BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini internet telah

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat
Indonesia. Internet bukan lagi merupakan produk eksklusif yang hanya dapat
dinikmati oleh kalangan tertentu. Perkembangan teknologi dan pembangunan
infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia memungkinkan akses internet yang
lebih luas di berbagai wilayah di Indonesia. Masyarakat Indonesia menggunakan
internet untuk berbagai macam hal seperti untuk mencari informasi, untuk
bersosialiasi, untuk mencari hiburan, untuk menjalankan bisnis, dll. Segala manfaat
dan kemudahan yang ditawarkan oleh internet membuat jumlah pengguna internet
di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Komunikasi UI
dan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), jumlah pengguna
internet di Indonesia pada tahun 2015 telah mencapai 88,1 juta orang. Apabila
dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 252,4 juta orang
maka penetrasi pengguna internet di Indonesia telah mencapai 34,9 persen. Angka
tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sejak 2013 dimana pada
saat itu penetrasi internet hanya sekitar 28,6 persen. Hasil survei tersebut juga
menunjukkan bahwa wilayah Jawa dan Bali memiliki pengguna internet terbanyak
di Indonesia yaitu sekitar 52 juta orang (APJII, 2015).
Pertumbuhan pengguna internet diiringi dengan pertumbuhan pengguna
smartphone atau ponsel pintar. Ponsel pintar memungkinkan penggunanya untuk
mengakses internet dimanapun dan kapanpun. Berdasarkan data dari TNS, pada
akhir 2015 pengguna ponsel pintar di Indonesia telah mencapai 55 juta orang dan
angka ini diprediksi akan meningkat hingga 65,2 juta di akhir 2016 dan sebesar 74,9
juta di akhir 2017 serta akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya
(dailysocial.id, 2016).
Berdasarkan hasil survei APJII pada 2015, sebesar 85 persen dari total
pengguna internet di Indonesia menggunakan ponsel pintar untuk mengakses
internet. Survei tersebut juga menunjukkan alasan-alasan utama menggunakan
internet di Indonesia. Sebesar 87 persen responden menyatakan bahwa alasan utama
menggunakan internet adalah untuk mengakses media sosial. Alasan kedua yang
banyak dipilih adalah untuk mencari informasi (searching atau browsing).
Sementara itu, 11 persen dari responden menyatakan bahwa mereka menggunakan
internet untuk melakukan jual beli daring (APJII, 2015).
Saat ini e-commerce menjadi salah satu bisnis yang paling menjanjikan di
Indonesia. Pertumbuhan pengguna ponsel pintar, pertumbuhan penggunaan kartu
debit dan kredit, pertumbuhan golongan kelas menengah di Indonesia, serta
pertumbuhan tingkat kepercayaan konsumen untuk berbelanja secara daring telah
meningkatkan transaksi daring di Indonesia (idEA, 2013). Hasil penelitian yang
diprakarsai oleh Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Google Indonesia, dan
TNS memperlihatkan bahwa pada tahun 2013 nilai pasar e-commerce Indonesia
mencapai angka US$8 miliar (Rp 94,5 triliun) dan diprediksi akan naik tiga kali
lipat menjadi US$25 miliar (Rp 295 triliun) pada 2016 (idEA, 2013).
Media sosial memiliki peran yang besar dalam pertumbuhan e-commerce di
Indonesia. Media sosial memberikan manfaat yang luar biasa bagi para pemasar.
Menjalankan bisnis daring melalui media sosial tidak membutuhkan modal awal
yang besar namun dapat memberikan hasil yang besar. Gaya hidup masyarakat
Indonesia yang berubah menjadi semakin sibuk membuat mereka mengingingkan
hal-hal yang mudah dan praktis. Berbelanja melalui media sosial seperti Facebook,
Twitter, atau Instagram menjadi alternatif yang efektif dan efisien untuk memenuhi
kebutuhan konsumen di Indonesia.
Menurut Kotler (2001), pembelian secara daring diminati karena memiliki
beberapa manfaat bagi konsumennya. Melakukan pembelian secara daring
memungkinkan pelanggan untuk tidak perlu bergelut dengan lalu lintas, mencari
tempat parkir, atau berjalan dari toko ke toko. Konsumen dapat memesan barang
selama 24 jam sehari dari mana dan kapan saja. Selain itu Kotler (2001)
menjelaskan bahwa pembelian daring berisifat interaktif dan segera, artinya
pembeli dapat berinteraksi dengan situs penjual untuk mencari informasi dan
kemudian melakukan pemesanan di tempat. Segala kemudahan tersebut membuat
semakin banyak orang Indonesia merasa nyaman berbelanja secara daring.
Salah satu media sosial yang saat ini banyak digunakan di Indonesia adalah
Instagram. Instagram diluncurkan pada 6 Oktober 2010 oleh Kevin Systrom dan
Mike Krieger. Pada April 2012 Instagram diakuisisi oleh Facebook. Instagram
adalah media sosial yang memberikan fasilitas kepada penggunanya untuk
mengunggah foto atau video berdurasi 60 detik dan membagikannya kepada
pengguna Instagram maupun pengguna media sosial lain. Sejak Agustus 2016,
Instagram memiliki fitur Instagram Stories yang menungkinkan penggunanya
untuk mengunggah foto atau video berdurasi maksimal 10 detik yang akan secara
otomatis terhapus setelah 24 jam. Aplikasi Instagram dapat diunduh secara gratis
oleh pengguna ponsel pintar dengan sistem operasi Andorid dan iOS. Sejak
diluncurkan pada 2010, pada akhir tahun 2015, jumlah pengguna Instagram telah
mencapai lebih dari 400 juta orang dengan 80 juta foto dan video dibagikan setiap
harinya (dailysocial.id, 2016). Menurut Brand Development Lead, Instagram
APAC, Paul Webster, Indonesia termasuk salah satu negara dengan pengguna
Instagram terbesar di dunia (antaranews.com, 2016).
Gambar 1.1 Logo Instagram
Sumber: Instagram (2016)
TNS (Taylor Nelson Sofres), sebuah perusahaan riset dan analisis dari
Inggris mengungkapkan sejumlah fakta terkait pengguna Instagram di Indonesia.
TNS menyatakan bahwa sebesar 59 persen dari pengguna Instagram di Indonesia
berusia 18-24 tahun, sebesar 30 persen berusia 25-34 tahun, dan sebesar 11 persen
berusia 35-44 tahun. Selain itu, diketahui bahwa pengguna Instagram di Indonesia
didominasi oleh wanita yaitu sebesar 63 persen (dailysocial.id, 2016).
Survei yang dilakukan TNS juga menunjukkan bahwa 97 persen pengguna
Instagram di Indonesia selalu menuliskan komentar dan menandai teman-teman
mereka di dalam komentar. Sebesar 85 persen pengguna Instagram di Indonesia
sering membagikan foto atau video yang mereka unggah ke media sosial lain seperti
Facebook dan Twitter. Sementara itu, 45 persen pengguna Instagram di Indonesia
mengaku kerap membeli barang-barang yang mereka temui di Instagram
(dailysocial.id, 2016).
Menjalankan bisnis daring di Instagram mudah dan fleksibel. Tidak
mengherankan apabila semakin banyak toko daring bermunculan dan melakukan
pemasaran
melalui
Instagram.
Pertumbuhan
toko
daring
di
Instagram
memunculkan persaingan yang semakin ketat di antara toko-toko tersebut. Oleh
karena itu pemasar membutuhkan suatu strategi pemasaran yang mampu
meningkatkan citra merek sehingga toko daring mereka tampak lebih unggul
dibandingkan pesaing bahkan ketika produk yang dijual identik.
Menurut Kotler dan Keller (2006), komunikasi pemasaran adalah sarana
yang
digunakan
perusahaan
untuk
menginformasikan,
membujuk,
dan
mengingatkan konsumen baik secara langsung atau tidak tentang suatu produk atau
merek yang dijual perusahaan. Kotler dan Keller (2006), menyatakan bahwa
terdapat enam macam bauran komunikasi pemasaran, yaitu periklanan, promosi
penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, penjualan pribadi, pemasaran
langsung, serta pengalaman. Sementara yang dimaksud dengan periklanan adalah
segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa secara non personal oleh
suatu sponsor tertentu (Kotler dan Keller, 2006). Hal yang penting untuk
diperhatikan dalam melakukan komunikasi melalui iklan adalah pengirim atau
sumber pesan yang digunakan dalam periklanan.
Salah satu strategi komunikasi pemasaran yang saat ini banyak digunakan
oleh toko daring di Indonesia adalah celebrity endorsement. Strategi ini bertujuan
untuk menarik perhatian dan meyakinkan calon pembeli melalui sosok yang
dipercaya atau disukai oleh calon pembeli. Strategi ini bukanlah strategi pemasaran
yang baru. Walau demikian, ada hal yang menarik mengenai celebrity endorsement
di Instagram. Strategi celebrity endorsement pada umumnya erat dihubungkan
dengan selebritis atau tokoh masyarakat terkenal yang memberikan testimoni
mengenai suatu produk atau merek. Sementara di Instagram, endorsement tidak
hanya dilakukan oleh selebritis Instagram yang secara profesional bekerja di dunia
hiburan saja tetapi juga dilakukan oleh selebritis Instagram yang berasal dari
kalangan masyarakat umum.
Meskipun beberapa selebritis terkenal Indonesia juga melakukan
endorsement untuk toko-toko daring di Instagram, status selebritis Instagram atau
selebgram lebih kerap diasosiasikan dengan pengguna Instagram yang berasal dari
kalangan masyarakat umum. Selebritis Instagram dapat berasal dari berbagai latar
belakang berbeda seperti ibu rumah tangga, pegawai swasta, mahasiswa, dan lain
sebagainya. Istilah “selebritis” diberikan kepada mereka karena mereka terkenal
dan dipuja layaknya selebritis. Selebritis Instagram biasanya memiliki jumlah
pengikut yang jauh lebih banyak dari pengguna Instagram pada umumnya. Jumlah
pengikut akun selebritis Instagram pada umumnya mencapai ratusan ribu hingga
jutaan orang.
Meskipun selebritis Instagram bukan berasal dari kalangan selebritis yang
secara profesional bekerja di bidang hiburan, popularitas mereka di Instagram
membuat mereka dipercaya oleh toko daring untuk melakukan endorsement.
Seorang celebrity endorser dapat didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki
reputasi tinggi yang telah dikenal oleh banyak orang yang menggunakan
reputasinya untuk meyakinkan orang lain (Shimp, 2008). Strategi pemasaran
dengan menggunakan celebrity endorsement adalah strategi yang relevan untuk
kategori produk yang bergantung pada citra merek seperti fashion, kosmetik, dan
parfum (Raluca, 2012).
Penelitian oleh Friedman dan Friedman (1979) membuktikan bahwa strategi
celebrity endorsement yang tepat dapat meningkatkan kemampuan konsumen
untuk mengingat kembali suatu informasi yang diberikan oleh seorang endorser.
Selain itu, endorsement juga mampu menguatkan kemampuan konsumen untuk
mengenali produk, mempengaruhi sikap konsumen atas suatu produk dan
meningkatkan minat beli konsumen dan preferensi konsumen atas suatu merek
(Kamins, 1989).
Menurut Friedman dan Friedman (1979), menggunakan selebritis sebagai
endorser adalah efektif. Selebritis merupakan endorser yang efektif karena mereka
diasosiasikan sebagai kelompok referensi aspirasional simbolik (Assael 2001).
Menurut Kelman (1961), ketika sumber komunikasi adalah seorang selebritis,
perubahan sikap konsumen terjadi melalui proses identifikasi. Identifikasi terjadi
ketika individu mencoba mengikuti gaya atau perilaku selebritis endorser.
Identifikasi ini didasarkan pada kekaguman yang mengakibatkan munculnya sikap
yang ingin menjadi sama dengan orang yang dikaguminya (Schiffman, 2008).
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memicu munculnya
era new wave technology yang mengubah pengguna internet menjadi lebih aktif
berpartisipasi di media sosial dengan cara membagikan pendapatnya mengenai
suatu topik tertentu. Dalam hal transaksi daring, konsumen menjadi lebih aktif
membagikan pengalaman serta pendapat mereka mengenai produk atau toko daring
tertentu. Di sisi lain mereka juga semakin aktif mencari ulasan dari konsumen lain
saat membutuhkan informasi mengenai suatu produk atau toko daring tertentu.
Konsumen cenderung semakin bergantung pada ulasan dari konsumen lain dalam
proses pengambilan keputusan pembelian. Kecenderungan inilah yang berusaha
dimanfaatkan oleh toko daring di Instagram melalui bantuan dari selebritis
Instagram.
Selebritis Instagram melakukan endorsement dengan cara mengunggah foto
atau video yang berisi testimoni mengenai suatu barang atau jasa yang ditawarkan
oleh toko daring tertentu. Testimoni dari selebritis Instagram diharapkan akan
diterima konsumen sebagai sumber informasi yang layak dijadikan sebagai bahan
pertimbangan dalam proses pembuatan keputusan pembelian. Melalui testimoni
dari selebritis Instagram tersebut, toko daring berusaha meyakinkan konsumen akan
kredibilitas toko dan kualitas produk mereka.
Perkembangan teknologi internet telah mendorong munculnya komunikasi
e-WOM (Electronic Word of Mouth) dimana komunikasi WOM yang awalnya
merujuk pada komunikasi di antara orang ke orang mengenai suatu produk
(Chatterjee, 2001), berubah menjadi bentuk komunikasi yang kurang personal dan
bersifat lebih umum (Brown dkk., 2007). Bentuk baru dari komunikasi WOM ini
diyakini lebih efektif dibandingkan bentuk komunikasi WOM secara offline karena
e-WOM memiliki aksesbilitas yang lebih besar dan jangkauan yang lebih luas
(Chatterjee, 2001).
Ulasan produk yang diunggah di internet menjadi salah satu bentuk
komunikasi e-WOM yang penting. Herr dkk. (1991) menyatakan bahwa
komunikasi WOM memiliki dampak yang kuat terhadap penilaian produk. Ulasan
produk dalam bentuk testimoni yang diberikan oleh selebritis Instagram yang dapat
disebarkan di Instagram dan media sosial lain dapat dikategorikan sebagai suatu
bentuk e-WOM. Oleh karena itu, untuk memahami endorsement selebritis
Instagram di Indonesia maka teori-teori mengenai e-WOM digunakan dalam
penelitan ini.
Untuk memahami gambaran awal mengenai latar belakang penelitian, studi
melakukan wawancara dengan beberapa pengguna Instagram, pemilik toko daring
dan selebritis Instagram. Berikut adalah hasil wawancara dengan beberapa
pengguna Instagram:
“Saya mengikuti beberapa selebritis Instagram dari Indonesia
seperti @koharotv, @dianpelangi, @strasysty, dan @riomotret.
Saya memiliki alasan yang berbeda untuk masing-masing dari
mereka. Saya mengikuti @koharotv karena menurut saya foto dan
video yang diunggah lucu dan kreatif. Saya mengikuti @dianpelangi
karena saya rasa dia memiliki selera berpakaian yang unik, menarik,
dan bisa saya jadikan referensi. Saya sering merasa tertarik dengan
produk yang mereka iklankan tetapi saya belum pernah mencoba
membeli produknya. Apabila ada produk yang menarik biasanya
saya akan memeriksa akun toko daring yang menjual produk
tersebut untuk mencari tahu lebih lanjut.”
“Menurut saya testimoni yang diberikan oleh selebritis Instagram
yang saya ikuti cukup meyakinkan dan menarik meskipun terkadang
saya menemukan komentar yang berlebihan. Saya percaya dengan
kredibilitas mereka. Contohnya adalah @strasysty yang
menggunakan produk yang dia iklankan sebagai bagian dari pakaian
kesehariannya sehingga saya yakin bahwa produk yang dia iklankan
berkualitas. Menurut saya kompetensi seorang endorser cukup
mempengaruhi daya tarik mereka karena apabila seorang endorser
memiliki keahlian di bidang yang berhubungan dengan produk yang
dia iklankan, maka pembaca akan semakin yakin dengan testimoni
yang dia berikan. Contohnya seperti @dianpelangi yang memiliki
keahlian menjahit dan memiliki selera berpakaian yang bagus.
Status mereka yang adalah orang biasa seperti saya membuat saya
semakin yakin dengan testimoni yang mereka berikan sekaligus
merasa kagum dengan daya tarik yang mereka miliki.” (Wening, 21
tahun)
“Saya hanya mengikuti satu orang selebirtis Intagram yaitu
@d_kadoor meskipun saya sering melihat akun selebritis Instagram
lain untuk sekedar melihat-lihat foto-foto mereka. Alasan saya
mengikuti akun @d_kadoor adalah karena dia sering mengunggah
video yang lucu yang membuat saya tidak mau terlambat melihat
video terbarunya. Awalnya dia terkenal karena video-video lucu
yang dia unggah di Instagram dan Youtube kemudian sejak awal
2015 dia mulai menjadi endorser. Produk yang biasanya dia
iklankan adalah hijab, baju, kosmetik, dan jasa salon. Saya pribadi
lebih tertarik dengan cara dia mengiklankan produk yang lucu dan
membuat tertawa daripada dengan produk itu sendiri karena produk
yang dia iklankan tidak sesuai dengan tipe produk yang saya cari.
Saya rasa dia cukup jujur dalam memberikan testimoni meskipun
saya tidak yakin seratus persen dengan kualitas semua produk yang
dia iklankan terutama produk-produk yang menawarkan manfaat
instan seperti krim pemutih wajah. Saya menyadari bahwa banyak
selebritis Instagram yang dibayar untuk mengiklankan suatu produk
tetapi menurut saya hal itu tidak selalu berpengaruh pada kualitas
atau kejujuran testimoni mereka. Saya rasa sebagai pengikut, kita
harus bisa menilai suatu produk dengan penilaian kita sendiri.”
(Laras, 28 tahun)
“Saya mengikuti dua orang selebritis Instagram yaitu
@SSSSTTTTAAAARRRR dan @RACHGODDARD. Alasan saya
mengikuti keduanya adalah karena mereka berbeda dari kebanyakan
selebritis Instagram lainnya. Saya menganggap mereka bukan hanya
sekedar endorser biasa. Mereka adalah beauty-vlogger yang dapat
mengajari saya tata cara make-up yang baik. Mereka tidak hanya
sekedar mengiklankan suatu produk tetapi juga membuat video
tutorial cara pemakaian produk tersebut. Saya menilai produk yang
mereka iklankan memang benar-benar berkualitas karena kita bisa
melihat dan menilai sendiri dari video yang diunggah. Dalam
memberikan penjelasan mengenai suatu produk, mereka cukup
jelas, detail dan jujur. Mereka tidak hanya memberi tahu kelebihan
tetapi juga kekurangan produk tersebut. Saya merasa yakin dengan
testimoni yang mereka berikan karena dengan adanya video, saya
bisa melihat bahwa mereka benar-benar mencoba produk yang
diiklankan. Selain menyukai testimoni mereka yang berkualitas,
saya juga sangat menyukai kepribadian mereka dan event bagi-bagi
hadiah yang sering mereka adakan.”
“Menurut saya saat ini keberadaan selebritis Instagram dibutuhkan
oleh calon pembeli untuk membuat mereka lebih yakin atas pilihan
mereka sebelum melakukan pembelian. Keberadaan selebritis
Instagram memudahkan calon pembeli saat mencari toko daring
yang dapat dipercaya. Calon pembeli juga bisa mengetahui cara
pemakaian suatu produk sebelum membelinya karena tidak semua
toko daring menjelaskan secara detail tentang cara pemakaian
produk. Menurut saya cara mereka mengiklankan produk sangat
kreatif dan memikat. Saya merasa lebih yakin dengan testimoni yang
diberikan oleh endorser non selebritis dibandingkan dengan
testimoni dari artis terkenal yang biasanya dibayar mahal oleh toko
daring yang dia promosikan. Saya pernah beberapa kali membeli
produk yang diiklankan oleh selebritis Instagram yang saya ikuti,
seperti eye-shadow palette, lipstick, dan body scrub.” (Melisa, 22
tahun)
Berikut hasil wawancara dengan beberapa pemilik toko daring mengenai
tren endorsement oleh selebritis Instagram:
“Saya belum pernah bekerja sama dengan selebritis Instagram tetapi
saya tertarik untuk bekerja sama dengan mereka. Saya sudah
mencoba untuk menghubungi beberapa selebritis Instagram tetapi
sampai sekarang belum menemukan selebritis Instagram yang cocok
untuk diajak bekerja sama. Masalah utamanya ada pada negosiasi
mengenai tarif endorsement yang ditetapkan oleh selebritis
Instagram. Saya memiliki beberapa kriteria untuk memilih selebritis
Instagram yang akan mengiklankan produk saya. Pertama, karena
produk saya adalah hijab, maka saya membutuhkan selebritis
Instagram yang dalam kesehariannya menggunakan hijab. Kedua,
saya akan mempertimbangkan jumlah pengikut karena saya
membutuhan selebritis Instagram yang memiliki banyak pengikut.
Ketiga, saya membutuhkan selebritis Instagram yang bersedia untuk
menjadikan saya sebagai sponsor tunggal sehingga dia hanya
mengiklankan produk-produk hijab dari toko saya saja dan tidak
mengiklankan produk hijab dari toko lain. Hal ini penting bagi saya
karena apabila seorang selebritis Instagram mengiklankan produk
hijab dari beberapa toko daring yang berbeda maka saya harus
besaing dengan toko-toko tersebut untuk menarik perhatian
pengikut selebritis Instagram tersebut. Menurut saya, selebritis
Instagram adalah role model di bidang fashion untuk anak muda
Indonesia saat ini. Keberadaan mereka membantu memajukkan
merek-merek lokal. Oleh karena itu, menurut saya kerja sama
dengan selebritis Instagram sangat menguntungkan. Menurut saya
endorsement oleh selebritis Instagram dapat membantu
meningkatkan penjualan dan membuat produk saya lebih dikenal
oleh pengikut mereka yang jumlahnya cukup besar.” (Tri Septiyani,
@alula.scarf)
“Saya pernah sekali bekerja sama dengan selebritis Instagram yaitu
dengan @helminursifah. Hal pertama yang saya lakukan adalah
menghubungi selebritis Instagram tersebut lalu meminta peraturan
dan tarif endorsement yang dia tetapkan. Setelah dia menjelaskan
semuanya dan saya setujui, saya mengirimkan sejumlah uang
kepada selebritis Instagram tersebut. Setelah itu dia memilih produk
yang dia sukai lalu saya kirim produk tersebut. Saat itu saya
dikenakan tarif Rp 350.000/baju dan Rp 300.000/hijab. Selanjutnya
saya menunggu sekitar 2 minggu hingga dia akhirnya mengunggah
foto bersama produk saya di akun Instagram-nya. Dalam memilih
endorser, saya mencari selebritis Instagram yang bisa memberikan
umpan balik kepada toko saya. Saya mempertimbangkan jumlah
pengikutnya, kemudian rata-rata jumlah “likes” di setiap foto yang
dia unggah juga komentar-komentar dari para pengikutnya. Apabila
jumlah pengikutnya banyak tetapi jumlah “likes” yang dia dapat
sedikit maka ada kemungkinan selebritis Instagram tersebut
membeli pengikut palsu. Saya juga mempertimbangkan kualitas
foto-fotonya. Saya tidak terlalu suka foto yang menggunakan efek
berlebihan karena tidak sesuai dengan produk saya.”
“Manfaat yang saya terima dari endorsement oleh @helminursifah
adalah meningkatnya jumlah pengikut akun toko daring saya
sebanyak kurang lebih 500 orang. Selain itu, produk yang digunakan
oleh Helmi menjadi terkenal dan banyak dipesan bukan hanya oleh
konsumen di Jawa tetapi juga konsumen di luar Jawa. Jadi menurut
saya mekipun tarif endorsement cukup mahal, pengorbanan itu
sebanding dengan manfaat yang saya terima. Menurut saya, saat ini
toko daring dan selebritis Instagram saling membutuhkan. Sebagai
pemasar, saya merasa dimudahkan dengan keberadaan mereka
karena saya tidak perlu repot mencari media iklan untuk
memasarkan produk saya. Bahkan saya sering mendengar bahwa
endorsement oleh selebritis Instagram lebih efektif dibandingkan
endorsement oleh artis. Walau demikian toko daring harus pintarpintar memilih selebritis Instagram. Ada selebritis Instagram yang
tidak mau melakukan endorsement jika dia tidak menyukai produk
kita. Ada pula yang menerapkan tarif mahal padahal pengikutnya
masih sedikit. Selain itu, hambatan yang sering muncul adalah
lambatnya respon dari selebritis Instagram terutama mereka yang
sudah sangat terkenal.” (Yunita, @himels_id)
“Saya sudah sering bekerja sama dengan selebritis Instagram.
Beberapa di antaranya adalah @nabilazirus, @stgrrr, @linkangelia,
@handikapratama, @nisacookie, @alanwangsa, @andirazh,
@ginameidina,
@anantavinnie,
@fachrimuhammad,
dan
@ameliaelle. Pada umumnya, produk yang diiklankan adalah
produk pilihan selebritis Instagram tetapi kadang saya membatasi
pilihan mereka dengan produk-produk yang best seller atau produkproduk yang persediannya masih banyak. Setelah mereka memilih
produk yang mereka sukai, mereka akan memberikan tarif
endorsement yang berbeda-beda antar selebritis Instagram. Ratarata tarif yang ditetapkan berkisar antara Rp 100.000 – Rp 500.000.
Selain melalui selebritis Instagram saya juga pernah mengiklankan
produk saya melalui akun-akun di Instagram yang menawarkan paid
promote seperti @ngakakkocak dan @infia. Apabila menggunakan
paid promote saya dapat menentukan hari dan jam ditampilkannya
materi iklan saya. Tetapi saya lebih suka menggunakan selebritis
Instagram karena tarif paid promote bisa mencapai Rp 2 juta/tayang.
Selain tarifnya yang lebih murah, endorsement menggunakan
selebritis Instagram juga lebih efektif karena gaya berbusana mereka
kerap dicontoh oleh para pengikutnya. Saya rasa ada beberapa
selebritis Instagram yang tidak efektif tetapi banyak juga yang
efektif. Manfaat yang saya rasakan dari hasil endorsement adalah
semakin terkenalnya toko daring saya. Pengikut akun toko daring
saya semakin bertambah dan banyak dari mereka yang kemudian
mengikuti perkembangan produk-produk saya. Bahkan banyak dari
mereka yang juga membantu merekomendasikan produk saya
kepada teman-temannya. Menurut saya, kehadiran selebritis
Instagram menguntungkan saya sebagai pemasar.” (Mira Annisa,
@carousel_store)
Berikut hasil wawancara dengan beberapa orang selebritis Instagram
mengenai tren endorsement oleh selebritis Instagram di Indonesia:
“Awalnya saya sering diminta oleh beberapa toko daring seperti
@shinysundayshop, @himels_id, dan @roglasses untuk menjadi
model katalog mereka. Setelah pengambilan gambar selesai mereka
sering meminta saya untuk mengunggah beberapa foto ke akun
Instagram saya dengan menandai (tag) toko daring mereka. Setelah
itu ada beberapa orang yang mengomentari foto saya dan meminta
kontak pribadi saya. Ada pula yang langsung menghubungi saya
melalui direct message (DM) Instagram. Mereka menghubungi saya
untuk meminta saya menjadi endorser mereka. Saya sebenarnya
lebih menikmati menjadi model katalog daripada endorser karena
menjadi model katalog lebih mudah dan tidak repot. Sebagai
endorser saya harus menyiapkan segala sesuatunya sendiri, mulai
dari menentukan konsep foto, mencari lokasi foto yang bagus,
mencari fotografer, hingga proses edit foto dan penggunggahan foto.
Saya juga khawatir apabila hasil foto saya kurang bagus dan
akhirnya tidak memberikan dampak seperti yang diharapkan oleh
toko daring. Sementara apabila saya menjadi model katalog, saya
cukup datang dan mengikuti prosedur pengambilan gambar. Semua
sudah disediakan. Hingga saat ini ada beberapa tawaran
endorsement yang belum saya tanggapi karena kesibukan saya
sementara proses endorsement menurut saya sangat memakan
waktu. Produk yang biasa saya endorse adalah baju, hijab, dan
kacamata. Saya tidak menetapkan tarif tertentu untuk endorsement
tetapi sebagai model katalog saya biasanya dibayar Rp 100.000/jam.
Saya juga sering dibayar dengan produk dari toko daring yang
bekerja sama dengan saya. Menurut saya tren endorsement oleh
selebritis Instagram menguntungkan semua pihak, baik konsumen,
toko daring, dan saya sendiri sebagai selebritis Instagram. Saya
mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan untuk
meningkatkan kemampuan saya dalam berpose di depan kamera.
Selain itu saya juga memperoleh tambahan pemasukan dan koneksi
yang lebih luas.” (Indita Setyorini, @indita.s)
“Saya sudah menjadi endorser sejak Februari 2015. Produk-produk
yang biasanya saya iklankan adalah hijab, kaos, dan kosmetik.
Awalnya saya hanya membantu mengiklankan produk teman-teman
saya. Kemudian semakin banyak orang yang menghubungi saya
untuk meminta saya menjadi endorser produk mereka. Sampai
sekarang saya belum menentukan tarif endorsement yang tetap.
Apalagi sampai sekarang masih banyak teman-teman saya yang
meminta tolong jadi saya tidak menentukan tarif tertentu, fleksibel
saja. Saya juga melayani paid promote yaitu mengunggah foto
kiriman dari toko daring. Saya menetapkan tarif Rp 50.000/foto.
Sementara untuk endorsement, saya biasanya meminta toko daring
untuk mengirimkan produknya ke rumah saya. Produk yang saya
pilih adalah produk yang sesuai dengan selera saya, misalnya untuk
pakaian adalah yang tidak terlalu seksi. Manfaat yang saya rasakan
sebagai selebritis Instagram adalah jaringan pertemanan yang
semakin luas, memperoleh pengalaman yang tidak semua orang
dapat merasakan, serta kesempatan berbagi pengetahuan tentang
bisnis dengan orang lain.” (Andra Arumsari, @andrarumsari)
“Proses yang saya lalui hingga menjadi seorang selebritis Instagram
cukup panjang. Proses ini dimulai sejak tahun 2014 dimana saat itu
saya sering mengikuti photoshoot sebagai model. Saya sering
mengunggah foto-foto hasil photoshoot ke akun Instagram saya.
Kemudian setelah saya mengunggah beberapa foto saya yang
sedang menggunakan hijab, ada beberapa akun fashion di Instagram
yang mengunggah ulang foto saya. Salah satunya adalah
@glamhijab. Sejak saat itu akun saya menjadi terkenal dan pengikut
saya menjadi bertambah setiap harinya. Setelah itu saya diangkat
menjadi brand ambassador @faarisashop yang merupakan salah
satu toko daring untuk produk rok terbesar di Indonesia. Sejak
menjadi model @faarisashop, saya menjadi semakin dikenal dan
mulailah berdatangan tawaran untuk menjadi endorser. Saat ini saya
telah menjadi brand ambassador beberapa toko daring besar di
Indonesia. Produk yang saya endorse biasanya berupa makanan,
buku, tas, kosmetik, skin care, sepatu, pakaian, hijab, dll. Saya
menetapkan tarif sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000/produk untuk
endorsement produk pakaian, buku, atau makanan dan Rp 300.000
untuk kosmetik, jasa make-up, atau perawatan kulit. Saya
menetapkan syarat-syarat tertentu untuk toko daring yang ingin
bekerja sama dengan saya. Pertama, toko daring tersebut harus
terpercaya. Kedua, saya memilih sendiri barang yang akan saya
endorse. Ketiga, saya tidak menerima produk skin care atau
kosmetik yang belum mendapat izin BPOM.” (Salma Sugiarto,
@salmasugiarto)
1.2 Perumusan Masalah
Bisnis daring di Indonesia telah berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun
terakhir. Salah satu faktor yang mendukung perkembangan bisnis daring di
Indonesia adalah tingginya tingkat penggunaan media sosial sebagai media
pemasaran. Instagram sebagai salah satu media sosial yang paling populer di
Indonesia
mendapat
perhatian
dari
para
pemiliki
toko
daring
yang
memanfaatkannya sebagai alat untuk berkomunikasi dengan konsumen sekaligus
sebagai media iklan.
Instagram memiliki beberapa fitur yang dapat mempermudah pemasar
dalam mempromosikan produknya. Instagram terkenal dengan fitur tagging dan
link short URL yang dapat mempermudah proses penyebaran informasi di antara
para pengguna Instagram maupun di antara pengguna Instagram dan pengguna
media sosial lain. Instagram juga memfasilitasi penggunanya untuk berkomunkasi
secara langsung dan pribadi melalui fitur direct message. Selain itu Instagram juga
memiliki fitur hashtag yang berfungsi sebagai kata kunci untuk membantu
memudahkan konsumen dalam mencari produk yang diinginkan. Fitur lain yang
menarik adalah adanya build-in editing tools dan berbagai macam filter digital yang
dapat membuat foto produk tampak lebih bagus dan menarik. Pemasar dapat
menggunakan Instagram sebagai media periklanan, promosi penjualan, pemasaran
secara langsung, maupun membangun hubungan dengan konsumen.
Tren akhir-akhir ini yang menarik untuk dicermati adalah munculnya
selebritis Instagram yang memberikan testimoni untuk toko daring melalui
Instagram. Selebritis Instagram adalah pengguna Instagram yang terkenal layaknya
selebritis meskipun mereka tidak bekerja di dunia hiburan secara profesional.
Mereka memiliki jumlah pengikut ratusan ribu bahkan hingga jutaan orang. Mereka
digemari karena memiliki daya tarik baik dari segi penampilan secara fisik maupun
dari segi kualitas foto atau video yang mereka unggah. Sebagian besar selebritis
Instagram terkenal memiliki keahlian fotografi yang baik dan juga photogenic
sehingga mampu menghasilkan foto yang bukan hanya bagus dan menarik tetapi
juga tampak profesional layaknya model.
Untuk menggunakan jasa selebritis Instagram, toko daring dapat
menghubungi selebritis Instagram yang dirasa tepat untuk mengiklankan produk
mereka kemudian membuat kesepakatan langsung dengan selebritis Instagram
tersebut. Sebagian besar selebritis Instagram mencantumkan kontak pribadi yang
dapat dihubungi pada akun Instagramnya. Beberapa hal yang harus disepakati
antara toko daring dan selebritis Instagram adalah tarif jasa endorsement, jenis
produk, dan jumlah produk yang akan dikirimkan kepada selebritis Instagram
sebagai endorser. Masing-masing selebritis Instagram menetapkan syarat yang
berbeda. Ada pula selebritis Instagram yang menawarkan jasa endorsement secara
gratis. Walau demikian toko daring tetap harus memberikan produk yang akan
dipromosikan secara cuma-cuma kepada selebritis Instagram yang akan
mengiklankan produknya. Sementara itu beberapa selebritis Instagram lain
menerapkan tarif yang berbeda-beda untuk jasa mereka.
Rata-rata tarif yang ditetapkan oleh selebritis Instagram di Indonesia
berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Dalam hal menentukan
jenis dan jumlah produk, masing-masing selebritis Instagram menetapkan peraturan
yang berbeda. Beberapa selebritis Instagram membebaskan toko daring untuk
menentukan jenis dan jumlah produk yang akan dikirimkan ke selebritis Instagram.
Sementara itu, ada banyak selebritis Instagram yang mensyaratkan agar mereka
memilih sendiri jenis dan jumlah produk yang akan mereka iklankan. Pada kasus
ini toko daring biasanya akan mengizinkan selebritis Instagram untuk memilih
produk yang disukainya dari katalog produk yang ada di akun Instagram miliknya.
Beberapa selebritis Instagram cukup selektif dengan jenis produk yang mereka
promosikan.
Apabila kesepakatan telah tercapai maka langkah selanjutnya adalah toko
daring mengirimkan produk kepada selebritis Instagram. Setelah produk diterima,
selebritis Instagram akan berfoto bersama produk tersebut lalu mengunggahnya ke
akun Instagram miliknya disertai testimoni pada bagian caption untuk dibaca oleh
para pengikutnya. Testimoni yang diberikan biasanya disertai dengan link melalui
fungsi tagging yang mengarah pada halaman akun toko daring yang menjual produk
tersebut. Toko daring dapat mengunggah ulang foto tersebut ke akun miliknya
untuk menarik perhatian pengikut mereka atau pengguna lain yang berkunjung ke
akun mereka.
Ada beberapa alasan yang membuat endorsement oleh selebritis Instagram
banyak digemari oleh toko-toko daring di Indonesia. Pertama, selebritis Instagram
dinilai lebih dipercaya oleh konsumen dibandingkan dengan tokoh masyarakat
terkenal karena latar belakang mereka yang berasal dari masyarakat umum
sehingga konsumen akan melihat mereka sebagai bagian dari mereka yang
memiliki status, kebutuhan dan selera yang hampir sama. Kedua, pemasar merasa
diuntungkan dengan jumlah pengikut selebritis Instagram yang jumlahnya bisa
mencapai jutaan orang. Alasan yang ketiga dan yang merupakan tujuan utama dari
testimoni adalah sebagai bukti sosial (social proof). Maraknya kasus-kasus
penipuan di dunia daring membuat konsumen lebih berhati-hati dalam melakukan
pembelian secara daring. Testimoni oleh selebritis Instagram diharapkan dapat
meyakinkan konsumen akan kredibilitas suatu toko daring. Seringkali testimoni
yang berasal dari konsumen diragukan keasliannya oleh konsumen lain. Oleh
karena itu, peran selebritis Instagram sebagai pengguna Instagram yang banyak
dikenal dianggap dapat memberikan testimoni yang lebih meyakinkan.
Permasalahan praktis yang kemudian muncul adalah kurangnya bukti
empiris yang menunjukkan efektivitas endorsement oleh selebritis Instagram.
Pemasar sebagai pihak yang berkepentingan tentu membutuhkan bukti yang
menunjukkan apakah testimoni yang diberikan oleh selebritis Instagram dapat
memberikan hasil signifikan seperti yang diharapkan. Suatu survei daring yang
dilakukan oleh wolipop.com pada tanggal 1 Oktober 2012 menyatakan bahwa
sebanyak 58 persen dari total 184 responden menjawab bahwa endorsement oleh
selebritis di Instagram tidak mempengaruhi niat beli mereka (wolipop.com, 2012).
Adanya kesenjangan empiris ini menjadi isu yang penting karena pemasar
harus mengeluarkan biaya pemasaran untuk dapat bekerjasama dengan selebritis
Instagram. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk
melakukan uji secara empiris mengenai dampak testimoni yang diberikan oleh
selebritis Instagram terhadap citra merek dan niat beli konsumen. Selain itu, hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi cerminan penilaian pengguna Instagram di
Indonesia atas fenomena selebritis Instagram. Penelitian ini diharapkan dapat
membantu pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis daring dalam melakukan
pengambilan keputusan.
Hingga saat ini belum banyak penelitian yang dilakukan untuk meneliti
pengaruh endorsement di media sosial secara umum atau di Instagram secara
khusus. Walau demikian ada beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai
efektivitas celebrity endorsement baik di media cetak maupun di media sosial yang
dapat dijadikan sebagai acuan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh
Teng dkk. (2014) dan Bataineh (2014), penelitian ini mengembangkan model
penelitian yang melibatkan beberapa variabel pembentuk e-WOM yang persuasif.
E-WOM yang persuasif dalam kasus ini berupa endorsement oleh selebritis
Instagram. Variabel-variabel pembentuk endorsement yang persusasif adalah
kualitas argumen, kredibilitas sumber, daya tarik sumber, persepsian sumber, dan
gaya sumber. Kelima variabel tersebut berperan sebagai variabel bebas.
Selanjutnya, untuk menjawab permasalahan praktis yang diangkat dalam
penelitian ini, yaitu mengenai efektivitas endorsement oleh selebritis Instagram,
varibel bebas diuji pengaruhnya terhadap variabel mediasi dan variabel terikat,
yaitu citra merek dan niat beli. Efektivitas berhubungan dengan kemampuan
endorsement oleh selebritis Instagram untuk menghasilkan dampak positif yang
diharapkan oleh toko daring. Variabel citra merek dan minat beli dipilih sebagai
variabel mediasi dan variabel terikat karena kedua hal tersebut merupakan dampak
positif yang diharapkan oleh toko daring dari adanya endorsement oleh selebritis
Instagram. Sementara itu, variabel citra merek dipilih sebagai variabel mediasi
karena berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, variabel tersebut
terbukti memediasi hubungan antara faktor-faktor pembentuk e-WOM yang
perusasif dan niat beli (Bataineh, 2014).
1.3 Pertanyaan Penelitian
1. Apakah citra merek memediasi hubungan antara kualitas argumen dan niat beli?
2. Apakah citra merek memediasi hubungan antara kredibilitas sumber dan niat
beli?
3. Apakah citra merek memediasi hubungan antara daya tarik sumber dan niat beli?
4. Apakah citra merek memediasi hubungan antara persepsian sumber dan niat beli?
5. Apakah citra merek memediasi hubungan antara gaya sumber dan niat beli?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran mediasi oleh citra merek pada
hubungan antara kualitas argumen, kredibilitas sumber, daya tarik sumber,
persepsian sumber, gaya sumber, dan niat beli.
1.5 Lingkup Penelitian
1.5.1 Model penelitian
Penelitian ini merupakan sebuah modifikasi dari beberapa penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya. Penelitian pertama yang dijadikan sebagai referensi utama
dalam penelitian ini adalah penelitian oleh Shasha Teng, dkk (2014) yang berjudul
“Examining the antecedents of persuasive e-WOM messages in social media”.
Penelitian tersebut berhasil menguji beberapa faktor yang membentuk suatu eWOM yang persuasif, yaitu kualitas argumen, kredibilitas sumber, daya tarik
sumber, persepsian sumber, dan gaya sumber dimana uji hipotesis yang telah
dilakukan membuktikan bahwa faktor-faktor tersebut mempengaruhi pesan yang
persuasif. Pesan yang persuasif secara signifikan mempengaruhi penerimaan
informasi (information acceptance) dan penerimaan informasi secara signifikan
mempengaruhi niat menggunakan informasi (intention to use).
Penelitian kedua yang digunakan sebagai referensi utama dalam penelitian
ini adalah penelitian oleh Abdallah Q. Bataineh (2014) yang berjudul “The Impact
of Perceived e-WOM on Purchase Intention: The Mediating Role of Corporate
Image”. Penelitian tersebut berhasil membuktikan bahwa e-WOM yang persuasif
secara signifikan mempengaruhi citra merek (brand image) dan niat beli (purchase
intention). Model penelitian ini menggabungkan variabel-variabel dari kedua
penelitian di atas dengan cara menggabungkan variabel bebas yang diambil dari
jurnal pertama dengan variabel mediasi dan variabel terikat yang diambil dari jurnal
kedua. Penggabungan ini dilakukan karena dimensi-dimensi yang ada pada variabel
bebas pada jurnal pertama dianggap lebih lengkap dan mampu menjelaskan lebih
banyak dibandingkan dimensi-dimensi yang ada pada variabel bebas pada jurnal
kedua.
1.5.2 Obyek penelitian
Obyek dari penelitian ini adalah selebritis Instagram. Selebritis Instagram yang
dimaksud dalam penelitian ini dibatasi pada selebritis Instagram yang berasal dari
kalangan masyarakat umum yang memperoleh popularitasnya melalui Instagram.
Testimoni yang diberikan oleh selebritis Instagram pada dasarnya merupakan suatu
bentuk endorsement untuk meningkatkan popularitas suatu toko daring dan
mendorong penjualan toko daring tersebut. Testimoni yang diberikan oleh selebritis
Instagram biasanya berupa foto atau video yang menunjukkan selebritis Instagram
bersama produk yang dipromosikan disertai tulisan yang menjelaskan pengalaman
menggunakan produk tersebut dan pendapat selebritis Instagram tentang produk
tersebut. Testimoni di Instagram biasanya diunggah oleh selebritis Instagram
dengan disertai link melalui fungsi tagging yang menuju ke halaman akun toko
daring yang menjual produk tersebut. Toko daring dapat mengunggah ulang (regram) testimoni dari selebritis Instagram di akun Instagram milik toko daring
tersebut bahkan membaginya ke media sosial yang lain untuk memperoleh efek eWOM yang lebih luas. Sementara itu produk fashion dipilih karena jenis produk
tersebut adalah jenis produk yang paling sering dipromosikan oleh selebritis
Instagram.
1.5.3 Lokasi penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di D.I.Yogyakarta, dengan mengambil sampel dari
populasi seluruh penduduk D.I.Yogyakarta. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki
populasi yang multikultural sehingga dapat mewakili konsumen di Indonesia pada
umumnya.
1.5.4 Waktu penelitian
Proses pengumpulan data untuk penelitian ini berlangsung selama dua minggu yaitu
sejak tanggal 20 Juni 2016 - 4 Juli 2016.
Download