(539.706)
(2.892)
4.349.184
73.310.351
16.525.792
956.131
10.095.445
66.271.329
2.236.061
477.659
28.927.290
(349.893)
(11.561.115)
95.141.458
2.179.295
2.875.491
82.020.673
1.243.489
-
(738.422)
(28.188.868)
70.202
12.274.740
151.167.493
3.479.550
477.659
-
(279.691)
(11.561.115)
154.603.318
57.834
5.066.575
1.137.853
265.747
985.486
22.349.918
7.685.699
230.443
482.449
2.896.945
1.251.483
206.433
58.596
15.657.645
599.058
(2.710)
(150.904)
(86.887)
(11.467)
(80.190)
(5.398.120)
(2.213.623)
(342.896)
1.190.863
39.535.418
9.389.028
6.528.009
31.021.103
4.861.320
265.029
16.256.703
(251.968)
(8.034.829)
50.115.309
682.606
1.271.373
31.603.269
188.654
4.408.812
-
(599.889)
(15.656.814)
20.819
Jumlah akumulasi penyusutan
7.210.615
63.895.745
9.458.786
265.029
NILAI BUKU
5.064.125
Sub jumlah
Aset sewa pembiayaan
Peralatan dan inventaris kantor
Kendaraan dan alat berat
Jumlah biaya perolehan
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan
Prasaranan
Kendaraan dan alat berat
Peralatan dan inventaris kantor
Sub jumlah
Aset sewa pembiayaan
Peralatan dan inventaris kantor
Kendaraan dan alat berat
-
(231.149)
-
(8.034.829)
2.137.069
57.324.791
860.138
21.058.692
72.034.139
82.569.179
23
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TETAP - LANJUTAN
a. Penyusutan dialokasikan ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Maret)
Beban pokok penjualan (Lihat Catatan No. 26)
Beban umum dan administrasi (Lihat Catatan No. 27)
4.541.249
406.656
370.430
85.057
Jumlah
4.947.905
455.486
b. Perhitungan laba (rugi) penjualan dan penghapusan aset tetap adalah sebagai berikut:
2015
Penjualan
Aset Tetap
Hasil penjualan
26.802
Harga perolehan
Akumulasi penyusutan
64.660
(30.926)
Penghapusan
Aset Tetap
13.784
(13.636)
Jumlah
26.802
78.444
(44.562)
Nilai buku neto
33.734
148
33.882
Laba (rugi) penjualan dan/atau penghapusan aset tetap (Lihat Catatan No. 28)
(6.933)
(148)
(7.081)
c. Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, saldo aset dalam penyelesaian meliputi prasarana, peralatan dan bangunan yang belum selesai. Rata-rata persentase penyelesaian aset dalam
penyelesaian tersebut sekitar 42% - 95% dari biaya aktual yang terjadi dibandingkan dengan biaya yang direncanakan. Aset dalam penyelesaian tersebut diestimasikan akan selesai kurang dari satu
tahun.
d. Kendaraan dan alat berat dengan nilai buku neto masing-masing sebesar $AS 60.726.732 dan $AS 63.969.085 telah diasuransikan terhadap seluruh risiko dengan jumlah nilai pertanggungan masingmasing sebesar Rp. 48.975.941.000, $AS.109.123.700 dan EUR397.600 dan Rp 42.162.441.000, $AS 112.303.950 dan EUR 278.800 pada tahun 2014 dan Rp 37.809.073.055 and $AS 1.145.000
masing-masing pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014.
e. Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, beberapa alat berat RBA, entitas anak, digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari Indonesia Eximbank dan Raiffeisen Bank
International, AG (Lihat Catatan No. 20)
24
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TAK BERWUJUD
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, rician aset tak berwujud adalah sebagai berikut:
31 Maret 2015
Goodwill
Piranti Lunak
Komputer
Hubungan
Terkait
Pelanggan
Jumlah
Harga perolehan
Penambahan dari kombinasi bisnis
20.283.060
523.115
21.951.319
42.757.494
Akumulasi amortisasi
Penambahan dari kombinasi bisnis
-
455.066
1.829.277
2.284.343
Amortisasi periode berjalan
-
24.710
1.097.566
1.122.276
43.339
19.024.476
39.350.875
Nilai Buku Neto
20.283.060
31 Desember 2014
Goodwill
Piranti Lunak
Komputer
Hubungan
Terkait
Pelanggan
Jumlah
Harga perolehan
Penambahan dari kombinasi bisnis
20.283.060
523.115
21.951.319
42.757.494
Akumulasi amortisasi
Penambahan dari kombinasi bisnis
-
400.578
Amortisasi tahun berjalan
-
54.488
1.829.277
1.883.765
68.049
20.122.042
40.473.151
Nilai Buku Neto
20.283.060
-
400.578
Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun jika terdapat keadaan yang menunjukkan nilai tercatat mengalami penurunan nilai. Perusahaan
menguji penurnan nilai untuk goodwill berdasarkan pada perhitungan nilai pakai yang menggunakan model arus kas diskonto. Pada tanggal 31
Maret 2015 dan 31 Desember 2014 tidak terdapat penurunan nilai goodwill.
15. ASET EKSPLORASI DAN EVALUASI
Rincian aset eksplorasi dan evaluasi adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
Saldo awal tahun/periode
Penambahan tahun/periode berjalan
Selisih kurs translasi
Saldo akhir tahun/periode
2014
(31 Desember)
30.961.632
(164.538)
6.867.034
24.094.598
-
30.797.094
30.961.632
Pada tanggal 31 Desember 2014, akun ini merupakan aset eksplorasi dan evaluasi yang timbul atas WIUP DS, entitas anak tidak langsung
yang dibeli melaluli akuisisi RB pada tahun 2014.
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai pada aset
eksplorasi dan evaluasi yang ditangguhkan.
31 Maret 2015
Saldo Awal
Penambahan
dari
Kombinasi
Bisnis
Penambahan
Selisih Kurs
Penjabaran
Laporan
Keuangan
Pelepasan
Entitas Anak
Saldo Akhir
DS
-
30.961.632
-
(164.538)
-
30.797.094
Jumlah
-
30.961.632
-
(164.538)
-
30.797.094
25
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
15. ASET EKSPLORASI DAN EVALUASI - LANJUTAN
31 Desember 2014
Saldo Awal
Penambahan
dari
Kombinasi
Bisnis
Penambahan
Selisih Kurs
Penjabaran
Laporan
Keuangan
Pelepasan
Entitas Anak
Saldo Akhir
SMR
DS
6.867.034
-
31.203.820
1.574
2.485
(170.852)
(244.673)
(6.697.756)
-
30.961.632
Jumlah
6.867.034
31.203.820
4.059
(415.525)
(6.697.756)
30.961.632
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, akun ini merupakan aset eksplorasi dan evaluasi yang timbul atas WIUP DS, entitas anak
tidak langsung yang dibeli melalui akuisisi RB pada tahun 2014.
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai pada aset
eksplorasi dan evaluasi yang ditangguhkan.
16. HUTANG BANK JANGKA PENDEK
Perusahaan
Berdasarkan Akta Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan No. 54 tanggal 30 Maret 2015 oleh Carnando Samuelson Sitompul, SH, MH Notaris
di Jakarta, Perusahaan memeproleh Fasilitas Kredit dari PT. Bank Capital Indonesia Tbk berupa Fasilitas Pinjaman Aksep (PA) dengan plafond
sebesar Rp. 100.000.000.000 (ekuivalen US$ 7.642.923). Fasilitas kredit tersebut berjangka waktu 12 (dua belas) bulan sampai dengan jatuh
tempo pada tanggal 31 Maret 2016 dan dengan tingkat bunga sebesar 15% per tahun. Fasilitas kredit tersebut di jamin dengan 5 (lima) bidang
tanah atas nama Tn. Wijaya Mulia yang terletak di Kota Semarang.
Sampai dengan tanggal 31 Maret 2015, fasilitas kredit tersebut telah dicairkan sebesar Rp. 42.000.000.000 atau seebesar US$ 3.210.028 yang
merupakan saldo atas fasilitas kredit tersebut pada tanggal 31 Maret 2015.
Entitas Anak
RBA, Entitas Anak, pada tanggal 15 Desember 2010, berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja Ekspor No. 30 dari Notaris H. Teddy
Anwar, S.H., S.pN., serta Perubahan Keempat Perjanjian Kredit Modal Kerja Ekspor No.344/ADDPK/12/2013 tanggal 12 Desember 2013 dan
Indonesia Eximbank, pihak ketiga, telah setuju untuk memberikan dan melakukan perubahan perjanjian atas beberapa fasilitas Kredit Modal Kerja
Ekspor (KMKE).
Fasilitas KMKE tersebut, terdiri dari KMKE I dan II dengan jumlah penarikan maksimum masing-masing sebesar $AS 864.000 dan $AS
1.500.000 dan akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 15 Desember 2014 dan 13 Desember 2014
Berdasarkan surat No. 048/RBA-DIR/XII/2014 tanggal 6 November 2014 tentang Permohonan Perpanjangan Fasilitas KMKE, telah setuju untuk
memberikan dan melakukan perubahan perjanjian atas fasilitas KMKE II dengan jumlah penarikan maksimum $AS 1.500.000dan akan jatuh
tempo pada tanggal 13 Juni 2015.
Fasilitas KMKE I dan II digunakan untuk membiayai modal kerja RBA atas kontrak dari PT Berau Coal dan PT Tanito Harum, dengan tingkat
suku bunga tetap masing-masing sebesar 6,24% dan 6,10%.
Fasilitas pinjaman di atas diikat dengan jaminan serta kondisi dan persyaratan yang sama seperti halnya hutang bank jangka panjang yang
diperoleh dari bank yang sama (Lihat Catatan No. 20)
26
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
17. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
a. Rincian hutang usaha - pihak ketiga berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Dolar Amerika Serikat
Rupiah
Yen Jepang
4.007.475
483.523
9.159
7.228.899
552.679
9.310
Jumlah
4.500.158
7.790.888
b. Rincian hutang usaha - pihak ketiga berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
PT. United Tractor
PT. Hanada Eka Perkasa
PT. Andalan Multi Kencana
PT. Dermaga Sukses Jaya Abadi
PT. Duta Kreasi Teknik
PT. Trakindo Utama
Sandvik Mining & Construction
PT. Merlin Wijaya
PT. Bintang Cosmos
CV. Sentosa Teknik
CV. Teguh Harapan
PT. Multi Hidrachrome Balikpapan
PT. Astrinusa Jaya Dharma
PT. AKR Corporindo Tbk
PT. Pindad
PT. Sefas Pelindotama
PT. Dahana (Persero)
PT. Mexis
PT. Linda Hanta Wijaya
PT. Eka Dharma Jaya Sakti
PT. DNX
PT. Kinend
Indah Jaya Motor
PT. Sarana Langgeng Perkasa
CV. Sumber Makmur Abadi
Lain-lain (masing-masing dibawah $AS 10.000)
3.132.926
92.901
89.305
63.525
36.556
29.077
17.948
17.575
14.293
14.291
12.365
11.123
10.135
958.136
1.947.527
195.351
296.902
79.897
583.143
39.863
49.937
45.051
1.037.371
929.776
683.248
477.662
202.870
179.520
102.246
95.878
32.851
31.608
20.254
15.461
744.472
Jumlah Hutang Usaha - Pihak Ketiga
4.500.158
7.790.888
Belum jatuh tempo
Telah jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 90 hari
3.290.597
3.105.901
57.274
1.152.287
1.840.072
2.844.915
Jumlah
4.500.158
7.790.888
b. Rincian umur hutang usaha - pihak ketiga berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
Tidak ada jaminan yang diberikan oleh Kelompok Usaha sehubungan dengan hutang usaha - pihak ketiga tersebut.
27
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
18. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Operasional lokasi
Jasa tenaga ahli
Bunga
Lain-lain
291.858
8.407
137.506
137.788
23.311
535.877
62.338
Total
437.771
759.314
19. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar di Muka
Akun ini terdiri dari:
2015
(31 Maret)
Pajak penghasilan pasal 22
Pajak penghasilan pasal 23
Pajak Pertambahan Nilai
Jumlah pajak dibayar di muka
2014
(31 Desember)
13.087
3.726.508
1.186.733
40.363
4.086.144
1.247.354
4.926.328
5.373.861
b. Hutang Pajak
Akun ini terdiri dari:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Pajak penghasilan:
Pasal 21
Pasal 4 (2) - Final
Pasal 23
38.606
11.881
53.048
80.685
18.025
61.395
Jumlah Hutang Pajak
103.535
160.105
c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Beban pajak kini
Manfaat pajak tangguhan
637.868
17.999
Jumlah
637.868
17.999
d. Pajak Penghasilan Badan
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan rugi fiskal Perusahaan
untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
2015
(Tiga bulan)
Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian
Rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi
Entitas Anak
Rugi sebelum pajak penghasilan - Perusahaan
Beda temporer:
Imbalan kerja karyawan
2014
(Tiga bulan)
(3.291.144)
(1.123.195)
(1.787.189)
(1.109.848)
(1.503.955)
(13.348)
-
28
-
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN - LANJUTAN
2015
(Tiga bulan)
Beda tetap:
Beban yang berhubungan dengan penghasilan
yang telah dikenakan pajak bersifat final
Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan fiskal
Penghasilan yang telah dikenakan pajak yang bersifat final
94
(39)
(1.503.000)
Taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan
Akumulasi rugi fiskal periode sebelumnya
Akumulasi rugi fiskal
2014
(Tiga bulan)
37.677
1.014
(25.343)
-
(359.439)
(215.400)
(1.862.439)
(215.400)
e. Pajak Penghasilan Tangguhan
Analisa aset dan liabilitas pajak tangguhan diperkirakan hanya akan dapat dipulihkan setelah dua belas bulan. Perhitungan manfaat (beban)
pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
2015
2014
(Tiga bulan)
(Tiga bulan)
Perusahaan
375.989
-
Entitas Anak
RB
SMR
261.879
-
17.999
Jumlah
637.868
17.999
Rincian aset (liabilities) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
Aset pajak tangguhan
Entitas Anak:
DS
Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan
RBA
Jumlah
2014
(31 Desember)
36.205
38.031
6.931.205
5.375.163
7.307.193
5.636.996
12.306.368
12.944.189
20. HUTANG BANK JANGKA PANJANG
RBA, Entitas Anak, memiliki hutang bank jangka panjang dengan pihak ketiga dengan rician sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Raiffeisen Bank International, AG
Indonesia Eximbank
55.000.000
-
55.000.000
133.336
Jumlah
55.000.000
55.133.336
(13.750.000)
(13.883.336)
41.250.000
41.250.000
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Bagian jangka panjang
29
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
20. HUTANG BANK JANGKA PANJANG - LANJUTAN
Raiffeisen Bank International, AG (RBI)
Pada tanggal 11 Oktober 2013, berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman $AS 55.000.000, RBA, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman
sebesar $AS 55.000.000 dari RBI. Fasilitas tersebut digunakan untuk:
-
Pembiayaan kembali fasilitas pinjaman dari PT Bank Permata Tbk sebesar $AS 26.500.000
-
Pembayaran akhir atas akuisisi 91,43% saham PT Troposfir Pancar Sejati (dahulu PT Java Mitra Sentosa) sebesar $AS 24.100.000.
-
Pendanaan Debt Service Reserve Account sebesar $AS 3.300.000 (Lihat Catatan No. 12)
-
Pembayaran dan pendanaan biaya sehubungan dengan fasilitas pinjaman dari RBI sebesar $AS 1.100.000 (Lihat Catatan No. 16)
Fasilitas pinjaman tersebut telah dicairkan seluruhnya oleh RBA, entitas anak, pada tanggal 7 November 2013.
Pembayaran fasilitas pinjaman tersebut sebesar 25% dari pinjaman akan dimulai 2 tahun (24 bulan) setelah tanggal penarikan fasilitas pinjaman
serta sisanya 3 tahun (36 bulan) setelah tanggal penarikan fasilitas pinjaman.
Pinjaman tersebut dikenakan tingkat suku bunga tetap sebesar 6% per tahun yang dibayarkan setiap triwulanan.
Pinjaman tersebut dijaminkan sebagai beriku:
-
Subordinasi perjanjian yang dibuat oleh dan antara RBA dan PT. Ricobana (RB), tanggal 30 Oktober 2013 dan tanggal 11 Maret 2014.
-
Penempatan rekening (RBA) tanggal 31 Oktober 2013; penempatan rekening (RB) tanggal 1 November 2013
-
Penjaminan saham RBA dari RB dan Wijaya Mulia.
-
Penjaminan saham PT. Troposfir Pancar Sejati (TPS) yang berasal dari RBA, Wijaya Mulia dan Partoyo.
-
Penjaminan saham PT. Troposfir Maga Raya (TMR) dari TPS
-
Penjaminan saham PT. Delta Samudra yang berasal dari (TMR)
-
Fidusia atas lata berat
Sebagai bagian dari dokumen asli dan dokumen pembiayaan yang diamandemen dan dinyatakan kembali, sebagai tambahan untuk pembayaran
bunga, RBA telah memberikan waran kepada Bank dimana setelah pelaksanaan akan mewakili kepemilikan saham 3% pada modal RBA setelah
penambahan. Dalam hal bank memilih untuk tidak melaksanakan waran, RBA berkewajiban, sebagai pengganti dari waran, untuk memberikan
imbal hasil sebesar 18% per tahun atas pinjaman tersebut setelah memperhitungkan pembayaran bunga. Juga, dalam hal saham RBA tercatat di
bursa saham atau RBAmenjadi bagian entitas anak dari entitas publik, RBA, berdasarkan persetujuan dari pemegang saham mayoritas dari entitas
publik, dapat menghapuskan kewajibannya atas waran atau keseluruhan pengembalian, dengan mentransfer waran dan keseluruhan imbal hasil ke
pemegang saham mayoritas dari entitas publik tersebut, atas transfer tersebut RBA hanya perlu memberikan jaminan ke bank untuk kewajiban
yang diambil alih oleh pemegang saham mayoritas dari entitas publik dari RBA
Indonesia Eximbank (IE)
Pada tanggal 15 Desember 2010, berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) No. 30 oleh Notaris H. Teddy Anwar, S.H,.
SpN., dan Akta Perjanjian Kredit Investasi No. 31 oleh Notaris yang sama. RBA memperoleh fasilitas KMKE dan Kredit Investasi (KI) dari
Indonesia Eximbank (IE) untuk pembiayaan modal kerja. Maksimum fasilitas KMKE dan KI masing-masing adalah sebesar $AS 4.000.000 dan
$AS 16.000.000
Pinjaman ini dijamin dengan persediaan sebesar $AS 8.000.000 dan aset tetap berupa alat berat RBA sebesar $AS 20.000.000 (lihat Catatan 9
dan 13). Sehubungan dengan pinjaman tersebut, RBA diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu.
Pada tanggal 14 Maret 2013, berdasarkan Perubahan Ketiga Perjanjian Kredit Modal Kerja Ekspor, RBA memperoleh fasilitas kredit KMKE III
dari IE sebesar $AS 1.200.000 dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2015
Pembayaran pinjaman KMKE III ini diangsur setiap 3 bulan serta dikenakan tingkat suku bunga tetap yang dibayarkan setiap bulan. Tingkat suku
bunga per tahun adalah 6,10%.
30
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
21. HUTANG SEWA PEMBIAYAAN
Rincian hutang sewa pembiayaan berdasarkan kreditur adalah sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
PT. Komatsu Astra Finance
Caterpillar Finance
JA Mitsui Leasing Indonesia
PT. Mitsubishi UFJ Lease
PT. Rabana Investindo
PT. Toyota Astra Financial Services
PT. Orix Indonesia Finance
PT. Bank Central Asia Tbk
2014
(31 Desember)
16.059.777
4.659.600
2.183.820
389.835
246.433
58.520
35.709
16.821.819
4.659.600
2.183.820
463.714
255.230
75.992
50.862
45.709
Jumlah
23.633.694
24.556.746
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
(7.516.710)
(4.577.482)
Bagian jangka panjang
16.116.984
19.979.264
Rincian pembayaran hutang sewa pembiayaan minimum pada masa yang akan datang berdasarkan perjanjian-perjanjian sewa tersebut adalah
sebagai berikut:
2015
(31 Maret)
2014
(31 Desember)
Sampai dengan satu tahun
Lebih dari satu tahun dan kurang dari dua tahun
Lebih dari tiga tahun
8.567.462
12.812.776
3.876.432
5.699.747
14.276.329
6.511.426
Jumlah
25.256.670
26.487.502
Dikurangi bagian bunga
(1.622.976)
(1.930.756)
Bersih
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
23.633.694
(7.516.710)
24.556.746
(4.577.482)
Bagian jangka panjang
16.116.984
19.979.264
RBA, entitas anak, melakukan perjanjian sewa dengan berbagai lessor seperti tersebut diatas atas alat berat dengan masa sewa selama 3 - 4 tahun
dan akan jatuh tempo pada tanggal yang berbeda-beda hingga tahun 2018. Utang sewa pembiayaan dikenakan bunga dengan tingkat bunga efektif
rata-rata 4% - 5,5% untuk pembiayaan dalam Dolar Amerika Serikat dan 8% - 12% untuk pembiayaan dalam Rupiah pada tanggal 31 Maret 2015
serta 4,33% - 5,50% untuk pembiayaan dalam Dolar Amerika Serikat dan 8,91% - 11,94% untuk pembiayaan dalam Rupiah pada tanggal 31
Desember 2014.
Berdasarkan perjanjian-perjanjian sewa antara RBA dengan lessor, jika RBA sebagai lessee lalai memenuhi liabilitas pembayaran kepada lessor,
maka seluruh utang sewa pembiayaan yang terutang harus segera dibayar sebagian atau keseluruhan, atau aset sewa pembiayaan harus
dikembalikan dan/atau akan diambil kembali oleh lessor serta perjanjian sewa dianggap berakhir.
Seluruh utang sewa pembiayaan terutang dari pihak ketiga.
22. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, Kelompok Usaha mencatat kewajiban imbalan kerja untuk seluruh karyawan tetap yang
berhak berdasarkan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 sebesar $AS2.014.842.
31
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
23. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2015
PEMEGANG SAHAM
Total saham
PT. Lautan Rizki Abadi
PT. Tandikek Asri Lestari
Masyarakat (masing-masing kurang dari 5%)
Total
Persentase
kepemilikan
Modal
ditempatkan dan
disetor penuh
6.171.006.765
2.440.995.852
3.878.500.805
49,41%
19,54%
31,05%
54.373.388
21.672.638
34.355.665
12.490.503.422
100%
110.401.691
31 Desember 2014
PEMEGANG SAHAM
Total saham
PT. Lautan Rizki Abadi
PT. Tandikek Asri Lestari
Masyarakat (masing-masing kurang dari 5%)
Total
Persentase
kepemilikan
Modal
ditempatkan dan
disetor penuh
6.123.666.500
2.440.995.852
3.435.337.648
51,03%
20,34%
28,63%
54.373.388
21.672.638
30.505.783
12.000.000.000
100%
106.551.809
Berdasarkan Akta Notaris Rini Yulianti, S.H., No. 12 tanggal 8 Agustus 2014, Perusahaan melakukan penambahan modal dengan menerbitkan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 10.500.000.000 saham dengan harga pelaksanaan
sebesar nilai nominal Rp 100 dan sebanyakbanyaknya 500.000.000 Waran Seri I serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan
dengan peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I, dari modal dasar tersebut telah
ditempatkan dan disetor 25% atau sejumlah 12.000.0000.000 saham (lihat Cataan 1b).
Pada tahun 2015, sebanyak 490.503.422 waran yang ditawarkan telah ditebus dengan harga pelaksanaan sebesar Rp. 150. Tambahan modal
disetor atas transaksi penebusan waran tersebut adalah sebesar Rp. 49.050.342.200 atau ekuivalen dengan US$ 3.849.882, sedangkan selesih
antara nilai nominal dengan harga pelaksanaan sebesar Rp. 25.525.171.100 atau ekuivalen dengan US$ 1.924.941 dicatat sebagai tambahan
modal disetor (Lihat Catatan No. 24)
Manajemen Permodalan
Tujuan utama pengelolaan modal adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan
imbalan bagi pemegang saham.
Selain itu, Perusahaan juga dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan yang berlaku efektif sejak tanggal 16 Agustus 2007 untuk
mengalokasikan dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh. Pada
akhir periode pelaporan, persyaratan ini belum dipenuhi oleh Perusahaan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh
Perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berikutnya.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan
menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada
pemegang saham atau menerbitkan saham baru.
Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit, yang dihitung melalui pembagian antara hutang neto dengan jumlah
modal. Kebijakan Perusahaan adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan untuk
mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.
32
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
24. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO
Rincian tambahan modal disetor-neto pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Agio saham
Agio saham atas transaksi waran
2015
2014
27.917.365
27.917.365
1.924.941
-
Biaya penerbitan saham dalam rangka
penawaran umum terbatas I
(1.297.912)
(1.297.912)
Biaya penerbitan saham dalam rangka
penawaran umum saham perdana
(294.745)
(294.745)
(3.208.692)
(3.208.692)
25.040.957
23.116.016
Selisih nilai transaksi entitas sepengendali
Neto
Pada tahun 2014, Perusahaan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Biayabiaya saham yang terkait langsung dengan penerbitan efek ekuitas Perusahaan dalam PUT I adalah sebesar $AS294.745.
Saldo agio saham berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari penawaran umum perdana saham atas 500.000.000 lembar saham kepada
masyarakat pada harga Rp 600 per saham dengan nilai nominalnya (Rp 100 per saham) sebesar $AS 27.917.365. Biaya yang terjadi sehubungan
dengan penawaran umum tersebut adalah sebesar $AS 1.297.912.
Saldo selisih nilai kombinasi bisnis entitas sepengendali sebesar $AS 3.208.692 merupakan selisih antara biaya perolehan dengan nilai buku aset
neto SMR, entitas anak, diperoleh melalui transaksi tanggal 17 Desember 2010 ketika Perusahaan melakukan penyertaan saham sebesar
94.700.000 saham sehingga menjadikan Perusahaan memiliki 99,68% kepemilikan saham di SMR. Kepemilikan mayoritas SMR sebelumnya
dimiliki oleh PT Alam Abadi Resources, pemegang saham Perusahaan, dengan 70% kepemilikan saham. Kombinasi bisnis entitas sepengendali
dicatat dengan menggunakan metode pooling-of-interests . Pada tanggal 19 Desember 2014, Perusahaan telah melepas kepemilikan sahamnya atas
SMR.
Agio saham atas transaksi waran pada tahun 2015 merupakan selisih antara nilai nominal saham dengan harga pelaksanaan waran yang ditebus
sebesar Rp. 25.525.171.100 atau ekuivalen dengan US$ 1.924.941 (Lihat Catatan no. 23)
25. PENDAPATAN
Rincian pendapatan adalah sebagai berikut:
2015
(Tiga bulan)
2014
(Tiga bulan)
Penjualan mangan
Lokal-pihak ketiga
PT. Century Metalindo
PT. Jassmass
PT. Global Anugrah Sentosa
Penjualan lain-lain
-
180.488
39.249
27.384
31
Sub jumlah
-
247.151
Pendapatan jasa
Jasa penambangan
Penyewaan alat berat
8.902.672
289.499
-
Sub jumlah
9.192.171
-
Jumlah
9.192.171
247.151
33
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian atas beban produksi adalah sebagai berikut:
2015
(Tiga bulan)
Penyusutan
Gaji, upah dan tunjangan lain
Pemeliharaan dan perbaikan
Penambangan
Biaya kantor
Asuransi
Bahan bakar
Penggalian dan pengerukan
Pengangkutan bahan galian
Biaya iuran produksi
Biaya pengembangan masyarakat
Pembersihan dan pengukuran
Pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup
Lain-lain
Total biaya overhead
2014
(Tiga bulan)
4.541.249
1.763.401
1.280.949
841.527
264.326
160.825
26.585
255.088
370.430
115.922
11.111
49.699
33.770
19.497
7.861
7.611
4.152
639
953
9.133.950
621.644
Barang jadi:
Awal periode
Akhir periode
-
Beban pokok penjualan
9.133.950
506.186
(125.207)
1.002.622
Tidak terdapat pembelian dari dan/atau pembayaran kepada satu pemasok yang melebihi 10% dari total penjualan konsolidasian untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014.
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari :
2015
(Tiga bulan)
Amortisasi hubungan terkait pelanggan
Gaji, upah, bonus dan kesejahteraan karyawan
Penyusutan
Pemeliharaan dan perbaikan
Pajak & Perijinan
Sewa
Jasa profesional
Rumah tangga kantor
Listrik dan komunikasi
Transportasi dan Perjalanan dinas
Asuransi
Sumbangan dan representasi
Lain-lain
Total
1.097.566
557.780
406.656
79.324
74.896
66.643
30.985
23.248
19.616
8.795
2.239
42.525
2.410.273
34
2014
(Tiga bulan)
140.399
85.057
7.249
31.280
1.991
14.407
7.335
18.040
10.280
8.031
40.974
365.044
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
28. PENDAPATAN (BEBAN) USAHA LAINNYA
Akun ini terdiri dari :
2015
(Tiga bulan)
2014
(Tiga bulan)
Laba penjualan aset tetap
Laba (rugi) selisih kurs
Penghapusan aset tetap
Lain-lain - neto
(6.933)
(206.236)
(148)
(58.410)
11.705
(669)
719
Jumlah
(271.727)
11.756
29. RUGI PER SAHAM
Rincian rugi per saham adalah sebagai berikut:
2015
(Tiga bulan)
Rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
2014
(Tiga bulan)
(6.410.452)
Rata-rata tertimbang saham yang beredar
11.672.539.052
Rugi per saham dasar
(0,0005)
511.375
1.500.000.000
0,0003
30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
2015
(31 Maret)
Piutang lain-lain - pihak yang berelasi (Lihat Catatan No. 8)
Rupiah
PT. Tandikek Asri Lestari
PT. Synergi Infrastruktur Indonesia
Jumlah
Persentase terhadap jumlah aset konsolidasian
2014
(31 Desember)
14.148.578
5.556.775
-
19.705.353
-
9,39%
Uang muka pihak berelasi
Rupiah
PT. TTS Makmur Resources
-
-
217.042
Jumlah
-
217.042
Persentase terhadap jumlah aset konsolidasian
-
0,10%
Piutang lain-lain kepada PT. Tandikek Asri Lestari meruapakan piutang atas penjualan investasi AKAR, entitas anak berdasarkan Akta Jual Beli
Saham No. 4 dan 5 tanggal 3 Maret 2015 oleh Harra Mieltuani Lubis, SH, Notaris di Tangerang dimana AKAR, entitas anak menjual investasinya
pada PT. Synergi Infrastruktur Indonesia (Lihat Catatan No. 10).
Piutang kepada PT. Synergy Infrastruktur Indonesia (SII) merupakan piutang AKAR dengan maksimum pinjaman sebesar Rp. 75 milyar. Adapun
saldo atas transaksi tersebut adaah sebesar Rp. 72.704.838.300 atau setara dengan $US 5.556.775 pada tanggal 31 Maret 2015.
35
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN TERHADAP RISIKO KEUANGAN
Kelompok Usaha memiliki beberapa eksposur risiko terkait instrumen keuangan yang dimilikinya dalam bentuk risiko kredit, risiko likuiditas dan
risiko pasar.
Kebijakan manajemen terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalisir potensi dan dampak keuangan merugikan yang mungkin
timbul dari risikorisiko tersebut
Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Kelompok Usaha:
a. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain
mengalami kerugian keuangan
Risiko kredit yang dihadapi oleh Kelompok Usaha berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan yang untuk saat ini cenderung terbatas.
Untuk mengurangi risiko ini, Kelompok Usaha berusaha untuk memastikan pendapatan jasa dilakukan dengan menyeleksi
pelangganpelanggan yang memiliki kondisi keuangan yang kuat serta reputasi yang baik. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara
terus menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
Kelompok Usaha juga menghadapi risiko kredit yang berasal dari penempatan dana di bank dalam bentuk rekening lancar dan kas yang
dibatasi penggunaanya. Untuk mengatasi risiko ini, Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk menempatkan dananya hanya di bank-bank
yang mempunyai reputasi yang baik.
Kas dan bank dan piutang usaha telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan. Perusahaan telah menempatkan kas dalam lembaga
keuangan yang teratur dan terkemuka. Piutang usaha Perusahaan terkonsentrasi ke satu pelanggan, yaitu PT Berau Coal.
Manajemenberkeyakinan bahwa tidak terdapat risiko kredit yang signifikan terkait dengan konsentrasi pelanggan ini karena PT Berau Coal
dianggap sebagai pihak yang layak kredit dengan eksposur minimal atas kerugian penurunan nilai.
b. Risiko pasar
Risiko mata uang
Kelompok Usaha melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang asing dan karena itu terkena risiko mata uang asing. Kelompok Usaha
tidak memiliki kebijakan mata uang asing lindung nilai. Namun manajemen memonitor eksposur mata uang asing dan akan
mempertimbangkan lindung nilai risiko mata uang asing yang signifikan harus diperlukan.
c. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Kelompok Usaha akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana guna memenuhi komitmennya
atas instrumen keuangan
Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas keuangan, penerimaan
tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa periode ke depan serta memastikan
ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit.
32. INFORMASI SEGMEN
Segmen usaha dilaporkan dengan cara yang sesuai dengan pelaporan internal yang dipersiapkan untuk pembuat keputusan operasional. Pembuat
keputusan operasi adalah pihak yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen
serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar
Kelompok Usaha dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
Untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014, Kelompok Usaha mengklasifikasikan pendapatan, beban, hasil
usaha, aset dan liabilitasnya ke dalam satu segmen, yaitu segmen jasa penambangan pada periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31
Maret 2015 dan penjualan mangan pada periode yang sama di tahun 2014; sehingga tidak disajikan catatan tersendiri mengenai
informasi segmen
36
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
33. PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN KONTIJENSI
Entitas Anak
DS
a. Undang-undang Pertambangan No.4/2009
Pada tanggal 16 Desember 2008, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara yang baru
(“Undang-Undang Pertambangan”), yang telah disahkan oleh Presiden pada tanggal 12 Januari 2009 dan menjadi UU No. 4/2009. Sesuai
dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pertambanga tersebut, seluruh entitas anak yang bergerak di bidang penambangan batubara telah
memperoleh Izin Usaha Pertambangan (“IUP”)
Pada tanggal 1 Februari 2010, Presiden Republik Indonesia menandatangani dua peraturan pelaksanaan untuk Undang-Undang Pertambangan
tersebut, yaitu PP No. 22/2010 dan No. 23/2010.
PP No. 22/2010 mengatur tentang pembentukan area pertambangan di Indonesia. PP No. 23/2010 menjelaskan lebih detil beragam tipe
perizinan pertambangan yang ada sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Pertambangan ini, dan menjelaskan syarat dan kondisi
dasar yang harus dipenuhi oleh pihak yang mengajukan maupun pihak berwenang yang mengeluarkan izin pertambangan.
Pada tanggal 21 Februari 2012 dan 11 Januari 2014, Pemerintah Indonesia mengubah PP No. 23/2010 dengan menerbitkan
PP No. 24/2012 dan PP No.1/2014, yang mengatur mengenai pengalihan IUP, divestasi dan wilayah pertambangan.
Kelompok Usaha memonitor secara seksama perkembangan atas peraturan pelaksana dari Undang-Undang Pertambangan tersebut dan akan
mempertimbangkan dampaknya terhadap operasi Grup, jika ada, pada saat peraturan peraturan pelaksana ini diterbitkan.
b. Peraturan Kehutanan
Pada tanggal 10 Maret 2006, Menteri Kehutanan mengeluarkan Peraturan Menteri No. P.14/Menhut-II/2006 (”Peraturan Kehutanan 2006”)
mengenai Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang menjelaskan mengenai izin untuk menggunakan hutan bukan untuk kegiatan hutan.
Menurut Peraturan Kehutanan 2006, perusahaan dapat diberikan izin perhutanan untuk menggunakan area hutan bukan untuk kegiatan
perhutanan (misalnya untuk kegiatan komersial), dibatasi dengan sejumlah syarat, untuk periode selama 5 tahun (dapat diperpanjang)
Salah satu syarat signifikan berdasarkan Peraturan Kehutanan 2006 adalah untuk menyediakan lahan bukan hutan seluas dua kali dari luas
hutan yang digunakan (lahan kompensasi). Lahan kompensasi kemudian harus dihutankan kembali/reboisasi.
Atau sebagai alternatif, apabila dalam 2 tahun, perusahaan pemohon IPPKH tidak dapat menyediakan lahan kompensasi yang diminta,
perusahaan harus membayarkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (”PNBP”) secara tahunan kepada Menteri Kehutanan sebesar 1% dari jumlah
nilai produksi. Peraturan Kehutanan 2006 tidak menyebutkan bagaimana menentukan jumlah nilai produksi
Pada tanggal 10 Juli 2008, Peraturan Kehutanan 2006 telah diperbaharui melalui Peraturan Menteri Kehutanan No. P.43/Menhut-II/2008
(”Peraturan Kehutanan 2008”) antara lain mengenai penambahan bentuk kompensasi lahan untuk IPPKH, perubahan besaran PNBP dan
jangka waktu IPPKH yang berubah menjadi 20 tahun dan dapat diperpanjang.
Pada tanggal 30 Maret 2011, Peraturan Kehutanan 2008 telah diperbaharui melalui Peraturan Menteri Kehutanan No.P.18/MenhutII/2011
(”Peraturan Kehutanan 2011”) antara lain mengenai perubahan kondisi dan ketentuan IPPKH.
DS yang saat ini sedang dalam proses memperoleh persetujuan prinsip atas IPPKH sehingga belum dapat dikenakan PNBP dan melakukan
reboisasi. DS juga melakukan monitoring terus-menerus atas kepatuhan mereka terhadap peraturan kehutanan dimaksud.
c. Peraturan meneteri No. 17/2010
Pada tanggal 20 Desember 2010, Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas Undang-undang Mineral No. 4/2009, yaitu
Peraturan Pemerintah No. 78/2010 yang mengatur aktivitas reklamasi dan pasca tambang untuk pemegang IUP-Eksplorasi dan IUP-Operasi
Produksi
Pemegang IUP-Eksplorasi, ketentuannya antara lain, harus memuat rencana eksplorasi di dalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya
dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank Pemerintah.
Pemegang IUP-Operasi Produksi, ketentuannya, antara lain, harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan; (2) rencana pasca
tambang; (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank
pemerintah, bank garansi, atau cadangan akuntansi (bila diijinkan) dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito
berjangka yang ditempatkan di bank Pemerintah
Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan liabilitas pemegang IUP dari ketentuan untuk
melaksanakan aktivitas reklamasi dan pasca tambang.
37
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
33. PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN KONTIJENSI
Entitas Anak - lanjutan
DS - lanjutan
d. Peraturan mengenai Peningkatan Nilai Tambah Mineral
Pada tanggal 6 Februari 2012, KESDM mengeluarkan Peraturan No. 07 Tahun 2012 mengenai Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui
Pengolahan dan Pemurnian Mineral ("PerMen No. 7/2012"). Peraturan ini dikeluarkan untuk penerapan Pasal 96 dan 111 dari Peraturan
Pemerintah (PP) No. 23.
Berdasarkan PP No. 23 dan PerMen No. 7/2012, logam mineral tertentu, dianggap sebagai komoditas pertambangan yang nilainya dapat
meningkat melalui proses pengolahan dan/atau kegiatan pemurnian. Dengan demikian, hasil tambang harus diproses dan/atau dimurnikan
didalam negeri sesuai dengan batasan minimum yang ditetapkan dalam PerMen No. 7/2012.
PerMen No. 7/2012 juga melarang perusahaan pertambangan untuk menjual bijih mineral keluar negeri mulai tanggal 6 Mei 2012 dan
mewajibkan pemegang IUP operasi produksi yang telah berproduksi sebelum tanggal berlakunya PerMen No. 7/2012 untuk melakukan
penyesuaian rencana batasan minimum pengolahan dan pemurnian.
Pemegang IUP yang telah melakukan produksi sebelum Peraturan ini diterbitkan diwajibkan untuk:
a.
melakukan penyesuaian terhadap batasan minimum pengolahan dan/atau pemurnian sesuai dengan batas yang ditentukan diatas dalam
waktu 5 tahun setelah UU Minerba 2009 dikeluarkan; dan
b.
menyampaikan laporan berkala mengenai penyesuaian terhadap batasan minimum pengolahan dan/atau pemurnian kepada
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara untuk evaluasi.
Dalam hal pemegang IUP tidak dapat membuat penyesuaian tersebut di atas atau tidak dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain, mereka
harus berkonsultasi dengan Direktur Jenderal
Pada tanggal 11 Mei 2012, KESDM menerbitkan Peraturan No. 11 Tahun 2012 (”PerMen No. 11/2012”) yang merupakan amandemen atas
PerMen No. 7/2012.
PerMen No. 11/2012 ini menegaskan bahwa pemegang IUP dan IPR dapat melakukan ekspor bijih/bahan mentah setelah memperoleh
rekomendasi dari KESDM, apabila telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan, dan akan dikenakan Bea Keluar berdasarkan Harga
Patokan Ekspor. Direktur Jenderal telah menerbitkan peraturan-peraturan tertentu terkait dengan implementasi PerMen No. 11/2012 ini.
Pemerintah Republik Indonesia juga telah menerbitkan peraturan-peraturan terkait Bea Keluar, yaitu, antara lain, Peraturan Menteri
Perdagangan Republik Indonesia No. 29/MDAG/PER/5/2012 tanggal 7 Mei 2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Pertambangan, Peraturan
Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 33/M-DAG/PER/5/2012 tanggal 28 Mei 2012 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan
Ekspor atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.
34/MDAG/PER/5/2012 Tanggal 28 Mei 2012 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea
Keluar, Peraturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No. 574.K/30/DJB/2012 tanggal 11 Mei 2012 tentang Ketentuan Tata Cara dan
Persyaratan Rekomendasi Ekspor Produk Pertambangan dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.75/PMK.011/2012 tanggal
16 Mei 2012 tentang Penetapan Barang Ekspor Yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.
Manajemen berpendapat bahwa secara keseluruhan peraturan-peraturan ini belum berdampak terhadap operasi DS.
Pada tanggal 11 Januari 2014, Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan revisi peraturan pelarangan ekspor mineral mentah. Peraturan
Pemerintah Nomor 1/2014 telah diterbitkan sebagai perubahan kedua atas Peraturan Nomor 23/2010 tentang “Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batu Bara”. PeraturanNomor 1/2014 menetapkan bahwa pemegang Kontrak Pengerjaan dalam tahapan
pemurnian dan Pemegang Izin Produksi Pertambangan dalam tahapan produksi diperbolehkan untuk mengekspor mineral dalam jumlah
tertentu, di mana jumlah tersebut akan diatur dalam Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
PerMen No. 1/2014 telah diterbitkan oleh KESDM sebagai perubahan ketiga dari PerMen No. 7/2012. Sehubungan dengan larangan ekspor
yang diberlakukan melalui PerMen No. 7/2012, PerMen No 1/2014 mengenai perpanjangan batas waktu ekspor mineral sampai dengan
2017. PerMen No. 1/2014 juga menetapkan jumlah minimum pengolahan dan
pemurnian mineral di dalam negeri
Pada tanggal yang sama, Menteri Keuangan jugamenerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 6/2014 yang menetapkan bea keluar progresif
atas ekspor mineral mentah. Bea keluar ekspor yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan adalah sebesar 25% untuk tembaga dan
20% untuk jenis mineral mentah lainnya. Bea keluar ekspor akan semakin meningkat hingga
tarif tertinggi 60% pada semester kedua tahun 2016 untuk semua jenis mineral yang diatur oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral, dan larangan total ekspor mineral mentah pada tahun 2017.
38
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
INTERIM
Pada tangal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
33. PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN KONTIJENSI
Entitas Anak - lanjutan
DS - lanjutan
d. Peraturan mengenai Peningkatan Nilai Tambah Mineral - lanjutan
Berdasarkan peraturan tersebut Pemegang kontrak karya dan Pemegang IUP-Operasi Produksi wajib melakukan pengolahan dan
pemurnian hasil penambangan di dalam negeri, Pemegang kontrak karya dan Pemegang IUPOperasi Produksi ke luar negeri tersebut, yang
melakukan kegiatan penambangan mineral logam dan telah melakukan kegiatan pemurnian di dalam negeri, dapat melakukan penjualan ke
luar negeri dalam jumlah tertentu.
Untuk dapat mematuhi peraturan-peraturan tersebut diatas, Kelompok Usaha terus memonitor perkembangan peraturanperaturan tersebut dan
menganalisa dampak dari peraturan tersebut, jika ada, terhadap operasinya
RBA
e. Perjanjian dengan PT Tanito Harusm
Berdasarkan surat Perjanjian Penambangan Batubara No. SP/136/TH-RBA/OB-CL/Y/2010 tanggal 27 Mei 2010, RBA mengadakan
kerjasama penambangan batu bara. Berdasarkan perjanjian ini, RBA ditunjuk oleh PT Tanito Harum untuk melaksanakan pekerjaan seperti
pembersihan, penggalian, pemuatan batubara ke dumb truck di lokasi tambang Pondok Labu atau lokasi lainnya yang disepakati para pihak,
pemeliharaan jalan angkut batubara dari pit di tambang menuju lokasi main haul road. Selain itu, Perusahaan juga akan menyediakan armada
alat berat termasuk peralatan pengeboran, serta fasilitas pemeliharaan dan perawatan alat. Perjanjian ini berlaku selama 3 tahun, dimana
berakhir pada tanggal 15 Juli 2013. Berdasarkan addendum surat perjanjian No. add/136/THRBA/VII/2013 tanggal 17 Juli 2013, perjanjian
tersebut telah diperpanjang sampai dengan Desember 2014
f. Perjanjian dengan PT Berau Coal
RBA memiliki beberapa perjanjian sehubungan dengan jasa penambangan dan jasa penyewaan alat berat dengan PT Berau Coal Tbk, antara
lain sebagai berikut:
-
Perjanjian Pekerjaan Pengangkutan Batubara di Area Lati Mine Operation (LMO) Pit East 2
No. 005/BC-RBA/DIR/AGR-MCM/I/2013 tanggal 1 Januari 2013. Perjanjian tersebut berlaku mulai dari tanggal 1 Januari 2013 sampai
dengan 31 Desember 2017.
-
Perjanjian tentang Pengupasan Lapisan Tanah Penutup di Area LMO dengan amandemen terakhir yaitu perjanjian No.
002/AMD/100/40.M00.620/18/BC/VI-10/PP
Perjanjian ini berlaku sejak September 2012 dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan
Perusahaan adalah pekerjaan pengupasan tanah penutup yang meliputi pekerjaan seperti clear and grub, pemindahan dan penempatan
kembali lapisan top soil dan sub-soil, konstruksi dan pemeliharaan jalan tambang, perataan tanah kembali, dan lain-lain.
-
-
Berdasarkan Surat No. 089/BC/BODDAT/XII/2014 tanggal 2 Desember 2014 mengenai terms of agreement RBA PIT OS/ON dan PIT
East 2, antara lain
1.
Kontrak PIT OS/ON berakhir pada tanggal 31 Desember 2014
2.
Kontrak PIT East 2 berakhir pada tanggal 31 Desember 2017
3.
Karena kondisi harga yang rendah, produksi ESDM dan kondisi Pit Timur 2, aktivitas pertambangan pada Pit Timur 2 untuk tahun
2015 akan dibataskan sebesar 3.500.000 BCM, dimana diperkirakan akan tercapai pada Mei 2015
4.
Untuk mengakomodir kelebihan kapasitas unit produksi RBA, PT BC akan mengijinkan RBA untuk memperpanjang wilayah kerja
tambang untuk PIT OS/ON.
Perjanjian tentang Sewa Menyewa Alat Berat di Area LMO Pit East 2 No.006/BCRBA/DIR/AGR-MCM/I/2013 tanggal 9 Januari 2013.
Jangka waktu perjanjian ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013 dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2017.
g. Perjanjian dengan PT Gunung Bara Utama
Berdasarkan surat Perjanjian Ketentuan Jasa Penambangan No. 026/AGR/GBU1-RA/X/12 tanggal 8 Oktober 2012, Perusahaan
mengadakan kerjasama penambangan batu bara. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan ditunjuk oleh PT Gunung Bara Utama untuk
melaksanakan pekerjaan seperti menyediakan manajemen proyek yang dibutuhkan, perencanaan tambang, pengukuran, pengawasan,
keamanan lokasi di area keria Kontraktor,material dan perlengkapan, pemeliharaan peralatan, tenaga kerja,
transportasi, kesehatan, dan infrastruktur lokasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, Peranjian ini akan dilaksanakan
padatanggal 1 April 2013 dan akan berIaku untuk periode Iima tahun atau apabila volume yang disetujui telah tercapai. Sampai dengan tanggal
laporan keuangan, kerjasama ini belum dilaksanakan oleh kedua belah pihak.
39
Download